Docstoc

pengajian dasar lansia

Document Sample
pengajian dasar lansia Powered By Docstoc
					                                     BAB I
                              PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
            Perubahan-perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan

   makin meningkatnya usia. Perubahan tubuh terjadi sejak awal kehidupan hingga

   usia lanjut pada semua organ dan jaringan tubuh.

            Keadaan itu tampak pula pada semua sistem muskuloskeletal dan

   jaringan lain yang ada kaitannya dengan kemungkinan timbulnya beberapa

   golongan reumatik. Salah satu golongan penyakit reumatik yang sering menyertai

   usia lanjut yang menimbulkan ganggguan muskuloskeletal terutama adalah

   osteoatritis. Kejadian penyakit tersebut akan makin meningkat sejalan dengan

   meningkaynya usia manusia.

            Reumatik dapat mengakibatkan perubahan otot, hingga fungsinya dapat

   menurun bila otot pada bagian yang menderita tidak dilatih guna mengaktifkan

   fungsi otot. Dengan meningkatnya usia menjadi tua fungsi otot dapat dilatih

   dengan baik. Namun usia lanjut tidak selalu mengalami atau menderita reumatik.

   Bagaimana timbulnya gejala reumatik ini, sampai sekarang belum sepenuhnya

   dapat dimengerti.

            Reumatik bukan suatu penyakit, tapi merupakan suatu sindrom dan

   golongan penyakit yang menampilkan perwujudan sindrom reumatik cukup

   banyak, namun semuanya          menjukkan adanya persamaan ciri. Menurut




                                                                               1
  kesepakatan para ahli dibidang rematologi, reumatik dapat terungkap sebagai

  keluhan dan / tand. Dari kesepakatan, dinyatakan dalam tiga keluhan utama pada

  sistem muskuloskeletal yaitu: nyeri, kekakuan atau rasa kaku dan kelemahan,

  serta adanya tiga tanda utama yaitu: pembengkakan sendi, kelemahan otot, dan

  agngguan gerak.(Soenarto,1982).

            Reumatik dapat terjadi pada semua umur dari kanakkanak sampai usia

  lanjut, atau sebagai kelanjutan sebelum usia lanjut. Dan gangguan reumatik akan

  meningkat dengan meningkatnya umur.(Felson, 1993. Soenarto dan wardoyo,

  1994).



B. Tujuan

  1. Tujuan umum

     Melaksanakan asuhan keperawatan gerontik yang mempunyai masalah

     reumatoid artritis

  2. Tujuan khusus

     a. Meningkatkan kemampuan lansia tentang reumatik.

     b. Meningkatkan kesehatan pada lansia sehingga fungsi hidupnya jauh lebih

           lama.




                                                                               2
C. Manfaat

  1. Bagi lansia

     Dapat digunakan sebagai motivasi dalam usaha untuk meningkatkan

     kesehatan lansia.

  2. Bagi masyarakat

     Dapat digunakan sebagai usaha untuk informasi mengenai penyakit reumatik

     guna meningkatkan kesehatan pada masyarakat.

  3. Bagi institusi

     Dapat digunakan sebagai data dasar dalam melaksanakan asuhan keperawatan

     lansia yang selanjutnya yang berkaitan dengan reumatoid artritis.




                                                                           3
                                     BAB II
                             TINJAUAN TEORI


A. Definisi

              Istilah rheumatism berasal dari bahasa Yunani, rheumatismos yang

   berarti mucus, suatu cairan yang dianggap jahat mengalir dari otak kesendi dan

   struktur lain tubuh sehingga menimbulkan nyeri atau dengan kata lain, setiap

   kondisi yang disertai    nyeri dan kaku pada sistem muskuloskeletal disebur

   reumatik termasuk penyakit jaringan ikat.

              Klasifikasi reumatik dapat dikelompokkan atas beberapa golongan,

   yaitu:

   1. Osteoartritis

      Penyakit ini merupakan penyakit kerusakan tulang rawan sendi yag

      berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut. Secara klinis

      ditandai dengan nyeri, deformitas, pembesaran sendi, dan hambatan gerak

      pada sendi-sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban.

   2. Artritis Rematoid

      Artritis rematoid adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan

      manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh.

      Terlibatnya sendi pada pasien rematoid artritis terjadi setelah penyakit ini

      berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresifitasnya, Pasien dapat

      juga menunjukkan gejala berupa kelemahanumum cepat lelah.




                                                                                4
  3. Polimialgia reumatik

     Penyakit ini merupakan suatu sindrom yang terdiri dari rasa nyeri dan

     kekakuan yang terutama mengenai otot ekstremitas proksimal, leher, bahu dan

     panggung. Terutama mengenai usia pertengahan atau usia lanjut sekitar 50

     tahun keatas.

  4. Artritis Gout (Pirai)

     Artritis Gout adalah suatu sindrom klinik yang mempunyai gambaran khusus,

     yaitu artritis akut. Artritis gout lebih banyak terdapat pada pria dari pada

     wanita. Pada pria sering mengenai usia pertengahan, sedangkan pada wanita

     biasanya mendekati masa menapause.



B. OSTEOARTRITIS

  1. Definisi

     Osteoartritis adalah suatu penyakit peradangan sendi yang sering muncul pada

     usia lanjut. Jarang dijumpai pada usia dibawah usia 40 tahun dan sering

     dijumpai pada usia diatas 60 tahun.



  2. Etiologi

     Penyebab dari osteartritis sampai saat ini masih belum terungkap, namun

     beberapa faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis antara lain adalah:




                                                                                5
1. Umur

   Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis, faktor ketuaan

   adalah yang trkuat. Prevalensi dan beratnya osteoartritis semakin

   meningkat dengan bertambahnya umur. Osteoartritis hampir tak pernah

   ada pada anak-anak, jarang pada ummur dibawah umur 40 tahun dan serin

   pada ummur diatas 60 tahun.

