Asuhan Keperawatan krluarga

					                                     BAB I

                                PENDAHULUAN



A. Latar belakang masalah

            Perubahan-perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan

   makin meningkatnya usia. Perubahan tubuh terjadi sejak awal kehidupan hingga

   usia lanjut pada semua organ dan jaringan tubuh.

            Keadaan demikian itu tampak pula pada semua sistem tubuh dan

   jaringan lain yang ada kaitannya dengan jalannya waktu dan menurunnya fungsi

   tubuh sehingga kemungkinan akan menimbulkan berbagai macam penyakit.

   Selain itu dapat dipicu adanya efek radikal bebas yang dapat memicu timbulnya

   sel kanker.

            Seperti halnya kanker payudara yang dapat disebabkan karena efek

   radikal bebas, akan tetapi penyebab lain dapat disebabkan karena seseorang tidak

   menikah, menggunakan alat kontrasepsi oral, menopouse datang terlambat lebih

   dari 55 tahun, riwayat keluarga dapat menderita kanker payudara yaitu ibu

   (Muchlis Ramli, dkk, 2000)




                                                                                 1
B. Tujuan

  1. Tujuan umum

     Melaksanakan asuhan keperawatan keluarga yang mempunyai masalah

     dengan ca mamma.

  2. Tujuan khusus

     a. Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang ca mamma.

     b. Mengantisipasi tingkat kecemasan keluarga dan masyarakat lingkungan

         sekitar berhubungan dengan ca mamma.



C. Manfaat

  1. Bagi masyarakat

     Mahasiswa dapat mengaplikasikan hasil asuhan keperawatan keluarga secara

     langsung dan mendapatkan informasi mengenai ca mamma.

  2. Bagi keluarga

     Dapat digunakan sebagai motivasi dalam usaha untuk mengurangi kecemasan

     dan pengobatan ca mamma pada keluarga.

  3. Bagi masyarakat

     Dapat digunakan sebagai motivasi dalam usaha untuk mengurangi tingkat

     kecemasan dan memperoleh informasi yang benar tentang ca mamma.

  4. Bagi institusi

     Dapat digunakan sebagai data dasar dalam melaksanakan asuhan keperawatan

     keluarga yang selanjutnya berhubungan dengan ca mamma.



                                                                           2
                                     BAB II

                             TINJAUAN TEORI



A. Pengertian

            Karsinoma mamma adalah karsinoma yang berasal dari parenkim,

   stroma, areola dan papilla mamma. (lab. UPF Bedah RSDS,1984).



B. Faktor predisposisi

            Beberapa faktor resiko pada karsinoma mammae dalam kalangan

   oncologist (Muchlis Ramli, dkk, 2002) diantaranya:

   1. Umur >30 tahun, bertambah besar sampai usia 50 tahun dan setelah

      menopause.


   2. Tidak kawin/ nuliparasetelah 35 tahun resikonya 2 kali lebih besar.


   3. Anak pertama lahir setelah usia 35 tahun.


   4. Menarche kurang dari 12 tahun resikonya 1,7-3,4 kali lebih tinggi dari pada

      wanita dengan menarche yang dating pada usia normal atau lebih dari 12

      tahun.


   5. Menapause dating terlambat lebih dari 55 tahun,resikonya 2,5-5 kali lebih

      tinggi.




                                                                               3
   6. Pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara

      resikonya 3-9 kali lebih besar.


   7. Adanya kanker payudara kontralateral, resikonya3-9 lebih besar.


   8. Pernah mengalami operasi ginekologis-tumor ovarium, resikonya 3-4 kali

      lebih tinggi.


   9. Radiasi dinding dada resikonya 2-3 kali lebih besar.


   10. Riwayat keluarga ada yang menderita kanker payudara pada ibu, saudara

      perempuan ibu, adik atau kakak saudara perempuan, resikonya 2-3 kali lebih

      tinggi.


   11. Kontrasepsi oral pada penderita tumor payuda jinak seperti kelainan

      fibrokistik yang ganas akan meningkatkan resiko unntuk mendapatkan kanker

      payudara 11 kali lebih tinggi.




C. Gejala Klinis

   Keluhan penderita kanker payudara (Lab. UPF Bedah RSDS, 1984):

      1. Mungkin tidak ada


      2. Tumor mammae umumnya tidak nyeri


      3. Ulkus/ perdarahan dari ulkus




                                                                              4
   4. Erosi putting susu


   5. Perdarahan / keluar cairan dari putting susu


   6. Nyeri pada payudara


   7. Kelainan bentuk payudara


   8. Keluhan karena metastase


Gambaran klinis kanker mammae yang khas pada usia 35 tahun/ lebih (Lab.UPF

Bedah RSDS,1984):

1. Tumbuh progresif


2. Invasi atau nekrose


   a. Batas tidak jelas


   b. Bentuk tidak teratur


   c. Mobilitas tidak terbatas


   d. Retraksi kulit atau papil


   e. Eritema kulit


   f. Nodul satelit


   g. Ulkus




                                                                        5
       h. Tumor melekat dengan kulit, m.pektoralis, dinding thoraks


   3. Mengadakan metastase


       1. Regional


          a. Pembesaran kelenjar limfe aksila


          b. Pembesaran kelenjar limfe mammaria interna


       2. Organ jauh




D. Patofisiolgi

            Tumor / neoplasma merupakan kelompok sel yang yang berubah dengan

   ciri-ciri: proliferasi sel yang berlebihan dan tidak berguna yang tidak mengikuti

   pengaruh struktur jaringan sekitarnya.

