Docstoc
EXCLUSIVE OFFER FOR DOCSTOC USERS
Try the all-new QuickBooks Online for FREE.  No credit card required.

HACKER Nama Lulu Rosa Kelas XI IPA 4

Document Sample
HACKER Nama Lulu Rosa Kelas XI IPA 4 Powered By Docstoc
					       Nama : Lulu Rosa

       Kelas : XI IPA 4

       Pada tahun 1959, lahirnya istilah hacker dari MIT(Massacusetts Institute of
Technology), di sebuah universitas di Amerika yang terdiri dari orang-orang cerdas
namun cenderung tidak mempercayai adanya Tuhan (Atheis). Saat itulah semua
berawal, dari sebuah ruangan baru, "EAM room" pada Building 26 MIT, sebuah
tempat yang merupakan nenek moyang dari "dunia baru" yang kini kita kenal, tempat
nenek moyang sebuah mesin yang kini kita sebut sebagai "komputer", mesin yang
mampu membawa kita menuju kelebih baikan dengan kebebasan informasi, dunia
para Hacker sejati.

        Pada awal tahun 1960-an terminologi peretas muncul diantara para anggota
organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan
Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa
tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka
berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata bahasa Inggris "hacker"
pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang
memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer
yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.

        Pada tahun 1983, istilah hacker mulai berkonotasi negatif. Pasalnya, pada
tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer
The 414s yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area
lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah
atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial
Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu
dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5
pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

       Pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-
nyebut diri sebagai peretas, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa)
yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon
(phreaking). Peretas sejati menyebut orang-orang ini cracker dan tidak suka bergaul
dengan mereka. Peretas sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Peretas sejati tidak setuju.

        Para peretas mengadakan pertemuan tahunan, yaitu setiap pertengahan bulan
Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan peretas terbesar di dunia tersebut dinamakan Def
Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi
yang berkaitan dengan aktivitas peretasan.
        Peretas memiliki konotasi negatif karena kesalah pahaman masyarakat akan
perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa
peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan
suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal
mereka adalah cracker. Cracker-lah menggunakan celah-celah keamanan yang belum
diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu
sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami dibagi menjadi dua golongan:
White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut
dengan istilah Black Hat.

        Para Hacker selalu bekerjasama secara sukarela menyelesaikan masalah dan
membangun sesuatu. Mereka selalu berbagi informasi, memberi jawaban serta
berlomba-lomba untuk berbuat yang terbaik agar dihormati di lingkungannya. Mereka
tidak pernah berhenti belajar untuk menjadi ahli dan sangat anti untuk melakukan
sesuatu berulang-ulang dan membosankan. Mereka berpedoman pada kata-kata bijak
“Untuk mengikuti jalan pandanglah sang ahli - ikuti sang ahli - berjalan bersama sang
ahli - kenali sang ahli -jadilah sang ahli ”.

        Sementara itu, para cracker sibuk untuk memuaskan diri mereka dengan
aktivitas Cracking. mulai dari membobol komputer, menebar virus (tanpa tujuan -
beberapa Hacker sejati ada yang menulis virus namun dengan tujuan yang jelas),
hingga mengakali telepon (Phreaking). Para Hacker menyebut mereka sebagai orang
malas yang tidak bertanggung jawab. Jadi, sangat tidak adil jika kita tetap
menganggap bahwa Hacker itu jahat dan menakutkan karena sangat jelas bahwa
Hacker bersifat membangun sementara Cracker bersifat membongkar.

       Biasanya seorang calon Hacker harus memulai dengan belajar bahasa
[Python] karena bahasa ini tergolong bahasa pemrograman yang termudah. Setelah
seorang hacker juga harus bisa menguasai [java] yang sedikit lebih sulit akan tetapi
menghasilkan kode yang lebih cepat dari Python, [C], [C++] yang menjadi inti dari
UNIX, dan [Perl] serta [LISP] untuk tingkat lanjut. Setelah menguasai semua
kemampuan dasar diatas, calon Hacker disarankan untuk membuka salah sati versi
UNIX open-source atau mempelajari LINUX, membaca kodenya, memodifikasi dan
menjalankannya kembali.

