Docstoc

Faktor-faktor yang berhubungan dengan keterampilan kader posyandu dalam menginterpretasikan hasil penimbangan pada KMS balita di wilayah kerja Puskesmas Payakabung Kabupaten Ogan Ilir tahun 2009

Document Sample
Faktor-faktor yang berhubungan dengan keterampilan kader posyandu dalam menginterpretasikan hasil penimbangan pada KMS balita di wilayah kerja Puskesmas Payakabung Kabupaten Ogan Ilir tahun 2009 Powered By Docstoc
					ABSTRAK

Faktor-faktor yang berhubungan dengan keterampilan kader posyandu dalam
menginterpretasikan hasil penimbangan pada KMS balita di wilayah kerja
Puskesmas Payakabung Kabupaten Ogan Ilir tahun 2009.
(xvi + 57 Halaman, 14 Tabel, 5 Gambar, 5 Lampiran)

        Keterampilan kader posyandu merupakan salah satu keberhasilan dari sistem
pelayanan di posyandu. Keterampilan kader posyandu adalah teknik yang dimiliki oleh
kader dalam memberikan pelayanan berdasarkan kemampuan dan standar pelayanan
yang telah ditetapkan. Tingkat pendidikan, Tingkat pengetahuan dan pelatihan yang
pernah diikuti adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, keaktifan kader
posyandu, dan pelatihan kader posyandu dengan keterampilan kader posyandu dalam
menginterpretasikan hasil penimbangan pada KMS balita.
        Jenis penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan desain cross sectional.
Penelitian ini dilakukan pada kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Payakabing
Kabupaten Ogan Ilir. Responden penelitian ini adalah kader posyandu yang berjumlah 43
orang. Data dianaliosis dengan uji chi square pada ά = 0,05.
        Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,8 % kader posyandu di wilayah kerja
Puskesmas Payakabung dalam kategori tidak terampil. Hasil uji statistik menunjukkan
bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan kader (P value = 0,030), tingkat
pengetahuan kader (p value = 0,008), dan pelatihan kader (p value = 0,011), dengan
keterampilan kader posyandu dalam menginterpretasikan hasil penimbangan pada KMS
balita, sedangkan keaktifan kader tidak terdapat hubungan dengan keterampilan kader
posyandu dalam menginterpretasikan hasil penimbangan pada KMS balita (p value =
0,112).
        Disarankan untuk mengirim kader posyandu yang belum pernah dilatih atau
jarang mengikuti pelatihan kader posyandu pada pelatihan kader posyandu. Kepada
petugas kesehatan untuk dapat meningkatka frekuensi kunjungannya ke posyandu dan
memberikan pembinaan kepada kader posyandu, agar pengetahuan dan keterampilan
semakin meningkat.

D aftar Pustaka : 17 (2000 – 2008)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:832
posted:3/20/2011
language:Indonesian
pages:1