Docstoc

Teknik Pembibitan tanaman dan produksi benih

Document Sample
Teknik Pembibitan tanaman dan produksi benih Powered By Docstoc
					Rctkuvk{cpvk"Pwtyctfcpk"




                                                untuk
                                                Sekolah Menengah Kejuruan



                                                Teknik
                                                Pembibitan
VGMPKM"RGODKDKVCP"VCPCOCP"FCP"RTQFWMUK"DGPKJ"




                                                Tanaman dan
                                                Produksi Benih
                                                 Paristiyanti Nurwardani
wpvwm"UOM"




                                                       Fktgmvqtcv"Rgodkpccp"Ugmqncj"Ogpgpicj"Mglwtwcp
                                                       Fktgmvqtcv"Lgpfgtcn"Ocpclgogp"Rgpfkfkmcp"Fcuct"fcp"Ogpgpicj
                                                       Fgrctvgogp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn
Paristiyanti Nurwadani




TEKNIK
PEMBENIHAN
TANAMAN
Untuk SMK




        Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
        Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
        Departemen Pendidikan Nasional




                                                                 i
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang




TEKNIK
PEMBENIHAN
TANAMAN
Untuk SMK

Penulis                 : Paristiyanti Nurwadani
Ilustrasi, Tata Letak   :
Perancang Kulit         :

Ukuran Buku             :




 410
 NUR      NURWADANI, Paristiyanti
  t                Teknik Pembenihan Tanaman: Untuk SMK/oleh Paristiyanti Nurwadani.
          ---- Jakarta:Direktorat Pembinaan SMK, Departemen Pendidikan Nasional,
          2008.




Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008



                                                                              ii
                              DAFTAR ISI

                                                                      Hal
BAB 1.   PENDAHULUAN
         1.1. Potensi Pembenihan Tanaman                          1
         1.2. Peran Pembenihan Tanaman                            5

BAB 2.   KARAKTERISTIK TUMBUHAN
         2.1. Anatomi Tumbuhan                                    7
         2.2. Anatomi Dan Morfologi Biji Tumbuhan                 14
         2.3. Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan               14

BAB 3.   TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN
         3.1. Dasar-dasar Pembibitan Tanaman dan Produksi benih   20
         3.2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3)               20
         3.3. Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian                23
         3.4. Pohon Induk dan bibit Unggul                        25
         3.5. Batang Bawah Dan Batang Atas                        27
         3.6. Teknik Penyiapan Pembibitan                         30
         3.7. Teknik Pembenihan Tanaman Secara Vegetatif          35
         3.8. Teknik Pemilihan Memproduksi Benih Vegetatif        68
         3.9. Sertifikasi Benih                                   71

BAB 4.   TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN
         4.1. Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman                78
         4.2. Buah, Biji dan Perkembangan Biji                    80
         4.3. Penyerbukan (polinasi)                              90
         4.4. Teknik Produksi Benih Generatif Tanaman             92
         4.5. Mutu Benih                                          106
         4.6. Pengujian Kesehatan Benih                           122

BAB 5.   TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN
         5.1. Media Tumbuh                                        143
         5.2. Sifat Fisik Tanah                                   148
         5.3. Sifat Kimia Tanah                                   162
         5.4. Teknik Pengolahan Tanah                             162
         5.5. Teknik Penanaman                                    163
         5.6. Pemupukan                                           166
              5.6.1. Pupuk Organik                                167
              5.6.2. Pupuk Anorganik                              176
         5.7. Pengairan                                           185
         5.8. Air Tanah                                           186
         5.9. Pemangkasan (prunning)                              191
         5.10. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)    193
               a. hama                                            194



                                                                        iii
               b. Penyakit Tanaman
                    1). Penyakit Non Infeksius                          201
                    2). Penyakit infeksius                              202
               c. Gulma Tanaman                                         226
               d. Teknik Pengendalian OPT                               227
               e. Implementasi pengendalian hama dan penyakit tanaman   236
               f. Implementasi Pengendalian Gulma                       240
         Ringkasan, soal dan tugas
BAB 6.   TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI                                     245
         6.1. Perlakuan Pra-Panen                                       245
         6.2. Perlakuan Pascapanen                                      254
         6.3. Pra-panen Produksi Benih Padi Hibrida                     255
         6.4. Perlakuan Pascapanen                                      274
         Ringkasan, Soal dan Tugas
BAB 7.   TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI
         7.1. Perlakuan Pra-Panen                                       281
         7.2. Persyaratan Lahan                                         282
         7.3. Benih Sumber                                              282
         7.4. Waktu Tanam                                               283
         7.5. Penyiapan Lahan                                           284
         7.6. Penanaman dan Perlakuan Benih                             285
         7.7. Pemeliharaan                                              286
         7.8. Pemanenan dan Perlakuan PAscapanen                        289
         Ringkasan, Soal dan Tugas                                      290

BAB 8.   BIOTEKNOLOGI TANAMAN                                           295
         8.1. Bioteknologi Tanaman                                      295
         8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman             295
         8.3. Teknik Kultur In-vitro                                    306
         8.4. Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi              322
         Ringkasan, Soal dan Tugas                                      323
BAB 9.   TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN
         9.1. Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan                    335
         9.2. Peralatan Dan Bahan Kimia                                 335
         9.3. Media Tanam                                               337
         9.4. Beberapa Komposisi Media                                  349
         9.5. Inisiasi Tunas dan Inokulasi                              353
         9.6. Teknik Kultur Suspensi Sel                                354
         9.7. Teknik Multiplikasi                                       355
         9 8.. Teknik Aklimatisasi                                      358
         9.9. Teknik Kultur Jaringan Pada Berbagai Tanaman              359
               a. Teknik Kultur Jaringan Anggrek                        359
               b. Kultur Jaringan Tanaman Kopi                          362
               c. Rekayasa genetik pada tanaman tingkat tinggi          364

              Ringkasan, Soal dan Tugas                                 365


                                                                              iv
BAB 10.   KEWIRAUSAHAAN
          10.1. Pengertian Kewirausahaan                                368
          10.2. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan
          10.3. Penjualan                                               370
                a. Jiwa marketing dan motivasi tim                      371
             b. Perlunya rasa kekeluargaan                              372
             c. Strategi, visi dan misi                                 372
             d. Pentingnya informasi                                    373
             e. Pelanggan aset yang berharga                            373

          10.4. Dasar-dasar Strategi Pemasaran
                a. Kepercayaan                                          377
                b. Kemudahan                                            377
                c. Kenyamanan                                           378
                d. Gengsi                                               379
                e. Memasarkan benih Tanaman                             379
          Ringkasan, Soal dan Tugas                                     380
BAB 11.   ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN
          11.1. Analisis Usaha Pembenihan Tanaman                       383
                a. Analisis B/C ratio                                   383
                b. Analisis R/C ratio                                   383
                c. Analisis ROI                                         383
                d. Analisis BEP                                         383
          11.2. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Kelapa Sawit   384
          11.3. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Durian         391
          Ringkasan, Soal dan Tugas                                     392
          DAFTAR PUSTAKA                                                393
          DAFTAR ISTILAH                                                396




                                                                              v
                               BAB 1. PENDAHULUAN


     Budidaya tanaman membutuhkan              menghasilkan bibit (bahan tanaman yang
berbagai teknik untuk mengoptimalkan           siap untuk ditanan di lapangan.
produksi. Dari sisi tata bahasa, teknik             Teknik     tanaman      yang     akan
adalah suatu keterampilan khusus yang          dikembangkan meliputi berbagai teknik
dibutuhkan agar dapat melakukan suatu          dari setiap aspek pembi-bitan dan
kegiatan praktek yang produktif (Oxford,       produksi benih serta teknik untuk
2003); pembenihan adalah rangkaian             mengoptimalkan proses pertumbuhan dan
proses budidaya tanaman untuk                  perkembangan organ tanaman sehingga
menghasilkan benih;               sedangkan    diperoleh hasil panen yang mempunyai
tanaman adalah tumbuhan yang                   kualitas yang baik dan kuantitas yang
dibudidayakan. Oleh karena itu, teknik         banyak.           Untuk memutakhir-kan
perbenihan tanaman adalah suatu                pengetahuan, keterampilan dan sikap
keterampilan khusus yang harus                 dalam membudidayakan tanaman, akan
dikuasai seseorang agar dapat                  dibahas teknik-teknik tanaman yang
memproduksi benih tanaman, baik                sedang trend seperti kultur jaringan dan
benih vegetatif (bibit) maupun benih           bioteknologi.
generatif          sehingga        tanaman          Dalam teknik pembibitan dan
berproduksi secara optimal. Teknik             produksi benih akan diterangkan
produksi benih vegetatif pada umumnya          landasan teori dan langkah kerja tentang
dikelompokkan dalam 2 metoda, yaitu            teknik penyiapan bahan ta-nam berupa
metoda konvensional dan modern.                benih dan bibit tanaman, persiapan lahan
Teknik produksi benih vegetatif dengan         dan penanaman, pe-mupukan, pengairan,
metoda konvensional menggunakan                pengendalian hama, penyakit dan gulma,
teknik-teknik yang umum dilakukan oleh         pemeliha-raan      tanaman,      perlakuan
petani sedangkan teknik produksi benih         khusus pada tanaman, pembungaan dan
vegetatif dengan metoda modern                 pembuah-an,          pemanenan         dan
menerapakan ilmu              biologi yang     pascapanen. Pada teknik pembibitaan
diintegrasikan dengan teknologi atau           tanaman akan diterangkan berbagai
bioteknologi. Dalam hal ini bioteknologi       teknik    praktis      untuk     menyetek,
yang yang diimplementasikan adalah             mencangkok, mengokulasi, menempel
teknik kultur jaringan.                        dan me-nyambung tunas, sampai
     Proses produksi tanaman dimulai           memelihara bibit hasil perkembangbiakan
dengan benih ditanam, kemudian                 secara vegetatif siap untuk ditanam.
tanaman dipelihara danhasil tanaman                 Kegiatan persiapan lahan dan
(akar, umbi, batang, pucuk, daun, bunga,       penanaman merupakan awal budidaya
dan buah) dipanen.                             tanaman.          Untuk menumbuhkan
     Kegiatan        produksi      pertanian   profesionalisme dalam kompetensi ini,
memerlukan unit pembibitan tanaman.            akan diinformasikan landasan teori
Pembibitan tanaman adalah suatu proses         tentang berbagai jenis tanah dan teknik
penyediaan bahan tanaman yang berasal          perlakuan untuk tanah sehingga
dari benih tanaman (biji tanaman               mempunyai kriteria yang optimal untuk
berkualitas baik dan siap untuk ditanam)       kegiatan budidaya tanaman.
atau bahan tanaman yang berasal dari                Selama masa budidaya, kegiatan
organ      vegetatif     tanaman       untuk   yang paling lama adalah pemeliharaan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                              1
tanaman.     Pada tahap pemeliharaan         bioteknologi, maka akan dijelaskan
harus dikuasai berbagai teori tentang        tentang      berbagai   teknik       untuk
pupuk dan teknik-teknik pemupukan.           memproduksi tanaman secara kultur
Pengetahuan dasar yang baik tentang          jaringan. Dalam teknik kultur jaringan
pupuk akan memudahkan pengelolaan            akan dipelajari mulai dari teknik
pupuk dan mengembangkan formulasi            menyiapkan sarana dan prasarana,
yang tepat bagi tanaman agar                 tanaman induk, membuat media tanaman,
penggunaannya efektif dan efisien.           inisiasi, subkultur, aklimatisasi dan
Teknik pemupukan sangat penting untuk        pembesaran bibit hingga bibit siap tanam.
dikuasai,     agar      tanaman     yang     Untuk menggambarkan berkembangan
dibudidayakan dapat tumbuh dan               rekayasa genetika pada bidang pertanian,
berkembang dengan optimal.                   akan dibahas secara singkat tentang
     Selama masa budidaya, tanaman           bioteknologi pertanian, mulai dari
sering mendapat masalah dari organisme       perkembangan berbagai penemuan pada
pengganggu tanaman (OPT).           Yang     bidang boteknologi, materi genetik dan
termasuk OPT adalah hama, pemyakit           beberapa contoh teknik kultur in vitro
dan gulma. Ketiga OPT tersebut harus         tanaman.
dikendalikan agar tidak menimbulkan
kerugian bagi tanaman.             Untuk     1.1. Potensi Perbenihan Tanaman
mengendalikan OPT, harus dikuasai                 Negara Republik Indonesia yang kita
berbagai teknik pengendaliannya, seperti     cintai mempunyai penduduk sebanyak
pengen-dalian secara kultur teknis, fisik,   238 juta jiwa (WWW.Datastatistik-
mekanis, biologi, kimia dan pengen-dalian    Indonesia.com. , 2008). Sebagian besar
secara terpadu.                              penduduk Indonesia di Pulau Sumatera,
     Perkembangan dan citra pertanian di     Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali
Indonesia identik dengan kotor dan           makanan pokoknya adalah nasi. Di
cangkul.     Untuk meningkatkan citra        kepulauan Nusa Tenggara Timur
pertanian agar lebih modern dan bersih       makanan pokonya adalah jagung.
maka akan diinformasikan berbagai                 Di Kepulauan Maluku dan Papua
pengetahuan dasar tentang, teknik dan        makanan pokonya adalah sagu.
keterampilan mengelola bibit tanaman         Kebutuhan beras untuk satu tahun adalah
secara kultur jaringan serta berbagai        sebanyak         32,49      juta     ton
sikap yang harus dikuasai agar               (www.depkoninfo.goid.,2008). Kebutuhan
menghasilkan bibit dan benih yang dapat      benih padi di indonesia adalah sebanyak
tumbuh secara optimal.                       300.000 Ton per tahun. Produksi benih
     Dalam dua puluh tahun terakhir,         padi indonesia tahun 2007 adalah
perkembangan teknologi dalam bidang          106.700 ton. Hanya untuk kepentingan
biologi berkembang dengan sangat pesat       dalam negeri saja, masih terdapat
dan dikenal dengan ”bioteknologi”.           peluang untuk mengupayakan produksi
Penerapan bioteknologi untuk tanaman         benih padi per tahun sekitar 103.300 ton
juga berkembang sangat pesat, sehingga       per tahun. Hal ini tentu saja merupakan
dapat meningkatkan efektifitas dan           peluang usaha di bidang agrobisnis
efisiensi budidaya terutama dalam            industri benih padi yang sangat prospetif
penyediaan bibit tanaman dan tanaman         untuk saat ini dan masa-masa yang akan
varietas unggul dalam waktu yang relatif     datang. Menurut hasil analisa usaha,
singkat.       Untuk memperkenalkan          dalam satu kali periode produksi padi
sekaligus memutakhirkan pengetahuan,         dihasilkan keuntungan rata-rata sebanyak
keterampilan      dan      sikap   dalam     Rp.       5.000.000,- sampai dengan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            2
Rp.8.136.900,00                              saat ini adalah sebanyak 230.000.000
(www.litbang.deptan.go.id., 2008 dan         benih dan sebagian besar diimport dari
www.medanbisnis.online., 2008). Tentu        Malaysia dan Costa Rica. Kebutuan
saja informasi ini merupakan berita          benih kelapa sawit dari tahun ke tahun
gembira bagi sumberdaya manusia yang         selalu memperlihatkan tren kenaikan.
berminat membuka usaha di bidang             Oleh sebab itu prospek agrobisnis industri
pertanian. Oleh sebab itu sejaka lima        kelapa sawit merupakan pilihan cerdas
tahun terakhir banyak perusahaan             untuk membuka usaha di masa yang
multinasional yang mengembangkan             akan      datang     (Badan     Koordinasi
usaha baru di bidang perbenihan padi,        Penanaman Modal, 2008).
terutama padi hibrida, diataranya adalah           Perkembangan harga karet pada 3
PT Sang Hyang Seri, PT Dupont                tahun ini selalu meningkat sehingga
Indonisia, PT Primatani, PT East West        investir dan masyarakat banyak yang
Seed, PT Primasid Andalan Utama.             beralih usaha dari bisnis di luar bidang
Hampir semua perusahaan tersebut             pertanian berganti pengusaha agrobisnis.
dalam pengembangan produski masal            Berdasarkan fakta ini secara otomatis
benih padi, selalu mengadakan kerjasama      kebutuhan benih karet meningkat dan
dengan petani andalan dan kelompok tani      pada tahun 2008 permintaan benih karet
yang pada umumnya menggunakan                mencapai 70.000.000 benih (BUMN,
sistem inti-plasma. Sebagai sumberdaya       2008).      Dari kebutuhan benih karet
manusia Indonesia yang bergerak di           sejumlah tersebut di atas            hanya
bidang pertanian, maka sebaiknya selalu      50.000.000 benih karet yang dapat
meningkatkan kompetensi dalam bidang         dihasilkan oleh pengusaha dan petani
agrobisnis industri perbenihan.              agrobisnis. Potensi baru dan peluang
     Kebutuhan benih jagung di Indonesia     bisnis yang baik untuk SDM yang
untuk tahun 2008 sekitar 47.600 ton.         berkompeten di bidang perbenihan.
Produksi benih jagung di Indonesia pada            Potensi agrobisnis industri benih
tahun 2007 adalah sebanyak 35,150 ton        tanaman hortikultura pun sangat baik
(www.bisnis.com.2008). Sama halnya           untuk dipelajari. Menurut Dirjen Tanaman
dengan potensi dalam agribisnis industri     Hortikultura kebutuhan benih beberapa
padi, maka potensi usaha dalam bidang        tanaman hortikultura masih harus diimport
agrobisnis industri jagung pun sangat        diantaranta adalah         benih kentang
menarik. Berdasarkan data di atas, untuk     1.200.000,- kg, tanaman buah 418.000
kepentingan dalam negeri, masih              bibit, tanaman hias 5.100 flask dan 51 Kg
dibutuhkan benih jagung sekitar 12.450       serta tanaman biofarmaka sebanyak 642
ton benih jagung per tahun. Munurut          (Kg). Tentu saja informasi ini merupakan
informasi dari Bidang Penelitian dan         hal yang sangat penting, karena potensi
Pengembangan-Depertemen pertanian            perkebangan        kebutuhan      tanaman
keuntungan usaha dari produksi benih         hortikultura masih memumnginkan untuk
jagung adalah sebesar Rp.3.425.208,-         diproduksi di dalam negeri. Data import
sampai       dengan         Rp.4.401.250,-   ini menjadi suatu peluang bagi
(www.litbang.deptan.go.id., 2008).           sumberdaya manusia Indonesia yang
     Ilustrasi yang disampikan di atas,      memiliki potensi di bidang perbenihan
baru menganalisis dua benih makanan          tanaman.
pokok masyarakat Indonesia. Bagaimana              Analisa terhadap beberapa potensi
dengan potensi kebutuhan benih tanaman       agrobisnis industri benih telah dibahas.
industri, contohnya adalah kelapa sawit      Agar dapat menjadi sumberdaya pada
dan karet. Kebutuhan benih kelapa sawit      bidang perbenihan yang handal dan maka

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            3
dengan profesionalime harus dijunjung       banyak diminta oleh konsumen karena
tinggi yaitu harus profesional saat         mempunyai potensi produksi yang lebih
bersikap, menguasai iptek perbenihan        tinggi dibandingkan dengan varietas
dengan baik dan dapat melakukan teknik      lainnya, sehingga penanaman varietas
perbenihan yang efektif dan efisen          tersebut di atas akan berperan sangat
sehingga menghasilkan keuntungan dan        dominan dalam menentukan pendapatan
benefit yang tinggi.                        petani kepala sawit. Ketidak-murnian
     Bagaimana dengan potensi ekspor        benih yang ditanam akan mengakibatkan
benih dari indonesia di masa yang akan      penurunan produksi dan mengakibatkan
datang?.      Menurut Dirjen Tanaman        penurunan pendapatan atau bahkan rugi.
Hortikultura (2006) terdapat beberapa       Dengan beberapa informasi di atas dapat
benih tanaman yang mempunyai potensi        disimpulkan bahwa banih sangat
tinggi seperti benih tanaman sayuran,       berperan penting dalam menentukan
buah, tanaman hias dan bio-farmaka          produksi tanaman dan pendapatan petani.
dengan nilai eksport sebesar US $                Pada tingkat petani, penggunaan
3.783.501,-.                                varietas unggul dan benih bermutu atau
                                            benih bina adalah salah satu faktor
1.2. Peran Perbenihan Tanaman               keberhasilan usaha dan pembangunan
     Benih merupakan produk akhir dari      perkebunan. Penggunaan benih bina oleh
suatu program pemuliaan tanaman, yang       petani masih bervariasi antar komoditi
pada umumnya memiliki karakteristik         seperti kelapa sawit (85 %), kakao (26 %),
keunggulan tertentu, mempunyai peranan      kapas (18 %) dan tembakau (21 %).
yang vital sebagai penentu batas-atas            Kebijakan      pemerintah       dalam
produktivitas dan dalam menjamin            mendukung program perbenihan melalui
keberhasilan budidaya tanaman. Upaya        menyediakan benih unggul dan bermutu
perbaikan genetik tanaman di Indonesia      melalui prinsip 6(enam) tepat (waktu,
masih terbatas melalui metode pemuliaan     jumlah, lokasi, jenis, mutu dan harga).
tanaman         konvensional,     seperti   Strategi pengembangan pola kemitraan
persilangan, seleksi dan mutasi. Di         usaha       dengan       swasta/penangkar
Indonesia penerapan teknologi pemuliaan     benih/asosiasi    petani     di    wilayah
modern belum diterapkan secara optimal      pengembangan ini dapat menjadi salah
sedangkan di negara-negara maju,            satu acuan bagi pemerintah untuk
teknologi     tersebut    sangat   pesat    mendorong industri perbenihan yang
perkembangannya.                            menyediakan benih yang terjamin
     Di Indonesia tujuan pemuliaan masih    mutunya. Wujud dari pola kemitraan
berkisar pada upaya peningkatan             usaha tersebut salah satunya adalah
produktivitas, ketahanan terhadap hama      melalui       pengembangan         industri
dan penyakit utama dan toleransi            perbenihan dan Model Waralaba;
terhadap cekaman lingkungan (Al, Fe,        (Franchising). Dengan usaha tersebut
kadar garam, dan lain lain).                diatas diharapkan akan tercipta usaha
     Benih tanaman sangat berperan          perbenihan yang profesional.
dalam pengembangan bidang pertanian.             Perbenihan       tanaman       sangat
Benih adalah faktor penentu keberhasilan    berperan dalam penyediaan pangan
budidaya tanaman.          Benih dengan     (ketahanan pangan), sandang, papan,
kualitas baik dan seragam akan              lapangan kerja dan ekonomi. Berikut ini
menghasilkan produk dengan kualitas         akan diinformasikan beberapa peran
tinggi. Benih kelapa sawit dura, Pisifera   perenihan tanaman secara spesifik untuk
dan Tenera merupakan tiga varietas yang     masing-masing sektor.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            4
     Tahun 1987, indonesia berhasil         kerja.       Dengan demikian sektor
melakukan swasembada pangan. Salah          perbenihan merupakan         bagian dari
satu hal yang menunjang keberhasilan        penyediaan tenaga kerja di bidang
tersebut adalah ditemukannya VUTW           pertanian.       Benih tanaman sebagai
(Varietas Unggul Tahan Wereng).             langkah awal dari kegiatan pertanian,
Indonesia yang pada tahun 1945 sampai       telah berperan dalam bidang ekonomi
dengan 1986 merupakan importir beras        dengan adanya peningkatan penambahan
karena produktifitas benih padi hanya 4     devisa dari ekspor benih dan peningkatan
ton per hektar dan sering terserang ooeh    pendapatan petani yang beralih dari
hama wereng, amka kebutuhan pangan          petani budidaya menjadi penangkar benih
tidak dapat dipenuhi dan mengakibatkan            Benih tanaman penghasil kayu dan
harus selalu import beras.        Setelah   kertas sangat dipengaruhi oleh varietas
ditemukan padi VUTW, produktivitas          benih yang ditanam. Penemuan varietas
beras per hektar meningkat dari 4           jati unggul seperti mas dapat
ton/hekter menjadi 6-8 ton/hektar.          memperpendek masa budidaya tanaman
Dengan adanya peningkatan produksi          jati. Varietas jati lokal dapat dipanen
beras tersebut maka indonesia berhasil      pada umur 20-30 tahun sedangkan jati
memenuhi kebutuhan pangan dalam             mas dapat dipanen dalam jangka waktu
negeri.                                     12-20 tahun.       Masa budidaya yang
     Perbenihan tanaman merupakan           singkat       sangat      menguntungkan
bidang yang memerlukan banyak tenaga        ketersiediaan bahan baku papan.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                         5
                                     Ringkasan


Setelah mempelajari BAB 1. siswa diharapkan telah menguasai kompetensi-
kompetensi berikut:
    1. Menjelaskan potensi pembenihan tanaman.
    2. Menjelaskan peran pembenihan tanaman.

Potensi pembenihan tanaman            Peran pembenihan tanaman

         Potensi                   Benih merupakan factor penentu
          pengembangan               produksi tanaman.
          usaha pembenihan          Pembenihan tanaman sangat berperan
          tanaman        untuk       dapam penyediaan bahan baku
          memenuhi                   pangan, papan dan sandang.
          kebutuhan      benih      Pembenihan     tanaman      berperan
          dalam negeri.              penting dalam keberhasilan Indonesia
         Potensi                    dalam program swasembada pangan
          pengembangan               tahun 1987.
          usaha pembenihan          Pembenihan tanaman perperan dalam
          tanaman        untuk       penyediaan tenaga kerja terampil
          ekspor.                    sehingga mengurangi pengangguran.
         Potensi kerjasama         Pembenihan        tanaman      dapat
          perusahaan benih           meningkatkan pendapatan petani.
          dengan        petani      Pembenihan        tanaman      dapat
          penangkar benih.           meningkatkan perekonomian bangsa.




SOAL:
   1. Jelaskan dengan singkat dan jelas minimal 2 potensi dan peran pembenihan
      tanaman untuk ekspor.
   2. Bagaimana peran benih padi VUTW pada tahun 1987 dibandingkan dengan peran
      VUTW pada tahun 2007.


TUGAS:
   1. Wawancarai minimal satu orang petani / pengusaha penangkar benih tentang
       perbandingan pendapatan mereka saat menangani usaha pembenihan tanaman
       dibandingkan dengan usaha sebelumnya.
   2. Lakukan observasi terhadap aktivitas petani penangkar benih.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                    6
                           BAB 2. KARAKTERISTIK TUMBUHAN



                                               Bunga tanaman mempunyai putik dan
2.1    Anatomi Dan Morfologi                   benang sari, dan pada kondisi yang
       Tumbuhan                                tepat, putik akan diserbuki oleh tepung
                                               sari sehingga menjadi buah. Dalam buah
     Tanaman adalah tumbuhan yang              yang berkualitas baik akan tumbuh biji
dibudidayakan.    Tanaman merupakan            sebagai cikal bakal generasi tanaman
mahluk hidup yang dapat memproduksi            yang selanjutnya.         Bagian-bagian
makanan sendiri. Semua jenis tanaman,          tanaman secara lengkap disajikan dalam
mulai dari yang berukuran kecil sampai         Gambar 2.1.
dengan pohon yang sangat besar
mempunyai kesamaan anatomi atau
struktur. Anatomi tanaman terdiri akar,
batang, daun, bunga dan buah.

a. Struktur tubuh tumbuhan

     Struktur tubuh tanaman terdiri dari
akar, batang, daun, bunga dan buah.
Akar tanaman terdiri dari tudung akar,
ujung akar, rambut akar. Akar tanaman
terdiri dari dua jenis yaitu akar primer dan
akar lateral. Akar primer adalah akar
utama sedangkan akar lateral adalah akar
yang tumbuh dari akar primer.
     Batang tanaman adalah bagian
tanman yang tumbuh di atas akar atau
tumbuh di atas permukaan media tanam
(tanah, air atau media tanam lainnya).           Gambar 2.1. Struktur tubuh tamanan (Encarta
Pada batang tanaman terdapat jaringan            Ensiklopedia, 2006).
batang bagian bawah (ground tissue)
yang menghubungkan bagian akar
dengan dengan batang tanaman bagian            b. Sel
atas dan organ-organ tanaman bagian
atas . Jaringan lainnya yang terdapat               Sel merupakan unit organisasi
pada batang adalah jaringan pembuluh           terkecil yang menjadi dasar kehidupan.
yang terdiri dari xilem (jaringan              Semua fungsi kehidupan diatur dan
pengangkut air) dan floem (jaringan            berlangsung di dalam sel. Sel dapat
pengangkut hasil fotosintesis). Seluruh        berfungsi secara otonomi (dapat berdiri
tubuh tanaman dilindungi oleh sel              sendiri/ independen) asalkan seluruh
epidermis.        Pada batang tanaman          kebutuhan hidupnya terpenuhi. Makhluk
terdapat daun, kemudian pada saat              hidup (organisma) dapat tersusun dari
tanaman dewasa, pada organ batang              satu sel tunggal (uniselular, misalnya
akan tumbuh dan berkembang bunga.              bakteri, dan beberapa jamur dan
Teknik Pembenihan Tanaman                                                                  7
protozoa) atau terdiri dari banyak sel       dialami oleh masing-masing kelompok
(multiselular).      Pada       organisma    organisme (Phylum) memiliki kekhususan
multiselular terjadi pembagian tugas sel-    tersendiri. Sel-sel prokariota (organisme
sel penyusunnya, dan dijadikan dasar         bersel satu seperti bakteri, beberpa fungi
untuk klasifikasi mahluk hidup.              dan protozoa) beradaptasi dengan
        Pada tahun 1665, seorang ilmuwan     kehidupan uniselular sedangkan sel-sel
Inggris Robert Hooke meneliti irisan tipis   eukariota (organisme yang mempunyai
gabus dengan menggunakan mikroskop           inti sel yang dikelilingi membran inti)
yang dirancangnya sendiri. Kata sel          beradaptasi      untuk     hidup    saling
berasal dari kata Latin cellulae yang        berinterkasi dengan organisme lain
berarti 'kamar-kamar kecil’                  sehingga menjadi suatu organisasi
      Kemudian seorang ahli mikrobiologi     mahluk hidup yang sangat harmonis.
yaitu Anton van Leeuwenhoek melakukan
pengamatan terhadap benda-benda dan          d. Struktur sel
jasad-jasad renik (mikroba) dan hasil
pengamatannya         menemukan        ada             Struktur sel mahluk hidup pada
"kehidupan di dunia lain" yaitu kehidupan    umumnya minimal terdiri dari organel-
mikroba (organisma yang berukuran kecil)     organel membran sel, sitoplasma, dan
yang belum pernah dilihat oleh manusia.      inti sel atau nukleus. Sitoplasma dan
Penemuan ini menjadi dasar bagi              nukleus secara bersama-sama dan
perkembangan bidang          biologi yang    berkelanjutan membentuk protoplasma.
penting saat ini yaitu mikrobiologi (ilmu    Di dalam sitoplasma terdapat berbagai
yang mempelajari perkembangan dan            organel. Sel tumbuhan, alga dan
pertumbuahan mahluk hidup yang               prokariota mengembangkan dinding sel
berukuran kecil / mikroba).                  sedangkan sel hewan tidak mempunyai
      Perkembangan mikroskop selama          dinding sel.        Beberapa organisme
hampir 200 tahun berikutnya telah            prokariot memiliki flagella pada selnya
memberikan kesempatan bagi para ahli         untuk memudahkan pergerakan.
untuk meneliti susunan tubuh makhluk
hidup. Berbagai penelitian telah dilakukan   Tabel 2.1. Perbedaan Sel Tumbuhan
oleh 2 orang ilmuwan dari Jerman yaitu                    Dan Hewan.
Matthias Schleiden (ahli tumbuhan, 1804-      Sel tumbuhan       Sel hewan
1881) dan Theodor Schwann (ahli hewan,
1810-1882).        Mereka menyimpulkan       Ukuran sel lebih
                                                                 Ukuran sel lebih kecil.
bahwa setiap mahluk hidup tersusun dari      besar.
sel. Selanjutnya pada tahun 1885 seorang                         Bentuk sel tidak tetap
ilmuwan Jerman, Rudolf Virchow,              Bentuk sel tetap.
                                                                 (fleksibel/ lentur).
mengamati bahwa sel dapat membelah
diri dan membentuk sel-sel baru.             Mempunyai           Tidak mempunyai
                                             dinding sel         dinding sel
c. Perbedaan sel tumbuhan dan sel            Mempunyai           Tidak mempunyai
   hewan                                     klorofil            klorofil
                                                                 Tidak mempunyai
     Sel tumbuhan dan sel hewan              Mempunyai
                                                                 vakuola, walaupun
mempunyai beberapa perbedaan seperti         vakuola atau
                                                                 terkadang beberapa
tercantum pada Tabel 1. Struktur dan         rongga sel yang
                                                                 sel hewan uniseluler
fungsi-fungsi sel semua organisme            besar.
                                                                 memiliki vakuola
hampir sama, namun proses evolusi yang

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                 8
                     (tetapi tidak sebesar       cairan kental ini. Di dalam sitoplasma
                     yang dimiliki               terdapat organel-organel yang melayang-
                     tumbuhan).                  layang (terapung) dalam cairan kental
                                                 (bersifat koloid, namun tidak homogen)
Menyimpan                                        yang disebut matriks. Organel-organel
                     Menyimpan makanan
energi dalam                                     dalam sel akan menjalankan banyak
                     dalam bentuk granul
bentuk granul                                    fungsi kehidupan seperti sintesis bahan,
                     (seperti biji) yaitu
(seperti biji)                                   respirasi (perombakan energi dari proses
                     glikogen.
berupa kanji.                                    pernafasan), penyimpanan, serta reaksi
                                                 terhadap rangsang. Sebagian besar
                                                 proses di dalam sitoplasma diatur secara
                                                 enzimatik      (suatu      proses     yang
                                                 memerlukan protein spesifik sehingga
                                                 mempercepat berlang-sungnya suatu
                                                 proses metabolisme).
                                                      Selain organel, terdapat pula
                                                 vakuola,       retikulum      endoplasma,
                                                 khloraplas (organael khusus yang hanya
                                                 terdapat      dalam      sel    tumbuhan),
                                                 mitokondria, benda golgi dan berbagai
                                                 produk sekunder lain. Va-kuola memiliki
                 Gambar 2.2.                     peran       penting     sebagai     tempat
Sel selaput penyusun umbi bawang bombay
(Allium cepa). Tampak dinding sel dan inti sel   penampungan produk sekunder yang
(berupa noktah di dalam setiap 'ruang').         berbentuk cair, sehingga disebut pula
Perbesaran 400 kali (Nurwardani,2005)            'cairan sel'. Cairan yang mengisi vakuola
                                                 ber-beda-beda, tergantung letak dan
1). Membran sel                                  fungsi sel.
     Membran sel adalah suatu selaput
tipis yang membatasi segala kegiatan             3). Nukleus
yang terjadi di dalam sel sehingga tidak              Nukleus mengendalikan kegiatan
mudah terganggu oleh pengaruh dari luar.         yang terjadi pada sitoplasma. Di dalam
Oleh sebab itu, membran sel bersifat             nukleus terdapat kromosom yang berisi
'selektif permeabel'. Memban sel secara          DNA yang merupakan cetak biru bagi
otomatis dapat menentukan bahan-bahan            pembentukan berbagai protein (terutama
tertentu saja (nutrisi yang dibutuhkan           enzim). Enzim diperlukan dalam
untuk kehidupan sel) yang dapat masuk            menjalankan berbagai fungsi pada
ke dalam dan keluar dari sel. Pada sel           sitoplasma. Di dalam nukleus terdapat
tumbuhan, dalam kondisi normal,                  nukleolus.
membran sel selalu melekat pada dinding
sel sebagai akibat adanya tekanan turgor         4). Organel
dari dalam sel.                                      Manusia memiliki banyak or-gan
                                                 yang berbeda seperti jantung, paru-paru
2). Sitoplasma                                   dan lambung, yang fungsinya yang
     Fungsi utama sitoplasma yang                berbeda-beda. Tumbuhan mempunyai
berupa cairan kental adalah menjamin             organ se-perti akar, batang, daun, bunga
kelangsungan hidup sel (metabolisma).            dan buah.
Hampir semua kegi-atan metabolisme                   Demikian pula dengan sel. Sel
berlangsung di dalam ruangan berisi              memiliki organ yang disebut organel

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                9
(berarti 'organ kecil'). Berikut adalah            permukaan tanah. Selanjutnya, ujung
macam-macam benda dalam sel                        akar sering-kali meruncing, hingga lebih
(khususnya sitoplasma) yang digolongkan            mudah untuk menembus tanah.
sebagai organel:
 Mitokondria.
 Plastida (hanya sel tumbuh-
    tumbuhan dan sejumlah alga),
 Badan golgi atau benda golgi atau
    diktiosom,
 Ribosom,
 Retikulum endoplasma,
 Peroksisom
 Vakuola




                  Gambar 2.3.                                      Gambar 2.4.
Sel tumbuhan dan berbagai organel sel ( Encarta,   Akar tanaman    yang dibudidayakan   secara
2005).                                             hidroponik


e. Akar                                                Fungsi akar bagi tumbuhan ada-lah
                                                   memperkuat berdirinya tum-buhan, untuk
     Akar adalah bagian pokok di samping           menyerap air dan zat-zat nutrisi (makanan
batang dan daun bagi tumbuhan. Akar                tanaman) yang terlarut di dalam air tanah
tumbuhan memiliki sifat-sifat sebagai              atau larutan hara tanaman, mengangkut
berikut.      Akar merupakan bagian                air dan zat-zat makanan yang telah
tumbuhan yang biasanya terdapat di                 diserap ke bagian tubuh tumbuhan yang
dalam tanah, dengan arah tumbuh ke                 memerlukan nutrisi.
pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air                Akar     tanaman       kadang-kadang
(hidrotrop), selalu tumbuh ke arah yang            berfungsi    sebagai      tempat     untuk
berlaw anan dengan udara dan cahaya.               penimbunan makanan. Secara umum,
Pada umumnya akar tidak berbuku-buku,              ada dua jenis akar yaitu:
tidak beruas dan tidak menjadi tempat
tumbuh dan berkembangnya daun-daun                 1). Akar serabut.
atau sisik-sisik maupun bagian-bagian              Akar ini umumnya terdapat pada
lainya.                                            tumbuhan monokotil..            Walaupun
     Akar tidak berwarna hijau, biasanya           terkadang, tumbuhan dikotil juga
berwarna keputih-putihan atau kekuning-            memilikinya (dengan catatan, tumbuhan
kuningan. Pada ujungnya akar selalu                dikotil tersebut dikembang-biakkan secara
tumbuh,            tetapi      umumnya             vege-tatif seperti cangkok, atau stek).
pertumbuhannya masih kalah cepat jika              Fungsi utama akar serabut adalah untuk
dibandingkan dengan bagian di atas                 memperkokoh berdirinya tumbuhan.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                 10
                                                 dapat pula mempunyai bentuk lain,
                                                 akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
                                                Batang tanaman terdiri atas ruas-
2). Akar tunggang.                               ruas. Masing-masing ruas dibatasi
Akar ini umumnya terdapat pada tum-              oleh buku-buku dan pada buku-buku
buhan dikotil. Fungsi utama akar                 batang terdapat daun.
tunggang     adalah untuk menyimpan             Batang biasanya tumbuh ke atas
makanan.                                         menuju cahaya atau matahari
                                                 (bersifat fototrop atau heliotrop)
3). Modifikasi akar                             Batang selalu bertambah pan-jang di
     Akar tumbuhan sering kali mengalami         ujungnya, oleh sebab itu sering
perubahan bentuk (modifikasi) sesuai             dikatakan, bahwa batang mempunyai
dengan fungsi dan kondisi lingkungan             pertumbuhan yang tidak terbatas.
serta jenis tumbuhannya. Ada beberapa           Batang        tanaman       membentuk
jenis modifikasi akar, antara lain sebagai       percabangan dan selama hi-dup
berikut.                                         tumbuhan, tidak akan di-gugurkan
a). Akar napas.                                  (digantikan dengan yang lebih muda),
Akar nafas yaitu bagian akar yang naik ke        kecuali kadang-kadang cabang atau
atas tanah, khususnya ke atas air seperti        ranting yang kecil.
pada tumbuhan mangrove dari genera              Batang tanaman pada umum-nya
Avicennia, dan Soneratia                         tidak berwarna hijau, kecu-ali
                                                 tumbuhan yang umurnya pendek,
b). Akar gantung.                                misalnya rumput dan pada saat
Akar gantung yaitu akar yang                     batang masih muda.
sepenuhnya berada di atas tanah. Akar
gantung terdapat pada tumbuhan epifit        g. Daun
seperti anggrek.
                                                  Daun merupakan salah satu organ
c). Akar banir.                              tumbuhan yang tumbuh pada batang,
Akar banir ialah akar yang banyak            umumnya berwarna hijau dan berfungsi
terdapat pada tumbuhan tropik.               sebagai penangkap energi cahaya
                                             matahari melalui fotosintesis. Daun
d). Akar penghisap                           merupakan organ terpenting bagi
akar pengisap ialah akar yang terdapat       tumbuhan karena tumbuhan adalah
pada tumbuhan jenis parasit seperti          organisme autotrof obligat (dapat
benalu.                                      membuat energi untuk kehidupannya), ia
                                             harus memasok kebutuhan energinya
f.   Batang                                  sendiri melalui konversi energi cahaya
                                             menjadi energi kimia. Bentuk daun sangat
    Batang merupakan bagian dari             beragam, namun biasanya berupa
tumbuhan     yang       amat    penting.     helaian. Ketebalan daun pun beragam
Kedudukan batang bagi tubuh tum-buhan,       ada tipis, sedang atau tebal. Gambaran
batang dapat disamakan dengan sumbu          dua dimensi daun digunakan sebagai
tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang          pembeda bagi bentuk-bentuk daun.
mempunyai sifat-sifat berikut :              Bentuk dasar daun membulat, dengan
 Batang tanaman umumnya berbentuk           vari-asi cuping menjari atau menjadi elips
    panjang bulat seperti silinder atau      dan memanjang.


Teknik Pembenihan Tanaman                                                           11
     Daun juga bisa bermodifikasi menjadi       Epidermis terbagi atas epidermis atas
duri (misalnya pada kaktus), dan                 dan epidermis bawah. Epi-dermis
mengakibatkan       daun       kehilangan        berfungsi melindungi jaringan di
fungsinya sebagai organ fotosintetik.            bawahnya.
Daun tumbuhan sukulen (mengandung air           Jaringan palisade atau jaringan tiang
dalam jum-ah yang banyak) atau xerofit           adalah jaringan yang berfungsi
juga dapat mengalami peralihan fungsi            sebagai tempat terjadinya fotosintesis
menjadi organ penyimpan air.                    Jaringan spons atau jaringan bunga
      Warna hijau pada daun berasal dari         karang yang berongga. Jaringan ini
kandungan klorofil pada daun. Klorofil           berfungsi sebagai tempat menyimpan
adalah senyawa pigmen yang berperan              cadangan makanan.
dalam menye-leksi panjang gelombang             Berkas pembuluh angkut yang terdiri
cahaya yang energinya diambil dalam              dari xilem atau pembuluh kayu dan
foto-sintesis. Sebenarnya daun juga              floem atau pembuluh tapis. Xilem
memiliki pigmen lain, misalnya karoten           berfungsi untuk mengangkut air dan
(berwarna jingga), xantofil (berwarna            garam-garaman yang diserap akar
kuning), dan antosianin (berwarna merah,         dari dalam tanah ke daun (untuk di-
biru, atau ungu, tergantung derajat              gunakan sebagai bahan fotosintesis).
keasaman).                                       Sedangkan floem ber-fungsi untuk
     Daun tua kehilangan klorofil sehingga       mengangkut hasil fotosintesis ke
warnanya berubah men-jadi kuning atau            seluruh tubuh tumbuhan.
merah (dapat dilihat dengan jelas pada          Stoma (jamak: stomata) ber-fungsi
daun yang gugur).                                sebagai organ respirasi. Stoma
                                                 mengambil CO2 dari udara untuk
    Daun tanaman berfungsi sebagai:              dijadikan bahan fotosintesis karena
   Tempat terjadinya fotosintesis.              mengandung klorofil.        Kemudian
   Sebagai organ pernapasan (pada               stoma akan mengeluarkan O2
    daun terdapat stomata yang befungsi          sebagai hasil fotosintesis. Stoma
    sebagai organ respirasi.                     pada daun identik dengan hidung
   Tempat terjadinya transpirasi.               manusia, dimana stoma mengambil
   Tempat terjadinya gutasi.                    CO2 dari udara dan mengeluarkan
   Alat perkembang-biakkan secara               O2, sedangkan hidung mengambil O2
    vegetatif (seperti tunas daun cocor          dan mengeluarkan CO2. Stoma
    bebek yang dapat digunakan sebagai           terletak di epidermis bawah. Selain
    bahan un-tuk perbanyakan tanaman             stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga
    secara stek daun).                           bernafas melalui lentisel yang terletak
                                                 pada batang.
     Anatomi   daun     adalah    sebagai
berikut:




Teknik Pembenihan Tanaman                                                           12
                      Gambar 2.5 Berbagai bentuk batang dari berbagai jenis tanaman




Gambar 2.6 Irisan melintang batang tanaman dengan struktur jaringan pengangkut air dan hasil fotosistesis.




       Gambar 2.7 . Daun segar membutuhkan cahaya untuk melangsungkan proses fotosintesis
       (kiri) dan daun tua telah kehilangan klorofil karena proses penuaan (kanan)


Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                    13
                        Gambar 2.8. Model irisan melintang daun tumbuhan

h.   Bunga                                              Pembuahan adalah permulaan dari
                                                    pertumbuhan ovari yang cepat dan
     Bunga adalah organ reproduksi pada             selanjutnya berkembang men-jadi biji.
sebagain besar tumbuhan yang sering                 Pada biji yang sedang berkembang,
memproduksi buah yang mengandung biji               perkembangan em-brio didahului oleh
sebagai calon benih. Tidak semua biji               pertumbuhan                endosperm.
tanaman dihasilkan dari bunga, sebagai              Perkembangan biji akan diakhiri dengan
contoh adalah cornifera mempunyai benih             pemben-tukan integumen pada jaringan
telanjang pada suatu bentuk spesifik                ovari induk. Biji akan tumbuh dan
berupa cone.                                        berkembang sampai menjadi bentuk yang
                                                    sempurna dan memenuhi standar untuk
i.   Buah dan biji                                  menjadi benih.
     Buah pada umunya merupa-kan
organ tanaman tempat me-nyimpan benih
dan hasil foto-sintesis. Biji sebagai calon
benih yang pada umumnya berada di
dalam buah terbentuk melalui proses
berikut: setelah tepung sari mendarat
dengan tepat pada kepala putik, maka
dengan segera dan secara bersam-sama
jaringan pembuahan tersebut akan
menye-rap air dan nutrisi tanaman berupa
gula dan akan membentuk tabung sari.                                    Gambar 2.9
                                                    Bunga tumbuhan yang sempurna memiliki bagian
Tabungsari akan tumbuh dan menembus                 bunga sebagai berikut tangkai bunga, putik, sel
tangkai putik (style), menuju kje arah              telur, tangkai putik,kepala putik kelopak bunga,
kantung lembaga. Di tempat tersebut sel             mahkota bunga, benang sari, dan serbuk sari
jantan bertemu dengan sel telur, untuk
membentuk zigot. Zigot akan tumbuh
menjadi embrio biji.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                       14
                                                 akar dan calon daun pertama) Untuk
2.2       Anatomi dan Morfologi Biji             memperjelas      gambaran      proses
          Tumbuhan                               perkecambahan biji dapat dilihat pada
                                                 gambar perkecambahan biji tembakau
     Biji yang memenuhi kriteria ter-tentu       (Nicotiana tabacum),
dapat dijadikan benih. Benih tanaman
yang ditumbuhkan pada media semai
yang mengandung air akan tumbuh dan
berkembang           menjadi         bibit.
Pertumbuhan bibit sangat tergantung
pada cadangan makanan di dalam benih
(endosperm).       Cadangan makanan
dalam benih adalah karbohidrat, lemak
dan protein.
     Benih yang ditumbuhkan pada
media semai akan melakukan proses                                Gambar 2.10.
perkecam-bahan             (germination).         Biji tanaman yang terbentuk dari hasil
Perkecambahan         benih        sangat        pembuahan (bertemunya putik dengan serbuk
                                                 sari dan berkembang menjadi zigot)
dipengaruhi oleh viabilitas benih dan
lingkungan      yang     cocok      untuk
                                                 2.3    Pertumbuhan Dan
pertumbuhan dan perkem-bangan bibit.
                                                        Perkembangan Tumbuhan
Benih yang sedang berkecambahan
sangat peka ter-hadap penyakit
                                                         Biji dari berbagai spesies
tanaman dan gangguan fisik sehingga
                                                 tumbuhan akan berkecambah apabila,
selama proses ini sangat memerlukan
                                                 suhu menguntungkan, persediaan
perlindungan (proteksi).
                                                 oksigen memadai dan kelembaban
     Perlindungan kecambah atau bibit
                                                 media tumbuh cukup dan kontak secara
muda sebaiknya dilakukan dengan
                                                 langsung dengan biji. Pada beberapa
memasang pelindung berupa naungan
                                                 spesies walaupun kondisi di atas
dari plastik atau paranet. Naungan
                                                 terpenuhi tetapi biji tidak dapat
berfungsi seba-gai pelindung kecambah
                                                 berkecambah. Hal tersebut disebabkan
dan bibit muda dari sengatan sinar
                                                 oleh belum tuntasnya masa dormansi
mata-hari, dan organisme pengganggu
                                                 (istirahat) biji tersebut. Biji-biji kelompok
tanaman.
                                                 ini umumnya beasal dari daerah beriklim
                                                 sub tropis.        Periode dormansi yang
     Pada biji monokotil, morfologi biji
                                                 telah dilewati akan menyebabkan
terdiri dari kulit biji, endosperm,
                                                 perkecambahan biji pada kondisi suhu
kotiledon, dan embrio.           Pada biji
                                                 yang optimal, adanya persediaan
tanaman Gymnospermae, morfologi biji
                                                 oksigen dan air.
terdiri dari kulit biji (testa), mega
gametofit, embrio yang terdiri dari
kotiledon dan calon akar), sedangkan
untuk biji dikotiledon terdiri dari kulit biji
(testa) dan embrio (dua kotiledon, calon


Teknik Pembenihan Tanaman                                                                 14
                                Gambar 2.11 Morfologi benih tumbuhan




                                               Gambar 2.12
Tahapan perkecambahan benih tembakau (Nicotiana tabacum). A. Enam jam pertama; mikropilar kulit biji terluar
akan merekah sehingga memudahkan endosperm menembus kulit biji. B. Pada saat enam jam kedua,
mikropilar endosperm menyelimuti ujung radikula (calon akar). C. Pada saat enam jam ke tiga, radikula mulai
keluar dari biji. D. Pada penambahan hormon ABA, mikropilar endosperm akan menyelimuti radikula pada saat
60 jam setelah perkecambahan (ABA menghambat mikropilar menyelimuti radikula). ((Muller et.al.,2004).




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                               15
        Perkecambahan dapat terjadi                   Pada saat protoplasma sel
walaupun tanah atau media semai tidak          menyerap uap air, maka berbagai proses
mengandung unsur hara karena di dalam          kehidupan akan berlangsung. Hormon
biji sudah mengandung cukup persediaan         pertumbuhan dan perkembangan seperti
makanan agar lembaga dapat tumbuh              asam indol asetat akan mulai berfungsi.
selama masa persemaian. Benih akan             Hormon ini mengatu pertumbuhan dan
berkecambah, setelah keluar kotiledon          perkembanga hipokotil dan epikotil.
harus ditambahkan air dan beberapa                    Sumber makanan yang tersimpan
unsur hara pada media tanamnya. Suhu           dalam endosperma dan kotiledon akan
yang        paling       optimal       untuk   segera diproses melalui respirasi
perkecambahan biji adalah 15-38oC.             sehingga menghasilkan enerji kimia yang
Oksigen bebas sangat diperlukan untuk          penting untuk pembelahan sel, produksi
respirasi yang akan menghasilkan enerji        protoplasma,        dan       proses-proses
yang dibutuhkan untuk pertumbuhan              pertumbuhan lainnya.          Ketika terjadi
tanaman.       Ketidak-tersediaan oksigen      proses pencernaan cadangan makanan
akan memperlambat atau mencegah                pada biji, respirasi dan asimilasi nutrisi ke
perkecambahan benih.           Kelembaban      dalam protoplasma, maka sel-sel pada
media tanam yang terlalu berlebihan akan       ujung epikotil dan hipokotil mulai
menghambat proses perkecambahan.               membelah dan membentuk sel-sel baru.
Kondisi inipun akan mempertinggi               Sel-sel ini mulai membesar pada saat
kemungkinan benih terserang oleh               menyerap air, kemudian protoplasma
organisme        pengganggu       tanaman,     yang baru akan terbentuk.
terutama dari golongan bakteri dan fungi,             Ujung hipokotil muncul melalui
dan akan mengakibatkan benih mati atau         suatu celah pada kulit biji. Ujung hipokotil
tumbuh tidak normal.          Benih harus      tumbuh menjadi akar primer. Akar ini
mendapatkan jumlah air yang tepat untuk        mempunyai panjang 2 cm atau lebih.
berkecambah, kondisi kelebihan air akan        Akar primer akan menyerap air dan unsur
menyebabkan oksigen keluar dari dalam          hara dari tanah, sehingga dapat
sel dan benih tidak dapat berkecambah.         mensuplai epikotil tumbuh dengan baik
Sebaliknya jika kelembaban media kurang        dan akan menjadikan calon batang
optimal benih tidak akan dapat                 pertama.
menguraikan cadangan makanan dalam                    Akar primer yang tumbuh akan
biji (jaringan endosperma) sehingga            mengasilkan        akar-akar       sekunder,
epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh       kemudian tumbuh dan berkembang agi
dan berkembang.                                menjadi akar tersier. Dari epikotil akan
        Dalam         keadaan           yang   tumbuh batang yang akan menghasilkan
menguntungkan           untuk        proses    daun-daun serta berbagai cabang.
perkecambahan, benih mengabsorpsi air                 Tingkat perkecambahan biji sangat
sehingga benih menjadi menggembung             bervariasi, dalam kondisi lingkungan yang
dan kulit biji pecah. Dengan segera air        paling baik, akar-akar primer akan tumbuh
memasuki sel-sel jaringan lembaga dan          dalam 36-96 jam.             Perbedaan ini
endosperma. Kandungan air dalam sel            disebabkan oleh berbagai faktor seperti
benih     akan      naik     dari    tingkat   ketebalan dan struktur kulit biji dan masa
praperkecambahan         sebesar 8-14%         dormansi biji. Kecambah akan tumbuh
menjadi lebih dari 90%.                        dan berkembang menjadi tanaman
                                               dewasa. Dalam proses ini pertumbuhan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                               16
akan melibatkan pembuatan sel-sel baru                      Pertumbuhan tumbuh-tumbuhan
dari sel-sel yang sudah ada sebelumnya.              dikendalikan secara umum oleh hormon
Disamping       itu   terdapat    proses             yang disintesis oleh tumbuhan dan
pembesaran sel yang baru terbentuk,                  terdapat pada semua jaringan. Hormon
sehingga sel akan membesar dan                       pertumbuhan IAA (Indol Acetic Acid)
menjadi jaringan tanaman.                            berfungsi dalam pembesaran sel,
       Persyaratan-persyaratan      yang             gugurnya daun dan jatuhnya buah,
harus dipenuhi untuk pertumbuhan                     pertumbuhan buah dari bakal bunga
normal adalah tersedianya enerji kimia               menjadi bunga dan buah, interaksi timbal-
yng berasal dari proses respirasi.                   balik tunas dan berbagai pertumbuhan
Tumbuhan yang sedang tumbuh harus                    lainnya. Salah satu contoh IAA adalah
memiliki protein dan senyawa organik lain            giberelin.
untuk membangun             protoplasma.                    Selama masa pertumbuhan dan
Tumbuhan ini harus memiliki selulosa                 perkembangan, tumbuhan memerlukan
dan beberapa senyawa organik untuk                   air, unsur hara, karbondioksida dan
membentuk dinding sel.                               oksigen, serta cahaya. Selama masa
       Sel yang baru terbentuk dengan                tersebut, organ-organ vegetatif seperti
cepat akan meningkat ukurannya karena                daun, batang, dan cabang tumbuhan
adanya asimilasi makanan ke dalam                    akan tumbuh dan berkembang sampai
protoplasma. Fase pertumbuhan yang                   akhirnya terbentuk organ generatif.
berikutnya perkembangan sel, yaitu                   Organ generatif tumbuhan yang minimal
dengan ditandai terbentuknya jaringan-               adalah terdiri dari benang sari dan putik.
jaringan baru seperti silem, floem,                  Proses       perkembangbiakan        secara
jaringan penguat, jaringan pembuat                   generatif     dimulai     dari   terjadinya
makanan, dan jaringan peyimpanan.                    pertemuan butir-butir serbuk sari dengan
Pada umumnya, sel dan jaringan yang                  putik. Di dalam putik, butiran serbuk sari
sudah matang tidak akan membelah diri                membentuk tabung,kemudian menjadi
lagi, akan tetapi proses kehidupan yang              bakal biji yang terletak dalam bakal buah.
terjadi hanya mempertahankan ciri                    Kondisi ini menandai adanya calon
spesifiknya serta fungsinya sepanjang                generasi tumbuhan berikutnya.
masa hidup tumbuhan.




       Gambar 2.13. Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan; A. Proses benih
         berkecambah. B. Bibit. C. Tumbuhan dewasa. D. Tumbuhan sanesen (tua)



Teknik Pembenihan Tanaman                                                                   17
                                           Gambar 2.14.
      Proses pertumbuhan dan perkembangan biji (fase haploid) serta proses penyerbukan (fase diploid).




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                18
                                     Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 2. siswa diharapkan telah menguasai kompetensi-
kompetensi berikut:
    1. Anatomi dan morfologi tumbuhan
    2. Anatomi dan morfologi biji tumbuhan.
    3. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

    Anatomi dan morfologi   Anatomi dan morfologi biji         Pertumbuhan dan
         tumbuhan                 tumbuhan                 perkembangan tumbuhan

    Struktur       tubuh     Bagian-bagian        biji    Proses pertumbuhan
     tumbuhan.                 monokotil.                    dan    perkembangan
    Sel tumbuhan             Bagian-bagian        biji     tanaman        meliputi:
    Perbedaan         sel     dikotil.                      proses           benih
     tumbuhan dan hewan.      Tahapan                       berkecambah,
    Akar.                     perkecambahan.                pertumbuhan        dan
    Batang                                                  perkembangan bibit,
    Daun.                                                   tumbuhan       tumbuh
    Bunga                                                   dewasa dan proses
    Buah dan biji.                                          sanesen (tua).




SOAL:
   1. Jelaskan dengan ringkas tentang perbedaan dan persamaan sel tumbuhan dan
      hewan
   2. Gambarkan bagian-bagian biji tumbuhan



TUGAS:
   1. Amati proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman tanaman padi
   2. Lakukan observasi di lingkungan sekolah terhadap 20 jenis tumbuhan.
       Kelompokkan tumbuhan atau tanaman yang mana yang termasuk dikotil dan
       mookotil.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                               19
                 BAB 3. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN


3.1.      Dasar-dasar Pembibitan dan
          Produksi Benih Tanaman.             3.2.    Kesehatan Dan Keselamatan
                                                      Kerja
     Teknik      pembenihan       vegetatif
tanaman bertujuan untuk menghasilkan                    Menurut Konradus (2003),
individu keturunan tanaman yang               Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
mempertahankan sifat baik dari induknya.      merupakan instrumen untuk memproteksi
Keturunan tanaman yang berasal dari           pekerja, perusahaan, lingkungan hidup,
proses pembenihan vegetatif dari dua          dan masyarakat sekitar dari bahaya
induk yang mempunyai keunggulan.              akibat kecelakaan kerja. Perlindungan
Keduanya dapata memadukan dua                 tersebut merupakan hak asasi yang wajib
keunggulan         tersebut      sehingga     dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan
mempunyai sifat-sifat lebih baik dari         untuk mencegah, mengurangi, bahkan
kedua induknya disebut bibit unggul.          menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero
     Bibit unggul adalah tanaman muda         accident). Dalam hal ini ada 3 norma yang
yang memiliki sifat unggul yaitu mampu        harus diperhatikan yaitu:
menunjukkan sifat asli induknya dan            norma kesehatan,
mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, dan       norma keselamatan dan
tahan terhadap hama dan penyakit.              norma kerja nyata.
     Pada kegiatan usaha pembenihan                Pencegahan merupakan cara yang
tanaman terdapat beberapa prinsip dasar       paling efektif. Oleh sebab itu dua hal
yang selalu digunakan oleh setiap industri    terbesar yang menjadi penyebab
pembenihan yaitu:                             kecelakaan kerja yaitu :
 Investasi modal usaha.                            perilaku yang tidak aman
 Investasi lahan pembenihan.                       kondisi lingkungan yang tidak
 Investasi bahan tanaman unggul                        aman.
     (benih unggul)                                Berdasarkan data dari Biro Pelatihan
 Penyiapan tenaga kerja profesional          Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang
 Penyiapan alat-alat produksi benih          pernah terjadi sampai saat ini adalah
     dan quality control product              diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman
 Pemahaman K-3                               seperti:
 Pesemaian                                    sembrono dan tidak hati-hati
 Pemeliharaan pesemaian                       tidak mematuhi peraturan
 Penanaman                                    tidak mengikuti standar prosedur
 Pemeliharaan benih                               kerja
 Pengolahan benih (seed processing)           tidak memakai alat pelindung diri
 Pengujian kualitas produk                    kondisi badan yang lemah
 Penggudangan                                     Cara efektif untuk mencegah
 Sertifikasi                                 terjadinya kecelakaan kerja adalah
 Pemasaran                                   dengan menghindari terjadinya lima
 Distribusi produk                           perilaku tidak aman yang telah disebutkan
 Layanan purna jual                          di atas.
 Penelitian        dan     pengembangan
     produk

Teknik Pembenihan Tanaman                                                           20
a. Norma Kesehatan pekerja                         dengan teknik kultur jaringan terdapat
                                                   sedikit perbedaan yaitu harus
     Norma kesehatan kerja diharapkan              memperhatikan minimal 3 hal dalam
menjadi instrumen yang mampu                       kesehatan pekerja yaitu; penggunaan
menciptakan dan memelihara derajat                 alat dan mesin-mesin, penggunaan
kesehatan kerja setinggi-tingginya. K3             bahan kimia dan penggunaan lampu
dapat melakukan pencegahan dan                     ultra violet dalam persiapan enkas
pemberantasan penyakit akibat kerja,               untuk inokulasi bahan berupa sel
misalnya      kebisingan,      pencahayaan         atau jaringan tanaman.
(sinar), getaran, kelembaban udara, dan
lain-lain yang dapat menyebabkan                    Beberapa hal penting yang harus
kerusakan pada alat pendengaran,               diperhatikan adalah tindakan pertolongan
gangguan pernapasan, kerusakan paru-           pertama, regu penolong, pelayanan
paru, kebutaan, kerusakan jaringan tubuh       kesehatan kerja , perawatan kesehatan,
akibat sinar ultraviolet, kanker kulit,        tempat berteduh dan perumahan, gizi dan
kemandulan, dan lain-lain.                     air minum. Jika terjadi gangguan
     Hal yang penting diperhatikan dalam       kesehatan maka harus ada tempat untuk
penerapan kesehatan pekerja dalam              pelaporan, pencatatan, penyelidikan dan
bidang teknik perbenihan tanaman dapat         pemberitahuan penyakit dan kecelakaan
dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu        kerja
penerapan       dalam       bidang    teknik        Aktivitas perbenihan tanaman pada
pembenihan tanaman secara secara               umumnya dilakukan di lokasi yang agak
generatif maupun vegetatif. Dalam teknik       jauh dari kota. Oleh sebab itu harus ada
perbenihan tanaman secara generatif            pekerja yang terampil dalam prosedur
yang pada umumnya terdiri dari kegiatan        PPPK (Pertolongan Pertama Pada
persiapan lahan, pengolahan tanah,             Kecelakaan). Pelatihan ini         meliputi
pesemaian, pembibitan, penanaman,              perawatan luka terbuka, dan resusitasi.
pengairan, pemupukan, pengendalian             Dalam area di mana pekerjaanterlibat
hama, penyakit dan gulma, persilangan,         dengan resiko keracunan oleh bahan
pemanenan, penanganan pasca panen,             kimia atau asap, ular, serangga atau laba-
prosesing benih dan pengemasan                 laba penggigit atau bahaya spesifik lain,
terdapat beberapa hal yang harus               maka pelatihan pertolongan pertama
diperhatikan dan diupayakan untuk              harus diperluas melalui konsultasi dengan
diterapkan yaitu:                              orang atau organisasi yang berkualitas.
 Penggunaan alat dan mesin-mesin              Alat atau kotak PPPK yang dirawat
 Penggunaan bahan kimia                       dengan baik harus siap tersedia di tempat
 Dalam            aktivitas      agrobisnis   kerja dan dilindungi terhadap pencemaran
     perbenihan tanaman secara vegetatif       oleh kelembaban dan kotoran. Wadah ini
     baik secara konvensional (menyetek,       harus ditandai dengan jelas dan tidak
     mencangkok, menyambung dan lain-          berisi apapun selain peralatan PPPK dan
     lain) hal-hal yang harus diperhatikan     semua karyawan harus mengetahui
     dalam kesehatan pekerja sama              tempat penyimpanan peralatan PPPK dan
     dengan dalam kegiatan teknik              prosedurnya..
     perbenihan secara generatif yaitu              Jika dalam melakukan kegiatan
     penggunaan alat mesin serta               agribisnis perbenihan terjadi kecelakaan
     penggunaan bahan kimia.                   harus terdapat alat komunikasi agar dapat
 Dalam            aktivitas      agrobisnis   dengan segera menghubungi regu
     perbenihan tanaman secara vegetatif       penolong seperti rumah sakit, ambulance

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             21
atau dokter terdekat. Pada suatu lokasi           Semua kegiatan perbenihan tanaman
perbenihan tanaman harus diupayakan          harus direncanakan dan diorganisir
adanya tempat berteduh dan berlindung.       secara terpadu sehingga dapat mencegah
Selain itu lokasi perbenihan diupayakan      pemborosan dan untuk memastikan
agar dekat dengan                            tingkatan monitorung yang tepat sehingga
 Toko makanan                               pelaksanaan kerja dapat berjalan dengan
 Persediaan air bersih yang cukup.          aman.
 Fasilitas sanitary (ruang cuci,                 Salah satu hal yang harus
    pancuran, kamar kecil atau kakus         diperhatikan adalah adanya keterangan
 Fasilitas untuk mencuci dan                tentang :
    mengeringkan pakaian                      Jenis pekerjaan yang diperlukan
 Toko barang umum              (terpisah     Tujuan kegiatan
    dengan bahan mudah terbakar,              Lokasi tempat kerja yang ditunjuk,
    bahan kimia).                             Jadwal waktu untuk kegiatan spesifik:
    Bila makanan disediakan oleh              Spesifikasi produk atau hasil lain:
pengusaha, harus dipastikan bahwa             Spesifikasi untuk metoda kerja yang
masukan energi cukup untuk pelaksanaan            digunakan:
pekerjaan fisik berat baik karbohidrat,       Orang yang bertanggung jawab untuk
lemak dan protein hewani.                         melaksanakan dan mengawasi
                                                  kegiatan:
     b. Norma Keselamatan kerja               Rencana darurat dalam cuaca buruk
                                                  atau terdapat masalah dengan
       Norma       keselamatan       kerja        peralatan.
merupakan sarana atau alat untuk
mencegah terjadinya kecelakaan kerja              Untuk setiap tugas diupayakan dipilih
yang tidak diduga yang disebabkan oleh       metoda terbaik dan paling aman.
kelalaian kerja serta lingkungan kerja       Penggunaan alat dan bahan harus
yang     tidak    kondusif.   Penerapan      dilakukan      dengan     metoda     yang
keselamtan kerja diharapkan mampu            distandardisasi dan telah disetujui. Jika
menihilkan kecelakaan kerja sehingga         memungkinka untuk dapat dipraktekkan,
mencegah terjadinya cacat atau kematian      pekerjaan manual dan motor-manual
terhadap pekerja, kemudian mencegah          perlu didukung dengan mesin, terutama
terjadinya kerusakan tempat dan              sekali untuk mengurangi mengangkat dan
peralatan kerja. Konsep ini juga             membawa muatan berat dan untuk
mencegah pencemaran lingkungan hidup         mengurangi potensi bahaya yang timbul
dan masyarakat sekitar tempat kerja.         dari penanganan mesin bertenaga dan
       Penerapan keselatan kerja dalam       dipegang dengan tangan.
bidang teknik perbenihnan tanaman harus           Penggunaan bahan, alat dan mesin
diterapkan dalam setiap aktivitas            dalam teknik perbeniahan diupayakan
diantaranya adalah persiapan lahan,          untuk memenuhi kriteria di bawah ini;
penanaman , pengairan, pemeliharaan          Semua perkakas, mesin dan bahan-kimia
tanaman tanpa bahan kimia, penanganan        berbahaya yang digunakan dalam
dan penananam tanaman secara kimia           pembenihan harus:
(pemupukan         dan      pengendalian      Memenuhi syarat keselamatan dan
hama,penyakit dan gulma tanaman),                 kesehatan      kerja   sebagaimana
pemangkasan, pemanenan, prosesing                 ditentukan       dalam       standar
benih dan pengemasan.                             internasional atau nasional dan
                                                  rekomendasi.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                          22
    Digunakan hanya untuk pekerjaan           c. Norma Kerja nyata
     yang       telah     dirancang     atau
     dikembangkan, kecuali jika suatu                Norma kerja berkaitan dengan
     penggunaan         tambahan       yang    manajemen perusahaan. K3 dalam
     diusulkan telah dinilai oleh seorang      aktivitas kerja sehari-hari diterapkan
     yang       kompeten       yang    telah   dalam bentuk pengaturan jam kerja, shift,
     menyimpulkan bahwa penggunaan             kerja wanita, tenaga kerja kaum muda,
     alat dan bahan yang digunakan             pengaturan jam lembur, analisis dan
     adalah aman:                              pengelolaan lingkungan hidup, dan lain-
 Digunakan atau dioperasikan hanya            lain.
     oleh para pekerja yang telah dinilai
     berkompeten dan/atau memegang             3.3.    Pengelolaan Alat Dan Mesin
     sertifikat ketrampilan yang sesuai.               Perbenihan
     Dalam          melakukan       kegiatan
perbenihan          tanaman       sebaiknya         Pemeliharaan merupakan suatu
menggunakan pakaian kerja dan alat             penggabungan setiap tindakan atau
pelindung diri ketentuan umum untuk            kegiatan yang dilaksanakan untuk
pakaian kerja adalah sebagai berikut:          mempertahankan, atau memulihkan suatu
 Pakaian kerja harus dibuat dari              alat, mesin, bangunan pada kondisi yang
     bahan yang menjaga badan pekerja          dapat diguanakan untuk aktivitas produksi
     tetap kering dan berada pada              pembenihan tanaman.
     temperatur yang nyaman. Untuk                  Dalam sistim pemeliharaan yang
     pekerjaan dalam iklim panas dan           tradisionil digunakan sistim pemeliharaan
     kering, pakaian yang sesuai harus         dan perawatan yang tidak berencana.
     digunakan untuk menghindari isolasi       Metode ini dapat mengakibatkan
     panas       yang     berlebihan dan       terjadinya suatu kerusakan/kegagalan
     memudahkan pengeluaran keringat.          pengoperasian alat/mesin pembenihan
     Pakaian pelindung yang sesuai harus       sebelum alat         diguanakan dengan
     disediakan jika ada suatu resiko          optimal, perusahaan sudah harua
     radiasi UV atau bahan yang                membetulkan         atau      memperbaiki
     beracun.                                  kerusakan.           Pemeliharaan     alat
 Pakaian harus mempunyai warna                merupakan suatu kebutuhan prosedur
     yang kontras agar pekerja terlihat        dalam suatu usaha pembenihan tanamn
     dengan jelas.                             sehingga prosedur mengendalikan dan
 Bila menggunakan bahan kimia                 administrasi      pemeliharaan     mutlak
     berbahaya, alat pelindung diri harus      diperlukan. Suatu kerusakan/kegagalan
     disediakan sesuai keselamatan             dari     alat/peralatan     atau    mesin
     dalam penggunaan bahan kimia di           mencerminkan metode yang digunakan
     tempat kerja.                             dalam menjalankan sistim pemeliharaan
 Alat pelindung diri harus mematuhi           alat tersebut. Gangguan terhadap
     standar internasional atau nasional.      aktivitas produksi sering tidak diketahui
 Alat pelindung diri harus disediakan         sebelumnya karena jarang dievaluasi
     dalam jumlah yang cukup.                  secara menyeluruh dan sulit untuk
 Operator harus sadar bahwa                   diperkirakan.
     keselamatan dan kesehatan kerja                Dalam rangka meminimalkan akibat
     meruapak hal yang sangat penting.         yang merugikan dari gangguan kerusakan
                                               alat yang terjadi dalam produksi, maka
                                               beberapa perusahaan saat ini telah

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            23
menerapkan         atau     Melaksanakan        Operator perubahan dan perbaikan
tindakan-tindakan pemeliharaan yang              alat –alat pembenihan.
teratur, yang selanjutnya lebih dikenal         Operator keamanan, pemadaman
dengan istilah sistim pemeliharaan yang          kebakaran, dan pengemudi.
berencana. Sistim pemeliharaan yang
berencana adalah Aktivitas pemeliharaan          Pemeliharaan darurat yaitu suatu
yang teratur dan dijalankan dengan taat     tindakan pemeliharaan yang perlu segera
azas,     melalui     pengawasan      dan   ditangani/diselesaikan          dengan
pencatatan berdasarkan rencana yang         secepatnya untuk menghindari kerusakan
telah dibuat terlebih dahulu. Pengawasan    yang lebih parah atau fatal. Berikut ini
administratip        pada       pekerjaan   disampaikan        beberapa     metode
pemeliharaan merupakan hal yang sangat      pemeliharaan alat yang umum digunakan
penting untuk dilakukan, terutama pada      pada perusahaan pembenihan.
saat perubahan dari sistim pemeliharaan
darurat kedalam sistim pemeliharaan         a.   Pemeliharaan yang berencana
yang      berencana.      Pada     sistim
Pemeliharaan dan Perawatan yang                  Pemeliharaan berencana merupakan
sifatnya darurat seluruhnya sangat          sistim pemeliharaan yang terorganisasi
tergantung pada keputusan-keputusan         dan dilaksanakan dengan mantap
yang diambil. Pembelian alat pengganti      berdasarkan rencana pengawasan dan
yang terburu-buru, prioritas perbaikan      pencatatan serta analisa berdasarkan
yang tidak terencana, tenaga kerja yang     rencana yang telah dibuat sebelumnya.
kurang mampu akan menurunkan
efisiensi pemeliharaan.       Pada sistim   b. Pemeliharaan perbaian
pemeliharaan yang berencana mengatur
kebijakan dalam sistim pemeliharaan              Pemeliharaan perbaikan meruapakan
suatu perusahaan dengan mengadakan          sistim pemeliharaan yang dilakukan untuk
prosedur yang jelas, baik dalam segi        memulihkan      kerusakan      (termasuk
teknis maupun keuangannya serta             penyetelan dan perbaikan) suatu alat,
mengawasi pelaksanaan pemeliharaan          mesin atau bangunan pembenihan
yang objektif berdasarkan standar           tanaman agar dapat digunakan kembali
pemeliharaan alat yang lebih efektif dan    dalam kegiatan produksi benih tanaman .
efisien.
     Keberhasilan suatu skema sistim        c. Pemeliharaan pencegahan
pemeliharaan yang berencana adalah
dengan membuatatau menjaga sistim                Pemeliharaan         pencegahan
tersebut sesederhana mungkin dalam          merupakan Sistim pemeliharaan yang
prosedur      pelaksanaannya      dengan    dilaksanakan atas dasar rencana/waktu
melibatkan para petugas lapangan/teknisi    yang telah ditetapkan sebelumnya dan
dengan kerja keras yang minimum.            bersifat untuk menghindari/mencegah
Prosedur pemeliharaan alat, harus           kerusakan.
difahami minimal oleh.
 Supervisor                                d. Pemeliharaan berjalan
 Pemegang gudang
 Pekerjaan-pekerjaan Umum                      Pemeliharaan sistim pemeliharaan
 Pembuatan produk                          yang dapat dilakukan ketika suatu alat,
 Operatot persiapan dan penyesuaian        mesin dalam keadaan dipakai.
     mesin-mesin

Teknik Pembenihan Tanaman                                                        24
e. Pemeliharaan terbatas (pada saat                  (termasuk perbaikan) Sampai dengan
   produksi berhenti)                                kondisi alat,mesin dan bangunan
                                                     tersebut dapat digunakan.
     Pemeliharaan terbatas meruapakan            Perencanaan Pemeliharaan :
sistim pemeliharaan yang hanya dapat                 Prosedur        pemeliharaan     yang
dijalankan pada waktu suatu alat, mesin,             mencakup          tugas       operator
dan bangunan pembenihan dalam                        pemeliharaan,       metode,    bahan,
keadaan tidak dipakai (proses produksi               alat/peralatan, mesin- mesin, tenaga
berhenti).                                           kerja, serta waktu yang diperlukan.
 Inventarisasi pabrik                           Permohonan Pemeliharaan
     Suatu daftar inventaris dari seluruh            Salah satu persyaratan untuk
     fasilitas misalnya : seluruh peralatan,         perencanaan fungsi pemeliharaan,
     mesin-mesin yang ada serta                      adalah mengetahui secara tepat
     bangunan dengan semua isinya,                   tentang apa yang harus dikerjakan,
     guna tujuan identifikasi, termasuk              apa yang sedang dikerjakan dan
     keterangan/data mengenai masing-                berapa lama setiap tugas/pekerjaan
     masing spesifikasi Teknik dan                   tersebut dikerjakan.
     konstruksinya secara terperinci.                Pengembangan pemeliharaan alat,
 Program Pemeliharaan :                        mesin dan bangunan pembenihan
     Suatu       daftar     alokasi     atau    merupakan tahap-tahap yang harus
     pembebanan           dari      aktifitas   difahami      oelh      semua      operator
     pemeliharaan pada jangka waktu             pembenihan yang terlibat dalam kegiatan
     tertentu.                                  produksi benih.
 Jadwal Pemeliharaan                                Konsep lain yang penting pada
     Suatu        susunan/daftar       yang     industri pembenihan adalah tentang
     komprehensip          dari     aktifitas   produksi benih vegetatif. Dalam industri
     pemeliharaan beserta kejadian/             pembenihan minimal terdapat enam
     akibat-akibatnya.                          kompetensi teknik yang harus difahami,
 Kartu Kendali alat, mesin dan                 dikuasai dan diimplementasikan yaitu
     bangunan: Suatu catatan mengenai           pohon induk, batang bawah dan batang
     penggunaan, kejadian dan kegiatan          atas, teknik penyiapan pembibitan, teknik
     yang terjadi/dilaksanakan terhadap         pembenihan tanaman secara vegetatif,
     suatu alat, mesin dan bangunan             teknik pemilihan memproduksi benih
     pembenihan.                                vegetatif dan sertifikasi benih.
 Laporan Kerja :
     Suatu pernyataan/catatan tentang           3.4.     Pohon Induk dan bibit unggul
     kegiatan/pekerjaan        yang    telah
     dilakukan serta catatan tentang                 Pohon induk adalah tanaman pilihan
     kondisi-kondisi dari suatu alat, dan       yang dipergunakan sebagai sumber
     mesin-mesin.                               batang atas (entres), baik itu tanaman
 Spesifikasi Pekerjaan :                       kecil ataupun tanaman besar yang sudah
     Suatu dokumen yang menguraikan             produktif yang berasal dari biji atau hasil
     tentang kegiatan/pekerjaan yang            perbanyakan vegetatif.        Persyaratan
     harus dilaksanakan.                        pohon induk antara lain adalah memiliki
 Perbaikan besar :                             sifat unggul dalam produktivitas dan
     Suatu proses pengujian dan                 kualitas tanaman, seperti tanaman buah
     pemulihan alat, mesin dan bangunan         yang tahan terhadap serangan organisme
     pembenihan secara menyeluruh               pengganggu tanaman (OPT). Nama

Teknik Pembenihan Tanaman                                                              25
varietas pohon induk dan asal-usulnya       liar di hutan. Tempat tersebut mempunyai
(nama pemilik, tempat asal) harus jelas,    ribuan pohon durian yang tumbuh secara
sehingga memudahkan pela-cakannya.          alami dan di antara tanaman durian
Tanaman dari biji harus sudah               tersebut terdapat beberapa varietas yang
berproduksi minimal lima musim, untuk       mempunyai sifat-sifat unggul walaupun
mengetahui kemantapan sifat yang            merupakan tanaman dari biji serta tumbuh
dibawanya.                                  setengah liar di alam.
     Ditanam dalam kebun yang terpisah            Kedua, dengan cara promosi, ialah
dari tanaman lain yang dapat menjadi        kegiatan pencarian pohon induk dengan
sumber penularan penyakit atau              cara mengadakan kejuaraan buah unggul,
penyerbukan silang, terutama untuk          dari lomba tersebut muncul durian unggul
pohon induk yang akan diperbanyak           baru yang berpotensi sebagai pemenang
secara generatif yaitu diambil bijinya.     lomba. Contoh yang paling terkenal
     Kebun pohon induk adalah kebun         adalah durian Petruk. Durian ini adalah
yang ditanami dengan bebera-pa varietas     juara lomba buah di Jepara dan sekarang
buah unggul untuk sumber penghasil          sudah ditetapkan pemerintah sebagi
batang atas (mata tempel atau cabang        durian unggul nasional.
entres) untuk perbanyakan dalam jumlah            Ketiga, dengan cara introduksi, yaitu
besar. Tanaman yang ditanam pada            kegiatan pencarian pohon induk dengan
umumnya adalah tanaman hasil                cara mendatangkan atau membawa jenis
perbanyakan secara vegetatif (okulasi,      buah yang terbukti unggul dari daerah
sambung, susuan, cangkok, stek) dan         atau negara lain. Cara ini merupakan
memenuhi persyaratan sebagai pohon          jalan pintas untuk mempercepat
induk. Lokasi pohon induk sebaiknya tidak   perolehan bahan tanaman yang telah
jauh dengan lokasi perbanyakan              diketahui sifat keunggulannya. Hal yang
tanaman,         untuk       memudahkan     harus diperhatikan adalah kesesuaian
pelaksanaan perbanyakan bibit.              keadaan iklim, tanah dan cara budidaya
     Ada dua sistem penanaman kebun         pada tempat tumbuh asalnya dengan
pohon induk, ialah:                         keadaan tempat tanam yang baru,agar
 Kebun pohon induk sekaligus               kualitasnya tetap baik. Masalah lain yang
     sebagai kebun produksi;                muncul adalah adanya hama dan
 Kebun pohon induk dengan jarak            penyakit yang sebelumnya tidak diketahui
     tanam lebih rapat, misalnya untuk      di daerah asalnya, tetapi muncul setelah
     tanaman durian, kebun produksi         tanaman tersebut ditanam di tempat yang
     biasanya berjarak tanam 10x10 m,       baru. Sebagai contoh adalah durian
     sedangkan pada kebun pohon induk       bangkok dari Thailand yang di-introduksi
     dapat berjarak tanam 3x3 m. Dengan     ke Indonesia seperti Chanee dan
     jarak tanam yang rapat dapat           Monthong. Jenis ini rata-rata tidak tahan
     diperoleh lebih banyak pohon induk     terhadap penyakit busuk akar dan busuk
     dalam suatu areal yang relatif tidak   leher batang atau kanker batang.
     luas.                                        Pohon induk pada umumnya dipilih
     Pencarian pohon induk untuk            dari bibit-bibit unggul. Bibit unggul adalah
mendapatkan jenis tanaman unggul            tanaman muda yang memiliki sifat unggul
dengan bebeapa cara. Pertama, adalah        yaitu mampu menunjukkan sifat asli
cara eksplorasi, yaitu kegiatan pencarian   induknya dan mempunyai nilai ekonomi
pohon induk dengan cara melacak suatu       yang tinggi, serta tidak mengandung
tanaman ke daerah sentra budidayanya        hama dan penyakit. Pada tanaman buah
sampai dengan tumbuhan yang tumbuh          sifat unggul ini terutama nilai dari kualitas

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            26
buahnya. Bila semakin banyak sifat yang                Pertumbuhan       cepat     dan
disukai konsumen terkumpul dalam satu                   responsif terhadap kultur teknis
buah, maka semakin tinggi pula nilai                    budidaya           (pemupukan,
ekonomi (harga) buah tersebut. Buah                     pengairan).
demikian dapat digolongkan sebagai buah
unggul.                                         Apabila minimal terpenuhi 70% sifat
    Untuk itu dapat diambil contoh cara         unggul dari daftar diatas maka bibit
menilai buah durian berdasarkan kriteria        tanaman tersebut tergolong jenis unggul.
penampilan buah dan sifat buah yang             Bila tidak memenuhi 70% persyaratan
disukai konsumen, sehingga diperoleh            diatas, maka tanaman demikian tergolong
suatu daftar kriteria penilaian buah durian     benih yang biasa saja. Cara penilaian
unggul.                                         seperti ini dapat dipakai untuk menilai
                                                jenis tanaman lainnya. Namun perlu
Kelompok sifat utama durian unggul              mengadakan perubahan kriteria tertentu
adalah                                          agar sesuai dengan sifat masing-masing
                                                jenis tanaman.
         Rasa daging buah : manis
          berlemak, diutamakan dengan           3.5. Batang Bawah Dan Batang Atas
          rasa khas
         Ketebalan daging : tebal              a. Pemilihan Batang bawah
         Ukuran biji : kecil atau sekurang-
          kurangnya kempes                          Batang bawah atau rootstock/
         Warna daging : kuning sampai          understem adalah tanaman yang
          jingga                                berfungsi sebagai batang bagian bawah
         Kadar air daging : sedikit (kering)   yang masih dilengkapi de-ngan sistem
         Tekstur daging : halus, sedikit       perakaran yang berfungsi mengambil
          berserat                              makanan dari dalam tanah untuk batang
         Ukuran buah : besar                   atas atau tajuknya.
         Aroma : kuat merangsang                   Pada umumnya batang bawah
                                                berasal dari biji. Keuntungan batang
         Kulit buah : tipis dan mudah
                                                bawah dari biji adalah:
          dibuka bila buah sudah masak
                                                 Perkembangan sistem akar lebih kuat
         Jumlah juring : 5-6 juring
                                                    dan dalam, karena memiliki akar
          sempurna
                                                    tunggang, sehingga relatif lebih tahan
                                                    terhadap kekeringan.
Kelompok sifat menunjang :
                                                 Penyediaan batang bawah jenis ini
                                                    bisa dilakukan dalam jumlah banyak.
         Struktur       pohon    kokoh,
          percabangan merata/simetris,
                                                     Adapun Kriteria tanaman yang akan
          tajuk bulat.
                                                dijadikan batang bawah adalah:
         Produksi buah tinggi dan stabil
                                                 Mampu beradaptasi atau tumbuh
          setiap tahun, diutamakan yang
                                                     kompak dengan batang atasnya,
          panen buahnya pada awal atau
                                                     sehingga batang bawah ini mampu
          akhir musim.
                                                     menyatu dan menopang proses
         Tahan        terhadap    hama
                                                     pertumbuhan batang atasnya.
          penggerek dan beberapa jenis
                                                 Tanaman dalam kondisi sehat.
          cendawan.
                                                 Sistem perakarannya baik dan dalam
         Mudah diperbanyak.
                                                     serta tahan terhadap keadaan tanah

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             27
     yang      kurang     menguntungkan,    dan sangat vegetatif. ·Semakin ke arah
     termasuk harus tahan teradap hama      ujung ranting, semakin muda menurut
     dan penyakit yang ada dalam tanah.     umurnya, tetapi sel-sel yang terbentuk
    Tidak mengurangi kualitas dan          paling akhir ini justru bersifat lebih
     kuantitas        tanaman       yang    kompleks, dewasa (mature) dan siap
     disambungkan/ diokulasi.               untuk memasuki masa berbunga dan
                                            berbuah (generatif).
     Perawatan batang bawah meliputi             Pengambilan entres dari pucuk tajuk
kegiatan pemupukan, pengendalian hama       pohon akan tetap membawa sifat dewasa
dan penyakit, serta penyiraman. Hal ini     atau generatif. Penyambungan entres
perlu diperhatikan agar batang bawah        dengan        batang      bawah      akan
tumbuh subur dan sehat. Pertumbuhan         menghasilkan bibit yang sudah membawa
yang      subur    dan    sehat    akan     sifat dewasa tersebut. Hal ini
mempermudah pengelupasan kulit dan          menyebabkan bibit hasil penyambungan
kayunya, karena sel-sel kambium berada      atau okulasi lebih cepat berbuah daripada
dalam keadaan aktif membelah diri.          ta-naman yang berasal dari biji.
Proses pembentukan kalus atau                    Kriteria tanaman yang dapat
penyembuhan luka berlangsung dengan         dijadikan sebagai batang atas adalah
baik,     sehingga     pada     akhirnya    sebagai berikut.
keberhasilan sambungan atau okulasinya       Mampu beradaptasi atau tumbuh
juga tinggi.                                     kompak dengan batang bawahnya,
                                                 sehingga batang atas mampu
b. Pemilihan batang atas                         menyatu dan dapat berproduksi
                                                 dengan optimal.
     Batang atas yang biasanya disebut               Cabang dari pohon yang sehat,
entres (scion), adalah calon bagian atas         pertumbuhannya normal dan bebas
atau tajuk tanaman yang di kemudian hari         dari serangan hama dan pe-nyakit
akan menghasilkan tanaman berkualitas                Cabang berasal dari pohon induk
unggul. Batang atas ini dapat berupa             yang sifatnya benar-benar seperti
mata tunas tunggal yang digunakan                dikehendaki, misalnya berbuah lebat
dalam teknik okulasi ataupun berupa              dan berkualitas tinggi.
ranting dengan lebih dari satu mata tunas        Salah satu sifat unggul pada
atau ranting dengan tunas pucuk yang        tanaman, adalah kualitas buahnya.
digunakan dalam sambungan (grafting).       Semakin banyak sifat yang disukai
Entres inilah yang disambungkan pada        konsumen dalam satu tanaman, maka
batang bawah untuk menggabungkan            semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga)
sifat-sifat yang unggul dalam satu bibit    tanaman tersebut. Tanaman tersebut
tanaman. Karena itu entres sebagai          dapat digolongkan sebagai tanaman
batang atas harus diambil dari pohon        unggul.
induk yang sudah diketahui betul sifat           Salah satu contoh adalah cara
unggulnya.                                  menilai bibit unggul buah durian
     Pohon induk mempunyai bagian yang      berdasarkan kriteria penampilan buah dan
berbeda-beda fase perkembangannya.          sifat buah yang disukai konsumen,
Bagian       pangkal pohon merupakan        sehingga diperoleh suatu daftar kriteria
bagian yang tertua menurut umurnya,         penilaian buah durian unggul.
tetapi karena terbentuk pada masa awal       Kelompok sifat utama. Rasa daging
pertumbuhan pohon tersebut maka sel-             buahnya manis berlemak, dan
selnya besifat sederhana, muda (juvenile)        diutamakan memiliki rasa yang khas.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                         28
     Ketebalan daging buahnya tebal.         dan idealnya berdiameter 2-4 cm
     Ukuran bijinya kecil atau sekurang-     (tergantung jenis dan kualitas pohon
     kurangnya kisut.       Warna daging     induknya).     Seluruh daunnya segera
     buahnya: kuning sampai jingga,          dirontokkan,       untuk       mengurangi
     kadar air daging sedikit (kering).      kehilangan air dari permukaan daun yang
     Tekstur dagingnya halus dan sedikit     dapat mengakibatkan entres menjadi
     berserat. Ukuran buahnya besar.         keriput. Pohon induk yang dipilih untuk
     Aroma        buahnya      kuat   dan    sumber entres dapat diproses sebagai
     merangsang. Kulit buahnya tipis dan     berikut:
     mudah dibuka bila buah sudah             Dari satu ranting dapat dihasilkan 3-5
     masak. Juring sempurna, berjumlah            mata entres yang baik/ produktif.
     5-6 juring.                              Entres harus disortir atau dipisahkan
 Kelompok sifat penunjang. Sifat                 berdasarkan keberadaan mata tunas.
     penunjang yang banyak dijadikan          Entres harus tidak bercabang, tetapi
     kriteria untuk suatu bibit unggul            berupa cabang tunggal sepanjang
     adalah:       Struktur pohon kokoh,          kurang lebih 20-30 cm.
     percabangan merata/simetris, tajuk       Sekumpulan            cabang      tunggal
     bulat.      Produksi buah tinggi dan         kemudian diikat dengan karet gelang
     stabil setiap tahun, diutamakan yang         sebanyak 10-30 entres setiap ikat,
     panen buahnya pada awal atau akhir           tergantung     dari    besar-kecilnya
     musim. Tahan terhadap serangan               diameter entres.
     hama penggerek dan beberapa jenis        Bahan pembungkus yang digunakan
     cendawan.         Mudah diperbanyak          harus bisa meredam panas dan
     secara vegetatif. Pertumbuhan cepat          sekaligus       menjaga         tingkat
     dan responsif terhadap kultur teknis         kelembaban entres. Bahan yang
     budidaya (pemupukan, pengairan).             biasa dipakai dan mudah didapat
     Apabila minimal terpenuhi sekurang-          adalah kertas koran, kertas tisu,
kurangnya 70% dari sifat unggul dari              kantong plastik, daun dan pelepah
daftar diatas maka buah atau bibit                pisang.
tanaman tersebut tergolong jenis unggul.      Setiap ikatan entres yang telah dipilih
Bila tidak memenuhi 70% persyaratan di            kemudian       dibungkus      dengan
atas, maka tanaman tersebut tergolong             beberapa lapis kertas tisu atau kertas
buah yang biasa (kualitas normal).                koran. Bungkus pertama ini perlu
     Cara penilaian seperti ini dapat             diperciki dengan air agar agak
dipakai untuk menilai jenis buah lainnya.         lembab, tetapi jangan terlalu basah.
Namun perlu mengadakan perubahan                  Setelah itu dibungkus lagi dengan
kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat        kantong plastik. Dengan cara ini,
masing-masing jenis buah.                         kesegaran entres dapat bertahan 2
                                                  hari. Dan lebih baik lagi kalau
c. Pengemasan batang atas                         bungkus paling luar adalah pelepah
                                                  pi-sang. Bahan ini merupakan
    Tujuan pengemasan adalah menjaga              peredam panas yang ideal, karena
kesegaran bahan batang atas selama                jaringan batang pisang segar banyak
mungkin,    hingga      dapat     segera          mengandung air dan sekaligus
disambungkan di kebun pembibitan.                 rongga-rongga udara. Kotak kardus
Metode pengemasan calon entres adalah             atau karton dapat juga dipakai
sebagai berikut. Cabang atau ranting              sebagai alternatif.
pohon induk dipilih sesuai dengan kriteria

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            29
    Pada waktu diangkut entres yang                 demikian dapat menarik air keluar
     sudah dibungkus tidak boleh terkena             dari entres sehingga entres menjadi
     sinar matahari langsung dan ditaruh             keriput       dan        kehilangan
     di dekat mesin, karena entres akan              kesegarannya.
     mengalami kekeringan.
    Entres harus diletakkan mendatar         3.6.     Teknik Penyiapan Pembibitan
     agar cairan dalam entres tidak
     bergerak turun akibat gaya gravitasi,           Teknik penyiapan pembibitan
     sehingga kulit batang entres tidak       terdiri dari pembibitan dan teknik
     akan mengerut dan sulit untuk dike-      pembibitan.
     lupaskan dari kayunya.
    Entres jangan dicuci dengan air,         a. Pembibitan
     karena akan mengundang datangnya
     bakteri patogen dan cendawan             Pembibitan tanaman pada prinsipnya
     masuk ke jaringan entres dan             adalah mengelola sumber pembibitan,
     kambiumnya cepat tertarik keluar         lokasi pembibitan dan pengelolaan
     sehingga sering keluar cairan kental     pembibitan.
     dari luka. Aki-batnya pada saat akan
     diokulasikan atau disambungkan           1) Sumber untuk pembibitan
     pada batang bawah, entres sudah
     membusuk.                                     Sumber daya produksi yang paling
    Jangan melakukan pengambilan             menentukan keberhasilan pembibitan
     cabang entres setelah turun hujan        adalah sumberdaya manusia yang
     Bila ini terpaksa dilakukan, maka        terampil, rajin dan cinta tanaman. Unsur
     setelah cabang entres dipotong dari      cinta tanaman (hobby) ini penting artinya
     pohon induknya, segera dikering-         karena pada hakekatnya tanaman adalah
     anginkan, baru kemudian dibungkus.       makluk hidup yang memerlukan perhatian
                                              khusus. Sumber daya produksi lainnya
                                              yang diperlukan dalam pembibitan
                                              tanaman antara lain adalah pupuk
                                              kandang, polybag, paranet, pestisida dan
                                              lain-lain. Kesulitan memperoleh bahan-
                                              bahan tersebut akan berdampak terhadap
                                              menurunnya mutu bibit yang dihasilkan,
                                              atau mahalnya biaya produksi.

                                              2) Lokasi pembibitan

                                                   Syarat lokasi untuk pembibitan
                                              adalah dekat sumber air dan airnya
                                              tersedia sepanjang tahun, terutama untuk
                    Gambar 3.1 .
 Batang tanaman sebagai bibit. Batang bawah   menghadapi        musim         kemarau.
(kiri) danB atang atas (kanan)                Selanjutnya, pembibitan dekat dengan
                                              jalan yang dapat dilewati kendaraan roda
    Menyimpan entres di dalam                empat, untuk memudahkan kegiatan
     refrigerator  (kulkas),   perlu          pengangkutan keluar dan masuk kebun.
     memperhatikan      suhu    dan           Lokasi pembibitan yang terpusat
     kelembaban yang rendah. Kondisi          memudahkan dalam perawatan dan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            30
pengawasan. Sedangkan luas lokasi            30x40 cm. Hal ini diperlukan karena
disesuaikan dengan kebutuhan produksi        polybag pertama sudah tidak memadai
bibit. Lahan diupayakan    datar dan         lagi untuk perkembangan akar bibit
berdrainase baik, teduh dan terlindung       tanaman, sedangkan bibit masih belum
dari ternak.                                 siap ditanam.         Jika bibit tetap
                                             dipertahankan pada polibag 20 x 30 cm,
3) Pengelolaan pembibitan                    maka akan mengakibatkan penyempitan
                                             ruang tumbuh akar, sehingga kondisi
a) Media tumbuh dalam polybag                kesuburan bibit jadi menurun, bahkan
                                             setelah beberapa lama pertumbuhan bibit
      Syarat media tumbuh yang baik          seolah-olah berhenti.
adalah ringan, murah, mudah didapat,
porous (gembur) dan subur (kaya unsur        b) Cara penggantian polybag
hara). Penggunaan media tumbuh yang
tepat akan menentukan pertumbuhan                 Cara mengganti polybag selama
optimum bibit yang ditangkarkan.             proses pembibitan adalah sebagai
Komposisi media tanam untuk mengisi          berikut: Sebaiknya polybag disiram
polybag dapat digunakan campuran             dengan air sebelum dilaksanakan pindah
tanah, pupuk kandang dan sekam padi          tanam, agar media lebih kompak/padat.
dengan perbandingan 1:1:1. Lakukan           Polybag lama disobek dengan silet atau
sterilisasi pada pupuk kandang sebelum       pisau secara hati-hati agar media tanam
digunakan untuk campuran media.              di dalamnya tidak pecah atau
Kegiatan ini bertujuan untuk membunuh        berhamburan. Polybag pengganti diisi
penyakit, cendawan, bakteri, biji gulma,     media tumbuh yang baru, sampai
nematoda dan serangga tanah. Sterilisasi     seperempat bagian dari volume polybag.
dapat dilakukan dengan uap air panas         Media tanam yang lama yang
atau perebusan dengan menggunakan            menyelubungi perakaran bibit dikurangi
drum minyak tanah (isi 200 l). Drum diisi    sedikit, kemudian perakaran yang sudah
setengahnya, kemudian dipanaskan di          mati atau mengering dipotong dengan
atas tungku. Setelah air mendidih pupuk      gunting stek, kemudian bibit dimasukkan
kandang dalam karung bekas dimasukkan        ke dalam polybag pengganti.
ke dalam drum (direbus selama 0,5-1               Bibit diatur agar letaknya tepat di
jam).                                        tengah polybag, kemudian media tumbuh
      Ukuran polybag yang banyak             yang baru dimasukkan ke dalam polybag
digunakan untuk pembibitan ta-naman          baru sampai hampir menyentuh bibir
biasanya berukuran 15X20 cm (diameter        polybag pengganti. Bibit dalam polybag
x tinggi). Biji ditanam pada media           baru disiram sampai cukup basah agar
pembibitan.      Biji akan tumbuh dan        media tumbuh yang baru dimasukkan
berkembang, lakukan perawatan pada           memadat, sehingga kedudukan bibit
batang bawah dengan baik sampai              menjadi kuat.
batang bawah dapat disambung atau
diokulasi (sekitar 3-4 bulan setelah tanam   c) Naungan
biji). Tiga sampai empat bulan setelah
penyemian benih untuk batang bawah               Naungan pada bibit muda berfungsi
dan telah tumbuh bibit maka bibit dapat      untuk: mengatur sinar matahari yang
dipindahkan ke polybag berukuran 20x30       masuk ke pembibitan hanya berkisar
cm. Tiga sampai empat bulan berikutnya       antara 30-60% saja. Naungan juga
bibit harus dipindah ke polybag ukuran       berguna untuk menciptakan iklim mikro

Teknik Pembenihan Tanaman                                                         31
yang ideal bagi pertumbuhan awal bibit.      Paranet tipe 55 dan 45 (55% dan 45%
Dengan adanya naungan            akan        sinar yang diteruskan). Umur pakainya
menghindarkan bibit dari sengatan            bisa bertahan lama (3-4 tahun), sehingga
matahari langsung yang dapat membakar        sekali pasang dapat dipakai untuk
daun-daun muda. Efek dari adanya             beberapa kali usaha pembibitan. Jenis
naungan juga akan menurunkan suhu            naungan ketiga adalah naungan
tanah di siang hari, memelihara              sederhana dari anyaman bambu, daun
kelembaban tanah, mengurangi derasnya        kelapa dan sebagainya, yang disusun
curahan air hujan dan menghemat              sedemikian rupa, sehingga menghasilkan
penyiraman air.                              sinar masuk sekitar 50%.