            Neoplasma yang maligna terdiri dari sel-sel kanker yang menunjukkan

   proliferasi yang tidak terkendali yang menggangu fungsi jaringan normal dengan

   menginfiltrasi dan memasukinya dengan cara menyebarkan anak sebar keorgan-

   organ yang jauh. Didalam sel tersebut terjadi perubahan secara biokimia terutama

   dalam intinya. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel dimana telah

   terjadi transformasi maligna dan berubah menjadi ekelompok sel-sel ganas diantar

   sel-sel normal.




                                                                                  6
E. Pemeriksaan

  Dasar diagnosis karsinoma mammae

  1. Dasar diagnosis klinis, tumor pada mammae yang tumbuh progresif dengan

     tanda-tanda infiltrasi dan atau metastase


  2. Dasar diagnostic patologi, tumor dengan tanda-tanda keganasan. Pemeriksaan:


     a. Pemeriksaan klinis


     b. Pemeriksaan penunjang klinis


     c. Pemeriksaan sitologis/ patologis


     d. Penatalaksanaan


         1. Terapi kuratif:


            Untuk kanker mamma stadium 0, I, II dan III

                Terapi utama adalah mastektomi radikal modifikasi, alternative

                 tomorektomi + diseksi axila


                Terapi   ajuvan:   radioteerapi   paska   bedah    4000-6000rads-

                 kemoterapi     untuk      pra     menopause       dengan    CMF

                 (Chyclophosphamide 100 mg/m2 dd po hari 1-14 methorrexate

                 40mg/m2 IV hari ke-1 siklus diulangi tiap 4minggu dan flouroracil

                 600 mg/m2 IV atau CAP (cyclophosphamide 500 mg/m2 hari ke-




                                                                                7
            1, adriamycin 50 mg/m2 hari ke-1 dan flouroracil 500mg/m2 hari

            ke-1 dan 8 untuk 6 siklus.


   Hormon terapi untuk paska menopause dengan tamoksifen untuk 1-2

tahun.

        Terapi bantuan, roboransia


        Terapi sekunder bila perlu


        Terapi komplikasi paska bedah


         a. Terapi paliatif


            Untuk kanker mamma stadium III B dan IV:

             Terapi utama


                Pramenapause bilateral    ovaridektomi,   Paska menopause

                hormone reseptor positif (takmosifen) dan hormone reseptor

                negative (kemoterapi dengan CMF atau VAF)

             Terapi ajuvan


                Operable (mastectomy simple), inoperable (radioterapi)

         b. Terapibantuan; Roboransia


         c. Terapi komplikasi




                                                                         8
F. Prognosis

          Tujuan akhir dari program ini bukan saja memperbaiki keutuhan hidup,

   tetapi juga perbaikan penyembuhan sebab kanker yang diobati pada stadium dini

   dengan sendirinya menaikkan angka survival biarpun penyembuhanya belum

   tenyu tercapai.




                                                                              9
                                     BAB III

                         FORMAT PENGKAJIAN



FORMAT PENGKAJIAN

Tanggal pengkajian   : 20 Maret 2010

Nama mahasiswa       : Neli Puji Astuti

NIM                  : 2008.0146



                     FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA

A. DATA UMUM

   I. Kepala keluarga

      Nama kepala keluarga      : Tn. N

      Umur                      : 67 tahun

      Agama                     : Islam

      Pendidikan                :-

      Pekerjaan                 : Sebagai dukun pijat

      Penghasilan               : Rp 30.000

      Suku/ bangsa              : Jawa / Indonesia

      Alamat                    : Rt 03 Rw 13 Watualang, Ngawi




                                                                 10
      II. Komposisi keluarga

                                                      Status
                       Jenis
 No          Nama                  Usia     Agama     dalam Pendidikan Pekerjaan    Ket
                      kelamin
                                                    keluarga
  1      Tn.N            L         67 thn   Islam   Kepala       -     Dukun
                                                    keluarga           pijat
  2      Ny.S            P         63 thn   Islam   Istri        -     Dukun
                                                                       bayi
  3      Ny.R            P         47 thn   Islam   Anak       SMP     IRT
  4      Tn.M            L         45 thn   Islam   Menantu    SMP     Tani
  5      Sdr.A           L         20 thn   Islam   anak       STM     -


      III.   Genogram




Keterangan :
               : Laki-laki                             : Hubungan Perkawinan
               : Perempuan                             : Tinggal Serumah
               : Garis Keturunan                       : Meninggal




                                                                               11
IV. Tipe keluarga

     Keluarga Tn. N merupakan tipe keluarga besar (Extended family)

V.   Latar belakang budaya (etnis)

     Keluarga Tn.N berasal dari suku jawa, bahasa yang digunakan bahasa jawa,

     pengobatan pada keluarga Tn.N kadang-kadang bersifat tradisional.

