Matematika bangun Datar

Document Sample
Matematika bangun Datar Powered By Docstoc
					     MATERI PENUNJANG KULIAH

METODOLOGI PENELITIAN

             Oleh :

         Dr. Kadir, M.Pd.



PROGRAM MAGISTER PENELITIAN DAN
       EVALUASI PENDIDIKAN
   UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
              2008
                   PARADIGMA
PARADIGMA    MERUPAKAN CARA PANDANG MELIPUTI
ASUMSI REALITAS, TENTANG CARA BEROLEH ILMU
TENTANG APA YANG DIPANDANG SEBAGAI MASALAH
BERIKUT CARA-CARA PEMECAHAN DAN ANEKA KRITERIA
PEMBUKTIAN YANG SAH (KUHN, 1970)

                   KUANTITATIF – PENELITIAN KUANTITATIF



PARADIGMA
(Creswell, 1994)



                   KUALITATIF – PENELITIAN KUALITATIF
             II. PARADIGMA


PARADIGMA = PENDEKATAN KUANTITATIF     (TRADISIONAL,
POSITIVIS, EKSPERIMENTAL, EMPIRIKIS)




PARADIGMA = PENDEKATAN KUALITATIF (KONSTRUKTIVIS,
NATURALISTIK, INTERPRETASI, PERSPEKTIF, POSITIVIS,
POSTMODERN)
       PENELITIAN KUALITATIF DAN
             KUANTITATIF
PENELITIAN KUALITATIF YAKNI PROSES PENELITIAN YANG
BERTUJUAN MEMAHAMI SUATU MASALAH KEMANUSIAAN
ATAU KEMASYARAKATAN, YANG DIDASARKAN PADA
PENYUSUNAN SUATU GAMBARAN YANG KOMPLEKS DAN
HOLISTIK MENURUT PANDANGAN YANG RINCI DARI PARA
INFORMAN, SERTA YANG DILAKSANAKAN DI TENGAH
SETTING ILMIAH (CRESWELL, 1994)

PENELITIAN KUANTITATIF YAKNI PENYELIDIKAN TENTANG
MASALAH KEMASYARAKATAN ATAU KEMANUSIAAN YANG
DIDASARKAN PADA PENGUJIAN SUATU TEORI YANG
TERSUSUN ATAS VARIABEL-VARIABEL, DIUKUR DENGAN
BILANGAN-BILANGAN,     DAN    DIANALISIS   DENGAN
PROSEDUR-PROSEDUR STATISTIK. TUJUANNYA ADALAH
MENENTUKAN    APAKAH     GENERALISASI-GENERALISASI
PREDIKTIF DARI TEORI TERTENTU YANG DISELIDIKI
TERBUKTI KEBENARANNYA (CRESWELL, 1994)
 METODE PENGGABUNGAN PENDEKATAN
     KUANTITATIF DAN KUALITATIF


                      PENDEKATAN RANCANGAN
                      DUA TAHAP (TWO PHASE
                      DESIGN APPROACH)

                      RANCANGAN DOMINAN-
PENDEKATAN GABUNGAN   KURANG DOMINAN
                      (DOMINANT LESS-DOMINANT)

                      RANCANGAN METODOLOGI
                      GABUNGAN (MIXED
                      METHODOLOGY DESIGN)
     METODE PENGGABUNGAN PENDEKATAN
         KUANTITATIF DAN KUALITATIF
1. PENDEKATAN RANCANGAN DUA TAHAP (TWO PHASE DESIGN
   APPROACH) : PENELITI MENDAHULUKAN TAHAP KUALITATIF
   BARU KEMUDIAN TAHAP KUANTITATIF.

2. RANCANGAN DOMINAN-KURANG DOMINAN (DOMINANT LESS-
   DOMINANT) : PENELITI MENYAJIKAN PENELITIANNYA DENGAN
   SALAH SATU PARADIGMA SEBAGAI PARADIGMA DOMINAN DAN
   SEBAGIAN    KECIL    DARI   KESELURUHAN     PENELITIAN
   DILAKSANAKAN    DENGAN    PARADIGMA    LAIN   SEBAGAI
   PARADIGMA YANG KURANG DOMINAN.

