karya tulis BALI by mrhackanwar

VIEWS: 12,786 PAGES: 31

									  KEBUDAYAAN DAN PESONA OBYEK WISATA

                 DI PULAU BALI



                   KARYA TULIS

             Disusun Untuk Memenuhi

     Salah Satu Tugas Sebagai Syarat Menempuh

         Ujian Nasional dan Ujian Sekolah

             SMA Negeri 1 Ngemplak




                   Disusun Oleh

           Nama      : Diyah Asri Wulandari

           Kelas     : XII IS-2

           NIS       : 2257



SEKOLAHN MENENGAH ATAS NEGERI 1 NGEMPAK

                    BOYOLALI

                      2011
                                PENGESAHAN

        Karya tulis ini telah diterima dan disetujui oleh Kepala Sekolah dan Guru

Pembimbing guna untuk memenuhi dan melengkapi sebagian dari syarat-syarat di

dalam menempuh Ujian Nasional SMA Negeri 1 Ngemplak, Boyolali Tahun

pelajaran 2010/2011



Hari           :

Tanggal        :




       Guru Pembimbing Teknik                     Guru Pembimbing Materi




          Drs. Widada                                 Dra. Jumantini
   NIP. 19661204 200604 1 008                   NIP. 19650612 199410 2 001


                                   Mengetahui

                           Kepala SMA N 1 Ngemplak




                               Drs. Tri Wahyudi
                          NIP. 19531207 197803 1 006
                                MOTTO



1. Berusahalah untuk lebih bijaksana dari pada orang lain apabila engkau

   dapat melakukannya. Tetapi jangan katakan kepada mereka bahwa engkau

   lebih bijaksana dari mereka (Chesterfield)

2. Mengakui segala kekurangan diri adalah buat mencapai cita-cita, berusaha

   bahwa terus untuk mengisi kekurangan adalah keberanian yang luar biasa

   (Dr. Hamka)

3. Hal kecil membentuk kesempurnaan, tetapi kesempurnaan bukanlah hal

   kecil (Michele Angelo)
           PERSEMBAHAN




   Karya Tulis ini penulis persembahkan untuk :

1. Drs. Wahyuni yang telah memberikan izin kepada penulis

   untuk menyusun karua tulis.

2. Drs. Widada dan Dra Jumantini yang telah membimbing

   penulis dalam menyusun karya tulis ini.

3. Ayah dan Ibu tercinta

4. Bapak dan Ibu Guru yang telah membibing dan

   memberikan semangat kepada penulis

5. Teman-teman    yang     telah   membantu   penulis   dalam

   menyusun karya tulis ini
                            KATA PENGANTAR

       Berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa dan doa restu Bapak dan Ibu

Guru, maka akhirnya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini guna

melengkapi syarat Ujian Nasional SMA N 1 Ngemplak, Tahun Ajaran 2010/2011.

Dengan selesainya karya tulis ini penuis mengucapkan terima kasih kepada :

   1. Drs. H. Tri Wahyudi selaku Kepala Sekolah SMA N 1 Ngemplak yang

       telah memberikan izin kepada kami untuk mengadakan study tour ke

       Pulau Bali dan menyusun karya tulis.

   2. Dra. Jumantini selaku pembimbing Materi dan Drs. Widada selaku

       pembimbing Teknik yeng telah membimbing dalam penyusunan karya

       tulis ini.

       Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini kekurangan ,

maka dari itu penulis mohon maaf kepada pembaca. Apabila dalam penulisan

karya tulis ini teradapat kelebihan kelebihan semoga bermanfaat untuk pembaca.
                                                 DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................

HALAMAN MOTTO ....................................................................................

HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................

HALAMAN KATA PENGANTAR ..............................................................

DAFTAR ISI ..................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................

     A. Latar Belakang ..................................................................................

     B. Tujuan penulisan ................................................................................

     C. Perumusan masalah ............................................................................

     D. Manfaat Penulisan .............................................................................

     E. Sistematika Penulisan .........................................................................

BAB II PEMBAHASAN ...............................................................................

     A. Kepercayaan Masyarakat Bali ............................................................

     B. Tradisi Masyarakat Bali .....................................................................

     C. Obyek Wisata pulau Bali....................................................................

          1. Pantai Sanur .................................................................................

          2. Pantai Kuta...................................................................................

          3. Pantai Tanjung Benoa ..................................................................

          4. Art Center ....................................................................................

          5. Tari Barong ..................................................................................

          6. Monumen Perjuangan rakyat Bali (Braja Sandi) .........................
          7. Pasar Seni Sukowati ....................................................................

          8. Jogger ...........................................................................................

          9. Lingkungan alas Polo Sangeh ......................................................

          10. Danau Bedugul ............................................................................

BAB III PENUTUP .......................................................................................

     A. Kesimpulan.........................................................................................

     B. Saran ...................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................
                                      BAB I

                                PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

           Kita tentu mengetahui bahwa Indonesia terdiri dari beragam suku,

   bahasa kebudayaan, adat istiadat, pulau dan lain sebagainya. Budaya yang ada

   dari setiap pulau terebut pasti ada perbedaan.

