Docstoc

TEKNIK non-tes

Document Sample
TEKNIK non-tes Powered By Docstoc
					TEKNIK-TEKNIK                                  MEMAHAMI
PERKEMBANGAN ANAK


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………ii
BAB                                                   I
PENDAHULUAN………………………………………………………………………..1
  1. Latar Belakang………………………………………………………1
  2. Rumusan Masalah……………………………………………………1
  3. Tujuan…………………………………………………………………1
BAB II TEKNIK-TEKNIK MEMAHAMI PERKEMBANGAN ANAK…..2
      A. Teknik Tes…………………………………………………………….2
  1.
        1. Tes intelegensi…………………………………………………….2
        2. Tes bakat…………………………………………………………..3
        3. Tes kepribadian……………………………………………………4
        4. Tes prestasi belajar…………………………………………………4
      B. Non-tes…………………………………………………………………4
  1. Observasi (pengamatan)……………………………………………4
  2. Catatan anekdot……………………………………………………5
  3. Wawancara ………………………………………………………..6
  4. Angket……………………………………………………………..6
  5. Autobiografi……………………………………………………….7
  6. Sosiometri …………………………………………………………7
  7. Studi kasus…………………………………………………………7
BAB III PENUTUP……………………………………………………………9
  1. Kesimpulan…………………………………………………………..9
  2. Saran…………………………………………………………………10
DAFTAR FUSTAKA…………………………………………………………11
                                     BAB I
                                PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
       Sebagai calon guru atau pendidik kita harus mempunyai pengetahuan,
  kreatifitas juga wawasan yang luas untuk memahami peserta didiknya. Selain itu
  kita harus mengerti psikokologi anak, kemampuan anak, kelemahan anak dan
  keinginan anak yang mempunyai bakat tertentu.
       Untuk itu kita harus mengetahui tingkat kemampuan dan perkembangan
  peserta didik. Salah satunya dengan tes. Tes yang digunakan bisa bermacam-
  macam sesuai dengan kemampuan dan minat peserta didik.
       Selain itu, tes bisa membantu kita untuk dapat mengetahui kemampuan
  juga kelemahan peserta didik yang menjadi masalah dalam kehidupannya. Untuk
  itu kita akan membahas sedikit mengenai teknik-teknik memahami anak atau
  peserta didik.
  1. Rumusan Masalah
         Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah
     sebagai berikut:
     a. Pengertian dan macam-macam teknik-teknik tes!
     b. Pengertian non-tes dan jenis-jenisnya!
     c. Bagaimana cara mengetahui kemampuan, bakat, permasalahan yang
         dihadapi siswa !
  2. Tujuan
         Tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:
     a. Mengetahui dan memahami pengertian dan macam-macam teknik-teknik
         tes.
     b. Mengetahui dan dapat menguraikan pengertian dan jenis-jenis non-tes.
     c. Dapat mengetahui juga mengungkap kemampuan, bakat juga membantu
         siswa dalam menhadapi permasalahannya.
                                     BAB II
                                   TEKNIK-
A. Teknik Non-tes

  1. Pengertian Teknik Non-Tes

     Pada umumnya penilaian non test adalah penilaian pengamatan perubahan
  tingkah laku yang berhubungan dengan apa yang dapat diperbuat atau
  dikerjakan oleh peserta didik dibandingkan denganapa yang diketahui atau
  dipahaminya. Dengan kata lain penilaian non test behubungan dengan
  penampilan yang dapat diamati dibandingkan dengan pengetahuan dan proses
  mental lainnya yang tidak dapat diamati oleh indera. Adapun menurut Hasyim
  (1997: 8)

     ”Penilaian non test adalah penilaian yang mengukur kemampuan sisiwa
  secara langsung dengan tugas-tugas riil dalam proses pembelajaran. Contoh
  penilaian non test banyak terdapat padad keterampilan menulis untuk bahasa,
  percobaan laboratorium sains, bongkar pasang mesin, teknik dan sebagainya”.

     Disamping penilaian non test merupakan suatu kesatuan dengan penilaian
  test lainya, karena test pada dasarnya menilai apa yang diketahui, dipahami,
  diaplikasikan atau yang dapat dilakukan oleh pesrta didik dalam tingkatan proses
  mental yang lebih tinggi. Meskipun itu dapat didemonstaasi dalam tingkah
  lakunya. Karena itu dibutuhkan beberapa penilaian non test yang merupakan
  bagian keseluruhan dari penilaian hasil belajar peserta didik. Dan penilaian non
  test ini pula merupakan penilaian etentikyang menilai keterampilan dan
  pemahaman dengan menilain secara langsung performasi murid dengan setting
  yang alami.

