resep telur asin by encrust823

VIEWS: 3,283 PAGES: 12

									Telur Asin Rasa Bawang?

Telur asin merupakan lauk yang cukup akrab dan ekonomis bagi kebanyakan orang. Apalagi di saat sekarang, di mana
harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi sehingga telur asin menjadi salah satu lauk alternatif bagi sebagian
orang. Mengapa? karena harganya yang terjangkau, bergizi dan praktis sebab tidak perlu memasaknya lagi. Oleh
karena itu membuat telur asin bisa menjadi alternatif bagi kita untuk memulai berwirausaha sendiri.

Sebagaimana yang kita ketahui, telur asin adalah telur bebek yang rasanya asin. Tetapi, telur asin rasa bawang
mungkin baru kali pertama anda dengar. Nah, dengan inovasi ini diharapkan orang menjadi tertarik kepada produk
telur asin yang tidak biasa ini. Sebenarnya cara pembuatan telur asin rasa bawang sangat sederhana dan sama
dengan membuat telur asin biasa, bedanya hanya adanya penambahan parutan bawang putih ke media rendaman
telur selain garam.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat telur asin rasa bawang :



Telur bebek …………..10 butir
Bubuk bata atau abu …. 1,5 kg
Garam kasar ………….. 300 gr
Bawang putih ………… 50 gr
Air ……………….. …. secukupnya
Proses pembuatan :

Berikut ini cara pembuatan telur asin bawang :

    1. Cucilah telur agar bersih dari kotoran bebek
    2. Campurkan bubuk bata atau abu dengan garam dan parutan bawang putih hingga tercampur rata sebagai
       media telur. Untuk penambahan parutan bawang putih, makin banyak jumlah yang ditambahkan makin
       berasa bawang putihnya kelak
    3. Tambahkan air secukupnya pada media hingga jika media ditempelkan pada telur bisa menempel dengan
       baik
    4. Rendamlah semua telur dalam media hingga tertutup rata atau balutlah tiap telur dengan media paling tidak
       selama 7 hari, karena lama perendaman berpengaruh terhadap rasa asin telur, makin lama direndam makin
       asin rasa telurnya.
    5. Setelah melalui proses perendaman, cucilah telur dari media hingga bersih kemudian rebuslah telur asin
       hingga matang. Setelah itu telur asin rasa bawang siap dipasarkan



Tips : Sebagiknya telur asin rasa bawang yang dipasarkan diberi stempel yang bertuliskan merk dagang dan alamat
produksi untuk memudahkan orang menghubungi anda jika ada yang tertarik dengan telur produksi anda. Selamat
mencoba, semoga sukses dalam berwirausaha.

Sumber : Majalah al-Mawaddah, dengan sedikit tambahan dari


Proses Pembuatan Telur Asin


Pada dasarnya proses pembuatan telur asin ini ada beberapa cara. Namun kebanyakan orang lebih memilih dengan
cara direndam atau di balut dalam adonan garam dicampur dengan serbuk bata merah, tanah liat, atau abu gosok.
Selain itu juga ada yang merendamnya dengan cairan teh bercampur dengan adonan garam.

Dalam hal ini kesemua cara tersebut bertujuan sama yaitu membuat telur itik menjadi telur yang berasa asin. Tetapi
ada juga yang mencoba membuat telur asin dengan ditambahkan rasa jahe, rasa jeruk, bahkan rasa cabai kedalam
larutan garamnya, sehingga rasa telur tersebut tidak hanya asin, melainkan berpadu dengan rasa lain yang telah
ditambahkan kedalam adonan garam tersebut.

Untuk lebih jelasnya kita ulas saja satu persatu tentang proses pembuatan telur asin ini.

A. Pemilihan Telur.
Untuk mengetahui secara pasti kondisi telur yang akan diasinkan, maka perlu dilakukan pemeriksaan sekaligus
pemilihan (sortasi). Namun, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa telur-telur yang akan diperiksa tersebut
merupakan telur yang belum pernah dierami sama sekali, sehingga kemungkinan adanya janin didalamnya dapat
dihindari. Disamping itu, harus dihindari juga penggunaan telur yang telah mengalami keretakan atau pecah kulit,
karena selama dalam perendaman putih telurnya akan menerobos keluar dan membuat larutan perendamannya
berbau busuk.

Pereiksaan dilakukan dengan memasuukan telur-telur tersebut kedalam suatu wadah atau bak plastik yang telah diisi
dengan air, kemudian mengamati posisi telur telur etrsebut didalam air. Telur yang melayang. harus segera
dipisahkan, sedangkan telur yang tengelam atau yang setengah melayang dibiarkan terendam beberapa saat
sehingga kotorannya mudah dibersihkan. Telur-telur yang baik tersebut, kemudian dicuci dengan sabun dan dibilas
dengan air hingga benar-benar bersih, serta ditiriskan.

Pemeriksaan telur bisa juga dilakukan seperti langkah-langkah berikut :
1. Kelompokkan telur berdasarkan tingkat kebersihannya. kemudian bersihkan mulai dari kelompok kotor kemudian
kelompok yang sangat kotor.
2. Telur yang kurang kotor dapat dibersihkan dengan kain/busa halus yang kering atau ampelas nomor 0. Telur yang g
kotor dan sangat kotor ditempatkan diwadah terpisah dan dibersihkan dengan cara merendamnya dalam air
detergen hangat selama 2 menit untuk melepaskan kotoran yang sudah mengering.
3. Teropong telur yang sudah kering. Perhatikan keutuhan kerabang, keadaan isi telur dan rongga udaranya. Pilihlah
telur yang kerabangnya utuh/tidak retak dan isi telur terlihat bersih serta memiliki rongga udara lebih kecil.

B. Membuat Adonan dan Larutan

Sebelum memulai proses pembuatan telur asin, kita buat adonan garam atau larutan garam terlebih dulu untuk
bahan pemeraman atau perendaman telur. Kalau kita baru pertama kali membuat telur asin, maka kita harus lebih
memperhatikan takaran media atau garam yang akan kita larutkan, agar rasa asin pada telur tidak kurang atau
berlebihan. Karena proses pembuatan telur asin ini bisa dilakukan dengan beberapa macam cara. maka kita akan
bahas satu persatu cara membuat adonan atau larutan ini.

1. Membuat Larutan Garam.

Proses pembutan larutan garam jebuh ini berfungsi sebagai larutan perendam telur. Proses ini harus didahulukan
karena membutuhkan waktu lama untuk mendinginkannya kembali.

Adapun proses pembuatannya diawali dengan memanaskan air hingga suhu tertentu (tidak perlu sampai mendidih)
yang sekiranya cukup dapat membantu proses pelarutan garam dan saltpeter. Kemudian masukkan garam dan
saltpeter, dan aduk hingga larut seleuruhnya. Selanjutnya angkat larutan garam jenuh tersebut dari perapian, dan
diamkan beberapa saat hingga menjadi dingin kembali.