3. RANCANGAN METODOLOGI GABUNGAN (MIXED METHODOLOGY
   DESIGN) : PENELITI    MENGGABUNGKAN    ASPEK-ASPEK
   PARADIGMA KUALITATIF DAN KUANTITATIF PADA SELURUH
   ATAU SEBAGIAN DARI LANGKAH-LANGKAH PENELITIANNYA.
         METODE ILMIAH
• Merumuskan masalah
• Melakukan studi literatur
• Membuat hipotesis atau pertanyaan-
  pertanyaan yang jawabannya akan
  dicari
• Mengumpulkan dan mengolah data,
  serta menguji hipotesis
• Membuat kesimpulan
        PROSES PENELITIAN
                   MASALAH



Proses Teoretik                   Proses Empiris


  Hipotesis       Uji Hipotesis       Data


                  Kesimpulan
                   (Inferensi)
TAHAPAN/LANGKAH PENELITIAN
1. Masalah
   - Latar Belakang
   - Identifikasi & Pembatasan
   - Perumusan
2. Pengkajian Teori
   - Deskripsi Teoretik
   - Kerangka Berpikir
   - Hipotesis
3. Metode Penelitian
   - Tempat dan Waktu Penelitian
   - Variabel & Desain Penelitian
   - Instrumen Penelitian
   - Sampling
   - Teknik Pengumpulan Data
4. Analisis Data
   - Penyajian Data secara Deskriptif
   - Pengujian Hipotesis
5. Penarikan Kesimpulan/ Inferensi
        KLASIFIKASI PENELITIAN

                        DASAR
                        PENERAPAN
              MENURUT
                        EVALUATIF
              FUNGSI
                        PENGEMBANGAN
                        MENDESAK (PTK)
KLASIFIKASI
PENELITIAN
                        SEJARAH
                        DESKRIPTIF
                        KORELASIONAL
              MENURUT
              METODA    KAUSAL KOMPARATIF
                        EKSPERIMEN
                        KUASI EKSPERIMEN
                                 LANJUTAN

MAKSUD : TEMUAN & GENERALISASI
• PENELIT. DASAR: MENGEMBANGKAN & MEMPERBAIKI TEORI
• PENELIT. TERAPAN : MENERAPKAN/ MENGUJI TEORI UTK PEMANFAATAN
• PENELIT. EVALUASI: MENGAMBIL KEPUTUSAN TTG EFEKTIVITAS & EFISIENSI SUATU PROGRAM
• PENELIT. PENGEMBANGAN: MENGEMBANGKAN BAHAN/METODE/ALAT
• PENELT. TINDAKAN: MENGEMBANGKAN PENDEKATAN BARU DLM MEMECAHKAN MASALAH-
  MASALAH KHUSUS MENDESAK MIS: DI SEKOLAH

METODE : STRATEGI & PROSEDUR
• PENELIT. SEJARAH: MEMPELAJARI KEJADIAN MASA LAMPAU
• PENELIT. DESKRIPTIF: MEMPELAJARI KEADAAN SEKARANG (OB, ANGKET, INTR)
• PENELIT. KORELASI: HUBUNGAN, KUAT HUB & RAMALAN HUB. TSB
• PENELIT. EKS-POS-FACTO: MEMPELAJARI HUB. SEBAB-AKIBAT YANG TERJADI, MEMPELAJARI
  AKIBAT DAN MENGANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBABNYA
• PENELIT; EKSPERIMEN: MENCIPTAKAN SEBAB (PERLAKUAN) KEMUDIAN MENGAMATI AKIBAT
  (HASIL)
• PENELIT. KUASI EKSP: HUB-SEBAB-AKIBAT (PERLKUAN SUDAH TERJADI TDK ADA KONTROL
  KONDISIONAL & RANDOMISASI)
            PENELITIAN MENURUT METODE

                                       Apakah
                                      Penelitian
                                                             Kausal Komparatif,
Sejarah, Deskriptif, dan
                                  Itu sebab-akibat?         Percobaan, dan Kuasi
     Korelasional        Tidak
                                                      Ya         Percobaan

                    Apakah          Ya                             Apakah
               Melihat Hubungan                                ada manipulasi?
                                          Korelasional
   Tidak           Ramalan?
                                                           Tidak                  Ya

                                                Kausal Komparatif,     Percobaan
 Sejarah, Deskriptif                             Kuasi Percobaan