           Dari perbedaan yang ada, tidak membuat Bangsa Indonesia menjadi

   pecah belah. Kita semakin yakin untuk menjaga kebudayaan dan melestarikan

   bangsa Indonesia melalui perbedaan-perbedaan tersebut. Panorama alam dan

   Budaya yang ada merupakan modal dasar bagi kita untuk mempersatukan

   Indonesia. Maka dari itu, penulis memilih judul “Kebudayaan dan pesona

   Pulau Bali”



B. Tujuan Penulisan

           Didalam penulisan karya tulis ini penulis memilih judul “Kebudayaan

   dan pesona Pulau Bali” mempunyai beberapa tujuan yaitu :

           1. Penulis ingin mengetahui lebih lanjut mengenai budaya dan

                 keindahan alam yang ada di Bali

           2. Penulis ingin mengenal tentang obyek wisata di Pulau Bali yang

                 sangat indah

           3. Penulis mengajak pembaca untuk belajar mencintai tanah air dan

                 budaya yang ada

           4. Penulis ingin membagi pebgetahuan kepada pembaca
C. Perumusan Masalah

           Untuk lebih mudah dalam memahami karya tulis ini, penulis

   menyajikan perumusan masalah yang akan dibahas ;

   1. Sistem kepercayaan apa saja yang ada di Bali ?

   2. Apa Tradisi Masyarakat Bali?

   3. Apa saja Obyek wisata di Bali?



D. Manfaat Penulisan

           Dengan penulisan karya tulis ini. Penulis berharap di kemudian hari

   dapat bermanfaaat. Manfaat penulisan karya tulis ini antara lain :

   1. Dapat memberikan informasi tentang Pulau Bali

   2. Dapat mengetahui semua yang ada di Bali

   3. Dapat memberikan pengetahuan yang belum diketahui dari Pulau Bali



E. Sistematika Penulisan

   Untuk mempermudah pembaca dalam memahami penulisan yang akan di

   uraikan, penulis uraikan :

   BAB I PENDAHULUAN

   A. Latar Belakang

   B. Tujuan penulisan

   C. Perumusan masalah

   D. Manfaat Penulisan

   E. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN

  A. Kepercayaan Masyarakat Bali

  B. Tradisi Masyarakat Bali

  C. Obyek Wisata pulau Bali

     1. Pantai Sanur

     2. Pantai Kuta

     3. Pantai Tanjuug Benoa

     4. Art Center

     5. Tari Barong

     6. Monumen Perjuangan rakyat Bali (Braja Sandi)

     7. Pasar Seni Sukowati

     8. Jogger

     9. Lingkungan alas Polo Sangeh

     10. Danau Bedugul

BAB III PENUTUP

  A. Kesimpulan

  B. Saran
                                   BAB II

                              PEMBAHASAN



A. Kepercayaan Masyarakat Bali

           Sebagian besar masyarakat Bali mengenal agama Hindu Bali dan ada

   juga yang menganut agam Islam, Kristen dan Katholik. Agam Islam banyak

   terdapat di desa Karang Asem, Klungkung, dan Denpasar, sedangkan agama

   kristen terdapat di desa Denpasar, Jembrana, dan Singa Raja. Disini juga ada

   yang menganut agama katholik. Dalam kehidupan beragama, orang Bali yang

   beragama Hondu bali percaya akan adanya satu Tuhan dalam konsep Tri

   Murti yang Esa.

           Tri Murti memiliki tiga wujud yaitu Brahmana (Yang Menciptakan),

   Wisnu (yang Melindungi), Siwa (Yang menghancurkan). Disamping itu orang

   Bali juga percaya dengan adanya berbagai Dewa dab roh yang lebih rendah

   dari Tri Murti.

           Tempat sembahyang agama Hindu di Bali pada umumnya dinamakan

   Pure, ada Pure-pure yang sifatnya umum artinya untuk kelompok semua

   golongan , misal pure Besakih yang ada hubungannnya dengan kelompok

   sosial setempatseperti pure desa Khayangan yang berhubungan          dengan

   organisasi khusus seperti Subak dan Seka. Dibali juga terdapat Upacara Nyepi

   dalam rangka pergantian tahun saka. Salah satunya yaituNgebak Geni.

   Ngebak Geni yaitu pembebasan dari upacaraSipeng atau Amati geni
   sedangkan Pemimpin-pemimpin agama untuk upacara ritual di namakan

   Sulinggih.

B. Tradisi Masyarakat Bali

           Pernikahan merupaka peristiwa yang penting dalam kehidupan

   manusia pada umunya. Begitu juga dengan masyarakat Bali. Melalui

   pernikahan masyarakat Abali memperoleh hak dan kewajibannya sebagai

   warga sekaligus anggota kelompok kerabat yang memiliki status tertentu.

           Pernikahan yang dianggap penting adalah pernikahan yang pertukaran

   antara saudara perempuan suami dengan saudara laki-laki Istri, kerna

   pernikahan ini dianggap akan membawa bencana.

