Docstoc

head-injury

Document Sample
head-injury Powered By Docstoc
					TRAUMA KEPALA - IlmuKeperawatan.Net

Written by Bahtiar Latif
Saturday, 25 April 2009 11:48 -




Head injury (Trauma kepala) termasuk kejadian trauma pada kulit kepala, tengkorak atau otak.
Batasan trauma kepala digunakan terutama untuk mengetahui trauma cranicerebral, termasuk
gangguan kesadaran.
Kematian akibat trauma kepala terjadi  pada tiga waktu setelah injury yaitu :
1.Segera setelah injury.
2.Dalam waktu 2 jam setelah injury
3.rata-rata 3 minggu setelah injury.
Pada umumnya kematian terjadi setelah segera setelah injury dimana terjadi trauma langsung
pada kepala, atau perdarahan yang hebat dan syok. Kematian yang terjadi dalam beberapa jam
setelah trauma disebabkan oleh  kondisi klien yang memburuk secara progresif  akibat 
perdarahan internal. Pencatatan segera tentang status neurologis dan intervensi surgical
merupakan tindakan kritis guna pencegahan kematian pada phase ini. Kematian yang terjadi 3
minggu atau lebih setelah injury disebabkan oleh berbagai kegagalan sistem tubuh




Faktor 2 yang diperkirakan memberikan prognosa yang jelek adalah adanya intracranial
hematoma, peningkatan usia klien, abnormal respon motorik, menghilangnya gerakan bola
mata dan refleks pupil terhadap cahaya, hipotensi yang terjadi secara awal, hipoksemia dan
hiperkapnea, peningkatan ICP.
Diperkirakan terdapat 3 juta  orang di AS mengalami trauma kepala pada setiap tahun.  Angka
kematian di AS akibat trauma kepala sebanyak 19.3/100.000 orang. Pada umumnya trauma
kepala disebabkan oleh kecelakaan laluintas atau terjatuh.




Jenis Trauma Kepala :




1. Robekan kulit kelapa kepala.
Robekan kulit kepala merupakan kondisi agak ringan dari trauma kepala. Oleh karena kulit
kepala banyak mengandung pembuluh darah dengan kurang memiliki kemampuan konstriksi,
sehingga banyak trauma kepala dengan perdarahan hebat. Komplikasi utama robekan kepala
ini adalah infeksi.




2. Fraktur tulang tengkorak.
   Fraktur tulang tengkoran tengkorak sering terjadi pada trauma kepala. Beberapa cara untuk
menggambarkan fraktur tulang    tengkorak :
  




                                                                                         1/5
TRAUMA KEPALA - IlmuKeperawatan.Net

Written by Bahtiar Latif
Saturday, 25 April 2009 11:48 -

   a.Garis patahan atau tekanan.
   b.Sederhana, remuk atau compound.
   c.Terbuka atau tertutup.




Fraktur yang terbuka atau tertutup bergantung pada keadaan robekan kulit atau  sampai
menembus kedalam lapisan otak. Jenis dan kehebatan fraktur tulang tengkorak bergantung
pada kecepatan pukulan, moentum, trauma langsung atau tidak.
Fraktur yang terbuka atau tertutup bergantung pada keadaan robekan kulit atau  sampai
menembus kedalam lapisan otak. Jenis dan kehebatan fraktur tulang tengkorak bergantung
pada kecepatan pukulan, moentum, trauma langsung atau tidak.
Pada fraktur linear dimana fraktur terjadi pada dasar tengkorak biasanya berhubungan dengan 
CSF. Rhinorrhea (keluarnya CSF dari hidung) atau otorrhea (CSF keluar dari mata).
Ada dua metoda yang digunakan untuk menentukan keluarnya CSF dari mata atau hidung,
yaitu melakukan test glukosa pada cairan yang keluar yang biasanya positif. Tetapi bila cairan
bercampur dengan darah ada kecenderungan akan positif karena darah juga mengadung gula.
Metoda kedua dilakukan yaitu  cairan ditampung dan diperhatikan gumpalan yang ada. Bila ada
CSF maka akan terlihat darah berada dibagian tengah dari cairan dan dibagian luarnya nampak
berwarna kuning mengelilingi darah (Holo/Ring Sign).
Komplikasi yang cenderung terjadi pada fraktur tengkorak adalah infeksi intracranial dan
hematoma sebagai akibat adanya kerusakan menigen dan jaringan otak. Apabila terjadi fraktur
frontal atau orbital  dimana cairan CSF disekitar periorbital (periorbital ecchymosis. Fraktur
dasar tengkorak dapat meyebabkan ecchymosis pada tonjolan mastoid pada tulang temporal
(Battle’s Sign), perdarahan konjunctiva atau edema periorbital.




