makalah-ipa-tata-surya

Document Sample
makalah-ipa-tata-surya Powered By Docstoc
					Nama : M. Zainul. Arifin
Kelas : I.X (Sembilan)




                    SMP WALISONGO BEKASI
                           KATA PENGANTAR
      Puji syukur kehadirat Tuhan YME, atas segala rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini dengan judul “Bumi
dan Tata Surya”.
Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini banyak mendapat dukungan dan bantuan dari
berbagai pihak baik berupa saran, motivasi maupun bimbingan, oleh karena itu
perkenankan penulis mengucapkan terima kasih
      Penulis sangat menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, telah
dikerjakan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang penulis miliki,
karena itulah kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan penulis agar
menjadi lebih baik. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi pembaca.




                                                            Bekasi,   Maret 2011




                                                                  penulis
                          DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
   1.1 Latar Belakang
   1.2 Rumusan Masalah
   1.3 Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
   2.1 Asal-usul Tata Surya
   2.2 Sejarah Penemuan Tata Surya
   2.3 Susunan Tata Surya
BAB III PENUTUP
   3.1 Kesimpulan
   3.2 Saran
                                            BAB I
                                  PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

       Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang
disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek
tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk
elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda
langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
       Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk
asteroid, empat planet luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan Piringan
Terbesar. Enam dari delapan planet dan tiga dari lima planet kerdil itu dikelilingi oleh
satelit alami yang biasa disebut dengan bulan. Contoh: Bulan atau satelit alami Bumi.
Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu
dan partikel lain.
       Itulah sedikit gambaran tentang Tata Surya. Tetapi, Bagaimana Tata Surya bisa
berbentuk seperti sekarang? Bagaimana awal mula terbentuknya Tata Surya? Apa
yang menarik tentang Tata Surya? Pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul di sekitar
kita dan saya akan mencoba menjawab lewat makalah ini.
       Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis membuat makalah yang
berjudul “Tata Surya dan Semua Benda Langit yang Terikat dengan Gravitasi” dengan
harapan dapat membantu para pembaca.. Dengan adanya makalah ini bukan berarti
benda langit hanya itu saja tetapi masih ada banyak lagi yang tidak dapat ditangkap
oleh indera manusia sehingga kita harus banyak belajar agar dapat menemukan
benda langit yang baru.
1.2 Rumusan masalah
   Bagaimana asal-usul Tata surya?
   Bagaimana sejarah penemuan Tata surya?
   Bagaimana susunan Tata surya?
1.3 Tujuan penulisan
   Mengetahui asal-usul Tata Surya
   Mengetahui sejarah Tata Surya
   Mengetahui susunan Tata Sury
                                     BAB II
                              PEMBAHASAN


2.1 Asal-usul Tata Surya

Banyak ahli telah mengemukakan hipotesis tentang asal-usul Tata Surya,
diantaranya

a. Hipotesis nebula

Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenberg(1688-
1772)tahun 1734dan disempurnakan oleh Immanuel Kant(1724-1804) pada tahun
1775 Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara
independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis
Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih
berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es,dan gas yang disebut
nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang
dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu,
suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari
raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es
terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat
seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar.
Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet
merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.

b. Hipotesis planetisimal

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan
Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata
Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan
matahari,     pada   masa   awal   pembentukan     matahari.   Kedekatan    tersebut
menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari, dan bersama proses
internal matahari, menarik materi berulang kali dari matahari. Efek gravitasi bintang
mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.
Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit,
mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka
sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek
tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan,
sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

c. Hipotesis pasang surut bintang

Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada
tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada
matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah
besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut
bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet.Namun astronom
Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu
hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell
mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.

d. Hipotesis Kondensasi

Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama
G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan
bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk
cakram raksas

e. Hipotesis Bintang Kembar

Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada
tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa
dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya
meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh
gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.
2.2 Sejarah Tata Surya

Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan
Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat
dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk
masing-masing      planet.   Perkembangan   ilmu   pengetahuan   dan    teknologi
pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-
benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan
teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia "lebih tajam" dalam
mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang. Karena
teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan
bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai
akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari
Matahari makin memperkuat teori heliosentris, yaitu bahwa matahari adalah pusat
alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolaus Copernicus
(1473-1543). Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius
hingga Saturnus.

Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens
(1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali
jarak orbit Bumi-Yupiter. Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan
perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan
yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan
puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua
teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-
benda langit selanjutnya. Pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan
Uranus. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang
mengganggu. Neptunus ditemukan pada Agustus 1846. Penemuan Neptunus
ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Para astronom kemudian
menemukan sekitar 1.000 objek kecil lainnya yang letaknya melampaui Neptunus
(disebut objek trans-Neptunus), yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin
ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai Objek Sabuk Kuiper (Sabuk
Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit
termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni
2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna (1.800 km pada Maret 2004),
Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004).
Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini
diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil
dari Pluto.

Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang
diberi nama oleh penemunya Xena. Selain lebih besar dari Pluto, objek ini juga
memiliki satelit.




2.3 Susunan Tata Surya




Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri atas matahari sebagai
pusatnya dan planet-planet, meteorid, komet, serta asteroid yang mengelilingi
matahari. Susunan tata surya terdiri atas matahari, delapan planet, satelit-satelit
pengiring planet, komet, asteroid, dan meteorid. Benda langit yang berupa planet
dan benda langit lainnya dalam mengelilingi matahari disebut revolusi. Sebagian
besar garis edarnya (orbit) berbentuk elips. Bidang edar planet-planet mengelilingi
matahari disebut bidang edar, sedangkan bidang edar planet bumi disebut bidang
ekliptika. Selain berevolusi benda-benda langit juga berputar pada porosnya yang
disebut rotasi, sedangkan waktu untuk sekali berotasi disebut kala rotasi.

a. Matahari




Matahari merupakan pusat tata surya yang berupa bola gas yang bercahaya.
Matahari merupakan salah satu bintang yang menghiasi galaksi Bima Sakti. Suhu
permukaan matahari 6.000 derajat celsius yang dipancarkan ke luar angkasa
hingga sampai ke permukaan bumi, sedangkan suhu inti sebesar 15-20 juta derajat
celsius.

b. Planet

   1. Planet Merkurius




           Merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari.
   Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa.
   Garis tengahnya 4500 km, lebih besar daripada garis tengah bulan yang hanya
   3160 km. Diperkirakan tidak ada kehidupan sama sekali di Merkurius. Merkurius
   mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari. Ini berarti panjang siang harinya 28
hari lebih, demikian juga malam harinya. Merkurius mengelilingi matahari dalam
waktu 88 hari.


2. Planet Venus




     Planet ini lebih kecil dari bumi. Venus menempati urutan kedua terdekat
dengan matahari. Planet ini terkenal dengan bintang kejora yang bersinar terang
pada waktu sore atau pagi hari. Rotasi Venus ± 247 hari, dan berevolusi
(mengelilingi matahari) selama 225 hari, artinya 1 tahun Venus adalah 225 hari.


3. Planet Bumi




     Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Ukuran
besarnya hampir sama dengan Venus dan bergaris tengah 12.640 km. Jarak
antara bumi dengan matahari adalah 149 juga km. Bumi mengadakan rotasi 24
jam, berarti hari bumi = 24 jam.
   c. Gerak rotasi bumi




           Gerak bumi berputar pada porosnya disebut rotasi bumi. Arah rotasi
      bumi sama dengan arah revolusinya, yakni dari barat ke timur. Inilah
      sebabnya mengapa matahari terbit lebih dulu di Irian Barat dari pada di
      Jawa. Satu kali rotasi bumi menjalani 3600 yang ditempuh selama 24 jam.
1. Akibat rotasi bumi

         2) Adanya gerak semu harian dari matahari
         3) Pergantian siang dan malam
         4) Penyimpangan arah angin, arus laut
         5) Penggelembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub
         bumi
         6) Timbulnya gaya sentrifugal
         7) Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari
         semalam
         8) Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat
         busurnya


2. Gerak revolusi dari bumi

           Selama mengedari matahari ternyata sumbu bumi miring dengan arah
      yang sama terhadap bidang ekliptika. Kemiringan sumbu bumi ini besarnya
      23 ½0 terhadap bidang ekliptika tersebut. Akibat dari revolusi bumi ialah :
      Akibat dari revolusi bumi adalah :
           9) Pergantian empat musim
           10) Perubahan lamanya siang dan malam
           11) Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke bulan
      Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit.


