Pengertian Interaksi sosial

Document Sample
Pengertian Interaksi sosial Powered By Docstoc
					   1. Pengertian Interaksi sosial

       Thibaut dan Kelley, mendefinisikan interaksi sebagai peristiwa saling mempengaruhi

satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil

satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap

orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain. (Ali, 2004: 87)

       Menurut Homans (Ali, 2004: 87) mendefisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika

suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau

hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.

Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa suatu tindakan

yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan

individu lain yang menjadi pasangannya.

       Shaw mendefinisikan bahwa interaksi adalah suatu pertukaran antarpribadi yang

masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan

masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. (Ali, 2004: 87). Menurut Bonner

(2004:3) Interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih ind ividu,

dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau

sebaliknya (Ali, 2004:87)

       Hugo F. Reading (1986: 207) mendefinisikan interaksi sebagai proses saling

merangsang dan menanggapi satu sama lain. Menurut S.S. Sargent, Social interation is to

consider social behavior always within a group frame work, as related to group structure

and function (Santosa, 2004:11) yang artinya tingkah laku sosial individu dipandang sebagai

akibat adanya struktur dan fungsi kelompok. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa

interaksi mengandung pengertian hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan

masing- masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam
interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan

terjadi saling mempengaruhi.



2. Faktor- faktor yang mempengaruhi interaksi social

         Menurut Gerungan (2000: 58 ) faktor- faktor ynag mempengaruhi interaksi sosial

yaitu,

    a. Faktor Imitasi

         Merupakan dorongan untuk meniru orang lain, misalnya dalam hal tingkah laku,

         mode pakaian dan lain- lain.

    b. Faktor Sugesti

         Yaitu pengaruh psikis, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain,

         yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik dari orang lain.

    c. Faktor identifikasi

         Merupakan suatu dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain.

    d. Faktor Simpati

         Merupakan suatu perasaan tertarik kepada orang lain. Interaksi sosial yang

         mendasarkan atas rasa simpati akan jauh lebih mendalam bila dibandingkan hanya

         berdasarkan sugesti atau imitasi saja.
3. Bentuk- bentuk Interaksi Sosial

       Menurut Park dan Burgess (Santosa,2004:12) bentuk interaksi sosial

dapat berupa:

   a. Kerja sama

       Kerja sama ialah suatu bentuk interaksi sosial dimana orang-orang atau kelompok-

       mkelompok bekerja sama Bantu- membantu untuk mencapai tujuan bersama. Misal,

       gotong-royong membersihkan halaman sekolah.

   b. Persaingan

       Persaingan adalah suatu bentuk interaksi sosial dimana orang-orang atau kelompok-

       kelompok berlomba meraih tujuan yang sama.

   c. Pertentangan.

       Pertentangan adalah bentuk interaksi sosial yang berupa perjuangan yang langsung

       dan sadar antara orang dengan orang atau kelompok dengan kelompok untuk

       mencapai tujuan yang sama

   d. Persesuaian

       Persesuaian ialah proses penyesuaian dimana orang- orang atau kelompok- kelompok

       yang sedang bertentangan bersepakat untuk menyudahi pertentangan tersebut atau

       setuju untuk mencegah pertentangan yang berlarut- larut dengan melakukan interaksi

       damai baik bersifat sementara maupun bersifat kekal. Selain itu akomodasi juga

       mempunyai arti yang lebih luas yaitu, penyesuaian antara orang yang satu dengan

       orang yang lain, antara seseorang dengan kelompok, antara kelompok yang satu

       dengan kelompok yang lain.

   e. Perpaduan

       Perpaduan adalah suatu proses sosial dalam taraf kelanjutan, yang ditandai dengan

       usaha- usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di antara individu atau kelompok.
        Dan juga merupakan usaha- usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan

        proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.



4. Jenis- jenis Interaksi

        Menurut Shaw (Ali,2004: 88) membedakan interaksi dalam menjadi

tiga jenis, yaitu:

    a. Interaksi verbal.

