Docstoc

BAB III

Document Sample
BAB III Powered By Docstoc
					                               BAB III

                        METODE PENELITIAN




A. TIPE PENELITIAN

   Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional,

karena penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana

variabel-variabel      pada    suatu     faktor     berkaitan    dengan

variabel-variabel      pada    satu      atau   lebih   faktor    lain

berdasarkan pada koefisien korelasi (Suryabrata, 1995: 24).

Beberapa ciri yang disinyalir oleh Suryabrata (1995: 25)

antara lain adalah :

      Penelitian ini sangat sesuai untuk variabel-variabel

       yang rumit atau dengan kata lain tidak dapat diteliti

       dengan metode eksperimental.

      Studi ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel

       dan saling hubungannya secara serentak dalam keadaan

       realistiknya.

      Apa yang akan diperoleh adalah taraf tinggi-rendahnya

       saling hubungan dan bukan ada atau tidaknya saling

       hubungan tersebut.



B. IDENTIFIKASI VARIABEL

   Menurut Kerlinger (1992: 49), variabel adalah suatu sifat

yang   dapat   memiliki       bermacam     nilai,    atau   seringkali
diartikan dengan adanya simbol atau lambang yang padanya

kita lekatkan bilangan atau nilai.

   Vaiabel-variabel yang hendak diteliti dalam penelitian

ini adalah :

a. Variabel      bebas    (independent   variable)     atau     variabel   X

  adalah        variabel     yang    dipandang       sebabagi     penyebab

  munculnya variabel terikat yang diduga sebagai akibatnya

  (Kerlinger, 1992:58). Dalam penelitian ini yang menjadi

  variabel bebas terdiri dari :

          X1         :   Intelegensi

          X2         :   Hasrat Berprestasi

          X3         :   Kemantapan Emosi

b. Variabel      terikat    (dependent   variable)     atau     variabel   Y

  adalah        variabel     (akibat)    yang     dipradugakan,       yang

  bervariasi          mengikuti   perubahan   dari    variabel-variabel

  bebas. Umumnya merupakan kondisi yang ingin kita ungkap-

  jelaskan (Kerlinger, 1992: 59). Terkait dengan penelitian

  ini akan ditemukan variabel terikatnya berupa :

          Y          :   Kinerja (performance)



Ketika variabel tersebut dicoba untuk di gambarkan melalui

desain penelitian, maka akan tampak sebagai berikut :




  Intelegensi (X1)


 Hasrat Berprestasi                                     Kinerja
        (X2)                                             (Y)
      Kemantapan
      Emosi (X3)




C. DEFINISI OPERASIONAL

      Definisi      operasional          merupakan      semacam      petunjuk

pelaksanaan dalam mengukur suatu variabel. Kerlinger (1992:

51)     menyebutkan       definisi       operasional     sebagai    (proses)

melekatkan       arti    pada    suatu    variabel     yaitu    dengan   cara

menetapkan       kegiatan-kegiatan        atau   tindakan-tindakan       yang

perlu untuk mengukur variabel tersebut. Singkatnya definisi

dalam hal ini secara praktis akan memberikan batasan atau

arti suatu variabel dengan

      Adapaun definsi operasional dari penelitian ini adalah

sebagai berikut :

1. Kinerja (Performance)

      Adalah hasil kuantifikasi dari penilaian kinerja karyawan

      oleh    supervisor     atau    atasan   yang     berwenang    melakukan

      apprasial.     Penilaian        didasarkan       pada    faktor-faktor

      indikan    kinerja     (aspek      kinerja)    seperti    sejauh   mana

      wawasan    karyawan,      tingkat    pemahaman     terhadap   masalah,

      pengambilan       keputusan,     kemampuan     menelorkan     gagasan-

      gagasan membangun, pengungkapan lewat tulisan, hubungan

      dengan orang lain, tanggung jawab kerja, pengelolaan anak

      buah,      ketahanan      terhadap      tekanan,        dorongan    dan
   determinasi      kerja.      Tingkat      kinerja      ditunjukkan     dari

   tinggi     rendahnya      kuantifikasi          yang    diperoleh      dari

   appraisal kinerja dengan rentang 1 samapai 7. Semakin

   subjek mendekati/mendapatkan rentang tertinggi (7) dalam

   satu    aspek,   hal   itu      berarti   semakin      subjek   mempunyai

   aspek kinerja yang tinggi. Dan jika semakin banyak aspek

   kinerja (sejumlah sepuluh aspek kinerja) yang mendapatkan

   rentang tinggi, semakin tinggi pula tingkat kinerjanya.



