Geologi jatim

Document Sample
Geologi jatim Powered By Docstoc
					                  MAKALAH
    GEOLOGI DAN GEOMORFOLOGI INDONESIA
KONDISI GEOLOGI DAN GEOMORFOLOGI JAWA TIMUR

              Dosen Pengampu:
          Wahyu Setyaningsih, ST, MT.
            Dra. Erni Suharini, M.Si




                      Disusun oleh:
        1. Tomi Ardian        ( 3201408003)
        2. Irmawan            ( 3201408074)
        3. Eko Ahmad Riyanto ( 3201408086 )

               PENDIDIKAN GEOGRAFI
                JURUSAN GEOGRAFI
               FAKULTAS ILMU SOSIAL
           UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                        2009
                           LATAR BELAKANG

Pulau Jawa sangat dipengaruhi oleh gunung-gunung api.Tulang
punggung pulau Jawa dibentuk oleh rangkaian gunung api. Gunungunung
api di Jawa banyak yang mempunyai bentuk tidak teratur, karena sifat pipa
kepundan Yang perpindah-pindah dan adanya kerucut-kerucut parasiter

Daerah utara menunjukan perbedaan yang menyolok dengan daerah
sebelah selatan. Pantai utara secara berangsur-angsur berbentuk landai,
kecuali gunung Muria di Jawa Tengah, tetapi di sebelah selatan pantai
selatan pantai yang curam.

Unsur-unsur struktur utama pulau jawa adalah geantiklinal Jawa selatan
dan Geantiklinal Jawa Utara. Geosinklinal Jawa utara menjadi semakin
lebar ke arah timur dan mulai dari Semarang terpecah menjadi dua yaiti
cabang ke utara dan cabang ke selatan ditempati oleh punggungan
Kendeng dan selat Madura( Sriyono, 2009: 60-61).
Salah satu wilayah Jawa yang memiliki kondisi geologi dan geomorfologi
yang ruwet adalah Jawa Timur, dimana Jawa Timur merupakan provinsi
paling timur dari Pulau Jawa. Jawa Timur terletak di sebelah timur garis
Semarang- Yogyakarta, yang secara fisiografis dapat dibedakan; jalur utara
dari dari Jawa Timur, zone Randublatung, Antiklinorium Kendeng, Zone
Depresi, Pegunungan Selatan.


Secara umum geomorlogi Jawa Timur terdiri dari tiga zone, yaitu Zone
Selatan, Zone Tengah, Zone Utara. Tiga zone ini melintangi seluruh Jawa
Timur, karakter ketiga zone ini ini sepanjang pulau Jawa tidak berbeda,
walaupun terdapat variasi setempat yang cukup besar , tiga zone ini sangat
berbeda sifat-sifatnya di Jawa Timur.Dibagian tengah pulau ini dan di
bagian paling barat nampaknya kuran jelas( Sriyono, 2009:132). Untuk
mengetahui kondisi geologi dan geomorfologi dari Jawa Timur maka perlu
pengkajian yang lebih mendalam, sehingga kita dapat paham dan
mengetahui berbagai kondisi geologi maupun geomorfologi yang terdapat
di Jawa Timur.
                   A. Kondisi Geologi Jawa Timur

Jawa Timur merupakan bagian wilayah dari pulau Jawa. Jawa Timur terletak
di sebelah timur garis Semarang- Yogyakarta yang secara fisiografis
dibedakan :
         Jalur utara dari Jawa Timur ditutupi olehvulkan Muria, volkan
Lasem, dan perbukitan Rembang. Volkan Muria terdiri dari batuan leucite
dan vulkan Lasembersifat andesitis. Volkan ini menunjukan perbedaan
dengan seri volkan-volkan di Jawa. Gunung Muria dulunya letaknya
terpisah dari jawa, tetapi sekarang dihubungkan oleh dataran alluvial
Semarang -Demak- Kudus-Pati-Juwono-Rembang yang sampai sekarang
proses pengendapanya masih terjadi. Antiklinorium Rembang berupa
punggungan-punggungan dengan dengan arah timur-barat dengan lebar
rata-rata50 km dan ketinggian rata-rata 500 m, yang diselingi oleh dataran
alluvial Blora dan Jojogan
         Zone Randublatung, yaitu jalur sinklinal yang berupa dataran
alluvial membentang dsari semarang melalui Purwadadi, Randublatung,
Ngimbang sampai wonokromo. Jalur ini memisahkan bukit-bukit Rembang
dengan punggungan Kendeng . Bagian tersempit terdapat di
Randublatung,tetapi kearah timur dan barat menjadi bertambah lebar.



