Docstoc

SNI ISO 10006 2009 Panduan Mutu dalam proyek

Document Sample
SNI ISO 10006 2009 Panduan Mutu dalam proyek Powered By Docstoc
					                                                SNI ISO 10006:2009




                                                                     “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
Standar Nasional Indonesia




              Sistem manajemen mutu –
     Panduan untuk manajemen mutu dalam proyek
                             (ISO 10006:2007)




ICS 03.120.10                Badan Standardisasi Nasional
“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
                                                                                                               SNI ISO 10006:2009

                                                               Daftar isi




                                                                                                                                                   “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
Daftar isi.....................................................................................................................................i
Prakata .....................................................................................................................................ii
Pendahuluan............................................................................................................................ iii
1     Ruang lingkup.................................................................................................................... 1
2     Acuan normatif................................................................................................................... 1
3     Istilah dan definisi .............................................................................................................. 1
4     Sistem manajemen mutu dalam proyek ............................................................................ 4
4.1     Karakteristik proyek ........................................................................................................ 4
4.2     Sistem manajemen mutu ................................................................................................ 5
5     Tanggung jawab manajemen ............................................................................................ 6
5.1     Komitmen manajemen.................................................................................................... 6
5.2 Proses strategik ............................................................................................................... 6
5.3     Tinjauan manajemen dan evaluasi kemajuan .............................................................. 10
6     Manajemen sumber daya ................................................................................................ 12
6.1     Proses terkait sumber daya .......................................................................................... 12
6.2     Proses terkait personel ................................................................................................. 13
7     Realisasi produk .............................................................................................................. 15
7.1     Umum ........................................................................................................................... 15
7.2     Proses terkait yang saling bergantung ......................................................................... 15
7.3     Proses terkait lingkup ................................................................................................... 18
7.4     Proses terkait waktu ..................................................................................................... 20
7.5     Proses terkait biaya ...................................................................................................... 22
7.6     Proses terkait komunikasi............................................................................................. 24
7.7     Proses terkait risiko ...................................................................................................... 25
7.8     Proses terkait pembelian .............................................................................................. 27
8     Pengukuran, analisis, dan peningkatan........................................................................... 30
8.1     Proses terkait peningkatan ........................................................................................... 30
8.2     Pengukuran dan analisis .............................................................................................. 30
8.3     Peningkatan berkelanjutan ........................................................................................... 31
Lampiran A (informatif) Bagan Alir Proses dalam Proyek ..................................................... 32
Bibiliografi .............................................................................................................................. 36




                                                                       i
SNI ISO 10006:2009

                                       Prakata




                                                                                          “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
SNI ISO 10006:2009 Sistem manajemen mutu – Panduan untuk manjemen mutu dalam
proyek ini merupakan adopsi identik dari ISO 10006:2003, Quality management systems –
Guidelines for quality management in projects.

Beberapa istilah International Standard telah diganti dengan Standard dan diterjemahkan
menjadi standar.

Standar ini dirumuskan oleh Panitia Teknis PK 03-02 Sistem Manajemen Mutu, dan telah
dikonsensuskan pada tanggal 12 Agustus 2009 di Bogor.

Apabila terdapat keragu-raguan dalam memahami dokumen ini, agar mengacu kepada
dokumen ISO 10006:2003 yang asli dalam Bahasa Inggris.




                                          ii
                                                                    SNI ISO 10006:2009

                                     Pendahuluan




                                                                                            “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
Standar ini memberikan panduan tentang manajemen mutu dalam proyek. Standar ini
memberikan garis besar prinsip, praktik, dan penerapan manajemen mutu yang memiliki
pengaruh penting pada pencapaian sasaran mutu dalam proyek. Standar ini melengkapi
panduan yang diberikan dalam SNI ISO 9004.

Panduan ini dimaksudkan untuk penggunaan secara luas. Panduan ini dapat digunakan
untuk proyek dalam berbagai bentuk dari kecil hingga sangat besar, dari sederhana hingga
kompleks, dari yang bersifat individu hingga bagian dari program atau portofolio proyek.
Panduan ini dimaksudkan untuk digunakan oleh personel yang memiliki pengalaman dalam
mengelola proyek dan perlu memastikan bahwa organisasinya menerapkan praktik yang
terkandung dalam keluarga standar SNI ISO 9000, serta mereka yang memiliki pengalaman
dalam manajemen mutu dan disyaratkan untuk berinteraksi dengan organisasi proyek dalam
menerapkan pengetahuan dan pengalaman mereka untuk proyek. Disadari beberapa
kelompok akan menemukan bahwa materi yang disajikan dalam panduan tidak perlu dirinci,
namun demikian bagi pembaca lainnya masih memerlukan materi yang rinci.

Dalam penerapan manajemen mutu proyek diakui terdapat dua aspek yaitu proses proyek
dan produk proyek. Kegagalan untuk memenuhi kedua aspek dapat memberikan dampak
signifikan pada produk proyek, pelanggan proyek, organisasi proyek, dan pihak
berkepentingan lainnya

Aspek tersebut menekankan bahwa pencapaian sasaran mutu merupakan tanggung jawab
manajemen puncak. Komitmen untuk pencapaian sasaran mutu perlu ditanamkan pada
seluruh tingkatan organisasi yang terlibat dalam proyek. Namun demikian, setiap tingkatan
sebaiknya memelihara tanggung jawab untuk proses dan produk mereka masing-masing.

Penciptaan dan pemeliharaan mutu proses dan produk pada proyek mensyaratkan
pendekatan sistematik. Pendekatan ini sebaiknya ditujukan untuk memastikan bahwa
kebutuhan pelanggan yang tersurat dan tersirat dimengerti dan dipenuhi, kebutuhan pihak
berkepentingan lainnya dimengerti dan dievaluasi, dan kebijakan mutu organisasi induk
digunakan sebagai pertimbangan untuk penerapan dalam manajemen proyek.

Sebagai catatan bahwa rangkuman proses dalam proyek diberikan pada Lampiran A.




                                           iii
“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
                                                                           SNI ISO 10006:2009


                              Sistem manajemen mutu –




                                                                                                    “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
                      Panduan untuk manjemen mutu dalam proyek



1 Ruang lingkup

Standar ini memberikan panduan tentang penerapan manajemen mutu dalam proyek.

Standar ini dapat digunakan untuk proyek dengan kompleksitas yang bervariasi, baik kecil
maupun besar, memilki durasi pendek atau panjang, pada lingkungan yang berbeda, dan
tidak tergantung pada jenis produk atau proses yang terlibat. Standar ini dapat memerlukan
beberapa modifikasi panduan yang disesuaikan dengan proyek tertentu.

Standar ini bukan merupakan panduan untuk manajemen proyek itu sendiri. Panduan
tentang mutu dalam proses manajemen proyek dibahas dalam standar ini. Panduan tentang
mutu dalam suatu proses terkait produk proyek dan panduan tentang pendekatan proses di
cakup dalam SNI ISO 9004.

Standar ini adalah dokumen panduan dan tidak dimaksudkan untuk tujuan sertifikasi.


2 Acuan normatif

Dokumen acuan berikut sangat diperlukan untuk penerapan dokumen ini. Untuk acuan
bertanggal, hanya berlaku edisi yang disebutkan. Untuk acuan tidak bertanggal, berlaku edisi
terakhir dari dokumen acuan (termasuk setiap amandemen).

SNI 19-9000:2001, Sistem manajemen mutu – Dasar dan Kosakata

SNI 19-9004:2002, Sistem manajemen mutu – Panduan untuk peningkatan kinerja

CATATAN       Bibliografi memuat acuan tambahan yang dapat digunakan untuk manajemen mutu
dalam proyek.


3 Istilah dan definisi

Untuk tujuan dokumen ini, istilah dan definisi yang diberikan dalam ISO 9000 dan berikutnya
berlaku.   Beberapa     definisi       di     bawah     dikutip   secara   langsung     dari
SNI 19 - 9000:2001 tetapi juga ditambahkan dengan catatan spesifik untuk proyek.

3.1
aktivitas
<proyek> bagian pekerjaan terkecil yang teridentifikasi dalam suatu proses (3.3) proyek (3.5)

3.2
pihak berkepentingan
orang atau kelompok yang memiliki kepentingan dalam kinerja atau suksesnya suatu
organisasi

CONTOH      Pelanggan, pemilik, personel dalam organisasi, pemasok, bankir, persatuan, mitra atau
masyarakat.




                                            1 dari 36
SNI ISO 10006:2009


CATATAN 1 Suatu kelompok dapat terdiri dari suatu organisasi, sebagai bagiannya, atau lebih dari




                                                                                                         “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
satu organisasi.

[SNI 19 - 9000 - 2001, definisi 3.3.7]

CATATAN 2 Pihak berkepentingan dapat termasuk.

−   pelanggan (dari produk proyek),
−   konsumen (seperti pengguna produk proyek),
−   pemilik proyek (seperti organisasi induk proyek),
−   mitra (sebagai proyek usaha patungan),
−   penyandang dana (seperti institusi keuangan),
−   pemasok atau subkontraktor (misalnya organisasi yang menyuplai produk ke organisasi
    proyek),
−   masyarakat (seperti lembaga hukum atau regulator dan publik secara luas), dan
−   personel internal (seperti anggota organisasi proyek).

CATATAN 3 Dapat terjadi konflik kepentingan diantara pihak yang berkepentingan.          Hal ini perlu
diselesaikan untuk kesuksesan proyek.

3.3
proses( Lihat 9000)
sekumpulan aktifitas yang saling berhubungan atau saling berinteraksi yang mengubah input
menjadi output

CATATAN 1       Input untuk suatu proses secara umum merupakan output proses lainnya.

CATATAN 2 Proses dalam organisasi secara umum direncanakan dan dilakukan di bawah kondisi
terkendali untuk nilai tambah.

[ISO 9000:2000, definisi 3.4.1 (kecuali Catatan 3)]

3.4
evaluasi kemajuan
asesmen kemajuan yang dilakukan untuk pencapaian sasaran proyek (3.5)

CATATAN 1 Asesmen ini sebaiknya dilaksanakan pada titik – titik yang sesuai dalam siklus hidup di
sepanjang proses proyek berdasarkan kriteria proses dan produk proyek.

CATATAN 2       Hasil dari evaluasi kemajuan dapat mengarahkan kepada revisi rencana manajemen
proyek (3.7).

3.5
proyek
proses unik, terdiri dari sekumpulan aktivitas (3.1) yang terkoordinasi dan terkendali dengan
waktu mulai dan selesai, dilakukan untuk pencapaian sasaran memenuhi persyaratan
spesifik, termasuk batasan waktu, biaya, dan sumber daya

[SNI 19 - 9000 : 2000, definisi 3.4.3 (kecuali Catatan)]

CATATAN 1       Suatu proyek individu dapat merupakan bagian dari struktur proyek yang lebih besar.



                                              2 dari 36
                                                                                SNI ISO 10006:2009


CATATAN 2       Dalam beberapa proyek, sasaran dan ruang lingkup dimutakhirkan dan karakteristik




                                                                                                     “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
produk ditetapkan secara progresif sebagai hasil proyek.

CATATAN 3 Produk proyek (lihat ISO 9000 :2000, 3.4.2) secara umum didefinisikan dalam ruang
lingkup proyek (lihat 7.3.1). Produk tersebut mungkin merupakan satu atau beberapa unit produk dan
dapat berbentuk nyata atau tidak nyata.

CATATAN 4      Organisasi proyek biasanya sementara dan ditetapkan selama waktu proyek.

CATATAN 5 Kompleksitas dari interaksi aktivitas dalam aktifitas proyek tidak perlu dikaitkan
dengan ukuran proyek.

3.6
manajemen proyek
perencanaan, pengorganisasian, pemantauan, pengendalian, dan pelaporan seluruh aspek
proyek (3.5) dan motivasi dari seluruh yang terlibat di dalamnya untuk mencapai sasaran
proyek

3.7
rencana manajemen proyek
dokumen yang menspesifikasikan apa yang diperlukan untuk memenuhi sasaran proyek
(3.5)

CATATAN 1 Suatu rencana manajemen proyek sebaiknya mencakup atau mengacu pada rencana
mutu (3.8) proyek

CATATAN 2 Rencana manajemen proyek juga mencakup atau mengacu rencana lainnya seperti
yang berhubungan dengan struktur, sumber daya, jadwal, anggaran, manajemen risiko, manajemen
lingkungan, manajemen kesehatan dan keselamatan, serta manajemen keamanan, jika sesuai.

3.8
rencana mutu (Lihat 9000)
dokumen yang menspesifikasikan prosedur dan sumber daya mana yang harus
diaplikasikan oleh siapa dan kapan untuk proyek (3.5), produk, proses (3.3), atau kontrak
spesifik

CATATAN 1 Prosedur ini secara umum mencakup hal yang mengacu pada proses manajemen
mutu dan untuk proses realisasi produk.

CATATAN 2      Rencana mutu seringkali menjadi referensi untuk bagian dokumen panduan mutu atau
prosedur.

CATATAN 3      Rencana mutu secara umum merupakan salah satu hasil perencanaan mutu.

[ISO 9000 :2000, definisi 3.7.5]

3.9
pemasok (lihat 9000)
organisasi atau orang yang memberikan produk

CONTOH     Produsen, distributor, retailer atau vendor produk, atau penyedia jasa atau informasi.

CATATAN 1      Pemasok dapat berasal dari internal atau eksternal organisasi.

CATATAN 2      Dalam situasi kontrak, pemasok kadang kala disebut sebagai kontraktor.

[ISO 9000:2000, definisi 3.3.6]

                                             3 dari 36
SNI ISO 10006:2009


CATATAN 3     Dalam konteks proyek, kontraktor atau subkontraktor seringkali dianggap pemasok.