           Mata pencaharian masyarakat Bali sebagian besar dari bertani kurang

   lebih 70 % dari mereka bertani dan 30 % dari mereka beternak, berdagang,

   buruh dan PNS. Subak adalah sistem pengairan diPulau Bali dan dikepalai

   oleh Klan subak, sebagian besar mereka beterna babi, sapi, kambing, kerbau,

   dan lain-lain.



C. Obyek Wisata Pulau Bali

   1. Pantai Sanur

                Pantai   sanur   terletak    di    kecamatan Denpasar Selatan,

      Kota Denpasar, yang jaraknya kira-kira 4 km dari pusat kota Denpasar.

      Pantai ini terletak di sebelah timur dan selatan desa Sanur yang merupakan

      tepi Samudra Indonesia, sebelah selatan pulau Bali.
       Tempat ini terkenal dari sejak dahulu kala terutama ketika terjadi

perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906 yang mana

Belanda mendaratkan tentaranya di pantai ini. Dalam sejarah Bali Kuno,

pantai Sanur juga terkenal dan masih ada tugu batu bertulis yang

merupakan prasasti Raja Kesari Warmadewa yang berkeraton di

Singhadwala tahun 917, dimana sekarang terdapat Blanjong bagian selatan

pantai Sanur. Di kalangan pariwisata, pantai Sanur pertama kali

diperkenalkan oleh pelukis Belgia bernama A.J.Le Mayuer bersama

istrinya Ni Polok yang menetap di Sanur sejak tahun 1937.

       Wisatawan di pantai Sanur senang menikmati matahari terbit (sun

rise) dan berjemur di sepanjang pantai yang berpasir putih yang sangat

ramai dikunjungi baik wisatawan mancanegara maupun Nusantara.

       Pantai Sanur adalah salah satu pantai yang menarik di Pulau Bali.

Pantai ini memiliki panjang 3 kilometer dengan garis pantai menghadap ke

timur. Pantai Sanur terkenal dengan pantainya yang berwarna putih bersih

dan lembut. Disamping itu, pantai Sanur merupakan pantai yang berbatu

karang sehingga memiliki kelebihan tersendiri.

       Seperti halnya terutama di area Nusa Dua, di Sanur juga terdapat

hotel-hotel kelas dunia. Disini berdiri Hyatt Sanur Bali, Sanur Beach

Hotel, Mercure Resort Sanur, Grand Bali Beach
2. Pantai Kuta

           Di jaman dahulu pantai Kuta merupakan pelabuhan dagang yang

   memanfaatkan sungai "Tukad Mati" untuk bisa masuk ke pedalaman Kuta.

   Mad Lange seorang pedagang Denmark abad ke-19 mendirikan markas

   dagangnya di pingiran sungai tersebut. Selama tinggal di Bali, dia sering

   menjadi perantara antara raja-raja Bali dengan pihak Belanda. Segera

   setelah Hugh Mahbett menerbitkan bukunya dengan Judul "Pujian untuk

   Kuta" yg menawarkan kepada masyarakat setempat untuk mempersiapkan

   fasilitas kepariwisataan Kuta mulai dikenal.

           Pantai Kuta yang lebar, berpasir putih bersih merupakan daya tarik

   tersendiri bagi wisatawan, sehingga ada ucapan, datang ke Bali tanpa

   mengunjungi Kuta belumlah lengkap. Di kala senja di saat Surya mulai

   terbenam, Kuta menyajikan pemandangan yg sangat indah dan romantis.

   Sambil menikmati hembusan udara sejuk menyegarkan, Kuta sering

   dipakai tempat berolah raga sore yang mengasyikkan.

           Pada tahun 1930, Kokes mempromosikan Bali sekaligus Kuta,

   serta memberikan inspirasi pembangunan Hotel berarsitektur Kotij

   (cottage). Kuta saat ini merupakan surga bagi peselancar kelas dunia

   karena ombaknya yang bagus untuk bermain surfing. Kini Kuta telah

   mampu menjadi pusat pariwisata Bali, karena telah dapat menyediakan

   fasilitas lengkap sesuai kebutuhan wisatawan seperti berbagai penginapan

   dan hotel, pusat-pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, kehidupan malam
   begitu semarak, sarana dan fasilitas olahraga seperti Bungy jumping, water

   boom dan lain sebagainya.

           Salah satu obyek wisata baru di Kuta adalah Monumen yang

   dibangun terkait dengan tragedi bom Kuta 12 Oktober 2002 yang meletus

   di dekat Sari Club dan Paddy's Cafe di jalan Legian dengan menelan

   korban meninggal 202 orang. Semua korban telah diabadikan namanya

   beserta bendera negaranya di Monumen yang sampai saat ini belum

   mempunyai nama.

3. Pantai Tanjuug Benoa

           Pantai Tanjung Benoa terletak di ujung timur Pulau Bali, masuk

   dalam wilayah administratif Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten

   Badung. Pantai ini merupakan tujuan wisata air yang cukup lengkap.