                                                                 Apakah
                  Apakah         Lampau
                                                            Mirip percobaan?
             Peristiwa Lampau
              atau sekarang?               Sejarah
                                                                          Tidak
                                                               Ya
                                                                        Kausal
           Sekarang                                                    Kompartif
                                                           Kuasi
                 Deskriptif                              Percobaan
                KLASIFIKASI PENELITIAN:
      FUNGSI, DESAIN & TEKNIK PENGUMPULAN DATA


• FUNGSI (Dasar, Terapan, dan Evaluasi)
• DESAIN:
  -Eksperimen: Murni dan Kuasi
  -Non-Eksperimen: analitik, deskriptif, eks post fakto dan
  korelasi
• TEKNIK PENGUMPULAN DATA:
  -Observasi, angket, tes, wawancara, dokumen, etnografi
      PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF
   (Becoming Qualitatif Researches, Corrine Glesne & Alan Peshkin, 1992)


           KUANTITATIF                            KUALITATIF
1. Fakta sosial memiliki sebuah        1. Realitas adalah bentukan sosial
   realitas obyektif
2. Mengunggulkan metode                2. Mengunggulkan pada tema
                                          pokok
3. Variabel diidentifikasi dan         3. Variabel adl kompleks, merangkai
   hubungannya diukur                     hubungan dan sulit diukur
4. Etic (pandangan dari luar)          4. Emic (pandangan dari dalam)
5. Generalisasi                        5. Kontekstualisasi
6. Meramalkan                          6. Menginterpretasi
7. Penjelasan kausal                   7. Pemahaman perspektif peneliti
8. Memulai dengan teori & hipotesis    8. Mengakhiri dengan hipotesis &
                                          teori dasar
                         (Lanjutan)

         KUANTITATIF                       KUALITATIF
9. Manipulasi & kontrol           9. Memunculkan dan melukiskan
10. Menggunakan intrumen baku     10. Peneliti sebagai instrumen
11. Percobaan                     11. Alami (Naturalistic)
12. Deduktif                      12. Induktif
13. Analisis komponen             13. Menemukan pola
14. Menjaga konsensus & norma     14. Menjaga kejamakan &
                                      Kompleksitas
15. Mereduksi data utk diangkakan 15. Menyederhanakan dgn
                                      menggunakan angka
16. Ditulis dlm bahasa abstrak    16. Ditulis secara deskriptif
17. Memisahkan diri dan tdk       17. Keterlibatan personal &
    memihak                           keperpihakan
18. Pengambaran objektif          18. Pemahaman empatik
    III. PERMASALAHAN PENELITIAN

              Apakah Masalah itu?

                Variabel yg mjd tema pokok penelit
•Masalah
                Kasus yg mjd fokus penelit

Suatu variabel atau kasus mjd permasalahan penel.
jika terjadi kesenjangan antara kenyataan dan yang
seharusnya dari variabel dan kasus tsb.
    Kapan terjadi masalah?
• Bila ada informasi yg mengakibatkan
  munculnya kesenjangan dalam
  pengetahuan kita
• Bila ada hasil-hasil yang bertentangan
• Bila ada suatu kenyataan dan kita
  bermaksud menjelaskannya melalui
  penelitian
    Dimanakah sumber masalah?
•   Pengalaman dan pengamatan
•   Kepustakaan yg relevan dgn studi kita
•   Mata kuliah yg kita programkan
•   Jurnal, buku, abstrak dan majalah
•   Seminar
•   Tesis dan Disertasi
•   Pakar, dan teman-teman
Apakah ciri-ciri masalah yang baik?

• Topik yg dipilih sangat menarik
• Pemecahan masalah mempunyai kontribusi
  dalam labangan pekerjaan atau bidang tertentu
• Merupakan hal baru
• Mengundangan rancangan yg kompleks
• Dapat diselesaikan dlm waktu yg diinginkan
• Tidak bertentangan dengan moral
        Bagaimanakah rumusan
          masalah yang baik?
• Didukung oleh latar belakang masalah dan pejelasan
   mengenai pentingnya masalah diteliti
• Memuat variabel-variabel dan kaitan antar variabel yg
   mjd perhatian peneliti
• Memberikan penjelasan atau definisi setiap variabel
   (konseptual & operasional)
CONTOH:
1. Apakah ada pengaruh penggunaan kalkulator terhadap
   hasil belajar matematika siswa SD?
2. Apakah ada hubungan positif antara kemampuan spatial
   dengan hasil belajar geometri siswa SMP?
3. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika
   antara siswa yg diberi metode PS dengan yg tidak?
       IV. KERANGKA TEORETIK DAN
           HIPOTESIS PENELITIAN