         Antiklinorium Kendeng yaitu lanjutan dari pegunungan serayu
utara di Jawa Tengah. Pegunungan Kendeng merupakan bukit-bukit
lipatan yang terdiri dari batuan kapur dan mergel. Lebar rata-rata 40 km
dan ketinggian rata-rata 500 m. Kearah timur punggunga kendeng
berangsur-angsur berkurang, bahkan di dekat mojokerto antiklinalnya
menghilang dan tertutup oleh endapan-endapan alluvial delta Brantas.
       Zone depresi yang memanjang di Jawa Timur sebagian tertutup
oleh sederetan vulkan muda. Jalur di bedakan menjadi 3 bagian yaitu:(1)
sub zone Ngawi, depresi sinklinal kelanjutan dari zone serayu melalui
Sragen, Ngawi sampai dataran alluvial delta brantas di Jombang;
(2)zone solo yang dibentuk oleh sederetan volkan-volkan Kwarter
dengan dataran intermountain ( volkan Sundoro, Sumbing- dataran
Magelang-volkan Merbabu Merapi-dataran Surakarta-vulkan Lawu-
dataran Madiun-gunung Wilis-dataran Brantas-vulkan Kelud, Kawi,
Butak, Anjasmoro, welirang, Arjuna-dataran Malang); (3) sub zone Blita,
suatu jalur disebelah selatan zone volkan kwarteryang terletak antara
Wonogiri-Bulong-Tulungagung-Blitar.

         Pegunungan selatan, merupakan pegunungan blok yang
miring ke selatandan utaranya berupa escarpment (tebing patahan).
Lebar pegunungan selatan antara 25-55 km. Antara Opak dan Pacitan
terdiri dari kapur dengan topografi karst. Antara Opak dan Pacitan
popoh bagian utara terdiri dari batuan volkanik sedangkan bagian
selatan tertutup oleh kapur (Sriyono, 2009: 64-65).
                  B. Kondisi Jazirah Jawa Timur

         Pantai utara jazirah Jawa Timur merupakan lanjutan tepi selatan
antiklinorium Kendeng. Jalur ini berupa endapan Plio-plistosen yang
terlipat dan tertutup oleh vulkan-vulkan kecil. Dari barat ke timur berupa
antiklinorium Bangil, bukit tuff Semangkrong, bukit Probolingga,
pegunungan Ringgit Besar dan volkan Baluran.


           Sebelah jalur pantai sempit ini merupakan lanjutan sub zone
 Ngawi yang dapat diikutimelalui daratan antara Bangil- Lawang, danau
 Grati dataran Probolingga , dan Bondowoso.
 Zone Solo yang terdiri dari kelompok vulkan dan dataran antar
 pegunungan ( kelompok Tengger, Semeru-dataran Klakah- volakan
 lamongan dataran Jember, Bondowoso, kelompok Ijen dataran
 Banyuwangi). Sub zone Blitar, mulai dari kepanjen dan turen sampai
 Pasirian.
        Pegunungan selatan di bagian timur Jawa Timur terdiri dari
bagian-bagian yang terpencil. Bagian barat dengan lebar kurang lebih
25 km, berhubungan dengan pegunungan selatan Jawa Timur, antara
Pasirian dan puger Pegunungan selatan terpotong oleh dataran rendah
Lumajang, tetapi Pulau Nusabarung merupakan penghubung selatan
antara Puger dan Betiri. Kemudian terpotong oleh dataran rendah
Rogojampi yang mencapai pantai selatan. Akhirnya bagian paling timur
dari pegunungan selatan di Jawa muncul di semenanjung Blambangan,
dan berkelanjutan di Bali dan Lombok (Sriyono, 2009:65).
      C. Kondisi Geomorfologi Jawa Timur

        Dalam mengkaji geomorfologi perlu mendalami konsep yang
dikemukakan oleh Thornbury, 1958, diantaranya adalah proses-proses
Geomorfologi meninggalkan bekas-bekasnya yang nyata pada bentuk
lahan, dan setiap proses geomorfologi akan membangun suatu
karakteristik tertentu pada bentuk lahanya.

Berikut akan dibahas mengenai zone plateau selatan, depresi vulkanik
tengah dan zone lipatan utara;

                     1. Zone Selatan (Zone Plateau)

  Pertemuan plateau ini merupakan bagian dari peneplain yang terangkat,
 yang meluas meliputi baik batuan Miocene tua maupun batuan kapur
 Miocene muda. Peneplain ini tidak hanya terangkat saja, tetapi
 mengalami warping sehingga terjadi depresi-depresi dan kulminasi-
 kulminasi yang luas.
                       2. Zone Tengah (Zone Vulkanis)