2. Jenis Kelamin

   Wanita lebih sering terjadi osteoartritis liiiitut dan sendi, dan lelaki lebih

   sering terkena pada paha, pergelangan tangan dan leher. Secara

   keseluruhan dibawah 45 tahun frekuensi osteoartritis kurang lebih sama

   pada laki dan wanita tetapi diatas 50 tahun frekuensi osteoartritis lebih

   banyak pada wanita dari pada pria hal ini menunjukkan adanya peran

   hormonal pada patogenesis osteoartritis.

3. Genetic

   Faktor herediter juga berperan pada timbulnya osteoartritis misal, pada

   ibu dari seorang wanita dengan osteoartritis pada sendi-sendi inter falang

   distal terdapat dua kali lebih sering osteoartritis pada sendi-sendi tersebut,

   dan anak-anaknya perempuan cenderung mempunyai tiga kali lebih sering

   dari pada ibu dan anak perempuan dari wanita tanpa osteoartritis.




                                                                               6
   4. Suku

      Prevalensi pada pola terkenanya sendi pada osteoartritis nampaknya

      terdapat perbedaan diantara masing-masing suku bangsa, misalnya

      osteoartritis paha lebih jarang diantara orang-orang kulit hitam dan usia

      dari pada kaukasia. Osteoartritis lebih sering dijumpai pada orang-orang

      Amerika asli dari pada orang kulit putih.

   5. Kegemukan

      Berat badan yang berlebihan nyata berkaitan dengan meningkatnya resiko

      untuk timbulnya osteoartritis baik pada wanita maupun pada pria.

      Kegemukan ternyata tak hanya berkaitan dengan osteoartritis pada sendi

      yang menanggung beban, tetapi juga dengan osteoartritis sendi lain

      (tangan atau sternoklavikula).



3. Manifestasi klinis

             Gejala-gejala utama adalah adanya nyeri pada sendi yang terkena,

   terutama waktu gerak. Umumnya timbul secara perlahan-lahan, mula-mula

   rasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang brkurang saat istirahat. Terdapat

   hambatan pada pergerakan sendi, kaku pagi, krepitasi, pembesaran sendi dan

   perubahan gaya berjalan.




                                                                             7
4. Penatalaksanaan

   1. Obat-obatan

      Sampai sekarang belum ada obat yang specifik yang khas untuk

      osteoartritis, oleh karena patogenesisnya yang belum jelas, obat yang

      diberikan bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, meningkatkan mobilitas

      dan mengurangi ketidakmampuan. Obat-obat anti inflamasinon steroid

      bekerja sebagai analgetik dan sekaligus mengurangi sinovitis, meskipun

      tak dapat memperbaiki atau menghentikan proses patologis osteoartritis.

   2. Perlindungan sendi

      Osteoartritis mungkin timbul atau diperkuat karena mekanisme tubuh

      yang kurang baik. Perlu dihindari aktivitas yang berlebihan pada sendi

      yang sakit. Pemakaian tongkat, alat-alat listrik yang dapat memperingan

      kerja sendi juga perlu diperhatikan. Beban pada lutut berlebihan karena

      kaki yang tertekuk (pronatio).

   3. Diet

      Diet untuk menurunkan berat badan pasien osteoartritis yang gemuk harus

      menjadi program utama pengobatan osteoartritis, penurunan berat badan

      seringkali dapat mengurangi timbulnya keluhan dan peradangan.

   4. Dukungan psikososial

      Dukungan psikososial diperlukan pada pasien osteoartritis oleh karena

      sifatnya yang menahun dan ketidak mampuannya yang ditimbulkannya.

      Disatu pihak pasien ingin menyembunyikan ketidakmampuannya, dipihak



                                                                                8
   lain dia ingin orang lain turut memikirkan penyakitnya. Pasien

   osteoartritis sering kali keberatan untuk memakai alat-alat pembantu

   karena faktor-faktor psikologis.

5. Personal seksual

   Gangguan sekual dapat dijumpai pada pasien osteoartritis terutama pada

   tulang belakang, paha dan lutut. Sering kali diskusi karena ini harus

   dimulai dari dokter karena biasanya pasien enggan mengutarakannya.

6. Fisioterapi

   Fisioterapi berperan penting pada penatalaksanaan osteoartritis, yang

   meliputi pemakaian panas dan dingin dan program latihan yang tepat.

   Pemakaian panas yang sedang diberikan sebalum latihan unutuk

   mengurangi rasa nyeri dan kekakuan. Pada sendi yang masih aktif

   sebaiknya diberi dingin dan obat-obat gosok jangan dipakai sebelum

   pemanasan. Berbagai sumber panas dapat dipakai seperti hidrokolator,

   bantalan elektrik, ultrasonik, inframerah, mandi parrafin, dan mandi dari

   pancuran oanas.

   Program latihan bertujuan untuk memperbaiki gerakan sendi dan

   memperkuat otot yang biasanya atropik pada sekitar sendi osteoartritis.

   Latihan isometrik lebih baik daripada isotonik karena mengurangi

   tegangan pada sendi. Atropi rawan sendi dan tulang yang timbul pada

   tungkai yang lumpuh timbul karena berkurangnya beban kesendi oleh

   karena kontraksi otot. Oleh karena itu otot-otot periartikuler memegang



                                                                          9
   peran penting terhadap perlindungan rawan sendi dari beban, maka

   penguatan otot-otot tersebut adalah penting.

