Docstoc

Cara sederhana mengetahui kandungan dan kadar mineral logam

Document Sample
Cara sederhana mengetahui kandungan dan kadar mineral logam Powered By Docstoc
					Cara sederhana mengetahui kandungan
dan kadar mineral logam?
cara mengetahui kandungan dan kadar mineral logam secara sederhana, dari bentuk fisik
dan warna , bau dll.cara pengetesan kadar dengan alat dan bahan yang sederhana.
jenis mineral yang ingin diteliti. batu tembaga,batu emas, galena. pirit,batu besi, pasir
besi, timah hitam


Sumber daya alam lokal khususnya dari sektor pertambangan terdiri dari : Sumber daya
Mineral (mineral logam dan non logam), Sumber daya Energi (minyak, gas, dan
batubara), dan Sumber daya Panas Bumi. Sumber daya alam lokal yang dimaksud dalam
studi ini serta mempunyai hubungan langsung dengan rencana pengembangan industri
baja, adalah : Sumber Daya Mineral Logam dan Batubara.

Sumber daya mineral logam atau dalam istilah di pertambangan disebut dengan Bahan
Galian Logam, terdiri dari : 4 (empat) kelompok bahan galian dan 30 (tiga puluh) jenis
komoditi, yakni :

* Kelompok Bahan Galian Logam Dasar
Timbal, Tembaga, Seng, Timah, Air Raksa, Antimon, Molibden, Bismuth

* Kelompok Bahan Galian Logam Mulia
Emas, Perak, Platina

* Kelompok Bahan Galian Logam Besi dan Paduan Besi
Besi, Mangan, Krom, Kobal, Nikel, Wolfram, Vanadium

* Kelompok Bahan Galian Logam Ringan dan Logam Langka
Aluminium, Magnesium / Monasit, Zirkon, Titan, Berilium, Litium, Tantalum,Cadmium,
Galium, Indium, Yitrium, Torium

Belum semua bahan galian seperti tersebut di atas sudah dieksplorasi dan diekspoitasi.
Dari 30 jenis komoditi bahan galian logam tersebut, dapat dikelompokkan menjadi tiga,
Yaitu :

* Kelompok Bahan Galian Logam yang sudah diproduksi dan memiliki data yang
lengkap (data produksi tahun 2005 ada sehingga cadangan awal 2006 dapat diperoleh).
Tembaga, Timah, Emas, Perak, Besi, Mangan, Nikel, Aluminium

* Kelompok Bahan Galian Logam yang sudah diproduksi tetapi belum memiliki data
yang lengkap (data produksi tahun 2005 belum ada sehingga cadangan awal 2006 hanya
perkiraan)
Timbal, Seng, Air Raksa, Molibdenum, Platina, Krom, Kobal, Monasit, Titan
* Kelompok Bahan Galian Logam yang belum diproduksi sehingga tidak memiliki data
yang lengkap (data produksi tahun 2005 tidak ada sehingga cadangan awal 2006 hanya
perkiraan)
Antimon, Bismuth, Wolfram, Vanadium, Zirkon, Berilium, Litium, Tantalum, Cadmium,
Galium, Indium, Yitrium, Torium

Beberapa jenis bahan galian logam mempunyai bentuk, spesifikasi dan sifat-sifat yang
berbeda sehingga dibagi dalam sub – sub jenis. Nama dari sub jenis ini biasanya yang
sering disebutkan.

* Logam Besi, dibagi atau dibedakan menjadi :
Besi Primer
Besi Laterit
Pasir besi

* Logam Kromit, dibagi atau dibedakan menjadi :
Kromit Primer
Kromit Plaser

* Logam Titan, dibagi atau dibedakan menjadi :
Titan Laterit
Titan Plaser

* Logam Emas, dibagi atau dibedakan menjadi :
Emas Primer
Emas Alluvial

Selain itu, pemisahan jenis juga biasanya berlaku untuk jenis – jenis logam sebagai
berikut :

* Logam Nikel, dibagi atau dibedakan menjadi :
Bijih Nikel
Ferro Nikel
Nikel dalam Ferro Nikel
Ni + Co Dalam Matte

* Logam Tembaga, dibagi atau dibedakan menjadi :
Logam Tembaga
Konsentrat Tembaga

* Logam Timah, dibagi atau dibedakan menjadi :
Logam Timah
Konsentrat Timah

* Logam Bauksit, dibagi atau dibedakan menjadi :
Bauksit
Converter Matte

Sumber Daya Energi khususnya batubara, pada umumnya dibedakan berdasarkan
peringkat kualitasnya. Peringkat yang tertinggi adalah : Antrasit, disusul kemudian oleh
Bituminus, Subbituminus dan peringkat paling rendah adalah Lignit.