   Berbagai sarana olahraga air tersaji di sini, seperti banana boat, snorkling,

   flying fish, parasailing, dan jetski. Namun untuk sarana olahraga surfing,

   yang banyak terdapat di pantai-pantai Pulau Bali lainnya, tidak dapat

   dijumpai di sini, karena ombak di pantai ini cenderung tenang sehingga

   kurang mendukung untuk surfing. Di antara sarana olahraga air tersebut

   yang terasa agak asing didengar adalah flying fish. Olahraga air ini

   memakai sebuah perahu dari karet yang berkapasitas dua orang dengan

   satu lagi untuk petugas yang duduk di tengah sebagai penyeimbang.

           Pesona lain di pantai ini ialah Pulau Penyu Pulau ini disebut Pulau

   Penyu karena merupakan tempat penangkaran berbagai spesies penyu

   langka dan hampir punah. Penangkaran ini sendiri bernama Pudut Sari.
Satu paket dengan perjalanan ke Pulau Penyu ini, pengunjung juga

disuguhi pemandangan objek wisata bawah laut. Perahu yang digunakan

dimodifikasi sedemikian rupa dengan bagian dasar tengah perahu

dipasangi kaca, yang membuat dasar laut yang dangkal terlihat jelas.

       Berbagai jenis ikan air laut yang beraneka warna tubuhnya akan

menjadi tontonan menarik. Agar ikan-ikan mau mendekat, pengemudi

kapal menebarkan roti tawar ke laut sebagai pancingan. Sebentar saja,

ikan-ikan itu akan datang mendekat. Sayangnya jenis ikan yang mendekat

kurang bervariasi sehingga kurang menarik untuk dinikmati. Di Pulau

Penyu ini terdapat ratusan ekor penyu berbagai ukuran dan usia. Penyu

yang di kandang merupakan penyu induk yang jumlahnya sekitar 50 ekor.

Yang berukuran besar usianya bisa mencapai 35 tahun lebih. Setiap

harinya induk penyu biasa diberi makan rumput laut.

       Tidak hanya penyu yang dapat dijumpai di pulau ini. Ular,

monyet, burung, dan hewan lain yang jinak bisa dijumpai di sana.

Terdapat pula semacam galeri yang menawarkan berbagai macam

cenderamata, termasuk replika penyu berbagai ukuran yang terbuat dari

kayu dan batu karang. Kendati letaknya terpencil, di lokasi itu pun

terdapat tempat penjualan makan dan minuman. Untuk menuju Pantai

Tanjung Benoa tetap harus menggunakan bus-bus pariwisata, kendaraan

sewa maupun pribadi karena masih belum adanya transportasi umum yang

melewati daerah tersebut.
4. Art Center

          Taman buada awalnya adalah sebuah proyek pengembangan pusat

   kesenian Bali di Denpasar yang dibentuk pada tahun 1969 yang bertujuan

   untu melestarikan kekayaan seni budaya daerah Bali. Proyek ini

   merupakan gagasan dari almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. Proyek ini

   di beri nama “Werdi Budaya/ Art Center” dan kemudian pada tanggal 16

   Agustus 1978 dikembangkan dengan nama “Taman Budaya”

          Taman budaya terletak di jalam Nusa Indah kurang lebih 2 km

   kearah timur dari pusat kota Denpasar. Ditempat ini terdiri dari beberapa

   gedung yang menjadi daya tarik wisatawan.

      1. Mahudara Madra giri bhuwana merupakan gedung tempat pameran

          karya seni

      2. Ardha Candra adalah panggung terbuka yang biasa dipergunakan

          untuk pementasan kolosa

      3. Ksirarnawa (panggung tertutup) yang digunakan untuk pementasan

          kesenian kolosai, serta masih banyak lagi gedung lainnya yang

          menjadi daya tarik wisatawan.

          Taman Budaya/ Art Center senantiasa digunakan sebagai pusat

   penyelenggaraan pesta kesenia Bali setiap tahunnya pada sekitar

   pertengahan bulan Juni sampai dengan bulan Juli.
5. Tari Barong

             Tari Barong menggambarkan pertarungan antara kebajikan

   melawan kebatilan. Barong adalah makhluk mithologi yang melukiskan

   kebajikan dan rangda adalah yang maha dahsyat menggambarkan

   kebatilan

             Berikut ini sedikit ringkasan cerita dalam tari Barong :

             Pembukaan

             Barong dan kera sedang berada di dalam hutan yang lebat

   kemudian datang tiga orang bertopeng yang menggambarkan sedang

   membuat keributan dan kerusakan ketenangan hutan. Mereka bertemu

   dengan kera dan akhirnya berkelahi. Dimana kera dapat memotong hidung

   salah satu dari mereka.

             Babak Pertama

             Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut-pengikut

   dari Rangda sedang mencari pengikut-pengikut Dewi Kunthi yang sedang

   dalam perjalanan untuk memenuhi patihnya.

