pkn kelas x

W
Description

Bahan ajar pendidikan kewarganegaraan kelas x sma

Document Sample
scope of work template
							                                                    Diktat Kewarganegaraan Kelas X


                 HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA


STANDAR KOMPETENSI :
1. Memahami hakekat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

KOMPETENSI DASAR :
1.1.   Mendeskripsikan hakekat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya Negara
1.2.   Mendeskripkan hakikat Negara dan bentuk-bentuk kenegaraan
1.3.   Menjelaskan pengertian fungsi dan tujuan NKRI
1.4.   Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam
       kehidupan bernasyarakat, berbangsa dan bernegara


BANGSA :
Bangsa sering disebut dengan istilah rakyat, Bangsa adalah pengertian politis
sedangkan rakyat pengertian sosiologis


DEFINISI BANGSA :
Ernest Renan              :   Bangsa adalah       sekelompok manusia yang berada
                              dalam suatu ikatan batin karena memiliki sejarah
                              dan cita-cita yang sama
Otto Bauer                :   Bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki
                              karakter karena persamaan nasib dan pengelaman
                              sejarah
Kamus Bahasa Indonesia    :   Bangsa adalah orang yang berada di dalam suatu
                              masyarakat hokum yang terorganisir.
Ensiklopedia Politik      :   Bangsa     adalah    sekelompok   yang   mempunyai
                              persamaan sejarah, nasib, cita-cita , suka duka
                              yang sama
F. Ratzel                 :   Bangsa terbentuk karena adanya rasa kesatuan
Jacobsen dan Lipman       :   Bangsa adalah satu kesatuan budaya dan kesatuan
                              politik




                                                                                1
                                                    Diktat Kewarganegaraan Kelas X



UNSUR-UNSUR TERBENTUKNYA BANGSA :
   1. Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional
   2. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional
   3. Keinginan untuk kemandirian, keunggulan, individualistis, keaslian
   4. Keinginan untuk menonjol diantara bangsa-bangsa


NEGARA
Istilah Negara : de staat (Belanda) , the State (Inggris) , l’etat (Perancis) ,
statum (Latin) , lo stato (Italia) , der staat (Jerman)


DEFENISI NEGARA :
Kamus Umum Bahasa Indonesia : Negara adalah persekutuan bangsa yang hidup
                                dalam suatu wilayah yang diperintah oleh suatu
                                badan pemerintahan dengan teratur
Prof. Nasroen               :   Negara adalah suatu bentuk pergaulan hidup yang
                                ditinjau secara sosiologis
Prof. R. Djokosoetono, S.H.     :   Negara adalah suatu organisasi yang berada di
                                bawah pemerintahan yang sama
Soenarko                    :   Negara adalah suatu organisasi masyarakat yang
                                mempunyai daerah tertentu
M. Solly Lubis, S.H.        :   Negara adalah bentuk pergaulan hidup yang
                                mempunyai      daerah        tertentu,   rakyat   dan
                                pemerintahaan
Aristoteles                 :   Negara adalah persekutuan dari keluarga dan desa
                                untuk mencapai kehidupan
Grotius                     :   Negara adalah ikatan manusia yang insaf akan
                                panggilan hokum kodrat
Jean Bodin                  :   Negara adalah persekutuan keluarga yang dipimpin
                                olrh akal dari suatu kekuasaan yang berdaulat
Hans Kelsen                 :   Negara adalah pergaulan hidup bersama dengan
                                cara paksa




                                                                                    2
                                                   Diktat Kewarganegaraan Kelas X

Logeman                   :   Negara      adalah   organisasi   kekuasaan     yang
                              bertujuan      mengatur      masyarakat       dengan
                              kekuasaannya
Oppenheimer               :   Negara adalah suatu masyarakat tertentu yang
                              terdapat suatu deferensial politik
Prof. Van Apeldorn        :   Negara adalah persekutuan rakyat yang hidup di
                              suatu daerah dibawah kekuasaan tertinggi menurut
                              hokum yang sama


UNSUR-UNSUR TERBENTUKNYA NEGARA
Menurut Oppenheim dan Lauterpacht :
   1. Rakyat
   2. Wilayah / daerah
   3. Pemerintah yang berdaulat
   4. Pengakuan dari negara lain


Rakyat, wilayah dan pemerintah yang berdaulat merupakan unsure konstitutif,
sedangkan pengakuan dari Negara lain merupakan unsure deklaratif (unsure
tambahan)



RAKYAT :
Rakyat adalah semua orang yang berdiam di suatu Negara atau menjadi penghuni
Negara
Rakyat dibedakan atas :
1. Penduduk               :   mereka yang bertempat tinggal tetap di dalam
                              wilayah Negara
   a. Warga Negara            :   mereka yang berdasarkan hokum merupakan
                                  anggota dari Negara
   b. Bukan warga Negara :        orang asing atau mereka yang mengakui Negara
                                  lain sebagai negaranya
   Warga Negara dan bukan warga Negara memiliki hak dan kewajiban yang
   berbeda




                                                                                 3
                                                   Diktat Kewarganegaraan Kelas X

2. Bukan penduduk          :   mereka yang berada di dalam wilayah Negara
                               tetapi tidak bermaksud bertempat tinggal di
                               Negara itu


WILAYAH :
Wilayah dibagi atas :
   1. Daratan
      Wilayah daratan dapat ditentukan dengan batas-batas :
          a. Batas alam (sungai, danau, pegunungan, lembah)
          b. Batas buatan (pagar tembok, pagar kawat berduri, tiang tembok,
             patok)
          c. Batas menurut geofisika (garis lintang mis. Indonesia, korea)

   2. Lautan
      Ada 2 konsepsi kelautan yang bertentangan yaitu :
      a. Res Nulius yaitu lautan dapat dimiliki oleh setiap Negara karena tidak
          ada yang memiliki
      b. Res Communis yaitu laut merupakan milik bersama masyarakat dunia,
          oleh karena itu tidak dapat dimiliki oleh Negara


      Berdasarkan konsepsi tersebut maka tidaka ada keseragaman dalam
      menentukan batas laut territorial masing-masing negara.
      Pada tanggal 13 Desember 1957, Pemerintah Indonesia mengumumkan
      “Deklarasi Juanda” yang isinya : Batas laut teritorial wilayah Indonesia 12
      mil diukur berdasarkan garis yang menghubungkan titik terluar pulau
      Indonesia yang terluar. Deklarasi Juanda dikukuhkan dengan UU No.4 Prp
      Tahun 1960.