                                             d. Pemeliharaan bibit

                                                   Tempat pemeliharaan bibit pada
                                             umumnya adalah rak yang terbuat dari
                                             bilah bambu atau besi.           Pada rak
                                             pemeliharan bibit harus diupayakan
                                             adanya ventilasi atau jalan angin di
                                             bawah rak bibit dan berfungsi untuk:
                                             mencegah penularan bibit penyakit dari
                                             tanah yang sering terlontar ke daun bila
                                             terkena cipratan air hujan.
                                                   Dengan adanya rak bibit, kelebihan
                Gambar 3.2.a.                air siraman atau hujan dengan mudah
     Benih tanaman yang siap untuk disemai
                                             menetes ke bawah, sehingga media tidak
                                             menjadi becek dan kelembaban udara di
                                             sekitar bibit tidak terlalu tinggi. Hal ini
                                             penting untuk menghindari pertumbuhan
                                             fungi dan bekteri penyebab penyakit.
                                                   Penggunaan         polybag      akan
                                             menyebabkan         pertumbuhan       akar
                                             tunggang akan terhambat atau berhenti
                                             apabila terkena udara di lubang dasar
                                             polybag dan kondisi sebaliknya akan
                                             mengakibatkan        pertumbuhan      akar
                                             lateralnya bertambah, sehingga semakin
                Gambar 3.2.b.                menguatkan kedudukan bibit.
    Benih tanaman yang mulai berkecambah.          Dalam pemeliharaan bibit biasanya
                                             dilengkapi dengan alas mulsa plastik.
     Ada beberapa jenis naungan yang         Pemakaian alas berupa mulsa plastik
dapat digunakan untuk melindungi             berfungsi untuk: mengurangi dan
pembibitan. Pertama, jenis naungan dari      mencegah pertumbuhan gulma disekitar
plastik gelombang berwarna hijau yang        bibit tanaman. Selain itu, alas mulsa akan
dapat meneruskan sinar sebesar 40-60%        mencegah siraman air ke media polybag
(40% untuk naungan plastik yang sudah        terus lari ke bawah atau lapisan tanah
lama terpasang hingga 60% untuk yang         dibawah polybag, karena tertahan oleh
baru dipasang).     Kedua,     naungan       lapisan mulsa plastik.
paranet dari bahan plastik atau nylon.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                           32
     Pertumbuhan akar tunggang akan                     Biji dari daging buah dicuci sampai
terhambat atau berhenti karena tidak              bersih. Biji dipilih yang berukuran besar,
mampu menempus lapisan mulsa plastik              padat (bernas) dengan warna mengkilap
dan sebaliknya pertumbuhan akar                   atau biji yang sempurna (biji yang
lateralnya bertambah, sehingga semakin            bentuknya seragam, tidak terlalu kecil,
menguatkan kedudukan bibit.                       tidak kempes, tidak rusak oleh hama dan
                                                  tidak luka). Biji kemudian dimasukan ke
                                                  dalam air. Hanya biji yang tenggelam
                                                  yang ditanam untuk bibit, sedangkan yang
                                                  hampa dibuang. Biji buah yang
                                                  mempunyai kulit pembung-kus keras
                                                  seperti pada biji mangga, maka kulit
                                                  pembungkusnya harus disayat dan
                                                  dibuang          untuk       memudahkan
                                                  pertumbuhan akar. Setelah dibersihkan
                                                  biji diberi perlakuan fungisida. Caranya
                    Gambar 3.3
  Naungan berupa rumah plastik untuk tempat       biji-biji yang sudah bersih tadi dicelup
pemeliharaan bibit tanaman dan usaha pembibitan   dalam larutan Insektisida dan fungisida
                                                  dan direndam ZPT (Atonik 0,1 %) selama
b.   Teknik pembibitan                            30-60 menit.          Fungsi bahan-bahan
                                                  tersebut di atas adalah untuk merangsang
Perbanyakan dengan biji. Perbanyakan              pertumbuhan dan mencegah serangan
tanaman dengan biji (generatif) terutama          hama serta penyakit saat biji disemaikan.
dilakukan untuk penyediaan batang
bawah yang nantinya akan diokulasi atau           2) Menyemaikan biji dalam wadah
disambung dengan batang atas dari jenis              persemaian
unggul. Perbanyakan dengan biji juga
masih dilakukan terutama pada tanaman                  Untuk mempermudah perawatan, biji
tertentu yang bila diperbanyak dengan             disemaikan dalam wadah yang terbuat
cara vegetatif menjadi tidak efisien              dari kotak kayu atau plastik dan polybag.
(tanaman buah tak berkayu).                       Biji yang disemaikan di dalam wadah
                                                  adalah biji buah berukuran kecil seperti
1) Pemilihan   biji          untuk      bahan     jambu air, sirsak, pepaya, belimbing,
   perbanyakan                                    sawo dan lain-lain.         Media untuk
                                                  persemaian harus mempunyai aerasi
     Mengambil biji idealnya dari buah            baik, subur dan gembur, misalnya
yang besar dan sehat serta sudah matang           campuran pasir, pupuk kandang dan
penuh di pohon induk yang terpilih dan            sekam yang sudah disterilkan dengan
memenuhi persyaratan untuk dijadikan              perbandingan 1:1:1. Dengan media yang
batang bawah. Tetapi apabila terdesak             gembur, maka akar akan tumbuh lurus
dengan kebutuhan biji yang banyak, maka           dan memudahkan pemindahan bibit ke
kita dapat mengumpulkan biji buah dari            polybag pembesaran.
pasar, tempat sampah, atau sisa kegiatan               Biji yang akan disemaikan ditabur
makan buah yang dimakan sendiri, atau             merata di atas media, lalu ditutup lagi
membeli biji dari pengumpul biji.                 dengan media setebal 1-2 cm dan disiram
Kesulitan dari pengumpulan ini adalah             dengan      gembor     sampai     basah.
sulit untuk mendapatkan biji yang                 Persemaian perlu dinaungi agar tidak
seragam varietasnya.                              terkena sinar matahari langsung dan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                               33
derasnya air hujan. Penyiraman cukup              bedengan (lebar bedengan) dibuat larikan
dilakukan satu kali sehari yaitu pada             sedalam 7,5 cm dengan jarak larikan 7,5-
waktu pagi atau sore hari, agar tidak             10 cm. Setelah itu biji yang berukuran
kekeringan. Kemudian wadahnya ditaruh             besar tadi ditanamkan dalam larikan
di tempat yang terlindung dari gangguan           dengan jarak 5-7,5 cm ataupun tanpa
unggas dan se-rangga. Biji tanaman                jarak (berdempetan), kemudian ditutup
yang besar seperti mangga, durian,                kembali dengan media disekitar larikan.
alpukat, nangka, dan lain-lain, sebaiknya              Biji yang disemai jangan diletakkan
disemaikan dalam bedengan di lapang.              terbalik. Untuk biji     mangga bagian
Bedengan         disiapkan        dengan          perutnya (bagian yang melengkung)
menggemburkan tanah menggunakan                   menghadap ke bawah, sedangkan untuk
cangkul sedalam 25-30 cm, kemudian                durian, alpukat, kemang dan nangka
tanah dihaluskan. Untuk menambah                  bagian sisi dimana embrio (bakal tunas
kesuburan dan kegemburan tanah, setiap            dan akar) berada di bagian bawah. Bila
luasan dua meter persegi bedengan                 letaknya terbalik, maka pertumbuhan akar
dapat ditambahkan masing-masing satu              dan batang akan bengkok dan akan
kaleng (isi 18 l) pupuk kandang dan               menggangu          pertumbuhan       bibit
sekam padi yang diaduk sampai rata.               selanjutnya.
Untuk menghindarkan jamur dan hama                     Untuk menghindari derasnya air
yang dapat merusak biji, media tempat             hujan dan teriknya sinar matahari,
penanaman tadi disemprot terlebih dahulu          bedengan diberi naungan dengan paranet
dengan fungisida dan insektisida.                 tipe 55%, 65% atau dapat juga dibuat
                                                  naungan individu untuk tiap bedengan
                                                  dengan menggunakan atap dari jerami,
                                                  anyaman bambu, atau daun kelapa. Jika
                                                  yang digunakan atap bukan dari paranet,
                                                  maka tinggi tiang di sebelah timur sekitar
                                                  120 cm, sedangkan tinggi tiang di sebelah
                                                  barat adalah 100 cm di atas permukaan
                                                  tanah.




                     Gambar 3.4 .
     Bak plastik untuk penyemaian benih tanaman

3)       Menyemaikan biji dalam bedeng
         persemaian

    Bedengan dibuat selebar 80-100 cm                            Gambar 3.5 .
dengan panjang tergantung kebutuhan                 Bedengan untuk tempat pembibitan tanaman.
dan     arah   bedengan diusahakan
mengarah ke utara-selatan agar                        Dengan demikian bentuk naungan
mendapat sinar matahari yang cukup.               condong ke arah sebelah barat dengan
Setelah bedengan persemaian siap, maka            maksud agar bibit di persemaian cukup
selanjutnya adalah menyemaikan biji               menerima sinar matahari pagi. Biji yang
dalam bedengan dengan arah memotong               disemaikan biasanya mulai berkecambah

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                  34
(tunas muncul di atas permukaan tanah)
antara 1-3 minggu setelah penyemaian,               Pada perbanyakan dengan cara
tergantung jenis tanamannya. Setelah biji      mencangkok batang bawah tidak
berkecambah dapat langsung dipindah ke         diperlukan karena pada cara ini perakaran
polybag ukuran 15x20 cm atau 20x25 cm.         keluar langsung dari cabang pohon induk
Setelah berumur 3-4 bulan, biji sudah          yang dicangkok.        Cara perbanyakan
dapat disambung pucuk ataupun                  vegetatif dengan stek pada prinsipnya
diokulasi.                                     menumbuhkan bagian atau potongan
                                               tanaman, sehingga menjadi tanaman
3.4.   Teknik Pembenihan Tanaman               baru. Kelebihan bibit vegetatif yaitu
       secara vegetatif                        kualitas tanaman keturunan mempunyai
                                               sifat yang persis sama dengan induknya,
     Ada lima cara perbanyakan vegetatif       bibit berumur genjah (cepat berbuah).
untuk tanaman yaitu penyetekan,                Sebagai contoh adalah tanaman manggis
pencangkokan, penyambungan, okulasi,           asal bibit susuan dapat berbuah lima
dan penyusuan. Pada tiga cara yang             tahun setelah tanam, sedangkan bibit
terakhir dikenal adanya istilah batang         yang berasal dari biji baru berbuah 10-15
bawah dan batang atas. Batang bawah            tahun setelah tanam. Contoh yang lain
berupa tanaman yang biasanya berasal           aalah bibit durian hasil okulasi dapat
dari biji. Tanaman dari biji sengaja dipilih   berbuah 4-6 tahun setelah tanam,
karena mempunyai keunggulan dari segi          sedangkan bibit asal biji akan berbuah
perakarannya, yakni tahan terhadap             setelah berumur lebih dari 10 tahun
penyakit akar dan mempunyai perakaran          setelah tanam.
yang banyak serta dalam, sehingga tahan             Beberapa jenis tanaman tertentu
terhadap kekeringan dan kondisi tanah          sampai saat ini hanya berhasil di-
yang kurang aerasi. Batang atas berupa         perbanyak dengan cara tertentu pu-la.
ranting atau mata tunas dari pohon induk       Ada jenis tanaman tertentu yang tidak
yang mempunyai sifat unggul terutama           bisa      diokulasi     karena    banyak
dalam produksi dan kualitasnya. Dari           mengandung getah. Tanaman ram-butan
hasil penggabungan sifat batang bawah          selalu gagal kalau disambung (enten)
dan batang atas ini diperoleh bibit            karena pengaruh asam feno-lat yang
tanaman yang disebut bibit enten, okulasi      teroksidasi      dapat       menim-bulkan
dan susuan.                                    pencoklatan (browning). Resin dan asam
                                               fenolat ini bersifat racun terhadap
                                               pembentukan kalus. Sedangkan contoh
                                               lainnya adalah belimbing dan manggis
                                               yang sulit sekali berakar bila dicangkok
                                               karena kalusnya hanya menggumpal dan
                                               tidak mampu membentuk inisiasi (bakal)
                                               akar.
                                                    Perbanyakan vegetatif ada kalanya
                                               lebih menguntungkan bila dilakukan pada
                                               jenis tanaman tertentu, sehingga cara
                                               perbanyakannya menjadi cepat dan
                                               efisien. Tanaman manggis dan belimbing
                                               akan      lebih     menguntungkan     bila
                                               diperbanyak dengan cara enten,
                   Gambar 3.6.
         Bibit Kelapa di bawah naungan.        sedangkan durian akan sangat me-

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            35
nguntungkan bila diperbanyak dengan             Stek dapat dikerjakan dengan cepat,
cara okulasi.                                    murah, mudah dan tidak memerlukan
     Perbanyakan bibit tanaman dengan            teknik khusus seperti pada cara
cara penyusuan walau keberhasilannya             cangkok dan okulasi.
tinggi, tetapi kurang praktis. Bibit yang        Sedangkan potensi kerugian bibit dari
dihasilkan per satuan waktu menjadi         stek adalah:
sedikit. Sebagai contoh seorang yang         Perakaran dangkal dan tidak ada
sudah terampil mengokulasi durian,               akar tunggang, saat terjadi angin
dalam sehari (8 jam kerja) bisa                  kencang tanaman menjadi mudah
mengokulasi         350-400      tanaman,        roboh.
sedangkan untuk penyusuan hanya bisa         Apabila musim kemarau pan-jang,
mengerjakan 75-100 susuan sehari. Oleh           tanaman menjadi tidak tahan
karena itu perbanyakan dengan cara               kekeringan.
penyusuan hanya disarankan sebagai
alternatif terakhir dalam perbanyakan           Cara perbanyakan tanaman dengan
tanaman seperti pada perbanyakan            teknik stek dapat dilakukan melalui stek
tanaman        jenis      nangka     yang   batang, stek akar dan stek daun.
keberhasilannya kurang dari 20% bila
diperbanyak dengan cara enten atau          1) Stek Batang
okulasi.
     Dengan         diketahuinya     cara        Bakalan stek diambil dari batang atau
perbanyakan yang lebih menguntungkan        cabang pohon induk yang akan
untuk masing-masing tanaman, maka           diperbanyak dan pemotongan sebaiknya
akan diperoleh efisiensi tinggi dalam       dilakukan pada waktu pagi hari. Gunting
pengadaan bibit secara massal, walaupun     stek yang digunakan harus tajam agar
dengan menggunakan cara konvensional        bekas potongan rapi. Bila kurang tajam
                                            batang akan rusak atau memar. Hal ini
a. Teknik pembuatan stek tanaman            mengundang bibit penyakit masuk ke
                                            bagian yang memar, sehingga bisa
    Stek (cutting atau stuk) atau           menyebabkan pembusukkan pangkal
potongan adalah menumbuhkan bagian          stek. Pada saat mengambil stek batang,
atau potongan tanaman, sehingga             pohon induk harus dalam keadaan sehat
menjadi tanaman baru. Ada beberapa          dan tidak sedang bertunas.
keuntungan yang didapat dari tanaman             Yang dijadikan stek biasanya adalah
yang berasal dari bibit stek, yaitu         bagian pangkal dari cabang. Pemotongan
 Tanaman baru mempunyai sifat yang         cabang diatur kira-kira 0.5 cm di bawah
    persis sama dengan induknya,            mata tunas yang paling bawah dan untuk
    terutama dalam hal bentuk buah,         ujung bagian atas sejauh 1 cm dari mata
    ukuran, warna dan rasanya.              tunas yang paling atas. Kondisi daun
 Tanaman asal stek dapat ditanam           pada cabang yang hendak diambil
    pada tempat yang permukaan air          sebaiknya berwarna hijau tua. Dengan
    tanahnya dangkal, karena tanaman        demikian seluruh daun dapat melakukan
    asal stek tidak mempunyai akar          fotosintesis yang akan menghasilkan zat
    tunggang.                               makanan dan karbohidrat. Zat hasil
1. Perbanyakan tanaman buah dengan          fotosintesis akan disimpan dalam organ
    stek merupakan cara perbanyakan         penyimpanan, antara lain di batang. Kar-
    yang praktis dan mudah dilakukan.       bohidrat pada batang berperan sangat
                                            penting yaitu sebagai sumber energi yang

Teknik Pembenihan Tanaman                                                         36
dibutuhkan pada waktu pembentukan          stek akar harus diambil dengan cara
akar baru.                                 menggali lubang di sekeliling pokok
     Ukuran besar cabang yang diambil      pohon induk. Pada akar lateral yang
cukup sebesar kelingking.       Diameter   terpotong, akan tumbuh          akar yang
sekitar 1 cm dengan panjang antara 10-     tumbuh ke arah samping sejajar dengan
15 cm. Cabang tersebut memiliki 3-4        permukaan tanah. Pilihlah akar yang
mata tunas. Kondisi batang pada saat       berdiameter sekitar 1 cm. Setelah akar
pengambilan berada dalam keadaan           diambil, lubang ditutup kembali. Akar
setengah tua dengan warna kulit batang     tanaman       dipotong-potong       dengan
biasanya coklat muda. Pada saat ini        panjang antara 5-10 cm. Pada waktu
kandungan karbohidrat dan auxin            memotong akar, harus diperhatikan agar
(hormon pertumbuhan akar) pada batang      bagian akar yang dekat dengan pohon
cukup memadai untuk menunjang              atau pangkal akar dipotong secara
terjadinya perakaran stek. Pada batang     serong. Bagian dekat ujung akar dipotong
yang masih muda, kandungan karbohidrat     secara datar atau lurus. Hal ini diperlukan
rendah tetapi hormonnya cukup tinggi.      sebagai tanda agar pada waktu
Biasanya pada kasus ini hasil stekan       menyemai posisinya tidak terbalik.
akan tumbuh tunas terlebih dahulu,              Media penyemaian stek akar bisa
padahal stek yang baik harus tumbuh        dari pasir. Penyemaian bisa dilakukan di
akar dulu. Oleh karena itu, stek yang      dalam kotak kayu atau di bedeng
berasal dari batang yang muda sering       persemaian. Stek disemaikan dengan
gagal.                                     cara tegak atau berdiri, atau dapat juga
     Stek tanaman ada yang mudah           dengan dibaringkan. Untuk penyemaian
berakar dan ada juga yang sulit berakar.   posisi tegak, jarak yang direkomndasikan
Untuk tanaman yang mudah berakar           adalah 5x5 cm. Bagian pangkal yang
seperti pada anggur, maka stek bisa        dibenamkan ke dalam media kira-kira 3
langsung disemaikan setelah dipotong       cm atau setengah dari panjang stek.
dari pohon induknya. Tetapi untuk               Bila penyemaian dengan dibaringkan,
tanaman yang sulit berakar, sebaiknya      maka stek disusun dalam barisan.
sebelum stek disemai dilakukan dulu        Jaraknya 5 cm antar barisan, kemudian
pengeratan batang. Selain itu, pemberian   stek di tutup pasir, sehingga stek berada
hormon tumbuh dapat membantu               pada kedalaman 1,5-2 cm di bawah
pertumbuhan akar (Gambar 9)                permukaan media. Setelah 3-4 minggu
                                           stek akan bertunas dan berakar. Stek
2) Stek akar                               bisa dipindahkan ke polybag setelah lebih
                                           kurang 2 bulan. Selanjutnya disimpan di
      Cara penyetekan ini menggunakan      bawah naungan sampai berumur sekitar 6
bagian akar sebagai sarana perbanyakan     bulan.
tanaman. Pada stek batang, tunas keluar
dari mata tunas. Pada stek akar tunas      3) Mempercepat pertumbuhan akar
akan keluar dari bagian akar yang mula-       pada stek
mula berbentuk seperti bintil. Bisa juga
dari bekas potongannya yang mula-mula      a) Pengeratan (girdling) pada batang
membentuk kalus. Dari kalus ini berubah
menjadi tunas atau akar. Ada beberapa          Penimbunan      karbohidrat    pada
jenis tanaman yang dapat diperbanyak       cabang pohon induk yang akan dijadikan
dengan cara stek akar, antara lain jambu   stek dapat dilakukan dengan cara
biji, sukun, jeruk dan kesemek. Bahan      pengeratan kulit kayu sekeliling cabang

Teknik Pembenihan Tanaman                                                         37
dibuang secara melingkar.          Lebar         pangkalnya sekitar 2 cm dicelupkan
lingkaran sekitar 2 cm. Jarak dari ujung         selama 5 detik ke dalam larutan
cabang ke batas keratan kira-kira 40 cm.         hormon.
Biarkan cabang yang sudah dikerat
selama 2-4 minggu. Pada dasar keratan            Cara celup ini mempunyai beberapa
akan tampak benjolan atau kalus. Pada        keuntungan sebagai berikut: Peralatan
benjolan inilah terjadi penumpukan           yang digunakan lebih sedikit bila
karbohidrat yang berfungsi sebagai           dibandingkan dengan cara perendaman.
sumber tenaga pada saat pem-bentukan         Larutan yang sama bisa digunakan
akar dan hormon auksin yang dibuat di        berulang-ulang. Yang penting setelah
daun. Setelah terlihat benjolan barulah      digunakan, larutan ditutup kembali agar
cabang dapat dipotong dari induknya.         alkoholnya tidak menguap. Naik turunnya
Bagian pangkal cabang sepanjang 20 cm        penyerapan hormon tidak akan terjadi
bisa dijadikan sebagai stek.                 pada waktu pencelupan. Dengan
                                             demikian, banyaknya hormon per satuan
b) Penggunaan hormon tumbuh                  luas permukaan akan tetap, tidak
                                             tergantung keadaan lingkungan.
     Hormon auksin bertindak seba-gai
pendorong awal proses inisiasi atau          (2) Cara rendam (prolonged soaking)
terjadinya akar. Sesungguhnya tanaman         Mula-mula auksin (berbentuk serbuk)
sendiri menghasilkan hormon, yaitu               dilarutkan dalam alkohol 95%.
auksin endogen, akan tetapi banyaknya            Kemudian ditambahkan air sesuai
auksin yang dihasilkan belum cukup               dengan konsentrasi yang dibutuhkan.
memadai untuk mendorong pembentukan              Konsentrasi auksin yang digunakan
akar. Tambahan auksin dari luar                  berkisar     antara     5-100     ppm,
diperlukan untuk memacu perakaran stek.          tergantung jenis tanaman dan jenis
                                                 auksin yang digunakan. Umumnya
(1) Cara celup cepat (quick dip)                 untuk penyetekan tanaman buah
 Pada cara ini hormon auksin                    digunakan konsentrasi 100 ppm
    dilarutkan ke dalam alkohol 50%.             dengan lama perendaman 1-2 jam.
    Kemudian tambahkan air sesuai                Bisa juga dengan konsentrasi 5 ppm,
    dengan konsentrasi yang dibutuhkan.          tetapi waktu perendamannya lama,
    Jenis hormon auksinnya bisa IBA,             yaitu 10-24 jam.
    IAA atau NAA (berbentuk serbuk).          Untuk lebih memudahkan dapat
 Konsentrasi yang digunakan berkisar            menggunakan hormon tumbuh yang
    antara 500-10.000 ppm, tergantung            sudah siap pakai dan banyak dijual
    jenis hormon dan jenis tanamannya.           di toko per-tanian, seperti Atonik atau
    Atau lebih mudahnya menggunakan              Liquinox Start dengan dosis 1-2 cc
    hormon tumbuh yang sudah siap                per 1 liter air (1 sendok makan = 10
    untuk digunakan yang banyak dijual           cc).
    di toko pertanian, seperti Atonik atau    Jadi perbandingan dosis auk-sin
    Liquinox Start dengan dosis 100-200          pada pencelupan dan pe-rendaman
    cc per 1 liter air (1 sendok makan =         adalah 100 : 1.
    10 cc).
 Batang-batang stek yang akan diberi            Cara perendaman sebagai berikut.
    hormon disatukan. Bisa dengan diikat     Batang stek direndam dalam larutan
    menggunakan tali plastik atau karet      auksin kira-kira 2 cm dari bagian pangkal.
    gelang.       Selanjutnya      bagian    Agar pe-nyerapan auksin berlangsung

Teknik Pembenihan Tanaman                                                           38
dengan      baik,   lama perendaman             dalam bentuk serbuk dengan berbagi
disesuaikan dengan konsentrasi larutan.         merek dagang.
Perendaman dilakukan ditempat yang
teduh dan agak lembab. Hal ini berguna      4) Persemaian stek
agar penyerapan hormon berjalan teratur,
tidak kurang karena pengaruh lingkungan.         Stek yang sudah diberi perlakuan
                                            hormon penumbuh akar siap untuk
(3) Cara pemberian dengan tepung            disemaikan. Untuk itu perlu menyediakan
    tepung (powder).                        tempat yang kondisinya sesuai. Usaha
 Mula-mula auksin dilarutkan dalam         untuk menumbuhkan stek perlu dilakukan
    alkohol 95%. Ke dalam larutan           pada lingkungan yang mempunyai cahaya
    tersebut ditambahkan talek atau         baur atau terpencar (difusi). Kelembaban
    tepung sesuai dengan konsentrasi        udara sebaiknya tinggi, sekitar 70-90%,
    yang digunakan. Konsentrasi berkisar    Suhu mendekati suhu kamar, 25-27oC.
    antara 1.000-5.000 ppm tergantung       Selain itu dalam pembentukan akar stek
    jenis tanaman dan jenis auksin yang     diperlukan oksigen yang cukup. Oleh
    digunakan.          Pelarut Alkohol     karena itu media yang digunakan harus
    diupayakan untuk diuapkan. Cara         cukup gembur, sehingga aerasinya baik.
    pemakaiannya        adalah   sebagai         Penyemaian dalam kotak kayu
    berikut: basahi pangkal stek dengan     dilakukan dengan rangkaian sebagai
    air, kemudian disentuhkan ke dalam      berikut. Kotak kayu untuk menyemaikan
    tepung. Pangkal stek kemudian           stek bisa dibuat dari papan dengan
    diketuk-ketuk agar auksin yang          ukuran panjang 80-100 cm, lebar 40-50
    melekat tidak berlebihan. Setelah itu   cm dan tinggi 20-30 cm. Ukuran kotak
    stek dapat disemaikan dalam media.      bisa lebih besar atau lebih kecil,
 Pada setiap cara diatas konsentrasi       disesuaikan dengan banyaknya stek yang
    dibuat berdasar-kan ppm. Pengertian     akan disemaikan. Untuk lebih praktis
    ppm (part per million) artinya 1        dapat juga digunakan kotak plastik (box
    bagian hormon dalam sejuta bagian       semai) dengan ukuran panjang 35-40 cm,
    pelarut atau tepung. Jadi jika akan     lebar 25-30 cm dan tinggi 10-15 cm yang
    membuat larutan dengan konsentrasi      banyak dijual di toko pertanian. Media
    1.000 ppm, maka 1.000 mg hormon         tumbuh dapat menggunakan pasir, atau
    dilarutkan dalam 1.000.000 mg           menggunakan campuran pasir dengan
    pelarut, atau 1 gr hormon ke dalam 1    sekam padi dengan perbandingan 2:1.
    kg pelarut.                             Media tersebut dimasukkan ke dalam
 Pembuatan           tepung      dengan    kotak kayu. Tebal lapisan media antara
    konsentrasi 1.000 ppm dengan cara       10-15 cm.
    melarutkan 1 gr hormon dalam 500-            Lakukan     penyiraman       dengan
    1.000 cc alkohol 95%. Setelah diaduk    gembor, sehingga permukaan media
    sampai rata, masukkan 1 kg tepung       turun dan kompak.         Sebelum stek
    (talc)    dan      diaduk    kembali.   disemai, terlebih dahulu dibuat lubang-
    Selanjutnya       tepung     tersebut   lubang kecil pada media. Turus bambu
    dikeringkan       sampai      seluruh   yang dibulatkan bisa dipakai atau dapat
    alkoholnya menguap.                     pula dengan ranting pohon sebesar
 Untuk proses yang lebih mudah             pensil. Perkirakan jarak lubang sekitar
    dapat menggunakan hormon tumbuh         5x5 cm dan dalamnya sekitar 5-7,5 cm
    auksin yang sudah siap digunakan        atau setengah dari panjang stek. Setelah
    dan banyak dijual di toko pertanian     itu baru bagian pangkal stek dimasukkan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                        39
ke dalam lubang. Bagian media di sekitar    menjaga agar kelembaban di sekitar stek
stek ditekan perlahan-lahan agar posisi     menjadi tinggi, bedengan disungkup
stek tidak goyah. Selanjutnya persemaian    dengan plastik transparan.
disiram lagi. Kotak kemudian ditutup
dengan lembar plastik bening atau               Setelah ukuran stek memenuhi
transparan. Sebaiknya kotak di-taruh        standar dan mempunyai akar, maka stek
pada tempat yang terlindung dari teriknya   harus disapih/transplanting. Standar stek
sinar matahari.                             yang siap disapih adalah mempunyai 4-6
     Penyiraman persemaian          harus   daun baru yang sudah mekar dengan
dilakukan setiap hari sekali atau           sempurna         (daun-daun         sudah
tergantung keadaan.       Yang pen-ting     mendapatkan nutrisi dari akar baru yang
media persemaian selalu dalam kondisi       sudaj tumbuh).
basah. Setelah 2-3 bulan stek sudah                   Siapkan polybag sesuai
mulai berakar, tunggu beberapa hari lagi                 dengan ukuran stek (diamter
sampai kelihatannya berwarna coklat dan                  10-20 cm).
stek sudah dapat dipindahkan ke dalam                 Siapkan media pembibitan
polybag. Cungkil stek dengan bilah                       dengan komposisi tanah
bambu       secara      hati-hati    agar                dengan kompos 1:1.
perakarannya tidak menjadi rusak.                     Isi polybag dengan media
     Persemaian di bedengan dilakukan                    tanam yang telah disiapkan
sebagai berikut. Apabila batang stek                     dan buatlah lubang tanam
yang akan kita semaikan jumlahnya                        yang sesuai dengan ukuran
banyak maka penyemaian bisa dilakukan                    bibit stek.
dalam bedengan. Bedengan dibuat                       Pindahkan bibit stek dengan
dengan arah Utara-Selatan agar stek bisa                 cara      mengambil      stek
menerima matahari secara baik. Lahan                     beserta akar bibit dan sedikit
yang akan dibuat bedengan dicangkul                      media stek, lalu benamkan
sedalam 25-30 cm (sedalam mata                           bibit stek dengan hati-hati
cangkul). Ukuran bedengan dibuat                         pada media tanam dan
selebar 80-100 cm dengan panjang                         timbuh bibit stek dengan
bedengan        disesuaikan       dengan                 media tanam yang telah
kebutuhan. Untuk menghindari adanya                      disiapkan kemudian lakukan
tanah yang longsor tepi bedengan bisa                    pemadatan seperlunya agar
dihalangi dengan bilah bambu atau batu                   stek berdiri dengan tegak.
bata.                                                 Pindahkan polybag stek ke
     Bedengan perlu dilengkapi dengan                    bangunan pembibitan yang
naungan untuk melindungi bibit dari                      bernaungan/ rumah plastik/
sengatan matahari yang berlebihan.                       rumah kaca.
Naungan yang bisa terbuat dari daun                   Lakukan pemeliharaan stek
kelapa, daun alang-alang atau jerami                     dengan cara menyiram ,
padi. Jika ingin menggunakan naungan                     memupuk, mengendalikan
dari paranet gunakanlah paranet tipe 75%                 OPT dan memberi ajir (jika
(sinar yang masuk ke bedengan sebesar                    perlu) sampai dengan stek
25%). Tanah lapisan atas ditaburi pasir                  cukup besar ukurannya dan
setebal lebih kurang 5 cm. Lakukan                       siap untuk dipasarkan.
penyiraman agar media basah. Setelah
itu batang stek bisa ditancapkan. Jarak     b. Teknik pencangkokan
stek yang disemaikan ialah 5x5 cm. Untuk

Teknik Pembenihan Tanaman                                                          40
     Teknik perbanyakan vegetatif dengan     cabang yang dipotong. Dalam satu pohon
cara pelukaan atau pengeratan cabang         induk kita hanya bisa mencangkok
pohon induk dan dibungkus media tanam        beberapa batang saja, sehingga
untuk merangsang terbentuknya akar.          perbanyakan tanaman dalam jumlah
Pada teknik ini tidak ada batang bawah       besar tidak bisa dilakukan dengan cara
dan batang atas. Teknik ini relatif sudah    ini.    Media untuk mencangkok bisa
dilakukan       oleh      petani      dan    menggunakan cocopeat atau serbuk
keberhasilannya lebih tinggi, karena pada    sabut kelapa ataupun cacahan sabut
proses mencangkok akar akan tumbuh           kelapa. Dapat pula digunakan campuran
ketika masih berada di pohon induk.          kompos/ pupuk kandang dengan tanah
Produksi dan kualitas buahnya akan           (1:1). Kalau disekitar kebun ada tanaman
persis sama dengan tanaman induknya.         bambu, maka tanah di bawah bambu
Tanaman asal cangkok bisa ditanam            yang telah bercampur seresah daun
pada tanah yang letak air tanahnya tinggi    bambu dan sudah membusuk bisa juga
atau di pematang kolam ikan.                 digunakan untuk media cangkok. Waktu
     Disamping keuntungan, terdapat juga     pelaksanaan sebaiknya pada awal musim
beberapa       kekurangan/        kerugian   hujan, sehingga cangkokan tidak akan
pembibitan dengan sistem cangkok.            kekeringan.      Selain     itu   dengan
Pada musim kemarau panjang tanaman           mencangkok di awal musim hujan akan
tidak tahan kering. Tanaman mudah            tersedia waktu untuk menanam hasil
roboh bila ada angin kencang karena          cangkokan pada musim itu juga.
tidak berakar tunggang. Pohon induk
tajuknya menjadi rusak karena banyak




 A                               B                       C




  D                                          E                            F

Teknik Pembenihan Tanaman                                                         41
                                                 Gambar 3.7.
      Persiapan dan bentuk entres: A. Entres siap disemai. B. Entres dicelupkan ke dalam Zat Perangsang
      Tumbuh C. Entres yang sudah tumbuh akar D. Pangkal entres berbentuk datar E. Pangkal entres
                          berbentuk sisi satu. F. Pangkal entres berbentuk sisi dua.




  A                                                      B




       C
                                                             D




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                 42

   E                                                         F
                                          Gambar 3.8.
   Persiapan penanaman stek: A. Menyiapkan alat, B. Menyiapkan bahan, C. Menyiapkan sungkup, D.,
                 Menyiapkan media, E. Menyiapkan bahan stek , F. Memangkas daun




      A                                              B




                                                         D
          C




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                          43

  E
                                          Gambar 3.9.
     Penamanan stek pada media tanah: A. Menyiapkan batang stek B. Menyiapkan hormon, C.
   Menanam bahan stek dari cabang mawar, D. Menanam bahan stek dari tangkai daun, E. Menanam
                       bahan stek bunga soka F. Menempatkan hasil stek.




     G                                                  H




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                      44
                                         Gambar 3.9 (lanjutan )
         G. Memelihara stek, H. Memeriksa pertumbuhan akar dari bibit yang berasal dari stek, I. Hasil
                          penyetekan, J. Bunga mawar hasil stek batang siap jual.

                                                            hormon tersebut ditambahkan pada
1) Teknik     mencangkok                 secara             media cangkok.
   konvensional                                                  Siapkan dan atur lembaran plastik
                                                            (kantong       plastik    yang       su-dah
     Pertama-tama harus dipilih cabang                      dibuka/dibelah) atau sabut kelapa
yang sehat dan kuat atau sudah berkayu.                     melingkar menyelubungi batang di bagian
Ukuran diameternya sekitar 0,5-2 cm,                        bawah keratan (1-2 cm). Posisi lembaran
tidak lebih kecil dari ukuran pensil.                       plastik menghadap ke arah bawah,
Sebaiknya warna kulit cabang coklat                         kemudian diikat dengan tali plastik atau
muda atau hijau kecoklatan tergantung                       rafia. Balik posisi kantong plastik ke arah
jenis tanaman. Cabang kemudian disayat                      berlawanan/keatas, se-hingga akan
dengan pisau secara melingkar dan                           diperoleh ikatan tali plastik di dalam
dibuat memanjang ke bawah sepanjang                         kantong plastik (ikatan bagian bawah
3-5 cm atau dua kali diameter cabang.                       tidak kelihatan dari luar/lebih rapi).
     Kemudian        kulitnya     dikelupas                 Selanjutnya bekas sayatan ditutup
sehingga bagian kambium yang seperti                        dengan media cangkok, media diatur
lendir tampak jelas.          Kambium ini                   penempatannya agar rata menutupi luka
dihilangkan dengan cara dikerik dengan                      keratan sampai melewati luka keratan
mata pisau sehingga bersih atau kering.                     bagian atas (1-2 cm).              Lakukan
Setelah dikerik pada keratan bagian atas                    pengikatan bagian atas dan bagian
diolesi atau-pun tanpa diolesi dengan                       tengah plastik (kalau dibutuhkan).
hormon tumbuh. Contoh hormon                                     Cangkokan harus dirawat dengan
pertumbuhan atau vitamin,            adalah                 cara disiram secara rutin agar tidak kering
Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak                      atau diposisi atas cangkokan diberi
dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc                  kantong plastik berisi air dengan satu
untuk 1 liter air. Jika terdapat kesulitan                  lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes
mencari       hormon       tumbuh     dapat                 atau irigasi tetes dengan menggunakan
menggunakan pupuk Urea yang dicairkan                       potongan batang bambu "bumbung"
dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air atau                    berdiameter 5 cm diisi dengan air, tanpa

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                45
dilubangi hanya dikerik/dikupas sedikit     dengan cara mencangkok yang normal,
bagian kulit bawah yang nantinya            perbedaannya adalah media cangkok
dilekatkan diatas media cangkokan.          yang digunakan adalah cocopeat (serbuk
Posisi bumbung digantung diatas             sabut kelapa) yang tersedia di toko
cangkokan dengan posisi bawah               pertanian atau sabut kelapa yang sudah
bumbung merapat dengan posisi tengah        kita perlakukan sendiri, sudah lebih dulu
cangkokan atau ditalikan melekat            dimasukkan ke dalam kantong plastik.
dicangkokan. Bumbung ini dapat bertahan     Perlakuan sabut kelapa meliputi langkah-
selama 3 hari. Biasanya setelah 2-3         langkah sebagai berikut.
bulan pada cangkokan yang berhasil akan      Sabut           kelapa    dikupas atau
tumbuh akar. Pada cangkok, akar keluar           dipisahkan dengan bagian kulit
karena aliran zat makanan (karbohidrat)          luarnya yang keras, yang digunakan
dan auksin (hormon tumbuh yang                   hanya sabut kelapa tanpa kulitnya.
mendorong keluarnya akar) mengalir ke        Sabut kelapa direndam dalam air,
bawah melalui kulit kayu (phloem) dan            paling lama 1 minggu agar melunak
tertahan di bagian keratan sebelah atas,         sehingga mudah dipisah-pisahkan
sehingga pada keratan bagian atas ini            dan hilang kandungan zat yang ada
penimbunan karbohidrat dan hormon jadi           di sabut kelapa tersebut, karena zat
meningkat dan berbentuk kalus yang               tersebut        dapat     menghambat
berubah menjadi akar tanaman. Apabila            pembentukan akar tanaman. Untuk
akar sudah memenuhi media, hasil                 pemakaian cocopeat tanpa melalui
cangkokan dianggap berhasil. Daun pada           perendaman dalam air (dapat
cabang terlihat segar. Cangkokan sudah           langsung digunakan).
bisa dipotong atau disapih dari induknya.    Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan
Pemotongan       cangkokan      dilakukan        serat-seratnya, maka sabut kelapa
dengan menggunakan gunting stek atau             tersebut sudah siap digunakan, atau
gergaji di bawah ikatan cangkok. Setelah         sabut kelapa kita potong-potong lebih
dipotong dari induknya sebagian daun             kecil.
dikurangi untuk menghindari penguapan        Tambahkan hormon pertumbuhan
yang berlebihan. Potong 1/2 - 1/3 helai          atau vitamin, contoh Liquinox Start
daun dari seluruh daun yang ada dengan           Vitamin B-1 yang banyak dijual di
gunting stek. Plastik pembungkus media           toko pertanian dengan dosis 2 cc
dilepaskan.    Setelah      itu cangkok          untuk 1 liter air, atau cara mudahnya
disemaikan dalam polybag.                        adalah 1 sendok makan = 1 tutup
     Sebagai media cangkok di polybag            kemasan = 10 cc. Jika kesulitan
bisa digunakan campuran pupuk kandang            mencari hormon tumbuh dapat
dan tanah dengan perbandingan 1: 2.              menggunakan pupuk Urea yang
Selanjutnya polybag ini ditempatkan di           dicairkan dengan kadar 1 % atau 1
tempat      yang     terlindung    sampai        gr/1 lt air.
cangkokan menjadi segar kembali              Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan
(biasanya 3-4 bulan). Setelah cukup              serat-seratnya, maka sabut kelapa
besar cangkokan bisa dipindah ke kebun.          tersebut sudah siap digunakan,atau
                                                 sabut kelapa kita potong-potong lebih
2) Teknik mencangkok dengan media                kecil. Media, serbuk/potongan sabut
   dalam kantong plastik                         kelapa kita taruh di wadah.
                                             Tambahkan hormon pertumbuhan
    Teknik mencangkok dengan media               atau vitamin, contoh Liquinox Start
dalam kantong plastik hampir sama                Vitamin B-1 yang banyak dijual di

Teknik Pembenihan Tanaman                                                         46
     toko pertanian dengan dosis 2 cc                          mencari hormon tumbuh dapat
     untuk 1 liter air, atau cara mudahnya                     menggunakan pupuk Urea yang
     adalah 1 sendok makan = 1 tutup                           dicairkan dengan kadar 1 % atau 1
     kemasan = 10 cc. Jika kesulitan                           gr/1 lt air.




                                                                   B
                       A




                                                                   D
                       C

                                           Gambar 3. 10 .
Proses pencangkokan secara konvensional. A. Pengupasan kulit batang, B. Pengikatan lembaran plastik di
    bawah kupasan kulit daun, C. Pengisian media ke dalam lembaran plastik D. Teknik pencangkokan
                                      konvensional telah selesai.




A                                                  B




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                47
C                                                  D

                                               Gambar 3.11.
               Prosesn Pencangkokan konvensional yang dimodifikasi. A. Pengupasan kulit batang, B.
     Pembukaan kantong plastik berisi media, C. Cabang yang sudah dikupas kulitnya dimasukan ke dalam
                 kantong media Teknik pencangkokan yang efektif dan efisien telah selesai



      Contoh penggunaan media: 2 kg                      dimasukkan dari bagian bawah luka bila
serbuk kelapa kering dicampur dengan 1                   posisi batang melintang atau datar, pada
liter air yang sudah dicampur dengan 1-3                 posisi batang tegak memasukkan
tetes hormon pertumbuhan, kemudian                       bebas,kemudian di-selubungkan secara
diratakan hingga diperoleh campuran                      merata ke keratan batang tanaman.
yang basah. Media cangkok dimasukkan                         Pada batang tanaman dilakukan
ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg                     pengikatan, agar media berada pada
untuk diameter batang yang kecil dan ½                   posisi yang benar (letak sobekan
kg untuk diameter batang yang lebih                      menghadap ke atas (bila posisi batang
besar (ukuran kantong plastik disesuaikan                mendatar) dan media rata menyelubungi/
dengan diameter batang yang akan                         menutup keratan/ luka di batang
dicangkok). Isikan media dan padatkan                    tanaman). Dengan teknik ini diperoleh
sampai ¾ plastik, kemudian tarik ujung                   keuntungan      antara      lain:     (a)
kantong plastik dan ditalikan. Dari 2 kg                 Pencangkokan lebih cepat dan ringkas,
media akan dihasilkan 15-20 media dalam                  (b) Jumlah tanaman yang kita cangkok
kantong plastik.                                         bisa lebih banyak per satuan waktu. (c)
      Media dalam kantong plastik tersebut               Kita punya persediaan media dalam
tahan sampai dengan 1 bulan. Cara                        kantong plastik yang mudah dibawa
penggunaan media tersebut tinggal                        kemana-mana dan mudah dipakai
menyobek/ mengiris memanjang satu sisi                   sewaktu-waktu.
kantong plastik dan sisi sobekan tadi




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                               48
Gambar 3.12 . Pohon induk untuk cangkokan (kiri) dan cabang yang dapat dijadikan bibit cangkokan (kanan)




                        A                                                     B




                        C                                                     D




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                  49
                          E                                                    F
                                           Gambar 3.13.
   Proses pencangkokan. A. Mengelupas kulit cabang, B. Membuang kambium cabang, C. Memberi
  hormon auxin pada sayatan bagian atas, D. Memasang plastik untuk menampung media cangkok, E.
      Membubuhkan tanah sebagai media tumbuh akar, F. Membungkus dan mengikat dengan tali




                      G                                                   H




                      I                                                    J
                                      Gambar 3.13 .(lanjutan).
      G. Memelihara cangkokan, disiram/disemprot dengan air, H. Menyiapkan media pembibitan, I.
    Memotong hasil cangkok, J. Memelihara bibit dari hasik pencang-kokan melalui kegiatan penyiram-
           an.pengendalian OPT dn pemberian pupup untuk nutrisi bibit baru hasil cangkok




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                             50
                                             1) Manfaat sambungan pada tanaman

                                                  Manfaat sambungan pada tanaman
                                             adalah untuk memperbaiki kualitas dan
                                             kuantitas hasil tanaman, dihasilkan
                                             gabungan       tanaman    baru   yang
                                             mempunyai keunggulan dari segi
                                             perakaran dan produksinya, juga dapat
                                             mempercepat waktu berbunga dan
                                             berbuah (tanaman berumur genjah) serta
                                             menghasilkan tanaman yang sifat
                                             berbuahnya sama dengan induknya.
                                             Mengatur proporsi tanaman agar
  Gambar 3.14. Bibit cangkok yang tealah
                                             memberikan hasil yang lebih baik,
  berakar sudah siap untuk dipisahkan dari   tindakan ini dilakukan khususnya pada
  pohon induk.                               tanaman yang berumah dua, misalnya
                                             tanaman melinjo. Peremajaan tanpa
  c. Teknik penyambungan                     menebang pohon tua, sehingga tidak
                                             memerlukan bibit baru dan menghemat
     Penyambungan atau enten (grafting)      biaya eksploitasi.
adalah penggabungan dua bagian
tanaman yang berlainan sedemikian rupa       2) Syarat batang         bawah     untuk
sehingga merupakan satu kesatuan yang           sambungan
utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman
setelah terjadi regenerasi jaringan pada           Untuk menyiapkan batang ba-wah
bekas luka sambungan atau tautannya.         dapat menggunakan biji asalan atau
     Bagian bawah (yang mempunyai            "sapuan” sehingga menghasilkan batang
perakaran) yang menerima sambungan           bawah, tetapi ada varietas tanaman yang
disebut batang bawah (rootstock atau         baik khusus untuk batang bawah yaitu
understock) atau sering disebut stock.       durian varietas bokor dan siriwig, karena
Bagian tanaman yang disambungkan atau        biji besar sehingga mampu menghasilkan
disebut batang atas (scion) dan              sistem perakaran yang baik dan tahan
merupakan sepotong batang yang               terhadap busuk akar.
mempunyai lebih dari satu mata tunas               Pada saat bibit berdiameter 3-5 mm,
(entres), baik itu berupa tunas pucuk atau   dan berumur sekitar 3-4 bulan, bibit
tunas samping. Penyambungan batang           dalam fase pertumbuhan yang optimum
bawah dan batang atas ini biasanya           (tingkat kesuburannya baik), kambium
dilakukan antara dua varietas tanaman        aktif, sehingga memudahkan dalam
yang masih dalam spesies yang sama.          pengupasan dan proses merekatnya mata
Misalnya penyambungan antar varietas         tempel ke batang bawah.
pada tanaman durian. Kadang-kadang                 Agar menghasilkan bibit yang baik
bisa juga dilakukan penyambungan             disarankan penyiraman dalam jumlah
antara dua tanaman yang berlainan            yang cukup (media cukup basah). Batang
spesiesnya tetapi masih dalam satu famili.   bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu
Tanaman mangga (Mangifera indica)            sebelum penempelan. Gunakan media
disambung denga tanaman kweni                tanam dengan komposisi tanah subur :
(Mangifera odorata).

Teknik Pembenihan Tanaman                                                          51
tanah, pupuk kandang : sekam padi              sedang tumbuh tunas baru (trubus) atau
(1:1:1).                                       sedang berdaun muda, maka bagian
     Gunakan polybag ukuran 15x20 cm           pucuk muda ini dibuang dan bagian
yang sanggup bertahan dari biji sampai 3       pangkalnya sepanjang 5-10 cm dapat
bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan        digunakan sebagai entres.
setelah tempel, setelah periode tersebut             Pada durian bila entres yang
polybag harus diganti dengan ukuran            digunakan berasal dari cabang yang
yang lebih besar 20x30 cm, atau                tumbuh tegak lurus, maka bibit
langsung ke polybag 30x40 cm                   sambungannya akan tumbuh tegak
tergantung permintaan pasar dan                dengan percabangan ke semua arah atau
seterusnya semakin besar pertumbuhan           simetris. Namun bila diambil dari cabang
tanaman maka ukuran polybag semakin            yang lain, pertumbuhan bibitnya akan
besar. Kecuali untuk pengangkutan jarak        meng-arah ke samping, berbentuk seperti
jauh dalam jumlah banyak maka gunakan          kipas. Bentuk ini berangsur-angsur hilang
polybag yang lebih kecil dari biasanya.        bila tanaman menjelang dewasa.

3) Syarat batang atas untuk sambungan          4) Tipe sambungan jika ditinjau dari
                                                  bagian   batang   bawah     yang
     Batang atas atau entres yang akan            disambung
disambungkan pada batang bawah
diambil dari pohon induk yang sehat dan              Ada dua tipe sambungan, yaitu
tidak terserang penyakit. Pengambilan          sambungan pucuk, dan sambungan
entres       ini    dilakukan      dengan      samping. Sambung pucuk (top grafting)
menggunakan gunting stek atau silet yang       merupakan cara penyambungan batang
tajam (agar diperoleh potongan yang            atas pada bagian atas atau pucuk dari
halus dan tidak mengalami kerusakan)           batang bawah. Caranya sebagai berikut.
dan bersih (agar entres tidak                  Memilih batang bawah yang diameter
terkontaminasi oleh penyakit).                 batangnya disesuaikan dengan besarnya
     Entres yang akan diambil sebaiknya        ba-tang atas. Umur batang bawah pada
dalam keadaan dorman (istirahat)               keadaan siap sambung ini bervariasi
pucuknya serta tidak terlalu tua dan juga      antara 1-24 bulan, tergantung jenis
tidak terlalu muda (setengah berkayu).         tanamannya. Se-bagai contoh, untuk
Panjangnya kurang lebih 10 cm dari ujung       durian umur 3-4 bulan, mangga dan
pucuk, dengan diameter sedikit lebih kecil     alpukat umur 3-6 bulan. Manggis pada
atau sama besar dengan diameter batang         umur 24 bulan baru bisa disambung
bawahnya.                                      karena sifat pertumbuhannya lambat.
     Entres dalam keadaan dorman ini                 Batang bawah dipotong setinggi 20-
bila dipijat dengan dua jari tangan akan       25 cm di atas permukaan tanah. Gunakan
terasa padat, tetapi dengan mudah bisa         silet, pisau okulasi atau gunting stek yang
dipotong dengan pisau silet. Selain itu bila   tajam agar bentuk irisan menjadi rapi.
dilengkungkan keadaannya tidak lentur          Batang bawah kemudian dibelah
tetapi sudah cukup tegar.           Entres     membujur sedalam 2-2,5 cm. Batang
sebaiknya dipilih dari bagian cabang yang      atas yang sudah disiapkan dipotong,
terkena sinar matahari penuh (tidak            sehingga panjangnya antara 7,5-10 cm.
ternaungi) sehingga memungkinkan               bagian pangkal disayat pada kedua
cabang memiliki mata tunas yang tumbuh         sisinya sepanjang 2-2,5 cm, sehingga
sehat dan subur. Bila pada waktunya            bentuk irisannya seperti mata kampak.
pengambilan entres, keadaan pucuknya

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             52
Selanjutnya batang atas dimasukkan ke             Batang atas dibuat irisan me-runcing
dalam belahan batang bawah.                  pada kedua sisinya. Sisi irisan yang
      Pengikatan dengan tali plastik yang    menempel pada batang bawah dibuat
terbuat dari kantong plastik ½ kg selebar    lebih panjang menyesuaikan irisan di
1 cm. Kantong plastik ini ditarik pelan-     batang bawah dari sisi luarnya. Batang
pelan, sehingga panjangnya menjadi 2-3       atas tersebut disisipkan pada irisan belah
kali panjang semula.Terbentuklah pita        dari batang bawah. Dengan demikian,
plastik yang tipis dan lemas. Pada waktu     batang bawah dan batang atas akan
memasukkan entres ke belahan batang          saling berhimpitan. Kedua lapisan
bawah perlu diperhatikan agar kambium        kambium harus diusahakan agar saling
entres bisa bersentuhan dengan kam-          bersentuhan dan bertaut bersama.
bium batang bawah. Sambungan                      Setelah      selesai      disambung,
kemudian disungkup dengan kantong            kemudian diikat dengan tali plastik. Untuk
plastik bening. Agar sungkup plastik tidak   menjaga agar tidak terkontaminasi atau
lepas bagian bawahnya perlu diikat.          mengering, sambungan dan batang atas
Tujuan       penyungkupan       ini  untuk   ditutup dengan kantong plastik. Setelah
mengurangi penguapan dan menjaga             batang atas menunjukkan pertumbuhan
kelem-baban udara di sekitar sambungan       tunas, kurang lebih 2 minggu setelah
agar tetap tinggi. Tanaman sambungan         penyambungan, kantong plastik serta tali
kemudian ditempatkan di bawah naungan        plastik bagian atas sambungan dibuka
agar terlindung dari panasnya sinar          lebih dulu, sedangkan tali plastik yang
matahari. Biasanya 2-3 minggu kemudian       mengikat langsung tempelan batang atas
sambungan yang berhasil akan tumbuh          dan kulit batang bawah dibiarkan, sampai
tunas. Sambungan yang gagal akan             tautan sambungan cukup kuat.
berwarna hitam dan kering. Pada saat ini     Bilamana sudah dipastikan bahwa batang
sungkup plastiknya sudah bisa dibuka.        atas dapat tumbuh dengan baik, bagian
Namun, pita pengikat sambungan baru          batang bawah di atas sambungan
boleh dibuka 3-4 minggu kemudian. Untuk      dipotong. Pemotongan perlu dilakukan
selanjutnya kita tinggal merawat sampai      supaya tidak terjadi kompetisi kebutuhan
bibit siap dipindah ke kebun                 zat makanan yang diperlukan untuk
      Tipe sambungan kedua adalah            pertumbuhan lanjutan dari batang atas.
sambungan samping. Pada dasarnya,
pelaksanaan sambung samping sama
seperti pelaksanaan model sambung
pucuk. Sambung samping merupakan
cara penyambungan batang atas pada
bagian samping batang bawah. Caranya
sebagai berikut. Batang bawah dipilih
yang baik. Ukuran batang atas tidak perlu
sama dengan batang bawah, bahkan
lebih baik dibuat lebih kecil. Pada batang
bawah dibuat irisan belah dengan
mengupas bagian kulit tanpa mengenai
kayu atau dapat juga dengan sedikit
menembus bagian kayunya. Irisan kulit
batang bawah dibiarkan atau tidak
dipotong.


Teknik Pembenihan Tanaman                                                          53
                                              B
             A                                                                  C




             D                                E
                                                                                F




             G                                H                                 I


                                                 Gambar 3.15.
          Proses pembibibitan tanaman dengan teknik sambungan, A. Pemotongan batang bawah, B.
          Pembelahan batang bawah, C. Melancipkan 2 sisi pangkal batang atas, D. Batang atas siap
       disambungka, E dan F, Pengikatan dengan tali plastik, G Sambungan telah diikat, H. Sambungan
          diselubungi dengan kantong plastik, I. Sambungan telah jadi dan bertaut ditandai keluarnya
                                                 kuncup daun




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                              54
                                            pada batang bawah berukuran sebesar
d. Teknik penempelan tunas (okulasi)        pangkal lidi, sehingga bisa meng-hasilkan
                                            bibit lebih cepat dari pada sistem okulasi
     Penempelan atau okulasi (budding)      yang lama.Teknik okulasi cipaku ini
adalah penggabungan dua bagian              adalah pengem-bangan teknik okulasi
tanaman yang berlainan sedemikian rupa      sistem Forkert.
sehingga merupakan satu kesatuan yang
utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman        1) Syarat batang bawah untuk okulasi
setelah terjadi regenerasi jaringan pada
bekas luka sambungan atau tautannya.             Dapat menggunakan biji asal-an atau
     Bagian bawah (yang mempunyai           "sapuan" untuk mengha-silkan batang
perakaran) yang menerima sambungan          bawah, tetapi ada varietas durian yang
disebut batang bawah (rootstock atau        baik khusus untuk batang bawah yaitu
understock) atau sering disebut stock.      varietas bokor dan siriwig, karena biji
Bagian tana-man yang ditempelkan atau       besar sehingga mampu menghasilkan
di-sebut batang atas, entres (scion) dan    sistem perakaran yang baik dan tahan
merupakan potongan satu mata tunas          terhadap busuk akar.
(entres). Dalam buku ini coba kita               Batang diupayakan berdiameter 3-5
kenalkan "Okulasi Cipaku" karena teknik     mm, berumur sekitar 3-4 bulan. Dalam
okulasi ini banyak dikembangkan dan         fase pertumbuhan yang optimum (tingkat
digu-nakan oleh petani penangkar bibit di   kesuburannya baik), kambiumnya aktif,
daerah Cipaku dan sekitarnya, di            sehingga       memudahkan         dalam
Kabupaten Bogor. Biasanya penangkar         pengupasan dan proses merekatnya mata
bibit melakukan okulasi pada saat batang    tempel ke batang bawah. Disarankan
bawah sudah sebesar ukuran pensil.          penyiraman cukup (media cukup basah)
Sedangkan okulasi Cipaku dilakukan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                          55
    Batang bawah dipupuk dengan Urea         Untuk meningkatkan kesuburan pohon in-
1-2 minggu sebelum penempelan.               duk, biasanya tiga minggu sebelum
Gunakan media tanam dengan komposisi         pengambilan batang atas dilakukan
tanah subur: tanah, pupuk kandang :          pemupukan dengan pupuk NPK.
sekam padi (1:1:1). Gunakan polybag          Kesehatan pohon induk ini penting karena
ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan        dalam kondisi sakit, terutama penyakit
dari biji sampai 3 bulan siap tempel         sistemik mudah sekali ditularkan pada
sampai dengan 3 bulan setelah tempel.        bibit.
Setelah periode tersebut polybag harus             Entres diambil setelah kulit kayu
diganti dengan ukuran yang lebih besar       cabangnya dengan mudah dapat
20x30 cm, atau langsung ke polybag           dipisahkan dari kayunya (dikelupas).
30x40 cm tergantung permintaan pasar         Bagian dalam kulit kayu ini (kambium)
dan      seterusnya     semakin      besar   akan tampak berair, ini menandakan
pertumbuhan tanaman harus diimbangi          kambiumnya aktif, sehingga bila mata
dengan ukuran besar polybag. Kecuali         tunasnya segera diokulasikan akan
un-tuk alasan pengangkutan jarak jauh        mempercepat pertautan dengan batang
untuk efisiensi tempat kita gunakan          bawah.
polybag yang lebih kecil dari biasanya.
                                             3) Faktor yang menunjang keberhasilan
2) Syarat batang atas untuk okulasi             okulasi

     Entres yang baik adalah yang                 Waktu terbaik pelaksanaan okulasi
cabangnya dalam keadaan tidak terlalu        adalah pada pagi hari, antara jam 07.00-
tua dan juga tidak terlalu muda (setengah    11.00 pagi, ka-rena saat tersebut
berkayu). Warna kulitnya coklat muda         tanaman se-dang aktif berfotosintesis
kehijauan atau abu-abu muda. Entres          sehingga kambium tanaman juga dalam
yang diambil dari cabang yang terlalu tua    kondisi aktif dan optimum. Diatas Jam
pertumbuhannya lambat dan persentase         12.00 siang daun mulai layu. Tetapi ini
keberhasilannya rendah. Besar diameter       bisa diatasi dengan menempel di tempat
cabang untuk entres ini harus sebanding      yang teduh, terhindar dari sinar matahari
dengan besarnya batang bawahnya.             langsung.
     Cabang entres untuk okulasi                  Kebersihan alat okulasi, silet yang
sebaiknya tidak berdaun (daunnya sudah       akan digunakan langsung kita belah dua
rontok). Pada tanaman tertentu sering        saat masih alam bungkusan kertas,
dijumpai cabang entres yang masih ada        sehingga silet kita tetap dalam kondisi
daun melekat pada tangkai batangnya.         bersih satu belahan kita gunakan
Untuk itu perompesan daun harus              sedangkan belahan lainnya kita sim-pan
dilakukan     dua      minggu     sebelum    untuk pengganti belahan silet pertama
pengambilan cabang entres. Dalam waktu       apabila dirasa sudah tidah tajam lagi.
dua minggu ini, tangkai daun akan luruh      Perawatan alat okulasi, setelah digunakan
dan pada bekas tempat melekatnya             silet di-bersihkan dan dibungkus lagi de-
(daerah absisi) akan terbentuk kalus         ngan kertas pembungkusnya agar tidak
penutup luka yang bisa mencegah              berkarat.
masuknya mikro-organisme penyebab                 Petani terampil satu bagian silet
penyakit (patogen).                          mampu digunakan untuk 100 s/d 200 kali
     Syarat lain yang perlu diperhatikan     okulasi sehingga dengan dua bagian silet
pada waktu pengambilan entres adalah         mampu dihasilkan 200 s/d 400 okulasi da-
kesuburan dan kesehatan pohon induk.         lam sehari (10 jam kerja). Seorang

Teknik Pembenihan Tanaman                                                          56
pembibit yang berpengalaman dalam 1                         sehingga 10 jam kerja dalam 1 hari
jam mampu menempel sekitar 40                               dihasilkan 10x40 = 400 tempelan.
tempelan. Kerja mulai jam 06.00-12.00 (6
jam) dilanjutkan jam 13.00-17.00 (4 jam),




                                                                                               D
           A                                                      C
                                      B




           E

                                           F                          G
                                                                                               H




           I
                                       J
                                                                                K

                                              Gambar 3.16.
     Proses pembuatan bibit dengan cara okulasi. A. Okulasi dengan menggunakan bibit berdiameter 3-5
     mm, berumur 3-4 bulan., B. Pembuatan sayatan di batang bawah, C. Pengambilan mata entres dari
     batang atas, D. Mata entres terpisah dengan batang atas, E. Mata entres terlepas dengan kayunya,
     F. Mata entres terlepas tanpa kayunya dan siap ditempel, G. Menempelkan mata entres ke sayatan
     batang Bawah., H. Pengikatan dengan tali plastik, I. Arah ikatan dari bawah ke atas, J. Setelah 2-3
                   minggu okulasi sudah dapat dibuka, K Mata tunas tumbuh hasil okulasi

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                  57
      Pembuatan tali plastik dari kantong     tanaman dan polybagnya menjadi miring
plastik berukuran ½ kg (12x25 cm) atau 2      ke arah luar, agar memudahkan mencari
kg (20x35 cm). Gunakan plastik yang           posisi batang yang akan di tempel dan
tahan santan dan minyak. Membuat irisan       pengerjaan penempelan, gerakan ini juga
memanjang dengan lebar 0.5-1 cm.              mampu menjatuhkan embun/ air yang
Pengirisan      dengan        silet,   yang   melekat di daun, agar lebih banyak
bergeraknya plastiknya bukan siletnya.        embun/air yang jatuh, gerakan batang
Untuk pemula pengirisan plastik bisa          bawah sekali lagi dengan tangan.
beralaskan papan atau kaca, sedangkan             Batang bawah dibersihkan dari
yang sudah biasa pengirisan kantong           kotoran/debu dengan cara mengusap
plastik dapat langsung di atas paha kita.     dengan ibu jari dan telunjuk tangan kita
      Cara menghitung kebutuhan tali          pada bagian yang akan dibuat sobekan
plastik adalah sebagai berikut. Biasanya      untuk okulasi.
1 kantong plastik ukuran ½ kg menjadi 12
irisan bolak-balik sehingga menjadi 24        b) Pembuatan sayatan untuk tempat
irisan x 3 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar      menempel entres
72 tali plastik x ¼ kg (isi 140 lembar)
maka dihasilkan 10.080 tali plastik,               Bagian batang bawah yang akan
sedangkan 1 kantong plastik ukur-an 2 kg      dijadikan     tempat      okulasi    harus
menjadi 20 irisan bolak balik sehingga        diperhatikan       dengan         seksama.
menjadi 40 irisan x 4 bagian (8 cm)           Penentuan tempat okulasi, buat tempat
dihasilkan sekitar 160 tali plastik x ¼ kg    sayatan/ kupasan/ sobekan setinggi 3 kali
(isi 60 lembar) maka dihasilkan 9.600 tali    tinggi/panjang silet dari batas akar dan
platik. Harga 1/4 kg kantong plastik          batang, karena bila okulasi pertama gagal
harganya Rp 3.000,-, ¼ kg plastik ukuran      setelah 3 minggu kita bisa mengokulasi
½ kg berisi 140 kantong plastik dan ¼ kg      lagi tepat berjarak sepanjang silet
plastik ukuran 2 kg berisi 60 kantong         dibawah luka okulasi pertama pada sisi
plastik.                                      yang berlawanan, kalau okulasi ke-2
      Membersihkan tali plastik dengan        masih gagal dalam 3 minggu berikutnya
cara dipegang dengan jari direntangkan        kita dapat mengulang untuk yang terakhir
dan diketek-ketek atau digerakan biar         kali atau yang ke-3 berjarak sepanjang
menjadi ber-sih, jangan dilap. Biasanya       silet pada sisi yang berlawanan dengan
kan-tong plastik yang habis kita iris         okulasi ke-2 atau sama sisi dengen
menjadi tali plastik, kita gosok-gosokan ke   okulasi ke-1. Kalau itupun gagal kita bisa
telapak tangan kita biar tidak licin/lebih    gunakan alternatif dengan teknik
kesat.                                        sambung pucuk atau kita menunggu
                                              tanaman tumbuh lebih tinggi. Tetapi
4) Cara okulasi                               jangan melakukan okulasi 2 atau 3
                                              sekaligus pada tanaman karena itu akan
a) Perlakuan pendahuluan                      membuat stress tanaman.
                                                   Panjang silet sekitar 4 cm, sehingga
     Batang bawah dengan polybagnya           jarak tempat okulasi pertama adalah
dipegang dan diangkat sedikit keatas lalu     setinggi sekitar 12 cm di atas batas akar
ditekan miring ke bawah sehingga posisi       dan batang. Buang daun dibawah posisi

Teknik Pembenihan Tanaman                                                           58
tempat sayatan, untuk memudahkan            adalah sisi bawah yang bersih, karena
penempelan atau tidak menghalangi           syarat mutlak agar tempelan jadi adalah
pandangan.                                  pola mata entres harus melekat/
     Penyayatan kulit batang bawah          menempel rapat pada sisi bawah dan
mendatar selebar 3-4 mm dengan 2 atau       salah satu sisi samping, sedangkan sisi
3 kupasan, tergantung pada besar            atas dan sisi samping lainnya tidak
kecilnya diameter batang bawah dan          melekatpun tidak apa-apa, tetapi lebih
diseimbangkan dengan besar kecilnya         sempurna kalau semua sisi menempel
entres, lalu ditarik ke bawah sepanjang     rapat (tetapi keadaan tersebut sulit
lebih kurang 1,5-3 cm, sehingga menjulur    dicapai). Ukuran sayatan mata tempel
seperti lidah. Sayatan ini kemudian         sedikit lebih kecil dari ukuran sayatan
dipotong ¾ panjangnya atau menyisakan       batang bawah.
sedikit sayatan (<1/3 bagian) cukup untuk        Batang disayat agak dalam sehingga
tempat menahan sayatan atau pola mata       menembus kayu. Tangan kiri memegang
entres.                                     ranting yang mau diambil mata entresnya,
                                            ibu jari tangan kiri menahan ranting dan
c) Pengambilan mata entres                  membantu mendorong ke arah atas saat
                                            silet ditangan kanan mulai bergerak
     Kriteria mata entres yang baik dari    membuat sayatan menembus kayu,
segi ukuran:                                panjang sayatan sekitar 0.5-1 cm diatas
 Mata entres yang sudah plast/mekar        mata entres dan 0.5-1 cm dibawah mata
     (tidak bagus).                         entres (sayatan mata entes se-panjang
 Mata entres yang besar tapi belum         sekitar 1-1.5 cm), sayatan untuk
     plast/sedang/bentuknya         sudah   pengambilan entres harus dengan satu
     menonjol (terbaik untuk ditempel).     gerakan mulus searah dan tidak boleh
 Mata tunas kecil/dormant/ istirahat       dengan gerakan terputus-putus.
     (dapat digunakan tapi agak lama             Setelah sayatan melewati mata
     melekatnya dan pertumbuhannya          entres, kemudian membuat kerat-an
     juga relatif lama).                    melingkar mengarah miring ke dalam
     Kriteria mata entres yang baik dari    menghubungkan kedua sisi sayatan
segi pengerjaan dan bentuk:                 bidang pola mata entres, untuk
 Mudah dikupas (menandakan bawah           memisahkan mata entres dengan kayu
     kambiumnya/ jaringannya aktif).        dengan cara mengait pola dengan ujung
 Kelihatan ernas/ sehat/ segar.            silet atau dengan kuku jari dengan
 Diambil dari ranting yang berdiameter     sontekan halus sehingga terlepaslah kulit
     2-4 mm, atau diameternya sama          yang membawa mata entres dengan kayu
     dengan batang bawah.                   dan sayatan kayu tidak terlepas dari
 Warna kulit sama dengan warna kulit       ranting.
     batang        bawah    (menunjukkan         Apabila ranting yang terdapat mata
     kesesuaian secara fisiologis).         entres terlalu kecil, biasanya sayatan ikut
                                            melepaskan kayu terikut dengan sayatan,
     Pengambilan/pengupasan pola mata       kalau itu terjadi kita masih dapat
entres dari atas ke bawah, karena yang      memisahkan mata entres dengan kayu
dilekatkan/yang menjadi faktor penentu      tersebut dengan sontekan ujung silet
tingkat keberhasilan adalah lekatan pola    yang hatihati. Kemudian rapihkan irisan
entres bagian bawah rapat dengan pola       sisi bawah entres untuk menghindari
jendela di batang bawah. Atau dengan        irisan sisi bawah entres dari kotoran atau
kalimat lain bahwa yang diperlukan          infeksi, yang menjadi perhatian pola

Teknik Pembenihan Tanaman                                                          59
sayatan mata entres harus bersih dari          bawah mata entres menuju bagian atas
kayu dan apabila dilihat tidak                 mata entres, ikat arah menyilang menuju
meninggalkan lubang di bekas kulit mata        bawah mata entres, ikat bagian bawah
entres, maka sayatan pola mata entres          mata entres, kembali menyilang ke atas
tersebut siap untuk ditempelkan.               mata entres usa-hakan sekitar mata
                                               entres terikat sempurna sehingga air tidak
c) Menempelkan mata entres ke                  ma-suk ke dalam tempelan. Lanjutkan
   sayatan batang bawah                        pengikatan ke arah atas sampai ikatan
                                               menutupi 0.5 cm diatas luka sayatan
     Ambil sayatan mata entres,                batang bawah, lalu kunci ikatan dan tarik
masukkan,        lekatkan,  tempelkan,         tali plastik dan potong/rapikan sisa tali
tancapkan dan tekan entres pada sisa           plastik.
sobekan di batang bawah. Prinsipnya                 Mata entres yang besar atau
semakin cepat penem-pelan dari                 menonjol, semisal pada durian tidak
pengambilan entres semakin baik, persen        ditutup tali plastik saat pengikatan,
jadinya makin tinggi.                          tangkai daun dipotong penuh/biasanya
                                               tangkai daunnya sudah tanggal dengan
d) Pengikatan                                  sendirinya bila mata entres sudah besar.
                                               Mata entres yang masih kecil ditutup
     Ambil tali dan tarik tali plastik yang    dengan tali plastik, tetapi disiasati dengan
disiapkan untuk pengikatan, pengikatan         menyisakan potongan tangkai daun
dari bawah tempelan melingkar ke atas          dibawahnya agak panjang sedikit,
dimulai sekitar 0.5 cm di bawah                sehingga walaupun di tutup tapi sisa
sayatan/jendela, tali plastik disusun saling   potongan tangkai daun masih mam-pu
tindih seperti menyusun genting,               melindungi mata entres kecil dari tekanan
pengikatan dengan hatihati jangan terlalu      pengikatan tali plastik sehingga cukup
kencang (mengganggu proses penyatuan           ruang untuk tumbuh dan mata entres
batang bawah dan entres), atau kurang          tidak patah. Jika mata tunasnya tidak
kencang/ kendur (air bisa masuk ke luka        menonjol seperti pada mangga dan jeruk,
tempelan,       sehingga         menginfeksi   mata tunas boleh ditutup rapat dengan
tempelan) gunakan perasaan da-lam              pita plastik.
pengikatan. Pengikatan di dekat mata
entres harus lebih hati-hati, ikat bagian




                        A                                       B




Teknik Pembenihan Tanaman                                                              60
                        C                                                    D

                                                 Gambar 3.17.
       Proses Pembibitan duria dengan teknik sambung, A. Menyiapkan alat dan bahan, B. Menyediakan biji
                             durian untuk batang bawah C. Mencampur media semai, D. Mengisi polybag
                                                     untuk menyemai biji durian




                       E
                                                                           F




                       G                                                   H



Teknik Pembenihan Tanaman                                                                             61
                                                                          J
                       I
                                         Gambar 3.17 (Lanjutan)
           E. Menyemai biji durian untuk batang bawah, F. Memberi pupuk untuk batang bawah,
           G. Memelihara batang bawah, H. Menyiapkan calon entres, I. Menyayat batang bawah
                        untuk menempelkan entres, J. Menyiapkan calon entres.




                       K
                                                                          L




                       M                                                 N



Teknik Pembenihan Tanaman                                                                     62
                       O                                                    P

                                       Gambar 3.17 (Lanjutan).
       K. Mengambil entres, L. Menyelipkan entres, M. Membalut entres, N. Membalut dan mengikat
                        entres, O. Memelihara entres, P. Dari entres akan tumbuh menjadi tunas baru.




                                                                            R
                       Q




                       S                                                    T

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                              63
                                                                           V
                       U
                                           Gambar 3.17 (Lanjutan)
        Q. Tunas baru tumbuh dan berkembang, R. Mengendalikan gulma OPT selama pemeliharaan
         tunas baru, S. Daun tunas muda bertambah, T. Dari tunas muda tumbuh ranting serta daun
               baru, U. Bibit hasil okulasi dipelihara secara kontinu, V. Bibit siap dipasarkan.

5) Kegiatan sesudah okulasi                                   Setelah    mata    tunas     okulasi
                                                         mempunyai 2-3 helai daun yang dewasa
a) Deteksi keberhasilan okulasi
                                                         dan siap berfotosintesis, lakukan
     Untuk mendorong tumbuhnya mata                      pemotongan kira-kira 2-3 cm di atas mata
tunas atau pertumbuhan batang bawah                      okulasi batang bawahnya.            Agar
seimbang antara pertumbuhan keatas                       pertumbuhan mata tunas batang atas
dan menyamping, sehingga cukup                           tidak terganggu, tunas yang tumbuh dari
makanan untuk proses melekatnya                          batang bawah harus dibuang.
tempelan entres, dilakukan pemotongan
pucuk (titik tumbuh) batang bawah                        b) Pemeliharaan bibit setelah okulasi
setelah penempelan.         Biasanya 2-3
minggu kemudian mata okulasi mulai                            Penyiraman paling lama 2 hari sekali,
tumbuh dan dimulailah pembukaan                          dilihat ada tidaknya hujan, yang harus
entres. Kita buka ikatan paling atas                     diingat bahwa tanaman yang kita tempel
dengan silet dan dilanjutkan dengan                      mengalami pelukaan/stress sehingga
memutar tali ikatan berlawanan dengan                    memerlukan makanan, air dan perawatan
arah pengikatan secara perlahan dan                      yang lebih. Pemupukan dapat dilakukan
hati-hati ke arah ikatan yang lebih bawah.               dengan menggunakan pu-puk daun
     Tanda dari keberhasilan okulasi                     seperti Atonik, Metalik atau Gandasil D
adalah mata entres yang ditempelkan                      dengan kon-sentrasi 2 cc/l air atau meng-
tetap hijau, segar, tidak kering, atau tidak             gunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan
patah. Mata tunas tumbuh, kalaupun                       konsen-trasi 1-2 g/l air. Pemberian pupuk
belum kelihatan tumbuh dapat dengan                      ini dilakukan seminggu sekali. Selain itu
menggores sedikit permukaan sayatan                      pemupukan dapat juga diberikan melalui
mata entres yang kita tem-pel apabila                    tanah dengan dosis 1-2 gram per
tetap segar/hijau berarti tempelan jadi.                 tanaman yang dilakukan sebulan sekali.
Tempelan yang gagal mata tempelnya                       Penyemprotan dengan insektisida apabila
akan berwarna coklat kehitaman.                          terdapat hama. Biasanya hama yang
                                                         menyerang tanaman di pembibitan adalah

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                          64
kutu perisai, kutu putih dan ulat daun.      tanaman yang sulit dengan          cara
Insektisida yang di-gunakan, misalnya        sambungan dan okulasi.
Supracide 25 WP, Decis 2.5 EC, Reagent
50 SC atau Decis 2.5 EC, Matador,            1) Tipe penyusuan
Kanon dengan konsentrasi 2 cc/l air.
Perlu ditambahkan perekat semisal                Susuan duduk untuk mendekatkan
Suntick, apabila penyemprotan pada           batang bawah dengan cabang induknya
musim hujan.                                 dibuat parapara dari bambu. Batang
     Penyemprotan dengan fungisida           bawah kemudian ditaruh diatas para-para
apabila terdapat serangan penyakit           dan disusukan dengan cabang pohon
lodoh/busuk daun, gejala bercak-bercak       induk. Susuan gantung disebut demikian
hitam pada permukaan daun, daun              karena batang bawah yang akan
melipat dan melekat satu sama lainnya,       disusukan didekatkan dengan cabang
selan-jutnya daun menjadi kecoklatan,        pohon induk dengan posisi menggantung.
kering dan mati. Biasanya penyakit yang      Dan polybag batang bawah kita ikatkan
menyerang tanaman di pembibitan              pada cabang batang atas.
terutama     yang    disebabkan     oleh
Rhizoctonia sp, Phytophthora sp,             2) Cara melakukan susuan
Fusarium sp dan Phytium sp. Bibit yang
terserang supaya tidak menular segera             Batang bawah disayat dengan
dipisahkan dari kelompok yang masih          kayunya sepanjang 2-3 cm, kira-kira 1/3
sehat, kemudian seluruh bibit disemprot      diameter batang.       Hal yang sama
dengan Antracol 70 WP, Dithane M-45 80       dilakukan untuk ca-bang batang atasnya
WP, Benlate dengan konsentrasi 2 cc/l        yang belum dipotong dari induk.
atau 2 g/l air. Penyemprotan diulang         Keduanya kemudian dilekatkan tepat
seminggu sekali.                             pada bagian yang disayat. Pada waktu
                                             melekatkan harus diperhatikan agar
e. Penyusuan                                 kambium entres dan batang bawahnya
                                             berhimpit. Posisi susuan bisa duduk atau
     Istilah penyusuan (approach grafting)   menggantung.       Pemotongan     entres
merupakan cara penyambungan di mana          dilakukan setelah pertautan berhasil.
batang bawah dan batang atas                 Biasanya setelah 3-4 bulan. Tan-danya
masingmasing         tanaman        masih    ada pembengkakan disekitar batang yang
berhubungan dengan perakarannya.             diikat. Agar cabang entres tidak kaget
Keuntungan dari teknik ini adalah tingkat    atau stres sebaiknya pemotongan dari
keberhasilan tinggi, tetapi pengerjaannya    induk dilakukan secara bertahap
agak merepotkan, karena batang bawah         sebanyak tiga kali.       Selang waktu
harus selalu didekatkan kepada cabang        pengeratan pertama ke berikutnya adalah
pohon induk yang kebanyakan berbatang        seminggu. Pada pengeratan pertama
tinggi.                                      setelah terjadi pembengkakan cabang
     Kerugian lainnya bahwa penyusuan        entres dikerat 1/3 diameter cabang.
hanya dapat dilakukan dalam jumlah           Minggu ke-dua 2/3 diameter cabang.
sedikit atau terbatas, tidak sebanyak        Minggu ketiga susuan dipotong lepas.
sambungan atau menempel dan akibat            Pengupasan batang atas dan batang
dari penyusuan bisa merusak tajuk pohon           bawah
induk. Oleh karena itu penyusuan hanya        Penyatuan batang atas dan batang
dianjurkan terutama untuk perbanyakan             bawah


Teknik Pembenihan Tanaman                                                         65
                                                      B
A                                                                                        C




                 D

                                         E

                                                 Gambar 3.18.
       Proses Pembibitan dengan teknik penyusuan, A. Pengupasan batang atas dan batang bawah, B.
        Penyatuan batang atas dan batang bawah, C. Pengikatan batang atas dan batang bawah, D.
          Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan, E. Hasil teknik
                                               penyusuan duduk




                                          Gambar 3.18 (Lanjutan)
                                           Hasil teknik penyusuan



Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                66
Tabel 3.1. Perbanyakan beberapa tanaman buah-buahan dengan cara vegetatif
Jenis tanaman       Okulasi   Sambung      Penyusuan     Stek Cangkokan

Alpukat                    +            +            +           0            +
Belimbing                  +            +            +           -            0
Cempedak                   +            +            +           -            0
Duku                       0            +            +           -            0
Durian                     +            +            +           -            0
Jambu air                  +             -           +           +            +
Jambu biji                 +            +            +           +            +
Jambu bol                  -            +            +           0            +
Jeruk                      +            +            +           +            +
Kapulasan                  +             -           +           _            +
Mangga                     +            +            +           0            +
Manggis
Melinjo
Nangka                                                           -            -
Rambutan                   +
Sirsak
Sukun                      +            +            +           +            +
Keterangan : (+) baik (o) kurang baik (-) gagal

    Pengikatan batang atas dan batang                 Penyemprotan dengan fungisida
     bawah                                        dilakukan apabila terdapat serangan
    Pengikatan telah selesai dan perlu           penyakit. Biasanya penyakit yang
     diberi satu ikatan lagi untuk                menyerang tanaman di pembibitan
     menguatkan                                   terutama      yang     disebabkan    oleh
    Hasil teknik penyusuan duduk                 Rhizoctonia sp, Phytophthora sp,
    Hasil teknik penyusuan gantung.              Fusarium sp dan Pythium sp. Bibit yang
                                                  terserang supaya tidak menular segera
3) Pemeliharaan bibit tanaman hasil               dipisahkan dari kelompok yang masih
   susuan.                                        sehat, kemudian seluruh bibit disemprot
                                                  dengan Antracol 70 WP, atau Dithane M-
     Setelah bibit susuan siap disapih            45 80 WP dengan konsentrasi 2 cc/l atau
maka pemeliharaan benih susuan                    2 g/l air. Penyemprotan diulang seminggu
dilakukan dengan cara-cara sebagai                sekali.
berikut. Pemeliharaan bibit pada umunya                Pemupukan dapat dilakukan dengan
adalah penyemprotan dengan insektisida            menggunakan pupuk daun seperti Atonik,
apabila terdapat hama. Biasanya hama              Metalik atau Gandasil D dengan
yang menyerang tanaman di pembibitan              konsentrasi 2 cc/l air atau menggunakan
adalah kutu perisai, kutu putih dan ulat          pupuk       NPK     (15:15:15)    dengan
daun. Insektisida yang digunakan,                 konsentrasi 1-2 g/l air. Pemberian pupuk
misalnya Supracide 25 WP, Decis 2,5 EC,           ini dilakukan seminggu sekali. Selain itu
Reagent 50 SC atau Decis 2.5 EC                   pemupukan dapat juga diberikan melalui
dengan konsentrasi 2 cc/l air.                    tanah dengan dosis 1-2 gram per
                                                  tanaman yang dilakukan sebulan sekali.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                               67
     Penyiraman bibit pada musim           diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit
kemarau biasanya dilakukan setiap dua      enten, okulasi dan susuan. Pada
hari sekali,sedangkan pada musim hujan     perbanyakan dengan cara mencangkok
disesuaikan. Penyiraman bibit ini          batang bawah tidak diperlukan karena
dilakukan dengan menggunakan gembor        pada cara ini perakaran keluar langsung
air.                                       dari cabang pohon induk yang dicangkok.
     Pengairan sistem genangan atau        Sedangkan cara stek pada prinsipnya
bahasa       Jawanya     dilep   apabila   menumbuhkan bagian atau potongan
pembibitannya dilakukan dalam polybag      tanaman, sehingga menjadi tanaman baru
yang ditaruh di sawah, maka cara           menumbuhkan bagian atau potongan
penyiraman dengan menutup saluran          tanaman, sehingga menjadi tanaman
pembuangan        air,   kemudian    air   baru. Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain
dimasukkan ke areal pembibitan sampai      berbuahnya persis sama dengan
media di polybag menjadi basah.            induknya, bibit juga berumur genjah
Pemasukan air ini sebaiknya dilakukan      (cepat berbuah). Tanaman manggis asal
pada waktu sore/ malam hari ketika suhu    bibit susuan berbuah lima tahun setelah
tanah tidak tinggi. Lama perendaman 1-2    tanam, sedangkan bibit yang berasal dari
jam dengan tinggi air cukup ¾ tinggi       biji baru berbuah 10-15 tahun setelah
polybagnya.                                tanam. Bibit durian okulasi bisa berbuah
     Penyiangan rumput pengganggu          4-6 tahun setelah tanam, sedangkan bibit
(gulma), karena rumput selalu bersaing     asal biji berbuah lebih dari 10 tahun
dengan bibit dalam pengambilan hara,       setelah tanam.
ruang tempat tumbuh, air dan sinar              Beberapa jenis tanaman buah-
matahari.                                  buahan tertentu sampai saat ini hanya
                                           berhasil diperbanyak dengan cara tertentu
3.5.      Pemilihan Teknik Perbanyakan     pula. Ada jenis tanaman tertentu yang
          Vegetatif                        tidak bisa diokulasi karena banyak
                                           mengandung getah. Rambutan dan
     Ada lima cara perbanyakan vegetatif   kapulasan selalu gagal kalau disambung
buatan untuk tanaman buah yang sudah       (enten) karena pengaruh asam fenolat
dikenal oleh para penangkar bibit dan      yang teroksidasi dapat menimbulkan
petani yaitu cara penyambungan, okulasi,   pencoklatan (browning).
penyusuan, cangkok dan stek. Pada tiga          Resin dan asam fenolat ini bersifat
cara yang pertama dikenal adanya istilah   racun terhadap pembentukan kalus.
batang bawah dan batang atas.              Sedangkan contoh lainnya adalah
     Batang bawah berupa tanaman yang      belimbing dan manggis yang sulit sekali
biasanya berasal dari biji. Tanaman dari   berakar bila dicangkok karena kalusnya
biji sengaja dipilih karena mempunyai      hanya menggumpal dan tidak mampu
keunggulan dari segi erakarannya, yakni    membentuk inisiasi (bakal) akar.
tahan cendawan akar dan mempunyai               Dalam       perbanyakan       vegetatif
perakaran yang banyak serta dalam,         tanaman buah-buahan, ada cara
sehingga tahan terhadap kekeringan dan     perbanyakan tertentu yang lebih
kondisi tanah yang becek. Sedangkan        menguntungkan bila dilakukan pada jenis
batang atas berupa ranting atau mata       tanaman tertentu pula, sehingga cara
tunas dari pohon induk yang mempunyai      perbanyakannya menjadi cepat dan
sifat unggul terutama dalam produksi dan   efisien. Tanaman manggis dan belimbing
kualitasnya. Dari hasil menggabungkan      akan      lebih    menguntungkan        bila
sifat batang bawah dan batang atas ini     diperbanyak dengan cara enten,

Teknik Pembenihan Tanaman                                                          68
 sedangkan         tanaman          durian       disarankan sebagai alternatif terakhir
 menguntungkan bila diperbanyak dengan           dalam perbanyakan tanaman buah-
 cara okulasi. Perbanyakan tanaman               buahan seperti pada perbanyakan
 buah-buahan dengan cara penyusuan               tanaman jenis nangka kandel yang
 walau keberhasilannya tinggi, tetapi            keberhasilannya kurang dari 20% bila
 kurang praktis dalam pengerjaannya,             diperbanyak dengan cara enten atau
 sehingga bibit yang dihasilkan per satuan       okulasi. Dengan diketahuinya cara
 waktu menjadi sedikit. Sebagai contoh           perbanyakan yang lebih menguntungkan
 seorang pekerja yang sudah terampil             untuk masing-masing tanaman buah-
 mengokulasi durian, dalam sehari (8 jam         buahan, maka akan diperoleh efisiensi
 kerja) bisa mengokulasi 350-400                 tinggi dalam pengadaan bibit buah-
 tanaman, sedangkan untuk penyusuan              buahan secara masal, walaupun dengan
 hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan            menggunakan cara konvensional.
 sehari. Oleh karena itu perbanyakan
 dengan     cara     penyusuan       hanya

 Tabel 3. 2. Persentase keberhasilan cara perbanyakan okulasi, enten dan penyusuan pada
            beberapa tanaman
 Jenis tanaman                        Okulasi           Enten              Penyusuan
 Alpukat                                    40-70             50-80            70-100
 Belimbing                                  40-60             60-90            60-100
 Duku                                        0-10             40-60             40-80
 Durian                                     60-80             20-60            60-100
 Jeruk                                      60-70             70-85             60-90
 Kapulasan                                  10-40               0               40-80
 Mangga                                     40-70             60-90            60-100
 Manggis                                      0               50-80             50-80
 Melinjo                                    70-80             80-90            70-100
 Rambutan                                   30-70               0              60-100
 Sawo                                         0               70-80             60-90

 Sumber : Sunaryono (1987) dan Wijaya (1990)
 Keterangan : nilai dalam persen (%)


a. Tips Membeli Bibit Tanaman                         Penjual bibit yang dapat dipercaya
                                                 memiliki ciri sebagai berikut: Trdaftar di
     Bibit yang siap untuk ditanam               Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih
manfaatnya akan dapat dinikmati setelah          (BPSB).
beberapa bulan atau beberapa tahun.               Bibit yang dijualnya telah bersertifikat
Dengan demikian kesalahan dalam                   Memiliki pembibitan sendiri atau
membeli bibit ini akan berakibat fatal bukan          mengetahui dengan pasti asal
hanya berupa kerugian ekonomi tetapi juga             penangkarnya               sehingga
kerugian tenaga dan waktu. Ada beberapa               memudahkan melacak keaslian
kiat dalam pembelian bibit yang harus                 varietasnya.
diperhatikan baik itu faktor teknis maupun            Mengetahui secara pasti varietas
faktor non teknis.                               bibit yang dijualnya. Memiliki tempat

 Teknik Pembenihan Tanaman                                                             69
penjualan permanen (mangkal) sehingga           Pada tanaman buah yang memiliki
memudahkan bagi pembeli yang akan               percabangan banyak, biasanya cabang
komplain.                                       tumbuh ke segala arah secara merata.
                                                Pada pucuk tanaman dan ujung ranting
1)     Membeli bibit yang unggul atau baik      tampak kuncup daun yang menandakan
       kualitasnya                              adanya pertumbuhan.

      Induk yang baik berasal dari varietas     2) Pengemasan dan pengakutan benih.
unggul, sehat dan telah cukup umur (lebih
baik kalau pohon induk sudah                          Untuk bibit yang dikirim dalam bentuk
berproduksi). Untuk memastikan bahwa            stump (cabutan), pengirimannya tidak ada
bibit tersebut berasal dari induk yang baik,    masalah karena beberapa bibit bisa saja
cara yang paling baik adalah dengan             dibungkus dengan batang pisang atau
mengetahui sendiri secara langsung              bahan lain yang bersifat lembab,
tanaman induk bibit tersebut. Hal ini tidak     sehingga akarnya tidak kering, semisal
sulit dilakukan jika penjualnya telah dikenal   bibit jeruk dan jati.
baik oleh pembeli. Pada kondisi seperti ini           Pengemasan bibit yang peka, seperti
biasanya pembeli tahu betul kondisi "dapur      bibit durian, dapat dilakukan dengan cara
produksi" produsen bibit tersebut. Jika         mengeluarkan          setengah     tanahnya,
tidak memungkinkan untuk mengetahui             kemudian ditambahkan serbuk kelapa
secara langsung kondisi tanaman                 (cocopeat). Untuk menghilangkan stres,
induknya, upaya yang dapat dilakukan            sebelum diangkut bibit diletakkan dahulu
adalah meminta informasi sebanyak               di bawah naungan dan disiram untuk
mungkin kepada penangkar tentang induk          adaptasi. Setelah satu minggu biasanya
tanaman tersebut. Untuk mengetahui              bibit sudah segar kembali dan dapat dipak
varietas bibit tersebut, dapat dilakukan        dalam peti berventilasi untuk dikirim.
dengan pengidentifikasian ciri-ciri spesifik    Dengan cara pengepakan seperti ini,
varietas tersebut. Bibit sehat dan              maka bibit dalam polybag yang semula
berpenampilan baik                              beratnya 4-7 kg/bibit menjadi0,5-1
      Dalam memilih bibit tanaman, yang         kg/bibit.
perlu diperhatikan pertama kali ialah                 Mengeluarkan setengah tanahnya
pertumbuhan batang, cabang dan                  dan ditambah dengan gel (Agrosoft),
daunnya. Selanjutnya dapat diperhatikan         kemudian polybag diikat. Keadaan ini
juga penampakan luarnya, apakah ada             membuat bibit mampu bertahan sampai
gejala serangan hama dan penyakit atau          4-7 hari tanpa penyiraman · Pengepakan
tidak.                                          tanpa mengurangi media tanam, biasanya
      Bentuk batang dan cabang dipilih          untuk angkutan darat.
yang baik, kelihatan mulus dan kokoh,                 Pengangkutan benih vegetatif harus
tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek   direncanakan dengan baik.              Pada
sesuai dengan umurnya. Tanaman yang             umumnya apabila benih akan diangkut
kerdil biasanya kelihatan pendek dari yang      dengan pesawat, tidak terlalu khawatir
seharusnya. Ada pula bibit yang                 terhadap kerusakan karena kekurangan
pertumbuhan tingginya terlalu pesat,            air (kekeringan).
sedangkan batangnya kelihatan kecil dan               Yang harus diperhatikan adalah
terkesan kurang kokoh.                          apabila benih vegetatif akan diangkut oleh
      Perlu diperhatikan bahwa bibit yang       angkutan darat atau laut yang
baik biasanya memiliki batang utama yang        membutihkan waktu relatif lama (lebih dari
lurus dan tumbuh tegak, tidak melengkung.       4-7 hari)         maka harus dilakukan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                               70
pengepakan benih dengan batuan bahan-            berbeda ciri tanamannya. Padahal
bahan yang dapat mengurangi penguapan            varietas sitokong yang resmi dilepas
air dan respirasi. Salah satu tekniknya          Menteri Pertanian pada tahun 1984,
adalah dengaan cara membungkus semua             hanya ada satu jenis. Sedangkan
benih dengan daun/ pelepah pisang dan            selebihnya adalah jenis-jenis durian yang
polibag benih ditutup dengan serbuk              tidak diketahui asal-usulnya yang diberi
gergaji basah (ringan tetapi benih tetap         nama sitokong.             Hal tersebut
lembab) dan benih siap untuk dipcking dan        menunjukkan bahwa pengawasan cara
dikirim.                                         perbanyakan bibit perlu diperketat agar
                                                 tidak mengecewa-kan para pembeli bibit.
     Pada kondisi yang lebih modern,             Investasi pohon buah-buahan merupakan
plastik pengepak benih diisi N2 atau             investasi jangka panjang, sehingga bila
divacuum sehingga tidak terjadi proses           seseorang membeli bibit palsu, baru
respirasi dan benih akan aman selama             diketahui 4-5 tahun yaitu pada saat pohon
masa pengankutan.                                tersebut menghasilkan buah. Kerugian
                                                 uang, tenaga dan waktu akan
3.6. Sertifikasi Benih                           menimbulkan         kekecewaan       yang
                                                 mendalam,         sehingga       akhirnya
     Masalah yang perlu diperhatikan             menghambat usaha tanaman buah-
dalam usaha pembibitan adalah upaya              buahan. Oleh karena itu dianjurkan
registrasi dan sertifikasi varietas bibit yang   membeli bibit yang telah diketahui ciri-ciri
yang akan disebarkan kepada masya-               atau bibit yang berlabel.
rakat. Pohon induk untuk sumber mata
tunas (entres) harus diregistrasi terlebih       a. Sertifikasi dan pelabelan benih
dahulu oleh petugas Balai
     Pengawasan dan Sertifikasi Benih                Cara melakukan sertifikasi adalah
(BPSB). Dasar dari Sertifikasi benih             sebagai berikut:
adalah:                                           Penangkar harus memberi tahu
 Undang-undang Nomor 12 Tahun                       rencana penangkarannya kepada
     1992, tentang Sistem Budidaya                   BPSB selambatlambatnya satu
     Tanaman.                                        minggu sebelum dimulai pelaksanaan
 Peraturan         Pemerintah       Republik        perbanyakan bibit.
     Indonesia      Nomor        44      tahun    Pengisian formulir tentang rencana
     1995,Tentang Perbenihan Tanaman.                dan jumlah bibit yang akan
 Undang-undang Nomor 22 Tahun                       diproduksi, disesuaikan dengan
     1999, tentang Pemerintah Daerah.                kemampuan pohon induk dan tenaga
                                                     yang tersedia. Bila penangkar akan
      Tujuan registrasi pohon induk buah-            mengambil entres dari pohon induk
buahan adalah untuk menjamin kebenaran               milik orang lain, maka pada
bibit yang dihasilkan dari pohon induk yang          pengajuannya dilengkapi dengan
bersangkutan secara hukum (yuridis),                 surat persetujuan dari pemilik pohon
sehingga konsumen tidak dirugikan.                   induk.
Tujuan lainnya adalah untuk menjamin              Setelah pemohonan diterima BPSB
kebenaran suatu varietas. Sebagai contoh             maka      petugas     BPSB      akan
adalah tentang banyak beredarnya                     melakukan               pemeriksaan
varietas sitokong yang berlainan. Jika               pendahuluan tentang: kepastian letak
diperhatikan, mungkin dapat dikumpulkan              atau areal penangkaran. Kebenaran
sekitar selusin varietas sitokong yang

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                71
     varietas pohon induk.        Perkiraan     pendapatan negara yang harus disetor
     jumlah bibit yang akan diperbanyak.        langsung ke kas negara. Untuk
    Setelah diperiksa baru dilakukan           pembuatan dan pencetakan label merah
     perbanyakan bibit.                         muda biayanya antara Rp 200 tergantung
                                                negoisasi dengan petugas BPSB tentang
     Pada         waktu       pelaksanaan       mutu kertas dan cetakan label tersebut,
perbanyakan, petugas BPSB akan                  sedangkan untuk label putih biayanya Rp
mengawasi tentang:                              600,- karena mutu kertasnya lebih baik.
 Kebenaran pohon induk yang                    Khusus untuk bibit jeruk bebas CVPD,
     digunakan.                                 label hanya berlaku untuk jangka wak-tu
 Kebenaran entres yang digunakan.              tiga bulan, setelah itu bibit harus diperiksa
 Mengetahui jumlah tanaman yang                ulang tentang kese-hatannya. Bibit yang
     diperbanyak.                               dinyatakan sehat baru bisa diberi label
 Memeriksa cara perbanyakannya                 lagi dengan biaya Rp 20 per bibit. Selain
     (okulasi,      sambung,      cangkok,      label merah muda yang sudah sering kita
     penyusuan).                                lihat di lapang untuk bibit unggul yang
 Pada akhir pemeriksaan menjelang              sudah dilepas melalui SK Menteri
     pelabelan, dilakukan pemeriksaan lagi      Pertanian, sebenarnya ada label biru
     tentang jumlah bibit yang tumbuh           untuk varietas unggul lokal yang belum
     dengan baik dan layak untuk diberi         dilepas melalui SK Menteri dan yang
     label.                                     terakhir adalah label putih yang
 Entahah itu penangkar mengajukan              dikhususkan untuk bibit unggul yang
     permohonan seri label.                     sudah dilepas melalui SK Menteri
                                                Pertanian dan bibit tersebut ditanam
 Label diisi dan diajukan ke BPSB
                                                dengan tujuan dijadikan pohon induk
     untuk diberi nomer seri dan dilegalisir.
                                                sebagai sumber mata entres.
     Di dalam label yang warnanya merah
                                                     Khusus label putih pemeriksa-an
     dimuat data: (Gambar 10 dan Gambar
                                                lebih teliti menyangkut jenis varietas
     11)
                                                batang atas harus berasal dari pohon
 Nama dan alamat penangkar,
                                                induk yang sudah terdaftar dan varietas
 Asal bibit.                                   batang bawah dan dikeluarkan dengan
 Jenis tanaman.                                sepengetahuan BBI (Balai Benih Induk).
 Varietas batang bawah.                        Sedangkan batang bawah untuk label
 Varietas batang atas.                         merah vaietasnya bisa "sapuan" asalan.
 Tanggal pemasangan label.
 Gambar 10. Label merah yang
     dikeluarkan BPSB
     Besarnya biaya sertifikasi telah
ditentukan sesuai SK Direktur Jenderal
Tanaman Pangan. Sebagai contoh, untuk
perbanyak-an jenis tanaman buah-buahan
di wilayah Jawa Barat dan Jakarta,
terutama varietas buah-buahan yang
                                                    Gambar 3.19. Contoh Label Merah yang
sudah dilepas oleh Menteri Pertanian,                dikeluarkan BPSB untuk benih durian.
biayanya adalah Rp 20 per bibit batang
bawah yang diajukan dalam pemeriksaan                  Sebagai tindak lanjut dari
lapang. Penerimaan hasil pemeriksaan            pemberian label bagi bibit unggul perlu
bibit yang diperoleh BPSB ini merupakan         disertakan informasi atau data mengenai

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                   72
daerah penanaman yang cocok untuk bibit       berupa penemuan bibit unggul varietas
tertentu. Keterangan mengenai varietas        baru, perlu diimbangi dengan kemajuan
tertentu cocok ditanam di dataran rendah      pengetahuan petani mengenai cara-cara
atau dataran tinggi dan jenis tanah apa       bercocok tanam yang lebih baik.
yang paling cocok, perlu diketahui oleh       Peningkatan       pengetahuan      dapat
para petani dan konsumen yang ingin           diperoleh dengan membaca tulisan atau
menanam bibit unggul tersebut. Pada           artikel pada majalah pertanian, mengikuti
dasarnya bibit unggul memerlukan              kursus dan seminar atau menjadi anggota
lingkungan tumbuh yang spesifik, agar         dari suatu perkumpulan hortikultura.
buah yang dihasilkannya benar-benar           Dengan mengadakan pertemuan yang
unggul. Misalnya durian petruk yang asli      teratur dapat dibahas masalah baru yang
berasal dari Jepara, Jawa Tengah, kurang      ditemukan di lapangan dan dicarikan jalan
memuaskan jika ditanam di daerah Bogor,       keluarnya. Pengalaman pngalaman
Jawa Barat. Hal ini disebabkan karena         berharga dari sesama rekan petani, dapat
daerah Jepara, Jawa Tengah memiliki           dijadikan modal yang sangat berharga
kondisi iklim yang berbeda dengan daerah      untuk terus maju dalam mengembangkan
Bogor, Jawa Barat. Jepara, Jawa Tengah        usaha hortikultura yang semakin cerah.
mempunyai ketinggian sekitar 50 m di atas     Untuk informasi lebih lengkap tentang
permukaan laut dengan iklim yang kering       tanaman buah varietas unggul yang telah
(curah hujan rendah). Sedangkan kondisi       dilepas dengan SK Menteri Pertanian
tanah dan iklim daerah Bogor adalah           dapat dilihat di Lampiran 1. Deskripsi
lembab dan banyak hujan, sehingga tidak       tanaman buah varietas unggul yang telah
menunjang sifat unggul durian petruk. Bibit   dilepas dengan SK Menteri Pertanian.
yang seharusnya berbuah pada umur lima
tahun, baru berbuah pada umur tujuh           b. Surat Keterangan Pendaftaran
tahun setelah tanam. Informasi seperti ini       Pedagang Benih (SKPPB)
harus diketahui para penanam bibit unggul
buah-buahan agar mereka tidak kecewa di            Dasar dari SKPPB adalah Undang-
kemudian hari.                                undang Nomor 12 Tahun 1992, tentang
     Selama       ini   masih      beredar    Sistem Budidaya Tanaman; Peraturan
kepercayaan bahwa bibit unggul itu akan       Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44
selalu bersifat unggul walaupun ditanam di    tahun       1995,Tentang        Perbenihan
tempat yang sebenarnya tidak cocok.           Tanaman; dan Undang-undang Nomor 22
Bahkan ada anggapan bahwa bibit unggul        Tahun 1999, tentang Pemerintah Daerah.
tidak memerlukan pemupukan dan                Adapun manfaat dari SKPPB adalah:
penyemprotan pestisida, sehingga cukup         Pembibitan tersebut sudah terdaftar
ditanam, ditinggalkan, kemudian akan               secara resmi di BPSB dan berhak
berbuah sendiri dengan lebat. Harapan              menerima        pembinaan      tentang
seperti ini tentunya hanya merupakan               perbenihan dari instansi terkait.
angan-angan dan pasti akan berakhir            Meningkatkan                 kepercayaan
dengan kekecewaan. Bila terjadi hal                konsumen bibit terhadap pembibitan
demikian, maka yang dikambinghitamkan              tersebut.
biasanya adalah si penjual, bahwa bibit        Sebagai            prasyarat       apabila
yang dijual palsu. Padahal pengetahuan             pembibitan mengikuti tender atau
dasar si penanam inilah yang tidak                 menyuplai bibit untuk proyek
memadai untuk menanam bibit-bibit jenis            pemerintah.
unggul tadi. Oleh karena itu perlu             Memudahkan waktu pengurus-an
diingatkan kembali bahwa kemajuan                  labelisasi bibit, walaupun penangkar

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             73
     yang tak memiliki SKPPB pun juga
     bisa mengajukan labelisasi bibit.

     Untuk        memperoleh      SKPPB
Penangkar benih mendaftar di kantor
BPSB Kabupaten atau Kota, kemudian
petugas BPSB melakukan pemeriksaan
lapang pendahuluan tentang:
 Kepastian         letak   atau    areal
     penangkaran.
 Jenis dan varietas tanaman yang
     dibibitkan.
 Kebenaran varietas ponon induk
     sebagai sumber entres.
 Perkiraan jumlah bibit yang akan
     diperbanyak.
     Setelah pemeriksaan selesai dan
terbukti kebenarannya, maka petugas
                                                           Gambar 3.20.
melaksanakan        pemberkasan     untuk
diajukan ke Dinas Pertanian Tanaman                            Gambar
Pangan tingkat Propinsi UPTD Balai          Contoh Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang
Pengawasan dan Sertifikasi Benih                           Benih (SKPPB)
Tanaman Pangan dan Hortikultura, karena
instansi ini yang berwenang mengeluarkan    3.7.   Perlakuan,     pengemasan,
SKPPB. Kalau sudah lengkap berkasnya,              penyimpanan dan penyaluran
SK akan turun sekitar 1 bulan kemudian.            benih.
Biaya pengurusan SKPPB adalah Rp
50.000,- di luar ongkos transportasi bagi        Sebelum benih generatif dijual ke
petugas. SKPPB berisi data                  pasar bebas atau petani, pada umumnya
 Nama perusahaan.                          benih-benih tersebut harus dapat
                                            disimpan dalam jangka waktu yang relatif
 Alamat perusahaan.
                                            lama. Agar kulaitas benih dapat terjaga
 Bentuk/status perusahaan.
                                            dengan baik selama di penyimpanan,
 Nama pemimpin perusahaan.
                                            maka benih harus dilindungan dari
 Alamat pemimpin perusahaan.               gangguan luar, baik berupa gangguan
                                            biologis maupun lingkungan.        Untuk
     Dengan ketentuan bahwa setiap akhir    melindungi benih dari serangan penyakit
tahun harus melapor kembali rencana         dapat dilakukan dengan cara pemberian
pengadaan/ penyaluran benih, bersedia       perlakuan fungisida Ridomil 5 gram/kg
mentaati    peraturan-peraturan      yang   benih genaratif.     Prosedur perlakuan
berlaku. SKPPB ini berlaku selama 2 tahun   fungisida pada benih adalah sebagai
dan sesudahnya harus memperpanjang          berikut.
atau membuat lagi SKPPB tersebut.
                                             Siapkan Ridomil sebanyak 5 ‰ dari
                                                 berat benih yang akan disimpan.
                                             Tambahkan air sedikit demi sedikit ke
                                                 dalam tepung Ridomil kemudian
                                                 campur sampai dengan rata
                                                 sehingga membentuk pasta Ridomil.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            74
    Campurkan benih dengan pasta dan          persyaratan tadi tidak terpenuhi,
     aduk dengan hati-hati sehingga            sebaiknya benih vegetatif disimpan di
     campuran merata.                          dalam gudng dengan ventilasi yang cukup
    Benih genetif yang telah diberi           sehingga pertikaran udara dapat berjalan
     perlakuan Ridomil dikeringanginkan        dengan baik.
     kembali sehingga kadar air benih                Benih-benih yang disimpan dalam
     sebelum diperlakukan dengan setelah       gudang akan didistribusikan apabila
     perlakuan relatif sama.                   terdapat order pembelian. Sebaiknya
    Benih yang tealh diberi perlakuan         penyaluran benih dilakukan sesegera
     dikemas dan dipasang label sertifikasi    mungkin dengan menggunakan metode
     benih.                                    just in time. Benih yang disimpan hanya
                                               benih yang diorder konsumen dan akan
      Benih generatif yang akan disimpan       segera dikirimkan atau didistribusikan.
harus      diperhatikan      kadar   airnya.   Apabila metode distribusi seperti yang
Upayakan agar kadar air berada [ada            tersebut di atas tidak memungkinkan,
kisaran       8-12%      tergantung    jenis   maka sebaiknya menggunakan metode
komoditinya.      Benih-benih yang telah       first come first out., benih yang lebih
disertifikasi, diperlakukan dan .dikemas       dahulu masuk ke dalam gudang maka
dapat disimpan selama 6-9 bulan.               harus disalurkan paling duluan.
Penyimpanan benih sebaiknya di ruang                 Pendistribusian benih sebaiknya
yang mempunyai kelembaban udara yang           mengkuti kaidah dalam sertfikasi benih
rendaj seperti di dalam gudang dengan          yaitu hanya dapat disimpan selama 6-8
fasilitas AC (Air conditioner) dan upayakan    bulan setelah selesainya masa pengujian
pada suhu yang rendah. Jika kedua              benih.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                           75
                                        Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 3. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi berikut:
    1. Dasar-dasar pembenihan tanaman dan produksi benih tanaman.
    2. Kesekatan dan keselamatan kerja.
    3. Pengelolaan alat dan mesin pembenihan tanaman.
    4. Menerapkan persyaratan kerja
    5. Menyiapkan lahan dan media untuk produksi benih vegetatif.
    6. Memelihara pohon induk.
    7. Membiakkan tanaman dengan stek.
    8. Membiakkan tanaman dengan sambung.
    9. Membiakkan tanaman dengan susuan
    10. Membiakkan tanaman dengan okulasi
    11. Merawat benih tanaman
    12. Medistribusikan benih tanaman.


