TUGAS AGAMA KRISTEN

Document Sample
TUGAS AGAMA KRISTEN Powered By Docstoc
					                         DASAR –DASAR ATAU TITIK PANGKAL

1. Sebuah Catatan sebagai pengantar

   Sebagaimana telah diuraikan dalam pendahuluan .Etika Kristen tidak dapat terlepas dari
dogmatika,bahkan dapat dikatakan bahwa Etika itu termasuk dogmatika.Etika Kristen
dibicarakan tersendiri ,hanya karena alas an-alasan praktis.Oleh karena itu yang lebih luasa
mengenai titik pangkal Etika dapat dibaca dalam buku dogmatika.

2.Penyataan Allah,Bapa Yesus Kristus ,Tentang diri pribadi

   Etika Kristen berpangkalkan kepercayaan kepada Allah ,yang menyatakan diri di dalam
Yesus Kristus.

       Allah diakuinya sebagai Allah yang sejati dan yang Maha Esa.Etika Kristen
mengaku,bahwa hanya karena Yesus Kristuslah kita dapat mengenal Allah sebagaimana ada-
Nya, di dalam kedaulatan dan kemuliaan-Nya, di dalam kekekalan-Nya ,di dalam keesaan-
Nya,didalam kerohanian-Nya,dan kehadiran-Nya di segala tempat ,di dalam kesucian dan
kebenaran-Nya ,di dalam kasih dan hikmatNya.Oleh Dialah kita dapat mengenal Allah yang
sejati dan yang esa sebagai Allah yang Tritunggal yakni Bapa,Anak dan Roh Kudus : Allah di
atas kita ,Allah bersama kita dan Allah di dalam kita

3.Antropologi ( Pandangan tentang manusia ) bagi Etika
   Sebab arti pandangan Alkitab tentang manusia itu barulah jelas bagi seseorang ,apabila kita
mengetahui perbedaan yang khas antara pandangan tentang manusia menurut Alkitab dan
pandangan tentang manusia menurut pandangan-pandangan lain
a.Pandangan tentang manusia menurut agama- agama suku
   Di dalam apa yang disebut agama suku “primitive “ manusia,persekutuan manusia,dan alam
sekelilingnya di pandang sebgai dari dewa total.Dalam pandangan primitive tentang manusia dan
suku ini tidaka ada tempat bagi kesusilaan dalam arti khusus.Sebab-sebabnya sebagai berikut :
   Pertama : manusia,sebagai individu yang bertanggung jawab kepada Allah ,menjadi tidak
tepat kedudukannya.Manusia tidak berdiri di hadirat Allah sebagai makhluk yang bertanggung
jawab.Tetapi dianggap sebagai dari dewa .
   Kedua : Hukum Allah di dalam agama – agama primitive itu tidak dianggap sebagai hokum
yang normative yang menggerakan manusia mengambil keputusan-keputusan etis ,tetapi
dianggap sebagai semacam hokum kodrat ,sebagai tata tertib kosmis.
b.Pandangan tentang manusia menurut agama Hindu

   Dalam agama hindu ,Brahman dipandang sebagai atu-satu kenyataan.Brahman itu dipandang
sbagai “sat” ( ada yang mutlak) dan cit (kesempurnaan yang mutlak).

   Manusia adalah atman dan pada hakikatnya “atman “ itu ialah brahman .Manusia tidak
mempunyai kehidupan pribadi dan tanggung jawab perseorangan.Karena disesatka Avidya
(ketidaktahuan),manusia menggangap gejala-gejala kosmis itu sebagai suatu kenyaataan .Dan
karena disesatka oleh “avidya” juga ,manusia mengganggap kehidupan pribadinya sebagai suatu
kenyataan.Tetapi    barangsiapa    dapat   mengalahkan      “avidya”,ia   akan   mengetahuinya
kekeliruannya.

   Jika manusia telah melebur ke dalam Brahman ,maka lenyaplah segala perbedaan.Maka tak
ada artinya lagi perbedaan antara kebaikan dengan kburukan ,antara baik dan jahat.

c.Pandangan tentang manusia menurut agama Buddha

   Pandangan agama Buddha mengenai kenyataan itu berlainan dengan agama Hindu. Agama
Hindu berkata tentang Brahman ,bahwa dialah “ada” yang kekal dan tidak berpribadi.Agama
Buddha berkata tentang bhava (artinya menjadi).Segala perkataan dan perbuatan manusia akan
binasa.Proses kebinasaan ini intinya yang terdalam ialah sukkha(sengsara ).Orang arif (arhat )
tahu,bahwa proses bhava yang hina ini sebabnya akan hidup harus dilenyapkan sampai ke akar-
akarnya.barulah proses kebinasaan yang tidak ada artinya itu terhenti.

