perkembangan ilmu biologi dalam perspektif ilmu pengetahuan

Document Sample
perkembangan ilmu biologi dalam perspektif ilmu pengetahuan Powered By Docstoc
					PERKEMBANGAN BIOLOGI DALAM PERSPEKTIF
         FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN


                           Makalah
            Disusun Guna Melengkapi Tugas
                  Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
      Dosen Pengampu : Drs. Mahfud Junaidi, M. Ag




                        Disusun Oleh :
NAMA          :         ABDULLAH KHUSAIRI
NIM           :         083811001




                  FAKULTAS TARBIYAH
 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
                        SEMARANG
                             2011



                              1
             PERKEMBANGAN BIOLOGI DALAM PERSPEKTIF
                       FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN


I.    PENDAHULUAN
           Eksperimentasi yang aktif itu memungkinkan suatu analisis jauh lebih teliti
      terhadap banyak faktor yang dalam pengamatan konkrit selalu terdapat bersama-
      sama. Tanpa pengamatan eksperimental kita tidak akan tahu menahu tentang
      anatomi fisiologi makhluk hidup, sistem metabolik dan bagian-bagian seluler
      lainnya. Ilmu pengetahuan alam mulai berdiri sendiri sejak abad ke 17. Kemudian
      pada tahun 1853, Auguste Comte mengadakan penggolongan ilmu pengetahuan.
           Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan ini sejalan dengan sejarah
      ilmu pengetahuan itu sendiri, yang menunjukkan bahwa gejala-gejala dalam ilmu
      pengetahuan yang paling umum akan tampil terlebih dahulu.Dengan mempelajari
      gejala-gejala yang paling sederhana dan paling umum secara lebih tenang dan
      rasional, kita akan memperoleh landasan baru bagi ilmu-ilmu pengetahuan yang
      saling berkaitan untuk dapat berkembang secara lebih cepat. Dalam penggolongan
      ilmu pengetahuan tersebut, dimulai dari Matematika, Astronomi, Fisika, Ilmu
      Kimia, Biologi dan Sosilogi.
           Seiring perkembangannya dalam biologi ditemukan banyak penemuan yang
      dapat membantu kehidupan manusia melalui bioteknologi yaitu memadukan ilmu
      biologi dengan teknologi sehingga dapat menambah khasanah keilmuan seperti
      pembuatan keju dengan bantuan bakteri. Tetapi kita juga tidak boleh
      meninggalkan berfilsafat yang merupakan induk ilmu pengetahuan yang akan
      dibahas lebih lanjut oleh pemakalah.


II.   RUMUSAN MASALAH
      A. Apa Itu Filsafat, Ilmu dan Pengetahuan ?
      B. Apa Saja Hubungan Filsafat Dengan Ilmu Pengetahuan ?
      C. Bagaimana Perkembangan Filsafat Dengan Ilmu Pengetahuan ?
      D. Bagaimana     Perkembangan     Biologi     Dalam   Perspektif   Filsafat   Ilmu
           Pengetahuan ?



                                             2
III.    PEMBAHASAN
        A. Filsafat, Ilmu, Dan Pengetahuan
                     Timbulnya filsafat karena manusia merasa kagum dan merasa heran.
               Pada tahap awalnya kekaguman atau keheranan itu terarah pada gejala-
               gejala alam. Dalam perkembangan lebih lanjut, karena persoalan manusia
               makin kompleks, maka tidak semuanya dapat dijawab oleh filsafat secara
               memuaskan.
                     Pythagoras (572-497 SM)menyatakan bahwa secara umum intinya
               filsafat adalah mencari keutamaan mental. Plato (427-347 SM) berpendapat
               filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran yang asli
               dan murni. Sementara aristoteles ( 384-332 SM, tokoh utama filosof klasik)
               mengatakan bahwa filsafat menyelidiki sebab dan asas segala terdalam dari
               wujud. Karena itu, ia menamakan filsafat dengan teologi atau filsafat
               pertama.1
                     Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Ilmu adalah pengetahuan
               tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode
               tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di
               bidang (pengetahuan) itu. 2
                     Sedangkan pengetahuan merupakan keseluruhan dari pengetahuan
               yang belum tersusun baik fisik maupun non-fisik atau informasi yang masih
               berupa wacana. Jadi dapat disimpulkan bahwa filsafat ilmu merupakan
               induk atau kajian mendalam tentang dasar-dasar ilmu.3
        B. Hubungan filsafat dan ilmu pengetahuan
                     Objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu
               setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan
               tanpa meninggalkan pengetahuan lama. Pengetahuan lama tersebut akan
               menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru. Hal ini senada dengan
               ungkapan dari Archie J.Bahm (1980) bahwa ilmu pengetahuan (sebagai
               teori) adalah sesuatu yang selalu berubah.