 Dasar-dasar pembenihan tanaman          Kesehatan dan        Pengelolaan alat dan
                                        keselamatan kerja      mesin pembenihan
     Investasi modal usaha, lahan,        Norma                  Pemelihartaa
     bahan baku, SDM, alat dan                kesehatan               n berencana
     masin, pemahaman K-3, teknik         Norma                  Pemeliharaa
     budidaya,     panen        dan           keselamatan             n perbaikan
     penanganan benih, sertifikasi,       Kerja nyata            Pemeliharaa
     penggudangan,       distribusi,                                  n terbatas.
     pemasaran dan layanan purna
     jual.
                                        Batang bawah dan      Teknik     penyiapan
              Pohon induk                  batang atas        benih
      Pohon induk dan kebun
          produksi:     pohon induk          Pemilihan               Pembibitan
          bergabung dengan kebun              batang bawah.           Teknik
          produksi.     Jarak tanam                                    pembenihan
          pohon induk relative lebih         Pengepakan
          jarang         dibandingkan         batang atas.
          dengan      jarak     tanam
          normal.
     Pohon induk: pohon induk yang
     spesifik dan terpisah dari kebun
     produksi     pada      umumnya
     mempunyai jarak tanam yang
     lebih sempit. Pohon induk pada
     kebun induk spesifik akan lebih
     terpelihara kemurnisnnya.

   Teknik produksi benih vegetatif            Pemilihan teknik pembenihan


Teknik Pembenihan Tanaman                                                            76
         Teknik pembenihan dengan               Tip membeli tanaman
          stek                                   Factor     teknis   yang      harus
         Teknik pembenihan dengan                dipertimbangkan.
          cangkok                                Pengepakan bibit.
         Teknik pembenihan dengan
          sambung
         Teknik pembenihan dengan
          sambung
         Teknik pembenihan dengan
          okulsi
         Teknik pembenihan dengan
          susuan

     Sertifikasi benih          Perlakuan pengemasan               Pengepakan

         Sertifikasi            Benih            harus        Bibit dikirim dalam
          dan                     dilindungi         dari        bentuk cabutan.
          pelabelan               gangguan      biologis        Bibit dikirim dengan
          benih.                  dan lingkungan.                akar yang terbungkus
         Surat                  Perlakuan                      setengan        media
          keterangan              pengemasan benih               tanam.
          pendaftaran             dapat       dilakukan         Bibit dikirim dengan
          pedagang                dengan      pemberin           akar yang terbungkus
          benih                   perlindungsn fisik dan         dengan       setengan
                                  kimia.                         media           tanam
                                                                 ditambah dengan gel.



SOAL:
   1. Terangkan minimal 3 proses produksi benih secara vegetatif.
   2. Bagaimana metode untuk mendaftarkan benih varietas baru.
   3. Mengapa sebagai tanah pada perakaran bibit tanaman harus tetap dipertahankan
      pada saat pengepakan dan pengiriman.

TUGAS:
   1. Lakukan identifikasi benih di pasar pertanian, berapa persen benih yang telah
       bersertifikat.
   2. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema trik memilih benih vegetatif yang siap
       tanam.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                77
              BAB 4. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN


4.1 Proses Pembentukan Biji Pada           mempunyai kerangka struktur yang
    Tanaman                                sama. Bunga terbentuk pada tangkai
                                           khusus yaitu tangkai bunga atau
     Ciri terpenting dalam reproduksi      pedicellus.      Pada apeks yang
seksual adalah pembuahan, yaitu            membesar tersusun bagian-bagian
penyatuan sel betina dan sel jantan        bunga. Salah satu bagian bunga
(gamet). Hasil penyatuan tersebut          adalah kelopak bunga (calyx) dimana
dinamakan zigot. Zigot tersebut            biasanya bagian ini menumpang pada
berisi kedua krosom dari individu          daun kelopak berwarna hijau
jantan dan individu betina dan             (sepalum).
merupakan sel pertama dari individu            Sebelum mekar, kelopak daun ini
baru. Zigot akan tumbuh menjadi            membungkus bagian bunga yang lain.
embrio (janin) di dalam biji. Bila biji    Sedangkan bagian ang paling
berkecambah            akan menjadi        menonjol adalah daun mahkota bunga
tumbuhan dewasa. Karena embrio             (petalum) yang secara kolektif disbeut
tersebut memiliki sifat-sifat kedua        mahkota (corolla). Calyx dan corolla
induknya,        maka       kemampuan      bersama-sama membentuk hiasan
mewariskan sifat-sifat          tersebut   bunga atau perianth. Petal dapat
melalui biji dari generasi ke generasi.    berwarna       putih, merah, jingga,
     Bunga merupakan fase penting          kuning, biru dan sebagainya.
dalam       proses pembentukan biji.
Pada dasarnya bunga terdiri dari
beberapa organ, namun hanya dua
organ saja         yang terlibat dalam
pembentukan biji, yaitu benang sari
(stamen) dan putik (pistil). Benang
sari menghasilkan serbuk sari yang
masing-masing membentuk gamet
jantan.       Sedangkan putik akan
membentuk bakal biji (ovulum) yang
mengandung telur.          Pada waktu
proses penyerbukan, yaitu jatuhnya
serbuk sari pada kepala putik,                                   Gambar 4.1 .
terbentuklah tabung serbuk sari,                          Struktur bunga yang lengkap
kemudian berlangsung pembuahan
antara sperma dengan telur. Proses
akhir dari pembuahan ini adalah                 Jika       diperhatikan gambar
terbentuknya biji.      Struktur bunga     mofologi sebuah bunga, maka bagian
sangat beragam, walaupun demikian          pusat bunga terletak pada putik
terdapat pola umum dari berbagai           (pistillum), yang biasanya berbentuk
macam tumbuhan. Semua bunga                botol dengan dasar membengkak



                                                                                 78
yang dinamakan dengan bakal buah           kelompok tumbuhan dan digunakan
(ovarium). Bagian ini dihubungkan ke       sebagai faktor dalam kunci identifikasi
kepala putik oleh tangkai putik            dan klasifikasi.
(stylus).     Di dalam bakal buanh              Walaupun umumnya bunga
terdapat bakal biji. Putik sendiri         memiliki struktur yang sama,
dibentuk oleh satuan danun buah            keragaman bunga ditunjukkan dengan
(carpellum) yang secara kolektif           adanya odifikasi bagianbagian bunga.
dinamakan gynaecium).                      Beberapa         modifikasi          ini
      Di atas petal terdapat benang sari   memungkinkan adanya keragaman
yang terdiri dari tangkai sari             dalam penyerbukan.           Selain itu
(filamentum) yang bentuknya ramping        modifikasi juga merupakan indikasi
dengan kepala sari (enthra) yang           proses evolusi, sehingga digunakan
berisi serbuk sari (pollen). Seluruh       sebagai alat untuk mengetahui
kumpulan benang sari dinamakan             kekerabatan       berbagai tumbuhan.
androecium.                                Bagian-bagian bunga umumnya
      Ada dua macam putik, yaitu putik     disusun dalam lingkaran. Jumlah
sederhana dan putik majemuk. Putik         lingkaran biasanya empat atau lima.
manjemuk terdiri dari dua daun buah        Lingkaran luar menunjukkan sepalum,
atau      lebih,     sedangkan    puitik   dan seterusnya petalum, satu atau
sederhana hanya tersusun dari satu         dua lingkaran stamen, satu lingkaran
kapel saja. Bakal biji terbentuk pada      karpel yang bersatu menjadil pistil
permukaan sebelah dalam dekat              majemuk. Jumlah bagian pada setiap
dengan tepi daun buah. Tempat              lingkaran bervariasi sesuai species,
melekat bakal biji atau biji dinamakan     tetapi biasanya tetap.
tembun atau plasenta. Pada tanaman              Pada      kelas     Angiospermae,
ercis dan kacang-kacangan ter-dapat        pengelompokan monokotil dan dikotil
sebaris bakal biji yang melekat pada       dibedakan dari jumlah bagian bunga
tepi karpel yang melebur. Sedangkan        pada setiap lingkaran.             Pada
pada bunga cempaka (Magnolia)              kelompok dikotil, jumlah bagian
terdapat beberapa putik sederhana.         tersebut empat atau lima atau
Biasanya bila terdapat be-berapa           kelipatannya, misalnya lima sepalum,
putik, maka akan melebur membentuk         lima petalum, 10 stamen, dan lima
pistil majemuk dan hanya satu putik        karpel. Pada tanaman tulip terdapat
saja yang terbentuk dalam bunga.           enam bagian perianth, enam stamen,
      Peleburan daun buah         dapat    dan tiga karpel.        Pada beberapa
terjadi dengan dua cara. Pertama,          tumbuhan stamen dan karpel yang
peleburan karpel dekat tepi atau           jumlahnya banyak melekat pada
sepanjang tepi hingga membentuk            receptacle secara terpilin dan bukan
satu kantung besar yang di dalamnya        lingkaran. Kombinasi antar susunan
berkembang bakal biji. Kedua, karpel       dalam spiral dan besarnya jumlah
melebar ke tengah dan peleburan            stamen dan karpel dianggap sebagai
terjadi sepanjang tepinya, sehingga        suatu petunjuk tingkatan yang ebih
bakal biji terkumpul di pusat. Hal ini     primitif     dalam       perkembangan
merupakan ciri khas pada berbagai          evolusioner dibandingkan dengan



                                                                               79
susunan dalam lingkaran dengan
bagian-bagiannya dalam jumlah kecil.       4.2 Buah, Biji dan Perkembangan
     Peleburan bagian-bagian bunga             Biji
dapat terjadi dengan berbagai cara,
yaitu petal membentuk tabung, karpel             Setelah pembuahan, maka bakal
menjadi pistil majemuk, dan dinding        buah bersama bijinya berkembang
bakal buah melebur.             Adanya     menjadi buah. Dinding bakal buah
peleburan bagian-bagian bunga              matang        yang disebut perikarp
menunjukkan adanya perkembangan            menutupi biji tumbuhan bunga, oleh
evousioner. Pengelompokan bunga            karena itu istilah ”angiospermae”
dapat berdasarkan kelengkapan              digunakan untuk menamai tanaman
bagian-bagian bunga, yaitu bunga           yang memiliki biji terttutup. Beberapa
sempurna dan bunga tidak sempurna.         jenis buah menjadi kerig apabila
Bunga sempurna mempunyai empat             sudah       matang;      jenis   lainnya
organ bunga yang dapat dibedakan,          berdaging.      Buah kering tersebut
yaitu sepal, petal, stamen dan pistil.     kemudian merekah, dan ada yang
Bunga tidak sempurna bilamana              tidak merekah pada waktu matang.
salah satu organnya tidak ada,             Macam buah yang tidak merekah
kalaupun ada bentuknya rudimenter          umumnya         berbiji tunggal dan
dan hanya dapat dikenali dengan            berukuran kecil, sebagai contohnya
pemeriksaan cermat. Pada banyak            adalah bunga matahari dan jagung
tanaman, misalnya petal telah hilang,      dimana buannya sering dinamakan
dan sepalnya hanya berbentuk sisik,        biji.
gigi, atau takik. Tumbuhan yang                  Proses     pembuahan          akan
bagian perianthnya menjadi amat kecil      mempengaruhi biji secara langsung.
atau tidak menyolok. Contohnya             Selain itu proses tersebut juga akan
Gramineae, beberapa Acer, Quercus,         mempengaruhi              perkembangan
dan Ulmus.                                 seluruh jaringan buah secara tidak
     Reduksi dalam jumlah dapat pula       langsung. Jika stigma tidak dibuahi
didapati pada stamen dan pistil.           dan        pembuahan tidak terjadi,
Bunga yang mempunyai keduanya              setidaknya pada beberapa bakal biji,
dan berfungsi disebut biseksual. Jika      maka bunga biasanya menjadi layu
salah satu tidak ada atau tidak            dan gugur tanpa perkembangan lebih
berfungsi, maka bunga tersebut             lanjut. Reaksi-reaksi ini tampaknya
disnamakan bunga uniseksual. Jika          beruhungan dengan hormon tumbuh
hanya ada stamen, maka dinamakan           atau auksin          yang merupakan
staminat     atau     bunga      jantan;   senyawa yang terkandung dalam
sebaliknya disebut pistilat atau bunga     buah. Auksin biasanya dihasilkan
betina jika hanya memiliki pistil tanpa    oleh jaringan buah yang sedang
stamen. Kedua macam bunga                  tumbuh dan rupanya bertanggung-
uniseksual dapat dijumpai pada             jawab baik terhadap pertumbuhan
tanaman yang sama, seperti jagung,         selanjutnya      maupun        terhadap
kebanyakan begonia, waluh jepang,          kemampuan untuk bersaing dengan
mentimun dan lain-lain.                    bagian-bagian lainnya dalam tubuh



                                                                               80
tumbuhan        dalam       memperoleh    gunus atau famili berjalan secara
makanan.         Pertumbuhan berhenti     konstan sehingga dapat dijadikan cara
pada bunga matang dan untuk               untuk      mengidentifikasi    tumbuh-
memulain       perkembangan       baru    tumbuhan.        Contoh pembungaan
diperlukan beberapa perangsang.           infloresensi terjadi pada broikoli,
Rang-sangan ini menjadi tersedia          nenas, murbei nangka dan lain-lain.
dengan adanya penyerbukan          dan         Suatu     proses     pembungaan
pembuahan. Butir-butir serbuk sari        merupakan hasil evolusi. Beberapa
mengandung auksin, pertumbuhan            teori telah dikemukakan untuk
tabung sari melalui tangkai kepala        menerangkan asal usul bunga dari
putik mungkin menghasilkan lebih          evolusinya.      Menurut suatu teori,
banyak auksin dan pembuah itu             bunga       adalah     sumbu      yang
merangsang sel untuk membelah diri        termodifikais dan menyangga bagian-
dan menghasilkan auksin pada biji         bagian hiasan bunga, stamen dan
muda.        Auksin yang dihasilkan       karpel. Ruas-ruasnya tertekan pada
tersebut pada gilirannya          akan    sepal terbawah sehingga buku-buku
merangsang pembelahan sel secara          sangat berdekatan. Apabila bung
terus menerus. Konsentrasi auksin         mempunyai        sepal    dan     petal
bertemabah beberapa kali setelah          menyerupai daun, maka kemung-
terjadi penyerbukan dan pembuahan,        kinan besar bunga tersebut akan
sehingga buah tumbuh dengan aktif         steril.    Pada angiospermae petal
dan meningkat hingga maksimal.            kemungkinan berasal dari perubahan
     Bunga dan buah yang amat muda        stamen yang menjadi petal karena
pada tanaman apel, jagung dan             hilanya jaringan reproduktif dan
beberapa jenis tanaman lain kurang        membentuk seperti sepal. Stamen
bersaing untuk memperoleh makanan,        dan karpel kadang-kadang mirip
dan akan melanjutkan pertumbuhan          dengan daun. Pada kondisi ini
jika bahan-bahan makanan tersedia         keduanya dianggap homolog dengan
bebas dan mudah diperoleh.                daun dan merupakan transformasi
Sebaliknya buah pada tanaman yang         daun selama evolusi.            Dengan
sama akan bersaing dengan ketat           demikian karpel dan pistil sederhana
dalam pengadaan makanan dari jarak        ditafsirkan sebagai organ ber-bentuk
beberapa puluh sentimeter. Maka           daun yang berubah dan terdapat
dianggap bahwa              kemampuan     sepanjang tulang daun tengah.
bersaing     ini     didasarkan    atas        Bagian ujung karpel berubah
pembentukan auksin oleh biji-biji         menjadi stigma dan siap menerima
yang sedang berkembang dan bagian-        serbuk sari.        Beberapa bunga
bagian lain pada buah.                    mempunyai ciri khusus karena adanya
     Bunga               kadang-kadang    modifikasi organ-organ bunga. Biji
mempunyai satu tangkai sumbu              merupakan struktur myang kompleks
seperti pada tulip.        Pada bunga     yang terdiri dari embrio atau lembaga,
kelompok ini pembungaan disebut           kulit biji dan persediaan makan
dengan infloresensi. Macam-macam          cadangan.       Dalam biji tumbuhan
infloresensi pada suatu species,



                                                                             81
makanan disimpan dalam lembaga                  langsung terlibat dalam proses
atau pada jaringan di sekelilingnya.            pembentukan biji
Bagian bunga yang esensial adalah
pistil dan stamen yang secara




                                   Gambar 4.3 .
                              Beberapa jenis serbuk sari



     Bila suatu kepala sari yang muda           melintang melalui anther kuncup
diperhatikan dengan cermat maka                 bunga yang muda memperlihatkan
akan tampak empat cuping yang                   adanya sekumpulan sel besar dalam
terdiri dari mikrosporangium. Cuping            setiap mikrosporangium atau sel induk
merupakan ruang tanpa dinding yang              mikrospora. Sel induk mikrospora
dibatasi oleh jaringan steril kepala            mengandung banyak sitoplasma dan
sari. Dua mikrosporangioum terletak             nukleus besar. Sel tersebut meluas
pada dua sisi jaringan penopang yang            dalam masa perpanjangan kepala
dilalui satu berkas pembuluh. Irisan            sari. Ketika pertama kali dibentuk sel



                                                                                   82
induk mikrospora sangat padat tetapi     telur.    Bakal biji adalah bentuk
kemudian harus memisahkan diri           permulaan dari biji di daerah plasenta
menjadi berbentuk bola                   pada       dinding      bakal     buah.
     Semasa pertumbuhan anther           Perkembang-biakan ini terdiri dari
nukleus setiap induk mikrospora          suatu lapisan yang tebalnya sampai
membelah diri kemudian nukleus anak      beberapa sel dan dinamakan nucelus.
akan membelah lagi. Peristiwa ini        Penebalan khusus ini menutupi satu
merupakan proses meiosis. Setelah        sel induk magaspora. Pada tumbuhan
dinding sel terbentuk maka terjadi       berbiji yang tumbuhan tingkat rendah
empat sel yang disebut dengan            yang mempunyai dua jenis spora akan
mikrospora. Kumpulan mikrospora          menyimpan sel induk megaspora di
disebut tetrad.      Mikrospora akan     dalam megasporangium. Proses ini
berkembang menjadi butir serbuk sari.    hanya terdapat        pada tumbuhan
     Perubahan mikrospora menjadi        angiospermae. Pada tumbuhan biji
butir serbuk sari disebabkan oleh        tertutup pada umumnya nucelus
pembelahan inti mikrospora. Anak         dianggap         sebagai        dinding
inti berpisah dan bersama dengan         megasporangium.
sitoplasma membentuk dua sel yang              Sebagai akibat pertumbuhan
berdekatan,      atau       terkadang    nucelus dan basal akan segera
dipisahkan oleh membran yang tipis.      diangkap pada integumen, kemudian
Salah satu sel ini adalah sel tabung     akan tumbuh dan mengelilingi mikrofil.
yang merupakan sel. Sedangkan sel        Bakan biji dapat lurus tetapi pada
lainnya yang berukuran lebih besar       kebanyakan tumbuhan bunga bakal
disebut sel generatif. Pada beberapa     biji itu menjadi terbalik degan lubang
species sel generatif         terbelah   mikrofilnya mengarah ke bagian
membentuk sel gamet jantan sebelum       plasenta dan tangkainya melebur ke
seruk sari ditumpahkan.       Dengan     integumen. Sel induk megaspora
demikian ada dua macam serbuk sari       akan membelah dua dan membentuk
dalam tumbuhan berbunga. Serbuk          emepat megaspora.          Hanya satu
sari pertama hanya berisi tabung dan     diantara empat megaspora dan
nukleus generatif yang bersamaan         biasanya megaspora yang paling jauh
dengan kesiapan serbuk sari yang         dari mikrofil akan paling dekat dengan
ditumpahkan.      Serbuk sari yang       suplai makanan.
kedua berisi nukleus tabung dan dua            Kantung embrio adalah satu
nukleus jantan. Dinding mikrospora       megaspora yag besar dan hidup
menjadi dinding serbuk sari dan          secara terus menerus.           Selama
berubah menjadi tebal dengan             perkembangan kantung embrio, inti
permukaan luar ditutupi duri atau ciri   megaspora terbagi menjadi tiga
khas lainnya.                            proses mitosis sehingga menjadi
     Peristiwa yang terjadi di dalam     delapan inti yang secara genetis
bakal biji bersamaan dengan              identik.     Makanan dan minuman
pembentukan sperma.          Langkah-    diserap melalui tangkai bakal biji dan
langkah ini mengarah kepada              kantungnya membesar bersamaan
pembentukan gamet betina atau sel        dengan nucelus dan integumen.



                                                                            83
Empat diantara kedelapan inti tersebut    sebelum perkecambahan butir sebruk
berada di ujung mikrofil kantung          sari maupun pada pertumbuhan awal
embrio. Sedangkan empat lainnya di        tabung serbuk sari, oleh sebab itu
ujung yang berlawanan. Satu nukeus,       diduga bahwa inti tabung serbuk sari
inti kutub akan berpindah dari            adalah struktur sisa yang tidak
kelomppok       megaspora ke arah         berperan dalam pertumbuhan tabung
tengah kemudian dikelilingi membran       serbuk sari.
tipis, sehingga selama proses ini akan
menyebabkan inti tertinggal. Ketiga
sel di ujung mikrofil adalah sel telur.
Sedangkan dua sel yang berdekatan
akan mengelilingi sel telur dan disebut
sebagai sinergit.

a. Pembuahan

     Pembuahan adalah bagian dari
proses reproduksi secara seksual
karena adanya perpaduan antara
sperma dan sel telur. Butir serbuk sari
berkecambah pada kepala putik atau
stigma      dan tabung serbuk sari
tumbuh ke bawah melalui tangkai
putik (stylus) ke bagal biji.

     Jika sel generatif belum terbagi
untuk membentuk dua gamet jantan
maka sel itu akan membelah diri
sesudah berpindah ke dalam tabung
serbuk sari.       Gamet-gamet yang
terdiri dari satu inti besar yang
dikelilingi oleh selaput sitoplasma
bergerak ke arah tabung serbuk sari.
Ujung tabung itu melewati nucelus
dan masuk ke dalam kantung embrio
kemdian ujung tabung membelah
(pecah)     mengeluarkan     sperma.
                                                          Gambar 4.4.
Nukleus tabung akan bergerak lebih        (a).  Struktur anatomi organ pembuahan
dahulu dibandingkan dengan sperma         tumbuhan. Struktur anatomi benang sari .
kemudian nukleus mengarahkan                   (b). Struktur anatomi bakal buah.
tabung      serbuk     sari   selama
perkembangannya dan secara terus
menerus mengikuti gamet. Inti tabung
akan menurunkan suhu pada saat



                                                                              84
                                        Gambar 4.5.
                  Proses perkembangan organ reprodukstif dan fertilisasi.
            A. Fase haploid: Pembentukan sel telur, penyerbukan dan pembuahan.
                 B. Fase diploid: Perkecambahan dan perkembangan benih.



     Gamet-gamet     jantan     pada             kantung embrio satu dari kedua
sebagian       besar      organisme              nukleus sperma berpadu dengan n
berkemampuan untuk bergerak aktif                nukleus sel telur sehigga terjadi
dengan pertolongan struktur khusus               pembuahan dan membentuk sel
yang berbentuk seperti cemeti. Pada              pertana tanaman baru. Pada waktu
gamet jantan angio-spermae, tidak                yang sma perpaduan yang sama
terdapat struktur khusus sehingga                terjadi, meliputi kedua nukleus kutub
tidak dapat bergerak dengan bebas.               dan nukleus sperma kedua. Kedua
Mekanisme gerakan adalah ke bagian               nukleus kutub dapat bergabung
bawah dari tabung serbuk sari, tetapi            terlebih dahulu dan kemudian
hal ini masih diragukan. Di dalam                berkumpul dengan nukleus sperma



                                                                                   85
yang kedua, atau ketiga nukleus itu              berkecambah pada stigma setiap
dapat berhimpun secara simultan.                 bakal biji dan akan berkembang
Nukleus yang berasal dari peleburan              menjadi biji. Sebagai contoh pada
ketiganya       dinamakan      nukleus           buah semangka yang mempunyai
endosperma primer atau nukleus                   banyak biji berarti ratusan butir sebuk
peleburan ganda tiga.                            sari sangat diperlukan untuk
     Peleburan nukleus telur dengan              menyerbuk satu bunga.
sperma       bersama-sama       dengan
perpaduan antara nukleus sperma                  b. Waktu antar perkecambahan
kedua dengan nukleus kutub disebut
pembuahan ganda.          Pembuahan              Waktu antara perkecambahan serbuk
ganda hampir umum ditemukan oleh                 sari dan pembuahannya berjalan
ahli botani. Pembuahan ganda harus               dengan singkat. Atau kadang-kadang
terjadi di dalam setiap bakal biji dan           berjalan berhari-hari sampai dengan
diikuti oleh pembentukan biji. Setidak-          berbulan-bulan
tidaknya butir serbuk sari harus




                                     Gambar 4.6.
                        Proses pembuahan di dalam kantung embrio.




                                      Gambar 4.7.
                                  Perkembangan embrio




                                                                                    86
     Pada         tanaman       jelasi   pada beberapa tanaman sepertikubis
perkecambahan serbuk sari kurang         planula hanya terdiri dari sekelompok
dari satu jam, pada tanaman jagung,      kecil      jaringan       meristimatik.
perkecambahan serbuk sari sekitar 24     Sedangkan pada tanaman lain seperti
jam. Pada tanaman tomat dekitar 50       buncis mempunyai pucuk le,mbaga
jam dan pada tanaman kubis lebih         atau plumula yang tersusun dari suatu
kurang lima hari.                        meristem apikal mbersama-sama
     Pada tanaman tertentu tabung        dengan beberapa daun embrionik.
serbuk sari berkecambah setelah               Pada perkecambahan, plumula
tujuh bulan. Pada waktu pembuahan        membentuk bagian pucuk di atas
atau pada saat sesudahnya nukleus        kotiledon.     Ujung meruncing dari
menjadi tidak teratur tetapi setelah     embrio dibagian pangkal dinamakan
pembuahan selesai sel sinergit dan       sebagai akar lembaga (radicula),
antipodal akan luluh. Sel telur yang     kemudian terus berkembang menjadi
dibuah tumbuh menjadi embrio.            akar primer apabila biji tersebut
Tingkatan dalam perkembangan             berkecambah. Daerah antara radicula
embrio merupakan ciri khas bagi          dan kotiledon adalah batang
banyak petumbuhan tanaman dikotil.       embrionik atau hipokotil.
Zigot akan membelah diri beberapa             Umumnya perkembangan embrio
kali dan menghasilkan sekumpulan         tumbuhan yang monokotil banyak
sel, pro embrio yang menunjang jalan     persamaannya         dengan        pola
masuk ke dalam kantung embrio. Sel       perkembangan tanaman seperti kubis.
teratas dari semuanya dan paling jauh    Meskipun          demikian        pada
dari mikrofil akan membelah diri         monokotiledon yang sudah maju
karena adanya pembentukann dinding       (contohnya           rumput-rumputan)
melintang dan membujur untuk             mempunyai kotiledon yang telah
membentuk sekelompok delapan sel         mengalami perubahan evolusioner.
menjadui dua baris yang terdiri dari     Kotiledom terdiri dari dua bagian
empa sel. Kelompok sel ini menyusun      pokok.       Pertama perisai atau
sebahagian besar embrionya. Sel-sel      skutelum, sebagai organ penyerap
yang tersisa di bawahnya akan            makanan dan kedua adalah koleoptil
membentuk suspensor.                     serta tudung pelindung di bagian atas
      Perkembangan suspensor akan        plumula.
mendorong embrio yang tumbuh ke               Setelah pembuahan nukleus
bagian dalam endosperma yang             endosperma primer segera mulai
berfungsi sebgai penyedia makanan        membelah diri dan menghasilkan
yang berlimpah.                          jaringan multiseluler atau endo-
     Embrio yang sudah matang terdiri    sperma.      Sel telur yang dibuahi
dari suatu poros yang menyangga dua      berkembang menjadi embrio tetapi
kotiledon dan atau daun biji. Pada       pertumbuhannya berlangsung lambat
ujung poros di atas buku kotiledon       dibandingkan dengan pertumbuhan
terdapat plumula.      Plumula yang      endosperma         karena      setelah
merupakan aspek pucuk embrionik          pembuahan zigot memasuki masa



                                                                            87
istirahat. Endosperma berkembang                seperti pada kacang merah dan
berkat suplai makanan oleh tumbuhan             kacang tanah yang berwarna coklat
induk. Kemudian memberi makanan                 dan tipis seperti kertas mengelilingi
kepada embrio.           Dalam berbagai         embrio. Kulit tersebut dapat menebal
species        pada        tingkat      dini,   dan ekras seperti batu. Hal ini terjadi
pembentukan endosperma akan                     pada kenari dan kemiri. Epidermis
membebaskan banyak nukleus.                     kujlit biji pada tanaman tertentu
      Dinding inti akan berkembang              menghasilkan serat kapas seperti
mengeilingi inti. Pada sepcies yang             yang terjadi pada tanaman kapas.
lain pembelahan nuklir segera harus                   Pada beberapa biji mikrofil tetap
diikuti oleh pembentukan dinding sel.           nampak sebagai lubang kecil yang
Endosperma berkembang lebih cepat               dihubungkan dengan parutan yang
dibandinmgkan dengan embrio dan                 disebut hilum yang menandakan letak
biji muda. Pada beberapa biji, embrio           tangkai yang melekatkan biji dengan
tetap berukuran kecil dan dikelilingi           plasenta. Sewaktu biji itu matang dan
oleh endosperma. Endosperma tetap               secara bertahap embrio memasuki
hidup membesar dan menjadi jaringan             masa       dorman      sampai        biji
istimewa biji, kaya akan makanan                perkecambah.
yang tertimbun dalam bentuk minyak
atau pati atau protein. Makanan yang
tersimpan di dalam endosperma digun
akan oleh embrio pada waktu biji
berkecambah. Biji dengan embrio
yang terbenam di dalam endosperma
merupakan salah satu contoh dari biji
jarak, jagung, padi-padian dan kelapa.
      Pada biji yang lain sebagian
besar          embrio          melanjutkan
perkembangannya sampai dengan
semua          endosperma          diserap.
Beberapa saat kemudian embrio akan
menjadi kian besar dan sel-selnya
terisi dengan bahan makanan
cadangan. Sebahagian besar dari
makanan yang tertimbun di dalam
daun lebaga (kotiledon) yang menjadi
sangat besar. Contoh biji yang
kekurangan endosperma adalah
lobak, kubis, bunga matahari, labu
siam dan polong-polongan seperti
kacang merah.
                                                                 Gambar 4.8.
      Biji dikelilingi oleh kulit biji yang       Proses perkecambahan benih dari biji dikotil.
telah berkembang dari integumen
bakal biji. Kulit biji biasanya tipis



                                                                                        88
     Biji angiospermae merupakan           seperangkat kromosom kepada sel
suatu struktur yang kompleks dan           telur yang dibuahi. Jadi dalam setiap
jaringannya bermacam-macam. Biji           gamet akan terdapat dua kali jumlah
angisperma tersusun dari kulit biji,       kromosom. Inti sel telur yang dibuahi
endoperma dan embrio. Hal ini terjadi      mengalami proses mitosis sehingga
pada tanaman jagung, gandum, padi          setiap anak sel berisi setengah jumlah
atau dari kulit biji dengan embrio saja.   kromosom yang berasal dari sperma
                                           dan stengah jumlah kromosom yang
                                           berasal dari sel telur. Semua sel dari
                                           tumbuhan berasal dari pembelahan
                                           ulang sel telur yang dibuahi yang
                                           mengandung jumlah kromosom ganda
                                           (2n). Satu gamet dinyatakan sebagai
                                           n.       Maka penggandaan jumlah
                                           kromosom dari sel telur yang dibuahi
                                           selalu disertai dengan reduksi dari
                                           jumlah kromosom pada tahap siklus
               Gambar 4.8b.                hidupnya.         Gamet mengandung
Perkecmbahan    pada tanaman   monokotil   jumlah kromosom yang sama dengan
(barley)                                   sel tubuh, yaitu 2n. Oleh sebab itu sel
                                           telur yang dibuahi dan sel-sel pada
                                           tumbuhan akan mengandung 4n
c. Pergiliran Generasi                     kromosom. Generasi berikutnya akan
                                           terdiri dari 8n kromosom.
    Pergiliran generasi merupakan               Pada tumbuhan berbunga terjadi
kejadian dalam dua fase, atau              pengurangan jumlah kromosom.
generasi, dalam daur hidup organisme       Proses ini disebut meiosis, yaitu
yang berkembang biak secara                pembelahan secara kolektif. Sebagai
seksual. Salah satu dari generasi ini      akibat       dari     meiosis   adalah
menghasilkan spora dan disebut             terbentuknya tetrad spora dengan
dengan sporofit.         Yang lain         setengah dari jumlah kromosom. Sel
menghasilkan gamet dan disebut             induk spora memiliki kromosom 2n;
generasi gametofit. Kata generasi          mikrospora dan megaspora memiliki
dipakai dalam hal ini untuk                kromosom sebanyak n. Semua
membedakan dari yang biasa dipakai,        struktur yang terjadi secara langsung
yang mengacu kepada selang waktu           pada mikrospora dan megaspora juga
di antara kelahiran tetuanya dan           memiliki jumlah kromosom n. Batas
kelahiran keturunannya. Pergiliran         antara kedua generasi, sporofit dan
generasi ini bersesuaian dengan            gametofit,        ditentukan   dengan
pergantian jumlah kromosom dalam           terjadinya peristiwa meiosis dan
kedua fase daur hidup tumbuhan.            pembuahan.            Generasi sporofit
    Bila dua gamet berpadu                 memiliki kromosom 2n, gametofitnya n
membentuk zigot maka stiap gamet           kromosom. Pergiliran generasi tidak
akan     memberikan      sum-bangan        hanya dijumpai pada tumbuhan



                                                                              89
berbunga, tetapi umum dijumpai pada             penyerbukan kepala putik oleh serbuk
seluruh dunia tumbuhan. Generasi                sari yang berasal dari bunga itu
sporofit yang menghasilkan spora                sendiri atau dari bunga lain pada
maupun gametofit yang menghasilkan              tumbuhan yang sama. Penyerbukan
gamet yang dicirikan dengan adanya              silang ialah proses perpindahan
pembuahan dan meiosis,         pada             serbuk      sari dari anther bunga
tumbuhan berumah dua, sel tubuh 2n              tumbuhan ke stigma bunga tumbuhan
mengandung kromosom yang telibat                lain yang sama atau species yang
dalam penentuan alat reproduksi                 berkerabat.      Penyerbukan dapat
seksual.                                        dibantu oleh angin dan serangga,
                                                burung, keong, dan binatang kecil lain.
4.3. Penyerbukan (polinasi)                     Contoh tanaman yang menyerbuk
                                                sendiri adalah gandum, jelai, padi,
     Pembuahan sel telur dan                    kedelai dan lain-lain. Penyerbukan
perkembangannya hanya akan terjadi              silang lebih umum terjadi dibanding
jika butir serbuk sari sampai kepada            dengan penyerbukan sendiri.
stigma. Penyerbukan ialah pindahnya                  Penyerbukan                 silang
serbuk sari dari kepalam sari kepada            menghasilkan kombinasi satuan
stigma.       Penyerbukan berbeda               keturunan yang lebih beragam dari
dengan pembuahan, penyerbukan                   keduanya. Pengaruh langsung dari
adalah peleburan gamet jantan dan               penyerbukan silang adalah banyaknya
gamet betina. Penyerbukan ada dua               species dari produksi biji yang
macam, yaitu penyerbukan sendiri                dihasilkan dan bersifat lebih kuat dari
dan         penyerbukan        silang.          turunannya.
Penyerbukan sendiri adalah proses




                                     Gambar 4.9.
                              Pergantian generasi tanaman




                                                                                   90
a. Penyerbukan oleh serangga             yang      berbeda.         Hal      ini
                                         menguntungkan penyerbukan silang
     Sebahagian besar tumbuhan           (dikogam). Dikogami terhjadi melalui
berbung diserbuki oleh insekta seperti   dua cara. Yang pertama adalah
lebah, kupu-kupu, tawon, kumbang         anther akan matang sebelum stigma
dan lain-lain. Pada kasus tertentu       pada kasus lain stigma lebih dulu
penyerbukan dapat dilakukan oleh         matang daripada anther.        Bunga
burung dan mamalia. Bunga yang           dengan pistil dan stamen yang
diserbuki oleh serangga biasanya         matang pada waktu yang berbeda
berwarna cerah dan atau berbau           sangat umum dijumpai pada dunia
harum. Serbuk sari yang dihasilkan       tumbuhan.
sangat berat sehingga cepat lengket           Pada beberapa bunga terdapat
dan sukar diterbangkan oleh angin.       hubungan antara tabung korola dan
Bunga seperti ini mengandung tempat      ukuran panjangnya. Nektar yang
air madu atau nektar. Banyak sekali      terletak pada pangkal tabung korola
percobaan-percobaan              untuk   akan menempel pada anggota badan
mengetahui ketertarikan serangga         kupu-kupu atau ngengat yang memiliki
terhadap bunga yang berwarna dan         bagian mulut berbentuk panjang
berbau wangi. Lebah dan serangga         sehingga dapat mencapai nektar.
akan mendatangi bunga dan                Sebagai contoh adalah Saponaria,
mengumpulkan serbuk sari atau            berbagai jenis tembakau, Datura
nektar sebagai bahan makanan buat        memiliki tabung korola sepanjang 8cm
mereka        atau      keturunannya.    sehingga sulit untuk diserbuk oleh
Penyerbukan terjadi secara kebetulan     serangga.
pada waktu serangga tersebut                  Penyerbukan      sendiri    tidak
mendatangi bunga.        Serbuk sari     terhalangi oleh heterostyli karena
melekat pada bagian mulut, kepala,       pada saat serangga mencabut
kaki dan rambut pada tubuh lebah         mulutnya dari korola bunga maka dia
sesudah lebeah tersebut mendatangi       akan memindahkan serbuk sari dari
bunga. Jika lebih mendatangi bunga       anther ke stigma dari bunga yang
yang lain, sebagian serbuk sari akan     sama. Penyerbukan sendiri lebih
menyentuh          stigma         dan    mudah terjadi pada siklus pendek
mengakibatkan penyerbukan silang.        akan tetapu proses penyerbukan
Penyerbukan        oleh      serangga    sendiri dalam pembentukan biji sangat
merupakan cara yang terpenting untuk     bervariasi.
proses perkebang-biakan.
                                         c. Ketidak serasian
b. Adaptasi    bunga    yang
   menguntungkan penyerbukan                 Pada banyak tumbuhan dengan
   silang                                bunga sempurna pembuahan dan
                                         pembentukan buah serta biji terjadi
    Pada tumbuhan yang memiliki          setelah      penyerbukan      sendiri
bunga sempurna mempunyai stamen          (keserasian sendiri). Pada tumbuhan
dan pistil yang matang pada waktu        lain kadang-kadang tidak terjadi



                                                                            91
pembuahan walaupun stigma sudah            Prinsip genetik adalah pengendalian
diserbuk oleh serbuk sari dari bunga       mutu benih internal yang dilaksanakan
yang sama (ketidak serasian fisiologis     produsen benih agar kemunduran
atau    ketidak-serasisan    sendiri).     genetik tidak terjadi dan benih yang
Dalam banyak hal ketidak serasian          dihasilkan memiliki mutu genetik
disebabkan oleh rendahnya laju             (kemurnian) yang tinggi. Adapun
pertumbuhan tabung serbuk sari.            prinsip agronomik adalah tindakan
                                           budi daya produksi agar benih yasng
d. Penyerbukan angin                       dihasilkan dapat maksimum, basik
                                           dalam kuantitas (jumlah) maupun
     Penyerbukan dengan angin              kualitas (terutama mutu fisik dan mutu
merupakan proses yang paling               fisiologis benih).
mudah. Bunga tumbuhan diserbuk                   Pada dasarnya, usaha produksi
oleh angin kecil dan kurang menarik,       atau penangkaran benih bertujuan
penyerbukann angin dijumpai pada           untuk menghasilkan benih sebanyak-
tumbuhan kayu dan herbal, seperti          banyaknya dengan mutu yang
Conifer, Cuercus dan lain-lain. Pada       memenuhi syarat sertifikasi benih.
banyak tumbuhan erkayu bunga               Benih bersertifikat merupakan benih
jantan    dan     terkadang     betina     dari suatu varietas yang telah
berkelompok dalam untaian.                 diketahui      (telah dilepas) dan
                                           diproduksi          dengan      sistem
e. Musim penyerbukan                       pengawasan serta standar sertifikasi
                                           benih, baik standar lapangan maupun
      Di daerah empat musim terdapat       laboratorium yang ketat dalam
tiga kali waktu penyerbukan, yaitu         mempertahankan kemurnian varietas
awal musim semi, akhir musim semi          tersebut. Untuk menghasilkan benih
dan awal musim panas, serta akhir          ber-sertifikat, perlu memperhatikan
musim panas dan musim gugur.               prinsip-prinsip berikut ini.
Banyaknya seruk sari di udara dapat
dihitung dengan cara meletakkan di         a. Persyaratan lahan produksi
udara slide mikroskop yang ditutupi           benih
oleh agar tipis atau vaselin. Serbuk
sari yang melekat harus diwarnai dan            Untuk    menghasilkan    benih
dapat dipelajari di bawah mikroskop        bermutu, tanaman harus diusahakan
dan kemudian diidentifikasi melalui        secara intensif pada lahan yang
ciri-ciri permukaan butir sari tersebut.   memenuhi persyaratan dan dikelola
                                           sesuai dengan keadaan agroklimat
4.4. Teknik       Produksi       Benih     setempat. Dua persyaratan lahan
     Tanaman                               yang utama bila akan memproduksi
                                           benih bersertifikat yaitu sebagai
      Untuk menghasilkan benih             berikut:
bermutu (bersertifikat) minimum              (a). Lahan subur dan tersedia air:
melibatkan dua aspek penting, yakni        Air dapat disediakan secara teknis
prinsip genetik dan prinsip agronomik.     melalui irigasi atau secara alami



                                                                              92
sebagai lahan tadah hujan. Air sangat      generation flow atau poly generation
dibutuhkan terutama pada saat              flow. Untuk itu perlu diperhatikan
tanaman memasuki masa pengisian            ketentuan pelaksanaan sertifikasi
biji (grain filling). Perlu diperhatikan   sebagai berikut: (a). Benih penjenis
pula bahwa memproduksi benih               (BS) dapat diperbanyak kembali
umumnya dilakukan di luar musim            sampai 5 kali (sampai dengan BS4).
tanam (off-season) karena untuk            Pengawasan dan jaminan mutu
memenuhi kebutuhan benih pada              dilakukan oleh pemulia tanaman
musim berikutnya. (b). Lahan bersih        (breader) yang bersangkutan. (b).
dan bebas dari varietas lain. Untuk        Benih dasar (BD) dapat diperbanyak
menghindari percampuran varietas,          kembali sampai 5 kali (sampai dengan
sejarah lahan, yakni catatan urutan        BD4). (c). Benih pokok (BP) dapat
jenis dan varietas tanaman yang            diperbanyak kembali sampai 5 kali
pernah ditanam, perlu diperhatikan.        (sampai dengan BP4). (d). Benih
Secara umum, dalam satu lokasi             sebar (BR) dapat diperbanyak kembali
lahan produksi benih tidak dapat           sampai 5 kali (sampai dengan BR4)
ditanami dua varietas berbeda dari              Selain aspek benih sumber,
jenis tanaman yang sama secara             produksi           benihpun        perlu
berturut karena akan menimbulkan           memperhatikan aspek sumber benih,
penyerbukan silang. Adanya tanaman         yakni lembaga atau institusi yang
voluntir juga merupakan kontaminan.        menghasilkan benih sumber. Hal ini
Selain dari dalam lahan, percampuran       penting karena dalam skema sistem
pun dapat terjadi dari pertanaman          perbenihan di Indonesia, telah
sejenis yang berbeda varietas yang         ditentukan lembaga-lembaga yang
ada di sekitar lahan produksi. Cara        berkompeten untuk memproduksi
menghindarinya dengan melakukan            setiap      jenjang      kelas    benih
isolasi waktu atau isolasi jarak.          bersertifikat.
                                                      Untuk kesuksesan produksi
b. Benih Sumber                            benih dalam hal kemurnian benih,
                                           pada umumnya proses produksi
     Benih sumber atau benih yang          terisolasi.      Isolasi uang umum
akan digunakan untuk memproduksi           digunakan adalah isolasi waktu dan
benih haruslah bermutu tinggi dan          jarak.
jelas asal-usulnya. Syarat mutu bagi            Isolasi waktu ataupun isolasi jarak
benih bersertifikat antara lain murni      merupakan tindakan perlindungan
(sesuai dengan sifat-sifat induknya),      terhadap pertanaman benih dari
sehat (bebas dari hama maupun              penyerbukan silang oleh varietas lain,
penyakit), bersih (bebas dari kotoran      baik dari dalam maupun sekitar lahan
maupun campuran varietas lain), dan        produksi. Isolasi diterapkan apabila
memiliki daya tumbuh yang tinggi.          pada satu areal pertanaman terdapat
Benih sumber yang digunakan dalam          kemungkinan terjadinya penyerbukan
produksi benih harus berasal dari          silang.        Jika        kemungkinan
kelas yang lebih tinggi seperti dalam      penyerbukan silang tidak terjadi maka
sistem alur perbanyakan mono               isolasi tidak perlu dilakukan.



                                                                               93
     Dalam isolasi waktu, waktu tanam           Dalam pelaksanaannya, isolasi
produksi benih dibuat berbeda dengan       sering sulit dilaksanakan karena sulit
waktu tanam produksi benih dan atau        mencari lahan produksi benih yang
non benih suatu varietas lain dari jenis   betul-betul ideal dan mengatur
tanaman yang sama, di suatu lahan          keserempakan pola dan waktu tanam
produksi yang berdekatan agar masa         petani. Oleh karenanya, isolasi yang
berbunga antara kedua varietas tidak       sering dilakukan yaitu menanam
dalam waktu yang bersamaan.                tanaman barier sehingga dapat
Lasmanya ditentukan oleh masa              menghemat waktu (tidak perlu isolasi
pembungaan           varietas      yang    waktu) dan dapat memanfaatkan
bersangkutan. Secara umum, lama            ruang antara pertanaman. Adapun
isolasi waktu untuk tanaman pangan         upaya         untuk       menghindari
sekitar 1 bulan. Dalam melakukan           percampuran varietas dari dalam
isolasi     waktu,     dapat     terjadi   lahan produksi, dilakukan roguing
penanaman di luar musim tanam. Jika        (pencabutan tanaman voluntir).
ini terjadi maka harus ditunjang
dengan sarana atau prasarana yang          c. Dasar-dasar budidaya untuk
mampu menekan risiko kegagalan,               produksi benih
misalnya irigasi yang baik. Isolasi
jarak memberi jarak antara satu                 Teknik produksi benih sedikit
hamparan pertanaman dan hamparan           berbeda dengan teknik produksi non-
pertanaman lain dari varietas yang         benih, yakni pada prinsip genetisnya,
berbeda sehingga tidak dimungkinkan        dimana aspek kemurnian genetik
terjadi penyerbukan silang. Isolasi        menentukan         kelulusan       dalam
jarak dapat berupa lahan kosong,           sertifikasi. Teknik budi daya ini secara
pertanaman dari tanaman jenis lain         internal dilaksanakan oleh penangkar
atau tanaman sejenis yang dijadikan        benih dalam bentuk roguing dan
tanaman penghalang (barier) dan            secara eksternal dilaksanakan oleh
tidak ikut dipanen sebagai benih.          BPSB dalam bentuk pengawasan di
Jarak isolasi tersebut ditentukan oleh     lapang. Adapun teknik budi daya
tipe (jenis) dan cara penyerbukan dari     mulai dari pengolahan tanah hingga
tanaman yang bersangkutan. Isolasi         panen antara teknik budi daya
jarak untuk tanaman dengan                 produksi benih dan non benih secara
penyerbukan silang (misalnya jagung,       relatif sama.
isolasi jarak 200 m) askan lebih jauh           Produksi benih biasanya diawali
dibandingkan       tanaman     dengan      dengan        perkecambahan        benih,
penyerbukan sendiri (misalnya padi,        pesemaian, pembibitan, penanaman,
isolasi jarak 3 m). Demikian pula,         pemeliharaan,          panen         dan
isolasi jarak untuk tanaman dengan         pascapanen, pengolahan benih,
penyerbukan yang dibantu oleh angin        pengeringan,        pengujian      benih,
(misalnya jagung) lebih jauh dibanding     sertifikasi dan pengepakan benih.
tanaman       yang     penyerbukannya
dibantu oleh serangga.




                                                                                94
1) Pengolahan tanah, menentukan           kebutuhan      unsur     hara     yang
   komposisi    media    tanam,           dipersyaratkan.
   mencampur media          dan                 Media tanah dan kompos yang
   mengisi media ke dalam                 tealh sisiapkan harus dicampur
   polybag.                               dengan merata agar kondisi media
                                          tanam seragam baik secara fisik,
     Pengolahan tanah pada dasarnya       kimia dan biologis. Sara encampu
bertujuan untuk menggemburkan,            media tanam dapat dilakukan secara
memperbaiki         struktur     tanah,   manual dan mekanik. Pencampuran
meningkatkan aktivitas organisme          secara manual dapat dilakuan dengan
tanah, serta menciptakan aerasi yang      bantuan alat sekop dan cangkul. Para
baik. Selain itu, pengolahan tanah        petani      pengangkar        biasanya
dapat juga bermanfaat dalam               melakukan pencampuran sebagai
mengendalikan           gulma       dan   berikut: karung tanah dicampur satu
membebaskan lahan dari sisa-sisa          karung kompos lalu diaduk sampai
tanaman atau benih tanaman yang           rata, kegiatan ini dilakukan berulang-
ada. Untuk itu, hendaknya cukup           ulang sampai volume media tanam
tersedia      waktu      antara    saat   diperkirakan mencukup untuk mengisi
pengolahan tanah dan waktu tanam          polybag.
sehingga benih gulma dan tanaman                Pencampuran media tanam dapat
dari pertanaman sebelumnya tumbuh         dilakukan dengan mesin pengaduk
dan dapat dicabut.                        media atau mixer. Dengan alat ini
     Untuk memproduksi benih-benih        petani tinggal memasukkan tanah
kecil (10 gram benih ≥ 1.000 benih,       setengah dari volume mixer dan
biasanya          diawali       dengan    kompos setengah dari volume mixer.
perkecambahan benih, pesemaian,           Tutup kap penutup sampai rata.
pembibitan,                 penanaman,    Sambungkan kabel mixer ke arus
pemeliharaan,          panen        dan   listrik dan media tanam akan
pascapanen, pengolahan benih,             tecampur dengan sempurna dan ada
pengeringan,       pengujian     benih,   kemungkinan lebih homogen dari
sertifikasi dan pengepakan benih.         pada pencampuran dengan cara
     Proses penyiapan polybag untuk       manual.
pembibitan         dimulai      dengan
menentukan         komposisi     media         Media yang sudah siap untuk
pembibitan.          Pada umumnya         digunakan diangkut dengan gerobak
komposisi media yang diharapkan           (jika lokasi antar lokasi media dan
adalah mempunyai kandungan hara           tempat pembibitan berdekatan).
makro dan mikrto, mangandung              Apabila penyiapan media berjauhan
bahan organik, aerasi baik dan dapat      dengan tempat pembibitan, maka
menyimpan air dengan afisien. Untuk       disarankan untuk mengangkut media
media pembibitan para petani              dengan kendaraan roda empat. Hal
penangkar benih biasanya menyiapka        ini dilakukan untuk memudahkan
komposisi media tanah: kompos (1: 1)      pekerja dalam mengisi polybag.
dan biasanya telah memenuhi standar



                                                                             95
     Media tanam akan diisikan ke                 Setelah jarak tanam ditentukan,
polybag.     Para petani biasanya            kebutuhan benih setiap hektar dapat
menyiapkan kotak kayu untuk                  ditentukan.      Kebutuhan       benih
memberdirikan polybag atau kaleng            dipengaruhi oleh: (1). Jarak tanam
atau botol plastik. Polybah dibuka           atau populasi tanaman per hektar.
mulutnya dan diletakkan pada                 (2). Ukuran atau bobot benih per
peralatan yang disebutkan. Setelah           1.000 butir. (3).       Daya tumbuh
polybag berdiri pada tempatnya, maka         (kecambah) benih.
media pembibitan disiramkan ke atas               Jatak tanam antar tanaman pada
polybag terbuka sampai penuh,                umunya dapat ditentukan berdasarkan
kemudian masing=masing polybah               kanopi dari varietas tanaman yang
dirapikan dan disiram dengan air.            dibudidayakan. Ukuran atau bobot
                                             benih per 1000 gram, biasanya tertera
                                             pada kemasan (label) benih.
                                             Keterangan ini terdapat pada
                                             kemasan apabila benih varietas
                                             tanaman mempunyai perfomansi biji
                                             berukur kecil seperti benih kubis,
                                             sawi, wortel, tomat, cabai, bunga
                                             krisan dan lain-lain.      Keterangan
    Posisi wadah dengan polybag pembibitan   tentang     daya     tumbuh      (daya
        pada saat mengisi polybag            kecambah) tertera pada label
                                             kemasan. Ketiga keterangan di atas
2) Penanaman                                 selalu terdapat pada label benih-benih
                                             tanaman yang bersertifikat.
     Penanaman dilakukan secara                   Penghitungan kebutuhan benih
beraturan     untuk     memudahkan           sangat penting dilakukan agar
pemeliharaan            (pemupukan,          penangkar dapat menyediakan benih
pengendalian hama dan penyakit),             secara tepat jumlah sehingga tidak
pembersihan tanaman (pengendalian            ada kelebihan pembelian benih dan
gulma), dan pelaksanaan roguing.             input produski benih menjadi efektif
Jarak tanam yang digunakan dapat             dan efisien. Kekurangan penyediaan
disesuaikan dengan jenis atau                benih        akan       menyebabkan
varietas     tanamannya,      tingkat        ketidakseragaman           penanaman
kesuburan lahan, serta ketersediaan          sedangkan kelebihan penyediaan
air dan sinar matahari. Jarak tanam          benih     merupakan      pemborosan.
yang rapat dilakukan jika kesuburan          Perkiraan kebutuhan benih per hektar
tanah mendukung dan kompetisi antar          dapat dihitung dengan rumus :
tanaman tidak sampai pada taraf yang
merugikan. Jarak tanam rapat
dilakukan untuk memaksimalkan
sumber daya yang tersedia dalam
rangka mendapatkan hasil (produksi)
yang maksimal.




                                                                                96
                B = 10.000 X 100/p x100/q X 100/r X s/1000 X t X 1 g
Keterangan :
B = Benih yang diperlukan per hektar (gram)
p = Jarak antar barisan (cm)
q = Jarak rumpun tanaman dalam barisan (cm)
r = Daya kecambah benih (%)
s = Bobot 1.000 butir benih (gram)
t = Jumlah tanaman per rumpun



3) Pemeliharaan tanaman                       ditingkatkan dengan      pemu-pukan
                                              kalsium (Ca).
     Pemeliharaan tanaman dalam
budi daya meliputi pemupukan,                 b)      Penyiangan
penyiangan (pengendalian gulma),
pengendalian hama dan penyakit,                    Penyiangan dilakukan untuk
serta pengairan dan pengelolaan air.          membebaskan lahan dari gulma dan
Teknik     pemeliharaan    tanaman            tanaman lainnya. Gulma dan tanaman
hendaknya disesuaikan dengan fase             lain     dapat berfungsi sebagai
pertumbuhan tanaman sehingga                  kompetitor dalam mendapatkan air,
tindakan yang diberikan tepat dan             hara, dan energi matahari. Selain itu,
efisien.                                      gulma atau tanaman lain juga dapat
                                              menjadi inang bagi hama dan penyakit
a) Pemupukan                                  tertentu      atau      memungkinkan
                                              terjadinya     penyer-bukan     silang
     Pemupukan dilakukan untuk                dengan tanaman benih. Pengendalian
memperbaiki ketersediaan hara dalam           gulma dapat dilakukan secara manual
tanah. Pada awal pertumbuhan                  (dengan cara mencabut), mekanis
vegetatif, kebutuhan tanaman akan             (menggunakan alat), dan kimiawi
hara (terutama nitrogen) sangat besar.        (bahan kimia). Penggunaan bahan
Adapun pupuk fosfor (P) dan kalium            kimia untuk mengendalikan gulma
(K) dibutuhkan tanaman pada fase              hendaknya selektif agar tidak
reproduktif,        terutama       masa       membahayakan         tanaman     yang
pembungaan dan pengisian benih                diusahakan dan sumber plasma
(grain filling). Dosis pupuk hendaknya        nuftah lainnya, serta tidak mencemari
disesuaikan         dengan      ting-kat      lingkungan (terutama air). Pada saat
kesuburan tanah. Selain untuk                 penyiangan, biasanya juga dilakukan
pertumbuhan tanaman, pupuk pun                pembumbunan (pendangiran) untuk
berpengaruh terhadap produksi dan             memperbaiki aerasi di daerah sekitar
mutu benih. Protein benih padi dapat          perakaran tanaman.
ditingkatkan dengan pemupukan N
dan bobot benih padi dapat




                                                                                 97
c) Pengendalian hama dan penyakit        pembentukan dan perkembangan
                                         benih dini, air diperlukan dalam jumlah
     Hama dan penyakit di lapang         banyak dan pada tahap pemasakan
selalu     ada      sehingga     perlu   benih, air tidak diperlukan lagi.
dikendalikan agar pertanian dapat              Penyediaan air bagi tanaman
mencapai produksi yang tinggi.           dapat dilakukan secara teknis melalui
Namun,      pengendalian      tersebut   irigasi atau secara alami dari hujan.
hendaknya dilakukan sedini mungkin       Pada musim kemarau atau bila tidak
dengan senantiasa memperhatikan          hujan, pengairan dilakukan dengan
batas ambang ekonomisnya, yakni          penyiraman. Penyiraman sebaiknya
tingkat populasi dan intensitas          dilakukan pada pagi atau sore hari,
serangan     yang      membahayakan      jangan dilakukan pada siang hari
proses          pertumbuhan        dan   karena berpengaruh buruk terhadap
perkembangan tanaman.                    tanaman, yakni terjadi peningkatan
     Pengendalian hama dan penyakit      laju transpirasi secara mendadak.
dapat dilakukan secara preventif dan           Sebelum melakukan kegiatan
kuratif. Cara preventif (pencegahan)     produksi benih. Harus dilakukan
dengan      membuat      pertumbuhan     terlebih sahulu pengecekan sumber
tanaman sesehat mungkin, misalnya        air dan jaringan irigasi. Apabila lahan
memberi pupuk yang seimbang dan          produksi berada pada lahan sawah
melakukan sanitasi lingkungan. Cara      dengan pengairan teknis, maka
kuratif adalah cara pemberantasan        kondisi sumber air dan jaringan irigasi
terhadap hama dan penyakit, seperti      diprediksi tidak akan ada masalah.
penggunaan pestisida, gropyokan          Apabila fasilitas tersebut tidak ada,
untuk pemberantasan tikus, dan           maka sumber air biasanya ditampung
eradikasi      (pencabutan         dan   pada drum atau bak penampungan
pembuangan)         tanaman       yang   yang dilapisi plastik yang disiapkan di
terserang. Karena penggunaan bahan       sekitar lokasi budidaya.
kimia cukup mengandung risiko maka             Apabila produksi benih dilakukan
dian-jurkan pestisida yang digunakan     pada skala luas, biasanya jaringan
berbahan organik.                        irigasi secara teknik harus disiapkan
                                         pada saat pembuatan bedengan
d) Pengairan, pengecekan sumber          sakaligus dengan pebuatan saluran.
   dan pengelolaan air.                  Pada sistem ini saluran dapat dialiri air
                                         sehingga dapat dilakukan penyiraman
    Kegiatan ini bertujuan untuk         dengan sistem lep. Hal yang harus
menyediakan air bagi tanaman dalam       diperhatikan       adalah     kemiringan
jumlah yang tepat, sesuai dengan fase    jaringan irigasi harus diperhitungkan
pertumbuhan dan perkembangannya.         agar air dapat mengalir dengan baik
Pada tahap pertumbuhan vegetatif         pada semua lahan budidaya.
sampai inisiasi bunga, air diperlukan
dalam jumlah banyak. Pada tahap
pembungaan, air diperlukan dalam
jumlah    sedang.      Pada     tahap



                                                                              98
                                          diamati.      Roguing        hendaknya
                                          dilakukan sepagi mungkin dan arah
                                          berjalan sebaiknya tidak menghadap
                                          matahari,     karena     silau    akan
                                          menyulitkan pengamatan. Tanaman
                                          rogue, tanaman yang terserang hama
                                          dan penyakit, gulma-gulma berbahaya
                                          dicabut dan dimusnahkan. Melakukan
e) Roguing                                roguing di lahan yang luas cukup
                                          menyulitkan.      Oleh      karenanya,
     Roguing bertujuan untuk menjaga      dibutuhkan metode yang cukup
kemurnian          benih.         Cara    representatif melalui pengacakan
pelaksanaannya dengan mencabut            sampel di lapang. Ada beberapa
tanaman yang tidak dikehendaki,           macam pola pelaksanaan roguing
seperti tanaman yang berpotensi           (lihat gambar Usulan Jalur perjalanan
untuk terjadinya penyerbukan silang       dalam melakukan roguing). Pola A
dengan varietas tanaman yang              dapat menjamah lahan pertanaman
diusahakan atau tanaman yang              sekitar 75%, pola B mampu
berpotensi     menghasilkan      benih    menjamah lahan seluas 60-70%, pola
campuran varietas lain. Roguing           C (cara acak) dan pola D (searah
biasanya dilakukan sebelum lahan          jarum jam) memungkinkan seluruh
diperiksa oleh tim sertifikasi dari       (100%) pertanaman terjamah, pola E
BPSB.       Pelaksanaan       roguing     mampu menjamah lahan sebesar
mengikuti waktu dan frekuensi             85%, dan pola F hanya mampu
pemeriksaan lapangan oleh petugas         menjamah pertanaman sebesar 60%
pengawas sertifikasi benih, yaitu saat    dari luas lahan keseluruhan.
tanaman umur 4 minggu setelah             Pemanenan
tanam, pada fase berbunga, dan                  Penanganan pascapanen dapat
menjelang          panen.          Jika   dilakukan dengan baik, tidak merusak
memungkinkan,        roguing     dapat    benih yang masih berkadar air tinggi,
dilakukan setiap saat tidak hanya         maka panen pada saat benih masak
pada saat menjelang pemeriksaan           fisiologis adalah pilihan yang tepat.
oleh BPSB. Roguing dilaksanakan           Beberapa keuntungan panen yang
dengan      mencocokkan      deskripsi    dilakukan pada saat benih mencapai
tanaman di lahan dengan deskripsi         masak fisiologis antara lain: (a).
varietas tanaman yang diusahakan.         Benih belum mengalami deteriorasi
Tanaman yang tidak sesuai dengan          (kemunduran). (b). Mempercepat
deskripsi tanaman yang diusahakan         program pemuliaan tanaman karena
harus dicabut dan dimusnahkan.            segera diperoleh data viabilitas dan
     Roguing     dilakukan    dengan      vigor maksimum dari varietas yang
berjalan secara sistemik sehingga         dikembangkannya.
setiap tanaman dapat terlihat dan




                                                                             99
                           *           *                         *
           *                                                 *
       *                                                                          *                   *
                       *                   *                                                  *
                       *                   *
           *                                                                      *               *
       *                                                              *
                                                             *

                                                                                              *
               *                   *                                 *                            *
       *                                                                                  *
               *                   *           *            *                         *                   *
       *
               *                   *                        *
       *                                                                  *                           *


                   *                               *         *                                    *
                           *                                     *                                        *
           *                                       *         *                                        *
           *                               *                 *                *                               *
                           *                       *                                      *
                                                   *




                                                     Gambar 4.9 .
                       Beberapa alternatif jalur perjalanan untuk melakukan kegiatan roguing.



(c) Menghemat waktu dan mengurangi                               antara masak fisiologis dan panen
kehilangan benih di lahan, serta. (d).                           sangat     berpengaruh      terhadap
Perkecambahan benih di lapang dapat                              viabilitas benih, daya kecambah,
dihindari.                                                       vigor, maupun daya simpan benih.
     Oleh karena kadar air benih pada                            Cuaca pada areal produksi yang tidak
saat masak fisiologis masih cukup                                menguntungkan dapat menurunkan
tinggi (50-60%) sehingga rentan                                  mutu benih yang dihasilkan.
terhadap kerusakan mekanik, maka
panen dapat dilakukan beberapa hari                              f)           Pengolahan Benih
setelah masak fisiologis. Waktu panen
ini pun jugam mempunyai risiko.                                      Pengolahan benih merupakan
Kondisi iklim pada selang waktu                                  tahap transisi antara produksi dan




                                                                                                                  100
penyimpanan atau pemasaran benih.          benih, misalnya benih jagung masih
Tahap ini cukup menentukan karena          dalam tongkol, benih kedelai dan
benih dapat tidak bermanfaat jika          kacang hijau masih dalam polong.
salah dalam pengolahannya.                 Selain dalam bentuk calon benih,
     Prinsip umum pengolahan benih         kadar airnya juga masih sangat tinggi.
adalah memproses calon benih               Oleh karenanya, pengolahan benih
menjadi      benih      dengan     tetap   yang dilakukan sebagai berikut.
mempertahankan mutu yang telah
dicapai. Pengolahan benih tidak dapat      1) Pembenihan dan prapembersihan
meningkatkan mutu benih secara
individual, tetapi secara populatif.            Kegiatan pembenihan meliputi
Secara populatif, mutu benih dapat         pengeringan (drying) dan perontokan
ditingkatkan melalui dua cara yaitu :      (threshing) pada kacang-kacangan
(a). Separation, yakni memisahkan          dan padi atau pemipilan (shelling)
benih dari sumber kontaminan seperti       pada jagung. Setelah pengolahan
benih gulma, benih tanaman lain, dan       tersebut, dilakukan pemisahan benih
kotoran benih. (b). Upgrading, yakni       dari kotoran sisa polong, tongkol, atau
memilah benih dari benih yang kurang       jerami (disebut pre-cleaning). Selama
bermutu, misalnya berukuran kecil          proses pembenihan dan pra-
atau tidak seragam.                        pembersihan,       benih      disimpan
     Dengan        pemisahan        dan    sementara secara curah dan
pemilahan benih, akan diperoleh            tumpukan (bulk storage).
benih yang murni dan hidup (pure life
seed) dengan total jumlah yang lebih       2) Pembersihan
rendah dari jumlah benih hasil panen.
Perbandingan jumlah benih hasil                Proses pembersihan (cleaning)
pengolahan dengan jumlah calon             benih diawali dengan pemisahan
benih hasil panen dinamakan                benih dari kotoran (sampah).
rendemen. Nilai rendemen sangat            Pembersihan ini dapat menggunakan
ditentukan oleh jenis benih dan            ayakan (saringan) atau alat pembersih
efektivitas pengolahan. Semakin            benih dengan sistem pengayakan dan
efektif pengolahan yang dilakukan,         hembusan udara, seperti air screen
semakin tinggi nilai rendemen yang         cleaner. Setelah bersih dari kotoran,
berarti semakin kecil nilai kehilangan     benih memasuki proses sortasi dan
pascapanennya (post harvest losses).       upgrading, yaitu benih dipisahkan dari
Adapun       efektivitas     pengolahan    benih varietas lain, benih gulma, serta
ditentukan oleh alur (jalur) pengolahan    benih yang berviabilitas rendah (kecil,
dan penggunaan alat-alat pengolahan        pecah, dan tidak seragam).
benih yang tepat.
                                           3) Perlakuan          benih        dan
d. Alur umum pengolahan benih                 pengemasan

    Benih masuk ke unit pengolahan             Perlakuan benih (seed treatment)
benih umumnya dalam bentuk calon           adalah pemberian bahan kimia dalam



                                                                             101
rangka melindungi benih dari hama         pembersih, serta alat perlakuan dan
dan penyakit, baik yang terbawa           pengemasan. Alat-alat tersebut dapat
benih, serangan yang mungkin terjadi      berupa mesin pengolah benih yang
di penyimpangan maupun serangan di        dijalankan secara mekanik atau alat
lapang produksi. Hal penting yang         sederhana yang dijalankan secara
diperhatikan di dalam memberikan          manual. Pemilihan jenis alat pengolah
perlakuan benih adalah jenis dan          benih tersebut sangat ditentukan oleh
dosis pestisida yang digunakan agar       kemampuan penangkar, jenis dan nilai
tidak meracuni benih.                     komoditas, tingkat mutu dan efisiensi
     Pengemasan bertujuan untuk           yang     diinginkan,    pertimbangan
melindungi benih dari pengaruh            keuntungan usaha, dan ada atau
kelembaban udara dan pencampuran          tidaknya sumber listrik atau mesin
antar lot (kelompok) benih. Jenis         diesel.
kemasan benih dapat dikelompokkan
menjadi 3, yakni kemasan porus,
resisten dan kedap. Kemasan porus
adalah kemasan yang tembus air            1) Alat pengering benih (seed drier)
sehingga tidak mampu melindungi
benih dari pengaruh kelembapan                 Pengeringan      benih      dapat
udara luar. Contohnya, kertas dan         dilakukan secara alami dengan panas
kain blacu. Kemasan resisten adalah       matahari atau secara buatan dengan
kemasan yang tahan terhadap               bantuan alat pengering (seed drier).
tembusan air, tetapi dalam jangka         Pengeringan secara alami mempunyai
panjang kemasan menjadi porus.            kendala seperti turun hujan, suhu
Contoh kemasan seperti ini yaitu          yang tidak dapat dikontrol, diperlukan
kantong plastik. Adapun kemasan           pembalikan benih, dan kapasitas
kedap adalah kemasan yang tidak           lantai jemur yang terbatas. Kendala
tembus air. Contohnya botol (gelas)       tersebut    tidak     dijumpai     bila
dan kaleng (drum). Jenis kemasan ini      pengeringan dilakukan dengan alat
mampu mempertahankan kadar air            pengering. Secara prinsip, sistem
benih dalam jangka waktu yang lama.       pengeringan buatan menggunakan
Bila menggunakan kemasan kedap,           kompor api atau heater sebagai
kadar air benih harus rendah untuk        sumber panas dan kipas (fan) sebagai
menghindari pengaruh buruk dari           tenaga penggerak aliran udara.
akumulasi produk respirasi benih di       Kapasitas alat dan lama pengeringan
dalam kemasan.                            perlu diketahui agar tidak terjadi
                                          overload        atau       penundaan
e. Alat dan mesin pengolahan              pengeringan yang dapat menurunkan
   benih                                  mutu benih.
                                               Meski penggunaan drier memiliki
     Secara umum, alat dan mesin          berbagai keunggulan dibandingkan
pengolahan yang paling dibutuhkan         pengeringan alami, tetapi benih hasil
yaitu alat pembenihan (conditioning       pengeringan       dengan      matahari
dan pre-cleaning), alat pengering, alat   memiliki mutu fisik yang lebih baik,



                                                                            102
terutama warna dan baunya. Benih           putaran silinder dan semakin banyak
yang dikeringkan secara alami              paku yang dipasang, semakin cepat
memiliki warna yang lebih cerah dan        pula proses perontokan atau
tidak berbau, sedangkan benih hasil        pemipilan benih, tetapi potensi
pengeringan buatan memiliki warna          kerusakan         mekanik       yang
yang sedikit kusam dan berbau              ditimbulkannya juga semakin besar.
(terutama bila menggunakan alat                 Alat pembenihan yang paling
berbahan bakar minyak tanah).              sederhana adalah tangan, seperti
     Terdapat berbagai tipe drier          memipil jagung dan mengupas benih
seperti tunnel drier, batch drier, bin     kacang tanah. Cara ini adalah cara
drier, column seed drier dan continous     yang     paling     kecil  kerusakan
flow tower drier. Penggunaan masing-       mekaniknya, tetapi membutuhkan
masing tipe antara lain tergantung         waktu lama dan khusus untuk benih
pada jumlah lot benih, serta alat          jagung, kadar air benih harus cukup
penanganan dan transportasi yang           rendah (kering pipil).
digunakan. Benih tanaman pangan,
seperti     kedelai     dan      jagung,     3) Alat pembersih benih
dikeringkan dengan batch drier.
Adapun benih yang diproduksi dalam              Alat pembersih merupakan alat
jumlah banyak dikeringkan dengan bin       untuk membersihkan benih dari
drier atau continous flow drier.           sumber-sumber kontaminan dan benih
                                           yang      tidak     bermutu   melalui
2) Alat pembenihan                         pengayakan (penyaringan, screening)
                                           dan peniupan benda-benda yang tidak
     Alat pembenihan adalah alat yang      diperlukan dengan blower. Alat
digunakan untuk memisahkan benih           pembersih benih tradisional berupa
dari struktur buah. Jenis dan tipe alat    nyiru       atau     tampah.    Cara
yang digunakan berbeda untuk               menggunakannya               dengan
setiasp jenis benih. Namun, secara         menggerakkan ke atas dan ke bawah,
umum alat pembenihan terdiri dari          lalu memutarnya sambil ditiup.
silinder yang memiliki gigi (paku) yang    Hasilnya diperoleh benih yang bersih.
dapat diputar sehingga mampu               Kekurangan dari penggunaan alat ini
merontok atau memipil benih. Tenaga        adalah dibutuhkan waktu yang lama
yang digunakan untuk memutar               dan tenaga kerja yang banyak.
silinder perontok dapat berasal dari       Meskipun demikian risiko kerusakan
tenaga mekanik atau tenaga listrik.        benih sangat kecil.
Ada pula mesin yang dilengkapi                  Alat pembersih benih modern
dengan blower sehingga benih yang          (berbasis mesin) ada banyak tipe dan
dihasilkan lebih bersih. Faktor penting    jenisnya. Alat pembersih yang paling
yang perlu diperhatikan dalam meng-        banyak digunakan sebagai pembersih
gunakan alat perontok dan pemipil          dasar (utama) adalah air scree
adalah kecepatan putar silinder dan        cleaner. Alat tipe ini menggunakan
jumlah paku yang berpotensi merusak        kombinasi dari aliran udara dan
benih secara mekanik. Semakin cepat        saringan untuk memisahkan benih



                                                                           103
berdasarkan ukuran, berat jenis dan        a) Faktor Benih
resistensi terhadap aliran udara. Air
screen cleaner tipe kecil terdiri dari 2        Kondisi benih merupakan faktor
saringan dengan 3-4 aspirator. Cara        yang sangat berpengaruh terhadap
kerja alat ini terdiri dari tiga tahap,    daya simpannya. Tiap jenis atau
yakni (1) saringan atas (scalping          varietas benih memiliki daya simpan
screen) menahan benih dan benda            tersendiri, sebagai contoh benih padi
yang berukuran besar, (2) aliran udara     memiliki umur simpan yang lebih lama
(aspirating air) memisahkan benih dari     dibandingkan benih kedelai walaupun
benda-benda yang ringan, (3)               faktor lainnya sama. Kondisi benih
saringan bawah (graded screen)             tersebut dipengaruhi oleh:
memilah dan menahan benih yang              faktor genetik,
bersih. Alat pembersih benih lain yaitu     faktor perlakuan sebelum benih
spesific gravity separator untuk                disimpan,      seperti   kondisi
memilah benih berdasarkan berat                 lapangan selama pertanaman
jenisnya, diseparasi untuk memilah              (kesuburan lahan, tingkat hama
benih berdasarkan ukurannya, dan                dan penyakit, iklim); kondisi
spiral separator untuk memilah benih            lingkungan selama benih dalam
berdasarkan bentuknya.                          pemasakan, pemanenan; dan
                                                perlakuan pengolahan benih dari
f.   Penyimpanan Benih                          calon benih menjadi benih
                                                (perontokan, pengeringan), (3)
    Tujuan    penyimpanan    benih              komposisi kimia benih,
adalah mempertahankan daya hidup            struktur fisik benih,
(daya simpan) benih selama mungkin.         dormansi dan benih keras,
Dalam penyimpangan, faktor-faktor           tingkat kemasakan benih,
yang berpengaruh terhadap daya              tingkat kerusakan benih, dan (8)
simpan benih dioptimalkan agar                  kadar air benih.
prosers kemun-duran dapat ditekan
seminimum mungkin.                         b) Faktor lingkungan fisik ruang
                                              penyimpanan
1) Faktor yang mempengaruhi daya
   simpan benih                                 Faktor lingkungan fisik yang
                                           mempengaruhi daya simpan benih di
     Faktor yang mempengaruhi daya         dalam        penyimpanan         yaitu
simpan benih, secara umum                  kelembapan,      temperatur,      dan
dikelompokkan menjadi 3 kelompok,          komposisi gas di ruang simpan.
yaitu faktor benih, lingkungan fisik       Kelembaban ruang simpan akan
penyimpanan, dan faktor organisme          berpengaruh terhadap kadar air benih
hidup yang ada di dalam ruang              dan       meningkatkan       aktivitas
simpan. Ketiga faktor tersebut saling      mikroorganisme. Karena bersifat
berinteraksi baik secara langsung          higroskopis, benih mudah menyerap
maupun tidak langsung.                     atau melepaskan uap air tergantung




                                                                            104
kelembapan ruangan. Melindungi           benih bawang merah. Nitrogen dapat
benih dari pengaruh kelembapan           mempercepat kemunduran benih
dengan cara menggunakan kemasan          bawang merah dan sawi.
yang      resisten     atau     kedap,
menggunakan        bahan      penyerap   c) Jasad    hidup        di     ruang
kelembapan         (desikan),      dan      penyimpanan
mengendalikan ruangan supaya tetap
kering dengan alat dehumidifier               Jasad hidup yang terdapat di
(penurun       kelembapan).      Suhu    ruang penyimpanan benih umumnya
berpengaruh terhadap laju respirasi      terdiri dari cendawan, bakteri, virus,
benih dan tingkat kadar air              serangga, tungau, tikus, dan burung.
kesetimbangan benih. Semakin tinggi      Kerusakan yang diakibat-kan oleh
termperatur, semakin tinggi laju         jasad hidup ini umumnya secara fisik,
respirasi dan semakin tinggi kadar air   misalnya benih berlubang atau rusak.
kesetimbangan                 sehingga   Selain itu, adanya jasad hidup juga
mempercepat kemunduran benih.            akan        menyebabkan        kondisi
     Rumusan tentang pengaruh            lingkungan kurang baik, seperti
temperatur dan kadar air benih           lingkungan menjadi lebih lembap dan
terhadap daya simpan benih yaitu         kurang bersih yang pada akhirnya
sebagai berikut : (1). Jumlah angka      juga mempercepat kemunduran benih.
kelembapan dalam % dan temperatur        Pengendalian jasad hidup tersebut
dalam OF tidak boleh melampaui           dapat dilakukan dengan sanitasi atau
angka 100 untuk penyimpanan benih        fumigasi, yakni menutup seluruh benih
selama      3-10      tahun.     Untuk   dengan terpal lalu memberinya bahan
penyimpanan benih <3 tahun, angka        fumigan seperti fostoxin.
tersebut boleh sampai 120 dengan
catatan tingkat kelembapan udara         d) Cara penyimpanan benih
tidak melebihi 60Of. (2). Daya hidup
benih menjadi setengahnya jika                Secara umum, penyimpanan
temperatur dinaikkan 5Oc. Hal ini        benih dilakukan dengan dua sistem,
berlaku bila tempat penyimpanan          yakni penyimpanan terbuka dan
dengan kelembapan 20-70% dan             penyimpanan terkendali. Sistem
temperatur 0-50OC. (3). Daya hidup       penyimpanan terbuka berarti tidak ada
benih menjadi setengahnya jika kadar     perlakuan terhadap kondisi lingkungan
air benih ditingkatkan 1% untuk          ruang penyimpanan. Daya simpan
kisaran benih berkadar air 5-14%.        benih tergantung padak ondisi daerah
     Gas yang berpengaruh terhadap       penyimpanan. Di daerah dengan iklim
daya simpan benih di penyimpanan         yang lembap dan temperatur tinggi,
antara lain oksigen (O2), karbon         daya simpan benih akan cepat
dioksida (CO2), dan nitrogen (N2).       menurun. Di daerah dengan iklim
Semakin tinggi kadar O2 di ruang         kering dan dingin, benih bisa tahan
penyimpanan, daya hidup benih akan       lama     disimpan. Pada sistem
semakin turun. Meningkatnya kadar        penyimpanan ini, biasanya benih
CO2 dapat meningkatkan daya simpan       dikemas dengan wadah yang tidak



                                                                          105
kedap, seperti kain blacu, karung goni,     temperatur ruang simpan di kontrol
kertas semen, dan bahan porus lain.         dengan alat atau dengan cara
Ssitem penyimpanan ini hanya cocok          pengemasan seperti pada kedua
untuk benih yang disimpan dalam             penyimpanan di atas. Ruang simpan
jangka pendek (<3 bulan).                   diberi AC, dehumidifier, dan benih
     Pada sistem penyimpanan benih          dikemas dengan kemasan yang
terkendali,       lingkungan       ruang    kedap. Sistem penyimpanan kering
penyimpanan            dikontrol     atau   dan dingin merupakan sistem
dikendalikan        sedemikian      rupa    penyimpanan terbaik yang mampu
sehingga daya hidup benih dapat             memperta-hankan daya simpan benih
dipertahankan         sesuai     dengan     hingga 10 tahun.
keinginan (lama yang diinginkan).                Pada     penyimpanan       beku,
     Ada empat cara penyimpanan             temperatur dibuat sangat rendah
benih dengan suhu dan kelembaban            antara -20oC hingga 5oC, kelembapan
terkendali, yaitu penyimpanan secara        ruang <30%, dan digunakan kemasan
dingin, penyimpanan secara kering,          benih     yang     rapat     (kedap).
penyimpanan kering dan dingin, serta        Penyimpanan         ini       mampu
penyimpanan beku.                           mempertahankan benih bertahun-
     Pada       penyimpanan       dingin,   tahun, bahkan sampai 100 tahun.
temperatur ruangan diatur agar tetap        Sistem penyimpanan ini biasanya
dingin dengan menggunakan AC (Air           digunakan untuk penyimpanan koleksi
condition). Dalam sistem ini, benih         benih penting yang dijadikan sebagai
diekmas dengan wadah yang relatif           bahan pemuliaan tanaman (plasma
rapat, seperti kantong plastik, dan         nutfah).
benih dapat diperta-hankan sampai
beberapa tahun, tergantung pada             4.5 Mutu Benih
tingkat kadar airnya.
     Pada       penyimpanan       kering,         Program             perbenihan
kelembapan           ruang       simpan     menitikberatkan pada penggunaan
dipertahankan         rendah     dengan     benih yang tepat muitu yang
menggunakan alat pengering ruangan          ditunjukkan pada labelnya. Agar tidak
dehumidifier. Benih bisa disimpan           tertipu oleh label benih, para
dalam wadah sarang lalu ditempatkan         pengguna benih (terutama petani)
di ruang ini. Selama perubahan              hendaknya memahami tentang mutu
temperatur ruang simpan tidak               benih dan komponen-komponennya
terlampau tinggi, benih bisa disimpan       yang dicantumkan di dalam label
sampai           beberapa         tahun.    benih.
Penyimpanan kering dapat juga                     Secara umum, komponen mutu
dilakukan dengan penggunaan bahan           benis dibedakan menjadi tiga, yaitu
pengemas yang rapat, seperti kantong        komponen mutu fisik, fisiologis, dan
plastik, botol atau kaleng yang tertutup    genetik. Sekarang pasar sudah
rapat.                                      mendesak dimasukkannya komponen
     Kombinasi penyimpanan kering           mutu pathologis. Komponen mutu fisik
dan dingin, kelembapan maupun               adalah kondisi fisik benih yang



                                                                            106
menyangkut warna, bentuk, ukuran,             Secara fisik, benih bermutu
bobot, tekstur permukaan, tingkat        menampakkan ciri-ciri berikut: (a).
kerusakan fisik, kebersihan, dan         Benih bersih dan terbebas dari
keseragaman.       Komponen      mutu    kotoran, seperti potongan tangkai, biji-
fisiologis adalah hal yang berkait-an    bijian lain, debu dan kerikil. (b).
dengan daya hidup benih jika             Benih murni, tidak tercampur dengan
ditumbuhkan (dikecambahkan), baik        varietas lain. (c). Warna benih terang
pada kondisi yang menguntungkan          dan tidak kusam. (d). Benih mulus,
(optimum) maupun kurang mengun-          tidak berbercak, kulit tidak terkelupas.
tungkan (suboptimum). Komponen           (e). Sehat, bernas, tidak keriput,
mutu genetik adalah hal yang             ukurannya normal dan seragam.
berkaitan dengan kebenaran dari                 Selain itu, benih dianggap
varietas benih, baik secara fenotip      bermutu tinggi jika memiliki daya
(fisik) maupun genetiknya. Adapun        tumbuh (daya berkecambah) lebih dari
mutu pathologis berkaitan dengan ada     80% (tergantung jenis dan kelas
tidaknya serangan penyakit pada          benih) dan nilai kadar air di bawah
benih serta tingkat serangan yang        13% (tergantung jenis benihnya; benih
terjadi.                                 kedelai mesti lebih rendah lagi).
      Pada label benih, unsur-unsur
mutu benih yang dicantumkannya           b. Kelas benih
meliputi kadar air, komponen benih
murni, campuran varietas lain, kotoran        Benih merupakan hasil akhir dari
dan daya tumbuh. Hal yang berkaitan      proses panjang yang dilakukan oleh
dengan ada atau tidaknya dan             seorang pemulia tanaman dalam
besarnya serangan penyakit yang          merakit sebuah varietas baru. Jika
terjadi,    di    Indonesia,    belum    proses penyebaran varietas baru dari
dicantumkan dalam label sertifikat       pemulia kepada petani dilakukan
benih.                                   secara langsung maka jumlah benih
                                         yang tersedia tidak mencukupi
a. Kriteria benih bermutu                kebutuhans seluruh petani.
                                              Untuk mengatasi keterbatasan
     Penggunaan benih bermutu            jumlah benih hasil pemuliaan ini,
dalam budi daya akan meningkatkan        dibutuhkan kegiatan perbanyakan
efektivitas dan efisiensi karena         benih atau produksi benih. Sistem
populasi tanaman yang akan tumbuh        perbanyakan benih dilakukan secara
dapat diperkirakan sebelumnya, yaitu     berjenjang        dengan         selalu
dari data (label) daya berkecambah       mempertahankan identitas genetis
dan nilai kemurniannya. Dengan           dan kualitas benih dari varietas yang
demikian, dapat diperkirakan jumlah      dihasilkan pemulia tanaman.
benih yang akan ditanam dan benih             Benih hasil produksi ini kemudian
sulaman, diperkirakan jumlah benih       dikelompokkan kedalam kelas-kelas
yang akan ditanam dan benih              sesuai dengan tahapan generasi
sulaman.                                 perbanyakan dan tingkat standar
                                         mutunya, melalui suatu prosedur yang



                                                                            107
diatur dalam aturan sertifikasi benih.   pihak swasta yang terdaftar dan diberi
Dari sistem dibagi menjadi empat.        label sertifikasi berwarna ungu.

1) Benih penjenis (BP = breeder          4) Benih sebar (BR=extension seed
   seed: (BS))                              (ES))

     Benih penjenis diproduksi dan            Benih sebar merupakan F1 benih
diawasi oleh pemulian tanaman dan        pokok.         Produksinya        te-tap
atau oleh instansi yang menanganinya     mempertahankan identitas maupun
(Lembaga Penelitian atau Perguruan       kemurnian varietas dan memenuhi
Tinggi). Benih ini sebagai sumber        standar peraturan perbenihan maupun
untuk perbanyakan benih dasar.           sertifikasi oleh BPSB. Benih pokok
Khusus untuk benih penjenis tidak        dan       benih     sebar     umumnya
dilakukan sertifikasi tetapi diberikan   diperbanyak oleh Balai Benih atau
label warna putih.                       penangkar          benih        dengan
                                         mendapatkan                  bimbingan,
2) Benih dasar (BD = foundation          pengawasan dan sertifikasi dari
   seed (FS))                            BPSB. Benih sebar diberi label
                                         sertifikasi berwarna biru.
     Benih dasar merupakan turunan            Untuk benih palawija, selain benih
pertama (F1) dari benih penjenis.        sebar berlabel biru juga terdapat benih
Benih ini diproduksi dan diawasi         sebar berlabel hijau yang merupakan
secara ketat oleh pemulia tanaman        keturunan dari benih sebar berlabel
sehingga kemurnian varietasnya           biru. Produksi tetap mempertahankan
dapat dipertahankan. Benih dasar         identitas dan tingkat kemurnian
diproduksi oleh Balai Benih (terutam     varietas.
Balai Benih Induk, BBI) dan proses               Dalam rangka memenuhi
produksinya diawasi dan disertifikasi    kebutuhan benih bermutu yang terus
oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi    meningkat, sementara jumlah benih
Benih (BPSB). Benih dasar ini diberi     bermutu yang beredar belum sesuai
label sertifikasi berwarna putih.        dengan yang dibutuhkan maka
                                         dimungkinkan untuk diproduksi benih
3) Benih pokok (BP= stock seed,          berlabel merah jambu (LMJ).
   (SS))                                 Pengadaan benih LMJ tidak melalui
                                         proses sertifikasi, tetapi tetap
     Benih pokok merupakan F1 dari       memenuhi standar laboratorium untuk
benih dasar atau F2 dari benih           pelabelan.         Selain       dengan
penjenis. Produksi benih pokok tetap     pengkelasan          benih,      upaya
mempertahankan       identitas  dan      pemenuhan         kebutuhan       benih
kemurnian varietas serta memenuhi        bersertifikat juga dilakukan dengan
standar peraturan perbenihan maupun      strategi alur perbanyakan benih. Benih
sertifikasi oleh BPSB. Benih pokok       dengan indeks penangkaran tinggi
diproduksi oleh Balai Benih ataui        menggunakan strategi perbanyakan
                                         pola alur pernabanyakan tunggal,



                                                                            108
seperti padi dan jagung. Adapun benih            sistem alur perbanyakan benih alur
yang memiliki indeks penangkaran                 tunggal, tiap kelas benih diperbanyak
rendah       dapat      menggunakan              untuk menghasilkan kelas benih di
perbanyakan pola alur perbanyakan                bawahnya sehingga F3 dari benih
ganda seperti pada kedelai. Pada                 penjenis adalah kelas benih sebar.

                         Benih penjenis (Breeder seed)


                        Benih dasar (Foundation seed)


                           Benih pokok (Stock seed)


                          Benih sebar (Extension seed)


                                        Petani




                                         Gambar 4.11.
                        Alur perbanyakan benih sistem polygeneration flow




                                                                                 109
                                            Gambar 4.12.
                      Alur perbanyakan benih sistem monogeneration flow – transisi


Adapun pada sistem alur perbanyakan               perbanyakan benih, sistem alur
ganda, setiap kelas benih dapat                   perbanyakan transisi pun dikenal pula
diperbanyak untuk menghasilkan                    dalam perbanyakan benih kacang-
kelas benih yang sama dengan                      kacangan.     Pada     sistem    alur
maksimal generasi diperbanyak 4 kali.             perbanyakan ini, benih diperbanyak
Dengan demikian, F3 dari kelas benih              secara alur generasi tunggal sampai
penjenis     bukan benih sebar,                   dengan kelas benih pokok dan
melainkan benis penjenis ke-3 yang                slenajutnya benih diperbanyak secara
dapat dijadikan sebagai bahan                     alur ganda untuk menghasilkan kelas
perbanyakan kelas benih penjenis ke-              benih sebar. Hal ini pun diterapkan
4 atau kelas benih dasar.                         dengan pertimbangan kebutuhan
     Penerapan        sistem     alur             benih di lapang sehingga tidak perlu
perbanyakan         benih      selalu             benih F4.
mempertimbangkan aspek volume
kebutuhan      benih dan indeks                   b. Faktor yang Mempengaruhi
penangkaran benih. Oleh karenanya,                   Mutu Benih
penerapan alur generasi ganda tidak
harus sampai generasi ke-4, tetapi                       Mutu     benih      merupakan
dapat hanya sampai generasi ke-3                  perpaduan dari karakter genetik dan
atau ke-2 bila kebutuhan benih telah              pengaruh lingkungan. Adapun faktor-
tercukupi.                                        faktor yang berpengaruh terhadap
     Selain dikenal dua sistem alur               mutu benih antara lain faktor genetika,
perbanyakan benih, sebagai strategi               faktor lingkungan dan faktor status



                                                                                     110
benih (kondisi fisik dan fisiologis        sejarah lahan dan kondisi pertanaman
benih).                                    sekitar lahan.
                                                Jika lahan produksi harus
                                           ditanami jenis komoditas yang sama
1) Faktor genetik                          dengan pertanaman sebelumnya
                                           maka varietas yang ditanam
       Genetik merupakan faktor            hendaknya. Hal ini untuk menghindari
bawaan yang berkaitan dengan               adanya tanaman voluntir hasil
komposisi genetika benih. Setiap jenis     penyerbukan silang antara tanaman
atau varietas memiliki identitas genetik   sebelumnya (yang berbeda varietas)
yang berbeda. Sebagai contoh, mutu         dengan pertanaman yang ada.
daya simpan benih kedelai lebih            Adanya tanaman voluntir dapat
rendah dibanginkan dengan mutu             mengakibatkan mutu (genetis) benih
daya simpan benih jagung, kekuatan         menjadi rendah. Jika penanaman
daya tumbuh (vigor) dan produksi           yang berbeda varietas tidak bisa
benih jagung hibrida lebih tinggi dari     dihindari,     lahan      masing-masing
benih jagung biasa (komposit).             varietas harus diisolasi.
Demikian pula padi var. Peta memiliki              Isolasi yang dilakukan meliputi
mutu daya simpan yang lebih baik dari      isolasi jarak maupun isolasi waktu.
benih padi var. Chainan. Semua             Jarak antarblok pertanaman produksi
perbedaan      tersebut     diakibatkan    benih diatur agar tidak terjadi
perbedaan gen yang ada di dalam            penyerbukan silang, begitu juga waktu
benih.                                     tanamnya.
                                                Berkaitan dengan waktu tanam,
2) Faktor lingkungan                       hal terpenting adalah memperkirakan
                                           bahwa saat panen benih tidak
     Faktor       lingkuingan      yang    dilakukan pada musim hujan.
berpengaruh terhadap mutu benih            Sebaliknya, selama fase pertumbuhan
berkaitan dengan kondisi dan               (fase      vegetatif)    curah    hujan
perlakuan      selama         prapanen,    hendaknya         cukup        memadai.
pancapanen, maupun saat pemasaran          Kesalahan dalam menentukan waktu
benih. Faktor-faktor tersebut adalah       tanam bisa mengakibatkan proses
sebagai berikut :                          pembentukan dan perkembangan
                                           benih kurang sempurna (terutama
a) Lokasi produksi dan waktu tanam         fase pengisian biji/grain filling)
                                           sehingga kuantitas maupun kualitas
     Lokasi produksi benih dipilih         benih menjadi rendah.
lahan yang subur, tidak merupakan
sumber investasi hama dan penyakit,        b) Teknik budidaya
serta sumber kontaminan terhadap
varietas tanaman yang akan                     Semua tindakan dalam teknik
diproduksi. Dalam memilih lokasi           budi daya produksi benih akan
produksi, senantiasa memperhatikan         berpengaruh langsung terhadap mutu
                                           benih. Dari mulai tingkat kesuburan



                                                                             111
lahan dan teknik pemupukan, jarak        merupakan cara panen terbaik karena
tanam, status serangan hama dan          tidak menimbulkan kerusakan fisik
penyakit serta pengendaliannya,          yang berarti, meski cara ini kurang
kondisi gulma, pengelolaan air,          efisien.
sampai perlindungan tanaman dari
penyerbukan        silang.     Untuk
mendapatkan benih bermutu tinggi,        d) Penimbunan dan penanganan
teknik budi daya produksi benih perlu       hasil
berpedoman pada kaidah-kaidah
sertifikasi benih.                            Ketika dipanen, kadar air benih
                                         masih relatif tinggi dan masih dalam
c) Waktu dan cara panen                  bentuk calon benih (masih dalam
                                         malai, di dalam polong kelobot, atau
      Dalam pembentukannya, benih        struktur pembungkus benih lainnya).
mengalami beberapa stadia, yaitu         Keadaan        tersebut    membawa
stadia pembentukan, stadia matang        konsekuensi pada tingginya proses
morfologis, stadia perkembangan          metabolisme yang terjadi di dalam
benih, dan stadia masak fisiologis.      benih, tingginya tingkat kepekaan
Pada stadia masak fisiologis, bobot      benih terhadap benturan dengan alat-
kering benih mencapai maksimum dan       alat (mesin) pengolahan pada
benih telah lepas dari tanaman           pascapanen, serta tingginya potensi
induknya. Pada saat itu kadar air        serangan hama dan penyakit. Oleh
benih cukup tinggi sehingga tidak        karenanya, sistem penimbunan dan
cukup aman terhadap kerusakan            penanganan hasil sangat berpengaruh
mekanik pada saat panen maupun           pada kualitas benih yang akan
pascapanen. Oleh krenanya, saat          dihasilkan.
panen yang sering dilakukan yaitu             Penimbunan hasil yang baik
beberapa hari setelah masak              ditujukan untuk menghindari terjadinya
fisiologis, sampai kadar air benih       proses metabolisme anaerobik pada
cukup aman untuk panen dan               benih. Tempat penimbunan hasil
penanganan pasca panen. Bahkan           hendaknya       cukup    luas      dan
utnuk beberapa kasus, jika kondisi       mempunyai sirkulasi udara yang baik.
lingkungan memungkinkan (tidak ada       Jika tempat penimbunan berupa ruang
hujan, gangguan hama dan penyakit        terbuka, perlu digunakan alas dan
serta benih rontok), benih tidak         penutup timbunan benih yang kedap
dipanen. Tindakan ini merupakan          air, seperti terpal plastik, untuk
tindakan        pengeringan        dan   menghindari pengembunan pada
penyimpanan benih di lapangan.           malam hari.
      Agar benih tidak rusak pada saat        Berkaitan dengan penanganan
panen, hendaknya digunakan alat          hasil, benih hendaknya sesegera
panen yang tidak menimbulkan             mungkin diproses untuk menghindari
kerusakan mekanik (fisik) benih.         dampak buruk. Semakin cepat proses
Panen       secara     manual     atau   penanganan benih, semakin baik
menggunakan alat panen sederhana         mutu benih yang dihasilkan karena



                                                                          112
memperkecil energi yang terbuang          penanganan           dan      pengolahan,
akibat proses metabolisme benih           penyimpanan, serta pendistribusian
selama di dalam penimbunan.               benih secara baik. Pengemasan dan
                                          penyimpanan          benih     hendaknya
                                          mampu menjaga tingkat kadar air
3) Faktor fisik dan fisiologis            benih dan mutu benih dari pengaruh-
                                          pengaruh           lingkungan         luar
    Faktor ini berkaitan dengan           (kelembaban udara, suhu ruangan,
performa benih seperti tingkat            dan hama serta penyakit). Kadar air
kemasakan,         tingkat   kerusakan    benih       sangat       penting     untuk
mekanis,        tingkat     keusangan     dipertahankan karena peningkatan 1%
(hubungan antara vigor awal dan           nilai kadar air akan mampu
lamanya disimpan), tingkat kesehatan,     menurunkan daya simpan benih
ukuran dan berat jenis, komposisi         menjadi setengahnya. Kadar air dapat
kimia, struktur, tingkat kadar air, dan   dipertahankan dengan kemasan yang
dormansi benih.                           kedap udara luar, seperti plastik
                                          polietilin, atau benih disimpan dalam
a) Tingkat kemasakan benih                ruangan yang kering, misalnya di atas
                                          para-para dapur.           Pendistribusian
     Panen yang dilakukan sebelum         benih tidak sampai merusak kemasan
masak fisiologis akan menghasil-kan       benih. Apabila kemasannya rusak,
benih yang kurang bermutu. Oleh           kadar air benih akan berubah dan
karenanya, pemanenan benih pada           memungkinkan tercampurnya antara
tingkat kemasakan yang tepat              satu kelompok benih (dari satu
sangatlah        penting    dalam         kemasan) dengan kelompok benih lain
mendapatkan tingkat mutu benih            (dari kemasan aslinnya).
(awal) yang tinggi dan mutu daya
simpan benih yang panjang.                d) Tingkat kesehatan benih

b) Tingkat keusangan benih                     Tingkat kesehatan berkaitan
                                          dengan ada tidaknya serangan dan
       Tingkat vigor awal tidak dapat     tingkat serangan hama dan penyakit.
dipertahankan karena benih akan           Serangan hama dari penyakit dapat
mengalami       proses     kemunduran     terjadi sejak benih masih berada di
secara kronologis. Sifat kemunduran       lapang sampai di ruang penyimpanan.
ini tidak dapat dicegah dan tidak dapat        Mutu benih yang terserang hama
balik atau diperbaiki secara sempurna.    dan atau penyakit akan menurun.
                                          Kerusakan yang ditimbulkan oleh
c) Tingkat kerusakan benih                hama dapat secara langsung, yakni
                                          benih dimakan atau struktur, terutama
    Tingkat kerusakan benih pada          embrio, rusak (sehingga benih tidak
umumnya dapat diidentifikasi dari laju    mampu berkecambah secara normal).
kemunduran mutu benih.        Hal ini     Dapat pula benih rusak secara tidak
dapat diperkecil dengan melakukan         langsung, yakni hama sebagai



                                                                               113
pembawa          penyakit.     Adapun     f)   Komposisi kimia benih
kerusakan yang ditimbulkan penyakit,
selain    menimbulkan      lingkungan          Berdasarkan komposisi kimia ini,
penyimpanan yang tidak optimum,           benih dibedakan menjadi benih
cendawan umumnya menghasilkan             berpati (starchi seed), benih berlemak
produk beracun seperti aflatoksin         (oily seed) dan benih berprotein
yang akan meracuni benih sehingga         (protein seed). Benih dikatan
akan menurunkan aktivitas enzim           berlemak jika memiliki kandungan
tatkala benih dikembahkan.                lemak antara 18-50%, dikatakan
                                          berprotein jika kandungan proteinnya
e) Ukuran dan berat jenis benih           18-50% dan kandungan lemak <18%,
                                          sedangkan dikatakan berpati jika kan-
     Ukuran dan berat jenis benih         dungan patinya >50% dengan
sangat berkaitan dengan posisi bnenih     kandungan lemak dan protein <18%.
di dalam buah dan posisi buah pada             Komposisi        kimia       benih
tanaman. Butiran benih padi yang          berhubungan dengan mutu daya
terletak di ujung malai memiliki ukuran   simpannya. Di tempat terbuka, benih
dan berat jenis yang lebih besar          berpati dan berprotein mempunyai
dibandingkan butiran benih pada           daya simpan lebih lama dibandingkan
pangkal malai. Hal ini disebabkan         benih berlemak. Hasil penguraian
benih-benih di ujung malai lebih          lemak tak jenuh di dalam benih akan
dahulu terbentuk dan berkembangl.         menghasilkan asam lemak bebas, lalu
Sebaliknya benih-benih yang berada        terurai menjadi radikal bebas yang
di pangkal dan tengan tongkol jagung      akan merusak fungsi enzim di dalam
memiliki ukuran dan berat jenis yang      proses meta-bolisme benih. Pada
lebih tinggi dibandingkan dengan          akhirnya benih cepat mengalami
benih di ujung tongkol. Hal ini pun       kemunduran.
disebabkan benih pada pangkal dan
tengah tongkol lebih dahulu terbentuk     g)     Struktur benih
dan berkembang. Fenomena yang
sama pun terjadi pada benih kedelai,           Struktur benih sangat berkaitan
benih yang berasal dari polong di         dengan sistem penyebaran benih
pangkal batang memiliki ukuran dan        (seed dispersal, misalnya dilengkapi
berat jenis yang relatif lebih besar      sayap sehingga mudah menyebar)
dibanding benih-benih yang berasal        dan mempunya fungsi sebagai
dari polong di ujung batang. Benih-       pelindung (protecting structure) dari
benih dengan ukuran dan berat jenis       kerusakan fisik dan mekanik. Sistem
lebih besar, pada varietas yang sama      pelindung ini bisa terkait dengan
dan tingkat kadar air yang sama,          struktur fisik benih (bentuk dan
diduga memiliki mutu fisiologis yang      ukuran), tetapi juga bisa terkait
lebih tinggi karena benih tersebut        dengan berat benih.
memiliki jumlah cadangan makanan               Atas     dasar    ini,     benih
yang lebih banyak.                        dikategorikan dalam lima kelompok
                                          yaitu :



                                                                            114
   weight protected seed (benih                  Kadar air benih merupakan faktor
    yang dilindungi oleh beratnya           yang sangat berpengaruh terhadap
    yang ringan).                           mutu benih. Kadar air benih sangat
   structure protected seed (benih         berkait erat dengan mutu fisik,
    dilindungi oleh struktur fisiknya).     fisiologis, dan patologis. Proses panen
   loose filled seed (benih dilindungi     dan perontokan yang dilakukan pada
    oleh ruangan yang cukup longgar         benih berkadar air tinggi akan
    antara benih dan kulit buah).           mengakibatkan         benih     memar.
   naked fruit (buah terbuka), serta       Sebaliknya, jika terlalu kering, proses
   naked seed (benih terbuka).             perontokan dapat mengakibatkan
                                            benih retak. Demikian pula dalam
     Berdasarkan kategori tersebut,         proses pengeringan, benih berkadar
padi tergolong structure protected          air tinggi yang dikeringkan dengan
seed, jagung tergolong naked fruit,         suhu tinggi (kecepatan pengeringan
kacang tanah tergolong loose filled         tinggi) dapat terjadi pengerasan pada
seed, sedangkan kacang hijau dan            kulit benih. Dalam kondisi ini, benih
kedelai tergolong naked seed.               belum kering, tetapi tampak seolah-
     Struktur benih berkaitan dengan        olah telah kering karena air di dalm
mutu benih, yaitu semakin terbukanya        benih tidak dapat diuapkan akibat kulit
struktur benih maka semakin tinggi          yang keras. Demikian juga, dengan
nilai indeks kerusakannya. Hal ini          pemberian bahan kimia pada
berarti indeks kerusakan benih              beberapa jenis benih (seperti
(damage susceptibility index; DSI)          pemberian Ridomil pada benih
kedelai lebih tinggi dari benih jagung,     jagung). Jika masih berkadar air
DSI benih jagung lebih tinggi dari          tinggi, bahan kimia yang akan
benih padi. Selain itu kombinasi            terabsorbsi benih melebihi batas
antara komposisi kimia dan struktur         aman sehingga dapat meracuni benih.
benih dapat menduga tingkat                 Kadar air benih sangat berpengaruh
kerusakan dan kemunduran benih              pada        penyimpanan.       Pengaruh
seperti yang tertera pada tabel 1.          tersebut bisa bersifat langsung, yaitu
                                            berlangsungnya metabolisme benih,
h) Tingkat kadar air benih                  maupun tidak langsung, yakni
                                            memberikan kondisi yang optimum


Tabel 4.1 Indeks kerusakan dan kemunduran benih berkaitan dengan komposisi
                 kimia dan struktur benih
                                                     Komposisi Kimia Benih
                                           Benih
               Benih                                   Benih Berprotein Benih Berpadu
                                       Berlemak (DSI
                                                          (DSI = 3)        (DSI = 2)
                                            = 6)
1. Padi (structure protected seed,                                            4
    DSI = 2)
2. Kacang tanah belum dikupas                18



                                                                              115
   (loose filled seed, DSI=3)
3. Kacang tanah kupas (naked             30
   seed, DSI=5)
4. Jagung (naked fruit, DSI=4)                                                    8
5. Kedelai (naked seed, DSI=5)           30
Sumber: Potts, 1972

untuk perkembangbiakan hama dan               tidak berkecambah karena tidak
penyakit. Kadar air yang tinggi               tersedia lingkungan yang optimum
menyebabkan laju respirasi benih              untuk perkecambahan.
menjadi tinggi sehingga sejumlah                   Dormansi      benih      dibedakan
energi di dalam benih hilang.                 menjadi dua, yaitu dormansi primer
Respirasi tersebut juga menghasilkan          dan dormansi sekunder. Dormansi
produk yang tidak diperlukan, seperti         primer adalah sifat dormansi yang
gas karbondioksida, air, dan panas.           timbul karena sifat fisik dan fisiologis
Dalam keadaan seperti ini benih               benih. Dormansi primer dibedakan
mengalami kemunduran. Produk                  menjadi exogenous dormancy dan
respirasi     tersebut     selanjutnya        endogenous dormancy. Exogenous
merupakan         stimulan       untuk        dormancy umumnya terjadi karena
peningkatan laju respirasi berikutnya.        sifat kulit benih. Klulit benih menjadi
Dengan demikian, lajur respirasi              penghalang masuknya air dan atau
semakin meningkat dan akibatnya               gas kedalam benih dalam proses
lajur kemunduran benih semakin                perkecambahan sehingga proses
meningkat pula. Selain stimulan               perkecambahan tidak terjadi. Selain
terhadap laju kemunduran benih,               itu kulit benih juga menjadi
produk respirasi tersebut juga                penghalang munculnya kecambah
merupakan kondisi optimum untuk               (radicle protusion) pada proses
perkembang-biakan          cendawan.          perkecambahan. Tipe dormansi ini
Cendawan akan aktif dan berkembang            terjadi pada benih yang berkulit keras
biak secara cepat pada tingkat kadar          (hardseed), seperti pada benih legum.
air benih 13-18%. Adapun hubungan             Dormansi ini dapat dipatahkan dengan
kadar air dengan kondisi fisik dan            memberi perlakukan terhadap kulit
fisiologis benih dapat dilihat pada           benih agar menjadi permeable
tabel 4.2.                                    (mudah dilalui) air dan gas, seperti
                                              pelukaan kulit dan perendaman dalam
i)   Dormansi benih                           air panas.
                                                   Endogenous dormancy terjadi
     Dormansi benih merupakan                 berkaitan dengan sifat internal
kondisi benih yang tidak mampu                (endogen) fisiologis benih, seperti
berkecambah        meski      kondisi         kondisi embrio yang belum masak
lingkungannya      optimum     untuk          (rudimentary embryo) dan tidak
perkecambahan. Berbeda dengan                 seimbangnya komposisi zat pengatur
dormansi      adalah     guiescence.          tumbuh didalam embrio sehingga
Guiescence adalah kondisi benih yang          proses perkecambahan (terutama



                                                                                 116
aktivasi enzim dan respirasi)                    sekunder) dapat pula disebabkan oleh
terhambat dan akhirnya gagal                     faktor lingkungan dan atau faktor
berkecambah.                                     pengelolaan dalam proses produksi,
     Tipe dormansi ini terjadi pada              pengolahan, dan penyimpanan benih.
benih-benih yang mengalami after                 Kondisi iklim yang kering dan panas
ripening (embrio masak setelah                   sangat kondusif untuk menghasilkan
panen), sperti padi, dan benih-benih             benih yang berkulit keras (hardseed).
yang mengandung zat penghambat
tumbuh (growth inhibitor), seperti                     Hubungan antara dormansi
tomat. Mematahkan tipe dormansi ini              benih dan mutu benih terkair dengan
dengan pemberian zat perangsang                  mutu daya simpan benih. Benih
tumbuh atau dengan pencucian agar                dorman akibat kekerasan kulit benih
zat penghambat tumbuh dapat                      secara umum diyakini memiliki daya
dibersihkan dair benih.                          simpan       yang      lebih     panjang
       Dormansi sekunder adalah                  dibandingkan benih yang tidak
dormansi yang disebabkan oleh tidak              memiliki sifat kulit benih keras. Namun
tersedianya salah satu faktor yang               demikian nilai positif dormansi benih
berpengaruh bagi perkecambahan                   ini menuntut penanganan yang tepat
tertentu. Meski sifat dormansi sangat            saat benih harus dikecambahkan
berkaitan dengan sifat genetik, tetapi           karena dibutuhkan teknik pematahan
dormansi benih (terutama dormansi                dormansi yang tepat pula.



