Docstoc

Pengertian Ergonomik

Document Sample
Pengertian Ergonomik Powered By Docstoc
					Tugas Interaksi Manusia dan Komputer

             “Ergonomik”




                        Oleh :

           Arvin Wongsari Wong – 51008005

             Melita Jimantoro – 51008025

             Novianti Kandaw – 5100030

            Riyan Utomo Tohir – 51008038

              Silvia Adiyanto – 51008041

           Steven Calvin Winner – 51008085




           STMIK KHARISMA MAKASSAR

                     2010-2011
           Pengertian Ergonomik


           Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-
elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktekkan teori, prinsip, data,
dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan,
kelemahan, dan keterampilan manusia.


           Ergonomi berasal dari dua kata bahasa Yunani: ergon dan nomos. Ergon berarti kerja,
dan nomos berarti aturan, kaidah, atau prinsip. Pendapat lain diungkapkan oleh Sutalaksana
(1979) : ergonomi adalah ilmu atau kaidah yang mempelajari manusia sebagai komponen dari
suatu sistem kerja mencakup karakteristik fisik maupun nirfisik, keterbatasan manusia, dan
kemampuannya dalam rangka merancang suatu sistem yang efektif, aman, sehat, nyaman, dan
efisien.


Ergonomik
    a. Kenyamanan dalam menjalankan aktifitas
    b. Keseimbangan dari semua aspek
    c. Aspek menggambarkan suasana kerja yang familiar
    d. Ruangan yang artistik
    e. Lingkungan yangmeningkatkan hasil kerja
    f. Keserasian dari tata letak pencahaan, prilaku, sistem yang familiar dapat meningkatkan
           pengembangan organisasi.


           Ergonomik adalah faktor kenyamanan kerja dalam bidang pekerjaan atau juga disebut
pengaruh yang nyata dalam hal peningkatan maupun penurunan efisiensi dan efektivitas kerja .
Faktor ini sering terjadi bagi pekerja yang harus duduk terpaku secara berjam-jam.
Contoh:
1. Operator Telepon
2. Penjual Tiket
3. Operator Komputer
4. Tukang Ketik (Types)


       Ergonomik bertujuan untuk mendesain tempat kerja, proses kerja, perlengakapan, dan
alat-alat supaya sesuai dengan anda. Sebagai seorang pekerja, sangat penting bagi anda untuk
mengetahui bagaimana mengatur kantor anda agar cocok dengan anda.


Keuntungan Penerapan Ergomomik
   1. Produktifitas meningkat
   2. Aktifitas lebih baik karena adanya faktor kenyamanan layanan dalam melakukan
       pekerjaan.
   3. hasil kerja lebih baik karena sistem yang diopersikan lebih familiar
   4. Efisiensi dan efektif dalam pengoperasian sistem.


       Apabila suatu pekerjaan tidak cocok dengan pekerja, pekerja-pekerja kemungkinan
besar terpapar dengan faktor-faktor risiko yang bisa menyebabkan cedera otot, tulang dan
sendi. Faktor-faktor risiko ergonomik yang utama dalam kantor adalah sebagai berikut:
      Repetition : pekerjaan-pekerjaan atau pergerakan tubuh yang dilakukan secara
       berulang-ulang
      Awkward postures : posisi-posisi tubuh yang dianggap tidak netral atau tidak ideal
       seperti perputaran (twisting) leher untuk melihat monitor, atau meraih kedepan (
       reaching toward) atau penggunaan mouse yang tidak segaris.
      Static forces : mempertahankan suatu posisi dalam jangka waktu yang lama (misalnya
       duduk yang lama, melihat monitor dengan suatu leher menunduk atau tengadah, atau
       menjangkau keyboard terlalu jauh).


       Setiap orang merespons faktor-faktor ergonomic dengan cara yang berbeda. Sebagai
contoh, seorang pekerja bisa mempunyai gejala cedera, sedangkan pekerja yang lainnya tidak.
Faktor-faktor ergonomi harus diidentifkasi dan diperkecil untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Aspek Ergomoni dalam IMK sangat diperngaruhi oleh :
   1. Manusia
          a. Perilaku
          b. Budaya
          c. Sistem kerja
          d. Kedisiplinan dan tanggung jawab
   2. Hardware / peralatan Teknologi Informasi
          a. Sistem / piranti yang terbaru atau yang mudah dikenal dan interaksi yang mudah
              diingat.
          b. Dapat menerima aplikasi dalam permasalahan yang komplit supaya cepat
              memberikan infomasi.
          c. Dapat menjaga dan mendeteksi kesalahan dari aspek manusia dan software.
   3. Software
          a. Dapat melakukan interogatif dengan brainware dan hardware dengan cepat.
          b. Memberikan informasi dalam mengurangi kesalahan sistem logika apabila kelaur
              dari konsep Sistem Informasi.
          c. Dapat memberikan informasi model yang terbaru dalam melayani penggunaan
              tentang hasil informasi atau konsisten.