2. Membuat Adonan Garam.

Karena media adonan yang akan dibuat ada 3 jenis, maka kita tentukan takarannya untuk masing-masing media.

a. Adonan 1 dengan media tanah liat.
Takarannya untuk telur ayam atau itik 30 butir, tanah liat 20 genggam, sekam padi 0,5 kg, gara 1 kg, air bersih
secukupnya.

b. Adonan 2 dengan media abu gosok atau abu dapur.
Untuk telur ayam atau itik sejunlah 30 butir, takarannya abu gosok 60 genggam, garam 1 kg, air bersih secukupnya.

c. Adonan 3 dengan media serbuk bata merah.
Dengan telur ayam atau itik yang berjumlah 30 butir, kita gunakan serbuk bata merah sebanyak 60 genggam, garam 1
kg, salpeter atau sendawa 50 gram, air bersih secukupnya dan sabun cuci secukupnya.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut.
1/ Salah satu bahan adonan (tanah liat, abu, atau serbuk batu merah), dicampur dengan garam dan salpeter sesuai
takaran yang telah ditentukan.
2/ Aduk adonan tersebut hingga tercampur merata.
3/. Kemudian tambahkan air sedikit demi seedikit sambil diaduk menjadi adonan yang kental agar dapat melekat
pada kulit telur.
Untuk mendapatkan tingkat kekentalan yang tepat, adonan dapat dicoba untuk ditempelkan pada kulit telur. Apabila
adonan tersebut dapat melekat dengan baik dan mudah, bararti tingkat kekentalannya telah tepat.

Dengan cara pemeraman ini, sebagian sebagian kecil (5%-10%) dari garam akan terserap kedalam telur. Oleh karena
itu, bila adonan pembalut akan dipergunakan lagi, maka perlu ditambahkan garam pada adonan tersebut sebanyak
5%-10% dari total berat garam semua.

Dalam pembuatan setiap adonan, kadar air yang dibutuhkan disesuaikan dengan tingkat kekeringan media. Makin
tinggi tingkat kekeringannya, maka makin banyak pula air yang diperlukan. Kebutuhan air dinyatakan cukup apabila
adonan sudah dapat menempel pada kulit telur. Adonan yang mendapat air dalam jumlah yang kurang ataupun
berlebihan, akan mengakibatkan adonan tidak dapat menempel pada kulit telur.

C. Proses Membuat Telur Asin.

Untuk membuat telur asin, kita harus tahu cara-caranya secara rinci. Setidaknya secara garis besar kita mengetahui
urutan pembuatan telur asin ini.

Adapun beberapa cara membuat telur asin yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang adalah sebagai berikut.

a. Perendaman dengan larutan garam.
Perendaman telur dilakukan selama 7-10 hari dalam larutan garam yang sudah didinginkan, agar menghasilkan telur
asin yang rasa asinnya cukup enak untuk dinikmati. Sebelum telur-telur dimasukkan kedalam wadah perendaman,
terlebih dahulu letakkan wadah tersebut ditempat yang aman dan rata, untuk menghindari retak atau pecahnya telur
pada saat proses perendaman.

b. Pemeraman dengan adonan garam.
Caranya adalah dengan membungkus telur menggunakan adonan garam. Usahakan agar tiap sisi memiliki tingkat
ketebalan yang sama, agar rasa asin yang meresap kedalam telur merata. Kemudian taruh dalam wadah dan
peramkan selama 7-10 hari. Setelah pemeraman dianggap cukup maka adonan pembungkus harus segera dilepas dari
telur tersebut, sehingga rasa asin pada telur tidak berlebihan. Meresapnya larutan garam kedalam telur
memperngaruhi kualitas produk telur asin tersebut.

c. Perendaman dengan adonan garam.
Cara perendaman dengan adonan ini lebih mudah dibadningkan dengan cara pemeraman. Kita tinggal menyediakan
wadah, lalu tuangkan sedikit adonan kedalam wadah tersebut sebagai lapisan bawah dan ratakan. Kemudian letakkan
telur-telur yang sudah bersih diatas lapisan adonan, dengan memberikan jarak antara telur. Setelah itu timbunlah
telur-telur tersebut dengan adonan yang masih tersisa sampai rata menutupi semua telur. Biarkan telur terendam
adonan garam selama 7-10 hari. Dalam perendaman ini adonan yang dibuat haruslah lebih banyak daripada untuk
pemeraman, karena telur harus tertutup rapat dengan adonan.

Pemanenan

Setelah dirasa [erendaman atau pemeraman cukup waktunya (+/- 7-10 hari ). segera bongkar adonan pembalut pada
telur. Agar tidak merusak telur pada saat pengbongkaran adonan pembalut, sebaiknya tambahkan sedikit air hingga
adonan yang kering menjadi sedikit basah dan gembur. Dengan demikian, adonan dapat dibongkar dengan lebih
mudah dan aman. Setelah itu, pisahkan telur yang kulitnya retak atau memperlihatkan tanda-tanda kebusukan.
Simpan telur yang baik ditempat yang dingin atau bisa langsung direbus. Jika telur hendak dipasarkan, biasanya sisa-
sisa adonan yang menempel tidak di bersihkan semua untuk membedakan dengan telur tawar yang masih mentah.

Perebusan

Bila telur asin hendak dipasarkan dalam keadaan matang, maka perebusan dapat langsung dilakukan. Cuci dahulu
telur asin yang hendak direbus hingga bersih. Untuk mncegah retak atau pecahnya telur dalam proses perebusan ini,
sebaiknya dilakukan cara perebusan seperti berikut ini.
a. Masukkan telur dalam panci perebus yang telah diisi dengan air secukupnya.
b. Panaskan dengan api kecil, usahakan agar air perebus menjadi panas namun tidak mendidih (+/- 30 menit).
c. Selanjutnya, api dapat dibesarkan hingga air mendidih.

Hal ini dilakukan agar putih telur menjadi matang atau mengental terlebih dahulu sebelum mematangkan semua isi
telurnya. Sehingga benturan-benturan yang terjadi selama perebusan, tidak akan menyebabkan retak atau pecahnya
telur-telur asin tersebut.

Untuk telur asin matang dari hasil perendaman dengan larutan garam jenuh, biasanya memiliki putih telur yang
berlubang-lubang (keropos)
Telur asin yang dihasilkan baik dari cara perendaman dengan larutan jenuh, melalui pemeraman, atau perendaman
dengan adonan media garam, memiliki hasil yang berbeda-beda baik rasa maupun warnanya. Demikian juga dengan
jenis telur dan juga tebal atau tipisnya kulit telur yang mempengaruhi daya serap telur terhadap laritan garam
sehingga memberikan hasil yang berbeda pula.