1
  Ali Mudhafar, Filsafat Ilmu, (Yogyakarta : Liberty Yogyakarta, 1996), hlm. 2-3.
2
  Wihadi Admojo, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1998), hlm. 324.
3
  Amsal Bakhtiar, Filsafat Ilmu, (Jakarta : Rajawali Pers, 2010), hlm. 16-17.


                                                  3
                        Prof. DR. Sikun Pribadi mengemukakan bahwa perbedaan antara
                 filsafat dam ilmu pengetahuan ialah bahwa ilmu pengetahuan bertolak dari
                 fakta dunia (bersifat ontis), sedangkan filsafat bertolak dari dunia nilai
                 artinya selalu menghubungkan masalah dengan makna keseluruhan hidup
                 (bersifat deontis) walaupun kedua bidang aktivitas manusia itu kognitif. 4
                        Filsafat mempunyai obyek yang sangat luas (universal) sedangkan
                 ilmu pengetahuan obyeknya terbatasm khusus lapangan saja. Filsafat hendak
                 memberikan pengetahuan/pemahaman yang mendalam dengan menunjuk
                 sebab-sebab, sedang ilmu pengahuan juga menunjuk sebab-sebab tetapi
                 tidak begitu mendalam. Filsafat memberikan sintesis kepada ilmu
                 pengetahuan yang khusus, mempersatukan dan mengkoordinasikannya.
                 Lapangan filsafat mungkin sama dengan lapangan ilmu pengetahuan tetapi
                 sudut pandangnya berlainan. 5
                        Keduanya (filsafat dan ilmu pengetahuan) penting dan perlu serta
                 saling melengkapi. Tetapi harus pula saling menghormati dan mengakui
                 batas-batas dan sifat-sifatnya masing-masing. hal ini yang sering dilupakan
                 sehingga menimbulkan bermacam kesukaran dan persoalan yang sebetulnya
                 dapat saja dihindarkan asal saja orang insyaf akan perbedaan kedua ilmu
                 pengetahuan itu.
           C.    Perkembangan Filsafat Dan Ilmu Pengetahuan
                        Pada permulaan sejarah filsafat di Yunani, “philosophia” meliputi
                 hampir seluruh pemikiran teoritis. Banyak yang berpendapat bahwa filsafat
                 adalah induk dari segala ilmu dan pengetahuan. Filsafat Yunani Kuno yang
                 tadinya merupakan suatu kesatuan dengan ilmu pengetahuan kemudian
                 menjadi terpecah-pecah seiring berjalannnya waktu (Bertens, 1987,
                 Nuchelmans, 1982).
                        Nuchelmans       mengemukakan         bahwa      dengan    munculnya   ilmu
                 pengetahuan alam pada abad ke 17, maka mulailah terjadi perpisahan antara
                 filsafat dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian dapatlah dikemukakan


4
    Burhanudin Salam, Pengantar Filsafat, (Jakarta : Bumi Aksara, 2003), hlm. 76
5
    Ibid, hlm. 82


                                                     4
                 bahwa sebelum abad ke 17 tersebut ilmu pengetahuan adalah identik dengan
                 filsafat. Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985),
                 yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat,
                 sehingga definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut.
                        Dalam     perkembangan        lebih    lanjut    filsafat   itu   sendiri   telah
                 mengantarkan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana
                 “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar- bercabang secara subur.
                 Masing-masing cabang melepaskan diri dari batang filsafatnya, berkembang
                 mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri.
                        Dengan demikian, perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama
                 semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya
                 memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan kearah ilmu
                 pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Oleh
                 karena itu tepatlah apa yang dikemukakan oleh Van Peursen (1985), bahwa
                 ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalin-menjalin dan
                 taat asas (konsisten) dari ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya
                 dapat ditentukan.
           D.    Perkembangan Biologi Dalam Perspektif Filsafat
                        Biologi berasal dari bahasa yunani bios (makhluk hidup) dan logos
                 (ilmu), jadi biologi adalah ilmu yang membahas tentang makhluk hidup
                 beserta lingkungannya. Obyek kajian ilmu biologi khusus dan terbatas
                 manusia, hewan, tumbuhan, beserta lingkungan yang ada disekitarnya
                 sedangkan filsafat sangat luas.
                        Biologi mengkaji hal yang berkaitan dengan makhluk hidup untuk
                 berkembang, cara mengubah energi ATP dari ADP sehingga bisa
                 digunakan, penjelasan tentang sistem metabolik sel, sistem sirkulasi,
                 respiras, digesti, serta pemanfaatan sumber daya alam yang ada.6.
                        Semua ilmu sudah dibicarakan dalam filsafat, salah satu ilmu
                 pengetahuan yang lahir dari filsafat atau yang memisahkan drii dari filsafat
                 adalah biologi. Biologi bersifat analisis deskriptif karena hanya menggarap