                     TEORI
Konsep/preposisi                     Deduksi logika
                    Inferensi
 GENERALISASI                        HIPOTESIS
  EMPIRIK
                   Uji Hipotesis
Pengukuran                         Instrumen/sampel
Parameter
                   OBSERVASI
 PENYUSUNAN KERANGKA TEORETIS
    DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
1. Pengkajian teori-teori ilmiah yang akan
   dipergunakan dalam analisis
2. Pembahasan hasil penelitian-penelitian lain
   yang relevan
3. Penyusunan kerangka berpikir dlm pengajuan
   hipotesis dengan menggunakan premis-premis
   pada (1) dan (2) dgn menyatakan secara
   tersurat postulat, asumsi, prinsip yang
   dipergunakan
4. Perumusan hipotesis
                   HIPOTESIS
• Hipotesis adalah hasil kajian pustaka atau proses
  rasional dari penelitian yang telah mempunyai
  kebenaran secara teoretik”. Kebenaran hipotesis
  masih harus diuji kebenarannya secara empirik,
  dengan demikian hipotesis dapat dianggap sebagai
  jawaban sementara terhadap masalah yang telah
  dirumuskan dalam suatu penelitian dan masih perlu
  diuji kebenarannya dengan menggunakan data
  empirik (Djaali, 2003)
• Hipotesis diartikan sebagai kesimpulan bersifat
  sementara atau proposisi tentatif tentang hubungan
  antara dua variabel atau lebih. (Kerlinger, 2002)
         CIRI-CIRI HIPOTESIS YANG BAIK


• Hasil dari proses teoretik dan komparasi fakta
  yang handal, yang secara teoretik dapat
  dipertanggungjawabkan kebenarannya.
• Hipotesis menyatakan hubungan antara variabel
• Hipotesis harus dapat diuji
• Hipotesis harus spesifik dan sederhana
• Menyatakan pernyataan tentang karakteristik
  populasi
LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN HIPOTESIS

• Merumuskan hipotesis nihil (H0)
• Menentukan Taraf Signifikansi
• Menentukan Kriteria
• Melakukan perhitungan statistika
• Melakukan perhitungan dalam rangka pengujian
  hipotesis artinya, menemukan X2, t, F atau r yang bisa
  diamati dari sampel.
• Menarik kesimpulan
  Kesimpulan Formal: Menolak H0 atau menerima H0
  Kesimpulan Informal: makna atau implikasi dari
  kesimpulan formal berkaitan dengan masalah yang
  diteliti.
   V. VARIABEL DAN HUBUNGAN
        ANTARA VARIABEL
• Kegiatan pokok dari suatu ilmu pengetahuan adalah
  menjelaskan perbedaan atau hubungan
• Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai,
  atau mempunyai lebih dari satu nilai, keadaan, kategori
  atau kondisi.
• Konsep adalah definisi dari apa yang perlu diamati atau
  diteliti; konsep menentukan variabel-variabel mana yang
  ada hubungan empiriknya.
• Pengukuran variabel diartikan sbg penentuan atribut atau
  variasi nilai, atau taraf ukuran dari variabel yang akan
  diukur.
• Atribut atau variasi nilai suatu variabel diperoleh melalui
  pengamatan thd subyek atau satuan-satuan penelitian
  berdasarkan indikator dari satuan-satuan tersebut.
      JENIS-JENIS VARIABEL
• Variabel kategorikal (dikhotomi dan
  politomi)
• Variabel bersambungan (diskrit dan
  kontinu)
• Menurut skala (variabel nominal, ordinal,
  interval, dan rasio)
     HUBUNGAN ANTARA VARIABEL
•   Variabel kontrol : adalah variabel yang ikut mempengaruhi variabel terikat
    dan pengaruhnya dikontrol atau dinetralisir. Misalnya, jika hasil analisis
    menunjukkan adanya hubungan positif antara motivasi dan prestasi, kita
    dapat mengambil kesimpulan bahwa motivasi berpengaruh terhadap
    prestasi, padahal disadari bahwa variabel IQ juga berpengaruh terhadap
    prestasi. Oleh karena itu IQ hendaknya dikontrol, dalam hal ini IQ adalah
    varibel kontrol.
•   Variabel moderator: adalah variabel lain yang dianggap berpengaruh
    terhadap variabel terikat tetapi tidak mempunyai pengaruh utama.
    Misalnya ketika kita menguji hubungan antara motivasi dengan
    prestasi, maka jenis kelamin ikut diperhitungkan dalam hubungan
    tersebut. Dalam hal ini jenis kelamin adalah variabel moderator.
•   Variabel intervening: variabel intervening adalah variabel yang
    dipengaruhi oleh variabel bebas kemudian dia mempengaruhi
    variabel terikat. Jika variabel antara diselidiki, hubungan statistik
    yang semula nampak antara variabel bebas dengan varaibel terikat
    menjadi lemah atau bahkan lenyap.
    X (bebas)             Z (antara)              Y (terikat)
    Sikap                 Aktivitas                 Prestasi
                    LANJUTAN
• Variabel penekan: jika hasil analisis awal menunjukkan
  tidak ada hubungan antara dua variabel tetapi variabel
  ketiga dimasukkan sebagai variabel kontrol, hubungan
  menjadi nampak dalam hal ini variabel yang dikontrol
  tersebut adalah varibel penekan
• Variabel anteseden: variabel anteseden mempunyai
  kesamaan dengan variabel intervening (antara).
  Perbedaannya variabel antara menyusup di antara
  variabel bebas dan terikat, sedangkan varibel anteseden
  mendahului variabel bebas.
• Variabel penganggu: dalam analisis awal terdapat
  hubungan negatif antara dua variabel, setelah
  dimasukkan varibel ketiga sebagai variabel kontrol
  hubungan menjadi positif.
JENIS-JENIS HUBUNGAN

