Informed Consent Dan Hukum Medis - PDF by eij78398

VIEWS: 992 PAGES: 56

More Info
									ASPEK HUKUM REKAM MEDIS
DAN INFORMED CONSENT




                Tanggal Upload : 27 April 2009
TUJUAN DAN FUNGSI R.M.
berdasarkan ps 14 Permenkes 749a/ 1989

  DASAR YANKES DAN PENGOBATAN
  PEMBUKTIAN HUKUM
  PENELITIAN DAN PENDIDIKAN
  DASAR PEMBIAYAAN YANKES
  STATISTIK KESEHATAN

HARUS ADA PROSEDUR BAKU !
       REKAM MEDIS ADALAH
       JUGA DOKUMEN YANG
       MENUNJUKKAN :
:
                         INAP-
    KESINAMBUNGAN RAWAT INAP-JALAN
                DOKTER-         DOKTER–
    KOMUNIKASI DOKTER-DOKTER, DOKTER–
             DOKTER–
    PERAWAT, DOKTER–LABORAN, DLL
    OTORISASI / PEMBERIAN IJIN TINDAKAN
    MEDIS
 BUKTI HUKUM !
HARUS DIBUAT DENGAN :
 SEKSAMA
 RELEVAN
 KRONOLOGIS
 ORISINIL
   TATA CARA KOREKSI
   TATA CARA PENAMBAHAN
   DITULIS DENGAN TINTA ATAU DIKETIK
 OTORISASI
BUKTI HUKUM (2)
AKURAT : TEPAT
ADEKUAT : SESUAI
APPROPRIATE : LAYAK
LENGKAP
CUKUP RINCI
BAHASA BAIK
SINGKATAN RESMI SAJA
KETENTUAN PERMENKES

 PASAL 2
  Setiap Sarkes, jalan/inap, wajib RM
 PASAL 3
  Dibuat dokter dan atau tenaga
  kesehatan lain
 PASAL 4
  Dibuat segera dan lengkap
KETENTUAN …
PASAL 5
 Nama dan tandatangan pemberi
 yankes
PASAL 6
 Pembetulan : paraf
 Penghapusan : dilarang
PASAL 7
 Simpan s/d 5 tahun
 Hal khusus diatur tersendiri
KETENTUAN …

 PASAL 8
  Setelah itu : dimusnahkan
  Tata Cara : Dirjen
 PASAL 9
  RM disimpan petugas yang
  ditunjuk Pimpinan Sarkes
KETENTUAN …
PASAL 10
 Berkas milik Sarkes
 Isi milik Pasien
PASAL 11
 Wajib jaga rahasia
PASAL 12
 Ungkap oleh dokter yg merawat, atas
 ijin pasien
 Pimp. Sarkes, berdasar UU, tanpa ijin
ISI REKAM MEDIS

 PASAL 15
 (RAWAT JALAN)
   IDENTITAS
   ANAMNESA
   DIAGNOSA
   TERAPI / TINDAKAN
ISI REKAM MEDIS
 PASAL 16
 (RAWAT INAP)
   IDENTITAS          TERAPI
   ANAMNESIS          CATATAN PERAWAT
   PEM.FISIK          OBSERVASI KLINIS
   LAB, RADIOL, DLL   HASIL TERAPI
   DIAGNOSIS          RESUME
   PERTINDIK          EVALUASI
CATAT PULA
 ABNORMALITAS
 SOSIAL : POLA MAKAN, OBAT, ALKOHOL,
 EMOSI
 PERKEMBANGAN TIAP KUNJUNGAN
 SPESIMEN YANG DIAMBIL
 REAKSI TERHADAP OBAT
 ANJURAN KEPADA PASIEN
 KOOPERATIFITAS
 KELUHAN SELAMA PERAWATAN
 TANGGAL, NAMA, HASIL KONSULTASI
KERAHASIAAN DAN
PRIVACY
SUMPAH DOKTER / TENAGA
KESEHATAN
KODE ETIK TENAGA KESEHATAN
P.P. NO 10 TAHUN 1966
PASAL 322 KUHP
UU KESEHATAN
PERBUATAN MELAWAN HAK (perdata)
RAHASIA KEDOKTERAN
RAHASIA JABATAN SEBAGAI DOKTER
DASAR MORAL :
 Sumpah Hipokrates :
 What I see or hear in the course of the
 treatment…, which on no account one must
 spread abroad, I will keep to myself
 Sumpah dokter :
 Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya
 ketahui karena pekerjaan dan keilmuan saya
 Kode Etik Kedokteran Indonesia
DASAR HUKUM :


