Laporan Praktikum 01

Document Sample
Laporan Praktikum 01 Powered By Docstoc
					 LAPORAN PRAKTIKUM
             BIOLOGI



Pengaruh Tingkat pH Terhadap Membuka
         Menutup Operkulum




                Oleh Kelompok 4:

        Wawan               (103174055)

        Nur Farida Mala Sari (103174075)

        Mohamad Fajar T.    (103174083)

        Agustina Nur Hanifah (103174223)

        Firman Aditama      (103174230)
                                      Bab I

                                  Pendahuluan



1.1. Masalah Penelitian
    Apakah pengaruh pH yang diperoleh melalui penetesan air cuka pada frekuensi
    membuka meunutup operkulum ikan mas?


1.2. Tujuan
    Untuk mengetahui pengaruh pH pada frekuensi membuka menutup operkulum ikan mas.
                                            Bab II
                                        Dasar Teori


2.1. Tinjauan Tentang Ikan Mas
    Ikan mas atau Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai
    ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Di Indonesia, ikan mas memiliki
    beberapa nama sebutan yakni kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh atau nama lain
    sesuai dengan daerah penyebarannya.

    Menurut Djoko Suseno (2000), di Indonesia pertama kali ikan Mas berasal dari daratan
    Eropa dan Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi ikan budi daya yang sangat
    penting.

    Sementara itu, menurut R.O Ardiwinata, (1981) ikan karper yang berkembang di
    Indonesia diduga awalnya berasal dari Tiongkok Selatan. Disebutkan, budi daya ikan
    karper diketahui sudah berkembang di daerah Galuh (Ciamis) Jawa Barat pada
    pertengahan abad ke-19. Masyarakat setempat disebutkan sudah menggunakan kakaban -
    subtrat untuk pelekatan telur ikan karper yang terbuat dari ijuk – pada tahun 1860,
    sehingga budi daya ikan karper di kolam di Galuh disimpulkan sudah berkembang
    berpuluh-puluh tahun sebelumnya.

2.2. Pengaruh Faktor pH pada Ikan Mas

    Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu
    dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas
    dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150--600 meter di atas permukaan air laut
    (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-
    kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam)
    25-30%. Ikan mas akan hidup optimal pada pH 7. Namun di pH antara 6-8 ikan mas juga
    dapat hidup. Namun jika pH air • 5,6 maka ikan mas akan mati.
                                        Bab III

                                 Metode Penelitian



3.1. Variabel Penelitian
   a) Variabel Kontrol      : ikan mas, suhu, keadaan ikan
   b) Variabel Bebas        : tingkat keasaman (pH)
   c) Variabel Terikat      : frekuensi mebuka menutup operkulum ikan mas


3.2. Bahan dan Alat
   a) Bahan
       1) Seekor ikan mas
       2) Air 200 ml
       3) Asam Cuka 8 tetes
   b) Alat
       1) Gelas ukur
       2) Pengukur pH
       3) Pipet
       4) Stopwatch


3.3. Prosedur
   a) Menyiapkan alat-alat dan bahan yang diperlukan
   b) Mengisi gelas ukur dengan air 200 ml dan mengukur pH air tersebut
   c) Memasukkan ikan mas ke dalam gelas ukur yang telah terisi air tersebut.
   d) Menghitung frekuensi membuka menutup operkulum pada ikan mas selama 1 menit.
       sebanyak 3x
   e) Mengambil ikan dari dalam gelas, kemudian menambahkan asam cuka sebanyak 8
       tetes dengan menggunakan pipet
   f) Mengukur pH air setelah ditetesi asam cuka
   g) Memasukkan kembali ikan mas ke dalam air yang telah ditetesi asam cuka tersebut
   h) Menghitung frekuensi membuka menutup operkulum pada ikan mas selama 1 menit.
       sebanyak 3x
   i) Membandingkan frekuensi membuka menutup operkulum pada ikan mas, sebelum
       dan sesudah ditetesi asam cuka


3.4. Analisa Data

     Dari bahan dan alat tersebut diatas, kita akan melakukan praktikum penelitian pengaruh
frekuensi membuka menutup operkulum pada ikan mas. Kita mengetahui bahwa dengan
kadar asam yang tinggi, air angan kekurangan oksigen, sehingga segala macam makhluk
hidup yang ada di dalamnya akan sangat kesulitan untuk bertahan hidup.