             Babak Kedua

             Pengikut-pengikut Dewi Kunthi tiba. Salah seorang pengikut

   Rangda berubah menjadi setan. (semacam Rangda) memasukkan roh jahad

   kepda pengikut Dewi Kunthi yang mennyebabkan mereka bisa menjadi

   marah. Keduanya menemui patih dan bersama-sama menghadap Dewi

   Kunthi.
       Babak Ketiga

       Muncullah Dewi Kunthi dan anaknya saha Dewa dan Dewi Kunthi

telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan dewa sebagai korban

sebenarnya dewi Kunthi tidak sampai hati mengorbankan anaknya saha

dewa kepada Rangda. Tetapi setan (semacam Rangda) memasuki tubuh

Dewi Kunthi menyebabkan Dewi Kunthi bisa menjadi marah dan berniat

mengorbankan anaknya menjadi korban. Serta memerintahkan kepada

Patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Dan patih ini pun

tak luput   dari kemasukan roh jahad oleh setan kedalam hutan dan

mengikatnya dimuka istana sang Rangda.

       Babak Keempat

       Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian kepada dewa

dan keabadian ini tidak diketahui oleh Rangda, kemudian datang Rangda

untuk mengoyak-ngoyak dan membunuh Saha Dewa tetapi tidak dapat

dibunuhnya karena kekebalan yang dianugerahkan oleh Dewa Siwa.

Rangda menyerah kepada Saha Dewa dan memohon untuk diselamatkan

agar dengan demikian dia bisa masuk sorga. Permintaan ini dipenuhi oleh

saha Dewa dan sang Rangda mendapatkan sorga.

       Babak kelima

       Kalika adalah seorang pengikut Rangda menghadap Saha Dewa,

penolakan ini menimbulkan perkelahian, dan Kelika berubah menjadi

“Babi Hutan” saha dewa mendapatkan kemenangann . kemudian Kalika

(babi hutan) itu berubah menjadi burung tetapi tetap kalah. Dan akhirnya
   Kalika (Burung)berubah menjadi Rangda lagi. Oleh karena itu saktinya

   Rangda ini maka Saha Dewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Saha

   Dewa berubah rupa menjadi Barong. Karean sama saktinya maka

   pertarungan antara Rangda dan Barong ini tidak ada yang menang dan

   dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsung terus abadi

   “kebajikan” melawan “kebatilan”. Kemudian muncullah pengikut-

   pengikut Barong masing-masing dengan kerisnya yang hendak menolong

   pengikut Barong dan barongnya sendiri dalam pertarungan melawan

   Rangda. Mereka ini semuanya pun tidak berhasi; melumpuhkan kesaktian

   sang Rangda.

6. Monumen Perjuangan rakyat Bali (Braja Sandi)

   a. Latar Belakang Monumen Perjuangan Rakyat Bali

              Museum Perjuangan Rakyat Bali tercetus Pada Tahun 1980.

      Berawal dari ide Dr. Ida Bagus Mantra yang saat itu adalah Gubernur

      Bali. Ia mencetuskan ide awalnya tentang museum dan monumen

      untuk perjuangan rakyat Bali. Lalu pada tahun 1981, diadakan

      sayembara desain monumen, yang dimenangkan oleh Ida Bagus

      Yadnya, yang adalah seorang mahasiswa jurusan arsitektur Fakultas

      Teknik Universitas Udayana. Lalu pada tahun 1988 dilakukan

      peletakan batu pertama dan selama kurang lebih 13 tahun

      pembangunan monumen selesai. Tahun 2001, bangunan fisik

      monumen selesai. Setahun kemudian, pengisian diorama dan penataan

      lingkungan monumen dilakukan. Pada bulan September 2002, SK
   Gubernur Bali tentang penunjukan Kepala UPTD Monumen

   dilaksanakan. Dan akhirnya, pada tanggal 1 Agustus 2004, Pelayanan

   kepada masyarakat dibuka secara umum, setelah sebelumnya pada

   bulan Juni 2003 peresmian Monumen dilakukan oleh Presiden RI pada

   saat itu Ibu Megawati Soekarnoputri.

          Monumen yang terletak di kawasan Lapangan Renon ini

   memang sangat menarik perhatian bagi semua orang karena tempatnya

   yang terawat dengan baik dan bersih dan lengkap dengan menara yang

   menjulang ke angkasa yang mempunyai arsitektur khas Bali yang

   indah. Lokasi monumen ini juga sangat strategis karena terletak di

   depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali yang juga di

   depan Gedung DPRD Provinsi Bali tepatnya di Lapangan Renon

   Nitimandala. Tempat ini merupakan tempat pertempuran jaman

   kemerdekaan antara rakyat Bali melawan pasukan penjajah. Perang ini

   terkenal dengan sebutan "Perang Puputan" yang berarti perang habis-

   habisan. Monumen ini didirikan untuk memberi penghormatan pada

   para pahlawan serta       merupakan lambang penghormatan atas

   perjuangan rakyat Bali.