   Manusia adalah suatu “nama rupa” artinya terdiri dari “nama” (roh ) adan “rupa” (tubuh) di
dalam kehidupan psiko-fisis.”nama rupa” ini berkerja dengan mempergunakan “skandha-
skandha”(persaan.pengertian,kesadaran,asosiasi dll).Tetapi”nama rupa” yang disebut manusia
itu,tidak mempunyai kepribadian.Ia adalah a-natta (tanpa jiwa).Manusia itu bukanlah suatu
“kenyataan” yang tetap

d.Pandangan tentang manusia
1. Menurut Kalam (dogmatika) Islam.
   Di dalam dogmatika Islam ,manusia disebut “abd”.Didalam tangan Allah ,manusia itu
bagaikan suatu alat yang dipergunakan Allah.Didalam dogmatiak ortodoks Islam ,tanggung etis
manusia tidak tampil ke depan dengan sewajarnya.Sebab yang pertama ialah : karena kedaulatan
Allah hanya dipandang menurut agama islam

   sebagai kedaulatan kekuasaan-Nya.Agama Islam menganggap bahwa ada satu hubungan saja
antara Allah dan hasil pekerjaan-Nya yakni Khalik dan Makhluk.

       Dalam pandangan tentang manusia menurut agama Islam tidak terdapat pandangan
tentang Allah ini ,yakni Allah Bapa,dan tentang manusai sebagai anak yakni anak yang berdosa
,anak Bapa ini.Ini salah satu sebab dari kenyataan yang mengherankan ,bahwa di dalam agama
Islam ,Etika tidak pernah mendapat kedudukan sendiri Klam dan Fiqh.

2. Menurut Mistik (tasawuf) Islam
       Di dalam MistikIslam (tasawuf),sebagaima terdapat dalam bermacam-macam bentuk
“Sufisme’(ilmu sufi),kelihatan kecensderungan untuk menghapuskan garis batas antara Allah
sengan manusia,dan memamparkan kesatuan Zat Allah dan manusia.

       Dalam ilmu sufi dibicarakn tentang perjalanan ziarah yang dilakukan oleh jiwa untuk
menunggalkan (menyatukan )diri dengan Tuhan. Jalan ini melalui berbagi tingkat .Etika
mempunyai tingkat-tingkat ini ,yaitu: obat,kemiskinan,mematikn nafsu-nafsu,tapa dan
samadi.Juga dalam pandangan mistik tentang hubungan Allah dan manusia .Etiak tidak
mendapat temapat semestinya.Diman Allah dan manusia diidentikan (dipersamakan)secra
terang-terangan atau tersembunyi ,disitulah hilang dasar-dasar etika.

e.Pandangan tentang manusia secara evolusi biologis

Di samping pandangan tentang manusia menurut agama-agama dunia,kita harus menyebutkan
pula beberapa pandangan lain tentang manusia ,yakni pandangan evolusi biologis dan
pandangan-pandangan manusia menurut komunisme,karena pengaruh kedua pandangan ini
terasa juga di Asia dan akibat-akibatnya terdapat pula di dalam masalah-masalah Etika.
         Pandangan evolusi biologis tentang manusia ,menggap manusia itu sebagai binatang
menyusui cerdas ,yang pertumbuhannya berlangsung menurut proses evolusi deri tingkat rendah
ke tingkat tinggi.

f. Pandangan tentang manusia menurut komunisme

         Engels,teman dan kawan serkerja Marx ,berkata “manusia hanyalah berurusan dengan
diri –sendiri dan mengenal dri-sendiri .Ia harus mengukurkan segala paertalian kehidupan hanya
kepada diri –sendiri.”Manusia adalah makhluk biologis-ekonomis “Sebagai makhluk biologis,ia
pun      “binatang   menyusui   yang   cerdas”.Yang    dijadikan    dasar   pandangannya   ialah
makanan(Rezeki).”Kepala,hati,dan perut merupakan suatu kesatuan .Tetapi yang terpenting ialah
perut.