TIPS Khusus Membuat Telur Asin.

Dalam telur asin terdapat kandungan gizi seperti protein, karbohidrat dan mineral beberapa kali lebih besar
dibanding telur ituk tawar.

Ciri Telur Asin Rebus Yang Baik adalah :
Memiliki kuning telur berwarna kuning cerah dan berminyak. Dan posisi kuning telur berada ditengah-tengah, bukan
dipinggir juga tidak banyak terdapat rongga. Simak baik-baik tips untuk proses membuat telur asin.

A. Direndam dalam larutan teh.
Setelah jadi telur asin mentah biasanya langsung dicuci dan direbus hingga matang. Namun ada juga sebagian orang
yang merendam telur pada larutan teh terlebih dahulu sebelum telur asin mentah tersebut direbus. Bahkan kalau
mungkin perendaman dilakukan selama 4-8 hari.

Biasanya telur asin yang sudah matang dapat bertahan selama 2-3 minggu. Namun jika hal ini dilakukan keawetan
telur asin dapat mencapai hingga 6 minggu.

Penggunakan ekstrak daun teh ini bertujuan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-
pori telur serta memberikan warna coklat muda yang menarik. Juga aroma telur asin yang dihasilkan akan lebih
disukai konsumen.

B Telur Asin dengan Berbagai Aroma.

Dalam khalayak umum sudah pernah ada yang bereksperimen membuat telur asin dengan membubuhi berbagai
macam aroma dan rasa, seperti telur asin rasa jahe, cabe, juga jeruk.

Penelitian yang dilakukan adalah memberikan campuran ekstrak jahe, cabe, atau jeruk kedalam larutan garam jenuh
untuk merendam telur itik.

Cara membuat ekstrak jahe tersebut adalah dengan mengupas bersih jahe, kemudian diblender dengan air
secukupnya, lalu disaring dan jadikan ekstrak jahe. Hal yang sama dapat dilakukan untuk membuat ekstrak rasa
lainnya.

Kemudian ekstrak inilah yang akan dicampurkan kedalam larutan garam jenuh yang sudah dingin, lalu diaduk rata.
Kemudian rendam telur itik kedalam larutan tersebut selama 7-10 hari. Langkah selanjutnya sama seperti pada
pembuatan telur asin biasa.

Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penyampuran ekstrak rasa kedalam larutan garam jenuh untuk
merendam telur hanya akan mempengaruhi rasa asin dari telur tersebut, namun tidak mempengaruhi warna baik
putih maupun kuning telurnya.

Jadi bila kita menambahkan ekstrak jahe maka rasa asin telur akan bercampur dengan rasa jahe begitu pula untuk
ekstrak rasa yang lain. Sehingga kita bisa membuat sendiri telur asin rasa jahe, telur asin rasa pedas, dan telur asin
rasa jeruk.

Nah silakan mencoba dengan tip-tips kami ini /no1



Salah satu pilihan bahan pangan adalah telur. Telur merupakan pilihan bahan pangan yang sarat gizi yang diperlukan
untuk kehidupan yang sehat. Zat-zat gizi yang ada pada telur, sangat mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh.

Hasil penelitian mendapatkan, sebutir telur mempunyai kegunaan protein 100% dibandingkan daging ayam (80%)
dan susu (75%), di mana komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang.

Telur itik merupakan telur dengan kandungan gizi yang lebih tinggi dari yang lainnya. Salah satu olahan dari telur itik
adalah telur asin. Kandungan kalsium telur asin meningkat 2,5 kali setelah pengasinan. Tingginya nilai gizi dan rasa
yang khas menyebabkan telur asin banyak diminati masyarakat.

Hal itu menjadi peluang yang cukup besar bagi mahasiswa, khususnya di daerah Yogyakarta, kota pelajar. Kini,
tingginya tingkat kebutuhan mahasiswa, persaingan hidup, menuntut mahasiswa untuk hidup lebih mandiri.

Didukung dengan sumber daya bahan utama, banyaknya permintaan konsumen serta dengan banyak mencari
referensi/pustaka, memunculkan gagasan sekelompok mahasiswa jurusan pendidikan matematika FMIPA UNY yaitu
Mulyadi, Kareka Ananda, Agus Suratna, Asri Kusumaning M dan Alianingsih untuk mencoba membuka peluang usaha
dengan memproduksi telur asin bakar aneka dengan 4 macam aroma yaitu rasa bawang, cabe, jahe dan aroma sup.

Menurut Mulyadi, aroma yang bervariasi itu dapat mengatasi kejenuhan konsumen terhadap aroma telur asin biasa
yang amis. Sedangkan dengan dibakar, maka telur asin akan lebih tahan lama. Telur asin merupakan salah satu bahan
pangan olahan dari telur itik, yang diawetkan dengan cara pengasinan.

Pembuatan telur asin dengan cara merendam dalam larutan garam jenuh sangat mudah dan praktis. Sedangkan
pembuatan telur asin dengan menggunakan adonan garam prosesnya lebih rumit, tetapi akan menghasilkan telur
asin yang jauh lebih bagus mutunya, warna lebih menarik, dan cita rasa lebih enak.

"Proses pembuatan telur asin saat ini sudah mengalami banyak inovasi sehingga menghasilkan variasi-variasi baru
telur asin. Telur asin bakar didapat dengan memanggang telur asin rebus dalam oven selama 2 jam," katanya.

Ditambahkan oleh Kareka, telur asin beraroma diperoleh dengan menambahkan ekstrak aroma alami dalam
rendamannya. Agar rasanya lebih nikmat dapat juga ditambahkan kapur atau asap cair dalam adonan garamnya.
Dalam proses pembuatannya, garam berfungsi sebagai pencipta aroma asin dan sekaligus bahan pengawet karena
dapat mengurangi kelarutan oksigen, menghambat kerja enzim proteolitik, dan menyerap air dari dalam telur.

Berkurangnya kadar air menyebabkan telur menjadi lebih awet. Garam akan masuk ke dalam telur dengan cara
merembes ke pori-pori kulit, menuju ke bagian putih, dan akhirnya ke kuning telur. Garam mula-mula akan diubah
menjadi ion natrium dan ion chlor. Ion chlor itulah yang sebenarnya berfungsi sebagai bahan pengawet, dengan
menghambat pertumbuhan mikroba pada telur.

Sedangkan menurut Agus, makin lama dibungkus dengan adonan, makin banyak garam yang merembes masuk ke
dalamnya, sehingga telur menjadi awet dan asin. Proses pembuatannya pertama kali diracik ekstrak bumbu beraneka
rasa sesuai aroma yang dikehendaki yaitu rasa jahe, bawang, cabai dan aroma sup.