7. Operasi

   Operasi perlu dipertimbangkan pada pasien osteoarritis dengan kerusakan

   sendi yang nyata dengan nyeri yang menetap dan kelemahan fungsi.

   Tindakan    yang    dilakukan   adalah   osteotomy     untuk     mengoreksi

   ketidaklurusan     atau   ketidaksesuaian,     debridement     sendi   untuk

   menghilangkan fragmen tulang rawan sendi, pebersihan osteofit.




                                                                            10
                                        BAB III
                  PENGKAJIAN DATA DASAR LANSIA


A. IDENTITAS
  Nama                            : Ny. S
  Alamat                          : Rt 3 Rw 13 Watualang, Ngawi
  Nama Wisma                      : -
  Jenis Kelamin                   : Perempuan
  Umur                            : 63 th
  Kategori                        : Old
  Status                          : Menikah
  Agama                           : Islam
  Suku                            : Jawa
  Tingkat Pendidikan              : Buta Huruf
  Lama tinggal dipanti            : -
  Sumber pendapatan               : Ada, klien berpenghasilan dari hasil pijat dan
                                    dukun bayi tapi penghasilan tidak pasti.
  Keluarga yg dpt dihubungi       : ada, anak.
  Riwayat Pekerjaan               : Klien mengatakan sejak muda sudah memulai
                                    pekerjaannya sebagai dukun pijat dan sebagai
                                    dukun bayi.
B. RIWAYAT KESEHATAN.
   Keluhan yang dirasakan saat ini
     Nenek S mengatakan bahwa kaki kanan dan kaki kirinya sakit.
   Keluhan yang dirasakan tiga bulan terakhir
     Nenek S mengatakan keluhan yang dirasakan tiga bulan terakhir yaitu
     merasakan        nyeri sendi terutama pada kaki kanan dan kaki kirinya.
   Penyakit saat ini




                                                                               11
Provocative/ Paliative
-   Apa penyebabnya
    Nenek S mengatakan bahwa pernah dibawa ke praktek dokter swasta dan
    sakitnya itu asam urat.
-   Hal-hal yang memperbaiki keadaan
    Dengan berobat kedokter dan pijat kedukun pijat tetapi nyeri sendinya masih
    sering kambuh.
Quantity/ Quality
-   Bagaimana dirasakan
    Nenek S mengatakan kaki kanan dan kaki kiri terasa sakit apalagi saat tidur
    malam.
-   Bagaimana dilihat
    Nenek S memijat-mijat kakinya dan wajahnya terlihat meringis.
Region
-   Dimana Reaksi
    Pada bagian kakinya kanan dan kiri.
-   Apakah menyebar
    Nenek S mengatakan sakitnya menyebar kepaha
-   Severity (mengganggu aktivitas)
    Nenek S mengatakan sakitnya sangat mengganggu aktivitasnya sebagai dukun
    pijat. Bila sakit klien tidak mempunyai aktivitas yang rutin karena keadaan
    kakinya yang tidak bisa dibawa berjalan jauh.
-   Time (Kapan mulai timbul dan bagaimana terjadinya)
    Nenek S mengatakan sakitnya sejak 4 ½ tahun terakhir ini.
-   Kejadian penyakit tiga bulan terakhir
    Nenek s mengatakan nyeri sendi atau reumatik tiga bulan terakhir serta
    menderita batuk pilek, sembuh dengan meminum obat yang dibeli dari
    warung obat.




                                                                            12
C. STATUS FISIOLOGIS
  Postur tulang belakang lansia     : Tegap
  Tanda-tanda vital dan status gizi :
  1. Suhu                           : 36,3 celcius
  2. Tekanan darah                  : 110/80 MmHg
  3. Nadi                           : 76x/ menit
  4. Respirasi                      : 18x/ menit
  5. Berat badan                    : 52Kg
  6. Tinggi badan                   : 150 cm


  PENGKAJIAN HEAD TO TOE
  1. Kepala :
     a. Kepala
          Bentuk                                  : Simetris
          Kulit kepala                            : Bentuk kepala tampak bersih
     b. Rambut
          Penyebaran dan keadaan rambut           : Rambut sudah banyak uban.
          Bau                                     : Rambut seperti bau keringat.
     c. Wajah Warna kulit                          : Sawo matang


  2. Mata
      Bentuk                                      : Simetris terhadap wajah.
      Ketajaman penglihatan                       : Penglihatan baik.
      Konjungtiva                                 : Tidak anemis
      Sclera                                      : Tidak ikterus
      Pupil                                       : Isokor kanan kiri
      Pemakaian alat bantu                        : Tidak      memakai   alat   bantu
                                                     kacamata




                                                                                    13
3. Hidung.
    Bentuk                  : Simetris
    Fungsi penciuman        : Baik,dapat membedakan bau.
    Peradangan              : Tidak      mengalami       peradangan
                              dan pendarahan.
4. Mulut dan tenggorokan.
    Kebersihan              : Baik
    Mukosa                  : Agak kering
    Peradangan/stomatitis   : Tidak ada stomatitis
    Gigi geligi             : Jumlah gigi tidak genap, terdapat
                              karies gigi
    Radang gusi             : Tidak terjadi radang gusi
    Kesulitan mengunyah     : Tidak
    Kesulitan menelan       : Tidak


5. Telinga
    Kebersihan              : Terdapat serunen tp dalam batas
                              normal
    Peradangan              : Tidak         ada          tanda-tanda
                              peradangan
    Pendengaran             : Pendengaran         agak    berkurang
                              karena proses penuaan.
6. Leher
    Tyroid                  : Tidak       terdapat       pembesaran
                              kelenjar tyroid
    Suara                   : Klien mengeluarkan kata-kata
                              jelas
    Denyut nadi karotis     : Teraba