         Pengertian cracker pembobol atau orang yang mampu menembus kode dan
kode kunci (password) serta memecahkan sistem security tanpa izin atau secara tidak
beretika, dan sebutan ini biasanya untuk orang yang mencari kelemahan system dan
memasukinnya untuk kepentingan peribadi dan mencari keuntungandari system yang
di masukin, seperti pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya. Istilah
{cracker} telah ditemui oleh pengganggu sistem komputer untuk membedakan
aktivititas penggunaan komputer yang melanggar aturan atau untuk memberikan
istilah yang lebih berdasarkan aktivitasnya. Istilah ini juga membedakan {hacker}
yang disebut sebagai seseorang yang mahir dalam menggunakan komputer beserta
perintah-perintah dasarnya.
       Ada beberapa pendapat pengertian HACKER yaitu :

1. IT Hacker menurut orang awam adalah orang yang merusak sebuah sistem.

2. IT Hacker Middle adalah Sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan
yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan
memberikannya dengan orang-orang diinternet.



3. IT Hacker Highly adalah Hacker merupakan golongan profesional komputer atau
IT, mereka boleh terdiri daripada jurutera komputer, pengaturcara dan sebagainya
yang memiliki pengetahuan tinggi dalam sesuatu sistem komputer. Hacker
mempunyai minat serta pengetahuan yang mendalam dalam dunia IT sehingga
berkeupayaan untuk mengenal pasti kelemahan sesutu sistem dengan melakukan uji
cuba terhadap sesuatu sistem itu. Namun, para hacker tidak akan melakukan sebarang
kero\usakkan terhadap sesuatu sistem itu dan ia adalah merupakan etika seorang
hacker.



Menurut Pola Pikirnya, Hacker dibagi menjadi 3 kelompok/Golongan :

1.   White Hat Hacker

       White hat hacker, juga dikenal sebagai ethical hacker, adalah asal muasal dari
information technology, seorang yang secara etik melawan serangan terhadap sistem
komputer. Mereka sadar bahwa internet sekarang adalah perwakilan dari suara umat
manusia.

       Seorang White Hat akan memfokuskan dirinya untuk membangun jaringan
keamanan (security system), dimana Black Hat (lawannya) akan mencoba
menghancurkannya. White Hat juga seringkali digambarkan sebagai orang yang
menerobos jaringan untuk menolong si pemiliki jaringan menemukan cacat pada
system keamanannya. Banyak dari mereka yang dipekerjakan oleh perusahaan
computer security; mereka disebut sebagai sneakers. Sekumpulan dari orang-orang ini
disebut tiger teams.

       Perbedaan mendasar antara White dan Black Hat adalah White Hat Hacker
mengklaim mereka mengobservasi dengan Etika Hacker. Seperti Black Hat, White
Hat biasanya sangat mengerti internal detail dari security system, dan dapat
menciptakan kode untuk memecahkan masalah yang ada.
2.   Black Hat Hacker

       Black hat (juga dikenal sebagai Darkside hacker) adalah hacker berorientasi
criminal dengan sifat perusak. Biasanya mereka ada diluar security industry dan oleh
para modern programmers. Biasanya Black hat adalah seorang yang memiliki
pengetahuan tentang kecacatan system dan mengeksploitasinya untuk mendapatkan
keuntungan pribadi. Banyak Black Hat mengutamakan kebebasan individu daripada
accessibility dari privacy dan security. Black Hats akan mencari cara untuk membuat
lubang yang terbuka pada system menjadi semakin lebar; mereka akan melakukan
cara-cara untuk membuat seseorang memiliki kontrol atas system.



      Black hat akan bekerja untuk menghasilkan kerusakan dan/atau untuk
mengancam dan memeras seseorang.

