Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

BAB III

VIEWS: 92 PAGES: 17

									                   BAB III METODE PENELITIAN



A. Tipe Penelitian

        Tipe penelitian yang akan dilakukan disini, menurut Singarimbun &

   Effendi (1989:5) dan Kerlinger (1995:551) termasuk dalam tipe penelitian

   penjelasan (explanatory atau confirmatory research), yaitu bertujuan untuk

   mengungkap hubungan antara variabel-variabel penelitian dan menguji

   hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan maksud

   dalam penelitian ini yang ingin mengetahui apakah ada pengaruh antara

   makna kerja dan persepsi beban kerja terhadap tingkat performance kerja

   karyawan di PERTAMINA, Surabaya, khususnya karyawan PERTAMINA,

   Surabaya yang berada di Jl. Jagir Wonokromo. Dan apabila ada pengaruh,

   maka akan dijelaskan seberapa besar pengaruh antara variabel-variabel

   tersebut.



B. Identifikasi Variabel

      Menurut Hadi (1994:200) variabel adalah suatu sifat yang dapat memiliki

  bermacam-macam nilai, seringkali diartikan sebagai simbol yang padanya

  dapat dilekatkan bilangan atau nilai.

      Variabel yang digunakan adalah variabel bebas (X) dan variabel terikat

  (Y). Variabel bebas (X) yaitu variabel yang dipandang sebagai sebab

  kemunculan variabel terikat yang diduga sebagai akibatnya. Sedangkan




                                          57
                                                                               58




  variabel terikat (Y) yaitu variabel yang diamati variasinya sebagai hasil yang

  dipradugakan berasal dari variabel bebas (Kerlinger, 1995:45).

      Berdasarkan landasan teori dan hipotesa penelitian yang telah diuraikan

  sebelumnya, maka variabel-veriabel dalam penelitian ini diidentifikasikan

  sebagai berikut :

      1. Variabel Bebas (X)

          Yaitu : X1 : Makna kerja

                  X2: Persepsi beban kerja

      2. Variabel Terikat (Y)

          Yaitu : Tingkat performance kerja karyawan



           Gambar 3 : Skema hubungan antara variabel X dan Y


 Variabel Bebas (Variabel X):

         Makna Kerja
                                              Variabel Terikat (Variabel Y):

                                                Tingkat Performance Kerja
 Variabel Bebas (Variabel X):

     Persepsi Beban Kerja




C. Definisi Operasional

      Definisi operasional dibutuhkan untuk memberi petunjuk bagaimana suatu

variabel yang akan diukur. Definisi operasional digunakan agar dapat memberi
                                                                                 59




batasan dalam penelitian sehingga peneliti dapat mengetahui suatu variabel dan

baik buruknya pada pengukuran tersebut (Singarimbun & Effendi, 1989: 23).

        Berikut ini adalah definisi operasional dan variabel-variabel dalam

penelitian ini, yaitu :

1.      Makna Kerja

            Makna kerja adalah persepsi terhadap aspek-aspek yang terikat atau

        terungkap pada pemenuhan kebutuhan dalam bekerja. Aspek yang diukur,

        yaitu :

        a. kebutuhan fisiologis dasar

            1. Uang, uang digunakan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan

                  fisiologis selain itu sebagai penunjuk penting atau tidaknya suatu

                  jabatan.

            2. Keamanan, dari segi :

                     Psikologis, dimana timbul rasa yakin akan kemampuan dalam

                      menyelesaikan msalah yang dihadapi.

                     Ekonomi, manusia membutuhkan sesuatu dengan menyakinkan

                      bahwa mereka tidak akan merasa kekurangan.

                     Lingkungan, berhubungan dengan kondisi kerja dimana

                      berhubungan langsung dengan kondisi secara fisik.

        b. Kebutuhan sosial, dilihat dari aspek :

                 Teman kerja, seseorang yang berintraksi dengan rekan-rekan

                  kerjanya sehingga dapat menimbulkan rasa memiliki, identifikasi,

                  dan pemberi dorongan semangat atau motivasi.
                                                                      60




      Penyelia atau atasan, dengan melakukan pengawasan, memberikan

       penghargaan, dan memberikan kepuasan terhadap bawahannya.

c. Kebutuhan egoistik

   1. Keberartian pekerjaan, terdiri dari :

      Prestasi, memberikan prestasi didalam pekerjaannya agar bisa lebih

       berarti.

      Otonomi, kebebasan di dalam mengekspresikan aktivitas-aktivitas

       atau ide-ide baru.

      Pengetahuan, manusia terdorong untuk mencari pengetahuan baru.