      Pada tanggal 10 Desember 2002 diadakan “Konferensi Hukum Laut
      Internasional III” yang diselenggarakan oleh PBB di Montego Bay, Jamica,
      yang ditandatangani 119 negara peserta (117 negara dan 2 organisasi
      kebangsaan), yang menghasilkan :
      a. Laut territorial yaitu laut yang jaraknya 12 mil diukur berdasarkan
          garis lurus dari garis dasar pantai ketika air surut


                                                                               4
                                             Diktat Kewarganegaraan Kelas X

  b. Zona bersebelahan yaitu laut sejauh 12 mil laut diluar batas laut
     territorial atau 24 mil dari pantai
  c. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yaitu wilayah laut suatu Negara pantai
     yang batasnya 200 mil laut diukur dari pantai
     Negara pantai dapat menggali kekayaan alam lautan, Negara lain
     bebas berlayar atau terbang di atas wilayah itu, serta bebas memasang
     kabel dan pipa di bawah lautan. Negara pantai dapat menangkap
     nelayan asing yang kedapatan menangkap ikan
  d. Landas benua yaitu lautan suatu Negara yang lebih dari 20 mil laut
     Negara boleh mengadakan eksplorasi dan eksploitasi dengan kewajiban
     membagi keuntungan dengan masyarakat nasional
  e. Landas kontinen      yaitu daratan yang berada di bawah permukaan
     air di luar laut territorial sampai kedalaman 200 m/lebih
  f. Laut Pedalaman yaitu Laut dan selat yang menghubungkan pulau-
     pulau yang termasuk wilayah suatu negara

3. Udara
  Wilayah udara adalah wilayah yang berada di atas wilayah daratan dan
  wilayah lautan
  Diatur dalam Perjanjian Paris tahun 1919dan diperbaruhi Konvensi Chicago
  tahun 1944, bahwa setiap Negara mempunyai kedaulatan yang utuh dan
  eksklusif ruang udara di atas wilayahnya


  Berdasarkan UU Negara RI No. 20 Tahun 1982, wilayah kedaulatan
  dirgantara yang termasuk orbit geo stasioner adalah 35.61 km
  Beberapa pandangan dari beberapa tokoh entang batas wilayah udara :
  a. Lee              :   lapisan atmosfir dalam jarak tembak meriam
  b. Van Holzen Dorf :    Ketinggian ruang udara adalah 1000 meter dari
                          titik permukaan tertinggi
  c. Henrich          :   Di ruang atmosfer selama masih terdapat gas atau
                          partikel udara pada ketinggian 196 mil




                                                                           5
                                                Diktat Kewarganegaraan Kelas X

   4. Wilayah ekstrateritorial
      Contoh :
          a. Perwakilan diplomatik di suatu Negara
          b. Kapal yang berlayar di lautan bebas di bawah bendera suatu negara


PEMERINTAH YANG BERDAULAT
Pemerintah yang berdaulat adalah pemerintah yang mempunyai kekuasaan
tertinggi dalam Negara

Pemerintah yang berdaulat mempunyai kekuasaan :
1. Kedaulatan kedalam     :   kekuasaan pemerintah diakui dan ditaati rakyatnya
2. Kedaulatan keluar      :   kekuasaan pemerintah untuk mempertahankan
                              kemerdekaan dan ancaman Negara lain serta
                              kebebasan mengadakan hubungan diplomatic

Pemerintah yang berdaulat mempunyai arti :
1. pemerintah arti luas   :   gabungan antara lembaga legislative, eksekutif dan
                              yudikatif
2. pemerintah arti sempit :   hanya mencakup eksekutif saja




TEORI KEDAULATAN :
   1. Teori Kedaulatan Tuhan
      Berpendapat raja memperoleh kekuasaan tertinggi dari Tuhan
      Tokoh : Agustinus, Thomas Aquno, Marsilius, Stahl
      Negara yang menerapkan : Ethiopia masa raja Haile Selasi, Belanda (By
      the grace og God), Jepang masa kaisar Tenno Heika
   2. Teori Kedaulatan Raja
      Berpendapat Negara di tangan raja sebagai penjelmaan kehendak Tuhan
      Tokoh : Machiavelli, Jean Bodin, Thomas Hobbes, Hegel
      Negara yang menerapkan ; Perancis masa Louis XIV (L’etat Ces Moi =
      Negara adalah saya)




                                                                              6
                                               Diktat Kewarganegaraan Kelas X

  3. Teori Kedaulatan Hukum
     Berpendapat kekuasan tertinggi bersumber pada hokum
     Tokoh : Krabbe, Immanuel Kant, Kranenburg
     Negara yang menerapkan : Indonesi, Eropa dan Amerika
  4. Teori Kedaulatan Negara
     Berpendapat kekuasaan pemerintah bersumber dari kedaulatan Negara
     Tokoh : G. Jellinek, Paul Laband
     Negara yang menerapkan : Rusia masa Tsar, Jerman masa Hitler, Italia
     masa Mussolini
  5. Teori Kedaulatan Rakyat
     Berpendapat rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi
     Tokoh : John Locke, Montesquieu, Rousseau
     Negara yang menerapkan : hampir di tiap Negara merdeka


PENGAKUAN DARI NEGARA LAIN :
  1. Pengakuan de facto : pengakuan tentang kenyataan adanya suatu negara
        a. bersifat sementara   : pengakuan      diberikan   tanpa   melihat
           bertahan tidaknya Negara tersebut
        b. bersifat tetap       : pengakuan terhadap suatu Negara hanya
           menimbulkan hubungan ekonomi dan perdagangan
  2. Pengakuan de Jure : pengakuan secara resmi berdasarkan hukum
        a. bersifat tetap       : pengakuan berlaku selama-lamanya
        b. bersifat penuh       : terjadi   hubungan   antara   Negara   yang
           mengakui dan diakuimeliputi hubungan ekonomi, dagang dan
           diplomatic