                                                                  14
    Vena Jugularis                        : Teraba
    Kaku kuduk                            : Tidak ada


7. Dada
    Bentuk dada                           : Normal chest
    Retraksi                              : Tidak ada retraksi
    Wheezing                              : Tidak ada suara wheezing
    Ronchi                                : Tidak ada suara ronchi
    Suara jantung                         : Tidak      ada   bunyi     jantung
                                             tambahan,
    Ictus cordis                          : Ictus cordis tampak pada ics 5
                                             mid clavicula


8. Abdomen
    Bentuk                                : Simetris tidak ada benjolan.
    Nyeri tekan                           : Tidak ada nyeri tekan.
    Kembung                               : Tidak kembung
    Supel                                 : Tidak supel
    Bising usus                           : Ada, frekuwensi 10x/menit.
    Masa                                  : Tidak ada masa


9. Genetalia
   Klien tidak bersedia melakukan karena merasa malu.


10. Ekstremitas
    Kekuatan otot                         : Atas kanan 5, atas kiri 5, bawah
                                             kanan 4, bawah kiri 4.




                                                                            15
    Kekuatan otot                   : Melawan        grafitasi       dengan
                                      tahanan sedikit
    Rentang gerak                   : Maksimal
    Deformitas                      : Tidak
    Tremor                          : Tidak tremor
    Edema kaki                      : Tidak ada edema pada kaki
    Penggunaan alat Bantu           : Menggunakan alat bantu tongkat.


   Reflek
                             Kanan                            Kiri
    Biceps                    +                                   +
    Triceps                   +                                   +
    Knee                       -                                  -
    Achiles                    -                                  -


11. Integumen
    Kebersihan                      : Klien tampak bersih
    Warna                           : Kulit sawo matang
    Kelembaban                      : Turgor kulit baik, kulit tampak
                                      sedang tidak kering dan keriput.
    Gangguan pada kulit             : Tidak ada gangguan pada kulit.




                                                                         16
  12. Test koordinasi/ keseimbangan
        No     Aspek penilaian                                Keterangan    Nilai
        1      Berdiri dengan postur normal                                  4
        2      Berdiri dengan postur normal (mata tertutup)                  3
        3      Berdiri dengan satu kaki                         Kanan        2
                                                                 Kiri        2
         4     Berdiri, fleksi trunk,dan berdiri keposisi                    4
               netral
         5     Berdiri, lateral, dan fleksi trunk                               4
         6     Berjalan, tempatkan salah satu tumit didepan                     3
               jari kaki yang laen
          7    Berjalan sepanjang garis lurus                                    3
          8    Berjalan mengikuti tanda gambar pada lantai                       3
          9    Berjalan mundur                                                   4
         10    Berjalan mengikuti lingkaran                                      4
         11    Berjalan dengan tumit                                             3
         12    Berjalan dengan ujung kaki                                        3
      Jumlah                                                                    40
     Interprestasi: Sedikit bantuan untuk keseimbangan


D. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
   Hubungan dengan keluarga.
     Klien mampu berinteraksi baik dengan keluarga,bahasa yg digunakan bahasa
     jawa.
   Hubungan dengan orang lain
     Klien mampu berinterajksi dengan baik dan mampu bekerja sama.
   Kebiasaan lansia berinteraksi ketetangga
     Klien sering berinteraksi dengan tetangga.
   Stabilitas emosi
     Klien mengatakan kalau jarang marah
   Motivasi keluarga
     Keluarga sangat memotivasi klien disaat klien sakit
   Frekwensi kunjungan keluarga




                                                                           17
1. Pengkajian Masalah Emosional
   Pertanyaan tahap 1
   -    Apakah klien mengalami susah tidur                                            : Ya
   -    Ada masalah atau banyak pikiran                                               : Ya
   -    Ada gangguan atau masalah dengan orang lain                                   : Tidak
   -    Apakah klien sering was-was atau kuatir                                       : Ya
   Pertanyaan tahap 2
   -    Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari 1 bulan 1 kali dalam satu bulan : Ya
   -    Ada masalah atau banyak pikiran                                               : Ya
   -    Ada gangguan atau ada masalah dengan orang lain                               : Ya
   -    Menggunakan obat tidur atau penenang atas anjuran dokte                       : Tidak
   -    Cenderung mengurung diri                                                      : Tidak
   Kesimpulan: Ada gangguan emosional
2. Tingkat Kerusakan Intelektual
       Benar      Salah       Nomor       Pertanyaan
                    √            1        Tanggal berapa hari ini?
         √                       2        Hari apa sekarang?
         √                       3        Apa nama tempat ini?
         √                       4        Dimana alamat anda?
                    √            5        Berapa umur anda?
                    √            6        Kapan anda lahir?
         √                       7        Siapa presiden indonesia?
                    √            8        Siapa presiden indonesia sebelumnya?
         √                       9        Siapa nama ibu anda?
                    √           10        20-3-3-3
         5          5
   Kesimpulan: Fungsi intelektual kerusakan ringan