      Kesempurnaan         tugas,   kemampuan   dalam   memulai     dan

       menyelesaikan pekerjaan.

      Pengembangan kepribadian, seseorang memaksimalkan potensi

       yang dimilikinya dan bertanggung jawab terhadap yang ia lakukan.

      Prestasi kerja sebagai feed back, seseorang merasa tertantang

       dengan pekerjaannya atau tidak.

   2. Kesempatan maju, terdiri dari :

      Variasi ketrampilan, pekerjaan yang menuntut keragaman aktivitas

       yang berlainan dalam menyelesaikan pekerjan dan dianggap

       menantang.

      Identitas tugas, menuntut kelengkapan dalam satu kesatuan

       pekerjaan yang dapat teridentifikasi.

      Keberartian tugas, pekerjaan yang mempunyai pengaruh penting

       terhadap organisasi ataupun orang lain.
                                                                          61




3.   Persepsi Beban Kerja

        Persepsi beban kerja adalah persepsi atau interpretasi seseorang

     terhadap pekerjaan dan tugas yang diembannya sebagai suatu beban.

     Aspek beban kerja yang diukur, yaitu :

     a. Persepsi beban kerja secara overload.

             Membutuhkan keahlian yang khusus.

             Membutuhkan kosentrasi tinggi (ketelitian dan kehati-hatian).

             Sangat kompleks dan terlalu sulit untuk dikerjakan.

             Terlalu banyak.

             Membutuhkan kecepatan kerja yang tinggi

             Menganggap waktu yang diberikan dirasa terlalu sempit atau

                kurang.

     b. Persepsi beban kerja secara underload

             Kurang menantang.

             Terlalu atau sangat mudah untuk dikerjakan dan sederhana.

             Tidak dapat menarik kemampuan dan motivasi yang dimiliki

                oleh seseorang.

             Tidak adanya variasi atau monoton dalam mengerjakan

                pekerjaan (pekerjaan cenderung diulang-ulang).

             Terlalu sedikit.

             Tidak membutuhkan kecepatan kerja yang tinggi.

             Menganggap waktu yang diberikan terlalu longgar atau

                panjang.
                                                                            62




        Dalam mengukur persepsi beban kerja dilakukan dengan cara

     memberikan angket yang disusun oleh peneliti dan ditunjukkan dalam skor

     kuantitatif. Semakin tinggi skor yang diperoleh subyek, maka persepsi

     beban kerja yang dimiliki oleh subyek semakin positif, dan semakin

     rendah skor yang diperoleh subyek, maka persepsi beban kerja yang

     dimiliki oleh subyek semakin negatif.

4.   Tingkat Performance Kerja

        Kinerja (performance) adalah hasil atau prestasi kerja yang dapat

     dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya menurut kriteria

     yang telah ditetapkan oleh perusahaan untuk pekerjaan tersebut selama

     periode waktu tertentu. Penilaian kinerja (performance appraisal)

     dilakukan oleh atasan langsung para staf yaitu Kepala Departemen yang

     bersangkutan. Penilaian yang dilakukan pada akhir tahun, dan waktu

     penilaian dilakukan mulai bulan Januari sampai dengan bulan Desember

     pada tahun yang bersangkutan. Indikator penilain kinerja meliputi :

            1. Sasaran kerja, yaitu suatu pernyataan tentang kondisi apa yang

                ingin atau diharapkan yang akan dicapai oleh pekerja sebagai

                suatu   penjabaran     obyektif   dalam     perusahaan,    yang

                ketetapannya dilakukan bersama-sama antara pekerja dengan

                atasannya sehingga menajdi suatu komitmen dan kesepahaman

                bersama.

            2. Kompetensi, yaitu suatu bentuk motif, sikap, ketrampilan,

                pengetahuan, perilaku, atau karakteristik pribadi lainnya yang
                                                               63




penting dalam melaksanakan pekerjaannya. Ada 10 kriteria,

yaitu :

a.   Pengetahuan    tentang    pekerjan,   yaitu      aspek-aspek

     pengetahuan dan teknologi agar pekerjaan yang dilakukan

     dapat berjalan dengan baik, hal ini meliputi ilmu

     pengetahuan dan teknologi.

b.   Kejujuran dan integritas, yaitu pekerja diharapkan

     menjaga kepercayaan yang diberikan oleh perusahaan

     yang secara konsisten dengan cara mematuhi peraturan

     dan prosedur yang berlaku serta giat dalam menerapkan

     pola kerja yang profesional. Pekerja diharapkan tidak

     menyalahgunakan jabatan, namun dapat dijadikanpanutan

     dalam pola pikir, tindakan, dan hidup sehat.