Aspek Ergonomik


       Faktor kenyamanan kerja (ergonomik) mempunyai pengaruh yang nyata dalam hal
peningkatan maupun penurunan efektifitas dan efisiensi kerja. Dengan memperhatikan
lingkungan fisik kita dapat memperoleh manfaat berupa peningkatan kinerja manusia maupun
kepuasan para pekerja. Aspek-aspek penting yang perlu kita pertimbangkan untuk menciptakan
lingkungan kerja yang nyaman antara lain : aspek ergonomik dari tempat kerja, pengukuran dan
antropometrik, pencahayaan, kualitas udara, gangguan suara, kesehatan dan keamanan kerja,
kebiasaan kerja.
   1. Aspek Ergonomi Tempat Kerja
    Ada empat aspek yang berhubungan dengan tempat kerja :
   a) Berhubungan dengan lingkungan kerja antara lain kondisi lingkungan kerja
   b) Yang berhubungan dengan durasi kerja, berapa lama tempat kerja kita gunakan
   c) Tipe Pekerjaan berdasarkan persepsi dan kebutuhan motorik
   d) Beban psikologi yang dihadapi pekerja


    Empat tipe pekerjaan yang banyak dikerjakan dengan bantuan tempat kerja:
   - Data Entry (pemasukan data) adalah pekerjaan yang berorientasi pada hardcopy, sehingga
   operator akan jauh lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan pengetikan
   dibanding dengan melihat ke layar.
   - Akuisisi data merupakan suatu jenis pekerjaan yang dapat dikatakan kebalikan dengan
   pemasukan data dalam hal karakteristik bebannya.
   - Pekerjaan Interaktif. Besarnya beban visual dan dan beban otot tergantung pada jenis
   pekerjaan yang dilakukan.
   - Pekerjaan Pengolahan Data. Seorang editor akan lebih besar beban visualnya karena harus
   melihat seluruh tulisan yang ada di monitor dan mengganti apa bila terjadi kesalahan.


   2. Pengukuran dan Antropometrik
       Antronometrik adalah suatu bidang ilmu yang berhubungan dengan pengukuran tubuh
manusia misalnya tinggi badan dan jangkauan tangan. Contoh : Pengukuran untuk laki-laki yang
tergabung dalam angkatan bersenjata tidak dapat diterapkan untuk ukuran bagi laki-laki secara
umum. Jangkauan, Kenyamanan Penglihatan, Tinggi Meja.


   3. Pencahayaan
    a. Menghindarkan pengguna dari cahaya terang langsung atau pantulannya
    b. Keseimbangan antara kecerahan tampian layar dan kecerahan yang ada didepan
    pengguna
    c. Menghindari cahaya langsung mengenai layar tampilan
    d. Mmberikan cahaya yang cukup untuk pekerjaan tanpa layar tampilan


         Sumber cahaya
       a. Cahaya langsung berasal dari matahari dan lampu yang langsung menerobos ke
           ruang pekerjaan lewat jendela.
       b. Cahaya tidak langsung, dipantulkan oleh tembok atau partisi platfon lantai, bahan
           yang disekitar monitor, permukaan meja dan pakaian yang digunakan oleh operator.
       c. Panas yang berlebihan dari suhu komputer, untuk mengatasi hal tersebut maka
           diperlukan tata ruang yang dapat meredam dan menstabilkan cahaya dan suhu
           ruangan yang nyaman untuk menjaga keawetan peralatan.


   4. Suhu dan Kualitas Udara
       Suhu dan kelembaban merupakan faktor yang sangat penting dalam kualitas. Gunakan
alat penyaringan udara, seperti AC. Isu mengenai bertambah panasnya udara menjadi sangat
penting untuk diperhatikan, karena perubahan           suhu udara yang sedikit saja dapat
mempengaruhi kinerja seseorang. Suhu dan kelembaban merupakan faktor yang sangat
penting dalam kualitas udara.