                                                                                 18
3. Identifikasi aspek kognitif
                              Nilai     Nilai
    No    Aspek kognitif                                       Kriteria
                             maksimal   klien
     1   Orientasi              5         3     Menyebutkan dengan benar:
                                                Tahun : 2010
                                                Musim : Hujan
                                                Tanggal : -
                                                Hari : Sabtu
                                                Bulan : -
     2   Orientasi               5       2      Dimana kita sekarang berada?
                                                Negara : Indonesia
                                                Propinsi : -
                                                Kabupaten/ kota : Ngawi
                                                Panti : -
                                                Wisma : -
     3   registrasi              3       3      Sebutkan 3 nama obyek
                                                Kursi
                                                Meja
                                                Kertas
     4   Perhatian     dan       5       2      Klien hanya mampu menjawab 2
         kalkulasi
     5   Mengingat               3       1      Klien hanya mampu mengingat
                                                obyek pada nomer 2 yaitu kota:
                                                Ngawi
     6   Bahasa                  9       2      Menanyakan kepada klien tentang
                                                benda.
                                                1.meja
                                                2.kursi
                                         1      Meminta klien untuk mengulangi
                                                kata (tidak ada,dan,jika,atau tetapi)
                                                Klien menjawab:tetapi
                                         3      Meminta klien mengikuti perintah,
                                                ambil kertas ditangan, lipat dua dan
                                         1      taruh dilantai.
                                                Memerintahkan klien            aktifitas
                                         0      dengan tutup mata sesuai perintah.
                                                Memerintahkan klien untuk menulis
                                                kalimat dan menyalin gambar.
        Total nilai           30         18
   Kesimpulan: Gangguan kognitif sedang.




                                                                          19
E. PENGKAJIAN PERILAKU TERHADAP KESEHATAN
  -     Kebiasaan merokok
  -     Klien tidak mempunyai kebiasaan merokok.
  -     Kebiasaan minum alkohol
  -     Klien tidak pernah minum alkohol.
  -     Minum kopi
  -     Klien selalu minum kopi 2 gelas per hari.
  5.1    Pengetahuan Tentang Kesehatan Usia Lanjut.
         Ny. S kurang mengerti tentang makanan sehat, sudah mengerti penyakit
         yang dideritanya akan tetapi kurang jelas, dan klien belum mengerti tentang
         pencegahan penyakit.
  5.2    Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari
            Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari

             Frekwensi makan 3x sehari,1 porsi habis, komposisi nasi, sayur, lauk
             pauk. Klien tidak mempunyai kebiasaan makan makanan tambahan.
            Pola pemenuhan kebutuhan cairan

             Klien minum air lebih dari 3 gelas sehari, minum air putih dan kadang-
             kadang minum kopi.
            Pola kebiasaan tidur

             Klien biasa tidur 4-6 jam sehari mulai dari jam 21.00-04.00 wib, klien
             sulit mengawali tidur karena kakinya sering nyeri, klien menggunakan
             waktu luangnya dengan santai-santai dengan keluarga.
            Pola eliminasi BAB

             BAB 1 x sehari dengan konsistensi padat, lunak, warna kuning, bau khas
             faeces dan tidak ada gangguan dalam BAB.




                                                                                 20
           Pola eliminasi urine

            Frekwensi BAK 4-6 x sehari, warna kuning jernih, bau khas urine, tidak
            ada gangguan BAK.
           Pola aktifitas

            Klien beraktifitas sebagai seorang dukun pijat dan dukun bayi.
           Pola pemenuhan kebersihan diri

            Klien mandi 2 x sehari pagi dan sore, memakai sabun mandi,sikat gigi 2
            x sehari dengan pasta gigi, ganti pakaian sekali sehari.
5.3   Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari
                                                               Skor
                                      Dengan
 No               Kriteria                        Mandiri      Yang         Keterangan
                                      Bantuan
                                                              Didapat
  1       Makan                          5           10         10    Frekwensi:3xsehari
                                                                      Jumlah:1piring
                                                                      Jenis:nasi,lauk pauk
  2       Minum                          5           10         10    Frekwensi:>3gelas
                                                                      Jumlah:2500cc
                                                                      Jenis:air dan kopi
  3       Berpindah dari kursi         5-10          15         15    -
          roda            ketempat
          tidur,atau sebaliknya
  4       Personal toilet (cuci          0            5           5    Frekwensi:2xsehari
          muka, menyisir rambut,
          gosok gigi)
  5       Keluar masuk toilet            5           10          10    -
          (mencuci         pakaian,
          menyeka
          tubuh,menyiram)
  6       Mandi                          5           15          15    Frekwensi:2xsehari
  7       Jalan di permukaan             0            5           5    -
          datar
  8       Naik turun tangga              5           10          10    -
  9       Mengenakan pakaian             5           10          10    -
 10       Kontrol bowel (BAB)            5           10          10    Frekwensi:1xsehari
                                                                       Konsistensi:padat,lunak



                                                                                 21
   11    Kontrol bladder (BAK)           5           10          10       Frekwensi:4-6xsehari
                                                                          Warna:kuning jernih
   12    Olah raga/ latihan              5           10           -       -
   13    Rekreasi/ pemanfaatan           5           10          10       Jenis:main   ketempat
         wakyu luang                                                      anaknya
                                                                          Frekwensi:2xseminggu
  Kesimpulan:Mandiri


F. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
  6.1   Pemukiman
        Luas bangunan 108m², bentuk bangunan rumah, jenis bangunan non
        permanen, atap rumah dari genting, dinding kayu, lantai tanah, kebersihan
        lantai kurang, ventilasi <15% luas lantai, pencahayaan kurang karena tidak
        mempunyai jendela dan genting kaca,pengaturan penataan perabot kurang,
        kelengkapan alat rumah tangga tidak lengkap karena penghasilan yang
        sangat minim.
  6.2   Sanitas
        Penyediaan air bersih sumur, penyediaan air minum dengan direbus,
        pengelolaan jamban pribadi, jenis jamban leher angsa, jarak dengan sumber
        air >10m, sarana pembuangan air limbah tidak lancer, sampah ditimbun dan
        dibakar, polusi udara berasal dari rumah tangga, pengelolaan binatang
        pengerat tidak ada.
  6.3   Fasilitas
        Peternakan ada,jenis ayam. Sarana olahraga tidak ada, ruang pertemuan
        tidak ada, sarana hiburan ada jenis televisi, sarana ibadah tidak ada.
  6.4   Keamanan dan Transportasi
        Sistem keamanan lingkungan tidak ada, penanggulangan kebakaran dan
        bencana tidak ada, kondisi masuk jalan rumah tidak rata, jenis transportasi
        yang dimiliki sepeda motor jumlah 2 buah, sarana komunikasi ada dengan
        jenis telephon, cara penyebaran informasi langsung dengan lisan.




