Docstoc

PENGAWASAN LINGKUNGAN HIDUP DI DAERAH

Document Sample
PENGAWASAN LINGKUNGAN HIDUP DI DAERAH Powered By Docstoc
					  PENGAWASAN dan DAMPAK
     LINGKUNGAN HIDUP




                        Oleh :
            Drs.H. Nanang Besmanto, M.Si.
                        Kepala
Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan
       Penyakit Menular (BTKL-PPM) Banjarbaru
                         2009.
            PENGAWASAN
PENDAHULUAN
 Degradasi Sumber Daya Alam & Lingkungan
 Hidup karena :
 Pertumbuhan (penduduk, kesejahteraan, dsb)
 Keterbatasan (ruang, sda, dsb)
 Perkembangan Teknologi (+ Ilmu Pengetahuan)
 Perkembangan Komunikasi
          AMPUUUAN
            OOOM
HANGKAT
TANGAN
                       Dasar :
UUD 45, Pasal 33 :
- Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya
  dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar
  kemakmuran rakyat.
- (ayat 4) Perekonomian Nasional diselenggarakan
  berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip
  kebersamaan, efisiensi keadilan, berkelanjutan berwawasan
  lingkungan, kemandirian serta dengan menjaga
  keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

UU LH No. 23 Thn 1997 :
- Mengatur dan melaksanakan proteksi atau perlindungan
  terhadap sumber daya alam yaitu udara, tanah, air, pesisir
  dan laut, keanekaragaman hayati, pedesaan, perkotaan,
  lingkungan sosial agar tidak mengalami kerusakan dan atau
  pencemaran.
Definisi
 Pengawasan lingkungan hidup adalah kegiatan
  yang dilaksanakan secara langsung atau tidak
  langsung oleh Pejabat Pengawas Lingkungan
  Hidup dan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup
  Daerah untuk mengetahui tingkat ketaatan
  penanggung jawab usaha dan atau kegiatan
  terhadap ketentuan peraturan perundang-
  undangan pengendalian pencemaran dan atau
  kerusakan lingkungan hidup (Keputusan Menteri
  Negara Lingkungan Hidup Nomor 07 tahun 2001
  Tentang Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup
  dan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup
  Daerah Pasal 1 ayat 1).
             PERMASALAHAN UMUM
   Kerusakan lingkungan di sekitar areal pertambangan
    yang berpotensi merusak bentang alam dan adanya
    tumpang tindih penggunaan lahan untuk pertambangan
    di hutan lindung.
   Kasus-kasus pencemaran lingkungan juga cenderung
    meningkat.
   Kemajuan transportasi dan industrialisasi yang tidak
    diiringi dengan penerapan teknologi bersih memberikan
    dampak negatif terutama pada lingkungan perkotaan.
   Sungai-sungai di perkotaan tercemar oleh limbah
    industri dan rumah tangga.
   Kondisi tanah semakin tercemar oleh bahan kimia baik
    dari sampah padat, pupuk maupun pestisida.
   Masih rendahnya kesadaran para pelaku dunia usaha
    ataupun kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan
    sehat dengan kualitas lingkungan yang baik.
PERMASALAHAN DI DAERAH
• Ego sektoral dan daerah.
• Pendanaan yang masih sangat kurang
  untuk bidang lingkungan hidup.
• Keterbatasan sumberdaya manusia.
• Eksploitasi sumberdaya alam masih terlalu
  mengedepankan profit dari sisi ekonomi.
• Lemahnya implementasi paraturan
  perundangan.
PERMASALAHAN DI DAERAH