Terdapatlah sutu kontradiksi dalam kenyataan bahwa zone yang
mempunyai puncak-puncak yang tertinggi dari Jawa yakni gunung-
gunung berapi yang merupakan suatu depressi kalau di pandang dari
sudut tektonis dan geomorfologis. Tetapi gunung berapi memeng timbul
dari dataran rendah dimana pelipatan pada jaman tertier (“folded tertiary”)
telah turun dibandingkan dengan zone utara dan zone selatan, diantara
gunung berapi dataran ini tertutup oleh endapan fuvio vulkanis yang di
keluarkan gunung berapi dalam bentuk kipas (“fan”) yang lebar. Hanya
pada beberapa tempat dasar muncul dari “volcanic conver”, tempat-
tempat ini akan di tunjukan dalam deskripsi nanti.
Tiap kompleks gunung berapi mempunyai bukti dari sejarah yang panjang
dan kompleks. Umur masing-masing vulkano dapat di kira-kirakan
dengan melihat tingkat (berjalannya) erosi.
                     3. Zone Utara (Zone Lipatan)

        Zone utara ini adalah paling lebar di Jawa timur (hingga 87 km)
dan di sini dapat di bagi menjadi 2 sub zone yang berbeda:
•Kendeng Ridge, dan
•Rembang Hills yang keduanya di pisahkan oleh depressi “longitudinal”
Dari sudut geologi, Kendeng Ridge adalah merupakan pusat “Young
Neogene geosynclines”, dengan lipatan kuat yang sebagian “upturned”
dalam phase orogene Pleistocene tengah, sedangkan Rembang Hills
merupakan daerah peralihan ke “foreland” ke sebelah utara dimana
sedimentasinya lebih tipis dan lebih lemah pelipatannya.
       D. Struktur Geologi Jawa Timur

      Struktur Geologi Jawa Timur di dominasi oleh Alluvium dan
bentukan hasil gunung api kwarter muda, keduanya meliputi 44,5 % dari
luas wilayah darat dan hasil gunung api kwarter tua sekitar 9,78 % dari
luas total wilayah daratan. Sementara itu batuan lain hanya mempunyai
proporsiantara0-7%saja



       Batuan sedimen alluvium tersebar disepanjang sungai Brantas
dan BengawanSolo yang merupakan daerah subur. Batuan hasil gunung
api kwater muda tersebar di bagian tengah wilayah Jawa Timur membujur
ke arah timur yang merupakan daerah relatif subur. Batuan Miosen
tersebar di sebelah selatan dan utara Jawa Timur membujur ke arah timur
yang merupakan daerah kurang subur. Bagi pulau Madura batuan ini
sangat dominan dan utamanya merupakan batuan gamping
Jawa Timur secara bentang fisiografis di bagi menjadi enam
zona yang membentang barat-timur:


1.   Antiklinorium Rembang (Zona Rembang)
2.   Zona Depresi Randublatung
3.   Antiklinorium Kendeng (Zona Kendeng)
4.   Zona Pusat Depresi Jawa (Zona Solo, subzona Ngawi)
5.   Gunung Api Kuarter
6.   Pegunungan Selatan
TEKTONIK DI ASIA TENGGARA ( DAERAH2 SESAR & SUBDUKSI)
PETA PULAU
PULAU JAWA
PETA JAWA TIMUR
FISIOGRAFI JAWA
PATAHAN JAWA
physiographic-java
PETA JAWA TIMUR
PETA JAWA TIMUR BAGIAN BARAT
PETA JAWA TIMUR BAGIAN TIMUR
PETA ZONA RAWAN GEMPA JAWA TIMUR
MORFOLOGI JAWA TIMUR
GAMBAR SUBDUKSI
GUNUNG GUNUNG DI JAWA TIMUR ANTARA LAIN:
GUNUNG BROMO
GUNUNG SEMERU
GUNUNG BROMO-TENGGER-SEMERU
GUNUNG ARJUNO
KAWAH IJEN-BONDOWOSO
GUNUNG KELUD
GUNUNG BATOK
GUNUNG SEMERU AKTIF
PETA GEOMORFOLOGI JAWA TIMUR
GEOMORFOLOGI DI JAWA TIMUR
BENTUK LAHAN ASAL MARINE
BENTUK LAHAN ASAL MARINE
BENTUK LAHAN ASAL KARST
BENTUK LAHAN ASAL VULKANIK
BENTUK LAHAN ASAL FLUVIAL
BENTUK LAHAN KARST
             Daftar Pustaka

 Bemmelen, RW.Van. 1970. The Geology of
        Indonesia. Vol. IA and IB. The Hague
        Martinus Nijhhoff.
   Dibyosaputra, Suprrapto. 1998. Geomorfologi
        Dasar. Yogyakarta: UGM.
   Katili, JA. 1960. Geologi. Jakarta: Departemen
        Urusan Research Nasional.
   Sriyono. 2009. Geologi dan Geomorfologi
        Indonesia. Semarang: Jurusan Geografi-FIS-
        UNNES.
   www. Struktur Geologi Jawa Timur. Com.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:4119
posted:3/21/2011
language:Indonesian
pages:44
Description: Geologi dan geomorfologi jawa timur