DIENG by geografiwijaya

VIEWS: 110 PAGES: 3

									                          KAWAH CANDRADIMUKA




A. Kondisi Umum
           Kawah Candradimuka berada di desa Pekasiran, kecamatan Batur kabupaten
   Banjarnegara berjarak 36 Km dari kota Wonosobo, dapat ditempuh dengan kendaraan
   pribadi maupun kendaraan umum sekitar 40menit. Secara astronomis kawah terletak
   pada 07011’20,6”LS dan 109051’125”BT, lokasi kawah sendiri berada pada dasar
   lembah yang diapit oleh gunung Petarangan di sebelah barat, gunung Jimat dan
   gunung Pengamun-amun berada di sebelah timur kawah. Luas kawah terbagi menjadi
   dua bagian yaitu kawah I dengan luas 187,74 m2 dan kawah II memiliki luas 100,45
   m2 .
B. Kondisi Morfologis
           Kawah Candradimuka terletak di dasar lembah dan berada pada ketinggian
   1935 m di atas permukaan laut di ukur dari tempat istirahat , dan memiliki kemiringan
   lereng sekitar 230 / 75%, untuk mencapai lokasi kawah kita harus menuruni anak
   tangga karena letak kawah yang cukup curam dan dikelilingi tebing-tebing yang
   batuannya telah mengalami altrasi oleh sulfatan yang keluar dari kawah sehingga
   warna tanah disekitar kawah menjadi agak putih ke kuningan.

C. Kondisi Geologis
        Kawah candradimuka berasal dari suatu erupsi gunung api yang besar kemudian
diikuti oleh suatu erupsi gunung api yang besar kemudian diikuti oleh rekahan batuan. Ini
dicirikan dengan adanya tebing yang curam. Setelah terjadi erupsi magma keluar melalui
lubang diaterma dan melakukan kontak dengan air serta tanah diatasnya yang kemudian
terjadi letupan-letupan kecil, air berlumpur yang diikuti dengan keluarnya zat belerang
yang membuat daerah di sekitar kawah tercium bau belerang. Batuan di sekitar kawah
candradimuka memiliki struktur horizontal mendatar dengan jenis batuannya meliputi
batuan lempung tuffaan, batuan pasir, batuan andesit, dan batuan konglomerat yang
mempunyai sifat basalt dan andesit.

D. Kondisi Tanah
        Jenis tanah di lokasi kawah candradimuka merupakan jenis tanah andosol dan
regosol. Tanah regosol sendiri merupakan perkembangan dari bahan induk yang lepas-
lepas merupakan tanah yang masih muda karena belum mengalami proses pelapukan
lanjut. Untuk jenis tanah andosol didominasi warna coklat, tekstur geluh, struktur tanah
remah dan tanah berkembang dari bahan induk. Berdasarkan pengukuran pH tanahnya
sekitar 5,4 dengan relatif 54%, pengukuran dengan HCl : tidak mengandung kapur,
Pengukuran dengan H2O2 : tanah mengandung bahan organik dan pengukuran drainase :
tingkat drainase buruk. Suhu tanahny 720C, Horison tanah yang terbagun tidak sempurna,
terdapat horison O yang tipis, A cukup tipis, B tidak begitu tebal, C tebal dan dibawahnya
batuan induk.

E. Kondisi Klimatologis
       Kecepatan angin di lokasi kawah Candradimuka adalah sekitar 3,36 knot.
Temperatur udara berkisar antara 19,30C – 20,60C. Kelembaban udara rata-rata sekitar
86,6 %, kelembaban udara minimum 53% dan kelembaban makasimum 100%.
Mengingat lokasi kawah Candradimuka yang tinggi dan keadaan topografinya maka pada
bulan-bulan dingin pada musim kemarau.



F. Kondisi Air
       Suhu air berdasarkan hasil pengukuran menunjukkan 720C dimana kondisi
tersebut diperoleh dari pengukuran air di sekitar kawah atau lokasi kawah terdapat bau
yang tidak sedap yaitu karena uap kawah berupa gas belerang. Asal air ada 2 yaitu dari
sumber mata air yang berdekatan dengan kawah dengan kondisi air jernih dan segar yang
memiliki pH 7.

G. Kondisi Sosial Ekonomi
        Mata pencaharian penduduk sekitar kawah mayoritas bekerja sebagai petani
kentang. Masyarakat sekitar memanfaatkan lahan pegunungan dan hutan yang ada di
sekitar kawah sebagai lahan pertanian. Penduduk hanya menggantungkan hidup lewat
bertanam kentang, belum ada penghasilan tambahan selain dari bertanam kentang dan
beberapa sayur lainnya.
        Pola permukiman disekitar kawah candradimuka secara umum polanya
menggerombol dan memanjang sepanjang jalan. Pola menggerombol umumnya berada di
dekat sumber air, bentuk rumahnya beraneka ragam tapi hampir semua rumah yang satu
dengan yang lain mempunyai kemiripan, yaitu genteng yang terbuat dari seng hal ini
bertujuan untuk menjaga suhu di dalam rumah agar tetap hangat, tembok yang terbuat
dari bahan material dan batu, hanya sedikit yang memakai bambu. Secara umum tipe
permukimannya masih sederhana.

H. Kondisi Sarana dan Prasarana
       Fasilitas penunjang di lokasi kawah candradimuka ini terdapat pusat informasi,
tempat istirahat, tempat ibadah (masjid), Mck dan rumah makan saat menuju lokasi.
Sebenarnya pada objek ini memiliki daya tarik yang cukup baik, namun karena kurang
memadain ya transportasi (kondisi jalan),fasilitas, menjadikan objjek wisata ini kurang
berkembang dibandingkan dengna objek wisata lainnya.
       Kondisi jalan untuk menuju ke objek atau lokasi Candradimuka ini, jalannya
berkelok-kelok dan dengan morfologi yang kasar. Jaringan jalan yang masih kurang,
jalnnya naik turun serta belum diaspal dan becek. Sehingga prasarana jalan ini masih
kurang, untuk menujuu lokasi hanya bisa dengan berjalan kaki, naik sepeda motor tapi
belum bisa dilewati bus ataupun angkutan umum.
       Kondisi air disekitar objek tersebut bersih dan mencukupi karena sumber air
langsung dari sumber mata iar sehingga air disekitar sudah mencukupi untuk kebutuhan
penduduk, baik untuk rumah tangga maupun untuk mengairi lahan pertanian disekitar
kawah, untuk jaringan listrik disekitar jalan menuju kawah sudah tersedia.

I. Kendala dalam pengembangan objek wisata
       Upaya dan usaha dalam pengembangan potensi kawah candradimuka banyak
megnalami kendala-kendala yang meliputi : perawatan, polusi udara, sarana jalan dan
transportasi yang kurang memadai, serta lokasi yang berjauhan antara objek satu dengan
yang lain. Polusi udara ini berasal dari uap kawah berupa gas belerang dan dari pupuk
yang digunakan petani untuk memupuk tanaman kentang yang berasal dari kotoran
hewan ternak, sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

								
To top