      Black-hat hacking adalah sebuah tindakan yang tidak disetujui untuk
membobol system tanpa seijin dari pihak berwenang, biasanya dilakukan pada
komputer yang terhubung dengan jaringan.

==Tokoh black hat hacker ==

1.   Kevin Mitnick

       Kevin Mitnick adalah konsultan keamanan komputer dan penulis, sebelumnya
sempat menjadi yang kriminal yang paling dicari dalam sejarah Amerika Serikat.

2.   Eric Gorden Corley

       Eric Corley (juga dikenal sebagai Emmanuel Goldstein)Ia merupakan pendiri
komunitas hacker.Dia telah menjadi bagian dari komunitas hacker sejak akhir tahun
70-an.

3.   Gordon Lyon

      Dikenal dengan sebutan Fyodor, menulis tentang Security Scanner dan juga
banyak buku-buku keamanan jaringan dan situs web. Dia adalah anggota pendiri
Honeynet Project dan Vice President of Computer Professionals for Social
Responsibility.

4.   Solar Designer

       Solar adalah nama pendiri Proyek Openwall.
5.   Michal Zalewski

       Michał Zalewski adalah peneliti keamanan terkemuka.

6.   Gary McKinnon

        Gary McKinnon adalah hacker Inggris menghadapi ekstradisi ke Amerika
Serikat untuk menghadapi tuduhan perpetrating apa yang telah digambarkan sebagai
"hack komputer militer terbesar sepanjang masa."




3. Others) Grey Hat Hacker dalam komunitas komputer security, adalah hacker
dengan skill yang kadang-kadang bertindak secara legal dengan itikad baik, tapi
kadang juga tidak. Ia adalah perpaduan dari white dan black hat hackers. Mereka
meng-hack untuk keuntungan pribadi tapi tidak memiliki tujuan yang merusak.
Sebagai contoh, sebuah serangan terhadap bisnis perusahaan dengan praktik tidak etis
dapat dikatakan sebagai tindakan Black Hat.

Tetapi, seorang Gray Hat tidak akan melakukan sesuatu yang jahat, walaupun dia
telah melanggar hukum. Jadi bukannya dikatakan sebagai Black Hat, dia dikatakan
sebagai Grey Hat Hack. Seorang yang masuk ke system komputer hanya untuk
meninggalakna jejak, dan tidak melakukan tindakan perusakan, ini yang dinamakan
Grey Hat.



A. Tahapan dalam dunia underground orang yang menjadi hacker biasanya melalui
tahapan-tahapan berikut:

1. Mundane Person :

       Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Mundane Person
merupakan tingkatan paling bawah. Seseorang pada tingkatan ini pada dasarnya tidak
tahu sama sekali tentang hacker dan cara-caranya, walaupun ia mungkin memiliki
komputer sendiri dan akses Internet. Ia hanya tahu bahwa yang namanya hacker itu
membobol sistem komputer dan melakukan hal-hal yang negatif (tindak kejahatan).
2. Lamer :

        Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Seseorang pada
tingkatan ini masih dibingungkan oleh seluk beluk hacking karena ia berpikir bahwa
melakukan hacking sama seperti cara-cara warez (dalam dunia underground berarti
menggandakan perangkat lunak secara ilegal). Pengetahuannya tentang hal-hal seperti
itu masih minim, tapi sudah mencoba belajar. Seseorang pada tingkatan ini sudah bisa
mengirimkan trojan (yang dibuat orang lain) ke atau pada komputer orang lain ketika
melakukan obrolan pada IRC atau ICQ dan menghapus file-file mereka. Padahal ia
sendiri tidak tahu persis bagaimana trojan bekerja. Seseorang yang sukses menjadi
hacker biasanya bisa melalui tahapan ini dengan cepat bahkan melompatinya.

3. Wannabe :

       Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Pada tingkatan ini
seseorang sudah mengetahui bahwa melakukan tindakan hack itu lebih dari sekedar
menerobos masuk ke komputer orang lain. Ia lebih menganggap hal tersebut sebagai
sebuah filsafat atau way of life. Akhirnya ia jadi ingin tahu lebih banyak lagi. Ia
mulai mencari, membaca dan mempelajari tentang metode-metode hacking dari
berbagai sumber.