        Interaksi verbal terjadi apabila dua orang atau lebih melakukan kontak satu sama lain

        dengan menggunkan alat- alat artikulasi. Prosesnya terjadi dalam saling tukar

        percakapan satu sama lain.

    b. Interaksi fisik.

        Interaksi fisik terjadi manakala dua orang atau lebih melakukan kontak dengan

        menggunakan bahasa- bahasa tubuh.

    c. Interaksi emosional.

        Interaksi emosional terjadi manalaka individu malakukan kontak satu sama lain

        dengan melakukan curahan perasaan.



C. Kelompok Te man Sebaya

1. Pengertian kelompok teman sebaya

Dalam kamus konseling (Sudarsono,1997:31), teman sebaya berarti.

teman- teman yang sesuai dan sejenis, perkumpulan atau kelompok pra

puberteit yang mempunyai sifat- sifat tertentu dan terdiri dari satu jenis.

Sedangkan pengertian kelompok menurut Billig, (Sarwono,2005:

22) yaitu sebagai kumpulan orang- orang yang anggota- anggotanya sadar

atau tahu akan adanya satu identitas sosial bersama.
Identitas sosial menurut Billig,(Sarwono,2005: 22) adalah sebuah

proses yang mengikatkan individu pada kelompoknya dan menyebabkan

individu diri sosialnya.

Menurut Johnson (Sarwono, 2005: 23) Kelompok adalah kumpulan

dua orang individu atau lebih yang berinteraksi tatap muka, yang masing-

masing menyadari keanggotaanya dalam kelompok, masing- masing

menyadari keberadaan orang lain yang juga anggota kelompok dan masing-

masing menyadari saling ketergantungan secara positif dalam mencapai tujuan

bersama.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa

kelompok adalah kumpulan dua orang atau lebih yang saling berkaitan,

berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam perilaku untuk mencapai tujuan

bersama.

Kelompok teman sebaya adalah kelompok persahabatan yang

mempunyai nilai- nilai dan pola hidup sendiri, di mana persahabatan dalam

periode teman sebaya penting sekali karena merupakan dasar primer

mewujudkan nilai- nilai dalam suatu kontak sosial. Disamping itu juga

mempraktekkan berbagai prinsip kerja sama, tanggungjawab bersama,

persaingan yang sehat dan sebagaianya. Jadi kelompok teman sebaya

merupakan media bagi anak untuk mewujudkan nilai- nilai sosial tersendiri

dalam melakukan prinsip kerjasama, tanggungjawab dan kompetisi.

2. Hakekat kelompok teman sebaya

Anak berkembang di dalam dua dunia sosial:

a. Dunia orang dewasa, yaitu orang tuanya, guru- gurunya dan sebagainya.

b. Dunia teman sebaya, yaitu sahabat- sahabatnya, kelompok bermain,
perkumpulan- perkumpulan.

Dunia

orang

dewasa

Dunia

teman

sebaya

Anak

Anak hidup di dalam dua dunia

Bagi anak, kelompok sebaya ialah kelompok anak- anak tertentu

yang saling berinteraksi. Setiap kelompok memiliki peraturan- peraturanya

sendiri, tersurat maupun tersirat, memiliki tata sosialnya sendiri, mempunyai

harapan- harapannya sendiri bagi para anggotanya. Setiap kelompok sebaya

juga mempunyai kebiasaan- kebiasaan, tradisi-tradisi, perilaku, bahkan bahasa

sendiri. Kelompok sebaya merupakan lembaga sosialisasi yang penting

disamping keluarga, sebab kelompok sebaya juga turut serta mengajarkan

cara- cara hidup bermasyarakat. Biasanya anatar umur empat dan tujuh tahun

dunia sosial anak mengalami perubahan secara radikal, dari dunia kecil yang

berpusat di dalam keluarga ke dunia yang lebih luas yang berpusat pada

kelompok sebaya. Anak cenderung merasa nyaman berada bersama- sama

teman- teman sebayanya daripada berada bersama orang- orang dewasa,

meskipun orang- orang dewasa tersebut bersikap menerima dan penuh

pengertian.