 PP 10 / 1966
 Pengetahuan sebagaimana dalam pasal 1
                                       orang-
 wajib disimpan sebagai rahasia oleh orang-
 orang dalam pasal 3, kecuali apabila terdapat
 peraturan yang sederajat atau lebih tinggi
 dari PP ini yang mengaturnya lain.
 KUHP ps 322 :
 (a) Buka Rahasia - penjara maks 9 bulan
 (b) Bila terhadap orang tertentu : atas
 pengaduan orang itu.
UU KESEHATAN :

 HAK PASIEN UNTUK DIRAHASIAKAN
 IHWALNYA OLEH DOKTER :
   ESENSI HUBUNGAN DOKTER - PASIEN
   ITIKAD BAIK
   SALING PERCAYA
   BEBAS MENGUTARAKAN INFORMASI
   TO PRESERVE THE HUMAN DIGNITY
   BERSAMA DENGAN HAK PRIVACY
   DITURUNKAN DARI HAK AUTONOMY
PENGUNGKAPAN
ATAS IJIN / OTORISASI PASIEN
MENJALANKAN UU (PS 50 KUHP)
PERINTAH JABATAN (PS 51 KUHP)
BELA DIRI (PS 49 KUHP)
DAYA PAKSA (PS 48 KUHP)
KONSULTASI PROFESIONAL
PENDIDIKAN DAN PENELITIAN
OTORISASI / ATAS IJIN
DENGAN AUTORISASI YBS
  SETELAH PASIEN DIBERI PENJELASAN
  PASIEN HARUS KOMPETEN
  TIDAK MELANGGAR UU