                                                                                                 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
4 Sistem manajemen mutu dalam proyek

4.1 Karakteristik proyek

4.1.1 Umum

Beberapa karakteristik proyek adalah sebagai berikut :
−   unik, tahapan tidak berulang, terdiri dari proses dan aktivitas;
−   memiliki beberapa tingkat risiko dan ketidakpastian;
−   diharapkan untuk memberikan hasil terkuantifikasi (minimum) dalam parameter yang
    telah ditetapkan sebelumnya, sebagai contoh parameter terkait mutu;
−   memiliki waktu mulai dan selesai yang terencana dengan biaya dan batasan sumber
    daya yang telah dispesifikasikan dengan jelas;
−   personel dapat ditugaskan sementara untuk suatu organisasi proyek selama proyek
    berlangsung [organisasi proyek dapat ditugaskan oleh organisasi induk (lihat 4.1.2) dan
    dapat diganti sesuai dengan kemajuan proyek]
-   dapat berdurasi panjang dan dapat berubah setiap saat sepanjang waktu tersebut akibat
    pengaruh internal maupun eksternal.


4.1.2    Organisasi

Standar ini memisahkan acuan untuk suatu “organisasi induk ” dengan ”organisasi proyek”.

Organisasi induk adalah organisasi yang memutuskan untuk melaksanakan proyek.
Organisasi ini dapat merupakan suatu organisasi tunggal, usaha patungan, konsorsium, dan
sebagainya. Organisasi induk menugaskan proyek kepada organisasi proyek. Organisasi
induk dapat melaksanakan bermacam proyek, dimana setiap proyek dapat ditugaskan
kepada organisasi proyek yang berbeda.

Organisasi proyek melaksanakan proyek tersebut. Organisasi proyek dapat merupakan
bagian dari organisasi induk.

4.1.3    Proses dan tahapan dalam proyek

Proses dan tahapan adalah dua aspek yang berbeda dari suatu proyek. Proyek dapat
dibagi dalam proses yang saling tergantung dan dalam tahapan, sebagai alat perencanaan
dan pemantauan realisasi sasaran dan mengases risiko yang terkait.

Tahapan proyek membagi siklus hidup proyek menjadi bagian yang dapat dikelola, seperti
konsepsi, pengembangan, realisasi, dan terminasi.

Proses proyek adalah proses-proses yang diperlukan untuk mengelola proyek dan
merealisasikan produk proyek.

Tidak semua proses yang dibahas dalam standar ini akan diperlukan keberadaannya dalam
proyek tertentu sedangkan dalam proyek lainnya mungkin proses-proses tambahan
diperlukan.   Dalam beberapa proyek, pembedaan mungkin diperlukan antara proses inti


                                           4 dari 36
                                                                           SNI ISO 10006:2009


dan proses pendukung. Lampiran A memberikan daftar dan rangkuman proses yang




                                                                                                    “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
dipertimbangkan dapat digunakan pada kebanyakan proyek.

CATATAN Untuk memfasilitasi diskusi dari panduan manajemen mutu dalam proyek, pendekatan
proses diadopsi dalam standar ini. sebagai tambahan proses dari suatu proyek telah dikelompokkan
menjadi dua kategori yaitu proses manajemen proyek dan proses terkait dengan produk proyek
(proses yang terutama diperhatikan dengan produk proyek seperti desain, produksi, dll)

Proses tersebut dikelompokkan berdasarkan persamaan satu sama lain. Sebagai contoh seluruh
proses yang terkait dengan waktu dimasukkan dalam satu kelompok. Sebelas kelompok dari proses
ditampilkan.

Proses stratejik dalam klausul 5 memberikan arahan untuk proyek. Klausul 6 membahas proses
terkait sumber daya dan proses terkait personel. Klausul 7 mencakup proses terkait dengan saling
tergantung, ruang lingkup, waktu, biaya, komunikasi, risiko, dan pembelian. Proses terkait dengan
pengukuran dan analisis, dan peningkatan berkelanjutan dicakup dalam klausul 8. Klausul - klausul
tersebut mencakup uraian untuk setiap proses dan memberikan panduan untuk manajemen mutu
dalam proses.

4.1.4    Proses manajemen proyek

Manajemen proyek mencakup perencanaan, pengorganisasian, pemantauan, pengendalian,
pelaporan, dan pengambilan tindakan korektif yang diperlukan pada seluruh proses dalam
suatu proyek untuk mencapai sasaran proyek secara berkelanjutan. Prinsip manajemen
mutu (lihat 4.2.1 dan 5.2 dan SNI 19 - 9000 - 2001, 0.2) sebaiknya diterapkan untuk seluruh
proses manajemen proyek.

4.2 Sistem manajemen mutu

4.2.1    Prinsip - prinsip manajemen mutu

Panduan untuk manajemen mutu proyek dalam standar ini didasarkan pada delapan prinsip
manajemen mutu (lihat SNI 19 - 9000:2001, 0.2) :
a)   fokus pada pelanggan;
b)   kepemimpinan;
c)   keterlibatan personel;
d)   pendekatan proses;
e)   pendekatan sistem untuk manajemen;
f)   peningkatan berkelanjutan;
g)   pengambilan keputusan berasarkan fakta;
h)   hubungan saling menguntungkan dengan pemasok.

Prinsip umum ini seharusnya menjadi landasan sistem manajemen mutu untuk organisasi
induk dan organisasi proyek.

CATATAN Panduan untuk penerapan prinsip-prinsip manajemen mutu untuk melakukan perencanaan
dalam proses stratejik diberikan dalam 5.2.2 hingga 5.2.9

4.2.2    Sistem manajemen mutu proyek

Proses proyek perlu dikelola dalam suatu sistem manajemen mutu untuk mencapai sasaran
proyek. Sepanjang memungkinkan, sistem manajemen mutu proyek sebaiknya selaras
dengan sistem manajemen mutu dari organisasi induk.
                                            5 dari 36
SNI ISO 10006:2009




                                                                                              “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
CATATAN ISO 9004 memberikan panduan untuk mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi sistem
manajemen mutu.

Dokumen yang diperlukan dan dibuat oleh organisasi proyek untuk memastikan
perencanaan, implementasi, dan pengendalian proyek yang efektif sebaiknya didefinisikan
dan dikendalikan (lihat SNI 19-9004-2002, 4.2)

4.2.3   Rencana mutu proyek

Sistem manajemen mutu proyek sebaiknya didokumentasikan dan dicantumkan atau diacu
dalam rencana mutu proyek.

Rencana mutu sebaiknya mengidentifikasi aktivitas dan sumber daya yang diperlukan untuk
mencapai sasaran mutu proyek. Rencana mutu sebaiknya digabungkan ke dalam atau diacu
dalam rencana manajemen proyek.

Dalam situasi kontrak, pelanggan dapat menetapkan persyaratan untuk rencana mutu.
Persyaratan tersebut sebaiknya tidak membatasi ruang lingkup rencana mutu yang
digunakan oleh organisasi proyek.

CATATAN ISO 10005 memberikan panduan untuk rencana mutu.


5 Tanggung jawab manajemen

5.1 Komitmen manajemen

Komitmen dan keterlibatan aktif manajemen puncak dari organisasi induk dan organisasi
proyek penting untuk pengembangan dan pemeliharaan sistem manajemen mutu proyek
yang efektif dan efisien .

Manajemen puncak organisasi induk dan organisasi proyek sebaiknya memberikan masukan
bagi proses stratejik (lihat 5.2)

Karena organisasi proyek dapat dibubarkan pada saat proyek selesai, manajemen puncak
dari organisasi induk sebaiknya memastikan bahwa tindakan peningkatan berkelanjutan
diimplementasikan untuk proyek lain saat ini dan masa yang akan datang.

Manajemen puncak dari organisasi induk dan organisasi proyek perlu menciptakan budaya
mutu yang merupakan faktor penting dalam memastikan kesuksesan proyek.

5.2 Proses stratejik

5.2.1    Penerapan prinsip manajemen mutu melalui proses stratejik

Perencanaan untuk penetapan, pengimplementasian, dan pemeliharaan sistem manajemen
mutu yang didasarkan pada penerapan prinsip manajemen mutu adalah suatu proses
penetapan arah yang stratejik. Perencanaan ini sebaiknya dilaksanakan oleh organisasi
proyek.

Dalam perencanaan ini, penting untuk memfokuskan mutu proses dan produk untuk
memenuhi sasaran proyek.



                                         6 dari 36
                                                                      SNI ISO 10006:2009


Panduan umum yang diberikan dalam 5.2.2 sampai dengan 5.2.9 sebaiknya juga diterapkan




                                                                                              “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
untuk proses yang diuraikan dalam 6.1, 6.2, 7.2 sampai dengan 7.8 dan klausul 8, sebagai
tambahan untuk panduan spesifik yang diberikan dalam klausul tersebut.

5.2.2    Fokus pada pelanggan

Organisasi bergantung pada pelanggannya dan untuk itu sebaiknya mengerti kebutuhan
pelanggan saat ini dan di masa yang akan datang, sebaiknya memenuhi persyaratan
pelanggan dan berusaha untuk melebihi harapan pelanggan [lihat ISO 9000:2000, 0.2a].

Kepuasan terhadap persyaratan pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya perlu untuk
kesuksesan proyek. Persyaratan tersebut sebaiknya secara jelas dimengerti untuk
memastikan bahwa seluruh proses fokus pada persyaratan tersebut dan mampu untuk
memenuhinya.

Sasaran proyek yang mencakup sasaran produk sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan
dan harapan pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya. Sasaran tersebut dapat
diperjelas selama berlangsungnya proyek. Sasaran proyek sebaiknya didokumentasikan
dalam rencana manajemen proyek (lihat 7.2.2) dan sebaiknya merinci apa yang akan
diselesaikan (dinyatakan dalam bentuk waktu, biaya, dan mutu produk) dan apa yang akan
diukur.

Ketika menentukan keseimbangan antara waktu atau biaya dan mutu produk, dampak
potensial pada produk proyek sebaiknya dievaluasi dengan mempertimbangkan persyaratan
pelanggan.

Interface sebaiknya disediakan bagi seluruh pihak berkepentingan untuk memfasilitasi
pertukaran informasi yang sesuai di seluruh proyek. Setiap konflik antara persyaratan pihak
berkepentingan sebaiknya diselesaikan.

Biasanya ketika konflik muncul antara persyaratan pelanggan dan pihak berkepentingan
lainnya, persyaratan pelanggan menjadi didahulukan kecuali dalam hal persyaratan
perundang-undangan atau regulasi.

Penyelesaian konflik sebaiknya disetujui oleh pelanggan. Persetujuan pihak berkepentingan
sebaiknya didokumentasikan. Pada seluruh proyek, perhatian perlu diberikan pada
perubahan persyaratan pihak berkepentingan termasuk persyaratan tambahan dari pihak
berkepentingan baru yang bergabung dalam proyek setelah proyek dimulai.

5.2.3    Kepemimpinan

Pemimpin menetapkan kesatuan tujuan dan arahan organisasi. Pemimpin seharusnya
menciptakan dan memelihara lingkungan internal dimana personel dapat terlibat secara
penuh dalam mencapai sasaran organisasi [lihat SNI 19-9000-2001, 0.2b)]

Manajer proyek sebaiknya ditunjuk sedini mungkin. Manajer proyek adalah individu dengan
tanggung jawab dan kewenangan yang ditetapkan untuk mengelola proyek dan memastikan
bahwa sistem manajemen mutu proyek ditetapkan, diimplementasikan, dan dipelihara.
Wewenang yang didelegasikan kepada manajer proyek sebaiknya sepadan dengan
tanggung jawab yang diberikan.

Manajemen puncak dari organisasi induk dan organisasi proyek sebaiknya menjalankan
kepemimpinan dalam menciptakan budaya mutu dengan:



                                         7 dari 36
SNI ISO 10006:2009


- penetapan kebijakan mutu dan mengidentifikasi sasaran (termasuk sasaran mutu) untuk




                                                                                              “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
  proyek
− penyediaan infrastruktur dan sumber daya untuk memastikan pencapaian sasaran
   proyek,
−   penyediaan struktur organisasi yang kondusif untuk memenuhi sasaran proyek,
−   pengambilan keputusan berdasarkan data dan informasi faktual,
−   pemberdayaan dan motivasi seluruh personel proyek untuk meningkatkan proses dan
    produk proyek, dan
−   perencanaan tindakan pencegahan di masa yang akan datang.

CATATAN     Sebutan manajer proyek dapat bervariasi dari proyek ke proyek

5.2.4   Keterlibatan personel

Personel pada seluruh tingkatan adalah esensi dari suatu organisasi dan keterlibatan penuh
mereka memungkinkan kemampuan mereka digunakan untuk keuntungan organisasi
[lihat SNI 19-9000-2001, 0.2c]).

Personel dalam organisasi proyek sebaiknya memiliki tanggung jawab dan wewenang yang
didefinisikan dengan baik untuk partisipasinya dalam proyek. Kewenangan yang
didelegasikan kepada partisipan proyek sebaiknya berhubungan dengan tanggung jawab
yang diberikan.

Personel yang kompeten sebaiknya ditugaskan untuk organisasi proyek. Dalam rangka
meningkatkan kinerja organisasi proyek, peralatan, teknik, dan metode yang sesuai
sebaiknya disediakan bagi personel untuk dapat memantau dan mengendalikan proses.

Dalam hal proyek multinasional dan multikultural, usaha patungan, proyek internasional, dan
sebagainya, implikasi dari manajemen lintas budaya sebaiknya diperhatikan.