c.   Motivasi dan kemauan berprestasi, yaitu suatu dorongan

     atau kemauan dalam mengerjakan sesuatu dengan lebih

     baik lagi sehingga dapat mencapai sasaran yang telah

     disepakati bersama dan dapat membuat perbaikan-

     perbaikan atau pengembangan.

d.   Kemampuan dan berkomunikasi, yaitu suatu kemampuan

     dalam berkomunikasi baik secara lisan dan atau tulisan,

     memberi     informasi    secara   cepat,       mengantisipasi

     kebutuhan informasi, menterjemahkan data menjadi

     informasi yang dapat dimengerti oleh orang lain.
                                                           64




e.   Tanggung jawab dan ketelitian, yaitu suatu kemampuan

     dalam memberikan perhatian yang khusus kepada

     pelaksanaan kerja dan secara rinci dalam mengorganisir

     rincian tersebut untuk memastikan ketelitian.

f.   Kemampuan bekerjasama, yaitu kemampuan dalam

     kerjasama baik secara tim atau kelompok kerja maupun

     dalam tim atau kelompok unit lain.

g.   Kemampuan mengorganisir dan memutuskan, yaitu

     kemampuan dalam melihat suatu pola, hubungan -

     hubungan, dan menggunakan konsep-konsep yang baru.

     Kemampuan ini untuk memahami suatu permasalahan

     dengan cara memisah-misahkan permasalahan tersebut

     menjadi      bagian-bagian        kecil   dan   kemudian

     mengidentifikasi hubungan antara bagian-bagian tersebut.

     Dan kemampuan dalam menggali informasi di luar cara-

     cara yang biasa dilakukan, hal ini bertujuan untuk

     meningkatkan kinerja dan mengambil suatu keputusan.

h.   Kemampuan memimpin, yaitu kemampuan dan kemauan

     dalam memberikan tujuan dan arah yang jelas, memimpin,

     memotivasi      orang     lain,       memfokuskan,    dan

     mengoptimalkan usaha.

i.   Ortientasi pada pelanggan, yaitu kemampuan dalam

     memfokuskan diri bagaimana pekerja itu memahami dan
                                                              65




     memuaskan tuntutan pelanggan baik dari dalam maupun

     dari luar organisasi.

j.   Orientasi pada bisnis, yaitu kemauan dan kemampuan

     dalam melakukan pendekatan atau tindakan dari titik

     pandang bisnis.

     Variasi nilai mengunakan skala interval dimana nilai

berkisar dari kontinum rendah sampai kontinum tinggi, nilai

yang tinggi      menunjukkan    kinerja    yang tinggi.    Untuk

menghitung penilaian kinerja menjumlahkan hasil dari

penilaian    sasaran   kerja   dengan     penilaian   kompetensi.

Klasifikasi-klasifikasi merujuk pada penilaian tertentu yang

menjadi indikator tingkat kinerja, penilaian menggunakan 8

klasifikasi, yaitu :

a.   Klasifikasi 1 : rentang 10-13

b.   Klasifikasi 2 : rentang 14-17

c.   Klasifikasi 3 : rentang 18-21

d.   Klasifikasi 4 : rentang 22-25

e.   Klasifikasi 5 : rentang 26-29

f.   Klasifikasi 6 : rentang 30-33

g.   Klasifikasi 7 : rentang 34-37

h.   Klasifikasi 8 : rentang 38-40

Penilaian tersebut di bagi menjadi :

a. Klasifikasi 1-2 : Rendah.
                                                                                 66




                    b. Klasifikasi 3-4 : Sedang.

                    c. Klasifikasi 5-6 : Cukup.

                    d. Klasifikasi 7-8 : Tinggi.



D. Subyek Penelitian

D.1. Populasi

       Populasi adalah keseluruhan atau himpunan obyek dengan ciri-ciri yang

sama (Zainuddin, 2000:76). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan

PERTAMINA, Surabaya yang berada di Jl. Jagir Wonokromo. Populasi dalam

penelitian ini memiliki karakterisitik sebagai berikut :

1. Telah bekerja selama 1 tahun, dengan pertimbangan dalam jangka waktu

   tersebut, mereka telah bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi

   kerja.

2. Karyawan dengan latar belakang tingkat pendidikan minimal SMA, dengan

   pertimbangan untuk memudahkan pengisian angket.