3. Gaya gravitasi terrestrial dari bumi

             Bumi kita ini mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi
      ini dinamakan gaya gravitasi terrestrial bumi. Benda di bumi ini memiliki
      bobot karena pengaruh gaya gravitasi tersebut. Gaya gravitasi terrestrial
      inilah yang menahan semua materi yang ada di bumi serta atmosfernya
      hingga tidak hilang melayang ke alam semesta.


4. Waktu

             Kita telah mengenal waktu satu hari satu malam yang lamanya 24 jam.
      Waktu 24 jam ini adalah sehari semalam solar (matahari) berdasarkan gerak
      semu matahari dalam membuat satu revolusi lengkap.


   f. Planet Mars




        Planet     ini   berwarna    kemerah-merahan       yang   diduga    tanahnya
   mengandung banyak besi oksigen, hingga kalau oksigen masih ada jumlahnya
   sangat sedikit. Pada permukaan planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru
   dan sawo matang yang selalu berubah sepanjang masa tahun. Mars
   mempunyai dua satelit atau bulan yaitu phobus dan daimus.
     Jarak planet mars dengan matahari ialah 226,48 juga km. Garis tengahnya
adalah 6272 km dan revolusinya 1,9 tahun. Rotasinya 24 jam 37 menit.
Berdasarkan data yang dikirim oleh satelit Mariner IV di Mars tidak ada oksigen,
hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung
banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis.


g. Planet Yupiter




     Yupiter merupakan planet terbesar. Berdasarkan analisis spektroskopis
planet ini mengandung gas metana dan amoniak banyak, serta mengandung
gas hidrogen. Yupiter mempunyai kurang lebih 14 satelit atau bulan. Planet
Yupiter bergaris tengah 138.560 km, rotasinya cepat yaitu 10 jam. Oleh karena
gaya gravitasinya yang sangat kuat, Yupiter mempunyai 12 satelit (bulan) dan 3
darinya beredar berlawanan arah dengan 9 lainnya.


h. Planet Saturnus




     Saturnus mempunyai massa jenis yang sangat lebih kecil dari pada air
yaitu 0,75 g/cm3, sehingga akan terapung di air. Ternyata planet ini berupa gas
yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata 103 0C. Saturnus
mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut Titan, yang lain
disebut Phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan 9 satelit lainnya.


i. Planet Uranus




     Uranus memiliki 5 satelit. Berbeda dengan planet yang lain, Uranus arah
gerak rotasinya dari timur ke barat. Jarak ke matahari adalah 2860 juta km dan
mengelilingi matahari dalam waktu 84 tahun. Rotasinya 10 jam 47 detik. Besar
Uranus kurang dari setengah Saturnus, bergaris tengah 50.560               km.
Berdasarkan pengamatan pesawat VOYAGER pada bulan Januari 1986 Uranus
memiliki 14 buah satelit.


j. Planet Neptunus




     Neptunus mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut Triton. Satelit
Triton beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak ke
matahari 44790 km, mengelilingi matahari dalam 165 tahun sekali seputar.
  k. Planet Pluto




        Pluto (nama resmi: 134340) adalah sebuah planet katai (dwarf planet)
  dalam Tata Surya. Sebelum 24 Agustus 2006, Pluto berstatus sebagai sebuah
  planet dan setelah pengukuran, merupakan planet terkecil dan terjauh (urutan
  kesembilan) dari matahari.
  Pada 7 September 2006, nama Pluto diganti dengan nomor saja, yaitu 134340.
  Nama ini diberikan oleh Minor Planet Center (MPC), organisasi resmi yang
  bertanggung jawab dalam mengumpulkan data tentang asteroid dan komet
  dalam tata surya kita.
  Pada 1978 Pluto diketahui memiliki satelit yang berukuran tidak terlalu kecil
  darinya bernama Charon (berdiameter 1.196 km). Kemudian ditemukan lagi
  satelit lainnya, Nix dan Hydra.Setelah 75 tahun semenjak ditemukan, Pluto
  masih terbalut misteri. Saat ini wahana nirawak New Horizons telah diluncurkan
  untuk meneliti Pluto dan diperkirakan akan mendekati Pluto dalam jarak terkecil
  pada Juli 2015.


d. Komet
Komet berasal dari bahasa Yunani, yaitu Kometes yang artinya berambut
panjang. Komet menurut istilah bahasa adalah benda langit yang mengelilingi
matahari dengan orbit yang sangat lonjong. Komet terdiri atas es yang sangat
padat dan orbitnya lebih lonjong daripada orbit planet. Komet menyemburkan
gas bercahaya yang dapat terlihat dari bumi. Bagian-bagian komet, yaitu:

1)inti komet, yaitu bagian komet yang kecil tapi padat tersusun dari debu dan
gas.