4. Larva :

        Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Juga dikenal dengan
sebutan newbie. Pada tingkatan ini ia sudah memiliki dasar-dasar teknik hacking. Ia
akan mencoba menerobos masuk ke sistem orang lain hanya untuk mencoba apa yang
sudah ia pelajari. Meskipun demikian, pada tingkatan ini ia mengerti bahwa ketika
melakukan hacking ia tidak harus merusak sistem atau menghapus apa saja jika hal
itu tidak diperlukan untuk menutupi jejaknya.

5. Hacker :

       orang yang melakukan kegiatan hacking untuk tujuan tertentu.

B. Tingkatan keahlian:

1. Wizard :

        Secara harfiah istilah ini berarti Dukun, Tukang Sihir. Wizard merupakan
salah satu tuntunan ketika menjalankan program, baik pada saat melakukan instalasi,
setting, dan sebagainya.Tingkatan keahlian dari seorang hacker. Istilah ini diberikan
pada seseorang yang telah memiliki pengetahuan luas dibidangnya. Kemampuannya
tersebut tidak diragukan lagi.
2. Guru :

       Tingkatan keahlian dari seorang hacker. Istilah ini digunakan pada seseorang
yang mengetahui semua hal pada bidangnya, bahkan yang tidak terdokumentasi. Ia
mengembangkan trik-trik tersendiri melampaui batasan yang diperlukan. Kalau
bidangnya berkaitan dengan aplikasi, ia tahu lebih banyak daripada pembuat aplikasi
tersebut.

Tingkatan-tingkatan Dalam Dunia Hacker terbagi 5 yaitu :

Elite :

        Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan
ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistemoperasi luar dalam,
sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup
melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami,
mereka biasanya effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat.
Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka
tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang
ada.




Semi Elite :

       Hacker ini biasanya lebih muda dari pada Elite. Mereka juga mempunyai
kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem
operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program
cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi
dilakukan oleh Hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di
kategorikan Lamer.

Developed Kiddie :

       Sebutan ini terutama karena umur kelompok ini masih muda (ABG) & masih
sekolah. Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai
kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil &
memproklamirkan kemenangan ke lainnya.Umumnya mereka masih menggunakan
Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu
menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
Script Kiddie :

        Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktifitas di atas.
Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang
sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan
trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

Lamer :

        Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan yang ingin menjadi
Hacker (wanna-be Hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang
Hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer mereka terutama untuk main game,
IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan
hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS. Biasanya menyombongkan diri
melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam
perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script
kiddie saja.

C. Karakter Hacker yang lebih condong mengarah kepada sifat cracker :

1. Dark-side Hacker :

        Karakter dari para hacker yang bersifat merusak. Istilah ini diperoleh dari film
Star Wars-nya George Lucas. Seorang Dark-side hacker sama seperti Darth Vader
(tokoh dalam film Star Wars) yang tertarik dengan kekuatan kegelapan. Hal ini tidak
ada hubungannya dengan masalah “baik” atau “jahat” tapi lebih kepada masalah “sah
(sesuai hukum yang berlaku)” dan “kekacauan”. Seorang Dark-side hacker punya
kemampuan yang sama dengan semua hacker, tapi “sisi gelap” dari pikirannya
membuat ia menjadi unsur berbahaya untuk semua komunitas.

2. Malicious Hacker :

        Karakter dari para hacker yang bersifat merusak. Hacker yang memiliki sifat
jahat dan menyerang sistem dengan maksud jahat. Istilah untuk menyebut seseorang
yang merusak sistem orang lain untuk sekedar iseng (tidak merasa bersalah) tanpa
memperoleh apa pun dari tindakannya tersebut.

Cracker tidak mempunyai hirarki/tingkatan khusus karena sifatnya hanya
membongkar dan merusak.
Akibat yang Ditimbulakan oleh Hacker dan Cracker

Hacker :

       membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan
keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki
kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah
software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker
membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.