• Hubungan Simetris
• Hubungan Asimetris
         Populasi & Sampel
• Populasi: Suatu himpunan dgn sifat-sifat yang
  ditentukan oleh peneliti sedemikian rupa
  sehingga setiap individu/variabel/data dapat
  dinyatakan dgn tepat apakah individu tsb
  menjadi anggota atau tidak.Dengan kata lain
  populasi adl himpunan semua individu yang dpt
  memberikan data dan informasi untuk suatu
  penelitian (Agung, 2003: 2)
• Sampel: Sebagian dari populasi yang
  karakteristiknya benar-benar diselidiki
             Lanjutan
             Populasi sampel
             (Kerangka sampling dgn metode tertentu)



• Populasi

             Populasi target
             (Generalisasi teoretis)
                 Ukuran Sampel
•    Derajat Keragaman
•    Presisi yang dikehendaki dari penelitian
•    Rencana analisis
•    Tenaga, biaya dan waktu

     Metode Pengambilan Sampel (Random)
1.   Simple Random Sampling
2.   Systematic Random Sampling
3.   Stratified Random Sampling
4.   Cluster Random Sampling
5.   Multistage Random Sampling
       Penyusunan Instrumen
1.   TEORI
2.   KONSTRUK
      – Definisi Konseptual
      – Definisi Operasional
3.   DIMENSI DAN INDIKATOR
4.   PENETAPAN JENIS INSTRUMEN
5.   MEMBUAT KISI-KISI
6.   MENETAPKAN RENTANGAN PARAMETER
7.   MENULIS BUTIR INSTRUMEN
8.   PROSES VALIDASI KONSEP (KONSTRUK &
     KONTEN)
      – Penilaian (Justifikasi) Pakar
      – Panel
              (Lanjutan)
9. PERBAIKAN INSTRUMEN PASCA PANEL
10. REPRODUKSI TERBATAS (SIAP UJI-COBA)
11. PROSES VALIDASI EMPIRIK(VALIDITAS
    KRITERIA)
     – Uji-Coba
     – Analisis Data Hasil Uji-Coba
     – Seleksi Butir Berdasarkan Kriteria
12. FINALISASI INSTRUMEN PASCA UJI-COBA
13. PENGGANDAAN SESUAI KEBUTUHAN
14. INSTRUMEN SIAP PAKAI
     Desain Penelitian Korelasional
• Penelitian korelasi adalah penl yang berusaha
  utk melihat apakah antara dua variabel atau
  lebih ada hubungan atau tidak, mengukur
  kekuatan hubungannya, membuat ramalan yang
  didasarkan kepada kuat lemahnya hubungan
  tsb.
• Tujuan umum dari penelitian ini adalah
  menjelajahi variabel-variabel yang mempunyai
  hubungan yang diindentifikasikan. Variabel yang
  kita pilih didasari atas teori yang dibangun
  terdahulu shg arah pertalian yang diharapkan
  dapat diasumsikan.
• Pengujian hipotesis untuk penelitian dapat
  menggunakan teknik regresi dan korelasi.
                      Lanjutan
• Jika skala pengukuran data dua varibel yang akan
  dianalisis merupakan interval atau rasio maka untuk
  menjelaskan hubungan antara kedua variabel dapat
  dilakukan dengan menggunakan regresi. Misalkan
  kedua variabel tersebut adalah X dan Y, maka
  hubungan antara Y dengan X atau dikenal dengan
  regresi Y atas X. Variable X disebut prediktor (variabel
  bebas) dan Y disebut kriterion (variabel tak bebas).
  Hubungan tersebut dinyatakan dalam persamaan
  matematika sebagai berikut:
• Model             : Y =  +  X +  (populasi)
• Fungsi Taksiran : Y = a + b X            (sampel)
                       Lanjutan
•   Konstanta =a & koefisien regresi = b, diperoleh dari
    data sampel. Untuk keperluan itu dibutuhkan
    pasangan data (X,Y) sebanyak n, dengan persyaratan
    sampel random, populasinya normal, dan homogen.