VI. Identitas religious

     Seluruh anggota keluarga dalam keyakinan beragama islam. Keluarga Tn.N

     rajin melaksanakan ibadah setiap harinya. Menurut keluarga Tn.N tidak ada

     nilai agama yang bertentangan dengan kesehatan.

VII. Status sosial ekonomi keluarga

     Anggota keluarga yang mencari nafkah       : Tn.N, Ny.S

     Penghasilan (bila memungkinkan)            : Rp.300.000

     Pemenuhan kebutuhan                        :-

     Simpanan keuangan                          :-

     Penentu keuangan                           : Ny.S

     Harta benda yang dimiliki                  : Sepeda motor, televise

VIII. Aktivitas rekreasi dan waktu luang keluarga

     Tidak mempunyai jadwal rekreasi. Kadang-kadang pergi ketempat saudara

     yang dekat.




                                                                           12
B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

   I. Tahap perkembangan keluarga saat ini

      Keluarga Tn.N termasuk keluarga dalam masa pensiun dan lansia, Karena

      pada saat ini Tn.N berusia 67 tahun.

   2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

      Pemenuhan kebutuhan fisik anggota keluarga, karena keadaan ekonomi yang

      tidak mencukupi.

   3. Riwayat keluarga inti

      Ny. S mengatakan bahwa bertemu dengan Tn.N dengan cara dikenalin oleh

      orang tuanya, kemudian berpacaran selama 2 bulan dan kemudian menikah.

   4. Riwayat keluarga sebelumnya

      Dalam keluarga Tn.N tidak ada yang menderita penyakit keturunan seperti

      DM, hipertensi, asma dan anggota keluarga tidak ada yang menderita penyakit

      menular seperti TBC, hepatitis.



C. Data Lingkungan

   1. Karakteristik rumah tinggal

       Perumahan                            : Hunian

          Status Kepemilikan                 : Milik Sendiri

          Jenis rumah                        : Tipe C papan

          Ventilasi / pencahayaan            : Ada tapi kurang

          Lantai rumah                       : Tanah



                                                                               13
    Persediaan Air Bersih                : Sumur

       Tempat Penyimpanan Air             : Tempayan

       Jarak sumber air                   : 15m

       Kualitas air                       : Bersih

    Jamban Keluarga                      : Cemplung

       Kepemilikan Jaga                   :-

2. Gambar denah rumah

                                                     Teras
      Kandang                                                 Kamar Tidur
       Ternak




                                                                            Sumur
                      Dapur




3. Karakteristik tetangga dan komunitas

   Tempat tingaal Tn.N di lingkungan pedesaan. Keadaan jalan belum diaspal,

   masih tanah. Tetangga Tn.N sebagian besar adalah petani.

4. Mobilitas geografis keluarga

   Keluarga Tn.N tidak pernah berpindah tempat tinggal. Setelah menikah

   langsung membangun rumah yang sekarang ini ditempati bersama-sama

   keluarganya.



                                                                            14
   5. Hubungan keluarga dengan fasilitas kesehatan dalam komunitas

      Keluarga selalu menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan dan tempat

      pelayanan kesehatan jika ada anggota keluarga yang sakit.

   6. Sistem pendukung keluarga

      Informal : Hubungan keluarga dengan tetangga, teman, kerabat serta

                  masyarakat baik. Dukungan dari lingkungan sangat mendukung

                  koping keluarga.

      Formal : Hubungan keluarga dengan tenaga kesehatan baik, terbukti apabila

                  keluarga Tn.N sakit langsung ketenaga kesehatan seperti dokter

                  dan fasilitas kesehatan seperti puskesmas.



D. Struktur Keluarga

   1. Pola komunikasi keluarga

      Komunikasi keluarga dapat berfungsi dengan baik, sifatnya terbuka. Terbukti

      adanya anggota keluarga mengungkapkan dengan bebas keinginanya serta

      ikut kooperatif sewaktu pengkajian.

   2. Struktur kekuasaan

      Dalam keluarga Tn.N pengambilan keputusan dilakukan dengan musyawarah

      keluarga.




                                                                              15
   3. Struktur peran

      -   Tn. N

          Sebagai kepala keluarga,suami dan ayah dan juga sebagai pencari nafkah

          membantu kebutuhan keluarga

      -   Ny. S

          Sebagai ibu rumah tangga,istri dan ibu.

      -   Ny. R

          Sebagai anak yang sudah menikah dan mempunyai anak dua orang.

      -   Tn. M

          Sebagai Menantu dan membantu mencari nafkah keluarga

      -   sdr. A

          Sebagai anak remaja

   4. Struktur nilai-nilai keluarga

      Keluarga Tn.n memegang aturan atau norma di masyarakat yang sesuai

      dengan agamanya. Dalam keluarga mempercayai petugas kesehatan untuk

      pengobatan anggota keluarganya.



E. Fungsi Keluarga

   1. Fungsi afektif

      Anggota keluarga Tn. N saling asuh dan sangat menghargai satu sama lain,

      saling membutuhkan. Sebagai orang tua tn.n dan Ny. S selalu memperhatikan

      keluarganya.



                                                                             16
2. Fungsi sosialisasi

   Hubungan keluarga Tn. N baik terbukti dengan antara satu sama lain

   menghargai dan anaknya menurut apabila disuruh oleh orang tua. Apabila ada

   masalah selalu diselesaikan dengan musyawarah bersama.