Cracker :

      merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data
pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.

Sisi positif pada Hacker :

        yaitu Menyempurnakan sebuah system. sedangkan seorang cracker lebih
bersifat destruktif. Umumnya cracker melakukan cracking untuk menggunakan
sumber daya di sebuah sistem untuk kepentingan sendiri.

Sisi negative pada cracker :

        Scanning yaitu mengetahui hal-hal dasar mengenai sistem yang digunakan,
baik sistem operasi, sistem file, vulnerelability(Keamanan Data) dan sebagainya.

       Melakukan penyusupan ke sistem, hal ini terjadi jika ada kemungkinan folder
yg dapat diakses dgn priviledge Read Write dan Execute oleh Public. Sehingga orang
bisa meletakkan file di server dan selanjutnya mengeksekusinya. Kemungkinan kedua
adalah dari lemahnya konfigurasi server.

       Menerobos password super user, bisa terjadi jika Point 2 sudah dapat
dilakukan akan sangat mudah sekali.

       Selanjutnya mengubah data secara acak. yang dirusak adalah halaman untuk
SMP X trus halaman ke 10. Cracker bekerja cepat agar tidak diketahui oleh
administrator. Jika harus mikir-mikir dapat diketahui administrator.

       Melakukan DEFACE (penggantian halaman), seperti contoh: pada tahun 2004
yang lalu Website KPU.

       Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila
menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem
yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat
keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya , terutama
keamanan.
Sejarah Hacker

        Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota
organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial
Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan
salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah
komputer mainframe. Kata hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk
menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu
membuat program komputer yang lebih baik ketimbang yang telah dirancang bersama.

        Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker berubah menjadi negatif. Pasalnya, pada
tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s
yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang
kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer,
dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik
Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan
karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

       Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-
nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat
kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati
menyebut orang-orang ini 'cracker' dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati
memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas.
Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah
menjadi hacker.

       Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap
pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker terbesar di dunia tersebut
dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan
teknologi yang berkaitan dengan aktivitas hacking.

         Hacker memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan
istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa hackerlah yang
mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web
(defacing), menyisipkan kode-kode virus dsb. Padahal, mereka adalah cracker. Crackerlah
menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak
(bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para hacker
dipahami dibagi menjadi 2 golongan White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan
cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.
Sejarah tentang Hack, Hacker, dan Hacking

       Sebelum terbentuknya komunikasi yang tercipta di Internet, pada tahun 1960-
an beberapa mahasiswa ilmu komputer di Massachusetts Institute of Technology
(MIT) yang gemar untuk melakukan engineering dan re-engineering terhadap
perangkat keras dan perangkat lunak sering melakukan diskusi-diskusi terbuka yang
disana membahas masalah :

Ide-ide mengenai pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak

Ide-ide mengenai transformasi terhadap teknologi dan informasi

       Pengistilahan dan perkataan “Hack” sebenarnya adalah merupakan slang yang
pada saat itu belum memiliki arti yang spesifik dan sebenarnya. Kebiasaan-kebiasaan
mengucapkan “I Hack This Stuff” seakan-akan memberikan arti bahwa istilah Hack
merupakan kegiatan yang sedang dan memperoleh hasil setelah melakukan
pengembangan terhadap segala sesuatu yang dilakukan. Pengembangan-
pengembangan yang secara khusus diberikan kepada minicomputer dan
microcomputer tersebutlah istilah “Computer Hacker” terbentuk.



        Dengan kata lain, Computer Hacker adalah seseorang yang mengaplikasikan
kemampuan dalam cakupannya mengenai komputer software, komputer hardware,
komputer arsitektur, komputer desain, serta administrasi yang terkandung
didalamnya. Seorang Hacker dituntut memiliki kemampuan dalam hal pemrograman
untuk tingkatan software, dan keahlian dibidang hardware. Tuntutan yang sedemikian
luasnya untuk keamanan disisi sistem aplikasi dan jaringan, memberikan motivasi
bagi seorang Hacker untuk mengembangkan keahlian tersebut sehingga hasil dari
penelitian yang dilakukan akan memberikan dampak yang positif bagi kelangsungan
IT itu sendiri.

