Docstoc

Sinyal Analog dan Sinyal Digital

Document Sample
Sinyal Analog dan Sinyal Digital Powered By Docstoc
					                    Sinyal Analog dan Sinyal Digital

          Analog berarti kuno dan digital berarti modern, analog murah, digital mahal,
atau analog berarti tidak seperti digital yang identik dengan angka-angka. Begitulah
anggapan ”awam” tentang analog dan digital.

         Analog dan digital sebenarnya lebih kepada istilah dalam penyimpanan dan
penyebaran data. Data Analog disebarluaskan melalui gelombang elekromagnetik
(gelombang radio) secara terus menerus, yang banyak dipengaruhi oleh faktor
”pengganggu”, sementara data digital adalah merubah data menjadi sederhana yaitu
”hanya” terdiri dari ”0” dan ”1”, yang akan lebih mudah untuk di sebarkan secara
mudah tanpa terjadi ”gangguan”.

         Pemahaman yang mudah tentang analog dan digital adalah pada pita kaset
lagu dan file MP3 kamu. Jika kita meng-copy (menyalin) atau merekam pita kaset,
tentu hasilnya banyak ditentukan oleh alat perekamnya, kebersihan ”head” rekam
nya, dan sebagainya, semakin banyak kita merekam ke tempat lain, kualitas suaranya
akan berubah. Tapi dengan meng-copy file MP3, kita akan mendapat salinannya sama
persis dengan aslinya, berapapun banyaknya kamu menggandakannya. Kini ada juga
yang menyalin lagu-lagu dari pita kaset menjadi file, atau disebut juga "men-digital-
isasi"

         Namun dalam bidang audio ini, sistem analog masih memiliki beberapa
”keunggulan” dibanding sistem digital, yang menyebabkan masih ada beberapa
penggemar fanatik yang lebih menyukai rekaman analog.

         Perbedaan kamera analog (manual) dan kamera digital hanya terletak pada
media penyimpanannya, kalau kamera sebelumnya ”menyimpan” data gambar dalam
bentuk film yang harus kamu proses dulu untuk bisa mendapatkan ”foto” nya,
sementara kamrea digital menyimpan data gambarnya dalam bentuk data ”digital”
yang bisa langsung kamu nikmati sesaat setelah ”dijepret”

       Dalam bidang telekomunikasi, perbedaan telepon analog dan digital, bukan
berdasarkan jenis pesawat teleponnya, namun kepada ”sistem” di sentral teleponnya,
walaupun untuk mendukung sistem sentral yang digital, diperlukan pesawat telepon
khusus. Begitu juga dengan siaran televisi analog dan digital. Siaran analog kadang
terganggu oleh cuaca, letak bangunan, dan penyebab lainnya, sementara siaran digital
memiliki kualitas suara dan gambar yang lebih bagus, karena ”data”-nya tidak
mengalami ”gangguan” saat dikirim ke TV penerima.

       Televisi digital adalah standar baru transmisi gambar dan suara untuk
menggantikan sistem analog yang ada sekarang. Selain keunggulan kualitas
gambar/suara, televisi digital juga menjanjikan penghematan yang luar biasa dalam
hal lebar bandwidth sinyal siaran, krisis keterbatasan alokasi frekuensi akan hilang
sehingga akan lebih banyak channel yang bisa ditawarkan ke pemirsa.

       Tidak hanya itu, stasiun pemancar atau stasiun televisi juga bisa
menggunakan     beberapa    sinyal   dalam   satu   lebar   gelombang   yang    sama,
memungkinkan untuk melakukan siaran atau menambahkan isi atau informasi
tambahan dalam sinyal televisi digital. Untuk yang memanfaatkan televisi
kabel/satelit, bisa memanfaatkannya untuk melihat jadwal atau informasi tambahan
dalam bentuk teks dalam sebuah program/channel tertentu.


Teknologi Analog

       Merupakan proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang. Sinyal analog
bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk gelombang kontinu
(continous varying). Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat
analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan
gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk
isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier,
suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus.

       Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat
mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang
pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable
dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.

    Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog
    Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik
    Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu

       Misalnya ketika seseorang berkomunikasi dengan menggunakan telepon,
maka suara yang dikirim melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui
gelombang. Dan kemudian, ketika gelombang ini diterima, maka gelombang
tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk suara, sehingga si penerima
dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara lainnya dari komunikasi
tersebut.

       Sinyal analog merupakan pemanfaatan gelombang elektromagnetik. Proses
pengiriman suara, misalnya pada teknologi telepon, dilewatkan melalui gelobang
elektromagnetik ini, yang bersifat variable dan berkelanjutan. Satu komplit
gelombang dimulai dari voltase nol kemudian menuju voltase tertinggi dan turun
hingga voltase terendah dan kembali ke voltase nol. Kecepatan dari gelombang ini
disebut dengan hertz (Hz) yang diukur dalam satuan detik.

       Misalnya dalam satu detik, gelombang dikirimkan sebanyak 10, maka disebut
dengan 10 Hz. Contohnya sinyal gambar pada televise atau suara pada radio yang
dikirim secara berkesinambungan. Pelayanan dengan menggunakan sinyal ini agak
lambat dan gampang error dibandingkan dengan data dalam bentuk digital.
Gelombang analog ini disebut dengan baud. Baud adalah sinyal atau gelombang
listrik analog. Satu gelombang analog sama dengan satu baud.

       Kelemahan dari system analog adalah tidak bisa mengukur sesuatu dengan
cukup teliti. Karena hal ini disebabkan kemampuan mereka untuk secara konsisten
terus – menerus merekam perubahan yang terus menerus terjadi, dalam setiap
pengukuran yang dilakukan oleh system analog ini selalu ada peluang keragu –
raguan akan hasil yang dicapai, dalam sebuah system yang membutuhkan ketepatan
kordinasi dan ketepatan angka – angka yang benar dan pas, kesalahan kecil akibat
kesalahan menghitung akan berdampak besar dalam hasil akhirnya. System ini butuh
ketepatan dan ketelitian yang akurat, salah satu bentuknya adalah otak kita.

       Contoh saja telepon yang berbasis analog, telepon yang pada awalnya
ditemukan pada tahun 1876, diniatkan sebagai media untuk mengirimkan suara
sebagai salah satu penerapan konsep analog. Sampai pada tahun 1960-an, penerapan
analog ini masih tetap bertahan. Setelah itu mulai mengarah kepada teknologi digital.
Begitu juga dengan televisi analog adalah televisi yang menerjemahkan sinyal
menggunakan gelombang radio. Pemancar televisi mengirimkan gambar dan suara
melalui gelombang radio, diterima oleh antena di rumah dan diterjemahkan menjadi
gambar yang kita tonton.


Teknologi Digital

       Merupakan hsail teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi
urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), sehingga tidak mudah terpengaruh oleh
derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat, tetapi transmisi dengan
sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.
Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua
keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital.
Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit
adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00,
01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh
kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.

       System digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada
dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu system
digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat
mempengaruhi nilai akurasi system digital.

       Contoh kasus. ada system digital dengan lebar 1 byte (8 bit). maka nilai-nilai
yang dapat dikenali oleh system adalah bilangan bulat dari 0 - 255 (256 nilai : 2
pangkat 8).

       Kita bandingkan dengan system analog -- diantara angka 0 s/d 255 --... system
analaog dapat menghasilkan nilai sebanyak tidak terhingga (0..0,0002... dst).

       Namun dengan semakin lebarnya bandwith digital (bisa hampir 3 GByte)
dijaman sekarang ini membuat semakin tipisnya perbedaan antara digital dan analog
system.

       Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat
ditemukan pada teknologi analog yaitu :

1. Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat
   informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
2. Penggunaan yang berulang – ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi
   kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri.
3. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai
   bentuk.
4. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya
   secara interaktif.

       Kelebihan informasi digital adalah kompresi dan kemudahan utnuk ditranfer
ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal oleh teknologi
internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau umumnya disebut
dengan meng – upload. Cara seperti ini disebut online di dunia cyber.

System tranmisi digital menyediakan :

1. Tingkat pengiriman informasi yang lebih tinggi
2. Perpindahan informasi yang lebih banyak
3. Peningkatan ekonomi

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:493
posted:3/21/2011
language:Indonesian
pages:6