pelayanan transpotasi untuk lansia
Document Sample


Pelayanan
Transportasi Lansia
Kelompok 5
M. Fithri Rahmani Novi Norma S
Aminin Ria Purnawati
Rizal Arifin Muchlida fajar S
Feisal F HermanSyah
Anita rahmah Siti Ainun J
M. Noor Jamilah
Mariati A. Riski H
Yenni Yunita Budi Surya A W
Intermezzo :
Pada tahun 1980, rata-rata penduduk yang
berusia lebih dari 60 tahun “hanya” sekitar 5,45
persen dari total penduduk. Maka pada tahun
1990 dan 2000, prosentasenya meningkat
menjadi 6,29 persen dan 7,18 persen. Pada tahun
2010 dan 2020, prosentase lanjut usia
diperkirakan akan meningkat lagi menjadi 9,77
persen dan 11,34 persen dari keseluruhan
penduduk Indonesia (Depsos, 2008; Suharto,
2008c).
Berdasarkan UU No. 13 tahun 1998 tentang
Kesejahteraan Lanjut Usia, dikatakan tentang
pengertian lanjut usia yaitu :
– Lanjut Usia yang selanjutnya disingkat Lansia
adalah seseorang yang telah mencapai usia 60
(enam puluh) tahun atau lebih.
– Kesejahteraan Lansia adalah suatu tata kehidupan
dan penghidupan sosial yang diliputi oleh rasa
keselamatan, kesusilaan dan ketentraman Iahir batin
yang memungkinkan para Lansia memenuhi
kebutuhan jasmani, rohani, dan sosial yang sebaik-
baiknya dengan menjunjung tinggi hak azasi
manusia.
• Lansia Potensial adalah Lansia yang masih
mampu melakukan pekerjaan dan / atau kegiatan
yang dapat menghasilkan barang dan / atau jasa
• Mengamanatkan bahwa pemerintah dan
masyarakat berkewajiban memberikan pelayanan
sosial kepada lanjut usia. Dalam memberikan
pelayanan sosial berdasarkan pada filosofi dan
nilai sosial budaya masyarakat Indonesia yang
berasas “Three Generation in One Roof” yang
mengadung arti adanya pertautan yang bernuansa
antar tiga generasi yaitu anak, orang tua dan
kakek/nenek.
Dasar hukum dalam memberikan pelayanan sosial Lanjut Usia
antara lain
• UU No. 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok
Kesejahteraan Sosial
• UU No.13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia
• UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 33 Tahun 2005 tentang Perimbangan Keuangan
Pemerintah Pusat dan Daerah
• Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan
Upaya Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia
• Keputusan Presiden No. 52 Tahun 2004 tentang Komisi
Nasional Lanjut Usia
• Keputusan Presiden No. 93/M Tahun 2004 tentang
Keanggotaan Komisi Nasional Lanjut Usia
Beberapa permasalahan yang di hadapi
para Lanjut Usia antara lain
• Terbatasnya aksepsibilitas lanjut usia
sehingga mobilitas sangat terbatas
(http://www.madiunkab.go.id)
• Penyediaan aksesibilitas lanjut usia pada
prasarana dan saranan umum masih sangat
terbatas (Depsos, 2008)
Menurut UU No.13 Tahun 1998 tentang
Kesejahteraan Lanjut Usia BAB III pasal 5
ayat 2 tentang hak dah kewajiban lansia yang
berbunyi :
• Kemudahan dalam penggunaan fasilitas,
sarana dan prasarana umum
PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA
TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2007 pasal 24
Tentang KESEJAHTERAAN LANJUT
USIA pada sub Bab Kemudahan dalam
Penggunaan Sarana dan Prasarana Umum,
Penyediaan aksesibilitas yang berbentuk
fisik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23
huruf a, dilaksanakan pada sarana dan
prasarana umum yang meliputi:
– Aksesibilitas pada bangunan umum;
– Aksesibilitas pada jalan umum;
– Aksesibilitas pada angkutan umum;
– Aksesibilitas pada sarana dan prasarana
sosial lainnya.
Dari beberapa UU di atas dapat di
simpulkan bahwa lansia membutuhkan
beberapa transportasi seperti :
1. Mobil kesehatan
untuk akses kesehatan cepat
2. Mobil (bus) rekreasi
menghilangkan kejenuhan
3. Transportasi lain
Angkutan umum, kursi roda, trotoar dll
Perbandingan Pelayanan Transportasi untuk
Lansia di negara indonesia dengan Negara –
Negara lain
Pelayanan transportasi untuk lansia di indonesia
harus di tingkatkan seperti:
– Di setiap panti jompo di indonesia ternyata
belum semuanya terdapat ambulace dan mobil
rekreasi
– Saat menggunakan transportasi angkutan umum
contohnya di banjarmasin, masih terdapat lansia
yang terkadang naik tidak di bantu dan turun
pun tidak di bantu oleh sopir, kernek, ataupun
penumpangnya
• Tarif transportasi di banjarmasin ternyata
sama saja dengan dewasa, tidak seperti
remaja pelajar dan mahasiswa atau pun
anak – anak
• Akses jalan raya pun sering di temukan
tidak begitu bagus dan ternyata ada
beberapa panti yang bertempat di sudut –
sudut kota yang terkadang sulit
terjangkau
Pelayanan transportasi untuk lansia di Negara
Jepang , menurut Dwi Nurviyandari Kusuma Wati
telah kembali ke Indonesia setelah sekian lama
berada di sekolah Ilmu Kesehatan di Kagoshima
University pada jurusan komunitas keperawatan
(program master selama dua tahun):
– Adanya tempat duduk yang diproritaskan
untuk lansia pada transportasi bus dan kereta
api.
• Di setiap panti jompo di berikan
beberapa mobil, seprti mobil ambulan,
bus rekreasi dan bus transport
• Akses jalan raya yang bagus yang
sangat menunjang
Asuransi transportasi untuk lansia di
Indonesia bisa di katakan tidak ada
• Rumah Jompo (Nursing Home),
Layanan harian untuk Lansia (Day
Service), pusat rehabilitasi dan Rumah
sakit khusus Lansia adalah pelayanan
Lansia yang banyak ditemui di Jepang.
• Jalan – jalan rusak
• Panti jompo terletak jauh dari rumah
sakit
• Fasilitas pelayanan kesehatan untuk
Lansia di tunjang oleh tim kesehatan
yang bekerja secara professional. Tim
kesehatan terdiri dari dokter, perawat,
care manager, care worker, physical
therapy, occupational therapy,
pharmacist dan nutritionist. Tim
kesehatan bekerja sama dalam setiap
fasilitas untuk memberikan pelayanan
kesehatan yang paripurna untuk Lansia.
Sayonara
….!!!!
Get documents about "