Cara membuat ekstrak jahe yaitu 20 gram jahe dikupas bersih dan dicampur 20 mililiter air, diblender sampai halus,
lalu disaring hingga diperoleh larutan/ekstrak jahe. Membuat ekstrak bawang yaitu 20 gram bawang dikupas bersih,
dicampur air 20 mililiter, diblender sampai halus, lalu disaring hingga diperoleh larutan/ekstrak bawang.

Sedangkan membuat ekstrak cabai yaitu 20 gram cabai dicuci bersih, dicampur 20 mililiter air, diblender sampai
halus, lalu disaring, hingga diperoleh larutan/ekstrak cabai. Kemudian untuk ekstrak aroma sup yaitu 20 gram bawang
merah dan 20 gram bawang putih dikupas, cuci bersih, ditumbuk dengan merica, ditambahkan sedikit air, lalu
disaring.

Dikatakan oleh Humas FMIPA UNY Dedy Herdito MM, memilih telur asin berkualitas harus dengan kriteria tidak retak,
besar, masih segar, warna cangkang hijau muda, sebaiknya berasal dari itik umbaran yang dipelihara di alam terbuka.
Telur itik diamplas, agar pori-pori cangkang terbuka lalu diolesi dengan adonan garam yang terdiri atas campuran
garam, batu bata halus, abu, sendawa, serta air secukupnya.

Adonan dibagi menjadi 4 macam dan dimasukkan di ember bertutup yang diberi ekstrak aroma. Telurnya direndam
dalam tiap ember masing-masing. Diamkan selama 7-10 hari hingga rasa dan aroma meresap sempurna ke dalam
telur itik tadi. Setelah 10 hari dibilas bersih dan ditata dalam dandang untuk direbus selama 6 jam di atas api sedang.
Setelah didinginkan panggang dengan oven selama 2 jam dan telur asin beraroma siap dikonsumsi.

Diakuinya untuk membuat telur asin bakar berbagai macam aroma ini membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan.
Dirinya pun mengaku, mendapatkan dana dari Dikti sebesar Rp2 juta untuk penggarapannya.

Lebih lanjut, Mulyadi mengatakan, telur asin beraroma ini dijualnya dengan harga Rp2.000. Dari hasil produksi, besar
laba setiap penjualan di antaranya adalah untuk telur asin bakar biasa menghasilkan laba Rp64 setiap butirnya,
sedangkan untuk telur asin bakar beraroma menghasilkan laba Rp269 setiap butirnya.

“Untuk yang paling diminati adalah telur asin rasa bawang karena aroma dan rasanya benar-benar terasa,”
tambahnya.
Ada pula di Bandung, Heno Taryana adalah orang yang sangat beruntung. Niatnya untuk menekuni usaha hanya coba-
coba, tapi pada akhirnya ia menuai sukses. Ia mampu menjadi pengusaha telur asin yang berhasil di Bandung, yang
notabene bukan sentra produsen telur asin.

Bakat wirausaha yang diwarisi dari orang tuanya begitu kuat. Pekerjaannya sebagai staf produksi di pabrik tekstil di
Bandung ditinggalkannya demi melanjutkan usaha telur asin yang dirintis orang tuanya. Tekadnya terutama ingin
memajukan usaha keluarga, di samping ia merasa tidak cukup bila hanya mengandalkan ijazah SMA-nya saja untuk
membangun masa depan keluarganya.

Tepatnya, pada tahun 1997 ia mulai menghidupkan kembali usaha telur asin milik orang tuanya. Usaha itu konon
nyaris tidak beroperasi karena sulitnya mendapatkan pinjaman, juga sulitnya mendapat telur bebek dari peternak
serta bahan dasar lainnya.

Heno memulai usahanya dengan modal pesangon dari perusahaan sebesar Rp 200.000. Awalnya, dengan
kemampuan yang ada, Heno hanya sanggup memproduksi telur asin sebanyak 30 butir. Namun, berkat keuletan dan
ketabahannya untuk mengembangkan usaha, akhirnya per hari Heno mampu memproduksi telur asin sebanyak 1.000
hingga 1.500 butir, tergantung ketersediaan telur bebek di pihak para peternak.

Dari lima bersaudara, hanya Heno yang meneruskan usaha keluarganya. Ini karena sejak kecil, dialah yang selalu
mendampingi dan membantu kedua orang tuanya dalam proses pembuatan dan pemasaran telur asin ke berbagai
pasar yang ada di Bandung. Heno kini memiliki seorang anak laki-laki, Muiz Ilma Tarmizi (4,5) dari hasil pernikahannya
dengan Yanti Hanifah (25).

Saat dijumpai di kediamannya yang setengah bangunannya dijadikan tempat untuk memproduksi telur asin di Jalan
Sekar Wangi RT 01/01 Kp Sekar Wangi Desa Sekarwangi, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Heno
memaparkan awal upayanya merintis kembali usaha telur asin.

Upayanya merintis kembali usaha yang berlabel Telor Asin Lancar, yang telah ditinggalkan kedua orang tuanya itu,
antara lain juga karena orang tuanya telah berusia lanjut. Produksi awalnya hanya 10 hingga 30 butir telur saja per
hari. Ia menjualnya hanya kepada warung-warung terdekat di rumahnya. Kemudian, karena jumlah permintaan setiap
harinya semakin besar, produksi terus ditingkatkan hingga akhirnya kini mencapai 1.000 hingga 1.500 butir per hari.

Telur asin yang diproduksinya kini untuk memenuhi permintaan dari pasar-pasar besar di Kota Bandung dan
sekitarnya, seperti Pasar Dulatif, Andr, Ciroyom, serta beberapa pasar yang ada di kabupaten. Malahan, ada pula
beberapa langganan yang memesan khusus untuk dibawa ke luar negeri seperti ke Australia. Mereka rutin membawa
telur asin produksinya, sebab selain pulen karena berminyak di bagian kuningnya, juga tidak terlalu asin. Telur asin
yang diproduksinya bisa bertahan hingga 15 hari. Hal ini karena cara pengelolaannya harus apik.

“Telur asin kami bisa bertahan lama hingga 15 hari, karena kami mencari kualitas telur bebek yang bagus dari para
pengangon yang selalu mencari tempat di mana ada sawah yang sedang dipanen, di situlah bebek-bebek mereka
disebar. Selain itu, kualitas garam dan abu juga harus baik, agar hasilnya menjadi telur asin yang super,” kata Heno.

Heno kini telah mampu mempekerjakan enam karyawan, yang berasal dari lingkungan keluarganya serta dua tenaga
lepas yang diambil dari tetangga terdekatnya. Sedangkan label yang ditempelkan di telur asin produksinya, namanya
pemberian dari almarhumah ibunya. Menurut Heno, ibunya memberikan label “Telor Asin Lancar” pada telurnya
dengan harapan produksi telur asin anaknya bisa terus lancar hingga turun-temurun.