3. Fungsi perawatan kesehatan

   Keluarga selau memanfaatkan layanan kesehatan terdekat seperti puskesmas,

   bila ada anggota keluarga yang sakit.

   a. Keyakinan-keyakinan, nilai-nilai dan perilaku keluarga

       Jika ada keluarga yang sakit keluarga mempercayakan layanan kesehatan

       buat berobat dan kadang disertai pengobatan alternatif.

   b. Tingkat pengetahuan tentang sehat sakit

       Keluarga kurang mengerti       tentang sehat sakit, keluarga mendapatkan

       informasi tentang kesehatan dari bidan desa dan pelayanan kesehatan

       terdekat.

   c. Praktik diet keluarga

       Keluarga Tn. N kurang mengerti tentang makanan yang bergizi, cara

       menyiapkan makanan dan cara penyimpanan makanan yang baik dan

       benar.

   d. Kebiasaan tidur dan istirahat

       Keluarga Tn. N mempunyai waktu yang cukup buat istirahat dan tidur,

       akan tetapi ada kesulitan tidur pada Ny. R karena memikirkan penyakitnya

       yang tidak kunjung sembuh.



                                                                            17
e. Latihan dan rekreasi

   Keluarga Tn. N tidak mempunyai aktivitas olahraga dan rekreasi.

f. Kebiasaan penggunaan obat-obatan dalam keluarga

   Keluarga Tn. N menggunakan obat-obatan yang dibeli diwarung, pada

   anggota keluarga tidak ada yang mempunyai kebiasaan minum alkohol,

   keluarga tidak mempunyai kebiasaan penyimpanan obat.

g. Peran keluarga dalam praktek perawatan diri

   Yang dilakukan saat ada keluarga yang sakit yaitu dengan berobat ke

   Puskesmas, keluarga kurang mengerti pencegahan sakit, pengambilan

   keputusan dalam pengobatan dilakukan secara musyawarah keluarga.

h. Praktek lingkungan

   Pola mandi keluarga disumur, penggunaan jamban cemplung, lingkungan

   rumah tidak terpapar polusi udara.

i. Cara-cara pencegahan penyakit

   Keluarga kurang mengerti cara pencegahan penyakit.

j. Riwayat kesehatan keluarga

   Keluarga Tn. N ada yang menderita sakit reumatik yaitu Ny. S dan yang

   diderita sakit sekarang yaitu kanker mammae pada Ny. R.

k. Pelayanan perawatan keluarga yang dimanfaatkan

   Keluarga memanfaatkan layanan kesehatan puskesmas dan rumah sakit.




                                                                        18
      l. Perasaan dan persepsi keluarga tentang pelayanan perawatan kesehatan

          Keluarga merasakan pelayanan sangat memuaskan,harapan keluarga Tn.

          N pelayanan paelayanan kesehatan ditingkatkan.

      m. Pelayanan kesehatan darurat

          Bila ada anggota keluarga yang dalam keadaan sakit darurat keluarga

          memanggil bidan desa setempat.

      n. Sumber pembiayaan

          Keluarga tidak mempunyai dana sehat JPS melainkan biaya sendiri.

      o. Fasilitas transportasi keluarga untuk perawatan kesehatan

          Jarak fasilitas pelayanan kesehatan dari rumah keluarga lebih dari 3 km,

          alat transportasi yang digunakan untuk menuju tempat layanan kesehatan

          yaitu sepeda motor.



F. Stres dan Koping Keluarga

   1. Stes jangka pendek dan jangka panjang serta kekuatan keluarga

      -   Stres jangka pendek pada Tn. N yaitu jika ada anggota keluarga yang

          sakit.

      -   Stres jangka panjang pada Tn. N bila kebutuhan ekonominya mendesak.

   2. Stres koping yang digunakan keluarga

      -   Apabila ada masalah tn. N selalu membicarakan dengan keluarga. Apabila

          sakit keluarga berobat pada puskesmas dan rumah sakit




                                                                                19
   3. Strategi adaptasi disfungsional

        -   Dalam penyelesaian masalah didalam keluarga, tidak menggunakan

            kekerasan


G. Derajat Kesehatan Keluarga
                     Sakit yang        Sakit             Upaya
    No      Nama                                                      Keterangan
                        lalu          saat ini   pengobatan/perawatan
    1       Tn.N    Batuk,        -              Berobat kedokter
                    pilek,
                    pusing
    2       Ny.S    Nyeri sendi   Nyeri          Berobat kedokter dan
                                  sendi          pijat
    3       Ny.R    Kanker        Kanker         Pengobatan         dokter
                    mammae        mammae         specialis dan alternative
    4       Tn.M    Batuk,        -              -
                    pilek,
                    pusing
    5       Sdr.A   Batuk,        -              -
                    pilek,
                    pusing