                                                                                   22
     ANALISA DATA
           DATA                         ETILOGI                               MASALAH
Data Subyektif :              Penaikan metabolisme tulang Nyeri
 Klien mengatakan bahwa
 kaki kanan dan kirinya sakit Penaikan enzim yang merusak
 apalagi dibuat berjalan      tulang rawan sandi

Data Obektif :                Penurunan                      kadar
- Klien memijat-mijat kakinya proteologlikan
  saat pengkajian
                              Penurunan                      kadar
- Wajahnya terlihat meringis  proteologlikan

- Skala nyeri 4-6, sedang    Penurunan fungsi tulang nyeri
Data Subyektif :             Usia yang lanjut                        Intoleransi aktivitas
  Klien mengatakan tidak
  sanggup berjalan jauh
                             Penurunan fungsi tulang
Data Obektif :
- Klien berjalan menggunakan
  alat bantu tongkat         Kekuatan otot melemah

- Klien lebih banyak duduk
                                  Meningkatnya       nyeri    saat
- Klien berjalan lambat           berjalan


                                  Intoleransi aktivitas
Data Subyektif :                  Lansia                             Resti cidera fisik
 Klien mengatakan         takut
 untuk berjalan jauh
                            Penurunan fungsi tulang
Data Obektif :
- Klien tampak berhati-hati
  saat berjalan             Resiko cidera tinggi




                                                                                             23
PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN
1. Nyeri berhubungan dengan penurunan fungsi tulang ditandai dengan wajaha
   meringis dan skala nyeri 4- 6.

2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan perubahan otot lemah ditandai dengan
   klien menggunakan alat bantu.

3. Resti cedera fisik berhubungan dengan mobilitas menurun ditandai dengan klien
   tampak berhati-hati saat berjalan.




                                                                             24
                       RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


NAMA PASIEN             : Ny. S                             UMUR                  : 63ahun
TGL PENGKAJIAN : 20 maret 2010                              WISMA/KAMAR           :-
DX. MEDIS               : Reumatik (Artritis Reumatoid)


     DIAGNOSA                 TUJUAN /                      RENCANA PERAWATAN
NO
     KEPERAWATAN              KRITERIA HASIL                INTERVENSI            RASIONAL
1.   Nyeri     sendi     b/d Nyeri         hilang       / 1. Kaji nyeri, catat 1. Membantu             dalam
     penurunan         fungsi terkontrol                      lokasi,               menentukan
     tulang d/d nyeri sendi                                   karakteristik,        managemen nyeri
     (skala nyeri=6), wajah Kriteria hasil :                  derajat (skala 0-
     meringsi, kaki sakit     Pasien                dapat     10)
     jika berjalan            istirahat/tidur   dengan 2. Anjurkan klien 2. Panas             meningkatkan
                              tenang, pasien tampak           untuk mandi air       letak sisi otak dan
                              rileks                          hangat / panas        mobilitas, menurunkan
                                                                                    rasa sakit.
                                                            3. Berikan    klien 3. Tirah baring mungkin
                                                              posisi      yang      diperlukan          untuk
                                                              nyaman      pada      membatasi      nyeri     /
                                                              waktu tidur /         cedera sendi
                                                              duduk di kursi.
                                                            4. Berikan masase 4. Menaikkan           relaksasi
                                                              yang lembut           atau regangan otot
                                                            5. Berikan    obat 5. Menaikkan          relaksasi
                                                              sesuai indikasi       dan    sebagai      terapi
                                                                                    pengobatan




                                                                                            25
     DIAGNOSA                      TUJUAN /                RENCANA PERAWATAN
NO
     KEPERAWATAN                   KRITERIA HASIL          INTERVENSI               RASIONAL
2.   Intoleran aktivitas b/d Klien                mampu 1. Pertahankan              1. Untuk            mencegah
     usia      lanjut        dan berpartisipasi     pada      istirahat     tirah      kelelahan                dan
     perubahan        otot   d/d aktivitas          yang      baring / duduk           mempertahankan
     tidak sanggup berjalan diinginkan.                       jika diperlukan.         kekuatan.
     jauh,    lebih     banyak                             2. Bantu bergerak 2. Menaikkan                     fungsi
     duduk.                                                   dengan bantuan           sendi, kekuatan otot
                                                              seminimal                dan stamina umum.
                                                              mungkin.
                                                           3. Dorong        klien 3. Memaksimalkan
                                                              mempertahank             fungsi         sendi     dan
                                                              an          postur       mempertahankan
                                                              tegak,      duduk        mobilitas
                                                              tinggi         dan
                                                              berjalan.
                                                           4. Berikan               4. Menghindari            cedera
                                                              lingkungan               akibat kecelakaan
                                                              yang aman dan
                                                              menganjurkan
                                                              untuk
                                                              menggunakan
                                                              alat bantu.
                                                           5. Berikan       obat- 5. Untuk               menekan
                                                              obat        sesuai       inflamasi        sistematik
                                                              dengan indikasi          akut.
3.   Resti cedera fisik b/d Klien                  dapat 1. Kendalikan              1. Lingkaran yang bebas
     penurunan           fungsi mempertahankan               lingkungan                bahaya                  akan
     tulang lansia d/d hati- keselamatan fisik.              dengan                    mengurangi             resiko
     hati     saat     berjalan,                             menyingkirkan             cedera.