2. Intelegensi

   Secara     khusus      dalam       penelitian          ini   intelegensi

  dimaksudkan sebagai kemampuan umum yang dimiliki individu

  yang berfungsi dalam setiap perilaku. Kemudian, tingkat

  intelegensi        ditunjukkan          dengan       data     pemeriksaan

  psikologis karyawan.



3. Hasrat Berprestasi

   Dalam     penelitian      ini    hasrat     berprestasi      dimaksudkan

   sebagai

   Selanjutnya, tingkat hasrat berprestasi ini ditunjukkan

   dengan    data   pemeriksaan       psikologis       karyawan    oleh    HRD

   perusahaan.



4. Kemantapan Emosi

   Maksud dari kemantapan emosi dalam penelitian ini adalah
   Seperti      juga    variabel     sebelumnya,       tingkat      kemantapan

   emosi diperoleh dari hasil pemeriksaan psikologis oleh

   HRD perusahaan.



D. POPULASI DAN LOKASI PENELITIAN

       Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa

yang   ciri-cirinya      akan    diduga.     Begitu    yang    didefinisikan

oleh Ida Bagus Mantra dan Kasto dalam Singarimbun (1989:

152). Populasi dapat dibedakan menjadi populasi sampling dan

populasi sasaran. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi

samplingnya adalah seluruh karyawan di Jawa Timur. Sedangkan

populasi sasarannya dibidik karyawan PT. Petrowidada yang

tercantum aktif sebagai karyawan perusahaan tersebut dengan

masa   pengabdian        kerja     minimal    1   tahun       dan   mengikuti

pemeriksaan psikologis.

   Pertimbangan         yang     diambil     penulis     dalam      membatasi

populasi karyawan adalah :

      Kualitas        perusahaan     PT.     Petrowidada        yang      cukup

       qualified dengan diberikannya sertifikat ISO 9001 dan

       sedang    menuju     pada    pencapaian     sertifikat        ISO   9002

       sehingga jelas berbobot pula pada kualitas karyawannya

       dan itu bisa jadi belu dimiliki oleh perusahaan lain.

      Para karyawan rata-rata adalah individu dengan usia

       yang produktif dengan status pendidikan yang relatif

       berada pada jenjang antara SMA dan Strata-1.
      Para karyawan dipilih berdasarkan pertimbangan seleksi

       yang ketat dan prosedural mengikuti sistem ISO 9001.

      Penetapan       populasi    karyawan      ini     juga    didasarkan

       pertimbangan       bahwa     populasi     tersebut       diasumsikan

       relatif cukup homogen.



   Sedangkan         PT.Petrowidada      dipilih         selain         dengan

pertimbangan    kualitas     perusahaan      yang      sangat   baik,    juga

kemudahan     yang     didapatkan     penulis       dalam     proses-proses

perijinan, pengambilan data, serta efisiensi dalam hal waktu

dan tenaga.



E. METODE PENARIKAN SAMPEL

   Sampel adalah bagian dari populasi yang dijadikan subyek

penelitian. Sampel ini harus mempunyai ciri-ciri yang sama

dengan populasi       (Sutrisno Hadi, 1987: 221)

   Dalam     penelitian    ini     penulis     menggunakan      tehnik     non

random sampling atasu secara lebih khusus adalah incidental

sampling dalam mengambil sampel yang dibutuhkan. Incidental

sampling     adalah     individu-individu        atau       grup-grup     yang

kebetulan dijumpai atau dapat dijumpai saja yang diselidiki

(Hadi,     1995:80).     Artinya    kemudian     sampel       yang   diambil

sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan

elementer dari populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama

untuk secara obyektif menjadi anggota sample. Karena itu

karena     terpilihnya    satuan     elementer      kedalam     sampel     itu
benar-benar berdasarkan faktor kebetulan (incident), namun

dalam hal ini penelitian bebas dari subyektivitas peneliti

atau orang lain.



F. METODE PENGUMPULAN DATA

E.1. Pengukuran Kinerja, Validitas dan Reliabilitasnya

        Pengukuran    kinerja     dalam   hal    digunakan   skala   ukur

aspek kinerja berupa appraisal dari masing-masing supervisor

subyek penelitian. Skala ini telah diuji validitas maupun

reliabilitasnya.