  INFORMASI HARUS RELEVAN
  INFORMASI MINIMAL, CUKUP
  MENJAWAB PERTANYAAN
KEPADA KELUARGA
PADA DASARNYA HARUS TETAP
SEIJIN PASIEN
 TERHADAP KELUARGA DEKAT / INTI
 BIASANYA DIANGGAP IMPLIED
 CONSENT, KECUALI PASIEN MELARANG
 TERHADAP KELUARGA BUKAN INTI
 DOKTER KONSUL DAHULU DENGAN
 PASIEN
 PASIEN TAK SADAR
KELUARGA
 DILEMMA :
  HIV,
  PHS,
  INFERTILITY,
  STATUS “INFAUST”,
  ABORSI AKIBAT SELINGKUH,
  KONTRASEPSI PADA “GADIS”,
  DLL
KEPERLUAN ASURANSI
UMUMNYA TERDAPAT KESEPAKATAN
ANTARA ASURANSI DENGAN PASIEN
PADA SAAT MENGIKUTI ASURANSI
KEPADA DOKTER HARUS DITUNJUKKAN
PERSETUJUAN PASIEN
MATERI TETAP TERBATAS, HANYA YANG
RELEVAN
DOKTER PERUSAHAAN
 KONTRAK TERJADI ANTARA DOKTER
 DENGAN PERUSAHAAN
 KONTRAK DOKTER-PASIEN : NO. 2
 ADA KEWAJIBAN DOKTER UNTUK
 MELAPORKAN HAL-HAL YANG
 WAJIB-LAPOR KEPADA PERUSAHAAN
 (terbatas, relevan) - public health &
 duty to warn
DOKTER PENGUJI KESEHATAN
 KONTRAK DOKTER DENGAN
 PEMINTA UJI KESEHATAN (tidak
 selalu klien sendiri)
 JAWABAN (HASIL PEMERIKSAAN)
 ADALAH UNTUK PEMINTA UJI-KES.
 SEBAIKNYA KLIEN DIBERITAHU LEBIH
 DAHULU TENTANG HAL INI.
KEPADA KUASA HUKUM
 ADA KUASA KHUSUS
 ADA PERMINTAAN RESMI
 SEBAIKNYA DALAM BENTUK SURAT
 KETERANGAN RIWAYAT PENYAKIT
  LENGKAP, JELAS, JUJUR
  BAHASA AWAM
 REKAM MEDIS HANYA KELUAR DARI
 RS ATAS PERINTAH PERADILAN
JALANKAN PER. PER-UU-AN
 KEPENTINGAN PERADILAN
 KEPENTINGAN MASYARAKAT :
  UU WABAH
  UU KARANTINA
  PERATURAN PELAPORAN KLB
  UU KESEHATAN KERJA
  ASKES / JPKM
DI PERADILAN
SEBAGAI ALAT BUKTI SAH
YURIDIS : TIDAK ADA RAHASIA
(PENTING : relevan, minimal)
ETIS : PERTIMBANGAN DOKTER
(Informasi tertentu dapat tetap
disimpan)
TEMUAN : QA, PEER REVIEW, AUDIT,
INCIDENT REPORT : BUKAN BUKTI
(HEARSAY)
DAYA PAKSA :
 OVERMACHT (berat lawan)
 NOODTOESTAND (darurat) :
   Kepentingan hukum vs kepentingan
   hukum
   Kepentingan hukum vs kewajiban
   hukum
   Kewajiban hukum vs kewajiban hukum
 Contoh : Child abuse, KDRT
HAK MENGAKSES R.M.
 UU KES : HAK PASIEN ATAS INFORMASI
 KESEHATAN DIRINYA
 PERMENKES : ISI R.M. ADALAH MILIK
 PASIEN
 PERTIMBANGAN :
   APAKAH INFO AKAN MEMPERBURUK?
   INFO YG BERASAL DARI FAKTA PASIEN
   ADALAH MILIK PASIEN, TAPI INFO HASIL
   INFERENSI ILMIAH ADALAH MILIK DOKTER
   PASIEN TAK BERHAK MENGUBAH INFO
   SEBAIKNYA DIDAMPINGI DOKTER
REKAM MEDIS UNTUK
KENDALI MUTU
AUDIT MEDIS / KLINIK
HATI-HATI DAMPAK SAMPINGAN :
 PERILAKU TENAGA KESEHATAN
 TANGGUNG-JAWAB MANAJEMEN
 PENGARUH TERHADAP BEBAN KERJA
 AKUNTABILITAS
 PROSPEK KARIER DAN MORAL
 RENCANA PELATIHAN
BUKAN UNTUK CARI “YG BERSALAH”
WMA, Oktober 1983
 It is not a breach of confidentiality
 to release or transfer confidential
 health care information required for
 the purpose of conducting scientific
 researches, management audits,
 financial audits, program
 evaluations
 No patient identities !
AMRA :
PEMBUKAAN INFO MEDIS :
  OTORISASI PASIEN
  SESUAI PERATURAN PER-UU-AN
  KEPADA SARKES LAIN YG MERAWAT
  EVALUASI PERAWATAN MEDIS
  RISET DAN PENDIDIKAN
 KETENTUAN AUDIT MEDIS
PELAKSANA DISUMPAH
SELURUH DATA : RAHASIA
SANKSI BAGI PELANGGAR
TANPA IDENTITAS PASIEN
TUJUAN : PERBAIKAN LAYANAN, BUKAN
MENYALAHKAN/MENGHUKUM
TIDAK DAPAT SEBAGAI BUKTI DI
PENGADILAN
LIABILITAS