5.2.5   Pendekatan proses

Hasil yang diinginkan akan dicapai secara lebih efisien ketika aktifitas dan sumber daya
terkait diatur sebagai proses [lihat SNI 19- 9000-2001, 0.2d]

Proses proyek sebaiknya diidentifikasi dan didokumentasikan. Organisasi induk sebaiknya
mengkomunikasikan pengalaman yang diperoleh dalam pengembangan dan penggunaan
prosesnya sendiri atau dari proyek lain yang dimilikinya kepada organisasi proyek.
Organisasi proyek sebaiknya memperhatikan pengalaman ini ketika menetapkan proses
proyek tetapi juga perlu untuk menetapkan proses yang unik untuk proyek.

Hal ini dapat diselesaikan dengan:

−   identifikasi proses yang sesuai untuk proyek,
−   identifikasi masukan, luaran, dan sasaran proses proyek,
−   identifikasi pemilik proses dan menetapkan wewenang dan tanggung jawabnya,
−   desain proses proyek untuk mengantisipasi proses di masa yang akan datang dalam
    siklus hidup proyek, dan
−   menetapkan keterkaitan dan interaksi antar proses.



                                           8 dari 36
                                                                    SNI ISO 10006:2009


Efektifitas dan efisiensi proses dapat diases melalui tinjauan internal atau eksternal.




                                                                                            “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
Asesmen dapat juga dilakukan dengan benchmark atau mengevaluasi proses terhadap
skala kematangan. Skala kematangan biasanya dinyatakan dalam derajat kematangan mulai
dari „tidak ada sistem formal“ sampai „yang terbaik di kelasnya“. Sejumlah model
kematangan telah dikembangkan untuk penerapan yang berbeda (lihat SNI 19 - 9004:2001,
Lampiran A)

CATATAN Keluarga standar ISO 9000 memberikan panduan tentang sejumlah praktik manajemen
mutu terkait proses dan produk. Standar tersebut dapat membantu organisasi dalam memenuhi
sasaran proyeknya.

5.2.6   Pendekatan sistem untuk manajemen

Pengidentifikasian, pemahaman, dan pengelolaan proses yang saling berhubungan sebagai
suatu sistem berkontribusi terhadap efektifitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai
sasarannya [lihat SNI 19- 9000-2001, 0.2e)].

Secara umum pendekatan sistem untuk manajemen membolehkan koordinasi dan
kompatibilitas dari proses yang direncanakan organisasi dan mendefinisikan tentang
interface mereka dengan jelas.

Proyek dilaksanakan sebagai serangkaian proses yang terencana, berhubungan, dan saling
ketergantungan. Organisasi proyek mengendalikan proses proyek. Untuk mengendalikan
proses proyek perlu menetapkan dan menghubungkan proses yang dibutuhkan untuk
mengintegrasikan dan mengelolanya sebagai suatu sistem yang selaras dengan sistem
organisasi induk secara keseluruhan.

Pendekatan sistem untuk manajemen sebaiknya membagi tanggung jawab dan wewenang
yang jelas antara organisasi proyek dan pihak berkepentingan lainnya yang relevan
(termasuk organisasi induk) untuk proses proyek tersebut. Pembagian tersebut sebaiknya
ditetapkan dan direkam.

Organisasi proyek sebaiknya memastikan bahwa proses komunikasi yang sesuai telah
ditetapkan dan informasi yang dipertukarkan tersebut antara proses proyek dan antara
proyek, proyek lainnya yang relevan, dan organisasi induk.

5.2.7   Peningkatan berkelanjutan

Peningkatan berkelanjutan dari keseluruhan kinerja organisasi sebaiknya merupakan
sasaran permanen dari organisasi [lihat SNI 19-9000-2001, 0.2f)]

Siklus peningkatan berkelanjutan didasarkan pada konsep Plan – Do – Check – Action
(PDCA) [lihat Lampiran B dari SNI 19-9004-2002)].

Organisasi induk dan organisasi proyek bertanggung jawab untuk meningkatkan efektifitas
dan efisiensi proses secara berkelanjutan yang menjadi tanggung jawab mereka.

Belajar dari pengalaman, pengelolaan proyek sebaiknya diperlakukan sebagai suatu proses
lebih dari sekedar sebagai tugas yang terpisah. Sistem sebaiknya tersedia untuk merekam
dan menganalisis informasi yang didapatkan selama proyek untuk digunakan dalam proses
peningkatan berkelanjutan.

Ketentuan sebaiknya dibuat untuk swaasesmen (lihat SNI 19-9004-2002, Lampiran A), audit
internal dan jika dipersyaratkan audit eksternal (lihat SNI 19-9000-2001, 3.9.1) untuk


                                        9 dari 36
SNI ISO 10006:2009


mengidentifikasi peluang peningkatan. Ketentuan ini sebaiknya mempertimbangkan waktu




                                                                                              “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
dan sumber daya yang diperlukan.

5.2.8   Pendekatan fakta untuk Pengambilan keputusan

Keputusan efektif didasarkan pada analisis data dan informasi [lihat SNI 19-9000-2001,
0.2g)]

Informasi tentang kemajuan dan kinerja proyek sebaiknya direkam, sebagai contoh dalam
suatu log proyek

Evaluasi kinerja dan kemajuan (lihat 3.4 dan 5.3) sebaiknya dilaksanakan untuk mengases
status proyek. Organisasi proyek sebaiknya menganalisis informasi dari evaluasi kinerja dan
kemajuan untuk membuat keputusan yang efektif berkenaan dengan proyek dan untuk
merevisi rencana manajemen proyek.

Informasi laporan akhir dari proyek sebelumnya sebaiknya dianalisis dan digunakan untuk
mendukung peningkatan proyek saat ini atau di masa yang akan datang.

5.2.9   Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok

Suatu organisasi dan pemasoknya saling bergantung dan hubungan yang saling
menguntungkan memperkuat kemampuan keduanya untuk menciptakan nilai [lihat SNI 19-
9000-2001, 0.2h)].

Organisasi proyek sebaiknya bekerja dengan pemasoknya saat menetapkan strategi untuk
memperoleh produk eksternal, khususnya dalam hal produk dengan waktu tunggu yang
panjang. Berbagi risiko dengan pemasok dapat dipertimbangkan.

Persyaratan untuk proses pemasok dan spesifikasi produk sebaiknya dikembangkan oleh
organisasi proyek dan pemasoknya secara bersama-sama dengan tujuan untuk memperoleh
manfaat dari pengetahuan pemasok yang tersedia. Organisasi proyek sebaiknya juga
menetapkan kemampuan pemasok untuk memenuhi persyaratan proses dan produknya dan
sebaiknya memperhatikan daftar pemasok yang diinginkan pelanggan atau kriteria seleksi.

Kemungkinan sejumlah proyek yang menggunakan pemasok umum sebaiknya diinvestigasi
(lihat SNI 19-9004-2002, 7.4).

5.3 Tinjauan manajemen dan evaluasi kemajuan

5.3.1 Tinjauan manajemen

Manajemen organisasi proyek sebaiknya meninjau sistem manajemen mutu proyek pada
interval terencana untuk memastikan keberlangsungan kesesuaian, kecukupan, efektifitas
dan efisiensi (lihat SNI 19-9004-2002, 5.6). Organisasi induk dapat juga dilibatkan dalam
tinjauan manajemen.

5.3.2 Evaluasi kemajuan

Evaluasi kemajuan (lihat 3.4) sebaiknya mencakup seluruh proses proyek dan memberikan
peluang untuk mengases pencapaian sasaran proyek. Luaran dari evaluasi kemajuan dapat
memberikan informasi signifikan tentang kinerja proyek sebagai masukan untuk tinjauan
manajemen di masa yang akan datang.

a)   Evaluasi kemajuan sebaiknya digunakan untuk:

                                        10 dari 36
                                                                       SNI ISO 10006:2009


     −     mengases kecukupan rencana manajemen proyek dan bagaimana pekerjaan yang




                                                                                              “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
           dilakukan sesuai dengan rencana,
     −     mengevaluasi seberapa baik proses proyek diselaraskan dan dikaitkan,
     −     mengidentifikasi dan mengevaluasi aktivitas dan hasil yang berpengaruh merugikan
           atau menguntungkan dalam pencapaian sasaran proyek,
     −     memperoleh masukan pada pekerjaan yang tersisa dalam proyek,
     −     memfasilitasi komunikasi, dan
     −     mendorong peningkatan dalam proyek dengan mengidentifikasi deviasi dan
           perubahan dalam risiko.
b)       Perencanaan evaluasi kemajuan sebaiknya mencakup
     −     persiapan dari keseluruhan jadwal evaluasi kemajuan (untuk dimasukkan dalam
           rencana mutu),
     −     penugasan tanggung jawab manajemen untuk evaluasi kemajuan individu,
     −     spesifikasi tujuan, persyaratan asesmen, proses dan luaran untuk setiap evaluasi
           kemajuan,
     −     penugasan personel untuk berpartisipasi dalam evaluasi (sebagai contoh tanggung
           jawab individu untuk proses proyek dan pihak berkepentingan lainnya),
     −     memastikan bahwa personel yang sesuai dari proses proyek yang dievaluasi
           tersedia untuk ditanya, dan
     −     memastikan bahwa informasi yang relevan disiapkan dan tersedia untuk evaluasi
           (sebagai contoh rencana manajemen proyek)
c)   Pelaksana evaluasi sebaiknya
     −     memahami tujuan dari proses yang dievaluasi dan pengaruhnya pada sistem
           manajemen mutu proyek,
     −     menguji masukan dan luaran proses yang relevan,
     −     meninjau kriteria pemantauan dan pengukuran yang diterapkan pada proses,
     −     menentukan apakah proses efektif,
     −     mencari peningkatan potensial dalam efisiensi proses, dan
     −     mengembangkan laporan atau luaran lainnya yang relevan dengan hasil evaluasi
           kemajuan.

d)   Setelah evaluasi kemajuan dilaksanakan
     −     luaran dari evaluasi sebaiknya diases terhadap sasaran proyek untuk menentukan
           apakah kinerja proyek terhadap sasaran yang direncanakan dapat diterima, dan
     −     tanggung jawab sebaiknya ditetapkan untuk menindaklanjuti hasil evaluasi
           kemajuan.

Luaran evaluasi kemajuan dapat juga digunakan untuk memberikan informasi bagi
organisasi induk dalam rangka peningkatan efektifitas dan efisiensi proses manajemen
proyek berkelanjutan.




                                           11 dari 36
SNI ISO 10006:2009




                                                                                                 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
6 Manajemen sumber daya

6.1 Proses terkait sumber daya

6.1.1 Umum

Proses terkait dengan sumberdaya bertujuan untuk merencanakan dan mengendalikan
sumberdaya. Proses ini membantu untuk mengidentifikasi masalah sumberdaya yang
potensial. Contoh sumberdaya mencakup peralatan, fasilitas, keuangan, informasi, material,
perangkat lunak komputer, personel, jasa, dan ruang.

Proses terkait sumber daya (lihat Lampiran A) adalah
−   perencanaan sumber daya, dan
−   pengendalian sumber daya

CATATAN Sub klausul ini berlaku untuk aspek kuantitatif dari manajemen personel. Aspek lainnya
seperti pelatihan dicakup dalam klausul 6.2.

6.1.2   Perencanaan sumber daya

Sumber daya yang dibutuhkan untuk proyek sebaiknya diidentifikasi. Rencana sumber daya
sebaiknya menyatakan sumber daya apa yang dibutuhkan oleh proyek dan kapan sumber
daya dibutuhkan sesuai dengan jadwal proyek. Rencana sebaiknya mengindikasikan
bagaimana dan dari mana sumberdaya akan diperoleh dan dialokasikan. Jika berlaku,
rencana sebaiknya juga mencakup cara pengaturan sumber daya berlebih. Perencanaan
sebaiknya juga mencakup pengendalian sumberdaya.

Keabsahan masukan perencanaan sumberdaya sebaiknya diverifikasi. Stabilitas,
kemampuan dan kinerja organisasi yang mensuplai sumberdaya sebaiknya dievaluasi.

Keterbatasan sumberdaya sebaiknya diperhitungkan. Contoh keterbatasan mencakup
ketersediaan, keselamatan, pertimbangan budaya, perjanjian internasional, perjanjian
perburuhan, peraturan pemerintah, pendanaan, dan dampak proyek terhadap lingkungan.

Rencana sumberdaya, mencakup perkiraan, alokasi dan keterbatasan, dengan asumsi yang
dibuat sebaiknya didokumentasikan dan dicakup dalam rencana manajemen proyek.

6.1.3    Pengendalian sumberdaya

Tinjauan sebaiknya dilakukan untuk memastikan bahwa sumberdaya yang cukup tersedia
untuk memenuhi sasaran proyek.

Waktu untuk meninjau dan frekuensi pengumpulan data terkait dan peramalan persyaratan
sumber daya terkait sebaiknya didokumentasikan dalam rencana manajemen proyek.

Deviasi dari rencana sumberdaya sebaiknya diidentifikasi, dianalisis, ditindaklanjuti dan
direkam.

Keputusan tentang tindakan yang akan diambil sebaiknya hanya dibuat setelah
mempertimbangkan implikasi dari proses dan sasaran proyek lainnya. Perubahan yang
mempengaruhi sasaran proyek sebaiknya disetujui oleh pelanggan dan pihak
berkepentingan lainnya sebelum diimplementasikan. Perubahan dalam rencana sumber
daya sebaiknya disahkan jika sesuai. Revisi dari peramalan persyaratan sumberdaya

                                          12 dari 36
                                                                        SNI ISO 10006:2009


sebaiknya dikoordinasikan dengan proses proyek lainnya pada saat pengembangan rencana




                                                                                                “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
untuk pekerjaan yang tersisa.