                                                                              20
2. Pola Kebiasaan Hidup Sehari-hari Keluarga

     Pola                     Tn. N                     Ny. S                  Ny. R                     Tn. M                 Sdr. A
     Makan           3x sehari komposisi       3x sehari komposisi    3x sehari komposisi       3x sehari komposisi    3x sehari komposisi
                     nasi, sayur, lauk pauk    nasi, lauk, sayur      nasi, lauk, sayur         nasi, lauk, sayur      nasi, lauk, sayur
     Minum           6-7 gelas sehari air      6-7 gelas sehari air   5-6 gelas sehari air      6-8 gelas sehari air   6-7 gelas perhari air
                     putih,kadang       kopi   putih,kadang kopi      putih,kadang teh          putih, kadang kopi     putih
                     dan teh                                                                    dan teh
   Eliminasi:
     BAK             4-5x sehari, warna 4-5x      sehari,warna 3-4x sehari, warna 4-5x sehari, warna 4-5x sehari, warna
                     dan bau khas urine, dan bau khas urine    dan bau khas urine dan bau khas urine dan bau khas urine

      BAB            1x sehari, warna dan 1x     sehari,   padat      1x     sehari,    padat   1x     sehari, padat 1x     sehari,  padat
                     bau khas faeces      lunak,     bau     khas     lunak,     bau     khas   lunak,    bau   khas lunak,    bau    khas
                                          faeces                      faeces                    faeces               faeces
 Istirahat / tidur   7-8 jam / hari,malam 7-8 jam/hari, malam         5-6jam/hari, sering       7-8 jam/hari, malam 6-8 jam/hari, malam
                     21.00-05.00, jarang 21.00-05.00         wib,     terbangun        karena   21.00-05.00     wib, 21.00-06.00 wib
                     tidur siang          tidur siang jarang          memikirkan                tidur siang 1jam
                                                                      penyakitnya,       pola   sehari
                                                                      tidur tidak tentu
 Kebersihan diri
    Mandi        2x sehari           2x sehari                        2x sehari            2x sehari          2x sehari
   Sikat gigi    Bersama      waktu Bersama          waktu            Bersama        waktu Bersama      waktu Bersama       waktu
                 mandi               mandi                            mandi                mandi              mandi
   Keramas       2x seminggu         2x seminggu                      2x seminggu          2x seminggu        2x seminggu
   Aktifitas     Bekerja     sebagai Bekerja        sebagai           Tidak bekerja, hanya Bekerja jadi buruh Tidak ada pekerjaan,
                 dukun pijat         dukun     bayi    dan            memasak         buat tani               hanya bermain-main
                                     dukun pijat                      keluarganya                             saja.




                                                                                                                                    21
3. Pemeriksaan Fisik Keluarga

     Sistem              Tn. N                     Ny. S                     Ny. R              Tn. M               Sdr. A
                 Simetris, tidak ada       Simetris, tidak ada       Simetris, tidak ada Simetris, tidak ada Simetris, tidak ada
 Kepala          masa, rambut hitam        masa, rambut hitam        masa, rambut hitam  masa, rambut hitam  masa, rambut hitam
                 beruban                   beruban
                 Simetris, sclera putih,                       Simetris, sclera putih,
                                           Simetris, sclera putih,                       Simetris, sclera putih,   Simetris, sclera putih,
                 konjungtiva     merah     konjungtiva         konjungtiva
                                                           merah               merah     konjungtiva     merah     konjungtiva     merah
 Mata
                 muda, tidak ada           muda, tidak ada     muda, tidak ada           muda, tidak ada           muda, tidak ada
                 gangguan penglihatan      gangguan penglihatangangguan penglihatan      gangguan penglihatan      gangguan penglihatan
                 Simetris,       fungsi    Simetris,           Simetris,
                                                           fungsi              fungsi    Simetris,       fungsi    Simetris,       fungsi
 Hidung          penciuman         baik,   penciuman         baik,
                                                               penciuman         baik,   penciuman         baik,   penciuman         baik,
                 tidak ada kelainan        tidak ada kelainan  tidak ada kelainan        tidak ada kelainan        tidak ada kelainan
                 Pendengaran normal,       Pendengaran normal, Pendengaran normal,       Pendengaran normal,       Pendengaran normal,
 Telinga
                 serumen sedikit           serumen sedikit     serumen sedikit           serumen sedikit           serumen sedikit
                 Mukosa bibir lembab,      Mukosa bibir lembab,Mukosa bibir agak         Mukosa bibir lembab,      Mukosa bibir lembab,
 Mulut, Gigi,    gigi     ada      yang    gigi tidak genap,   kering, gigi lengkap,     gigi lengkap, tidak       gigi lengkap, tidak
 Laring-laring   berlubang, tidak ada      tidak ada pembesarantidak ada pembesaran      ada       pembesaran      ada       pembesaran
                 pembesaran tonsil         tonsil              tonsil                    tonsil                    tonsil
                                                               Payudara kiri tidak
                                                               ada, riwayat post
 Payudara dan    Tidak teraba adanya Tidak teraba adanya operasi ca mammae,              Tidak teraba adanya Tidak teraba adanya
 Ketiak          masa                   masa                   ada cairan nanah,         masa                masa
                                                               payudara         kanan
                                                               terdapat masa
                 Suara visikuler, tidak Suara visikuler, tidak Suara visikuler, tidak    Suara visikuler, tidak    Suara visikuler, tidak
 Paru
                 ada suara tambahan     ada suara tambahan     ada suara tambahan        ada suara tambahan        ada suara tambahan
                 Tidak    ada     suara Tidak    ada     suara Tidak     ada     suara   Tidak    ada     suara    Tidak    ada     suara
 Jantung
                 tambahan               tambahan               tambahan                  tambahan                  tambahan