Heno menjelaskan keuntungan dari memproduksi telur asin tidak terlalu besar, karena dari telur bebek mentah yang
dibelinya per butir seharga Rp 650 untuk ukuran kecil dan Rp 700 untuk ukuran besar per butirnya. Rata-rata per
butirnya hanya mendapatkan keuntungan sekitar Rp 300, keuntungan tersebut belum dipotong biaya produksi dan
gaji karyawan.

Heno mengakui, untuk ukuran telur asin berukuran besar per butirnya dijual ke pelanggan Rp 1.000, untuk ukuran
kecil Rp 900. Saat ini usahanya sudah mulai keteteran untuk mendapatkan telur bebek mentah, abu dan garam,
karena harganya kian hari kian melonjak. Selain itu, untuk mengukus telur asin yang sudah di-peuyeum (diperam)
selama 9-12 hari dengan dibalut adonan abu mengandung garam, sudah tidak lagi menggunakan minyak tanah, tapi
menggunakan kayu bakar. “Jika masih menggunakan minyak tanah, biaya operasional kami habis tersedot.
Sedangkan harga telur asin di pasaran sulit dinaikkan karena persaingannya sangat ketat,” tutur dia.

Untuk membuat telur asin berkualitas super, diawali dengan melakukan ketrek atau memilih telur yang bagus. Untuk
produksinya, dengan cara mendapatkan telur bebek, ia mengejar di mana terdapat pengangon bebek biasanya,
mencari tempat-tempat di mana ada daearah yang sedang panen. Terkadang, untuk mendapatkan telor tersebut
kami sudah mengontrak pengangon dengan membayar uang terlebih dahulu. Misanya untuk 1.000 telur kami
membayar uang dimuka, sehari kemudian dan selanjutnya kami mengejar penganggon tersebut. Karena telur bebek
hasil anggon lebih baik kualitasnya daripada telur bebek ternak.

Untuk membuat telur asin sebanyak 1.500 butir dibutuhkan bahan dasarnya 30 kg abu dari pembakaran kulit padi,
serta 10 kg garam kasar. Abu dan garam ditambah air diaduk hingga menjadi seperti adonan tanah liat. Setelah itu
satu per satu telur dibungkus adonan, kemudian disimpan atau diperam selama 9 hingga 12 hari. Satelah selesai di-
peuyeum kemudian dicuci hingga bersih, dan direbus hingga empat jam. Proses pembuatan tersebut rata-rata sekitar
10 persen hasilnya tidak sempurna karena mengalami pecah dan retak-retak. Tapi, telur asin yang retak masih saja
bisa dijual dengan harga yang mutah atau ditukar dengan telur bebek yang mentah atau barter dengan bahan dasar
pembuatan telur asin seperti garam di pasar.

Dari hasil wirausaha yang digelutinya selama 10 tahun ini, selain telah mampu membeli tanah dan bangunan yang
luasnya tujuh tumbak dan sekarang ini ditempati untuk rumah tinggal dan perusahannya. Selain itu, kini juga telah
mampu membeli beberapa unit kendaran roda dua untuk membawa telur asin produksinya ke pasar. Dia juga telah
memeliki sebanyak 170 ekor bebek yang pemeliharaannya dipercayakan kepada pengangon bebek. “Saya beli bebek
agar sewaktu-waktu bila telor dari pengangon sulit didapat, masih ada cadangan telor dara bebek peliharaan saya,”
cetus dia.

Kini yang dibutuhkan oleh Heno agar usahanya tetap berjalan adalah suntikan dana, baik dari pemerintah maupun
dari perbankan. Sebab, jika tidak ada suntikan modal maka usahanya berjalan apa adanya. Modal yang dimiliknya
terkadang tidak berputar karena mengendap di para pengangon. Jika bebek-bebeknya tidak bertelur akibat tidak ada
sawah yang panen, uang tersebut mengendap di mereka.

Pernah, tiga tahun yang lalu ia mendapatkan suntikan dana Rp 2 juta dari salah satu perusahaan obat-obatan, namun
semakin berkembangnya zaman, modal pun harus ditambah. Selain itu, ia juga pernah mendapatkan bantuan
berbentuk peralatan dari Pemkab Bandung berupa teknologi tepat guna (TTG), tempat untuk pengasinan dari bahan
dasar stainlessteel yang menampung 1.000 butir telur.

Namun hasilnya tidak bagus. Sebab, alat itu membuat telur-telur retak dan daya serap garamnya tidak maksimal.
Karena, sistemnya telur direbus dengan air garam, sedangkan cara yang baik untuk membuat telur asin adalah
dengan cara konvensional, bukan dengan cara modern. “Hingga kini alatnya tidak kami pakai dan masih tersimpan di
gudang,” jelas Heno. Telur asin bakar dengan rasa. (fn/sm/sh/bm)

yang pertama pilih telur bebek kampung...soalny kalo telur dari bebek yg dikasih pakan ransum, hasil telur asinny g
bagus...
yang kedua telur dicuci kemudian ditipiskan kulitny dengan diamplas...pelan2 ajah...jangan mpe pecah...
yang ketiga direndam dengan larutan garam yang dah dicampur essens strawberry...tunggu min 2 minggu baru
dikukus...

lebih enak kalo ngrendamny 1 bulan...
TELUR ASIN ANEKA RASA - ZUKAZUKA

A. Pemilihan Telur.

Untuk mengetahui secara pasti kondisi telur yang akan diasinkan, maka perlu dilakukan pemeriksaan sekaligus
pemilihan (sortasi). Namun, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa telur-telur yang akan diperiksa tersebut
merupakan telur yang belum pernah dierami sama sekali, sehingga kemungkinan adanya janin didalamnya dapat
dihindari. Disamping itu, harus dihindari juga penggunaan telur yang telah mengalami keretakan atau pecah kulit,
karena selama dalam perendaman putih telurnya akan menerobos keluar dan membuat larutan perendamannya
berbau busuk.

Pereiksaan dilakukan dengan memasuukan telur-telur tersebut kedalam suatu wadah atau bak plastik yang telah diisi
dengan air, kemudian mengamati posisi telur telur etrsebut didalam air. Telur yang melayang. harus segera
dipisahkan, sedangkan telur yang tengelam atau yang setengah melayang dibiarkan terendam beberapa saat
sehingga kotorannya mudah dibersihkan. Telur-telur yang baik tersebut, kemudian dicuci dengan sabun dan dibilas
dengan air hingga benar-benar bersih, serta ditiriskan.