Akar masalah atas kekurangan atau kelebihan sumberdaya sebaiknya diidentifikasi,
direkam, dan digunakan sebagai masukan untuk peningkatan berkelanjutan.

6.2 Proses terkait personel

6.2.1    Umum

Mutu dan keberhasilan suatu proyek akan tergantung pada partisipasi personel. Untuk itu
perhatian khusus harus diberikan untuk aktifitas dalam proses terkait personel.

Proses ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sehingga personel dapat berkontribusi
secara efektif dan efisien untuk proyek.

Proses terkait personel (lihat Lampiran A) adalah
    −   penetapan struktur organisasi proyek,
    −   alokasi personel, dan
    −   pengembangan tim.

CATATAN Aspek kuantitatif manajemen personel dicakup dalam klausul 6.1. Aspek komunikasi dari
manajemen personel dicakup dalam klausul 7.6

6.2.2 Penetapan struktur organisasi proyek

Struktur organisasi proyek sebaiknya ditetapkan sesuai dengan persyaratan dan kebijakan
dari organisasi induk dan kondisi khusus proyek. Pengalaman proyek sebelumnya sebaiknya
digunakan, jika tersedia, untuk pemilihan struktur organisasi yang paling sesuai.

Struktur organisasi proyek sebaiknya didesain untuk mendorong komunikasi dan kerjasama
yang efektif dan efisien diantara seluruh partisipan dalam proyek.

Manajer proyek sebaiknya memastikan bahwa struktur organisasi proyek sesuai dengan
lingkup proyek, ukuran tim proyek, kondisi lokal dan proses yang dikerjakan. Hal ini dapat
dalam bentuk struktur organisasi proyek tipe matriks atau fungsional.         Pembagian
kewenangan dan tanggung jawab dalam struktur organisasi proyek dapat juga
mempertimbangkan pembagian kewenangan dan tanggung jawab dalam organisasi induk
dan struktur organisasi itu sendiri.

Struktur organisasi proyek penting untuk mengidentifikasi dan menetapkan hubungan
organisasi proyek dengan :

−   pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya,
−   fungsi organisasi induk yang mendukung proyek (terutama mereka yang
    bertanggungjawab dalam pemantauan fungsi proyek seperti jadwal, mutu, dan biaya),
    dan
−   proyek relevan lainnya dalam organisasi induk yang sama.

Uraian pekerjaan atau peran termasuk penugasan tanggung jawab dan kewenangan
sebaiknya disiapkan dan didokumentasikan.


                                         13 dari 36
SNI ISO 10006:2009


Tanggungjawab fungsi proyek untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu proyek




                                                                                               “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
ditetapkan, diimplementasikan, dan dipelihara sebaiknya diidentifikasi (lihat SNI 19-9004-
2002, 5.5.2). Interface fungsi ini dengan fungsi proyek lainnya, pelanggan dan pihak terkait
lainnya sebaiknya didokumentasikan.

Tinjauan struktur organisasi proyek sebaiknya direncanakan dan dilakukan secara berkala
apakah struktur tersebut masih sesuai atau cukup.

6.2.3    Alokasi personel

Kompetensi yang diperlukan dalam hal pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan
pengalaman sebaiknya ditetapkan untuk personel yang bekerja di proyek (untuk definisi dari
kompetensi, lihat SNI 19-9000-2001, 3.9.12)

Atribut personel sebaiknya dipertimbangkan dalam seleksi personel proyek. Perhatian
khusus sebaiknya diberikan untuk persyaratan kompetensi personel kunci.

Waktu yang cukup sebaiknya diberikan untuk perekrutan personel yang kompeten,
khususnya saat mengantisipasi kesulitan. Pemilihan personel sebaiknya berdasarkan pada
uraian peran atau pekerjaan dan sebaiknya mempertimbangkan kompetensi dan referensi
mereka dari pengalaman sebelumnya. Pemilihan kriteria sebaiknya dikembangkan dan
diterapkan untuk seluruh tingkatan personel yang dipertimbangkan dalam proyek. Ketika
menseleksi seorang manajer proyek, prioritas sebaiknya diberikan kepada kemampuan
kepemimpinan.

Manajer proyek sebaiknya terlibat dalam seleksi personel untuk posisi proyek yang dianggap
penting untuk kesuksesan proyek.

Manajer proyek sebaiknya memastikan bahwa wakil manajemen ditunjuk dengan tanggung
jawab untuk menetapkan, menerapkan, dan memelihara sistem manajemen mutu proyek
(lihat SNI 19-9004-2002, 5.5.2)

Ketika menugaskan anggota tim proyek, kepentingan personal, hubungan personal,
kekuatan dan kelemahan sebaiknya dipertimbangkan. Pengetahuan tentang karakteristik
dan pengalaman personal dapat membantu dalam mengidentifikasi pembagian tanggung
jawab yang terbaik di antara anggota organisasi proyek.

Uraian pekerjaan atau peran sebaiknya dimengerti dan diterima oleh personal yang ditunjuk.
Bilamana seorang anggota organisasi proyek juga melaporkan kepada fungsi dalam
organisasi induk, maka jalur tanggung jawab, kewenangan, dan pelaporan individu tersebut
sebaiknya didokumentasikan.

Penugasan personel untuk pekerjaan atau peran khusus sebaiknya dikonfirmasikan dan
dikomunikasikan kepada seluruh pihak yang berkepentingan. Kinerja keseluruhan mencakup
efektifitas dan efisiensi personel dalam penugasan kerja mereka sebaiknya dipantau untuk
memverifikasi bahwa penugasan tersebut sesuai. Berdasarkan hasil, tindakan yang sesuai
sebaiknya dilaksanakan seperti pelatihan ulang atau pengakuan pencapaian.

Perubahan personel dalam organisasi proyek sebaiknya dikomunikasikan kepada pelanggan
dan pihak berkepentingan yang relevan sebelum penerapan, jika memungkinkan, bila
perubahan mempengaruhi mereka.




                                         14 dari 36
                                                                       SNI ISO 10006:2009


6.2.4    Pengembangan tim




                                                                                               “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
Kinerja tim yang efektif mensyaratkan anggota tim untuk kompeten secara individu,
termotivasi, dan bersedia untuk bekerja sama satu sama lain (lihat SNI 19-9004-2002, 6.2.1).

Untuk meningkatkan kinerja tim, tim proyek secara kolektif dan anggota tim secara individu
sebaiknya berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan tim. Personel sebaiknya menerima
pelatihan dan menyadari relevansi dan kepentingan aktifitas proyek mereka dalam hasil
yang dicapai proyek dan sasaran mutu (lihat SNI 19- 9004-2002, 6.2.2 dan ISO 10015).

Kerja tim yang efektif sebaiknya diakui dan jika sesuai diberikan penghargaan.

Manajer dalam proses organisasi sebaiknya memastikan penetapan lingkungan kerja yang
mendorong kesempurnaan, hubungan kerja yang efektif, kepercayaan dan rasa menghargai
di dalam tim dan dengan seluruh yang terlibat dalam proyek. Pengambilan keputusan
berdasaran konsensus, penyelesaian konflik terstruktur, komunikasi yang jelas, terbuka, dan
efektif, serta saling berkomitmen untuk kepuasan pelanggan sebaiknya didorong dan
dikembangkan (lihat 5.2.3 untuk diskusi kepemimpinan).

Jika memungkinkan, personel yang dipengaruhi oleh perubahan dalam proyek atau dalam
organisasi proyek sebaiknya dilibatkan dalam perencanaan dan implementasi perubahan.


7 Realisasi produk

7.1 Umum

Klausul ini mencakup tujuh kelompok proses manajemen proyek yang penting untuk
menghasilkan produk proyek (lihat 4.1.3)

7.2 Proses terkait interdependensi

7.2.1 Umum

Proyek terdiri atas suatu sistem dari proses yang terencana dan interdependen dan biasanya
tindakan dari salah satu proses ini mempengaruhi proses lainnya. Keseluruhan manajemen
dari interdependensi yang terencana di antara proses proyek adalah tanggung jawab
manajer proyek. Organisasi proyek sebaiknya juga mengelola komunikasi yang efektif dan
efisien di antara kelompok personel yang berbeda yang terlibat dalam proyek, dan
menetapkan penugasan yang jelas dari tanggung jawabnya.

Proses terkait interdependensi (lihat Lampiran A) adalah :
−   inisiasi proyek dan pengembangan rencana manajemen proyek,
−   manajemen interaksi,
−   manajemen perubahan,
−   pengakhiran proses dan proyek.

7.2.2 Inisiasi proyek dan pengembangan rencana manajemen proyek

Rencana manajemen proyek yang sebaiknya mencakup atau mengacu rencana mutu
proyek, penting untuk ditetapkan dan dijaga kemutakhirannya.       Tingkat kerincian yang
dicakup dapat tergantung pada beberapa faktor seperti ukuran dan kompleksitas proyek.


                                          15 dari 36
SNI ISO 10006:2009


Selama inisiasi proyek, rincian proyek masa lalu yang relevan dari organisasi induk




                                                                                           “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
sebaiknya diidentifikasi dan dikomunikasikan kepada organisasi proyek.      Hal ini
memungkinkan penggunaan terbaik dari pengalaman yang diperoleh (misalnya pelajaran
yang dipelajari) dari proyek masa lalu.

Jika tujuan suatu proyek adalah untuk memenuhi persyaratan kontrak, tinjauan kontrak
sebaiknya dilakukan selama pengembangan rencana manajemen proyek untuk memastikan
bahwa persyaratan kontrak dapat dipenuhi (lihat SNI 19-9004-2002, 7.2).  Jika proyek
bukan merupakan hasil suatu kontrak, suatu tinjauan awal sebaiknya dilakukan untuk
menetapkan persyaratan dan mengkonfirmasikan apakah persyaratan tersebut sesuai dan
dapat dicapai.

Rencana manajemen proyek sebaiknya:

a)   mengacu pada persyaratan terdokumentasi dari pelanggan dan pihak berkepentingan
     lainnya yang relevan dan sasaran proyek; sumber masukan untuk setiap persyaratan
     sebaiknya juga didokumentasikan untuk kemamputelusuran;
b)   mengidentifikasi dan mendokumentasikan proses proyek dan tujuannya;
c)   mengidentifikasi interface organisasi dengan memberikan perhatian khusus kepada
     −   hubungan organisasi proyek dan jalur pelaporan      dengan berbagai fungsi dari
         organisasi induk, dan
     −   interface antara fungsi dalam organisasi proyek;
d)   Mengintegrasikan rencana yang dihasilkan dari perencanaan yang dilaksanakan dalam
     proses proyek lain; rencana ini mencakup
     −   rencana mutu,
     −   struktur rincian pekerjaan (lihat 7.3.4)
     −   jadwal proyek (lihat 7.4.5)
     −   anggaran proyek (lihat 7.5.3)
     −   rencana komunikasi (lihat 7.6.2),
     −   rencana manajemen risiko (lihat 7.7.2), dan
     −   rencana pembelian (lihat 7.8.2);
     seluruh rencana sebaiknya ditinjau konsistensinya dan setiap ketidaksesuaian
     diselesaikan;
e)   Mengidentifikasi, mencakup atau mengacu karakteristik produk dan bagaimana
     karaketeristik tersebut sebaiknya diukur dan diases;
f)   menyediakan landasan pengendalian dan pengukuran kemajuan, untuk keperluan
     perencanaan dari pekerjaan yang tersisa, rencana untuk tinjauan dan evaluasi
     kemajuan sebaiknya disiapkan dan dijadwalkan;
g)   menetapkan indikator kinerja dan bagaimana mengukurnya serta membuat ketentuan
     asesmen regular untuk memantau kemajuan; asesmen ini sebaiknya
     −   memfasilitasi tindakan pencegahan dan tindakan korektif, dan
     −   mengkonfirmasikan bahwa sasaran proyek yang belum dicapai tetap berlaku dalam
         lingkungan proyek yang berubah
h)   memberikan tinjauan proyek yang dipersyaratkan dalam kontrak untuk memastikan
     pemenuhan persyaratan kontrak;

                                            16 dari 36
                                                                          SNI ISO 10006:2009


i)   ditinjau secara reguler dan juga ketika terjadi perubahan yang signifikan.




                                                                                                   “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
Sistem manajemen mutu proyek sebaiknya didokumentasikan atau diacu dalam rencana
mutu proyek. Keterkaitan sebaiknya ditetapkan antara rencana mutu proyek dan bagian dari
sistem manajemen mutu yang berlaku dalam organisasi induk. Sejauh dapat dipraktikkan
organisasi proyek sebaiknya mengadopsi dan bila perlu menyesuaikan sistem manajemen
mutu dan prosedur dari organisasi induk. Dalam hal adanya persyaratan khusus untuk
sistem manajemen mutu dari pihak berkepentingan lainnya yang relevan, sebaiknya
dipastikan bahwa sistem manajemen mutu proyek kompatibel dengan persyaratan tersebut.

Praktik manajemen mutu seperti dokumentasi, verifikasi, kemamputelusuran, tinjauan, dan
audit sebaiknya ditetapkan di seluruh proyek.

7.2.3 Manajemen interaksi

Untuk memfasilitasi interdependensi (yang direncanakan) antar proses, interaksi (yang tidak
direncanakan) dalam proyek perlu dikelola. Hal ini sebaiknya mencakup:
−    penetapan prosedur manajemen interface;
−    pertemuan antar fungsi pemegang proyek;
−    penyelesaian isu seperti konflik tanggung jawab atau perubahan terhadap risiko yang
     timbul;
−    pengukuran kinerja proyek dengan menggunakan teknik seperti analisis nilai
     pendapatan (teknik untuk pemantauan kinerja proyek secara keseluruhan terhadap
     dasar anggaran)
−    melaksanakan evaluasi kemajuan untuk mengases status proyek dan merencanakan
     pekerjaan yang belum dikerjakan.