        Dengan melihat sekelumit penjelasan diatas, kita dapat memberikan
kesimpulan bahwa Hacking bukanlah sebatas pada kegiatan illegal yang identik
dengan pengrusakan sebuah sistem dan aplikasi, atau sebatas kegiatan-kegiatan
tentang pencurian sebuah data-data penting, melainkan kepada tindakan untuk
melakukan perubahan yang mendasar atau perbaikan-perbaikan terhadap sistem dan
aplikasi, baik yang berupa software ataupun hardware.

KELOMPOK HACKER BERDASARKAN MOTIF

       Black Hat Para hacker yang menjelma menjadi cracker / attacker yang
menggunakan kemampuannya untuk tujuan kriminal dan cenderung
membahayakan kepentingan pihak lain. Pada umumnya orang-orang yang
tergabung dalam kelompok ini adalah yang bergerak secara individu atau sesuai
idealisme tertentu dan tidak terikat atas kepentingan pihak tertentu.
       Grey Hat Para hacker yang memberikan informasi yang diperoleh ke
para attacker maupun para vendor, untuk memperoleh imbalan tertentu.
Kelompok ini dikenal juga sebagai cracker, yakni orang-orang yang tidak
memiliki keberpihakan pada pihak manapun dan menjual berbagai informasi
yang diperlukan sesuai kebutuhan yang ada.

       White Hat (hacker sejati) Orang-orang yang melakukan aktivitas
hacking dalam rangka memperoleh informasi tentang celah-celah keamanan,
maupun kelemahan-kelemahan yang dimiliki untuk diberikan kembali kepada
pihak yang bersangkutan untuk disempurnakan kembali.

       Blue Hat yang punya kemampuan seperti white hat, tapi berkecimpung
di dunia pendidikan.

TUJUH KELOMPOK HACKER BERDASARKAN PROFILE KEMAMPUAN

        Pembagian para hacker berdasarkan profile kemampuan profesionalnya
terbagi menjadi tujuh kelompok. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Marc Rogers
MA, seorang guru besar psikologi dari University of Manitoba Hawai, yakni:

Tool Kids/NewBies :

      Orang-orang yang baru belajar aktivitas hacking, namun kemampuan
kemampuan tentang komputer serta teknik pemrograman relatif terbatas dan
hanya baru bisa membuat program-program dasar. Aktivitas hacking yang
dilakukan, umumnya menggunakan bantuan aplikasi yang terdapat di internet
hingga tidak murni mengandalkan kemampuan individunya.

Cyber Punk :

        Orang-orang yang memiliki pengetahuan dan teknik komputer yang
lebih tinggi dibandingkan NewBies. Mereka sudah mampu memahami
karakteristik dari sistem jaringan ataupun sistem yang sedang mereka serang.
Pengetahuan mereka tentang bahasa pemrograman cukup andal, karena
mampu mendefinisikan hingga karakteristik umumnya. Dengan
kemampuannya ini, ia sudah mampu menciptakan alat bantu infiltrasi sendiri,
hingga tidak lagi menggunakan program-program bantu yang tersedia di
internet. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan memiliki kecenderungan untuk
kriminal, seperti defacing web, carding, ataupun spamming.
Internals :

       Orang-orang yang masih bergabung ataupun pernah (mantan) dengan
perusahaan TI, dengan kemampuan komputer dan programming yang anda.
Dan melakukan berbagai aktivitas hacking dengan mengandalkan berbagai
kombinasi sumber daya internal maupun eksternal yang ada untuk berbagai
tujuan. Contoh, pelanggaran paling sering dilakukan adalah breaking over
priviledge activity, yakni segala aktivitas yang melanggar batasan-batasan hak
yang dimiliki.