         Atas dasar pandangan tentang manusia ini,materialisme dialektis menyusun suatu Etika
Tertentu.Dengan diktator proletariat,kaum buruh harus membebaskan diri dari segala rintangan
yang dialaminya di dalam usahanya untuk dapat mengatur sendiri seluruh hasil-hasil kerjanya.

4.Apakah yang diberitakan Alkitab Tentang Manusia

         Di dalam Kitab Kejadan 1 terdapat kalimat- kalimat yang terkenal mengenai kejadian
manusia .”Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya ,menurut gambar Allah
diciptakan-Nya dia ; laki-laki dan perempuam diciptakan-Nya mereka”(ayat 27).

         Pernyataan ,bahwa manusia itu diciptakan menurut gambar Allah (didalam bahasa ibrani
: selem,didalam bahasa Yunani : eikon”) dan seperti rupa Allah(di dalam bahasa Ibrani : demut,di
dalam bahasa Yunani : homoioteois).Bagaimanakah arti berita tentang manusia ini dan apakah
konsekuensi pandangan tentang manusia ini bagi etika?

1.Manusia itu makhluk dan akan tetap menjadi makhluk untuk selama-lamanya.
   Ada suatu garis batas antara Allah dan manusia ,antara pencipta dan ciptaan(makhluk).
Manusia tetap dikuasai oleh hokum dan kehendak Allah untuk selama-lamanya.Bagi Etika, hal
ini berarti bahwa ketaatan kepada perintah-perintah Allah bersifat kekal.

2.Manusia dijadikan sebagai makhluk somatis-psikis(berjiwa-raga)
       Allah membentuk manusia (didalam bahasa ibrani : haddam) dari debu tanah (adama)
dan menghembuskan nafas kehidupan (nismat hajjim) ke dalam hidungnya .(Kej 2:7).Oleh
karenadijadikan dari debu tanah (adama),maka manusia (haddama) bertalian dengan semua
makhluk yang ada di bumi.Manusia tidak usah malu karena sifat-sifat kejasmaniannya.Keragaan
atau kejasmanian bukanlah semua sebagaimana diajarkan agama Hindu.Raganya bukan spula
suatu”Sangkar” yang tidak berharga untuk jiwa,sebagaimana diajarkan oleh Plato ,sosok
tubuhnya kelihatan itu pada dasarnya bukanlah pula sesuatu yang berdosa.Bahkan sebaliknya
.Maksud Allah ialah supaya menmpunyai tubuh .Maksud Allah iallah supaya “ha-ddam” tetap
berhubungan dengan adama”

       Etika Kristen tidak boleh menggangap seakan-akan manusai hanya mempunyai jiwa
saja.Etika Kristen tidak boleh melupakan bahwa Alah memberikan kepada manusia suatu tubuh.

3.Hubungan Allah-manusia dan manusia-Allah itu dinyataka dalam berita tentang manusia yang
diajadikan menurut gambar Allah.
       Hanya mementingkan dua unsur dari berita ini,yang mempunyai arti yang menentukan
bagi Etika. Pertama ,di dalam berita tentang rahasia dititikberatkan tanggung jawab penuh dari
manusia kepada Allah .Allah sebagai Aku menempatkan manusia sebagai engkau dihadapan-
Nya. Kedua ,dalam berita tentang manusia sebagai gmabar Allah dinyatakan suatu pikiran ,
bahwa manusia ialah pemegang mandat Allah bumi.

4.Akhirnya dalam hubungan ini masih harus ditekankan kenyataan ,

       Bahwa Allah menciptakan manusia supaya manusia itu berbakti secara sukarela. Salah
satu unsure yang terutama di dalam penciptaan manusia menurut gambar Allah ialah, bahwa
Allah menepatakan manusia di persimpangan jalan untuk memilih ; Allah memberikan
kebebesan memilih kepadanya. Kedaulatan ilahi itu diserahakan kepada manusia secara sukarela
didalam kasih.Kebebasan ini termasuk hakikat manusia dan karena itu inti Etika Kristen.
Kepatuhan yang bebas ,itulah sikap khusus yang diminta oleh Allah . Kata kebebasan
menyatakan panggilan yang pertama dan hak tertinggi yang diberikan oleeh Allah kepada
manusia . Karena itu panggilan dan hak ini termasuk prinsip – prinsip pertama Etika Kristen.
5. Beberapa catatan tentang asal, hakikat, dan perkembangan dosa

A. Asal Dosa

1. Jawab-jawab yang bukan menurut Alkitab atas soal asalnya dosa.

        Swami Vivekanda ,seorang penulis Hindu yang terkenal ,pernah menulis : “Satu-satunya
doasa ialah menyebut manusia sebagai orang berdosa. Maksudnya ialah , bahwa dosa itu tidak
ada kenyataannya dan pikiran manusia itu orang berdosa , itu hanya berdasarkan ketidaktahuan
dan persangkaan belaka.