Evaluasi kemajuan sebaiknya digunakan untuk mengidentifikasi masalah interface yang
potensial. Sebaiknya dicatat bahwa risiko biasanya tinggi pada interface tersebut.

CATATAN      Komunikasi proyek merupakan faktor penting dalam koordinasi proyek dan didiskusikan
dalam 7.6

7.2.4 Manajemen perubahan

Manajemen perubahan mencakup identifikasi, evaluasi, pengesahan, dokumentasi,
implementasi, dan pengendalian perubahan. Sebelum perubahan disahkan, maksud,
cakupan dan dampak perubahan sebaiknya dianalisis. Perubahan tersebut yang
mempengaruhi sasaran proyek sebaiknya disetujui dengan pelanggan dan pihak
berkepentingan lainnya yang relevan.

Manajemen perubahan sebaiknya juga mempertimbangkan hal berikut:
−    pengelolaan perubahan terhadap lingkup proyek, sasaran proyek, dan rencana
     manajemen proyek;
−    pengkoordinasian perubahan di antara proses proyek yang saling berhubungan dan
     penyelesaian setiap konflik;
−    prosedur untuk mendokumentasikan perubahan;
−    peningkatan berkelanjutan (lihat Klausul 8);
−    aspek perubahan yang mempengaruhi personel (lihat 6.2.4).

                                           17 dari 36
SNI ISO 10006:2009


Perubahan dapat memberikan dampak negatif (misal klaim) pada proyek dan sebaiknya




                                                                                           “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
diidentifikasi segera mungkin. Akar masalah dari dampak negatif sebaiknya dianalisis dan
hasilnya     digunakan    untuk   memberikan     solusi berbasis    pencegahan       dan
mengimplementasikan peningkatan dalam proses proyek.

Aspek manajemen perubahan adalah manajemen konfigurasi. Untuk manajemen proyek,
dilakukan dengan mengacu pada konfigurasi produk proyek. Hal ini dapat mencakup baik
barang yang tidak bergerak (seperti alat uji dan peralatan terpasang lainnya) dan barang
yang bergerak.

CATATAN    Untuk panduan lebih jauh pada manajemen konfigurasi, lihat ISO 10007.

7.2.5 Pengakhiran proses dan proyek

Proyek itu sendiri adalah proses, dan perhatian khusus sebaiknya diberikan untuk
pengakhiran proyek.

Pengakhiran proses dan proyek sebaiknya ditetapkan selama tahap permulaan proyek dan
dimasukkan dalam rencana manajemen proyek.          Pada saat perencanaan pengakhiran
proses dan proyek, pengalaman yang diperoleh dari pengakhiran proses dan proyek
sebelumnya (lihat Klausul 8) sebaiknya dipertimbangkan.

Selama siklus hidup proyek, proses lengkap sebaiknya ditutup sesuai rencana.     Ketika
proses ditutup, sebaiknya dipastikan bahwa seluruh rekaman dikumpulkan, didistribusikan
dalam proyek dan diserahkan kepada organisasi induk, secara memadai, dan disimpan
untuk waktu yang ditentukan.

Proyek sebaiknya diakhiri sesuai dengan rencana. Namun demikian dalam beberapa kasus
tertentu, pengakhiran proyek dapat lebih cepat atau lebih lama dari yang direncanakan,
karena adanya kejadian yang tidak terduga.

Apapun alasan pengakhiran proyek, tinjauan lengkap dari kinerja proyek sebaiknya
dilaksanakan. Tinjauan ini sebaiknya memperhatikan seluruh rekaman yang relevan
termasuk evaluasi kemajuan dan masukan dari pihak berkepentingan.          Pertimbangan
khusus sebaiknya memperhatikan umpan balik dari pelanggan dan pihak berkepentingan
lainnya yang relevan. Umpan balik ini sebaiknya dapat diukur jika memungkinkan.

Berdasarkan tinjauan ini, laporan yang sesuai sebaiknya dipersiapkan untuk menyoroti
pengalaman yang dapat digunakan oleh proyek lainnya dan untuk peningkatan berkelanjutan
(lihat 8.3).

Pada pengakhiran proyek, sebaiknya ada serah terima secara resmi dari produk proyek
kepada pelanggan. Pengakhiran proyek belum lengkap hingga pelanggan secara resmi
menerima produk proyek.

Pengakhiran dari proyek sebaiknya dikomunikasikan kepada pihak berkepentingan lainnya
yang relevan.

7.3 Proses terkait ruang lingkup

7.3.1 Umum

Ruang lingkup proyek mencakup uraian produk proyek, karakteristiknya, dan bagaimana
karakteristik tersebut diukur atau diases.


                                         18 dari 36
                                                                             SNI ISO 10006:2009


a)   Tujuan proses terkait ruang lingkup adalah untuk:




                                                                                                       “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
     −   menerjemahkan kebutuhan dan harapan pelanggan dan pihak berkepentingan
         lainnya ke dalam aktivitas yang dilaksanakan untuk mencapai sasaran proyek dan
         mengelola aktivitas tersebut,
     −   memastikan bahwa personel bekerja dalam ruang lingkup selama realisasi aktivitas
         ini, dan
     −   memastikan bahwa aktivitas yang dilaksanakan                dalam    proyek    memenuhi
         persyaratan yang diuraikan dalam ruang lingkup.
b)   Proses terkait ruang lingkup (lihat Lampiran A) adalah
     −   pengembangan konsep,
     −   pengembangan dan pengendalian ruang lingkup,
     −   definisi aktivitas, dan
     −   pengendalian aktivitas

7.3.2 Pengembangan konsep

Kebutuhan dan harapan pelanggan untuk produk dan proses yang tersurat dan tersirat
sebaiknya diterjemahkan ke dalam persyaratan terdokumentasi termasuk aspek peraturan
perundangan-undangan dan regulasi, jika disyaratkan oleh pelanggan, sebaiknya disetujui
oleh kedua belah pihak.

Pihak berkepentingan lainnya sebaiknya diidentifikasi dan kebutuhannya ditetapkan.
Kebutuhan sebaiknya diterjemahkan ke dalam persyaratan terdokumentasi dan, jika relevan,
disetujui oleh pelanggan.

7.3.3 Pengembangan dan pengendalian ruang lingkup

Ketika mengembangkan ruang lingkup proyek, karakteristik dari produk proyek sebaiknya
diidentifikasi dan didokumentasikan dalam istilah yang dapat diukur dan selengkap mungkin.
Karakteristik ini sebaiknya digunakan sebagai dasar untuk desain dan pengembangan.
Sebaiknya ditetapkan bagaimana karakteristik tersebut akan diukur atau bagaimana
kesesuaiannya dengan persyaratan pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya akan
diases. Karakteristik produk dan proses sebaiknya mampu telusur terhadap persyaratan
terdokumentasi dari pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya.

Jika pendekatan dan penyelesaian alternatif dipertimbangkan selama pengembangan ruang
lingkup, bukti pendukung (termasuk analisis yang dilakukan dan pertimbangan yang
digunakan) sebaiknya didokumentasikan dan diacu dalam ruang lingkup tersebut.

CATATAN      Bagaimana mengelola perubahan pada ruang lingkup disesuaikan dengan proses
manajemen perubahan (lihat 7.2.4)

7.3.4 Definisi aktivitas

Proyek sebaiknya terstruktur secara sistematis ke dalam aktivitas yang mampu dikelola
untuk memenuhi persyaratan pelanggan terhadap produk dan proses.

CATATAN       seringkali istilah struktur rinci digunakan untuk menguraikan cara suatu proyek dibagi
dengan tingkatan ke dalam kelompok terpisah untuk maksud pemrograman, perencanaan biaya, dan
pengendalian. Juga istilah seperti aktivitas, tugas, dan paket kerja digunakan untuk elemen dari
penstrukturan ini dan biasanya hasil tersebut dikenal sebagai struktur pekerjaan yang terinci. Untuk

                                            19 dari 36
SNI ISO 10006:2009


maksud standar ini, istilah aktivitas digunakan sebagai istilah generik untuk suatu item pekerjaan




                                                                                                     “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
(lihat 3.1)

Personel yang ditugaskan dalam proyek sebaiknya berpartisipasi dalam definisi aktivitas ini.
Hal ini dapat memungkinkan organisasi proyek untuk memperoleh manfaat dari
pengalamannya dan untuk memperoleh pemahaman, penerimaan, dan kepemilikan.

Setiap aktivitas sebaiknya ditetapkan dalam suatu cara yang hasilnya dapat diukur. Daftar
aktivitas sebaiknya diperiksa kelengkapannya. Aktivitas yang ditetapkan sebaiknya
mencakup praktik manajemen mutu, evaluasi kemajuan, dan persiapan serta pemeliharaan
rencana manajemen proyek.

Interaksi antara aktivitas dalam proyek yang dapat menyebabkan masalah potensial antara
organisasi proyek dan pihak berkepentingan sebaiknya diidentifikasi dan didokumentasikan.

7.3.5 Pengendalian aktivitas

Aktivitas dalam proyek sebaiknya dilaksanakan dan dikendalikan sesuai dengan rencana
manajemen proyek. Pengendalian proses mencakup kendali dari interaksi antara aktivitas
untuk meminimalkan konflik atau kesalahpahaman. Dalam proses yang melibatkan teknologi
baru, sebaiknya diberikan perhatian khusus untuk pengendaliannya.

Aktivitas sebaiknya ditinjau dan dievaluasi untuk mengidentifikasi kelemahan dan peluang
peningkatan yang potensial. Waktu tinjauan sebaiknya disesuaikan dengan kompleksitas
proyek.

Hasil tinjauan sebaiknya digunakan untuk evaluasi kemajuan untuk mengases luaran proses
dan untuk merencanakan pekerjaan yang tersisa. Rencana yang direvisi untuk pekerjaan
tersisa sebaiknya didokumentasikan.

7.4 Proses terkait waktu

7.4.1    Umum

Proses terkait waktu bertujuan untuk menetapkan dependensi dan durasi aktivitas dan untuk
memastikan penyelesaian proyek tepat waktu.
Proses terkait waktu (lihat Lampiran A) adalah

−   perencanaan dependensi aktivitas,

−   perkiraan durasi,

−   pengembangan jadwal, dan
−   pengendalian jadwal.

7.4.2    Perencanaan dependensi aktivitas

Interdepedensi antara setiap aktivitas dalam proyek sebaiknya diidentifikasi dan ditinjau
konsistensinya. Setiap kebutuhan untuk perubahan data dari proses identifikasi aktivitas
sebaiknya dijustifikasi dan didokumentasikan.

Apabila mungkin, selama pembuatan rencana proyek standar atau diagram jaringan proyek
yang disetujui sebaiknya digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari pengalaman
sebelumnya. Kesesuaian terhadap proyek sebaiknya diverifikasi.

                                            20 dari 36
                                                                          SNI ISO 10006:2009


7.4.3    Perkiraan durasi




                                                                                                   “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
Perkiraan durasi aktivitas sebaiknya ditetapkan oleh personel yang bertanggung jawab untuk
aktivitas tersebut.   Perkiraan durasi dari pengalaman sebelumnya sebaiknya diverifikasi
keakuratannya dan apakah dapat diterapkan pada kondisi proyek saat ini.           Masukan
sebaiknya didokumentasikan dan dapat ditelusuri ke asalnya. Ketika mengumpulkan
perkiraan durasi, perlu untuk memperoleh sumber daya terkait pada saat yang sama sebagai
masukan untuk perencanaan sumber daya (lihat 6.1.2).

Ketika perkiraan durasi melibatkan ketidakpastian yang signifikan, risiko sebaiknya
dievaluasi, didokumentasikan, dan dikurangi.    Sisa risiko yang diijinkan sebaiknya
dimasukkan dalam perkiraan.

Jika disyaratkan atau diperlukan, pelanggan atau pihak berkepentingan lainnya sebaiknya
dilibatkan dalam perkiraan durasi.

7.4.4    Pengembangan jadwal

Masukan data untuk pengembangan jadwal sebaiknya diidentifikasi dan diperiksa
kesesuaiannya terhadap kondisi proyek spesifik. Aktivitas dengan waktu tunggu yang lama
atau durasi yang panjang sebaiknya dipertimbangkan pada saat menetapkan jalur kritis.
Aktiviftas jalur kritis (jalur durasi terpanjang di sepanjang jaringan) membutuhkan identifikasi
yang eksplisit.
Format jadwal yang distandarkan, sesuai dengan kebutuhan pengguna yang berbeda-beda,
sebaiknya diterapkan.
Hubungan perkiraan durasi terhadap dependensi aktivitas sebaiknya diperiksa
konsistensinya. Setiap inkonsistensi yang ditemukan sebaiknya diselesaikan sebelum jadwal
difinalisasi dan dikeluarkan. Jadwal sebaiknya mengidentifikasikan aktivitas kritis dan
mendekati kritis.

Jadwal sebaiknya mengidentifikasikan kejadian yang membutuhkan masukan atau
keputusan yang spesifik, atau kejadian dimana luaran utama yang direncanakan.    Hal ini
terkadang disebut dengan ”kejadian kunci” atau ”milestone”. Evaluasi kemajuan sebaiknya
dimasukkan dalam jadwal.

Pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan sebaiknya selalu diinformasikan selama
pengembangan jadwal dan dilibatkan dalam pengembangan jadwal apabila diperlukan.
Masukan eksternal (misal: masukan pelanggan dependen yang diharapkan selama proyek)
sebaiknya dianalisis dan diperhatikan dalam jadwal.

Jadwal yang tepat sebaiknya diberikan kepada pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya
sebagai informasi atau, jika dibutuhkan, untuk persetujuan.

7.4.5    Pengendalian jadwal

Organisasi proyek sebaiknya melakukan tinjauan reguler terhadap jadwal proyek,
sebagaimana disebutkan dalam rencana manajemen proyek.               Untuk memastikan
pengendalian yang memadai terhadap aktivitas proyek, proses, dan informasi terkait, waktu
tinjauan jadwal dan frekuensi pengumpulan data sebaiknya ditentukan.

Kemajuan proyek sebaiknya dianalisis untuk mengidentifikasikan kecenderungan dan
ketidakpastian yang mungkin terjadi dalam pekerjaan proyek (lihat 7.7 untuk uraian
”ketidakpastian”). Jadwal yang mutakhir sebaiknya digunakan di dalam pertemuan dan


                                           21 dari 36
SNI ISO 10006:2009


evaluasi kemajuan. Penyimpangan dari jadwal sebaiknya diidentifikasikan, dianalisis, dan




                                                                                                “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
jika signifikan, ditindaklanjuti.

Akar masalah dari variasi jadwal, baik yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan,
sebaiknya diidentifikasi. Tindakan sebaiknya dilakukan untuk memastikan bahwa variasi
yang tidak diinginkan tidak mempengaruhi sasaran proyek.         Penyebab variasi yang
diinginkan maupun yang tidak diinginkan sebaiknya digunakan dan memberikan data
sebagai dasar untuk peningkatan berkelanjutan (lihat klausul 8).

Dampak yang mungkin dari perubahan jadwal terhadap anggaran dan sumber daya proyek
serta mutu produk sebaiknya ditentukan.     Keputusan tentang tindakan yang diambil
sebaiknya hanya dibuat berdasarkan pada fakta setelah mempertimbangkan implikasi dari
proses dan sasaran proyek lainnya. Perubahan yang dapat mempengaruhi sasaran proyek
sebaiknya disetujui dengan pelanggan dan pihak berkepentingan yang relevan sebelum
implementasi.

Pada saat tindakan disyaratkan untuk memperhatikan variasi, personel yang terlibat dan
peranan mereka sebaiknya diidentifikasi. Revisi jadwal sebaiknya dikoordinasikan dengan
proses proyek lainnya ketika mengembangkan rencana untuk pekerjaan yang tersisa.

Masukan eksternal (seperti masukan pelanggan dependen yang diharapkan selama proyek)
sebaiknya dipantau. Pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya sebaiknya selalu
diinformasikan tentang setiap perubahan yang diusulkan dalam jadwal dan sebaiknya
dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhinya.

7.5 Proses terkait biaya

7.5.1   Umum

Proses terkait biaya bertujuan untuk memperkirakan dan mengelola biaya proyek. Proses ini
sebaiknya memastikan bahwa proyek diselesaikan dalam batas anggaran dan bahwa
informasi biaya dapat diberikan kepada organisasi induk.

Proses terkait biaya (lihat Lampiran A) adalah
−   Perkiraan biaya,
−   Penganggaran, dan
−   Pengendalian biaya.

CATATAN      Untuk panduan lebih jauh tentang efek ekonomis dari manajemen mutu, lihat ISO/TR
10014.

7.5.2    Perkiraan biaya

Semua biaya proyek sebaiknya diidentifikasi dengan jelas (seperti biaya aktivitas, overhead,
barang, dan jasa). Perkiraan biaya sebaiknya mempertimbangkan sumber informasi yang
relevan dan sebaiknya dihubungkan dengan struktur rincian proyek (lihat 7.3.4). Perkiraan
biaya dari pengalaman lalu sebaiknya diverifikasi keakuratannya dan kemamputerapannya
untuk kondisi proyek saat ini. Biaya sebaiknya didokumentasikan dan dapat ditelusur sampai
ke asalnya.

Perhatian khusus sebaiknya diberikan pada penganggaran dana yang cukup untuk
penetapan, implementasi, dan pemeliharaan sistem manajemen mutu proyek.



                                          22 dari 36
                                                                        SNI ISO 10006:2009


Perkiraan biaya sebaiknya mempertimbangkan kecenderungan saat ini dan ramalan




                                                                                                 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
kecenderungan kondisi perekonomian (contoh: inflasi, pajak, dan nilai tukar mata uang).

Ketika perkiraan biaya melibatkan ketidakpastian yang signifikan, ketidakpastian ini
sebaiknya diidentifikasi, dievaluasi, didokumentasikan, dan ditindaklanjuti (lihat 7.7.2).
ketidakpastian tersisa yang diijinkan, kadang-kadang disebut sebagai biaya tak terduga
(contingency) sebaiknya digabungkan dalam perkiraan.

Perkiraan biaya sebaiknya dalam bentuk yang memungkinkan anggaran ditetapkan dan
dikembangkan berdasarkan prosedur akuntansi yang disetujui dan sesuai dengan kebutuhan
organisasi proyek.

7.5.3    Anggaran

Anggaran proyek sebaiknya berdasarkan pada perkiraan biaya dan jadwal dengan prosedur
penerimaan yang ditetapkan.

Anggaran sebaiknya konsisten dengan sasaran proyek dan setiap asumsi, ketidakpastian,
dan biaya tak terduga (contingency) sebaiknya diidentifikasi dan didokumentasikan.
Anggaran sebaiknya mencakup semua biaya yang disetujui dan sebaiknya dalam bentuk
yang sesuai untuk pengendalian biaya proyek.

7.5.4    Pengendalian biaya

Sebelum adanya pengeluaran biaya, suatu sistem pengendalian biaya dan prosedur terkait
sebaiknya ditetapkan, didokumentasikan, dan dikomunikasikan kepada yang bertanggung
jawab terhadap pengesahan pekerjaan atau pengeluaran.

Waktu tinjauan dan frekuensi pengumpulan dan ramalan data sebaiknya ditetapkan. Ini
untuk memastikan pengendalian yang memadai terhadap aktivitas proyek dan informasi
terkait. Organisasi proyek sebaiknya memverifikasi bahwa pekerjaan yang tersisa dapat
dilselesaikan dengan sisa anggaran.         Setiap penyimpangan dari anggaran, sebaiknya
diidentifikasi dan, jika melebihi batas yang ditentukan, kelebihannya sebaiknya dianalisis dan
ditindaklanjuti.
Kecenderungan biaya proyek sebaiknya dianalisis menggunakan teknik sebagaimana
”analisis nilai pendapatan (EVA) yang diperoleh”. Rencana untuk pekerjaan yang tersisa
sebaiknya ditinjau untuk mengidentifkasikan ketidakpastiannya.

Akar masalah variasi anggaran, baik yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan,
sebaiknya diidentifikasi. Tindakan sebaiknya diambil untuk memastikan bahwa variasi yang
tidak diinginkan tidak mempengaruhi sasaran proyek. Penyebab variasi yang diinginkan
maupun yang tidak diinginkan sebaiknya digunakan untuk mendapatkan data sebagai dasar
bagi peningkatan berkelanjutan (lihat klausul 8).

Keputusan untuk tindakan yang diambil sebaiknya hanya dibuat berdasarkan fakta, setelah
mempertimbangkan implikasi terhadap proses dan sasaran proyek. Perubahan dalam biaya
proyek sebaiknya disetujui dan disahkan sebelum dikeluarkan. Revisi terhadap ramalan
anggaran sebaiknya dikoordinasikan dengan proses proyek lainnya pada saat
mengembangkan rencana untuk pekerjaan yang tersisa.

Informasi yang diperlukan untuk memastikan pengeluaran dana secara tepat waktu
sebaiknya tersedia dan menjadi masukan pada proses pengendalian sumber daya.




                                          23 dari 36
SNI ISO 10006:2009


Organisasi proyek sebaiknya melakukan tinjauan reguler atas biaya proyek, sebagaimana




                                                                                                “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
ditetapkan dalam rencana manajemen proyek, dan mempertimbangkan tinjauan keuangan
lainnya (contoh: tinjauan eksternal oleh pihak berkepentingan yang relevan).

7.6 Proses terkait komunikasi

7.6.1 Umum

Proses terkait komunikasi bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi yang
diperlukan oleh proyek.

Proses terkait komunikasi memastikan generasi, koleksi, diseminasi, penyimpanan, dan
disposisi informasi proyek secara tepat waktu dan sesuai.

Proses terkait komunikasi (lihat Lampiran A) adalah
−   perencanaan komunikasi,
−   manajemen informasi, dan
−   pengendalian komunikasi.

CATATAN Informasi lebih jauh tersedia dalam SNI 19-9004-2002, 5.5.3 (komunikasi internal) dan
7.2 (proses yang berhubungan dengan pihak yang berkepentingan)

7.6.2    Perencanaan komunikasi

Organsisasi induk dan organisasi proyek sebaiknya memastikan bahwa proses komunikasi
yang sesuai telah ditetapkan untuk proyek, dan bahwa komunikasi tersedia dengan
memperhatikan efektifitas dan efisiensi dari sistem manajemen mutu.

Perencanaan komunikasi sebaiknya memperhatikan kebutuhan organisasi induk, organisasi
proyek, pelanggan, dan pihak lain yang berkepentingan, dan sebaiknya hasil dalam bentuk
rencana komunikasi terdokumentasi.

Rencana komunikasi ini sebaiknya mendefinisikan informasi yang akan dikomunikasikan
secara resmi, media yang digunakan untuk penyampaiannya, dan frekuensi komunikasi.
Persyaratan untuk maksud, frekuensi, waktu, dan rekaman pertemuan sebaiknya ditetapkan
dalam rencana komunikasi.

Format, bahasa, dan struktur dokumen serta catatan proyek sebaiknya direncanakan untuk
memastikan kompatibilitas.        Rencana komunikasi sebaiknya menetapkan sistem
manajemen informasi (lihat 7.6.3), mengidentifikasi siapa yang akan mengirim dan
menerima informasi, dan sebaiknya mengacu kepada prosedur pengendalian dokumen,
pengendalian rekaman, dan keamanan yang relevan. Format laporan evaluasi proyek
sebaiknya didisain untuk menyoroti deviasi dari rencana manajemen proyek.

CATATAN Untuk petunjuk tambahan dalam pengendalian dokumen dan catatan, lihat SNi 19-9004-
2002, 4.2

7.6.3    Manajemen informasi

Organisasi proyek sebaiknya mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan dan sebaiknya
menetapkan sistem manajemen informasi terdokumentasi.




                                         24 dari 36
                                                                        SNI ISO 10006:2009


Organisasi proyek sebaiknya mengidentifikasi sumber informasi internal dan eksternal.




                                                                                               “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
Pengelolaan cara informasi sebaiknya juga mempertimbangkan kebutuhan organisasi
proyek dan organisasi induk.

Untuk mengelola informasi proyek, sebaiknya ditetapkan prosedur untuk pengendalian
persiapan, pengumpulan, identifikasi, klasifikasi, pemutakhiran, distribusi, filing,
penyimpanan, perlindungan, penerimaan, waktu simpan dan disposisi informasi.

Informasi yang direkam sebaiknya mengindikasikan kondisi yang menunjukkan waktu pada
saat aktivitas direkam. Ini akan memungkinkan validitas dan relevansi informasi diverifikasi
sebelum digunakan dalam proyek lainnya.

Organisasi proyek sebaiknya memastikan keamanan informasi yang memadai, dengan
mempertimbangkan kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas informasi.

Informasi sebaiknya relevan dengan kebutuhan penerima dan sebaiknya dipresentasikan
dengan jelas dan didistribusikan dengan waktu yang tepat.

Semua perjanjian, termasuk yang tidak resmi, yang mepengaruhi kinerja proyek sebaiknya
didokumentasikan secara resmi.

Aturan dan panduan untuk pertemuan sebaiknya ditetapkan dan sebaiknya disesuaikan
dengan tipe pertemuan.

Agenda pertemuan sebaiknya didistribusikan sebelumnya dan sebaiknya mengidentifikasi
setiap butir yang dibutuhkan oleh personel.

Notulen pertemuan sebaiknya mencakup rincian tentang keputusan yang diambil, isu yang
tersisa, dan tindakan yang disetujui (termasuk tanggal batas waktu dan personel yang
ditugaskan untuk mengerjakannya).       Notulen sebaiknya didistribusikan kepada pihak
berkepentingan yang relevan dalam waktu yang disetujui.

Organisasi proyek sebaiknya menggunakan data, informasi, dan pengetahuan untuk
menetapkan dan mencapai sasarannya. Manajer organisasi proyek dan organisasi induk
sebaiknya mengevaluasi manfaat yang diturunkan dari penggunaan informasi dalam rangka
memperbaiki manajemen informasi (lihat klausul 8).

CATATAN     Sistem manajemen informasi hanya perlu sekompleks persyaratan proyek.

7.6.4    Pengendalian komunikasi

Sistem komunikasi sebaiknya direncanakan dan diimplementasikan. Sistem komunikasi
sebaiknya dikendalikan, dipantau, dan ditinjau untuk memastikan bahwa sistem informasi
selalu memenuhi kebutuhan proyek. Perhatian khusus sebaiknya diberikan kepada interface
antara fungsi dan organisasi di mana kesalahpahaman dan konflik dapat terjadi.

7.7 Proses terkait risiko

7.7.1 Umum

Umumnya, risiko hanya dipertimbangkan sebagai aspek negatif. ”Ketidakpastian” yang
merupakan konsep yang lebih modern, selalu memasukkan baik aspek positif maupun aspek
negatif. Aspek positif biasanya diacu sebagai ”peluang”.



