ASKEP by SazaliRahman

VIEWS: 6,069 PAGES: 35

									                                           BAB I
                                 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
     Sindrom Nefrotik (SN) adalah sekumpulan manifestasi klinis yang ditandai
 oleh proteinuria massif (>3,5 gr / 1,73 m luas permukaan tubuh per hari),
 hipoalbuminemia        (<   3   gr/dl),    edema,   heperlipidemia,   lipiduria,   dan
 hiperkoagulabilitas.
     Penyebab Sindrom Nefrotik sangat banyak diantaranya penyakit infeksi,
 keganasan, obat-obatan, penyakit multisystem dan jaringan ikat, reaksi alergi,
 penyakit metabolic, penyakit herediter-familiar, toksin, transplantasi ginjal,
 thrombosis vena venalis, stenosis arteri, obesitas massif.
     Mortalitas dan prognosis anak dengan sindrom nefrotik bervariasi berdasarkan
 penyebabnya, berat, luas kerusakan ginjal, usia anak, kondisi yang mendasari dan
 responnya terhadap pengobatan.
     Tingkat kejadian kasus sindrom nefrotik paling banyak ditemukan pada anak-
 anak dan merupakan sindrom nefrotik ideopatik, hampir 75% - 85%. Pada anak-
 anak < 16 tahun sering ditemukan nefropati lesi minimal 75%-85% dengan umur-
 rata-rata 2,5 tahun, 80% < 6 tahun saat diagnosis dibuat, dimana laki-laki dua kali
 lebih banyak daripada wanita. Sedangkan pada orang dewasa paling banyak
 nefropati membranosa (30%-50%), umur rata-rata 30-50 tahun dan perbandingan
 laki-laki dan wanita 2 : 1. Kejadian sindrom nefrotik ideopatik 2-3 kasus /100.000
 anak / tahun sedangkan pada orang dewasa 3/1.000.000 / tahun.
     Dilihat dari angka kejadian tersebut serta kompleksnya masalah yang
 disebabkan oleh sindrom nefrotik maka penulis merasa tertarik untuk mengangkat
 kasus SN dalam penyusunan dan penerapan asuhan keperawatan di RSU
 dr.Pirngadi-Medan.




                                                                                      1
1.2 RUANG LINGKUP
       Yang menjadi ruang lingkup dalam penulisan makalah ini adalah dibatasi oleh
   satu orang pasien anak yaitu An. R.P dengan gangguan system perkemihan :
   sindrom nefrotik yang dirawat mulai tanggal 31 Januari s/d 19 Februari 2010 di
   ruangan III / anak RSU Dr. Pirngadi Medan.


1.3 TUJUAN PENULISAN
       a. TUJUAN UMUM
                     Untuk     memberikan   gambaran    tentang   pengelolaan    asuhan
              keperawatan pada pasien dengan gangguan system perkemihan : Sindrom
              Nefrotik.


       b. TUJUAN KHUSUS
                    Penulis mampu melakukan pengkajian keperawatan pada An. R.P
                     dengan gangguan system perkemihan : Sindrom Nefrotik
                    Penulis mampu membuat analisa data kemudian mampu
                     merumuskan diagnosa keperawatan yang tepat kepada An. R.P
                     dengan gangguan system perkemihan : Sindrom Nefrotik.
                    Penulis mampu menyusun perencanaan tindakan keperawatan
                     yang tepat pada An. R.P dengan gangguan system perkemihan :
                     Sindrom Nefrotik.
                    Penulis    mampu    melaksanakan    atau     melakukan     tindakan
                     keperawatan yang tepat pada An. R.P dengan gangguan system
                     perkemihan : Sindrom Nefrotik.
                    Penulis mampu mengevaluasi tindakan yang dapat dilaksanakan
                     berdasarkan tujuan yang telah diterapkan tepat pada An. R.P
                     dengan gangguan system perkemihan : Sindrom Nefrotik.
1.4 METODE PENULISAN
   Dalam metode penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode sebagai
berikut:
           a. Studi kasus
                     Dengan melakukan tindakan keperawatan secara sistematis dan
             mempelajari status pasien melalui asuhan keperawatan. Dalam hal ini
             penulis melakukan pengumpulan data dengan cara:
                     Observasi : Dengan mengamati dan merawat langsung serta
             mempelajari status pasien dengan melakukan askep pada An. RP dengan
             SN.


                                                                                      2
                 Wawancara : Mengumpulkan data dengan Tanya jawab langsung
           kepada klien dan keluarga.
                 Dokumentasi : Mengumpulkan data dari catatan perawat yang ada
           di Ruang III RSU Dr. Pirngadi Medan dan mempelajari status pasien.


      b.    Studi kepustakaan
                 Membaca dan mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan judul
      laporan ini.



1.5 SISTEMATIKA PENULISAN

  Dalam penulisan makalah ini teridri dari 5 Bab yang disusun secara sistematika
  yaitu:
  Bab I : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, ruang lingkup, tujuan
  penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
  Bab II : Tinjauan teoritis medes teoritis keperawatan.
  Bab III : Tinjauan kasus yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, perencanaan,
  tindakan keperawatan dan evaluasi.
  Bab IV : Pembahasan yang terdiri dari kesenjangan-kesenjangan antara teoritis
  dan tinjauan kasus.
  bab V : Kesimpulan dan saran.




                                                                                3
                                      BAB II
                            TINJAUAN TEORITIS
                                            -
      2.1 TINJAUAN TEORITIS MEDIS

2.1.1 Defenisi
            Sindrom Nefrotik adalah status klinis yang ditandai dengan
   peningkatan Permeabilitas Membran Glomerulus terhadap protein, yang
   mengakibatkan kehilangan protein urinaris yang massif (Donna L. Wong,
   2004).
            Sindrom Nefrotik adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh Injuri
   Glomerular yang terjadi pada anak dengan karakteristik proteinuria,
   hipoproteinuria, hipoalbuminemia, hiperlipidemia dan edema (Suriadi dan
   Rita Yuliani, 2001).
            Sindrom Nefrotik merupakan sekumpulan gejala yang terdiri dari
   proteinuria massif (lebih dari 50 mg/kg BB), hipoalbunemia dari 2,5
   gr/100ml)      yang    disertai   atau       tidak   disertai   dengan   edema   dan
   hiperkolesteromia (Rauf, 2002).


 2.1.2 Etiologi
   a. Sindrom Nefrotik Bawaan
       Sindrom Nefrotik Bawaan adalah diturunkan sebagai resesif autosom atau
       karena reaksi fetomaternal.
   b. Sindrom Nefrotik Sekunder
       Disebabkan oleh parasit malaria, penyakit kologen, glomerulonefritis akut,
       vena renalis, bahkan kimia.




                                                                                      4
                   2.1.3 Patofisiologi

                                      Permeabilitas Glomerular Meningkat



                                                     Proteinuria



                                                 Hypoalbuminemia



Stimulus      sintesis                  Tekanan onkotik plasma menurun                    Edema
dalam hati, protein,
dan lemak
                                                                                          Retensi   air
                                                                   Hypovolemi
                                                                                          dan natrium

                        Faktor Pembekuan berlebih


Hyperlipidermia                                                                           Sekresi ADH
                                                         Aktif Renin Angiotensin          Aldosteron




                                                                   Vasokonstriksi




           2.1.4   Manifestasi Klinik.
                   a.    Edema
                   b.    Penurunan jumlah urine.
                   c.    Pucat.
                   d.    Anoreksia dan diare disebabkan edema mukosa usus.
                   e.    Sakit kepala, malaise, nyeri abdomen, berat badan meningkat dan
                         keletihan.


