Docstoc

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyebab Kecelakaan Kerja Di Pt Perkebunan Nusantara Vii (Persero) Pagaralam

Document Sample
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyebab Kecelakaan Kerja Di Pt Perkebunan Nusantara Vii (Persero) Pagaralam Powered By Docstoc
					ABSTRAK

FAKTOR-FAKTOR             YANG        BERHUBUNGAN           DENGAN PENYEBAB
KECELAKAAN KERJA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII (PERSERO)
PAGARALAM
(xvii + 93 halaman, 17 tabel, 15 grafik, 3 gambar, 9 lampiran)

ABSTRAK
        Di tempat kerja terdapat dua kemungkinan sumber utama bahaya potensial yaitu
higiene perusahaan dan keselamatan kerja. Apabila kondisi potensial dari kondisi bahaya
tersebut dapat diminimalkan atau dieliminasi, pekerja dapat lebih leluasa mewujudkan
tanggung jawab masyarakat yang sehat dan bebas dari kecelakaan kerja.
        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya
kecelakaan kerja di PT. Perkebunan Nusantara VII (Persero) Pagaralam dalam rangka
mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bersifat Cross Sectional dengan
menggunakan data primer dan melalui kuesioner yang disebarkan kepada perusahaan dan
karyawan setempat. Data sekunder didapat dari pencatatan dan pelaporan Puskesbun PT.
Perkebunan Nusantara VII (Persero) Pagaralam yang menyangkut profil perusahaan, data
kecelakaan kerja dari tahun 2004 – Maret 2009 serta data lainnya yang menunjang
penelitian ini. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan
grafik kemudian dianalisis dan diinterpretasikan.
        Hasil pengisian kuesioner didapat bahwa pada tahun 2009 dari 89 responden,
proporsi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja adalah sebesar 24,7%. Dari 24,7%
tersebut proporsi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja yang berusia muda adalah
sebesar 57,1 %, pekerja yang memiliki masa kerja baru adalah sebesar 83,3%, pekerja
yang memiliki pengetahuan kurang tentang K3 adalah sebesar 37,5%, pekerja dengan
tingkat pendidikan rendah adalah sebesar 29,7%, pekerja perempuan adalah sebesar
39,5%, pekerja pada bagian pabrik pengolahan teh adalah sebesar 44%, dan pekerja
dengan shift kerja malam adalah sebesar 40%.
        Dalam rangka mengurangi terjadinya kecelakaan kerja diperlukan kerjasama baik
dari pihak perusahaan maupun dari pekerja sendiri agar pencegahan dan pengendalian
kecelakaan di tempat kerja menjadi efektif. Untuk mencapai hal tersebut perlu adanya
pemberian pendidikan dan pelatihan K3 secara berkala di setiap unit kerja, peningkatan
upaya penyuluhan yang berupa briefing sebelum bekerja baik bagi pekerja tetap maupun
kontraktor, dan penyediaan APD yang nyaman dan aman.
Daftar pustaka : 30 (1981 – 2009)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:875
posted:3/20/2011
language:Indonesian
pages:1