                                          25 dari 36
SNI ISO 10006:2009


Istilah ”risiko” yang digunakan dalam standar ini memiliki arti yang sama dengan




                                                                                                “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
”ketidakpastian”, yang memiliki aspek positif dan negatif.

Manajemen risiko proyek berkaitan       dengan ketidakpastian di seluruh proyek. Hal ini
mensyaratkan pendekatan terstruktur     yang sebaiknya didokumentasikan di dalam rencana
manajemen risiko.     Proses terkait    risiko bertujuan untuk meminimalkan dampak dari
kejadian negatif yang potensial dan     untuk mendapatkan keuntungan peluang perbaikan
secara lengkap.

Ketidakpastian juga terkait dengan proses proyek atau produk proyek.

Proses terkait risiko (lihat Lampiran A) adalah
−   identifikasi risiko,
−   asesmen risiko,
−   perlakuan risiko, dan
−   pengendalian risiko

7.7.2 Identifikasi risiko

Identifikasi risiko sebaiknya dilakukan pada permulaan proyek, pada evaluasi perkembangan
proyek, dan kejadian lain pada saat keputusan yang signifikan dibuat. Pengalaman dan data
historis dari proyek sebelumnya yang dipelihara oleh organisasi induk (lihat 8.3.1) sebaiknya
digunakan untuk tujuan ini. Luaran dari proses ini sebaiknya direkam dalam rencana
manajemen risiko yang sebaiknya dimasukkan atau dijadikan acuan dalam rencana
manajemen proyek.

Risiko potensial yang timbul dari interaksi aktivitas, proses, dan produk antara organisasi
proyek, organisasi induk, dan pihak terkait sebaiknya diidentifikasi dan direkam

Identifikasi risiko sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan risiko dalam biaya, waktu, dan
produk, tetapi juga risiko dalam area seperti mutu produk, keamanan, dependetabilitas,
pertanggunggugatan profesi, teknologi informasi, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.
Identifikasi ini sebaiknya mempertimbangkan setiap persyaratan peraturan dan perundang-
undangan yang berlaku. Interaksi antara risiko yang berbeda sebaiknya dipertimbangkan.
Risiko yang dihasilkan dari teknologi baru dan perkembangan sebaiknya diidentifikasi.

Setiap risiko dengan dampak signifikan yang teridentifkasi sebaiknya didokumentasikan dan
sebaiknya ditunjuk seorang dengan tanggung jawab, wewenang, dan sumber daya untuk
mengelola risiko tersebut.

7.7.3 Asesmen risiko

Asesmen risiko merupakan proses menganalisis dan mengevaluasi risiko yang diidentifikasi
terhadap proses proyek dan produk proyek.

Semua risiko yang teridentifikasi sebaiknya diases. Dalam asesmen ini, pengalaman dan
data histori dari proyek terdahulu sebaiknya dipertimbangkan.

Kriteria dan teknik yang digunakan dalam asesmen sebaiknya dievaluasi. Analisis kualitatif
sebaiknya dibuat dan apabila mungkin diikuti dengan analisis kuantitatif




                                           26 dari 36
                                                                        SNI ISO 10006:2009


CATATAN Ada berbagai metode kualitatif dan kuantitatif yang tersedia untuk melakukan asesmen




                                                                                                 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
risiko. Umumnya metode tersebut didasarkan pada asesmen kemungkinan terjadinya dan dampak
dari risiko yang teridentifikasi.

Tingkat risiko yang dapat diterima untuk proyek dan cara untuk menetapkan ketika tingkat
resiko melampaui yang telah disetujui, sebaiknya diidentifikasi.

Hasil dari semua analisis dan evaluasi sebaiknya direkam dan dikomunikasikan ke personel
yang relevan.

7.7.4 Perlakuan risiko

Penyelesaian untuk menghilangkan, mitigasi, memindahkan, membagi, atau menerima risiko
dan rencana untuk mendapatkan keuntungan dari peluang sebaiknya didasarkan pada
teknologi yang diketahui atau data dari pengalaman masa lalu. Risiko yang dapat diterima
secara sadar sebaiknya diidentifkasi dan alasan untuk menerimanya juga sebaiknya
direkam.

Ketika suatu penyelesaian terhadap risiko yang diidentifikasi diusulkan, penyelesaian
tersebut sebaiknya diverifikasi sehingga tidak ada dampak yang tidak diinginkan atau muncul
risiko baru selama implementasinya dan residu risiko diperhatikan.

Ketika tindakan alternatif untuk mengatur risiko dibuat di dalam jadwal atau biaya, tindakan
tersebut sebaiknya diidentifikasi dan dipelihara secara terpisah.

Perhatian khusus sebaiknya diberikan untuk mengembangkan penyelesaian risiko potensial
yang berasal dari interaksi aktivitas, proses, dan produk antara organisasi proyek, organisasi
induk, dan pihak yang berkepentingan.

7.7.5 Pengendalian risiko

Di seluruh proyek, risiko sebaiknya dipantau dan dikendalikan dengan proses identifikasi
risiko, asesmen risiko, dan perlakuan risiko yang berlaku.

Proyek sebaiknya dikelola dengan mempertimbangkan bahwa selalu ada risiko. Personel
sebaiknya didorong untuk mengantisipasi dan mengidentifkasi risiko dan melaporkannya
kepada organisasi proyek.

Rencana manajemen risiko sebaiknya selalu siap untuk digunakan.

Laporan pemantauan risiko proyek sebaiknya menjadi bagian dari evaluasi kemajuan.

7.8 Proses terkait pembelian

7.8.1 Umum

Proses yang berhubungan dengan pembelian berhubungan dengan mendapatkan produk
untuk proyek.

Proses yang berhubungan dengan pembelian adalah:
−   Perencanaan dan pengendalian pembelian,
−   Dokumentasi persyaratan pembelian,
−   Evaluasi pemasok,


                                          27 dari 36
SNI ISO 10006:2009


−   Subkontrak,




                                                                                                   “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
−   Pengendalian kontrak.

CATATAN 1     Istilah pembelian, akuisisi, atau pengadaan juga dapat digunakan dalam konteks ini

CATATAN 2      Seperti disebutkan dalam SNI 19-9000-2001, 3.4.2, kata produk mengacu pada
produk yang nyata atau tidak nyata.

CATATAN 3      Petunjuk tentang pembelian produk, sebagai tambahan pada yang disebutkan di
bawah, juga dapat ditemukan pada SNI 19-9004-2002, 7.4

Untuk kepentingan standar ini, dan mengacu pada SNI 19-9004-2002, dalam klausul ini
”organisasi” adalah ”organisasi proyek”, dan ”pemasok” adalah yang memasok produk pada
organisasi proyek.

7.8.2 Perencanaan dan pengendalian pembelian

Rencana pembelian sebaiknya disiapkan terhadap produk yang akan dibeli diidentifikasi dan
dijadwalkan, dengan mempertimbangkan persyaratan produk termasuk spesifikasi, waktu,
dan biaya.

Semua produk yang merupakan masukan dari suatu proyek sebaiknya diperlakukan dengan
tingkat pengendalian pembelian yang sama, tanpa memandang apakah produk tersebut
diperoleh dari pemasok eksternal atau dari organisasi induk (contohnya inhouse). Produk
eksternal biasanya diperoleh melalui kontrak. Produk in house bisa didapatkan melalui
prosedur dan pengendalian akuisisi internal. Untuk produk in house, beberapa pengendalain
pembelian seperti yang disebutkan berikut dapat disederhanakan.

Pembelian sebaiknya direncanakan, sehingga interface dan interaksi dengan pemasok dapat
dikelola oleh organisasi proyek.

Waktu yang cukup sebaiknya dialokasikan untuk melengkapi aktivitas proses yang
berhubungan dengan pembelian. Pengalaman sebelumnya mengenai kinerja pemasok
sebaiknya digunakan untuk merencanakan potensi masalah, seperti pengiriman barang
dengan waktu pengiriman yang lama.

Untuk memberikan pengendalian pembelian yang tepat, organisasi proyek sebaiknya
melakukan tinjauan secara reguler terhadap kemajuan pembelian, yang sebaiknya
dibandingkan dengan rencana pembelian, dan tindakan yang dilakukan jika dibutuhkan.
Hasil tinjauan sebaiknya menjadi masukan pada evaluasi perkembangan proyek.

7.8.3 Dokumentasi persyaratan pembelian

Dokumen pembelian sebaiknya mengidentifikasikan produk, karakteristik produk,
persyaratan sistem manajemen mutu yang tepat, dan dokumen yang berhubungan lainnya.
Dokumen juga sebaiknya mencakup tanggung jawab pembelian, biaya, dan tanggal
pengiriman produk, persyaratan untuk audit (apabila diperlukan), dan hak untuk mengkases
milik pemasok. Sebaiknya juga dipastikan bahwa persyaratan pelanggan dipertimbangkan
dalam dokumen pembelian.

Dokumen tender (contoh: permintaan penawaran) sebaiknya terstruktur untuk memudahkan
perbandingan dan respon lengkap dari pemasok potensial.




                                           28 dari 36
                                                                          SNI ISO 10006:2009


Dokumen pembelian sebaiknya ditinjau sebelum didistribusikan, untuk memverifikasi bahwa




                                                                                                    “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
semua persyaratan yang berhubungan dengan produk, dan aspek-aspek lainnya (seperti
tanggung jawab pembelian) sudah spesifik.

CATATAN    Untuk informasi lebih jauh, lihat SNI 19-9004-2002, 7.4.1

7.8.4 Evaluasi pemasok

Pemasok proyek sebaiknya dievaluasi. Evaluasi sebaiknya mempertimbangkan semua
aspek dari pemasok yang mungkin memberikan akibat terhadap proyek, seperti pengalaman
teknis, kemampuan produksi, waktu pengiriman, sistem manajemen mutu, dan kestabilan
finansial.

Daftar pemasok yang disetujui sebaiknya dipelihara oleh organisasi proyek. Daftar juga
dapat dipelihara oleh organisasi induk dan dikomunikasikan ke organisasi proyek, apabila
mungkin.

CATATAN     Untuk petunjuk lebih jauh tentang evaluasi pemasok, lihat SNI 19-9004-2002, 7.4.2 dan
8.4

7.8.5   Kontrak

Sebaiknya ada proses kontrak antara organisasi proyek dan pemasok proyek. Kontrak
sebaiknya mencakup komunikasi persyaratan sistem manajemen mutu proyek, dan apabila
mungkin, kebijakan mutu dan sasaran mutu kepada pemasok.

Dalam evaluasi tender, semua deviasi terhadap spesifikasi di dalam proposal pemasok
sebaiknya diidentifikasikan dan dipertimbangkan dalam evaluasi. Deviasi dari spesifikasi,
dan rekomendasi perbaikan, sebaiknya disetujui oleh fungsi yang sama yang melaksanakan
tinjauan awal dan persetujuan terhadap spesifikasi.

Evaluasi biaya pada tender sebaiknya tidak hanya berdasarkan pada harga dari pemasok,
tetapi juga pada biaya yang mengikutinya seperti biaya operasi, perawatan, biaya lisensi,
transportasi, asuransi, bea cukai, variasi nilai tukar mata uang, pemeriksaan, audit, dan
perbaikan deviasi.

Dokumen kontrak sebaiknya ditinjau untuk memastikan bahwa dokumen tersebut mencakup
hasil dari semua negosiasi prakontrak dengan pemasok.

Sebelum kontrak untuk menyuplai produk, sistem manajemen mutu pemasok sebaiknya
dievaluasi.

7.8.6 Pengendalian kontrak

Pengendalian kontrak dimulai dari saat penempatan kontrak, atau saat dilakukan
persetujuan kontrak, seperti letter of Intent. Sistem sebaiknya diimplementasikan untuk
memastikan bahwa kondisi kontrak, termasuk tanggal jatuh tempo dan catatan, sebaiknya
tercakup.

Pengendalian kontrak juga sebaiknya mencakup adanya hubungan kontraktual yang tepat
dan integrasi luaran dari hubungan ini ke dalam seluruh manajemen proyek.

Kinerja pemasok sebaiknya dipantau untuk memastikan bahwa kinerja pemasok memenuhi
kondisi kontrak. Hasil pemantauan sebaiknya menjadi umpan balik ke pemasok dan semua
tindakan yang disetujui.

                                           29 dari 36
SNI ISO 10006:2009




                                                                                          “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
Sebelum penutupan kontrak, sebaiknya diverifikasi bahwa semua kondisi kontrak telah
tercapai dan umpan balik kepada kinerja pemasok telah didapatkan untuk memutakhirkan
daftar pemasok yang disetujui.


8 Pengukuran, analisis, dan peningkatan

8.1 Proses terkait peningkatan

Klausul ini memberikan panduan tentang bagaimana organisasi induk dan organisasi proyek
sebaiknya belajar dari proyek.

Keduanya sebaiknya menggunakan hasil pengukuran dan analisis data dari proses proyek
dan menerapkan tindakan koreksi, tindakan pencegahan dan metode pencegahan
kehilangan (lihat SNI 19-9004-2002, 8.5) yang memungkinkan peningkatan berkelanjutan
baik proyek saat ini atau di masa yang akan datang.

Proses terkait peningkatan adalah
−   pengukuran dan analisis
−   tindakan koreksi, tindakan pencegahan, dan pencegahan kehilangan

8.2 Pengukuran dan analisis

Organisasi induk perlu untuk memastikan bahwa pengukuran, pengumpulan, dan validasi
data adalah efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja organisasi dan menambah
kepuasan pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya.