      Tabel 4.2. Hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologi benih

Kadar Air (%)                        Kondisi Fisik dan Fisiologi Benih

30-80              Belum siap dipanen
18-40              Benih sudah masak fisiologis. Kecepatan respirasi benih relatif
                   tinggi. Benih peka terhadap gangguan yang berasal dari lapangan.
                   Benih peka terhadap hama, patogen, faktor fisik dan mekanik.
13-18              Laju respirasi benih masih tinggi. Benih peka terhadap serangan
                   hama, patogen, faktor fisik dan mekanik.
10-13              Benih aman untuk disimpan selama 6-18 bulan. Benih masih peka
                   terhadap beberapa serangga hama dan kerusakan mekanik.
8-10               Benih aman untuk disimpan selama 1-3 tahun. Benih cukup tahan
                   terhadap serangan patogen, tetapi masih peka terhadap beberapa
                   hama dan kerusakan mekanik.
4-8                Benih aman untuk disimpan dalam wadah tertutup dan kedap
                   udara.
0-4                Benih terlalu kering sehingga kondisi benih dalam keadaan rusak.
33-66              Benih akan berkecambah setelah mengimbibisi air sampai kadar




                                                                                    117
                  air benih 33-66%

                                           kesehatan benih sebelum benih
4.6 Pengujian Kesehatan Benih              disimpan ataupun sebelum ditanam.
                                           Metode pengujian kesehatan benih
     Berbagai jenis cendawan, bakteri,     yang digunakan sangat tergantung
nematoda dan virus dapat terbawa           pada jenis benih dan jenis patogen
benih tanaman. Dari hasil-hasil            yang mungkin terbawa benih.
penelitian yang telah dilakukan            Penentuan        metode     tersebut
diketahui      kelompok       cendawan     dimaksudkan agar deteksi dan
merupakan mikro-organisme yang             identifikasi patogen terbawa benih
paling dominan berasosiasi dengan          dapat dilakukan dengan mudah dan
benih. Sebagian patogen terbawa            akurat. Hal tersebut berarti untuk
benih dapat menimbulkan gangguan           pengujian suatu contoh benih dapat
tidak saja di pertanaman, tetapi juga di   digunakan lebih dari satu metode
tempat penyimpanan. Cendawan               pengujian kesehatan benih. Berbagai
merupakan mikroorganisme utama             macam cara pengujian kesehatan
yang sering menimbulkan gangguan           benih         untuk      mendeteksi
di tempat penyimpanan. Kebanyakan          mikroorganisme atau patogen terbawa
patogen terbawa benih menjadi aktif        benih dapat dikelompokan menjadi :
segera setelah benih disebar atau
disemai, tetapi sebagian patogen baru      a. Pengamatan Secara Visual
menunjukkan        aktivitasnya    yang       terhadap Benih Kering
ditunjukkan gejala tertentu setelah
tanaman dewasa dan berproduksi.                 Pengujian     kesehatan   benih
Patogen (lebih tepat disebut inokulum      dengan metode pengamatan benih
patogen) dapat terbawa benih               kering dapat dilakukan secara cepat
tanaman dalam 3 cara. Pertaman             untuk mendapatkan informasi awal
patogen terbawa secara internal dan        tentang penampakan atau status
berada di dalam jaringan struktur          kesehatan benih. Tetapi metode ini
perbanyakan tanaman seperti biji,          hanya mendeteksi cendawan yang
dalam hal ini patogen bias berada di       ada di permukaan benih atau
embrio, endosperm atau kulit biji.         tercampur bersama benih serta
Kedua, patogen menempel pada               kondisi fisik benih saja. Metode ini
permukaan benih.            Dan ketiga,    dapat digunakan untuk mendeteksi
patogen secara terpisah terbawa biji,      patogen yang menyebabkan gejala
dalam hal ini patogen bisa berada          khas pada benih misalnya disklorisasi
dalam sisa tanaman, butiran tanah          atau perubahan warna pada kulit
atau dalam bentuk struktur tertentu.       benih, perubahan ukuran, dan bentuk
     Sebagai upaya untuk mencegah          benih. Metode ini juga dapat
atau mengurangi risiko akibat              digunakan untuk mendeteksi patogen
gangguan penyakit atau patogen             yang menghasilkan struktur tubuh
terbawa benih, maka perlu dilakukan        buah yang dapat dilihat secara visual
pemeriksaan         atau       pengujian



                                                                           118
pada benih atau tercampur pada             c. Metode Pencucian Benih
benih.
     Sebagai tambahan metode ini                 Metode pencucian benih terutama
berguna untuk mengetahui adanya            dilakukan        untuk       mendeteksi
serangan/infestasi serangga benih          cendawan yang membentuk struktur
atau kerusakan benih atau melihat          di permukaan benih. Pengujian dapat
adanya perlakuan benih dengan              dilakukan secara cepat dan mudah,
pestisida.     Metode ini berkaitan        namun pengujian dengan cara ini
langsung dengan kegiatan analisis          memiliki       keterbatasan     karena
kemurnian benih (purity), yaitu apakah     cendawan yang berada di dalam
benih tercampur dengan benda-benda         jaringan benih tidak dapat diketahui
dan benih lainnya dalam proses             atau terdeteksi. Hasil pengujian
pemberian sertifikasi benih.               tersebut tidak dapat menggambarkan
     Berdasarkan              peraturan    tingkat infeksi dan infestasi patogen
Internasional       Seed        Testing    pada benih.
Association (ISTA) benda-benda                   Sebagaimana           pengamatan
tercampur benih antara lain butiran        secara visual terhadap benih kering,
tanah, pasir, batu, sisa tanaman, puru     dalam metode pencucian benih tidak
nematoda, maupun tubuh buah                ada standar dalam jumlah benih yang
cendawan seperti sklerotia, smut/ bunt     diuji. Prosedur yang biasa digunakan
(yaitu butiran benih yang telah terisi     di berbagai laboratorium adalah
struktur cendawan). Unsur-unsur yang       sebagai berikut :
tercampur dengan benih tersebut            Prosedur pencucian benih adalah
sangat         potensial         dalam     sebagai berikut: Sebanyak 50 gr
perkembangan dan penyebaran suatu          benih (dari 1 kg benih contoh)
patogen, karena berbagai cendawan          dimasukan        ke     dalam    gelas
mampu bertahan pada sisa-sisa              Erlenmeyer kemudian ditambahkan
tanaman atau butiran-butiran tanah.        100 ml air steril. Untuk memudahkan
Benih yang mengalami diskolorasi           peluruhan struktur cendawan dari
maupun yang mengandung patogen             permukaan benih sering ditambahkan
infeksi tidak dicantumkan dalam            1 tetes Twin 20. Benih tersebut
analisis kemurnian benih, oleh karena      dikocok selama 5 menit (dengan
itu perlu ada kerjasama dari petugas       shaker) selanjutnya disaring dengan
yang menangani kemurnian benih             kain kasa.        Air hasil pencucian
dengan petugas yang menangani              dimasukan dalam tabung sentri-fugasi
kesehatan         benih        sebelum     dan kemudian disentrifugasi pada
menerbitkan sertifikat benih.              kecepatan 1500–2000 rpm selama 3
                                           menit. Sedimen yang terbentuk
Prosedur                               :   dipisahkan dengan air dengan cara
Metode ini bersifat kualitatif, sehingga   membuang air tersebut menggunakan
tidak ada standar dalam jumlah             pipet.
contoh benih tertentu yang digunakan             Selajutnya dilakukan pengamatan
dalam pengujian.                           mikroskopis; sebanyak 1 ml lactofenol
                                           ditambahkan pada sedimen dalam



                                                                             119
tabung dan dicampur hingga merata.       pembesaran 50–60 kali untuk melihat
Dengan       menggunakan       pipet,    pertumbuhan cendawan.
campuran sedimen diteteskan pada              Cendawan yang tumbuh diamati
gelas objek dan ditutup dengan gelas     dan        didekteksi     berdasarkan
penutup dan selanjutnya dilakukan        karakteristik keberadaan tumbuhnya
pengamatan di bawah mikroskop            seperti tubuh buah, konidia yang
dengan pembesaran 100–400 kali           muncul dari konidiofor (tangkai
untuk melihat struktur cendawan. Bila    konidia), spora dengan massa
pendekatan kuantitatif diperlukan,       sporanya,        sporodokium      dan
maka        pengamatan         dapat     aservulus, piknidiospora da-lam
menggunakan haemacytometer untuk         piknidia, dan askospora dalam
mengetahui kepadatan inokulum            peritesia.
(cendawan) per satuan berat benih.
                                         1) Metode inkubasi dengan media
d. Metode Inkubasi                          kertas saring

     Prinsip pengujian benih dengan           Sebanyak 400 benih diletakkan
metode inkubasi adalah memberikan        dalam cawan petri berdiameter 9 cm.
kondisi tumbuh yang optimal bagi         Jumlah benih per cawan petri 10 atau
mikroorganisme terbawa benih, baik       25 tergantung dari ukuran benih. Tiap
yang ada di permukaan ataupun yang       cawan petri diberi label nomor benih
ada di dalam jarungan benih. Dengan      dan tanggal pengujian. Sebelum benih
cara tersebut maka mikro-organisme/      diletakkan, cawan dialasi dengan 2
patogen terbawa benih, terutama          lapis kertas saring yang telah
cendawan dan bakteri dapat               dicelupkan ke dalam air bersih.
terdeteksi      dengan       mengamati   Usahakan jangan terlalu banyak air
karakteristik pertumbuhan dan struktur   (tidak tergenang). Letakan benih satu
cendawan. Pengujian kesehatan            per satu dengan menggunakan pinset
benih dengan metode inkubasi yang        seperti Gambar 2.
sering dilakukan adalah pengujian            Selanjutnya benih diinkubasi pada
dengan media kertas (Blotter-test),      suhu kamar dengan penyinaran lampu
dan pengujian pada media agar.           ultra violet 12 jam terang dan 12 jam
     Metode Inkubasi dengan Media        gelap secara bergantian selama 7
Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter     hari. Pada hari ke-8 dilakukan
adalah salah satu dari metode            pengamatan dengan menggunakan
inkubasi, yaitu benih ditumbuhkan        mikroskop stereo. Pada tiap benih
pada       kertas     saring    basah,   diamati karakteristik pertumbuhan
diinkubasikan selama 7 hari dengan       berbagai cendawan yang tumbuh.
penyinaran lampu ultra violet selama     Kadang-kadang          sangat      sulit
12 jam terang dan selama 12 jam          mengidentifikasi cendawan melalui
kondisi gelap secara bergantian.         pengamatan                 karakteristik
Benih yang diinkubasi tersebut diamati   pertumbuhan cendawan, oleh karena
di    bawah       mikroskop    dengan    itu dibuat preparat dari cendawan
                                         tersebut dan diamati dengan bantuan



                                                                            120
mikroskop compoun dan kunci                 berdasarkan karakteristik koloni pada
identifikasi. Jika suatu cendawan telah     media agar yang berkembang dari
teridentifikasi,     dituliskan     kode    benih. Secara umum prinsipnya sama
cendawan pada kertas blotter didekat        dengan prinsip dari pengujian dengan
cendawan         yang       bersangkutan.   media kertas. Dalam beberapa hal
Jumlah benih yang terinfeksi suatu          metode ini memiliki kelebihan, yaitu
cendawan dihitung sebagai tingkat           memberikan informasi relatif lebih
infeksi cendawan pada contoh benih          cepat dan cukup menggambarkan
yang diuji.                                 status kesehatan benih dibandingkan
                                            dengan metode media kertas, karena
2) Metode inkubasi dengan media             ketersediaan nutrisi pada media agar
   kertas dengan pendinginan                memungkinkan cendawan atau bakteri
                                            tumbuh dan berkembang secara lebih
     Sebanyak 400 benih diletakkan          baik dan lebih cepat sehingga
dalam cawan petri yang telah dialasi        memudahkan dalam pengamatan.
kertas saring seperti pada metode           Biasanya cendawan atau bakteri akan
inkubasi dengan kertas standar.             membentuk koloni yang khas pada
Benih diinkubasi selama 24 jam pada         media agar.
suhu ruang dengan penyinaran lampu                Dalam pelaksanaan pengujian
ultra violet 12 jam terang dan 12 jam       dengan media agar memerlukan
gelap. Pada hari ke-2 benih disimpan        persiapan yang lebih lama, relatif
pada suhu –20o C selama 24 jam.             rumit dan mahal, terutama bila
Tujuan        perlakuan    pendinginan      menggunakan media spesifik. Sering
tersebut adalah untuk menghambat            terjadi kesulitan dalam pengamatan
atau menekan perkecambahan benih.           karena pertumbuhan koloni cendawan
Hal       ini     disebabkan    sering      atau bakteri men-jadi berbeda atau
perkecambahan benih menyulitkan             berubah bila menggunakan media
secara teknis dalam pengamatan              tumbuh yang berbeda dengan waktu
sehingga informasi menjadi bias.            yang berbeda pula. Kesulitan lain
     Setelah diberi perlakuan dingin        pada waktu pengamatan adalah
kemudian benih diinkubasi selama 5          pertumbuhan       cendawan      bukan
hari pada suhu ruang dengan                 sasaran (cendawan saprofit) tumbuh
penyinaran lampu ultra violet 12 jam        lebih ekstensif sehingga menekan
terang dan 12 jam gelap secara              pertumbuhan cendawan patogen yang
bergantian.                                 menjadi sasaran pengamat-an. Untuk
     Pada hari ke-8 benih diamati           keperluan pengujian dengan media
seperti prosedur pengamatan metode          agar digunakan berbagai jenis media
inkubasi dengan media kertas                tumbuh seperti PDA dan media semi
standar.                                    selektif atau selektif seperti Czapek,
                                            Media BSC, Media Komada, dan lain-
3) Metode inkubasi pada media agar          lain.
                                                  Prosedur metode inkubasi pada
    Dalam metode media agar                 media agar adalah sebagai berikut:
inokulum terbawa benih, dideteksi           Media agar steril disiapkan dalam



                                                                             121
cawan petri steril. Sebanyak 400          batang, daun atau seluruh bagian
benih dari satu contoh benih diberi       kecambah atau bibit tanaman. Pada
perlakuan      sterilisasi   permukaan    berbagai kejadian inokulum cendawan
dengan NaOCL 1 % selama 3 menit.          terbawa        benih      menyebabkan
Kemudian benih ditiriskan pada kertas     kematian pada tanaman atau
saring steril. Dalam banyak kasus,        kecambah.
perlakuan sterilisasi pada permukaan            Beberapa kelompok cendawan
benih tidak dilakukan.                    terbawa       benih     yang     sering
     Benih diletakkan pada media agar     menyebabkan          penyakit     pada
dalam cawan petri. Tiap cawan             kecambah atau bibit antara lain
ditanami 10 butir benih. Pekerjaan        Alternaria, Ascochyta, Colletotrichum,
penanaman benih tersebut dilakukan        Drechslera, Fusarium, Macrophomina.
secara aseptik, yaitu membersihkan        Sedangkan kelompok bakteri yang
tempat dan alat kerja dengan bahan        sering menunjukkan gejala pada
aseptik seperti alkohol 70 %. Benih       kecambah antara lain Pseudomonas
diinkubasi pada suhu kamar selama 7       spp. Media tumbuh yang digunakan
hari dengan penyinaran lampu ultra        untuk pengujian gejala pada bibit/
violet 12 jam terang dan 12 jam gelap     kecambah adalah media pasir, bata
secara bergantian.                        merah, campuran pasir dan tanah
     Pengamatan dilakukan pada hari       serta media buatan seperti agar air.
ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai   Pengujian kesehatan benih dengan
hari ke-4, karena koloni cendawan         gejala bibit/ kecambah mempunyai
sudah mulai tampak. Hal yang diamati      beberapa kelebihan dibandingkan
adalah karak-teristik koloni dan          metode yang lain.
struktur cendawan. Untuk bakteri                Pengujian dengan cara ini dapat
bahkan peng-amatan sudah dapat            mengamati penularan (transmisi)
dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3.       patogen dari benih ke tanaman dari
                                          satu fase ke fase pertumbuhan
e. Uji Gejala pada Bibit/Kecambah         tanaman. Beberapa patogen tidak
                                          mudah dideteksi dengan metode lain
     Patogen dapat menghasilkan           karena serangan patogen tersebut
gejala pada bibit/kecambah baik pada      yang bersifat laten. Sehingga
akar, kotiledon, atau hipokotil. Benih    diperlukan fase tertentu pertumbuhan
yang terinfeksi pada kondisi yang         tanaman        agar      gejala    dan
menguntungkan dapat menghasilkan          perkembangan         patogen     dapat
gejala pada bibit sama dengan gejala      dideteksi.       Metode ini sangat
di lapangan, sehingga metode ini          bermanfaat untuk pengujian contoh
dapat digunakan untuk mendapatkan         benih yang jumlahnya terbatas seperti
informasi yang mewakili penampakan        benih hasil pemuliaan pada tahap
di lapangan. Sejumlah cendawan,           tertentu dan juga bermanfaat untuk
bakteri dan virus terbawa benih sering    tujuan karantina. Pengujian gejala
menghasilkan gejala infeksi atau          bibit/kecambah dapat digunakan untuk
serangan pada kecambah atau bibit         evaluasi efektivitas perlakuan benih,
tanaman. Gejala terjadi pada akar,



                                                                            122
baik dengan kimia maupun secara          akurat, dan dapat digunakan untuk
fisik.                                   menguji sampel dalam jumlah besar.
      Prosedur pengujian dengan          Metode tersebut berdasarkan pada
metode media agar cair adalah            konjugasi antara virus– antibodi dan
sebagai berkiut: Dengan media agar       enzim,      dengan        menambahkan
air (water agar) dilakukan dengan cara   substrat pewarna maka adanya
sebagai berikut. Tuangkan 10 ml agar     konjugasi tersebut dapat diperlihatkan.
air ke dalam tabung reaksi ukuran             Dalam uji ELISA ada beberapa
160x16 mm kemudia tutup dengan           cara yang digunakan yaitu indirect
kapas dan selanjutnya disterilisasi      ELISA, double antibody sandwich
pada temperatur 121o C selama 15         ELISA (DAS ELISA), DAS ELISA
menit. Sebutir benih ditanam pada        protocol, F (ab’) 2 indirect ELISA dan
media agar air steril. Sebelum dan       F (ab’)2 ELISA protocol, tetapi yang
sesudah penanaman, tabung tetap          banyak digunakan adalah metode
tertutup dengan kapas. Penanaman         indirect ELISA dan double antibody
dikerjakan secara aseptik. Tabung        sandwich ELISA (DAS ELISA). Dalam
reaksi yang berisi media agar air dan    indirect ELISA uji didasarkan pada
benih kemudian diletakkan pada rak       adanya ikatan enzim dengan molekul
tabung reaksi dan diinkubasikan          antibody yang dapat dideteksi oleh
sampai 14 hari pada temperatur ruang     antiviral immunoglobulin. Sedangkan
dengan penyinaran lampu ultra violet.    pada DAS ELISA, virus diikat oleh
Setelah masa inkubasi diamati gejala     antibody spesifik yang kemudian
yang timbul, koloni cendawan dan         bereaksi lagi dengan antibody spesifik
struktur cendawan. Pengamatan            yang telah diikat oleh enzim.
sebenarnya bisa dilakukan selama              Dari segi praktikal indirect ELISA
masa inkubasi.                           lebih sederhana dan lebih cepat
                                         karena dalam indirect ELISA tidak
f.   Uji Serologi                        melalui prosedur pemurnian virus,
                                         mempersiapkan         stock     gamma–
     Uji    ELISA (Enzyme-Linked         globulin (lgG), dan mela-kukan
Immuno-sorbent Assays) adalah            konjugasi enzim–immuno-globulin.
pengujian      serologi     terutama          Prosedur uji serologi adalah
digunakan untuk mendeteksi bakteri       sebagai berikut: Antigen (ekstrak
dan virus terbawa benih. Prinsip         tanaman       yang       diuji)    harus
pengujian tersebut adalah reaksi in      dipersiapkan        terlebih      dahulu
vitro antara antigen dan antibodi.       (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak
Dalam pengujian cara ini sangat          tanaman sehat dan suspensi tanaman
tergantung kepada ketersediaan           yang positif terinfeksi virus dalam
sejumlah antibodi yang spesifik untuk    antigen buffer dengan pengenceran
patogen sasaran. Uji ELISA sebagai       1/50. Buat ekstrak antigen dengan
salah satu metode serologi untuk         cara menggerus jaringan tanaman
mendeteksi virus sering digunakan        yang akan diuji kemudian diencerkan
karena metode tersebut sederhana,        dengan antigen buffer dengan
mudah dilakukan, cepat, sensitif,        pengenceran 1/9. Masukan antigen



                                                                            123
tersebu sebanyak 100 µl pada setiap             Substrat dibuat setelah antiserum
lubang plate ELISA.                        siap untuk digunakan.           Metoda
     Tutup plate ELISA dengan plastik      pembuatan substrat adalah sebagai
tipis dan diinkubasikan selama 1 jam       berikut: Kosongkan plate ELISA dan
pada suhu tumbuh 37o C atau                cuci sebagaimana di atas. Buat
semalaman pada suhu kamar.                 larutan substrat dari 1 tablet p–
     Primary (specific antiserum) harus    nitrophenyl (PNPP), (tersedia se-cara
disiapkan terlebih dahulu. Selama          komersial)     dalam       10–15     ml
inkubasi (atau sebelum uji dimulai)        diethanolamine      buffer    (DIEAB).
dapat dilakukan cross–adsorbtion           Masukan substrat tersebut 100 µl per
antiserum dengan jaringan sehat            lubang. Inkubasikan selama 30 menit
dengan cara sebagai berikut.               pada suhu kamar. Reaksi positif yaitu
Jaringan sehat dihancurkan dalam           apabila terjadi perubahan warna
serum buffer dengan pengeceran             menjadi kuning.
1/20.     Suspensi disaring dengan              Baca nilai absorban ultra violet
menggunakan kain kasa. Encerkan            dengan menggunakan alat spektro-
anti-serum sesuai anjuran dalam            fotometer. Untuk menghentikan reaksi
suspensi tersebut. Aduk sampai rata        dapat dilakukan dengan menambah
dan inkubasi selama 45 menit pada          setetes 3 N NaOH pada tiap lubang.
suhu 37o C.
     Pencucian dilakukan dengan            Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect
langkah-langkah sebagai berikut.           ELISA :
Kosongkan plate ELISA. Cuci plate          PBS (Phosphate Buffered Saline) :
ELISA dengan PBS Tween, rendam             a. 0,05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 +
selama 3 menit dengan PBS Tween,               8,5 g Na Cl /l
ulangi sampai 4 kali cucian. Keringkan     b. pH 7,2
dengan kertas tissue. Masukan
primary antiserum 100 µl setiap            Antigen buffer:
lubang plate ELISA. Inkubasikan plate       i. PBS + 0,01 M NaDIECA.
tersebut selama 1 jam pada suhu
37oC.                                      PBS Tween (untuk mencuci)
Secondary antiserum (conjugate)             1 liter PBS Tween
harus disiapkan setelah primery             0,2 g KCl.
antiserum yaitu dengan cara:                0,5 ml Tween 20
Kosongkan plate ELISA dan cuci
dengan cara seperti di atas. Masukan       Serum buffer :
konjugasi       antibody–       Alkaline    1 liter PBS Tween
phosphatase       (tersedia      secara     20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %)
komersial sebagai SWAREC = Swine               (MW = 25.000)
antirabbit enzyme conju-gate) pada          2 g Ovalbumin (0,2 %)
pengenceran 1/1000–1/2000 dalam
serum buffer. Inkubasikan selama 1         Substrate – Buffer : DIEAB :
jam pada suhu 37oC.                        Diethanolamine Buffer.




                                                                             124
   100 ml diethanolamine                memproduksi benih bermutu dan cara
    (C4H11NO2).                          menyimpan benih. Hal berikutnya
   200 ml deinonized H2O                adalah penguasaan pengolahan
   24 ml 5 N Hcl                        benih,       tanah,  dan     gudang
   buat suspensi dalam deionized        penyimpanan, serta sikap jujur dan
    H2O sampai mencapai volume           bersedia selalu mematuhi peraturan/
    1000 ml.                             ketentuan perbenihan yang berlaku.
                                              Prosedur untuk mendapatkan
g. Uji Tanaman Indikator                 sertifikat dimulai dari permohonan
                                         sertifikasi, pengajuan pemeriksaan
     Pengujian dengan tanaman            pendahuluan, pemeriksaan lapang,
indikator digunakan terutama untuk       pemeriksaan alat-alat panen dan
mendeteksi virus dan bakteri terbawa     pengolahan, pengambilan sampel
benih. Prinsip pengujiannya adalah       benih, dan pengajuan pemasangan
reaksi dari tanaman indikator terhadap   label sertifikat.
ekstrak/sap      dari    biji     yang
diinokulasikan pada tanaman indikator    a. Permohonan sertifikasi
tersebut. Reaksi yang terjadi adalah
berupa gejala lokal pada daun                    Untuk menghasilkan benih ber-
tanaman indikator.                       sertifikat, dimulai dari pengajuan
                                         permohonan sertifikasi kepada BPSB
    Uji       dengan       Teknologi    setempat yang dilakukan paling
     Biomolekuler                        lambat satu bulan sebelum tebar
     Teknik biomolekuler sudah mulai     (tanam) dengan mengisi formulir.
digunakan dalam pengujian kesehatan      Formulir isian mencakup tentang
benih. Teknik biomolekuler yang          nama       dan    alamat    pemohon
diaplikasikan     dalam     pengujian    (penangkar), letak areal, asal benih
kesehatan benih adalah Polymerase        sumber, rencana penanaman, sejarah
chain reaction (PCR). Teknik PCR         lapangan, dan isolasi (jarak/waktu)
mempunyai tingkat ketelitian yang        yang dilakukan. Setelah diisi, formulir
sangat tinggi dan dapat dilakukan        diserahkan dengan dilampirkan label
dalam waktu yang relatif singkat.        benih (kelas dan benih sumber) yang
Tetapi penggunaan teknik PCR untuk       akan digunakan dan denah situasi
pengujian rutin kesehatan benih masih    lapangan.
terlalu mahal dalam hal bahan,
peralatan dan tenaga pelaksana.          b. Permohonan pemeriksaan
                                            lapang pendahuluan
4.7 Prosedur Memproduksi Benih
    Bersertifikat                              Penangkar     menyampaikan
                                         pemberitahuan siap untuk diperiksa
    Seorang    penangkar      benih      lapang pendahuluan kepada BPSB
bersertifikat   perlu       memiliki     setempat paling lambat 10 hari
pengetahuan yang cukup tentang cara      sebelum tanam atau seminggu
                                         sebelum pemeriksaan lapang. Dalam



                                                                           125
pemeriksaan ini, pengawas BPSB           dipertanggung-jawabkan, dan hanya
akan menguji kebenaran data              diperbolehkan untuk produksi non-
lapangan yang diajukan penangkar         benih.
seperti dalam surat permohonan
sertifikasi. Jika data lapangan
menunjukkan kesesuaian maka lahan
penangkaran tersebut telah syah          d. Permohonan pemeriksaan
dinyatakan sebagai lahan produksi           lapangan fase generatif
benih bersertifikat.
                                              Pemeriksaan lapangan fase
c. Permohonan pemeriksaan fase           generatif hanya dilakukan bila telah
   vegetatif                             lulus pada tahapan pemeriksaan
                                         sebelumnya. Pengajuan permohonan
     Pemeriksaan lapangan pertama        pemeriksaan lapangan fase generatif
dilakukan saat tanaman dalam fase        (saat berbunga) dilakukan satu
pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30    minggu      sebelum        pemeriksaan
hari setelah tanam. Pengajuan            dilakukan. Dalam pemeriksaan ini juga
permohonan pemeriksaan diajukan          diamati keberadaan dari CVL dengan
kepada BPSB paling lambat 7 hari         pengamatan pada organ reproduktif,
sebelum pemeriksaan, pemeriksaan         seperti warna dan bentuk bunga, serta
akan dilakukan terhadap keberadaan       saat pembungaan. Seperti pada
campuran varietas lain (CVL). Nilai      pengawasan lapangan fase vegetatif,
standar CVL berbeda untuk setiap         penangkar benih diberi kesempatan
jenis tanaman dan kelas benih yang       untuk melakukan pengawasan ulang
diproduksi. Semakin tinggi kelas         jika hasil pemeriksaan dinyatakan
benih, semakin ketat standarnya.         tidak lulus. Pemeriksaan ulang pun
        Sebelum pengawas BPSB            hanya diberikan satu kali.
memeriksa,       penangkar       benih
sebaiknya melakukan roguing agar         e. Permohonan pemeriksaan fase
standar lapang benih bersertifikat          menjelang panen
terpenuhi. Jika hasil pemeriksaan oleh
pengawas BPSB menyatakan lulus,                Pemeriksaan fase menjelang
lahan tersebut dapat diteruskan untuk    panen dilakukan bila telah lulus
proses sertifikasi selanjutnya. Jika     pemeriksaan lapang sebelumnya.
lahan dinyatakan tidak lulus maka        Pemeriksaan dilakukan satu pekan
penangkar diwajibkan melakukan           sebelum panen (menjelang masak
roguing ulang, dan selanjutnya           fisiologis). Permohonan pemeriksaan
mengajukan pemeriksaan ulangan.          diajukan satu minggu sebelum
Pemeriksaan ulang hanya dapat            pemeriksaan dilakukan. Hal-hal yang
dilakukan satu kali. Jika haisl          diperiksa pada pemeriksaan ini
pemeriksaan ulang lahan dinyatakan       meliputi komponen buah dan benih,
tidak lulus, maka lahan tersebut gagal   seperti warna dan bentuk benih. Tidak
untuk dijadikan areal produksi benih     seperti        pada     pemeriksaan
karena kemurniannya tidak dapat          sebelumnya, pada pemeriksaan ini



                                                                          126
tidak dilakukan pemeriksaan ulang.        kecurangan        yang   dilakukan
Artinya, jika lahan dinyatakan tidak      penangkar, misalnya mencampurkan
lulus maka secara langsung benih          benih yang lulus lapangan dengan
yang dihasilkan di lahan tersebut tidak   benih kedaluwarsa atau benih tidak
dapat dijadikan sebagai benih             lulus lapangan. Jika didapatkan
bersertifikat.                            penangkar       yang    melakukan
                                          kecurangan maka proses sertifikasi
f.   Permohonan pemeriksaan alat-         dapat dihentikan.
     alat panen dan pengolahan
     benih                                h. Permohonan pengambilan
                                             contoh benih
     Selain benih, alat-alat panen dan
pengolashan benih pun dilakukan                Prosedur selanjutnya adalah
pemeriksaan. Tujuan pemeriksaan ini       permohonan pengambilan contoh
adalah untuk memastikan bahwa             benih guna pengujian di laboratorium
peralatan yang digunakan dalam            analisis   mutu     benih     BPSB.
panen dan pengolahan benih tidak          Pengambilan contoh benih oleh
membawa        sumber      kontaminan,    pengawas BPSB dilakukan setelah
seperti varietas lain. Pengajuan          pengolahan benih. Permohonan oleh
pemeriksaan alat-alat panen dan           penangkar dilakukan 1 minggu
pengolahan benih dilakukan paling         sebelum pengawasan dilakukan.
lambat satu minggu sebelum panen          Sebelum dilakukan pengambilan
atau bersamaan dengan pemeriksaan         contoh benih, penangkar diwajibkan
lapangan fase menjelang panen. Hal        telah menempatkan dan mengemas
yang dilakukan pengawas BPSB              benih secara tepat. Benih telah
dalam pemeriksaan ini adalah              dikemas dengan kemasan curah
menjalankan (menghidupkan) semua          (belum dikemas dengan kemasan
alat pengolahan benih sehingga sisa-      pemasaran) dan dikelompokkan
sisa kotoran dan benih dari proses        berdasarkan lot yang tepat, misalnya
pengolahan benih sebelumnya dapat         berdasarkan tanggal panen yang
keluar dan alat dapat dibersihkan.        sama dari varietas yang sama. Lot
                                          benih ditempatkan sedemikian rupa
g. Pengawasan pengolahan benih            sehingga setiap wadah benih
                                          berpeluang sama untuk diambil
     Pengawasan pengolahan benih          contoh benihnya. Pengawas dapat
tidak diajukan oleh penangkar benih,      membatalkan pengambilan contoh
tetapi    merupakan     peng-awasan       benih jika diindikasikan adanya
langsung oleh petugas BPSB secara         kelompok benih yang mencurigakan
periodik selama masa pengolahan           atau susunan penempatan benih tidak
benih dengan waktu yang tidak             memungkinkan semua wadah diambil
diberitahukan kepada penangkar.           contoh benihnya.
Tujuan dari pengawasan ini adalah
memastikan bahwa selama dalam             i.    Permohonan pengawasan
pengolahan tidak terjadi kecurangan-            pemasangan label sertifikat



                                                                         127
                                        pemasangan label sebelumnya.
        Prosedur akhir dari proses      Pengajuan pelabelan ulang dilakukan
pembuatan benih bersertifikat adalah    satu bulan sebelum masa edar benih
pengawasan pemasangan label             bersertifikat berakhir. Pada kemasan
sertifikasi. Jika dalam pengujian       benih, dicantumkan data analisis mutu
laboratorium, benih penangkaran         benih terbaru dan dicantumkan pula
dinyatakan lulus maka selanjutnya       kode LU yang berarti Label Ulang.
penangkar mengajukan pengawasan              Dormansi      sekunder     adalah
pemasangan label sertifikat pada        dormansi yang disebabkan oleh tidak
benih-benih yang akan dikemas           tersedianya salah satu faktor yang
dengan ukuran tertentu (sesuai          berpengaruh bagi perkecambahan
kebutuhan pasar).                       tertentu. Meski sifat dormansi sangat
        Dalam      pengajuan     ini,   berkaitan dengan sifat genetik, tetapi
penangkar memohon nomor seri label      dormansi benih (terutama dormansi
sertifikasi dengan mencantumkan         sekunder) dapat pula disebabkan oleh
jumlah segel (seal) dan label           faktor lingkungan dan atau faktor
sertifikasi yang diperlukan, nomor      pengelolaan dalam proses produksi,
pengujian, nomor kelompok benih         pengolahan, dan penyimpanan benih.
yang bersangkutan, jenis, varietas,     Kondisi iklim yang kering dan panas
jumlah wadah, berat bersih tiap         sangat kondusif untuk menghasilkan
wadah, nama dan alamat produsen.        benih yang berkulit keras (hardseed).
Adapun isi label akan meliputi hasil-        Hubungan antara dormansi benih
hasil pengujian laboratorium yang       dan mutu benih terkair dengan mutu
terdiri dari nilai kadar air benih,     daya simpan benih. Benih dorman
kemurnian, daya tumbuh benih, sertak    akibat kekerasan kulit benih secara
andungan kotoran dan campuran           umum diyakini memiliki daya simpan
varietas lain, selain identitas lain    yang lebih panjang dibandingkan
sesuai yang diajukan penangkar          benih yang tidak memiliki sifat kulit
benih.                                  benih keras. Namun demikian nilai
                                        positif dormansi benih ini menuntut
j.   Permohonan pelabelan ulang         penanganan yang tepat saat benih
                                        harus       dikecambahkan       karena
     Benih    bersertifikat    telah    dibutuhkan       teknik     pematahan
mendekati atau habis masa edarnya       dormansi yang tepat pula.
dan akan diedarkan kembali harus
dilakukan pengujian dan pelabelan       4.8 Pengujian Kesehatan Benih
ulang. Produsen benih bersertifikat
wajib    mengajukan      pengambilan         Berbagai jenis cendawan, bakteri,
contoh benih, mengujikannya dan         nematoda dan virus dapat terbawa
kemudian me-masang label ulangan        benih tanaman. Dari hasil-hasil
pada kemasan benihnya. Prosedur         penelitian yang telah dilakukan
dan pe-laksanaan dari pelabelan         diketahui    kelompok      cendawan
ulang sama seperti pada prosedur        merupakan mikro-organisme yang
pengambilan contoh dan pengawasan       paling dominan berasosiasi dengan



                                                                         128
benih. Sebagian patogen terbawa            digunakan lebih dari satu metode
benih dapat menimbulkan gangguan           pengujian kesehatan benih. Berbagai
tidak saja di pertanaman, tetapi juga di   macam cara pengujian kesehatan
tempat penyimpanan. Cendawan               benih untuk mendeteksi mikro-
merupakan mikro-organisme utama            organisme atau patogen terbawa
yang sering menimbulkan gangguan           benih dapat dikelompokan menjadi :
di tempat penyimpanan. Kebanyakan
patogen terbawa benih menjadi aktif        a. Pengamatan Secara Visual
segera setelah benih disebar atau             terhadap Benih Kering
disemai, tetapi sebagian patogen baru
menunjukkan        aktivitasnya     yang        Pengujian     kesehatan      benih
ditunjukkan gejala tertentu setelah        dengan metode pengamatan benih
tanaman dewasa dan berproduksi.            kering dapat dilakukan secara cepat
Patogen (lebih tepat disebut inokulum      untuk mendapatkan informasi awal
patogen) dapat terbawa benih               tentang penampakan atau status
tanaman dalam 3 cara. Pertaman             kesehatan benih. Tetapi metode ini
patogen terbawa secara internal dan        hanya men-deteksi cendawan yang
berada di dalam jaringan struktur per-     ada di permukaan benih atau
banyakan tanaman seperti biji, dalam       tercampur bersama benih serta
hal ini patogen bias berada di embrio,     kondisi fisik benih saja. Metode ini
endosperm atau kulit biji. Kedua,          dapat digunakan untuk mendeteksi
patogen menempel pada permukaan            patogen yang menyebabkan gejala
benih. Dan ketiga, patogen secara          khas pada benih misalnya disklorisasi
terpisah terbawa biji, dalam hal ini       atau perubahan warna pada kulit
patogen bisa berada dalam sisa             benih, perubahan ukuran, dan bentuk
tanaman, butiran tanah atau dalam          benih. Metode ini juga dapat
bentuk struktur tertentu.                  digunakan untuk mendeteksi patogen
     Sebagai upaya untuk mencegah          yang meng-hasilkan struktur tubuh
atau mengurangi risiko akibat              buah yang dapat dilihat secara visual
gangguan penyakit atau patogen             pada benih atau tercampur pada
terbawa benih, maka perlu dilakukan        benih.
pemeriksaan         atau       pengujian        Sebagai tambahan metode ini
kesehatan benih sebelum benih              berguna untuk mengetahui adanya
disimpan ataupun sebelum ditanam.          serangan/infestasi serangga benih
Metode pengujian kesehatan benih           atau kerusakan benih atau melihat
yang digunakan sangat tergantung           adanya perlakuan benih dengan
pada jenis benih dan jenis patogen         pestisida.     Metode ini berkaitan
yang mungkin terbawa benih.                langsung dengan kegiatan analisis
Penentuan         metode        tersebut   kemurnian benih (purity), yaitu apakah
dimaksudkan agar deteksi dan               benih tercampur dengan benda-benda
identifikasi patogen terbawa benih         dan benih lainnya dalam proses
dapat dilakukan dengan mudah dan           pemberian sertifikasi benih.
akurat. Hal tersebut berarti untuk              Berdasarkan              peraturan
pengujian suatu contoh benih dapat         Internasional       Seed        Testing



                                                                             129
Association (ISTA) benda-benda                   Sebagaimana           pengamatan
tercampur benih antara lain butiran        secara visual terhadap benih kering,
tanah, pasir, batu, sisa tanaman, puru     dalam metode pencucian benih tidak
nematoda, maupun tubuh buah                ada standar dalam jumlah benih yang
cendawan seperti sklerotia, smut/ bunt     diuji. Prosedur yang biasa digunakan
(yaitu butiran benih yang telah terisi     di berbagai laboratorium adalah
struktur cendawan). Unsur-unsur yang       sebagai berikut :
tercampur dengan benih tersebut            Prosedur pencucian benih adalah
sangat         potensial        dalam      sebagai berikut: Sebanyak 50 gr
perkembangan dan penyebaran suatu          benih (dari 1 kg benih contoh)
patogen, karena berbagai cendawan          dimasukan        ke     dalam     gelas
mampu bertahan pada sisa-sisa              Erlenmeyer kemudian ditambahkan
tanaman atau butiran-butiran tanah.        100 ml air steril. Untuk memudahkan
Benih yang mengalami diskolorasi           peluruhan struktur cendawan dari
maupun yang mengandung patogen             permukaan benih sering ditambahkan
infeksi tidak dicantumkan dalam            1 tetes Twin 20. Benih tersebut
analisis kemurnian benih, oleh karena      dikocok selama 5 menit (dengan
itu perlu ada kerjasama dari petugas       shaker) selanjutnya disaring dengan
yang menangani kemurnian benih             kain kasa.        Air hasil pencucian
dengan petugas yang menangani              dimasukan dalam tabung sentrifugasi
kesehatan         benih       sebelum      dan kemudian disentrifugasi pada
menerbitkan sertifikat benih.              kecepatan 1500–2000 rpm selama 3
                                           menit. Sedimen yang terbentuk
Prosedur                               :   dipisahkan dengan air dengan cara
Metode ini bersifat kualitatif, sehingga   membuang air tersebut menggunakan
tidak ada standar dalam jumlah             pipet.
contoh benih tertentu yang digunakan             Selajutnya dilakukan pengamatan
dalam pengujian.                           mikroskopis; sebanyak 1 ml lactofenol
                                           ditambahkan pada sedimen dalam
b. Metode Pencucian Benih                  tabung dan dicampur hingga merata.
                                           Dengan         menggunakan        pipet,
     Metode pencucian benih terutama       campuran sedimen diteteskan pada
dilakukan       untuk      mendeteksi      gelas objek dan ditutup dengan gelas
cendawan yang membentuk struktur           penutup dan selanjutnya dilakukan
di permukaan benih. Pengujian dapat        pengamatan di bawah mikroskop
dilakukan secara cepat dan mudah,          dengan pembesaran 100–400 kali
namun pengujian dengan cara ini            untuk melihat struktur cendawan. Bila
memiliki      keterbatasan     karena      pendekatan kuantitatif diperlukan,
cendawan yang berada di dalam              maka pengamatan dapat dilakukan
jaringan benih tidak dapat diketahui       dengan        menggunakan       haemo-
atau terdeteksi. Hasil pengujian           cytometer        untuk       mengetahui
tersebut tidak dapat menggambarkan         kepadatan inokulum (cendawan) per
tingkat infeksi dan infestasi patogen      satuan berat benih.
pada benih.



                                                                              130
c. Metode Inkubasi
                                              Sebanyak 400 benih diletakkan
     Prinsip pengujian benih dengan      dalam cawan petri berdiameter 9 cm.
metode inkubasi adalah memberikan        Jumlah benih per cawan petri 10 atau
kondisi tumbuh yang optimal bagi         25 tergantung dari ukuran benih. Tiap
mikroorganisme terbawa benih, baik       cawan petri diberi label nomor benih
yang ada di permukaan ataupun yang       dan tanggal pengujian. Sebelum benih
ada di dalam jaringan benih. Dengan      diletakkan, cawan dialasi dengan 2
cara tersebut maka mikroorganisme        lapis kertas saring yang telah
/patogen terbawa benih, terutama         dicelupkan ke dalam air bersih.
cendawan dan bakteri dapat               Usahakan jangan terlalu banyak air
terdeteksi      dengan       mengamati   (tidak tergenang). Letakan benih satu
karakteristik pertumbuhan dan struktur   per satu dengan menggunakan pinset
cendawan. Pengujian kesehatan            seperti Gambar 2.
benih dengan metode inkubasi yang            Selanjutnya benih diinkubasi pada
sering dilakukan adalah pengujian        suhu kamar dengan penyinaran lampu
dengan media kertas (Blotter-test),      ultra violet 12 jam terang dan 12 jam
dan pengujian pada media agar.           gelap secara bergantian selama 7
     Metode Inkubasi dengan Media        hari. Pada hari ke-8 dilakukan
Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter     pengamatan dengan menggunakan
adalah salah satu dari metode            mikroskop stereo. Pada tiap benih
inkubasi, yaitu benih ditumbuhkan        diamati karakteristik pertumbuhan
pada       kertas     saring    basah,   berbagai cendawan yang tumbuh.
diinkubasikan selama 7 hari dengan       Kadang-kadang           sangat        sulit
penyinaran lampu ultra violet selama     mengidentifikasi cendawan melalui
12 jam terang dan selama 12 jam          pengamatan                    karakteristik
kondisi gelap secara bergantian.         pertumbuhan cendawan, oleh karena
Benih yang diinkubasi tersebut diamati   itu dibuat preparat dari cendawan
di    bawah       mikroskop    dengan    tersebut dan diamati dengan bantuan
pembesaran 50–60 kali untuk melihat      mikroskop compoun dan kunci
pertumbuhan cendawan.                    identifikasi. Jika suatu cendawan telah
     Cendawan yang tumbuh diamati        teridentifikasi,     dituliskan      kode
dan        didekteksi      berdasarkan   cendawan pada kertas blotter didekat
karakteristik keberadaan tum-buhnya      cendawan         yang       bersangkutan.
seperti tubuh buah, konidia yang         Jumlah benih yang terinfeksi suatu
muncul dari konidiofor (tangkai          cendawan dihitung sebagai tingkat
konidia), spora dengan massa             infeksi cendawan pada contoh benih
sporanya,        sporodokium       dan   yang diuji.
aservulus, piknidiospora da-lam
piknidia, dan askospora dalam            2) Metode inkubasi dengan media
peritesia.                                  kertas dengan pendinginan

1) Metode inkubasi dengan media              Sebanyak 400 benih diletakkan
   kertas saring                         dalam cawan petri yang telah dialasi



                                                                              131
kertas saring seperti pada metode       memudahkan dalam pengamatan.
inkubasi dengan kertas standar.         Biasanya cendawan atau bakteri akan
Benih diinkubasi selama 24 jam pada     membentuk koloni yang khas pada
suhu ruang dengan penyinaran lampu      media agar.
ultra violet 12 jam terang dan 12 jam         Dalam pelaksanaan pengujian
gelap. Pada hari ke-2 benih disimpan    dengan media agar memerlukan
pada suhu –20o C selama 24 jam.         persiapan yang lebih lama, relatif
Tujuan perlakuan pendinginan ter-       rumit dan mahal, terutama bila
sebut adalah untuk menghambat atau      menggunakan media spesifik. Sering
menekan perkecambahan benih. Hal        terjadi kesulitan dalam pengamatan
ini disebabkan sering perkecambahan     karena pertumbuhan koloni cendawan
benih menyulitkan secara teknis         atau bakteri men-jadi berbeda atau
dalam        pengamatan      sehingga   berubah bila menggunakan media
informasi menjadi bias.                 tumbuh yang berbeda dengan waktu
     Setelah diberi perlakuan dingin    yang berbeda pula. Kesulitan lain
kemudian benih diinkubasi selama 5      pada waktu pengamatan adalah
hari pada suhu ruang dengan             pertumbuhan         cendawan    bukan
penyinaran lampu ultra violet 12 jam    sasaran (cendawan saprofit) tumbuh
terang dan 12 jam gelap secara          lebih ekstensif sehingga menekan
bergantian.                             pertumbuhan cendawan patogen yang
     Pada hari ke-8 benih diamati       menjadi sasaran pengamat-an. Untuk
seperti prosedur pengamatan metode      keperluan pengujian dengan media
inkubasi dengan media kertas            agar digunakan berbagai jenis media
standar.                                tumbuh seperti PDA dan media semi
                                        selektif atau selektif seperti Czapek,
3) Metode inkubasi pada media agar      Media BSC, Media Komada, dan lain-
                                        lain.
     Dalam metode media agar                  Prosedur metode inkubasi pada
inokulum terbawa benih, dideteksi       media agar adalah sebagai berikut:
berdasarkan karakteristik koloni pada   Media agar steril disiapkan dalam
media agar yang berkembang dari         cawan petri steril. Sebanyak 400
benih. Secara umum prinsipnya sama      benih dari satu contoh benih diberi
dengan prinsip dari pengujian dengan    perlakuan       sterilisasi permukaan
media kertas. Dalam beberapa hal        dengan NaOCL 1 % selama 3 menit.
metode ini memiliki kelebihan, yaitu    Kemudian benih ditiriskan pada kertas
memberikan informasi lebih relatif      saring steril. Dalam banyak kasus,
lebih     cepat       dan       cukup   perlakuan sterilisasi pada permukaan
menggambarkan status kesehatan          benih tidak dilakukan.
benih dibandingkan dengan metode              Benih diletakkan pada media agar
media kertas, karena ketersediaan       dalam cawan petri. Tiap cawan
nutrisi    pada      media       agar   ditanami 10 butir benih. Pekerjaan
memungkinkan cendawan atau bakteri      penanaman benih tersebut dilakukan
tumbuh dan berkembang secara lebih      secara aseptik, yaitu membersihkan
baik dan lebih cepat sehingga           tempat dan alat kerja dengan bahan



                                                                         132
aseptik seperti alkohol 70 %. Benih       kecambah antara lain Pseudomonas
diinkubasi pada suhu kamar selama 7       spp. Media tumbuh yang digunakan
hari dengan penyinaran lampu ultra        untuk pengujian gejala pada bibit/
violet 12 jam terang dan 12 jam gelap     kecambah adalah media pasir, bata
secara bergantian.                        merah, campuran pasir dan tanah
     Pengamatan dilakukan pada hari       serta media buatan seperti agar air.
ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai   Pengujian kesehatan benih dengan
hari ke-4, karena koloni cendawan         gejala bibit/ kecambah mempunyai
sudah mulai tampak. Hal yang diamati      beberapa kelebihan dibandingkan
adalah karak-teristik koloni dan          metode yang lain.
struktur cendawan. Untuk bakteri                Pengujian dengan cara ini dapat
bahkan peng-amatan sudah dapat            mengamati penularan (transmisi)
dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3.       patogen dari benih ke tanaman dari
                                          satu fase ke fase pertumbuhan
4) Uji Gejala pada Bibit/ Kecambah        tanaman. Beberapa patogen tidak
                                          mudah dideteksi dengan metode lain
     Patogen dapat menghasilkan           karena serangan patogen tersebut
gejala pada bibit/kecambah baik pada      yang bersifat laten. Sehingga
akar, kotiledon, atau hipokotil. Benih    diperlukan fase tertentu pertumbuhan
yang terinfeksi pada kondisi yang         tanaman        agar      gejala    dan
menguntungkan dapat menghasilkan          perkembangan         patogen     dapat
gejala pada bibit sama dengan gejala      dideteksi.       Metode ini sangat
di lapangan, sehingga metode ini          bermanfaat untuk pengujian contoh
dapat digunakan untuk mendapatkan         benih yang jumlahnya terbatas seperti
informasi yang mewakili penampakan        benih hasil pemuliaan pada tahap
di lapangan. Sejumlah cendawan,           tertentu dan juga bermanfaat untuk
bakteri dan virus terbawa benih sering    tujuan karantina. Pengujian gejala
menghasilkan gejala infeksi atau          bibit/kecambah dapat digunakan untuk
serangan pada kecambah atau bibit         evaluasi efektivitas perlakuan benih,
tanaman. Gejala terjadi pada akar,        baik dengan kimia maupun secara
batang, daun atau seluruh bagian          fisik.
kecambah atau bibit tanaman. Pada               Prosedur pengujian dengan
berbagai kejadian inokulum cendawan       metode media agar cair adalah
terbawa       benih     menyebabkan       sebagai berkiut: Dengan media agar
kematian pada tanaman atau                air (water agar) dilakukan dengan cara
kecambah.                                 sebagai berikut. Tuangkan 10 ml agar
     Beberapa kelompok cendawan           air ke dalam tabung reaksi ukuran
terbawa      benih     yang      sering   160x16 mm kemudia tutup dengan
menyebabkan         penyakit      pada    kapas dan selanjutnya disterilisasi
kecambah atau bibit antara lain           pada temperatur 121o C selama 15
Alternaria, Ascochyta, Colletotrichum,    menit. Sebutir benih ditanam pada
Drechslera, Fusarium, Macrophomina.       media agar air steril. Sebelum dan
Sedangkan kelompok bakteri yang           sesudah penanaman, tabung tetap
sering menunjukkan gejala pada            tertutup dengan kapas. Penanaman



                                                                           133
dikerjakan secara aseptik. Tabung         sandwich ELISA (DAS ELISA). Dalam
reaksi yang berisi media agar air dan     indirect ELISA uji didasarkan pada
benih kemudian diletakkan pada rak        adanya ikatan enzim dengan molekul
tabung reaksi dan diinkubasikan           antibody yang dapat dideteksi oleh
sampai 14 hari pada temperatur ruang      antiviral immunoglobulin. Sedangkan
dengan penyinaran lampu ultra violet.     pada DAS ELISA, virus diikat oleh
Setelah masa inkubasi diamati gejala      antibody spesifik yang kemudian
yang timbul, koloni cendawan dan          bereaksi lagi dengan antibody spesifik
struktur cendawan. Pengamatan             yang telah diikat oleh enzim.
sebenarnya bisa dilakukan selama               Dari segi praktikal indirect ELISA
masa inkubasi.                            lebih sederhana dan lebih cepat
                                          karena dalam indirect ELISA tidak
5) Uji Serologi                           melalui prosedur pemurnian virus,
                                          mempersiapkan         stock     gamma–
     Uji      ELISA (Enzyme-Linked        globulin (lgG), dan mela-kukan
Immuno-sorbent Assays) adalah             konjugasi enzim–immuno-globulin.
pengujian        serologi      terutama        Prosedur uji serologi adalah
digunakan untuk mendeteksi bakteri        sebagai berikut: Antigen (ekstrak
dan virus terbawa benih. Prinsip          tanaman       yang       diuji)    harus
pengujian tersebut adalah reaksi in       dipersiapkan        terlebih      dahulu
vitro antara antigen dan antibodi.        (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak
Dalam pengujian cara ini sangat           tanaman sehat dan suspensi tanaman
tergantung kepada ketersediaan            yang positif terinfeksi virus dalam
sejumlah antibodi yang spesifik untuk     antigen buffer dengan pengenceran
patogen sasaran. Uji ELISA sebagai        1/50. Buat ekstrak antigen dengan
salah satu metode serologi untuk          cara menggerus jaringan tanaman
mendeteksi virus sering digunakan         yang akan diuji kemudian diencerkan
karena metode tersebut sederhana,         dengan antigen buffer dengan
mudah dilakukan, cepat, sensitif,         pengenceran 1/9. Masukan antigen
akurat, dan dapat digunakan untuk         tersebu sebanyak 100 µl pada setiap
menguji sampel dalam jumlah besar.        lubang plate ELISA.
Metode tersebut berdasarkan pada               Tutup plate ELISA dengan plastik
konjugasi antara virus– antibodi dan      tipis dan diinkubasikan selama 1 jam
enzim,      dengan        menambahkan     pada suhu tumbuh 37o C atau
substrat pewarna maka adanya              semalaman pada suhu kamar.
konjugasi tersebut dapat diperlihatkan.        Primary (specific antiserum) harus
     Dalam uji ELISA ada beberapa         disiapkan terlebih dahulu. Selama
cara yang digunakan yaitu indirect        inkubasi (atau sebelum uji dimulai)
ELISA, double antibody sandwich           dapat dilakukan cross–adsorbtion
ELISA (DAS ELISA), DAS ELISA              antiserum dengan jaringan sehat
protocol, F (ab’)2 indirect ELISA dan F   dengan cara sebagai berikut.
(ab’)2 ELISA protocol, tetapi yang        Jaringan sehat dihancurkan dalam
banyak digunakan adalah metode            serum buffer dengan pengeceran
indirect ELISA dan double antibody        1/20.     Suspensi disaring dengan



                                                                             134
menggunakan kain kasa. Encerkan            fotometer. Untuk menghentikan reaksi
anti-serum sesuai anjuran dalam            dapat dilakukan dengan menambah
suspensi tersebut. Aduk sampai rata        setetes 3 N NaOH pada tiap lubang.
dan inkubasi selama 45 menit pada
suhu 37o C.                                Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect
     Pencucian dilakukan dengan            ELISA :
langkah-langkah sebagai berikut.           PBS (Phosphate Buffered Saline) :
Kosongkan plate ELISA. Cuci plate          6)              0,05 M KH2 PO4 /
ELISA dengan PBS Tween, rendam                 Na2 HPO4 + 8,5 g Na Cl /l
selama 3 menit dengan PBS Tween,           7)              pH 7,2
ulangi sampai 4 kali cucian. Keringkan     Antigen buffer:
dengan kertas tissue. Masukan              a.                       PBS + 0,01
primary antiserum 100 µl setiap                M NaDIECA.
lubang plate ELISA. Inkubasikan plate      PBS Tween (untuk mencuci)
tersebut selama 1 jam pada suhu             1 liter PBS Tween
37oC.                                       0,2 g KCl.
Secondary antiserum (conjugate)             0,5 ml Tween 20
harus disiapkan setelah primery            Serum buffer :
antiserum yaitu dengan cara:                1 liter PBS Tween
Kosongkan plate ELISA dan cuci              20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %)
dengan cara seperti di atas. Masukan           (MW = 25.000)
konjugasi       antibody–       Alkaline    2 g Ovalbumin (0,2 %)
phosphatase       (tersedia       secara
komersial sebagai SWAREC = Swine           Substrate – Buffer : DIEAB :
antirabbit enzyme conju-gate) pada         Diethanolamine Buffer.
pengenceran 1/1000–1/2000 dalam             100 ml diethanolamine
serum buffer. Inkubasikan selama 1             (C4H11NO2).
jam pada suhu 37oC.
                                            200 ml deinonized H2O
     Substrat dibuat setelah antiserum
                                            24 ml 5 N Hcl
siap untuk digunakan.            Metoda
pembuatan substrat adalah sebagai           buat suspensi dalam deionized
berikut: Kosongkan plate ELISA dan             H2O sampai mencapai volume
cuci sebagaimana di atas. Buat                 1000 ml.
larutan substrat dari 1 tablet p–
nitrophenyl (PNPP), (tersedia se-cara      6)   Uji Tanaman Indikator
komersial)     dalam        10–15     ml
diethanolamine       buffer    (DIEAB).         Pengujian dengan tanaman
Masukan substrat tersebut 100 µl per       indikator digunakan terutama untuk
lubang. Inkubasikan selama 30 menit        mendeteksi virus dan bakteri terbawa
pada suhu kamar. Reaksi positif yaitu      benih. Prinsip pengujiannya adalah
apabila terjadi perubahan warna            reaksi dari tanaman indikator terhadap
menjadi kuning.                            ekstrak/sap      dari    biji     yang
     Baca nilai absorban ultra violet      diinokulasikan pada tanaman indikator
dengan menggunakan alat spektro-           tersebut. Reaksi yang terjadi adalah




                                                                            135
berupa gejala lokal pada         daun
tanaman indikator.                        a. Permohonan sertifikasi

7) Uji     dengan            Teknologi        Untuk       menghasilkan     benih
   Biomolekuler                           bersertifikat, dimulai dari pengajuan
                                          permohonan sertifikasi kepada BPSB
     Teknik biomolekuler sudah mulai      setempat yang dilakukan paling
digunakan dalam pengujian kesehatan       lambat satu bulan sebelum tebar
benih. Teknik biomo-lekuler yang          (tanam) dengan mengisi formulir.
diaplikasikan     dalam     pengujian     Formulir isian mencakup tentang
kesehatan benih adalah Polymerase         nama       dan    alamat     pemohon
chain reaction (PCR). Teknik PCR          (penangkar), letak areal, asal benih
mempunyai tingkat ketelitian yang         sumber, rencana penanaman, sejarah
sangat tinggi dan dapat dilakukan         lapangan, dan isolasi (jarak/waktu)
dalam waktu yang relatif singkat.         yang dilakukan. Setelah diisi, formulir
Tetapi penggunaan teknik PCR untuk        diserahkan dengan dilampirkan label
pengujian rutin kesehatan benih masih     benih (kelas dan benih sumber) yang
terlalu mahal dalam hal bahan,            akan digunakan dan denah situasi
peralatan dan tenaga pelaksana.           lapangan.

4.9 Prosedur Memproduksi Benih            1) Permohonan pemeriksaan lapang
    Bersertifikat                            pendahuluan

     Seorang        penangkar    benih            Penangkar    menyampaikan
bersertifikat        perlu     memiliki   pemberitahuan siap untuk diperiksa
pengetahuan yang cukup tentang cara       lapang pendahuluan kepada BPSB
memproduksi benih bermutu dan cara        setempat paling lambat 10 hari
menyimpan benih. Hal berikutnya           sebelum tanam atau seminggu
adalah penguasaan pengolahan              sebelum pemeriksaan lapang. Dalam
benih,       tanah,      dan   gudang     pemeriksaan ini, pengawas BPSB
penyimpanan, serta sikap jujur dan        akan menguji kebenaran data
bersedia          selalu      mematuhi    lapangan yang diajukan penangkar
peraturan/ketentuan perbenihan yang       seperti dalam surat permohonan
berlaku.                                  sertifikasi. Jika data lapangan
     Prosedur untuk mendapatkan           menunjukkan kesesuaian maka lahan
sertifikat dimulai dari permohonan        penangkaran tersebut telah syah
sertifikasi, pengajuan pemeriksaan        dinyatakan sebagai lahan produksi
pendahuluan, pemeriksaan lapang,          benih bersertifikat.
pemeriksaan alat-alat panen dan
pengolahan, pengambilan sampel            2) Permohonan pemeriksaan fase
benih, dan pengajuan pemasangan              vegetatif
label sertifikat.
                                               Pemeriksaan lapangan pertama
                                          dilakukan saat tanaman dalam fase



                                                                            136
pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30    diamati keberadaan dari CVL dengan
hari setelah tanam. Pengajuan            pengamatan pada organ reproduktif,
permohonan pemeriksaan diajukan          seperti warna dan bentuk bunga, serta
kepada BPSB paling lambat 7 hari         saat pembungaan. Seperti pada
sebelum pemeriksaan, pemeriksaan         pengawasan lapangan fase vegetatif,
akan dilakukan terhadap keberadaan       penangkar benih diberi kesempatan
campuran varietas lain (CVL). Nilai      untuk melakukan pengawasan ulang
standar CVL berbeda untuk setiap         jika hasil pemeriksaan dinyatakan
jenis tanaman dan kelas benih yang       tidak lulus. Pemeriksaan ulang pun
diproduksi. Semakin tinggi kelas         hanya diberikan satu kali.
benih, semakin ketat standarnya.
        Sebelum pengawas BPSB            4) Permohonan pemeriksaan fase
memeriksa,       penangkar       benih      menjelang panen
sebaiknya melakukan roguing agar
standar lapang benih bersertifikat             Pemeriksaan fase menjelang
terpenuhi. Jika hasil pemeriksaan oleh   panen dilakukan bila telah lulus
pengawas BPSB menyatakan lulus,          pemeriksaan lapang sebelumnya.
lahan tersebut dapat diteruskan untuk    Pemeriksaan dilakukan satu pekan
proses sertifikasi selanjutnya. Jika     sebelum panen (menjelang masak
lahan dinyatakan tidak lulus maka        fisiologis). Permohonan pemeriksaan
penangkar diwajibkan melakukan           diajukan satu minggu sebelum
roguing ulang, dan selanjutnya           pemeriksaan dilakukan. Hal-hal yang
mengajukan pemeriksaan ulangan.          diperiksa pada pemeriksaan ini
Pemeriksaan ulang hanya dapat            meliputi komponen buah dan benih,
dilakukan satu kali. Jika haisl          seperti warna dan bentuk benih. Tidak
pemeriksaan ulang lahan dinyatakan       seperti        pada       pemeriksaan
tidak lulus, maka lahan tersebut gagal   sebelumnya, pada pemeriksaan ini
untuk dijadikan areal produksi benih     tidak dilakukan pemeriksaan ulang.
karena kemurniannya tidak dapat          Artinya, jika lahan dinyatakan tidak
dipertanggung-jawabkan, dan hanya        lulus maka secara langsung benih
diperbolehkan untuk produksi non         yang dihasilkan di lahan tersebut tidak
benih.                                   dapat dijadikan sebagai benih
                                         bersertifikat.
3) Permohonan pemeriksaan
   lapangan fase generatif               5) ermohonan pemeriksaan alat-alat
                                            panen dan pengolahan benih
     Pemeriksaan lapangan fase
generatif hanya dilakukan bila telah         Selain benih, alat-alat panen dan
lulus pada tahapan pemeriksaan           pengolashan benih pun dilakukan
sebelumnya. Pengajuan permohonan         pemeriksaan. Tujuan pemeriksaan ini
pemeriksaan lapangan fase generatif      adalah untuk memastikan bahwa
(saat berbunga) dilakukan satu           peralatan yang digunakan dalam
minggu      sebelum     pemeriksaan      panen dan pengolahan benih tidak
dilakukan. Dalam pemeriksaan ini juga    membawa      sumber       kontaminan,



                                                                           137
seperti varietas lain. Pengajuan        pengolahan benih. Permohonan oleh
pemeriksaan alat-alat panen dan         penangkar dilakukan 1 minggu
pengolahan benih dilakukan paling       sebelum pengawasan dilakukan.
lambat satu minggu sebelum panen        Sebelum dilakukan pengambilan
atau bersamaan dengan pemeriksaan       contoh benih, penangkar diwajibkan
lapangan fase menjelang panen. Hal      telah menempatkan dan mengemas
yang dilakukan pengawas BPSB            benih secara tepat. Benih telah
dalam pemeriksaan ini adalah            dikemas dengan kemasan curah
menjalankan (menghidupkan) semua        (belum dikemas dengan kemasan
alat pengolahan benih sehingga sisa-    pemasaran) dan dikelompokkan
sisa kotoran dan benih dari proses      berdasarkan lot yang tepat, misalnya
pengolahan benih sebelumnya dapat       berdasarkan tanggal panen yang
keluar dan alat dapat dibersihkan.      sama dari varietas yang sama. Lot
                                        benih ditempatkan sedemikian rupa
b. Pengawasan pengolahan benih          sehingga setiap wadah benih
                                        berpeluang sama untuk diambil
     Pengawasan pengolahan benih        contoh benihnya. Pengawas dapat
tidak diajukan oleh penangkar benih,    membatalkan pengambilan contoh
tetapi     merupakan     pengawasan     benih jika diindikasikan adanya
langsung oleh petugas BPSB secara       kelompok benih yang mencurigakan
periodik selama masa pengolahan         atau susunan penempatan benih tidak
benih dengan waktu yang tidak           memungkinkan semua wadah diambil
diberitahukan kepada penangkar.         contoh benihnya.
Tujuan dari pengawasan ini adalah
memastikan bahwa selama dalam           d. Permohonan pengawasan
pengolahan tidak terjadi kecurangan-       pemasangan label sertifikat
kecurangan        yang      dilakukan
penangkar, misalnya mencampurkan             Prosedur akhir dari proses
benih yang lulus lapangan dengan        pembuatan benih bersertifikat adalah
benih kedaluwarsa atau benih tidak      pengawasan pemasangan label
lulus lapangan. Jika didapatkan         sertifikasi. Jika dalam pengujian
penangkar       yang       melakukan    laboratorium, benih penangkaran
kecurangan maka proses sertifikasi      dinyatakan lulus maka selanjutnya
dapat dihentikan.                       penangkar mengajukan pengawasan
                                        pemasangan label sertifikat pada
c. Permohonan pengambilan               benih-benih yang akan dikemas
   contoh benih                         dengan ukuran tertentu (sesuai
                                        kebutuhan pasar). Dalam pengajuan
    Prosedur selanjutnyas adalah        ini, penangkar memohon nomor seri
permohonan pengambilan contoh           label        sertifikasi      dengan
benih guna pengujian di labora-torium   mencantumkan jumlah segel (seal)
analisis   mutu     benih     BPSB.     dan label sertifikasi yang diperlukan,
Pengambilan contoh benih oleh           nomor pengujian, nomor kelompok
pengawas BPSB dilakukan setelah         benih yang bersangkutan, jenis,



                                                                         138
varietas, jumlah wadah, berat bersih   ulang. Produsen benih bersertifikat
tiap wadah, nama dan alamat            wajib      mengajukan     pengambilan
produsen. Adapun isi label akan        contoh benih, mengujikannya dan
meliputi     hasil-hasil  pengujian    kemudian memasang label ulangan
laboratorium yang terdiri dari nilai   pada kemasan benihnya. Prosedur
kadar air benih, kemurnian, daya       dan pe-laksanaan dari pelabelan
tumbuh benih, sertak andungan          ulang sama seperti pada prosedur
kotoran dan campuran varietas lain,    pengambilan contoh dan pengawasan
selain identitas lain sesuai yang      pemasangan label sebelumnya.
diajukan penangkar benih.              Pengajuan pelabelan ulang dilakukan
                                       satu bulan sebelum masa edar benih
e. Permohonan pelabelan ulang          bersertifikat berakhir. Pada kemasan
                                       benih, dicantumkan data analisis mutu
     Benih    bersertifikat  telah     benih terbaru dan dicantumkan pula
mendekati atau habis masa edarnya      kode LU yang berarti Label Ulang.
dan akan diedarkan kembali harus
dilakukan pengujian dan pelabelan




                                                                       139
Direktorat Jenderal                  Litbang                            Dinas Pertanian
    Perbenihan                    Pemerintah dan                           Tingkat I
                                     Swasta


                                                                          BUMN
                                     Pelepasan                            Swasta
      BPSB


                                   Varietas Baru
                                  (Breeder Seed)                                    Diperta
                                                                                     Tk.II

                                   Benih Dasar                    BBI
                                 (Fondation Seed)

                                                                               BUMN
                                                                 BBU
                                                                               Swasta
                                    Benih Pokok
                                    (Stock Seed)

                                                                  BBP          BUMN
                                    Benih Sebar                                Swasta
                                  (Extention Seed)


                                                              Keterangan:
                                                                      : Komando
                                    Pemasaran                         : Pengawasan
                                                                        Pemasaran
                                                                      : Pembinaan dan
                                                                        Koordinasi
                                                                      : Alur benih
                                                                      : Sertifikasi
                                    PETANI



                                           Gambar 4.13.
           Skema alur pelepasan benih, produksi dan pengawasan mutu benih di Indonesia.
                                 (Ditjentan Pangan dan Horti, 1999)




                                                                                              140
                                         Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 4. siswa telah mampu menguasai kompetensi-
kompetensi berikut:
    1. Potensi benih tanaman
    2. Dasar-dasar produksi benih
    3. Menyiapkann lahan pembenihan
    4. Merawat benih tanaman
    5. Mengelola alat dan mesin pembenihan
    6. Membiakkan tanaman dengan biji

  Proses pembentukan biji      Buab, biji dan perkembangan
       pada tumbuhan                         biji                          Polinasi
Pembuahan adalah                    Pembuahan                           Penyerbukan oleh
penyatuan sel betina dan sel        Waktu antar                          serangga.
jantan. Hasil penyatuan                   pembuahan                   Adaptasi bunga
disebut zigot. Zigor berisi         Pergiliran generasi              Ketidakserasian
kromosom dari individi                                                Penyerbukan
jantan dan betina.                                                        dengan angina
                                                                     Musim penyerbukan
    Teknik produksi benih tanaman                               Mutu benih
     Persyaratan lahan produksi                    Kriteria benih bermutu
     Benih sumber                                  Kelas benih
     Teknik budidaya tanaman                       Faktor yang mempengaruhi mutu benih.
        untuk produksi benih generatif
     Alur umum pengelolaan benih
     Alat dan mesin pengolahan
        benih
    Penyimpanan benih
      Pengujian kesehatan benih               Prosedur memperoleh benih bersertifikat
     Pengamtan secara visual                  Permohonan sertifikasi
     Metode pencucian benih                   Permohonan pemeriksaan lapang
     Metode inkubasi                             pendahuluan.
     Uji gejala pada bibit/ kecambah          Permohonan pemeriksaan fase vegetatif
     Uji serologi                             Permohonan pemeriksaan fase generatif
     Uji tanaman indicator                    Permohonan pemeriksaan fase
                                                  menjelang panen.
                                               Permohonan pemeriksaan alat-alat
                                                  panen dan pengolahan benih.
                                               Pengawasan pengolahan benih
                                               Permohonan pengambilan sample benih
                                               Permohonan pengawasan pemasangan
                                                  label bersertifikat
                                               Permohonan pelabelan ulang.




                                                                                      141
SOAL:
   1. Jelaskan proses pembentukan biji pada tumbuhan dengan bantuan angina
      dan serangga
   2. Bagaiman proses sertifikasi benih di Indonesia

TUGAS:
   1. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema mendaftarkan benih vegetatif
       dan benih generatif.
   2. Lakukan observasi minimal pada 2 (dua) orang penangkar benih dan
       lakukan wawancara terhadap teknik produksi yang biasa dilakukan.




                                                                         142
             BAB 5. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN


5.1     Media Tumbuh                            tumbuhan.        Nitoden diserap oleh
     Tanah adalah tempat tumbuh                 tumbuhan dalam bentuk nitrat dan
tumbuhan di atas permukaan bumi. Di             amonium. Fosfor dibentuk pada tanah
dalam tanah terdapat air, udara dan             mineral dan berbagai senyawa organik.
berbagai hara tumbuhan untuk proses             Fosfor diserap oleh tanaman dalam
pertumbuhan          dan      perkembangan      bentuk ion fospat. Belerang ditemukan
tanaman. Air yang beada dalam tanah             dalam tanah mineral. Belerang diserap
sangat pentig untuk proses kimia,               oleh tumbuhan dalam bentuk sulfat.
biologi dan fisika tanah. Sebagain air          Kalium, kalsium dan magnesium
tanah terdapat dalam bentuk lapisan             merupakan logam. Pada saat ketiga
tipis yang dinamakan air kapiler. Air           logam tersebut di atas bereksi dengan
kapiler membentuk larutan tanah yang            air maka akan dibebaskan ion-ion
berfungsi seba-gai sumber unsur hata            kalium, kalsium dan magnesium.
tumbuhan.
     Udara dalam tanah beasal dari              a.Perkembangan dan Pengertian
udara atmosfir yang mengandung                  Tanah
sekitar 21% Okigen, 78% nitrogen, dan                Pemahaman fungsi tanah sebagai
1% CO2 beserta gas lainnya. Semua               media tumbuh dimulai sejak peradaban
gas tersebar dalam poripori tanah atau          manusia mulai beralih dari manusia
terlarut dalam tanah.              Akar dan     pengumpul pangan yang tidak menetap
organisme tanah memerlukan oksigen              menjadi manusia pemukim yang mulai
untuk proses pernafasan (respirasi).            melakukan pemindah tanaman pangan
Oksigen dalam tanah digunakan oleh              /nonpangan ke areal dekat mereka
se-mua mahluk hidup dalam tanah, baik           tinggal. Pada tahap berikutnya, mulai
organisme maupun mikroor-ganisme,               berkembang pemahaman fungsi tanah
sehingga konsentrasi oksigen dalam              sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman
tanah akan lebih rendah dibandingakan           tersebut, sehingga produksi yang
dengan oksigen di atas permukaan                dicapai tanaman tergantung pada
tanah (atmosfir).                               kemampuan tanah dalam penyediaan
     Di dalam tanah terdapat nitrogen,          nutrisi ini (kesuburan tanah). Dengan
fosfor, belerang, kalium, kalsium dan           berkembangnya areal perkotaan, terjadi
magnesium dalam jumlah yang relatif             benturan kepentingan antara kebutuhan
banyak (unsur hara makro) dan terdapat          lahan untuk sarana transportasi dan
sedikit besi, mangan, boron, seng dan           pendirian bangunan dengan kebutuhan
tembaga (unsur hara mikro). Beberapa            lahan pertanian, yang seringkali
tumbuhan membutuhkan beberapa                   menyebabkan       tergusurnya    lahan
unsur lain seperti natrium, molibdenum,         pertanian yang produktif semata-mata
klor, flour, iod, silikon, strontium. Barium    karena alasan finansial.
dan kobalt.                                          Pada mulanya, tanah dipandang
     Hara esensial (penting) sebagian           sebagai lapisan permukaan bumi
besar terdapat dalam tanah. Nitogen             (natural body) yang berasal dari
merupakan unsur hra yang sangt                  bebatuan (natural material) yang telah
penting bagi tumbuhan.               Nitrogen   mengalami serangkaian pelapukan oleh
merupakan ba-han baku untuk                     gaya-gaya alam (natural force),
penyusunan protein dan asam amino               sehingga membentuk regolit (lapisan


                                                                                 143
berpartikel      halus).      Konsep    ini   meliputi Agrogeologi, Fisika, Kimia dan
dikembangkan oleh para Geologis pada          Biologi Tanah, Morfologi dan Klasifikasi
akhir abad XIX. Hal-hal yang dipelajari       Tanah, Survei dan Pemetaan Tanah,
adalah (1). Perbedaan-perbedaan               Analisis Bentang Lahan, Ilmu Ukur
berbagai jenis tanah dan dijumpainya          Tanah,           Perencanaan         dan
suatu jenis tanah yang sama jika              Pengembangan Wilayah.
kondisinya relatif sama. (2). Masing-              Pemahaman tanah sebagai media
masing jenis tanah mempunyai                  tumbuh       tanaman      pertama    kali
morfologi       yang       khas    sebagai    dikemukakan oleh Dr. H.L. Jones dari
konsekuensi keterpaduan pengaruh              Cornell University Inggris, yang mengkaji
spesifik dari iklim, jasad hidup (tanaman     hubungan tanah pada tanaman tingkat
dan ternak), bahan induk, topografi dan       tinggi untuk mendapatkan produksi
umur tanah; dan (3). Tanah merupakan          pertanian yang seekonomis mungkin.
hasil evolusi alam yang bersifat dinamis      Kajian tanah dari aspek ini disebut
sepanjang masa.                               edaphologi (edaphos = bahan tanah
     Dinamika dan evolusi alam ini            subur), namun pada realitasnya kedua
terhimpun dalam definisi bahwa tanah          definisi selalu terintegrasi. Kajian
adalah "bahan mineral yang tidak padat        Edaphologi ini antara lain meliputi
(unconsolidated) terletak di permukaan        Kesuburan Tanah, Konservasi Tanah
bumi, yang telah dan akan tetap               dan Air, Agrohidrologi, Pupuk dan
mengalami perlakuan dan dipengaruhi           Pemupukan, Ekologi Tanah dan
oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan     Bioteknologi Tanah, sedangkan yang
yang meliputi bahan induk, iklim              merangkum kajian Pedologi dan
(termasuk kelembaban dan suhu),               Edaphologi sekaligus antara lain meliputi
organisme (makro dan mikro) dan               Pengelolaan Tanah dan Air, Evaluasi
topografi pada suatu periode waktu            Kesesuaian Lahan dan Tata Guna
tertentu". Satu penciri-beda utama            Lahan, Pengelolaan Tanah Rawa,
adalah tanah ini secara fisik, kimiawi dan    Pengelolaan Sumber Daya Alam dan
biologis, serta ciri-ciri lainnya umumnya     Lingkungan.
berbeda dibanding bahan induknya,                  Tanah pada masa kini sebagai
yang variasinya tergantung pada faktor-       media tumbuh tanaman didefinisikan
faktor pembentuk tanah tersebut.              sebagai: "Lapisan permukaan bumi yang
     Pengertian ini disebut sebagai           secara fisik berfungsi sebagai tempat
definisi pedologis (pedo = gumpal             tumbuh dan berkembang sistem
tanah). Dalam definisi yang lain ilmu         perakaran penopang tegak-tumbuhnya
tanah adalah ilmu pengetahuan alam            tanaman dan penyuplai kebutuhan air
murni dalam hal: (1) asal mula dan            dan udara; secara kimiawi berfungsi
pembentukan tanah yang tercakup               sebagai gudang dan penyuplai hara atau
dalam bidang kajian genesis tanah, dan        nutrisi (senyawa organik dan anorganik
(2) nama-nama, sistematik, sifat              sederhana dan unsur-unsur esensial
kemampuan dan penyebaran berbagai             seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe,
jenis tanah yang tercakup dalam bidang        Mn, B, Cl, dan lain-lain); dan secara
kajian Klasifikasi dan Pemetaan Tanah.        biologis berfungsi sebagai habitat biota
Hasil kajian tanah secara pedologis ini       (organisme) yang berpartisipasiaktif
dapat dimanfaatkan sebagai acuan              dalam penyediaan hara tersebut dan
dasar dalam pemanfaatan masing-               zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi)
masing jenis tanah secara efisien dan         bagi tanaman", yang ketiganya secara
rasional. Kajian Pedologi antara lain         integral mampu menunjang produktivitas


                                                                                  144
tanah untuk menghasilkan biomasa, baik        memahami, (2) fungsi tanah sebagai
tanaman pangan, obat-obatan, industri         pelindung tanaman dari serangan hama
perkebunan, maupun kehutanan".                dan penyakit dan dampak negatif
     Atas dasar definisi ini maka tanah       pestisida limbah industri berbahaya
sebagai media tumbuh mempunyai                tersebut. Oleh karena itu, dalam buku ini
empat fungsi utama, yaitu sebagai (1).        dituturkan dalam kerangka pengertian
Tempat tumbuh dan berkembangnya               fenomena ini.
perakaran yang mempunyai dua peran
utama.       (2).    Penyokong tegak-         b. Profil Tanah
tumbuhnya trubus (bagian atas)                     Secara           vertikal      tanah
tetanaman. (3). sebagai penyerap zat-         berdifferensiasi membentuk horizon-
zat yang dibutuhkan tanaman. (4).             horizon (lapisan-lapisan) yang berbeda-
Penyedia kebutuhan primer tanaman             beda baik dalam morfologis seperti
untuk        melaksanakan         aktivitas   ketebalan dan warnanya, maupun
metabolismenya,         baik       selama     karakteristik fisik, kimiawi, dan biologis
pertumbuhan          maupun         untuk     masing-masingnya sebagai konsekuensi
berproduksi, meliputi air, udara dan          bekerjanya faktor-faktor lingkungan
unsur-unsur hara. (5).           Penyedia     terhadap: (1) bahan induk asalnya
kebutuhan sekunder tanaman yang               maupun (2) bahan-bahan eksternal,
berfungsi dalam menunjang aktivitasnya        berupa bahan organik sisa-sisa biota
supaya berlangsung optimum, meliputi          yang hidup di atasnya dan mineral non
zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota     bahan induk yang berasal dari letusan
terutama mikroflora tanah seperti (a).        gunung api, atau yang terbawa oleh
zat-zat pemacu tumbuh (hormon, vitamin        aliran air. Susunan horizon-horizon
dan asam-asam organik khas). (b).             tanah dalam lapisan permukaan bumi
antibiotik dan toksin yang berfungsi          setebal 100-120 cm disebut sebagai
sebagai anti hamapenyakit tanaman di          profil tanah.
dalam tanah. (c). senyawa-senyawa                  Profil Tanah merupakan irisan
atau enzim yang berfungsi dalam               vertikal tanah dari lapisan paling atas
penyediaan kebutuhan primer tersebut          hingga ke bebatuan induk tanah
atau transformasi zat-zat toksik eksternal    (regolit), yang biasanya terdiri dari
seperti pestisida dan limbah industri         horizon-horizon O-A-E-B-C- R. Empat
berbahaya; serta. (d). Habitat biota          lapisan teratas, yang masih dipengaruhi
tanah, baik yang berdampak positif            cuaca disebut Solum Tanah, horizon O-
karena terlibat langsung atau tak             A disebut lapisan tanah atas dan horizon
langsung dalam penyediaan kebutuhan           E-B disebut lapisan tanah bawah
primer dan sekunder tanaman tersebut,              Meskipun tanah terdiri dari
maupun yang berdampak negatif karena          beberapa horizon, namun bagi
merupakan hama dan penyakit tanaman.          tetanaman yang sangat penting adalah
     Fungsi-fungsi       tanah       yang     horizon O - A (lapisan atas) yang
sedemikian vitalnya dalam penyediaan          biasanya mempunyai ketebalan di
bahan pangan, papan dan sandang bagi          bawah 30 cm, bahkan bagi tanaman
manusia (juga bagi hewan) ini                 berakar dangkal seperti padi, palawija
membawa konsekuensi bahwa seorang             dan sesayuran yang paling berperan
ahli tanah tidak saja dituntut untuk          adalah kedalaman di bawah 20 cm. Oleh
berpengetahuan tentang: (1) tanah             karena itu, istilah kesuburan tanah
sebagai tempat tumbuh dan penyedia            biasanya mengacu kepada ketersediaan
kebutuhan tanaman, tetapi juga harus          hara pada lapisan setebal ini, yang


                                                                                   145
biasanya disebut sebagai lapisan olah.      mengandung bahan; organik tanah atau
Namun bagi tetanaman perkebunan dan         belum mengalami pelindian (leaching)
kehutanan (pepohonan) untuk jangka          hara secara intensif, sehingga relatif
panjang lapisan tanah bawah juga akan       subur, sedangkan tanah yang berwarna
menjadi sumber hara dan air.                terang atau pucat berarti berBOT (bahan
     Kegunaan         langsung       dari   organik tanah) rendah atau telah
pengamatan profil tanah ini antara lain     mengalami pelindian hara intensif,
adalah      untuk    mengetahui      (1).   sehingga relatif miskin. Tanah yang
Kedalaman lapisan olah atau solum           berwarna homogen bersih menunjukkan
tanah yang merupakan indikator potensi      sirkulasi udara (aerasi) dan airnya
kedalaman akar tanaman untuk                (drainase) baik, berarti kadar oksigennya
berpenetrasi, makin dangkal berarti         cukup, sehingga proses oksidasi
makin tipis sistem perakarannya,            berjalan baik, sedangkan tanah yang
sehingga jika makin besar bobot atau        berwarna tak bersih atau bebercak
tinggi tanaman akan makin mudah             menunjukkan aerasi dan drainasenya
tanaman untuk tumbang. Informasi ini        tidak baik, sehingga proses oksidasi dan
dapat menuntun kita dalam memilih jenis     reduksinya terjadi secara bergantian.
tanaman dan teknik penanamannya.            Proses reduksi yang lama pada tanah
(2). Kelengkapan atau differensiasi         kering berkadar besi tinggi akan
horizon pada profil tanah merupakan         menimbulkan bercak-bercak senyawa
indikator umur tanah atau proses-proses     ferro yang berwarna kekuningan,
pembentukan (genesis) yang telah            sedangkan proses oksidasi yang lama
dilaluinya, makin lengkap atau makin        pada tanah rawa akan menghasilkan
berdiferensiasi horizon-horizon tanah       senyawa ferri yang berwarna kecoklat-
berarti makin tua umur tanah, namun         merahan.
kelengkapan atau diferensiasi horizon ini
akan makin berkurang atau makin baur        c. Komponen Tanah
apabila tanah mengalami erosi. Pada              Tanah mineral yang dapat berfungsi
tanah-tanah muda seperti Regosol, yang      sebagai media tumbuh ideal secara
banyak terdapat di sekitar Indralaya, 0I    material tersusun oleh 4 komponen,
Sumatera Selatan, profilnya dapat tanpa     yaitu bahan padatan (mineral dan bahan
horizon. Pada tanah dewasa seperti          organik), air dan udara. Berdasarkan
andosol, yang banyak terdapat di            volumenya, maka tanah secara rerata
Kabupaten Muara Enim dan Lahat,             terdiri dari: (1) 50% padatan, berupa
Sumatera Selatan, profilnya lengkap         45% bahan mineral dan 5% bahan
seperti sketsa pada Gambar 1.1. di atas,    organik, dan (2) 50% ruang pori, berisi
sedangkan pada tanah-tanah tua seperti      25% air dan 25% udara.
Podsolik di sekitar Palembang dan                Khusus untuk tanah gambut yang
Prabumulih serta tanah latosol di           banyak tersebar di kawasan rawa
Kabupaten Muara Enim Sumatera               Sumatera Selatan, Jambi, Riau,
Selatan, yang telah tererosi berat atau     Kalimantan dan Papua, komposisi ini
telah mengalami pencucian intensif          relatif berlainan, karena bagian
mempunyai profil yang umumnya tanpa         padatannya 100% dapat berupa bahan
atau sedikit lapisan olah (horizon 0 dan    organik, sedangkan ruang porinya 100%
A).                                         dapat terisi air, sehingga ketiadaan
     Warna tanah merupakan indikator        bahan mineral dan udara pada tanah ini
sifat kimiawi tanah. Tanah yang             merupakan masalah utama dalam
berwarna gelap berarti banyak


                                                                                146
pemanfaatannya       menjadi      lahan   yang melepaskan CO2 dan untuk
pertanian produktif.                      oksidasi enzimatik oleh mikrobia
     Secara alamiah proporsi komponen-    autotrofik     (mampu      menggunakan
komponen tanah sangat tergantung          senyawa anorganik sebagai sumber
pada (1). Ukuran partikel penyusun        energinya). (2). CO2 bagi mikrobia
tanah, makin halus berarti makin padat    fotosintetik, dan (3). N2 bagi mikrobia
tanah, sehingga ruang porinya juga akan   pengikat N.
menyempit, sebaliknya jika makin kasar.         Beberapa gas seperti CO2 dan N2
(2). Sumber bahan organik tanah, tanah    ini serta NH3, H2 dan gas-gas lainnya
bervegetasi akan mempunyai proporsi       baik yang berasal dari proses
BOT tinggi, sebaliknya pada tanah         dekomposisi bahan organik maupun
gundul (tanpa vegetasi). (3). Iklim       berasal dari sisa-sisa pestisida atau
terutama curah hujan dan temperatur,      limbah industri, apabila berkadar relatif
saat hujan dan evaporasi (penguapan)      tinggi dapat menjadi racun baik bagi
rendah proporsi air meningkat (dan        akar maupun bagi mikrobia tanah.
proporsi udara menurun), sebaliknya       Adanya sirkulasi udara (aerasi) yang
pada saat tidak hujan dan evaporasi       baik akan memungkinkan pertukaran
tinggi, dan (4). Sumber air, tanah yang   gas-gas ini dengan 02 dari atmosfer,
berdekatan dengan sungai akan lebih       sehingga aktivitas mikrobia autotrofik
banyak mengandung air ketimbang yang      yang berperan vital dalam penyediaan
jauh dari sungai.                         unsur-unsur hara menjadi terjamin dan
                                          toksisitas gas-gas tersebut ternetralisir.
d.   Fungsi Utama Tanah sebagai                 Air tanah berfungsi sebagai
     Media Tumbuh                         komponen utama tubuh tetanaman dan
     Masing-masing komponen tanah         biota      tanah.     Sebagian      besar
tersebut berperan penting dalam           ketersediaan dan penyerapan hara oleh
menunjang fungsi tanah sebagai media      tanaman dimediasi oleh air, malah
tumbuh, sehingga variabilitas keempat     unsur-unsur mobil seperti N, K dan Ca
komponen tanah ini akan berdampak         dominan diserap tanaman melalui
terhadap variabilitas fungsi tanah        bantuan mekanisme aliran massa air,
sebagai media tumbuh.                     baik ke permukaan akar maupun
                                          transportasi ke daun. Oleh karena itu,
                                          tanaman yang mengalami kekurangan
                                          air tidak saja akan layu tetapi juga akan
                                          mengalami defisiensi hara.          Untuk
                                          menghasilkan 1 g biomass kering,
                                          tanaman membutuhkan sekitar 500 g
                                          air, yang 1 %nya mengisi setiap unit sel-
                                          sel tanaman.
                                                Bahan organik dan mineral tanah
                                          terutama berfungsi sebagai gudang dan
                                          penyuplai hara bagi tetanaman dan biota
               Gambar 5.1.
      Sketsa proporsi komponen-komponen
                                          tanah. Bahan mineral melalui bentuk
                 tanah mineral            partikel-partikelnya           merupakan
    Udara tanah misalnya berfungsi        penyusun ruang pori tanah yang tidak
sebagai gudang dan sumber gas (1). O2     saja berfungsi sebagai gudang udara
yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran    dan air, tetapi juga sebagai ruang untuk
tanaman untuk melaksanakan respirasi,     akar berpenetrasi, makin sedikit ruang


                                                                               147
pori ini akan makin tidak berkembang      untuk bersirkulasi dengan udara
sistem perakaran tanaman. Bahan           (drainase dan aerasi). Sifat fisik lain
organik merupakan sumber energi,          yang penting adalah warna dan suhu
karbon dan hara bagi biota heterotrofik   tanah. Warna mencerminkan jenis
(pengguna senyawa organik), sehingga      mineral penyusun tanah, reaksi kimiawi,
keberadaan BOT (bahan organik tanah)      intensitas pelindian dan akumulasi
akan sangat menentukan populasi dan       bahan-bahan yang terjadi, sedangkan
aktivitasnya dalam melepaskan hara--      suhu merupakan indikator energi
hara tersedia yang dikandung BOT          matahari yang dapat diserap oleh
tersebut.                                 bahan-bahan penyusunan tanah.
     Dalam berpenetrasi ini, pada              Tanah     yang      gembur       akan
kondisi ideal perakaran tanaman dapat     memberikan kelonggaran bagi per-
tumbuh dan berpenetrasi baik secara       kembangan akar serta memper-
lateral maupun vertikal sejauh beberapa   lancarkan persediaan oksigen           dan
cm per hari, sehingga tanaman jagung      drainase yang baik.         Ketersediaan
dewasa yang ditanam berjarak 100 cm       oksigen juga diperlukan untuk proses
dapat mempunyai sistem perakaran          dan aktivitas jasad renik tanah yang
yang saling bersentuhan dengan            menguraikan bahan organik menjadi
kedalaman lebih dari 2 meter. Bahkan      unsur hara yang selanjutnya dapat
tanaman alfalfa diketahui dapat           diserap oleh tanaman.          Contohnya
mencapai kedalaman          sampai 7 m,   adalah bakteri Rhizobum sp. Pada
dengan rerata 2-3 m. Tanaman kedelai      leguminoceae akan membantu proses
dapat berpenetrasi hingga 35 cm lateral   penangkapan N2 dari udara dan akan
dan 1 m horizontal. Makna terpenting      dikonversi menjadi Nitrat, sedangkan
dari makin berkembangnya sistem           bakteri Nitratasi akan merubah NO2
perakaran ini adalah makin banyaknya      menjadi NO3.
hara dan air yang dapat diserap                Drainase tanah yang baik akan
tanaman, sehingga makin terjamin          mencegah penggenangan air, mengatur
kebutuhannya        selama       proses   suhu dan kelembaban tanah sesuai
pertumbuhan dan produksinya, dan          dengan yang dibutuhkan oleh tanaman.
akhirnya makin produktif suatu areal      Selain itu, dengan drainase yang baik
lahan.                                    akan terhindar perkembangan berbagai
                                          patogen seperti cendawan yang
5.2. Sifat Fisik Tanah                    merugikan.
     Telah dijelaskan sebelumnya bahwa         Secara keseluruham sifat-sifat fisik
fungsi pertama tanah sebagai media        tanah ditentukan oleh (1). Ukuran dan
tumbuh adalah sebagai tempat akar         komposisi      partikel-partikel      hasil
mencari ruang untuk berpenetrasi          pelapukan bahan penyusunan tanah.
(menelusup), baik secara lateral atau     (2). Jenis dan proporsi komponen-
horizontal maupun secara vertikal.        komponen penyusunan pertikel-pertikel
Kemudahan tanah untuk dipenetrasi ini     ini. (3). Keseimbangan antara suplai
tergantung pada ruang pori-pori yang      air, energi dan bahan dengan
berbentuk di antara partikel-partikel     kehilangannya; dan (4).          Intensitas
tanah (tekstur dan struktur), sedangkan   reaksi kimiawi dan biologis yang telah
stabilitas ukuran ruang ini tergantung    atau sedang berlangsung.
pada konsistensi tanah terhadap
pengaruh tekanan. Kerapatan porosotas
tersebut menentukan kemudahan air


                                                                                148
5.2.1 Tekstur                                 (drainase dan aerasi baik: air dan udara
     Tekstur      tanah      menunjukkan      banyak tersedia bagi tanaman), tetapi
komposisi partikel penyusun tanah             makin mudah pula air untuk hilang dari
(separat) yang dinyatakan sebagai             tanah, dan sebaliknya. (2). Makin tidak
perbandingan proporsi (%) relatif antara      poreus tanah akan makin sulit akar
fraksi pasir (sand) (berdiameter 2,00-        untuk berpenetrasi, serta makin sulit air
0,20 mm atau 2000-200 µm, debu (silt)         dan udara untuk bersirkulasi (drainase
(berdiameter 0,20-0,002 mm atau 200-2         dan aerasi buruk: air dan udara sedikit
µm) dan liat (clay) (<2 µm). Partikel         tersedia), tetapi air yang ada tidak
berukuran di atas 2 mm seperti kerikil        mudah hilang dari tanah. (3). Oleh
dan bebatuan kecil tidak tergolong            karena itu, maka tanah yang baik
sebagai fraksi tanah, tetapi harus            dicerminkan oleh komposisi ideal dari
diperhitungkan dalam evaluasi tekstur         kedua kondisi ini, sehingga tanah ber-
tanah. Klasifikasi ukuran, jumlah dan         tekstur debu dan lempung akan
Was permukaan fraksi-fraksi tanah             mempunyai ketersediaan yang optimum
menurut sistem USDA dan Sistem                bagi tanaman, namun dari segi nutrisi
Internasional tertera pada Tabel 5.1.         tanah lempung lebih baik ketimbang
berikut:                                      tanah bertekstur debu.
Tabel 5.1. memperlihatkan bahwa makin               Fraksi pasir umumnya didominasi
kecil ukuran separat berarti makin            oleh mineral kuarsa (SiO2) yang sangat
banyak jumlah dan makin luas                  tahan terhadap pelapukan, sedangkan
permukaannya per satuan bobot tanah,          fraksi debu sanya berasal dari mineral
yang menunjukkan makin padatnya               feldspar dan mika yang cepat lapuk,
partikel-partikel per satuan volume           pada       saat     pelapukannya     akan
tanah. Hal ini berarti makin banyak           membebaskan sejumlah hara, sehingga
ukuran pori mikro yang terbentuk,             tanah bertekstur debu umumnya lebih
sebaliknya jika ukuran separat makin          subur ketimbang tanah tekstur pasir.
besar.                                              Uraian ini menunjukkan bahwa
Tanah yang didominasi pasir akan              fraksi pasir dan debu lebih berperan
banyak mempunyai pori-pori makro              secara fisik, sedangkan karena sebagian
(besar) (disebut lebih poreus), tanah         fraksi liat yang rukuran <1 µm
yang didominasi debu akan banyak              merupakan koloid atau partikel
mempunyai pori-pori meso (sedang)             bermuatan listrik yang aktif sebagai situs
(agak poreus), sedangkan yang                 pertukaran anion atau kation, maka
didominasi liat akan banyak mempunyai         fraksi liat lebih berperan secara kimiawi
pori-pori mikro (kecil) atau tidak poreus.    ketimbang secara fisik.
Hal ini berbanding terbalik dengan luas                  Perbedaan jumlah dan luas
permukaan yang terbentuk, luas                permukaan partikel-partikel per satuan
permukaan mencerminkan luas situs             volume tanah, maka di lapangan jika
yang dapat bersentuhan dengan air,            tanah yang telah dibasahi dirasakan
energi atau bahan lain, sehingga makin        dengan kulit jari-jari tangan, maka fraksi
dominan fraksi pasir akan makin kecil         pasir akan terasa kasar dan tidak lekat,
daya menahan tanah terhadap ketiga            fraksi debu akan terasa agak halus dan
material ini, dan sebaliknya jika liat yang   agak lekat, tetapi tidak licin, sedangkan
dominan. Sebagai hasilnya, maka (1).          fraksi liat akan terasa halus, lekat, dan
Makin poreus tanah akan makin mudah           licin.
akar untuk berpenetrasi, serta makin                Tekstur tanah dibagi menjadi 12
mudah air dan udara untuk bersirkulasi        kelas seperti tertera pada Tabel 5.2.