        Agama Buddha mencari asalnya kejahatan di dalam “tanha”, nafsu, keinginan ,yang
menggerakan proses Bhava (menjadi).

        Agama Parsi, yang terdapat kembali di dalam sejarah berupa berbagai pandangan tentang
dunia yang dualistis seperti Manicheisme dan Marcionisme , yang mengganggap bahwa asalnya
kejahatan terdapat di dunia dewa – dewa. Menurut agama ini, ada dewa yang baik dan dewa
yang jahat. Jadi dewa itulah yang dianggap sebagai sumber kenyataan.

        Dalam pandangan evolusi biologis ,asalnya kejahatan itu dicarai pada berasalnya kita dari
binatang.Menurut pandangan ini ,kita masih mempunyai sisa-sisa sifat yang buruk dari
keturunan rendah .Tetapi lambat laun kita akan mengatasi sisa –sisa kejahatan ini dalam
pertumbuhan ke taraf yang lebih tinggi.

2.Jawaban Alkitab

        Menurut Kesaksian Alkitab,insiatif (prakarsa) untuk berbuat dosa itu tidak keluar dari
manusia ,tetapi dari Iblis.Karena itu dosa manusia         dimana pun juga selalu dua jenis
sifatnya.Pertama, di dalam dosa manusia itu selalu ada unsur pasif kita dibujuk ,disilaukan mata
kita, digoda,diseret oleh bujukan penguasa dunia yang menyerang kita . Dimana pun juga
manusaia selalu hidup di dalam godaan iblis.Kedua ,didalam semua doasa manusia mempunyai
unsure aktif . Kita tidak hanya digoda ,untuk berdosa, tetapi kita pun mengatakan ya kepada osa
itu , karena tabiat kita yang jahat.

        Ketika iblis mncobai Tuhan Yesus , ia tidak menemukan titik perjumpaan pada –Nya
.Tetapi Iblis menemukan titik perjumpaan pada tabiat kiata yang sudah rusak karena dosa.
B. Hakikat Dosa

       Di dalam pandangan Alkitab tentang hakikat dosa ini adalah penting untuk diperhatikan ,
bahwa dosa menurut Alkitab tidak di mulai pada kejasmanian , tetapi justru pada inti manusia
,didalam hatinya , di dalam hubungannya dengan Allah. Jika hubungan di situ diserang oleh
kesombongan , maka jasamani pun diperalat oleh doasa. Sombong mengakibatkan meluapnya
hawa nafsu . Jiak hati tak jujur lagi di hadapan Allah , maka badan kita pun disalahgunakan
untuk kecabulan ,kelahapan.kelobaan akan uang ,keborosan dan sebagainya.

C. Pembedaan antara dosa –dosa

1. Apakah ada gunanya untuk mengadakan pembedaan antara dosa – dosa itu?

       Alkitab juga mengadakan pembedaan dalam – dalam bentuk penyataan dosa . Di dalam
Alkitab Kitab Bilangan 15:30 dibicarakan tentang “berdosa dengan sengaja”.Dengan ini berdosa
dengan sadar dengan niat (dengan sengaja ) dibedakan dari dosa dengan tidak sadar.Didalam
Mazmur 19 , dibedakan dosa yang kita sadari dari dosa tersembunyi bagi kita sendiri.

       Tuhan Yesus berfirman tentang dosa tidak dapat diampuni yaitu menghujat Roh Kudus.
Dengan    maksud sama yang sam Yohanes pun mengatakan tentang berbuat dosa yang
mendatangkan maut dan orang yang berbuat dosa yang tidak mendatandgka maut(1 yoh 5:6).
Jadi, Orang tidak boleh mengatakan bahwa pembedaan anata dosa itu tidak ada artinya.
Barangsiapa mengatakan demikian , ia hendak lebih pandai daripada Firman Allah.

2. Dalam mengadakan pembedaan antara dosa – dosa itu , kita harus berhati – hati terhadap
pembedaan secara kuantitatif

3. Dosa perseorangan dan Dosa kolektif (bersama-sama)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1312
posted:3/4/2011
language:Indonesian
pages:7