b. Luas dan keadaan Monumen Perjuangan Rakyat Bali

          Monumen dengan luas bangunan 4.900 m2 dan luas tanah

   138.830 m2 ini, setiap pengunjung dewasa dipungut tiket seharga Rp

   2.000. Sedangkan Rp 1.000 untuk anak-anak. Sewaktu kita masuk ke

   dalam museum yang berada di monumen ini, kita akan melihat banyak
hal yang menarik. Desain bagian dalam monumen juga tidak kalah

bagusnya dengan bagian luarnya. Tampak juga wisatawan asing dan

lokal yang sedang melihat-melihat koleksi tempat ini. Koleksi

monumen ini adalah berbagai diorama yang menampilkan perjuangan

rakyat Bali. Terdapat 17 diorama yang ada di monumen yang terletak

di Jalan Raya Puputan Niti Mandala ini. Beberapa di antaranya

mengisahkan perjuangan di zaman kerajaan di Bali dalam menentang

penjajahan. Misalnya,Perang Jagaraga di Buleleng, Perang Puputan

Badung hingga Pertempuran Puputan Klungkung.

       Tak hanya itu, beberapa diorama juga menggambarkan sepak

terjang rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan setelah

proklamasi   kemerdekaan    Indonesia.   Misalnya   pertempuran   di

Pelabuhan Buleleng, Selat Bali hingga perang puputan Margarana

dibawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai.

       Selain diorama, tampak terlihat beberapa lukisan pahlawan

nasional I Gusti Ngurah Rai dengan pasukannya. Di monumen yang

juga merupakan museum dan dinamakan Bajra Sandhi ini juga

terdapat perpustakaan, tempat belanja makanan khas Bali dan

kerajinan Bali yang sayang sekali apabila Anda tidak membawa oleh-

oleh sebagai buah tangan untuk dibawa pulang. Setelah itu, kita bisa

mencoba menaiki menara yang tingginya puluhan meter itu. Dari atas

menara kita bisa melihat pemandangan kota Denpasar dan aktifitas di

Lapangan Renon dan sekitarnya.
7. Pasar Seni Sukowati

           Pasar seni Sukowati terletak di kabupaten Gianyar, yang dapat

   ditempuh dengan jarak kurang lebih 1 jam apabila perjalanan dari Kuta.

   Seperti namanya, pasar ini memang tempat yang menjual berbagai macam

   barang seni, muali dari pakaian, sandal, pernak-pernik perhiasan, patung

   kayu, lukiasan dan masih banyak lagi.

           Pasar seni ini biasanya buka dari jam 08.00 WITA hinga pukul

   18.00 WITA setiap harinya. Setiap baru buka apsar ini selalu penuh, dan

   setiap harinya pasar seni sukowati ini selalu ramai dikunjungi oleh para

   wisatawan baik domestik maupun manca negara. Untuk mendapatkan

   barang keinginan dengan harga termurah ada baiknya anda menerapkan

   keahlian strategi tawar menawar. Pedagang disini cukup baik untuk

   mendengarkan penawaran harga anda.

           Pasar Seni Sukowati sangat tepat bagi anda yang ingin membeli

   oleh-oleh dalam jumlah banyak selepas liburan dari Bali, karena harganya

   yang murah dan beragam variasi barang-barangnya. Selain itu juga bisa

   dijadikan sebagai alternatif wisata di bali selain wisata alam, disini juga

   sebagai wisata belanjanya yang tidak perlu menguras banyak isi kantong.

           Bila berkunjung ke Bali, orang tidaka akan melewatkan sebuah

   tempat berbelanja terkenal yang paling digemari, yaitu Pasar Seni

   Sukowati. Di sini juga terdapat berbagai barang dan cendera matakhas

   Bali. Orang menyebut pasar ini sebagai surganya beanja karena anda bisa
   menemukan beraneka ragam souvenir khas Bali, kain Batik, baju, tas, kain

   pantai, Ikat kepala, Patung, Lukisan, Anyaman-anyaman, sprei tempat

   tidur dan alat musik tradisional dan masih banyak lagi yang lainya dengan

   harga yang murah. Berbagai ukuran dan pernak-pernik khas Bali yang

   merupakan daya tarik yang selalu mengundang begitu banyak pengunjung

   datang dan berbelanja untuk membawa pulang cindera mata bagi keluarga

   dan handai tolan. Hampir disetiap hari libur Pasar Seni Sukowati diserbu

   dengan banyak turis lokal maupun luar negeri untuk mencari barang-

   barang khas Bali yang mereka sukai. Memang tidaklah lengkap apabila

   berwisata ke Bali tanpa berbelanja di Pasar Seni Sukowati, Gianyar, Bali.

8. Jogger

            Jogger terletak di Jalan Raya Tuban dengan ruang pajang yang

   cukup luas. Tapi tempat ini bukan sekadar gerai kaos oblong. Ia adalah

   sebuah produsen kaos dengan desain unik yang menampilkan kata-kata

   jenaka. Karena itu, Jogger menyebut dirinya sebagai pabrik kata-kata.

            Disetiap pembuatan kaosnya terdapat kata-kata jenaka yang dapat

   menggelitik hati dan merupakan ciri tersendiri dari produk jogger tersebut.