                                                                                   149
menunjukkan bahwa suatu tanah              mendekati kebenaran atau makin identik
disebut bertekstur pasir apabila           dengan basil penetapan di laboratorium.
mengandung minimal 85% pasir,              Cara ini disebut metode rasa, dilakukan
bertekstur debu apabila berkadar           dengan mengambil sebongkah tanah
minimal 80% debu dan bertekstur liat       seberat kira-kira 10 g, pecahkan
apabila berkadar minimal 40% liat.         perlahan,        basahi      dengan      air
Tanah yang berkomposisi ideal yaitu        secukupnya, lalu pijit di antara jari
22,5- 52,5% pasir, 30-50% debu dan         jempol dan telunjuk, geser-geserkan jari
10–30%       liat   disebut   bertekstur   telunjuk sambil merasai derajat
Lempung.                                   kekasaran, kelicinan, dan kelengketan
     Berdasarkan kelas teksturnya maka     partikel-partikel tanah.             Melalui
tanah digolongkan menjadi (1). Tanah       perbandingan rasa ketiganya maka
bertekstur kasar atau tanah berpasir       secara kasar tekstur tanah dapat
berarti tanah yang mengandung minimal      diperkirakan, misalnya indra kulit
70% pasir atau bertekstur pasir atau       merasakan partikel-partikel (1). Terasa
pasir berlempung (tiga macam). (2).        kasar, tanpa rasa licin dan tanpa rasa
Tanah bertekstur halus atau tanah          lengket, serta tidak bisa membentuk
berliat berarti tanah yang mengandung      gulungan atau lempengan kontinu, maka
minimal 37,5% liat atau bertekstur liat,   berarti tanah bertekstur pasir. (2).
liat berdebu atau liat berpasir (3         Sebaliknya jika partikel tanah terasa
macam). (3). Tanah bertekstur sedang       halus, lengket dan dapat dibuat
atau tanah berlempung, terdiri dari (a).   gulungan atau lempengan kontinu, maka
Tanah bertekstur sedang tetapi agak        berarti tanah bertekstur liat. (3). Tanah
kasar meliputi tanah yang bertekstur       bertekstur debu akan mempunyai
lempung berpasir (Sandy Loam) atau         partikel-partikel yang terasa agak halus
lempung berpasir halus (dua macam).        dan licin tetapi tidak lengket, serta
(b). Tanah bertekstur sedang meliputi      gulungan atau lempengan yang
yang bertekstur lempung berpasir           terbentuk rapuh atau mudah hancur.
sangat halus, lempung (Loam), lempung      (4). Tanah bertekstur lempung akan
berdebu (Silty Loam) atau debu (silt) (4   mempunyai          partikel-partikel  yang
macam), dan (c). Tanah bertekstur          mempunyai rasa ketiganya secara
sedang tetapi agak halus mencakup          proporsional, apabila yang terasa lebih
lempung liat (Clay loam), lempung liat     dominan adalah sifat pasir, maka berarti
berpasir (Sandy clay Loam) atau            tanah bertekstur lempung berpasir, dan
lempung liat berdebu (Sandy-silt Loam)     seterusnya.
(3 macam).                                      Hasil penetapan menurut metode
     Melalui pengetahuan tentang sifat-    rasa ini akan makin baik apabila untuk
sifat fraksi pasir, debu dan liat          setiap titik pengamatan dilakukan
sebagaimana dijelaskan sebelumnya,         beberapa kali, paling tidak tiga kali (tiga
apabila kelas tekstur tanah diketahui,     ulangan).
maka gambaran umum tentang sifat fisik          Di Laboratorium, tekstur tanah
tanah dapat diperkirakan.                  umumnya ditetapkan melalui dua
     Di lapangan tekstur tanah dapat       metode, yaitu metode pipet (kurang teliti)
ditetapkan berdasarkan kepekaan indra      atau metode hidrometer "Bouyoucos"
perasa (kulit jari jempol dan telunjuk)    (lebih teliti), yang keduanya didasarkan
yang membutuhkan pengalaman dan            pada perbedaan kecepatan jatuhnya
kemahiran, makin peka indra perasa ini,    partikel-partikel tanah di dalam air
hasil penetapannya akan makin              dengan asumsi bahwa kecepatan


                                                                                  150
jatuhnya partikel yang berkerapatan        bertekstur lempung berpasir ketimbang
(density) sama dalam suatu larutan akan    yang bertekstur liat dan pasir
meningkat secara. linear apabila radius    berlempung. Namun keduanya tumbuh
partikel bertambah secara secara           ideal pada tanah bertekstur pasir apabila
kuadratik:                                 disertai dengan irigasi. Pada kondisi
                                           tanpa        irigasi, tanah     lempung
                                           memberikan sifat-sifat fisik yang baik
                                           sebagaimana diuraikan sebelumnya,
                                           sehingga sistem perakarannya leluasa
   2 gr 2 dp  d                         untuk berkembang.
V                                              Tanah yang lebih baik adalah tanah
         9n                                bertesktur lempung berpasir ketimbang
                                           tekstur lempung terkait dengan
di mana :                                  kebutuhan tanaman kentang terhadap
V          = kecepatan jatuhnya partikel   ruang untuk perpanjangan dan
           (cm detik-1)                    pembesaran umbinya. Pinus resinosa
g    = percepatan karena gravitasi (cm     ideal pada tanah bertekstur lempung
           detik-1)                        berpasir meskipun jika dibanding
dp = kerapatan partikel (g cm-3)           dengan tanah bertekstur pasir yang
d     = kerapatan larutan (g cm-3)         diberi air irigasi.
r    = radius partikel (cm)                     Pada tanah-tanah di daerah tropika,
n    = viskositas absolut larutan (dyne    nisbah debu : Liat merupakan kriteria
         detik cm-3).                      penting dalam mengevaluasi fenomena
                                           seperti: (1) migrasi liat, (2) taraf
     Melalui metode hidrometer tersebut    pelapukan fisik, dan (3) umur bahan
(1). fraksi pasir merupakan partikel-      induk tanah; serta (4) klasifikasi tanah
partikel yang turun ke dasar suspensi      (Lal, 1979).
selama kurang dari 40 detik. (2). fraksi
debu turun antara 40 detik hingga          5.2.2    Struktur
hampir dua jam, sedangkan. (3).                     Apabila tekstur mencerminkan
sisanya yang masih tersuspensi             ukuran partikel dari fraksi-fraksi tanah,
merupakan fraksi liat.                     maka struktur merupakan kenampakan
     Proporsi hasil penetapan masing-      bentuk atau susunan partikel-partikel
masing fraksi tanah ini kemudian           primer tanah (pasir, debu dan liat indi-
dicocokkan dengan proporsi pada            vidual) hingga partikel-partikel sekunder
segitiga tekstur (Gambar 3.1), misalnya    (gabungan partikel-partikel primer yang
contoh tanah o berkadar pasir 25%,         disebut      ped     (gumpalan)        yang
debu 25% dan liat 50%, maka berarti        membentuk agregat (bongkah). Tanah
tanah bertekstur liat.                     yang       partikel-partikelnya      belum
     Peran tekstur tanah sebagaimana       bergabung, terutama yang bertekstur
diuraikan di atas akan memengaruhi         pasir, disebut tanpa struktur atau
pertumbuhan dan produksi tanaman,          berstruktur lepas, sedangkan tanah
hasil penelitian pengaruh tekstur tanah    bertekstur liat, yang terlihat massif (padu
terhadap produksi jagung dan kentang       tanpa ruang pori, yang lembek jika
tertera pada Tabel 3.3. Tabel 3.3 ini      basah dan keras jika kering) atau
menunjukkan bahwa jagung ideal             apabila dilumat dengan air membentuk
tumbuh pada tanah bertekstur lempung,      pasta disebut juga tanpa struktur.
sedangkan kentang ideal pada tanah


                                                                                 151
Tabel 5.1.    Klasifikasi ukuran, jumlah dan luas permukaan fraksi-fraksi tanah menurut
              Sistem USDA dan Sistem Internasional
     Separat tanah              Diameter (mm)        Jumlah partikel Was permukaan
                          USDA        Internasional        (g-1)            (cm2 g-1)
Pasir sangat kasar         2,00-1,00         -               90                11
Pasir kasar                1,00-0,50         -              720                23
Pasir sedang               0,50-0.25         -             5.700               45
Pasir                          -         2,00-0,20         4,088               29
Pasirhalus                 0,25-0,10         -            46.000               91
Pasir sangat halus         0,10-0,05         -           722.000              227
Debu                      0,05-0,002         -          5.776.000             454
Debu                           -        0,02-0,002      2.334.796             271
Liat*)                      <0,002        <0,002     90.250.853.000        8.000.000



     Struktur       tanah      berfungsi       terbentuk dari berbagai ukuran pori-pori
memodifikasi pengaruh tekstur terhadap         yang berinterkoneksi, stabilitas dan
kondisi drainase atau aerasi tanah,            durabilitasnya, (2). mengatur retensi
karena susunan antar ped atau agregat          dan pergerakan air tanah yang meliputi:
tanah akan menghasilkan ruang yang             (a), difusi gas dari dan ke atmosfer, (b).
lebih besar ketimbang susunan                  mengontrol proliferasi (pertumbuhan)
antarpartikel primer. Oleh karena itu,         akar dan perkembangannya,              (c)
tanah yang berstruktur baik akan               Kemudian secara langsung atau tak
mempunyai kondisi drainase dan aerasi          langsung terkait dengan (d). erosi air
yang baik pula, sehingga lebih                 atau angin. (e). penggenangan dan
memudahkan          sistem    perakaran        aerasi tanah. (f). stres tanaman akibat
tanaman untuk berpenetrasi dan                 kekeringan.       (g).    pelindian atau
mengabsorpsi (menyerap) hara dan air,          kehilangan hara-hara tanaman; dan (h).
sehingga pertumbuhan dan produksi              temperatur tanah.
menjadi lebih baik. Hal ini terbukti dari           Di lapangan, struktur tanah
percobaan         pemupukan         yang       dideskripsikan menurut (1).          tipe,
mendapatkan bahwa produksi jagung              indikator bentuk dan susunan ped, yaitu:
pada tanah tanpa pupuk tetapi                  bulat, lempeng, balok dan prisma. (2).
beragregat baik ternyata 2,3 kali lebih        kelas, indikator bentuk struktur yang
besar ketimbang produksi pada tanah            terbentuk dari ped-ped penyusunnya,
beragregat buruk yang diberi pupuk.            menghasilkan 7 tipe struktur tanah,
Penanaman melindungi agregat tanah             sebagaimana tertera pada Tabel 3.4,
dari hantaman air hujan, sehingga makin        dan (3). gradasi, indikator derajat
rapat tajuk tanaman akan makin baik            agregasi atau perkembangan struktur,
pengaruhnya terhadap agregat tanah.            yang dibagi menjadi (a) tanpa struktur,
Struktur tanah mempunyai peran                 jika agregasi tak terlihat atau berbatas
sebagai       regulator    yang      (1).      tidak jelas atau baur dengan batas-batas
menyinambungkan arah pipa yang                 alamiah,      (b) lemah, jika ped sulit



                                                                                    152
terbentuk tetapi terlihat, (c) sedang, jika        Secara umum terdapat tiga
ped dapat terbentuk dengan baik, tahan        kelompok bahan koloidal (partikel
lama dan jelas, tetapi tak jelas pada         berdiameter        <1 µm) yang bertindak
tanah utuh, dan (d) kuat, jika ped kuat,      sebagai agen perekat (cementing agent)
pada tanah utuh jelas terlihat dan antar      partikel-partikel      dalam      proses
ped terikat lemah namun tahan jika            pembentukan agregat (agregasi) tanah,
dipindahkan dan hanya terpisah apabila        yaitu (1) Mineral-mineral Liat koloidal.
tanah terganggu.                              (2) Oksida-oksida besi dan mangan
                                              koloidal, dan (3) Bahan organik koloidal,
      Mekanisme pembentukan struktur          termasuk hasil aktivitas dan perombakan
dimulai dari butiran tunggal atau dari        sel-sel mikrobia.
bentuk masif. Apabila berasal dari butir-          Oleh karena koloid-koloid ini
butir tunggal, maka perkembangannya           bermuatan negatif, maka molekul-
dimulai dari pengikatan partikel-partikel     molekul air yang dapat bertindak secara
tanah membentuk cluster (gerombol)            dipolar (bermuatan + dan -) terjerap
yang kemudian menjadi ped.                    (adsorpsi) ke permukaan koloid liat
      Lima mekanisme utama yang               tersebut. Pada saat air menguap, maka
menyatukan partikel-partikel ini meliputi:    lempeng-lempeng liat akan berdekatan
(1) aktivitas penetrasi akar pada saat        dan dibantu oleh agen perekat, maka
berkembang, (2) pergerakan air yang           terjadilah agregasi.
mengikuti arah perkembangan akar                   Pada tanah horizon A di Wisconsin
menyebabkan terjadinya pengikisan dan         USA urutan kepentingan agen-agen
pemecahan tanah yang kemudian                 pengikat pembentuk ped berdiameter >
memicu pembentukan ped; dan (3)               0,5 mm adalah sebagai berikut (1).
aktivitas keluar masuknya fauna tanah,        Secara umum lendir mikrobial>Fe-
(4). Pembasahan dan pengeringan               oksida>C-organik> liat. (2). Lempung
yang merenggang-ciutkan partikel-             berdebu Parr: lendir mikrobial>liat>Fe--
partikel dan       (5).    Pencairan dan      oksida> C-organik. (3). Lempung berliat
pembekuan yang juga merenggang-               Almena : lendir mikrobial>Fe-oksida.
ciutkan partikel-partikel.                    (4). lempung berliat Miami :       lendir
      Stabilitas ped yang terbentuk (juga     mikrobial>Fe-oksida>C-organik,        dan
agregat) ter-gantung pada dua kondisi,        (5). lempung berliat Kewaunee : Fe-
yaitu (1). Keutuhan tanah permukaan           oksida>liat>lendir mikrobial.
ped pada saat rehidrasi, dan (2).                  Pentingnya peran lendir (gum)
Kekuatan ikatan antar koloid-partikel di      mikrobial sebagai agen pengikat adalah
dalam ped pada saat basah.                    menjamin        kelangsungan     aktivitas
      Stabilitas ped ini dapat ditentukan     mikrobia dalam proses pembentukan
melalui metode penyaringan basah.             ped (dan agregasi) tersebut. Polimer-
Dalam metode ini, tanah kering                polimer organik yang merupakan
diletakkan dalam saringan kemudian            polisakarida berbobot-molekul besar
dicelupkan ke dalam air, air segera           dapat berasal dari lendir ekstraseluler
meresap dan mendesak udara yang               atau dinding-dinding sel-sel mikrobia,
terperangkap di ruang-ruang pori tanah,       membentuk jaringan seperti jala yang
ped yang tidak kuat terhadap tekanan ini      efektif dalam menyatukan partikel-
akan pecah dan rusak, turun lewat             partikel tanah. Hidroksi polimer-polimer
lobang-lobang saringan. Ped-ped yang          ini dan atom-atom oksigen permukaan
tertinggal merupakan ped yang stabil          liat membentuk ikatan-ikatan hidrogen
terhadap air.                                 sebagai jembatan pengikat, sedangkan


                                                                                   153
  terhadap partikel nonkoloidal, polimer-             agen pengikat yang terpenting adalah
  polimer ini bertindak sebagai lem                   Fe-oksida karena tingginya kadar Fe-
  perekat. Miselia jamur dan aktinomisetes            oksida pada tanah ini.
  juga efektif sebagai agen pengikat ini.
  Pada tanah Latosol di daerah tropis,

  Tabel 5.3. Pengaruh kelas tekstur dominan lapisan atas tanah terhadap
             produksi jagung dan kentang
                                       Produksi (per hektar)
         Kelas tekstur dominan
                                   Jagung (ton)      Kentang (Ton)
                   Liat                5,030                -
                Lempung                6,287             28,00
           Lempung berpasir            5,030             33,60
            Pasir berlempung           3,772             28,00
             Pasir (+ irigasi)         7,544             33,60


  Tabel 5.4. Deskripsi tipe-tipe struktur tanah
    Tipe struktur                           Deskripsi Ped                       Lokasi horizon
1. Granuler          Relatif tak poreus, kecil dan agak bulat; tidak                   A
                     terikat membentuk ped.
2. Remah             = 1 tetapi relatif poreus; antarped tidak terikat.                A
3. Lempeng           Seperti tumpukan susunan piringan yang                         E tanah
                     berikatan lemah; disebut plat jika tebal dan                hutan atau Bt
                     laminar jika tipis.                                           tanah liat
4. Balok bersudut Seperti balok-balok yang terbentuk dari ikatan                       Bt
                     ped-ped yang sisi-sisinya bersudut tajam.
                     lkatan antar ped ini sering putus membentuk
                     balok-balok kecil.
5. Balok persegi = 4, tetapi ped-ped penyusun bersisi-sisi bulat                       Bt
                     agak persegi.
6. Prisma            Seperti pilar-pilar berpermukaan rata yang te-                    Bt
                     rikat oleh ped prisma lainnya sebagai penyela.
                     Ped prisma ini ada yang pecah membentuk ped
7. Kolumnar          balok kecil.
                     = 6, tetapi berpermukaan bulat melingkar yang                     Bt
                     diikat secara lateral oleh ped pilar lainnya
                     sebagai penyela.
                                                       terhadap pertumbuhan dan produksi
  5.2.3 Aerasi Tanah                                   tanaman akibat tertekannya            (1).
       Aerasi tanah merupakan istilah                  Pertumbuhan      dan     perkembangan
  yang mengindifikasikan kondisi tata-                 perakaran tanaman. (2). Respirasi
  udara (keluar-masuknya udara) dalam                  akar. (3). Absorpsi (penyerapan) air
  tanah. Aerasi baik berarti keluar-                   dan unsur hara. Serapan hara yang
  masuknya udara dari hambatan,                        paling terganggu adalah kalium,
  sedangkan aerasi buruk berarti                       kiemudian kalsium, magnesium, nitrogen
  sebaliknya.     Pada tanah beraerasi                 dan fosfor (4). Aktivitas mikrobia yang
  bueruk, akan terjadi penghambatan                    terkait dengan kesuburan tanah.


                                                                                            154
     Hal ini terutama terkait dengan           difusi oksigen di udara tanah, sehingga
proses respirasi akar tanaman yang             peningkatan kadar air tanah akan
menyerap O2 dari udara tanah dan               menghambat penetrasi oksigen ini yang
melepaskan CO2 sehingga jika aerasi            kemudian menyebabkan tertekannya
buruk akan terjadi akumulasi CO2 dan           respirasi    akar.     Hasil    penelitian
defisit O2 konsrkuensinya respirasi akar       menunjukkan bahwa akar kebanyakan
dan aktivitas mikrobia aerobik (mutlak         tanaman ideal pada laju difusi oksigen
butuh oksigen) yang terlibat dalam             minimal 30 x 10 cm menit, tidak mampu
penyediaan hara akan terganggu, maka           berpenetrasi ke dalam tanah apabila laju
penyerapan hara melalui mekanisme              difusi kurang dari 20 x 10 cm menit, dan
aktif yang membutuhkan energi kimiawi          pada kondisi jenuh air terjadi defisit
(ATP) hasil proses respirasi juga akan         oksigen yang menyebabkan matinya
terhambat.        Kemungkinan       secara     tanaman. Pada kacang kapri dan tomat,
keseluruhan         akan      menghambat       derisiensi oksigen selama 24 jam saja
perkembangan           dan    pertumbuhan      telah menghambat pertumbuhannya.
tanaman.                                       Pada tomat terlihat setelah 10-15 hari
     Pada kondisi aerasi baik kadar CO2        kemudian dengan penurunan bobot
udara tanah lebih tinggi 6-7 kali (jika        terjadi pada 45-50 hari kemudian
aerasi buruk dapat hingga 10-100 kali),        dengan penurunan bobot hingga 25%
kadar O2 lebih rendah dan kadar N2,            yang baru pulih setelah 70 hari.
lebih tinggi daripada kandungan CO2,                Kepekaan tanaman terhadap aerasi
O2 dan N2 atmosfer. Hal ini di samping         tanah yang buruk atau defisiensi oksigen
disebabkan oleh (1). Adanya respirasi          adalah sebagai berikut (1). Peka: tomat,
akar (juga mikroflora fotosintetik dan         kentang, biet gula, kacang pea dan
fauna tanah) seperti dijelaskan diatas,        barlei. (2). Sedang: jagung, gandum,
dan (2).        Aktivitas mikrobia dalam       oat, dan kedelai. (3). Agak tahan:
dekomposisi bahan organik yang                 sorgum (dapat terendam beberapa hari),
melepaskan gas CO2 dan N2                      rumput sudan dan reed canary, dan (4).
(denitrifikasi), serta fiksasi N2 (seperti     Toleran: willow, padi, cattail, dan
bakteri rhizobium), CO2           (mikrobia    beberapa sedge yang dapat menyerap
heterotrofik) dan O2 (mikrobia aerobik),       udara ke dalam perakarannya yang
terutama        terkait    dengan       (3).   tenggelam. Pada padi mekanisme ini
Kecenderungan udara yang mengalir              terjadi karena adanya interkoneksi
dari temperatur tinggi (tanah) ke              pembuluh udara dalam korteks, yang
temperatur udara (atmosfer) terutama di        dapat menyuplai oksigen asalkan
malam hari dan sebaliknya di siang hari,       trubusnya menyembul ke udara.
dan (4). Adanya gas-gas yang berdifusi              Kadar CO2 pada udara tanah
dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi         bervariasi antara 0,1-5,0% dan jika
rendah (N2 dan CO2 dari tanah ke udara         aerasi buruk dapat mencapai hampir
dan O2 dari udara ke tanah).                   20%. Pada kondisi tergenang (reduksi)
     Umumnya tanaman tumbuh normal             udara tanah juga banyak mengandung
pada saat pori tanah terisi udara >10%         gas methan, hidrogen sulfida dan
oksigen, idealnya sekitar 21%. Di              amoniak.        Faktor-faktor       yang
bawah kadar 10% pertumbuhan akan               mempengaruhi kadar CO2 –O2 udara
terhambat dan akan berhenti sama               tanah tertera pada Tabel 3.8 yang
sekali apabila kadarnya kurang dari 2%.        secara         umum           merupakan
Laju difusi oksigen di dalam air adalah        konsekuensinya terhambat aktivitas akar
10 ribu kali lebih kecil ketimbang laju        dan mikrobia, serta difusi yang


                                                                                    156
menyebabkan naiknya kadar CO2 dan           oleh Anders Celcius (ahli Astronomi
turunnya kadar O2.                          Swedia), yang kemudian paling umum
                                            digunakan di dunia. Satu sentigrade =
5.2.4     Temperatur Tanah                  1/100 dari total perbedaan anatar
          Temperatur (suhu) adalah          temperatur air pada titik didih di bawah
suatu sifat tanah yang sangat penting       tekanan atmosfer baku {700 mm Hg
secara      langsung       mempengaruhi     (merkuri)}. (b). Interval temperatur ini
pertumbuhan tanaman dan juga                juga digunakan untuk menyatakan
terhadap kelembaban, aerasi, struktur,      temperatur absolut (derajat Kelvin),
aktivitas mikrobial, dan enzimatik,         namun skalanya dimulai pada -273,18
dekomposisi serasah/sisa tanaman dan        oC sebagai titik nol, dan (c). Pada tahun

ketersediaan      hara-hara     tanaman.    1724 seorang blower gelas bangsa
Temperatur tanah merupakan salah satu       Jerman “Fahrenheit” mengembangkan
faktor tumbuh tanaman yang penting          sistem graduasi temperatur dengan
sebagaimana halnya air, udara dan           menggunakan tem-peratur terbeku dari
unsur hara. Proses kehidupan bebijian,      campuran amonium khlorida – es – air
akar tanaman dan mikrobia tanah             sebagai titik nol dan panasa darah
secara langsung dipengaruhi oleh            sebagai titik 100 oF. (d). Hubungan
temperatur tanah. Laju reaksi kimiawi       ketiga skala temperatur ini adalah :
meningkat dua kali lipat untuk setiap 10o
kenaikan temperatur.                                   oK = oC + 273
     Temperatur        tanah       sangat            oC = (oF – 32) x 0,556

memperngaruhi aktivitas mikrobial               oK – 273 = oC = 0,556 oF – 17,8

tanah. Aktivotas ini sangat terbatas pada
temperatur di bawah 10oC, laju optimum      Jumlah panas yang ada dalam suatu
aktivitas     biota      tanah       yang   bodi disebut seabgaai kapasitas thermal
menguntungkan terjadi pada temperatur       atau kapasitas panas. Kapasitas thermal
18–30oC, seperti bakteri pengikat N         suatu substansi dapat didefinisikan
pada tanah berdrainase baik. Nitrifikasi    sebagai jumlah panas yang dibutuhkan
berlangsung optimum pada temperatur         untuk mengubah temperatur per tahun
sekitar Pada temperatur di atas 30oC.       satuan bobot massa substansi tersebut.
Pada temperatur di atas 30oC lebih          Satuan kapasitas panas adalah gram
banyak unsur K-tertukar dibebaskan          per kalori (g cal-1), yaitu jumlah panas
ketimbang pada temperatur yang lebih        yang dibutuhkan untuk mengubah
rendah, sehingga penyerapannya oleh         temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16
akar juga meningkat. Pada temperatur di     oC. Panas spesifik adalah kapasitas

atas 40oC, mikrobia umumnya menjadi         panas       suatu      substansi    yang
inaktif.                                    dihubungkan dengan sifat air, yang
     Temperatur adalah istilah untuk        berpanas-spesifik air = 1 cal g-1,
menyatakan intensitas atau level panas      sedangkan kebanyakan mineral-mineral
yang berfungsi sebagai indikator level      penyusun tanah panas-spesifik hampir
atau derajat aktivitas molekuler. Dalam     0,2 cal g-1. secara umum semua
“Handbook of Chenistry and Physics”,        substansi berkapasitas-panas lebih kecil
temperatur didefibisikan sebagai “kondisi   dari air (Kohnke, 180).
suatu bodi yang menentukan transfer                   Temperatur tanah ditentukan
panas ke atau dari bodi lainya”.            oleh interaksi sejumlah faktor dengan
Temperatur dinyatakan dalam derajat         dua sumber panas, yaiut radiasi sinar
(a). Skala sentigrade pada tahun 1742       matahari dan langit (dominan), serta


                                                                                157
konduksi dari interior anah (sangat           dan (b) insulasi oleh udara, uap air,
sedikit).    Faktor-faktor  eksternal         awan, debu, kabut, salju, tetanaman,
(lingkungan)      yang     ber-peran          dan mulsa. (2). Didaerah Temperate,
menyebabkan terjadinya perubahan              radiasi yang diterima permukaan bumi
temperatur tanah meliputi:                    adalah 100 – 800 langleys per hari, yang
                                              secara rata-rata setara dengan
            oK= oC + 273                      kebutuhan            energi          untuk
          oC= (oF – 32) x 0,556               mengevaporasikan lapisan air setebal 1
    oK – 273 = oC = 0,556 oF – 17,8           cm diperlukan 560 langleys. Namun
                                              demikian hanya sebagian dari total
     Jumlah panas yang ada dalam              radiasi ini yang tersedia untuk menyuplai
suatu bodi disebut sebagai kapasitas          energi yang dibutuhkan untuk evaporasi
thermal atau kapasitas panas. Kapasitas       dan transpirasi tersebut. Sisa energi ini
thermal       suatu     substansi    dapat    jika tidak terpakai untuk menaikan
didefinisikan sebagai jumlah panas yang       temperatur tanah dan fotosintesis,
dibutuhkan untuk mengubah temperatur          direradiasikan kembali ke langit.
per satuan bobot massa substansi                   Radiasi solar terjadi sebagai radiasi
tersebut. Satuan kapasitas tanah adalah       gelombang pendek dengan panjang
gram per kalori (g cal-1 ), yaitu jumlah      gelombang antara 0,3 – 5,0 um.(1).
panas yang dibutuhkan untuk mengubah          Radiasi dari langit, yang berkontribusi
temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16      relatif besar dalam menyuplai panas
oC. Panas spesifik adalah kapasitas           pada tanah di areal yang sinar
panas        suatu      substansi     yang    mataharinya dapat menembus atmosfer
dihubungkan dengan sifat air ini, yang        bumi.      (2).    Konduksi panas dari
berpanas – spesifik air = 1 cal g-1 ,         atmosfer. Oleh karena konduksi panas
sedangkan kebanyakan mineral-mineral          yang menerobos udara adalah sedikit,
penyusun tanah berpanas-spesifik              maka efeknya terhadap temperatur
hampir 0,2 cal g -1 . secara umum semua       tanah hanya penting apabila terjadi
substansi berkapasitas – panas lebih          kontak dengan tanah. (3). Kondensasi,
kecil dari air (Kohnke, 1980).                merupakan proses eksothermik. Apabila
     Temperatur tanah ditentukan oleh         uap air dari atmosfer atau dari
interaksi sejumlah faktor, dengan dua         kedalaman tanah yang berbeda
sumber panas, yaitu radiasi sinar             berkondensasi di dalam tanah maka
matahari dan langit (dominan), serta          akan terjadi peningkatan temperatur
konduksi dari interior tanah (sangat          tanah, hingga 5 oC atau lebih. (4).
sedikit).       Faktor-faktor     eksternal   Evaporsi,         merupakan        proses
(lingkungan)          yang        berperan    endothermik yang berefek kebalikan .
menyebabkan ter-jadinya perubahan             (5). Curah hujan berperan menurunkan
temperatur tanah meliputi : (1). Radiasi      temperatur tanah. (6). Insulasi, dapat
solar. Jumlah panas matahari yang             berupa tanaman penutup tanah, mulsa,
mencapai permukaan bumi adalah 2 cal          salju, awan dan asap yang menghalangi
g-1 cm-2 menit-1 atau 2 langleys menit -1 ,   sampainya radiasi matahari ke
namun yang benar-benar diterima oleh          permukaan tanah, dan (7). Vegetasi,
permukaan tanah jauh berkurang,               melalui        pengaruhnya       terhadap
tergantung pada : (a) sudut temu antar        transpirasi, repleksi radiasi dan energi
matahari –muka tanah yang dipengaruhi         yang digunakannya untuk fotosintesis
oleh latitudo, musim, waktu, kecuraman        akan menurunkan temperatur iklim mikro
dan arah lereng, serta altitudo lokasinya,


                                                                                   158
dan secara tidak langsung juga                   Ativitas biologi menghasilkan panas,
temperatur tanah.                           sehingga makin besar aktivitas ini kan
     Faktor-faktor internal (tanah) yang    makin banyak pans yang dibebaskan ke
berperan meliputi :                         tanah. Tanah yang berkadar BOT , hara
                                            , dan udara tinggi, serta berapa derajat
(1)    Kapasitas thermal.                   lebih tinggi ketimbang tanah yang
       Tanah mineral kering mempunyai       biologisnya tidak aktif.
panas spesifik hampir 0,2 cal g-1 , yang
berarti setiap 1 cm3 (biasanya disingkat    (4)    Radiasi
cc) tanah kering yang tersusun oleh 50           Radiasi dari tanah ke atmosfer yang
% padatan dan 50 % ruang pori akan          terjadi secara kontinu, makin tinggi
mempunyai panas spesifik sebesar 0,5 x      temperatur tanah akan makin besar
2,65 x 0,2 = 0,265 cal cm3 (atau rerata     radiasinya.
0,25 cal cm3 ) oleh karena panas spesifik
udara sangat kecil sehingga dapat           (5)   Struktur,       Tekstur       dan
diabaikan.                                        Kelembaban Tanah.
       Tanah yang ruang – porinya terisi         Tanah       padat        mempunyai
air akan berpanas-spesifik = 0,265 +        konduktivitas thermal lebih besar
(0,5 x 1,0) = 0,675 cal cm3 , yang          ketimbang tanah yang gembur, akibat
nilainya akan menurun tergantung            udara yang mengisi tanah gembur ini
proporsi kadar air tanahnya. Panas          mempunyai konduktivitas thermal yang
spesifik es hanya 0,5 cal cm3 . panas       jauh lebih rendah ketimbang air, apalagi
spesifik gambut secara gravimetris          ketimbang partikel-partikel tanah.
(bobot) akan jauh lebih besar ketimbang
tanah mineral, tetapi secara volumetris     (6)    Garam-garam terlarut
tidak banyak berbeda. Tanah organik              Garam terlarut mempengaruhi
biasanya mempunyai banyak ruang pori,       evaporsi, kesuburan tanah dan aktivitas
sehingga dalam keadaan jenuh akan           biologis tanah, sehingga secara tidak
berpanas-spesifik besar, yaitu sekitar      langsung     berpengaruh      terhadap
0,9 cal cm3.                                temperatur tanah. Kadar garam yang
                                            tinggi akan menenkan aktivitas biologis
(2)   Konduktivitas dan difusivitas         ini.
      thermal.
     Konduktivitas        bahan-bahan       5.2.5 Warna Tanah
pembentuk tanah dan sebagian besar                Warna merupakan salah satu sifat
partikel-partikel tanah adalah sekitar      fisik tanah yang lebih banyak digunakan
0,005 cal detik -1 cm -1 oC-1. udara        untuk pendeskripsian karakter tanah,
berkonduktivitas 100 kali lebih kecil       karena tidak mempunyai efek langsung
sedangkan air hanya sekitar seperlima       terhadap tetanaman tetapi secara tidak
ketimbang mineral pembentuk tanah           langsung berpengaruh lewat dampaknya
tersebut. Oleh karena itu, tanah-tanah      terhadap temperatur dan kelembaban
berstruktur lepas lagi kering akan          tanah.
mempunyai konduktivitas thermal yang              Warna tanah meliputi putih, merah,
sangat rendah (0,0003-0,0005 cal detik -    coklat, kelabu, kuning, dan hitam,
1 cm -1 oC-1).                              kadangkala dapat pula kebiruan atau
                                            kehijauan.       Kebanyakan        tanah
(3)   Aktivitas biologis.                   mempunyai warna yang tak murni tetapi
                                            campuran kelabu, coklat, dan bercak


                                                                                159
(rust), kerapkali 2-3 warna terjadi dalam    sebentar (intermitten) akibat adanya
bentuk spot-spot, disebut karatan            kelebihan air dan buruknya aerasi yang
(mottling).                                  terjadi secara temporer.
     Warna tanah merupakan komposit               Tanah basah atau lembab terlihat
(campuran)         dari      warna-warna     lebih gelap ketimbang tanah kering,
komponen-komponen           penyusunnya.     karena terkait dengan perbedaan nyata
Efek komponen-komponen terhadap              dari sifat refraktif (aksi pembiasan
warna komposit ini secara langsung           cahaya) komponen padatan tanah dan
proporsional terhadap total permukaan        udara, sehingga warna pada tanah
tanah yang setara dengan luas                kering akan banyak direfleksikan.
permukaan spesifik dikali proporsi                Warna merupakan indikator kondisi
volumetrik masing-masingnya terhadap         iklim tempat tanah berkembang atau
tanah, yang bermakna materi koloidal         asal bahan induknya, tetapi pada kondisi
mempunyai dampak terbesar terhadap           tertentu warna sering pula digunakan
warna tanah, misalnya humus dan besi-        sebagai indikator kesuburan atau
hidroksida      yang      secara     jelas   kapasitas produktivitas lahan, secara
menentukan warna tanah. Besi-oksida          umum dikatakan bahwa
berwarna merah, coklat-karatan atau               Makin gelap tanah berarti makin
kuning tergantung derajat hidrasinya,        tinggi produktivitasnya.          Dengan
besi-tereduksi berwarna biru-hijau,          berbagai pengecualian mempunyai
kuarsa umumnya berwarna putih.               urutan : putih. Kuning, kelabu,merah,
Batukapur berwarna putih, kelabu, atau       coklat-kekelabuan,       coklat-kekaratan
kadangkala olive-hijau, dan feldspar         Coklat dan hitam. Yang merupakan
mempunyai banyak warna tetapi                resultante dari hal-hal berikut: (1).
dominan merah, tergantung tipe dan           kadar bahan organik yang berwarna
proporsi mantel-besinya.                     belap, makin tinggi makin gelap. (2).
     Karatan merupakan warna hasil           intensitas pelindian unsur-unsur hara
pelarutan dan pergerakan beberapa            pada tanah tersebut, makin intensif
komponen tanah, khusunya besi (Fe)           makin terang, atau (3). warna terang
dan mangan (Mn), selama musim hujan,         mencerminkan dominannya kuarsa,
yang kemudian mengalami presipitasi          yaitu mineral yang tanpa nilai nutrisional
(pengendapan) dan deposisi (perubahan        sama sekali, sehingga makin dominan
posisi) ketika tanah mengalami               makin terang, dan
pengeringan. Hal ini terutama dipicu              Pada      tanah     muda,     warna
oleh terjadinya : (a) reduksi besi dan       merupakan indikator jenis bahan
mangan ke bentuk larutan, dan (b)            induknya, sedangkan tanah-tanah tua,
oksidasi yang menyebabkan terjadinya         merupakan indikator iklim tempat
pada tanah yang rendah kadar besi atau       perkembangannya, baik iklim makro
mangannya,         sedangkan      karatan    maupun iklim tanah. Iklim hangat akan
berwarna gelap terbentuk apabila besi        menghasilkan tanah-tanah berwarna
dan mangan tersebut mengalami                merah,      khususnya      jika     tanah
presipitasi.    Karatan-karatan      yang    berdrainase baik. Warna terang
terbentuk ini tidak segera berubah           kerapkali merupakan hasil intesifnya
meskipun telah dilakukan perbaikan           pelindian besi dari tanah, yang
drainase.                                    umumnya bersamaan dengan hilangnya
     Warna bercak pada tanah juga            berbagai unsur hara, sehingga tanah
merupakan indkator terjadinya proses         berwarna terang sering dikaitkan dengan
reduksi-oksidasi      secara    sebentar-    rendahnya produktivitas.


                                                                                  160
     Warna juga memengaruhi kondisi       menjadi kisaran hue : 0 – 2,5 2,5 – 5,0
tanah lainnya melalui efeknya terhadap    5,0 – 7,5 dan 7,5 – 10, yang pada kartu
energi radiant. Benda berwarna hitam      warna hanya tertulis 2,5 5,0 7,5 dan 10.
dan gelap cenderung lebih banyak                 Value        atau         briliance
menyerap energi matahari ketimbang        (kecemerlangan) yang mengekspresikan
benda berwarna terang atau putih,         variasi berkas sinar yang terjadi jika
sehingga pada saat matahari bersinar,     dibandingkan warna putih absolut. Value
tanah-tanah hitam dan gelap cenderung     ini merujuk pada gradasi warna dari
lebih hangat ketimbang tanah-tanah        putih (skala 10) ke hitam (skala 0), dan
terang atau putih. Lebih banyaknya        Chroma didefinisikan sebagai gradasi
energi panas yang tersedia dalam tanah    kemurnian dari warna, atau derajat
akan lebih mendorong laju evaporasi,      pembeda adanya perubahan warna dari
namun adanya mulsa atau vegetasi          kelbu atau putih netral (skala 0) ke
penutup tanah atau mengeliminasi          warna lainnya (skala 19).
perbedaan ini.                                 Dilapangan,       ambil        tanah
                                          secukupnya (kira-kira 5 g) cocokan
5.2.6 Klasifikasi Warna                   dengan warna yang ada di buku
     Gelombang elektromagnetik yang       Munsell, misalnya warna tanah terletak
dikenal sebagai sinar visibel (dapat      pada kartu Hue 2,5 YR, value 3 dan
dilihat mata) mempunyai panjang           chroma 4, ditulis 2,5 YR ¾ berarti
gelombang sekitar 0,38 – 0,75  m.        warnanya dark reddish brown (coklat
Efek sinar dari berbagai panjang          kemerahan gelap).
gelombang yang memengaruhi mata
(impresi) sangat bervariasi. Perbedaan    5.3 Sifat Kimia Tanah
imperasi inilah yang disebut sebagai           Sifat kimia tanah yang penting bagi
“warna”.                                  budidaya tanaman adalah derajat
     Dalam pengklasifikasian warna        keasaman atau pH tanah.            Pada
tanah, metode yang telah dikenal luas     umumnya tanaman membutuhkan
oleh banyak Soil Specialist adalah        kondisi lahan yang netral dengan pH
“Sistem Munsell”, yang membedakan         sekitar 7,0. derajat keasaman tanah ini
warna tanah secara langsung dengan        akan lebih banyak berpengaruh pada
bantuan kolom-kolom warna standar.        fase pertumbuhan tanaman dan
Warna ini dibedakan berdasarkan tiga      perkembangan selanjutnya. Hal ini
faktor basal (basic) berupa komponen      karena pH tanah berkaitan dengan
warna, yaitu hue, value dan chroma,       kemampuan tukar ion yang terjadi di
yang mendasari penyusunan variasi         dalam tanah yang pada akhirnya akan
warna pada kartu-kartu Munsell :          menentukan ketersediaan unsur hara
Hue merujuk pada spektral atau kualitas   yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
warna yang dominan, yang merupakan        Derajat kemasaman tanah yang tidak
pembeda antara merah dari kuning, dan     sesuai dengan syarat perkembangan
lainnya. Dalam hue ini warna dipilah      tanaman menakibatkan pertumbuhan
menjadi 10 warna, yaitu : Y (yellow =     tanaman terganggu dan akhirnya akan
kuning), YR (yellow – red) , R (red =     memberikan         hasil   yang     tidak
merah), RP (red – purple), P (Purple =    memuaskan. Derajat kemasaman tanah,
ungu), PB (purple – brown), B (brown =    akan berpengaruh juga terhadap
coklat), BG (brown – gray), G (gray =     kehidupan jasad renik atau mikro-
kelabu), dan GY (gray – yellow),          organisme tanah yang berperan dalam
kemudian setiap warna ini dibagi


                                                                               161
perombakan bahan organik menjadi                  sangat dibutuhkan oleh tanaman,
unsur hara.                                       membantu melarutkan unsur hara yang
     Seperti yang telah disebutkan di             tidak dapat larut dalam air melalui
atas, aktivitas jasad renik dalam                 proses biologis. Jasad renik juga dapat
perombakan bahan organik menjadi                  membantu proses nitrifikasi, yaitu fiksasi
unsur      hara sangat penting bagi               nitrogen dari udara menjadi senyawa
tanaman. Ini merupakan salah satu sifat           nitrit dan kemudian menjadi senyawa
biologis tanah yang perlu diperhatikan            nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh
dalam memilih tanah untuk keperluan               akan tanaman. Dengan demikian akan
budidaya. Sifat biologis tanah akan               menyuburkan tanah.
membantu tersedianya unsur hara yang

Tabel 5.5. Penggolongan tanah berdasarkan suhu.
 Rerata temperatur tanah        Beda temperatur musim panas – musim dingin (oC)
       tahunan (oC)
                                       ≥5                          ≤5
           <8                Frigid                            Isofrigid
          8 - 15             Mesik                             Isomesik
         15 – 22             Thermik                           Isothermik
           < 22              Hyperthermik                      Isohyperthermik




                                      Gambar 5.2 .
                        Perkembangan kesuburan tanah (Encarta, 2006)


5.4   Teknik Pengolahan Tanah                     umumnya terdiri dari tanah yang
    Pengolahan lahan terdiri dari                 merupakan tempat tumbuh tanaman.
persiapan lahan, pengolahan tanah dan             Oleh karena itu tanah yang akan
pembuatan bedengan. Lahan untuk                   ditanami harus dipersiapkan sebaik
budidaya secara konvensional pada


                                                                                       162
mungkin sehingga tanaman bisa tumbuh                   menjadi gembur dan subur, agar
dengan subur dan hasilnya memuaskan.                   tanaman bisa tumbuh dengan subur dan
     Sebelum melakukan pengolahan                      memberikan banyak hasil. Pengolahan
tanah hendaknya lahan dibersihkan                      (penggemburan) tanah ini bisa dilakukan
terlebih dahulu dari sisa-sisa tanaman                 dengan cangkul atau dengan bajak
yang ada, misalnya rerumputan dan                      sedalam 20-30 cm.
semak yang tumbuh pada lahan                                 Setelah kegiatan pengolah tanah,
tersebut. Hal ini bertujuan untuk                      tahap berikutnya yang harus dikerjakan
memudahkan        pengolahan       tanah.              adalah pembuatan bedengan. Fungsi
Pembersihan lahan ini dapat dilakukan                  bedengan        adalah      memudahkan
dengan pembabatan, dan pencabutan.                     perawatan tanaman, pengaturan air,
Semua bahan organik yang terkumpul                     penanaman benih atau bibit tanaman.
diupayakan untuk diproses menjadi                      Dengan adanya bedengan maka akan
kompos        dengan        menggunakan                terbentuk saluran-saluran pembuangan air
dekomposer (bio-fertilizer) dan antagonis              yang sekaligus bisa digunakan sebagai
patogen tular tanah, sehingga diperoleh                jalan untuk mengamati atau merawat
kompos siap pakai yang mengandung                      tanaman. Bedengan biasanya dibuat
mikroflora tanah yang berfungsi untuk                  dengan ukuran lebar 1-1,2 meter,
meningkatkan kesuburan tanah dan                       panjang 10-15 meter (tergantung luas
berdampak positif untuk tanaman yang                   lahan), tinggi 15-20cm, dan jarak antara
dibudidayakan.                                         bedengan 30-40 cm.
     Pada tanah basah seperti tanah                          Pembuatan lubang tanam dan
sawah, pembersihan lahan dilakukan                     pemberian pupuk dasar. Pembuat-an
dengan membabat atau membenamkan                       lubang tanam dilakukan dengan membuat
sisa tanaman ke dalam tanah yang                       lubang dan menggemburkan tanah
terendam air.      Untuk mempercepat                   disekitar tanah tersebut. Lubang tanam
proses pengomposan pada tanah sawah                    ini dibuat dengan ukuran lebar 15-20 cm,
dapat ditambahkan bio-fertilizer dan                   dalam 20-25 cm dan jarak antar lubang
dekomposer yang bersifat anaerob.                      60 x 70 cm atau 60 x 60 cm.
     Pengolahan     tanah      merupakan
kegiatan yang dilakukan agar tanah




                                             Gambar 5.3.
Pengolahan tanah. A. Pengolahan tanah di lahan kering dengan menggunakan traktor. B. Pengolahan tanah
                          di lahan sawah dengan menggunakan hand tractor.




                                                                                                163
    Setelah      pembuatan         lubang   menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan
tanam sesegera mungkin diberi               dokter tanaman (bo-pestisida).
pupuk dasar. Pemberian pupuk dasar
diupayakan berupa pupuk organik             5.5   Teknik Penanaman
(kompos/pupuk        kandang)        yang        Penanaman merupakan aktivitas
mengandung         bio-fertilizer     dan   utama yang akan menentukan tingkat
antagonis. Penambahan kedua bahan           keberhasilan suatu usahatani. Aktivitas
tersebut dimaksudkan untuk melakukan        yang dilaku-kan adalah menanam bibit
kegiatan preventif (pencegahan) agar        pada kondisi yang optimal bagi
tanaman terhindar dari serangan             pertumbuhan       dan    perkembangan
patogen (penyebab penyakit) dan             tanman sehingga tidak ada yang mati
menyiapkan beberapa unsur hara yang         dan mampu menghasilkan produksi
tersedia bagi tanaman. Pada kalangan        seperti yang direncanakan.
petani    sering     disebut      sebagai        Pola tanam dapat dilakukan berupa
menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan         sistem tunggal atau inter-cropping.
dokter tanaman (bo-pestisida).              Pada umumnya pola tanam diterapkan
                                            menyesuaikan dengan pola tenam
                                            sebelumnya. Untuk mendapatkan areal
                                            penanaman         yang sebaik-baiknya
                                            dianjurkan untuk menetapkan pola
                                            tanam terlebih dahulu. Pola tanam erat
                                            kaitannya dengan keoptimuman jumlah
                                            pohon per hektar. Ada empat pola
                                            tanam yang dianjurkan, diantaaranya
                                            adalah pola tanam segi empat, pola
                                            tanam segitiga, dan pola tanam
                                            campuran.
             Gambar 5.4.
Pembuatan bedengan dengan menggunakan
                                                                                X x x x   x     x
                traktor                                                         x
                                                                                X x x x    x    x
                                                                                x
    Setelah      pembuatan         lubang                                       X x x x    x        x
tanam sesegera mungkin diberi                       x           x           x
                                                                                x
                                                                                          X             x   x   x       x
pupuk dasar. Pemberian pupuk dasar          X
                                            x
                                                        x               x                 x
                                                                                          X x               x       x
diupayakan berupa pupuk organik                 x           x       x           x         x
(kompos/pupuk        kandang)        yang                                                 X             x       x       x

mengandung         bio-fertilizer     dan
antagonis. Penambahan kedua bahan                                  Gambar 5.5
tersebut dimaksudkan untuk melakukan                    Bebeberapa alternatif pola penenaman
kegiatan preventif (pencegahan) agar
tanaman terhindar dari serangan             Jumlah benih yang harus disemai adalah +
patogen (penyebab penyakit) dan             1,5 kali jumlah kebutuhan bibit/tanaman.
menyiapkan beberapa unsur hara yang         Jika Anda ingin menanam 2400 pohon
tersedia bagi tanaman. Pada kalangan        maka jumlah benih cabe yang hams
petani    sering     disebut      sebagai   anda semai dapat dihitung dengan
                                            rumus sebagai berikut :




                                                                                                                        163
        Jumlah Benih Cabe      = 1,5 x (jumlah bibit/1200) x 10 gram
                                = 1,5 x 2400/1200 x 10 gram
                       = 30 gram atau + 3 pack atau
                         3 bungkus@ 10 gram.

                 Jumlah Benih Tomat = 1,5 x (jumlah bibit/1500) x 10 gram

                                          Catatan:
                        Jumlah benih cabe per 10 gram sekitar 1.200 biji
                       Jumlah benih tomat per 10 gram sekitar 1.500 biji



     Agar persemaian berhasil dengan                    Umumnya media semai yang dapat
baik, Anda dapat memililih tempat                       Anda gunakan untuk benih tomat dan
persemaian dengan sifat-sifat sebagai                   cabe adalah campuran pasir dan pupuk
berikut :                                               kandang dengan perbandingan 1:1. Pasir
 Dekat dengan sumber air                               mempunyai sifat aerasi (udara dapat
 Bebas dari gangguan hewan/hama                        keluar dan masuk secara bebas) dan
 Mudah transportasi                                    drainase (mampu mengalirkan air) yang
                                                        baik, sedangkan pupuk kandang
 bebas dari gangguan cuaca (banjir,
                                                        menyediakan unsur hara (zat makanan)
     cahaya matahari secara langsung)
                                                        yang diperlukan oleh bibit tomat dan
 Benih tomat dan cabe yang akan                        cabe.
     disemaikan direndam dengan air                          Lima hari setelah benih tomat dan
     hangat (50°60°C) terlebih dahulu                   cabe ditebar akan keluar kecambah.
     selama 6-12 jam                                    Siramilah kecambah tersebut setiap hari
 Selanjutnya benih direndam dalam                      dengan menggunakan hand sprayer atau
     larutan fungisida (± 2-4 gram/liter)               gembor (semprotan tanaman dari
     selama 30 menit.                                   plastik).
     Perendamanan benih bertujuan untuk
melunakkan kulit benih sehingga air dan
udara mudah masuk ke dalam benih
sehingga          mendorong           proses
perkecambahan. Untuk             mencegah
masuknya penyakit ke dalam benih
dilakukan       perendaman          dengan
fungisida (dapat dibeli di toko pertanian).
Benih tomat dan cabe berukuran kecil (+
diameter 0,2-0,4 cm). Oleh sebab itu benih
tersebut disebar merata pada media
persemaian. Media persemaian yang baik                                 Gambar 5.6.
adalah tanah yang subur, gembur,                             Hand sprayer untuk menyiram kecambah
mempunyai aerasi (aliran udara) dan
drainase (aliran air) yang baik.


                                                                                                    L




                                                                                            165
      Bila jarak tanam dan pola tanam      ditanam di lapangan peka terhadap sinar
telah ditetapkan, serta bibit sudah siap   matahari. Bila tersedia tenaga dan
tanam, maka penanaman dapat                bahan yang cukup, bibit dapat diberi
dilakukan.         Rencana penanaman       naungan        sementara       dengan
sebaiknya diiringi dengan rencana          menancapkan pelindung bibit.
pemeliharaan tanaman sehingga bibit
yang ditanam dapat tumbuh dan              5.6   Pemupukan
berkembang dengan baik untuk jangka             Pupuk merupakan bahan yang dapat
waktu yang cukup lama. Dua minggu          menyediakan unsur hara pada tanaman.
sebelum penenaman terlebih dahulu          Pupuk dapat berbentuk pupuk organik
harus disiapkan lubang tanam yang          (pupuk     alam)    ataupun       pupuk
berukuran seuai dengan ukuran bibit.       anorganik (buatan) Pupuk sangat
Lubang tanam bervariasi mulai dari         dibutuhkan oleh tanaman, karena
10x10x10 sampai dengan 60x60x60 cm.        ketersediaan unsur hara di tanah tidak
Lubang tanam kemudian ditaburi             selamanya cukup untuk memenuhi
dengan pupuk kandang dan pupuk             kebutuhan tanaman. Unsur-unsur hara
dasar. Pem-berian pupuk dimaksudkan        yang dibutuhkan oleh tanaman dalam
untuk menyediakan hara untuk bibit         jumlah besar adalah karbon (C),
yang akan ditanam beberapa minggu          hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N),
kemudian.                                  phosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca),
      Bibit yang hendak ditanam            magnesium (Mg) dan belerang (S).
sebaiknya       tidak    terlalu  sering   Unsur-unsur C, H dan O dapat dipenuhi
dipindahkan dari satu tempat ke tempat     dari udaara dan air. Unsur-unsur N, P
yang lain. Untuk itu diperlukan tempat     dan K merupakan hara primer, unsur-
pengumpulan bibit, misalnya untuk          unsur Ca, Mg dan S merupakan unsur
setiap 50 lubang tanam selalu              hara sekunder. Selain itu tanaman
disediakan satu tempat pengumpulan         membutuhkan unsur-unsur hara micro,
bibit. Bibit diangkat dengan cara          yaitu unsur-unsur penting lainnya yang
memegang batang bibit sehingga             dibutuhknn dalam jumlah sedikit, tetapi
kondisi bibit tidak akan rusak.            menentukan perkembangan tanaman,
Penyanggaan polybag bibit ke lubang        yakni boron (B), khlor (Cl), tembaga
tanam akan menjamin bibit lebih aman.      (Cu), besi (Fe), mangan (Mn).
      Tehnik penanaman dilakukan           molybdenum (Mo) dan seng (Zn).
dengan cara memasukkan poly-bag                 Pupuk adalah senyawa yang
terlebih dahulu ke lobang tanam.           mengandung unsur hara yang akan
Setelah itu dengan menggunakan pisau       diberikan pada tanaman kemudian
tajam, polybag disayat dari bagian         digunakan oleh tanaman untuk
bawah ke arah atas. Polybag yang           melakukan proses metbolisma sehingga
terkoyak dapat mudah ditarik dan lubang    tanaman      dapat     tumbuh       dan
tanam ditutup kembali dengan tanah top     berkembang.
soil. Pemadatan media tanam dapat               Pupuk untuk tanaman dapat
dilakukan dengan bantauan tangan atau      digolongkan kepada pupuk organik an
kaki yang ditekankan pada permukaan        anorganik.    Pupuk anorgani adalah
tanah. Hal ini dimaksudkan untuk           pupuk buatan yang diproduksi oleh
meningkatkan kekompakan media              pabrik, sedangkan pupuk organik adalah
tanam, mencegah penggenangan air di        pupuk yang merupakan hasil penguraian
sekitar batang yang dapat menyebabkan      mikroba      dekomposer        sehingga
pembusukan bibit. Bibit yang baru          membentuk             senyawa-seyawa


                                                                              166
sederhana yang siap diserap oleh
tanaman.                                               5.6.1. Pupuk organik
    Pupuk buatan, pupuk kandang, sisa                       Yang termasuk golongan pupuk
tanaman) mempunyai kandungan hara                      organik adalah pupuk kandang, pupuk
yang berbeda. Karena itu diperlukan                    hijau dan kompos. Pupuk kandang
pengetahuan tentang cara menghitung                    merupakan pupuk yang berasal dari
kebutuhan pupuk supaya pemberian                       kotoran hewan yang dapat digunakan
pupuk sesuai dengan kebutuhan                          apabila telah dikeringkan dan proses
tanaman. Jenis pupuk yang digunakan                    pelapukannya (dekomposisi) telah
untuk budi daya tanaman adalah pupuk                   sempurna.
organik (pupuk alam) dan pupuk
anorganik (pupuk buatan).




               A                                  B                                C




               D                                  E                                 F
                                             Gambar 5.7.
Beberapa jenis pupuk anorganik. A. Pupuk Nitrogen. B. Pupuk fosfor. C. Pupuk majemuk NPK serta unsur
                 hara mikro. D. Pupuk majemuk cair. E. Pupuk majemuk NPK padat. F. Pupuk majemuk
                                                 untuk tanaman hias.


    Pupuk hijau berasal dari tanaman                   dihamparkan atau disebar di permukaan
berpolong dan kacang-kacangan.                         tanah kemudian tanah dibajak atau
Sedangkan kompos merupakan jenis                       dicangkul sehingga pupuk organik
pupuk yang berasal dari sisa-sisa                      tercampur dengan tanah.
bahan tanaman yang telah mengalami                          Penggunaan pupuk organik di lahan
penguraian (dekomposisi).                              pertanian mutlak diperlukan untuk
    Penggunaan pupuk organik pada                      menjaga agar kesuburan tanah dapat
dasarnya untuk mengimbangi penggunaan                  dipertahankan secara berkelanjutan.
pupuk anorganik dan berfungsi sebagai                  Fungsi pupuk organik sangat penting
penambah unsur hara dan sekaligus                      dalam hal memperbaiki sifat fisik, kimia,
memperbaiki struktur tanah. Adapun                     dan biologi tanah, agar komponen
penggunaannya adalah pada waktu                        udara, air, mineral, dan bahan organik
pengolahan tanah, yaitu dengan cara                    selalu dalam keadaan seimbang


                                                                                               167
   sehingga keseimbangan ekosistem pada           dilakukan dengan beberapa cara antara
   lahan pertanian akan terkendali.               lain: memanfaatkan mikroba pengurai
       Pupuk organik (kompos) merupakan           secara alami, menambahkan starter
   pupuk alami hasil proses penguraian            mikroba ke dalam bahan kompos dan
   bahan organik oleh mikroba pengurai            dengan bantuan biota pengurai cacing
   secara aerob (butuh udara). Proses             tanah.
   penguraian bahan organik dapat



           UNSUR                                   KEGUNAAN

           Nitrogen (N)        Mendorong pertumbuhan daun, cabang dan batang
           Phosfor (P)         Mendorong pertumbuhan akar,
                               mempengaruhi pertumbuhan bunga dan
                               buah
                               Memperkokoh tubuh tanaman, dipakai oleh tanaman
           Kalium (K)
                               dalam penyerahap bahan dan enerji yang dihasilkan
                               dari fotosintesa.
                               Mempercepat pertumbuhan akar, batang
           Kalsium (Ca)        dan mempermudah penyerapan unsur
                               kaliurn.
           Magnesium (Mg)      Merupakan bagian dari khlorofil dan aktif dalam proses
                               distribusi fosfor ke seluruh bagian tanaman.

           Belerang (S)        Memperkokoh kerja fosfor
           Besi (Fe)           Sangat berpengaruh dalam pembentukan khlorofil
           Mangan (Mn)         Membantu tanaman dalam penyerapan nitrogen
           Seng (Zn)           Mendorong proses pengubahan energi dalam tanaman
           Tembaga (Cu)        Diperlukan dalam proses pembentukan khlorofil
           Molybdenum (Mo)     Berperan dalam penyerapan besi.


    Yang termasuk ke dalam pupuk                 intensif), pengembal ian sisa tanaman
organik adalah: pupuk kandang dan                dapat mengurangi kebutuhan pemberian
pupuk organik sisa tanaman. Selain dapat         pupuk untuk tanaman berikutnya
menyediakan unsur hara bagi tanaman,             sebanyak 50% untuk K, 30% P, dan N
pupuk andang juga            membantu            sampai       90%      tergantung     jenis
memperbaiki struktur tanah dan aktifitas         tanamannya. Karena itu sisa tanaman
hewan dan mikroba tanah.                         (jerami, batang jagung) perlu dikembalikan
                                                 ke lahan pertanian.
1). Pupuk kandang                                     Berdasarkan Tabel 5.6. bila seorang
    Sisa tanaman mengandung unsur                petani menggunakan 4 ton pupuk
hara yang cukup tinggi, terutama kalium.         kandang sapi per hektar, berarti dia
Untuk sistem pertanian radisional (tidak         menambahkan 20 kg N, 8 kg P, dan 20 kg


                                                                                        168
K. Jadi dengan menambahkan 4 ton/ha            disekitarnya. Banyaknya pupuk dasar yang
pupuk kandang sapi, maka petani tersebut       diberikan adalah 0,5 -1 kg pupuk organik.
dapat mengurangi penggunaan pupuk
buatan sebanyak:                               3). Membuat pupuk organik
Urea= 100/46 x 20 kg/ha
     = 43 kg/ha                                     Untuk membuat pupuk organik
                                               dibutuhkan sumberdaya manusia yang
SP36= 100/16 x 8 kg/ha                         terampil, bahan baku, metode pembuatan
    = 50 kg/ha                                 pupuk      organik,    semangat     untuk
                                               memanfaatkan limbah organik pertanian,
KCl = 100/52 x 20 kg/ha                        dan pengelolaan pupuk organik selama
    = 38 kg/ha                                 proses pembuatan maupun penyimpanan.
                                                    Bahan baku pupuk organik adalah
    Dengan demikian, kalau seha-rusnya         bahan organik yaitu limbah yang berasal
pupuk buatan diberikan sebanyak: Urea=         dari pertanian, peternakan dan perikanan.
150 kg/ha SP36= 75 kg/ha dan KCl = 30          Dengan demikian bagian-bagian tanaman
kg/ha. Maka dengan pemberian 4 t/ha            yang tidak dipergunakan sebelum maupun
pupuk kandang (kotoran sapi), pemberian        setelah proses, kotoran hewan, sisa-sisa
pupuk buatan dapat dikurangi menjadi:          ikan termasuk ke dalam bahan organik.
Urea= (150-43) kg/ha = 107 kg/ha               Bahan-bahan         organik,     biasanya
SP36= (75-50) kg/ha = 25 kg/ha                 mengandung          berbagai       macam
KCl = (30-38) kg/ha = 0 (tidak perlu           mikroorganisme yang mampu mengubah
pemberian KCl).                                bahan organik menjadi humus. Unsur
                                               oksigen dari udara dan air, merupakan
2). Sisa tanaman                               unsur      utama      yang     dibutuhkan
     Pemberian pupuk dasar bertujuan           mikroorganisme dalam kehidupan dan
untuk menyuburkan tanah, agar kebutuhan        perkembangbiakannya.
makanan bagi tanaman pada awal                      Disamping       dibutuhkan sumber
pertumbuhan dapat terpenuhi. Pupuk             makanan lain yang mengandung unsur
dasar ini diberikan pada lubang tanam          Karbon (C), Nitrogen (N), Fosfor (P) dan
yang telah dibuat, kemudian diaduk             Kalium (K). Unsur-unsur tersebut
sambil       menggemburkan        tanah        umumnya disediakan oleh bahan organik .


   Tabel 5.7. Kandungan unsur hara di dalam 1 ton pupuk kandang

             Pupuk kandang          Kandungan kg /ton pupuk kandang
                                    N       P           K        Ca
             Sapi                          5     2          5            3

             Kambing                       8     7         15            8

             Domba                     10        7         15           17

             Babi                          9     3          6           12

             Ayam                      15        5          6           23

       Pemanfaatan bahan organik telah          kegiatan pertanian yaitu sebagai pupuk
   banyak dilakukan, terutama untuk             organik.     Proses       pengomposan

                                                                                   169
merupakan cara yang biasa digunakan        metabolisme karbohidrat dari tanaman
untuk menghasilkan pupuk organik yang      dan pada saat yang sama untuk
kualitasnya lebih baik dibanding bahan     mendorong akumulasi gula terlarut,
organiknya.                                sehingga meningkatkan tekanan osmotik
                                           tanaman. Dalam kondisi kelembaban
      Pengaruh pupuk organik              yang rendah, hal tersebut akan
       terhadap sifat fisik tanah          mendorong resistensi yang besar
     Pengaruh utama dari penambahan        terhadap kelayuan. (4). Kombinasi
bahan organik adalah menurunnya            senyawa-senyawa organik seperti dapat
bobot isi tanah dan meningkatkan           meningkatkan pertumbuhan akar.
kapasitas tanah pengikat air, sehingga
meningkatkan jumlah air yang tersedia          Proses pengomposan bahan
untuk pertumbuhan tanaman. Bahan                organik
organik mempengaruhi isi tanah melalui          Pengomposan adalah suatu proses
kegiatannya menurunkan densitas            pengelolaan limbah padat, dengan cara
agregat tanah dan meningkatkan ukuran      bertahap komponen bahan padat
agregat. Selama proses oksidasi bahan      diuraikan secara biologis dibawah
organik ini, unsur-unsur seperti N, P, S   keadaan terkendali sehingga menjadi
dan sejumlah unsur-unsur lainnya di        bentuk yang dapat ditangani, disimpan
lepaskan dan menempati bagian di           atau digunakan untuk lahan pertanian
dalam profil tanah. Sisa bahan organik     tanpa pengaruh yang merugikan.
yang terdekomposisi dapat mencegah              Pengomposan           bahan-bahan
partikel      tanah      dari     proses   organik, terutama pada sisa-sisa
penggumpalan,        sehingga      dapat   tanaman dan kotoran hewan bertujuan
memelihara struktur tanah.                 untuk menambah tingkat kesuburan
     Mikroorganisme dari pupuk organik     tanah. Dekomposisi bahan organik
mempunyai peranan penting dalam            menjadi kompos bergantung pada
pembentukan dan stabilitas bahan           kandungan air dan nitrogen yang cukup
organik,       sehingga       memberikan   pada bahan serta temperatur yang
pengaruh yang baik pada produksi           sesuai. Kandungan air dan nitrogen dari
tanaman.                                   protein merupakan sumber nutrisi yang
                                           baik bagi pertumbuhan mikroorganisme
   Pengaruh bahan organik                 pengurai. Untuk penguraian bahan yang
    terhadap fisiologi tumbuhan            optimal, sangat diperlukan pengendalian
    Bahan organik memberi pengaruh         suhu agar aktivitas dan per-tumbuhan
langsung atau tidak langsung terhadap      mikroorganisme dapat berlangsung
pertumbuhan      tanaman.     Pengaruh     dengan baik.
langsung berupa pengambilan senyawa-            Aktivitas biologi merupakan faktor
senyawa organik oleh tanaman melalui       penting dalam pengomposan. Berbagai
akar. Pengaruh yang menguntungkan          mikrorganisme terlibat dalam proses
dari pupuk organik terhadap fisiologi      dekomposisi bahan organik, antara lain
tumbuhan adalah: (1). Senyawa humus        bakteri, fungi, aktinomycetes, ragi,
dapat berperan sebagai zat tumbuh          mikro-fauna protozoa, Jumlah bakteri
seperti   auxin,     sehingga    dapat     lebih banyak dibandingkan dengan
meningkatkan kapasitas kecambah. (2).      mikroorganisme lain.
Meningkatkan permeabilitas membran              Proses      pengomposan     dapat
tanaman     sehingga      meningkatkan     berlangsung secara aerobik maupun
pengambilan hara. (3). Dapat mengubah      anaerobik. Pada proses dekomposisi


                                                                             170
secara      aerobik,     mikroorganisme           penghasil asam, heterotrof fakultatif
menggunakan          oksigen      untuk           mendegradasi bahan organik menjadi
menguraikan bahan organik dan                     asam-asam lemah, aldehid dan
mengasimilasi Karbon, Nitrogen, Fosfor,           seterusnya. Kelompok bakteri yang lain,
Sulfur dan unsur-unsur lainnya untuk              merubah produk antara menjadi metana,
sintesis protoplasma. Reaksi yang                 ammonia, karbon dioksida           dan
terjadi adalah sebagai berikut. Pada              hidrogen. Reaksi kimia yang terjadi
proses dekomposisi secara anaerobik,              selama dekomposisi bahan organik
reaksi biokimia berlangsung melalui               secara anaerobik adalah sebagai
proses      reduksi.     Tahap     awal           berikut.
pengomposan,       kelom-pok     bakteri

                          aktivitas
     Bahan organik                         CO2 + H2O + Hara + Humus   +E
                      mikroorganisme
                  Bakteri penghasil asam
     (CH2O)x                                  X CH3COOH

                      Metanomonas
     CH3COOH                                CH4 + CO2

     N-organik                              NH3

     2H2S + CO2                             (CH2O) + S + H 2S


   No.   Bahan Organik                                   Nitrogen (%)      Rasio C/N
   01.   Potongan rumput muda                            2 – 2,4           TD
   02.   Pupuk hijau tumbuh-tumbuhan                     3–5               10–15
   03.   Sampah kota/kandungan sayuran tinggi            2–3               10–16
   04.   Kotoran Babi                                    1,9               13
   05.   Kotoran Sapi                                    1 – 1,8           19
   06.   Sampah kota/kandungan kertas tinggi             0,6 – 1,3         30–80
   07.   Padi-padian dan batang kacang polong            0,7               70
   08.   Jerami gandum                                   0,6               80
   09.   Daun-daun segar yang gugur                      0,4 – 1,0         40–80
   10.   Sampah gula tebu                                0,3               150
   11.   Serbuk gergaji segar                            0,1               500
   12.   Tinja                                           5,5 – 6,5         6–10
   13.   Kotoran unggas                                  4                 TD
   14.   Jerami padi                                     -                 80–130
   15.   Jerami barley                                   -                 80–130
   16.   Batang jagung                                   -                 100-120
   17.   Batang Kapas                                    -                 50–60
   18.   Kotoran biri-biri                               -                 23
   19.   Kotoran kuda                                    -                 20
   20.   Sisa buah-buahan                                -                 35
   21.   Hijauan gulma                                   -                 13
   22.   Ampas kopi/bubuk kopi                           1,0 – 2,3         8
   23.   Urin hewan                                      15 – 18           0,8




                                                                                    171
Kecepatan penguraian bahan organik        Pada rasio C/N rendah tidak ada
menjadi kompos bergantung pada            persaingan antara akar tumbuhan
beberapa faktor yaitu: ukuran partikel,   dengan        mikroorganisme      dalam
unsur hara, kandungan air, aerasi,        menggunakan unsur nitrogen dalam
keasaman (pH) dan suhu. (1). Ukuran       tanah.       (3).     Kandungan Air:
Partikel: Ukuran partikel berpengaruh     Kandungan air pada bahan organik
pada      keberhasilan    proses    pe-   sebaiknya antara 30– 40%, hal ini
ngomposan. Ukuran yang baik antara 10     ditandai dengan tidak menetesnya air
sampai 50 mm, apabila terlalu kecil       apabila bahan di-genggam dan akan
ruang-ruang antara partikel menjadi       mekar apabila genggaman dilepaskan.
sempit sehingga dapat menghambat          Kandungan air bahan terlalu tinggi,
gerakan udara ke dalam tumpukan dan       ruang antar partikel dari bahan menjadi
sirkulasi gas karbon dioksida keluar      sempit karena terisi air, sehingga
tumpukan. Apabila ukuran partikel         sirkulasi udara dalam tumpukan akan
sangat besar, luas permukaan kurang       terhambat. Kondisi tersebut berakibat
sehingga reaksi pengomposan akan          pada tumpukan bahan akan didominasi
berjalan lambat. (2).     Unsur Hara:     oleh mikroorganisme anaerob yang
Aktivitas mikroorganisme dalam proses     menghasilkan bau busuk tidak sedap.
pengomposan memer-lukan sumber            (4).       Aerasi:      Dalam proses
energi dari unsur karbon dan nitrogen.    pengomposan, mikroorganisme dalam
Unsur-unsur tersebut biasanya telah       bahan organik sangat memerlukan
tersedia cukup dalam bahan organik,       jumlah udara yang cukup, karena pro-
bahkan kebanyakan unsur hara lainnya      sesnya ber-langsung secara aerob.
akan tersedia pula dalam jumlah yang      Aerasi dapat diperoleh melalui gerakan
cukup.                                    udara dari alam masuk ke dalam
      Untuk    mempercepat       proses   tumpukan dengan membulak-balik
pengomposan,       dibutuhkan    bahan    bahan          secara berkala, baik
organik yang memiliki rasio C/N relatif   menggunakan mesin maupun dengan
rendah yaitu berkisar antara 25 sampai    tangan/cangkul. (5).       Keasaman
35/liter dalam campuran pertama.          (pH): Pada tahap awal pengomposan,
Apabila rasio C/N lebih besar, proses     akan terjadi perubahan pH yaitu bahan
pengom-posan akan memakan waktu           agak asam, karena terbentuk asam
lebih lama,hingga pembentukan karbon      organik sederhana, selanjutnya pH
dioksida dari oksidasi unsur karbon       berangsur naik, karena terlepasnya
berkurang. Sebaliknya apabila rasio C/N   ammonia (bersifat basa) dari hasil
lebih kecil, nitrogen dalam bahan         penguraian protein. Keadaan basa yang
organik akan dibebaskan sebagai           terlalu tinggi, menyebabkan selama
amoniak. Cara paling sederhana untuk      proses      pengomposan      kehilangan
menyesuaikan rasio C/N ialah dengan       nitrogen secara berlebihan. (6). Suhu:
mencampur berbagai bahan organik          Dalam proses pengomposan, sebagian
yang mempunyai rasio C/N tinggi           energi dibebaskan se-bagai panas.
dengan bahan yang mempunyai rasio         Pada tahap awal suhu tumpukan bahan
C/N rendah. Hal ini dapat dilakukan       sekitar 400C, mikro-organisme yang
misalnya bahan berjerami dicampur         terlibat adalah bakteri dan fungi
dengan tinja, kotoran hewan yang          mesofilik. Selanjutnya suhu bahan naik
mempunyai rasio C/N lebih rendah.         hingga di atas 400C, mikroorganisme
Makin tinggi tingkat dekom-posisi dari    yang berperan adalah mikroorganisme
bahan organik, makin kecil rasio C/N.     termofilik, actinomycetes dan fungi


                                                                            172
termofilik. Setelah suhu berangsur turun,     standar ISO cukup jelas, bahwa
maka mikroorganisme mesofilik muncul          kandungan utama pupuk organik adalah
kembali, selanjutnya, gula dan pati           karbon dalam bentuk senyawa organik,
mengalami perombakan, diikuti oleh            mikrorganisme memanfaatkan sebagai
perombakan hemi-selulosa, selulosa            sumber energi kemudian bahan
dan akhirnya lignin. Suhu ideal dalam         ternisbah C/N yang tinggi pada produk
pengomposan antara 300C sampai                akhir menunjukan mikroorganisme akan
450C.                                         aktif memanfaatkan nitrogen untuk
                                              membentuk protein. Apabila produk
    Standar Pupuk Organik                    pupuk organik dengan nisbah C/N tinggi
     Berdasarkan atas berbagai fakta          diaplikasikan kedalam tanah maka
yang dikemukakan oleh para pakar dan          mikrorganisme akan tumbuh dengan
sumber informasi yang lain yang               memanfaatkan N– tersedia tanah,
berkaitan dengan kelembagaan atau             sehingga tanah terjadi imobilisasi N.
organisasi maka dari asfek administrasi       Apabila nisbah C/N rendah pada awal
yang perlu mendapatkan perhatian              proses pengomposan maka nitrogen
adalah spesifikasi produk akhir pupuk         akan hilang melalui proses penguapan
organik. Petani sebagai konsumen akan         amonium.
memperhatikan kandungan hara dan air.              Keasaman (pH) harus masuk dalam
Spesifikasi produk sangat tergantung          kriteria kualitas pupuk organik, berkisar
pada masing-masing negara sebagai             netral, pH 6.5 – 7.5. dalam kondisi
contoh nilai minuman untuk NPK paling         normal tidak akan menimbulkan
tidak 1.5%-3.0% dan            1.0%-1.5%;     masalah, sejauh proses pengomposan
beberapa negara seperti Filipina, hanya       yang dilakukan dapat mempertahankan
membuat spesfikasi untuk kombinasi            pH pada kisaran netral.
NPK secara total 4%-5% dan 5%-6%                   Apabila produk pupuk organik
tanpa memisahkan secara spesifik untuk        mengandung satu atau lebih unsur
masing-masing hara. Kandungan lengas          mikro, maka hal ini harus dijelaskan dan
tidak boleh melampaui 15%-25% jika            dimasukan dalam label. Spesifikasi lain
terlalu kering tidak baik karena akan         yang perlu diperhatikan pada pupuk
terjadi inaktivasi gugus aktif yang salah     organik adalah warna, tekstur, bebas
satunya menyebabkan pupuk menjadi             dari patogen, logam berat, atau unsur
hidropobik.                                   lain, partikel yang tidak dikehendaki.
     Kandungan total bahan organik            Tidak ada konsumen atau pemakai
paling tidak 20% tetapi dapat lebih tinggi    pupuk organik yang menghendaki
apabila produk organik tersebut tidak         terluka karena serpihan gelas atau
dijual sebagai bahan pupuk organik            logam, atau tidak ingin dalam karung
tetapi sebagai bahan pembenah tanah,          pupuk organik penuh dengan batu atau
dan       pemakai      secara      intensif   kerikil. Patogen dan logam berat
menggunakan pupuk organik untuk               biasanya berasal dari limbah cair dan
meningkatkan kandungan bahan organik          sampah kota.
tanah. Kriteria kualitas bahan organik             Mungkin perlu juga diinformasikan
yang berkaitanb dengan kandungan              dalam stendar baku, penggunaan bahan
bahan organik adalah nisbah C/N.              inokulan atau bahan lain yang bertujuan
Bahan organik yang mengalami proses           untuk mempercepat pengomposan.
pengomposan baik dan menjadi pupuk            Pada umumnya yang banyak digunakan
organik yang stabil mempunyai nisbah          adalah         mikrorganisme      seperti
C/N anatara 10/1 seperti dalam definisi       Trichorderma spp.


                                                                                  173
                                          berlangsung baik atau tidak, yaitu
   Karakteristik     Umum      Pupuk     dengan adanya kenaikan suhu dan
    Organik                               perubahan warna selama proses.
    Karakteristik pupuk organik adalah    Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari
sebagai berikut: (a). Hara pupuk          sekali secara merata dan ditutup
organik pada umumnya rendah tetapi        kembali. Kegiatan ini untuk menghindari
bervariasi tergantung pada jenis bahan    kelebihan suhu dan diharapkan proses
dasarnya. (b). Hara yang berasal dari     penguraian dapat berlangsung pada
bahan organik diperlukan untuk kegiatan   seluruh permukaan bahan.
mikrobia tanah merubah bahan-bahan             Akhiri proses pengomposan apabila
yang kompleks dan tidak dapat             telah memenuhi kreteria: suhu telah
dimanfaatkan oleh tanaman menjadi         turun dan stabil, warna coklat
bentuk senyawa organik dan anorganik      kehitaman, sebagian besar bahan telah
sederhana yang dapat diserap oleh         lapuk, bau khas kompos. Kompos yang
tanaman. (c). Penyediaan hara yang        dihasilkan perlu diuraikan lebih lanjut
berasal dari pupuk organik biasanya       dengan menambah waktu pengomposan
terbatas dan tidak cukup dalam            secara alami atau menggunakan cacing
menyediakan hara yang diper-lukan         tanah selama 2–3 minggu.
tanaman.
    Untuk membuat kompos organik          2) Pengomposan Bahan Organik
dapat dilakukan melalui beberapa cara:       Dengan Menggu-nakan Starter
                                             Mikroba Pengurai (Bio-Komplek).
1) Pengomposan Bahan Organik
   Secara Konven-sional                        Pada tahap pertama, siapkan
                                          sediaan starter mikroba dengan cara
     Bahan yang akan digunakan            melarutkan biakan mikroba (bio-
dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm,   komplek) ke dalam air 4-5 gram/liter,
sehingga diperoleh ukuran bahan yang      selanjutnya inkubasi pada suhu kamar
seragam. Selanjutnya, timbang semua       sekitar 24 jam (sehari sebelum proses
bahan dengan berat masing-masing 1        pengomposan).
bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian.        Starter adalah komponen biologis
Campurkan semua bahan dengan              jenis mikroorganisme yang efektif jika
diaduk-aduk sampai homogen/merata         bersimbiosis dengan satu jenis tanaman,
sambil disiram air sehingga pada saat     maka cara penggunaannya pun harus
campuran dikepal mengeluarkan tetesan     bersamaan dengan tanaman inangnya.
air.    Komposkan campuran bahan               Starter bakteri Rhizobium akan
dengan cara menumpukan pada               efektif jika digunakan dengan tumbuhan
tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m,      inang jenis legum. Oleh sebab itu
selanjutnya ditutup karung goni/plastik   Rhisobium lebih cocok digunakan dalam
pada seluruh permukaannya. Proses         program penyuburan tanah, dengan
pengom-posan dapat berlangsung 2          menggunakan tanaman legum sebagi
sampai 3 minggu, tergantung dari jenis    pupuk hijau. Keuntungan yang diperoleh
bahan                                     dari residu legum tergantung dari jumlah
     Lakukan pengamatan dan catat         residu dan mineralisasinya. Akumulasi
setiap hari kenaikan suhu dan             nitrogen akan terjadi pada biji legum,
perubahan warna tumpukan bahan.           oleh sebab itu dalam program
Kegiatan ini untuk mengetahui apakah      penyuburan tanah, tanaman legum
proses       pengomposan          dapat   harus dipanen dan dibenamkan ke


                                                                             174
dalam       tanah      sebelum   terjadi     hayati akan dirasakan manfaatnya pada
pembentukan biji. Dengan cara tersebut       jangka panjang, namun penggunaan
maka akumulasi nitrogen yang terdapat        pupuk hayati tidak akan menimbulkan
pada bintil akar akan menjadi cadangan       efek samping yang merugikan bagi
bagi tanaman berikutnya. Beberapa            tanaman, lahan pertanian serta
jenis tanaman legum seperti kacang           lingkungan.
tanah, kacang babi dan kacang tunggak             Langkah selanjutnya kecilkan
mempunyai efek residu nitrogen sebesar       ukuran bahan yang masih panjang
20-50 kg N per ha. Jenis-jenis tanamn        dengan dipotong-potong menjadi sekitar
legum tersebut sangat cocok dipakai          3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran
sebagai tanaman inang bagi Rhizobium.        bahan yang seragam!
     Starter      Gliocladium    mudah            Lakukan     penimbangan      untuk
diperbanyak dalam media serbuk kayu          semua bahan dengan berat masing-
dan sekam dan dapat efektif tanpa            masing 1 bagian kecuali kotoran ternak
tanamn inang. Jenis pupuk hayati             3 bagian! Kemudian campurkan semua
Gliocladium yang juga merupakan              bahan dengan diaduk-aduk sampai
biokontrol, cara penggunaannya sama          homogen/ merata sambil disiram air
dengan pupuk organic kompos,                 starter pada no 1 sebanyak 1 liter pada
sehingga sering disebut Gliokompos.          setiap 50 kg campuran bahan organik.
     Efek dari penggunaan pupuk hayati       Tambahkan air pada saat mencampur,
terhadap tanaman tidak dapat dilihat         sehingga pada saat campuran dikepal
secara langsung seperti penggunaan           mengeluarkan tetesan air.
pupuk kimia. Efek penggunaan pupuk


Tabel 5.9. Sifat Kimia dan Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Kompos

          No.            Parameter                Kompos **)

         1       pH.                                   6
         2       C-Organik                         25,04 %
         3       N-Total                            1,19 %
         4       P tersedia                            -
         5       P- total                              -
         6       Ca                            10,75 (me/100gr)
         7       Mg                            3,13 (me/100gr)
         8       K                             7,26 (me/100gr)
         9       Na                            5,30 (me/100gr)
         10      Kapasitas Tukar Kation        35,50 (me/100gr)
                 (KTK)
         11      Kejenuhan basa (KB)                74,48 %




                                                                               175
                                         Gambar 5.8.
                                Alur proses pembuatan kompos



     Komposkan campuran bahan                                            Mikroorganisme
dengan cara menumpukan pada                                        pengurai)
                                                       dekomposer (pengurai) un tuk pembuatan bioferlilizer

tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m,
selanjutnya ditutup karung goni/ plastik
pada seluruh permukaan-nya. Proses
pengomposan dapat berlangsung 2
sampai 3 minggu, tergantung dari jenis
bahan.
     Langkah terakhir, amati dan catat
setiap hari kenaikan suhu dan
perubahan warna tumpukan bahan.                                    Gambar 5.9.
Kegiatan ini untuk mengetahui apakah                 Beberapa mikroorganisme yang berfungsi
proses         pengomposan        dapat           sebagai pengurai bahan organik (bio-ferlilizer)
berlangsung baik atau tidak, yaitu
dengan adanya kenaikan suhu dan
perubahan warna selama proses!                   6.2. Pupuk anorganik
Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari           Pupuk anorganik adalah pupuk yang
sekali secara merata dan ditutup                 dibuat oleh pabrik atau hasil industri dan
kembali. Kegiatan ini untuk menghindari          mengandung       unsur     hara      yang
kelebihan suhu dan diharapkan proses             diperlukan    tanaman.      Berdasarkan
penguraian dapat berlangsung pada                jumlah jenis unsur hara yang
seluruh permukaan bahan!                         dikandungnya, pupuk anorganik ini
     Akhiri proses pengomposan apabila           dibagi dalam beberapa golongan, yaitu:
telah memenuhi kreteria: suhu telah              (1). Pupuk tunggal : yaitu pupuk yang
turun dan stabil, warna coklat                   mengandung satu jenis unsur hara,
kehitaman, sebagian besar bahan telah            misalnya urea (mengandung unsur N);
lapuk, bau khas kompos.                          TSP (mengandung unsur P) dan KCL
                                                 (mengandung unsur K). (2). Pupuk
                                                 majemuk;       yaitu     pupuk       yang
                                                 mengandung unsur N, P dan K
                                                 sekaligus. Contohnya adalah Amofos


                                                                                                       176
(mengandung unsur dan P), Nitroposka          dalam bentuk ion amonium (NH4+) dan
(mengandung unsur N, P dan K).                sebahagian lagi dalam bentuk nitrat
Berdasarkan jenis hara utama yang             (NO3-). Di dalam tanah nitrat dapat
dikandung, pupuk anorganik dibagi             diambil oleh akar tanaman melalui air
dalam beberapa golongan, yakni : pupuk        tanah yang diubah oleh jasad residu
nitrogen, pupuk fosfor dan pupuk kalium.      tanah. Pada keadaan basah dan panas,
     Pupuk Nitrogen, contohnya Urea           nitrogen dapat hilang ke udara.
(Co(NH2)2) : mengandung 46% nitrogen.         Amonium sulfat ((NH4)2SO4)), petani
Urea sangat mudah larut, sebahagian           menyebutnya pupuk ZA: mengandung
kecil terikat dalam fiat pada bahan           20% nitrogen. Amonium terdapat pada
organik dan sisanya bebas bergerak            tanah fiat dan bahan organik. Pupuk
mengikuti       kelembaban        tanah.      amonium sulfat berpengaruh terhadap
Pemberian urea di permukaan tanah             menurunkan pH (keasaman) tanah,
dengan dosis tinggi (>150kg/ha) dapat         sehingga sangat baik bagi tanah-tanah
menyebabkan kehilangan - N lebih              yang terlalu basa (nilai pH tinggi).
banyak akibat proses penguapan.
Amonium nitrat (NH4NO3): mengandung
33,5% nitrogen. Sebahagian nitrogen


                       Penyiapan                  Penyiapan
                        starter                     carrier           Kompos
   Mikroba
                                                                       Serbuk
     dari                                         Pemilihan
                          Isolasi                                       kayu
   habitat
    alami                                           bahan              Gambut
                                                                         dll

                     Perbanyakan                  Pencampuran



                       Pengujian                  Sterilisasi




                                    Pencampuran



     Biofertilizer                   Pemeletan



       Pengujian                    Pengeringan




                                                                                177
      Pupuk posfat; contohnya       TSP   memerlukan pupuk lebih sedikit daripada
(triple super fosfat) mengandung 36-46%   tanaman hibrida. Tanaman yang masih
senyawa P205, berupa butiran berwarna     muda memerlukan pupuk lebih rendah
abu-abu, dengan sifat netral.             dibandingkan dengan tanaman yang
      Pupuk Kalium, contohnya Kalium      sudah tua dan populasi tanaman yang
khlorida (KC1) mengandung 49-50% K20      rendah memerlukan dosis pemupukan
(KCl 80) atau 55% K20 (KC1 90).           yang rendah pula dibandingkan dengan
Mengingat tingginya kadar Cl-nya maka     populasi tanaman yang tinggi.
sebaiknya tidak digunakan untuk tanaman         Pemupukan susulan untuk tanaman
yang peka terhadap unsur khlor (Cl).      cabe dan tomat hanya bersifat
Kalium nitrat (KNO3) me-ngandung          menunjang, diberikan jika dianggap perlu,
13,8% nitrogen dan 46,6% K20. Pupuk       karena sebahagian besar pupuk sudah
ini digunakan sebagai sumber unsur K      diberikan pada waktu penanaman. Pupuk
pada tanaman yang tidak dapat             susulan berupa pupuk buatan seperti
menggunakan Cl.                           pupuk daun, pupuk buah, urea,
      Pupuk NPK. Selain ketiga macam      ammonium sufat (ZA), TSP, KCI dan NPK
pupuk yang telah disebutkan di atas,      cair. Semua jenis pupuk buatan dapat
masih ada pupuk daun dan bunga yang       Anda peroleh di toko pertanian. Jadwal
merupakan pupuk majemuk. Kedua            pemberian pupuk dapat dilihat pada Tabel
pupuk ini mengandung unsur hara makro     berikut.
dan mikro. Pupuk daun dan bunga                 Pemberian pupuk daun disesuaikan
berbentuk cairan dan butiran yang         dengan pertumbuhan tanaman. Pemberian
dikemas 0,25-1 kg per pak. Pada           yang sering menyebabkan tanaman tumbuh
umumnya digunakan untuk pupuk daun        terlalu subur sehingga menjadi peka terha-
dan bunga.                                dap gangguan kerusakan. Pada minggu
                                          ke-6 dan ke-11 tanaman dapat
1). Dosis Pemupukan                       ditambahkan pupuk campur-an berupa
    Dosis pupuk yang digunakan harus      urea, ZA, KCl dan TSP. Tngkat kebutuhan-
sesuai dengan kebutuhan tanaman.          nya hanya 5-10 gram per tanaman,
Kekurangan atau kelebihan pupuk           tergantung pada varitas tanaman. Cara
menimbulkan dampak negatif, baik pada     pemberiannya dengan menaburkan pupuk
tanah maupun pada tanaman. Tingginya      di sekitar batang utama kira-kira 5 cm.
dosis pemupukan ditentukan oleh tingkat   Agar pupuk cepat larut, dapat
kesuburan tanah, jenis atau varitas       ditambahkan air sekaligus untuk meng-airi
tanaman,      umur     atau     tingkat   tanaman. Pada saat tanaman mulai
perkembangan tanaman dan tingkat          berbuah, setiap interval 2 minggu diberi
kerapatan penanaman. Tanah yang           pupuk bush dan NPK cair. Konsentrasi
subur, memerlukan jumlah pupuk lebih      NPK adalah 15-20 gram dilarutkan dalam 1
rendah dibandingkan dengan pada tanah     liter air. Masingmasing tanaman diberi
yang kurus. Varitas tanaman lokal         300-400 ml.




                                                                               178
Tabel 5.10. Jadwal pemberian pupuk susulan untuk tanaman cabe dan
        tomat (lokal/hibrida)
 JENIS                            WAKTU PEMBERIAN
 PUPUK        1-5       6            11          15            17          19          21
              MST       MST          MST         MST           MST         MST         MST
                          '          -           -             -           -           -
 Daun *       S
 Buah **      -         -            S           S       .     S           -           -
 Urea         3         3g           3g          -             -           -           -
                                                 -             -           -           -
 ZA           3-10      3g-10        3g-10
 TSP          -         5-10g        5-10g       -             -           -

 KCI          5-10      5-10g        5-10g       -             -           -           -
 NPK***       -         -            -           300m1         300m1       400 ml     400 ml
Keterangan :
MST     : minggu setelah tanam
           kebutuhan per hektar
**           kebutuhan per hektar per sekali semprot
***     : 5-20 gram/liter air (di larutkan terlebih dahulu, kemudian disiramkan
           pada luang tanaman)
S       : semprotkan



    Jadi jika Anda menanam 100 pohon                 pupuk berdasarkan cadangan hara di
tomat, maka harus dipersiapkan :                     dalam tanah memerlukan analisis tanah di
                                                     laboratorium.
P = 100 x 15 x (1000 m1/300 ml) =                         Penentuan       kebutuhan pupuk
     5000 ml larutan pupuk;                          berdasarkan tanda kekurangan hara yang
(dalam hal ini 75 gram NPK dilarutkan                diperlihatkan tanaman, memerlukan
dalam 5 liter air).                                  keahlian dan pengalaman khusus.
                                                     Kadang-kadang gejala kekurangan antara
Atau menggunakan rumus:                              unsur yang satu dengan lainnya sulit
                                                     dibedakan dan gejala tersebut tidak
P = JT x K x (1000 m1/300 ml)                        menggambarkan berapa jumlah pupuk
                                                     yang harus diberikan.         penentuan
dimana :                                             kebutuhan pupuk berdasarkan perkiraan
P = Kebutuhan pupuk                                  jumlah hara yang terangkut bersama
JT = jumlah tanaman                                  penen merupakan cara yang paling
K = konsentrasi larutan pupuk (15-20                 sederhana dan mudah, oleh karena itu
g/liter)                                             cara tersebut dibahas di dalam tulisan ini.
                                                     setiap jenis tanaman mengandung unsur
2). Dasar Penentuan Kebutuhan Pupuk                  hara yang berbeda. Jika pemupukan
    Kebutuhan pupuk didasarkan atas:                 menggunakan pupuk buatan seperti Urea,
jumlah hara yang terangkut bersama                   SP36 dan KCl, maka jumlah pupuk yang
panen. cadangan hara yang ada di dalam               diperlukan untuk menggantikan 48 kg N;
tanah. tanda kekurangan unsur hara                   8,4 kg P dan 12 kg K yang terangkut
pada tanaman. Penentuan kebutuhan                    bersama 3 t/ha panen jagung adalah:

                                                                                            179
Urea= 100/46 X 48 Kg/Ha                      pada waktu tanam). Kebutuhan P dan K
    = 104 Kg/Ha                              kacang-kacangan ditentukan dengan cara
                                             yang sama seperti pada penentuan
SP36= 100/16 X 8,4 Kg/Ha                     kebutuhan pupuk tanaman lainnya.
    = 53 Kg/Ha                               Pupuk kandang mempunyai kandungan
                                             unsur hara yang sangat bervariasi
KCl = 100/52 X 12 Kg/Ha                      tergantung pada waktu dan cara
   = 23 Kg/Ha                                penyimpanannya, jenis hewan, dan
                                             kesehatan hewan.
     Akan tetapi zat hara di dalam tanah           Masalah utama yang perlu mendapat
tidak semuanya dapat di-gunakan oleh         perhatian para pengguna pupuk adalah
tanaman. Sebagian akan hilang karena         reaksi kimia, yaitu apakah pupuk tersebut
penguapan (N), pencucian ke lapisan          mempunyai sifat mengasamkan atau
tanah yang lebih dalam seingga tidak         tidak. Pada umumnya pupuk nitrogen
terjangka oleh akar (N, K), terikat oleh     yang mengandung amonium atau sisa
mineral liat tanah (P, K), atau hanyut       asam           seperti      sulfat     bersifat
karena tererosi (N,P,K). Oleh karena itu     mengasamkan tanah.
pemberian pupuk sebaiknya 1,5 sampai 2                Pupuk nitrogen yang mengandung
kali jumlah hara yang hilang bersama         gugus amonia sebelum tersedia pada
panen. Jadi urea, SP36 dan KCL yang          tanaman terlebih dahulu mengalami
diperlukan untuk penanaman jagung            proses amonifikasi dan nitrifikasi.
dengan perkiraan hasil 3 t/ha kurang lebih   Senyawa amonium yang terbentuk dari
adalah urea= 150 Sampai 200 Kg/Ha            proses amonifikasi dapat berupa:
sedangkan SP36= 75 Sampai 100 Kg/Ha          konversi dari nitrit ke nitrat, dambil
     Unsur N, P, dan K (Kg) di dalam satu    langsung oleh tanaman, dimanfaatkan
ton hasil panen berbagai tanaman.            langsung oleh bakteri dalam melanjutkan
Apabila hasil panen jagung dalam 1 ha        proses dekomposisi, dan difksasi oleh
adalah 3 ton, ma-ka hasil panen tersebut     mineral liat tertentu.
mengan-dung 48 kg N; 8,4 kg P dan 12               Perubahan dari amonium menjadi
kg K. Unsur hara yang terbawa panen ini      nitrat disebut dengan nitrifikasi. Proses
perlu dikembalikan ke dalam tanah            oksidasi biologi ini dibedakan dalam dua
melalui pemupukan supaya kesuburan           tahap, yaitu perubahan amonium menjadi
tanah tetap terjaga dan produksi tanaman     nirit (nitritasi) dan perubahan nitrit menjadi
dapat dipertahankan.                         nitrat (nitratasi). Perubahan dari amonium
     Penentuan kebutuhan pupuk untuk         menjadi nitrit dilakukan oleh bakteri
tanaman kacang-kacangan Tanaman              obligat ototrof yaitu Nitrosomonas.
legum (kacang-kacangan) seperti kacang       Perubahan nitrit menjadi nitrat dilakukan
tanah dan hijauan kacang-kacangan            oleh bakteri Nitrobacter yang termasuk ke
seperti lamtoro dan benguk, mengandung       dalam golongan bakteri obligat ototrof.
N yang sangat tinggi sehingga N yang         Kedua bakteri ini disebut dengan
terbawa panen juga tinggi.          Tetapi   Nitrobakteri.
tanaman kacang-kacangan           (kacang          Ada tiga hal penting yang dapat
tanah, kedelai, lamtoro), melalui            diambil dari persamaan-persamaan dalam
kerjasama (symbiose) dengan bakteri          proses         nitrifikasi,   yaitu,     reaksi
Rhyzobium sanggup mengikat N dari            membutuhkan oksigen, oleh sebab itu
udara. Dengan demikian pemupukan N           proses ini berlangsung di dalam tanah
untuk tanaman kacang-kacangan sangat         dengan aerasi yang baik.                Reaksi
rendah (hanya sekitar 30 kg urea/ ha         nitrifikasi membebaskan H+ yang

                                                                                      180
merupakan penyebab keasaman tanah             kecil    yang       dimanfaatkan      untuk
bila dipupuk dengan pupuk NH4 atau            pertumbuhan           awal       menjelang
pupuk anorganik sepertu urea. Dalam           terbentuknya bintil akar yang dapat
proses nitrifikasi, bakteri memegang          mengikat nitrogen bebas dari udara.
peranandalam proses. Oleh sebab itu,          Kelebihan pupuk nitrogen adalah
kecepatan        perubahannya       sangat    merupakan pupuk yang sangat potensial
dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.          bagi tanaman.
      Faktor-faktor yang mempengaruhi               Manfaat nitrogen fiksasi bagi tanman
proses nitrifikasi adalah jumlah NH4+         lain yang ditanam secara tumpangsari
yang ada di dalam tanah, populasi bakteri     adalah berupa perembasan nitrogen dari
nitrifikasi,   reaksi     tanah,    aerasi,   bintil akar. Sedangkan bagi tanaman
kelembaban tanah dan suhu tanah.              yang ditanam tidak bersamaan hanya
Pupuk urea yang diberikan pada tanah          akan menghasilkan perombakan bahan
akan berubah menjadi ion amonia atau          organik. Fiksasi itrogen secara biologi
amonium. Bila amonium dioksida-si maka        dapat menghemat kebutuhan nitrogen
akan         menimbulkan         keasaman     sampai 2/3 dari kebutuhan nitrogen bagi
tanah.menymbangkan empat ion H+ bila          tanaman.
oksigen cukup tersedia pada sat
pelepasan tersebut.                               Nitrogen
      Satu molekul pupuk urea dapat                Nitrogen adalah hara utama
menyumbang empat ion H+ bila oksigen          tanaman, merupakan komponen dari
cukup tersedia pada waktu pelepasan ion,      asam amino, asam nukleid, nudeotides,
ini berarti meningkatkan kemasaman            klorofil, enzim, dan hormon. N mendorong
tanah. Pemberian pupuk urea, amonium          pertumbuhan tanaman yang cepat dan
sulfat, klor dan nitrat perlu mendapat        memperbaiki tingkat. Hasil dan kualitas
perhatian serius agar tidak menambah          produk melalui, pengem-bangan luas
kemasaman tanah. Mikroba tanah pada           daun, pembentukan bunga, pengisian
umumnya lebih menyukai senyawa dalam          buah, dan sintesis protein. N sangat mobil
bentuk ion amonium daripada ion nitrat.       (mudah menghilang / menguap) di dalam
Pada tanah-tanah yang mempunyai               tanaman dan tanah.
aerasi baik, akan terlihat bahwa proses            Nitrogen        merupakan elemen
immobilisasi      terjadi   amat    besar.    pembatas pada hampir semua jenis
Sedangkan pada tanah yang ter-genang          tanah. Oleh karenanya, pemberian pupuk
dan dalam kondisi anaerob sempurna            Nitrogen yang tepat sangat penting untuk
proses immobilisasi akan sangat rendah.       meningkatkan pertumbuhan dan hasil
Pada tanah sawah, proses immobilisasi         tanaman, khususnya dalam sistem
adalah rendah. Nitrogen ditambahkan ke        pertanian intensif. Kekurangan atau
tanah berinteraksi dengan pH tanah dan        pengelolaan Nitrogen yang tidak sesuai
mempengaruhi proses nitrogen.                 akan berakibat buruk pada tanaman dan
      Ekskresi      nitrogen oleh suatu       lingkungan. Strategi pengelolaan Nitrogen
tanaman legum akan dapat dimanfaatkan         yang optimal ditujukan pada keserasian
oleh tanaman lain dlaam pola tanam            pemberian pupuk Nitrogen dengan
tumpangsari, misalnya tumpangsari             kebutuhan aktual tanaman, sehingga
antara jagung dan kedelai. Proses seperti     serapan tanaman terhadap Nitrogen
ini akan meningkatkan efisiensi pupuk         maksimal dan mengurangi kehilangan
nitrogen, karena sebagian besar nitrogen      Nitrogen ke udara.
yang berasal dari pupuk tidak diabsorpsi           Tanaman yang kekurangan nitrogen
oleh tanaman legum dan hanya sebagian         akan tumbuh kerdil, daun menguning dan

                                                                                    181
jumlah anakan sedikit; hasil rendah         kandungan bahan organik rendah; tanah
karena jumlah malai per unit area dan       kalkareous/salin/ alkalin; degradasi tanah
jumlah gabah per malai lebih sedikit.       sawah; tanah abu vulkan atau tanah
Hampir semua jenis tanah kekurangan N;      kering masam dengan kapasitas fiksasi P
tanah masam dengan tekstur kasar            tinggi; tanah gambut; dan tanah sulfat
(coarse) dan kandungan bahan organik        masam dengan kandungan besi dan
rendah (kurang dari 0,5 % organik C);       aluminium tinggi.
tanah masam, salin, drainase buruk, dan          Pada waktu aplikasi pupuk fosfat,
tanah kahat P dengan kapasitas              benamkan dan aduk semua pupuk P ke
mineralisasi N dan fiksasi biologis N       dalam tanah sebelum pelumpuran terakhir
rendah; kalkareous dan tanah salin          dan tanam pindah atau sebar seluruh P
dengan kadar bahan organik rendah serta     pada 10-15 hari setelah benih disebar
berpotensi tinggi untuk terjadinya          langsung. Tanaman kahat P kerdil dan
penguapan amonia.                           daunnya tegak lurus dibandingkan
     Pupuk anorganik merupakan sumber       dengan tanaman normal.             Anakan
yang biasa digunakan mensuplai N, dan       berkurang pada tanaman kahat P.
lebih       menguntungkan          petani   Perubahan warna pada daun umum
dibandingkan menggunakan pupuk N            terjadi pada tanaman kahat P.
organik. Sumber pupuk organik N tersedia
di lahan pertanian seperti pupuk kandang        Kalium
dan kompos bisa efektif dan menarik              Kalium adalah hara tanaman utama
secara finansial guna memenuhi              yang dibutuhkan untuk meningkatkan
kebutuhan padi akan N. Berikan pupuk N      perkembangan akar dan vigor tanaman,
anorganik 40-50 kg/ha untuk setiap          ketahanan terhadap kerebahan dan
kenaikan satu ton hasil dari tanpa          hama/ penyakit. K mobil dalam tanaman
pemberian N.         Warna daun dan         dan sangat mobil di dalam tanah.
penampilan tanaman menunjukkan status            Kalium seringkali merupakan unsur
N dan membantu menentukan kebutuhan         pembatas. untuk memperoleh hasil padi
akan pemupukan N. Unsur nitrogen            yang tinggi setelah nitrogen (N). Pupuk K
dapat diperoleh dari beberapa sumber        perlu diberikan dalam jumlah mencukupi
diantaranya adalah amonium sulfat (21 %     pada hampir semua lahan sawah irigasi.
N, 24 % S), urea (46 % N) dan               Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah
diamonium fosfat atau DAP (18 % N; 44-      seimbang untuk menjamin respon yang
46 % P2O5).                                 baik dari tanaman terhadap aplikasi K dan
                                            pencapaian pertumbuhan tanaman yang
    Fosfat                                 sehat dan produktif.
     Posfor adalah hara utama tanaman            Tanaman         yang      mengalami
yang penting untuk perkembangan akar,       kekurangan kalium akan tampak
anakan, berbunga awal, dan pematangan.      berwarna hijau gelap dan kerdil dengan
P mobil dalam tanaman, tetapi tidak mobil   margin daun cokelat kekuningan dan/atau
dalam tanah. Tanaman yang mengalami         dengan margin dan ujung daun tua
kekurangan unsur fosfor akan tampak         nekrotik, gejala kahat K pada daun dapat
hijau gelap dan kerdil dengan daun tegak    menyerupai gejala penyakit tungro,
dan anakan kurang; batang kurus dan         namun tungro biasanya terjadi pada spot-
kecil; matang lambat (tidak terjadi         spot yang tersebar (tidak menyeluruh)
pembungaan pada kahat P yang parah);        dan lebih nyata warna daun kuning dan
gabah hampa tinggi. Unsus P seringkali      oranye dan tanaman kerdil; gejala pada
kurang pada tanah berpasir dengan           daun nampak pada fase pertumbuhan

                                                                                 182
lanjut; akar tidak sehat dan menghitam;     lebih kurang mobil dibandingkan dengan
kerebahan dan kehampaan gabah tinggi;       N), namun hanya sebagian mobil dalam
bobot gabah lebih ringan.                   tanah.
     Kekurangan (kahat) K terjadi di             Gejala kahat unsur S ditunjukkan
daerah pertanaman yang intensif yang        dengan warna tanaman hijau pucat; daun
mendapat pemupukan N dan P tinggi. K        muda menguning pucat (kontras dengan
seringkali kurang pada tanah berpasir       daun tua yang menguning cepat dan mati
atau bertekstur kasar; tanah kering         pada tanaman kahat N). Analisis tanah
masam; lahan sawah terdegradasi; tanah      dan/tanaman diperlukan untuk konfirmasi
sulfat masam; dan tanah organik.            gejala kahat S. Kahat S sesungguhnya
Catatan: penambahan unsur K dari air        jarang dijumpai. S mungkin diperlukan
irigasi cukup nyata pada daerah tertentu.   pada tanah berpasir yang mudah tercuci;
     Pada hara tanaman optimum,             tanah dengan kandungan bahan organik
tanaman rata-rata mengambil sekitar 19      rendah; dan tanah dengan pelapukan
kg K2O (16 K) untuk setiap ton hasil (2,2   tinggi kaya akan besi oksida. Aplikasi
kg K2O pada buah dan 16,8 kg K2O pada       unsur belerang dilakukan dengan
serasah        orgainik).    Rekomendasi    pemberian sebanyak 10 kg S/ha pada
pemupukan K berdasarkan target hasil        kahat S yang parah.             Tanaman
dan status K tanah.                         memerlukan sekitar 2 kg S/ha
     Bila dosis yang digunakan rendah,      (jerami+gabah) untuk setiap ton hasil
benam dan aduk pupuk K ke dalam tanah       gabah. Bila dibutuhkan, berikan semua
terakhir sebelum tanam pindah atau sebar    jenis pupuk S sesaat sebelum
seluruh pupuk K pada 10-15 hari setelah     pelumpuran bersama dengan pupuk P
benih disebar langsung. Pada dosis >30      dan K. Pengaruh pemberian S bertahan
K2O/ha, berikan 50% sebagai pupuk           sampai 2 musim tanam. Sumber S yang
dasar dan 50% pada awal pembentukan         biasa digunakan adalah amonium sulfat
bunga. Pemberian K paling tidak dua kali    (24% S), single super fosfat (12% S), dan
pada tanah berpasir dengan derajat          gypsum (17% S).
pencucian tinggi. Pemberi-an K pada fase
pembungaan meningkatkan ketahanan               Zinc
tanaman       terhadap penyakit       dan        Seng atau Zinc (Zn) adalah hara
kerebahan dengan kanopi rapat dan           utama penting yang dibutuhkan tanaman
target hasil tinggi, namun belum tentu      untuk beberapa proses biokimia dalam
meningkatkan hasil. Sumber kalium yang      tanaman padi, termasuk produksi klorofil
banyak dikenal adalah kalium klorida        dan integritas membran. Oleh karenanya
(MOP-muriate        of    potash)    yang   kahat Zn mempengaruhi warna dan turgor
mengandung 50% K atau 60% K2O               tanaman. Zn hanya sedikit mobil dalam
dalam bentuk KCl (30 kg K2O setara          tanaman dan sangat mobil di dalam
dengan 50 kg MOP atau KCl).                 tanah. Seng membatasi pertumbuhan
                                            tanaman, suplai Zn tanah rendah atau
   Belerang                                kondisi tanah buruk (misalnya, selalu
    Belerang atau Sulfur (S) adalah hara    kebanjiran) menghalangi serapan Zn oleh
utama penting yang diperlukan untuk         tanaman. Pada kasus tertentu, Zn perlu
produksi khlorofil. S diperlukan untuk      diberikan sesuai kebutuhan. Hara lainnya
memproduksi asam amino (cystein,            perlu diberikan dalam jumlah seimbang
methionin, dan cystin) dalam tanaman        untuk menjamin respon tanaman yang
yang berkaitan dengan nutrisi manusia. S    baik terhadap pupuk Zn dan pencapaian
sangat mobil dalam tanaman (walaupun

                                                                                183
pertumbuhan tanaman yang sehat dan           tanah alkalin, Zn perlu diberikan pada
produktif.                                   setiap musim tanam.
     Tanaman kerdil dan bercak coklat               Sumber Zn yang biasa digunakan
berdebu pada bagian atas daun                adalah zinc sulfate terlarut (23-36% Zn),
merupakan        gajala kekurangan Zn.       zinc klorida terlarut (48-50% Zn), dan zinc
Selain itu terdapat spotspot tanaman yang    oksida tidak larut (60-80% Zn).
tumbuh jelek; gejala terlihat 2-4 minggu
setelah tanam pindah; kehampaan gabah            Besi
tinggi; pematangan terlambat dan hasil               Unsur Fe adalah hara esensial
rendah; gejala kahat Zn menyerupai kahat     yang dibutuhkan tanaman untuk
S dan Fe pada tanah alkalin dan              mendukung transportasi elektron dalam
keracunan Fe tanah organik berdrainase       proses fotosintesis. Fe merupakan
buruk.                                       akseptor elektron penting dalam reaksi
     Kahat Zn tidak sering dijumpai,         redoks dan aktivator untuk beberapa
namun dapat terjadi pada tanah               enzim. Kekurangan Fe akan menghambat
kalkareous dan netral; pertanaman            absorpsi K. Unsur Fe tidak mobil, baik
intensif; tanah sawah yang selalu            dalam tanaman maupun tanah. Setelah
kebanjiran atau berdrainase buruk; tanah     kahat unsur utama N, P, K, S, dan Zn,
salin dan sodik; tanah gambut, tanah         kahat Fe merupakan urutan penting
dengan P dan silikat (Si) tersedia tinggi;   berikutnya yang membatasi hasil tanaman
tanah berpasir; tanah dengan pelapukan       padi. Aplikasinya harus berimbang agar
tinggi, asam, dan bertekstur kasar; tanah    terjamin pertumbuhan tanaman yang
yang terbentuk dari serpentin dan laterik;   sehat dan produktif. Gejala kahat Fe
dan tercuci, tanah sulfat masam tua          ditunjukkan adanya gajala antartulang
dengan konsentarsi K, Mg, dan Ca             daun menguning, daun yang muncul
rendah.                                      mengalami klorosis. Seluruh daun dan
     Bila kahat Zn nampak di lapang,         bagian tanaman menguning (khlorotik).
berikan 10-25 kg ZnSO4.H2O atau 20-40        Produksi bahan kering dan hasil menurun.
kg ZnSO4.7H2O per ha pada permukaan          Kahat Fe tidak dijumpai pada sawah
tanah, atau celupkan akar bibit padi         tergenang yang sedikit asam, namun
dalam 2-4% larutan ZnO sebelum               banyak dijumpai pada sawah dengan
transplanting (20-40 g ZnO/lt air).          tekstur tanah berpasir, kalkareous dan
Tanaman dapat pulih dari kahat Zn bila       bereaksi alkalin. Kahat Fe sering dijumpai
sawah didrainasi– kondisi kering             pada lahan kering dengan tanah bereaksi
meningkatkan ketersediaan Zn. Tanaman        netral, kalkareous dan alkalin (basa).
hanya memerlukan sekitar 0,05 kg Zn/ha       Kahat Fe sangat sulit diatasi dan mahal
(jerami+gabah) per ton hasil gabah,          untuk dikoreksi. Pemberian pada tanah
namun lebih banyak pupuk Zn harus            memerlukan 100-300 kg/ha fero sulfat
diberikan karena begitu diberikan Zn tidak   (sulfat besi). Pemberian melalui daun, 2-3
selalu tersedia bagi tanaman.                % larutan fero sulfat atau 100 l/ha Fe
     Berikan pupuk Zn pada permukaan         chelate 2-3 dalam selang waktu 2 minggu
tanah setelah pelumpuran terakhir dan        dimulai pada fase anakan. Tanaman
perataan lahan atau berikan Zn pada          memerlukan sekitar 0,5 kg/ha Fe (jerami
bedeng persemaian 7-8 hari sebelum bibit     dan biji/gabah) untuk setiap ton hasil
dicabut. Pengaruh pemberian Zn berlaku       gabah, namun setelah aplikasi Fe tidak
sampai 2-5 musim tanam pada semua            tersedia bebas bagi tanaman.
jenis tanah kecuali tanah alkalin. Pada              Pada waktu aplikasi, berikan solid
                                             fero sulfat (FeSO4) di sebelah barisan

                                                                                   184
tanaman padi dengan dosis 100 kg/ha.          adalah untuk menutupi kekurangan air
Dua sampai tiga aplikasi 2-3 % larutan        tanah yang telah ada pada saat yang
FeSO4 melalui daun atau chelate besi          diperlukan dan dalam jumlah yang cukup.
pada selang waktu 2 minggu pada fase          Oleh karena itu untuk merancang irigasi
anakan. Pupuk Fe yang biasa digunakan         diperlukan data hidrologi, meteorologi,
adalah larutan fero sulfat (20-30% Fe),       dan pengelolaan air yang mantap.
fero amonium sulfat (14% Fe), dan                 Keguanaan air irigasi adalah untuk
chelate besi (5-14%).                         mempermudah        pengolahan     tanah,
    Kahat Fe memiliki gejala tulang daun      mengatur suhu tanah dan iklim mikro,
menguning. Keracunan Fe ditunjukkan           membersihkan tanah dari kotoran, kadar
adanya bercak coklat kecil pada daun.         unsur-unsur racun, dan garam serta asam
                                              yang berlebihan, menekan pertumbuhan
5.6     Pengairan                             gulma, hama dan penyakit tanaman.
      Air merupakan bahan yang sangat
vital      bagi    kebidupan       tanaman.   5..7.2. Fungsi Air bagi tanaman
Kekurangan         air      menga-kibatkan          Fungsi air bagai tanaman adalah : (a)
terganggunya perkem-bangan morfologi          bagian dari protoplasma, bisanya air
dan proses fisiologi tanaman. Masalah         membentuk 85% sampai 90% dai berat
kekurangan air timbul akibat siklus           keseluruhan dari bagiaan hijau tanaman
hidrologi di alam yang tidak merata.          (jaringan yang sedang tumbuh), (b)
Sebagai tindak lanjut-nya, lahirlah           reagen yang penting dalam proses
pemikiran untuk memenuhi kekurangan           fotosintesa dan dalam proses hidrolitik
air yang sering terjadi. Salah satu ilmu      seperti perubahan pati menjadi gula; (c)
yang mengkaji dan membahas masalah            pelarut garam, gas dan berbagai material
air bagi pertanian adalah ilmu irigasi.       yang bergerak ke dalam tanaman melalui
      Irigasi berarti berarti memberi air     dinding sel, dan jaringan xilem ke dalam
padata tanaman untuk memenuhi                 tanaman, melalui dinding sel dan jaringan
kebutuhan air bagi pertumbuhannya.            xilem     serta     menjamin     kesinam-
Kebutuhan air tanaman sama dengan             bungannya; (d) sesuatu yang esensial
kehilangan air per satuan luas yang           untukmenjamin         adanya     turgiditas
diakibatkan oleh kanopi tanaman               pertumbuhan sel, stabilitas bentuk daun,
ditambah dengan hilangnya air melalui         proses membuka dan menutupnya mulut
penguapan permukaan tanah pada                daun, kelangsungan gerak, struktur
luasan tertentu.        Dengan demikian       tanaman.
kebuhtuhan air tanaman ditentukan
dengan menghitung besarnya penguapan          5.7.3. Kebutuhan air bagi tanaman
(evaporasi) permukaan tanah dan                    Kebutuhan air tanaman dinyatakan
penguapan kebutuhan air secara tepat.         sebagai jumlah satuan air yang diserap
Banyak faktor yang perlu mendapat             per satuan berat kering yang dibentuk
perhatian, terutama faktor meteorologi        atau banyaknya air yang diperlukan untuk
dan faktor hidrologi yang berhubungan         menghasilkan satu satuan berat kering
langsung dengan jumlah dan efisiensi          tnaman. Selama pertumbuhan tanaman
irigasi.                                      terus menerus mengisap air dari tanah
      Kegiatan-kegiatan irigasi meliputi      dan     mengelarkannhya       pada     sat
penampungan air, penyaluran air ke            transpirasi. Kehilangan air pada tanaman
lahan, dan pembuangan kelebihan air           dapat terjadi melalui (a) transpirasi, (b)
serta menjaga kontinyuitas air. Pada          akibat sampingan fiksasi karbon dioksida
prinsipnya air irigasi yang ditambahkan       dalam pemecahan karbon dan oksifgen.