   5. Gangguan Suara
       Lingkungan suara mempunyai pengaruh yang sangat penting pada konsentrasi, tingkat
stres dan aspek lain dari kinerja seseorang. Berasal dari AC, komputer, manusia, suara speaker
dan peralatan lain yang mengakbiatkan terganggunya konsentrasi user/pengguna dalam
melangsungkan aktifitas.


   6. Kesehatan dan Keamanan Kerja
       Aspek keamanan dan kenyamanan kerja sangat dipengaruhi oleh kondisi umum
kesehatan. Kondisi kesehatan setiap pekerja tidak lah sama dan masing-masing mempunyai
toleransi yang berbeda terhadap kondisi fisik ketika harus bekerja untuk jangka panjang.
Basis Evaluasi Bagi Kesehatan:
      Beban visual (berupa iritasi mata, pandangan yang mengabur dan kadang-kadang
       disertai munculnya rasa pening pada mata).
      Beban otot ( kelelahan otot, ketegangan otot dan rasa sakit pada beberapa bagian
       seperti siku, jari tangan dan leher).
      Beban postur tubuh ( berhubungan erat dengan otot untuk mempertahankan posisi
       selama duduk dikursi).
      Beban tekanan emosi ( dapat muncul dalam bentuk rasa aman, rasa tertekan atau
       depresi).


Panca indra yang bekerja keras adalah mata, untuk mengatasi keluhan seperti iritasi mata atau
kelelahan mata antara lain:
      Istirahatkan indra yang bekerja, anda dengan melihat pemandangan yang benuansa
       sejuk dan jauh kedepan secara rutin.
      Jagalah agar kacamata/lensa kontak dan layar tampilan selalu bersih.
      Jika anda menggunakan pencegah kilau, bersihkanlah pencegah kilau itu sesuai aturan
       yang ada.
      Periksalah mata anda secara teratur.
      Jika mungkin pakailah kacamata yang khusus dirancang untuk bekerja dengan layar
       komputer.


   7. Kebiasaan Dalam Bekerja
       Selain kondisi kesehatan yang prima, peralatan kantor, dan penempatan sumber
cahaya, kebiasaan bekerjapun dapat mempengaruhi kinerja selama bekerja menggunakan layar
tampilan.
      Bekerjalah dalam keadaan santai dan posisi yang benar
      Mengubah posisi duduk (untuk mencegah kelelahan otot)
      Berdiri dan mengambil beberapa menit untuk mengendurkan ketegangan otot dan
       lakukan olahraga ringan
      Mengusahakan untuk tidak mengantuk dalam jangka waktu yang lama yang memberikan
       tekanan fisik yang berat pada anda
      Mengambil istirahat secara periodik
      Memeriksa kebiasaan kerja dan tipe kerja yang hendak dilakukan
      Bagilah waktu untuk bekerja secara bergantian sehingga tidak duduk dalam selang waktu
       yang lama atau melakukan aktivitas yang sama terus menerus.

Ada beberapa aspek dalam penerapan ergonomi yang perlu diperhatikan, antara lain :

   1. Faktor manusia


       Penataan dalam sistem kerja menuntut faktor manusia sebagai pelaku/pengguna
menjadi titik sentralnya. Pada bidang rancang bangun dikenal istilah Human Centered Design
(HCD) atau perancangan berpusat pada manusia. Perancangan dengan prinsip HCD,
berdasarkan pada karakter-karakter manusia yang akan berinteraksi dengan produknya.
Sebagai titik sentral maka unsur keterbatasan manusia haruslah menjadi patokan dalam
penataan suatu produk yang ergonomis. Ada beberapa faktor pembatas yang tidak boleh
dilampaui agar dapat bekerja dengan aman, nyaman dan sehat, yaitu : Faktor dari dalam
(internal factors) dan Faktor dari luar (external factor). Tergolong dalam faktor dari dalam
(internal factors) ini adalah yang berasal dari dalam diri manusia seperti : umur, jenis kelamin,
kekuatan otot, bentuk dan ukuran tubuh, dll. Sedangkan Faktor dari luar (external factor) yang
dapat mempengaruhi kerja atau berasal dari luar manusia, seperti : penyakit, gizi, lingkungan
kerja, sosial ekonomi dan adat istiadat, dll.