                                                                                                                                 22
                Simetris tidak   ada Simetris tidak      ada Simetris tidak       ada Simetris tidak    ada Simetris tidak    ada
Abnomen
                nyeri tekan          nyeri tekan             nyeri tekan              nyeri tekan           nyeri tekan
Genetalia dan   Tidak dikaji         Tidak dikaji            Tidak dikaji             Tidak dikaji          Tidak dikaji
sekitarnya
                Anggota gerak atas      Anggota gerak atas      Anggota gerak atas Anggota gerak atas Anggota gerak atas
Ekstremitas
                dan bawah normal        dan bawah normal        dan bawah normal   dan bawah normal   dan bawah normal
                Turgor          kulit   Turgor          kulit
Kulit           menurun,        kulit   menurun,        kulit     Turgor kulit baik     Turgor kulit baik     Turgor kulit baik.
                keriput.                keriput.
                T : 130/90 mmHg         T : 110/90 mmHg         T : 100/90 mmHg       T : 120/90 mmHg       T : 110/90 mmHg
Vital Sign      N : 90x / menit         N : 84x / menit         N : 78x / menit       N : 78x / menit       N : 80x / menit
                R : 24x / menit         R : 20x / menit         R : 20x / menit       R : 20x / menit       R : 20x / menit




                                                                                                                         23
H. Harapan Keluarga terhadap Petugas Kesehatan

           Dengan adanya petugas kesehatan yang berkunjung, keluarga berharap

   agar mendapat tambahan ilmu dan mendapatkan informasi tentang kesehatan.




                                               Ngawi, 20 Maret 2010
                                                    Mahasiswa




                                                NELI PUJI ASTUTI




                                                                              24
ANALISA DATA
 No     Tanggal            Kelompok Data                Penyebab          Keterangan
 1.    20-03-2010     Ds : Keluarga Tn. N         Ketidaktahuan          Kecemasan
                           mengatakan cemas       keluarga tentang
                           dengan sakit yang      penyakit, perubahan
                           dialami Ny. R          kesehatan dan sosio
                                                  ekonomi
                      Do : Keluarga ditandai
                           dengan peningkatan
                           ketegangan dan
                           mengekspresikan
                           kecanggungan peran
 2.    20-03-2010     Ds : Keluarga Tn. N         Ketidakmampuan         Gangguan
                           mengatakan Ny. N       keluarga               konsep diri
                           jarang keluar,         mengkomunikasikan
                           berdiam diri dirumah   tentang perubahan
                                                  diri



PRIORITAS MASALAH

Masalah Keperawatan : Kecemasan
No             Kriteria             Bobot         Perhitungan          Pembenaran
1.    Sifat masalah : Aktual          1            3/3x1 = 3/3   Masalah aktual karena
                                                                 sudah menjadi masalah
                                                                 utama
 2.   Kemungkinan masalah              2           1/2x2 = 1     Maslah dapat sebagian
      untuk dapat dirubah :                                      dirubah, keluarga saling
      sebagian                                                   support
 3.   Potensi masalah untuk            1          2/3x1 = 2/3    Masalah dapat dicegah
      dicegah : Cukup                                            cukup,         memberi
                                                                 pemahaman          pada
                                                                 keluarga
 4.   Menonjolnya masalah :            1           2/2x1 = 1     Keluarga      menyadari
      Segera diatasi                                             adanya masalah, perlu
                                                                 diatasi




                                                                                25
                                                    RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

                                 Tujuan                               Kriteria evaluasi
       Diagnosa
No                     Jangka                                                                               Intervensi        TT
     keperawatan                    Jangka pendek        Kriteria                Standart
                      panjang
1    Cemas pada      Setelah 1   1. Keluarga mampu      Respon                                      1.1.1 Klasifikasi
     keluarga Tn.N   tahun          mengenal masalah    verbal                                            pemahaman
     berhubungan     masalah        ca mammae           menjelaskan                                       keluarga tentang
     dengan          dapat          1.1 Pengertian ca                 Pengertian ca mammae :              pengertian ca
     ketidaktahuan   teratasi           mammae                        benjolan yang terdapat pada         mammae
     keluarga                                                         mammae                        1.1.2 Jelaskan
     tentang                       1.2 Tanda dan                      Tanda dan gejala :                  pengertian ca
     penyakit,                         gejala                         - Kelainan bentuk payudara          mammae pada
     perubahan                                                        - Nyeri pada payudara               keluarga
     kesehatan dan                                                    - Erosi puting susu           1.2.1 Jelaskan tanda
     sosio ekonomi                                                    - Eritema kulit                     dan gejala ca
                                   1.3 Penyebab                       Penyebab :                          mammae
                                                                      - Infeksi                     1.3.1 Jelaskan penyebab
                                                                      - Kontrasepsi                       ca mammae
                                                                      - Radiasi dinding dada        1.3.2 Bersama keluarga
                                                                      - Riwayat keluarga                  mengidentifikasi
                                                                      - Tidak menikah                     kemungkinan
                                                                                                          penyebab ca
                                                                                                          mammae