                                                                                    185
Dalam tanah air berada di antara rongga-      pembuluh kapiler tanah makin tinggi pula
rongga tanah dan terikat oleh butir tanah     gerakan air ke atas.
dengan kekuatan yang ditentukan oleh                  Efisiensi    penggunaan      air
banyaknya air yang dikandung oleh tanah       meningkat dengan kesuburan tanah.
tersebut atau besarnya gaya untuk             Akibat semakin subur tanah, semakin
memisahkan air dari partikel tanah.           banyak air yang diperlukan, karena
     Tanah       yang     terlalu   banyak    absorpsi hara berjalan dengan kecepatan
mengandung           air       menyebabkan    tinggi.
berkurangnya udara dalam tanah.
Keadaan air dalam tanah yang terbaik          5.7 Air Tanah
adalah pada saat kapasitas lapang. Titik      5.7.2 Peran Utama
batas yang paling kritis terhadap air
disebut titik layu permanen, yaitu pada            Air merupakan komponen utama
saat kondisi air dalam tanah tidak lagi       tubuh tanaman, bahkan hampir 90% sel-
tersedia bagi tanaman dan tanaman mulai       sel tanaman dan mikrobia terdiri dari air.
layu secara permanen.                         Air yang diserap tanaman di samping
     Kehilangan       air    pada     tanah   berfungsi sebagai komponen sel-selnya,
dipengaruhi oleh: bentuk tajuk tanaman        juga berfungsi sebagai media reaksi pada
(kanopi), Fase pertumbuhan, kelembaban        hampir seluruh proses metabolismenya
tanah, dan jenis tanaman                      yang apabila telah terpakai diuapkan
     Kemampuan            tanah       untuk   melalui mekanisme transpirasi, yang
mempertahankan air tergantung pada            bersama-sama dengan penguapan dari
teksttur tanah. Tanah pasir mempunyai         tanah sekitarnya (evaporasi) disebut
kemampuan mempertahankan air yang             evapo-transpirasi. Dalam memproduksi
lebih lemah daripada tanah liat.              biomass sangat banyak dibutuhkan air,
Kemampuan          tanah      pasir   untuk   tergantung pada jenis tanaman, biasanya
memegang air dapat ditambah dengan            untuk setiap kg bobot kering biomass
bahan organik. Air yang tertinggal dalam      yang diproduksi akan ditranspirasikan air
tanah yang tidak tersedia bagi tanaman        sebanyak 500 kg (nisbah transpirasi 500).
dikenal sebagai air higroskopis dan air       Oleh karena itu, apabila dalam sehektar
yang terikat secara kimia (Gambar hal         tanam tanaman memproduksi biomas
19). Air higroskopis dipegang erat oleh       sebanyak 10 ton (4 ton gabah + 6 ton
partikel-partikel tanah sehingga sulit        jerami), maka selama juta ton air atau 5
diserap tanaman.                              juta m3 , apabila umur tanaman ini adalah
     Gerakan air dalam tanah dipengaruhi      100 hari berarti setiap hari akan
oleh gradien hidrolik, gravitasi, struktur    ditranspirasikan sebanyak 50 ton/ha
tanah, tekstur tanah, jumlah air. Air         (setara dengan 10 mobil tanki
kapiler bergerak melawan gravitasi bumi       berkapsitas-angkut 5 ton).
karena gaya kapileritasnya lebih besar              Air merupakan komponen penting
dari gravitasi bumi.           Hal tersebut   dalam tanah yang dapat menguntungkan
disebabkan karena jumlah air yang             dan kadangkala merugikan. Secara garis-
berbeda dalam romgga antar partikel           besar      peran    air    tanah      yang
belum melampaui batas kemampuan               menguntungkan meliputi : (1). Sebagai
partikel tanah tersebut untuk memegang        pelarut dan pembawa ion-ion hara dari
air. Ketinggian air dapat dicapai oleh air    rhizosfer ke dalam akar kemudian ke
yang berbanding terbalik dengan diameter      daun. (2). Sebagai sarana transportasi
pembuluh kapiler. Jadi semakin halus          dan pendistribusian nutrisi jadi dari daun
                                              keseluruh bagian tanaman. (3). Sebagai

                                                                                   186
komponen        kunci     dalam    proses    1984).secara keseluruhan dari total air
fotosintesis, asimilasi, sintesis maupun     dunia hanya 2,792% air tawar dan
respirasi tanaman. (4). Sebagai agen         0,005% diantaranya adalah air tanah.
pemicu pelapukan bahan induk,                     Kadar air tanah (water storage)
perkembangan tanah dan diferensial           merupakan selisih masuka air (water
horizon. (5). Sebagai pelarut dan pemicu     gain) dari presipitasi (meliputi hujan, salju,
reaksi kimiawi penyediaan unsur hara         kabut) yang menginfiltrasi tanah ditambah
tidak tersedia menjadi tersedia bagi         hasil kondensasi (oleh tanaman dan
tanaman.       (6).     Sebagai penopang     tanah) dan adsorpsi           (oleh tanah)
aktivitas mikrobia dalam merombak unsur      dikurangi air yang hilang (water loss)
hara tak tersedia menjadi tersedia bagi      lewat        evapo-transpirasi,         aliran
tanaman.       (7).     Sebagai pembawa      permukaan, perkolasi dan rembesan
oksigen terlarut ke dalam tanah. (8).        lateral, yang secara umum disebut
Sebagai stabilisator temperatur tanah,       sebagai persamaan air – tanah:
dan (9). Mempermudah pengolahan
tanah. (10). Dipersawahan, genangan air      KAT=masukan air – kehilangan air
akan menghambat pertumbuhan gulma
dan sebagai sarana pemupukan lewat air       KAT adalah Kadar Air Tanah
irigasi ( pugasi), dan (11). Sebagai
pelarut pupuk dan pestisida                        Oleh karena itu fluktuasi kadar air
     Peran yang merugikan antara lain        tanah periodikal, tergantung pada
adalah (1). Sebagai pemicu rusaknya          keseimbangan masukan dan kehilangan
tanah, misalnya melalui erosi’        (2).   air tersebut.
Sebagai pemicu perubahan horizon                   Siklus air tanah merupakan proses
melalui         pelindian       komponen-    mekanika perubahan air, baik berupa (1).
komponennya. (3). Sebagai pemicu             Perubahan fase yaitu, dari fase cair ke
kemiskinan tanah melalui pelindian hara,     fase padat atau fase gas, maupun. (2).
dan (4). Tanah yang jenuh dengan air         Perubahan situs (lokasi), yaitu dari air
dapat menyebabkan terhambatnya aliran        tanah menjadi air tanah menjadi air
udara ke dalam tanah, sehingga               tanaman atau air hujan (atmosfer), air
mengganggu respirasi dan serapan hara        aliran (sungai) dan kembali ke situs air
oleh akar, serta aktivitas mikrobia yang     tanah, dan (3). Perubahan status, yaitu
menguntungkan.                               dari bentuk tidak tersedia (terikat kuat
     Oleh karena itu, manfaat air tanah      oleh tanah) menjadi tersedia bagi
bagi tetanaman tergantung pada               tanaman atau sebaliknya.           Ketiga
kemampuan kita dalam meningkatkan            perubahan ini terjadi dalam sistem tanah-
peran yang menguntungkan dan                 air-tetanaman-atmosfer yang melibatkan
menekan peran yang merugikan tersebut.       tiga mekanisme utama, yaitu : (a).
                                             Retensi dan pergerakan air di dalam
5.8.3. Proporsi dan Siklus Air Tanah         tanah. (b). Penyerapan (uptake) dan
     Air di dunia 97,2 % berupa lautan dan   translokasi air didalam tubuh tanaman,
2,8% terdiri dari lembaran es dan gletser    dan           (c).      Penguapan      air
(2,15%), air artesis ( 0,62%) dan air        (evapotranspirasi) ke atmosfer.
lainnya (0,03%). Air lainnya ini meliputi
danau tawar (0,009%),danau air asin
(0,008%), air tanah (0,005%), air atmosfer
*hujan dan kabut) (0,001%) dan air sungai
(0,0001%) (Strahler dan Strahler cit.Foth,

                                                                                      187
5.8.4. Koefisien dan ketersediaan Air
Tanah                                            Koefisien Air tanah merupakan
                                            koefesien yang menunjukan potensi
     Air ditahan di dalam sel akar oleh     ketersediaan air tanah untuk mensuplai
adanya gaya-jerap dan gaya-osmotik. Sel     kebutuhan tanaman (Tabel 3.12), terdiri
tanaman terdiri dari : (1). Dinding sel     dari :
yang tegar dan tetapi dapat mengembang      (1) Jenuh atau retensi maksimum, yaitu
secara elastis. (2). Protoplasma yang              kondisi di mana seluruh ruang pori
berupa selaput semipermeabel sehingga              tanah terisi. Pada kondisi ini
dapat dilewati air secara bebas, tetapi            tegangan pada permuakaan lapisan
tidak bebas dilewati aliran bahan-bahan            air hampir 0 - <1/3 atm. Sehinngga
larut dan koloidal, dan (3). Vakuola yang          air ini terutama yang mengisi pori-
berisi cairan sel kaya bahan larut dan             pori makro segera turun ke bawah
koloidal.                                          tertarik oleh gaya gravitasi. Air
     Adanya bahan-bahan larut dan                  kondisi jenuh ini disebut air bebas
koloidal dalam vakuola ini mengurangi              atau air Gravitasi atau air drainase
aktivitas air di dalam sel, yang                   atau air berlebihan (lihat gambar
pengaruhnya makin besar selaras dengan             3.7), mudah hilang dan bergerak
pertambahan kadarnya, gaya yang timbul             relatif cepat sehingga dapat melindi
ini disebut potensial bahan larut (PI).            (leaching) unsur-unsur hara yang
Gaya yang menyebabkan air diluar                   dilaluinya. Pada kondisi tanah
selaput protoplasma akan mengalir                  berdrainase buruk atau suplai
kedalam sel lebih cepat ketimbang difusi           berlebihan (banjir atau tergenang
bahan larut ke luar          protoplasma.          pada periode lama akan berdampak
Kemudian apabila yang menyerap air                 buruk terhadap aerasi tanah
adalah bahan kolodial dalam sel atau               sehingga respirasi akar, dan
koloid proplasma, maka gaya ini disebut            aktivitas mikrobia aerobik seperti
potensial matrix (Pm), gabungan                    bakteri amonifikasi dan nitrifikasi
keduanya disebut potensial osmotik (Po).           akan terhenti sama sekali.
Tekanan yang menyertai penyerapan air       (2) Kapsitas lapangan (field capacity)
oleh sel disebut turgor atau potensial             adalah kondisi di mana tebal
tekanan (Pt). Potensial inilah yang                lapisan air dalam pori-pori tanah
mendorong air ke luar sel sebagai akibat           mulai menipis, sehingga tegangan
terjadi penggelembungan sel. Apabila air           antarair-udara meningkat hingga
masuk kedalam sel, volume sel                      lebih lebih besar dari gaya gravitasi,
bertambah dan protoplasma terdesak                 air gravitasi (pori-pori makro) habis
kedinding sel, yang karena elastis jadi            dan air tersedia (pada pori-pori
mengembang.            Makin        besar          meso dan mikro) bagi tanaman
penggelembungan makin besar pula                   dalam keadaan optimum. Kondisi ini
tekanan yang bekerja terhadap air sel              terjadi pada tegangan permukaan
dan, tekanan turgor juga meningkat                 lapisan air sekitar 1/3 atm atau pF
selaras dengan kenaikan tekanan in,                2,54.
sehingga aliran air ke dalam sel menurun    (3) Koefisien layu (titik kayu permanen
berbanding terbalik dengan kenaikan                atau titik kelembaban kritis) adalah
tekanan turgor, dan akan berhenti sama             kondisi kadar air tanah yang
sekali apabila :                                   ketersediaannya       sudah     lebih
                                                   rendah       ketimbang     kebutuhan
    Pa = Pt + Pl + Pm + = Pt + Po = 0              tanaman untuk aktifitas dan

                                                                                    188
      mempertahankan               turgornya,
      sehingga tanaman mrnjadi layu             5.8.5. Faktor-faktor Ketersediaan
      secara permanen atau tak dapat                 Air tanah. Kadar dan ketersediaan air
      pulih lagi. Hal ini merupakan akibat      tanah sebenarnya pada setiap koefesien
      terbatasnya suplai air/hujan pada         ini umumnya bervariasi terutama
      absorpsi (penyerapan) air oleh            tergantung pada :
      tanaman dan avaporasi terus               (1) Tekstur tanah. Kadar air tanah
      terjadi. Pada kondisi ini air yang             bertekstur liat > lempung > pasir,
      tersisa hanya air adhesi dan terikat           misalnya pada tegangan 1/3 atm
      kuat oleh gaya matrik tanah, yaitu             (kapasitas lapangan), kadar air tanah
      pada tegangan sekitar 15 atm.                  pada masing-masingnya adalah
(4) Koefisien         Higroskopis      adalah        sekitar 55%, 40% dan 15%. Hal ini
      kondisi dimana air tanah terikat               terkait dengan pengaruh tekstur
      sangat kuat Oleh gaya matrik tanah,            terhadap proporsi bahan kolodial,
      yaitu pada tegangan minimal 3 atm.             ruang pori dan luas permukaan
      Air yang tersisanya adalah air                 adsortif, yang makin halus teksturnya
      adhesi, yaitu air yang langsung                akan makin banyak sehingga makin
      terjerap ke bahan padat tanah,                 besar kapasitas-simpan airnya. Hasil-
      berbentuk kristal dan tidak tersedia           hasilnya berupa peningkatan kadar
      bagi tanaman.                                  dan ketersediaan air tanah. Kadar air
      Air tanah yang mempunyai                       tersedia berdasarkan tekstur tanah
      tegangan antara 1/3 atm – 31 atm               tertera pada gambar 3.9
      (antara kapasitas lapangan hingga         (2) Kadar bahan organik tanah (BOT).
      koefisien higroskopis) disebut air             BOT mempunyai pori-pori mikro yang
      kapiller, terdiri atas air kohesi pada         jauh lebih baik ketimbang partikel
      pori-pori meso dan mikro serta                 mineral tanah, yang berarti luas
      sedikit      pada      pori      makro.        permukaan penyerap (kapasitas
      Pergerakannya lambat dan terjadi               simpan) air juga lebih banyak,
      melalui penyesuaian terhadap                   sehingga makin tinggi kadar BOT
      keketebalan lapisan air, berfungsi             akan makin kadar dan ketersediaan
      sebagai larutan tanah dan                      air tanah.
      sebagiannya.                              (3) Senyawa kimiawi. Garam-garam
     Air tersedia (air yang dapat diserap            senyawa-pupuk/amelioran
langsung tanaman) adalah air yang                    (pembenah tanah) baik alamiah
ditahan tanah pada kondisi kapasitas                 maupun nonalamiah mampunyai
lapangan hingga koefisien layu, namun                gaya osmotik yang dapat menarik
makin mendekati koefisien layu tingkat               dan menghidrolis air, sehingga
ketersediaannya makin rendah. Oleh                   koefesien       layu      meningkat.
karena itu untuk menjamin tercukupinya               Konsekuensinya, makin banyak
kebutuhan tanaman, suplai air harus                  senyawa kimiawi dan ketersediaan
diberikan apabila 50 – 85% air tersedia ini          air tanah menurun;
telah habis terpakai. Air yang ditahan               (4) Kedalaman solum/lapisan tanah
diatas koefisien layu merupakan air tak         menentukan volume simpan air Tanah.,
tersedia, terdiri dari sebagian air kapiler     makin dalam makin besar, sehingga
(air adhesi dan sedikit air kohesi) dan         kadar dan ketersediaan air juga makin
seluruh air hidroskopis (air kristal).          banyak. Kedalaman solum/lapisan ini
                                                sangat penting bagi tetanaman berakar
                                                tunggang dan dalam.

                                                                                     189
     Disamping faktor tanah ini, faktor        tumpukan         rumput-rumput        untuk
iklim dan tanaman juga menentukan              menghindari kebocoroan air ke bawah.
kadar dan ketersediaan air tanah. Faktor       Dalam sistem leb harus cukup waktu
iklim yang berpengaruh meliputi curah          untuk membiarkan air menutupi seluruh
hujan, temperatur dan kecepatan angin,         permukaan dan cukup waktu bagi air
yang prinsipnya terkait dengan suplai air      untuk masuk ke dalam tanah, agar lama
dan evotranspirasi. Faktor tanaman yang        tinggal di atas parit sehingga dapat
berpengaruh meliputi bentuk dan                mensuplai air untuk akar tanaman.
kedalaman perakaran, toleransi terhadap        Dalam hal ini harus dibuat parit
kekeringan, serta tingkat dan stadia           pembuangan air, untuk mengalir-kan
pertumbuhan, yang pada prinsipnya              kelebihan air sesudah kapasitas lapang
terkait dengan kebutuhan air tanaman           lahan tersebut tercapai.             Irigasi
                                               permukaan biasa diberikan kepada
5.8.6. Teknik pengairan                        tanaman yang menutup rata tanah seperti
      Dalam       hubungannya       dengan     padi dan padang rumput.
produksi tanaman, air harus dikelola                Untuk tanaman berbaris digunakan
secara baik dan ekonomis. Pengelolaan          sistem leb-furrow irrigation, sedangkan
air meliputi (1) irigasi, (2) drainase, (3)    untuk tanaman yang rata menutup tanah
konservasi. Irigasi adalah penambahan          digunakan sistem leb-flood irrigation dan
suplemen air. Penggunaan irigasi telah         contour irrigation.
dilakukan sejak jaman kuno. Jenis irigasi           Irigasi siraman telah dikenal di
meliputi (1) irigasi permukaan, di mana air    negara-negara maju. Tehnik ini telah
didistribusikan melalui permukaan tanah;       banyak dilakukan dengan menggunakan
(2) irigasi penyiraman, yaitu pemberian air    pipa-pia otomatis. Di Indonesia, belum
melalui pipa bertekanan; (3) irigasi eniter    banyak dilakukan kecuali untuk padang
berupa sprinkler, spitter dn dripper, yaitu    rumput golf. Tetapi tehnik irigasi siraman
mendistribusikan air ke bawah permukaan        sederhana yang dilakukan oleh para
tanah untuk memberi kelembaban kepada          petani adalah dengan menggunakan
tanaman lewat gaya kapiler ke atas.            gayung atau gembor atau ujung pipa
Masing-masing sistem sesuai dengan             plastik. Keuntungan tehnik irigasi siraman
sistem budidaya tertentu.                      adalah lebih seragam dan tepat untuk
      Untuk tujuan pertanian, air diukur       setiap jenis tanah dan tanaman. Masalah
dengan istilah volume dan kecepatan            yang ditimbulkan dari tehnik ini relatif
mengalir. Volume diberikan dalam satuan        kecil, tidak ada erosi, air dapat lebih
galon, kaki kubik, hektar-cm, dan lain-lain.   ekonomis dibanding sistem leb. Pupuk
Satu hektar-cm dari air adalah jumlah air      dapat diberikan bersama air siraman.
yang akan menutupi satu hektar tanah           Kerugian sistem siram adalah mahalnya
sedalam cm dan kira-kira sebanyak 100          peralatan pada investasi awal dan air
m3 atau 100.000 liter. Kecepatan air           harus selalu bersih.        Tehnik irigasi
mengalir dinyatakan dalam liter/detik,         siraman       dengan      tangan       akan
liter/menit,       hektar-cm/hari       dan    mengakibatkan biaya tenaga yang sangat
sebagainya.                                    tinggi.
      Irigasi permukaan adalah cara yang               Tehnik pengairan drainase adalah
paling umum dikenal di Indonesia, yaitu        menyiapkan bedengan, guludan, pada
sistem leb dari sawah. Air dibawa lewat        saat persiapan lahan. Hal ini dilakukan
parit-parit agak datar dengan kecepatan        sebagai upaya untuk membuang
rendah untuk menghindari erosi. Parit          kelebihan air.      Kaang-kadang pada
dapat diaspal, disemen, diberi plastik atau

                                                                                      190
daerah lembab perlu pipa drainase yang       akibat pemangkasan yang tidak tepat.
dibenamkan dalam tanah.                      Jika cabang permanen perlu diperpendek,
                                             maka potonglah cabang atau tunas
5.9. Pemangkasan (prunning)                  lateral. Pemotongan dilakukan pada
5.9.1. Pemangkasan tanaman muda              internodal atau pemotongan dibuat di
         Pemangkasan penting dalam           antara tunas atau cabang dapat
rangkan mengembangkan tanaman                menyebabkan       batang membusuk,
dengan struktur yang kokok dan bentuk        gangguan produksi dan pertumbuhan
yang diinginkan. Ada beberapa prinsip        yang menyimpang.
sederhana yang harus dimengerti dalam
melakukan pemangkasan tanaman muda.              Perlengkapan
Pertama, setikap potongan         memiliki        Pemangkasan
potensi       mengubah       pertumbuhan            Untuk tananam berukuran kecil,
tanaman.          Kedua, karena tehnik       sebahagian besar pemotongan dapat
pemangkasan yang tepat adalah penting,       dilakukan dengan gunting atau pisau.
maka pemangkasan yang buruk dapat            Untuk pemotongan batang lebih dari 0.5
menyebabkan kerusakan            tanaman     inci     harus menggunakan gunting
bahkan           dapat       menyebabkan     bertangkai atau gergaji pangkas.
kematiannya.            Ketiga,     proses
penyembuhan pada tanaman tidak seperti          Memperoleh strutur percabangan
halnya pada manusia. Ketika tanaman              yang kokok
mengalami luka (atau dilukai) tanaman            Struktur cabang primer yang baik
tersebut harus tetap tumbuh dan luka         dapat dibentuk selagi tnaman masih
tersebut akan tetap ada. Keempat,            muda. Percabangan yang berjenjang
adanya suatu aturan bahwa potongan           memberikan bentuk tanaman yang sudah
yang kecil menghasilkan kerusakan yang       dewasa dan      memberikan perlakuan
kecil pula. Hal ini yang menyebabkan         pemangkasan yang tepat terhadap
mengapa pemangkasan yang tepat pada          tanaman yang masih muda dapat
tanaman muda           menjadi kritis dan    mengembangkan struktur yang kokoh.
penting.        Dengan demikian, jika
pemangkasan pada waktu tanaman                   Perkembangan batang
sudah matang diperlukan pemotongan                Pada sebahagian besar tanaman
yang lebih banyak dan akan menjadi lebih     muda, pertahankan batang tunggal yang
sulit dilakukan.                             dominan. Jangan lakukan pemangkasan
                                             pucuk yang dapat menyebabkan
    Membuat potongan                        munculnya dua batang utama yang
        Jika    pemotongan       dapat       disebut dengan cabang codominant
mengganggu respon tanaman terhadap           stems.     Hal ini akan mengakibatkan
pertumbuhan dan proses penutupan luka        kelemahan struktur batang, oleh karena
potongan, maka pemangkasan harus             itu sebaiknya dibuang saja selagi
dibuat di luar lingkar cabang (branch        tanaman masih muda. Cabang-cabang
collar). Hal ini karena pada bagian          lateral         akan     menyebabkan
tersebut terdapat jaringan batang atau       perkembangan struktur tanaman yang
induk cabang dan tanaman akan rusak          tegap, dan meruncing.            Perlu
potongan dilakukan di tempat tersebut.       dipertahankan beberapa cabang lateral
Dalam beberapa kasus, jika potongan          walaupun akan dipangkas kemudian.
cukup besar, maka tanaman dapat              Cabang-cabang seperti ini dinamakan
mengalami kerusakan internal permanen        cabang sementara yang berpera ndalam

                                                                               191
melindungi batang dari kerusakan akibat         Pemangkasan terhadap tanman yang
sinar matahari atak kerusakan mekanis.      baru ditanam harus dibatasi. Buang
Cabang sementara ini dipertahankan          cabang yang mati atau patah, tunda
cukup pendek agara tidak menghalangi        pemangkasan untuk tahun berikutnya.
atau menjadi pesaing bagi cabang lateral    Pohon yang tidak dipangkas pada awal
yang dipilih untuk dipertahankan.           penanamannya akan menghasilkan akan
                                            yang lebih kuat dibandingkan tanaman
    Pemilihan cabang permanen              yang     dipangkas     pada     waktu
     Tingginya cabang permanen yang         penanamannya.
paling rendah ditentukan oleh fungsi yang
diharapkan serta lokasi tanaman pada            Membalut luka
lanskapnya.     Pohon yang digunakan             Membalut luka akibat pemotongan
untuk menyaring pandangan yang tidak        diperkirakan      akan    mempercepat
diinginkan atau untuk penghadang angin      penutupan luka, melindungi luka tersebut
dapat dibiarkan bercabang serendah          dari serangga dan penyakit serta
mungkin. Jarak antar cabang baik vertikal   mengurangi pembusukan.        Walaupun
maupun horizontal sangatlah penting.        demikian,    penelitian   menunjukkann
Cabang yang dipilih sebagai cabang          bahwa pembalutan tidak mengurangi
permanen harus memiliki ruang yang          pembusukan atau kecebatan penutupan
cukup terhadap batangnya. Pertahankan       luka dan jarang sekali dapat melindungi
keseimbangan radial dengan cabang-          luka terhadap serangan serangga atau
cabang yang tumbuh keluar untuk segala      infeksi penyakit. Sebahagian besar ahli
arah.                                       menyarankan pembalutan luka tidak
         Beberapa      pohon     memiliki   dilakukan. Jika harus dilakukan atau
kecenderungan perkembangan cabang           untuk tujuan keindahan, maka gunakan
dengan sudut percabangan yang kecil.        kain yang tipis dari bahan yang tidak
Ketika tanaman tersebut tumbuh, maka        mengandung racun terhadap tanaman.
akan terdapat lipatan-lipatan kulit yang
nantinya akan menggangu percabangan         5.9.2.   Pemangkasan tanaman yang
pada batang utama. Pemangkasan harus                  sudah tua
dilakukan terhadap cabang-cabang yang            Pemangkasan       paling    umum
memiliki penempelan yang lemah selagi       dilakukan untuk tujuan mempertahankan
cabang tersebut masih muda.                 bentuk tanaman. Walaupun banyak
   Hindari adanya pengelompokan daun        pepohonan hutan tumbung dengan
pada percabangan di dalam. Karena           sangat baik, akan tetapi tnaman
daun pada setiap cabang/ranting perlu       pekarangan memerlukan kehati-hatian
menghasilkan makanan yang cukup untuk       yang lebih tinggi. Pemangkasan harus
kehidupan dan pertumbuhan pohon maka        dilakukan      dengan       pemahaman
setiap cabang harus memberikan              bagaimana repon tanaman terhadap
sumbangan makanan kepada batang dan         pemotongan        bagian      tubuhnya.
akar. Jika terlalu banyak daun yang         Pemangkasan yang tidak tepat dapat
dibuang makan pohon akan mengalami          menyebabkan kersukanan yang akanb
“kelaparan”, penurunan pertumbuhan dan      mengantarkan kepada kematian pohon.
menjadi tidak sehat.
                                               Alasan melakukan pemangkasan
   Pemangkasan pohon yang baru                 Karena setiap pemotongan akan
    ditanam                                 berpotensi mengubah     pertumbuhan
                                            pohon, maka seharunya jangan ada

                                                                               192
cabnag yang dibuang tanpa malasan          Membuang cabang-cabang yang rendah
yang kuat. Alasan yang umum bagai          dengan tujuan untuk memberikan kesan
pemangkasan adallah membuang cabang        bersih
yang mati, membuang dahan yang terlalu
banyak dan menghilangkan resiko                Mengurangi tajuk
bahaya. Pohon dapat dipangkas untuk        Mengurangi ukuran ranaman dengan cara
tujuan meningkatkan penetrasi cahaya       mengurangi ketinggian dan lebar tajuk.
dan udara ke bagian dalam dari tajuknya,
atau ke bagian bawah lanskap. Dalam        5.10. Organisma Pengganggu
banyak kasus, tanman yang sudah tua        Tumbuhan (Opt)
dipangkas sebagai tindakan korektif atau
tindakan preventif.                        Menurut PP Nomor 6 tahun 2005 tentang
     Penipisan percabangan secara rutin    Perlindungan     Tanaman,       terdapat
tidak cukup memperbaiki kesehatan          beberapa diskripsi diantaranya adalah
pohon. Pohon akan menghasilkan tajuk       perlindungan tanaman dilaksanakan pada
yang padat dengan daun untuk               masa pra tanam, masa pertumbuhan
menghasilkan gula yang digunakan           tanaman, dan atau masa pasca panen.
sebagai enerji untuk pertumbuhan dan       Perlindungan tanaman pada masa pra
perkembangnnya. Pembuangan daun            tanam dilaksanakan sejak penyiapan
melalui pemangkasan dapat mengurangi       lahan atau media tumbuh lainnya sampai
pertumbuhan dan simpanan enerji.           dengan penanaman.          Perlindungan
Pemangkasan secara besar-besaran           tanaman pada masa pertumbuhan
akan mengakibatkan pohon menjadi           tanaman dilaksanakan sejak penanaman
stress                                     sampai dengan panen.       Perlindungan
                                           tanaman pada masa pasca panen
        Waktu pemangkasan                 dilaksanakan sejak sesudah panen
     Sebahagian besar pemangkasan          sampai dengan hasilnya siap dipasarkan.
rutin adalah membuang dahan yang
lemah atau mati, dimana pemangkasan        Perlindungan tanaman dilaksanakan
dapat dilakukan setiap saat selama tidak   melalui sistem pengendalian hama
berakibat buruk terhadap pohon.            terpadu yaitu dengan cara:
                                                 Pencegahan             masuknya
   Tehnik pemangkasan dan                          organisme          pengganggu
    pembersihan tajuk                               tumbuhan      kedalam      dan
    Tehnik ini adalah membuang cabang               tersebarnya dari suatu area ke
yang mati, cabang yang berpenyakit,                 area lain di dalam wilayah
membuang cabang lemah dan cabang                    negara Republik Indonesia;
yang memiliki kemampuan tumbuh                   Pengendalian           organisme
rendah.                                             pengganggu tumbuhan;
                                                 Eradikasi              organisme
     Penipisan tajuk                               pengganggu tumbuhan;
Tindakan selektif membuang cabang
untuk meningkatkan penetrasi cahaya        Perlindungan tanaman dilaksakan dengan
dan pergerakan udara di daerah tajuk       menggunakan sarana dan cara yang tidak
                                           mengganggu kesehatan dan atau
       Peningkatan tajuk                  mengancam keselamatan manusia,
                                           menimbulkan gangguan dan kerusakan


                                                                              193
sumber daya alam dan atau lingkungan         dikelompokkan dalam beberapa istilah
hidup.                                       yang lebih luas, yaitu patogen, sebagai
     Pencegahan masuknya ke dalam            penyebab penyakit tanaman, hama,
atau tersebarnya organisme pengganggu        organisme yang merusak tanaman dan
umbuhan dari suatu area ke area lain di      gula, adalah tumbuhan yang merusak
dalam wilayah negara Replublik Indonesia     tanaman budidaya. Kerusakan yang
dilaksanakan dengan cara mengenakan          disebabkan oleh OPT mencapai 33%.
tindakan karantina pada setiap media              Anda pasti pernah melihat daun
pembawa        organisme      pengganggu     tanaman bolong, buah cabe dan tomat
tumbuhan karantina yang dimasukkan ke        yang busuk di pohonnya atau tanaman
dalam atau dikirim dari suatu area ke area   layu. Semua kerusakan tersebut
lain di dalam wilayah negara Republik        disebabkan oleh serangan hama dan
Indnesia. Pemasukan media pembawa            penyakit. Hama adalah kelompok hewan
organisme       pengganggu       tumbuhan    yang menyebabkan kerusakan pada
karantina baik berupa tumbuhan maupun        tumbuhan dan mengakibatkan kerugaian.
bagian-bagian tumbuhan ke dalam              Gambar di bawah ini menunjukkan
wilayah Negara Republik Indonesia wajib:     beberapa jenis hama yang biasa
      dilengkapi sertifikat kesehatan       menyerang tanaman.
         dari negara asal dan negara
         transit;
      dilakukan melalui tempat-tempat
         pemasukan         yang      telah
         ditetapkan;
      dilaporkan dan diserahkan
         kepada petugas karantina di
         tempat tempat pemasukan untuk
         keperluan tindakan karantina.

Pengiriman media pembawa organisme
pengganggu tumbuhan karantina baik                           Gambar 5.10.
berupa tumbuhan maupun bagian-bagian              Spodoptera sp adalah salah satu contoh
tumbuhan dari satu area lain di dalam                        hama tanaman
wilayah Negara Republik Indonesia wajib
o dilengkapi sertifikat kesehatan dari       a. Hama Tumbuhan
     area asal;
o dilakukan melalui tempat-tempat                  Hama tanaman adalah organisme
     pemasukan dan pengeluaran yang          pengganggu tanaman berupa serangga,
     telah ditetapkan;                       burung dan kelompok mamalia. Hama
o dilaporkan dan diserahkan kepada           dari ke-lompok serangga memegang
     petugas karantina ditempat-tempat       peranan penting karena jumlahnya cukup
     pemasukan dan pengeluaran untuk         banyak dan hampir 50% menjadi
     tindakan karantina.                     penganggu       kehidupan      manusia.
                                             Diperkirakan sebanyak 1500 species
     Organisme pengganggu tanaman            serangga yang menempati permukaan
(OPT) adalah semua makhluk hidup yang        bumi menjadi hama tanaman.
merusak tanaman, baik tu dari kelompok       Kerugian akibat hama tanaman antara
virus, bakteri, jamur, serangga, burung      lain,
dan mamalia.        Pengganggu dapat                 mengurangi hasil tanaman;

                                                                                           194
          mengurangi mutu atau kualitas                   Faktor internal (biotik) adalah segala
           hasil tanaman,                                  proses kehidupan dari tubuh serangga
          mempercepat terjadinya infeksi                  untuk       memacu         kehidupannya.
           penyakit pada tanaman;                          Sedangkan faktor eksternal adalah faktor
          menambah biaya produksi                         lingkungan yang langsung berpengaruh
           karena diperlukan adanya biaya                  ter-hadap kehidupannya, seperti suhu,
           untuk pengendalian hama.                        cahaya, kelembaban udara, faktor iklim
                                                           yang lain, faktor biologis dan gangguan
     Serangga merusak tanaman dengan                       manusia. Berikut ini adalah beberapa
cara memakan bagian tanaman, menisap                       contoh hama tanaman (Gambar 2).
cairan     dalam      jaringan    tanaman,                 Beberapa contoh hama yang sering
memamah         dan       menusuk     serta                menyerang tanaman adalah tungau, Ulat
menumpang bertelur pada tanaman.                           Lepidoptera, Lalat diptera, Kepik
Bentuk kerusakan tanaman tergantung                        Hemiptera, Kutu Hompotera, Kumbang
pada tipe mulut serangga. Kehidupan                        Coleoptera dan mamalia (tikus, gajah,
serangga dikendalikan oleh dua faktor,                     dan babi hutan).
yaitu faktor internal dan faktor eksternal.



                     Beberapa Hama Tanaman




                                              Gambar 5.11.
    Beberapa contoh hama-hama tananaman yang sering merugikan petani dinataranya adalah ulat lepidoptera,
                                  tikus, kumbang Coleoptera, dan gajah.

1). Hama Tungau                                            pesat dan membahayakan dalam
     Penyebab     :   Tungau     merah                     keadaan cuaca kering pada musim
(Oligonychus). Tungau ini berukuran 0,5                    kemarau.        Gangguan tungau pada
mm, hidup disepanjang tulang anak daun                     pesemaian        dapat   mengakibatkan
sambil mengisap cairan daun sehingga                       rusaknya bibit.
warna daun berubah menjadi mengkilat
berwarna bronz. Hama ini berkembang

                                                                                                      195
                                                              Gambar 5.14.
                 Gambar 5.12.                              Imago tungau merah.
  Gejala serangan tungau merah pada tanaman
                     jeruk.




                                                                Gambar 5.15.
                                                         Siklus hidup tungau merah

                                              Bila daun sudah habis, ulat juga
                                              memakan batang muda dekat sarangnya.
               Gambar 5. 13.
             Larva tungau merah               Pada kondisi demikian serangan hama
2). Ulat Lepidoptera                          sudah mulai menimbulkan kerugian ± 5 –
a). Sylepta sp. (Pyralidae; Lepidoptera)      10% sehingga perlu diwaspadai dan
Penggulung daun nilam dan pemakan             segera mengambil tindakan pencegahan.
daun lainnya. Hama ini meletakkan telur       Penyebaran tidak terlalu cepat dan
di atas permukaan daun. Setelah larva         tergantung pada populasi imago.
menetas warnanya transparan. Setelah
mulai memakan daun warna ulat hijau.
Ulat bergerombol memakan bagian atas
permukaan daun, sehingga bagian daun
yang dimakan kelihatan transparan.
Ketika ulat mulai agak dewasa, ulat
membuat       sarang      dengan      cara
menggulung daun yang agak muda dan
memakan daun dari sarang yang dibuat.
                                                               Gambar 5. 16.
                                              Imago (serangga dewasa) Sylepta sp.




                                                                                     196
                   Gambar 5. 17
              Siklus hidup Sylepta sp.

b). Ulat tritip/ ulat daun (Plutella
xylostella)
Ulat tritip memakan bagian bawah daun
sehingga tinggal epidermis bagian atas
saja. Ulatnya kecil kira-kira 5 mm
berwarna hijau. Jika diganggu akan
menjatuhkan diri dengan menggunakan                           Gambar 5. 19.
benang. Ulat ini cepat sekali kebal                       Siklus hidup Plutela sp.
terhadap satu jenis insektisida.




                                                             Gambar 5. 20.
                                                          Larva Crocidolomia sp
                  Gambar 5.18
                 Imago Plutela sp

c). Ulat krop/ jantung kubis (Crocidolomia
binotalis)
Sering menyerang titik tumbuh sehingga
disebut sebagai ulat jantung kubis.
Ulatnya kecil berwarna hijau lebih besar
dari ulat tritip, jika sudah besar garis-garis
coklat. Jika diganggu agak malas untuk
bergerak. Berbeda dengan ulat tritip yang
telurnya dietakkan secara menyebar, ulat                      Gambar 5.21.
jantung kubis meletakkan telurnya dalam                   Imago Crocidolomia sp.
satu kelompok.
                                                 d). Ulat grayak (Spodoptera litura)
                                                 Sering menyerang secara berkelompok
                                                 dan serangan sangat mendadak.
                                                                                     197
Serangan umumnya terjadi pada malam
hari sehingga disebut ulat gerayak atau
ulat tentara. Ulatnya berwarna hijau lebih
besar dari ulat kubis, jika sudah besar
garis-garis coklat.
Jika diganggu agak malas untuk
bergerak.

                                                             Gambar 5.24.
                                                            Larva Agrotis sp.




               Gambar 5. 22.
            Larva Spodotera sp.                              Gambar 5. 25.
                                                            Imago Agrotis sp.




                                                              Gambar 5.26.
                                                      Gejala serangan lalat diptera.
                Gambar 5.23
         Siklus hidup Spodoptera sp
                                             4) Kepik Hemiptera
                                             Kepik hemiptera adalah perusak polong.
e). Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
                                             Serangga merusak tanaman dengan cara
Ulat berwarna hitam. Gejala kerusakan
                                             mengisap cairan tanaman dengan jarum
yang ditimbulkan ialah terpotongnya
                                             stilet (alat pengisap yang dipunyai
tanaman kubis yang masih kecil.
                                             serangga). Serangga penggerek polong
Pengendalian dapat dilakukan dengan
                                             adalah Etiella zinchenella. Serangga
membongkar tanah secara berhati-hati
                                             pengisap polong adalah Riptortus linearis,
disekitar tanaman yang terpotong.
                                             dan kepik hijau Nezara viridulla.
3) Lalat Diptera
Lalat bibit adalah salah satu hama yang
dapat merusak bibit tanaman. Tanaman
yang umumnya diserang oleh lalat bibit
adalah leguminoceae. Beberapa lalat
bibit yang sering merugikan adalah lalat
kacang (Agromyza phaseoli), penggerek
pucuk kedelai (Agromyza dolichostigma),
penggerek          batang         kedelai
                                                            Gambar 5. 27.
(Melanagromyza sojae).                                Imago kepik Nezara viridula

                                                                                       198
                                       Gambar 5.28.
                                   Siklus hidup N.viridula



5)        Kumbang Coleoptera                        hanya menyebabkan daun dewasa rusak
Kumbang oryctes          adalah Oryctes             seperti terpotong gunting.
rhinoceros. Hama ini menimbulkan gejala
serangan dengan cara kumbang dewasa
masuk ke dalam titik tumbuh dan
memakan bagian yang lunak.          Bila
serangan mengenai titik tumbuh, tanaman
akan mati, tetapi bila makan bakal daun
hanya menyebabkan daun dewasa rusak
seperti terpotong gunting.

a). Kumbang Coleoptera
Kumbang oryctes          adalah Oryctes
rhinoceros. Hama ini menimbulkan gejala
serangan dengan cara kumbang dewasa
masuk ke dalam titik tumbuh dan
memakan bagian yang lunak.          Bila
serangan mengenai titik tumbuh, tanaman
akan mati, tetapi bila makan bakal daun                           Gambar 5.29.
                                                      Hama tanaman kelapa kumbang Oryctes sp


                                                                                           199
                                                tinggi maka tanaman akan menunjukkan
6) Mamalia                                      gejala kerusakan. Gejala ini dapat berupa
Hama yang termasuk mamalia (binatang            perubahan laju pertumbuhan, ukuran
menyusui) adalah babi hutan dan kera.           tanaman, warna daun, ketebalan daun,
Hama ini sangat merusak tanaman kelapa          warna batang, warna buah atau bunga,
sawit. Di beberapa daerah tertentu di           bentuk buah atau bunga dan lain-lain.
Sumatera, gajah sering menyebabkan                   Tanaman sakit adalah suatu kondisi
kerusakan yang serius pada tanaman              tanaman yang tidak wajar, sehingga
kelapa sawit muda. Selain itu juga tikus        proses kehidupan (metabolisme) tanaman
(rodentia) merupakan hama yang                  terganggu,      yang    pada      akhirnya
merusak (memakan) buah kelapa sawit             menimbulkan keruganian bagi petani.
yang sudah tua.                                 Penye-bab penyakit dapat disebarkan dari
                                                tanaman yang sakit atau dari bagian
                                                tanaman yang sakit tersebut ke tanaman
                                                sehat. Penyakit yang sering menginfeksi
                                                tanaman dapat berupa jamur, bakteri,
                                                virus dan fitoplasma. Penyebab penyakit
                                                atau patogen tersebut menyebabkan
                                                adanya gejala kerusakan pada bagian-
                                                bagian tanaman seperti pada akar,
                                                batang, daun, buah, bunga dan biji.
                                                Gejala serangan patogen tersebut
                                                dinamakan penyakit.
                                                     Gejala penyakit pada tanaman
                                                dikelompokkan sebagai berikut : Kerdil
                                                (pertumbuhan tanaman yang lamban
                                                secara menyeluruh); klorosis (perubahan
                                                jaringan tanaman dari hijau menjadi
                                                kekuningan); nekrosis (kematian jaringan
                                                tanaman/bercak         daun);         layu
                                                (terganggunya aliran air di dalam
                                                pembuluh          tanaman);        kanker
                                                (pertumbuhan bagian tanaman yang tidak
                                                wajar).
                    Gambar 5.30.                     Patogen tanaman dapat berupa
     Siklus hidup kumbang hama kepala Oryctes
                     rhinoceros                 jamur yaitu organisme yang umumnya
                                                berbentuk benang, dapat menghasilkan
b.   Penyakit tumbuhan                          spora. Intinya jelas dan dapat dilihat di
     Penyakit tanaman dikelompokkan             bawah mikroskop dengan pembesaran
menjadi dua. Yang pertama adalah                lensa 100-400 kali. Sedangkan bakteri
penyakit non infeksius dan yang ke dua          adalah mikro-organisme yang lebih kecil
adalah penyakit infeksius. Sejak benih          dari jamur, mempunyai sel tunggal atau
ditanam, fase vegetatif dan fase generatif      berkoloni, berbentuk seperti batang, koma
tanaman, semua kebutuhan hara                   atau rantai.
tanaman harus dicukupi. Jika tanaman                 Patogen yang lain adalah bakteri
mengalami kekurangan hara atau                  yaitu mikroba yang dapat dilihat dengan
kelebihan salah satu unsur hara atau pH         pembesaran 100-1600 kali dan harus
media tumbuh terlalu rendah atau terlalu        menggunakan minyak emersi.

                                                                                     200
                                              Media tumbuh tanam yang tiba-tiba
     Virus adalah mikroba yang hanya          mendapatkan suply air, aku-mulasi garam
mempunyai suatu selubung protein              pada daerah per-akaran merupakan
dengan asam nukleat yang dapat mempe-         gejala-gejala yang umum.          Usaha
ngaruhi kerja DNA sehingga proses             menghidar dari hal tersebut di atas akan
kehidupan tanaman terganggu.                  menimbulkan busuk buah.
     MLO     adalah    patogen      yang
merupakan peralihan dari virus ke bakteri.
Bentuk virus dan MLO hanya dapat dilihat
dengan      menggunakan       mikro-skop
elektron (pembesaran > 1 juta kali).
Patogen-patogen      tersebut      dapat
menyerang tanaman pada fase vegetatif
dan fase generatif.

1). Penyakit Non Infeksius
Faktor lingkungan yang tiba-tiba
beruabah, suply nutrisi yang tidak cocok,                      Gambar 5. 31
                                                    Gejala serangan penyakit pecah buah.
atau irigasi akan menyebabkan gejala
kerusakan fisiologi pada tanaman.
Beberapa tanaman budidaya lebih sensitif      (b). Penyakit Pecah Buah konsentris
tehadap perubahan-perubahan tersebut di           Belahan konsentris meling-kar yang
atas dibandingakn dengan varietas             terdapat pada seluruh permukaan buah
lainnya.                                      atau muncul dari tangkai buah biasanya
                                              disebabkan oleh tingginya suhu hari,
    Faktor lingkungan yang dapat              besarnya perbedaa suhu antara sian dan
menyebabkan kerusakan pada tanaman            malam dan perubahan tiba-tiba pada
antara lain:                                  siang dan suhu malan media
     Suhu ekstrim, kekurangan atau           pertumbuhan telah menjadi topik bagi
         kelebihan air.                       penelitian
     Kerusakan         atau     kelebihan
         cahaya.
     Kekurangan oksigen.
     Polusi udara.
     Defisiensi nutrisi.
     Keracunan mineral.
     Keasaman atau kebasaan tanah.
     Keracunan pestisida.
     Praktek penanaman yang salah                             Gambar 5.32.
                                                       Gejala penyakit buah konsentris
         dan lain sebagainya yang
         menyebabkan         pertumbuhan
                                              (c). Penyakit Belah Cekung
         tanaman tidak normal
                                              Belah yang umumnya keluar dari
                                              permukaan buah mulai dari bahu buah
(a). Penyakit Pecah Buah
                                              adalah akibat terdapatnya perbedaan
Pada permukaan bawah buah tomat
                                              tang nencocok antara mahasiswa.
,gejala terbakar, dan akibat akhirnya akan
                                              Perubahan suhu yang peralahan lahan
menimbulkan gejala bercak            kering
melingkar (Gambar ). Defisiensi calsium.

                                                                                           201
dimulai dari adanya ventilasi mencegah      kebersihan      ling-kungannya,   dan
terjadinya kejadian ini.                    mengadopsi praktek-praktek budidaya
                                            yang tepat seperti keseimbangan hara
                                            dapat mempertahankan tanaman tetap
                                            sehat. Kerusakan akibat hama dan
                                            penyakit akan berkurang. Selain itu
                                            dianjurkan agar memulai penanaman
                                            dengan menggunakan bibit yang sehat.
                                            Dengan strategi adopsi pengelolaan
                                            hama terpadu (PHT) untuk tanaman
                                            sangat di-anjurkan di sini. Jika perlu
                                            guna-kan bahan kimia yang direkomen-
                                            dasi untuk mengendalikan serangga
                 Gambar 5.33.               hama atau beberapa penyakit dan selalu
         Gejala penyakit nekrosa buah       mengikuti aplikasinya secara ketat
                                            sebelum proses panennya.
(d). Penyakit Keriting Buah
      Keriting buah merupakan keru-sakan    (e).    Kerusakan tanaman akibat ketidak
fisiologis yang sangat meru-gikan           seuaian hara
mentimun. Buah muda menjadi seperti               Semua hara penting diberikan. Jika
kurva       dan    dimulai   pada    saat   larutan tanaman mengalami kekurangan
perkembangan bunga stadia awal dan          hara atau kelebihan salah satu komponen
mungkin dise-babkan oleh perubahan          haranya atau pH dan daya hantar
suhu yang mendadak, kelembaban media        listriknya melebihi daya toleransi
pertumbuhan yang kurang cocok,              tanaman.       Maka      tanaman    akan
kekurangan nutrisi, kebanyakan jumlah       menampak-kan gejala kerusakan. Gejala
buah dan diserang hama. Bakal buah          ini meliputi perubahan pada laju
yang tidak produktif sebaiknya dipangkas.   pertumbuhan, ukuran tanaman, bentuk
                                            daun dan warna daun, ketebalan daun,
                                            warna batang, jarang antar cabang,
                                            karakteristik akar dan lain-lain.
                                            Selanjutnya, karakteristik buah akan
                                            berubah juga. Walaupun gejala luar ini
                                            akan beragam berdasarkan tanaman
                                            dan varietasnya, beberapa gejala umum
                                            dapat digambarkan dalam tabel gambar
                                            berikut ini.

                                            2). Penyakit infeksius
                                                Penyakit tanaman pada umumnya
                                            disebabkan oleh bibit penyakit (patogen).
               Gambar 5.34. .               Patogen yang sering menyerang tanaman
         Gejala penyakit keriting buah.     budidaya adalah jamur (fungi), virus,
                                            bakteri, dan nematoda. Manusia sebagai
    Identifikasi keberadaan penyakit        penyebab       meningkatnya      penyakit
secara dini terhadap tanaman hidroponik     tumbuhan dapat dibuktikan dengan
dapat      mengendalikan    permasalah      banyak penyakit tumbuhan yang
penyakitnya. Dengan mempertahankan          berkembang sebagai akibat dari

                                                                                202
kemajuan       ilmu     pertanian     yang   terhadap penyakit banyak ditemui dan
dikembangkan oleh manusia. Penanaman         telah berjalan sejak manusia mulai
satu kultivar dalam areal yang luas,         mengenal bercocok tanam. Orang
penanaman yang terus menerus karena          akan cenderung menanam varietas
ditunjang irigasi, penanaman kultivar yang   yang enak untuk dikonsumsi walaupun
berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap
                                             banyak hama dan penyakitnya,
penyakit, pemasukan tanaman baru dari
daerah atau negara lain adalah contoh-       dibandingkan memilih tanaman yang
contoh penyebab meningkatnya penyakit        tidak begitu enak tetapi tidak
tumbuhan.                                    berpenyakitan.    Tetapi     teknologi
     Penanaman satu kultivar dalam areal     pengendalian menggunakan fungisida
yang luas, merupakan salah satu              tetap lebih mudah diaplikasikan dalam
penyebab        meningkatnya      penyakit   jangka pendek. Dengan pola yang
tumbuhan. Penanaman satu macam               demikian itu tanpa disadari telah
kultivar dalam areal yang luas               meyebabkan banyaknya plasma
menyebabkan tersedianya makanan              nutfah yang hilang, sehingga akan
dengan tingkat kerentanan yang sama          menyebabkan sulitnya mencari sumber
dalam jumlah berlimpah bagi patogen, hal     gen katahanan untuk tujuan pemuliaan.
demikian tersebut tidak mungkin              Akibat dalam jangka panjang adalah
ditemukan pada hutan alami yang belum        sulitnya pengendalian penyakit bila telah
disentuh teknologi. Adanya satu macam        timbul resistensi patogen terhadap
kultivar tanaman menyebabkan patogen         pestisida.
tidak punya pilihan lain selain harus             Pemasukan tanaman baru dari
memamfaatkannya sebagai makan.               daerah atau negara lain dengan tidak
Bahkan apabila kultivar tersebut             sengaja        akan        menyebabkan
merupakan tanaman tahan terhadap             meningkatnya penyakit tumbuhan karena
penyakit tertentu, maka patogen              dua alasan. Alasan pertama yaitu ada
kemungkinan besar akan menyesuaikan          kemungkinan penyakit akan terikut
diri dengan jalan adaptasi atau              sedangkan musuh alaminya tertinggal.
mekanisme lainnya agar dapat bertahan        Hal ini akan menyebabkan penyakit
hidup. Sekali patogen dapat dapat            berkembang pesat tanpa dihambat oleh
menyesuaikan diri, maka keturunannya         musuh alami seperti ditempat asalnya.
akan dapat berkembang dengan pesat           Alasan yang kedua yaitu bahwa ada
pada kultivar tersebut.                      kemungkinan di tempat baru-nya,
     Penanaman yang terus-menerus            tanaman ternyata rentan terhadap
karena meningkatnya irigasi, juga            patogen yang telah ada lebih dahulu
merupakan penyebab meningkatnya              sehingga akan memicu peningkatan
penyakit tumbuhan. Adanya penanaman          populasi patogen tersebut. Peningkatan
terus menerus, maka sepanjang musim          populasi patogen pada giliran berikutnya
akan selalu tersedia makanan bagi            akan menyebabkan gampang patahnya
patogen, sehingga patogen akan               ketahanan tanaman varietas lain yang
berkembang dengan pesat. Hal yang            saebelumnya tahan.
sama juga terjadi bila dalam suatu                Patogen     akan      menyebabkan
hamparan tertentu dilakukan penanaman        timbulnya penyakit dengan cara sebagai
satu jenis tanaman dengan tidak              berikut. Patogen menyebabkan penyakit
serentak.                                    pada tumbuhan dengan cara :
    Penanaman     kultivar           yang     Mengkonsumsi kandungan sel inang
berproduksi tinggi tetapi          rentan         atau mengabsorbsi makanan dari

                                                                                 203
    tanaman inang secara terus menerus      satu juta lainnya mengungsi ke Amerika
    sehingga melemahkan tanaman             pada tahun 1845-1846. Penyakit ini
    inang.                                  berjangkit pada tanaman kentang di Jawa
   Membunuh sel atau merusak               pada tahun 1935. Sampai saat ini pun
    aktivitas metabolisme sel inang         penyakit ini merupakan penyebab
    karena sekresi patogen berupa           kerugian yang terpenting pada tanaman
    enzim, toksin dan zat tumbuh; dan       kentang di dunia, termasuk di Indonesia.
   Mengganggu transportasi makanan,        Penyebab penyakit ini adalah jamur
    nutrisi mineral dan air pada jaringan   Phytophtrhora infestans. Patogen ini
    pembuluh inang                          menyerang daun, batang, akar dan umbi
                                            menyebabkan gejala hawar.
     Beberapa penyakit penting yang
disebabkan oleh virus adalah penyakit       (2). Karat daun kopi
keriting pada cabai merah, paprika, cabai        Penyakit ini merupakan penyakit
rawit. Penyakit mozaik pada tembakau        paling penting pada tanaman kopi Arabika
(TMV: Tobaco Mozaic Virus) dan CMV          di dunia. Di Sri Langka hanya dalam
(cucumber Mozaic Virus). Virus adalah       waktu 14 tahun saja (1870-1884) penyakit
organisme parasit obligat (organisme        ini       memusnahkan         perkebunan-
yang selalu menggantungkan hidupnya         perkebunan kopi sehingga sejak saat itu
pada tanaman yang diserang).                Sri Langka beralih dari negara penghasil
     Tanaman budidaya sering diserang       kopi menjadi penghasil teh sampai
oleh fungi. Fungi adalah organisme          sekarang. Peralihan ini menyebabkan
prokariotik (organisme yang tidak           beralihnya pula kebiasaan orang Eropa
mempunyai inti sel sejati). Fungi dapat     dari peminum kopi menjadi peminum teh
menyerang semua organ tanaman mulai         karena Sri Langka saat itu merupakan
dari akar, daun, batang, bunga dan buah.    pemasok kopi terbesar ke Eropa. Sampai
Beberapa fungi yang dapat menyebabkab       saat ini, karat merupakan ancaman
penyakit dan sangat merugikan tanaman       terbesar bagi produksi kopi Amerika
adalah fungi penyebab penyakit layu,        Selatan. Di Indonesia, penyakit ini pada
fungi penyebab penyakit busuk buah,         tahun      1876    telah    menyebabkan
fungi penyebab busuk daun dan fungi         musnahnya kopi yang dibudidayakan saat
penyebab kanker tanaman.                    itu, yaitu kopi Arabika, sehingga kopi ini
     Contoh fungi yang menyerang akar       sekarang hanya tinggal di daratan tinggi
diantaranya adalah Fusarium sp. dan         saja.
Phytoptora sp. Fungi yang menerang
daun adalah Cercospora sp dan
Helmintosporium sp.         Fungi yang
menyerang bunga dan buah adalah
Colletotrichum sp. Berikut ini beberapa
contoh gejala serangan patogen pada
tanaman.

a). Penyakit yang disebabkan oleh fungi
(1). Hawar Daun (Late Blight) pada
Kentang                                                     Gambar 5.35.
                                                      Penyakit layu pada tembakau
       Di Eropa, hawar daun pada
kentang telah menyebabkan ratusan ribu
rakyat Irlandia mati kelaparan da sekitar

                                                                                    204
                                                  desa ke kota dalam upaya mencari kerja
                                                  untuk membeli beras yang harganya
                                                  sangat tinggi dan telah menyebabkan
                                                  sekitar dua juta orang meninggal dunia.
                                                  Sampai beberapa tahun yang lalu bercak
                                                  coklat masih tergolong penyakit penting
                                                  pada tanaman padi di Indonesia.
                                                  Penyebab penyakit ini adalah jamur
                                                  Helminthosporium       oryzae      yang
                                                  menyerang daun, batang dan bulir padi.
                  Gambar 5. 36.
    sketsa Fusarium sp. (patogen penyakit layu)   (4). Hawar Daun Jagung
                                                        Penyakit hawar daun jagung
                                                  (Southern Corn Leaf Blight) yang
                                                  disebabkan oleh jamur Bipolaris maydis
                                                  (Helminthosporium maydis) sampai saat
                                                  ini terdapat di berbagai tempat di seluruh
                                                  dunia terutama di daerah-daerah hangat
                                                  dan lembab, termasuk Indonesia. Ras 0
                                                  merupakan ras yang umum dari patogen
                                                  ini, sedangkan ras T diketahui pernah
                                                  menyebabkan kerugian sekitar satu milyar
                 Gambar 5. 37.                    USD di Amerika Serikat pada tahun 1970.
          Foto mikroskopis Fusarium sp.           Ras T biasanya hanya diketahui ada pada
                                                  tanaman jagung          hibrida dengan
     Di daerah yang ketinggian kurang             sitoplasma jantan mandul jagung Texas.
dari 1000 m ditanam kopi Robusta yang             Ras T ini dapat menyerang semua bagian
tahan terhadap penyakit karat daun.               tanaman jagung.
Penyakit ini disebabkan oleh jamur
Hemileia vastatrix yang menyerang daun-           (5). Penyakit rebah kecambah
daun kopi. Antara tahun 1896 sampai               Penyakit rebah kecambah disebabkan
1900 produksi kopi Indonesia merosot              oleh sekumpulan fungi atau satu jenis
menjadi 25% dari semula.                          fungi yang menyerang bibit tanaman
     Perhatian pemerintah terhadap                secara mandiri atau pun bersama-sama.
penyakit karat pada kopi meningkat sejak          Patogen penyakit rebah kecambah
tahun 1980-an dengan berusaha untuk               diantaranya adalah Pythium, Rhizoctonia,
meningkatkan produksi kopi Arabika.               Fusarium, and Phomopsis.          Gejala
Karena sampai tahun tersebut, kopi                penyakit yang muncul pada bibit tanaman
arabika hanya 5% dan ditanam di                   atau tanaman muda         relatif sama.
pegunungan, antar lain Dataran Tinggi             Penyakit ini sering muncul sejak benih
Ijen, Jawa Timur, sedangkan selebihnya            tumbuh di lapangan, karena ada
hampir seluruhnya adalah kopi Robusta.            kemungkinan patogen terbawa melalui
                                                  benih atau bertahan pada bahan organik
                                                  yang digunakan sebagai pupuk. Patogen
(3). Bercak Daun Helminthosporium pada            dapat menyerang sejak benih mulai
Tanaman Padi                                      berkecambah,        pada saat masih
     Di India pada tahun 1942, penyakit ini       berkecambah, atau pada waktu umur bibit
menyebabkan migrasi besar-besaran dari            masih sangat muda, tergantung jenis

                                                                                       205
patogen yang menyerang. Pada tingkat
serangan yang menengah, penyakit ini
akan menurunkan produksi. Penggunaan
unsur hara untuk mengembalikan vigor
tanaman ataupun untuk membantu
ketahanan tanaman terhadap penyakit
tidak akan berfungsi dengan baik dan
penyakit ini pun tidak dapat dikendalikan
dengan pestisida.



                                                                    Gambar 5. 40
                                                          Gejala serangan pada bagian akar.

                                                  (6). Penyakit busuk lunak seludang daun
                                                  Penyakit busuk lunak pada seludang
                                                  daun     disebabkan    oleh    patogen
                                                  Rhizoctonia solani.       Penyakit ini
                                                  merupakan penyakit penting pada
                                                  tanaman padi. Gejala penyakit pada
                                                  umumnya timbul pada bagian tanaman
                                                  yang dekat dengan air, organ tanaman
                                                  yang terserang biasanya daun padi
                                                  bagian bawah.      Pada kondisi yang
                                                  lembab (95%)dan hangat, penyakit ini
                                                  akan menyebar dengan cepat.
                   Gambar 5.38.
  Gejala penyakit rebah kecambah pada tanaman
                   kedelai muda




                                                                     Gambar 5. 41.
                                                   Gejala penyakit bercah basah (blight) pada tanaman
                                                                          padi.
                   Gambar 5. 38
 Gejala penyakit rebah kecambah yang disebabkan   (7). Penyakit bercak coklat cercospora
          Phytophthora pada kecambah              Penyakit bercak coklat disebabkan oleh
                                                  Cercospora janseana. Dari tahun ke
                                                  tahun penyakit berkembang terus
                                                  sehingga menjadi penyakit penting pada
                                                  tanaman padi. Patogen pada umumnya
                                                  menyerang tanaman pada saat tanaman
                                                  menjelang dewasa dan mengakibatkan
                                                                                                206
kematangan biji padi lebih cepat                     b). Penyakit tanaman yang disebabkan
dibandingkan dengan kondisi normal.                  oleh bakteri
Bercak pada daun berukuran 0.2 sampai                Kurang lebih terdapat 200 species dari
1.5 cm. Pada tingkat serangan yang                   bakteri penyebab penyakit tanaman yang
tinggi, dapat mengakibatkan daun padi                telah      dideskripsikan.      Kebanyakan
mati. Varietas padi yang genjah dapat                tanaman yang diserang merupakan
terhindar dari serangan patogen.                     tanaman yang tidak penting (minor).
                                                     Bakteri parasit tersebut berbentuk batang,
                                                     sebagian besar bisa bergerak (motile)
                                                     dengan bulu getar (flagella) yang ada di
                                                     ujung-ujung sel (polar) maupun yang ada
                                                     di sisi dan di ujung sel (Peritrichous), dan
                                                     bersifat tidak membentuk spora. Sel
                                                     bakteri berukuran 1,5 sampai 3 mikron
                                                     (panjang) dan tampak kecil meskipun di
                                                     bawah mikroskop dengan perbesaran
                                                     1.000 X dalam minyak imersi. Mereka
                   Gambar 5. 42.
                                                     tumbuh dengan segera dalam medium
  Gejala penyakit bercak crcospora pada daun padi.   PDA (Potato Dextrose Agar) dengan
                                                     membentuk koloni bulat berwarna putih,
(8). Penyakit bercak Pyricularia                     kuning kecoklatan, atau kuning.
Penyakit ini sering menyerang tanaman
padi. Patogen penyebab penyakit ini
adalah Pyricularia grisea. Pada varietas
tertentu penyakit ini dapat menggagalkan
panen.      Patogen menyerang daun,
panikel dan daun bendera.         Bagian
tengah bercak biasanya berwarna abu-
abu sedangkan sekeliling bercak
berwarna coklat atao coklat kemerahan.
Ukuran bercak sangat bervariasi.
                                                                        Gambar 5. 44.
                                                       Foto mikroskopis satu sel bakteri yang mempunyai
                                                                           flagella.

                                                          Bakteri penyebab penyakit pada
                                                     tanaman terdiri dari 6 genera :
                                                     Agrobakterium: Batang pendek, motile,
                                                     flagella    peritrichous,  menyebabkan
                                                     hypertrophies (pertumbuhan abnormal
                                                     karena pertambahan besar sel-sel yang
                                                     sangat cepat) dan benjolan-benjolan (gall)
             Gambar 5. 43.                           pada akar atau batang tanaman.
Gejala penyakit bercak piricularia.                  Corynebakterium: Batang ramping, non
                                                     motile (kecuali C. Flaccumfaciens dan C.
                                                     Poinsettiae); menyebabkan berbagai
                                                     gejala, kebanyakan gejala layu. Erwinia:
                                                     Bentuk batang, motile (peritrichous),
                                                     menyebabkan kematian jaringan yang
                                                                                                   207
bersifat kering, benjolan-benjolan, layu,      jaringan luar benjolan yang masih muda
dan busuk basah. Pseudomonas: Bentuk           dan tumbuh aktif, lalu ditularkan pada
batang, motile dan flagella ujung (polar).     tanaman tomat atau Kalanchoe untuk
Bila dibiakkan akan membentuk koloni           menguji pathogenicitynya. Biasanya
dengan pigmen berwarna kehijau-hijauan         benjolan akan timbul setelah 1 atau 2
yang dapat larut dalam air. Menyebabkan        minggu dari jaringan yang ditulari itu.
bercak-bercak daun berukuran kecil             Bakteri penyebab benjolan yang lain
(spots)     maupun      besar     (blights).   adalah yang menyerang tanaman “Olive”,
Xanthomona:         Batang kecil, motile,      “Oleander”, “Ash”, pohon buah-buahan
flagella satu di ujung. Koloni berlendir       “nuts”, dan pohon-pohon hutan.
berwarna kuning. Menyebabkan kematian
jaringan (necrosis) berupa bercak-bercak            Agrobacterium tumefaciens : Crown
kecil (spots) dan besar (blights) pada         Gall, Benjolan pada akar, batang, atau
daun.       Streptomyces: Myceliumnya          dahan-dahan. Agrobakterium rhizogenes
sangat halus ( 2/3 mikron), dan benang-        : Akar “Berambut” (Hairy Roots) :
benang filaments berbentuk spiral              Pertumbuhan berlebihan secara abnormal
membentuk segmen-segmen pada spora             dari akar-akar, baik yang menghasilkan
berbentuk tabung (cylinder) yang               benjolan (gall tissue) maupun tidak.
berukuran seperti bakteri (1 sampai 2          Agrobakterium      rubi   :     Benjolan
mikron).                                       batang/dahan (Cane Gall) : Benjolan-
     Dalam banyak hal maka identifikasi        benjolan pada batang/dahan yang sedang
dapat dilakukan berdasar gejala-gejala         berbuah dari tanaman “Blackberry” dan
yang terdapat pada tanaman. Limapuluh-         “Raspberry”. Pseudomonas savastanoi :
lima jenis bakteri yang penting dan sering     Benjolan Pohon “Olive” (Olive Knot) :
terdapat telah digolongkan menjadi 8           Benjolan-benjolan pada akar dari pohon
kelas berdasar gejala-gejala utama yang        “Olive” dan “Ash”, juga pada ranting-
ditimbulkannya pada tanaman inang.             ranting pohon “Olive”. Corynebakterium
Penggolongan tersebut disajikan di             fasciens : Penyebab Fasciation. Benjolan-
bawah ini.                                     benjolan pada dahan tanaman kapri,
                                               Crysanthemum, dan tanaman-tanaman
(1). Gejala utama benjolan (galls)             bunga lainnya.
     Galls atau Fasciations adalah
pertumbuhan abnormal yang disebabkan           Xanthomas beticola : kantong Bakteri
oleh peningkatan jumlah sel secara cepat,      (Bakteril Pocket) : Menyebabkan
disusul penyatuan/fusi sel-sel tersebut,       benjolan-benjolan dengan kantong-
bentuknya menjadi pipih dan terjadi pada       kantong bakteri pada leher akar dan akar-
organ tanaman seperti batang, dahan,           akar tanaman gula bit. Benjolan bakteri
dan sebagainya.                                sering terdapat pada leher akar tanaman
     Hanya terdapat beberapa jenis             berkayu yang disebabkan oleh beberapa
bakteri yang menstimulir tanaman inang         jenis bakteri. Contoh klasik dari gejala
untuk membentuk benjolan (galls),              penyakit ini adalah apa yang disebut
biasanya pada pangkal batang, leher            Crown Gall dari tanaman buah-buahan
akar, atau pada akar. Contoh yang klasik       golongan “pome” dan “stone” fruits. Di
seperti yang telah dikemukakan adalah          samping itu Crown Gall juga menyerang
Crown Gall pada golongan tanaman               kira-kira 20 jenis tanaman berkayu
budah-buahan “pome” dan “stone” Fruits,        lainnya, termasuk beberapa golongan
serta pada kira-kira 200 tanaman berkayu       tanaman hias. Anda dapat membuat
lainnya. Bakteri dapat dibiakkan dari          biakan bakteri dengan mengambil

                                                                                   208
jaringan bagian luar dari benjolan yang        Busuk-melingkar pada kentang (Bakteril
masih muda dan sedang tumbuh. Biakan           ring-rot of potato). Sangat merugikan di
murni bakteri tersebut lalu diuji sifat        lapangan dan di tempat penyimpanan.
patogenesitasnya dengan menularkannya          Gejala-gejala baru muncul pada saat
kepada tanaman tomat (batangnya) atau          kentang menjelang masak, yaitu terlihat
bagian yang sukulen (tanaman yang              cabang/batang tanaman menjadi layu
mengandung banyak air). Kedua macam            atau         tumbuhnya           seolah-olah
tanaman ini akan cepat menumbuhkan             terhambat/kerdil      (stunted).    Pangkal
benjolan bila diserang oleh bakterium ini.     batang menunjukkan gejala busuk basah.
Contoh-contoh benjolan bakteri yang lain       Suatu ciri khas dari penyakit ini adalah :
adalah penyakit benjolan bakteri pada          bila batang dipotong, lalu dipijit, maka
tanaman “Olive”, Oleander, “Ash”, dan          keluarlah cairan (exudates) yang
pohon-pohon hutan.                             berwarna kuning-kecoklatan (cream).
                                               Infeksi pada umbi mula-mula tidak
(2). Layu Bakteri                              tampak, tetapi kemudian di dalam gudang
Tanaman menjadi layu oleh karena               penyimpanan gejala-gejala khas penyakit
serangan      Bakteri   pada     jaringan      ini mulai kelihatan. Seakan-akan bagaikan
pembuluh. Jenis-jenis bakteri ini              sebuah cincin yang melingkar di dalam
mempunyai pengkhususan (specialisasi)          jaringan umbi yang berwarna kuning
dalam kelompok-kelompok tanaman                kecoklatan, lalu berubah menjadi coklat
inang yang diserangnya, misalnya jenis         muda. Selanjutnya lingkaran tersebut
bakterium yang menyerang golongan              makin jelas berubah menjadi busuk
tanaman semangka dan sebangsanya,              (seperti “keju”) tanpa bau. Kemudian
tomat, kentang, buncis, jagung, dan lain-      setelah adanya serangan mikro-
lain. Ada pula jenis-jenis bakteri yang        organisme sekunder barulah timbul bau
mula-mula menyerang jaringan pembuluh          yang kurang sedap, yang terutama
tanaman, tetapi kemudian menyebabkan           disebabkan oleh E. Carotovora
busuk-jaringan        pada       jaringan
disekelilingnya.                               Corynebakterium flaccumfaciens :
                                               Layu bakteri dari Kacang buncis.
Bakteri ada juga yang menyebabkan              Menyebabkan tanaman menjadi layu
penyakit dengan gejala perlendiran-            pada segala tahapan umur. Biasanya
Bakteri atau Kebasahan pada kayu               bakteri sudah ada pada (atau di dalam)
(Bakteril Slime-Flux or Wetwood) pada          biji. Seringkali tanaman juga menjadi
pohon Elm dan pohon-pohon lain.                kerdil.
Penyebab penyakit adalah Erwinia nimi-
pressuralis        yang        menimbulkan     Corynebakterium michiganense :
terbentuknya cairan di jaringan kayu           Layu bakteri pada Tomat. Bibit tanaman
(heart-wood) dengan tekanan, sehingga          tomat menjadi kerdil. Daun-daun bawah
cairan tersebut meleleh keluar ke bagian       tepinya menjadi layu dan mengering.
bawah dari batang. Cairan yang menjadi         Bintik-bintik kecil bagaikan “mata-burung”
seperti lendir (flux) ini kemudian diuraikan   terdapat pada buah.
oleh Bakteri lain dan Ragi sehingga
menimbulkan          bau     yang      tidak   Pseudomonas caryophylli :
sedap/merangsang.                              Layu bakteri pada Bunga            Anyelir.
                                               Menyerang tanaman-tanaman           Anyelir
Corynebacterium sepedonicum :                  dalam Rumah-Kaca. Tanaman          menjadi
                                               layu dan mengering, serta          akarnya

                                                                                      209
membusuk.      Mula-mula     daun-daun      Menyebabkan tanaman mati atau daun-
menjadi hijau-keabu-abuan, lalu menjadi     daunnya gugur
kuning dan mati. Terdapat garis-garis
kuning pada jaringan pembuluh dari          Xanthomonas incanae :
batang.                                     Bercak-bercak bakteri pada tanaman
                                            “Stock” (Tanaman hias Matthiola). Pada
Ralstonia solanacearum:                     tanaman muda/bibit menyebabkan layu
Penyebab penyakit layu pada banyak          serentak, boleh jadi terus mati. Pada
jenis sayur-mayur dan tanaman hias.         tanaman dewasa terjadi bercak-bercak
Gejala utama : Kerdil atau layu serentak,   hitam pada batang, seluruh jaringan
jaringan-jaringan pembuluh berwarna         pembuluh berubah warnanya.
coklat dan tampak garis-garis coklat pada
irisan batang membujur. Kadang-kadang       Xanthomonas stewartii :
terjadi busuk-lunak berwarna coklat pada    Layu bakteri pada tanaman Jagung.
batang dari tanaman tomat dan kentang,      Tanaman menjadi kerdil, buku-buku
juga umbi kentang menjadi busuk             menjadi coklat, pada daun-daun terjadi
berwarna coklat melingkar.                  baris-baris (streaks) berwarna hijau-pucat
                                            yang panjang. Terdapat lendir berwarna
Corynebakterium insidiosum :                kuning pada jaringan pembuluh.
Layu bakteri pada Alfalfa. Menyebabkan
kerdil dan penguningan warna bagian
atas tanaman ; jika kulit akar tunggang
dikelupas, maka akan tampak garis-garis
coklat tingkat awal pada jaringan kayu,
yang selanjutnya meningkat menjadi
bercak-bercak meluas berwarna kuning-
coklat pada seluruh jaringan kayu.

Erwinia tracheiphilla :
Layu       bakteri      pada     golongan
Cucurbitaceae. Penyakit pada jaringan
pembuluh (melalui luka) yang disebarkan
oleh bangsa kumbang dari golongan
Cucurbit ini. Menyebabkan layu serentak
dan kematian pada batnag/cabang                               Gambar 5.45.
                                              Foto mikroskopis bakteri penyebab penyakit layu
penjalar (Tidak terjadi pada semangka).

Xanthomonas campestris :
Busuk-hitam dari golongan Cruciferae.
Bakteri memasuki jaringan tanaman
melalui pori-pori air atau luka, kemudian
menyebar melalui jaringan pembuluh.
Irisan melintan akan menunjukkan
lingkaran hitam pada pembuluh. Irisan
melintang dari petiole (tangkai daun)
menunjukkan jaringan Xylem yang seperti
                                                             Gambar 5. 46.
tersumbat serta berwarna hitam.              Pseudomonas sp. Pada media agar, hasil isolasi dari
                                                          tanaman yang sakit


                                                                                           210
                                                         maupun       terus-menerus.        Bakteri
                                                         menimbulkan tekanan (gas) pada cairan
                                                         yang beredar dalam tanaman. Bau- busuk
                                                         timbul pada lendir setelah diuraikan oleh
                                                         micro-organisme sekunder.

                                                         (4). Gejala utama : busuk lunak/basah
                                                         Gejala penyakit ini kiranya cukup
                                                         dideskripsikan sebagai berikut : Type
                                                         penyakit yang disebabkan oleh serangan
                                                         bakteri pada zat perekat antara sel-sel
                                                         jaringan tanaman, sehingga zat perekat
                                                         terebut mencair dan akibatnya jaringan
                  Gambar 5.47.                           lalu rusak menjadi semacam lendir.
Gejala serangan bakteri layu pada batang tomat (irisan   Berdasar type klasik bakterium Erwinia
                    membujur)
                                                         carotovora (penyebab busuk basah yang
                                                         umum), maka kita dapat pula mengetahui
(3). Gejala utama : mengeluarkan lendir                  cara untuk melakukan tindakan-tindakan
(slime flux)                                             kontrol yang cocok guna mengatasi
Seperti yang telah diuraikan di muka,                    penyakit-penyakit busuk basah lainnya.
bakteri juga ada yang menyebabkan                        Busuk basah terjadi terutama pada
penyakit yang mengeluarkan lendir terus                  sayuran yang banyak mengandung air.
menerus seperti yang terdapat pada                       Rhizome dari tanaman Iris, Cactus yang
pohon Elm dan pohon-pohon lain.                          besar ukurannya, dan tanaman-tanaman
Penyebabnya adalah Erwinia nimi-                         lainnya. Penyebabnya belum tentu E.
pressuralis yang merupakan suatu jenis                   carotovora, tetapi gejala menyeluruhnya
bakterium penghasil gas. Jaringan kayu                   (Syndrome) adalah asma.
(heart-wood) yang terserang membentuk
zat cair yang karena ada tekanan (gas)                   Erwinia carotovora :
lalu keluar ke permukaan batang dan                      Busuk basah dari sayuran. Terjadi di
mengalir ke bagian bawah. Kemudian                       lapangan, di tempat penyimpanan, transit
cairan itu menjadi mangsa bakteri                        pada sayuran maupun tanaman hias,
pembusuk yang lain dan jenis-jenis                       misalnya tanaman hias-daun. Infeksi
cendawan ragi, sehingga terjadi                          melalui luka, cepat menjalar dan menjadi
penguraian yang menimbulkan bau tidak                    busuk dengan abu tak sedap. Enzyme-
sedap dan merangsang. Patut dicatat,                     enzyme yang dihasilkan oleh bakteri
bahwa organisme sekunder tersebut                        menghancurkan zat perekat antara sel-sel
bukan penyebab penyakit.                                 jaringan tanaman, sehingga menimbulkan
                                                         busuk jaringan yang basah dan berlendir.
Erwinia nimipressuralis :
Perlendiran Bakteri atau Kebasahan pada                  Pengujian cepat :
Kayu (Slime Flux or Wetwood).                            Pada medium Na-polypectate yang baru
Menyerang pohon Elm, mulberry, maple,                    dituang ke dalam cawan Petri diberikan
oak, poplar, dan willow. Jaringan kayu                   (inoculasi) organisme tersebut dengan
dan pohon-pohon itu menjadi berwarna                     menyapukannya. E. Carotovora akan
gelap dengan sifat seperti bekas                         merubah medium emnjadi cair dalam
terendam air, dari luka-luka maupun                      waktu 24 sampai 48 jam.
celah-celah    yang       ada    keluarlah
cairan/lendir   secara      terputus-putus
                                                                                              211
Erwinia aroideae :                         agar anda dapat memberikan anjuran
Busuk lunak dari Calia. Juga               tindakan kontrol. Kecuali dalam hal
menyebabkan busuk basah pada banyak        busuk-melingkar pada kentang di mana
macam sayuran, tanaman hias, juga          tindakan kontrol yang drastis diperlukan).
umbi-umbi tanaman hias, golongan
Cucurbit, dan Cacti. Busuk lunak yang      (5). Gejala utama : busuk – keras (firm
khas.                                      rot)
                                           Seperti halnya pada penyakit bercak-
Erwinia dissolvens :                       bercak daun yang kecil (spots) dan besar
Busuk bakteri pada Batang Jagung.          (blights), maka penyakit busuk-keras ini
Sangat merugikan bila menyerang buku-      menyebabkan kerusakan jaringan yang
buku batang bagian bawah sehingga          terbatas. Kerusakan atau kematian
menyebabkan busuk lunak/basah, batang      jaringan itu terjadi pada daun-daun,
tanaman menjadi patah/rebah dan mati.      batang/dahan, buah, umbi, lapis, umbi
                                           batang, dan lain-lain. Bercak-bercak
Erwinia atroseptica :                      bersifat seperti bekas terendam air pada
Busuk-hitam pada Kentang (Potato           tingkat awal, dan pada tingkat lanjut
Blackleg). Daun-daun tanaman di bagian     mengering serta mengeras.
bawah       berwarna      kuning,  dan
pertumbuhannya menjadi tegak. Batang       Erwinia cypripedii:
di bawah permukaan tanah menjadi hitam     Busuk-coklat pada anggrek. Bercak-
dan membusuk, umbi-umbinya ikut            bercak kecil berwarna coklat-mengkilap,
terinfeksi melalui jaringan penghubung     seperti terendam air, kemudian menjadi
dengan batang.                             coklat-tua dan cekung. Pangkal tanaman
                                           mengkerut dan daun-daun gugur.
Erwinia phytophthora (atroseptica):
Busuk-hitam dari Delphinium (Blackleg of   Pseudomonas cattleyae : bercak-bercak
Delphinium). Menyebabkan busuk-lunak-      coklat pada anggrek. Bercak-bercak
hitam pada pangkal batang dengan cairan    berbentuk bulat, berwarna hijau-gelap,
bakteri yang meleleh keluar dari celah-    seperti bekas terendam air, kemudian
celahnya. Menurut Elliot : bakteri         menjadi coklat sampai hitam.
penyebabnya termasuk E.atroseptica.
                                           Pseudomonas syringae :
Erwinia carnegiana :                       Busuk hitam pada celah-celah tanaman
Necrosis-bakteri dari Cactus Besar         citrus (Black Pits of Citrus-Citrus Blast).
(Bact.Necrosis of Giant Cactus). Mula-     Bercak-bercak berwarna hitam dan
mula mendapat bercak-bercak kecil,         cekung pada buah Citrus, terutama
berbentuk bulat atau oval, lalu menjadi    Lemon; tanpa pembusukan.
hitam pada permukaan jaringan cactus
yang seperti semangka itu. Bagian-bagian   Pseudomonasi marginalis :
dengan kematian jaringan yagn luas         Kurap pada gladiol (Gladiolus Scab).
menghasilkan cairan coklat-hitam. Pada     Mula-mula terdapat bercak-bercak kecil
tahapan ini tanaman inang tak bisa         pada daun bagian bawah (dekat batang).
diselamatkan lagi, karena penyakit sudah   Bercak-bercak    berwarna    kemerah-
terlampau lanjut.                          merahan dan berbentuk agak meruncing
Adalah tidak terlampau penting untuk       atau menonjol. Kemudian bercak-bercak
mengidentifikasi sampai kepada species     melebar, bergabung menjadi hitam, dan
dari bakteri penyebab busuk lunak/basah    menghasilkan busuk lunak maupun keras.

                                                                                 212
Pada umbi-lapis bercak-bercak pada          disebabkan oleh serangan bakterium
tingkat awal bersifat seperti bekas         Erwinia amylovora.
terendam air dan berwarna kuning-pucat.
Selanjutnya bila umbi tersebut menjadi      Terjadinya bercak-bercak berukuran
tua dan penyakitnya berkembang :            besar pada bunga-bunga, tunas buah,
bercak-bercak menjadi berwarna coklat       dan ranting-ranting baru adalah pada
tua, cekung dengan pinggirannya agak        musim bunga dan periode sesudahnya di
terangkat.                                  mana terjadi pertumbuhan yang pesat di
                                            musim semi. Jaringan yang terinfeksi
Xanthomonas hyacinthi :                     menjadi mati dan warnanya berubah
Penyakit kuning pada hyacinth (Hyacinth     menjadi coklat-muda sampai tua
Yellow). Umbi-umbi Hyacinth yang            tergantung jenis tanaman inang. Pada
terkena infeksi berat tidak akan            pertengahan musim panas infeksi
menghasilkan bunga dan daun-daunnya         terhenti, dan tampak garis pembatas yang
mempunyai gejala baris-baris (streaks)      sangat jelas/tajam antara jaringan yang
kuning sampai coklat. Irisan melintang      mati dan yang hidup.
pada umbi akan menimbulkan lendir
kuning.                                     Fire blight merupakan penyakit yang
                                            sangat dikenal menyerang tanaman Pear
Xanthomonas citri :                         dan Apel, tetapi bisa juga menyerang
Canker Pada Citrus (Citrus canker).         jenis-jenis tanaman dari golongan famili
Menimbulkan bercak-bercak berwarna          Rosaceae termasuk “stone” fruits dan
kecoklatan dan bergabus pada daun dan       tanaman hias seperti loquat, cotoneaster,
buah. Penyakit yang serius ini telah        pyracantha, dan Photinia. Serangan Fire
dimusnahkan dari daerah Florida dan         Blight sangat merusak bila telah
sepanjang Teluk Mexico. Di negeri           mencapai daerah Cambium dari batang
Amerika Serikat ini tidak akan dijumpai     atau dahan pohon. Masuknya sang
lagi.                                       bakteri melalui ranting-ranting, tunas
                                            buah, atau tunas-tunas air yang kena
Xanthomonas vesicatoria :                   infeksi. Cambium menjadi berwarna
Bercak-bercak bakteri pada Tomat dan        coklat muda, sel-selnya mati, lalu disusul
Cabai. (Bakteril Spots of Tomato&Papper-    dengan mati dan mengkerutnya jaringan
Bakteril Pustuler). Menimbulkan bercak-     kulit yang seterusnya menyebabkan
bercak sangat kecil, bersudut-sudut, dan    terjadinya celah-celah. Jika kerusakan
berbentuk meruncing ke atas pada daun.      Cambium terjadi secara melingkar, maka
Seringkali bercak-bercak ini mempunyai      gejala mengkerut dan matinya kulit
lingkaran kuning di sekelilingnya (yellow   tampak jelas sekali pada bagian-bagian
halo) dan menyebabkan daun rontok.          dahan yang terserang. Bagian tanaman
Bercak-bercak serupa bisa juga timbul       yang terletak di atas “lingkaran kematian”
pada buah.                                  itu lalu mati pula. Bakteri dapat bertahan
                                            hidup di jaringan Cambium yang
(6). Gejala utama : hawar (blights) dan     diserangnya itu selama musim dingin
kanker                                      (over-winter), lalu di musim semi
Gejala-gejala dari penyakit “FIRE           berikutnya menghasilkan cairan/lendir
BLIGHT” pada tanaman Apel yang              yang selanjutnya menulari bagian-bagian
terkenal itu merupakan TYPE gejala          pohon yagn lain seperti bunga, ranting,
umum golongan penyakit ini. Fire blight     dan sebagainya. Penularan terjadi melalui
                                            vektor serangga atau uap air. Bercak-

                                                                                 213
bercak yang terjadi pada daun-daun,            terendam air terdapat banyak sekali pada
ranting, atau buah dari tanaman tidak          daun-daun, lalu bercak-bercak membesar
berkayu seringkali mengeluarkan tetesan-       dan menyebabkan daun menjadi salah
tetesan lendir (exudate). Jika terkena         bentuk. Bercak-bercak menjadi coklat
butiran air maka lendir lalu menyebar dan      hitam dengan tepi kuning. Dahan yang
membentuk lapisan bakteri yang sangat          muda menjadi bergaris-garis hitam
tipis.                                         dengan mengeluarkan lendir. Akibatnya
                                               pohon menjadi kerdil.
Erwinia amylovora :
Penyakit      fire  blight.  Menyerang         Xanthomonas pruni :
bermacam-macam tanaman golongan                Bercak-bercak bakteri dan canker pada
“pome” dan “stone”fruits dan berbagai          “Stone”fruits.    Bercak-bercak      kecil
tanaman hias. Penyaki canker yang bisa         berwarna kemerah-merahan lalu menjadi
melewati musim dingin pada medium              coklat, terdapat banyak sekali pada daun-
dahan-dahan yang besar itu di musim            daun,       menyebabkan         daun-daun
semi berikutnya mengeluarkan lendir            berlubang karena bercak-bercak itu
yang kemudian ditularkan oleh serangga         menjadi lepas (shotholes). Daun-daun lalu
dan percikan-percikan air (uap air) ke         rontok. Bercak-bercak pada ranting
bagian tanaman lain : bunga-bunga dan          berwarna gelap dan cekung ke dalam.
ranting-ranting baru. Akibatnya bunga-         Pada buah terjadi bercak-bercak yang
bunga dan ranting-ranting menjadi mati         bersifat kering, cekung, mengandung
(necrosis) dan berbercak-bercak dengan         gum, dan mengeluarkan cairan (exudate)
ukuran besar. Cambium menjadi hitam            berwarna kuning.
dan mati, disusul jaringan kulit menjadi
mati pula.                                     (7). Bercak banteri pada tanaman yang
                                               tidak berkayu
Pseudomonas syringae :
Canker bakteri pada “tone”Fruits. Hampir       Pseudomonas syringae pv. Glycinea
serupa dengan Fire Blight dengan 2             Bercak-bercak bakteri dari Kedelai.
perbedaan : (1) Infeksi terjadi selama         Bercak-bercak kecil, bersudut-sudut, dan
musim dingin dan awal musim semi, lalu         translucent pada daun kedelai. Mula-mula
menjadi terhenti pada musim panas ;(2)         berwarna coklat-kemerahan, lalu menjadi
Biasanya disertai dengan terjadinya gum        hitam pada tingkat lanjut. Seringkali
yang mengalir keluar pada darah-darah          terdapat lapisan bakteri tipis (exudate)
yang kena canker.                              pada permukaan bawah dari daun yang
                                               berwarna keputih-putihan. Ada juga
Xanthomonas junglandis :                       bercak-bercak pada batang dan petiole
Bercak-bercak bear bakteri pada pohon          yang berwarna hitam. Polong yang kena
Walnut. Bercak-bercak hitam dengan sel-        infeksi berbercak-bercak seperti bekas
selnya yang mati pada taji ranting (catkin),   terendam air, lalu menjadi hitam dan
buah-buah yang muda dan masak,                 mengeluarkan cairan (exudate). Kalau
ranting-ranting, dan cabang-cabang yang        sudah begini maka biji-bijinya seringkali
aktif. Tanaman lain yang diserang : Black      kena infeksi juga. Penyakit ini merupakan
Walnut dan butternut.                          penyakit yang umumnya terdapat pada
                                               keledai.
Pseudomonas mori :
Bercak-bercak bakteri pada tanaman             Pseudomonas syringae pv. Phaseolicola
Mulberry. Bercak-bercak seperti bekas

                                                                                    214
Bercak-bercak dengan “halo” pada              membesar dan menghitam. Bercak-
kacang buncis/polong (Halo blight of          bercak pada buah mula-mula hijau dan
Bean). Bercak-bercak seperti penyakit         seperti bekas terendam air, kemudian
bercak-bercak lainnya, hanya saja             menjadi berwarna gelap
terdapat lingkaran (halo) lebar hijau atau
hijau-kuning di sekitar bercak-bercak yang    Pseudomonas pisi
seperti bekas terendam air itu. Kemudian      Bercak-bercak bakteri dari Kapri (bakteril
bercak-bercak menjadi coklat dan kering.      Blight of Pea). Mula-mula bercak-bercak
Bercak-bercak pada polong berwarna            daun berwarna hijau-tua dan seperti
kemerahan sampai coklat dengan lapisan        bekas terendam air, lalu membesar dan
tipis berwarna perak yang berasal dari        mengering      serta   menjadi     coklat
lendir baceria. Semua jenis kacang buncis     kemerahan. Bercak-bercak serupa pada
peka (rentan) terhadap penyakit ini, tetapi   batang/cabang. Juga pada bunga-bunga
banyak jenis kacang polong (dry beans)        dan polong-polong muda. Jika tulang
resisten.                                     daun kena infeksi pada usia muda
                                              biasanya tanaman lalu mati.
Xanthomonasi campestris pv. Phaseoli
Bercak-bercak bakteri biasa paca kacang       Xanthomonas carotae
buncis/polong. Mula-mula bercak-bercak        Bercak-bercak bakteri pada Wortel.
kecil pada daun, bersudut-sudut, bersifat     (Bakteril Blight of Carrots). Bercak-bercak
seperti bekas terendam air, dan berwarna      yang tak teratur bentuknya pada daun
hijau-muda. Kemudian menjadi besar dan        dan petiole. Bunga-bunga yang dibiarkan
mengering,      berwarna    kuning-coklat     untuk memproduksi biji bisa menjadi
dengan tepinya berwarna kuning. Bercak-       rusak/mati oleh serangan penyakit ini.
bercak         pada        batang/cabang
menyebabkan mudah patah bila tertiup          (8). Gejala utama : bercak-bercak daun
angin. Bercak-bercak pada polong              Penyakit bercak-bercak daun yang
merupakan noda seperti bekas terendam         disebabkan oleh bakteri juga mempunyai
air, hijau-tua, lalu mengering, cekung,       gejala-gejala karakteristik yang umum.
kemerah-merahan, dan mengadung kerak          Mula-mula translucent (agak tembus
dari lendir bakteri yang kering. Kalau        cahaya), kemudian bercak-bercak itu
sudah begini maka biji-bijnyapun kena         berubah menjadi berwarna gelap dan
infeksi : berbercak-bercak dengan warna       tidak tembus cahaya (opaque). Bila cuaca
kuning-coklat sampai kelabu.                  lembab, maka bercak-bercak itu akan
                                              mengeluarkan tetesan lendir bakteri yang
Xanthomonas malvacearum :                     bila mengering menjadi setitik kecil karak
Bercak-bercak daun bersudut-sudut pada        lendir. Bila kena tetesan air maka lendir
kapas (Angular leaf spots of Cotton-Black     menyebar menjadi suatu lapisan bakteri
arm). Mula-mula bercak-bercak daun            yang tipis. Acapkali bercak-bercak daun
seperti bekas terendam air, jika dilihat      mempunyai tepi yang bersudut-sudut
dengan latar belakang yang mempunyai          sebab dibatasi oleh tulang-tulang daun.
pancaran cahaya akan tampak hijau-            Pada cabang atau buah bercak-
muda; kemudian menjadi hijau-tua dan          bercaknya bisa berukuran kecil (spots)
berwarna gelap. Bercak-bercak tersebar        sampai besar (blights), mula-mula
sepanjang tulang daun utama, dan              translucent, lalu menjadi gelap warnanya,
dibatasi oleh tulang-tulang daun kecil        bentuknya bulat atau lonjong (oval), dan
hingga tepinya seperti bersudut-sudut.        tidak bersudut-sudut.
Bercak-bercak pada batang/cabang

                                                                                    215
Suatu variasi yang menarik dari golongan      seperti bekas terendam air, dan
penyakit ini ialah adanya bintik-bintik       mengeluarkan cairan (exudate) yang
bakteri (bakteril pustules) yang timbul di    seterusnya menjadi lapisan tipis bakteri
sisi bawah permukaan daun. Bintik-bintik      keputih-putihan. Bercak-bercak pada
ini berukuran sangat kecil (1 sampai 2        tingkat lanjut berwarna kelabu, mudah
mm), tampak seolah-olah meruncing             patah, dan kadang-kadang menimbulkan
keluar dari permukaan bawah daun dan          lubang karena bercak-bercak itu terlepas.
bergabus. Terdapat menyerang pada             Pada buah bercak-bercak berwarna
tomat, cabai, kedelai, dan lain-lain. Daun-   keputih-putihan, bulat dan kecil-kecil.
daun yang kena infeksi berat menguning
dan gugur. Selain daun, bintik-bintik juga    Pseudomonas tabaci :
terdapat pada buah.                           Penyakit “ Terbakar” pada Tembakau
                                              (Tobacco Wildfire). Bercak-bercak daun
Pseudomonas andropogonis :                    berwarna kuning-coklat sampai coklat
Penyakit bakteri-bergaris pada Sorghum        pada pusatnya, serta mempunyai
dan Jagung (Bakteril Stripe of Sorghum        lingkaran “halo” berwarna kuning. Selain
and Corn). Garis-garis dan noda-noda          tembakau, penyakit ini menyerang
merah pada daun-daun dan pelepah.             anggota-anggota Solanaceae lainnya,
Terdapat kerak merah bakteri, mudah           kedelai dan kacang polong (cowpeas).
tersebar/ tercuci oleh butir air hujan.
                                              Pseudomonas washingtoniae :
Xanthomonas holcicola :                       Bercak-bercak daun dari Palem (Bakteril
Penyakit bakteri bergaris-garis tak teratur   leaf-spot of Palm). Gejala berupa bercak-
pada Sorghum dan Jagung (Bakteril             bercak kecil berjumlah sangat banyak
Streak of Sorghum and Corn). Hampir           pada daun, dan dengan pancaran sinar
serupa dengan di atas.                        tampak berwarna hijau-muda. Pada
                                              tingkat lanjut bercak-bercak menjadi tak
Pseudomonas apii :                            tembus cahaya.
Bercak-bercak bakteri pada Selderi
(Bakteril Blights of Celery). Bercak-bercak   Xanthomonas begoniae :
kecil tak teratur pada daun, berwarna         Bercak-bercak daun dan batang/dahan
seperti karat, dapat menyebabkan daun         dari Begonia (bakteril leaf and stem blight
rontok. Tapi bercak-bercak biasanya           of    Begonia). Bercak-bercak seperti
berwarna lebih gelap/tua.                     melepuh, berwarna coklat dengan tepi
                                              berwarna      kuning-translucent,      dan
Pseudomonas delphinii :                       terdapat pada daun. Menyebabkan daun
Bercak-bercak hitam pada Delphinium           gugur secara prematur. Bila menyerang
(Delphinium Black Spot). Bercak-bercak        batang/dahan, Begonia akan mati.
hitam-tak teratur pada seluruh bagian
tanaman Delphinium. Bercak-bercak             Xanthomonas axonopodis pv.glycines:
seringkali bergabung hingga menjadi lebih     Pustul bakteri pada tanaman kedelai
besar.                                        (bakteril pustules of Soybean). Terutama
                                              menyerang daun. Bercak-bercak kecil
Pseudomonas syringae pv. Lachrymans           berwarna       hijau-kekuningan dengan
         Bercak- bercak daun yang             pusatnya yang coklat-kemerahan. Pada
bersudut-sudut dari Cucurbit (Angular         permukaan bawah daun timbul bintik-
leaf-spots of Cucurbits). Bercak-bercak       bintik (pustule).
daun bersudut-sudut, tak teratur, bersifat

                                                                                    216
(9).   Gejala utama : kurap atau luka        Dalam menyatakan gejala-gejala penyakit
terbuka     (scab   or    pits)   ordo       tanaman yang disebabkan oleh bakteri,
Actinomycetales        –        family       sudah tentu diperlukan istilah-istilah yang
Streptomycetaceae                            tepat dan singkat serta dimengerti oleh
                                             semua fihak. Hal ini untuk menghindarkan
Streptomyces (Actinomyces) :                 pertelaan gejala yang panjang-lebar serta
Suatu genus yang mempunyai mycelium,         untuk mencegah salah pengertian.
tetapi dalam Manual Bergey digolongkan       Dibawah ini akan dikemukakan beberapa
Bakteri     dalam    Ordo     terpisah.      istilah yang sering dipakai untuk gejala
Myceliumnya sangat halus (2/3 mikron)        penyakit bakteri yang banyak dijumpai.
dan mempunyai benang-benang spiral
yang membentuk segmen-segmen ke              (10). Gejala penyakit bakteri berupa
dalam sporanya yang berbentuk cylinder.      busuk-Keras (Firm Rot).
Spora ini mempunyai ukuran seperti
bakteri, yaitu 1 sampai 2 mikron             Penyakit ini menyebabkan kematian
panjangnya. Bila dibuat seksi (irisan),      sebagian jaringan (necrosis) dari daun,
maka sukar untuk melihat myceliumnya,        dahan, buah, umbi lapis, umbi batang,
sehingga       sukar    pula     untuk       dan lain-lain sehingga menimbulkan
mengisolasinya.                              gejala bercak-bercak (lesions), lalu
                                             seluruh bagian mengering dan mengeras.
S. scabies :                                 Buah-buahan menjadi busuk dan keras.
Penyakit Kurap Yang Umum (Common             Seperti gejala serangan bakteri pada
Scab) pada kentang, gula-bit, dan            umumnya, maka bercak-bercak pada
tanaman        ubi-ubian     yang    lain.   tingkat awal menunjukkan sifat seperti
Menyebabkan timbulnya bercak-bercak          bekas terendam air (watersoaked), lalu
bergabus pada ubi,stolon, maupun akar.       mengering dan mati.
Bercak-bercak itu bisa dangkal atau
dalam, pada umbi menimbulkan luka                 Ada pula serangan penyakit bakteri
terbuka. Dengan melihat gejalanya saja       yang      mengakibatkan      mati-jaringan
sudah cukup untuk memberikan                 dengan bercak-bercak berukuran besar-
diagnosis. Tetapi janganlah anda             besar (Bakteril Blighting) pada bunga,
terkacau dengan penyakit kurap yang          tunas buah, dan ranting-ranting muda
lain, yaitu kurap-berbubuk (powdery scab)    yang biasanya terjadi pada musim bunga
yang disebabkan oleh Spongospora.            dan periode pertumbuhan yang cepat di
                                             musim semi. Jaringan yang terinfeksi mati
S. Ipomoea :                                 dan warnanya menjadi coklat muda
Menyebabkan Busuk dalam Tanah (Soil          sampai tua tergantung pada tanaman
Rot or Pox) pada ubi-jalar. Daun-daun        inang. Serangan penyakit ini biasanya
tanaman ubi-jalar yang terkena infeksi       terhenti di pertengahan musim panas, dan
berukuran kecil, pucat, dan cabangnya        tampak garis pembatas yang sangat jelas
kerdil. Akar-akar rabut berkurang            antara jaringan yang mati dengan yagn
jumlahnya dan mengalami salah bentuk.        hidup. Yang paling banayk dikenal adalah
Akibatnya ubi-jalar menjadi berkurap,        Fire Blight” pada tanaman Apel, yang bisa
kadang-kadang dengan celah terbuka           pula menyerang tanaman dari golongan
(luka yang dalam) sampai sepanjang 2,5       Mawar termasuk golongan “Stone”Fruits
cm pada ubinya. Diagnosis cukup dengan       dan tanaman hias seperti “loquat”,
melihat gejalanya.                           “Cotoneaster”,      “Pyracantha”,      dan
                                             “Photinia”.