     Meskipun bentuk-bentuk test formal sangat lazim digunakan sampai pada test
  yang digunakan, tetap saja ditemukan berbagai kelemahan didalam sistemnya.
  Kelemahan tersebut antara lain penilain yang hanya berfokus pada aspek kognitif
  dengan materi dan keterampilan yang sangat terbatas, tidak memerlukan nalar
  dan keterampilan pemecahan masalah,serta tidak menilai menerapkjan secara
  langsung dalam dunia nyata untuk mengatasinya, diperlukan jenispenilaian lain
  yaitu non test.
    Teknik non-tes merupakan prosedur mengumpulkan data untuk memahami
pribadi siswa pada umumnya bersifat kualitatif.


2. Fungsi Penilaian Non Test.
      Inti penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai pada
   objek tertentu berdasarkan suatu criteria tertentu. Mengimplementasikan
   adanya suatu perbandungan antara criteria dan kenyataan dalam konteks
   situasi tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang dinilainya adalah
   hasil belajar siswa, yaitu adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar
   dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, efektif dan
   psikomotorik. Penilaian proses belajar adalah upaya memberi nilai terhadap
   kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dalam mencapai tujuan
   pengajaran. Sejauh mana keaktifan dan efensiensinya dalam perubahan
   tingkah laku siswa.
      Sejalan dengan pengertian tentang penilaian non test yang dikemukakan
   oleh Hasyim (1997:6), penilaian non test berfungsi antara lain sebagai berikut:
   a. Alat untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional. Dengan
      fungsi ini maka penilaiain dapatmengacu pada rumusan-rumusan
      instruksional.
   b. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar, perbaikan mungkin
      dilakukan dalam hal tujuan instruksional, kegiatan siswa, strategi mengajar
      guru, dan lain-lain.
   c. Dalam menyusun laporan pengajuan belajar siswa kepada para orang
      tuanya. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan
      belajar siswa dalam berbagai bidang studi dalam bentuk nila-nilaii prestasi
      yang didapatinya.
   d. Dapat digunakan untuk menilai berbagai aspek kognitif tetapi juga aspek
      afektif dan psikomotorik.
   e. Dapat memberikan pertanggung jawaban (accountability) dari pihak
      sekolah pada pihak pihak yang lain, karena diperoleh langsung dari
      proses belajar baik di kelas, laboratorium, lapangan, dan lain-lain.

      Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, khususnya
   penilaian dan test akan mempengaruhi laangkah-langkah selanjutnya yang
   harus diambil seorang guru dalam mengembangkan kegiatan belajar
   mengajar. Apabila seorang guru hanya mengutamakan penilaian test
   khususnyapada      bidang    studi   bahasa         Indonesia,   tentu    juga   dapat
   mempengaruhi psikologi anak dalam menumbuhkan motivasi belajar karena
   yang dinilai hanya sebagian dari hasi belajar tanpa memperhatikan proses,
   kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang tidak efektif akan tetap berlangsung
   dan hasil proses progam pengajaran tersebut akan tetap kurang efektif.
   Begitupun jika guru gagal menyadari kekurang berhasilan sejumlah siswa
   dalam menyelesaikan tuga-tugas pelajarannya pada sebuah program
   pengajaran,      maka    anak    tersebut     akan      mendapat    kesulitan    yang
   berkesinambungan dan akan sangat fatal bagi kehidupan belajarnya di
   Sekolah Dasar bahkan bagi keseluruhan sejarah persekolahan.

3. Karakteristik Penilaian Non test

      Dalam instumen non test yang diukur adalah perubahan tingkah laku yang
   berhubugan dengan apa yang dibuat atau dikerjakan oleh peserta didik
   ketimbang apa yang diketahui atau dipahaminya. Dengan kata lain,
   instrument pengukuran seperti itu terutama berhubungan dengan penampilan
   yang dapat diamati ketimbang dan proses mental lainnya yang tidak diamati
   dengan indera.

      Disamping itu, alat ukur seperti ini merupakan satu kesatuan dengan alat
   ukur test lainnya, karena test pada dasarnya mengukur apa yang diketahui,
   dipahami, diaplikasikan atau yang dapat dilakukan oleh peserta didik dalam
   tingkatan     proses    mental   yang       lebih    tinggi,   meskipun    itu   dapat
   didemonstrasikan dalam tingkah lakunya. Karena itu dibutuhkan beberapa
   alat ukur non test merupakan bagian keseluruhan dari alat ukur hasil belajar
   peserta didik.