3. Usia 22-55, yang menunjukkan berada pada usia produktif.

D.2. Teknik Sampling

       Sampel adalah himpunan bagian atau sebagian dari suatu populasi

(Zainuddin, 2000:76). Hal ini dapat berupa individu, kelompok, organisasi, dan

sebagainya.     Penarikan   sampel    dalam    penelitian   ini   dilakukan   dengan

menggunakan teknik acak sederhana, yaitu simple random sampling dimana

menggunakan nama-nama atau identifikasi-identifikasi dari satuan-satuan

individu populasinya. Dalam hal ini karyawan mempunyai kesempatan yang sama
                                                                             67




dipilih menjadi sampel penelitian, dengan terlebih dahulu melakukan kontrol

terhadap tingkat pendidikan, usia, dan masa kerja karyawan.

       Sampel penelitian ini terdiri dari 75 orang yang diambil pada populasi

karyawan PERTAMINA, Surabaya yang berjumlah 1.507 karyawan.



E. Alat Pengumpulan Data

       Pengumpulan data suatu proses pengadaan data untuk keperluan

penelitian, karena pada umumnya data yang digunakan untuk menguji hipotesis

yang telah dirumuskan (Nasir, 1999: 215). Data yang dipakai dalam penelitian ini

yaitu dalam bentuk :

1. Metode Dokumen

       Perusahaan selalu melakukan penilaian kinerja karyawan dalam jangka

   waktu tertentu. Yang menilai biasanya adalah atasan atau Kepala Departemen

   langsung terhadap bawahannya yang mengetahui bawahannya secara

   langsung, sehingga penilaian dapat dipertangungjawabkan, maka tidak perlu

   dilakukan uji reliabilitas dan validitas terhadap data yang diperoleh, karena

   data yang diperoleh merupakan data yang yang diperoleh relatif obyektif dan

   data yang diperoleh sudah berupa hasil akhir.

       Penilaian kinerja PERTAMINA dilakukan oleh Kepala Fungsi langsung,

   sehingga hasil penilaian nantinya dapat dihitung dan dimanifestasikan dalam

   angka.
                                                                             68




2. Metode kuisoner

      Yaitu alat pelaporan diri (Self report instrument) yang dikerjakan oleh

   responden, dan digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang variabel-

   variabel pada diri responden yang menjadi perhatian peneliti.

      Dalam penelitian ini, kuisoner yang diberikan terdiri dari 2 bagian, yaitu

   kuisoner persepsi beban kerja dan kuisoner makna kerja. Kedua kuisoner

   tersebut disusun dengan menggunakan skala yang sama, yaitu dengan skala

   Likert yang menyediakan 4 alternatif jawaban. Empat alternatif jawaban

   trsebut yaitu SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), TS (Tidak Sesuai), dan STS

   (Sangat Tidak Sesuai).

      Item-item pada kuisoner persepsi beban kerja dan kuisoner makna kerja

   terdiri dari item-item yang favourable atau menilai positif terhadap

   permasalahan yang diteliti. Dalam hubungan dengan teknik penilaian, maka

   penilaian terhadap pernyataan yang favourable adalah :

         Nilai 4 diberikan untuk jawaban Sangat Sesuai.

         Nilai 3 diberikan untuk jawaban Sesuai.

         Nilai 2 diberikan untuk jawaban Tidak Sesuai.

         Nilai 1 diberikan untuk jawaban Sangat Tidak Sesuai.

      Sedang untuk pernyataan yang unfavourable, nilai yang diberikan adalah :

         Nilai 1 diberikan untuk jawaban Sangat Sesuai.

         Nilai 2 diberikan untuk jawaban Sesuai.

         Nilai 3 diberikan untuk jawaban Tidak Sesuai.

         Nilai 4 diberikan untuk jawaban Sangat Tidak Sesuai.
                                                                               69




          Pembagian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

                             Tabel 1 : Blue Print Makna Kerja

   Indikator           Favourable        Unfavourable       Jumlah    Prosentase
 Kebutuhan           4,10,17,25,28,35 6,12,20,22,32,           12        30%
 fisiologis dasar                       37
 Kebutuhan           1,13,16,23,30,34 5,8,18,27,31,            12        30%
 sosial                                 38
 Kebutuhan           2,7,14,21,24,29,   3,9,11,15,19,          16        40%
 egoistik            36,40              26,33,39
    TOTAL                    20                20              40       100%



                         Tabel 2 : Blue Print Persepsi Beban Kerja

   Indikator           Favourable         unfaourable       Jumlah    Prosentase
   Underload          1,4,9,15,20,21,    5,7,8,12,17,24,       20        50%
                        26,28,35,36       29,30,3738
    Overload         3,10,11,14,18,19     2,6,13,16,22,        20        50%
                        25,27,33,34      23,31,32,39,40



    TOTAL                    20                20              40       100%



F. Validitas Alat Ukur

   Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa

yang ingin diukur (Singarimbun, 1989: 122). Pengujian validitas dilakukan

dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson (r xy) teknik

ini bertujuan untuk menguji apakah tiap item atau pernyataan benar-benar

mengungkapkan faktor yang akan diukur atau kosistensi internal tiap item alat
                                                                              70




ukur dalam mengukur suatu faktor. Teknik ini akan dapat dihasilkan koefisien

korelasi yang menyatakan besarnya validitas item-item.