                                                                                                 26
      menggunakan       alat                                 bahaya       yang
      bantu tongkat.                                         tampak       jelas
                                                             seperti
                                                             pencahayaan
                                                             pada       malam
                                                             hari.
                                                           2. Membantu               2. Mengetahui        tahapan
                                                             regimen                       pengobatan.
                                                             medikasi.
                                                           3. Anjurkan untuk 3. Mengurangi                 resiko
                                                             berjalan     atau             cedera.
                                                             bangkit        dari
                                                             duduk dan tidur
                                                             dengan
                                                             perlahan-lahan.


CATATAN PENGEMBANGAN
No.
      Hari / Tanggal      Implementasi                           Evaluasi
Dx
1.    Senin,   22   maret Pukul : 14.00 WIB                      S : Klien menyatakan bahwa
      2010                 Mengkaji keluhan nyeri dan               kaki kanan dan kirinya
                               catat lokasi skala nyeri. Skala       masih         sakit     apalagi
                               nyeri = 6                             dibawa berjalan
                           Menganjurkan        klien     untuk O : Klien memijat-mijat
                               mandi air panas / hangat              kakinya.
                           Memberikan klien posisi yang             - Wajah        klien    terlihat
                               nyaman pada waktu duduk di              meringis
                               kursi                                 - Nyeri = 6
                           Memberikan message            yang A : Masalah belum teratasi
                               lembut pada kaki / lutut          P : R/T dilanjutkan




                                                                                                     27
2.                       Pukul : 14.15 WIB                           S : Klien menyatakan masih
                          Mempertahankan                istirahat       tidak sanggup berjalan
                            duduk jika diperlukan                        lama
                          Membantu bergerak dengan O                       :      Klien      berjalan
                            bantuan seminimal mungkin                    menggunakan tongkat
                          Mendorong                        klien        - Klien     lebih        banyak
                            mempertahankan postur tegak,                  duduk
                            duduk      tinggi,   berdiri     dan         - Klien berjalan lambat
                            berjalan                                 A : masalah belum teratasi
                                                                     P : R/T dilanjutkan
3.                       Pukul : 14.30 WIB                           S : Klien menyatakan masih
                          Mengendalikan           lingkungan            takut untuk berjalan jauh
                            dengan menyarankan untuk O : Klien tampak berhati-
                            menggunakan            penyangga             hati saat berjalan, klien
                            tempat tidur                                 menggunakan          tongkat
                          Menganjurkan untuk berjalan                   saat berjalan
                            atau bangkit dari duduk dan A : Masalah belum teratasi
                            tidur dengan perlahan-lahan              P : R/T dilanjutkan
No.
      Hari / Tanggal     Implementasi                                Evaluasi
Dx
1.    Rabu,   24   maret Pukul : 15.30 WIB                           S : Klien menyatakan kaki
      2010                Menganjurkan          klien     untuk         kanannya sakitnya sudah
                            mandi air panas / hangat                     berkurang       tetapi      kaki
                          Menganjurkan          klien     untuk         kirinya masih sakit
                            meminum obat sesuai instruksi O : Klien masih memijat
                            / indikasi                                   kaki kirinya
                          Memberikan message               yang         - Wajah sedikit meringis
                            lembut                                   A     :    Masalah           teratasi
                                                                     sebagian
                                                                     P : R/T dilanjutkan




                                                                                                      28
2.   Pukul : 15.45 WIB                     S : Klien menyatakan dapat
      Menganjurkan               untuk        berjalan       tapi     tidak
       memindahkan        benda    yang        sanggup lama-lama
       menggangu saat berjalan             O         :     Klien      masih
      Membantu bergerak dengan                menggunakan           tongkat
       bantuan seminimal mungkin               untuk berjalan
      Menyarankan                untuk        - Klien berjalan lambat
       mempertahankan          istirahat A       :       Masalah     teratasi
       duduk atau tirah baring jika sebagian
       diperlukan                          P : R/T dilanjutkan
3.   Pukul : 16.00 WIB                     S : Klien menyatakan masih
      Menyingkirkan bahaya yang               takut untuk berjalan
       dapat   menyebabkan        cedera O : Klien tampak berhati-
       (usahakan kursi selalu berada           hati
       ditempatnya. Jangan dipindah-           - Klien       menggunakan
       pindahkan)                               tongkat
      Mendorong klien untuk tetap A             :       Masalah     teratasi
       latihan berjalan                    sebagian
      Menjelaskan pada klien untuk P : R/T dilanjutkan
       tetap   menggerakkan        sendi
       untuk              meminimalkan
       kekakuan




                                                                         29
No.
      Hari / Tanggal      Implementasi                              Evaluasi
Dx
1.    Sabtu,   27   maret Pukul : 15.00 WIB                         S : Klien menyatakan kaki
      2010                 Memberikan                    injeksi       kirinya masih sakit
                             Neuropiton 1cc
                           Menganjurkan minimal obat O : Klien memijat kaki
                             setelah makan 3x / hari                    kirinya
                           Memberikan          posisi     yang         - Wajah sedikit meringis
                             nyaman yaitu posisi duduk
                             bersandar                              A : Masalah teratasi sebagian
                           Menganjurkan untuk memijat
                             bagian     sendi    yang       sakit P : R/T dilanjutkan
                             dengan obat gosok
2.                        Pukul : 15.15 WIB                         S : Klien menyatakan masih
                           Menjelaskan         untuk      tidak        takut untuk berjalan
                             berjalan di tempat yang licin          O    :   Klien    datang     ke
                           Membantu klien bangkit dari                 poliklinik bersama teman
                             duduk saat akan pulang                     satu wismanya
                           Menganjurkan        klien      untuk A : Masalah teratasi sebagian
                             banyak istirahat                       P : R/T dilanjutkan
3.                        Pukul : 15.30 WIB                         S : Klien menyatakan dapat
                           Membantu       klien     bergerak           berjalan,    dari      tidak
                             dengan cara menuntunnya                    sanggup berjalan jauh
                           Menganjurkan        klien      untuk O : Klien berjalan lambat
                             menggerakkan            sendinya           dan tetap menggunakan
                             walaupun      dalam         keadaan        tongkat
                             duduk                                  A : Masalah teratasi sebagian
                           Menganjurkan         klien     tetap P : R/T dilanjutkan
                             menggunakan tongkatnya saat
                             berjalan