      Adapun salah satu alat pengukuran non test yaitu rating scale berisikan
   seperangkat pernyataan tentang karakteristik atau kualitas dari sesuatu yang
   akan diukur. Karakteristik itu bersama pasangannya yang bentuknya
   semacam cara menilai yang menunjukkan peringkat kualitas dari karakter
   sesuatu yang diukur tadi. Dilihat dari bentuk fisik rating scale, Hasan dan
   Zainul (1992: 66), mengemukakan rating scale terdiri dari dua bagian utama,
   yaitu:
a. Adanya pernyataan tentang keberadaan karakteristik atau karakteristik
   tertentu, dan

b. Adanya semacam petunjuk penilaian tentang kualitas pernyataan tesebut.
   Menururt Hasan dan Zainul (1992: 65) mengemukakan:

   “Ada beberapa kategori pokok dalam instrument alat ukur, keberhasilan
belajar non test yang dapat diterapkan di Sekolah Dasar sebagai berikut:

a. Observasi (pengamatan)
      Yaitu teknik atau cara mengamati suatu keadaan atau suatu kegiatan
   (tingkah laku). Yang paling berperan disini adalah panca indra atau
   pengindraan terutama indra penglihatan, dan memiliki ciri-ciri sebagai
   berikut:
   1) dilakukan sesuai dengan tujuan yang dirumuskan terlebih dahulu
   2) direncanakan secara sistematis
   3) hasilnya dicatat dan diolah sesuai tujuan
   4) perlu diperiksa ketelitiannya.


   Teknik observasi ini dapat dikelompokan kedalam beberapa jenis yaitu:
   1) Observasi sehari-hari
   2) Observasi sistematis
   3) Observasi partisipatif, disini pengamat ikut serta dalam kegiatan yang
      dilakukan oleh orang yang damati.
   4) Observasi nonpartisifatif, disini pengamat tidak ikut serta dalam
      kegiatan yang dilakukan oleh orang yang diamati.


b. Catatan anekdot
      Yaitu catatan otentik hasil observasi yang menggambarkan tingkah
   laku murid atau kejadian dalam situasi khusus, bisa menyangkut individu
   juga kelompok.
      Dengan menggunakan catatan anekdot guru dapat:
   1) memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang perkembangan
      anak
   2) memperoleh pemahaman tentang sebab-sebab dari gejala tingkah laku
      murid
  3) memudahkan dalam menyesuaikan diri dengan murid.


  Catatan anekdot yang baik memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
  1) Objektif
        Untuk mempertahankan             objektivitas   dapat   dilakukan   hal-hal
     sebagai berikut:
        1. catatan dibuat sendiri oleh guru
        2. pencatatan dilakukan segera setelah suatu kegiatan terjadi
        3. deskripsi      dari   suatu    peristiwa     dipisahkan   dari   tafsiran
               pencatatan sendiri
  2) Deskriptif
        Catatan suatu peristiwa mengenai murid hendaknya lengkap
     disertai latar belakang, percakapan dicatat secara langsung, dan
     kejadian-kejadian dicatat secara tersusun sesuai dengan kejadiannya.
  3) Selektif
        Situasi yang dicatat adalah situasi yang relevan dengan tujuan dan
     masalah yang sedang menjadi perhatian guru sesuai keadaan murid.


c. Wawancara
     Wawancara merupakam teknik untuk mengumpulkan informasi melalui
  komunikasi langsung dengan responden atau orang ynag diminta
  informasi.
  Kelebihan dan kekurangan wawancara
     Kelebihannya yaitu:
  1. merupakan teknik yang paling tepat untuk mengungkap keadaan
     pribadi murid
  2. dapat dilakukan terhadap setiap tingkatan umur
  3. dapat dilaksanakan serempak dengan kegiatan observasi
  4. digunakan untuk pelengkap data yang dikumpulkan dengan teknik lain