Commotio serebral :
Concussion/commotio serebral  adalah keadaan dimana berhentinya sementara fungsi otak,
dengan atau tanpa kehilangan kesadaran, sehubungan dengan aliran darah keotak. Kondisi ini
biasanya  tidak terjadi kerusakan dari struktur otak dan merupakan keadaan ringan oleh karena
itu disebut Minor Head Trauma. Keadaan phatofisiologi secara nyata  tidak diketahui. Diyakini
bahwa kehilangan  kesadaran sebagai akibat  saat adanya stres/tekanan/rangsang pada 
reticular activating system pada midbrain menyebabkan disfungsi elektrofisiologi sementara.
Gangguan kesadaran terjadi  hanya beberapa detik atau beberapa jam.
Pada concussion yang berat akan terjadi kejang-kejang dan henti nafas, pucat, bradikardia, dan
hipotensi yang mengikuti keadaan penurunan tingkat kesadaran. Amnesia segera akan terjadi.
Manifestasi lain yaitu nyeri kepala, mengantuk,bingung, pusing, dan gangguan penglihatan
seperti diplopia atau kekaburan penglihatan.




Contusio serebral
Contusio didefinisikan sebagai kerusakan dari jaringan otak. Terjadi perdarahan vena, kedua



                                                                                         2/5
TRAUMA KEPALA - IlmuKeperawatan.Net

Written by Bahtiar Latif
Saturday, 25 April 2009 11:48 -

whitw matter dan gray matter mengalami kerusakan. Terjadi penurunan pH, dengan
berkumpulnya  asam laktat dan menurunnya konsumsi oksigen yang dapat menggangu fungsi
sel.
Kontusio sering terjadi pada tulang tengkorak yang menonjol. Edema serebral dapat terjadi
sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan ICP. Edema serebral puncaknya dapat terjadi
pada 12 – 24 jam setelah injury.
Manifestasi contusio bergantung pada lokasi luasnya kerusakan otak. Akan terjadi penurunan
kesadaran. Apabila kondisi berangsur kembali, maka tingat kesadaranpun akan berangsur
kembali tetapi akan memberikan gejala sisa, tetapi banyak juga yang mengalami kesadaran
kembali seperti biasanya. Dapat pula terjadi hemiparese. Peningkatan ICP terjadi bila terjadi
edema serebral.




Diffuse axonal injury.
Adalah injury pada otak dimana akselerasi-deselerasi injury dengan kecepatan tinggi, biasanya
berhubungan dengan kecelakaan kendaraan bermotor sehingga terjadi terputusnya axon dalam
white matter secara meluas. Kehilangan kesadaran berlangsung segera. Prognosis jelek, dan
banyak klien meninggal dunia, dan bila hidup dengan keadaan persistent vegetative.




Injury Batang Otak
Walaupun perdarahan tidak dapat dideteksi, pembuluh darah pada sekitar midbrain akan
mengalami perdarahan yang hebat pada midbrain. Klien dengan injury batang otak akan
mengalami coma yang dalam, tidak ada reaksi pupil, gangguan respon okulomotorik, dan
abnormal pola nafas.




Komplikasi :




Epidural hematoma.
Sebagai akibat  perdarahan pada lapisan  otak yang terdapat pada permukaan bagian dalam
dari tengkorak. Hematoma epidural sebagai keadaan neurologis yang bersifat emergensi dan
biasanya berhubungan dengan linear fracture yang memutuskan arteri yang lebih besar,
sehingga menimbulkan perdarahan. Venous epidural hematoma berhubungan dengan robekan
pembuluh vena dan berlangsung perlahan-lahan. Arterial hematoma terjadi pada middle
meningeal artery yang terletak di bawah tulang temporal. Perdarahan masuk kedalam  ruang
epidural. Bila terjadi perdarahan arteri maka  hematoma akan cepat terjadi. Gejalanya adalah
penurunan kesadaran, nyeri kepala, mual dan muntah. Klien diatas usia 65 tahun dengan
peningkatan ICP berisiko lebih tinggi meninggal dibanding usia lebih mudah.