Kualitas batubara di Indonesia umumnya adalah Lignit, Subbituminus dan Bituminus,
namun peringkat ini bisa meningkat karena adanya pengaruh intrusi dari batuan beku
pada endapan batubara.

Misal, seperti yang terjadi di Bukit Asam, Bengkulu dan Sangatta.

Ditinjau dari usia endapan, batubara di Indonesia yang sangat banyak dan bernilai
ekonomis untuk ditambang adalah pada umumnya terbentuk pada era tersier, yakni :
Paleogen (Eosen dan Oligosen) dan Neogen (Miosen, Pliosen dan Plistosen). Batubara
Eosen terdapat pada : Cekungan Ombilin (Sumatera Barat), Cekungan Riau, Cekungan
Pasir dan Asam-asam (Kalimantan Timur dan Selatan), Cekungan Barito (Kalimantan
Tengah dan Selatan), Cekungan Ketungau (Kalimantan Barat). Sedangkan Batubara
Miosen terdapat pada : Cekungan Sumatera Selatan, Cekungan Bengkulu, Cekungan
Meulaboh (NAD), Cekungan Kutai dan Tarakan (kalimantan Timur), Cekungan Barito
(Kalimantan Selatan).

Batubara yang diekspor (diperdagangkan) dari Indonesia dikenal sebagai batubara yang
berkualitas bagus (bituminus dan Subbituminus) dan bersih. Kandungan Abu nya rendah,
kurang dari 5 %. Demikian juga kandungan Sulfur nya kurang dari 1 %, dan pada
umumnya berkalori rendah. Tiga parameter tersebut biasanya yang dipertimbangkan
dalam perdagangan batubara.

Harga batubara biasanya ditentukan dari peringkat kalorinya, semakin tinggi nilai kalori
batubara maka semakin mahal harganya. Sementara ini, kualitas batubara yang ditinjau
dari besaran nilai kalori diklasifikasikan ke dalam empat grade, yaitu :
Grade Nilai Kalori

* Low Grade < 5.100

* Medium Grade 5.100 – 6.100

* High Grade 6.100 – 7.100

* Very High Grade > 7.100

Dalam perdagangan batubara, terutama di dalam negeri klasifikasi grade
tersebut diperinci lagi berdasarkan klasifikasi nilai kalorinya.

* <= 4.000 Kalori S.rendah
* 4.300 4.500 4.800 5.000 Kalori Rendah

* 5.300 5.500 5.800 6.000 Kalori Sedang

* 6.300 6.500 6.800 7.000 Kalori Tinggi

* > 7.000 Kalori S.tinggi

Pengembangan industri baja nasional diorientasikan untuk mengolah dan memanfaatkan
sumber daya dan cadangan mineral logam dan batubara yang tersedia di daerah – daerah.
Untuk tahap awal, orientasinya di fokuskan pada pemanfaatan cadangan mineral bijih
besi dan batubara yang terdapat di Kalimantan Selatan. Di wilayah ini, ke dua cadangan
tersebut tersedia dalam jumlah yang cukup besar. Selain itu, hanya di Kalimantan Selatan
yang telah mempunyai informasi mengenai cadangan bijih besi yang agak lengkap
dibandingkan dengan dari daerah lainnya.

Bijih besi di alam terdiri dari bermacam-macam mineral logam yang berbentuk oksida
besi, mempunyai kandungan Fe relative rendah dan ukurannya tidak menentu. Mineral
logam yang berbentuk oksida besi yang terpenting antara lain :

* Laterite (golongan dari limonites)

* Hematite Fe2O3

* Magnetite Fe3O4

* Ilmenite FeTiO3

* Limonite Fe2O3nH2O

* Siderete FeCO3

Magnetite mempunyai sifat magnit dan sangat keras dibandingkan dengan Hematite.
Selain itu, Hematite dikenal mempunyai afinitas yang lebih rendah terhadap oxygen
sehingga lebih mudah direduksi menjadi logam Fe. Namun mineral bijih besi di alam
sering mempunyai kandungan keduanya, baik Hematite maupun magnetite.

Kandungan Fe dalam bijih besi laterite umumnya relative lebih rendah dibandingkan
dengan kandungan Fe yang terdapat dalam Hematite dan Magnetite. Dalam laterite kadar
Fe berkisar 40 % s/d 55 %, sedangkan dalam Hematite dan Magnetite kadar Fe nya antara
38 % s/d 70 %. Artinya dalam bijih besi laterit banyak terkandung kotoran dan senyawa
oksida logam lain yang tidak diperlukan.

      3 tahun lalu

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1097
posted:3/5/2011
language:Malay
pages:5