E.2. Pengukuran Intelegensi, Validitas dan Reliabilitasnya

        Tes Intelegensi CFIT Skala 3 (A+B) digunakan untuk

mengumpulkan data pada variabel Intelegensi.

Untuk       mengumpulkan     data    tentang      Intelegensi     subyek,

dipergunakan Culture Fair Intelligence Test (CFIT), salah

satu    alat    tes   yang    mengukur    pada     wilayah   Intelegensi

seseorang. Test Intelegensi yang dipergunakan ini berasal

dari Cattel dengan kategori skala 3 (A+B). CFIT skala A atau

B terdiri dari 4 subtest, yaitu :

           Series, dengan jumlah soal 13 buah

           Classification, dengan jumlah soal 14 buah

           Matrices, dengan jumlah soal 13 buah

           Conditions     atau   Topology,     dengan   jumlah   soal   10

            buah.
Untuk penilaian ini hanya ada nilai 1 dan 0. Artinya apabila

di   tuntut       adanya        2     (dua)     jawaban        benar     (sub     tes

Classification), skor 1 hanya diberikan jika subyek benar

dalam menjawab keduanya. Kemudian jumlah jawaban benar dari

masing-masing      subtes           dijumlahkan      seluruhnya.        Total     skor

kasar    dari    CFIT Skala          3A   dan   CFIT     Skala    3B    dijumlahkan

kemudian dibagi dua (Manual CFIT 3/UI, 1991).



E.3. Pengukuran             Hasrat    Berprestasi,        Validitas      dan    Reli-

        abilitasnya



        Selain    Sixteen       Personality        Factor      dari    Cattel    juga

digunakan Edward Personality Preferences Scale (EPPS) untuk

mengumpulkan data pada variabel kemantapan emosi.

Faktor yang diambil sebagai kriteria ukur adalah :

Pada 16 PF              :       Faktor




E.4. Pengukuran             Kemantapan      Emosi,      Validitas       dan     Relia-

        bilitasnya



     Sixteen      Personality             Factor       dari    Cattel     (16     PF)

digunakan       untuk       mengumpulkan        data    pada     variabel       hasrat

berprestasi dan kemantapan emosi.

E.5.Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur
        Validitas   menunjukkan       sejauh    mana     suatu   alat   ukur

dapat mengukur apa yang ingin diukur (Singarimbun, 1990:

124).

Prosedur dalam seleksi item pada alat ukur ini menggunakan

pendekatan internal consistency, yaitu pengujian korelasi

antara skor item dengan skor total. Dalam hal ini, koefisien

korelasi yang tinggi menunjukkan kesesuaian antara fungsi

item dengan fungsi ukur tes secara keseluruhan.

        Tehnik korelasi yang digunakan adalah Product Moment

dari    Pearson,    dengan    rumus   yang     tertera    sebagai   berikut

(Azwar, 1986: 71) :




                     rxy = N XY – (




Keterangan :

rxy     =    Korelasi Product Moment

N       =    Jumlah responden penelitian

X       =    Skor tiap baris

Y       =    Skor total



        Untuk korelasi akibat terikutnya skor item ke dalam

skor total, maka dilakukan koreksi dengan menggunakan rumus

sebagai berikut :
Keterangan :

Rpq     =      Koefisien korelasi bagian total

Rxy     =      Koefisien korelasi Product Moment

SDx     =      Standar Deviasi skor item

SDy     =      Standar deviasi skor total



        Secara    statistik      angka    korelasi     bagian    total    yang

diperoleh harus dibandingkan dengan angka kritik nilai r

product moment. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah

nilai       korelasi    yang    diperoleh       tersebut   signifikan     atau

tidak. Jika hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut

memiliki nilai lebih besar dari nilai tabel korelasi, maka

item    itu     dinyatakan      sebagai     item    yang   valid    (sahih).

Sebaliknya bila nilai ang diperoleh lebih kecil dari nilai

tabel       korelasi,    maka    item     itu    dinyatakan     tidak    valid

(gugur).

        Perhitungan      validitas        item     dalam   penelitian      ini

menggunakan bantuan aplikasi program komputer Statistik SPSS

Release 7.5.1 dalam sistem operasi Windows ’95.