Coders :

      Golongan ini dikenal juga sebagai resources, yakni orang-orang yang
menjual berbagai informasi yang ada di internet ke pihak-pihak yang
membutuhkan. Kemampuan programming dan teknisnya sangat andal dan
kelompok ini malakukan berbagai aktivitas infiltrasi dalam rangka untuk
memperoleh berbagai data ataupun informasi yang dapat dijual. Coders juga
membantu membuat berbagai aplikasi bantu hacking yang dibutuhkan oleh
para hacker ataupun attacker/cracker yang membutuhkan.

Old Guard Hackers (Idealism Gate Keepers) :

        Para hacker sejati yang murni melakukan aktivitas-kativitas hacking
dalam rangka untuk tujuan ilmiah dan kebaikan semua pihak. Jumlah golongan
ini relatif sangat sedikit, karena idealisme yang dijunjung memaksa mereka
untuk menggunakan kode etik yang dijunjung tinggi oleh para hacker, yakni
kemampuan di atas segalanya.

Professional Criminals :

       Para attacker/cracker yang bergerak atas nama kelompok ataupun
individu dan melakukan berbagai aktivitas cyber crime sebagai sumber
kehidupan utamanya. Kemampuan yang dimiliki oleh kelompok ini sangat
sempurna karena mengombinasikan berbagai piranti keras dan pengetahuan
programming yang bisa diandalkan dibantu data/informasi yang diperoleh dari
Coders. Aktivitas kejahatan yang dilakukan tidak lagi dalam kelas cyber punk
yang lebih banyak pada target individu, namun justru pada kalangan korporat
dengan jalan merampok dana yang tersedia dengan melakukan transfer secara
tersembunyi.
Cyber Terrorist :

       Sekelompok orang atau individu yang bertindak atas dasar sentimen
pada suatu kelompok atau pihak tertentu, dan melakukan berbagai aktivitas
yang bertujuan untuk menunjukkan eksistensi mereka pada lingkungan dunia.
Tingkatan kemampuan yang dimiliki kelompok ini adalah yang tertinggi karena
menggabungkan berbagai sumber daya yang ada, level kemampuan, bahkan
menggunakan sarana prasarana bantuan dari pihak sponsor yang membantu
seperti satelit komunikasi.

        Apapun alasannya „hacking‟ adalah tindakan yang tidak melangar hukum,
namun disebut “cracking” apabila digunakan untuk merusak, menghilangkan data /
sesuatu yang bukan milik kita. Akan tetapi yang kita ketahui bersama – sama bahwa
tidak adanya jaminan yang memastikan data atau informasi yang kita punya adalah
100 % aman dan kondisi inilah yang digunakan orang untuk memulai “pekerjaan”
merusak dari awalnya iseng hingga professional. Hal terpenting yang bisa kita
lakukan adalah menutup segala kemungkinan celah keamanan yang terbuka dan
selalu mengupdate data / informasi [ siaga ].

Sejarah Hacker dan Cracker

       Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi
mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial
Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut
merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka
beroperasi dengan sejumlah komputer mainframe.

       Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang
anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat
program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama. Kemudian
pada tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang
yang memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya,
pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal
komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal
mereka.

        Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas
pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-
Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang
dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan
5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.
       Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang
menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa)
yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon
(phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini 'cracker' dan tidak suka bergaul
dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan
bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.

        Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan
setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker terbesar di dunia
tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran
informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas hacking.



Pengertian Hacker dan Cracker

1. Hacker

        Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang
bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya
dengan orang-orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup Digital) adalah
sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan
komputer. Digigumi ini menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah
teks yang terdapat di dalam game. Contohnya, game Chrono Trigger berbahasa
Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi
adalah hacker, namun bukan sebagai perusak.




        Hacker disini artinya, mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk
keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan
oleh developer game. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-penyusupan
dengan maksud memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata - rata perusahaan yang
bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki hacker. Tugasnya yaitu
untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar "cracker", menguji
jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak -
abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing "Price
Waterhouse". Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team. Mereka
bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.
2. Cracker

        Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan
cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass
password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan
komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga
men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk
keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan.
Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan
sistem.



