BELAJAR BIJAK by maraji

VIEWS: 38 PAGES: 1

									BELAJAR BIJAK
surakarta, 14 pebruari 2011

apa gunanya merasa menjadi raja
jika kuasanya hanya tak lebih dari sejauh pandangan mata
apa gunanya berkuasa
jika kuasa tak lebih dari tembok di depan mata

mengusai diri secara utuh
diri adalah jiwa, raga, dan pikiran
tidak kurang tidak lebih
bersama-sama menjadi merdeka

alam pikiran memang berbeda dengan alam kasat mata
yang berjalan di belakang barisan tentu berbeda dengan yang menderap langkah
tiada salah orang yang mendahulukan penilaian mata
meski mata bukanlah sebaik-baik penilai

banyak menunduk bukan tanda banyak berpikir
banyak diam bukan penanda banyak berpikir
banyak bicara bukan tanda ceroboh
banyak membaca bukan tanda penanda banyak tahu

bukankah kita tidak tahu kenapa orang menunduk
bukankah kita tidak pernah tahu kena orang diam
bukankah kita ragu kenapa orang banyak bicara
bukankah kita tidak yakin apa yang sedang dibaca

bijaksana itu bukanlah burung hantu
bijaksana itu bukanlah kacamata
bijaksana bukanlah licinnya kepala
bijaksana bukanlah tongkat kayu

terkadang kebijaksanan menempel di mulut anak kecil
kadang orang dungu pun menjadi bijak
memang orang tua-tua juga adalah orang bijak
bahkan benda mati dan hewan tumbuhan pun bersama kebijaksanaan

apakah bijak itu?
janganlah merasa bijak
akan tetapi berbuatlah bijak
mudah-mudahan kebajikan dan kebijaksanaan bersamamu selalu

misbakhul munir
guru sd al azhar syifa budi solo
penikmat sastra lama

								
To top