           2.1.5   Pemeriksaan Diagnostik
                   a.    Uji urine
                                 Protein urine       : meningkat
                                 Urinalis
                                 dipstickurin        : positif untuk protein dan darah
                                 Berat jenis urin    : meningkat


                                                                                               5
        b.   Uji darah
                    Albumin serum             : menurun
                    Kolesterol serum          : meningkat
                    Hemoglobin dan hematokrit         : meningkat
                    Laju endap darah (LED)            : meningkat


        c.   Uji Diagnostik
                    Biopsi ginjal : tidak dilakukan secara rutin.


2.1.6   Penatalaksanaan Medik
        a.   Istirahat sampai edema berkurang
        b.   Batasi asupan natrium
        c.   Pengobatan kortikosteroid.
        d.   Mencegah infeksi dengan pemberian antibiotic.
        e.   Pembatasan garam dapat digunakan dengan diuretic.


2.1.7   Komplikasi
        a.   Infeksi sekunder
        b.   Shock : terjadi terutama pada hipoalbuminemia berat (< 1 gram/100 ml)
             yang menyebabkan hipovolemia berat mengakibatkan shock.
        c.   Trombosis vaskuler
        d.   Malnutrisi
        e.   Kegagalan ginjal



2.2 TINJAUAN TEORITIS KEPERAWATAN
     2.2.1   Pengkajian Keperawatan
               Pada pengkajian anak dengan sindrom nefrotik dapat ditemukan
        adanya proteinuria, retensi cairan, edema, berat badan meningkat, edema
        periorbital, asites, distensi abdomen, penurunan       jumlah urine, hematuria,
        nafsu makan menurun dan pucat.
               Pada pemeriksaan laboratorium dapat ditemukan jumlah protein
        urine meningkat, berat jenis urine meningkat, albumin serum menurun,
        kolesterol meningkat , haemoglobin dan haematokrit terjadi peningkatan dan
        laju endap darah meningkat.




                                                                                     6
2.2.2   Diagnosis Masalah Keperawatan
  a. Kelebihan volume cairan.
  b. Resiko tinggi kekurangan cairan intravaskuler.
  c. Resiko Infeksi.
  d. Gangguan integritas kulit.
  e. Kurang nutrisi.
  f. Gangguan gambaran tubuh.
  g. Intoleransi aktivitas.


2.2.3   Rencana Tindakan Keperawatan
  a.    Kelebihan Volume Caira
        Tindakan :
              Kaji asupan dan keluaran cairan yang ada, timbang berat badan.
              Kaji adanya edema sekitar mata.
              Monitor berat jenis urine, albumin.
              Berikan kortikosteroid untuk menurunkan protein urine.
              Aturlah tetesan cairan.
              Pertahankan kelembaban bibir.
              Batasi cairan selama ada edema.
  b.    Resiko tinggi kekurangan cairan Intravaskuler.
        Tujuan Keperawatan : untuk mengatasi atau mencegah kehilangan cairan
        yang berlebihan.
        Tindakan :
              Monitoring tanda vital.
              Monitoring kualitas dan frekuensi nadi.
              Berikan albumin.
              Pantau tekanan darah.


  c.    Resiko Infeksi
        Tujuan : mencegah terjadinya infeksi.
        Tindakan :
              Gunakan prinsip aseptic dalam tindakan.
              Monitoring gejala awal infeksi.
              Beri   penjelasan,   libatkan     orang   tua   dalam   penanganan/
               perlindungan infeksi.
              Lindungi anak dari kontak yang terinfeksi.



                                                                                7
d.   Gangguan Integritas kulit.
     Tujuan : mempertahankan integritas kulit.
     Tindakan :
           Lakukan perawatan kulit.
           Hindari pakaian yang sangat ketat.
           Berikan bedak dan jaga permukaan kulit.
           Berikan sokongan pada daerah yang mengalami edema.
           Berikan matras.


e.   Kurang nutrisi.
     Tujuan : pemenuhan nutrisi secara optimal.
     Tindakan :
           Berikan diet yang seimbang sesuai dengan kebutuhan.
           Batasi konsumsi natrium selama edema dan terapi steroid.
           Berikan zat besi.
           Berikan makanan dari porsi yang sedikit.
           Berikan makanan yang disukai anak.


f.   Gangguan gambaran tubuh.
     Tujuan : Pemberian motivasi atas penghargaan dirinya.
     Tindakan :
           Kaji perasaan dan masalah yang terjadi pada diri anak.
           Bantulah mengekspresikan perasaan.
           Doronglah untuk melakukan aktivitas sosialisasi.
           Berikan penghargaan positif pada penampilannya.


g.   Intoleransi Aktivitas.
     Tindakan :
           Pertahankan tirah baring.
           Berikan keseimbangan istirahat dan aktivitas.
           Berikan aktivitas yang menyenangkan.




                                                                       8
                                 BAB III
                        TINJAUAN KASUS


3.1 PENGKAJIAN
A. IDENTITAS PASIEN
    Nama Pasien          : An. R.P
    Umur                 : 11 tahun
    Jenis Kelamin        : Perempuan
    BB                   : 49,5 kg
    TB                   : 147 cm
    Lingkar Perut        : 77, 5 cm
    Alamat               : Jln. Kawat I Lokasi XIX Gang Turi – Medan
    Tanggal Masuk        : 31 Januari 2011
    Tanggal Pengkajian : 01 Januari 2011
    Ruangan Opname       : R. III – Anak


    Nama Orangtua / Pengasuh
    Ayah                 : Tn. M. P
    Ibu                  : Ny. N. M
    Pekerjaan            : Wiraswasta
    Pendidikan           : SMA
    Alamat               : Jln. Kawat I Lokasi XIX Gang Turi – Medan


B. RIWAYAT KESEHATAN YANG LALU
    Klien merupakan anak yang jarang sakit, penyakit yang pernah dialami
hanya demam dan batuk biasa.


C. RIWAYAT KELAHIRAN
    Klien lahir matur dengan usia kehamilan 40 minggu. Bayi lahir spontan
dengan segera menangis. BB = 3800 gram.Pada usia 3 bulan anak mulai
mengoceh,pada usia 4 bulan anak mulai belajar membalikkan badan,pada usia 5
bulan anak sudah bisa duduk,dan usia 10 bulan anak sudah dapat berdiri.
    Imunisasi yg didapat oleh anak yaitu:
    1.BCG diberikan 1 kali yaitu saat bayi lahir.
    2.HEPATITIS diberikan 3 kali yaitu 12 jam setelah lahir,berusia 1 bulan,
      dan pd usia 4 bulan.


                                                                               9
    3.POLIO diberikan 3 kali yaitu pada usia 2 bulan,4 bulan dan 6 bulan.
    4.DPT diberikan 2 kali yaitu pada usia 6 minggu dan usia 6 bulan.
    5.CAMPAK diberikan 1 kali yaitu pada usia 9 bulan.




D. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI
    Klien mengatakan tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Semua
kegiatan dilakukan di tempat tidur dan dibantu oleh keluarga dan perawat.
Pola makanan dan minuman      :    Sebelum masuk R.S klien makan tidak teratur,
                                  klien lebih banyak jajan chiki-chiki dan bakso.
                                  Pola makan 2 x / hari, makanan biasa tambah
                                  lauk, Klien tidak suka makan sayuran, minum
                                  tidak kuat ± 4 gelas : 1200 cc.
Pola Kebersihan               :    Sebelum sakit dan masuk RS, kebiasaan
                                  mandi 2 x / hari tanpa dibantu orangtua.
                                  Setelah masuk RS, klien tidak bisa mandi
                                  sendiri karena keterbatasan gerak.
Pola tidur dan istirahat      :    Sebelum masuk RS, klien jarang dan bahkan
                                  tidak pernah tidur siang, kebiasaan tidur pada
                                  malam hari 8 jam. Setelah masuk RS tidur
                                  siang 2 jam dan tidur malam 8 jam.
Aktivitas bermain             :    Sebelum masuk RS, klien aktif di sekolah dan
                                  sepulang sekolah biasanya klien bermain
                                  sepeda dengan        teman-temannya. Setelah
                                  masuk RS, klien istirahat total dan semua
                                  kegiatan dilakukan di tempat tidur.
Pola eliminasi                :      Sebelum sakit dan dierawat di RS, pola
                                  eliminasi klien adalah BAB 2 x / hari dan BAK
                                  4 x / hari. Setelah sakit, klien sulit BAK ±360
                                  cc / hari. Hal ini dialami OS ± 1 bulan. Warna
                                  kuning pekat dan bau khas BAB tidak ada pada
                                  saat pengkajian.


E. RIWAYAT PENYAKIT SAAT INI
Keluhan Utama                 :    Klien sulit buang air kecil ( BAK ) seluruh
                                  tubuh edema, kadang-kadang klien sesak.




                                                                              10
Alasan masuk RS                :      Seluruh tubuh klien edema, sulit BAK dan
                                    klien tidak mampu berjalan dan terbaring di
                                    tempat tidur.
Faktor Pencetus                :      Klien      mengkonsumsi        makanan   yang
                                    mengandung pengawet seperti cokelat, chiky-
                                    chiky, mie goreng, bakso, dll.


F. TANDA-TANDA VITAL
Suhu tubuh                     : 38,70C
Nadi                           : 100 x/i
Pernafasan                     : 32 x/i
Tekanan darah                  : 130 / 90 mmHg
BB                             : 49,5 kg
TB                             : 148 cm


Kardiovaskuler                 : BJ1         : LUP
                                   BJ 2      : DUP
                                   Bunyi tambahan : -
                                   Nadi      : 100 x/i
                                   Irama : teratur
Respiratory           Suara nafas : Ronchi basah
Persyaratan           Tingkat kesadaran : Compos Mentis lemah
                      GCS : 13, M : 4, V : 5 , E : 4
Pergerakan            Kurang akibat edema pada seluruh tubuh


G. PEMERIKSAAN HEAD TO TOE
 Kepala

     Kulit kepala                  : Berminyak
     Benjolan                      : Tidak ada
     Bentuk                        : Bulat
     Keadaan rambut                : Berminyak dan berbau

 Mata
     Edema                         : Ada, edema periorbital
     Bentuk                        : Oval
     Konjungtiva                   : Anemis tidak ada
     Siklera                       : Ikrerik tidak ada


                                                                                11
   Pupil                      : Isokor
   HB                         : 10,5 gram %
   Muka                       : Tampak sembab


 Telinga
   Letak                      : Simetris ka / ki
   Peradangan                 : Tidak ada
   Perdarah                   : Tidak ada
   Kebersihan                 : Kurang
   Serumen                    : Ada


 Hidung
   Peradangan                 : Tidak ada
   Perdarahan                 : Tidak ada
   Silia                      : Ada, normal
   Cuping hidung              : ada
   Alat bantu pernafasan: Ada, terpasang O2 1 – 2L / menit


 Mulut
   Kebersihan gigi dan mulut : Bersih
   Peradangan                 : Tidak ada
   Mukosa bibir               : Kering


 Leher
   Kelenjar getah bening      : Tidak ada pembesaran
   Kelenjar Tyroid            : Tidak ada pembesaran
   Vena jugularis             : Teraba
   Kekakuan                   : Tidak ada kekakuan


 Integumen                   : Kelamin            pada kulit terdapat striae


 Dada

   Bentuk                     : Simetris
   Suara nafas tambahan       : Ronchi basah
   KR                         : 32 x/i
   Irama                      : Tidak teratur



                                                                                12
 Abdomen
    Edema                     : Ada
    Peristaltik               : Ada 10 x/i
    Abcites                   : Ada
    Lingkar perut             : 77,5 cm
    Turgor kulit              : Kembali lambat


 Genetalia
    Peradangan                : Tidak ada
    Alat bantu                : Terpasang D-Cateter
    BAK :jlh                  : 360 cc / hari
           Bau                : Khas
          Warna               : Kuning pekat


 Ekstrimitas Atas
    Edema                     : Ada
    Pergerakan                : Terbatas
    Pada tangan kiri terpasang IVFD Dex 5% 10 gtt / i


 Ekstrimitas Bawah
    Edema                     : Ada
    Pergerakan                : Terbatas, akibat edema.


H. PENGKAJIAN KELUARGA
1. Anggota keluarga           : Klien merupakan anak ke-3 dari 6 bersaudara,
                               orangtua dan keluarga sangat menyayangi
                               klien. Tampak ketika klien opname, keluarga
                               klien setia mendampingi di rumah sakit.
2. Pola komunikasi            : Terkadang klien susah diajak bicara dan tidak
                               Kooperatif.
3. Pola interaksi              : Terganggu dikarenakan klien dirawat di RS
4. Kebudayaan dan keyakinan : Klien menganut agama Kristen Protestan
                               beserta keluarga. Orangtua klien sangat yakin
                               bahwa Tuhan akan menyembuhkan anaknya.
5. Fungsi keluarga dan Hubungannya
    Keluarga sangat mendukung dan selalu memberi semangat kepada klien.




                                                                             13
HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG / DIAGNOSTIK
A. Pemeriksaan Laboratorium
   1) Pemeriksaan darah
           HB                : 10,5gr%
           Leukosit          : 16.400
           Hematokrit        : 33
           Trombosit         : 305.000
           KGD               : 70 mg / dl
           Bilirubin         : 0,19
           Total Protein     : 3,6


   2) Elektrolit
       -   Natrium            : 133
       -   Kalium             : 2,6
       -   Klorida            : 106


   3) Dipstick Urin
       -   Leukosit           : 1,5
       -   Nitrat             :-
       -   Urobilin           : 0,2
       -   Proteinuria        : +++
       -   pH                 :6
       -   Darah              : ++
       -   SC                 : 1,030
       -   Keton              : - (negative)
       -   Bilirubin          : - (negative)
       -   Glukosa            : - (negative)
       -   Albumin            : 1,0
       -   Globulin           : 2,6
       -   Colesterol         : 6,1
       -   Trigiserida        : 386
       -   HDL – Colesterol   : 26
       -   LDL – Colesterol   : 5,8