                                                                           7
                                                 Diktat Kewarganegaraan Kelas X

SIFAT HAKEKAT NEGARA :
  1. Memaksa
     Mempunyai kekuatan fisik secara legal, diharapkan semua peraturan
     perundangan ditaati supaya keamanan dan ketertiban Negara tercapai
  2. Monopoli
     Untuk menetapkan tujuan bersama masyarakat
  3. Mencakup semua
     Semua peraturan perundang undangan yang berlaku untuk semua orang
     tanpa kecuali


TERJADINYA NEGARA :
  1. Terjadinya negara berdasarkan fakta sejarah :
        a. Occupatie (pendudukan)
           Suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum ada yang menguasai
           Contoh : Liberia (1847)
        b. Fusi (peleburan)
           Negara-negara kecil dalam suatau wilayah mengadakan perjanjian
           untuk saling melebur menjadi Negara baru
           Contoh : Jerman (1871)
        c. Cessie (penyerahan)
           Suatu wilayah diserahkan kpd Negara lain berdasarkan perjanjian
           Contoh : Sleeswijk diserahkan Austria kepada Prusia
        d. Accesie (penaikan)
           Suatu wilayah terbentuk akibat penaikan Lumpur sungai dari dasar
           laut/delta
           Contoh : Mesir terbentuk dari delta sungai Nil
        e. Anexatie (penguasaan)
           Suatu wilayah yang dikuasai bangsa lain tanpa reaksi
           Contoh : Israel mencaplok Palestina
        f. Proklamasi
           Suatu bangsa dijajah bangsa lain melakukan perlawanan, berhasil
           merebut wilayahntya kembali dan menyatakan kemerdekaannya
           Contoh : Indonesia melepaskan diri dari Jepang dan Belanda



                                                                             8
                                               Diktat Kewarganegaraan Kelas X

        g. Innovation (pembentukan baru)
           Munculnya suatu negara baru di atas Negara yang pecah dan lenyap
           Contoh : Columbia pecah dan lenyap kemudian muncul Columbia
           baru dan Venezuela
        h. Separatise (pemisahan)
           Suatu wilayah Negara yang memisahkan diri dari Negara yang
           menguasainya kemuadian menyatakan kemerdekaannya
           Contoh : Belgia memisahkan diri dari Belanda, Timor timur
           memisahkan diri dari Indonesia
  2. Terjadinya Negara berdasarkan pendekatan teoritis


TEORI TUJUAN NEGARA :
  1. Teori Kekuasaan Negara
     a. Shang Yang      :   Negara     mengumpulkan        kekuasaan      sebesar-
                            besarnya
     b. Machiavelli     :   Penguasa boleh berbuat apa saja asal untuk
                            kepentingan Negara dalam mencapai kekuasaan
                            yang sebesarnya
  2. Teori Perdamaian Dunia
     Dante Alleghieri           : dalam mencapai perdamaian dunia dibentuk
                                  satu negara di bawah satu imperium
  3. Teori Jaminan atas hak dan kebebasan
     a. Immanuel Kant           : Negara mempertahankan hokum supaya hak
                                  dan kemerdekaan warga Negara terpelihara
     b. Kranenburg              : Negara    bukan      hanya    untuk   ketertiban
                                  hokum       tetapi     juga      mengupayakan
                                  kesejahteraan warga negaranya


FUNGSI NEGARA :
  1. Melaksanakan penertiban
  2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
  3. Pertahanan
  4. Menegakkan keadilan



                                                                                9
                                                 Diktat Kewarganegaraan Kelas X

Menurut E. Mirriam fungsi Negara adalah :
   1. Keamanan ekstern
   2. Ketertiban intern
   3. Keadilan
   4. Kesejahteraan umum
   5. Kebebasan




SEMANGAT KEBANGSAAN :
   1. Nasionalisme :      suatu faham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan
                          Negara atas kesadaran warga Negara sendiri
      Arti sempit   :     perasaan cinta terhadap bangsa secara berlebihan
                          sehingga memandang rendah bangsa lain, sering disebut
                          jingoisme atau chauvinisme
      Arti luas     :     perasaan cinta dan bangga terhadap tanah air dan
                          bangga terhadap tanah air dan bangsanya tanpa
                          memandang rendah bangsa lain
   2. Patriotisme   :     semangat dan jiwa yang dimiliki seseorang untuk
                          berkorban / rela berkorban demi nama bangsa dan
                          Negara




                                                                            10
                                               Diktat Kewarganegaraan Kelas X


       SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL



STANDAR KOMPETENSI :
2. Menampilkan sikap positip terhadap system hokum dan peradilan nasional


KOMPETENSI DASAR :
   Mendeskripsikan pengertian dan sistem hukum dan peradilan nasional
   Menganalisis peranan lembaga-lembaga peradilan
   Menunjukkan sikap yang sesuai dengan ketentuan hokum yang berlaku
   Menganalisis upaya pemberantasan korupsi di Indonesia
   Menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia


Pengertian Sistem        :   suatu totalitas yang terdiri dari komponen atau
                             unsur yang satu sama lain berbeda, berkaitan
Sistem Hukum Nasional    :   perangkat hokum Negara yang secara teratursaling
                             berkaitan     mengatur     ketertiban      jalannya
                             operasional   kenegaraan   sehingga     membentuk
                             totalitas kerja di bidang hukumdi suatu Negara


MACAM-MACAM PIDANA :
   1. Pidana mati
   2. Pidana penjara
         a. Pidana seumur hidup
         b. Pidana sementara waktu
         c. (minimal 1 tahun maksimal 20 tahun)
   3. Pidana kurungan (min 1 hari maksimal 1 tahun)
   4. Pidana denda
         a. pemcabutan hak tertentu
         b. Perampasan barang tertentu
         c. Pengumuman putusan hakim