Pemeriksaan telur bisa juga dilakukan seperti langkah-langkah berikut :
1. Kelompokkan telur berdasarkan tingkat kebersihannya. kemudian bersihkan mulai dari kelompok kotor kemudian
kelompok yang sangat kotor.
2. Telur yang kurang kotor dapat dibersihkan dengan kain/busa halus yang kering atau ampelas nomor 0. Telur yang g
kotor dan sangat kotor ditempatkan diwadah terpisah dan dibersihkan dengan cara merendamnya dalam air
detergen hangat selama 2 menit untuk melepaskan kotoran yang sudah mengering.
3. Teropong telur yang sudah kering. Perhatikan keutuhan kerabang, keadaan isi telur dan rongga udaranya. Pilihlah
telur yang kerabangnya utuh/tidak retak dan isi telur terlihat bersih serta memiliki rongga udara lebih kecil.

B. Membuat Adonan dan Larutan

Sebelum memulai proses pembuatan telur asin, kita buat adonan garam atau larutan garam terlebih dulu untuk
bahan pemeraman atau perendaman telur. Kalau kita baru pertama kali membuat telur asin, maka kita harus lebih
memperhatikan takaran media atau garam yang akan kita larutkan, agar rasa asin pada telur tidak kurang atau
berlebihan. Karena proses pembuatan telur asin ini bisa dilakukan dengan beberapa macam cara. maka kita akan
bahas satu persatu cara membuat adonan atau larutan ini.

1. Membuat Larutan Garam.

Proses pembutan larutan garam jebuh ini berfungsi sebagai larutan perendam telur. Proses ini harus didahulukan
karena membutuhkan waktu lama untuk mendinginkannya kembali.

Adapun proses pembuatannya diawali dengan memanaskan air hingga suhu tertentu (tidak perlu sampai mendidih)
yang sekiranya cukup dapat membantu proses pelarutan garam dan saltpeter. Kemudian masukkan garam dan
saltpeter, dan aduk hingga larut seleuruhnya. Selanjutnya angkat larutan garam jenuh tersebut dari perapian, dan
diamkan beberapa saat hingga menjadi dingin kembali.

2. Membuat Adonan Garam.

Karena media adonan yang akan dibuat ada 3 jenis, maka kita tentukan takarannya untuk masing-masing media.

a. Adonan 1 dengan media tanah liat.
Takarannya untuk telur ayam atau itik 30 butir, tanah liat 20 genggam, sekam padi 0,5 kg, gara 1 kg, air bersih
secukupnya.

b. Adonan 2 dengan media abu gosok atau abu dapur.
Untuk telur ayam atau itik sejunlah 30 butir, takarannya abu gosok 60 genggam, garam 1 kg, air bersih secukupnya.

c. Adonan 3 dengan media serbuk bata merah.
Dengan telur ayam atau itik yang berjumlah 30 butir, kita gunakan serbuk bata merah sebanyak 60 genggam, garam 1
kg, salpeter atau sendawa 50 gram, air bersih secukupnya dan sabun cuci secukupnya.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut.
1/ Salah satu bahan adonan (tanah liat, abu, atau serbuk batu merah), dicampur dengan garam dan salpeter sesuai
takaran yang telah ditentukan.
2/ Aduk adonan tersebut hingga tercampur merata.
3/. Kemudian tambahkan air sedikit demi seedikit sambil diaduk menjadi adonan yang kental agar dapat melekat
pada kulit telur.

Untuk mendapatkan tingkat kekentalan yang tepat, adonan dapat dicoba untuk ditempelkan pada kulit telur. Apabila
adonan tersebut dapat melekat dengan baik dan mudah, bararti tingkat kekentalannya telah tepat.

Dengan cara pemeraman ini, sebagian sebagian kecil (5%-10%) dari garam akan terserap kedalam telur. Oleh karena
itu, bila adonan pembalut akan dipergunakan lagi, maka perlu ditambahkan garam pada adonan tersebut sebanyak
5%-10% dari total berat garam semua.

Dalam pembuatan setiap adonan, kadar air yang dibutuhkan disesuaikan dengan tingkat kekeringan media. Makin
tinggi tingkat kekeringannya, maka makin banyak pula air yang diperlukan. Kebutuhan air dinyatakan cukup apabila
adonan sudah dapat menempel pada kulit telur. Adonan yang mendapat air dalam jumlah yang kurang ataupun
berlebihan, akan mengakibatkan adonan tidak dapat menempel pada kulit telur.

C. Proses Membuat Telur Asin.

Untuk membuat telur asin, kita harus tahu cara-caranya secara rinci. Setidaknya secara garis besar kita mengetahui
urutan pembuatan telur asin ini.

Adapun beberapa cara membuat telur asin yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang adalah sebagai berikut.
a. Perendaman dengan larutan garam.
Perendaman telur dilakukan selama 7-10 hari dalam larutan garam yang sudah didinginkan, agar menghasilkan telur
asin yang rasa asinnya cukup enak untuk dinikmati. Sebelum telur-telur dimasukkan kedalam wadah perendaman,
terlebih dahulu letakkan wadah tersebut ditempat yang aman dan rata, untuk menghindari retak atau pecahnya telur
pada saat proses perendaman.

b. Pemeraman dengan adonan garam.
Caranya adalah dengan membungkus telur menggunakan adonan garam. Usahakan agar tiap sisi memiliki tingkat
ketebalan yang sama, agar rasa asin yang meresap kedalam telur merata. Kemudian taruh dalam wadah dan
peramkan selama 7-10 hari. Setelah pemeraman dianggap cukup maka adonan pembungkus harus segera dilepas dari
telur tersebut, sehingga rasa asin pada telur tidak berlebihan. Meresapnya larutan garam kedalam telur
memperngaruhi kualitas produk telur asin tersebut.

c. Perendaman dengan adonan garam.
Cara perendaman dengan adonan ini lebih mudah dibadningkan dengan cara pemeraman. Kita tinggal menyediakan
wadah, lalu tuangkan sedikit adonan kedalam wadah tersebut sebagai lapisan bawah dan ratakan. Kemudian letakkan
telur-telur yang sudah bersih diatas lapisan adonan, dengan memberikan jarak antara telur. Setelah itu timbunlah
telur-telur tersebut dengan adonan yang masih tersisa sampai rata menutupi semua telur. Biarkan telur terendam
adonan garam selama 7-10 hari. Dalam perendaman ini adonan yang dibuat haruslah lebih banyak daripada untuk
pemeraman, karena telur harus tertutup rapat dengan adonan.

Pemanenan

Setelah dirasa [erendaman atau pemeraman cukup waktunya (+/- 7-10 hari ). segera bongkar adonan pembalut pada
telur. Agar tidak merusak telur pada saat pengbongkaran adonan pembalut, sebaiknya tambahkan sedikit air hingga
adonan yang kering menjadi sedikit basah dan gembur. Dengan demikian, adonan dapat dibongkar dengan lebih
mudah dan aman. Setelah itu, pisahkan telur yang kulitnya retak atau memperlihatkan tanda-tanda kebusukan.
Simpan telur yang baik ditempat yang dingin atau bisa langsung direbus. Jika telur hendak dipasarkan, biasanya sisa-
sisa adonan yang menempel tidak di bersihkan semua untuk membedakan dengan telur tawar yang masih mentah.