                                               14
              B. Penatalaksanaan dan Therapy
     No     Nama Obat                      Dosis                                    Efek Obat
     1      IVFD Dex 5 %                   4 gtt / I micro                          -Memenuhi kebutuhan cairan
                                                                                    dan elektralit.
     2      O2                             ½ - 1L / i (K/P)                         -Membantu          memenuhi
                                                                                    kebutuhan O2.
     3      INJ. Ceftraxone                1 gr / 12 jam         diencerkan dalam   -Antibiotik
                                           D5 % 50 cc selama 30 menit / drips
     4      INJ. Furosemide                50 mg / 12 jam / IV                      -Diuretik
     5      Prednison                      5-5-5                                    -




                                                ANALISA DATA

No       Symptom                                Etiologi                                    Problem

1        DS : Klien mengatakan sulit BAK           Permeabilitas glomerular meningkat
         dialami OS ± 1 bulan sebelum
         masuk RS                                                Proteinuria
         DO : Seluruh tubuh tampak odema,
         D.Cateter terpasang dan produksi                     Hypoalbuminemia                Kelebihan volume cairan
         urine ± 360 cc / hari
         BB : 49,5kg                                Tekanan onkotik plasma menurun
         Albumin : 1,0
         Protein uria : + 3                                        Edema

                                                     Akumulasi cairan dalam jaringan

2        DS : Klien mengatakan klien tidak                                                  Asupan nutrisi kurang
         selera makan                                            Anoreksia                  dari kebutuhan tubuh
         DO : Porsi makanan tidak habis
         hanya 1/3 dari porsi yang disediakan

3        DS :-                                     Permeabilitas gloumerular meningkat

                                                                 Proteinuria
         DO : Leukosit : 16.400                                                                       Infeksi
              Temp : 38,7                                     Hipoalbuminemia

                                                          Respon imun menurun
                                                        (imunitas tubuh menurun)




                                                                                                        15
4   DS : Klien mengatakan tidak mampu    Permeabilitas gloumerular meningkat
    melakukan aktivitas
    DO : Semua kegiatan dilakukan di                   Proteinuria
    tempat tidur dan dibantu oleh                                                Intoleransi Aktivitas
    perawat dan keluarga.                           Hipoalbuminemia

                                             Tekanan onkotik plasma menurun

                                                    Kelemahan fisik

5   DS : -                               Permeabilitas gloumerular meningkat
    DO : Permukaan kulit tampak odema
    disertai adanya striae                             Proteinuria
                                                                                Resiko tinggi kerusakan
                                                    Hipoalbuminemia                 integritas kulit

                                             Tekanan onkotik plasma menurun

                                                         Edema




                                    DIAGNOSA KEPERAWATAN


        1.   Kelebihan volume cairan b/d akumulasi cairan dalam jaringan d/d seluruh tubuh
             tampak edema, D-kateter terpasang dan produksi urine ± 360 cc / hari.
        2.   Asupan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d Anoreksia d/d klien tidak selera
             makan, porsi makanan hanya habis 1/3 dari porsi yang disediakan.
        3.   Infeksi b/d respon imun menurun d/d leukosit meningkat 16.400 mm. Suhu tubuh
             : 38,70c.
        4.   Intoleransi aktivitas b/d kelemahan fisik d/d semua kegiatan dilakukan di tempat
             tidur.
        5.   Resiko tinggi kerusakan integritas kulit b/d edema d/d permukaan kulit tampak
             edema disertai adanya striae.




                                                                                           16
                                                                         ASUHAN KEPERAWATAN
       Nama : An. R.P                                                                                                              Tanggal pengkajian        :1 Februari 2011
       Umur : 11 tahun                                                                                                             Dx. Medis          : SN
DIAG                                 PERENCANAAN
                                                                                                             IMPLEMENTASI                                          EVALUASI
NOSA       TUJUAN               INTERVENSI                     RASIONAL
1      Pasien tidak lagi   a. Kaji masukan yang       a. Penting untuk menentukan       a. Menghitung intake dan output secara adekuat dan mencatat      S:
       menunjukkan         relative terhadap output       fungsi ginjal, kebutuhan      balance.                                                         O : Tubuh masih tampak edema
       tanda-tanda         secara akurat.                 pengganti cairan.             Balance cairan                                                        BB : 49,5 kg
       akumulasi cairan    b. Timbang BB klien        b. Untuk mengetahui adanya        Input              Output                                             LPT : 77,5 cm
       KH:                 setiap hari.                   retensi urine.                IVFD : 96 cc         BAK : 360 cc                                A : Masalah belum teratasi
       Edema berkurang     c. Kaji perubahan edema    c. Untuk mengkaji acites karena   Injeksi : 100 cc    BAB : -                                      P : Intervensi dilanjutkan
                           dengan mengukur lingkar        merupakan sisi umum edema     Teh : 300 cc        IWL : 500 cc
                           abdomen pada umbilicus     d. Untuk merangsang               Diet : 1050 cc       total : 860 cc
                           serta pantau edema.            pengeluaran urine sehingga    Total : 1546 cc
                           d. Kolaborasi dengan           edema berkurang               B = 1546 – 860
                           dokter dalam pemberian                                          = 686 cc
                           diuretic.                                                    b. Menimbang BB klien setiap hari. Hasil penimbangan BB :
                                                                                        49,5 kg
                                                                                        c. Mengukur lingkar perut saat tidur.
                                                                                           LPT : 77,5 cm
                                                                                        d. Memberikan therapy sesuai dengan advis dokter. Inj
                                                                                        furosemid. 50 mg/ 12 jam. Predmison 5 - 5 - 5

II     Kebutuhan nutrisi   a. Kaji penyebab klien     a. Agar dapat mengetahui          a. Menanyakan kepada klien dan keluarga apa yang menjadi         S:klien mengatakan tidak selera
       terpenuhi              tidak selera makan         penyebabnya tidak selera          penyebab klien tidak selera makan.                            makan
                           b. Berikan diet yang          makan. Kemudian dapat          b. Memberikan diet yang seimbang sesuai kebutuhan MBRG           O:porsi makanan tidak habis




                                                                                                                                                                            17
                             seimbang sesuai             menentukan tindakan ke          2000 kalori dengan 50 mg protein                        hanya 1/3dari porsi yang
                             dengan kebutuhan            perawatan selanjutnya.       c. Memberikan makanan dengan porsi sedikit tetapi sering   disediakan.
                          c. Berikan makanan          b. Diet yang seimbang akan      d. Melibatkan orangtua dalam pemberian makanan yang        A:masalah belum teratasi
                             dengan porsi sedikit        lebih mudah diserap oleh        dapat dikonsumsi anak.                                  P:Intervensi dilanjutkan.
                             tetapi sering               tubuh dan berguna untuk
                          d. Libatkan orangtua           memantau edema.
                             dalam pemberian          c. Untuk mencegah terjadinya
                             makanan                     mual / muntah.
                                                      d. Untuk menghindari
                                                         kesalahan dalam
                                                         mengkonsumsi makanan.