                                                                              11
                                                    Diktat Kewarganegaraan Kelas X

DEFINISI HUKUM :
Leon Duguit                :    Hukum    adalah     aturan   tingkah   laku   anggota
                                masyarakat,   daya     penggunaannya     pada    saat
                                tertentu diindahkan masyarakat sebagai jaminan
                                kepentingan bersama, jika dilanggar menimbulkan
                                reaksi
Drs. E. Utracht, S.H.      :    Hukum adalah himpunan peraturan mengatur tata
                                tertib masyarakat
S.M.Amin, S.H.             :    Hukum adalah peraturan yang terdiri dari norma
                                dan saksinya disebut hukum
J.C.T. Simorangkir dan     :    Hukum adalah peraturan yang bersifat memaksa,
Woryono Sastropranoto,S.H menentukan tingkah laku manusia dlm masyarakat
                                yang dibuat badan resmi yang berwajib
M.H. Tirtaatmadjaja, S.H. :     Hukum    adalah     norma     dalam    tingkah   laku
                                pergaulan hidup dengan ancaman
Drs. C.S.T. Kansil, S.H.   :    aturan dalam pergaulan manusia supaya kamanan
                                dan ketertiban terpelihara



PENGGOLONGAN HUKUM :
   1. Menurut Sumbernya
          a. Undang Undang
          b. Kebiasaan
          c. Keutusan hakim (Yurisprudensi) : keputusan hakim terdahulu
              dijadikan dasar keputusan hakim berikutnya
          d. Traktat, terdiri traktat bilateral = perjanjian yang diadalan dua
              Negara dan traktat multilateral = perjanjian yang diadakan lebih
              dari dua negara
          e. Pendapat sarjana hukum (doktrin)
   2. Menurut bentuknya
          a. Hukum tertulis
          b. Hukum tidak tertulis (kebiasaan yang tumbuh dan terpelihara
              dalam masyarakat)




                                                                                  12
                                            Diktat Kewarganegaraan Kelas X

3. Menurut tempat berlakunya
      a. Hukum nasional
      b. Hukum Internasional
      c. Hukum asing
      d. Hukum gereja
4. Menurut waktu berlakunya
      a. Ius constitutum (hukum positip = hukum yang berlaku pada saat ini
         dalam suatu masyarakat tertentu)
      b. Ius constituendum (hukum yang berlaku masa yang akan datang)
      c. Hukum alam (hukum yang berlaku tanpa batas waktu)
5. Menurut sifatnya
      a. Hukum memaksa (hukum yang harus ditaati)
      b. Hukum mengatur (hukum yang dapat dikesampingkan)
6. Menurut wujudnya
      a. Hukum obyektif (hukum yang berlaku umum)
      b. Hukum subyektif (hukum yang berlaku pada orang tertentu)
7. Menurut isinya
      a. Hukum publik
         1) Hukum Tata Negara (hukum yang mengatur bentuk dan
            susunanpemerintahan,    hubungan     kekuasaan   antara   alat
            perlengkapan Negara)
         2) Hukum Tata Usaha Negara / Hukum Administrasi Negara (hukum
            yang mengatur cara menjalankan tugas dari kekuasaan alat
            perlengkapan Negara)
         3) Hukum Pidana (hukum yang mengatur perbutan yang dilarang
            beserta sanksinya)
         4) Hukum Acara (mengatur cara mempertahankan hukum material)
         5) Hukum Internasional
            a) Hukum Perdata Internasional (mengatur hubungan antara
               warga Negara yang berlainan)
            b) Hukum Publik Internasional (mengatur hubungan antara satu
               Negara dengan Negara lain)
      b. Hukum privat / Hukum Sipil (mengatur kepentingan pribadi)



                                                                        13
                                                  Diktat Kewarganegaraan Kelas X



PERANAN LEMBAGA PERADILAN
Pasal 24 ayat 2 UUD 45
Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan
peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum,
lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan
tat usaha Negara dan sebuah mahkamah konstitusi


UU darurat No.1/1951        :   tentang Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi
UU No.13 / 1965             :   tentang Peradilan dalam Lingkungan Peradilan
                                Umum dan Mahkamah Agung
UU No.14/1970               :   tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman
UU No.8/2004                :   tentang Peradilan Umum


MACAM – MACAM PENGADILAN DI INDONESIA :
Pengadilan Umum :
   1. Pengadilan Negeri
   2. Pengadilan Tinggi
   3. Mahkamah Agung
Pengadilan Khusus :
   1. Pengadilan Agama
   2. Pengadilan Adat
   3. Pengadilan Administrasi Negara (Tata Usaha Negara)


PENGADILAN NEGERI
Tugas               :    memeriksa dan memutuskan perkara tingkat pertama
Wewenang            :    mengadili perkara tindak pidana yang dilakukan dalam
                         daerah hukumnya (locus dilicti)
Berkedudukan        :    di Daerah Tingkat II
PENGADILAN TINGGI
Berkedudukan        :    di daerah Tingkat I
Wewenang            :
        1. Memutuskan perkara tingkat I dan terakhir



                                                                                  14
                                                 Diktat Kewarganegaraan Kelas X

       2. Memberi pembinaan pengadilan negeri di wilayah hukumnya
       3. Melakukan pengawasan terhadap jalannya peradilan di wilayah
          hukumnya
       4. memberi peringatan/teguran dan petunjuk         kepada pengadilan di
          wilayah hukumnya
       5. Mengirimkan berkas perkara dan penilaian tentang kecakapan para
          hakim
MAHKAMAH AGUNG
   -   Berhak memberi pertimbangan dalam bidang hukum kepada Presiden
       mengenai pemberian / penolakan grasi
   -   Mengadakan kasasi atau pembatalan terhadap putusan tingkat akhir dari
       pengadilan lain
   -   Wewenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundanagn
       di bawah Undang Undang




SADAR HUKUM         :    bersikap sesuai ketentuan hukum yang berlaku
Sadar Hukum di Lingkungan keluarga :
   1. selalu menjaga nama baik keluarga
   2. mentaati aturan keluarga yang berlaku
   3. menggunakan fasilitas keluarga secara baik
   4. mendengarkan nasehat dari orang tua
   5. menghormati semua anggota keluarga
Sadar hukum di lingkungan sekolah :
   1. selalu mentaati peraturan yang berlaku di sekolah
   2. disiplin belajar
   3. ikut upacara bendera seminggu sekali
   4. menyeberang jalan pada tempatnya
   5. tidak membuat resah di masyarakat




                                                                            15
                                               Diktat Kewarganegaraan Kelas X

Sadar hukum di lingkungan masyarakat :
   1. menjaga nama baik lingkungan masyarakat
   2. menghormati sesame warga masyarakat
   3. taat dan patuh terhadap aturan-aturan masyarakat
   4. tidak bertindak di luar norma
   5. selalu memelihara ketertiban, keamanan dan ketentraman
Sadar hukum di lingkungan Negara :
   1. menjaga nama baik bangsa dan Negara
   2. taat dan patuh dalam menjalankan aturan yang dikeluarkan oleh Negara
   3. membayar pajak
   4. saling hormat antar sesame warga




PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA
9 Desember 2004         :   pemerintah     mencanangkan   Gerakan    Nasional
                            Pemberantasan Korupsi
Inpres No.5 Tahun 2004 :    Percepatan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
2 Mei 2005              :   pemerintah      membentuk      Tim      Koordinasi
                            Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
UU No. 30 Tahun 2002    :   Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi




FAKTOR PENYEBAB MUNCULNYA KORUPSI :
   1. Kekuasaan pada pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab
   2. Kurang transparansi pengambilan keputusan pemerintah
   3. Kampanye politik yang mahal
   4. Proyek yang melibatkan uang rakyat
   5. Adanya jaringan “teman lama”
   6. Lemahnya ketertiban hukum
   7. Lemahnya profesi hukum
   8. Kurangnya kebebasan berpendapat media massa
   9. Ketidak adaannya control yang cukup untuk mencegah penyuapan




                                                                             16
                                               Diktat Kewarganegaraan Kelas X


                   HAK ASASI MANUSIA (HAM)



STANDAR KOMPETENSI :
3. Menampilkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan dan
   perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)


KOMPETENSI DASAR :
   Menganalisis upaya pemajuan, penghormatan dan penegakan HAM
   Menampilkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan dan
penegakan HAM di Indonesia
   Mendeskripsikan instrument hukum dan peradilan internasional HAM


Hak Asasi manusia adalah hak pokok atau hak dasar yang dibawa oleh manusia
sejak lahir yang sevara kodrat melekat pada setiap manusia dan tidak dapat
diganggu gugat karena merupakan anugerah Tuhan Yang maha Esa


Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999.
Hak Asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan
keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang maha Esa dan merupakan
anugerah Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara,
hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan
harkat dan martabat manusia.



MACAM-MACAM HAK ASASI MANUSIA :
   1. Hak Asasi Pribadi (personal rights)
      -   hak kemerdekaan
      -   memeluk agama
      -   beribadat menurut agama masing-masing
      -   menyatakan pendapat dan kebebasan berorganisasi atau berserikat




                                                                            17
                                                    Diktat Kewarganegaraan Kelas X



   2. Hak Asasi Ekonomi (property rights)
      -   hak memiliki sesuatu
      -   hak membeli dan menjual sesuatu
      -   hak mengadakan suatu perjanjian
   3. Hak Asasi Persamaan Hukum (rights og legal equality)
      - hak memperoleh perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
   4. Hak Asasi Politik (political rights)
      -   hak memilih dan dipilih
      -   mendirikan partai politik
      -   hak mengajukan petisi dan kritik
   5. Hak Asasi Sosial dan Kebudayaan (social and culture rights)
      -   hak memperoleh pendidikan dan pengajaran
      -   hak memilih pendidikan
      -   hak mengembangkan kebudayaan
   6. Hak Asasi Perlakuan Tata Cara Peradilan dan Perlindungan Hukum
      (procedural rights)
      -   hak mendapat perlakuan yang adil dalam penggeledahan (razia,
          penangkapan, peradilan, pembelaan hukum)



PERATURAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN HAK ASASI MANUSIA
UU No.39 Tahun 1999         :   Hak Asasi Manusia
UU No.26 Tahun 2000         :   Peradilan HAM
Kepres No. 44 / 2000        :   Komisi Ombudsman
Kepres No. 77 Tahun 2003 :      Komisi Perlindungan Anak Indonesia
Kepres No. 50 Tahun 1993 :      Komisi Nasional Hak-Hak Asasi manusia
UU No. 9 Tahun 1998         :   Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka
                                Umum




                                                                               18
                                                  Diktat Kewarganegaraan Kelas X



UPAYA PENEGAKAN HAM DI DUNIA :
   1. Magna Charta (Piagam Agung) 15 Juni 1215 di Inggris
      Pembatasan kekuasaan raja dan hak asasi manusia)
   2. Hobeas Corpus Act, 1674 di Inggris
      Jaminan kebebasan warga Negara dan mencegah pemenjaraan yang
      sewenang-wenang terhadap rakyat
   3. Bill of Rights (Pernyataan HAM) 1689 di Inggris
      Undang Undang tentang hak dan kebebasan warga negara
   4. Declaration of Independence (Pernyataan Kemerdekaan Rakyat Amerika) 4
      Juli 1776 di Amerika
      Negara yang pertama mencantumkan hak asasi dalam konstitusi
   5. Declaration des Droits de L’Homme et du Citoyen (Pernyataan HAM dan
      warga Negara) 14 Juli 1789 di Perancis
      Pernyataan HAM dan warga Negara sebagai hasil revolusi Perancis dengan
      symbol    Liberte,   Egalite,   Fratemite   (kemerdekaan   persamaan   dan
      persaudaraan)
   6. The Four Freedeom (Empat kebebbasan) 1941
         a. kebebasan untuk berbicara
         b. kebebasan untuk beragama
         c. kebebasan dari rasa takut
         d. kebebasan dari kemiskinan
   7. The Universal Declaration of Human Rights, 10 desember 1948
      Pernyataan sedunia tentang Hak Asasi Manusia



UPAYA PENEGAKAN HAM DI INDONESIA
Hambatan yang dihadapi dalam menegakkan HAM di Indonesia antara lain :
   1. Rendahnya kesadaran        dan keberanian masyarakat untuk melap[orkan
      pelanggaran HAM
   2. Belum optimal kemampuan para hakim di peradilan HAM
   3. Keterbatasan kemampuan masyarakat terhadap pelanggaran HAM

       4.      Banyak tokoh HAM telah terikat oleh tugas di lembaga lain



                                                                              19
                                                  Diktat Kewarganegaraan Kelas X


                 DASAR NEGARA DAN KONSTITUSI



STANDAR KOMPETENSI
4. Menganalisis hubungan dasar Negara dengan konstitusi

KOMPETENSI DASAR
   Mendeskripsikan hubungan dasar Negara dengan konstitusi
   Menganalisis substansi konstitusi Negara
   Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Negara
Indonesia
   Menunjukkan sikap positif terhadap konstitusi Negara