E.2.3.2.Reliabilitas Alat Ukur
      Reliabilitas adalah suatu syarat keandalan suau instrumen

yang    menuntut    kemantapan,   keajegan   atau   stabilitas   hasil

pengamatan     dengan     instrumen    (Sutrisno     Hadi,   1991:2).

Relibilitas        pada   prinsipnya   menunjukkan     sejauh    mana

pengukuran itu dapat memberikan hasil yang relatif tidak

berbeda bila dilakukan pengukuran kembali terhadap subyek

yang sama (Azwar, 1986: 6).

      Tehnik Alpha Cronbach merupakan salah satu alat dalam

mengukur tingkat reliabilitas suatu instrumen. Tehnik ini

pula yang dipilih oleh peneliti untuk mengetahui tingkat

reliabilitas alat ukur yang dipakai.

      Adapun Rumus dari Tehnik penghitungan ini adalah :



      ral= {n/(n-1)}{1-Vi/Vt}



Keterangan :

ral     =    korelasi keandalan alpha

Vi      =    Jumlah variansi bagian I

Vt      =    Variansi Total

n       =    Cacah kasus



Perhitungan reliabilitas item ini selanjutnya menggunakan

ini menggunakan bantuan aplikasi program komputer Statistik

SPSS Release 7.5.1 dalam sistem operasi Windows ’95.



G. METODE ANALISIS DATA
   Data-data yang diperoleh dari penelitian ini kemudian

diolah dan dianalisa untuk menuju upaya menjawab masalah dan

hipotesis penelitian yang telah dicanangkan.

   Dalam penelitian ini ada beberapa hipotesa yang harus

dijawab   berkenaan   dengan    hasil     analisa    penelitian    yang

terdiri dari Hipotesis Null (Ho) dan hiptesi kerja (Hi) :

Ho-1 :     Tidak   ada   hubungan   antara     Intelegensi,       hasrat

           berprestasi dan kemantapan emosi dengan kinerja

           pada karyawan.

Ho-2 :     Tidak ada hubungan antara Intelegensi dan kinerja

           jika    hasrat    berprestasi    dan     kemantapan    emosi

           dikontrol pada karyawan.

Ho-3 :     Tidak ada hubungan antara hasrat berprestasi dan

           kinerja    jika    Intelegensi    dan    kemantapan    emosi

           dikontrol pada karyawan.

Ho-4 :     Tidak ada hubungan antara kemantapan emosi dan

           kinerja jika Intelegensi dan hasrat berprestasi

           dikontrol pada karyawan.



Sedangkan Hipotesa alternatifnya berbunyi :

Hi-1 :     Ada     hubungan      antara      Intelegensi,         hasrat

           berprestasi dan kemantapan emosi dengan kinerja

           pada karyawan.

Hi-2 :     Ada hubungan antara Intelegensi dan kinerja jika

           hasrat berprestasi dan kemantapan emosi dikontrol

           pada karyawan.
Hi-3 :          Ada      hubungan     antara     hasrat        berprestasi     dan

                kinerja     jika     Intelegensi       dan     kemantapan    emosi

                dikontrol pada karyawan.

Hi-4 :          Ada hubungan antara kemantapan emosi dan kinerja

                jika Intelegensi dan hasrat berprestasi dikontrol

                pada karyawan.



        Pada penelitian ini digunakan penghitungan statistik

dengan tehnik Analisis Regresi Ganda dan Korelasi Parsial.

Hal     ini    mengingat     Analisis        Regresi     Ganda    dan     Korelasi

Parsial merupakan pengembangan dari korelasi product moment.

Dengan        begitu,    maka      asumsi     yang     harus    dipenuhi     dalam

penelitian        juga     (pada     dasarnya)        merupakan    asumsi    dari

korelasi        product     moment.     Asumsi        tersebut     antara     lain

berbunyi :

   Sampel diambil secara acak

   Bentuk distribusinya normal

   Datanya berskala interval

   Hubungan       antara       kedua       variabel     yang     dikorelasikan

    bersifat linier.

   Pasangan skor atau nilai skala yang diperoleh merupakan

    skor independen.



Rumus    perhitungan        analisis        regresi    ganda     adalah    sebagai

berikut (Sutrisno Hadi, 1994: 25) :

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:592
posted:3/21/2011
language:Indonesian
pages:13