III   Infeksi berkurang   a. Lakukan teknik           a. Mencegah / mengontrol        a. Melakukan tindakan aseptik mencuci tangan sebelum dan   S: -
      K.H :                  aseptic yang tepat          penyebaran infeksi               sesudah melakukan tindakan                             O : Leukosit 16.400
      - Tanda-tanda       b. Berikan tindakan         b. Mengurangi                   b. membatasi pengunjung dan jadwal berkunjung              A : Masalah belum teratasi
      infeksi berkurang      isolasi                     resikopenyebaran terhadap    c. mengukur vital sign.                                    P : Intervensi dilanjutkan
                          c. Observasi vital sign        orang lain                       Temp : 37,70C HR : 100x/i
                                                      c. Peningkatan suhu tubuh           RR : 32 x/i
                          d Observasi hasil              merupakan salah satu tanda   d.Memperhatikan hasil pemeriksaan leukosit = 16.400
                          pemeriksaan leukosit.          penyebaran infeksi           e.Memberikan injeksi Ceftriaxone 1 gr/12 jam diencerkan
                                                      d. Peningkatan atau penurunan   dalam dex 5%:50 cc selama 30 menit/drips.
                          e.kolaborasi dgn dokter        leukosit menandakan
                          utk pemberian antibiotic.      perubahan/ atau adanya
                                                         penyebaran infeksi.
                                                      e. Antibiotik berfungsi utk
                                                         meningkatkan daya tahan
                                                         tubuh terhadap infeksi.




                                                                                                                                                                    18
IV   Klien dapat           a. Pertahankan tirah         a. Tirah baring yang sesuai     a. Memperhatikan tirah baring awal bila terjadi edema hebat,   S : Klien mengatakan seluruh
     melakukan             baring awal bila terjadi     dengan gravitasi dapat          mengatur posisi kaki lebih rendah dari kepala.                 tubuh mulai terasa ringan.
     aktivitas sesuai      edema hebat.                 menurunkan edema.               b. Mengatur keseimbangan antara istirahat dan aktivitas bila   O : Klien mulai tampak dan
     dengan                b. Seimbangkan istirahat     b. Ambulasi dapat menyebabkan   terjadi ambulasi.                                              mampu menggerakkan kedua kaki
     kemampuan dan         dan aktivitas bila terjadi   kelelahan                       c. Memberikan periode istirahat yang terjadi untuk             dan tangan
     mendapatkan           ambulasi.                    c. Agar klien dapat menikmati   mrnghindari adanya gangguan saat istirahat.                    A : Masalah teratasi sebagian.
     istirahat dan tidur   c. Berikan periode           istirahatnya                    d. Membantu/mengevaluasi klien dalam melakukan aktivitas       P : Intervensi dilanjutkan.
     yang adekuat          istirahat tanpa gangguan.    d. Untuk mencegah terjadinya    seperti makan dan turun dari tempat tidur.
                           d. Bantu klien dalam         cidera dalam kerja              e. Menginstruksikan agar klien segera berhenti dan istirahat
                           melakukan aktivitas.         e. Untuk mengadekuatkan fase    bila klien mulai merasa lelah.
                           e. Instruksikan istirahat    istirahat anak.
                           bila si anak / klien mulai
                           merasa lelah.
V    Permukaan kulit a. Berikan perawatan               a. Memberikan rasa nyaman        a. Memberikan perawatan kulit seperti membersihkan             S:-
     klien tidak        kulit.                             kepada anak dan                  kulit.
     menunjukkan     b. Hindari pakaian yang               mencegah kerusakan kulit      b. Memberikan pakaian yang longgar untuk dikenakan             O : Pada permukaan kulit
     adanya tanda-      sempit / ketat.                 b. Pakaian ketat dapat              klien                                                       terdapat striae sebagai gejala
     tanda           c. Ubah posisi sesering               mengakibatkan area yang       c. Mengubah posisi klien seperti mika/ miki.                   kerusakan
     kerusakan..        mungkin dan                        menonjol menjadi              d. Menggunakan tempat tidur yang dapat diatur.                 A : Masalah belum teratasi
                        pertahankan                        tertekan.
                        kesejajaran tubuh               c. Karena anak dengan                                                                           P : Intervensi dilanjutkan
                        dengan baik.                       edema selalu letargi,
                     d. Gunakan tempat tidur               mudah lelah dan diam
                        yang dapat                         saja.
                        menurunkan tekanan              d. Untuk mencegah
                        sesuai kebutuhan.                  terjadinya ulkus atau
                                                           dekubitus.




                                                                                                                                                                         19
                                CATATAN PERKEMBANGAN
       Nama : AN. R.P                                   Tanggal        : 02 Februari 2011
       Umur : 11 tahun                                  DX – Medis     : SN
No.        DX Waktu      Implementasi                           Evaluasi
Kep
       I      Pukul           Menimbang BB klien. Hasil S : -
              0830 WIB         Penimbangan BB: 49,5 kg.     O : Klien tampak
                                                            meringis kesakitan saat
              Pukul          Mengukur lingkar perut saat BAK.        Tubuh      klien
              0900 WIB         tidur. Lingkar perutnya masih tampak oedema.
                               yaitu: 77, 5 cm              BB: 49,5 kg, LPT: 78,5
                                                            cm
              Pukul          Mengukur vital sign pasien. A:Masalah            belum
              1000WIB                                       teratasi
                               TD:120/80 mmHg           RR: P:Intervensi dilanjutkan.
                               32x/i
                               HR: 100 x/i               T:
                               38,7 0C
              Pukul          Memberikan therapy sesuai
              1100WIB          instruksi dokter, yaitu:
                             INJ – Furosemid : 50 mg
                               Prednison : 5 pil

              Pukul             Menghitung intake dan
              1215WIB            output secara adekuat dan
                                 mencatat balance cairan.
                                 Input infus = 96 cc
                                        Injeks = 100 cc
                                         Teh      = 300 cc
                                        Diet    =1050 cc
                                        Total =1546 cc
                                Output BAK = 360 cc
                                          BAB = - cc
                                          IWL = 500 cc
                                        Total = 860 cc
                                Maka B = input – output
                                        = 1546 cc – 860
                                        =+686cc
, II          Pukul             Memberikan      diet      S : Klien mengatakan
                                                         yang
              1700WIB            seimbang sesuai kebutuhan tidak selera makan
                                 MBRG 2000 kalori dgn 50   O : Klien makan hanya
                                 gram protein/ hari.       menghabiskan 1/3 dari
              Pukul             Memberikan                porsi yang disajikan
                                                     makanan
              1715WIB            dengan porsi sedikit.     A : Masalah belum
                                                           teratasi
              Pukul             Melibatkan orangtua dalam P : Intervensi
              1730WIB            pemberian makanan yang Dilanjutkan
                                 dikonsumsi anak.
              Pukul             Menanyakan kepada klien
              1900WIB            dan keluarga apa yang
                                 menjadi penyebab klien
                                 tidak selera makan.



                                                                                      20
III   Pukul      Mencuci tangan sebelum S : -
      0900WIB     dan sesudah melakukan
                  aktivitas.                  O : leukosit
                                                  16.400
      Pukul      Melindungi anak dari orang-     Temp=
      0930WIB     orang yang terkena infeksi      38,7 0C
                  dengan           membatasi
                  pengunjung.                 A : Masalah           belum
                                              teratasi
      Pukul      Mengobservasi vital sign
      1030WIB     TD = 130/90 mmHg            P : Intervensi
                              0               dilanjutkan
                  Temp = 37,7 C
                  RR = 32 x/i
                  HR = 100 x/i

      Pukul        Memperhatikan       hasil
      1200WIB       pemeriksaan Laboratorium
                    seperti leukosit.
                   Leukosit = 16.400

                   Memberikan         injeksi
      Pukul         Ceftriaxone 1 gr/12 jam
      1400          diencerkan dlm dex 5%
                    sebanyak 50 cc dlm waktu
                    30 menit/drips.