   Selain kaos oblong disana juga terdapat berbagai tas, baik tas rancel

   maupun tas untuk sekedarmejeng. Dan teradapat sandal-sandal yang

   berlogo jogger jelek karena karena sandal ini sepasang tetapi memliliki

   warna yang berbeda serta terdapat berbagai souvenir untuk pajangan

   maupun souvenir alat-alat sekolah. Selain Jogger, kamu bisa juga

   mengunjungi Jangkrik85 Bali, sebuah produsen kaos dengan tag line :
   "Pabrik Kaos Kartun dan Karikatur". Di Jangkrik85 Bali. Kalau karakter

   kartun milik Jangkrik85 Bali melulu mengangkat kejenakaan, Bog-Bog

   mengimbuhi rasa humor tersebut dengan pesan-pesan budaya dan

   lingkungan. Maklum, Bog-Bog merupakan markas tempat berkumpulnya

   para kartunis Bali yang peduli terhadap lingkungan dan budaya Bali.

   Sedangkan Jogger lebih memilih mengangkat dan mengeksplorasi

   kejenakan dalam karakter khas balinya dan bisanya lebih mengandalkan

   ketajaman kata untuk menjadikan ciri tersendiri.

9. Lingkungan Alas Polo Sangeh

           Obyek wisata ini sebenarnya adalah sanggar alam yang dilindungi

   karena hutan ini merupakan hutan homogen. Dikawasan hutan ini

   merupakan hutan yang hanya dihuni oleh hewan kera-kera saja yang

   dapat menambah dimensi lain dari nilai kawasan ini. Misalnya kacamata

   yang sedangdipakai pengunjung akan diambil oleh kera tersebut karena

   dapat mengundang kera tersebut untuk mengambil. Oleh karena itu

   pengunjung harap hati-hati daam menjaga barang yang dibawanya

   dilingkungan alas Polo Sangeh ini ataubiasanya para pemandu Polo

   Sangeh boleh mengijinkan para pendatang Obyek Wisata Polo sangeh ini

   untuk membawa barang-barang yang mengundang para kera-kera untuk

   mengambil barang yang dibawanya dan tidak ada yang membawa kamera

   digital sehingga tidak bisa foto-foto disana. Tetapi jangan khawatir

   walaupun tidak diperbolehkan membawa kamera tetapi masih boleh

   membawa hand phone kamera. Karena handphone dapat disembunyikan
disaku celana. Lingkungan Alas Polo Sangeh ini sangat luas kera-kera itu

hidup berkelompok antara lain :

        1. Kelompok Timur

        2. Kelompok Tengah

        3. Kelompok Barat

        Kelompok paling timur merupakan kelompok yang paling subur

karena banyak didatangi pengunjung yang secara suka-suka memberikan

makanan kepada para kera-kera yang berada disitu.

        Tidak ada sumber cerita yang pasti mengenai hutan Polo Singeh

ini namun hanya ada cerita-cerita rakyat yang berasaldari mulut kemulut

dan tidak diketahui kebenaranya yang mengungkapkan bahwa sumber

secara mithologi yang mengatakan bahwa konon di Obyek Alas Polo

Sangeh berasal dari gunung dan pohon yang bergerak bersama melayang

keatas udara karena geraknya bersama gunung itu kentara, akhirnya gerak

pohon itu terhenti dan tidak bergerak lagi sehingga jatuh didaerah yang

sekarang dinamakan      lingkungan alas Polo sangeh. Hingga sampai

sekarang pohon-pohon yang jatuh dibawa oleh angin ini hidupsampai

sekarang dan     memberntuk seperti hutan homogen hingga sekarang

ini.ditengah hutan ini juga terdapat pura-pura yang berada disegala penjuru

hutan alas polo sangeh yang dipercaya oleh masyarakat Bali sebagai

tempat bersemayam Dewi Sri (Dewi Kesuburan). Sehingga para

pengunjung tidak diperbolehkan masuk kedalam pura tersebut. Selain

pura-pura terebut juga terdapat pohon “Lanang Wadon”. Dinamakan
   pohon Lanang Wadon karean dalam satu pohon terbentuk lat kelamin

   seorang laki-laki dan alat kelamin seorang perempuan yang berada

   disebelah akan dan kiri pohon tersebut sehingga banyak para turis

   domestik maupun turis manca negara yang berdatangan di Lingkungan

   Hutan Polo Sangeh ini hanya untuk sekedar berfoto maupun menonton

   kebenaran adanya pohoon Lanang Wadon tersebut.

          Disekitar alas Polo sangeh tersebut juga terdapat banyak seorang

   pedagang yang menetap di tepi-tepi Lingkungan Alas Polo sangeh dan

   banyak menjual berbagai macam souvenir baik tas, seperti tas yang

   gambarnya lingkungan Alas Polo sangeh atau gelang, abju, celana dan

   juga terdapat lukisan, gantungan kunci, patung dan masih banyak lagi

   yang lainya. Kebisaan masyarakat Bali setiap musim kemarau tiba para

   warga sering datang dengan berbagai bawaan sebagai sajian untuk

   memohon agar diturunkan hujan karena kepercayaanya kepada penunggu

   Alas polo Sangeh ini yakni Dewi Sri yang diyakini Sumber mata air bagi

   rakyat disekitar lingkungan Polo Sangeh. Itulah yang menjadi keyakinan

   masyarakat bali tentang Hutan Sangeh.