Perebusan

Bila telur asin hendak dipasarkan dalam keadaan matang, maka perebusan dapat langsung dilakukan. Cuci dahulu
telur asin yang hendak direbus hingga bersih. Untuk mncegah retak atau pecahnya telur dalam proses perebusan ini,
sebaiknya dilakukan cara perebusan seperti berikut ini.
a. Masukkan telur dalam panci perebus yang telah diisi dengan air secukupnya.
b. Panaskan dengan api kecil, usahakan agar air perebus menjadi panas namun tidak mendidih (+/- 30 menit).
c. Selanjutnya, api dapat dibesarkan hingga air mendidih.

Hal ini dilakukan agar putih telur menjadi matang atau mengental terlebih dahulu sebelum mematangkan semua isi
telurnya. Sehingga benturan-benturan yang terjadi selama perebusan, tidak akan menyebabkan retak atau pecahnya
telur-telur asin tersebut.

Untuk telur asin matang dari hasil perendaman dengan larutan garam jenuh, biasanya memiliki putih telur yang
berlubang-lubang (keropos)
Telur asin yang dihasilkan baik dari cara perendaman dengan larutan jenuh, melalui pemeraman, atau perendaman
dengan adonan media garam, memiliki hasil yang berbeda-beda baik rasa maupun warnanya. Demikian juga dengan
jenis telur dan juga tebal atau tipisnya kulit telur yang mempengaruhi daya serap telur terhadap laritan garam
sehingga memberikan hasil yang berbeda pula.

TIPS Khusus Membuat Telur Asin.

Dalam telur asin terdapat kandungan gizi seperti protein, karbohidrat dan mineral beberapa kali lebih besar
dibanding telur ituk tawar.

Ciri Telur Asin Rebus Yang Baik adalah :
Memiliki kuning telur berwarna kuning cerah dan berminyak. Dan posisi kuning telur berada ditengah-tengah, bukan
dipinggir juga tidak banyak terdapat rongga. Simak baik-baik tips untuk proses membuat telur asin.

A. Direndam dalam larutan teh.
Setelah jadi telur asin mentah biasanya langsung dicuci dan direbus hingga matang. Namun ada juga sebagian orang
yang merendam telur pada larutan teh terlebih dahulu sebelum telur asin mentah tersebut direbus. Bahkan kalau
mungkin perendaman dilakukan selama 4-8 hari.
Biasanya telur asin yang sudah matang dapat bertahan selama 2-3 minggu. Namun jika hal ini dilakukan keawetan
telur asin dapat mencapai hingga 6 minggu.

Penggunakan ekstrak daun teh ini bertujuan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-
pori telur serta memberikan warna coklat muda yang menarik. Juga aroma telur asin yang dihasilkan akan lebih
disukai konsumen.

B Telur Asin dengan Berbagai Aroma.

Dalam khalayak umum sudah pernah ada yang bereksperimen membuat telur asin dengan membubuhi berbagai
macam aroma dan rasa, seperti telur asin rasa jahe, cabe, juga jeruk.

Penelitian yang dilakukan adalah memberikan campuran ekstrak jahe, cabe, atau jeruk kedalam larutan garam jenuh
untuk merendam telur itik.

Cara membuat ekstrak jahe tersebut adalah dengan mengupas bersih jahe, kemudian diblender dengan air
secukupnya, lalu disaring dan jadikan ekstrak jahe. Hal yang sama dapat dilakukan untuk membuat ekstrak rasa
lainnya.

Kemudian ekstrak inilah yang akan dicampurkan kedalam larutan garam jenuh yang sudah dingin, lalu diaduk rata.
Kemudian rendam telur itik kedalam larutan tersebut selama 7-10 hari. Langkah selanjutnya sama seperti pada
pembuatan telur asin biasa.

Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penyampuran ekstrak rasa kedalam larutan garam jenuh untuk
merendam telur hanya akan mempengaruhi rasa asin dari telur tersebut, namun tidak mempengaruhi warna baik
putih maupun kuning telurnya.

Jadi bila kita menambahkan ekstrak jahe maka rasa asin telur akan bercampur dengan rasa jahe begitu pula untuk
ekstrak rasa yang lain. Sehingga kita bisa membuat sendiri telur asin rasa jahe, telur asin rasa pedas, dan telur asin
rasa jeruk.

Nah silakan mencoba dengan tip-tips kami ini




Beberapa Macam Cara Membuat Telur Asin

Suatu hari ketika sedang blog walking, saya menemukan beberapa artikel menarik yang mungkin juga dapat
bermanfaat untuk anda. Bagi anda yang suka mengkonsumsi telur khususnya telur asin (termasuk saya), ada resep
dan tips untuk membuat telur asin made in tangan Anda sendiri. Resep dan tips ini boleh dan bisa anda coba karena
beberapa blogger kita juga pernah mencobanya bahkan dengan menggunakan telur ayam biasa.

Cara Pembuatan Telur Asin Dengan Cara Lama/Tradisional

Telur asin yang dikehendaki konsumen umumnya adalah yang rasa asinnya sedang (relatif), tidak berbau anyir dan
akan sangat menarik apabila kuning telurnya berwarna kuning tua dan sedikit berminyak. Untuk membuatnya,
mudah saja.

Beberapa bahan yang diperlukan untuk membuat telur asin sebanyak 100 butir misalnya, hanya diperlukan 1 ember
abu gosok, 1 ember tumbukan bata merah, 2 kg garam dapur dan 5 siung bawang putih (untuk menghilangkan bau
anyir).

Cara Pembuatan:

1. Telur itik yang masih segar (baru) dicuci bersih dengan sabun colek. Digosok-gosok dengan menggunakan sabut
kelapa.
2. Dibilas dengan air bersih dan ditiriskan. Kemudian dibilas lagi sampai bau sabunnya hilang sama sekali. Ditiriskan
dan dijemur sampai kulit telurnya kering.
3. Untuk adonan, abu gosok dicampur tumbukan bata merah dan garam dapur. Diberi air secukupnya, diaduk-aduk
sehingga adonan menjadimudah dibentuk. Bawang putih digerus harus dan dicampurkan pada adonan.
4. Telur segar yang sudah bersih dan kering kulitnya dibalut dengan adonan satu persatu. Disusun rapih pada ember
plastik. Disimpan pada tempat yang lembab selama 10 – 15 hari. Lama penyimpanan sangat berpengaruh terhadap
rasa telur asin, makin lama disimpan makin asin.
5. Setelah mencapai waktu yang ditetapkan, 0 hari misalnya. Maka balutan adonan dilepaskan, dicuci bersih dan
ditiriskan.
6. Kemudian direbus menggunakan panci terbuka (tidak ditutup) dengan api tidak terlalu besar. Perebusan yang baik
umumnya kurang-lebih selama 4 jam.
7. Telur yang sudah matang, diangkat dan ditiriskan. Maka telur asin tanpa bau anyir siap dihidangkan.