                                                                                                                         26
                             Tujuan                               Kriteria evaluasi
       Diagnosa
No                 Jangka                                                                                Intervensi            TT
     keperawatan                Jangka pendek        Kriteria                Standart
                   panjang
                             2. Keluarga mampu      Respon        Keluarga memodifikasi          2.1.1 Observasi
                                mengenal masalah    psiko motor   kondisi potensi keluarga untuk       kemampuan
                                ca mammae                         mengatasi masalah :                  keluarga dalam
                                                                  - Menggunakan mekanisme              menggunakan
                                                                      koping untuk mengatasi           koping dan
                                                                      cemas atau stres                 membuat kondisi
                                                                                                       rumah yang bersih
                                                                                                 2.1.2 Catat koping yang
                                                                                                       tidak efektif seperti
                                                                                                       kurang interaksi
                                                                                                       sosial dan
                                                                                                       ketidakberdayaan
                             3. Keluarga mampu      Psikomotor    Manfaat fasilitas kesehatan :  3.1.1 Jelaskan manfaat
                                menggunakan                       - Dapat dirawat secara               kesehatan terkait
                                pelayanan                           langsung                           keluhan yang ada
                                kesehatan yaitu :                 - Memperoleh informasi di      3.1.2 Motivasi keluarga
                                3.1 Menyebutkan                     rumah                              untuk
                                    fasilitas                     - Mendapat terapi pengobatan         mengunjungi
                                3.2 Menyebutkan                                                        fasilitas kesehatan
                                    fasilitas                     Fasilitas kesehatan terdekat :       guna pengobatan
                                    kesehatan                     - Jarak Posyandu 400 m               tindak lanjut
                                    terdekat                      - Jarak Puskesmas 1 km         3.1.3 Dukung keluarga
                                                                  - Jarak RS 8 km                      untuk
                                                                                                       mengunjungi
                                                                                                       fasilitas kesehatan




                                                                                                                      27
                                                                                     3.1.4 Jelaskan jarak,
                                                                                           waktu buka, biaya
                                                                                           masing-masing
                                                                                           fasilitas kesehatan
                                                                                           yang ada
                                                                                     3.1.5 Tanyakan perasaan
                                                                                           keluarga setelah
                                                                                           mengunjungi
                                                                                           fasilitas kesehatan



                               CATATAN PERKEMBANGAN
Tgl / Jam   No. Dx                    Implementasi                                   Evaluasi
                     1.   Memberikan penyuluhan tentang ca           1. Keluarga Tn. N mampu untuk
                          mammae                                        mengulangi pengertian, tanda gejala
                     2.   Memberikan penjelasan tentang                 dan penyebab ca mammae
                          lingkungan yang sehat agar tidak terjadi   2. Keluarga Tn. N mengerti dan akan
                          infeksi                                       melaksanakan apa yang disampaikan
                     3.   Memberikan informasi bagaimana cara           oleh petugas
                          mengurangi kecemasan dan                   3. Keluarga mampu melaksanakan
                          mengekspresikan emosi yang wajar              anjuran petugas bagaimana
                     4.   Menganjurkan kepada keluarga untuk            mengurangi kecemasan
                          pergi ke sarana kesehatan atau tempat      4. Keluarga mengerti dan melaksanakan
                          pelayanan kesehatan guna pengobatan           apa yang disampaikan petugas
                          tindak lanjut




                                                                                                         28
                                  BAB IV

                                PENUTUP



A. Kesimpulan

          Berdasarkan pengkajian, pelaksanaan asuhan keperawatan pada keluarga

  Tn. N, maka penulis dapat menarik kesimpulan :

  1. Masalah keluarga yang membutuhkan perhatian adalah cemas pada keluarga

     Tn. N berhubungan dengan ketidaktauan keluarga tentang penyakit,

     perubahan kesehatan dan sosio ekonomi.

  2. Dalam menjalankan perawatan keluarga berpedoman pada 5 tugas keluarga

     yang meliputi :

     a. Keluarga mampu mengenal masalah.

     b. Keluarga mampu mengambil keputusan / menentukan tindakan yang tepat

         untuk mengatasi kecemasan.

     c. Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit, terutama pada

         anggota keluarga yang menderita ca mammae.

     d. Keluarga mampu memodifikasi potensi dan lingkungan rumah yang ada.

     e. Keluarga mampu menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan.

  3. Dengan keterbatasan waktu, maka penulis merasa waktu yang dibutuhkan

     kurang dalam menyusun asuhan keperawatan keluarga pada Tn. N dengan

     masalah kecemasan




                                                                           29
B. Saran

  1. Masalah yang terjadi pada Tn. N sebagian besar dapat diatasi. Diperlukan

     support sistem antara anggota keluarga.

  2. Lima tugas keluarga pada Tn. N sebagian sudah berjalan dengan baik, namun

     ada sebagian yang belum dapat terpenuhi. Sebab itu, tugas ini harus

     diusahakan agar dapat terpenuhi.




                                                                           30
                            DAFTAR PUSTAKA


Carpenito, Lynda juall. 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. EGC. Jakarta.

Doengoes, Marilyn E, et all. 1993. Nurssing Care Plans: Guidelines for Planning and
      dokumenting Patient Care, Edition 3, F. A Danis Company, Philadelphia.