                                                                                   217
                                              atau lonjong, dan tidak pernah bersudut-
     Serangan “Fire Blight” dapat menjadi     sudut.
lebih parah bila mencapai tingkatan                Pustul bakteri (Bakteril Pustules)
serangan bakterium pada daerah                berupa bintik-bintik kecil ( 1 sampai 2 mm)
Cambium dari dahan dan batang.                yang menonjol pada bagian bawah daun
Bakterium masuk lewat ranting-ranting,        dan pada buah-buahan seperti buah
tunas buah, dan tunas/cabang air, menuju      tomat, cabai, kedelai, dan lain-lain. Bintik-
daerah Cambium dan menyebabkan                bintik ini seperti bergabus dan bentuknya
kematian jaringan dengan warna coklat         meruncing. Kalau infeksi bertambah
muda. Bagian yang Cambiumnya mati,            berat, maka daun menguning dan gugur
kulitnya mengkerut, kering dan mati pula,     sebelum waktunya.
serta sering-sering menimbulkan celah-
celah. Bila kematian jaringan Cambium
terjadi secara melingkar (girdling), maka
akan tampak jelas lingkaran kulit pohon
yang mengkerut dan mati. Selanjutnya
bagian atas pohon menyusul mati. Bakteri
dapat bertahan hidup selama musim
dingin di jaringan Cambium yang telah
diserangnya     (over-wintering).    Pada
musim semi berikutnya bangkit kembali,
                                                                Gambar 5.48.
mengeluarkan cairan (exudates), dan                 Gejala pustul bakteri pada daun kedelai.
cairan ini lalu menulari bagian-bagian
bunga, dan lain-lain, melalui serangga        (c). Penyakit-penyakit nematoda
dan uap air.                                  Penyakit atau gangguan pada tanaman
                                              yang disebabkan oleh parasit nematoda
     Bercak-bercak          daun      yang    telah lama diketahui, terutama yang
disebabkan bakteri (Bakteril Leaf spots)      mengakibatkan terbentuknya benjolan-
merupakan gejala yang khas mula-mula          benjolan      pada      akar     (root-knot
translucent (dapat melewatkan sebagian        nematodes). Jenis-jenis nematoda lainnya
cahaya), lalu menjadi berwarna lebih          juga menimbulkan kerugian dengan
gelap serta tidak tembus cahaya               menjadi parasit pada tanaman, walaupun
(opaque). Jika kelembaban udara tinggi,       tanpa menimbulkan benjolan-benjolan
si-bakterium akan mengeluarkan setetes-       (galls) dan tanpa gejala yang jelas bagian
dua-tetes lendir. Jika tak terganggu, maka    tanaman di atas tanah. Gejala umum
lendir tadi akan menjadi kering sehingga      yang      dapat    ditimbulkan      adalah
yang tertinggal adalah setitik kecil lendir   pertumbuhan yang terhambat dan hasil
kering. Jika terkena air, maka lendir akan    yang menurun. Besar dan luasnya
menyebar-melebar rata, sehingga setelah       kerugian yang diakibatkan oleh kira-kira
kering akan tampak sebagai lapisan yang       24 jenis (genra) parasit nematoda (tidak
sangat tipis berwarna keputih-putihan.        termasuk penyebab benjolan akar) baru
Bercak-bercak daun seringkali bersudut-       disadari sejak tahun 1950. Di bawah ini
sudut, sebab perusakan jaringan dibatasi      dicantumkan gejala-gejala utama dari
oleh tulang-tulang daun. Serangan bakteri     serangan parasit nematoda bukan-
pada cabang atau buah bisa                    pembentuk benjolan (non-gall formers).
mengakibatkan bercak-bercak kecil dan         Bercak-bercak akar (root lesions), mula-
besar, mula-mula translucent, lalu            mula sangat kecil, kemudian bisa
berwarna gelap, biasanya berbentuk bulat      menjalar ke seluruh akar

                                                                                               218
                                               akar-akar tanaman, rhizome, umbi (yang
     Busuk akar, disebabkan oleh               akan ditanam); maupun tanahnya sendiri.
organisme sekunder setelah terjadinya
pelukaan oleh nematoda. Percabangan
akar berlebihan, terjadi pembentukan akar
lateral yang sangat banyak setelah
nematoda melukai dan menyerang akar.
Ujung akar terluka (Injured Root-tips),
menyebabkan akar menjadi kerdil dan
bengkak (seperti “stubby roots”).
Kerusakan pada daun, batang dan bunga;
nematoda yang menyerang bagian
tanaman di atas tanah menimbulkan
salah bentuk pada daun-daun dan
batang/cabang. Beberapa jenis nematoda                        Gambar 5.50.
yang menyerang golongan tanaman butir-                 Nematoda di dalam sel tanaman
butiran (gandum misalnya) dan rumput-
rumputan menyebabkan terbentuknya
benjolan (galls) dalam jaringan biji.
     Akibat-akibat lain yang umum
terdapat : tanaman merana, kerdil, layu
secara abnormal, menguning, dan/atau
menghasilkan panen yang rendah
kwalitasnya (misalnya sayuran). Acapkali
akibat-akibat ini sulit untuk dievaluasi dan
dibedakan dari akibat-akibat yang
ditimbulkan oleh faktor-faktor lain yang
mungkin bisa juga menyebabkan
pertumbuhan yang jelek.




                                                                  Gambar 5.51.
                                                .Gejala puru akar yang disebabkan oleh nematoda

                                                    Pemilik tanaman agar diberitahu
                                               dengan segera agar bisa melakukan
                                               tindakan-tindakan guna menghindarkan
                                               bahaya penyebaran infestasi.
                 Gambar 5.49.
           Gejala serangan nematoda            Diagnosis penyakit nematoda
                                               Type dari benjolan akar (Types of
Bila terdapat infestasi, maka adalah           rootknot galls) : Tergantung pada
sangat penting untuk melakukan                 tanaman inang maka terdapat beberapa
diagnosis secara akurat. Hal ini               type benjolan akar yang akan
disebabkan oleh besarnya kemungkinan           dikemukakan di bawah ini (penggolongan
penyebaran parasit nematoda melalui            secara “ artificial” hanya untuk membantu
                                               mempermudah mengenali gejala).

                                                                                           219
                                            sifatnya), benjolan-benjolan ini sering
Type 1 : Berukuran besar (relatif),         diabaikan karena tidak mudah terlihat
berbentuk bulat – Tanaman sukulen yang      “Nematoda-nematoda betina kadang-
tumbuhnya cepat seperti tomat, bangsa       kadang berada di luar akar tanpa
labu-ketimun, pare, kacang buncis, dan      pembentukan benjolan”).
dahlia seringkali membentuk benjolan
yang kurang-lebih bulat (spherical) dan     Type 4 : Benjolan pada ujung akar-
bisa mencapai diameter 1,2 cm atau          Beberapa tanaman tertentu misalnya
lebih. Jika benjolan-benjolan sebesar ini   Palem, membentuk benjolan hanya
banyak terdapat pada akar tunggang          sebagai pembengkakan dari ujung akar-
(utama), maka akar tunggang itu akan        akar rambut yang masih lunak. Benjolan-
tampak membengkak besar sekali dan          benjolan ini cepat membusuk dan
salah bentuknya; serta benjolan-benjolan    biasanya tidak akan ikut terambil bila
kecil lainnya terdapat pada akar lateral.   dilakukan pengambilan contoh (samples)
Benjolan-benjolan akar bersifat sukulen     untuk pemeriksaan. Ujung akar yang
dan akan cepat membusuk. Dalam              membusuk      itu   selanjutnya   akan
jaringan benjolan terdapat nematoda-        memperlihatkan benang-benang halus
betina yang berukuran kecil dan tampak      yang putih warnanya (ikatan pembuluh
seperti mutiara. Anda bisa melihatnya       primer).
(dengan merobek jaringan benjolan)
dengan mata langsung, atau dengan           Type 5 : Bercak-bercak kecil, menonjol,
lensa-tangan akan terlihat lebih jelas.     dan kulitnya tebal (warty) : Tanaman
Type benjolan ini adalah yang paling        kentang membentuk benjolan-benjolan
umum terdapat.                              kecil dan berkulit tebal pada umbinya.
                                            Benjolan-benjolan ini mempunyai celah-
Type 2 : Benjolan yang keras, berwarna      celah di mana terdapat nematodanya.
gelap, berkayu, dan pada beberapa           Juga rhizome (akar-tinggal) dari tanaman
tanaman inang berukuran besar –             Iris mempunyai celah-celah serupa, tetapi
Tanaman-tanaman yang sangat peka            tanpa benjolan-benjolan berkulit tebal
misalnya pohon “fig”, “peach”, dan          (waret) itu.
beberapa tanaman hias (misalnya
“pepper tree”) membentuk benjolan-          Kriteria khusus yang digunakan untuk
benjolan yang besar dan bentuknya           melakukan        diagnosis     pemeriksaan
bermacam-macam.       Benjolan-benjolan     (distinguishing features) : Harus dicari :
akar ini dapat terkacau dengan gejala       Benjolan-benjolan kecil berbentuk kelos
penyakit Crown Gall (bakteri), bedanya      yang berjumlah banyak sampai pada
ialah : benjolan-benjolan ini terdapat      benjolan yang lebh besar dengan bentuk
sepanjang akar dan tidak berbentuk          bulat pada akar-akar dari segala macam
bulan, serta disertai dengan benjolan-      ukuran. Meskipun tanaman terserang
benjolan kecil lain yang berjumlah          dengan tidak terlampau berat, namun
banyak.                                     benjolan-benjolan bisa berjumlah banyak.

Type 3 : Benjolan-benjolan sangat kecil,    Jika anda membuat seksi (irisan) pada
berbentuk seperti kelas penggulung          benjolan dengan pisau silet yang tajam,
benang (Very small spindle-shaped galls)    maka biasanya terdapat celah-celah kecil
– Terdapat pada beberapa jenis tanaman      berwarna coklat dimana berada sang
seperti arbel dan “ash” (dan beberapa       nematoda (telur, larva, atau dewasa) yang
jenis tanaman lain yang agak peka           bisa terlihat dengan bantuan lensa-

                                                                                 220
tangan. Adalah lebih baik bila diperiksa      besar terhadap hasil-hasil pertanian.
dengan mikroskop (stereo)binocular atau       Beberapa jenis virus mampu menyerang
dengan         mikroskop       compound       banyak     macam        tanaman       inang,
berperbesaran rendah. Crown Gall tidak        sedangkan ada pula yang mempunyai
mempunyai celah-celah seperti ini.            hanya satu tanaman inang spesifik.
Adanya Nematoda puru-akar (root-knot          Gejala penyakit virus juga bervariasi : ada
nematodes) dapat ditetapkan dengan            virus yang latent tanpa gejala, ada pula
memeriksa irisan akar rambut yang             yang menimbulkan gejala-gejala pada
mengandung telur Nematoda di bawah            tanaman inang : dari yang tidak begitu
mikroskop compound. Telur-telur itu           berat sampai yang sangat berat, bahkan
sangat kecil ukurannya serta berbentuk        menimbulkan kematian. Pada umumnya
seperti cylinder dan transparant. Hal ini     penyakit-penyakit                       virus
lebih mudah dilakukan daripada                disebarkan/ditularkan oleh serangga
memeriksa larvae atau Nematoda dewasa         golongan Aphid dan Belalang-daun (Leaf-
yang bisa menimbulkan kekeliruan              hoppers), atau oleh pembuatn okulasi
dengan Nema dari species lain.                atau penyambungan (enten), atau oleh
                                              adanya kontak/sentuhan dari tanaman
Tanda-tanda serangan nematoda di              yang sakit kepada yang sehat. Beberapa
lapangan :                                    jenis penyakit virus bisa pula ditularkan
Walaupun ada beberapa macam gejala            oleh serangga golongan Thrips, Tungau,
pada bagian tanaman yang terdapat di          dan sejenis Lalat putih (Whiteflies).
atas tanah yang agak jelas, namun untuk
memastikan adanya serangan Nematoda
kita harus memeriksa akar tanaman.
Gejala layu di sore hari dalam keadaan
kadar air tanah yang cukup adalah gejala
pertama. Tanaman muda di pembibitan
banyak mengalami kematian karena
infeksi Rhixoctonia dan lain-lain, setelah
Nematoda melukai jaringan akar. Selain
itu, tanaman-tanaman muda yang kena
serangan Nematoda seringkali lalu
menjadi kerdil dan tidak produktif. Gejala
lainnya :Tanaman semusim yang sukulen                        Gambar 5.52.
                                                              Struktur virus
dan peka (sayuran dan bunga-bungaan)
seringkali bila diserang Nematoda
                                              Gejala penyakit virus tampak paling
menunjukkan gejala daun-daun “terbakar”
                                              menyolok dan nyata pada bagian
dan bisa mati di tengah-tengah musim.
                                              pertumbuhan baru dari tanaman,
Kalau tanaman berkayu tampak merana,
                                              sedangkan bagian-bagian yang tua,
harap diperiksa akar-akarnya.
                                              misalnya daun-daun bawah tampak
                                              sehat-sehat saja. Sebagian besar
(d). Penyakit tanaman yang disebabkan
                                              penyakit virus bersifat systemic, oleh
oleh virus
                                              karenanya virus-virus terdapat pada
Penyakit-penyakit       tanaman       yang
                                              seluruh bagian tanaman dan ini dapat
disebabkan oleh serangan virus telah
                                              dinyatakan dari cairan-tanaman (sap)
dipelajari secara ekstensif selama 20
                                              yang berasal dari bagian manapun.
tahun terakhir ini, oleh karena Virus telah
menimbulkan kerugian ekonomis yang

                                                                                      221
Nama-nama virus yang akan dicantumkan         Ahli-ahli Penyakit Tanaman yang telah
di bawah ini adalah nama-nama umum,           dilatih dengan Teknik-Virus dapat
oleh karena nama dengan system                menyelamatkan virus yang ada di dalam
binomial jauh lebih ruwet dan belum           bibit-bibit tanaman dengan perlakuan
seragam serta belum diterima oleh semua       pemanasan atau kultur jaringan.
ahli virus.                                   Selanjutnya bibit-bibit tanaman dijaga
                                              agar tetap bebas dari virus dengan cara
Diagnosis penyakit-penyakit virus             seleksi.
Partikel-partikel virus berukuran sangat      Deskripsi gejala penyakit virus
kecil dan hanya bisa dilihat dengan
mikroskop elektron. Oleh karena itu           Gejala mosaic :
pengamatan jasad virus tidak merupakan        (1). Tulang-tulang daun menguning-pucat
suatu cara diagnosis yang praktis untuk       (vein clearing)
pekerjaan identifikasi yang rutin. Untuk      Sebelum tampak gejala mosaic atau
membuktikan adanya virus di dalam             perubahan warna secara tak teratur dan
tanaman haruslah dideteksi dengan             meluas, maka terlebih dulu terjadi
gejala-gejala pada tanaman yang               perubahan warna tulang-tulang daun atau
ditimbulkan.      Kadang-kadang    untuk      di daerah di dekatnya menjadi lebih
melakukan hal ini haruslah dibantu            “terang” :kuning-pucat. Atau terjadi
dengan suatu pengujian penularan yang         Chlorosis.
sederhana (Transmission test).
                                              (2). Tulang daun menjadi “baris-baris”
Seperti yang telah dikemukakan, gejala-       (Vein banding)
gejala penyakit virus sangat bervariasi       Tulang-tulang     daun     dan    daerah
dan biasanya terdapat tiga sampai enam        sekitarnya menjadi baris-baris chlorosis,
macam gejala yang berassosiasi dengan         atau Chlorosis/necrosis terjadi pada
tiap-tiap penyakit. Serangan penyakit         jaringan parenchyma di antara tulang-
yang telah mencapai tingkat lanjut dapat      tulang daun sehingga tulang-tulang daun
dengan mudah dinyatakan sebagai               menjadi baris-baris hijau. Kedua macam
serangan Virus. Meskipun demikian, jika       gejala di atas bisa merupakan gejala
ditinjau dari segi anjuran yang merupakan     transisi ke arah mosaic yang lebih luas
proSedure bagi pemilik tanaman                atau bisa juga tetap seperti itu sebagai
penanam), maka jawabannya selalu sama         gejala utamanya).
: “ Tanaman yang telah kena infeksi Virus
tidak dapat dipulihkan/disembuhkan lagi       (3). Jala-Kuning (Yellow-net) :
oleh sipemilik tanaman, dan malahan           Tampak seperti jala berwarna kuning
lebih baik dimusnahkan guna mencegah          pada daun yang sesungguhnya adalah
penularan lebih lanjut kepada tanaman         seluruh tulang daun telah menguning. Ini
yang masih sehat”. Di tempat-tempat           adalah tahap lanjut dari gejala No. 1.
dengan areal pertanaman yang luas cara
ini seringkali tidak praktis dan pengobatan   (4). Bercak-bercak Bulat (Ring spots)
yang effektif belum ada. Beberapa varitas     Terdapat bercak-bercak bulat Chlorosis
tanaman telah dimulyakan sehingga             (sel-selnya Chlorosis) dan bercak-bercak
resisten/toleran inilah yang di kelak         bulat necrosis (sel-selnya necrosis/mati
kemudan         hari    akan      merupakan   secara berselang-seling dengan sel-sel
carautama guna mengontrol penyakit-           hijau-normal). Pusat dari kedua macam
penyakit virus.                               bercak-bercak menjadi necrosis pada
                                              tahap lanjut.

                                                                                  222
                                             pada   Kobis,    Mosaic    pada   Peach.
(5). Mosaic
Variasi dalam warna daun dengan pola         Salah bentuk (malformations):
beraneka.                                    Daun bertekstur kasar (Rough-textured
                                             Leaves): Gejala penyakit Mosaic Rugose
(6). Mottle                                  pada Kentang.
Beberapa pola tertentu dari variasi warna    (1). Reduksi pada lamina-daun (Leaf
                                             blades reduced)
Gejala nekrosis:                             Gejala penyakit “ Daun Paku-pakuan”
(1). Necrosis Pucuk (Top Necrosis)           (Fern leaf) dari tomat, Mosaic pada Fig.
Terjadi kematian pucuk (terminal)
ranting/cabang dan daun-daun. Gejala         (2). Warna Terputus dari Petal (Color
dari penyakit “Layu berbercak-bercak”        Break in Petals)
(Spotted Wilt) dari tanaman tomat.           Gejala perubahan warna dari mahkota-
                                             bunga (petals) pada tanaman Kapri,
(2). Garis-garis tak teratur (Streaks)       Petunia, Stock, dan Tulip.
Terjadi necrosis yang berupa bercak-
bercak memanjang seperti garis-garis tak     (3). Pertumbuhan Terhambat
teratur (terputus-putus) pada batang.        Gejala dengan ujung-ujung/pucuk-pucuk
                                             meruncing pada tanaman ketimun, umbi
(3). Necrosis pada Phloem                    berlekuk-lekuk (spindle-tuber) pada
Kematian jaringan Phloem yagn tampak         kentang.
pada irisan melintang batang/cabang.
Gejala dari penyakit Phloem Necrosis dari     (4). Endapan Gum dalam jaringan Xylem
pohon Elm, penyakit Pucuk-Keriting           dari kayu (Gum depostis inXylem of
(Curly Top)d ari gula-bit, dan lain-lain.    wood)
                                             Gejala penyakit “Kulit Bersisik” (Scaly
(4). Necrosis Lokal                          Bark) dari Citrus.
Bercak-bercak kecil-bulat yang berupa
jaringan mati pada daun.                     (5). Daun menggulung ke atas
                                             Penyakit Pucuk- Keriting (Curly Top) dari
Gejala kerdil dan mati.                      tanaman Gula-bit dan Tomat.
(1). Kerdil                                  (6). Daun-daun menggulung ke bawah
Seluruh bagian tanaman menjadi kerdil,       Penyakit Pucuk Keriting ari Buncis
termasuk akar-akar. Gejala penyakit
Kerdil pada Dahlia, Kerdil pada Alfalfa.     Gejala      pertumbuhan     berlebihan
(2). Pengerdilan pada Pertumbuhan Baru       (overgrowth).
(Stunting of Current Growth): Gejala         (1). Enations: Tumbuh tonjolan-tonjolan
“Rosettes” pada penyakit Mosaic dari         lunak di atas permukaan daun atau
tanaman Peach, dan gejala “meranting”        batang. Gejala Pucuk-Keriting (Curly
(Spnidly twigs) pada penyakit Yellows dari   Top).
pohon Peach.
(3). Kerdil dan Mati dari Tanaman            (2). Kuncup-kuncup tumbuh berlebihan
Berkayu (Stunting and Death of Woody         (Proliferation of buds): Gejala penyakit
Palnts): Tristeza dari Citrus.               Aster Yelows ; “Sapu setan” (Witches
(4). Daun Gugur Prematur (Premature          broom) pada kentang. (3). Pertumbuhan
Leaf Shedding) : Gejala penyakit Mosaic      berlebihan dari akar-akar sekunder
                                             (Proliferation of secondary roots): Gejala

                                                                                  223
penyakit Pucuk-keriting (Curly Top), dan
juga gejala penyakit “Aster Yellows”

Gejala penguningan (yellows symptoms).
(1). Chlorosis yang menyeluruh dan
permanen pada daun-daun dan lain-lain
(Permanent uniform Chlorosis of leaves,
etc.): Gejala “Aster Yellows”.
(2). Mahkota bunga menguning atau
menghijau (Greening or Yellowning of
Petals): Gejala penyakit “Aster Yellows”
pada tanaman Aster dan Delphinium                           Gambar 5.54.
                                                   Kutu daun, salah satu vektor virus
Virus-Virus Penting yang Menyerang                             tanaman.
Tanaman
Virus mosaic tembakau (Tobacco mosaic                Virus yang menyerang inang
virus)- vector aphids. Virus mosaic                   dalam satu famili.
ketimun (Cucumber mosaic virus) vector         Virus mosaic Peach (Peach Mosaic
aphids. Virus Pucuk-keriting (Curly-top        virus)-vector tungau eriophid.       Virus
virus)-vector eblalang-daun (leafhoppers),     “Western X- disease”-vector belalang
satu species Virus Aster yellows (Aster        daun (leafhopper). Virus Tristeza dari
Yellows        virus)-vector      belalang     Citrus-vector aphids. Virus mosaic tebu
daun(leafhopper). Virus layu-berbercak-        (Sugarcane mosaic virus)-vector tak
bercak (Spotted wilt virus)-vector thrips.     diketahui. Virus busuk-melingkar hitam
Virus mosaic alfalfa (Alfalfa mosaic virus)-   dari Kobis (Cabbage black ring-rot virus)-
vector aphids                                  vector aphids. Virus mosaic buncis (Bean
                                               mosaic virus)-vector aphids (11 species)




                                                                Gambar 5.55.
                Gambar 5.53.                       Gejala serangan virus pada polong kacang
  Gejala serangan virus pada daun tembakan                          buncis



                                                    Virus yang menyerang inang
                                                     dalam satu genus
                                               Virus nekrosis Phloem dari Elm (Phloem
                                               necrosis virus of Elm)-vector kumbang-

                                                                                          224
kulit-pohon. Virus gabus bagian-dalam           organisme ini disebut mycoplasma
(internal cork virus) dari tanaman ubi jalar-   (berarti :”bentuk cendawan”), tidak
vector aphids. Virus “Peach Yellow”-            mempunyai dinding sel yang kaku, dan
vector aphids.        Virus “Sour Cherry        oleh karenanya dapat berubah bentuknya
Yellows”-vector tak diketahui.                  sesuai dengan sifat membran selnya yang
                                                lentur tapi mudah rusak/luka iut.dengan
                                                mikroskop elektron, mereka akan tampak
                                                sebagai benang-benang yang bercabang-
                                                cabang dan memanjang yang kemudian
                                                akan terputus-putus menjadi sel-sel yang
                                                berbentuk bulat. Di Dalam beberapa jenis
                                                mycoplasma ditularkan oleh belalang-
                                                daun (leafhoppers).

                                                Dari segi diagnosis, mereka akan
                                                diperlakukan seperti penyakit-penyakit
                                                dimana identifikasi dilakukan berdasar
                                                gejala-gejala yang ditimbulkannya pada
                                                tanaman. Jenis-jenis mycoplasma yang
                                                telah dinyatakan berada dalam tanaman
                                                dan mengakibatkan penyakit tidak banyak
                 Gambar 5.56.                   jumlahnya. Akan tetapi dapat dipastikan,
   Gejala serangan virus pada tanaman bawang    bahwa jenis-jenis yang dikenal akan
                                                bertambah dalam waktu singkat.
                                                Mycoplasma resisten terhadap Penicillin,
                                                tetapi dapat dihambat perkembangannya
                                                secara partial (partially inhibited) oleh
                                                senyawa-senyawa              Tetracycline
                                                (Aeromycin et al).

                                                Penyakit-penyakit                 “yellows”
                                                (mycoplasma):
                                                “American Aster Yellows” : Pada tanaman
                                                Aster, Chrysanthemum, Petunia, dan lain-
                                                lain. Kerdil-jagung (Corn stunt) : Jagung.
                Gambar 5.57.                    Kerdil pada Mulberry (Mulberry dwarf):
  Penyakit bunchy Top yang disebabkan oleh      Pada Mulberry. Stolbur, Parastolbur :
         virus pada tanaman pisang.
                                                Pada tanaman Periwinkle, kentang,
                                                tomat, dan cabai
5). Penyakit-penyakit mycoplasma
Belum lama berselang (1967) telah               Kerdil Clover (Clover dwarf) : Pada
didemonstasikan,      bahwa    sejumlah         Clover. Penyakit-X pada Peach (Peach
penyakit “yellow diseases” yang dulunya         X-disease). Kerdil-kuning pada padi (Rice
dikira disebabkan oleh serangan virus,          Yellow-dwarf).       Kemunduran pada
ternyata tidak demikian. Penyebabnya            Pertanaman Pech (Peach decline).
adalah suatu golongan organisme yang
sangat kecil dengan ukuran terletak di          Gejala-gejala : Penyakit “Aster Yellows”
antara virus dan bakteri. Organisme-            menyerang lebih dari 150 genera

                                                                                      225
tanaman, termasuk banyak jenis gulma.        seperti rumput kremah, rumput bermuda,
Akan tetapi kerugian ekonomis diderita       dan alang-alang.
terutama oleh golongan tanaman hias dari
family Compositae seperti Aster,             Beberapa gulma yang sering mengganggu
golongan tanaman sayuran dari family         pertumbuhan dan perkembangan tanaman
Umberlliferae seperti wortel, selderi dan    budidaya adakah: gulma berdaun lebar,
parsley. Gejala-gejalanya mencakup           gulma teki dan gulma rumput.
terjadinya penguningan (warna kuning
yang bersifat umum) dan effek ini
seringkali terjadi secara “unilateral”. Di
samping itu mungkin terdapat pula gejala-
gejala : Pertumbuhan berlebihan dari
akar-akar kecil, dorongan tumbuh pada
kuncup-kuncup yang dormant, dan “sapu
setan”. Bagian-bagian berubah bentuk
dan warnanya seperti daun, dan bunga-
bunganya secara keseluruhan akan
mengalami salah-bentuk atau steril.
Gejala “Pucuk-Ungu” (Purple Top) adalah
serangan penyakit “Aster Yellows” pada
tanaman kentang di mana terjadi pula                        Gambar 5.58.
gejala timbulnya umbi-umbi pada buku-                 Gulma tanaman daun lebar
buku cabang/batang. Penyakit “Aster
Yellows” biasanya dapat didiagnosis
berdasar gejala-gejala pada tanaman
inang, walaupun tidak gampang.


c.         Gulma Tumbuhan

Gulma adalah tumbuhan yang hidup pada
tanaman budidaya sehingga akan
menjadi    pesaing     bagi    tanaman.
Persaingan antara gulma dengan                           Gambar 5.59.
tanaman utamanya adalah bersaing                      Gulma di lahan sawah.
dalam penggunaan unsur hara, air dan
udara dan tempat tumbuh. Gulma juga
dapat menjadi inang bagi hama dan
penyakit bagi tanaman. Jenis gulma yang
tumbuh sangat bervariasi, tergantung
pada tempat tumbuh, cara pengolahan
tanah dan lokasi penanaman. Gulma
semusim (berdaun lebar) yang sering
dijumpai di semua lokasi misalnya
babadotan      (Ageratum    conyzoides),
bayam duri (Arnaranthus spinosus), teki-
tekian (Cyperus sp.) dan rerumputan
                                                           Gambar 5.60.
                                                    Struktur gulma Cyperus iria

                                                                                  226
                                           Pengendalian secara sanitasi adalah
                                           menghilangkan        inang      alternatif
                                           barupatumbuhan          yang         tidak
d.   Teknik pengendalian opt               dibudidayakan yang biasanya digunakan
                                           untuk tempat hidup alternatif bagi hama
Pemberantasan       hama      serangga     tanaman. Pada umumnya pengendalian
dilakukan dengan cara:                     hama secara sanitasi dilakukan dengan
      penggunaan varitas tahan atau       membersihkan tumbuhan liar yang
         resisten,                         mungkin menjadi tempat hidup dan
      tehnik budidaya,                    bertelur ataupun tempat makan hama
      sanitasi,                           yang      sangat    diperlukan      untuk
      penggunaan insek-tisida,            kehidupannya.      Kegiatan      sanitasi
      secara biologi,                     dilakukan dalam upaya untuk mengurangi
      pengendalian hama secara            populasi serangga. Memusnahkan sisa
         terpadu.                          tanaman yang berada di lahan pertanian
                                           juga termasuk dalam usaha sanitasi untuk
Pengendalian hama dengan varietas          memberantas hama karena sisa tanaman
tahan merupakan upaya pemberantasan        budidaya akan memungkinkan hama
hama yang paling mudah, midalnya           dapat bertahan hidup sampai masa tanam
penanaman padi tahan weereng, seperti      berikutnya.
PB26, PB28, dan PB30. Sifat-sifat kimia/
fisik serta morfologi tanman yang tahan    Pengendalian         hama       dengan
tidak disukai oleh hama, sehingga hama     menggunakan pestisida selalu dilakukan
akan kekurangan makanan sekali gus         pada saat populasi hama telah
akan berpengaruh terhadap penurunan        melampaui bata ambang ekonomi (tingkat
populasi hama.                             membahayakan). Penggunaan pestisida
                                           dapat dianjurkan pada kondisi seperti
Pengendalian secara tehnik budidaya        tersebut di atas. Pestisida digunakan
adalah mengatur masa tanam, rotasi         apabila tehnik pengen-dalian dengan
tanaman dan pergiliran tanaman yang        varietas resisten, tehnik budidaya dan
merupakan salah satu cara memberantas      sanitasi tidak menunjukkan hasil dalam
hama      dengan    tehnik    budidaya.    menu-runkan populasi hama. Penyem-
Pengendlian secara tehnis budidaya         protan pestisida hendaknya dilakukan
bertujuan untuk memutuskn dan              secara       berulang-ulang     dengan
memperpendek       masa     tersedianya    konsentrasi yang rendah dan sesuai
makanan bagi hama. Kebanyakan hama         dengan dosis rekomendasi.
sangat tergantung pada jenis makanan
tertentu.       Dengan terputus dan        Penyemprotan       pestisida   sebaiknya
bergantinya tanaman yang dibudidayakan     ditujukan pada stadium hama yang paling
maka      kesempatan     hama     untuk    lemah, misalanya stadiaum nimfa atau
mendapatkan makanan yang paling            imago. Penyemprotan pestisida dapat
disenangi akan terputus.       Sehingga    diulamngi apabila penyemprotan yang
perkembangan      dan      pertumbuhan     pertama tidak menunjukkan hasil dalam
populasi hama akan turun sampai batas      menu-runkan populasi hama dan ssangat
yang tidak membahayakan tanaman            memungkinkan        apabila    diperlukan
budidaya.                                  konsentrasi pestisida dapat ditingkatkan.
                                           Pemilihan pestisida yang efektif amat
                                           mutlak diperlukan. Hal ini terkait dengn

                                                                                227
bahaya residu pestisida terhadap            Pengendalian hama terpad (integrated
tanaman manusia, dan lingku-ngan.           pest control) adalah perpaduan beberpa
Akibat pengunaan pestisida yang kurang      metode dan tehnik pengendalian hama
tepat menimbulkan ketahanan serangga        dalam suatu program untuk mengelola
terhadap pestisida.                         populais hama sehingga kerusakan
                                            tanaman yang disebabkan oleh OPT tidak
Akibat negatif dari pestisida adalah        termasuk ke dalam kerusakan ekonomis.
resurgensi hama dan letusan hama kedua      Ciri-ciri pengendalian hama terpadu
yang lebih dahsyat dibanding dengan         adalah sebagai berikut:
serangan hama yang pertama. Pada            tujuan utama bukanlah memusnahkan
kondisi ini diduga musuh alami banyak       hama, mebasmi ataupun memberantas,
terbunuh pada saat melakukan aplikasi       tetapi hanya mengenalikan populasi hama
penyemprotan pestisida yang pertama.        agar tetap berada di bawah suatu
                                            tingkatan atau aras yang dapat
Cara pengendalian hama secara biologi       mengakibatkan kerugian ekonomis.
adalah dengan memanfaatkan musuh            Strategi pemberantasan hama terpadu
alami dari hama yang menyerang              bukanlah eradikasi hama, tetapi berupa
tanaman budidaya. Pengendalian hama         pembatasan         populasi       hama.
secara biologi diarahkan supaya hama        Pengendalian hama mengakui adanya
secara alami dapat berkompetisi dengan      jenjang toleransi manusia terhadap
organisme       se-kitar   lingkungannya.   populasi hama atau terhadap kerusakan
Musuh alami hama dapat berupa predator      yang diakibatkan oleh hama. Pandangan
dan parasit, misalnya parasit wereng        yang menyatakan dan harus dilakukan
adalah tabuhan dari famili Tricogamatidae   pemberantasan tidak sesuai dengan
yang merupakan parasit telur          dan   kaidah pengendalian hama terpadu.
predatornya adlah kumbang Coxinella         Dalam kondis tertentu ada kemungkinan
arcuata.      Hama Flutella pada kubis      bahwa adanya individu serangga atau
diparasit oleh Angitaria.                   bina-tang malahan lebih berguna bagi
                                            manusia di masa yang akan datang.
Untuk mengintroduksi predator atau
parasit membutuhkan modal yang besar.       Dalam melaksanakan pengendalian hama
Apabila parasit yang ditetapkan bekerja     digunakan semua metode atau tehnik
secara efisien, maka dapat bertahan lebih   pengendalian yang sudah umum
lama.      Dan cara biologi ini tidak       dilakukan. Pengendalian hama terpadu
mencemarkan lingkungan seperti ada          tidak tergantung pada suatu cara
aplikasi pestisida.     Penerapan cara      pengenalian tertentu seperti pengunaan
pemberantasan         biologi      harus    pestisida, atau penanaman varietas tahan
mengusahakan pendistribusian parasit        hama, tetapi memadukan semua tehnik
seefisien    mungkin     agar    tercipta   pengendalian dalam satu        kesatuan
kesinambungan biologi antara parasit        sistem pengelolaan. Pengendalian hama
dengan hama.        Keseimbangan yang       yang hanya bertumpu hanya pada satu
diharapkan adalah kemungkinan bahwa         tehnik pengendalian sering disebut
parasit dapat mengurangi populasi           dengan pengendalian seca unilateral.
serangga sampai tidak membahayakan,         Sedangkan pengendalian hama terpadu
tetapi bukan untuk memusnahkan seluruh      merupakan kegiatan pengendalian secara
hama yang menjadii OPT.                     multilateral.



                                                                               228
Dalam mencapai sasaran pengendalian           Beberapa taktik dasar pengendalian
hama terpadu, yaitu mempertahankan            hama terpadu antar lain pemanfaatan
populasi hama di bawah kerusakan              pengendali hayati yang asli dari tempat
ekonomi.        Sehingga produktivitas        tersebut, pengelolaan lingkungan dengan
pertanian dapat diusahakan pada tingkat       cara bercocok tanam menggunakan
yang tinggi, maka perlu diperhatikan          pestisida secara selektif termasuk
bebe-rapa kendalanya, yaitu kendala           pestisida fisiologis, ekologis, dan
sosial dan ekonomi, yang berarti bahwa        selektivitas melalui perbaikan tehnik
pelaksanaan pengendalian hama terpadu         aplikasi dan pengetahuan terhadap sifat
harus dapat didukung oleh kelayanan           dan perilaku hama.
sosial ekonomi masyarakat setempat.
Kendala ekologi yang berarti bahwa            1) Pengendalian organisme penganggu
dalam penerapan pengendalian hama             dengan pola bercocok tanam
terpadu harus secara biologis dapat           Pada dasarnya pengendalian organisme
dipertanggung-jawabkan      dan    tidak      pengganggu secara kultur tehnis adalah
menimbulkan       kegoncangan       atau      mengelola lingkungan tempat budi daya
kerusakan    linkungan     yang    akan       tanaman      agar    kondisinya   tidak
merugikan binatang berguna,marga              mendukung        perkembangan       dan
satwa, manusia, dan lingkungannya.            pertumbuhan organisme pengganggu.

Pengendalian hama terpadu tidak hanya         2) Pengendalian organisme pengganggu
memperhatikan sasaran jangka pendek           secara mekanis
tetapi merupakan pencapaian untuk             Pengendalian       secara      mekanis
sasaran      jangkan    panjang,      serta   dimaksudkan untuk mengurangi populasi
kelestarian produksi dan pengelolaan          (jumlah) organisme pengganggu dengan
lingkungan. Langkah-langkah pokok yang        bantuan tangan atau alat tertentu. Cara
harus dilalui dalam pengendalian hama         pengendalian ini cukup sederhana dan
terpadu:                                      dapat dilakukan oleh semua orang.
      Identifikasi dan analisis status       Keberhasilan    pengendalian     secara
         hama yang harus dikelola             mekanis dapat dicapai jika dilakukan
      Mempelajari                   saling   secara terus menerus. Beberapa cara
         ketergantungan dalam ekosistem       mengendalikan organisme pangganggu
      Menetapkan                      dan    secara mekanis adalah sebagai berikut :
         mengembangkan            ambang
         ekonomi                              Pengendalian dengan tangan, yaitu
      Mengembangkan                          dengan      pengambilan  organisme
         sistempengamatan dan meoni-          pengganggu secara langsung dengan
         toring hama                          menggunakan tangan.
      Mengembangkan                model
         deskripsi dan peramalan hama         Pemasangan perangkap, pada prinsipnya
      Mengembangkan               strategi   hanya menyediakan sesuatu (alat dan
         pengelolaan hama                     bahan) yang menyebabkan organisme
      Melakukan penyuluhan kepada            pengganggu       tertarik    sehingga
         para petani agar menerima dan        menghampiri perangkap. Pemasangan
         menerapkan pengendalian hama         lampu (sumber cahaya) pada malam hari,
         terpadu                              di tengah kebun sangat efektif untuk
                                              hama dari ordo Lepidoptera (kupu-kupu
      Mengembangkan             orgnisasi
                                              dan ngengat).
         pengendalian hama terpadu

                                                                                229
                                               keriting yang tahan terhadap penyakit
3) Pengendalian organisme pengganggu           layu.
secara fisik
Pengendalian secara fisik merupakan            6)     Pengendalian organisme secara
pengendalian yang menggunakan faktor-          kimiawi
faktor fisik atau mengubah lingkungan          Pengendalian organisme peng-gangu
fisik agar organisme pengganggu menjadi        secara kimiawi adalah penggunaan zat-
mati atau berkurang jumlahnya. Kematian        zat kimia untuk mematikan organisme
organisme pengganggu dapat disebabkan          pengganggu, sehingga populasinya
oleh       pemanasan,      pembakaran,         menurun. Pestisida dapat dikelompokkan
pembasahan, pengeringan, penghalang            menjadi insetisida, fungisida, bakterisida,
dan lain-lain.                                 nematisida, rodentisida, akarisida dan
                                               herbisida. Insektisida adalah bahan kmia
4) Pengendalian organisme secara hayati        yang dapat membunuh serangga
Pengendalian hayati adalah pemanfaatan         (insekta). Fungisida dalah bahan kimia
dan penggunaan musuh alami untuk               yang dapat membunuh jamur (fungi).
menumnkan/mematikan            populasi        Bakterisida adalah bahan kimia yang
organisme     pengganggu      tanaman.         dapat membunuh bakteri. Nematisida
Pengendalian hayati dengan musuh alami         adalah bahan kimia yang dapat
yaitu menggunakan organisme an dapat           membunuh        nematoda.      Rodentisida
menyerang hama atau patogen (bibit             adalah bahan kimia yang dapat
penyakit) atau gulma. Akan tetapi              membunuh tikus. Acarisida adalah bahan
organisme musuh alami tersebut tidak           kimia yang dapat membunuh tungau
merugikan tanaman yang diusahakan.             (ordo Acarina). Dan herbisida adalah
                                               tanaman yang dapat membunguh
5) Pengendalian organisme pengganggu           rerumput-an gulma. Ada tiga cara
dengan varitas/klon tanaman tahan hama/        penamaan pestisida, yaitu nama umum,
penyakit                                       nama dagang dan nama kimiawi. Contoh
Pengendalian organisme peng-ganggu             penamaan pestisida dalam kegiatan
dengan varitas atau klon tanaman yang          sehari-hari adalah nama dagang, yaitu
tahan terhadap organisme tersebut              sebagai berikut :
bertujuan      untuk        meminimumkan       Nama umum                  : Karbofuran
(menurunkan) serangan organisme                Nama Umum                  :      Furadan,
penggganggu karena adanya daya tahan           Curater dan lain-lain
yang tinggi dari varitas atau klon tanaman     Nama Kimia                 : 2,3-dihidro
yang diusahakan. Pengendalian dengan           2,2-dimetil-7-benzonil-dimetilkarbonat
cara ini merupakan cara yang paling
mudah, murah dan ramah lingkungan.             Dari cara masuknya pes-tisida ke dalam
Dengan cara ini petani tidak perlu belajar     organisme pengganggu tanaman, dapat
secara khusus, dan petani dapat secara         digolongkan menjadi racun perut, racun
langsung     menggunakannya          seperti   kontak, racun sistemik dan fumigan.
halnya membudidayakan tanaman pada             Racun perut adalah bahan kimia yang
umumnya, hanya benih/bibit yang                mematikan hama setelah memasuki
ditanam diambil dari kelompok varitas/         tubuh hama melalui saluran pencernaan
klon yang tahan terhadap suatu                 makanan. Racun kontak adalah bahan
organisme pengganggu. Contohnya                kimia yang mematikan hama setelah
adalah tanaman tomat Ratna dan cabe            memasuki tubuh hama apabila bahan
                                               kimia tersebut bersentuhan atau

                                                                                     230
menempel pada tubuh hama. Racun                       menjadi gas dan membunuh organisme
sistemik adalah bahan kimia yang                      pengganggu melalui proses pernafasan.
mematikan hama yang masuk ke dalam                    Pada umumnya pestisida dibuat dalam
tubuh hama melalui bagian tumbuhan                    bentuk formulasi tertentu, sehingga efektif
yang terlebih dahulu telah mengandug                  dan efisien penggunaannya. Beberapa
bahan kimia tersebut, kemudian termakan               bentuk formula pestisida disajikan dalam
organisme penggangu atau nama.                        tabel berikut ini.
Fumigan adalah bahan kimia yang mudah

Tabel 5.11. Jenis Formulasi Pestisida

NO NAMA                      KODE KETERANGAN
   FORMULASI
1  Emulsifiable                        Bila dicampur air, cairan akan menjadi emulsi (putih seperti
   Concentrates              (EC)      susu)
2  Wetable Powders           (WP)      Tepung basah, bila dicampur air menjadi suspensi
3  Flowable Powder                     Tepung halus dan basah (seperti
                             (F)       puding). Bila dicampur air emnjadi suspensi tepung dan
                                       dapat larut dalam air
4    Soluble Powder          (SP)      Tepung, dapat larut dalam air
5    Solution                          Larutan mempunyai-daya racun tinggi terhadap organisme
                             (S)       pengganggu tanaman
6    Dust                    (D)       Debu, digunakan tanpa campuran bahan pelarut lagi
7    Granular                          Butiran, diberikan kepada tanaman tanpa bahan tambahan
                             (G)       (langsung dibenamkan pada tanah)
8    Aerosol                 (A)       Bahan aktif, merupakan partikel kecil yang dapat menguap
                                       ke udara
9    Poisonous Baits         (B)       Umpan beracun, digunakan bersama bahan tambahan
                                       yang disenangi hama (sebagai makanan)
10   Slow- release           (SR)      Bahan aktif, keluar secara per lahan-lahan, pemakaian
     Formulations                      selama musim tanam beberapa kali.


Tabel 5.12. Daftar hama dan penyakit tanaman serta jenis pestisida

No. NAMA HAMA/           PESTISIDA                        DOSIS PENGENDALIAN
     PENYAKIT
      A. HAMA                              1-2 cc/liter air, disemprotkan merata ke tanaman setelah
                       Takothion 500 EC               tanaman berumur 15-30 hari, dengan
                                                               selang waktu 7-10 hari.
                                            2-4 gram per tanaman untuk membasmi nimfa (anak
                          Furadan G
 1                                              serangga), dibenarnkan dalam media tanam
        Thrips                               2 gram per tanaman untuk membasmi nimfa (anak
                         Temik 10 G
                                                serangga), dibenamkan dalam media tanam
                                             2 gram per tanaman, untuk membasmi nimfa (anak
                         Curater 3 G
                                                serangga), dibenamkan dalam media tanam
 2      Tungau         Takothion 500 EC             Lihat dosis untuk pengendalian Thrips


                                                                                                  231
                          Trithion 4 E                  25-40 ml/liter air
                          Omite 57 EC                    1-2 cc/liter air

                        Tahothion 500 EC      Lihat dosis untuk pengendalian Thrips
                          Anthio 33 EC                 1 – 2 cc per liter air
 3     Kutu Daun          Dibrom 8 EC                      2 cc/liter air
                         Folithion 50 EC                0,25-1 cc/liter air
                         Karphos 25 EC                    1-2 cc/liter air
                         Nudrin 24 WSC                    2-3 cc/liter air
                         Diazinon 40 EC                0,75-1,5 cc/liter air
 4        Ulat         Baythroid 50 WSC                  0,5-1 cc/liter air

                         Cymbush 6 EC                    1-2 cc/liter air
 5     Kumbang           Bayrusil 250 EC                0,2% per liter air
                        Hostathion 75 EC                0,15% per liter air
 6     Lalat Buah       Bayrusil 250 EC                 0,2% per liter air
                        Laybaycid 25 EC                0,15% per liter air
 7       Kepik           Folithion 50 EC              0,25 – 1 cc / liter air.
 8      Belalang            Curacron                0,5        - I cc / liter air

      B. PENYAKIT     Benlate / Antracol 70
 1                                                    0.5 – 1 gram / liter air
                         WP / Velimex
      Bercak Daun

 2   Layu Fusarium              -               Tanaman dibangkar lalu dibakar

 3    Layu Bakteri              -               Tanaman dibangkar lalu dibakar

 4 Antraknose/ patek Benlate / Antracol 70            0,5 – 1 gram / liter air
                        WP/ Velimex
d.   Teknik pengendalian hama, penyakit         Untuk itu keadaan dan perkembangan
     dan gulma (hpg) secara organik             hama yang penting perlu terus dipantau
                                                dan menjaga tindakan-tindakan yang
Patogen serangga dapat digunakan                mengurangi berfungsinya patogen hama
dalam Pengendalian Hama Tanaman                 dapat dibatasi sekecil mungkin.
(PHT) melalui beberapa teknik dan
sasaran yaitu :                                 2). Introduksi dan aplikasi patogen hama
1).    Memanfaatkan secara maksimal             sebagai faktor mortalitas tetap. Prinsip
proses pengendalian alami oleh patogen          penggunaan patogen hama disini sama
hama. Ada banyak jenis jamur patogen            dengan introduksi serangga parasitoid
penyebab penyakit dan jamur yang                atau predator untuk menekan populasi
mampu menekan populasi hama secara              hama untuk jangka waktu yang panjang.
alami sehingga populasi tetap berada di         Caranya adalah dengan memasukkan
bawah aras ekonomik. Kita harus                 dan menyebarkan patogen pada suatu
menjaga ekosistem sedemikian rupa               ekosistem sedemikian rupa sehingga
sehingga patogen dapat melaksanakan             patogen tersebut mantap di ekosistem
fungsinya secara “density dependent”.           yang baru ini, sehingga menjadi faktor

                                                                                      232
mortalitas tetap bagi spesies hama yang      ekonomik dalam jangka waktu yang
dikendalikan. Permu-laan bagi patogen        panjang
diperlukan kepadatan populasi inang yang
cukup.                                       b). Aman bagi lingkungan
                                             Pengendalian hayati tidak memiliki efek
3). Aplikasi patogen hama sebagai            samping terhadap lingkungan terutama
insektisida mikrobial. Aplikasi patogen      terhadap serangga atau orga-nisme yang
perlu dilakukan beberapa kali sama           bukan sasaran
prinsipnya      dengan       penggunaan      Relatif ekonomik karena begitu usaha
insektisida sintetik organik. Saat ini       tersebut berhasil kita tidak memerlukan
beberapa jenis patogen seperti Bacillus      lagi tambahan biaya khusus untuk
thuringiensis telah dipasarkan dengan        pengen-dalian hama yang kita upayakan
nama dagang tertentu. Berbeda dengan         dan tidak merugikan per-kembangan
insektisida sintetik organik maka            musuh alami.
insektisida     mikrobia      mempunyai
keuntungan yaitu berspektrum sempit          Kerugian pengendalian hayati adalah:
atau khas inang dan aman bagi                a). Modal investasi yang besar
lingkungan hidup serta tidak membunuh        Modal untuk pengendalian hayati relatif
binatang bukan sasaran. Kecuali itu          besar karena harus dikeluarkan untuk
apabila       keadaan          lingkungan    kegiatan eksplorasi, penelitian, pengujian,
memungkinkan patogen hama yang               dan evaluasi terutama yang menyangkut
diaplikasikan pada ekosistem mungkin         berbagai aspek dasar baik untuk hama,
dapat menjadi pengendali alami hama          musuh alami maupun tanaman.
yang permanen di ekosistem tersebut.
Teknik penggunaan pengendali hama            Aspek dasar yang meliputi taksonomi,
jenis mikroba biasanya diigunakan pada       ekologi, biologi, siklus hidup, dinamika
tanaman setelah melalui pengenceran          populasi,      genetika,     fisiologi, dll.
untuk mendapatkan konsentrasi yang           Identifikasi yang tepat jenis hama maupun
tepat, kemudian disemprotkan ke seluruh      musuh alaminya merupakan langkah
tanaman atau langsung ke dalam tanah di      permulan yang sangat penting, supaya
sekitar perakaran, sedangkan untuk           tidak memperoleh kesulitan dalam
microbial agen yang telah dikeringkan dan    mempelajari sifat-sifat kehidupan musuh
dicampur dengan media lain dapat             alami dan langkah kegiatan selanjutnya
langsung dibenamkan kedalam tanah
atau ditebarkan ke tanah disekitar           Diperlukan Fasilitas yang lengkap dan
tanaman.                                     para     peneliti   yang    berkualitas,
Dibandingkan      dengan     teknik-teknik   berpendidikan khusus dan, berdedikasi
pengendalian yang lain terutama              tinggi untuk pengembangan teknologi
pestisida, pengendalian OPT dengan           pengendalian hayati. Keberhasilan dari
musuh alami memiliki keuntungan              penggunaan pengendali hayati relatif
diantaranya:                                 lebih lama.

a). Permanen                                 4)        Taktik Pengendalian
Musuh alami menjadi lebih mapan dan          Telah       tersedia   berbagai  taktik
selanjutnya secara alami musuh alami         pengendalian yang dapat dikelompokkan
akan mampu menjaga populasi hama             seperti di bawah ini :
dalam keadaan seimbang di bawah aras         (a).       Mengusahakan pertumbuhan
                                             tanaman sehat

                                                                                    233
Yang dimaksud dengan tanaman sehat             (b). Pengendalian hayati (musuh-musuh
ialah tanaman yang terlihat segar, tumbuh      alam)
normal menurut kriteria pertumbuhan            Dalam pengertian ekologi definisi
yang telah diketahui. Dimulai dengan           pengendalian hayati ialah pengaturan
menilai kesehatan benih. Tanda-tanda           populasi kepadatan organisme oleh
benih sehat ialah benih harus bersih,          musuh-musuh alamnya, hingga tingkat
terlihat bernas, tidak berkeriput, tidak ada   kepadatan rata-rata organisme tersebut
gejala-gejala berpenyakit, persentase          lebih rendah dibandingkan dengan yang
tumbuhnya (kecambah) hampir 100%.              tidak teratur oleh musuh alamnya
Demikian juga kecepatan pertumbuhan            (DeBach, 1979). Dari segi kepentingan
benih tersebut harus memenuhi kriteria         manusia musuh-musuh alam tersebut
yang telah ditentukan. Benih yang sehat        dimanfaatkan sebagai pengendali hama
akan menghasilkan tanaman yang sehat           agar fluktuasi kepadatan rata-rata
pula. Di lapangan dapat dibedakan antara       populasi hama tanaman selalu rendah.
pertumbuhan tanaman sehat dengan               Dengan demikian hama tersebut tidak
yang bukan. Misalnya varietas unggul           mendatangkan kerugian. Musuh-musuh
Cisadane. Bentuk tanamannya tegak,             alam tersebut dapat digolongkan sebagai
tinggi antara 105-120 cm, anakan               berikut (van den Bosch et al. 1985;
produktif 15-20 batang, warna kaki,            Pimentel, et al. 1986)
batang, dan daun hijau, muka daun kasar,             Predator
posisi daun tegak, bentuk dan warna                  Parasitoid
gabah gemuk dan kuning bersih, umur                  Patogen serangga ( jamur,
antara 135-145 hari.                                    bakteri, virus, nematoda)
                                                     Vertebrata (mamalia, burung,
Mengapa       harus        mengusahakan                 amphibia, ikan).
pertumbuhan tanaman sehat. Apakah
hubungan antara pertumbuhan tanaman            (c). Varietas tahan
sehat dengan masalah hama. Jelas ada           Yang dimaksud dengan varietas tahan
hubunganya, malah sangat erat.                 ialah varietas-varietas yang memang
Tanaman yang sehat akan lebih mampu            tahan terhadap serangan hama-hama
menahan serangan berbagai spesies              tertentu. Daya tahannya itu diwariskan
hamanya. Jadi pertumbuhan tanaman              kepad keturunan-keturunannya, jadi daya
sehat pada umumnya menjadi lebih tahan         tahan yang diwariskan secara genetik.
terhadap serangan hama. Bagaimana              Mekanisme ketahanan varietas dapat
caranya mengusahakan pertumbuhan               digolongkan sebagai berikut (Pinter,
tanaman sehat. Usaha ini mencakup              1951) :
berbagai aspek kultur teknik yaitu :                 Non-preferensi
     Pola-pola tanam                                Antibiosis
     Pergiliran tanaman                             Toleransi tanaman
     Sanitasi
     Pemangkasan                              (d). Mekanik
     Waktu tanam                              Pengendalian secara mekanik ialah
     Pemupukan                                menggunakan berbagai alat/bahan untuk
     Pengelolaan          tanah     dan       membinasakan     hama,       termasuk
        pengairan                              menggunakan tangan kita untuk
     Tanaman perangkap                        mengambil/menangkap hama sebagai
     Penggunaan mulsa                         berikut :


                                                                                 234
          Membinasakan dengan tangan,       secara genetik yang dibicarakan di sini
           alat                              ialah :
          Memagari tanaman dengan
           pagar                                    Teknik jantan mandul dengan
          Menangkap     dengan      alat            radiasi
           penghisap                                Zat kimia pemandul
          Menggunakan alat perangkap
                                             (h). Pestisida
(e). Fisik                                   Yang dimaksud dengan pestisida ialah
Yang dimaksud dengan pengendalian            zat-zat kimia untuk membunuh hama.
secara fisik ialah memanfaatkan faktor-      Jadi pestisida adalah racun. Namun
faktor fisik untuk membinasakan atau         masih terjadi perdebatan apakah berbagai
menekan perkembangan populasi hama,          produk kimia yang non-letal seperti
antara lain dengan :                         pengatur      tumbuh,    feromon     dan
      Suhu panas, dingin                    sebagainya, juga termasuk pestisida.
      Suara
      Kelembapan                            Yang dibicarakan di sini antara lain
      Energi, perangkap cahaya,             penggolongan         pestisida    menurut
          pengaturan cahaya                  golongan hama yang diberantasnya,
                                             efeknya terhadap hama, formulasi,
(f).  Senyawa-senyawa kimia semio            toksisitas, penyimpanan, transpor, dan
       (“semiochemicals”)                    teknik memusnahkan serta alat-alat dan
Selama dua dekade terakhir ini banyak        teknik aplikasi dan pengelolaan pestisida.
kemajuan      telah    tercapai   dalam            Insektisida
mengidentifikasi dan menetapkan fungsi             Fungisida
berbagai senyawa kimia yang dikeluarkan            Bakterisida
oleh serangga yang mutlak penting dalam            Molusida
kehidupannya.       Beberapa    diantara           Akarisida
senyawa kimia ini telah dapat                      Herbisida
dimanfaatkan sebagai salah satu taktik       Sesuai dengan definisi PHT untuk
dalam PHT.                                   menanggulangi         sesuatu     spesies/
                                             sekelompok spesies hama penting dipilih
Yang termasuk ke dalam senyawa-              mana dari taktik-taktik pengendalian
senyawa kimia semio ini adalah feromon-      tersebut di atas yang paling cocok untuk
feromon dan senyawa-senyawa kimia            digabungkan menjadi satu kesatuan
alelo (“allelochemicals”). Mekanisme         program pengendalian. Namun tidak
kerjanya ialah mengubah perilaku             mutlak demikian. Apabila dengan
serangga, tetapi tidak mematikannya.         menggunakan satu taktik pengendalian
Sepanjang diektahui efek racunnya            sudah berhasil baik sesuai dengan
terhadap kehidupan hewan dan tanaman         falsafah dan tujuan PHT, yang lainnya
sangat sedikit atau tidak ada sama sekali.   tidak diperlukan.

(g). Pengendalian secara genetik             Program PHT hendaknya sudah harus
Ada kemungkinan untuk merubah                dimulai sejak persiapan tanam sampai
komponen-komponen genetik populasi           dengan pasca panen. Dengan demikian
hama atau mekanisme pewarisnya yang          harus dapat diantisipasi spesies-spesies
lain dengan tujuan untuk mengendalikan       hama penting apa saja yang mungkin
hama tersebut. Metoda pengendalian           timbul pada setiap fase kegiatan dan

                                                                                  235
pertumbuhan tanaman. Untuk ini              dari fungsinya musuh alami dapat kita
diperlukan     pengetahuan      tentang     kelompokkan        menjadi     parasitoid,
agorekosistem tanaman tersebut dan eko-     predator, dan patogen.
biologi    hama-hamanya.       Misalnya     1). Parasitoid
tanaman kedelai. Hama kedelai yang          Parasitoid adalah serangga yang
terpenting selama fase pertumbuhan          merugikan serangga atau binatang
pertama yaitu sejak berumur 4-10 hari       arthropoda lainnya. Parasitoid bersifat
setelah tanam ialah lalat kacang,           parasitik pada fase pra dewasanya
Ophiomya phaseoli, kumbang daun             sedangkan pada fase dewasa mereka
kedelai, Phaedonia inclusa dan kutu         hidup bebas tidak terikat pada inangnya.
kebul, Bemisia tabaci. Spesies-spesies      Umumnya parasitoid dapat membunuh
hama lain mungkin juga ada. Tabel III.3     inangnya meskipun ada inang yang
memuat daftar hama-hama kedelai yang        mampu melengkapi siklus hidupnya
dapat hadir pada fase-fase pertumbuhan      sebelum      mati.   Parasitoid    dapat
tanaman kedelai (Wedanimbi dan              menyerang setiap fase instar serangga
Soehardjan, 1993).                          maupun fase dewasa.          Oleh induk
                                            parasitoid telur dapat diletakkan pada
e.       Implementasi Pengendalian          permu-kaan kulit inang atau dengan
                                            tusukan ovipositornya telur langsung
Pengendalian hama dan patogen               dimasukkan ke dalam tubuh inang. Larva
tanaman dapat dilakukan dengan              yang keluar dari telur menghisap cairan
berbagai cara. Pengendalian yang sudah      inangnya        dan        menyelesaikan
umum dilakukan oleh petani Indonesia        perkembangannya di luar tubuh inang
adalah pengendalian secara kultur teknis,   (sebagai ekto-parasitoid) dan sebagian
pengendalian      secara       mekanis,     besar di dalam tubuh inang (sebagai
penegndalian secara fisik, pengendalian     endoparasitoid). Fase inang yang
secara hayati, pengendalian secara          diserang pada umumnya adalah telur dan
kimiawi, pengendalian dengan varietas       larva.
yang tahan terhadap OPT dan
penendalian secara terpadu (PHT:            Ada spesies parasitoid yang hanya
Pengendalian hama, patogen dan gulma        digunakan oleh satu para-sitoid untuk
secara terpadu). Untuk mengendalian         dapat melengkapi per-kembangannya
hama dan penyakit tanaman dapat             sampai fase dewasa pada satu inang.
dilakukan sevara bilogis.          Untuk    Parasitoid semacam ini disebut parasitoid
keberhasilan suatu pengendalian secara      soliter. Sedangkan parasitoid gregarius
biologis harus mengenal terlebih dahulu     adalah jenis parasitoid yang lebih dari
musuh-musuh alami hama dan penyakit         satu individu dapat hidup bersama-sama
tanaman. Berikut ini adalah beberapa        dalam tubuh satu inang. Banyak lebah
musuh alami hama dan penyakit               Ichneumonid merupakan parasito-id
tanaman.                                    soliter, dan banyak lebah Braconid dan
                                            Chalcidoid yang bersifat gregarius.
Hampir semua kelompok organisme             Terdapat 6 ordo dan 86 famili serangga
dapat berperan sebagai musuh alami          yang      termasuk     parasitoid  yaitu
serangga hama termasuk binatang             Coleoptera,     Diptera,   Hymenoptera,
vertebrata, nematoda, mikroorganisme,       Lepidoptera,       Neuro-ptera,      dan
invertebrata selain serangga. Kelompok      Strepsiptera. Dalam ordo Hymenoptera
musuh alami yang paling penting adalah      yang terbanyak parasitoid adalah famili
dari go-longan serangga sendiri. Dilihat

                                                                                 236
Ichneumonidae,      Braconidae,      dan
Chalcidoidea.                               Gejala serangan :
                                            Bacillus thuringiensis sporulasi dalam
                                            tubuh serangga membentuk kristal yang
2). Predator                                mengandung protein beracun. Bila spora
Predator merupakan orga-nisme yang          dan kristal bakteri dimakan oleh serangga
hidup bebas de-ngan memakan atau            yang peka maka terjadi gejala paralisis
memangsa binatang lainnya. Beberapa         yang mengakibatkan kematian inang.
perbedaan antara predator dan parasitoid:   Kristal bakteri akan melarut dalam saluran
Parasitoid umumnya monofag atau             pencernaan. Dalam jaringan tersebut
oligofag                                    bakteri mengeluarkan toksin yang dapat
                                            mematikan serangga
Dalam perkembangannya parasitoid
memerlukan satu inang, sedangkan            Cendawan (fungi). Kelompok jenis jamur
predator memerlukan banyak mangsa.          yang menginfeksi serangga kita namakan
Yang mencari inang pada parasitoid          jamur entomofatogenik, jenis yang
adalah serangga dewasa betina, tetapi       terkenal adalah Nomuraea rileyi,
pada predator serangga jantan dan           Metharizium anisopliae, dan Beauveria
betina.                                     basiana

Hampir semua jenis ordo se-rangga           Gejala serangan :
mempunyai jenis yang menjadi predator,      Jamur patogen masuk ke dalam tubuh
seperti     Coleop-tera,     Neuroptera,    serangga tidak melalui saluran makanan
Hymenoptera, Diptera, dan hemiptera.        tetapi langsung masuk ke dalam tu-buh
Beberapa famili yang terkenal adalah        melalui kulit atau integumen. Setelah
kumbang         kubah       (Coleoptera:    konidia jamur masuk ke dalam tubuh
Coccinellidae),     Kumbang       tanah     serangga          serangga,       jamur
(Coleoptera : Carabidae), Undur-undur       memperbanyak          dirinya    melalui
(Neuroptera : Chrysopidae).                 pembentukan hifa dalam jaringan
                                            epikutikula, epidermis, hemocoel, serta
3). Mikroorganisme patogen                  jaringan-jaringan lainnya. Pada akhirnya
Jenis-jenis    mikroorganisme        yang   semua jaringan dipenuhi oleh miselia
berperan sebagai agen pengendali hayati     jamur. Disamping itu ada beberapa jenis
diantaranya adalah sebagai berikut :        jamur yang mempengaruhi pigmentasi
                                            serangga dan menghasilkan toksin yang
Bakteri. Kelompok bakteri yang lebih        sangat mempengaruhi fisiologi serangga.
penting adalah bakteri pem-bentuk spora     Karena pengaruh infeksi jamur terhadap
yang pada saat ini telah banyak             pembentukan pigmen, larva atau instar
digunakan sebagai insektisida mikrobial.    serangga      yang     terserang  jamur
jenis bakteri patogen yang penting adalah   memperlihatkan       perubahan    warna
bakteri bacillus popiliae dan bacillus      tertentu seperti warna merah dan merah
thuringiensis. Fungsi bakteri: Bacillus     muda.
popilliae yaitu menyebabkan seperti
penyakit susu pada kumbang jepang           Proses perkembangan jamur dalam tubuh
Popiliae japonica dan kumbang skarabid      inang sampai inang mati berjalan sekitar 7
lainnya. Bacillus thuringiensis sangat      hari. Setelah inang terbunuh, jamur
efektif digunakan untuk mengendalikan       membentuk konidia primer dan sekunder
larva ordo Lepidoptera dan larva nyamuk.    yang dalam kondisi cuaca yang sesuai

                                                                                 237
konidia tersebut muncul keluar dari
kutikula serangga.                           Jenis-jenis agen pengendali hayati yang
Saat ini di Indonesia jamur Metarhizium      dapat dipergunakan untuk mengendalikan
anisopliae telah digunakan secara luas       penyakit tumbuhan adalah bakteri, virus,
untuk pengendalian hama Oryctes sp.          protozoa, nematoda, tungau dan jamur.
yang      menyerang     kelapa.  Jamur       Jamur pengendali hayati adalah
Beauveria      telah    dicoba    untuk      Trichoderma spp., Gliocladium spp. dan
pengendalian hama wereng padi coklat         Metharizium sp. (baker and Cook, 1982).
dan hama penggerek buah kopi.
                                             Berikut beberapa contoh pembuat-an
Jamur antagonis. Beberapa spesies            pestisida hayati dari mikro-organisme,
Gliocladium sp. bersifat antagonis yang      yaitu Jamur B. bassiana merupakan
menyebabkan          kematian          dan   entomopatogen yang dapat mematikan
menghancurkan hifa inangnya dengan           serangga dewasa dan pra dewasa (telur,
sekresi satu atau lebih antibiotik, dengan   larva, pupa) hama penggerek bonggol
sifat hiperparasit dan persaingan hara       pisang, C. sordidus. Bila pupa yang
maupun ruang. Antibiotik yang dihasilkan     terinfeksi B. bassiana dapat hidup,
Gliocladium sp. adalah gliotoksin.           namun serangga imagonya akan cacat
Gliocladium dan Trichoderma berpotensi       dimana perkembangan sayapnya tidak
sebagai agen pengendali hayati untuk         sempurna. Jamur B. bassiana terlihat
penyakit layu fusarium. Trichoderma spp.     keluar dari tubuh serangga terinfeksi
Membebaskan gas-gas yang mudah               mula-mula dari bagian alat tambahan
menguap dan berfungsi sebagai anti           (apendages) seperti antara segmen-
jamur. Anti jamur yang dihasilkan            segmen antena, antara segmen kepala
berpengaruh terhadap pertumbuhan             dengan toraks, antara segmen toraks
Fomes annosus dan Lentinus lepideus          dengan abdomen dan antara segmen
                                             abdomen dengan cauda (ekor). Setelah
Menurut Baker and Cook (1982),               beberapa hari kemudian seluruh
pengendalian hayati adalah tindakan          permukaan tubuh serangga yang
penekanan kepadatan inokulum atau            terinfeksi akan ditutupi oleh massa jamur
aktifitas patogen yang berada dalam          yang berwarna putih. Penetrasi jamur
keadaan aktif atau dorman oleh satu atau     entomopato-gen sering terjadi pada
lebih organisme. Pengendalian hayati         membran antara kapsul kepala (head
dapat berjalan dengan alami melalui          capsule) dengan toraks atau diantara
manipulasi lingkungan inang (tumbuhan),      segmen-segmen apendages demikian
agen pengendali hayati atau dengan           pula miselium jamur keluar pertama kali
introduksi masal satu atau lebih agen        pada bagian-bagian tersebut.
pengendali hayati.




                                                                                 238
                                              Gambar 48.
               Gejala pada serangga dewasa C. sordidus yang terinfeksi oleh jamur B.bassiana




                                                   Gambar
                   Morfologi Gliocladium sp. (kiri) dan Hiperparasitisme Gliocladium sp.
                                      Pada patogen tanaman (kanan)



Jamur        Metarrhizium        anisopliae                Gliocladium sp. diperbanyak pada media
Perbanyakan jamur dilakukan pada PDA,                      PDA dengan cara isolat murni
setelah itu dipin-dahkan ke dalam media                    Gliocladium sp. yang berada dalam
ja-gung pecah. Pada media jagung                           tabung reaksi dituangkan ke tanah yang
tersebut akan tumbuh miselium berwarna                     mengandung patogen, lalu diinkubasikan
putih dan spora-spora jamur berwarna                       selama satu minggu. Tanah tersebut
hijau olive. Suspensi jamur dibuat dari                    disirami setiap hari sampai lembab.
biakan pada media jagung yang                              Kemudian tanah yang mengandung
disuspensikan ke dalam akuades dan                         patogen dan jamur antagonis diambil satu
disaring. Suspensi ini dihitung kepekat-an                 gram, lalu diencerkan dengan aquades
sporanya dengan alat Haemocytometer di                     steril sampai dengan 10-5. Satu milimeter
bawah mikroskop dengan perbesaran                          hasil pengenceran tanah ditumpahkan ke
400–600x, sehingga diperoleh suspensi                      dalam cawan petri lalu ditambah sembilan
dasar yang selanjutnya akan diencerkan                     mililiter media PDA dan antibiotik.
sesuai kebutuhan.                                          Campuran tersebut digoyang sekitar 20
                                                           kali, kemudian diinkubasikan dalam suhu

                                                                                               239
kamar selama 2 hari. Pada hari ke-3           dapat ditranslokasikan ke seluruh bagian
pindahkan jamur antagonis ke dalam            tumbuhan. Herbisda sterilisasi tanah
cawan petri yang mengandung PDA steril,       adalah herbisida yang selama berada di
lalu diinkubasikan sela-ma 4 hari. Pilih      dalam tanah dapat mencegah tumbuhnya
satu cawan petri yang mengandung koloni       gulma.      Pemberian herbisida untuk
Gliocladium sp. murni. Setelah dipotong-      memberantas gulma dilakukan dengan
potong dengan alat Cork Boorer, setiap        cara sebar, larikan dan langsung.
satu potongan dipindahkan ke cawan
petri, lalu diinkubasikan selama tujuh        Cara sebar dilakukan untuk menyemprot
hari. Dengan demikian diperoleh koloni        atau menebar herbisida ke seluruh area
murni Gliocladium sp.                         pertanaman.         Cara larikan adalah
                                              pemberian herbisida yang disebarkan di
f. Implementasi pengendalian gulma.           antara barisan tanaman. Sedangkan cara
Untuk mengendalikan gulma tanaman             langsung dilakukan apabila herbisida
terdapat lima tehnik pengendalian, yaitu      disemprotkan secara langsung pada
(1)     cara      mekanis,        melakukan   gulma atau dengan cara melukai gulma
pembabatan, pencabutan, pengolahan            dan mengoleskan herbisida pada bagian
tanah, pengenangan, pembakaran dan            yang luka.
penutupan lahan dengan mulsa plastik          Translokasi herbisida ke bagian-bagian
hitam-perak atau mulsa organik;               gulma dibagi atas tiga cara, yaitu
(2) tehnik kompetisi,yaitu mengatur waktu     translokasi melalui jaringan kulit kayu atau
tanam yang tepat sehingga tanaman tidak       floem, trnaslokasi melalui jaringan pem-
tersaingi dalam kebutuhan air, unsur hara     buluh kayu (xilem) dan translokais melalui
dan oksigen;                                  ruang inertseluler.
(3) pergiliran tanaman, yaitu melakukan
pergantian tanaman budidaya pada setiap       Penyemprotan herbisida melalui daun
musim tanam;                                  akan diterukan ke bagian bawah,
(4) cara biologi, dengan menggunakan          termasuk akar. Penyemprotan sebaiknya
predator gulma dan penyakit tanaman           dilaku-kan pada sel-sel yang masih muda,
berupa fungi atau bakteri atau virus.         karena proses translokasi bahan-bahan
Contohnya memberantas Lantana camara          dari daun ke bagian tanaman berjalan
dengan hama penggerek batang                  secara aktif. Herbisida yang toksik akan
Plagiohanus spini atau pengerek daun          mema-tikan sel-sel atau jaringan yang
seperti Octotoma scrabripennis;               dilewatinya. Selama sel-sel floem masih
(5) secara kimia, yaitu mengendalikan         berfungsi maka gulma masih tetap dapat
gulma dengan menggunakan ba-han               bertahan hidup. Oleh karena itu untuk
kimia atau herbisida.                 Dalam   membunuh gulma dengan menggunakan
penerapannya, herbisida digolongkan           herbisida harus selalu mematikan fungsi
dalam tiga kelompok, yaitu herbisida          floem sehingga fungsi akar akan terhenti.
kontak, sistemik dan sterilisasi tanah.
                                              Pemberian herbisida melalui tanah akan
Herbisida kontak yaitu herbisida yang         diangkut oleh jaringan pembuluh xilem
dapat membunuh bagian gulma yang              ke bagian atas gulma termasuk daun.
terkena herbisida kemudian mengalir           Xilem merupakan sel-sel yang tidak hidup
melalui sel-sel xilem. Herbisida sistemik     sehingga herbisida sulit untuk merusak
adalah herbisida yang dapat membunuh          sel xilem. Translokais dari bagian akar ke
seluruh bagain tumbuhan, diabsorpsi oleh      bagian di atas permukaan tanah akan
akan atau bagian tanaman lainnya dan

                                                                                     240
selalu mengikuti translokasi air dan           interaksi sifat herbisida, gulma dan
larutan hara tanama                            lingkungan.

Translokasi bahan aktif dari herbisida         Sifat herbisida menyangkut daya kerja,
melalui ruang interseluler karena adanya       mekanisme kerja, formulasi dan pH.
sifat bahan pelarut yang nonpolar dan          Tehnik penggunaan herbisida mencakup
mempunyai tekanan permukaan yang               cara penyemprotan, penempatan dan
rendah.      Dengan demikian herbisida         hubungannya dengan alat serta waktu
dapat menyebar ke seluruh bagian               penggunaannya.         Sifat gulma yang
tanaman, dari bagian atas ke bawah, atau       mempengaruhi efektivitas dan selektivitas
sebaliknya. Begitupun dengan proses            herbisida adalah sifat morfologis, fisiologis
secara radian ataupun tangensial.              dan genetis, Keadaan seperti tanah,
Faktor-faktor      yang      mempengaruhi      sinar, suhu, kelembaban udara, air dan
efetivitas dan selektivitas herbsida adalah:   faktor biologi akan mempengaruhi pula
sifat herbisida, cara pemberian atau           efektivitas dan selektivitas herbisida.
pemakaian, sifat gulma, lingkungan, dan




                                                                                       241
                                        Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 5. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi
berikut:
    1. Menyiapkan lahan dan media tanam
    2. Mengelola alat dan mesin pemeliharaan tanaman
    3. Menerapkan K-3 dalam merawat tanaman
    4. Merawat benih tanaman

         Media tumbuh                     Sifat fisik tanah     Sifat kimia
       Perkembangan dan                   Tekstur              Unsu hara
        pengertian tanah                   Struktur              makro
       Profil tanah                       Aerasi tanah        Unsur hara
       Komponen tanah                     Temperatur            mikro
       Fungsi utama tanah                     tanah
        senagai media tumbuh               Warna tanah
                                           Klasifikasi
                                               warna
     Teknik pengolahan tanah            Teknik penanaman           Pemupukan
Teknik pengolahan tanah terdiri      Teknik penanaman               Pupuk organic
dari persiapan lahan, dan            terdiri dari persemain,        Pupuk
pembuatan bedengan untuk             pembibitan,                     anorganik
tempat tumbuh tanaman.               pemeliharaan bibit dan
Kegiatan selanjutnya adalah          penanaman.
membuat lubang tanam dengan
jarak tanaman yang efektif dan
efisien.

            Pengairan                    Pemangkasan                  OPT
       Fungsi air bagi tanaman           Pemangkasan              Hama
       Kebutuhan bagi tanaman              tanaman                 Penyakit
       Peran utama air tanah               muda.                   Gulma
       Proporsi dan siklus air           Pemangkasan              Tekniik
        tanah.                              tanaman tua.             pengendalian
       Koefisien dan                                                HPG
        ketersediaan air tanah                                      Implementasi
       factor-faktor ketersediaan                                   pengendalian
        air
       Teknik pengairan




SOAL:
   1. Jelaskan tentang unsur hara makro dan mikro bagi tanaman.
   2. Jelaskan minimal 10 OPT dan teknik pengendaliannya.
   3. Mengapa pengendalian OPT yang terbaik adalah secara terpadu.

                                                                                     242
TUGAS:
   1. Lakukan observasi terhadap unsur hara yang digunkan petani di sekitar sekolahmu.
   2. Amati hama. Penyakit dan gulma yang menyerang tanaman yang dibudidayakan di
       sekolahmu dan diskusikan dengan teman satu kelompok bagaimana cara
       mengendalikan OPT tersebut.




                                                                                 243
                  BAB 6. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI



     Padi di Indonesia masih
merupakan tanaman pangan utama
yang dikonsumsi tidak kurang dari
200 juta penduduk. Jika konsumsi
beras rata-rata 130,5 kg/kapita/th
maka total kebutuhan beras 26,1 juta         Gabah
                                                       Panikel


ton/th. Bila rendemennya 70% maka                    Daun

kebutuhan padi Indonesia per tahun
adalah 37,3 juta ton padi kering                     Batang
giling. Luas lahan yang diperlukan
untuk menghasilkan kebutuhan padi                    Akar
tersebut minimal 8 juta ha jika
produktivitas rata-rata per hektar 4,5             Gambar 6.2.
ton. Dengan demikian, kebutuhan               Morfologi tanaman padi
benih padi Indonesia per tahun 200
ribu ton jika kebutuhan benih padi
per hektar 25 kg.                             Padi umumnya diusahakan
     Di Indonesia, kebutuhan benih       secara terus menerus pada lahan
padi dipenuhi oleh dua industri benih    yang sama dengan varietas yang
padi terbesar, yakni PT Sang Hyang       berbeda-beda antar-musimnya. Hal
Seri dan PT Pertani. Menurut catatan     ini menjadi salah satu faktor
Ditjentan Pangan (1999), belum           sulitnya membebaskan lahan padi
seluruh kebutuhan benih padi             dari tanaman voluntir serta
terpenuhi, baru berkisar 30-40% saja     serangan hama dan penyakit,
benih bersertifikat yang tersedia.       kecuali jika lahan ini diberakan
Oleh karenanya, peluang berusaha         selama beberapa kali musim
di sektor penangkaran atau industri      tanam. Padi tergolong tanaman
benih padi di Indonesia masih cukup      yang menyerbuk sendiri dan
terbuka.                                 kemungkinan untuk menyerbuk
                                         silang sangat kecil (<4%). Isolasi
                                         jarak yang disarankan 3 m,
                                         sedangkan isolasi waktu sekitar 30
                                         hari
                                              Untuk    dapat     mengelola
                                         produksi benih padi bersertifikat
                                         terdapat beberapa proses yang
                                         harus dilakukan dengan seksama
            Gambar 6.1.                  dan teliti.
           Anatomi bunga padi




 Tehnik Pembenihan Tanaman                                             244
                                         b. Benih Sumber
6.1.     Perlakuan Pra-Panen
                                             Benih sumber yang digunakan
Untuk         mendapatkan      benih    hendaknya dari kelas yang lebih
bersertifikat, setiap tahap budidaya    tinggi. Kebutuhan benih sumber per
perlu diperhatikan, dimulai dari        hektar diperkirakan sebanyak 10 kg
kegiatan sebelum panen.                 benih penjenis untuk menghasilkan
                                        benih dasar, 25 kg benih dasar
                                        untuk menghasilkan benih pokok;
                                        dan 25 kg benih pokok untuk
                                        menghasilkan benih sebar.
                                             Varietas     yang     ditanam
                                        hendaknya selain disesuaikan
                                        dengan kebutuhan konsumen,
                                        memperhatikan        pula    aspek
                                        kecocokan lahan, umur tanaman,
                                        dan ketahanan terhadap hama
             Gambar 6.3.                serta penyakit.
  Pengolahan lahan sawah dengan
   traktor, sebagailangkah untuk
  mempersiapkan tempat produksi
              benih padi.

a. Persyaratan Lahan

    Persyaratan      berikut    perlu
diperhatikan pada saat memilih lahan
adalah sebagai berikut:
  Lahan hendaknya merupakan
  bekas tanaman lain atau lahan
  yang diberakan,                            Gambar 6.4 Benih sumber padi
  Lahan dapat bekas tanaman padi,
  asalkan varietas yang ditanam          c. Musim Tanam
  sama dengan varietas yang
  ditanam sebelumnya,                         Padi termasuk tanaman yang
  Ketinggian lahan disesuaikan          dapat tumbuh dalam genangan.
  dengan daya adaptasi varietas         Namun, padi juga dapat ditanam di
  tanaman,       umumnya         padi   lahan kering asalkan air cukup
  beradaptasi di dataran rendah,        tersedia. Oleh karena itu, padi
  Lahan relatif subur, Ph 5,4-6, dan    dapat ditanam pada musim hujan
  memiliki lapisan keras sedalam 30     maupun musim kemarau, selama
  cm agar sawah tidak lekas kering.     air tersedia cukup.




                                                                     245
d. Penyemaian                            Benlate F-20 dengan dosis 125 g
     Ukuran bedeng pesemaian             per 25 kg benih. Selanjutnya, benih
umumnya 5% dari luas lahan               diperam dalam air selama 24 jam
penanaman.       Misalnya,    lahan      untuk memacu perkecam-bahan.
penanaman direncanakan seluas            Lokasi tempat memeram sebaiknya
satu hektar maka bedengan                dipilih tempat yang teduh.
persemaian yang diperlukan sekitar
500m2.
     Sebelum       diolah,    lahan
persemaian diairi lebih dahulu agar
tanah menjadi gembur. Keesokan
harinya, lahan dicangkul dan dibuat
bedengan dengan ukuran lebar 120-
150 cm, panjang 8-10 m atau
tergantung bentuk petakan, dan
ketinggian 15-20 cm. jarak antar
bedengan dibuat selebar 30 cm.




                                                    Gambar 6.6
                                          Bagian-bagian benih padai (a) dan
                                          perkembangan dan pertumbuhan
 Gambar 6.5 Benih padi siap disemai di      benih padi menjadi bibit lalu
            lahan sawah                         menjadi tanaman (b)


     Benih      yang     digunakan            Benih yang telah diperam
sebaiknya mempunyai kadar air 11-        kemudian disebar secara merata ke
12%. Sebelum disebarkan, benih           lahan pesemaian yang macak-
(dalam karung) direndak di dalam         macak (berlumpur). Setelah itu,
kolam atau air yang mengalir selama      permukaan lahan ditutup dengan
24 jam untuk mematahkan domansi          sekam padi varietas yang sama.
dan membersihkan benih dari              Penutupan dengan sekam ini
patogen. Setelah itu, benih diberi       ditujukan untuk melindungi benih
perlakuan     fungisida,   misalnya      padi dari terpaan hujan maupun
                                         angin.




Tehnik Pembenihan Tanaman                                              246
     Semai dipupuk pada umur 5 hari       Perendaman III selama 2-3 hari
setelah tanam (HST) dengan                lalu diikuti penggaruan II sambil
campuran 200 g urea + 100 g SP-36         permukaan tanah diratakan.
+ 60 g KCL untuk setiap 10m2. pupuk
disebar pada pagi hari sebelum pukul          Kegiatan selanjutnya yaitu
08.00. untuk melindungi pesemaian       pengaturan jarak tanam jarak
dari serangan hama maupun               tanam dibuat 22 cm x 22 cm bila
penyakit,     perlu     disemprotkan    penanaman pada musim kemarau
insektisida, misalnya Bassa 50 EC (     dan 30 cm x 15 cm bila penanaman
dosis 1,5 ml/l air) dan Darmafur 3G     pada musim hujan. Jarak tanam ini
sebanyak 2 kg.                          dapat pula disesuaikan dengan
     Lahan pesemaian dijaga dalam       jarak tanam yang dianjurkan untuk
kondisi      macak-macak      hingga    varietas yang ditanam atau sesuai
tanaman berumur 14-18 HST : Jika        anjuran Dinas Pertanian Tanaman
lahan tergenang air atau kekeringan     Pangan. Agar penanaman dapat
maka bibit padi akan cepat mati.        teratur, pada lahan dibuat lajur
     Benih yang telah diperam           (larikan) dengan menggunakan
kemudian disebar secara merata ke       caplak atau tali. Bibit yang lemah
lahan pesemaian yang macak-macak        maupun bibit voluntir dicabut dan
(berlumpur). Setelah itu, permukaan     dibuang. Sementara bibit yang
lahan ditutup dengan sekam padi         vigor, sehat, dan berumur 21-25
varietas yang sama. Penutupan           hari di cabut dan kemudian ditanam
dengan sekam ini ditujukan untuk        di lahan. Sebelum ditanam, bibit
melindungi benih padi dari terpaan      dipotong kira-kira 20 cm dari
hujan maupun angin.                     pangkal batang. Tujuannya untuk
                                        mengurangi penguapan agar bibit
e. Penyiapan           lahan    dan     tidak lekas layu. Penanaman bibit
     penanaman                          sebaiknya 2-4 tanaman per rumpun
      Penanaman padi menghendaki        sedalam ± 2-3 cm. untuk
tanah sawah yang berstruktur lumpur     perbanyakan benih BD dari benih
dengan kedalaman sekitar 15-30 cm.      BS, penanaman bibit adalah 1 bibit
untuk memperoleh struktur tanah         per lubang tanam. Adapun untuk
demikian, lahan beberapa kali           perbanyakan benih BP dari BD
direndam dengan air.                    maupun BR dari BP, dalam satu
   Perendaman I selama 3-4 hari lalu    lubang dapat ditanami 3 bibit.
   diikuti pembajakan I
   Perendaman II selama 2-3 hari lalu
   diikuti pembajakan II
   Perendaman III selama 2-3 hari
   lalu diikuti penggaruan I




                                                                      247
                                       (pupuk kandang, kompos atau
                                       bokhasi) per hektar tergantung
                                       pada kondisi lahan.




              Gambar 6.7
         Bibit padi siap tanam


     Bibit yang masih tersisa dapat
digunakan      untuk    penyulaman.
Penyulaman       dilakukan     untuk
menggantikan bibit yang mati atau
kurang bagus pertumbuhannya.
Tanaman pengganti ini diusahakan
tidak terlalu jauh perbedaan
umurnya. Penyulaman biasanya
                                           Gambar 6.8 Pemupukan lahan sawah
dilakukan pada 7-10 HST dan paling
lambat pada umur 15 HST.
                                            Pupuk dasar diberikan dengan
f. Pemeliharaan                        cara disebarkan merata kemudian
                                       diinjak-injak. Pupuk susulan I
     Kegiatan pemeliharaan yang        diberikan dengan cara disebarkan
dilakukan meliputi pemupukan,          dalam larikan dengan selang satu
penyulaman, penyiangan, pengair-       larikan. Pemberian pupuk susulan II
an, pengendalian hama dan penyakit     dengan cara disebarkan pada
serta roguing.                         larikan yang belum dipupuk pada
                                       pemupukan susulan I. Pada saat
1) Pemupukan                           pemupukan, kondisi tanah dibuat
                                       macak-macak       dan    dibiarkan
    Pupuk yang digunakan adalah        selama 3 hari.
Urea, TSP, dan KCL dengan dosis
per hektar 300 kg Urea, 200 kg TSP,    2) Penyulaman
dan 100 kg KCL. Pemupukan dasar
diberikan 3-4 hari sebelum tanam            Penyulaman terhadap tanaman
dengan 1/3 bagian urea, sedangkan      yang mati atau tumbuh tidak normal
pemupukan susulan II diberikan 7       dilakukan pada saat umur 4-5 HST
MST dengan 1/3 urea sisanya. Untuk     atau paling lambat 10-15 HST.
tanah berpasir, penambahan bahan       Tanaman penyulam dipilih tanaman
organik sangat dianjurkan, dosisnya    yang        seragam        dengan
bervariasi 0,5-2 ton bahan organik     pertumbuhan yang kuat dan sehat.




Tehnik Pembenihan Tanaman                                            248
                                          dilakukan sedikit demi sedikit
 3) Penyiangan                            hingga tinggi air mencapai 7-10 cm
                                          di atas permukaan tanah. Pada
     Penyiangan dilakukan untuk           fase       pembentukan       anakan,
membuang gulma dan tanaman                genangan air dipertahankan 3-5 cm
pengganggu lainnya. Penyiangan            di atas permukaan tanah. Bila tinggi
dilakukan pada umur 21 HST pada           air di atas 5 cm, pertumbuhan tunas
saat tanaman aktif membentuk              (anakan) akan terhambat, kondisi
anakan dan 45 HST pada saat               ini disebut fase krisis I. memasuki
tanaman mulai berbunga. Jika perlu,       fase pembentukan bulir (primordia)
dilakukan pula penyiangan saat            petakan sawah perlu diairi sampai
tanaman berumur 50-60 HST.                ketinggian 10 cm. Kekurangan air
Penyiangan sebaiknya dilakukan            pada fase ini dapat mengakibatkan
bersamaan dengan pemupukan                kehampaan. Puncak kebutuhan air
susulan I dan II agar lebih               terjadi pada saat pembungaan, saat
mengefisienkan waktu. Beberapa            ini disebut juga fase krisis II.
jenis gulma yang sering mengganggu        Setelah fase pembungaan, air perlu
tanaman di persawahan antara lain         dikurangi dan dikeringkan agar akar
jejagoan (Echinochloa crussgalli L.),     dapat bernapas dan berkembang
teki (Cyperus rotundus Linn.), paku-      dengan baik, suhu tanah meningkat
pakuan (Salvinea molesta DS.              sehingga aktivitas organisme tanah
Mitchell), dan eceng (Sagitaria           juga meningkat, dan busuk akar
guayanensis).                             dapat dihindari. Dua minggu
      Pengendalian gulma dapat pula       sebelum panen sampai saat panen,
dilakukan secara kimiawi dengan           lahan hendaknya dalam keadaan
herbisida, seperti Ronstar 25 EC,         kering. Pengendalian hama dan
Saturn-D, dan Ally. Penyemprotan          penyakit
herbisida dilakukan saat tanaman               Pengendalian       hama    dan
berumur 15-25 HST dengan dosis            penyakit hendaknya mengikuti
sesuai petunjuk pada label. Perlu         sistem pengendalian hama dan
diperhatikan      bahwa       herbisida   penyakit terpadu (PHT) yang
sebaiknya       digunakan      sebagai    meliputi pengelolaan varietas,
alternatif terakhir, berkaitan dengan     pengelolaan        budidaya,    dan
dampaknya terhadap pencemaran             pengelolaan biologis. Penggunaan
lingkungan.                               bahan-bahan kimia (pestisida)
                                          hanya diberikan pada kondisi yang
g.       Pengairan                        tepat, yakni jika populasi hama
                                          melampaui batas ambang kendali.
    Pengairan dilakukan sesuai            Hama dan penyakit utama yang
dengan kondisi cuaca dan fase             biasa menyerang padi adalah hama
pertumbuhan tanaman. Pada awal            tikus, hama penggerek batang
fase pertumbuhan, pengairan perlu         (sundep dan beluk), wereng




                                                                         249
cokelat, penyakit tungro,        dan    Contoh rodentisida yaitu Racumin
penyakit hawar daun (kresek).           (dosis 1:19 dari berat umpan) dan
                                        Klerat.      Secara       biologis,
4) Pengendalian Organisma               pengendalian hama tikus dapat
   Pengganggu Tanaman                   dilakukan dengan memanfaatkan
                                        musuh alaminya, seperti ular,
a)   Pengendalian hama tikus            burung hantu, musang dan anjing.

    Hama tikus merupakan hama
yang paling sering menghancurkan
pertanaman padi. Serangannya pada
tahun 1963-1964 men-capai 800.000
ha dengan tingkat kerusakan rata-
rata 40% bahkan di Sumatera                        Gambar 6.10
Selatan kerusakannya mencapai 58-            Beberapa contoh rodentisida
70%. Serangan tikus dapat terjadi
sejak padi di pesemaian sampai padi     b)    Pengendalian hama
hampir dipanen.                               penggerek batang

                                             Jika       serangan     hama
                                        penggerek terjadi pada tanaman
                                        padi stadia vegetatif maka hama ini
                                        disebut sundep, bila serangan
                                        terjadi pada tanaman yang sedang
                                        berbunga maka hama itu disebut
                                        beluk. Selain itu, masih ada hama
                                        penggerek padi putih (Tryporyza
            Gambar 6.9                  innotata Wlk) dan hama penggerek
            Hama tikus                  padi kuning (Tryporyza incertulas
                                        Wlk) yang juga sering menyerang
     Pengendalian hama tikus dapat      tanaman padi.
dilakukan secara teknis budi daya,           Selama ini, belum ada teknik
seperti       gropyokan,        yakni   budi       daya      yang    efektif
pembongkaran lubang-lubang tikus        mengendalikan hama penggerek
secara massal atau memasang             batang, kecuali menanam varietas
pagar plastik yang dilengkapi dengan    yang tahan dan beranak banyak
perangkap bubu. Cara pengendalian       serta memupuk secara berimbang.
kimiawi dilakukan dengan pemberian      Hal ini dilakukan untuk mengurangi
umpan beracun dengan racun akut         intensitas serangan saja. Cara
(dapat membunuh dengan cepat)           pengendalian kimiawi dilakukan
atau racun kronis (tikus mati setelah   dengan pemberian insektisida
memakan umpan berulang-ulang).          sistemik seperti Furadan 3G,




Tehnik Pembenihan Tanaman                                              250
Dharmafur, Curater, dan Regent
yang efektif diberikan pada fase         d)   Pengendalian penyakit
pesemaian dengan fase vegetatif.              tungro
     Pengendalian biologis dapat
dilakukan dengan memanfaatkan                Penyakit tungro atau mentek
pemangsa         telur     seperti      (Jawa) merupakan penyakit yang
Conoshepalus iongipennis, serta         disebabkan oleh virus tungro.
pemangsa larva seperti kumbang          Tanaman yang sakit akan
Carabidae dan laba-laba.                menguning yang dimulai dari ujung
                                        daun. Virus tungro menyebar
 c)   Pengendalian wereng               melalui vektor penularnya, yakni
      cokelat                           wereng hijau (Nephotettix virescens
                                        Distant, N. nigropictus Stal) dan
     Hama wareng padi ada dua           wereng loreng (Recilia dosalis
golongan, yakni wereng batang padi      Totch).
(planthopper) yang hidup di bagian           Pengendalian secara budi
pangkal tanaman dan wereng daun         daya dilakukan dengan pergiliran
padi (leafhopper) yang hidup pad        tanaman dan sanitasi lahan, serta
daun aau bagian atas tanaman. Dari      pemusnahan (eradikasi) tanaman
kedua golongan tersebut, wereng         terserang. Adapun cara kimiawi
batang padi atau wereng cokleat         dengan mengendalikan wereng
merupakan hama yang paling              hijau sejak dari fase pesemaian
merugikan.                              dengan pemberian insektisida.
     Hama wereng cokelat ada dua
yaitu wereng batang cokelat              e)   Pengendalian penyakit
(Nilaparvata lugens Stal) dan wereng          hawar daun
punggung putih (Sogatella furcifera).
Pengendalian secara budi daya                Penyakit hawar daun atau
dilakukan     dengan      penanaman     penyakit “kresek” adalah penyakit
serempa, pengguna-an varietas           yang disebabkan oleh bakteri busuk
lahan wereng, pergiliran varietas,      daun       Xanthomonas     oryzae.
dan pemupukan berimbang. Cara           Penyakit ini kelihatan kurang
biologis dilakukan dengan menjaga       berarti, tetapi mampu menurunkan
agar kehidupan musuh-musuh alami,       produksi sampai 25% (Soemartono
seperti          Trichogrammatidae,     et.al., 1992). Gejalanya dimulai
Phytoselidae, kumbang Carabidae,        dengan bercak-bercak kuning pada
laba-laba, dan capung berkembang        sepanjang tepi daun bagian atas.
dengan baik.                            Pada serangan lebih lanjutm, daun
     Pengendalian secara kimiawi        menjadi berwarna kuning atau putih
dapat dilakukan dengan insektisida      kotor dan akhirnya mati. Ciri
sistemik seperti Applaud.               penyakit hawar daun sering terlihat
                                        pada infeksi yang sistemik pada




                                                                      251
bibit padi, dimana bakteri masuk ke             rumpun yang memiliki warna dan
dalam daun melalui permukaan yang               bentuk batang serta daun yang
telah dipotong atau luka sewaktu                berbeda.
pemindahan tanaman.                             Roguing II dilakukan pada fase
    Serangan bakteri hawar daun                 berbunga (±umur 50 HST) antara
kerap terjadi di dataran rendah,                lain untuk membedakan umur
musim kemarau, serta jika suhu dan              tanaman, bentuk dan warna
kelembaban tinggi. Pengendalian                 bunga, serta keseragaman saat
yang dapat dilakukan adalah melalui             berbunga. Pelaksanaan roguing
penanaman varietas yang tahan                   II dengan membuang rumpun
serta pemupukan yang berimbang.                 yang memiliki posisi dan warna
                                                bunga yang berbeda.
                                                Roguing III dilakukan pada saat
f)     Roguing                                  menjelang panen atau saat 80%
                                                malai telah menguning (± umur
     Roguing biasanya dilakukan                 100 HST) antara lain untuk
sebelum tanaman diperiksa oleh                  membedakan umur tanaman,
BPSB. Roguing minimal dilakukan 3               tinggi tanaman, bentuk dan letak
kali, yaitu pada fase vegetatif, fase           daun bendera, bentuk gabah,
berbunga, dan pada saat menjelang               serta warna gabah. Pelaksanaan
panen atau ± 80% malai telah                    roguing III dengan membuang
menguning.                                      rumpun yang memiliki bentuk dan
                                                posisi daun bendera, serta
                                                bentuk dari warna gabah yang
                                                berbeda.