Cara Membuat Telur Asin ala Tupperware

Ada yang mengherankan dari beberapa artikel yang saya temukan, yaitu tempat yang di gunakan untuk membuat
telur asin itu adalah Tupperware.

(Tupperware adalah merek yang sudah terkenal di dunia dan mendapat tempat “terhormat” sebagai perlengkapan
rumah tangga berkualitas tinggi).

Mereka memberikan informasi kalau membuat telur asin dengan menggunakan batu bata yg dihancurkan kemudian
dicampur dg garam dan dibalutkan ke telur, Itu terlalu “Ribet”.

Resep asli untuk membuat telur asin ini ditulis oleh Arum Wijayanti – Semarang seperti berikut ini:

Bahan:

10 butir telor bebek mentah, cuci bersih dari kotoran yg menempel dikulitnya (beberapa blogger kita bahkan
mencoba menggunakan telur ayam).
1 liter/1000 ml air untuk merendam
12 sdm garam dapur (munjung alias penuh yaa...)
1 buah tupperware single deco

Cara Membuat:

1. Bersihkan telur bebek dengan di gosok / disikat hingga bersih pilih telur yang betul-betul bagus.
2. Siapkan wadahtupperware yg sudah dicuci bersih dan di lap bagian dalamnya, untuk menyimpan/memeram telur
bebek. (Beberapa blogger kita menggunakan Tupperware dengan type yang mereka punya yang ruangnya cukup
untuk merendam telur)
3. Tuangkan air kedalam wadah single deco lalu masukan garam dan aduk rata, sehingga menjadi larutan air garam.
4. Masukan telou bebek yang sudah bersih kedalam larutan tersebut.
5. Tutup dengan rapat wadah, lalu simpan ditempat yang kering.
6. Untuk telor dengan kadar keasinan rendah disimpan 1 minggu saja, untuk keasingan sedang disimpan selama 2
minggu dan bila ingin sampai “Masir” ( kuning telor sampai keluar minyaknya ) disimpan sampai 3 minggu/1 bulan.
Selanjutnya telur bisa direbus atau di buat masakan lain.

Pernah Mendengar Telur Asin Rasa Seafood, Rasa Buah, Rasa Bawang Dll?

Produk telur asin bisa dikembangkan dalam berbagai macam aroma dan rasa.
Cara pembuatannya cukup mudah. Ada 3 tahap yang harus dilakukan untuk membuat telur asin aneka rasa yaitu
pembersihan, pengasinan, dan pembakaran dengan oven.

1. Tahap awal telur bebek atau itik dibersihkan dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat, keringkan, lalu
amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka sehingga rasa yang diinginkan mudah meresap.
2. Tahap selanjutnya adalah pengasinan. Telur yang sudah bersih lalu diasinkan dengan cara direndam dalam larutan
serbuk batu bata halus atau abu gosok lalu disimpan di dalam tempat tertutup selama 1 – 2 minggu. Selain ditambah
garam, serbuk batu bata atau abu gosok juga ditambah bumbu seafood atau bawang yang telah dihaluskan, atau jus
buah.
3. Langkah selanjutnya adalah telur asin dibakar dan dipanaskan dalam oven sekitar 2 jam untuk mematangkan dan
mengurangi rasa asin yang berlebihan.

Secara umum, target pasar ada dua yaitu mahasiswa program sarjana dan masyarakat sekitar (dosen dan masyarakat
umum menengah ke atas) dengan harga Rp 2000,- per butir.

E. PENGOLAHAN TELUR
Adapun tahap-tahap pengolahan telur asin beraroma adalah sebagai berikut :
1) Syarat telur itik yang baik untuk di buat telur asin.
 Telur itik tidak cacat/pecah
 Telur masih segar (1-4 hari)
 Bentuk telur oval
 Besar telur rata
 Warna kulit hijau muda
 Telur itik umbaran (bukan kletekan)

2) Bahan yang diperlukan untuk 100 butir telur itik
 Telur itik 100 butir
 Garam yodium 1 kg
 Serbuk batu bata 1 bungkus plastik ukuran 1 kg
 Abu sekam 1 plastik ukuran 1 kg
 Bawang putih 1 rumpun
 Bawang merah 10 ciung
 Jahe 0,7 ons (untuk yang aroma jahe) / merica 0,6 ons (untuk yang beraroma sup)
 Gula merah 1 gandu
 Rinso/sunlight 1 sendok makan
 Sabun cuci piring ½ bungkus
 Hamplas halus ½ lembar
 Minyak tanah 1 ½ liter
 Air secukupnya

3) Alat-alat yang diperlukan
 Baskom besar 2 buah
 Bakul plastik 1 buah
 Baskom kecil 1 buah
 Panci 1 buah
 Pisau 1 buah
 Kompor 1 buah
 Cowet & Uleg-uleg 1 buah
 Penjepit 1 buah




4) Cara pembuatan
 Telur itik direndam selama 5 menit, kemudian digosok dengan ampelas, setelah itu cuci dengan air sabun
rinso/sunlight. Kemudian dicuci kembali baru ditiriskan di bakul plastik.
 Bawang merah, bawang putih, merica (jika beraroma sup) atau jahe (jika beraroma jahe) dan gula merah
dihaluskan kemudian dimasukan ke dalam baskom dicampur dengan garam, serbuk batu bata, lalu diberi air
secukupnya sampai jadi adonan (jangan encer)
 Telur itik yang sudah bersih masukan ke dalam adonan kemudian gulingkan ke abu sekam lalu diperam di
baskom/bakul.
 Lama peraman telur asin yang enak/masir/merah-merahnya mengandung minyak harus 15 hari.
5) Cara perebusan yang baik
 Telur yang telah diperam selama 15 hari dicuci bersih dengan air rinso/sunlight, kemudian ditiriskan sebentar, lalu
di masak dalam panci dengan kadar air dalam panci secukupnya/ukuran telunjuk ke telur yang paling atas.
 Telur dalam panci direbus dengan api kecil dan jangan ditutup, jika airnya telah mendidih maka api sedikit demi
sedikit dibesarkan. Lama rebusan kurang lebih 1 jam agar telur asin tahan hinnga 10 hari (tidak bau). Telur yang sudah
masak kemudian ditiriskan.

								
To top