Muchlish Ramli dkk, 2000. Deteksi Dini Kanker, FKUI, Jakarta.




                                                                                31
                      SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik        : Ca Mammae
Tanggal      : 20 maret 2010
Waktu        : Pukul 15.00 WIB
Sasaran      : Keluarga Tn.N
Tempat       : Dirumah Tn.N
Penyuluh     : Neli PujiAstuti


A. Tujuan Umum
   Keluarga Tn. N dapat mengerti dan paham akan penyakit Ca Mammae
B. Tujuan Khusus
   Setelah dilaksanakan penyuluhan Ny. S :
   1. Mampu menjelaskan pengertian Ca Mammae
   2. Mampu menjelaskan penyebab Ca Mammae
   3. Mampu menjelaskan gejala-gejala Ca Mammae
   4. Mampu menjelaskan penatalaksanaan dari Ca Mammae
C. Pokok Bahasan
   1. Pengertian Ca Mammae
   2. Penyebab Ca Mammae
   3. Gejala-gejala Ca Mammae
   4. Penatalaksanaan dari Ca Mammae
D. Metode
   Ceramah dan tanya jawab
E. Media
   Leaflet




                                                                     32
                      MATERI PENYULUHAN CA MAMMAE


A. Pengertian Ca Mammae
  Karsinoma mammae adalah karsinoma yang berasal dari parenkim, stroma, aerola
  dan papilla mammae.


B. Penyebab Ca Mammae
  -   Umur >30 tahun, bertambah besar sampai usia 50 tahun dan setelah
      menopause.

  -   Tidak kawin/ nulipara setelah 35 tahun resikonya 2 kali lebih besar.

  -   Anak pertama lahir setelah usia 35 tahun.

  -   Menarche kurang dari 12 tahun resikonya 1,7-3,4 kali lebih tinggi dari pada
      wanita dengan menarche yang dating pada usia normal atau lebih dari 12
      tahun.

  -   Menapause dating terlambat lebih dari 55 tahun,resikonya 2,5-5 kali lebih
      tinggi.

  -   Pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara
      resikonya 3-9 kali lebih besar.

  -   Adanya kanker payudara kontralateral, resikonya3-9 lebih besar.

  -   Pernah mengalami operasi ginekologis-tumor ovarium, resikonya 3-4 kali
      lebih tinggi.

  -   Radiasi dinding dada resikonya 2-3 kali lebih besar.




                                                                              33
   -   Riwayat keluarga ada yang menderita kanker payudara pada ibu, saudara
       perempuan ibu, adik atau kakak saudara perempuan, resikonya 2-3 kali lebih
       tinggi.

   -   Kontrasepsi oral pada penderita tumor payuda jinak seperti kelainan
       fibrokistik yang ganas akan meningkatkan resiko unntuk mendapatkan kanker
       payudara 11 kali lebih tinggi.

C. Gejala-gejala Ca mammae

   -   Mungkin tidak ada

   -   Tumor mammae umumnya tidak nyeri

   -   Ulkus / perdarahan dari ulkus

   -   Erosi putting susu

   -   Perdarahan / keluar cairan dari putting susu

   -   Nyeri pada payudara

   -   Kelainan bentuk payudara

   -   Keluhan karena metastase

D. Penatalaksanaan dari Ca mammae


   1. Terapi kuratif


       Untuk kanker mamma stadium 0, I, II dan III

          Terapi   utama    adalah     mastektomi    radikal   modifikasi,   alternative

           tomorektomi + diseksi axila




                                                                                      34
      Terapi ajuvan: radioterapi paska bedah 4000-6000rads-kemoterapi untuk

       pra menopause dengan CMF (Chyclophosphamide 100 mg/m2 dd po hari

       1-14 methorrexate 40mg/m2 IV hari ke-1 siklus diulangi tiap 4minggu dan

       flouroracil 600 mg/m2 IV atau CAP (cyclophosphamide 500 mg/m2 hari

       ke-1, adriamycin 50 mg/m2 hari ke-1 dan flouroracil 500mg/m2 hari ke-1

       dan 8 untuk 6 siklus.


   Hormon terapi untuk paska menopause dengan tamoksifen untuk 1-2 tahun.

      Terapi bantuan, roboransia


      Terapi sekunder bila perlu


      Terapi komplikasi paska bedah


2. Terapi paliatif


   Untuk kanker mamma stadium III B dan IV:

    Terapi utama


       Pramenapause bilateral ovaridektomi, Paska menopause hormone reseptor

       positif (takmosifen) dan hormone reseptor negative (kemoterapi dengan

       CMF atau VAF)

    Terapi ajuvan


       Operable (mastectomy simple), inoperable (radioterapi)




                                                                            35
   3. Terapibantuan; Roboransia


   4. Terapi komplikasi




E. Prognosis

          Tujuan akhir dari program ini bukan saja memperbaiki keutuhan hidup,

   tetapi juga perbaikan penyembuhan sebab kanker yang diobati pada stadium dini

   dengan sendirinya menaikkan angka survival biarpun penyembuhanya belum

   tentu tercapai.




                                                                             36

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: Askep, Untuk, Akper
Stats:
views:1573
posted:3/2/2011
language:Indonesian
pages:36
Description: Medicine