   2. Faktor Anthropometri


       Yaitu pengukuran yang sistematis terhadap tubuh manusia, terutama seluk beluk baik
dimensional ukuran dan bentuk tubuh manusia. Antropometri yang merupakan ukuran tubuh
digunakan untuk merancang atau menciptakan suatu sarana kerja yang sesuai dengan ukuran
tubuh penggunanya. Ukuran alat kerja menentukan sikap, gerak dan posisi tenaga kerja,
dengan demikian penerapan antropometri mutlak diperlukan guna menjamin adanya sistem
kerja yang baik. Ukuran alat-alat kerja erat kaitannya dengan tubuh penggunanya. Jika alat-alat
tersebvut tidak sesuai, maka tenaga kerja akan merasa tidak nyaman dan akan lebih lamban
dalam bekerja yang dapat menimbulkan kelelahan kerja atau gejala penyakit otot yang lain
akibat melakukan pekerjaan dengan cara yang tidak alamiah.

   3. Faktor Sikap Tubuh dalam Bekerja


       Hubungan tenaga kerja dalam sikap dan interaksinya terhadap sarana kerja akan
menentukan efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja, selain SOP (Standard Operating
Procedures) yang terdapat pada setiap jenis pekerjaan. Semua sikap tubuh yang tidak alamiah
dalam bekerja, misalnya sikap menjangkau barang yang melebihi jangkauan tangannya harus
dihindarkan. Penggunaan meja dan kursi kerja ukuran baku oleh orang yang memiliki ukuran
tubuh yang lebih tinggi atau sikap duduk yang terlalu tinggi sedikit banyak akan berpengaruh
terhadap hasil kerjanya.


   4. Faktor Manusia & Mesin

       Penggunaan teknologi dalam pelaksanaan produksi akan menimbulkan suatu hubungan
timbal balik manusia sebagai pelaku dan mesin sebagai sarana kerjanya. antara Dalam proses
produksi, hubungan ini menjadi sangat erat sehingga merupakan satu kesatuan. Secara
ergonomis, hubungan antara manusia dengan mesin haruslah merupakan suatu hubungan yang
selaras, serasi dan sesuai.


   5. Faktor Pengorganisasian Kerja

       Pengorganisasian kerja terutama menyangkut waktu kerja, waktu istirahat, kerja lembur
dan lainnya yang dapat menentukan tingkat kesehatan dan efisiensi tenaga kerja. Diperlukan
pola pengaturan waktu kerja dan waktu istirahat yang baik, terutama untuk kerja fisik yang
berat. Jam kerja selama 8 (delapan) jam / hari diusahakan sedapat mungkin tidak terlampaui,
apabila tidak dapat dihindarkan, perlu diusahakan group kerja baru atau perbanyakkan kerja
shift. Untuk pekerjaan lembutr sebaiknya ditiadakan, karena dapat menurunkan efisiensi dan
produktivitas kerja serta meningkatnya angka kecelakaan kerja dan sakit.
       Tujuan utama dari penerpan ilmu ergonomik adalah bahwa perancangan antarmuka
pengguna harus menghasilkan suatu keseimbangan antara teori dari sejumlah acuan dan
suasana kerja sebenarnya sehingga kenyamanan kerja dapat dicapai yang pada akhirnya akan
menaikkan efektifitas dan efiesiensi kerja.

Peran ergonomi dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:


   1. Perancangan produk.
   2. Meningkatkan keselamatan dan higiene kerja.
   3. Meningkatkan produktivitas kerja.


   Sasaran dari Ergonomi yaitu meningkatkan para pengguna agar dapat mencapai prestasi
kerja yang tinggi dalam kondisi yang nyaman, aman dan tenteram. Adapun lingkup kajian
Ergonomi dapat dikelompokkan dalam 4 bidang lingkup kajian, yaitu


   1. Display


       Display     adalah   alat   yang    menyajikan   informasi   tentang   lingkungan   yang
dikomunikasikan dalam bentuk tanda-tanda atau lambang-lambang. Display terbagi menjadi 2
bagian, yaitu display statis dan display dinamis. Display statis adalah display yang memberikan
informasi tanpa dipengaruhi oleh variabel waktu, misalnya peta, papan pengumuman.
Sedangkan display dinamis adalah display yang dipengaruhi oleh variabel waktu, misalnya
speedometer yang memberikan informasi kecepatan kendaraan bermotor dalam setiap kondisi.


   2. Kekuatan fisik manusia (fisiologi)


       Penelitian ini mencakup mengukur kekuatan/daya fisik manusia ketika bekerja dan
mempelajari bagaimana cara kerja serta peralatan harus dirancang agar sesuai dengan
kemampuan fisik manusia ketika melakukan aktifitas tersebut. Penelitian ini merupakan bagian
dari biomekanik.
   3. Ukuran/dimensi dari tempat kerja (antropometrik)


       Penelitian ini diarahkan untuk mendapatkan ukuran tempat kerja yang sesuai dengan
ukuran tubuh manusia, dipelajari dalam antropometri.