3. Fungsi Kelompok teman sebaya

Fungsi kelompok sebaya
a. Mengajarkan kebudayaan masyarakatnya. Melalui kelompok

sebayanya itu anak akan belajar standar moralitas orang

dewasa, seperti bermain secara baik, kerja sama, kejujuran,

dan tanggung jawab.

b. Kelompok sebaya mengajarkan peranan- peranan sosial

sesuai dengan jenis kelamin

c. Kelompok sebaya merupakan sumber informasi.

d. Mengajarkan mobilitas sosial

e. Menyediakan peranan- peranan sosial baru.

f. Kelompok sebaya membantu anak bebas dari orang- orang

dewasa. Dukungan kelompok sebaya membuat anak merasa

kuat dan padu

(Santosa, 2004: 79)

4. Kelompok sebaya sebagai situasi belajar

Dunia teman sebaya dalam situasi belajar.

a. Dalam dunia teman sebaya, anak memiliki status yang sama, anak

memiliki status yang sama dan sederajat dengan anak lain.

b. Dalam kelompok sebaya, belajar biasanya berlangsung dalam situasi yang

kurang terkait secara emosional, ini berlangsung pada umur permulaan,

ketika anak kurang menyadari bahawa situasi belajar itu adalah suatu

situasi belajar.

c. Pengaruh kelompok sebaya terhadap anak yang umurnya semakin

bertambah cenderung menjadi lebih penting jika dibandingkan dengan

pengaruh keluarga, sebab anak itu semakin lama semakin sering berada di

tengah- tengah kelompok sebayanya.
5. Macam- macam Kelompok teman sebaya

Menurut Hurlock (1999 : 215) ada beberapa lima macam kelompok

teman sebaya dalam remaja, antara lain :

a. Teman Dekat

Remaja biasanya mempunyai dua atau tiga orang teman dekat.

b. Teman Kecil

Kelompok ini biasanya terdiri dari kelompok teman- teman dekat.

c. Kelompok Besar

Kelompok besar terdiri dari beberapa kelompok kecil dan

kelompok teman dekat, berkembang dengan meningkatnya minat akan pesta

dan berkencan. Karena kelompok ini besar maka penyesuaian minat

berkurang di antara anggota- anggotanya sehingga terdapat jarak sosial

yang lebih besar di antara mereka.

d. Kelompok Terorganisasi

Kelompok pemuda yang dibina oleh orang dewasa, dibentuk oleh

sekolah dan organisasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial para

remaja yang tidak mempunyai kelompok besar. Banyak remaja yang

mengikuti kelompok seperti ini merasa diatur dan berkurang minatnya

ketika berusia 16- 17 tahun.

e. Kelompok Gang

Remaja yang tidak termasuk kelompok besar dan tidak merasa

puas dengan kelompok yang terorganisasi, mungkin akan mengikuti

kelompok gang. Anggota biasanya ter diri dari anak- anak sejenis dan minat

mereka melalui adalah untuk menghadapi penolakan teman- teman melalaui

perilaku antisosial.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada berbagai macam

jenis kelompok teman sebaya. Kelompok teman sebaya yang pasti ada di

sekolah adalah kelompok yang diorganisir, yaitu kelas yang merupakan

kelompok di sekolah yang sudah pasti keberadaan anggotanya dan bersifat

tetap.

Ela Nisriyana, ”Hubungan Interaksi Sosial Dalam Kelompok Teman Sebaya Dengan Motivasi Belajar Siswa
Kelas IX Di S mp Negeri I Pegandon Tahun Pelajaran 2006/ 2007 ,” (dalam
http://www.pdfqueen.com/ht ml/aHR0cDovL2RpZ2lsaWIudW5uZXMuYWMuaWQvZ3Nkb C9jb 2xsZWN0L3
Nrcmlwc2kv YXJjaGl2ZXMvSEFTSDA xNjAv YTZjN2YwZTIuZGly L2Rv Yy5wZGY=

)(Skripsi, Universitas Negeri Semarang, 2007), hal. 21-24

SKRIPSI
Diajukan dalam rangka Penyelesaikan Studi Strata 1
Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan
Oleh
Nama
:
NIM
: 1314000025
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2007

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2403
posted:3/21/2011
language:Indonesian
pages:9