PASAL 13            PASAL 20
 PIMP. SARKES        SANKSI
 BERTANGGUNG-        ADMINISTRATIF
 JAWAB :             MULAI TEGUR
   HILANG, RUSAK,    LISAN , HINGGA
   PEMALSUAN         PENCABUTAN IJIN
   DIPAKAI OLEH
   YANG TIDAK
   BERHAK
LIABILITAS (2)
 SANKSI             SANKSI PIDANA :
 ADMINISTRATIF :    PS 322 KUHP
 PP No 10 / 1966    (Ancaman
                    hukuman penjara
 SANKSI PERDATA /   maks 9 bulan)
 GANTI RUGI :
 KUH-PERDATA
 (PMH)
KOMPUTERISASI
KEUNTUNGAN :
 EFISIENSI PENGISIAN DATA
 EFISIENSI PENYIMPANAN DATA
 PERCEPAT TRANSFER DATA
 DAPAT DIPAKAI SERENTAK
KELEMAHAN :
 RELATIF TERBUKA
 PENGISI DATA BUKAN DOKTER
KETENTUAN
AUTHORIZED PERSONNEL
SECURITY LEVEL
ID CODE, PASSWORD
FOOTPRINT
KOREKSI ? : ADDENDUM
PRINT : LIMITED
RELEASED : PATIENT APPROVAL
PEMUSNAHAN DATA SEIJIN DOKTER
KONSIL ETIK & HUKUM WMA, 1994
 ENTRY OLEH PERSONIL BERWENANG
 DATA DIJAGA KETAT : security level
 INFO HANYA DIBUKA ATAS IJIN
 PASIEN, DISTRIBUSI TERBATAS, dll
 HAPUS DATA : MINTA IJIN KE
 DOKTER DAN PASIEN
 TERMINAL YG ON-LINE : HATI-HATI
 (FIREWALL, READ-ONLY)
INFORMED CONSENT
CONSENT
 DASAR :
  HUBUNGAN DOKTER-PASIEN ADALAH
  FIDUCIARY (ITIKAD BAIK DAN
  KEPERCAYAAN)
  HAK PASIEN UNTUK MENENTUKAN APA
  YANG AKAN DILAKUKAN TERHADAP
  DIRINYA (THE RIGHTS TO SELF
  DETERMINATION)
JENIS CONSENT
 EXPRESSED (dinyatakan)
  LISAN
  TERTULIS
 IMPLIED (tidak dinyatakan)
  TINDAKAN PASIEN
  ATURAN HUKUM PADA SITUASI
  TERTENTU (mis. pada keadaan gawat-
  darurat medis)
DASAR HUKUM
 HUKUM PERJANJIAN
  Ps 1338 KUH Perdata
 PERBUATAN MELANGGAR HUKUM
 (melanggar hak pasien) – Tort-law
  Ps 1365-1367 KUH Perdata
 PERMENKES TTG PERSETUJUAN
 TINDAKAN MEDIS
  585/Menkes/Per/IX/1989
PERJANJIAN
 ASAS KONSENSUALITAS
  Berlaku sejak disepakati
  Tidak harus tertulis
 ASAS TERBUKA
  Materi yang disepakati boleh apa saja
  Dilarang melanggar hukum, ketertiban
  umum, kesusilaan
SYARAT PERJANJIAN