   4. Lingkungan Fisik


       Penelitian ini berkenaan dengan perancangan kondisi lingkungan fisik dari ruangan dan
fasilitas-fasilitas dimana manusia bekerja. Hal ini meliputi perancangan cahaya, suara, warna,
temperatur, kelembaban, bau-bauan dan getaran pada suatu fasilitas kerja.



Contoh Penerapan Aspek Ergonomik pada Perusahaan
       Contohnya adalah GooglePlex merupakan gabungan dari dua kata yaitu Google dan
complex, yang berarti sebagai kompleks perkantoran google.
       GooglePlex tidak seperti kantor-kantor perusahaan besar pada umumnya. GooglePlex
sebenarnya adalah kantor yang mencerminkan perpaduan antara filosofi perusahaan dan
prinsip pendirinya yang tidak ingin menjadi perusahaan konvensional.
       GooglePlex dirancang dengan nuansa yang merangsang daya cipta dan cenderung tidak
beraturan. Begitu masuk ke lobi kantor pengunjung akan disambut interior dengan komponen
lampu pijar, piano, dan sebuah proyektor yang menampilkan pencarian dari seluruh dunia
secara real-time.
       Ruang kantor ditata dengan sistem gugus dengan dinding terbuat dari kaca yang
memudahkan interaksi orang-orang di dalamnya, tetapi juga tetap menjada konsentrasi
sehingga orang bisa bekerja tanpa gangguan. Setiap gugus ditempati tiga atau empat karyawan
dan dilengkapi sofa bersama.
       Ketika karyawan lelah bekerja, karyawan bisa beristirahat main game, main billiard,
main ping pong, makan di cafe atau bahkan berenang. Semua bisa dilakukan dalam satu
kawasan. Jadi tidak perlu ke mana-mana karena kantor sudah menyediakan semuanya bahkan
lapangan pasir untuk bermain voli.
       Selain itu GooglePlex juga menyediakan ruang pijat yang tentu lengkap dengan tukang
pijatnya, ruang locker, ruang binatu, ruang snack, dan ruang privat untuk ibu yang ingin
menyusui serta fasilitas media yang lengkap.


Contoh lain penerapan Ergonomik dalam kehidupan sehari-hari :


Misalnya dalam perancangan produk suatu Handphone. Dengan memperhatikan faktor-faktor
Ergonomi    maka    hasil   perancangan    akan   mengarah    kepada    kenyamanan     dalam
menggunakannya. Adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perancangan
handphone agar Ergonomi yaitu:

   1. Penggunaan display layar, warna keypad, warna handphone sehingga memudahkan
       pembacaan dan tidak melelahkan mata.
   2. Perancangan dimensi handphone sehingga ukuran menyesuaikan dengan ukuran
       standar manusia.
   3. Perancangan berat handphone sehingga tidak melelahkan manusia saat dibawa.
   4. Desain ukuran keypad sehingga memudahkan jari-jari kita untuk navigasi.
   5. Penggunaan sistem operasi yang ada didalamnya sehingga memudahkan orang dalam
       menggunakannya.




       Penerapan ergonomi pada umumnya merupakan aktivitas desain ataupun redesain.
Ergonomi dapat berperan pula dalam desain pekerjaan pada suatu organisasi misalnya:
penentuan jumlah jam istirahat, pemilihan jadwal pergantian waktu kerja (shift kerja) dan
meningkatkan variasi pekerjaan. Agar dapat menghasilkan rancangan sistem kerja yang baik
perlu dikenal sifat-sifat, keterbatasan serta kemampuan yang dimiliki manusia. Dalam sistem
kerja manusia berperan sentral yaitu sebagai perencana, perancang, pelaksana dan
pengevaluasi sistem kerja yang bekerja secara keseluruhan agar diperoleh hasil kerja yang baik
atau memuaskan.
Tugas Interaksi Manusia dan Komputer

               “Ergonomik”




                    Oleh :

        Arvin Wongsari Wong – 51008005

         Melita Jimantoro – 51008025

          Novianti Kandaw – 5100030

         Riyan Utomo Tohir – 51008038

          Silvia Adiyanto – 51008041

        Steven Calvin Winner – 51008085




  STMIK KHARISMA MAKASSAR

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:5710
posted:3/13/2011
language:Indonesian
pages:13