         Tiga permasalahan yang akan dijawab dalam
           Analisis regresi (sederhana) adalah:
•   Menentukan persamaan regresi Y atas X.
•   Menguji linearitas dan signifikansi regresi Y atas X.
•   Menghitung koefisien korelasi dan koefisien
    determinasi.
  Penelitian Kausal-Komparatif
Tujuan:
• Untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat yang
  mungkin terjadi dengan cara mengamati akibat
  yang ada (nampak) dan mencari kembali faktor-
  faktor yang mungkin menjadi penyebabnya
  (melalui data tertentu)
• Contoh: Penelitian untuk menentukan ciri-ciri
  guru yang efektif dengan mempergunakan data
  berupa catatan mengenai sejarah pekerjaan
  selengkap mungkin
            Ciri-Ciri Pokok
Bersifat ex post facto, artinya data
dikumpulan setelah semua kejadian yang
dipersoalkan berlangsung (lewat). Peneliti
mengambil satu atau lebih akibat
(dependent variable) dan menguji data tsb
dengan menelusuri kembali ke masa
lampau faktor sebab yang saling
berhubungan dan maknanya
                Keunggulan
• Metode kausal-komparatif mjd lebih kuat jika
  metode eksperimental tak mungkin dilakukan,
  terutama dalam hal: (1) tdk mungkin
  memanipulasikan faktor sebab-akibat secara
  langsung, (2) kontrol thd variabel bebas tdk
  realistik utk dilakukan, (3) apabila kontrol tdk
  praktis, mahal, dan diragukan dari etika
  (laboratorium)
• Menghasilkan informasi yg sgt berguna
  mengenai sifat-sifat gejala yg dipermasalahkan
• Perbaikan dlm hal: teknik, metode statistik,
  rancangan dgn kontrol parsial.
      Kelemahan-Kelemahan
• Tidak adanya kontrol kondisional/manipulasi
  terhadap variabel bebas
• Sukar memperoleh kepastian bhw faktor-faktor
  penyebab benar-benar relevan dengan faktor yg
  diselidiki
• Dapat terjadi faktor penyebab bukan faktor
  tunggal tp interaksi atau kombinasi dengan
  faktor lain
• Suatu gejala (akibat) tdk hanya dari sebab-
  sebab ganda tetapi oleh suatu sebab pada
  kejadian tertentu dan sebab lain pada kejadian
  lain.
               Lanjutan
• Apabila saling hubungan antara variabel
  telah ditemukan, sukar menetukan mana
  sebab dan mana yang akibat
• Dua atau lebih faktor saling berhubungan
  tdklah mesti adanya hubungan sebab-
  akibat
• Tidak ada pemilihan subjek secara
  terkontrol
     Langkah-Langkah Pokok
• Definisikan masalah
• Lakukan penelaahan kepustakaan
• Rumuskan hipotesis
• Rumuskan asumsi-asumsi
• Rancang cara pendekatannya (pilih atau
  tetapkan subjek, teknik, kategori)
• Validasikan teknik pengumpulan data dan
  interpretasikan hasilnya dengan jelas & cermat,
• Kumpulkan dan analisis data
• Susun laporan
     Desain Penelitian Eksperimental
• Disain eksperimen merupakan suatu teknik menguji ada
  tidaknya hubungan sebab akibat antar variabel-variabel
  penelitian.
• hubungan sebab akibat antar variabel-variabel penelitian
  dapat diuji apabila memenuhi tiga syarat, yaitu:
  1. ada hubungan antara variabel sebab (independent
  variable) dengan variabel akibat (dependent variable)
  2. variabel sebab mendahului variabel akibat (urutan
  waktu)
  3. variabel-variabel lain yg berpengaruh terhdp
  dependent variable dikontrol.
      GARIS BESAR PENELITIAN
           EKSPERIMEN
•   Konsep penelitian eksperimen
•   Komponen utama penelitian eksperimen
•   Validitas internal penelitian eksperimen
•   Desain (rancangan) eksperimen
•   Group Within Treatmen Design & analisisnya
•   Treatmen by Level Design & analisisnya
•   Factorial Design 2 faktor & analisisnya
•   Efek utama, efek interaksi & efek sederhana
•   Model fix & Model random
•   Analisis kovarians sederhana
•   Factorial design tiga faktor & analisisnya
     KOMPONEN UTAMA
1.   Variabel Kriterium
2.   Perlakuan
3.   Rancangan
4.   Monitoring
5.   Instrumen
Kesahihan Internal dan Ekternal
• Kesahihan Internal: seberapa jauh hubungan
  antara perlakuan (sebab) dengan kriterion
  (akibat) benar-benar hubungan sebab-akibat
  yang dipastikan.
• Desain eksperimen yang baik harus dapat
  mengontrol pengaruh faktor-faktor yang
  mengancam kesahihan internal, sehingga jika
  terjadi perubahan pada kriterion maka
  perubahan tsb benar-benar disebabkan oleh
  perlakuan yang diberikan
    Faktor-Faktor yang Mengancam
          Kesahihan Internal
•   Sejarah
•   Kematangan
•   Testing
•   Instrumentasi
•   Statistical regression
•   Seleksi kelompok
•   Mortalitas
•   Kombinasi (1 & 7)
   PEMBAHASAN UMUM DESAIN
    EKSPERIMEN SEDERHANA
• PRE-EKSPERIMEN
  -One Shot Case Study (G T O)
  -One Group Pre-tes Post-test Design
   (G O T O)
  -The Statis Group Comparison
   E      T    O
   K      -    O
• QUASI EKSPERIMEN
        TRUE EKSPERIMEN
      (Rancangan Satu Faktor)
• Randomized Control Group Design
         R     E     T1 O1
         R     K     T2 O2
• Randomized Pre and Post Test Control Group
  Design
         R     E     O1 T1 O2
         R     K     O3 T2 O4