10. Danau Bedugul

          Danau ini merupakan daerah wisata yang sangat       indah untuk

   dikunjungi. Hawanya atau udaranya yang sejuk karena kealamian tempat

   ini yang terhindar dari polusi udaranya sampai menusuk tulang rusuk

   apabila kita sudah berada disana. Selain itu pemandangan pantai atau

   danau yang indah bersih dan tampak biru ini membuat banyak para
pengunjung datang untuk menikmati keindahan bawah danau Bedugul

tersebut. Disini sudah disediakan fasilitas-fasilitas penunjang yang

memuaskan kasrat para pendatang untuk menikmati keindahan danau

Bedugul yaitu berupa motor boat, perahu kayu, perahu mesin, dan masih

banyak yang lainya lagi. Kita dapat menyewa berbagai alat yang telah

disediakan dengan membayar kita bisa mengelilingi danau itu sampai puas

dari penjuru selatan sampai ke utara. Dan disekitar danau Bedugul terdapat

tebing-tebing yang indah karena tertutup tumbuhan lumut. Selain itu

disekitar area Danau terdapat rumah makan terapung yang berada diatas

perairan danau Bedugul yang menyediakan berbagai menu. Dan juga

terdapat mini market yang menjual makanan kecil maupun souvenir

pernak-pernik berbagai barang khas Bedugul seperti gelang yang

bertuliskan Bedugul ditengahnya dan masih banyak lagi.

       Di danau ini kita juga dapat berfoto-foto dekat danau dan danau

ini juga terdapat patung yang berada didaratan sebelah selatan danau ini,

kita juga dapat berfoto-foto di dekat patung tersebut. Ketika kita hendak

pulang dipinggir-pinggir jalan juga terdapat banyak pedagang kaki lima

yang menjual berbagai macam buah-buahan yang masih segar dan

makanan kecil lainya seperti buah jeruk bali, Salak bali, Melon, Aterong

Bali, dan masih banyak lagi.
                              BAB III

                             PENUTUP



A. Kesimpulan

         Berdasarkan penjelasan diatas penulis dapat menarik kesimpulan-

  kesimpulan, diantaranya adalah ;

  1. Sebagian besar Masyarakat Bali menganut agama Hindu Bali dan ada

     juga yang menganut agama Islam, Kristen dan Katholik.

  2. Masyarakat bali mengenal tiga Dewa yaitu Dewa Brahmana, Dewa

     Wisnu, dan Dewa Siwa

  3. Tempat sembahyang agama Hindu di Bali dinamakan Pure

  4. Pulau Bali adalah pulau yang indah dan sangat menarik sehingga

     banyak wisatawan datang ke Bali dan panorama alam menjadi faktor

     pendorongnya.

  5. Dengan mengenal Pulau Bali maka kita sebagai Bangsa Indonesia

     harus bangga dengan budaya dan obyek wisata yang ada di Bali

  6. Dengan panorama di pulau Dewata, masyarakatnya dapat hidup aman

     dan damai tanpa ada masalah perbedaan

  7. Pulau Bali memiliki Obyek Wisata yang banyak dikunjungi oleh

     wisatawan baik domestik maupun manca negara mulai dari pantai,

     Monumen, Psar dan lain sebagainya.
B. Saran-saran

           Setelah penulis menganalisis Obyek wisata dan keadaan Pulau

   Bali, maka penulis memberikan saran-saran. Penulis sekedar ingin

   menyampaikan saran-saran tentang wisata Pulau Bali            dan tentang

   harapan-harapan penuis. Adapun saran yang ingin disampaikan penulis

   sebagai berikut ;

   1. Penulis berharap agar para remaja dapat belajar dari bukti sejarah dan

      kebudayaan dari nilai sejarah yang terkandung didalamnya.

   2. Penulis berharap agar para remaja berusaha untuk menjaga kelestarian

      alam dan budaya

   3. Penulis berharap supaya kita dapat mengenal budaya dan obyek wisata

      Bali melalui panoramanya.

   4. Sebaliknya masyarakat Bali memberi contoh kepada semua

      pengunjung baik wisatawan asing maupun wisatawan domestik untuk

      lebih menjaga kelestarian.
                               DAFTAR PUSTAKA



Brosur, 2010. Barong dan Keris Dance. Bali

http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2009/05/from-bali-with-oblong:html.

http://vibizlife.com/traveldetail .php

http://www.baiwebby.com/pantai-di-bali/pantaisanur.php

http://surgabali.biz/pantai_kuta_legian_seminyak.php

Listianti.2010.Keindahan Pulau Bali. Karya tulis. Boyolali

Sholikhah, rohmatun. 2010. Pesona obyek Wisata Di Bali: karya tulis. Boyolali

www.denpasarkota.go.id

								
To top