6
    John Cambell, Biologi Jilid I (Bandung : Bandung Pers, 1994), hlm. 162


                                                     5
                 satu lapangan pengetahuan sebagai obyek formalnya yaitu makhluk hidup
                 dan lingkungannya. Sedangkan filsafat menekankan keseluruhan dari
                 sesuatu, karena keseluruhan mempunyai sifat sendiri yang tidak ada pada
                 bagian-bagiannya.
                       Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan dalam hal ini biologi
                 berkembang pesat karena banyak mengemukakan hal-hal baru yang
                 sebelumnya hanya sebatas asumsi seseorang. Biologi menggunakan
                 eksperimen yang terkontrol sebagai metode yang khas, verifikasi terhadap
                 teori dilakukan dengan jalan mengujinya dalam praktek dilapangan
                 berdasarkan penginderaan. Sedangkan filsafat menggunakan hasil-hasil
                 pengetahuan, verifikasi dilakukan dengan menggunakan akal pikiran yang
                 didasarkan kepada semua pengalaman insani. Sehingga dengan demikian
                 filsafat dapat menelaah masalah-masalah yang mungkin tidak dapat
                 dicarikan penyelesaiannya oleh ilmu pengetahuan. 7
                       Jika kita menelaah tentang adanya kesamaan fisik antara seorang anak
                 dengan anaknya maka diketahui bahwa adanya faktor yang mempengaruhi
                 hal tersebut. Pengambilan kesimpulan ini jelas tidak hanya melihat asumsi
                 kebanyakan orang, tetapi harus melaui proses penelitian yang bersifat ilmiah
                 untuk mendapat sebuah hipotesis biologi tersebut.
                       Filsafat ilmu sangatlah tepat dijadikan landasan pengembangan ilmu
                 pengetahuan khususnya biologi karena kenyataanya, filsafat merupakan
                 induk dari semua cabang ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, diperlukan
                 perenungan kembali secara mendasar tentang hakekat dari ilmu pengetahuan
                 itu bahkan hingga implikasinya ke bidang- bidang kajian lain seperti ilmu-
                 ilmu kealaman. Dengan demikian setiap perenungan yang mendasar, mau
                 tidak mau mengantarkan kita untuk masuk ke dalam kawasan filsafat.


IV.       KESIMPULAN
                 Dari pembahasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa :



7
    Burhanudin Salam, Op.Cit, hlm. 75-76


                                               6
     1.   Filsafat menurut pendapat ahli adalah mencari keutamaan mental, ilmu
          pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran yang asli dan murni, filsafat
          menyelidiki sebab dan asas segala terdalam dari wujud.
     2.   Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara
          bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk
          menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Sedangkan
          pengetahuan merupakan keseluruhan dari pengetahuan yang belum tersusun
          baik fisik maupun non-fisik atau informasi yang masih berupa wacana.
     3.   Filsafat mempunyai obyek yang sangat luas (universal) sedangkan ilmu
          pengetahuan obyeknya terbatasm khusus lapangan saja. Filsafat hendak
          memberikan pengetahuan/pemahaman yang mendalam dengan menunjuk
          sebab-sebab, sedang ilmu pengahuan juga menunjuk sebab-sebab tetapi
          tidak begitu mendalam.
     4.   Ilmu dahulu merupakan bagian dari filsafat, sehingga definisi tentang ilmu
          bergantung pada sistem filsafat yang dianut. perkembangan ilmu
          pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu
          baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru
          bahkan kearah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-
          spesialisasi.
     5.   Filsafat ilmu sangatlah tepat dijadikan landasan pengembangan ilmu
          pengetahuan khususnya biologi karena kenyataanya, filsafat merupakan
          induk dari semua cabang ilmu pengetahuan.


V.   PENUTUP
          Demikian makalah ini kami buat. Kami yakin bahwa makalah ini masih jauh
     dari kesempurnaan. Untuk itu kami mohon saran dan kritik yang membangun
     demi kesempurnaan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat
     bagi kita semua. Amien.




                                        7
                          DAFTAR PUSTAKA




   Admojo, Wihadi, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 1998,
   Bakhtiar, Amsal, Filsafat Ilmu, Jakarta : Rajawali Pers, 2010,
   Cambell, John, Biologi Jilid I, Bandung : Bandung Pers, 1994,
   Mudhafar, Ali, Filsafat Ilmu, Yogyakarta : Liberty Yogyakarta, 1996,
   Salam, Burhanudin, Pengantar Filsafat, Jakarta : Bumi Aksara, 2003,




                                   8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3074
posted:3/6/2011
language:Indonesian
pages:8