          R    O1    E    T1   O2
          R    O3    K    T2   O4
       TRUE EKSPERIMEN
     (Rancangan Satu Faktor)
• Salomon Four Groups Design
        R    E    O1 T1 O2
        R    K    O3 T2 O4
        R    E    .   T1 O5
        R    K    .   T2 O6
 Desain Eksperimen dengan Dua
    atau Tiga Variabel Bebas

• Treatment by level design
• Treatment by subject design
• Factorial design
          TRUE EKSPERIMEN
        (Rancangan Dua Faktor)
• Treatment by Level Design
                A
   B                     A = Perlakuan, mis:
           A1       A2        metode pembelajaran
   B1                    A1 = Met. Eksperimen
                         A2 = Met. Pembanding
   B2                    B = Variebel Moderator,
                              mis: Minat
                         B1 = Minat tinggi
                         B2 = Minat rendah
 Macam-Macam Desain eksperimen
  (satu variabel bebas/manipulasi)
1. Pre-esperimen
• One Shot Case Study (G        T O)
• One Group Pre-test Pos-test Dessign (G O T O)
• The Statis Group Comparison: E      T     O
                                      K     -      O
2. Quasi Eksperimen
3. True Eskperimen
• Randomized Control-Group Design
• Randomized Pre-test Post-test Control Group Design
• Solomon Four Groups Design
• Group within treatmen design (GWT)
            TEKNIK PENGUMPULAN DAN
               PENGOLAHAN DATA
                           Tes Kemampuan (TPA, Tes IQ & Bakat)