IV    Pukul        Mempertahankan          tirah   S : klien mengatakan
      0805WIB       baring awal bila terjadi        bahwa seluruh tubuh
                    edema hebat, mengatur           mulai terasa ringan.
                    posisi kaki lebih rendah dari
                    kepala.                        O : klien mulai tampak
                                                   dan              mampu
      Pukul        Memberikan             periode menggerakkan      kedua
      0900WIB       istirahat yang terjadi untuk   kaki dan tangannya.
                    menghindari            adanya
                    gangguan saat istirahat.       A : Masalah belum
                                                   teratasi
      Pukul        Mengatur       keseimbangan
      1000WIB       antara istarahat dan aktivitas P : Intervensi
                    bila terjadi ambulasi.         Dilanjutkan

      Pukul        Mengintruksikan agar klien
      1100WIB       segera berhenti dan istirahat
                    bila klien merasa lelah.

      Pukul        Membantu/mengevaluasi
      1210WIB       klien dalam melakukan
                    aktivitas seperti makan,
                    turun dari tempat tidur.




                                                                         21
V   Pukul        Memberikan perawatan kulit S : -
    1510WIB       seperti membersihkan kulit. O : pada permukaan
                                              kulit terdapat striage
    Pukul        Memberikan pakaian yang sebagai gejala kerusakan
    1515WIB       longgar untuk dikenakan A : Masalah belum
                  klien.                      teratasi
                                              P : Intervensi
    Pukul        Mengubah posisi       klien dilanjutkan
    1600WIB       seperti mika/miki .

    Pukul        Menggunakan tempat tidur
    1630WIB       yang dapat diatur.




                                                                   22
                            CATATAN PERKEMBANGAN
     Nama : AN. R.P                                   Tanggal         : 03 Februari 2011
     Umur : 11 tahun                                  DX – Medis      : SN


No.    Waktu             Implimentasi                           Evaluasi
DX
Kep
I      Pukul 0830WIB         Menimbang BB klien, hasil S : -
                              penimbangan BB klien: 47
                              kg.                            O : O5 tampak meringis
       Pukul 0900WIB                                         kesakitan,   D/kateter
                             Mengukur lingkar perut saat terpasang, tubuh klien
                              tidur, lingkar perutnya yaitu: tampak odema, BB = 47
       Pukul 1000WIB          83 cm                          kg
                                                             LPT = 83 cm
                             Mengukur vital sign pasien:
                                TD:120/80mmHg RR:24x/i A : Masalah sebagian
                            HR: 86 x/i T: 38,7 0C            teratasi
       Pukul 1100WIB
                                                          P : Intervensi
                               Memberikan therapy sesuai Dilanjutkan
                                instruksi dokter, yaitu:
       Pukul 1215WIB            Inj - Furosemida : 50 mg
                                Prednison : 5 pil

                                Menghitung intake & output
                                 secara adekuat dan mencatat
                                 balance cairan
                         Input = Infus = 72
                                Injeksi = 100
                                Teh = 330
                                Diet = 300

                                Total = 800

                         Output = BAK = 1800
                                  BAB = -
                                  IWL = 864

                                  Total = 2664

                         Maka B = input – output
                               = 800 - 2664
                               = - 1864

II     Pukul     17.00          Memberikan     diet   yang      S : klien mengatakan
       WIB                      seimbang sesuai kebutuhan :     belum selera makan
                                MB RG 2000 Kalori dan 50        O : Klien makan hanya
                                gr protein                      menghabiskan 1/3 dari
                                                                porsi yang disediakan
                                                                A : Masalah belum
       Pukul     17.15         Memberikan makanan              teratasi


                                                                                     23
      WIB                      dengan porsi sedikit            P : Intervensi
                                                               Dilanjutkan
      Pukul        17.30      Melibatkan orang tua dalam
      WIB                      pemberian makanan yang
                               dapat dikonsumsi anak.

      Pukul        19.00      Menanyakan kepada klien
      WIB                      dan keluarga apa yang
                               menjadi penyebab klien
                               tidak selera makan.
III   Pukul        09.00      Mencuci tangan sebelum          S:-
      WIB                      dan sesudah melakukan
                               aktivitas.                      O : leukosit : 16.400
                                                                   Temp : 37,70 C
                              Melindungi anak dari orang-
      Pukul        09.30       orang yang terkena infeksi      A : masalah         belum
      WIB                      dengan membatasi                teratasi
                               pengunjung.
                                                               P       :        Intervensi
                              Mengobservasi vital sign        dilanjutkan
                              TD : 120/80            HR :
      Pukul        10.30       86x/i
      WIB                     RR : 28x/I
                               Temp : 37,70 C
      Pukul12.00WIB           Memperhatikan hasil
                               pemeriksaan laboratorium
                               seperti leukosit
                              Leukosit : 16.400
      Pukul        16.oo
                              Memberikan antibiotic
      WIB
                               Ceftriaxone 1 gr/12 jam
                               diencerkan dalam Dex
                               5%:50 cc selama 30
                               menit/drips.

IV    Pukul 0815WIB           Mempertahankan          tirah   S : klien mengatakan
                               baring awal bila terjadi        bahwa seluruh tubuh
                               edema hebat, mengatur           mulai terasa ringan
                               posisi kaki lebih rendah dari
                               kepala                       O : klien mulai tampak
      Pukul 0900WIB                                         dan             mampu
                              Memberikan           periode menggerakkan      kedua
                               istirahat yang terjadi untuk kaki dan tangannya
                               menghindari           adanya
                               gangguan saat istirahat.     A : Masalah sebagian
      Pukul 1000WIB                                         teratasi.

              00
                              Mengatur       keseimbangan P : Intervensi
      Pukul 11 WIB             antara istarahat dan aktivitas dilanjutkan
                               bila terjadi ambulasi.

      Pukul 1210WIB           Mengintruksikan agar klien
                               segera berhenti dan istirahat
                               bila klien merasa lelah


                                                                                       24
                       Membantu/mengevaluasi
                        klien dalam melakukan
                        aktivitas seperti makan,
                        turun dari tempat tidur

V   Pukul 1510WIB      Memberikan perawatan kulit S : -
                        seperti membersihkan kulit.
                                                    O : pada permukaan
    Pukul 1515WIB      Memberikan pakaian yang kulit terdapat striae
                        longgar untuk dikenakan
                        klien.                      A : Masalah belum
                                                    teratasi
    Pukul 1600WIB      Mengubah posisi       klien
                        seperti mika/miki .         P : Intervensi
                                                    dilanjutkan
    Pukul 1630WIB      Menggunakan tempat tidur
                        yang dapat diatur.