                                                                                                 30
                                     BAB IV
                                   PENUTUP


A. Kesimpulan

           Penyakit reumatik adalah kerusakan tulang rawan sendi yang

  berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut. Secara klinis ditandai

  dengan nyeri, deformitas, pembesaran sendi, dan hambatan gerak pada sendi-

  sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban.

           Artritis reumatoid adalah merupakan penyakit inflamasi sistemik kronik

  dengan manifestasi utama poliartritisprogresif dan melibatkan seluruh organ

  tubuh. Terlibatnya sendi pada pasien artritis reumatoid terjadi setelah penyakit ini

  berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresifitasnya. Pasien dapat juga

  menunjukan gejala berupa kelemahan umum cepat lelah.

           Wanita lebih sering terkena osteoartritis pada lutut dan sendi, sedang

  pria lebih sering terkena osteoartritis pada paha, pergelangan tangan dan leher.

  Secara keseluruhan dibawah umur 45 tahun frekuensi osteoartritis kurang lebih

  sama pada pria dan wanita, tetapi diatas 50 tahun frekuensi osteoartritis lebih

  banyak wanitadari pada pria hal ini menunjukan adanya peran hormonal pada

  patogenesis osteoartritis.




                                                                                   31
B. Saran

Masalah yang terjadi pada Ny.S sebagian besar dapat diatasi, mampu berpartisipasi

pada aktivitas yang diinginkan dan dapat mempertahankan keselamatan fisik.




                                                                              32
                            DAFTAR PUSTAKA


Dongoes E marilyn, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan, ECG, Jakarta

Kalim, Handoyo, 1996, Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI, Jakarta

Mansjoer, Arief, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius FKUI, Jakarta

Prince, Silvya Anderson, 1999, Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit,

Ed. 4, ECG, Jakarta.




                                                                                33
                        SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik         : Reumatoid
Tanggal       : 22 maret 2010
Waktu         : Pukul 15.00 wib
Sasaran       : Ny. S
Tempat        : Dirumah Ny.S
Penyuluh      : Neli PujiAstuti
A. Tujuan Umum
   Ny.s dapat mengerti dan faham akan penyakit reumatoid


B. Tujuan Khusus
   Setelah dilaksanakan penyuluhan Ny.S :
   1. Mampu menjelaskan pengertian atritis reumatoid
   2. Mampu menjelaskan penyebab atritis reumatoid
   3. Mampu menjelaskan gejala-gejala atritis reumatoid
   4. Mampu menjelaskan penatalaksanaan dari atritis reumatoid


C. Pokok bahasan
   1. pengertian atritis reumatoid
   2. penyebab atritis reumatoid
   3. gejala-gejala atritis reumatoid
   4. penatalaksanaan dari atritis reumatoid


D. Metode
   Ceramah dan tanya jawab


E. Media
   Leaflet



                                                                 34
              MATERI PENYULUHAN ATRITIS REUMATOID


1. Pengertian atritis reumatoid

   Atritis reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan

   manifestasi utama poliatritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh atau

   disebut juga penyakit peradangan sendi yang sering muncul pada usia lanjut.



2. Penyebab atritis reumatoid

   - Umur

       Tidak pernah terjadi pada anak-anak, jarang pada unur dibawah 40 tahun dan

       sering pada umur diatas 60 tahun.

   - Jenis kelamin

       Lebih banyak terjadi pada wanita dari pada pria hal ini menunjukkan adanya

       peran hormonal.

   - Genetik

       Faktor herediter juga berperan pada timbulnya prnyakit yaitu pada ibu dari

       seorang wanita reumatoi atritis

   - Suku

       Hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidup maupun perbedaan

       pada frekuensi kelainan konginetal. Dan sering dijumpai pada orang-orang

       kulit putih dibandingkan kulit hitam.




                                                                                 35
   - Kegemukan

       Berat badan yang berlebihan nyata berkaitan dengan meningkatnya resiko

       untuk timbunya reumatoid artritis baik pada laki-laki maupun wanita.



3. Gejala-gejala atritis reumatoid

   -   Nyeri sendi

   -   Rasa kaku

   -   Hambatan pada pergerakan sendi

   -   Krepitasi

   -   Pembesaran sendi

   -   Perubahan gaya berjalan



4. Penatalaksanaan dari atritis reumatoid

   -   Obat-obatan

       Obat-obat anti inflamasinon steroid bekerja sebagai analgetik dan mengurangi

       sinovitis.

   - Diet

       Diet untuk menurunkan berat badan menjadi program utama pada pasien.

   - Fisioterapi

       Fisioterapi berperan penting pada penatalaksanaan reumatoid artritis, meliputi

       pemakaian panas dan dingin dan program latihan yang tepat.




                                                                                  36

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: Askep, buat, akper
Stats:
views:2233
posted:3/2/2011
language:Indonesian
pages:36
Description: Askep Buad Akper