Contoh pengukuran kinerja mencakup

−   evaluasi aktivitas dan proses individu,
−   pengauditan,
−   evaluasi sumber daya aktual yang digunakan, bersama dengan biaya dan waktu,
−   dibandingkan dengan estimasi asal,
−   evaluasi produk,
−   evaluasi kinerja pemasok,
−   pencapaian sasaran proyek,
−   kepuasan pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya.

CATATAN     Untuk informasi lebih jauh lihat SNI 19-9004-2002, Klausul 8.

Manajemen organisasi proyek sebaiknya memastikan bahwa rekaman ketidaksesuaian dan
pemusnahan ketidaksesuaian dalam produk dan proses proyek dianalisis untuk membantu
pembelajaran dan untuk memberikan data untuk peningkatan. Organisasi proyek dalam
hubungannya dengan pelanggan sebaiknya menentukan ketidaksesuaian mana yang
sebaiknya direkam dan tindakan koreksi mana yang dikendalikan.




                                            30 dari 36
                                                                      SNI ISO 10006:2009


8.3 Peningkatan berkelanjutan




                                                                                              “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
8.3.1 Peningkatan berkelanjutan oleh organisasi induk

Organisasi induk sebaiknya menetapkan informasi yang dibutuhkan untuk belajar dari proyek
dan sebaiknya ditetapkan sistem untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, menyimpan,
memutakhirkan, dan mendapatkan kembali informasi dari proyek.

Organisasi induk sebaiknya memastikan bahwa informasi sistem manajemen untuk
proyeknya didesain untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi yang relevan dari
proyek dengan tujuan meningkatkan proses manajemen proyek.

Organisasi induk sebaiknya memelihara daftar dari seluruh risiko signifikan yang
diidentifikasi oleh proyeknya.

Organisasi induk sebaiknya memastikan informasi relevan yang digunakan oleh proyek
lainnya.

Informasi relevan yang diperlukan untuk belajar dari proyek diturunkan dari informasi yang
ada dalam proyek, termasuk umpan balik dari pelanggan dan pihak terkait lainnya. Informasi
juga diturunkan dari sumber lainnya seperti log proyek, laporan akhir yang sesuai, klaim,
hasil audit, analisis data, tindakan koreksi dan tindakan pencegahan, dan tinjauan proyek.
Sebelum menggunakan informasi ini, validitasnya sebaiknya diverifikasi oleh organisasi
induk.

Sebelum proyek selesai, organisasi induk sebaiknya melakukan tinjauan dokumentasi
terhadap kinerja proyek, pengalaman penting dari proyek yang dapat digunakan bagi proyek
lainnya. Rencana manajemen proyek sebaiknya digunakan sebagai kerangka kerja untuk
melaksanakan tinjauan. Jika mungkin, tinjauan ini sebaiknya melibatkan pelanggan dan
pihak berkepentingan lainnya yang relevan.

CATATAN Untuk proyek jangka panjang, tinjauan sementara sebaiknya dipertimbangkan untuk
mengumpulkan informasi dengan lebih efektif dan memberikan peningkatan tepat waktu.

8.3.2   Peningkatan berkelanjutan oleh organisasi proyek
                                                           .
Organisasi proyek sebaiknya mendisain informasi sistem manajemen proyek untuk
menerapkan persyaratan yang dispesifikasikan untuk pembelajaran proyek oleh organisasi
induk.

Organisasi proyek sebaiknya memastikan bahwa informasi untuk organisasi induk akurat
dan lengkap.

Organisasi proyek sebaiknya menerapkan peningkatan menggunakan informasi yang
relevan dengan proyek yang diturunkan dari sistem yang telah disebutkan di atas, ditetapkan
oleh organisasi induk.

CATATAN     Untuk panduan lebih jauh, lihat SNI 19-9004-2002, 8.5




                                           31 dari 36
                        “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
                                                 Bagan alir proses dalam proyek
                     Lampiran A
                                  (informatif)




                                                                                                                                                       32 dari 36
SNI ISO 10006:2009
 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”


SNI ISO 10006:2009
                                                              Sub Sub
      Klausul                      Sub Klausul                                         Proses                             Uraian Proses
                                                              Klausul

                                                                                                          Proses yang menetapkan arah mencakup
      5 Tanggung
                                  5.2 Proses stratejik                                                    perencanaan penetapan dan implementasi sistem
         jawab                                                  5.2                    Stratejik
                                                                                                          manajemen mutu didasarkan pada aplikasi prinsip
      manajemen
                                                                                                          manajemen mutu

                                   6.1 Proses terkait                                                     Pengidentifikasian, perhitungan, penjadwalan,
     6 Manajemen
                                      sumber daya               6.1.2       Perencanaan sumber daya       dan pengalokasian seluruh sumber daya yang
      sumber daya
                                                                                                          relevan
                                                                                                          Membandingkan penggunaan sumber daya aktual
                                                                6.1.3       Pengendalian sumber daya      dengan rencana sumber daya dan mengambil
                                                                                                          tindakan jika diperlukan

                                                                                                          Mendefinisikan struktur organisasi proyek untuk
                                   6.2 Proses terkait                                                     menyesuaikannya dengan kebutuhan proyek
                                                                                  Penetapan struktur
                                       personel                 6.2.2                                     termasuk mengidentifikasi peranan dalam proyek
                                                                                  organisasi proyek
                                                                                                          dan menetapkan kewenangan dan tanggung
                                                                                                          jawab
                                                                                                          Memilih dan menugaskan personel dengan
                                                                6.2.3              Alokasi personel       kompetensi yang relevan dan memadai sesuai
                                                                                                          dengan kebutuhan proyek
                                                                                                          Mengembangkan keterampilan individu dan tim
                                                                6.2.4             Pengembangan tim        dan kemampuan untuk meningkatkan kinerja
                                                                                                          proyek

                                                                                                          Mengevaluasi persyaratan pelanggan dan pihak
                                   7.2 Proses terkait                             Inisiasi proyek dan
      7 Realisasi                                                                                         berkepentingan lainnya, mempersiapkan rencana
                                    interdependensi             7.2.2           pengembangan rencana
        produk                                                                                            manajemen proyek dan menginisiasi proses
                                                                                  manajemen proyek
                                                                                                          lainnya
                                                                7.2.3            Manajemen interaksi      Mengelola interaksi selama proyek
                                                                                                          Mengantisipasi perubahan dan mengelolanya
                                                                7.2.4           Manajemen perubahan
                                                                                                          pada seluruh proses
                                                                7.2.5           Akhir proses dan proyek   Mengakhiri proses dan mendapatkan umpan balik

                                   7.3 Proses terkait
                                                                                                          Menetapkan landasan garis besar tentang
                                        lingkup                 7.3.2      Pengembangan konsep
                                                                                                          produk proyek apa yang akan dilakukan
                                                                              Pengembangan dan            Mendokumentasikan karakteristik produk proyek
                                                                7.3.3
                                                                           pengendalian ruang lingkup     secara terukur dan pengendaliannya




                                                                   33 dari 36
 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”


SNI ISO 10006:2009

                                                                                                            Mengidentifkasi dan mendokumentasikan aktivitas
                                                                   7.3.4              Definisi aktivitas    dan langkah yang disayaratkan untuk mencapai
                                                                                                            sasaran proyek
                                                                                                            Mengendalikan pekerjaan aktual yang telah
                                                                   7.3.5           Pengendalian aktivitas
                                                                                                            dilaksnakan dalam proyek




                               7.4     Proses    terkait   7.4.2              Perencanaan     dependensi    Mengidentifikasi keterkaitan dan interaksi yang
                               waktu                                          aktivitas                     logis dan dependensi diantara kegiatan proyek
                                                           7.4.3              Perhitungan durasi            Perhitungan durasi setiap aktivitas berkaitan
                                                                                                            dengan kondisi spesifik dan sumber daya
                                                           7.4.4              Jadwal pengembangan           Keterkaitan sasaran waktu proyek, depedensi
                                                                                                            aktifvitas, dan durasinya sebagai kerangka kerja
                                                                                                            untuk mengembangkan jadwal umum dan rinci
                                                           7.4.5              Pengendalian Jadwal           Pengendalian realisasi aktivitas proyek untuk
                                                                                                            mengkonfirmasikan jadwal yang diusulkan atau
                                                                                                            tindakan yang sesuai untuk memperbaiki
                                                                                                            penundaan.

                               7.5     Proses    terkait   7.5.2              Estimasi biaya                Mengembangkan perhitungan biaya proyek
                               biaya
                                                           7.5.3              Penganggaran                  Menggunakan hasil estimasi biaya untuk
                                                                                                            membuat anggaran proyek
                                                           7.5.4              Pengendalian biaya            Mengendalikan biaya dan deviasi anggaran
                                                                                                            proyek

                               7.6    Proses     terkait   7.6.2              Perencanaan komunikasi        Perencanaan sistem informasi dan komunikasi
                               komunikasi                                                                   proyek
                                                           7.6.3              Manajemen informasi           Menyediakan informasi penting bagi anggota
                                                                                                            organisasi proyek dan pihak berkepentingan
                                                                                                            lainnya
                                                           7.6.4              Pengendalian komunikasi       Mengendalikan komunikasi dengan sistem
                                                                                                            komunikasi yang direncanakan.

                               7.7 Proses terkait risiko   7.7.2              Identifikasi risiko           Menentukan risiko dalam proyek

                                                           7.7.3              Asesmen risiko                Mengevaluasi peluang keberulangan dari kejadian
                                                                                                            risiko dan dampak kejadian risiko terhadap proyek




                                                                      34 dari 36
“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”


                                                                                                                                   SNI ISO 10006:2009

                                                          7.7.4              Perlakuan risiko             Mengembangkan rencana yang berkaitan dengan
                                                                                                          risiko
                                                          7.7.5              Pengendalian risiko          Penerapan dan pemutakhiran rencana risiko


                              7.8    Proses   terkait     7.8.2              Perencanaan            dan   Mengidentifikasi dan mengendalikan apa dan
                              pembelian                                      pengendalian pembelian       kapan dibeli
                                                          7.8.3              Dokumentasi    persyaratan   Mengumpulkan aturan komersial dan persyaratan
                                                                             pembelian                    teknis
                                                          7.8.4              Evaluasi pemasok             Mengevaluasi dan menetapkan pemasok dan
                                                                                                          subkontraktor mana yang sebaiknya diundang
                                                                                                          untuk memasok produk
                                                          7.8.5              Kontrak                      menerbitkan undangan untuk tender, evaluasi
                                                                                                          tender, negosiasi, persiapan, dan penempatan
                                                                                                          subkontrak
                                                          7.8.6              Pengendalian kontrak         Memastikan kinerja subkontraktor memenuhi
                                                                                                          persyaratan kontrak

  8. Pengukuran,                  8.1 Proses terkait                                                      Memberikan panduan tentang bagaimana
    analisis, dan                    peningkatan                  8.1        Peningkatan                  organisasi induk dan organisasi proyek sebaiknya
    peningkatan                                                                                           belajar dari proyek

                                                                                                          Memberikan panduan tentang pengukuran,
                                  8.2 Pengukuran
                                                                  8.2        Pengukuran dan analisis      pengumpulan, dan validasi data untuk
                                    dan analisis
                                                                                                          peningkatan berkelanjutan

                                                                                                          Langkah organisasi induk sebaiknya
                                  8.3 Peningkatan                            Peningkatan berkelanjutan
                                                                  8.3.1                                   memperhatikan peningkatan proses proyek
                                    berkelanjutan                            oleh organisasi induk
                                                                                                          secara berkelanjutan

                                                                                                          Informasi organisasi proyek yang sebaiknya
                                                                             Peningkatan berkelanjutan
                                                                  8.3.2                                   disampaikan kepada organisasi induk untuk
                                                                             oleh organisasi proyek
                                                                                                          memungkinkan peningkatan berkelanjutan




                                                                     35 dari 36
SNI ISO 10006:2009



                                      Bibiliografi




                                                                                     “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
[1]    SNI 19-9001:2001, Sistem manajemen mutu - Persyaratan

[2]    ISO 10005:1995, Quality management — Guidelines for quality plans

[3]    ISO 10007:2003, Quality management systems — Guidelines for configuration
       management

[4]    ISO/TR 10013:2001, Guidelines for quality management system documentation

[5]    ISO/TR 10014:1998, Guidelines for managing the economics of quality

[6]    ISO 10015:1999, Quality management — Guidelines for training

[7]    ISO/TR 10017:2003, Guidance on statistical techniques for ISO 9001:2000

[8]    SNI 19-19011-2005, Panduan audit untuk system manajemen mutu dan lingkungan

[9]    ISO/IEC 12207:1995, Information technology — Software life cycle processes

[10]   PSN 303 – 2006 , Penilaian kesesuaian – Kosa kata umum

[11]   ISO/IEC Guide 73:2002, Risk management — Vocabulary — Guidelines for use in
       standards

[12]   IEC 60300-3-3:1996, Dependability management — Part 3: Application guide —
       Section 3: Life cycle costing

[13]   IEC 60300-3-9:1995, Dependability management — Part 3: Application guide —
       Section 9: Risk analysis of technological systems

[14]   IEC 62198:2001, Project risk management — Application guidelines




                                       36 dari 36
“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”
                                                                  “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”




      BADAN STANDARDISASI NASIONAL - BSN
           Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 3-4
         Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta 10270
Telp: 021- 574 7043; Faks: 021- 5747045; e-mail : bsn@bsn.go.id

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:742
posted:3/8/2011
language:Indonesian
pages:44
About Saya seorang lulusan matematika Unesa yang sangat menyukai matematika dan dunia internet