Geologi bangka belitung

W
Description

geology of bangka and belitung

Shared by: geografiwijaya
-
Stats
views:
1929
posted:
3/21/2011
language:
Indonesian
pages:
13
Document Sample
scope of work template
							KONDISI GEOLOGI DAN GEOMORFOLOGI
   KEPULAUAN BANGKA BELITUNG



        Dosen Pengampu :
    Wahyu Setianingsih, S.T., M.T.


           Disusun oleh :

 1. SHINTYA WIJAYATI S.       3201408019
 2. ELFA ARUM L.              3201408087
KEPULAUAN BANGKA
1. Kondisi Geomorfologi Pulau Bangka
   Kondisi topografi
       • Wilayah pada umumnya bergelombang
       • Berbukit dengan ketinggian 20 – 50 m dpl
       • Memiliki kemiringan daerah antara 0 – 24 %.

  Secara morfologi
       Daerahnya berbentuk cekung dan pusat kota
         berada di daerah yang rendah.
       Daerah berbukit mengelompok di bagian Barat
         yaitu Bukit Menara/Bukit Manggis dan di bagian
         Selatan Kota Pangkalpinang yaitu Bukit Girimaya.
Pulau Bangka termasuk ke dalam Sunda Land dan merupakan bagian
terangkat dari peneplain Sunda. Bila ditinjau dari sudut geologi,
penyebaran bijih timah di Indonesia masih merupakan kelanjutan dari
”Granite Belt” yang berumur Yura – Kapur .
Granite Belt” sendiri merupakan deretan formasi batuan granite kaya
akan mineral cassiterite yang kemudian dikenal dengan sebutan ”The
Tin Belt”.
(a) Perkiraan zona-zona intrusi dari peta anomali magnetik,
(b) Penampang geologi arah Baratdaya- Timurlaut.
(c) Penampang geologi arah Baratlaut-Tenggara.
Struktur sesar, kekar, ditemukan dalam arah yang
bervariasi, tetapi kecenderungannya mempunyai
arah utara selatan (Katili, 1967). Ukoko (1983),
mengatakan di P.Bangka terdapat beberapa sesar
yang umurnya berarah timur laut-barat daya sampai
utara-selatan.
Pada zaman Paleozoikum P. Bangka dan laut di sekitarnya
merupakan daratan. Selanjutnya pada zaman Karbon-Trias
berubah menjadi laut dangkal. Orogenesa kedua terjadi pada
masa mesozoikum, P. Bangka dan Riau muncul ke permukaan.
Intrusi granit menerobos batuan sedimen seperti batupasir,
batulempung, dlll pada Trias-Yura atas. Pada batas antara
sedimen dan granit terjadi metamorfosa sentuh. Bersamaan
intrusi granit ini terjadi proses pneumotolitik yang
menghasilkan kasiterit.
Menurut Katili (1967) di P. Bangka terdapat 2 generasi granit.
Granit yang tua tidak mengandung kasiterit dan umunya
terdapat di daerah rendah, yakni granit Klabat & A. Kapo. Granit
generasi muda sebagai pembawa Timah umumnya telah
tererosi lanjut (“monadnock”).Menurut Suyitno, S (1981)
Ada empat kelompok endapan yang dianggap mewakili
sedimentasi Quarter di Pulau Bangka, antara lain :
•Lapisan Alluvium Muda
•Lapisan Marine Muda
•Lapisan Alluvium Tua
•Lapisan Marine Tua
Jenis cebakan bijih timah sekunder di Pulau Bangka,
yakni :
•Endapan kulit
•Endapan Kaksa.
•Endapan Meican.
Diantara endapan-endapan tersebut di atas yang
terpenting adalah endapan kaksa yang ditemukan di
atas batuan dasar.
Jenis-jenis batuan dasar yang sering dijumpai antara
lain :
•Batuan Dasar Granit lapuk
•Batuan Dasar Batulempung
•Batuan Dasar Batu pasir
•Batu Dasar Malihan (Metamorf)
             Stratigafi P.Bangka (Osberger, 1965 Vide Katili, 1967)

                                                                    Keterangan
Umur                  Litologi
                                                                    (Lingkungan pengendapan)
                      Pasir, Lempung dengan kasiterit
Resen                                                               Endapan sungai dan pantai
                      (kaksa)
Pleistosen            ?                                             ?
Pleiosen              Pasir, lempung dan konglomerat                Endapan sungai dan pantai
Miosen
Oligosen
Eosen                 ……………………Ketidak selarasan…………………………
Kapur
Yura
                      Sebagian batuan metamorf dinamik, batu pasir, serpih, rijang, batu gamping berfosil, batu
Trias
                      konglomerat, diabas (?), fosil ”noric”.
                      Filit, kwarsa, serpih, batu pasir dengan lensa batu gamping berfosil, rijang yang menyisip
Perm
                      dalam tuff vulkanik.
Karbon                …………………….Ketidakselarasan………………………
Pra-karbon            Batu metamorf dinamik
KESIMPULAN
         Dari semua keterangan yang sudah tersaji di atas, kami
menarik kesimpulan bahwa :
1. Pulau Bangka Belitung merupakan kelanjutan dari sunda land.
   Sedangkan jika ditinjau dari penyebaran bijih timah P. Bangka
   Belitung merupakan kelanjutan dari Granite belt.
2. Secara Morfologi P. Bangka Belitung merupakan daerahnya
   berbentuk cekung dan pusat kota berada di daerah yang rendah
   dan berbukit mengelompok di bagian Barat yaitu Bukit
   Menara/Bukit Manggis dan di bagian Selatan Kota Pangkalpinang
   yaitu Bukit Girimaya.
3. Menurut Katili (1967) di P. Bangka terdapat 2 generasi granit.
   Granit yang tua tidak mengandung kasiterit dan umunya terdapat
   di daerah rendah, yakni granit Klabat & A. Kapo. Granit generasi
   muda.
4. Ada empat kelompok endapan yang dianggap mewakili
   sedimentasi Quarter di Pulau Bangka, antara lain : Lapisan
   Alluvium Muda, Lapisan Marine Muda, Lapisan Alluvium Tua,
   Lapisan Marine Tua
TERIMA KASIH

						
Related docs
Other docs by geografiwijaya
fungsi geomorfologi
Views: 1941  |  Downloads: 3
geology (DOC download)
Views: 8  |  Downloads: 0
sekolah (DOC)
Views: 174  |  Downloads: 2
Geografi Hewan tumbuhan
Views: 1060  |  Downloads: 2
RPP geografi XI 2
Views: 993  |  Downloads: 6
Definition geomorfologi
Views: 815  |  Downloads: 1
DIENG
Views: 112  |  Downloads: 1
Geologi bangka belitung
Views: 2256  |  Downloads: 124
Job des PLG 2009
Views: 75  |  Downloads: 0