 SEPAKAT
  BUKAN KARENA TIPU ATAU PAKSA
 KOMPETEN
  CUKUP UMUR, TIDAK DIBAWAH PENGAMPUAN
 TENTANG HAL TERTENTU
  TIDAK BOLEH TERLALU UMUM
 HAL YANG HALAL
  TAK MELANGGAR HUKUM, KETERTIBAN UMUM,
  KESUSILAAN
KOMPETENSI
CUKUP UMUR :
  DEWASA (UU KES DAN KUH Per : USIA > 21 TH,
  ATAU PERNAH KAWIN)
SADAR (dapat membuat keputusan)
TIDAK DIBAWAH PENGAMPUAN :
  TIDAK PSIKOSIS, RETARDASI MENTAL
  TIDAK DICABUT HAKNYA OLEH PENGADILAN
KEABSAHAN PERJANJIAN
BILA MELANGGAR SYARAT “SEPAKAT” DAN
/ ATAU “KOMPETEN” (syarat subyektif):
  DAPAT DIBATALKAN (VOIDABLE)
BILA MELANGGAR SYARAT “HAL
TERTENTU” DAN/ATAU “HAL YANG HALAL”
(syarat obyektif) :
  DIANGGAP BATAL (NULL AND VOID)
Permenkes
 Semua tindakan medik harus
 mendapat persetujuan
 Persetujuan tsb setelah menerima
 informasi yang adekuat, sesuai
 dengan tk. Pendidikan, kondisi dan
 situasi pasien
 Tindakan medik yang berrisiko
 tinggi harus disetujui secara tertulis
Permenkes (lanjutan)
 Informasi harus diberikan,
 meskipun tidak diminta
 Informasi harus lengkap, kecuali
 bila dapat merugikan pasien atau
 pasien menolak diberi informasi
 Pemberian informasi harus
 didampingi saksi kedua pihak
Permenkes (lanjutan)
 Informasi :
   Keuntungan dan kerugian
   Diberikan secara lisan
   Jujur dan benar, kecuali bila dapat
   merugikan pasien (berikan melalui
   keluarga pasien)
   Juga tentang kemungkinan perluasan
   perasi
   Perluasan operasi yang unforeseeable
   boleh bila life saving
Dari siapa ke siapa
(Permenkes)
Informasi :
    Oleh dokter yg merawat/mengoperasi atau
    dokter lain atas pendelegasian
    Bila bukan operasi boleh oleh perawat
Persetujuan:
    Oleh pasien dewasa, sadar, sehat mental
    Wali / kurator / guardian bila pasien dalam
    pengampuan
    Tanpa persetujuan bila gawat / darurat,
    pasien tak mampu dan tak ada keluarga
Tanggung-jawab
(Permenkes)
 Dokter bertanggung-jawab
 Rumah Sakit ikut bertanggungjawab
 Tanpa persetujuan dapat dikenakan
 sanksi administratif : pencabutan SIP

 Bila program pemerintah untuk kepentingan
 masyarakat dapat tanpa persetujuan
CONSENT BY SPOUSE
PANDANGAN UMUM : SUAMI/ISTERI
BERHAK MEMBERIKAN CONSENT
 SECARA UMUM BENAR
 KEADAAN TERTENTU : TIDAK
 (Di AS : the husband has no inherent power
 to consent for his wife), Di Indonesia ?
SEBAIKNYA CONSENT DARI YBS
PERLUKAH CO-CONSENT DARI SPOUSE?
ELEMEN-ELEMEN PADA
INFORMED CONSENT
 PENJELASAN TENTANG :
  PENYAKIT DAN/ATAU TINDAKAN YG
  AKAN DILAKUKAN
  HARAPAN DARI TINDAKAN DAN
  TINGKAT KEBERHASILANNYA
  (prognosis)
  ALTERNATIF TINDAKAN DAN TINGKAT
  HARAPAN & KEBERHASILANNYA
  RISIKO, KOMPLIKASI, (BIAYA)
LINGKUP CONSENT
 TERBATAS PADA HAL-HAL YANG TELAH
 DINYATAKAN SEBELUMNYA (mis. jenis
 tindakan medis tertentu, sebagaimana
 dibicarakan sebelumnya)
 DOKTER DAPAT BERTINDAK MELEBIHI
 YANG TELAH DISEPAKATI HANYA APABILA
 GAWAT-DARURAT DAN BUTUH WAKTU
 SINGKAT
KELUHAN PASIEN
tentang Informed Consent
  BAHASA TERLALU TEKNIS
  PERILAKU DOKTER
  PASIEN SEDANG STRESS EMOSIONAL
  PASIEN DALAM KEADAAN TAK
  SADAR ATAU TERTIDUR /
  MENGANTUK
  TAK ADA WAKTU UNTUK TANYA-
  JAWAB
KELUHAN DOKTER
tentang Informed Consent

  PASIEN TAK MAU DIBERITAHU
  PASIEN TAK MAMPU MEMAHAMI
  RISIKO TERLALU UMUM, ATAU
  TERLALU JARANG TERJADI
  SITUASI GAWAT-DARURAT (WAKTU
  SANGAT PENDEK)
KESIMPULAN
 REKAM MEDIS DAN INFORMED
 CONSENT : BUKTI YANG ELIGIBLE
 HARUS DIBUAT ADEKUAT, TERARAH,
 LENGKAP, JELAS
 GOOD RECORD GOOD DEFENCE,
 BAD RECORD BAD DEFENCE

								
To top