                                                                    25
                           CATATAN PERKEMBANGAN
     Nama : AN. R.P                                    Tanggal       : 04 Februari 2011
     Umur : 11 tahun                                   DX – Medis    : SN

No. DX Waktu               Implimentasi                           Evaluasi         Paraf
Kep
I      Pukul                    Menimbang BB klien, hasil S : -
       0830WIB                   penimbangan BB klien: 46
                                 kg.                            O : klien
                                                                tampak
            Pukul              Mengukur lingkar perut saat meringis saat
            0900WIB              tidur, lingkar perutnya yaitu: BAK
                                 83 cm.                         Tubuh klien
                                                                tampak
            Pukul              Mengukur vital sign pasien: edema, BB =
            1000WIB           TD: 120/90mmHg RR: 26 x/i         46 kg
                                                          0     LPT = 83 cm
                              HR: 98 x/i         T : 36,6 C

            Pukul              Memberikan therapy sesuai A : Masalah
            1100WIB             instruksi dokter, yaitu:Inj - sebagian
                                Furosemida : 50 mg            teratasi
                                Prednison : 5 pil
                                                              P : Intervensi
            Pukul              Menghitung intake & output dilanjutkan
            1215WIB             secara adekuat dan mencatat
                                balance cairan
                                Input = Infus = 72 cc
                                Injeksi = -
                                Teh = 300 cc
                                Diet = 90 cc

                                   Total = 460 cc
                                  Output = BAK = 400
                                       BAB = -
                                       IWL = 348

                                   Total = 748
                                  Maka B = input – output
                                         = 460 cc – 748 cc
                                         = - 288 cc

II          Pukul                  Memberikan     diet  yang     S     :  klien
            1700WIB                 seimbang sesuai kebutuhan     mengatakan
                                    MB RG 2000 kalori dengan      tidak   selera
                                    50 gr protein.                makan

                                   Memberikan         makanan    O : klien
            Pukul                   dengan porsi sedikit tetapi   makan masih
            1715WIB                 sering.                       menghabiskan
                                   Melibatkan orang tua dalam    1/3 dari porsi
                                    pemberian makanan yang        yang disajikan
            Pukul1730WIB            dapat dikonsumsi anak
                                                                  A : Masalah



                                                                                     26
      Pukul          Menanyakan kepada klien belum teratasi
      1900WIB        dan keluarga apa yang
                     menjadi penyebab klien P : Intervensi
                     tidak selera makan       dilanjutkan

III   Pukul         Mencuci tangan sebelum S : -
      0900WIB        dan sesudah melakukan
                     aktivitas.                  O : leukosit
                                                     16.400
                    Melindungi anak dari orang-     Temp=
                     orang yang terkena infeksi      36,9 0C
                     dengan           membatasi
                     pengunjung.                 A : Masalah
                                                 belum teratasi
                    Mengobservasi vital sign
                     TD = 120/80 mmHg            P : Intervensi
                     HR = 100 x/i                dilanjutkan
                     RR = 26 x/i
                     Temp = 36,9 0C
      Pukul
      14.00wib      Memberikan          injeksi
                     Cefriaxone    1gr/12 jam
                     diencerkan dlm Dex 5%
                     sebanyak 50 cc selama 30
                     menit/drips.

IV    Pukul         Mempertahankan          tirah   S    :    klien
      0815WIB        baring awal bila terjadi        mengatakan
                     edema hebat, mengatur           bahwa seluruh
                     posisi kaki lebih rendah dari   tubuh mulai
                     kepala.                         terasa ringan

      Pukul         Memberikan           periode   O : klien
      0900WIB        istirahat yang terjadi untuk   mulai tampak
                     menghindari           adanya   dan mampu
                     gangguan saat istirahat.       menggerakkan
                                                    kedua      kaki
      Pukul         Mengatur       keseimbangan dan tangannya
      1000WIB        antara istarahat dan aktivitas
                     bila terjadi ambulasi.         A : Masalah
                                                    teratasi
      Pukul         Mengintruksikan agar klien sebagian
      1100WIB        segera berhenti dan istirahat
                     bila klien merasa lelah.       P : Intervensi
                                                    dilanjutkan
      Pukul         Membantu/mengevaluasi
      1210WIB        klien dalam melakukan
                     aktivitas seperti makan,
                     turun dari tempat tidur.


                    Memberikan perawatan kulit
V                    seperti membersihkan kulit.
                                                     S:-


                                                                       27
   Memberikan pakaian yang
    longgar untuk dikenakan    O :       pada
    klien.                     permukaan
   Mengubah posisi    klien   kulit terdapat
    seperti mika/miki.         striae

   Menggunakan tempat tidur A : Masalah
    yang dapat diatur        belum teratasi

                               P : Intervensi
                               dilanjutkan




                                                28
                                         BAB IV
                                   PEMBAHASAN
         Setelah penulis melaksanakan Asuhan Keperawatan pada An. R.P di ruang III
/Anak Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan mulai dari tanggal 01 February sampai 04
February 2011, maka penulis ingin menguraikan beberapa hal factor pendukung dan
factor penghambat serta mencari alternative pemecahan masalah agar tindakan
keperawatan selanjutnya lebih terarah dan mencapai tujuan seoptimal mungkin.
         Kesenjangan yang penulis dapat antara teori dan kasus nyata dibahas dalam
proses keperawatan dimulai dari tahap pengkajian, diagnosa keperawatan,
perencanaan dan evaluasi.
4.1    PENGKAJIAN

        Pada tahap pengkajian (pengumpulan data) kelompok sedikit mengalami
kendala disebabkan oleh orangtua Os jarang datang ke rumah sakit karena Ibu Os
baru melahirkan. Akan tetapi penulis membuat upaya semaksimal mungkin untuk
mendapat data yang lebih akurat dengan cara : Melakukan pendekatan dengan
komunikasi     therapetik     sehingga   klien   lebih   terbuka   dan   percaya   dalam
mengungkapkan perasaan dan masalah klien.
        Kesenjangan yang diperoleh antara teoritis keperawatan dengan pengkajian
yang dilakukan kelompok pada klien tidak terdapat perbedaan. Setiap keluhan yang
dirasakan klien terdapat pada pengkajian yang ada di teori, termasuk pemeriksaan
fisik yang dilakukan langsung oleh kelompok.




4.2     DIAGNOSA KEPERAWATAN

       Diagnosa Keperawatan yang ditemukan pada kasus terdapat 5 diagnosa
keperawatan, sedangkan dalam teori terdapat 7 diagnosa keperawatan.
       Diagnosa Keperawatan yang terdapat pada teoritis adalah:
1.    Kelebihan volume cairan

2.    Resiko tinggi kekurangan cairan intravaskuler

3.    Resiko tinggi infeksi

4.    Gangguan integritas kulit

5.    Kurang nutrisi

6.    Gangguan gambaran tubuh


                                                                                      29
7.    Intoleransi aktivitas

       Sedangkan diagnosa yang ditemukan pada kasus adalah:
1.     Kelebihan volume cairan b/d akumulasi cairan dalam jaringan d/d seluruh tubuh
       tampak edema, D-Kateter terpasang, dan produksi urine ± 360 cc / hari

2.     Asupan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d anoreksi d/d klien tidak selera makan,
       porsi makan hanya habis 1/3 dari yang telah disediakan

3.     Infeksi berhubungan dengan respon imun menurun d/d leukosit meningkat
       16.400 mm3, suhu tubuh 38,70c

4.     Intoleransi b/d kelemahan fisik d/d semua kegiatan dilakukan di tempat tidur

5.     Resiko tinggi kerusakan integritas kulit b/d edema d/d permukaan kulit tampak
       edema disertai adanya striae



4.3     INTERVENSI KEPERAWATAN

       Pada tahap ini rencana tindakan dibuat berdasarkan tujuan dan prioritas masalah
pada An. R.P. Dalam hal ini penulis membuat rencana tindakan berdasarkan standart
rencana asuhan keperawatan yang tertuang di dalam landasan teoritis yang dapat
dibuktikan dan dipertanggungjawabkan berdasarkan rasionalisasi yang terdapat pada
tinjauan teoritis sehingga penulis tidak begitu menemukan hambatan dalam membuat
rencana tindakan keperawatan.