                  Tes      Tes Hasil Belajar (Kognitif)




Instrumen                  Angket (Data faktual)



                           Skala (Data aspek Psikologi/Konsep)

                 Non Tes

                           Pedoman Wawancara (Data tentang Uraian/penjelasan
                           sesuatu)



                           Pedoman Observasi (Mencatat data kualitatif objek fisik)




                                                   DOKUMEN
           PENGOLAHAN DATA
Mengolah data berarti membuat data ringkasan
berdasarkan data mentah hasil pengumpulan data
dengan menggunakan rumus tertentu, misalnya:
(1)menghitung jumlah,
(2)proporsi (persentase),
(3)berbagai koefisien,
(4)Pengelompokan data (kurang, sedang, baik)
(5)Tabel distribusi frekuensi
(6)Histogram dan poligon frekuensi
(7)Grafik/diagram data
            Teknik Analisis Data
• Analisis deskriptif
  Tabel, grafik, ukuran tendensi sentral,
  ukuran penyebaran
     Level Pengukuran   Ukuran Pemusatan Ukuran Penyebaran
  Nominal               Modus            Rentangan
  Ordinal               Median           Kuartil
  Interval/Rasio        Mean             Standar Deviasi
                       Lanjutan
• Analisis inferensial
  >Estimasi parameter
  >Menguji hipotesis
   Level Pengukuran       Statistik Uji      Koefisien Hubungan
Nominal               Chi-kuadrat            Koefisien
                                             kontingensi, phi dan
                                             lambda
Ordinal               Distribusi Z melalui   Gamma, Summer’s
                      transformasi           (Dxy), tau-a, tau-b
                      Gamma                  dan tau-c
Interval/Rasio        Uji-F/Analisis         Korelasi product
                      regresi                moment
 FORMAT HASIL PENELITIAN KORELASIONAL


BAB I      PENDAHULUAN
BAB II     PENYUSUNAN KERANGKA
           TEORETIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
BAB III    METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V      KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
  FORMAT HASIL PENELITIAN EKSPERIMEN
          DAN EXPOST FACTO

BAB I      PENDAHULUAN
BAB II     PENYUSUNAN KERANGKA
           TEORETIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
BAB III    METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V      KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
    FORMAT HASIL PENELITIAN EVALUASI
       (PENDEKATAN KUANTITATIF)

BAB I      PENDAHULUAN
BAB II     ACUAN TEORITIK
BAB III    DESKRIPSI METODE DAN TEKNIK
           PENELITIAN
BAB IV     HASIL PENELITIAN
BAB V      KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
   FORMAT HASIL PENELITIAN KUALITATIF

BAB I     PENDAHULUAN
BAB II    ACUAN TEORITIK
BAB III   METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV    TEMUAN-TEMUAN PENELITIAN
          (CULTURAL THEMES)
BAB V     PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB VI    KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
CATATAN LAPANGAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN
          FORMAT HASIL PENELITIAN
           PENGEMBANGAN MODEL

BAB I     PENDAHULUAN
BAB II    KAJIAN TEORITIK
BAB III   METODOLOGI
BAB IV    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V     KESIMPULAN, SARAN DAN
          REKOMENDASI
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
          FORMAT HASIL PENELITIAN
             KAJIAN PUSTAKA


BAB I     PENDAHULUAN
BAB II    KAJIAN TEORITIK
BAB III   METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV    HASIL PENELITIAN
BAB V     KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
          FORMAT HASIL PENELITIAN
               DESKRIPTIF


BAB I     PENDAHULUAN
BAB II    ACUAN TEORITIK
BAB III   METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV    HASIL PENELITIAN
BAB V     KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
          FORMAT HASIL PENELITIAN
               KAJI TINDAK
BAB I     PENDAHULUAN
BAB II    KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN
          KONSEPTUAL INTERVENSI TINDAKAN
BAB III   METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV    DESKRIPSI, ANALISIS DATA,
          INTERPRETASI HASIL ANALISIS, DAN
          PEMBAHASAN
BAB V     KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1218
posted:3/15/2011
language:Indonesian
pages:68