                                                                                          3/5
TRAUMA KEPALA - IlmuKeperawatan.Net

Written by Bahtiar Latif
Saturday, 25 April 2009 11:48 -

Subdural Hematoma.
Terjadi  perdarahan antara dura mater dan lapisan arachnoid pada lapisan meningen yang
membungkus otak. Subdural hematoma biasanya sebagai akibat adanya injury pada otak dan
pada pembuluh darah. Vena yang mengalir pada permukaan otak  masuk kedalam sinus sagital
merupakan sumber terjadinya subdural hematoma. Oleh karena subdural hematoma
berhubungan dengan kerusakan vena, sehingga hematoma terjadi secara perlahan-lahan.
Tetapi bila disebabkan oleh kerusakan arteri maka kejadiannya secara cepat. Subdural
hematoma dapat terjadi secara akut, subakut, atau kronik.
Setelah terjadi perdarahan vena, subdural hematoma nampak membesar. Hematoma
menunjukkan tanda2 dalam waktu 48 jam setelah injury. Tanda lain yaitu  bila terjadi konpressi
jaringan otak maka akan terjadi peningkatan ICP menyebabkan penurunan tingkat kesadaran
dan nyeri kepala.  Pupil dilatasi. Subakut  biasanya terjadi  dalam waktu 2 – 14 hari setelah
injury.
Kronik subdural hematoma terjadi  beberapa minggu atau bulan setelah  injury.  Somnolence,
confusio, lethargy, kehilangan memory merupakan masalah kesehatan yang berhubungan
dengan subdural hematoma.




Intracerebral Hematoma.
Terjadinya pendarahan dalamn parenkim yang terjadi rata-rata 16 % dari head injury. Biasanya
terjadi pada  lobus frontal dan temporal yang mengakibatkan ruptur pembuluh darah
intraserebral pada saat terjadi injury. Akibat robekan intaserebral hematoma atau intrasebellar
hematoma akan terjadi  subarachnoid hemorrhage.




Collaborative Care.
Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memonitor hemodinamik dan mendeteksi edema
serebral. Pemeriksaan gas darah guna mengetahui kondisi oksigen dan CO2.
Okdigen yang adekuat sangat diperlukan untuk mempertahankan metabolisma serebral. CO2
sangat beepengaruh untuk mengakibatkan vasodilator yang dapat mengakibatkan edema
serebral dan peningkatan ICP. Jumlah sel darah, glukosa serum dan elektrolit diperlukan untuk
memonitor kemungkinan adanya infeksi atau kondisi yang berhubungan dengan lairan darah
serebral dan metabolisma.
CT Scan diperlukan untuk mendeteksi adanya contusio atau adanya diffuse axonal injury.
Pemeriksaan lain adalah MRI, EEG, dan lumbal functie untuk mengkaji kemungkinan adanya
perdarahan.
Sehubungan dengan contusio, klien perlu diobservasi 1 – 2 jam di bagian emergensi.
Kehilangan tingkat kesadaran terjadi lebih dari 2 menit, harus tinggal rawat di rumah sakit untuk
dilakukan observasi.
Klien yangmengalami DAI atau cuntusio sebaiknya tinggal rawat di rumah sakit dan dilakukan
observasi ketat. Monitor tekanan ICP, monitor terapi guna menurunkan edema otak dan
mempertahankan perfusi otak.
Pemberian kortikosteroid seperti hydrocortisone atau dexamethasone dapat diberikan untuk
menurunkan inflamasi. Pemberian osmotik diuresis seperti mannitol digunakan untuk



                                                                                            4/5
TRAUMA KEPALA - IlmuKeperawatan.Net

Written by Bahtiar Latif
Saturday, 25 April 2009 11:48 -

menurunkan edema serebral.
Klien dengan trauma kepala yang berat diperlukan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal
dan mencegah kecacatan yang nmenetap. Dapat juga diberikan infus, enteral atau parenteral
feeding, pengaturan posisi dan ROM exercise untuk mensegah konraktur dan mempertahankan
mobilitas.


www.IlmuKeperawatan.Net




                                                                                    5/5

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:220
posted:3/2/2011
language:Malay
pages:5