4.4     IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

       Pada tahap ini penulis bekerja sama dengan klien, keluarga klien, perawat
ruangan, dokter dan tim kesehatan lainnya. Penulis juga mengadakan kolaborasi
dengan dokter dalam pemberian teraphy untuk setiap tindakan keperawatan yang
dilaksanakan seperti kolaborasi dalam pemasangan Dawer Kateter, dan setiap
tindakan selalu dicatat dalam catatan perkembangan klien.


4.5     EVALUASI

       Pada tahap evaluasi ini penulis tidak dapat menyelesaikan masalah yang ada
pada klien karena proses pemulihan dan perawatan pada An.R.P dengan gangguan
system urinaria “Nefrotik Syndrom” memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga
diagnosa keperawatan yang telah dibuat oleh penulis belum dapat diatasi.



                                                                                      30
                                        BAB V
                                      PENUTUP


       Setelah penulis melakukan Asuhan Keperawatan pada klien An. R.P dengan
gangguan sistem urinaria “Syndrom Nefrotik” di III - Ruang Anak Rumah Sakit
Umum Dr. Pirngadi Medan, maka penulis dapat membuat beberapa kesimpulan dan
saran sebagai berikut:
1. Kesimpulan
   a.Yang dimaksud dengan Syndrom Nefrotik adalah status klinis yang ditandai
   dengan permeabilitas membran glomerulus terhadap protein yang melibatkan
   kehilangan protein urinalis yang masif.
   Pengkajian pada klien Syindrom Nefrotik ditemukan tanda dan gejala yaitu:
   adanya Proteinuria, retensi cairan, edema, berat badan meningkat, edema
   periorbital, asites, distensi abdomen, penurunan jumlah urine, hematuria, nafsu
   makan menurun dan pucat. Pada pemeriksaan laboratorium dapat ditemukan
   jumlah protein urin meningkat, berat jenis urin meningkat,albumin serum
   menurun,kolesterol meningkat, hemoglobin dan hematokrit terjadi peningkatan
   dan laju endap darah meningkat.
a. Diagnosa keperawatan yang terdapat pada teoritis tetapi tidak ditemukan pada
   kasus An. R yaitu:

   1. Resiko tinggi kekurangan cairan intravaskuler

   2. Gangguan gambaran tubuh

b. Intervensi keperawatan pada pasien Syndrom Nefrotik dilakukan berdasarkan
   tujuan dan prioritas masalah klien yang mengacu pada standart rencana asuhan
   keperawatan.

c. Tahap implementasi pada pasien syndrome nefrotik berdasarkan rencana tindakan
   yang disusun dengan rasionalisasi dan prioritas masalah klien.

d. Pada tahap evaluasi pada pasien dengan syndrom nefrotik dibutuhkan waktu dan
   perawatan yang maksimal untuk proses penyembuhan.




                                                                               31
2. Saran
a. Kepada klien diharapkan agar dapat memberikan informasi data mengenai
   riwayat penyakit ataupun riwayat kesehatan yang dapat mempengaruhi proses
   penatalaksanaan dan kinerja keperawatan.

b. Disarankan kepada perawat agar dapat memberikan perawatan yang maksimal
   dan profesional kepada setiap pasien khususnya pada penyakit Syndrom Nefrotik,
   sesuai dengan standard asuhan keperawatan.

c. Kepada institusi, Rumah Sakit, dan pendidikan keperawatan diharapkan adanya
   kerja sama yang baik sehingga dapat menunjang penatalaksanaan pasien dan
   peningkatan kualitas SDM di bidang keperawatan.

d. Dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat dan mengurangi angka
   kesakitan, disarankan kepada SDM di rumah sakit agar dapat memberikan
   pelayanan yang profesional kepada semua pasien.

e. Bagi pembaca hendaknya selalu menjaga kesehatan melalui hidup sehat.




                                                                              32
                                   LEMBAR KONSULTASI

No.   Hari / Tgl         Materi yang dikonsulkan                        Paraf
1.    Jum’at, 04 Febuari Konsultasi judul kasus serta format pengkajisn
      2011               anak dengan sendrom nefrotek

2.    Rabu, 09 Februari Konsultasi teoretes, pengkajian, analisa sampai
      2011              pada pengasuhan

3.    Senin, 14 Februari Perbaikan., analisa data, asuhan keperawatan
      2011

4     Rabu, 16 Februari Konsultasi perbaikan analisa data dan tabel
      2011               asuhan keperawatan serta pembuatan catatan
                         perkembangan
5     Sabru, 19 Feb 2011 Konsultasi penyusunan / pembuatan pembahasan
                         sampai pada kesimpulan dan saran
                         Laporan     ACC     untuk    diketikkan  dan
                         diseminarkan.




                                                                                33
                            KATA PENGANTAR

         Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat    anugerah-Nya    yang   senantiasa   melindungi   penulis   sehingga   dapat
menyelesaikan makalah ini.Adapun judul makalah ini adalah : Asuhan Keperawatan
pada Anak R.P dengan Gangguan Sistem Perkemihan Sindrom Netrotik di Ruang III/
Anak Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan.
         Dalam penulisan makalah ini Penulis menyadarai masih banyak kekurangan
dari segi penyusunan kata, pengetahuan maupun pembahasan. Untuk itu Penulis
mengharapkan saran dan kritik yang membangun guna perbaikan dan kesempurnaan
laporan Asuhan Keperawatan ini.
         Terselenggaranya PBL dan laporan studi kasus ini tidak lepas dari bimbingan
dan arahan dari berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini tidak lupa Penulis
mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
   a. Ibu Dr. Dewi Syahman Sp. THT selaku Direktur RSU Dr. Pirngadi Medan.
   b. Ibu NS. Kartini, S. Kep selaku pengawas praktek kerja lapangan AKPER.
   c. Ibu Diak.Lamria Simanjuntak S.kep.NS selaku Direktris AKPER HKBP
         Balige.
   d. Ibu Carolina Simanjuntak S.Kep.NS selaku Dosen pembimbing Akademik.
   e. Ibu Nelly Bangun S. Kep. NS selaku pembimbing kelompok di RSU Dr.
         Pirngdi Medan.
   f. Ibu Tetty Barutu S. Kep. NS selaku pembimbing kelompok di RSU Dr.
         Pirngdi Medan.
   g. Seluruh staff pegawai RSU Dr. Pirngadi Medan khususnya ruangan III anak
         RSU Dr. Pirngadi Medan.
   h. Seluruh pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dan motivasi
         dalam penyelesaian laporan ini.


   Akhir kata Penulis mengucapkan terimakasih, kiranya study kasus ini dapat
   bermanfaat bagi kita semua.




                                                               Medan, Februari 2011



                                                                                  34
35

								
To top