    Maka dari itu, ikan mas akan melakukan penyesuaian diri bila dirasa air yang ada di
sekelilingnya itu berubah pH-nya. Kami akan melakukan penelitian tersebut untuk
mebuktikan bahwa ikan mas akan mempercepat frekuensi membuka menutup operkulumnya
karena terjadi perubahan pH dari yang basa ke yang asam.
                                            Bab IV
                                  Hasil dan Pembahasan


4.1. Hasil dan Analisa Tabel
                                            Pengamatan           waktu
              Keadaan pH
                                       I         II       III    (detik)
     awal (sebelum ditetesi = 7,5)    260       230      270       60
     akhir (sesudah ditetesi = 6,6)   280       330      340       60
    Selama 60 detik atau 1 menit, kami mengamati frekuensi buka-tutup operculum seekor
    ikan mas dengan tingkat keasaman berbeda. Setelah 1 menit, ternyata frekuensi buka-
    tutup operculum ikan mas tersebut seperti tabel diatas. Dari data tersebut, kami
    menemukan fakta bahwa dengan tingkat keasaman (pH) yang rendah, frekuensi buka-
    tutup operculum ikan mas akan lebih cepat atau semakin banyak.


4.2. Pembahasan
    Dengan keadaan awal ikan yang tenang, kami mengamati perilaku ikan mas yaitu
    membuka dan menutup operkulumnya. Kami menghitung frekuensinya untuk
    membandingkan antara ikan di air yang keadaan pH-nya tinggi dengan ikan di air yang
    keadaan pH-nya rendah. Ternyata ikan mas yang bisa hidup di air dengan pH antara 6-8
    dan optimal pada pH 7, pada air yang dengan tingkat keasaman tinggi membuka
    menutup operkulumnya lebih cepat atau semakin banyak frekuensinya. Itu disebabkan
    kadar air yang asam mengakibatkan oksigen dalam air berkurang, sehingga ikan akan
    mencoba mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dengan mempercepat frekuensi
    mebuka menutup operkulumnya.
                                           Bab V
                                        Kesimpulan


    Dari hasil penelitian yang kami lakukan, kami menyimpulkan bahwa ikan mas akan
menyesuaikan dengan lingkungannya apabila kami meberi perlakuan pada lingkungan tempat
ikan mas hidup. Air yang dimasuki asam cuka sebanyak 8 tetes cukup untuk merubah pH
(tingkat keasaman) air. Mula-mula pH air 7,8 menjadi 6,6 yang tentunya lebih asam dari
awal.
    Ikan mas akan hidup dengan optimal pada pH 7, namun ikan mas juga bisa hidup pada
pH antara 6-8. Namun apabila pH air tersebut menjadi • 5,6 atau yang disebut hujan asam,
ikan mas tersebut akan mati. Karena pada pH tersebut, oksigen akan selalu berkurang.
    Karena semakin kecil pH semakin asam dan semakin berkurang oksigennya, maka
frekuensi membuka dan menutup operkulum ikan mas akan semakin cepat juga. Karena ikan
mas akan berusaha mengambil oksigen sebanyak-banyaknya untuk tetap hidup. Sehingga apa
yang kami lakukan ini membuktikan teori yang tersebut di atas.
                                      Daftar Pustaka


Agus Rochdianto , 2005. Analisis Finansial Usaha Pembenihan Ikan Karper (Cyprinus
carpio   Linn)   di    Kecamatan     Penebel,   Kabupaten     Tabanan,     Bali.   (online),
(http://id.wikipedia.org/wiki/ikan_mas , diakses pada 20 September 2010)

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:1301
posted:3/13/2011
language:Indonesian
pages:8