       Rumus 1 : Uji Validitas Product Moment Dari Pearson

                              N  xy    x   y 
                     N  x                                   
       Rxy =
                                    x   N  y 2   y 
                              2          2                  2




     Keterangan :

     Rxy         : Korelasi
     N           : Jumlah subyek penelitian
     X           : Skor tiap item
     Y           : Skor total item
       Pengujian validitas alat ukur dalam penelitian ini menggunakan bantuan
   SPS Modul Analisis Butir, Program Analisis Kesahihan Butir dari Sutrisno
   Hadi dan Yuni Pamardiningsih, 1997.



G. Reliabilitas Alat Ukur

       Reliabiltas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil

pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi 2 kali atau lebih.

       Rumus 2 : Uji Reliabilitas Teknik Hyot

            1  Ve
   Rtt =
              Vr

       Keterangan :

       Rtt       : Korelasi Hoyt

       Ve        : Variasi subyek

       Vr        : Variasi ralat, variasi residu
                                                                            71




       Uji reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan bantuan SPS Modul

Analisa Butir, Program Keandalan Teknik Hoyt dari Sutisno Hadi dan Yuni

Pamardiningsih, 1997.



H. Teknik Analisa Data

       Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data

kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema

dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan data (Moleong,

2000:103).

       Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik

parametrik dimana syarat utamanya adalah terpenuhi asumsi distribusi normal

(Djarwanto,1996:17).

       Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan

tipe pengujian asosiasi yang dapat dianalisa dengan analisis regresi. Dalam

penelitian ini, karena terdapat 2 prediktor ( x1 dan x 2 ), maka disebut dengan

multiple regresi,

       Rumus 3 : Persamaan Analisis Regresi

         Y = a1 x1  a 2 x 2  k

       Sedang untuk mengetahui koefisien korelasi antara kriterium y dengan

prediktor x1 dan prediktor x 2 .

       Rumus 4 : Koefisien Korelasi 2 Prediktor

                      a1  x1 y  a2  x2 y
       Ry (1,2) =
                              y   2
                                                                                         72




        Keterangan :

        Ry(1,2)            : Koefisien korelasi anatar y dengan x1 dan x 2

        a1                 : Koefisien prediktor x1

        a2                 : Koefisien prediktor x 2

        x y    1          : Jumlah produk antara x1 dengan y


        x      2   y      : Jumlah produk antara x 2 dengan y


        y      2
                           : Jumlah kuadrat kriterium

        Korelasi Parsial

        Rumus 5 : Korelasi Parsial

                        ry1  ry 2 r12 
        Ry1-2 =
                        1  r y 1  r 
                             2
                                 1
                                         2
                                             12



                        ry 2  ry1 r12 
        Ry2-1 =
                        1  r y 1  r 
                             2
                                 1
                                         2
                                             12



        Keterangan :

        Ry1-2              : Koefisien korelasi antara y dan x1 , dengan x 2 dikontrol

        Ry 2-1             : Koefisen korelasi antara y dan x 2 , dengan x1 dikontrol.

        Disini menggunakan program SPS Anareg Umum dalam Modul Anareg 6

(pilihan) dari Sutrisno hadi dan Yuni Pamardiningsih, 1997.

        Nilai p yang didapat dalam penghitungan dibandingkan dengan Kaidah Uji

Hiptosesis Penelitian (KUHP) Konvensional seperti yang tercantum dalam tabel

berikut ini :
                                                                       73




Tabel 3 : KUHP Konvensional Sutrisno Hadi dan Yuni Pamardiningsih 1997

    Kondisi Statistik S        Hasil Perhitungan   Taraf Signifikasi

                                   Komputer

        S h > S t 1%                P< 0.010       Sangat Signifikan

        S h > S t 5%                P<0.050           Signifikan

        S h < S t 1%                P>0.050        Tidak Signifikan




Keterangan :

S      : Segala macam statistik yang diuji

H      : hitung

T      : Teoritis, tabel

P      : Peluang galat.

								
To top