Hirarki / Tingkatan Hacker

1. Elite

Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi &
menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya,
effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan
data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut
sebagai „suhu‟.

2. Semi Elite

Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan
luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya),
kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.




3. Developed Kiddie

Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang
metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai
akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih
menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa
mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
4. Script Kiddie

Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya
mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari
GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup
sebagian pengguna Internet.

5. Lamer

Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker
sehingga lamer sering disebut sebagai „wanna-be‟ hacker, penggunaan komputer
mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri
kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS,
suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak
kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan
sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan
merusak.


Kode Etik Hacker

1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.

2. Semua informasi haruslah FREE.

3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.

4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi,
dll.

5. Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.

6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.

7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus
disebar luaskan.
8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software
tertentu.

9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas
teknologi komputer.

10. Baik Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk
menyebarkan informasi pada massa agar tak gagap dalam komputer.
Cracker tidak memiliki kode etik apapun.


Aturan Main Hacker

Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan
oleh Scorpio, yaitu:

· Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.

· Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang
di keamanan yang anda lihat.

· Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.

· Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.

· Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan
sendiri.

· Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan &
mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.

· Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.

· Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.

· Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.

· Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang
cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya
merusak.
Perbedaan Hacker dan Cracker

a. Hacker

1.Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai
contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs
tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker
melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.

2.Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang
berguna bagi siapa saja.

3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas
nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

b. Cracker

1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat
destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh :
Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian
Password E-mail/Web Server.

2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.

3. Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang
tertentu yang bisa mengaksesnya.

4. Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.

5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian
pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh :
Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam
waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001
lalu.
Dua Jenis Kegiatan Hacking

1. Social Hacking :

         Yang perlu diketahui : informasi tentang system apa yang dipergunakan oleh
server, siapa pemilik server, siapa Admin yang mengelola server, koneksi yang
dipergunakan jenis apa lalu bagaimana server itu tersambung internet,
mempergunakan koneksi siapa lalu informasi apa saja yang disediakan oleh server
tersebut, apakah server tersebut juga tersambung dengan LAN di sebuah organisasi
dan informasi lainnya

2. Technical Hacking :

       merupakan tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke dalam system,
baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas system itu sendiri
yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan (lubang keamanan) yang terdapat
dalam system atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan akses penuh
kedalam system dengan cara apapun dan bagaimana pun.



Contoh Kasus Hacker

1. Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer
The 414s(414 merupakan kode area lokal mereka) yang berbasis di Milwaukee AS.
Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut melakukan pembobolan 60 buah
komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga
komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku
tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya
mendapatkan hukuman masa percobaan.

2. Digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri
bergerak dalam bidang game dan komputer dengan menggunakan teknik teknik
hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya : game
Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh
karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak.

3. Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi
(TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan
Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya
menjadi nama-nama "unik", seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai
Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya
teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di
address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari
Kamis, 22 April 2004.
Akibat yang Ditimbulakan oleh Hacker dan Cracker

Hacker : membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan
keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki
kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah
software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker
membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.

Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-
data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.



Kesimpulan

Para hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat,
menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem
komputer ataupun dalam sebuah software. Oleh karena itu, berkat para hacker-lah
Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki
untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Maka hacker dapat disebut sebagai
pahlawan jaringan sedang cracker dapat disebut sebagai penjahat jaringan karena
melakukan melakukan penyusupan dengan maksud menguntungkan dirinya secara
personallity dengan maksud merugikan orang lain. Hacker sering disebut hacker putih
(yang merupakan hacker sejati yang sifatnya membangun) dan hacker hitam (cracker
yang sifatnya membongkar dan merusak)

				
DOCUMENT INFO
Tags:
Stats:
views:196
posted:3/8/2011
language:Malay
pages:21