2)koma, yaitu daerah kabut di sekeliling inti.

3)ekor komet, yaitu bagian yang memanjang dan panjangnya mampu mencapai
satu satuan astronomi(1SA=jarak antara bumi dan matahari).

Arah ekor komet menjauhi matahari. Kebanyakan komet tidak dapat di lihat
dengan mata telanjang,tapi harus dengan menggunakan Teleskop. Komet yang
terkenal adalah komet Halley yang ditemukan oleh Edmunt Halley. Komet itu
muncul setiap 76 tahun sekali. Komet sering disebut Bintang berekor.
e. Asteroid




Asteroid adalah benda langit yang mirip dengan planet-planet, yang terletak di
antara orbit Mars dan Yupiter. Asteroid disebut juga planetoid atau planet kerdil.
Asteroid yang terbesar dan yang pertama adalah Ceres yang ditemukan oleh
Giussepe Piazzi (astronom Italia). Icarus adalah salah satu asteroid yang pernah
mendekati bumi dengan orbit yang berbentuk lonjong.

f. Meteoroid




Meteoroid adalah batuan-batuan kecil yang sangat banyak dan melayang-layang di
angkasa luar. Batuan-batuan ini banyak mengandung unsur besi dan nikel yang
masuk ke Atmosfer karena pengaruh gravitasi bumi. Batuan-batuan atau benda
langit yang bergesekan dengan atmosfer bumi dan habis terbakar sebelum sampai
di permukaan bumi disebut meteor. Sedangkan batuan yang tidak habis terbakar
dan sampai ke bumi disebut Meteorid.
g. Bulan




Bulan merupakan benda langit yang mengitari bumi. Karena bumi mengitari
matahari, maka bulan juga mengitari matahari bersamaan dengan bumi. Selain itu,
bulan juga berputar pada porosnya sendiri. Dengan demikian bulan mempunyai tiga
gerakan sekaligus. Benda-benda langit yang berada di dalam tata surya tersusun
secara rapi

Selama bergerak benda-benda itu tidak saling bertabrakan. Hal itu terjadi karena
adanya gaya gravitasi pada masing-masing benda langit. Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa yang menyebabkan gerakan benda-benda langit teratur adalah
gaya gravitasi
                                  BAB III
                               PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Ada beberapa hipotesis yang menyatakan asal-usul Tata Surya yang telah
dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu Hipotesis Nebula, Hipotesis Planetisimal,
Hipotesis Pasang Surut Bintang, Hipotesis Kondensasi, dan Hipotesis Bintang
Kembar. Sejarah penemuan Tata surya di awali dengan dilihatnya planet-planet
dengan mata telanjang hingga ditemukannya alat untuk mengamati benda langit
lebih jelas yaitu Teleskop dari Galileo. Perkembangan teleskop diimbangi
dengan perkembangan perhitungan benda-benda langit dan hubungan satu
dengan yang lainnya. Dari mulai mengetahui perkembangan planet-planet
hingga puncaknya adalah penemuan UB 313 yang ternyata juga mempunyai
satelit.

Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang
disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-
objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit
berbentuk elips, lima planet kerdil atau katai, 173 satelit alami yang telah
diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata
Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid,
empat planet bagian luar, dan di bagian terluar ada Sabuk Kuiper dan Piringan
Tersebar.

3.2 Saran

Sebaiknya semua pihak mempelajari Tata Surya agar dapat mengetahui dari
mana sebenarnya Tata Surya itu berasal sehingga kita tidak dapat mengada-
ada atau merekayasanya. Mengetahui Tata Surya juga sangat penting agar kita
dapat mengetahui kebesaran Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita dapat
meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3762
posted:3/20/2011
language:Indonesian
pages:19