Dasar Negara merupakan asas atau landasan pokok yang dijadikan tat nilai dasar
untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan sebuah Negara
Konstitusi adalah peraturan pokok mengenai sendi-sendi untuk menegakkan
negara, Jadi hukum utama sebuah Negara yang memberikan arah kemana suatu
Negara dan bangsa menuju
Pancasila sebagai dasar Negara berkaitan erat dengan konstitusi atau Undang
Undang Dasar Negara, ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 alenia IV


Substansi konstitusi negara Indonesia adalah watak dari suatu UUD 1945 yang
menjadi dasar hukum tertulis bagi bangsa dan negara Indonesia


PEMBUKAAN UUD 1945 MEMILIKI KEDUDUKAN SEBAGAI POKOK KAIDAH
NEGARA YANG FUNDAMENTAL :
   1. Dari segi terjadinya, Pembukaan UUD 1945 ditentukan oleh pembentuk
      Negara
   2. Dari segi isinya, Pembukaan UUD 1945 memuat dasar pokok Negara
            a. Dasar tujuan Negara
            b. Ketentuan diadakannya UUD Negara
            c. Bentuk Negara
            d. Dasar Filsafat Negara

                                                                             20
                                                 Diktat Kewarganegaraan Kelas X

   3. Dari sejarah terjadi, Pembukaan UUD 1945 ditentukan oleh pembentuk
      Negara terpisah dengan batang tubuh UUD 1945
   4. Dari ilmu hukum, Pembukaan UUD 1945 memiliki kedudukan hukum yang
      tetap. Jadi Pembukaan UUD 1945 sebagai sumber tertib hukum tertinggi
   5. Kedudukan Pembukaan UUD 1945 terhadap pasal-pasalnya
         e. terpisah dan sebagai pokok kaidah Negara yang fundamental serta
              lebih tinggi dari batang tubuh dalam tertib hukum Indonesia
         f. Pokok kaidah yang fundamental mengandung pokok-pokok pikiran
              yang dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945



MAKNA PEMBUKAAN UUD 1945 :
Makna Alenia ke 1 :
   1. Keteguhan bangsa Indonesia melawan penjajah
   2. Pernyataan subyektif untuk menentang dan menghapus penjajahan
   3. Pernyataan      obyektif   bahwa    penjajahan    tidak   sesuai      dengan
      perikemanusiaan dan perikeadilan
   4. Pemerintah Indonesia mendukung kemerdekaan bagi setiap bangsa
Makna Alenia ke 2 :
   1. Kemerdekaan yang dicapai bangsa Indonesia melalui perjuangan
   2. Adanya momentum untuk menyatakan kemerdekaan
   3. Kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan, tetapi harus diisi dengan
      mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
      makmur
Makna Alenia ke 3 :
   1. Motivasi spiritual bahwa kemerdekaan berkat rahmat Allah Yang Maha
      Kuasa
   2. Adanya kehidupan yang berkesinambungan antara kehidupan material dan
      spiritual
   3. Pengukuhan pernyataan proklamasi kemerdekaan




                                                                                21
                                                Diktat Kewarganegaraan Kelas X

Makna Alenia ke 4 :
   1. Adanya fungsi dan tujuan Negara Indonesia
   2. Kemerdekaan disusun dalam suatu UUD
   3. Bentuk Negara Repulik Indonesia
   4. Sistem pemerintahan Negara berdasarkan kedaulatan rakyat
   5. Dasar Negara Pancasila



SIKAP POSITIF TERHADAP KONSTITUSI NEGARA :
Warga Negara Indonesia yang telah melaksanakan kewajibannya, berarti telah
menunjukkan sikap positif terhadap konstitusi Negara.


Contoh hak dan kewajiban warga Negara Indonesia :
   1. hak persamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan
   2. hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
   3. hak untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pikiran dengan lisan
      dan tulisan
   4. hak memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya
   5. hak mendapat pendidikan
   6. hak memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya
   7. hak dan kewajiban mengikuti pendidikan dasar
   8. hak dan kewajiban ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan
      negara
   9. hak dan kewajiban ikut serta dalam upaya pembelaan Negara
   10. Kewajiban menjunjung hukum dan pemerintahan dengan tidak ada
      kecualinya




                                                                           22
                                                  Diktat Kewarganegaraan Kelas X


                              WARGA NEGARA


STANDAR KOMPETENSI
5. Menghargai persamaan kedudukan Warga Negara dalam aspek kehidupan


KOMPETENSI DASAR
   Mendeskripsikan kedudukan warga Negara dan pewarganegaraan di Indonesia
   Menganalisis     persamaan    kedudukan   warga     Negara   dalam   kehidupan
bermasyarakat berbangsa dan bernegara
   Menghargai persamaan kedudukan warga Negara tanpa membedakan ras,
agama, gender, golongan, budaya dan suku


Pasal 26 UUD 1945 Amandemen IV :
Ayat 1       :   Yang menjadi warga negara adalah orang orang bangsa Indonesia
                 asli dan orang orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang
                 Undang sebagai Warga Negara
Ayat 2       :   Penduduk adalah Warga Negara Indonesia dan orang-orang asing
                 yang bertempat tinggal di Indonesia
Ayat 3       :   Hal-hal mengenai Warga Negara Indonesia dan penduduk diatur
                 dengan undang undang


UNDANG UNDANG TENTANG KEWARGANEGARAN DI INDONESIA :
   1. UU No.3 Tahun 1946 tentang Kewarganegaraan Indonesia
   2. UU Ex Darurat No. 9 Tahun 1955 tentang Kependudukan Orang Asing
   3. UU No. 2 Tahun 1958 tentang Penyelesaian Dwi Kewarganegaraan antara
         Indonesia dan Cina
   4. UU No. 62 Thaun 1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia sebagai
         penyempurnaan UU No. 3/1946
   5. UU No. 4 Tahun 1969 tentang Pencabutan UU No. 2/1958 dan dinyatakan
         tidak berlaku


   6. UU No. 3 Tahun 1976 tentang Perubahan pasal 18 UU No. 62/1958


                                                                               23
                                                Diktat Kewarganegaraan Kelas X

   7. UU Kewarganegaraan Tahun 2006


Penduduk Indonesia menurut UU No.3/1946 : yang berdomisili di wilayah
Indonesia selama satu tahun berturut-turut