     Kekuranganya yaitu:
  1. tidak efisien, yaitu tidak dapat menghemat waktu
  2. sangat bergantung terhadap kesediaan kedua belah pihak
  3. menuntut penguasaan bahasa dari pihak pewawancara
d. Angket
   Angket (kuesioner) merupakan alat pengumpul data melalui komunikasi
tidak langsuang, yaitu melalui tulisan. Angket ini berisi daftar pertanyaan yang
bertujuan untuk mengumpulkan keterangan tentang berbagai hal yang
berkaitan dengan responden.
   Beberapa petunjuk untuk menyusun angket:
a. gunakan kata-kata yang tidak mempunyai arti lengkap
b. susun kalimat sederhana tapi jelas
c. hindari kata-kata yang sulit dipahami
d. pertanyaan jangan bersifat memaksa untuk dijawab
e. hindarkan kata-kata yang negatif dan menyinggung perasaan responden.


e. Autobiografi
   Yaitu sebuah karangan pribadi seseorang (siswa) yang murni hasil dirinya
sendiri tanpa dimasuki pikiran dari orang lain, ini lebih menjurus tentang
pengalaman hidup, cita-cita dan lain sebgainya.
   Autobiografi bagi guru bertujuan untuk mengetahui keadaan murid yang
berhubungan dengan minat, cita-cita, sikap terhadap keluarga, guru atau
sekolah dan pengalaman hidupnya.
   Autobiografi ini dalam pembuatannya dibagi kedalam dua jenis, yaitu
karangan terstruktur dan tidak terstruktur.
a. Terstruktur
       Karangan pribadi ini disusun berdasarkan tema (judul) yang telah
   ditentukan sebelumnya, seperti: cita-citaku, keluargaku, teman-temanku,
   masa kecilku dan sebagainya.
b. Tidak terstruktur
       Di sini murid diminta membuat karangan pribadi secara bebas, dan
   tidak ditentukan kerangka karangan terlebih dahulu.


f. Sosiometri
   Teknik ini bertujuan untuk memperoleh informasi dengan menghubungkan
atau interasksi sosial diantara murid. Dengan sosiometri guru dapat
mengetahui tentang: Teknik ini bertujuan untuk memperoleh informasi dengan
menghubungkan atau interasksi. Dengan sosiometri guru dapat mengetahui
tentang:
1. murid yang populer (banyak disenangi teman).
2. murid yang terisolir (tidak dipilih/disukai teman).
3. klik (kelompok kecil, 2-3 orang murid).
   Sosiometri juga dapat digunakan untuk:
1. memperbaiki hubungan insani diantara anggota-anggota kelompok
   tertentu
2. menentukan kelompok kerja
3. meneliti kemampuan memimpin seorang individu dalam kelompok tertentu
   untuk suatu kegiatan tertentu.
                                     BAB III
                                    PENUTUP


A. Kesimpulan
     Teknik tes merupakan salah satu metode atau cara yng digunakan untuk
  mengukur atau mengetahui tingkat kemampuan dan kelemahan seseorang.
     Teknik tes terbagi beberapa macam diantaranya:
  1. Tes intelegensi
  2. Tes bakat
  3. Tes kepribadian
  4. Tes hasil belajar
     Selain itu untuk memahami perkembangan anak sebagai peserta didik
  digunakan Non-tes yang merupakan proses pengumpulan data untuk memahami
  pribadi pada umumnya bersifat kualitatif.
     Macam-macam non-tes diantaranya:
  1. Observasi
  2. Wawancara
  3. Catatan anekdot
  4. Autobiografi
  5. Sosiometri
  6. Studi khusus
     Teknik-teknik tersebut bertujuan untuk membantu memberi informasi kepada
  guru untuk mengetahui anak yang berbakat, kemampuan tinggi, kemampuan
  rendah, anak bermasalah dan sebagainya.
     Untuk itu kita bisa mencoba melakukan teknik tes ataupun non-tes untuk
  mengetahui suatu informasi yang diperlikan.


B. Saran
     Adapun beberapa saran yang dapat kami sampaikan yaitu :
  1. Berikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan keinginannya.
2. Lakukanlah beberapa teknik tes atau non-tes yang bisa memecahkan
  masalah yang dihadapi siswa.
3. Lakukanlah secara kontinue/berkesinambungan untuk mengetahui keadaan
  siswa.
4. berikanlah bimbingan juga pengarahan tambahan atau lebih kepada siswa
  bila diperlukan.
     DAFTAR FUSTAKA
Amti, Erman & Marjohan. 1992. Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Departemen
    Pendidikan dan Kebudayaan
     DAFTAR FUSTAKA
Amti, Erman & Marjohan. 1992. Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Departemen
    Pendidikan dan Kebudayaan

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:6349
posted:3/6/2011
language:Indonesian
pages:13