• Lemahnya penegakan hukum lingkungan
  khususnya dalam pengawasan.
• Lemahnya pengawasan masalah
  perkembangan industri dan pencemaran
  lingkungan.
• Pemahaman masyarakat tentang
  lingkungan hidup.
• Penerapan teknologi yang tidak ramah
  lingkungan.
  KEBIJAKAN PROGRAM
Program Pengembangaan dan Peningkatan
Akses Informasi Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup.
Program Peningkatan Efektifitas Pengelolaan,
Konservasi dan Rehabilitasi Sumber Daya
Alam.
Program Pencegahan dan Pengendalian
Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan
Hidup.
  KEBIJAKAN PROGRAM
Program      Penataan    Kelembagaan    dan
Penegakan Hukum, Pengelolaan Sumber
Daya Alam dan Pelestarian Lingkungan Hidup.
Progam Peningkatan Peranan Masyarakat
dalam Pengelolaan Sumber Daya alam dan
Pelestarian fungsi Lingkungan Hidup.
         KEBIJAKAN HUKUM
   Regulasi Perda tentang Lingkungan.
   Penguatan Kelembagaan Lingkungan Hidup.
   Penerapan dokumen pengelolaan lingkungan hidup
    dalam proses perijinan
   Sosialisasi/pendidikan tentang peraturan perundangan
    dan pengetahuan lingkungan hidup.
   Meningkatkan kualitas dan kuantitas koordinasi
    dengan instansi terkait dan stakeholders
         KEBIJAKAN HUKUM
   Pengawasan terpadu tentang penegakan hukum
    lingkungan.
   Memformulasikan bentuk dan macam sanksi
    pelanggaran lingkungan hidup. Peningkatan kualitas
    dan kuantitas sumberdaya manusia.
   Peningkatan pendanaan dalam pengelolaan
    lingkungan hidup.
          PENGAWASAN
Komponen dalam pelaksanaan pengawasan
 Peraturan perundang-undangan,
 Kebijakan pemerintah,
 Sumber daya manusia,
 Prosedur Pengawasan,
 Peralatan pengukuran (Laboratorium),
 Standar( baku mutu),
 Sumber dana.
      DAMPAK LINGKUNGAN
   Dampak lingkungan hidup lebih cenderung akan
    terjadi akibat aktivitas manusia dibandingkan
    akibat alam, kecenderungan terjadinya dampak
    yang diakibatkan oleh aktivitas manusia lebih
    berbahaya dibandingkan akibat alam
Skenario perubahan iklim
    (global warming)



  Lingkungan                            Kependdkan
  Lingkungan
Industr n C sink                      Jmlh n mobilitas



                     Perubhn Iklim
                   (Global warming)
      Teori Malaria- Kemiskinan (analisa system)

                Nyamuk                Nyamuk
Hutan Bakau     Migrasi ke            Meningkat
berkurang       Pemukiman                             Sakit
                                Penderita             Malaria
                 Tambak
                 Terlantar              Pengetahuan
                                        Perilaku             Produktivitas
 Perampokan              Penebangan                          menurun

                Tambak
                                             Status Sos-Ek

                              Kemiskinan


              Global warming berpotensi memiskinkan
              Penduduk, dimana melakukan intervensi?
             Dampak Nitrat/Nitrit
   Efek Hematologic
   Prinsip mekanisme dari keracunan nitrit adalah oksidasi
    ferro dalam deoksihemoglobin menjadi ferri,
    menghasilkan methemoglobin. Methemoglobin tidak
    dapat merubah ikatan atau transportasi oksigen.
    Tergantung dari persentase methemoglobin dalam
    bentuk teroksidasi, gambaran klinik yang terlihat antara
    lain kegagalan peredaran darah.
            Dampak Nitrat/Nitrit
   Efek Cardiovascuer.
   Dalam dosis besar nitrit adalah vasodilatator
    yang baik yang merupakan muscel relaxant pada
    otot polos dari pembuluh darah sehingga terjadi
    hypertensi dan shock .
     Dampak Carbon Monoxida (CO)
   Pada kadar 100 ppm pemajanan selama 8 jam tidak memberi
    gejala keracunan. Pada beberapa individu perubahan pada
    cardiovascular baru terlihat pada kadar carboxylhemoglobine
    diatas 5%.
   Pemajanan sebesar 500 ppm selama 1 jam dalam keadaan kerja
    ringan tidak menimbulkan gejala keracunan atau hanya sedikit
    pusing dan pernafasan pendek. Di dalam darah akanditemukan
    sebesar 20% carboxyhemoglobine. Pada pemajanan yang lebih
    lama dan aktivitas yang lebih meningkat akan menyebabkan
    kenaikan carboxyhemoglobine sebesar 40 -50% dengan gejala-
    gejala pusing, mual, irritability, frekwensi pernafasan naik, sakit
    dada, bingung dll.
      Dampak Carbon Monoxida (CO)
   Pemajanan pada kadar lebih besar dari 1000
    ppm mengakibatkantidak sadar, kegagalan
    pernafasan dan akan meninggal bila pemajanan
    berlangsung lebih dari 1 jam. Darah
    mengandung 50 – 90% carboxyhemoglobine
TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2860
posted:3/20/2011
language:Indonesian
pages:22