WNI MENURUT UU KEWARGANEGARAAN :
   1. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan atau
      berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan Negara lain sebelum UU ini
      berlaku
   2. Anak yang lahir dari perkawinan sah dari ayah dan ibu WNI
   3. Anak yang lahir dari perkawinan sah dari ayah WNI dan ibu WNA
   4. Anak yang lahir dari perkawinan sah dari ayah WNA dan ibu WNI
   5. Anak yang lahir dari perkawinan sah dari      ibu WNI tetapi ayah tidak
      mempunyai kewarganegaraan
   6. Anak yang lahir 300 hari setelah ayahnya meninggal dan ayahnya WNI
   7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
   8. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui
      ayah WNI
   9. Anak yang lahir di wilayah RI yang tidak jelas status kewarganegaraan
      ayah ibunya
   10. Anak yang lahir dan ditemukan di wilayah RI selama ayah ibu tidak
      diketahu
   11. Anak yang lahir di wilayah RI yang ayah ibu tidak mempunyai
      kewarganegaraan
   12. Anak yang lahir diluar wilayah RI dari ayah ibu WNI yang karena ketentuan
      Negara tersebut memberikan kewarganegaraan
   13. Anak yang lahir dari ayah ibu yang telah dikabulkan permohonan
      kewarganegaraannya




ASAS KEWARGANEGARAAN



                                                                             24
                                                   Diktat Kewarganegaraan Kelas X

   1. Asas ius soli
      Kewarganegaran yang berdasarkan pada tempat kelahiran
      Contoh : Amerika Serikat
   2. Asas ius sanguinis
      Kewarganegaraan yang berdasarkan keturunan / pertalian darah
      Contoh : Cina
Bipatride : orang yang memiliki kewarganegaraan rangkap
Apatride : orang yang tidak mempunyai kewarganegaraan



PEWARGANEGARAAN (NATURALISASI)
   1. Naturalisasi biasa
      Syaratnya :
         a. Usia 18 tahun / sudah kawin
         b. Bertempat tinggal di wilayah RI sedikitnya 5 tahun berturut-turut
              atau 10 tahun tidak berturut-turut
         c. Sehat jasmani rohani
         d. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar Negara Pancasila
              dan UUD 1945
         e. Tidak pernah dijatuhi pidana 1 tahun / lebih
         f. Tidak memiliki kewarganegaraan rangkap
         g. Mempunyai pekerjaan tetap
         h. Membayar uang ke kas Negara sebesar ketentuan peraturan
   2. Naturalisasi Istimewa
      Dapat     diberikan     kepada   warga       Negara   asing   yang   status
      kewarganegaraannya :
         a. Anak WNI yang lahir diluar perkawinan belum 18 tahun / belum
              kawin diakui ayahnya berkewarganegaraan asing
         b. Anak WNI belum 5 tahun meskipun sah sebagai anak WNA, tetap
              sebagai WNI
         c. Anak dari perkawinan WNI dengan WNA
         d. Warega asing yang telah berjasa kepada Negara RI. Diberikan
              Presiden dengan persetujuan DPR
KEHILANGAN KEWARGANEGARAAN


                                                                              25
                                                    Diktat Kewarganegaraan Kelas X

     1. Memilih kewarganegaraan lain atas kemauan sendiri
     2. Tidak melepaskan kewarganegaraan lain
     3. Dinyatakan hilang kewarganegaraan oleh Presiden
     4. Masuk dinas tentara asing tanpa izin Presiden
     5. Sukarela masuk dinas Negara lain
     6. Sukarela mengangkat sumpah / janji setia kepada Negara asing
     7. Turut serta pemilihan yang bersifat ketatanegaraan
     8. Mempunyai paspor Negara lain
     9. Bertempat tinggal di luar wilayah RI selama 5 tahun terus menerus bukan
        dalam rangka dinas negar


HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA MENURUT UUD 1945
NO HAK WARGA NEGARA                           NO   KEWAJIBAN WARGA NEGARA
 1     Sebagai penduduk dan Warga Negara      1    Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
       Indonesia (psl 26)                          dan keadilan (Alenia I Pembukaan
                                                   UUD45)
 2     Bersamaan kedudukan dalam hukum        2    Menghargai       nilai    persatuan,
       dan pemerintahan (psl 27 ayat 1)            kemerdekaan & kedaulatan bangsa
 3     Memperoleh      pekerjaan        dan   3    Menjunjung tinggi dan setia pada
       penghidupan yang layak (27 ayat 2)          konstitusi Negara dan dasar Negara
                                                   (Alenia IV Pembukaan UUD 45)
 4     Upaya pembelaan Negara(27 ayat 3)      4    Setia membayar pajak (23 ayat 2)
 5     Kemerdekaan berserikat berkumpul,      5    Wajib menjunjung tinggi hukum dan
       mengeluarkan pikiran baik lisan atau        pemerintahan dengan tidak ada
       tulisan sesuai deng UU (psl 28)             kecuali (27 ayat 1)
 6     Memperoleh jaminan perlindungan        6    Wajib ikut serta dalam upaya
       dalam pelaksanaan HAM (28A – 28J)           pembelaan Negara (27 ayat 3)
 7     Jaminan memeluk agama & pelaksa        7    Wajib tunduk kepada pembatasan
       naan agama masing2 (29 ayat 2)              yang ditetapkan UU (28J ayat 2)
 8     Ikut    serta   dalam    pertahanan    8    Wajib ikut serta dlm pertahanan
       keamanan Negara (30 ayat 1)                 keamanan Negara (30 ayat 1)
 9     Mendapat pengajaran (psl 31)           9    Ikut pendidikan dasar dalam rangka
                                                   mencerdaskan kehidupan bangsa
 10    Mengembangkan           kebudayaan     10   Pelaksanaan            perekonomian
       nasional (psl 32)                           berdasarkan prinsip kebersamaan,
 11    Mengembangkan      usaha    bidang          Efisiensi berkeadilan, berkelanjutan
       ekonomi (psl 33)                            berwawasan lingkungan, kemandiri
 12    Memperoleh jaminan pemeliharaan             An serta menjaga keseimnbangan
       sebagai    fakir  miskin,   fasilits        kemajuan dan kesatuan ekonomi
       kesehatan dan fasilitas umum dari           nasional
       pemerintah




                                                                                    26
                                                   Diktat Kewarganegaraan Kelas X


                    SISTEM POLITIK INDONESIA



STANDAR KOMPETENSI
   6. Menganalisis system politik di Indonesia
KOMPETENSI DASAR
6.1.   Mendeskripsikan suprastruktur dan infrastruktur politik di Indonesia
6.2.   Mendeskripsikan perbedaan system politik di berbagai Negara
6.3.   Menampilkan peran serta dalam system politik di Indonesia

Sistem adalah keseluruhan yang kompleks dan terorganisisr yang membentuk
suatu kebulatan yang utuh


PENGERTIAN SISTEM POLITIK
David Easton           :    Sistem politik adalah interaksi yang diabstraksikan
                            dari seluruh tingkah laku sosial sehingga nilai tersebut
                            diabaikan secara otoritatis kepada masyarakat
Robert Dahl            :    Sistem politik adalah pola yang tetap dari hubungan
                            antar manusia yg melibatkan kekuasaan, aturan dan
                            kewenangan
Almond                 :    Sistem politik adalah sistem interaksi masyarakat
                            merdeka & menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi
Rusandi Sumintapura    :    Sistem politik adalah mekanisme seperangkat fungsi
                            dalam struktur politik dalam hubungan satu sama lain
                            yang menunjukkan suatu proses yang langsung
Sukarna                :    Sistem   politik   adalah   tatacara   untuk   mengatur
                            bagaimana memperoleh kekuasaan didalam negara


STRUKTUR POLITIK :keadaan dan hubungan bagian-bagian dari suatu organisasi
politik yang membentuk suatu tujuan yang sama secara keseluruhan




                                                                                 27
                                                      Diktat Kewarganegaraan Kelas X

     1. SUPRASTRUKTUR
        Merupakan bentuk kompleks yang berkaitan dengan kehidupan lembaga
        negara yang ada, fungsi dan wewenang serta hubungan kekuasaan antara
        lembaga yang satu dengan yang lain. Suprastruktur politik di Indonesia
        diatur dalam UUD 1945, Ketetapan MPR, UU
     2. INFRASTUKTUR / ORGANISASI SOSIAL POLITIK
        Merupakan kompleksitas yang berkaitan dengan pengelompokan warga
        negara / anggota masyarakat ke dalam kekuatan sosial politik dalam
        masyarakat


FUNGSI PARTAI POLITIK
     1. Sarana Komunikasi politik
        Parpol berperan sebagai penyalur aspirasi dan pendapat rakyat
     2. Sarana Sosialisasi Politik
        Parpol berperan sebagai sarana utnuk memberikan penanaman nilai,
        norma terhadap fenomena politik tertentu
     3. Sarana Rekruitmen Politik
        Parpol mencari dan mengajak orang berbakat untuk turut aktif dalam
        kegiatan politik
     4. Sarana Pengatur Konflik
        Parpol berfungsi untuk mengatasi berbagai macam konflik yang muncul


PERBANDINGAN SISITEM POLITIK DI DUNIA
NO          SISTEM POLITIK                            KETERANGAN
                                      Tidak ada kebebasan politik
                                      Ada stratifikasi ekonomi, nilai dan modal
       Sistem poliitk Otokrasi
 1                                    Bersifat primordial (SARA)
       Tradisional
                                      Bersifat otokrat
                                      Penguasa kaya rakyat miskin
                                      Tidak ada kebebasan politik
                                      Bersifat sakral
 2     Sistem Politik Totaliter
                                      Bersifat monopoli
                                      Bersifat totaliter



                                                                                   28
                                                      Diktat Kewarganegaraan Kelas X


                                    Partai pengendali sangat berperan
                                    Ada kebebasan politik
                                    Tidak ada stratifikasi ekonomi materiil /
                                     moril
 3     Sistem Politik Demokrasi  Bersatu dalam perbedaan
                                    Distribusi kekuasaan relatif merata
                                    Adanya rule of law dan konstitusional
                                    Rakyat ambil bagian secara aktif
                                    Titak tetap masih mencari bentuk
                                    Campur tangan pemerintah luas
       Sistem   Politik   Negara
 4                                  Dominatif dan paksaan
       Berkembang
                                    Belum ada pola / pihak penguasa
                                    Pola hubungan baru


SIKAP POSITIF MASYARAKAT INDONESIA DALAM SISTEM POLITIK
Antara lain : Menggunakan hak pilih, Ikut melaksanakan pemilu secara luber
                jurdil, Musyawarah mufakat, Mengkui dan menghormati HAM,
                Menjunjung tinggi hukum yang sedang berlaku


PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PERATURAN :
     1. Pasal 1 ayat 2 UUD 1945         :    Kedaulatan berada ditangan rakyat dan
                                             dilaksanakan menurut UUD
     2. Pasal 19 ayat 1 UUD 1945        :    DPR ditetapkan dengan UU
     3. Pasal 22C ayat 1 UUD 1945       :    Anggota    DPRD      dipilih    dari   setiap
                                             provinsi melalui pemilu
     4. UU No. 1 Tahun 1985             :    Bahwa     dalam     sistem     pemerintahan
                                             demokrasi bentuk partisipasi politik
                                             adalah keikutsertaan mereka dalam
                                             lembaga DPR, DPRD Tingat I dan II
     5. Pasal 1 UU NO. 12 Tahun 2003 :       Pemilu     adalah     sarana      prasarana
                                             kedaulatan     rakyat        dalam     negra
                                             Kesatuan     Republik     Indonesia     yang
                                             berdasarkan Pancasila dan UUD 1945



                                                                                       29
Diktat Kewarganegaraan Kelas X




                           30

						
Related docs
Other docs by dikacom
SIAP UN
Views: 270  |  Downloads: 1
Create Video Profile Part 2
Views: 36  |  Downloads: 0
pkn kelas x
Views: 16188  |  Downloads: 73
RPP BAHASA INGGRIS KELAS XII SMA
Views: 8855  |  Downloads: 346
modul pkn kelas xii
Views: 3165  |  Downloads: 377