                                           g)     Pemanenan dan perlakuan
                                                  pasacapanen

                                                Pemanenan padi untuk benih
                                           dilakukan setelah pemeriksaan
                                           lapangan terakhir dan telah
                                           dinyatakan lulus oleh BPSB. Waktu
           Gambar 6.11                     panen ditentukan jika umur
Salah satu masa roguing yang tepat         berbunga telah mencapai optimal.
pada tanaman padi adalah pada saat
         menjelang panen
                                           Kondisi ini ditandai oleh sebagian
                                           besar (80-90%) malai telah
     Roguing I dilakukan pada fase         menguning dengan kadar air sekitar
     vegetatif (umur 30 HST) antara lain   17-23%. Tanda-tanda saat panen
     untuk membedakan warna, bentuk,       yaitu gabah sudah menguning dan
     dan tinggi tanaman. Pelaksanaan       keras bila dipijat, buku-buku
     Roguing I dengan membuang




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                  252
sebelah atas berwarna kuning, serta     padi dipukul-pukulkan pada papan
batang mulai mengering.                 perontokan yang terbuat dari kayu.
     Panen dapat dilakukan dengan       Selain itu, dapat pula malai dipukul-
menggunakan sabit, ani-ani, atau        pukul dengan penggebuk terbuat
dengan mesin pemanen padi               dari kayu sambil dibalik-balik
(combine       harvester).       Pada   sehingga       perontokan      dapat
pemanenan dengan mesin, kadar air       sempurna. Perontokan secara
biji padi sebaiknya sekitar 15-20%.     tradisional biasnaya dilakukan
Apabila kadar air lebih tinggi dari     dengan menginjak-injak malai padi
20%, benih akar mengalami               sehingga bulir padi rontok.
kerusakan mekanik (benih mamar)         Perontokan dengan menggunakan
yang cukup besar. Demikian pula jika    alat perontok (thresher) sangat
kadar air kurang dari 15%, risiko       dianjurkan        karena        akan
kerusakan       mekanis       (sekam    mempercepat penanganan dan
terkelupas) lebih besar. Malai yang     pengolahan hasil. Penggunaan
masih hijau tidak dipanen karena        mesin perontok juga bermanfaat
akan meningkatkan nilai butir hijau.    dalam menekan jumlah kehilangan
                                        benih (post harvest losses).

                                        b.    Pengeringan               dan
                                              pengolahan benih
                                              Pengeringan padi dilakukan
                                        sesegera mungkin setelah benih
                                        dirontokkan. Apabila kondisi tidak
                                        memungkinkan maka calon benih
                                        ini harus dihamparkan dan diangin-
           Gambar 6.12
                                        anginkan       untuk      mencegah
           Panen padi                   kenaikan suhu dan perkecambahan
                                        benih      di     dalam      karung.
6.2 Perlakuan PascaPanen                Pengeringan        secara      alami
                                        dilakukan dengan menjemur calon
    Padi yang telah dipanen masih       benih di lantai. Dalam kondisi
ada beberapa tahap perlakukan agar      cerah, pengeringan secara alami
siap digunakan sebagai benih.           mampu menurunkan kadar air dari
Perlakuan tersebut antara lain          23% menjadi 11% dalam waktu 2
perontokan,            pengeringan,     hari.
pengolahan, serta penyimpanan.                Benih yang telah kering (kadar
                                        air 11-12% dibersihkan dari kotoran
a.   Perontokan                         campuran varietas lain, dan biji-biji
                                        gulma.       Pembersihan       dapat
     Perontokan malai padi biasanya     dilakukan dengan nyiru atau mesin
dilakukan langsung di sawah. Malai      pembersih, seperti air screen




                                                                        253
cleaner. Pada proses pembersihan,             c.        Penyimpanan
benih dapat saja dipilah untuk
peningkatan mutu fisik dan fisiologis                Benih yang telah kering dan
berdasarkan panjang dan atau                    bersih dikemas dalam karung atau
berdasarkan ketebalan sehingga                  kemasan siap salur dan kemudian
diperoleh benih yang bermutu tinggi             disimpan        di  dalam    ruang
dan seragam.                                    penyimpanan. Ruang penyimpan
                                                benih diusahakan mempunyai
                                                ventilasi yang baik agar kualitas
                                                benih dapat terjaga. Benih dalam
                                                karung dapat ditumpuk dan antara
                                                tumpukan karung diberi jarak untuk
                                                memudahkan pemeriksaan atau
                                                pengontrolan dalam pengendalian
                Gambar 6.13.                    mutu benih oleh penangkar. Bagian
   Benih padi yang seragam menghasilkan
         benih yang bermutu tinggi.             bawah tumpukan karung diberi alas
                                                berupa potongan kayu (balok)
     Proses     pengolahan       benih          sehingga karung tidak berhubungan
merupakan proses yang cukup kritis.             langsung dengan tanah atau lantai
Jika saat di lahan, orientasi produksi          yang memung-kinkan naiknya
maksimal merupakan tujuan utama,                kelembaban.
maka pada proses pengolahan                          Pemberian jarak di antara
benih, orientasi mutu maksimal                tumpukan karung maupun dengan
merupakan        prioritasnya.    Jika        alas       lantai    berguna     untuk
produksi di lapang harus lulus                memperlancar sirkulasi udara. Lama
standar lapang maka proses                    penyimpangan benih hendaknya
pengolahan benih pun harus lulus              memperhatikan masa berlakunya
standar laboratorium.                         label benih. Masa berlakunya label
                                              benih padi 6 bulan sejak selesainya
                                              pengujian dan paling lama 9 bulan
                                              setelah tanggal panen. Sebelum
                                              disimpan, pada umumnya benih diberi
                                              berbagai perlakuan pelapisan benih
                                              (seed coating),kemudian benih-benih
                                              tersebut akan diuji dengan berbagai
                 Gambar 6.14                  peralatan modern.
Perkembangan biji padi pada bagian luar dan
bagian dalam, mulai dari biji muda sampai
siap panen (kiri) dan Benih padi (kanan)




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                     254
                 Gambar 6.15
Rotary Batch Lab treater, yang digunakan untuk
meberi perlakuan pada benih seperti pelapisan
benih dengan pestisida ataupun bahan
perlakuan benih yang lainnya.




                                                                 Gambar 6.18
                                                 Germination Test yang digunakan untuk
                                                 menguji daya kecambah benih

                                                  6.3    Pra-panen produksi benih
                                                         padi hibrida

                                                 Sejalan     dengan      pertambahan
                Gambar 6.16                      penduduk di Indonesia maka
Plantability Checks yang digunakan untuk         kebutuhan beras dari tahun ke tahun
menguji daya tumbuh benih.                       selalu meningkat. Jika produksi beras
                                                 diharapkan     meningkat,       maka
                                                 kebutuhan benih padi pun akan
                                                 meningkat.




                 Gambar 6.17.
Dust Off Test yang digunakan untuk mengukur
konsentrasi debu pada benih tanaman.




                                                                                255
                                                 dipertahankan              kemurnian
                                                 genetiknya hingga lebih dari 98%
                                                 agar       dicapai     hasil     yang
                                                 memuaskan.
                                                       Sebagai contoh kasus produksi
                                                 benih hibrida akan disampaikan
                                                 berdasarkan hasil penelitian IRRI
                                                 (International     Rice      Research
                                                 Institute) yang berlokasi di Filipina
                                                 yaitu varietas Magat (PSB Rc26H,
                                                 lama penanaman 110 hari dengan
                                                 rata-rata produksi 5.6 ton/ha),
                  Gambar 6.19                    Metsizo (PSB Rc72H dengan waktu
Treatment Analysis yang digunakan adalah GC
(Gas Chromatography) dan HPLC (Hight
                                                 penanaman 123 hari dan rata-rata
Performance Liquid Chromatography). Kedua        hasil 5.4 t/ha) dan Panay (PSB
alat ini digunakan untuk menganalisis berbagai   Rc76H dengan waktu penanaman
bahan yang digunakan untuk perlakuan benih.      selama 106 hari dan hasil produksi
                                                 rata-rata 4.8 t/ha).
     Teknik produksi padi lokal dan                    Benih padi hibrida dihasilkan
hasil introduksi masih belum cukup               ketika sel telur dari induk betina
untuk mengatasi hal tersebut, oleh               dibuahi oleh serbuksari dari anther
sebab itu dibutuhkan alternatif baru             varietas yang berbeda atau galur
yaitu produksi benih padi hibrida.               yang digunakan sebagai induk
     Pada prinsip rangkian proses                jantan. Hasil persilangan kedua
produksi benih padi hibrida sama                 induk tersebut disebut sebagai First
dengan produksi benih padi                       Generation atau turunan generasi
bersetifikat.   Perbedaan terdapat               pertama atau first filial generation
pada tahapan penyiapan galur induk               dan dikenal dengan istilah (F1)
jantan dan betina yang beasal dari               yang merupakan hasil penyilangan
jenis yang berbeda sifat genetiknya.             antara dua varietas padi yang
Sebagai contoh adalah jantan                     berbeda secara genetik. Padi
mempunyai sifat genetik produksinya              hibrida pada umumnya memberi
tinggi (diatas 5 ton per hektar)                 peluang hasil produksi yang lebih
sedangkan induk betina mempunyai                 tinggi. Meurut IRRI (2006) Benih
sifat genetik enak rasanya. Pada                 padi hibrida F1 menghasilkan
umumnya persilangan kedua galur                  keuntungannya        sekitar 10-15%
jantan dan betina ini sudah diuji                dibandingkan dengan varietas yang
berulang kali melalui penelitian yang            dihasilkan melalui persilangan
panjang. Teknologi produksi benih                sendiri. Menghadapi kondisi lahan
hibrida sangat berbeda dari varietas             budidaya padi yang semakin
non hibrida. Benih hibrida harus                 menyempit, maka penggunaan
diproduksi setiap musim tanam, dan




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                        256
varietas hibrida merupakan salah         seksama jangan sampai ada varietas
satu solusi yang tepat.                  lain yang tumbuh selain 2 varietas
Sebelum melakukan serangkaian            induk jantan dan induk betina yang
proses produksi benih padi hibrida,      direncanakan untuk disilangkan agar
sebaiknya dianalis terlebih dahulu       menghasilkan benih padi hibrida.
standar benih padi hibrida yang telah    Contoh kedua adalah tentang
ditetapkan.    Penguasaan informasi      standar kadar air maksimal 14%.
tentang standar kualitas benih dapat     Dengan      adanya     pengetahuan
memudahkan pengelolaan proses            tentang informasi standar benih padi
kegiatan di lapangan budidaya.           tersebut, maka penangkar benih
Sebagai contoh untuk standar             akan       melakukan        kegiatan
kemurnian benih padi hibrida adalah      pengeringan benih sampai dengan
98%, artinya penangkar benih harus       kadar airnya 14%.
melakukan roguing dengan sangat


          Tabel 6.1 Ukuran standar benih padi F1
                                           STANDAR BENIH
  FAKTOR                                     F1 Seed (%)
  Kemurnian benih (min.)                         98
  Benih lain atau biji gulma (max.)              10
  Bahan lain yang terbawa (max.)                   2
  Biji beras merah /500 gr (max.)                  2
  Biji varietas lain/500 gr (max.)               20
  Daya kecambah (min.)                            85
  Kadar air (max.)                                14

                                         pembibitan padi hibrida para
a. Membibitkan galur induk               penangkar harus membibitkan dua
   benih sumber                          varietas galur induk hibrida yang
                                         akan dijadikan sebagai sumber
Galur induk benih sumber adalah          benih jantan dan sumber benih
benih yang berasal dari suatu galur      betina.
tertentu yang digunakan untuk
sumber induk jantan dan betina yang      Proses membibitkan galur induk
mempunyai sifat genetik yang             benih sumber untuk bibit padi
berbedasesuai dengan harapan             jantan dan betina mempunyai
penangkar benih. Untuk melakukan         keuntungan sebagai berikut:
kegiatan pembibitan padi hibrida
sama dengan proses membibitkan                    Benih padi lebih cepat
padi non hibrida. Perbedaan yang                 berkecambah (germinasi
harus diperhatikan adalah pada                   yang lebih cepat)




                                                                       257
           Menghasilkan bibit yang                sawah dengan ukuran lebar 1
          lebih sehat dengan vigor                meter dan panjang sesuai
          yang lebih baik .                       dengan kebutuhan benih.
           Kebutuhan benih lebih                  Berikan pemupukan dengan
          sedikit.                                pupuk organik dengan dosis 1.25
                                                  Kg/m2
                                                  Sumber benih padi jantan
                                                  disebarkan pada bedengan kecil
                                                  yang telah disediakan (bedengan
                                                  pendek ± 250-300 m2 /ha
                                                  produksi benih) dan benih betina
                                                  disebarkan pada bedengan yang
                                                  terpisah dari benih jantan
                                                  (bedengan panjang ± 700-750 m2
                  Gambar 6.20                     /hektar produksi benih).
Dua tempat pembibitan yang disiapkan untuk      Untuk memproduksi benih padi
sumber bibit jantan dan betina. Pembuatan
bedengan pada umumnya berukuran lebar
                                                hibrida seluas satu hektar harus
meter, tinggi 5-10 cm dan panjang disesuaikan   disiapkan     1000m2       bedengan
dengan kebutuhan bibit padi yang akan           pembibitan (1000 m2 bibit/1 hektar)
ditanam

Dalam rangka menyiapkan bedengan
untuk tempat pembibitan sumber                  b. Perlakuan benih sebelum
benih jantan dan betina dilakukan                  proses perkecambahan
langkah kerja sebagai berikut:                    Benih gaur A (benih sumber
   Lahan       bedengan    digenangi              betina) direndam dalam air bersih
  sebanyak tiga kali dengan interval              selama 12 jam. Benih galur R
  waktu setiap 7 (tujuh) hari.                    (benih sumber jantan) direndam
  Kegiatan ini berfungsi untuk                    selama 24 jam. Air rendaman
  membunuh benih gulma atau padi                  benih diganti setiap 6 jam.
  liar.
  Bedengan pembibitan sebaiknya
  mempunyai ketinggian 4-5 cm
  lebih tinggi dari permukaan lumpur




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                     258
                                           Gambar 6.21.
Benih diinkubasikan selama 12-24 jam (a). Penaburan benih pada bedengan (b)

  Kedua sumber benih yang telah                      Kepadatan benih padi sebanyak 25
  direndam selanjutnya diaduk-aduk                   gram benih/m2. Pembibitan dengan
  selama ±3-5 menit. Benih-benih                     kepadatan rendah (jarang) akan
  padi yang mengambang (tidak                        menghasilkan bibit dengan vigor
  bernas/ kosong) dibuang. Benih                     (performansi bibit) sebagai berikut:
  yang     tenggelam     merupakan                   anakan banyak, tegakan batang
  indikator bahwa benih tersebut                     pendek, daun berwarna lebih hijau,
  bernas dan diharapkan dapar                        dan akumulasi bahan kering lebih
  berkecambah dengan baik.                           tinggi. Vigor bibit seperti tersebut di
  Benih-benih       yang       akan                  atas disebabkan oleh tingkat
  diinkubasikan dicuci sampai bersih                 kompetisi antar tanaman yang
  (proses ini diharapkan dapat                       rendah, dibandingkan dengan bibit
  mengurangi jumlah inokulum                         padi yang disemaikan dalam kondisi
  patogen (sumber penyakit) yang                     kepadatan yang tinggi.
  terbawa dalam air rendaman.
  Benih galur jentan dan betina                      d. Interval Pembibitan
  diinkubasikan pada wadah terpisah
  dengan kondisi yang sama selama                        Pembibitan tanaman       benih
  24 jam dalam tempat yang                         dilakukan melalui beberapa kali
  terlindung.                                      penyemaian.      Untuk penyemaian
                                                   pada musim kemarau dan musim
                                                   hujan. Pada kedua musim tersebut
c. Kebutuhan benih                                 kegiatan penyemaian, varietas induk
Kebutuhan benih untuk satu hektar                  yang     digunakan    dan    tingkat
sebanyak 20-25 kg galur-A (betina);                kepadatan semai dapat dilihat pada
dan     10 kg galur-R (jantan).                    tabel 6.2.




                                                                                      259
                                     Gambar 6.22.
                         Bibit padi pada bedengan pembibitan



e. Pemeliharaan Bedengan
                                               f.     Persyaratan Lahan Produksi
     Pemeliharaan bedengan dapat
dilakukan dengan langkah-langkah                   Lahan produksi padi hibrida
sebagai berikut : Air di lahan                 diharapkan dapat memenuhi kriteria
produksi diupayakan selalu jernih              sebagai berikut:
sampai dengan bibit padi mempunyai
4 helai daun atau bibit padi berumur                Lahan produksi cukup cahaya
10 hari setelah tanam (HST) dan                     Tanah mempunyai predikat subur
sesekali harus dilakukan pengurasan                 Iklim lingkungan sesuai dengan
air sehingga dihasilkan bibit padi                  syarat tumbuh padi
dengan kualitas vigor yang baik.                    Drainase dan irigasi berkualitas
Tingkatkan ketinggian air (2-3 cm)                  baik.
secra bertahap, hal ini berfungsi                   Tingkat serangga hama dan
untuk mengendalikan gulma. Gulma-                   penyakit rendah.
gulma yang tumbuh dibedengan
                                                    Lahan terisolasi dari lahan sawah
harus dikendalikan secara manual
                                                    lain.
(dengan tangan). Pada saat 10 HSS
(hari setelah semai), sebarkan 5-10
                                                    Dalam produksi benih padi
gram pupuk majemuk 14-14-14 atau
                                               hibrida, lahan produksi diharapkan
16-20-0 atau yang setara dengan
                                               terisolasi   dari   sawah      lain.
dosis tersebut.
                                               Persyaratan ini berfungsi untuk




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                       260
menjaga kemurnian genetik benih                          Isolasi jarak: Pertahankan jarak
padi hibrida (F-1) atau menghindari                lahan produksi padi hibrida sekurang-
cross     polination    (penyerbukan               kurangnya 100 meter dari plot lain
silang). Jenis isolasi untuk produksi              atau varietas padi lainnya
benih padi hibrida adalah

Tabel 6.2 Waktu semai dan tingkat pembibitan tiga jenis induk padi
  Musim Kemarau (MK)
   Waktu semai                    Induk                     Tingkat pembibitan (kg/ha)
    Hari ke-1                     34686 R1                               5.0
    Hari ke-7                   IR 34686 R2                              5.0
    Hari ke-10                   IR 58025 A                            20 – 25

Musim Hujan (MH)
   Waktu Semai                            Induk                         Tingkat pembibitan (kg/ha)
     Hari ke-1                         IR 34686 R1                                     5.0
     Hari ke-7                         IR 34686 R2                                     5.0
    Hari ke-21                          IR 58025 A                                 20 – 25
Catatan:
Galur-A disemaikan satu kali dan Galur-R disemaikan dua kali.
MK – interval pembibitan antara A & R1 adalah 8-10 hari.
     MH – interval bibit antara A & R1 adalah 20-21 hari




                                          Gambar 6.23.
          Isolasi jarak pada produksi benih padi hibrida, sekurang-kurangnya 50-100 cm




                                                                                         261
                                         Gambar 6.24
Isolasi waktu penanaman benih. Sekurang-kurangnya dipisahkan dengan jarak 5 m, untuk perbedaan
                                pembungaan lebih dari 3 minggu




                                         Gambar 6.25.
                        Isolasi dengan penghalang berupa tanaman lain.


  isolasi waktu: Upayakan waktu                       kurangnya 2.5 meter.
  penanaman padi hibrida agar                         Isolation    geografis:    Isolasi
  periode pembungaan induk hibrida                    geografis dilakukan dengan cara
  akan     berlangsung      sekurang-                 menyeleksi area produksi benih
  kurangnya 21 hari lebih awal                        padi hibrida agar terlindungi oleh
  daripada varietas lain atau 21 hari                 tanaman lain yang tinggi atau
  lebih lambat dari varietas lain yang                berada didaerah yang terisolir
  ditanamam pada areal produksi lain                  (area produksi benih berada
  yang terdekat.                                      disekitar perkebunan tanaman
  Isolasi   penghalang      (barrier):                seperti pisang, kelapa atau
  Isolasi   barrier     (penghalang)                  tanaman lainnya, yang terpenting
  umumnya berupa penghalang                           adalah lahan produksi benih padi
  yang secara khusus dipersiapkan                     hibrida       terisolasi      dari
  berupa suatu bahan atau tanaman                     penyerbukan silang padi, dan
  dengan ketinggian sekurang-                         terhindar dari serangan HPT).




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                              262
  Isolasi geografis merupakan isolasi                      Penamanan bibit padi baru
  terbaik dibanding dengan isilasi                    dapat dilakukan setelah persiapan
  yang lainnya.                                       lahan dianggap memenuhi sayarat.
                                                      Penanaman bibit umumnya adalah
g. Penanaman                                          sebagai berikut:
     Kegiatan penanaman benih                           Bibit padi R-1 dan R-2 yang
dilakukan sebagai berikut: Barisan                      berumur 20 HSS ditaman pada
bibit tanaman padi yang lurus akan                      baris R dan bibit A berumur 10
memudahkan pengelolaan produksi                         HSS (atau 21 HSS pada saat
benih padi hibrida karena akan                          musim hujan) ditanam pada baris
memudahkan kegiatan pengendalian                        A. Semua bibit padai ditanam
gulma, roguing dan pengendalian                         dengan jarak tanam 20 x 15 cm
HPT).      Jarak     tanam     yang                     dengan kedalaman 2-3 cm, hal
diaplikasikan sesuai dengan anjuran                     ini       akan         memudahkan
akan      memaksimumkan      jumlah                     pertumbuhan dan perkembangan
tanaman per hektar dan produksi                         bibit serta tillering.
benih padi hibrida.                                   Rasio baris adalah 2:8 (R:A) untuk
                                                      musim hujan dan 2:12 untuk musim
                                                      kemarau.
1) Teknik penanaman




                                           Gambar 6.26
Penanaman bibit padi di lahan produksi, dan pengaturan posisi penanaman bibit secara konvensional




                                                                                           263
                                         Gambar 6.27.
Jarak tanam yang dianjurkan adalah 15 x 20 cm (a). Modifikasi jarak tanam adalah 15 x 15 cm atau
20 x 20 cm (b).




                                   Gambar 6.27a.
               Posisi dan rasio penanaman bibit induk betina dan jantan




                                        Gambar 6.28.
                      Posisi penanaman benih induk betina dan induk jantan.




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                                264
   Penanaman dilakukan dengan            Pengendalian hama dan penyakit
   rasio satu bibit/titik tanam          tanaman padi harus dilakukan
   untuk baris-A dan            2-3      secara terpadu melalui proses
   bibit/titik tanam pada baris-R.       observasi hama dan penyakit
   Lakukan observasi secara              sesuai dengan hasil informasi dari
                                         SLPHT        (Sekolah      Lapang
   seksama pada baris tanaman.
                                         Pengendalian Hama dan penyakit
   Hal ini dilakukan untuk               secara Terpadu).      Hama dan
   memastikan bahwa pada                 penyakit tanaman padi dikendalikan
   periode             pembungaan,       dengan menggunakan perpaduan
   penyebaran serbuk sari dari           pengendalian secara kultur teknis
   bunga           jantan      akan      (memberikan unsur hara yang
   berlangsung dengan mudah              berimbang, menggunakan varietas
   menyerbuki bunga betina               tahan hama dan penyakit tertentu
                                         sehingga mengkondisikan tanaman
                                         padi dalam keadaan sehat dan
2) Penyulaman bibit
                                         mempunyai daya tahan terhadap
      Penyulaman bibit padi hibrida      serangan hama penyakit tanaman),
bertujuan untuk mengganti bibit yang     fisik, mekanik atau menggunkan
tidak tumbuh dan berkembanga             metode pengendalian secara
dengan baik, sehingga harus diganti      terpadu.     Pengendalian secara
dengan bibit baru yang mempunyai         kimia akan dilakukan jika populasi
vigor (kualitas) yang baik. Kegiatan     hama atau penyakit melebihi
pembibitan       diupayakan     dalam    ambang batas ekonomi.
kondisi sebagai berikut:
   Lahan sawah harus selalu cukup
   air     (macak-macak),        untuk
   menjamin tumbuhnya bibit selama
   4-5 hari, kemudian permukaan air
   swah dinaikkan secara perlahan
   sampai naik setinggi 2-3 cm.
   Penyulaman bibit dilakukan pada
   saat 5 hari setelah tanam.
   Perhatikan dengan seksama agar                   Gambar 6.29.
   bibit pada baris–A benar-benar            Penyulaman bibit tanaman padi.
   ditanami secara penuh pada baris
   sebelah kanan.                        Pengendalian gulma bertujuan
                                         untuk mengurangi kompetisi dalam
h. Pemeliharaan tanaman                  hal tempat tumbuh, air, cahaya
1) Pengendalian hama, penyakit           matahari, dan unsur hara.
   dan gulma                             Pengendalian     gulma     dapat
                                         dilakukan dengan menggunakan




                                                                              265
metoda dicabut langsung dengan         Pemupukan untuk musim hujan
tangan,        secara      mekanik     adalah sebanyak          60-90 Kg
(mengunakan caplak bambu) atau         Nitrogen, 40 Kg pupuk Fosfat dan
secara      kimia     (menggunakan     45 kg pupuk Kalium per hektar.
herbisida) atau dengan pengendalian    Untuk musim kemarau pemupukan
gulma secara terpadu.                  direkomendasikan sebagai berikut:
                                       120 Kg Nitrogen, 50 Kg Fosfat dan
                                       60 kg Kalium per hektar.
2) Pemupukan
     Padi hibrida sama dengan padi     3) Pengairan
non hibrida yakni membutuhkan hara
untuk menunjang pertumbuhan dan             Selama proses produksi benih
perkembangan.                  Untuk   padi hibrida pengelolaan air harus
mengoptimalkan suplai hara maka        mendapat perhatian terutama pada
pemupukan dilakukan harus sesuai       masa-masa kritis seperti saat
dengan rekomendasi terutama pupuk      menjelang pembungaan, saat
P dan K serta pupuk organik            aplikasi ZPT dan saat menjelang
(diaplikasikan sebelum pembajakan      panen. Selama masa budidaya air
yang terakhir).      Pupuk Nitrogen    sawah harus selalu diamati dan
diaplikasikan dalam 3 waktu:           upayakan agar permukaan air
  1/3 5-7 hari setelah tanam.          selalu setinggi 2-3 cm.
  1/3 20-25 hari setelah tanam.
  1/3 at 5-7 hari sebelum inisiasi
  bunga (panikel).




Tehnik Pembenihan Tanaman                                           266
                                       Gambar 6.30.
Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara kimiawi (a). Pengendalian gulma secara manual ,
                                   mekanik dan kimiawi (b).

     Pada saat masa jumlah anakan
                                                    4) Pembungaan
mencapai maksimum, kurangi suplai
air sampai kondisi lahan sawah                           Pada kegiatan produksi benih
lembab dan terlihat beberapa                        padi hibrida, masa pembungaan
rekahan halus pada tanah sawah.                     harus      diperkirakan        seakurat
Setelah masa anakan, amati                          mungkin (perkiraan harus tepat).
permukaan        air    sawah      agar             Kondisi ini diperlukan untuk
diupayakan selalu setinggi 3-5 cm                   memaksimumkan hasil persilangan
selama inisiasi bunga (naikkan                      antara bunga jantan dengan bunga
permukaan air sedikit demi sedikit                  betina. Perubahan cuaca akan
sampai dengan 3-5 cm sampai                         mempengaruhi kagiatan produksi
dengan masa generatif). Pada saat                   benih terutama sangat berpengaruh
tanaman        menjelang        stadium             terhadap sinkronisasi pembungaan.
generatif kurangi air sampai dengan                 Oleh     sebab       itu      perkiraan
kondisi macak-macak (selama masa                    pembungaan harus diupayakan
pembungaan) kemudian naikkan                        diprediksi       secara          tepat.
permukaan air setinggi 3-5 cm pada                  Pengamatan pertumbuhan panicle
saat aplikasi Zat Perangsang                        pada baris-A dan baris-R sangat
Tumbuh (ZPT) GA3. Selama masa                       berguna        terutama           untuk
pengisian biji, kondisi air harus dalam             menentukan masa pembungaan
keadaan cukup dengan permukaan                      yang tepat yang harus diatur atau
air sekitar 3-5 cm. Pada saat 2                     disesuaikan              (singkronisasi
minggu sebelum panen, air harus                     pembungaan).
dikeringkan dan dipertahankan terus
sampai dengan masa panen.




                                                                                        267
              Gambar 6.31.
Tiga waktu pemupukan yang dianjurkan,
yaitu 5-7 hari setelah tanam, 20-25 hari
setelah pemupukan pertama, dan menjelang             Gambar 6.32
pembungaan.                                     Pengamatan inisiasi panicle

                                           Berikut ini proses singkronisasi
                                           pembungaan yang umum dilakukan
                                           untuk memproduksi benih padi
                                           hibrida.




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                     268
                                 Gambar 6.33
                           Singkronisasi pembungaan




                                Gambar 6.34
Proses perkembangan bunga padi (a). Sepuluh tahap perkembangan panikel padi (b).




                                                                                   269
5) Penyesuaian                 waktu           menghalangi proses penyerbukan
     pembungaan                                harus dibuang. Oleh sebab itu
     Pada         kondisi        yang          pangkas semua barier sehingga
sesungguhnya        di      lapangan,          mendorong penyerbukan silang.
pembungaan bunga jantan dan                    Daun bendera harus dipotong 1/3
betina seringkali muncul tidak sesuai          sampai ½-nya. Potongan daun
dengan perkiraan. Jika induk padi              jangan dibuang ke lahan produksi.
hibrida berbunga terlalu awal, maka            Sisa potongan daun yang terserang
masa pembungaan dapat diundurkan               hama dan penyakit dapat menjadi
dengan mengurangi aplikasi pupuk               sumber penyakit dan menularkan
Nitogen sebanyak 2% dari dosis                 patogen ke tanaman induk
rekomendasi. Kemudian air sawah                sehingga    akan     mengganggu
dikurangi dan daun dipangkas. Jika             kesehatan tanaman dan dapat
masa pembungaan harus dipercepat,              menyebabkan penurunan produksi
maka proses tersebut dapat                     benih (produksi lebih rendah dari
diupayakan dengan menyemprot 1%                harapan)    Pemotongan       daun
pupuk P (fosfat) atau KH2PO4.                  bendera sebaiknya dilakukan pada
Selain itu pertahankan agar air selalu         saat cuaca cerah atau lebih baik
tersedia di sawah dan lakukan                  pada musim kemarau. Kondisi ini
penyemprotan GA3.                              akan mendorong serbuk sari dapat
                                               menyebar secara luas sehingga
6) Pemangkasan daun                            akan menghasilkan banyak calon
     Pada masa pembungaan dan                  benih.
menjelang masa penyerbukan padi
hibrida, semua organ tanaman yang




                                    Gambar 6.35
                              Sinkronisasi Pembungaan




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                  270
                                        Gambar 6.36.
Daun bendera yang harus dibuang (a). Teknik pemotongan daun bendera yang dianjurkan (b).

                                                    Penyemprotan sebaiknya dilakukan
7) Aplikasi        Gibberellic       Acid
                                                    pada saat sore hari yang cerah.
   (GA3)
                                                    Jangan melakukan penyemprotan
     Giberelic Acid (GA3) merupakan                 GA3 jika diduga akan turun hujan
salah satu ZPT yang sering                          pada 24 jam setelah penyemprotan
digunakan untuk meningkatkan                        GA3. Lakukan penyemprotan pada
keberhasilan proses pembungaan                      saat     hari      tenang    jika
dan pembuahan pada tanaman.                         memungkinkan tidak ada angin
Demikian pula pada proses produksi                  sehingga GA3 dapat menyebar
benih padi hibrida, GA3 berfungsi                   dengan merata di lapangan.
untuk     membantu         meninggikan
tanaman baik itu induk jantan
ataupun        betina;      mendorong
keluarnya panicle dari daun bendera;
meningkatkan waktu membukaan
bunga betina sehingga meningkatkan
peluang diserbuki oleh bunga jantan;
meningkatkan         kekuatan       dan
pembetukan tangkai sari            serta
memperpanjang          durasi    stigma                          Gambar 6.37.
membentuk serbuk sari.                                        Pembuatan larutan GA3
     Aplikasi GA3 yang optimal
adalah        sebanyak          100-150
gram/hektar        untuk      3      kali           8) Bantuan               penyerbukan
penyemprotan.            Penyemprotan                  (Polinasi)
pertama sebanyak 30% dari dosis;                    Pada produksi benih padi lokal atau
penyemprotan ke-2 sebanyak 50%                      non hibrida, penyerbukan dilakukan
dari dosis dan penyemprotan terakhir                secara alami tanpa tindakan
sebanyak       20%       dari     dosis.            bantuan/perlakuan khusus. Untuk




                                                                                           271
produksi padi hibrida, proses               sari. Perlakuan bantuan polinasi
penyerbukan harus dibantu dengan            diharapkan     dapat     membantu
cara menggoyangkan tangkai malai            menyebarkan serbuk sari dari induk
induk jantan pada saat stadium              jantan agar menempel dengan baik
pembungaan yakni bersamaan                  pada putik induk betina.
dengan periode pematangan serbuk


       Tabel 6.4 Kebutuhan Volume Larutan GA3 dengan alat
                 Knapsach sprayer
       Area (m2)         vol(lt.)
                                            Konsentrasi
                         air

                                            60 ppm            30 ppm
                                        100% 90%        100%       90%
               1000             50        3.0     3.3     1.5       1.7
               2000            100        6.0     6.7     3.0       3.3
               4000            200       12.0    13.3     6.0       6.7
               6000            300       18.0    20.0     9.0      10.0
               8000            400       24.0    26.7    12.0      13.3
              10000            500       30.0    33.3    15.0      16.7

                            Ultra-low volume sparyer
               1000              2       1.0    1.1      0.5       0.6
               1500              3       1.5    1.7      0.7       0.8
               2000              4       2.0    2.2      1.0       1.1
               2500              5       2.5    2.8      1.3       1.4
               5000             10       5.0    5.6      2.5       2.8
               7500             15       7.5    8.3      3.8       4.2
              10000             20      10.0   11.2      5.0       5.6

     Untuk    membantu        proses        sepoi-sepoi(1-3 km/hr). Bantuan
penyerbukan      tersebut       dapat       polinasi dapat dilakukan pada saat
dilakukan dengan cara tangkai malai         pagi hari ketika bunga membuka
digoyang dengan tangan atau                 dengan sempurna baik itu bunga
gunakan tongkat bambu dan                   dari induk betina maupun jantan,
pukulkan dengan perlahan ke                 sehingga serbuk sari menyebar
pangkal tangkai malai induk jantan.         dengan sempurna pada putik
Penyerbukan harus dilakukan tepat           bunga betina. Kanopi tanaman
waktu yaitu lakukan penyerbukan             digoyangkan setiap 30 menit
pada saat hari tenang dan angin             sampai dengan bunga padi




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                 272
menutup (umumnya pukul 10.00
sampai dengan pukul 13.30).




             Gambar 6.38.
Bantuan penyerbukan dengan menggunakan                    Gambar 6.38.
potongan bambu.                          Waktu pembungaan bunga betina
                                         diupayakan harus bersamaan dengan
                                         bunga jantan (a). Fertilisasi pada bunga
9) Roguing                               betina padi (b).

     Pada proses produksi benih padi     Waktu yang paling tepat untuk
hibrida, proses roguing mutlak           melakukan kegiatan roguing adalah
dilakukan. Roguing berfungsi untuk       pada saat tanaman mulai tumbuh di
membuang tumbuhan yang tidak             lahan. Roguing sangat penting
dikendaki (dari spesies ataupun          dilakukan pada stadium tanaman
varietas      yang         berbeda).     jumlah anakan yang maksimum,
Pembuangan varietas lain harus           saat pembungaan dan sebelum
dilakukan       karena         dapat     panen.
menyebabkan penyerbukan silang           Roguing dilakukan pada semua
dengan baris-A sehingga         akan     tumbuhan yang terdapat pada jarak
menyebabkan            menurunnya        antar baris. Semua tanaman yang
kemurnian benih hibrida yang             tumbuh lebih pendek atau lebih
diinginkan.                              tinggi dari benih tanaman atau
                                         induk jantan harus dibuang
                                         (dicabut). Semua organ tanaman
                                         yang terlihat terserang hama atau
                                         penyakit harus dibuang dari lahan
                                         produksi. Selain itu buang tipe
                                         tanaman yang mempunyai bentuk
                                         dan ukuran daun bendera berbeda
                                         atau mempunyai seludang daun
                                         yang berbeda warnanya.
                                         Roguing dilakukan juga pada saat
                                         pembungaan          yaitu  semua
                                         tumbuhan yang tidak diinginkan
                                         harus dibuangdari baris–A. Selian
                                         itu    semua      tunbuhan   yang




                                                                            273
mempunyai periode pembungaan                   pemanenen baris A dapat dilakukan
lebih cepat atau lebih lambat harus            secara manual ataupun secara
dibuang.      Pada saat menjelang              mekanik. Baris-A yang dipanen
panen semua tumbuhan yang bukan                disebut F-1 atau benih hibrida.
induk padi hibrida harua dibunag dari          Baris-R jangan digunakan sebagai
pada baris-A, begitu pula dengan               benih. Hasil panen dari baris R dan
tumbuhan yang mempunyai bentuk ,               baris–A harus benar-benar terpisah
ukuran dan warna biji yang berbeda             selama masa panen, perontokan,
harus dibuang. Hal ini dilakukan               pengeringan ataupin pengepakan.
agar benih padi hibrida tidak
tercampur (terkontaminasi) oleh
benih padi lainnya.




                                                             Gambar 6.41.
                                                     Waktu roguing yang dianjurkan




                                                              Gambar 6.42
                Gambar 6.40.                   Kegiatan roguing di lahan produksi benih
Induk betina (atas) dan induk jantan (bawah)   padi hibrida.
yang siap untuk diserbuki dan menyerbuki

                                                  Waktu     pemanenan         dapat
6.4. Perlakuan Pasca Panen                     diupayakan pada saat 90% biji
                                               sudah berbulir penuh. Biji-biji yang
   Proses pemanenan dilakukan
                                               terdapat pada malai padi dari baris
terlebih dahulu pada baris–R dan
                                               A terlihat bernas, bersih dan
dilakukan secara manual, kemudian
                                               menghilat dengan warna gabah
dilanjutkan dengan baris-A. Proses
                                               yang cerah. Biji padi yang dipanen




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                            274
harus dipastikan dalam kondisi yang      harus ditempatkan di atas lantai
kering. Kegiatan pengeringan lahan       yang benar-benar bersih. Baris-A
dilakukan selama 2 minggu sebelum        dirontokkan      terlebih    dahulu
waktu panen.                             kemudian baris-R. Karung dan
                                         kantong benih harus tersedia dalam
                                         kondisi bersih dan siap untuk diisi
                                         dengan benih. Selama perontokan
                                         benih yang berasal dari induk
                                         betina (baris-A)harus benar-benar
                                         dipisahkan dari biji yang berasal
                                         dari induk jantan (baris-R).




                                                      Gambar 6.44
                                              Proses kematangan buah padi.


                                         b.   Pengeringan dan
                                              pembersihan
                                              Pengeringan dan pembersihan
                                         benih padi harus dilakukan.
                                         Kegiatan ini berfungsi untuk
                                         mempertahankan kualitas benih agar
                                         selalu dapat kondisi yang baik.
                                         Benih dikeringkan sesegera mungkin
                                         setelah proses perontokan sampai
                                         dengan kadar air benih kurang dari
               Gambar 6.43.              14%     (standar benih berkualitas
Contoh tumbuhan yang tidak dikehendaki   bagus). Benih dapat dikeringkan
dan harus dibuang pada proses roguing.   secara mekanik atau menggunakan
                                         pengering dengan solar sel.
a. Perontokan                            Upayakan untuk tidak menjemur
                                         benih secara langsung di atas lantai
  Sebelum proses perontokan,             jemur. Selama pengeringan balikkan
semua peralatan perontokan padi          benih    secara     berkala    agar




                                                                             275
kekeringan merata. Benih yang sudah             benih. benih yang kering dan bersih
kering harus dibersihkan dari ketidak           dimasukkan dalam kantong yang
murnian seperti harus terbebas dari             baru lalu diberi label yang memuat
biji gulma, biji yang belum matang,             informasi sesuai dengan keperluan
dan gabah. Benih dapat dibersihkan              (varietas, tanggal panen dan nomor
secara manual dengan cara ditampi,              lot benih)
atau menggunakan mesin pembersih




                  Gambar 6.45 Proses pemanenan benih padi hibrida.




                      Gambar 6.46 Proses perontokan benih padi.




                       Gambar 6.47 Proses pengeringan benih




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                    276
                                                  yang akan digunakan pada musim
c.    Penyimpanan
                                                  yang akan datang harus disimpan
     Penyimpanan benih padi pada                  pada kondisi dingin dan kering.
 umumnya mempunyai 2 (dua)                        Benih yang berkualitas baik
 tujuan yaitu untuk penanaman pada                adalah benih yang sesuai dengan
 musim berikutnya atau untuk                      standar yang ditentukan masing-
 penanaman pada dua musim yang                    msing negara. Salah satu kriteria
 akan datang. Jika benih akan                     benih berkualitas baik adalah
 digunakan pada musim tanam yang                  mempunyai daya kecambah
 terdekat      dan     didistribusikan            minimal 85%.
 secepatnya maka benih dapat
 disimpan pada suhu kamar. Benih




                Gambar 6.48 Teknik pengujian daya kecambah benih padi.




                                                                              277
                                Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 6. siswa telah mampu menguasai kompetensi-
kompetensi berikut:
    1. Potensi benih tanaman
    2. Menerapkan persyaratan kerja
    3. Menyiapkann lahan pembenihan
    4. Merawat benih tanaman
    5. Mengelola alat dan mesin pembenihan
    6. Membiakkan tanaman dengan biji


         Perlakuan pra-panen benih padi          Perlakuan Pascapanen
       Persyaratan lahan                                 Peromtokan
       Benih sumber                                      Pengeringan
       Musim tanam                                       Penyimpanan
       Penyemaian
       Penyiapan lahan dan penanaman
       Pemeliharaan
       Pengairan
       Pengendalian OPT

         Perlakuan pra panen padi hibrida        Perlakuan pascapanen
                                                      padi hibrida
       Membibitkan gakur induk benih sumber.             Perontokan
       Perlakuan benih sebelum proses                    Pengeringan
       perkecambahan                                     dan
       Kebutuhan benih                                   pembersihan
       Interval pembibitan                               Penyimpanan
       Pemeliharaan bedengan
       Persyaratan lahan produksi
       Penanaman
       Pemeliharaan tanaman



SOAL:
   1. Deskripsikan persamaan dan perrbedaan produksi benih padi local
      dengan padi hibrida.
   2. Bagaimana teknik pemelihraan alat dan mesin yang digunakan dalam
      proses produksi benih tanaman .




Tehnik Pembenihan Tanaman                                         278
TUGAS:
   1. Lakukan identifikasi proses produksi benih yang dilakukan oleh petani
       dan sekolahmu.
   2. Bagaimana system penggudangan benih yang ada di sekolahmu /
       perusahaan benih di sekitar kotamu




                                                                      279
          BAB 7. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI

     Ketersediaan benih kedelai di       sampai sekarang, PT. Patra Tani
Indonesia masih sangat rendah            tidak lagi memproduksi benih
dibandingkan kebutuhannya. Data          sehingga nyaris tidak ada lagi
Departemen pertanian menujukkan          produsen benih kedelai. Satu-
bahwa produki kedelai nasional           satunya penghasil benih kedelai
tahun 2000 sebesar 1.017.634 ton         adalah para penangkar benih lokal
dan impor kedelai tahun 1999             danprodusen benih sumber milik
sebesar 839.969 ton. Jika                Pemerintah, seperti Balai Benih
ditambahkan dengan impor kedlai          Induk, Balai Benih Utama, dan
hitam untuk kebutuhan indsutri           Balai Benih Pembantu, yang
kecap tahun 1988 yang mencapai           kapasitas penyediaannya sangat
104.867 ton maka total konsumsi          terbatas. Fenomena ini yang
kedelai nasional adalah 1.962.470        semakin mendorong petani untuk
ton atau hampir 2 juta ton. Jika         menyediakan benih kedelai secara
produktivitas rata-rata kedelai 1        sendiri tanpa melalui proses
ton/ha maka untuk memenuhi               sertifikasi benih.
kebutuhan nasional diperlukan                 Beberapa         alasan   kurang
lahan produksi seluas 2 juta ha. Ini     tertariknya para investor untuk
berarti diperlukan penyediaan benih      memproduksi benih kedelai di
kedelai sebesar 40 ribu ton per          Indonesia antara lain sebagai
tahun. Ditjentan Pangan (1992)           berikut :
mencatat bahwa pemenuhan benih            Produktivitas tanaman kedelai
kedelai bersertifikat secara nasional          masih rendah sehingga secara
masih di bawah angka 5%.                       usaha           tani     kurang
Rendahnya          persentase      ini         menguntungkan.
merupakan salah satu kendala              Harga          kedelai     konsumsi
utama yang dihadapi dalam                      nasional rendah sehingga
pengembangan kedelai nasional.                 petani       kurang      tertarik
     Di Indonesia tercatat belum               mengusahakannya.             Bila
ada       industri     benih    yang           menanam kedelai, petani pun
mengusahakan produksi benih                    enggan         membeli     benih
kedelai secara mapan. Sebelum                  bersertifikat.
tahun 1986, PT Patra Tani                 Masa edar (waktu pemasaran)
merupakan satu-satunya indsutri                benih kedelai sangat singkat
benih kedelai nasional yang sangat             karena daya simpannya yang
besar. Perum Sang Hyang Seri                   sangatsingkat.
pada waktu itu juga memproduksi           Harga kedelai impor yang lebih
benih kedelai, tetapi dalamvolume              murah dari harga kedelai lokal
yang terbatas. Setelah tahun 1986              semakin mengecilkan minat




Tenik Pembenihan Tanaman                                                   280
     petani dan penangkar benih          masih rendah. Agar penanganan
     kedelai. Akibatnya, kedelai         produksi dan pascapanen benih
     hanya sebagai tanaman sela,         kedelai tidak keliru, sifat-sifat benih
     tanaman tumpang sari, atau          kedelai seperti berikut perlu
     sekedar tanaman rotasi.             dipahami lebih dahulu.

      Meski permasalahan kedelai
cukup          komplek,         tetapi
pengusahaannya         perlu     terus
ditingkatkan karena prospek yang
sangat besar. Jika kebijakan
Pemerintah telah berubah dan nilai
produksi pertanian disejajarkan
dengan produk industri non
pertanian lainnya maka usaha
produksi benih kedelai sangat
menguntungkan karena belum ada
industri         benih           yang
mengusahakannya.            Tentunya
usaha yang dilakukan hendaknya
diiringi     dengan        perbaikan-
perbaikan, baik varietas tanaman,
teknologi      budi     daya      dan
pascapanennya,            pendekatan
lingkungan, serta pengelolaan dan
pemasarannya.
      Kedelai termasuk tanaman
yang menyerbuk sendiri sehingga
isolasi jarak hanya 8 meter,                             Gambar 7.1
sedangkan isolasi waktu hanya 15         Pertumbuhan dan perkembangan tanaman
                                         kedelai (atas) dan tanaman kedelai (bawah
hari agar tidak terjadi pencampuran
benih antar-varietas.         Adapun      Pada kondisi suhu dan
standar lapang untuk proses                kelembapan yang relatif tinggi,
produksi benih kedelai bersertifikat       viabilitas (daya tumbuh dan
dapat dilihat pada tabel 6.5.              kekuatan tumbuh) benih kedelai
                                           mudah menurun akibat laju
7.1 Perlakuan Prapanen                     respirasi yang meningkat.
                                          Benih bersifat higroskopis
    Telah    dijelaskan     bahwa          sehingga kadar airnya meng-
permasalahan produksi benih                ikuti kelembapan udara di
kedelai cukup kompleks, salah              sekitarnya.
satunya adalah potensi hasilnya yg




                                                                             281
  Tabel 7.1 Standar Kondisi Lapangan Untuk Menghasilkan Benih Kedelai
          Bersertifikat
   Kelas Benih                    Isolasi Jarak Varietas Lain dan Tipe
                                       (m)      Simpang Maksimum (%)
   Benih dasar                          8                 0,1
   Benih Pokok                          8                 0,2
   Benih sebar
    Berlabel biru                      8                 0,5
    Berlabel hijau (ES1 s/d ES4)       8                 0,7

 Kulit benih kedelai amat tipis        penyakit, terutama hama yang
  sehingga mudah terinfeksi oleh        menyerang biji.
  cendawan, bakteri dan virus,         Lahan terbebas dari gangguan
  serta      rentan     terhadap        gulma.
  kerusakan fisik dan mekanik          Lahan pertanaman bukan
 Saat di pertanaman, kedelai           bekas pertanaman kedelai
  mudah       terserang     hama        varietas yang berbeda, kecuali
  penggerek dan pengisap biji.          bila telah diberakan selama 3
                                        bulan. Adapun varietas-varietas
7.2 Persyaratan lahan                   kedelai yang direkomendasikan
                                        untuk diusahakan dapat dilihat
     Beberapa persyaratan yang          pada tabel 12.
harus diperhatikan dalam memilih
lahan untuk produksi benih kedelai    7.3 Benih sumber
sebagai berikut :
 Lokasi penanaman mempunyai               Kebutuhan benih sumber
    curah hujan sedang (150–200       berkelas lebih tinggi +40 kg/ha.
    mm perbulan) pada saat            Untuk produksi benih berlabel
    pertumbuhan dan kurag dari 50     merah jambu (BMJ), dapat
    mm per bulanpada saat             digunakan benih sumber dari kelas
    pematangan polong. Suhu           benih sebar. Benih BMJ masih
    harian lokasi penenaman tidak     ditolerir beredar karena dua
    melebihi      35OC     dengan     pertimbangan, yakni (1) sangat
    kelembaban nisbi yang relatif     minimnya produsen benih kedelai,
    rendah (sekitar 70%).             (2) sangat rendahnya indeks
 Lahan tergolong subur dan           penangkaran      (benih  sumber
    cukup tersedia air.               menjadi benih komersial), hanya
 Daerah pertanaman bebas dari        berkisar angka 40.
    gangguan      hama    maupun




Tenik Pembenihan Tanaman                                          282
     Tabel 7.2. Karakteristik Bebagai Varietas Kedelai dan Tahun Pelepasannya
                                             Kisaran          Bobot         Umur
                            Tahun
    Nama Varietas                              Hasil         100 biji       Panen
                          Pelepasan
                                             (ton/ha)          (g)          (hari)
 A. Umur Genjah
 1. Lokon                    1982           1,1 – 2.0         10.8            76
 2. Guntur                   1982           1,1 – 2,0         10,6            78
 3. Tidar                    1987           1,4 – 2,0           7             75
 4. Petek                    1989           1,0 – 1,5           8             80
 5.       Lumajang           1989           1,0 – 1,5          9,6            80
 Bewok
 6. Lawu                     1991           1,2 – 2,0          11             74
 7. Dieng                    1991           1,2 – 2,0          7,5            78
 8. Tengger                  1991           1,2 – 2,0          11             79
 9. Malabar                  1992           1,2 – 2,0          12             70

 B. Umur Sedang
 1. Wlis                   1983           1,5 – 2,5          10              88
 2. Kerinci                1985           1,5 – 2,5           9              87
 3. Raung                  1986           1,5 – 2,5          13              85
 4. Rinjani                1989           1,5 – 2,5          10              88
 5. Tambora                1989           1,5 – 2,0          14              85
 6. Lampobatang            1989           1,5 – 2,5          10              86
 7. Jayawijaya             1991           1,2 – 2,0           9              87
 8. Krakatau               1992           1,6 – 2,7           8              85
 9. Tampomas               1992           1,5 – 2,5          11              84
 10. Cikuray               1992           1,4 – 2,2          12              85
 11. Singgalang            1992           1,5 – 2,0          10              85
 12. Pangrango             1995           1,7 – 2,2          10              88
 13. Argomulyo             1998           1,5 – 2,0          20              82
 14. Bromo                 1998           1,5 – 2,5          16              85
 15. Burangrang            1999           1,5 – 2,5          21              81

 C. Umur Dalam
 1. Dempo                  1984           1,5 – 2,5          13              90
 2. Merbabu                1986           1,5 – 2,5          10              90
 3. Kipas Putih            1992           1,7 – 2,1          12              90


7.4 Waktu tanam                               lahan beririgasi teknis, tanaman
                                              kedelai sebaiknya ditanam pada
    Kedelai     tergolong    peka             akhir musim hujan. Dengan
terhadap kekeringan, tetapi tidak             demikian, tanaman mendapatkan
tahan terhadap genangan air. Pada             air yang cukup pada awal




                                                                               283
pertumbuh-annya dan kondisi lahan
telah kering saat menjelang panen.     7.5 Penyiapan lahan

                                            Pengolahan tanah ditujukan
                                       untuk memperbaiki struktur dan
                                       aerasi tanah agar pertumbuhan
                                       akar dan penyerapan hara dapat
                                       berlangsung secara baik. Tanaman
                                       kedelai dapat ditanam di lahan
                                       sawah maupun dilahan kering
                                       (tegalan).
                                            Pada lahan sawah dibuat parit
            Gambar 7.2                 sekeliling lahan di dekat pematang
        Benih sumber kedelai           secara membujur dan melintang.
                                       Parit dibuat dengan lebar 20-25 cm
     Kondisi musim di tiap daerah      sedalam 25-30 cm. Tanah diolah
tidaklah sama. Oleh karena itu         secara        dangkal       dengan
waktu penanaman kedelai juga           membenamkan gulma. Bedengan
tidak bersamaan. Waktu tanam           dibuat dengan lebar 3-4 m dan
yang tepat sebaiknya disesuaikan       panjang sesuai petakan.
dengan kondisi yang paling kecil            Pengolahan lahan kering
risiko        maupun           biaya   (tegalan dengan cara dibajak/
pemeliharaannya. Sebagai contoh,       dicangkul agar gembur. Tanah
penanaman yang dilakukan pada          dibersihkan dari gulma, kemudian
musim hujan yang berlebihan akan       diratakan dan dibuat parit di
berisiko terhadap serangan hama        sekeliling lahan. Pada saat
maupun          penyakit         dan   pengolahan, tanah ditaburi kapur
membutuhkan biaya relatif banyak       degan jumlah sesuai kebutuhan
untuk penanganan lepas panennya.       (misal-nya 2 ton/ha untuk tanah ber
     Agar benih tidak terlalu lama     pH 4,5–5,0), semakin tanahnya
tersimpan maka penangkaran benih       masam, kebutuhan kapur semakin
sebaiknya dilakukan 4–6 bulan          banyak. Tanah selanjutnya diolah
sebelum tiba, musim tanam kedelai      dengan cara dicangkul sedalam
(petani). Sebagai gam-baran, bila      10–20 cm dan diratakan.
produksi benih kedelai dilakukan di         Jika penanaman dilakukan
lahan sawah beririgasi maka            setelah pertanaman padi, maka
penanaman sebaiknya dilakukan          pengolahan tanah tidak diperlukan.
pada musim kemarau. Namun, jika        Namun, penanaman dilakukan
di lahan kering (tegalan), sebaiknya   paling lambat seminggu setelah
penanaman        pada     permulaan    panen padi agar tanah masih
musim labuhan (hujan) dan akhir        lembap, sekitar 50-60% yang
rendengan (kemarau).                   merupakan kelembapan optimum




Tenik Pembenihan Tanaman                                             284
untuk     perkecambahan      dan      tubang dapat ditanam 2-3 benih.
pertumbuhan       awal   tanaman      Untuk daerah ang sering terserang
kedelai. Bila terlambat menanam,      hama lalat bibit (Ophiomya
gulma telah tumuh dan menjadi         phaseoli), benih diberi insektisida
pesaing tanaman kedelai. Bening       Marshal 25 ST dengan dosis 5 g
ditanam langsung dengan bantuan       bahan aktif per kg benih sebelum
tugal.                                ditanam. Setelah itu, lubang tanam
                                      ditutup dengan tanah halus atau
7.6 Penanaman dan perlakuan           pasir agar proses perkecambahan
    benih                             dan pertumbuhan kecambah tidak
                                      terhambat.
     Apabila penanaman dilakukan
di lahan yang belum pernah
ditanami kedelai, benih yang akan
ditanam perlu dicampur dengan
inokulum Rhizobium, seperti Legin,
Rhizoplus, atau Rhizogin yang telah
dibasahi. Sebagai gambaran,
diperlukan 30 g Legin atau Rhizogin
untuk 10kg benih. Benih segera
ditanam setelah 6 jam diinokulasi.
Selain dengan inokulum Rhizobium,
dapat pula digunakan tanah dari
pertanaman      kedelai     dengan
takaran 2-3 kg tanah untuk 10 kg
benih. Tanah ini dicampurkan
dengan benih, kemudian diaduk
hingga merata.
     Benih ditanam secara teratur
dengan jarak tanam optimal. Jarak
tanam yang disarankan adalah 40
cm x 15 cm atau 40cm x 20 cm,
tergantung       varietas     yang
digunakan. Jika menggunakan
varietas umur sedang, jarak tanam                   Gambar 7.3.
yang digunakan 40 cm x 15 cm.          Tanaman kedelai dan bagian-bagiannya
Untuk varietas umur genjah, jarak       (atas) Tanaman kedelai muda (bawah)
tanam yang digunakan 40 cm x 10
cm atau 30 cm x 15 cm.                     Penggunaan mulsa (penutup
     Benih kedelai ditanam dalam      tanah) jerami pada benih yang baru
lubang tanam yang dibuat dengan       ditanam        dapat      menjaga
tugal sedalam 3–5 cm. Setiap          kelembapan tanah, menekan




                                                                       285
pertumbuhan gulma dan serangan      dengan mnggunakan herbisida.
lalat bibit. Jumlah mulsa yang      Penyiangan dilakukan dua kali yaitu
dibutuhkan sekitar 2-5 ton/ha,      pada saat tanaman berumur 3
tergantung musim tanamnya. Pada     minggu dan 6 minggu setelah
musim hujan, jumlah mulsa dapat     tanam.    Penyiangan      pertama
dikurangi. Mulsa       ini dapat    dilakukan bersamaan dengan
dihamparkan di atas tanah secara    pembubunan dan pemupukan
merata segera setelah tanam.        kedua. Pada saat berbunga,
                                    penyiangan tidak dianjurkan untuk
7.7 Pemeliharaan                    menghindari “goncangan” pada
                                    tanaman yang dapat merontokkan
    Tanaman akan tumbuh dengan      bunga.
baik bila dipelihara dengan baik
pula. Oleh karena itu kegiatan      c. Pengairan
pemeliharaan      penting  untuk
diperhatikan.                            Pertanaman kedelai tidak bo-
                                    leh kekurangan air, terutama pada
a. Penyulaman                       saat-saat kritis. Saat kritis yang
    Penyulaman          dilakukan   dimaksudkan adalah pada fase
terhadap benih yang tidak           perkecambahan,        fase      awal
berkecambah atau tumbuh dengan      pertumbuhan       (20–25       HST),
kondisi kurang baik. Waktu          menjelang berbunga (35 – 45 HST),
penyulaman dilakukan hingga satu    fase pembentukan polong, dan fase
minggu setelah tanam agar           pengisian biji (50-60 HST). Pada
keseragaman pertanaman tetap        masa-masa tersebut, air harus
terpelihara.                        cukup     tersedia     atau     yang
                                    diperkirakan 0,5–0,6 l/det/ha (BPTB
b. Penyiangan dan                   Karangploso, 2000). Meski-pun
   pembumbunan                      demikian, kebutuhan air untuk
                                    tanaman kedelai tergantung pada
     Gulma merupakan pesaing        varietas, karena semakin panjang
tanaman yang sangat merugikan.      umur suatu varietas, semakin
Selain pesaing dalam perolehan      banyak air yang dibutuhkan.
ruang tumbuh, hara, air, dan
cahaya matahari, gulma kerap kali   d. Pemupukan
menjadi inang hama atau penyakit
tertentu. Penurunan hasil dapat         Pemupukan tanaman kedelai
mencapai 10–60% jika gulma tidak    secara umum diberikan bersamaan
dikendalikan dengan baik.           dengan saat tanam atau 7–10 hari
     Pengendalian gulma dapat       setelah tanam. Pupuk di-berikan
dilakukan secara manual dengan      secara larikan di samping tanaman
penyiangan atau secara kimiawi      dengan jarak sekitar 5–7 cm.




Tenik Pembenihan Tanaman                                           286
Setelah ditabur, pupuk dibenamkan       kepik polong (Riptortus liniaris),
kedalam tanah. Jenis dan dosis          kepik hijau (Nezara viridula), dan
pupuk yang diberikan bervariasi         kepik (Piezodorus hybneri). Adapun
bergantung pada jenis tanah.            potensi kerugian dan saat
Menurut BPTP Karangploso (2000),        penyerangannya dapat dilihat pada
dosis pupuk yang diberikan pada         tabel berikut ini.
beberapa jenis tanah yaitu :                 Pengendalian hama secara
 Vertisol atau Grumosol: 50 kg         kultur teknis dilakukan dengan
    Urea + 75 kg SP-36 + 75 kg          menanam tanaman perangkap,
    KCl                                 seperti tanaman jagung. Jagung
 Hidromorf :100kg Urea + 75 kg         dengan umur yang berbeda
    SP-36 + 100 kg KCl.                 (genjah, sedang, dan dalam)
 Aluvial: 50 kg Urea + 50 kg SP-       ditanam di pematang, 21 hari
    36 + 50 kg KCl, dan                 sebelum       penanaman     kedelai
 Regosol: 50 kg Urea + 50 kg           dengan jarak tanam 25 m x 25 cm.
    SP-36 + (75 – 100) kg KCl.               Cara lain pengendalian hama
                                        dengan memasang perangkap sex
     Pada lahan tegalan, dianjurkan     pheromone yang menyebarkan bau
juga diberi pupuk kandang               serangga betina sehingga serangga
sebanyak 3-5 ton/ha yang ditabur        jantan datang dan terperangkap.
secara     merata     pada     saat     Cara pengendalian kimiawi dengan
pengolahan tanah. Untuk lahan           menggunakan insektisida secara
yang kurang subur, perlu ditambah       tepat, baik dosis dan waktunya
pupuk N, + 50-75 kg/ha, yang            (lihat tabel kemasan). Beberapa
dierikan pada saat pembubunan.          jenis insektisida yang digunakan
                                        untuk mengendalikan hama antara
e. Pengendalian        hama     dan     lain Marshal 200 EC, Dursban 20
   penyakit                             EC, Surecide 25 EC, Applaud 10
                                        WP, dan Mitac 200 EC.
    Jenis hama yang menyerang                Penyakit      yang      sering
tanaman kedelai sangat banyak,          menyerang tanaman kedelai adalah
konon lebih dari 100 jenis. Namun       karat daun (Phalaespora phacyrizi)
demikian, hama utama yang               dan virus, seperti virus mosaik
menyebabkan kerusakan cukup             (soybean mozaik virus), virus kerdil
berat antara lain lalat bibit           (soybean stunt virus), dan virus
(Ophionya phaseoli), kutu daun          katai (indonesian soybean dwarf
(Aphis glycine), kutu kebul (Bemicia    virus). Pengendalian pe-nyakit karat
tabaci),      kumbang         kedelai   dengan cara menanam varietas
(Phaedonia        inclusa),      ulat   yang      tahan    atau     dengan
penggerek (Helicoverpa armigera),       menggunakan fungisida, seperti
ulat grayak (Spodoptera litura),        Dithane, Benlate, Anvil, dan
penggerek polong (Etiella spp.),        Bayleton. Adanya virus hanya




                                                                       287
dapat dicegah dengan penggunaan                saan dilakukan terhadap
benih yang sehat, pergiliran                   keseragaman warna hipokotil.
tanaman, sanitasi lahan, dan                  Roguing II pada awal
eradikasi tanaman sakit.                       berbunga,        pemeriksaan
                                               dilakukan terhadap warna
f.   Roguing                                   bunga, warna batang, bentuk
                                               percabangan, bulu pada
    Roguing pada pertanaman                    batang, dan waktu berbunga.
kedelai dilakukan tiga kali, yaitu            Roguing III pada saat
sebagai berikut :                              menjelang              panen,
 Roguing I pada saat tanaman                  pemeriksaan         dilakukan
    berumur 2 minggu, pemerik-                 terhadap warna dan bentuk
                                               polong.


     Tabel 7.3 Hama- Hama Penting Kedelai Dan Waktu Penyerangannya

                                      Umur Tanaman (Hari Setelah Tanam)
          Jenis Hama                       11-
                                   < 10         31 – 50 51 – 70      > 70
                                           30
1. Lalat bibit (Ophionya          xxxxx
     phaseoli)
2. Kutu daun (Aphis glycine)        xxxxx xxxxx oooooo
3. Kutu kebul (Bemicia tabaci)      xxxxx xxxxx oooooo
4. Kumbang kedelai                  xxxxx xxxxx xxxxx       xxxxx
     (Phaedonia inclusa)
5. Ulat penggerek (Helicoverpa             xxxxx oooooo oooooo xxxxx
     armigera)
6. Ulat grayak (Spodoptera litura)                oooooo xxxxx
7. Penggerek polong (Etiella                      xxxxx     xxxxx
     spp.)
8. Kepik polong (Riptortus                        xxxxx     xxxxx    oooooo
     liniaris)
9. Kepik hijau (Nezara viridula)                  xxxxx     xxxxx    oooooo
10. Kepik (Piezodorus hybneri)                    xxxxx     xxxxx    oooooo
Keterangan :      xxxxx = sangat berbahaya
                  ooooo = berbahaya
                  *** =       serangga penular penyakit virus belang samar
                              kacang panjang (CMMV), Cowpea Mild Mottle Virus
                  **    = serangga penular berbagai penyakit virus kacang-
                              kacangan
Sumber            : BPTP Karangpioso, 2000




Tenik Pembenihan Tanaman                                                288
    Apabila dijumpai tanaman yang
berbeda dari ciri yang ada perlu
dicabut     dan      dimusnahkan.
Tanaman yang masak tidak merata
dan warna polongnya ber\beda
sebaiknya tidak digunakan sebagai
benih.

7.8 Pemanenan dan perlakuan
    pascapanen

      Pemanenan kedelai untuk
benih dilakukan pada umur 75–110
hari atau bila kadar air benih                    Gambar 7.4
mencapai 18–20%. Tanda-tanda                Polong kedelai siap panen

kedelai sudah dapat dipanen dapat
                                            Keterlambatan panen akan
dikenali dari daun yang telah
                                      menu-runkan mutu fisik dan
menguning dan sebagian sudah
                                      fisiologis benih. Tidak jarang benih
rontok, batang berwarna kuning
                                      hasil panen terlihat pecah kulit jika
sampai cokelat, serta polong
                                      selama benih di lapang terjadi
berwarna kuning sampai cokelat.
                                      hujan.
Masak fisiologis terjadi jika lebih
                                            Pemanenan benih kedelai
dari 60% populasi tanaman telah
                                      dilakukan dengan cara memotong
menunjukkan       polong      yang
                                      pangkal batang dengan bantuan
berwarna cokelat.
                                      sabit. Kadangkala, petani memanen
      Pada saat masa fisiologis,
                                      kedelai dengan cara mencabut
benih kedelai telah lepas dari
                                      seluruh tanaman. Cara ini hanya
plasenta di dalam polong. Karena
                                      dianjurkan bila lahan penenaman
sifat yang higroskopis dan kulitnya
                                      relatif gembur. Dari kedua cara
yg tipis, benih sangat peka sekali
                                      tersebut, pemanenan dengan cara
terhadap pengaruh kelembaban
                                      memotong batang dianggap lebih
lingkungan. Dengan kondisi seperti
                                      menguntungkan karena lebih
itu, dianjurkan panen dilakukan
                                      menghemat waktu dan tenaga.
tidak terlalu lamasetelah benih
                                      Selain itu, bintil akar yang
mencapaimasa fisiologis. Jika masa
                                      mengandung Rhizobium akan tetap
fisiologis tepat pada saat 60%
                                      tertinggal di dalam tanah sehingga
polong telah matang (cokelat) maka
                                      berguna untuk kesuburan. Setelah
panen benih dilakukan pada saat
                                      dipanen, benih kedelai tidak
polong matang (cokelat) mencapai
                                      mengalami dormansi sehingga
80%.
                                      benih      yang     baru     dipanen




                                                                        289
mempunyai kualitas yang semakin
baik.
       Waktu           pemanenan
hendaknya tidak dilakukan pada
saat hari hujan atau pagi hari saat
masih ada ada embun. Panen
hendaknya dilakukan setelah
embun pagi mengering (sekitar         Gambar 7.5
pukul 08:00) agar kadar air benih     Benih kedelai
tidak mengalami peningkatan akibat
air embun.




Tenik Pembenihan Tanaman                              290
                                    Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 7. siswa telah mampu menguasai kompetensi-
kompetensi berikut:
    1. Potensi benih tanaman
    2. Menerapkan persyaratan kerja
    3. Menyiapkann lahan pembenihan
    4. Merawat benih tanaman
    5. Mengelola alat dan mesin pembenihan
    6. Membiakkan tanaman dengan biji

 Perlakuan pra          Persyaratan            Benih sumber      Waktu tanam
     panen                 lahan
    Perlakuan         Lahan pembenihan             Umur        Waktu musim
    benih dengan      harus       dekat             genjah      hujan atau musim
    Rhizobium,        dengan sumber air,           Umur        kemarau. Pada
    insektisida dan   subur, tidak ada                          tanah tegalan
    fungisida.        serangan     OPT,
                                                    sedang
                                                   Umur        sebaiknya pada
                      bukan       bekas
                      tanaman kedelai.              dalam       akhir musim
                                                                kemarau atau
                                                                akhir musism
                                                                hujan

Penyiapan lahan       Penanaman dan            Pemeliharaan     Pemanenan dan
                      perlakuan benih                               perlakuan
                                                                  pascapanen
Memperbaiki           Benih diberi              Penyulaman     Panen dilakukan
struktur tanah,       perlakuan                 Penyiangan     pada saat 75-110
dan aerasi.           rhizobium, jarak           dan            hari setelah
                      tanam 40 x 15              pembumbunan    tanam. Cirri –ciri
                      atau 40 x 20 dan          Pengairan      kedelai siap
                      apabila perlu             Pemupukan      panen adalah
                      dapat digunakan           Pengendalian   daun dan polong
                                                 OPT
                      mulsa.                                    menguning.

SOAL:
   1. Jelaskan langkah-langkah kerja pada produksi benih kedelai sampai
      dengan pengemasan.
   2. OPT apakah yang harus dikendalikan dari tanaman kedelai dan
      mengapa demikian.




                                                                             291
TUGAS:
   1. Bagaimana teknik perlakuan pra tanam pada benih kedelai yang
       ditanam oleh petani atau tim produksi di sekolahmu.
   2. Lakukan observasi pada kegiatan panen suatu benih tanaman di sekitar
       sekolahmu atau sekolahmu.




Tenik Pembenihan Tanaman                                              292
                    BAB 8. BIOTEKNOLOGI TANAMAN


    Kegiatan pada bidang pertanian        organisme lainnya, baik itu yang
dapat dibagi menjadi 3 generasi :         mempunyai hubungan kekerabatan
 Generasi pertama adalah kegiatan        yang dekat (contohnya satu
   menghasilkan benih (generatif dan      spesies atau famili) maupun
   vegetatif).                            sebaliknya; pemanfaatan mikroba
 Generasi kedua adalah kegiatan          sebagai starter untuk memproduksi
   menghasilkan teknik budidaya           pupuk         (bio-fertilizer      dan
   pada bidang pertanian.                 dekomposer) ataupun pestisida
 Generasi ketiga adalah kegiatan         (bio-pesticide),     teknik      kultur
   menghasilkan produk agroindustri       jaringan,          teknologi      DNA
                                          rekombinan dan berbagai rekayasa
     Berdasarkan hasil penelitian pada    genetik pada tanaman dan mikroba
bidang biologi yang diintegrasikan        yang       menguntungkan         untuk
dengan teknologi yang mengkaji ilmu       efisiensi input budidaya tanaman.
dasar (basic science) ditemukan                Sukses        pada       generasi
berbagai mekanisme dalam proses           pertama        pertanian        seperti
metabolisme mahluk hidup yang lebih       pengadaan bibit unggul, akan
dimengerti sehingga pada periode ke       mendukung suskes budidaya dan
tiga ini dihasilkan produk pertanian      selanjutnya mendukung sukses
yang lebih efektif dan efisien.           agroindustri. Benih pertanian yang
Keilmuan tentang penerapan prinsip-       dihasilkan melalui bioteknologi
prinsip biologi, biokimia dan rekayasa    meliputi     pengembangan          dan
dalam pengolahan bahan dengan             penyediaan benih unggul sehingga
memanfaatkan agensia jasad hidup          dapat meningkatkan produktivitas
dan komponen-komponennya untuk            dan kualitas tanaman, serta
menghasilkan barang dan jasa disebut      mempunyai ketahanan terhadap
bioteknologi       (Yuwono,      2006).   hama dan penyakit.
Bioteknologi      diharapkan      dapat        Benih yang dihasilkan juga
berperan      menghasilkan      produk    tepat sasaran dan mudah ditangani
agribisnis yang berdaya saing tinggi.     (user friendly). Tepat sasaran
Peran ini dapat diimplementasikan         artinya,     sifat     benih      yang
kedalam ketiga generasi pertanian         dikembangkan sesuai sasaran,
diatas. Dari kenyataan yang ada,          seperti menghasilkan buah yang
perkembangan bioteknologi telah           banyak dan bermutu baik. Sebagai
berhasil memberikan terobosan pada        contoh adalah pisang cavendis
bidang pertanian seperti percepatan       (buah pisang berukuran besar)
untuk menghasilkan suatu varietas         mudah dibudidayakan, sehingga
tanaman yang baru; pemanfaatan            sesuai dengan kondisi petani yang
mikroba sebagai vektor pembawa sifat      pada umumnya sederhana dan
genetik yang dapat mentranfer sifat       praktis.
tersebut dari satu organisme ke




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                   293
     Kemampuan bioteknologi dalam           melalui biaya per unit produk yang
pengadaan         benih       diantaranya   relatif rendah, masa tanam dan
dilakukan melalui proses rekayasa           pemeliharaan yang lebih singkat,
genetika (genetic engineering). Dalam       produksi yang tinggi dengan mutu
hal ini adalah proses menghimpun dan        baik dan seragam, tahan hama dan
menyatukan sifat-sifat tanaman (sifat       penyakit,       tidak       merusak
genetik) yang unggul dan membuang           lingkungan,       mudah        dalam
sifat yang tidak baik.Pengetahuan           pemeliharaan atau perawatan.
tentang      peta     genetik     banyak         Dalam budidaya tanaman,
bermanfaat untuk pembenihan, antara         bioteknologi juga mempunyai
lain digunakan pada seleksi benih           peranan yang sangat besar
yang tidak unggul atau cacat tidak          terutama dalam pengembangan
perlu diperbanyak karena akan               dan penyediaan pupuk organik
merugikan petani. Perbanyakan benih         (biofertilizer)    dan      pertisida
vegetatif     dapat dilakukan melalui       (biopestisida), sehingga dapat
kultur jaringan (tissue culutre) ataupun    meningkatkan pertumbuhan dan
embriogenesis. Benih vegetatif dapat        perkembangan tanaman serta
diperbanyak secara massal, dengan           melipatgandakan hasil pertanian,
mutu yang standar, fisik dan sifatnya       Selain hal tersebut di atas,
seragam. Hal ini ditujukan untuk            bioteknologi dapat memberikan
menjawab kebutuhan benih dalam              kotribusi yang sangat besar
jumlah besar dalam waktu serentak,          terhadap konservasi lahan dan
sehingga memenuhi QCD (Quality              lingkungan.
Cost dan Delivery).                              Pemanfaatan                hasil
     Di Indonesia, perkembangan             pengembangan bioteknologi dalam
bioteknologi belum optimal karena           penyediaan pupuk organik dan
sampai saat ini belum dapat                 biopestisida,      masih       belum
memberikan         solusi-solusi     yang   memasyarakat, sehingga dalam
diperlukan untuk mengatasi masalah          kondisi seperti saat ini dimana kita
petani, sebagai contoh, untuk               kekurangan         suplai      pupuk
kebutuhan pemenuhan kedelai bagi            anorganik,      keberadaan       dan
industri     tempe      yang      banyak    ketersediaan       pupuk     organik
dikonsumsi oleh masyarakat kita,            sebagai pupuk elternatif belum
ternyata kedelai yang digunakan             dapat diandalkan.
adalah kedelai impor, karena kedelai             Peranan bioteknologi dalam
yang dihasilkan oleh petani kita kurang     pengembangan            argo-industri
cocok.                                      banyak dilakukan terutama yang
     Generasi kedua pertanian meliputi      berkaitan       dengan        proses
teknik budidaya yang mencakup               fermentasi seperti berbagai produk
pengetahuan lahan, teknik pengolahan        makanan yang bergizi serta
lahan, teknik penanaman, teknik             berbagai macam obat-obatan dan
pemupukan dan teknik pemeliharaan           antibiotik. Peranan bioteknologi
serta panen. Dengan memakai benih           dalam bidang agro-industri, dapat
unggul diharapkan hasil budidaya pun        menurunkan input produksi, biaya
akan unggul pula. Hal ini ditandai,




                                                                            294
dan waktu proses, sehingga sangat         lain. Sebagai contoh, para ilmuwan
ekonomis.                                 telah mengembangkan tanaman
                                          tembakau yang lebih toleran
8.1.   Bioteknologi Tanaman               terhadap kadar garam tinggi,
                                          tanaman yang tahan terhadap
      Bioteknologi modern telah           herbisida, tahan terhadap hama
berkembang sangat pesat            dan    dan penyakit tertentu, dan
meluas sehingga mencakup berbagai         sebagainya.
bidang dalam kehidupan manusia.                Bioteknologi           modern
Saat ini, aplikasi bioteknologi           menghasilkan berbagai macam
moderen         untuk     pemenuhan       bahan industri. Berbagai macam
kebutuhan manusia masih terkait           enzim dan protein, baik untuk
erat dengan penggunaan bioteknologi       keperluan industri maupun untuk
konvensional yang telah berkembang        konsumsi        dan      terapeutik
sebelumnya. Dalam penyediaan              (pengobatan) telah dihasilkan
pangan,       selain     menggunakan      dengan menerapkan bioteknologi
pendekatan bioteknologi modern,           modern yang berlandaskan atas
beberapa peneliti masih meng-             teknologi DNA rekombiman.
andalkan teknologi       konvensional          Pengembangan Bioteknologi
untuk menghasilkan benih tanaman          moderen         juga mempunyai
berkualitas.      Sebagai      contoh,    pengaruh balik yang penting
tanaman padi yang dibudidayakan           terhadap perkembangan ilmu-ilmu
sekarang ini sebagian besar masih         dasar.     Banyak konsep dasar
berasal dari hasil persilangan            dalam sistem fisiologi jasad hidup
konvensional, meskipun sudah ada          yang menjadi lebih jelas dan
galur-galur baru yang dikembangkan        mudah dipahami dengan adanya
dengan teknologi DNA rekombinan,          perkembangan-perkembangan
misalnya galur padi Golden Rice.          baru dalam teknik-teknik molekular.
Galur Golden Rice adalah galur padi       Oleh karena itu ilmu-IImu dasar
yang membawa gen-gen asing dari           dan Bio-teknologi modem akhimya
bakteri sehingga beras yang dihasilkan    saling      mendukung         dalam
oleh galur padi ini mempunyai             perkembangannya masing-masing.
kandungan provitamin A yang tinggi.
Galur semacam ini tidak pernah            8.2.   Struktur Dan Organisasi
diketemukan sebelumnya di alam                   Bahan Genetik Tanaman
maupun berdasarkan hasil persilangan
konvensional.                                  Studi mengenai eksistensi
     Dalam bidang budidaya tanaman        asam nukleat pertama kali
pangan dan tanaman industri, selain       dilakukan oleh Friedrich Miescher
menggunakan               teknik-teknik   dari Jerman yang mengisolasi inti
konvensional, sudah berkembang            dari sel darah putih pada tahun
galur-galur tanaman transgenik baru       1869.      Miescher menemukan
yang mempunyai sifat toleran terhadap     bahwa di dalam inti sel tersebut
keadaan        lingkungan      dengan     terdapat      senyawa        yang
menyisipkan gen-gen asing dari jasad      mengandung fosfat yang kemudian




Tehnik Pembenihan Tanaman                                               295
dinamakan nuclein. Selanjutnya pada          menggunakan sel-sel tipe alami
akhir abad ke-19 telah berhasil              yang masih hidup (sel tipe S).
dilakukan pemisahan antara DNA               Diketahui kemudian bahwa injeksi
(deoxy-ribonucleic       acid)       RNA     dengan sel tipe S yang hidup
(ribonucleic acid) dan protein-protein       menyebabkan kematian mencit.
yang melekatkan molekul asam                 Selanjutnya eksperimen dilakukan
nukleat tersebut pada sel. Pada awal         dengan       menginjeksi    mencit
1930-an, P. Levene, W. Jacobs dan            menggunakan sel tipe R yang
kawan-kawan menunjukkan bahwa                hidup.      Injeksi semacam ini
RNA tersusun atas satu gugus gula            ternyata     tidak    menyebabkan
ribosa dan empat basa yang                   kematian mencit. Hal yang serupa
mengandung nitrogen, sementara               juga diperoleh yaitu bahwa injeksi
DNA tersusun atas gugus gula yang            mencit menggunakan sel tipe S
berbeda yaitu deoksiribosa.                  yang sudah dimatikan ternyata
     Pembuktian        bahwa         DNA     juga tidak menyebabkan kematian
merupakan bahan genetik pertama              mencit.         Pada eksperimen
dilakukan oleh Frederick Griffith pada       selanjutnya Griffith mencampur sel-
tahun 1928 yaitu dengan linen                sel tipe S yang sudah dimatikan
transformasi         pada          bakteri   dengan sel-sel tipe R yang masih
Streptococcus pneumoniae.                    hidup dan diinjeksikan ke dalam
     Bakteri S. pneumoniae tipe alami        mencit.         Hasil eksperimen
mempunyai bentuk sel bulat (Spheris)         menunjukkan        bahwa    inj'eksi
yang diselubungi oleh senyawa                dengan campuran sel semacam ini
berlendir yang disebut kapsul. Sel-sel       menyebabkan kematian mencit.
tipe alami akan membentuk koloni             Griffith kemudian mengisolasi
yang mengkilat dikenal sebagai koloni        bakteri S. pneumoniae dari mencit
halus (smooth, S). Sel tipe alami            yang sudah mati tersebut dan
semacam ini bersifat virulen artinya         memperoleh sel-sel tipe S dan R
dapat      menyebabkan         terjadinya    yang hidup. Hal ini memberikan
kematian pada mencit yang diinjeksi          indikasi bahwa pencampuran sel
dengan sel yang masih hidup. Selain          tipe S yang mati dengan sel tipe R
itu diketahui adanya strain mutan S.         yang hidup telah menyebabkan
pneumoniae         yang      kehilangan      peru-bahan (transformasi) sel tipe
kemampuannya untuk membentuk                 R yang hidup menjadi sel tipe S
kapsula sehingga sel-selnya berukuran        yang hidup.
kecil dan akan membentuk koloni yang              Bukti bahwa DNA merupakan
kasar (tipe R). Sel mutan semacam ini        bahan       yang      menyebabkan
bersifat avirulen, artinya tidak dapat       terjadinya proses transformasi
menyebabkan kematian pada mencit             pada S. pneumoniae ditunjukkan
yang diinjeksi oleh sel mutan.               oleh eksperimen yang dilakukan
     Eksperimen Griffith menunjukkan         oleh Oswald Avery, Colin Macleod,
bahwa sel-sel yang avirulen dapat            dan Maclyn McCarty pada tahun
mengalami transformasi (perubahan)           1944.          Mereka melakukan
menjadi sel yang virulen. Hal ini            eksperimen serupa dengan yang
dibuktikan dengan menginjeksi mencit         dilakukan oleh Griffith, namun




                                                                            296
mereka melakukan pengujian leblh            tahun 1952 dengan eksperimen
lanjut terhadap senyawa yang                yang dikenal sebagai Waring
menyebabkan          transformasi      S.   blender experiment.
pneumoniae.        Mereka melakukan
ekstraksi terhadap sel virulen dan
kemudian menghilangkan proteinnya.
Hasil ekstraksi tersebut kemudian
diperlakukan dengan bermacam-
macam enzim yang mendegradasi
protein (tripsin dan kemotripsin)
maupun enzim yang menghancurkan
RNA (RNA-ase).
     Pengujian                selanjutnya                    Gambar 8.1
menunjukkan bahwa ekstrak sel               Hipotesa Griffith tentang agen transformasi
tersebut ternyata masih dapat
menyebabkan proses transformasi.
Hasil eksperimen membuktikan bahwa
senyawa yang menyebabkan proses
trasnformasi bukanlah RNA.
     Sebaliknya, ketika ekstrak sel
tersebut diperlakukan dengan enzim
deoksiribonukle-ase                  yang
                                                         Gambar 8.2
menghancurkan          DNA,      ternyata   Percobaan Avery tentang transformasi
kemampuan untuk menyebabkan
proses transformasi menjadi hilang.              Dalam eksperimen tersebut
Hasil ini memberikan indikasi bahwa         digunakan bakteriofag T2 yang
senyawa        yang        menyebabkan      diketahui hanya terdiri atas protein
transformasi adalah molekul DNA.            dan DNA. Untuk membuktikan
     Bukti     lebih      lanjut     yang   apakah         senyawa         yang
memperkuat asumsi bahwa senyawa             bertanggung jawab terhadap
yang        menyebabkan            proses   perubahan sifat suatu sel berupa
transforinasi adalah DNA ditunjukkan        protein atau DNA maka Hershey
oleh eksperimen yang dilakukan oleh         dan Chase melakukan pelabelan
A.D. Hershey dan Martha Chase pada          terhadap protein bakteriofag T2
tahun 1952 dengan eksperimen yang           dengan 35S. Selain itu, pada bagian
dikenal sebagai Waring blender              eks-perimen yang lain, mereka
experiment.        Dalam eksperimen         juga melabel DNA bakteriofag
tersebut digunakan bakteriofag T2           dengan 32P. Bakteriofag yang telah
yang diketahui hanya terdiri atas.          dilabel     tersebut      kemudian
     Bukti     lebih      lanjut     yang   digunakan untuk menginfeksi
memperkuat asumsi bahwa senyawa             bakteri Escherichia Selubung
yang        menyebabkan            proses   partikel bakteriofag yang sudah
transforinasi adalah DNA ditunjukkan        mengi-njeksikan DNA ke dalam sel
oleh eksperimen yang dilakukan oleh         kemudian diambil dan dianalisis.
A.D. Hershey dan Martha Chase pada




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                        297
Hasil analisis menunjukkan bahwa
sebagian besar protein berlabel tetap
ada di luar sedangkan DNA berlabel
ada di dalam sel. Hal ini memberikan
yang jelas bahwa senyawa yang
masuk kedalam sel adalah DNA.
     Hasil-hasil eksperimen seperti
yang dijelaskan di atas bahwa molekul
yang meru-pakan bahan genetik di
dalam sel adalah DNA.               DNA
merupakan salah satu makromolekul
yang mempunyai peranan sangat
penting pada jasad hidup.           DNA
adalah polimer nukleotida yang
tersusun secara sistematis dan                                    Gambar 8.3
merupakan       pembawa        informasi             Bactriophage T2 phage     hasil   dari
                                                     percobaan Harshey-Chase
genetik yang diturunkan kepada jasad
keturunannya.     informasi      genetik
disusun dalam bentuk kodon (codon)
yang berupa tiga pasang basa
nukleotida dan menentukan bentuk,
struktur maupun fisiologi suatu jasad.




                                       Gambar 8.4
                          Siklus produksi virus di dalam sel inang
a.   Asam nukleat                                    dalam     penyimpanan      serta
                                                     pemindahan informasi genetik.
     Asam nukleat adalah suatu                       Asam nukleat ctapat dibedakan
polimer nukleotida yang berperanan di                menjadi dua struktur dasar yaitu




                                                                                       298
DNA dan RNA. Satu nukleotida terdiri
atas tiga bagian (Gambar 3. I.) yaitu:

1). Cincin purine atau pyrimidine

     Purine atau pyrimidin adalah basa
nitrogen yang terikat pada pada atom
C nomor 1 suatu molekul gula (ribosa
atau deoksiribosa) melalui ikatan N-
glukosidik.     Basa nitrogen yang
                                                        Gambar 8.5
menyusun asam nukleat yaitu basa          Preparasi bakteriofag yang diberi label T2
purine yang terdiri atas adenine (A)                  secara radioaktif
dan guanine (G), serta basa pirimidine
yang terdiri atas thymine (T), cytosine
(C) dan uracil (U). Baik DNA (deoxy-      3)   Gugus fosfat
ribonucleic acid) maupun RNA
(ribonucleic acid) tersusun atas A, G,          Gugus fosfat yang terikat
C, tetapi T hanya terdapat pada DNA       pada atom C nomor 5 melalui
sedangkan U hanya terdapat pada           ikatan fosfoester. Gugus fosfat
RNA. Akan tetapi ada per-kecualian        inilah yang menyebabkan asam
yaltu bahwa pada beberapa molekul         nukleat bermuatan negatif kuat.
tRNA terdapat basa T, sedangkan           Timidin (thymidine) Timidin adalah
pada beberapa bakteriofag DNA-nya         bentuk deoksi. Beniuk ribo tidak
tersusun atas U dan bukan basa T.         ada dalam asam nukleat. Uridin
Struktur basa nitrogen penyusun asam      adalah bentuk ribo, deoksiuridin
nukleat dapat dilihat pada Gambar 3.2.    umumnya tidak ada. Struktur
                                          molekul DNA pertama kali
2)    Molekul gula dengan 5 atom C        diungkapkan oleh James Watson
      (pentosa).                          dan Francis Crick pada tahun 1953
                                          berdasarkan atas foto difraksi sinar
    Pada RNA gulanya adalah ribosa,       X yang dibuat oleh Rosalind
sedangkan pada DNA gulanya adalah         Franklin dan Maurice Wilkins.
deoksiribosa.     Perbedaan antara        Berdasarkan atas data. kimia dan
kedua bentuk gula tersebut terletak       fisik, Watson dan Crick membuat
pada atom C nomor 2. Pada RNA,            model struktur DNA yang disebut
atom C nomor 2 berikatan dengan           double helix (untai ganda). Untal
gugus hidroksil (OH) sedangkan pada       ganda DNA tersusun oleh dua
DNA atom C nomor 2 berikatan              rantai polinukleotida yang berpilin.
dengan atom H.




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                      299
                                      Gambar 8.6
              Experimen yang menunjukkan DNA menjadi materi genetik pada T2


genetk pada TMV




                                     Gambar 8.7
                          RNA sebagai materi genetik virus TMV



Kedua rantai mempunyai orientasi                  tersebut berikatan dengan adanya
yang berlawanan (antiparalel): rantai             ikatan hidrogen antara basa
yang satu memptinyai orientasi 5'                adenine (A) dengan thymine (T),
3', sedangkan rantal yang lain                    dan antara guanine (G) dengan
berorientasi 3'  5'. Kedua rantai                cytosine (C). Ikatan antara A-T




                                                                              300
berupa     dua     ikatan     hidrogen,    DNA. Perlu dlingat bah-wa pada
sedangkan antara G C berupa tiga           masing-masing       rantai     DNA
ikatan hidrogen sehingga ikatan G -C       terdapat ujung 5’-fosfat (5’-P) dan
lebih kuat. Spesifisitas pa-sangan         ujung 3’-OH. Molekul DNA yang
basa semacam ini disebut sebagai           tersusun     oleh     dua     rantai
komplementaritas (com-plementarity).       polinukleotida (double stranded)
Proporsi basa A dan T, serta G dan C       biasanya hanya ditulis salah satu
selalu sama sehingga komposisi DNA         rantainya, misalnya ATGCAATT-
dapat dinyatakan dengan kandungan          CCGG.           Dalam penulisan
G+C (G+C content) yang berkisar dari       semacam ini ujung sebelah kiri (A)
26% sampai 74%. Hal ini dikenal            adalah ujung 5'-P, sedangkan
sebagal hukum Chargaff. Erwin              ujung sebelah kanan (G) adalah
Chargaff     pada       tahun     1950     ujung 3’-OH. Oleh karena itu
mempublikasikan hasil penelitiannya        molekul DNA tersebut dapat ditulis
mengenai komposisi basa DNA pada           sebagai P-5’-ATGCAATTCCGG-3'-
berbagai jasad hidup.                      OH, atau kadang-kadang ditulis
                                           dengan pApTpGpCpApApTpTp-
5). Ikatan Hidrogen Antar nukleotida.      CpCpGpG.
                                            Untuk menyingkat biasanya DNA
     Ikatan antara adenine (A) dengan      hanya ditulis urutan basa DNA-nya
thymine (T) dilakukan meialui dua          saja.
ikatan hidrogen, sedangkan pada
ikatan antara guanine (G) dan cytosine     b. Ukuran Molekul DNA Pada
(C) ada tiga ikatan hidrogen sehingga         Beberapa Jasad Hidup
ikatan G-C lebih kuat kuat
dibandingkan dengan ikatan A-T.            Ukuran molekul DNA bervariasi
Kerangka gula deoksi-ribosa dan fosfat     antara jasad yang satu dengan.
penyusun DNA terletak luar molekul,        Pada jasad prokaryot variasinya
sedangkan basa purine dan pyrimidine       tidak sebesar pada virus dan ofag.
terletak di dalam untaian (helix). Basa-   Bahan genetik pada prokaryot dan
basa purine dan pyrimidine terletak        virus pada umum-nya satu molekul
pada bidang datar yang sama dan            tunggal DNA (kecuali virus tertentu
tegak lurus terhadap aksis untaian         yang bahannya RNA). Sebaliknya,
DNA. Diameter untaian DNA adalah           bahan genetik pada eukaryot
20 dan bersifat konstan karena basa        berupa molekul kromo-som yang
purine akan selalu basa pyrimidine.        masing-masing berupa molekul
Pasang-an-pasangan basa yang               berukuran besar. Ukuran DNA
berurutan berjarak 3,4 A satu sama         pada jasad eukaryot tingkat tinggi,
lain dan berotasi sebesar 360.             belum diketahui secara pasti
     Karena kedua rantai DNA               karena kompleknya.
tersusun secara antiparalel maka ada
konvensi dalam penulisan orieritasi




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                 301
                 Gambar 8.8
Ikatan antar molekul dalam basa penyusun DNA




              Gambar 8.8
   Model DNA untaian ganda yang berpilin




                                               302
     Ukuran molekul DNA pada                  C value).          Sebagai contoh,
beberapa bakteriofag, misalnya                kandungan DNA pada khamir
bakteriofag  , telah diketahui secara        Saccharomyces cerevisiae lima kali
pasti bahkan urutan basa DNA pun              lebih besar dibanding dengan
telah dike-tahui secara akurat.               kandungan DNA bakteri Escherichia
Ukuran DNA pada gamet (haploid)               coli karena secara struktural bakteri
10-6 mm (1 pg (pico gram) = 10-12 g;          ini lebih sederhana.
kbp = kilo base pairs = 1000                        Meskipun     demikian     studi
pasangan h jumlah kromosom pada               menunjukkan bahwa banyaknya
keadaan haploid).                             kandungan DNA suatu jasad tidak
                                              selalu berkorelasi positif dengan
                                              kompleksitas jasad tersebut. Sebagai
                                              contoh, kandungan DNA pada per sel
                                              katak adalah 7 kali lebih banyak
                                              dibanding dengan kandungan DNA
                                              pada sel manusia, sedangkan
                                              kandungan DNA pada sel bunga lily
                                              100 kali lebih banyak dibanding pada
                                              sel manusia. Fenomena semacam ini
                                              disebut sebagai C value, paradox.
                                              Paradok semacam ini tidak hanya
                                              antar kelompok jasad yang berbeda,
                                              tetapi juga diketahui teradi pada
                                              kelompok jasad yang sama. Sebagai
                Gambar 8.9.                   contoh, beberapa species amfibi
Struktur sekunder RNA, t-RNA pada ragi yang   mempunyai kandungan DNA 100 kali
membawa alanin                                lebih banyak dibanding dengan
                                              species amfibi yang lain.
c. Kandungan DNA Dan Kapasitas                      Jasad yang mempunyai nilai-C
   Genetik                                    yang lebih besar tidak selalu
                                              mempunyai lebih banyak gen
    Seperti    telah    diungkapkan           dibanding dengan jasad yang nilainya
sebelumnya, ukuran dan kandungan              kecil. C value paradox dapat terjadi
molekul DNA yang dimiliki oleh suatu          karena beberapa jasad mempunyai
jasad sangat bervariasi sesuai                banyak urutan basa DNA yang tidak
dengan kompleksitas jasadnya.                 berkode asam amino (non-coding
Secara logika sederhana, semestinya           DNA). Urutan basa DNA sendiri
ada suatu korelasi positif antara             banyak terdapat pada bagian intron
kandungan         DNA        dengan           dan urutan berulang DNA).
kompleksitas jasad, yaitu bahwa
semakin komplek suatu jasad maka
semakin besar pula kandungan DNA-
nya per sel haploid (dikenal sebagal




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                  303
d. Struktur RNA                         e. Organisasi Bahan Genetik

     RNA (ribonucleic acid) adalah           Salah      satu      perbedaan
salah satu bentuk asam nukleat          fundamental antara jasad prokaryot
mempunyai komponen berupa gula          dan eukaryot adalah pada organisasi
ribosa, basa purin atau din, dan        bahan genetiknya. Pada kelompok
gugus fosfat. Pada jasad selular,       prokaryot, umumnya hanya ada satu
RNA hasil penyalinan (transkripsi)      unit bahan genetik utama membawa
kode-kode genetik yang ada genetik      semua inforasi genetik yang
jasad (DNA). Pada beberapa virus,       diperlukan untuk kelangsungan
RNA merupakan genetik utama,            Pertumbuhan       jasad     tersebut.
misalnya virus TMV (Tobacco Mosaic      Meskipun demikian, ada beberapa
Pada jasad selular, yaitu mikrobia,     bukti yang menunjukkan bahwa jasad
tumbuhan, hewan, dan ada tiga           prokaryot tertentu mempunyai lebih
bentuk molekul RNA, yaitu m-RNA         dari satu unit bahan genetik utama.
(messenger-RNA) r-RNA (riboso-mal-      Sebaliknya, pada eukaryot bahan
RNA), dan t-RNA (transfer-RNA).         genetik utama terdiri atas beberapa
     Molekul RNA adalah hasil           unit independen yang terpisah namun
transkripsi DNA yang membawa            semua unit bahan genetik merupakan
kode-kode gen dan rangkaian asam-       kesatuan genom yang menentukan
asam amino yang menyusun suatu          kelangsungan hidup jasad.
protein. Proses ekspresi genetik, m-
RNA akan diterjemahkan (translasi)
rangkaian      asam-asam      amino     Level 1.
sehingga      membentuk      struktur   Lilitan DNA pada histon
                                        membentuk struktur

polipeptida      (protein).  Proses     nukleosom


translasi memerlukan r-RNA dan t-        Level 2.

RNA.                                     Nukleosom dihubungan
                                         dengan untaian

     Molekul r-RNA adalah RNA hasil
                                         penghubung DNA seperti
                                         manik-manik di atas
                                         benang
transkripsi suatu rangkaian genetik
tertentu pada DNA. Molekul r-RNA          Level 3
                                          Satu kemasan terdiri dari

digunakan untuk menyusun ribosom          beberapa nukleosom
                                          membentuk benang

yaitu tempat berlangsungnya proses        kromatin setebal 30-nm


translasi atau biosintesis protein.       Level 4.
Molekul t-RNA adalah RNA yang             Pembentukan pilinan benang
                                          kromatin yang terletak di atas
secara khusus berperan membawa            protein kriomosom non histon


asam-asam amino spesifk yang akan
dirangkaikan dal proses blosintesis                   Gambar 8,10
protein di dalain ribosom. Molekul t-    Tingkatan kemasan DNA dalam kromosom
RNA Juga merupakan hasil
transkripsi rangkaian kode genetik
tertentu Pada DNA.                         Sebelum dibahas lebih lanjut
                                        sistem organisasi genom pada
                                        jasad, perlu dipahami terlebih




                                                                           304
dahulu perbedaan pengertian             Sebagai contoh, Pseudomonas
antara gen dengan genom. Gen            mempunyal       plasmid    metabolik
adalah unit molekul DNA atau RNA        (plasmid CAM) yang 230 kb (1 kb: 1
dengan panjang minimum tertentu         kilo base pairs, seribu pasangan
yang      mem-bawa         informasi    basa). Oleh sifat genetisnya yang
mengenai asam amino yang                vital maka plasmid raksasa semacam
lengkap suatu protein, atau yang        itu merupakan baglan genom jasad
menentukan struktur lengkap suatu       tersebut.
molekul r-RNA (RNA ribosom) atau
t-RNA (tranfer RNA). Sedajhgkan
genom adalah satu kesatuan gen
yang secara alami dimiliki oleh satu
sel atau virus, atau satu kesatuan
kromosom jasad eukaryotik dalam
fase haploid.
     Dengan batasan semacam ini
maka dapat dimengerti bahwa
sepotong molekul DNA yang tidak
membawa informasi genetik yang
lengkap tidak dapat disebut sebagai                     Gambar 8.11
                                              Untaian DNA membentuk kromsom
genom hanya sebagai fragmen DNA.
     Pada beberapa jasad, terutama
                                             Pada jasad eukaryot, selain
pada kelompok prokaryot, dijumpai
                                        bahan genetik utama yang terdapat
bahan genetik tambahan selain
                                        inti sel, yang disebut sebagai
bahan genetik. Bahan genetik
                                        kromosom, juga dijumpai ada genetik
tambahan/ekstra semacam ini secara
                                        lain yang terletak di dalam organel
umum sebagai plasmid. Batasan
                                        yang lain, misalnya bd DNA pada
genom pada prokaryot hanya meliputi
                                        mitokondria dan kloroplas (pada
bahan genetik utamanya, kecuali
                                        tumbuhan hijau).
kalau genetik tambahan tersebut
merupakan bagian yang secara tak
                                        f. Organisasi      Genom        Pada
terpisahkan dari sel tersebut.
                                           Prokaryot
Sebagai contoh, yang dinamakan
genom bakteri Escherichia coli
                                             Bahan       genetik       utama
adalah semua gen yang ada satu unit
                                        (kromosom) jasad prokaryot pada
bahan genetik utamanya (kromosom)
                                        umumnya terdiri atas satu unit
yang tersusun 4,2 x 10' bp (base
                                        molekul DNA untai ganda (double-
pairs/pasangan basa)             DNA.
                                        stranded) dengan struktur lingkar
Sebaliknya, beberapa prokaryot,
                                        (circular). Oleh karena itu jasad
misalnya Pseudomonas sp., dan
                                        prokaryot bersifat monoploid karena
Rhizobium tahui ada unit bahan
                                        hanya ada satu bahan genetik utama.
genetik yang seringkali dianggap
                                        Pada bakteri Escherichia coli, bahan
sebagai raksasa (giant plasmid) yang
                                        genetik utama-nya terdiri atas sekitar
secara genetis merupakan bahan
                                        4600 kb (4,6 x 106 bp). Bahan
yang vital untuk jasad tersebut.




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                305
genetik pada jasad prokaryot tidak      yang     memberikan      keuntungan
dikemas di dalam suatu struktur yang    tambahan bagi sel dalam keadaan
jelas karena pada sel prokaryot tidak   tertentu, misalnya gen ketahanan
terdapat inti sel (nukleus).            terhadap antibiotik. Oleh karena itu
     Hal ini berbeda dengan bahan       dalam keadaan normal plasmid dapat
genetik utama jasad eukaryot yang       dihilangkan dengan metode curing
terdapat di dalam struktur nukleus.     tanpa mengganggu pertumbuhan
Bahan genetik utama jasad prokaryot     selnya.
diketahui terikat pada membran sel
sebelah dalam yang diduga               8.3 Teknik Kultur In vitro
berperanan dalam proses pemisahan
DNA pada waktu terjadi pembelahan            Dewasa ini pemerintah sedang
sel. Oleh karena struktur bahan         menggalakkan komoditas non-
genetik utama jasad prokaryot           migas, melalui pengembangan
berupa molekul lingkar maka molekul     agribisnis yang dapat meningkatkan
tersebut tidak ada bagian ujungnya.     perolehan devisa negara. Upaya
Meskipun pada umumnya kromosom          peningkatan ekspor komoditas
bakteri berupa molekul DNA dengan       pertanian memerlukan dukungan
struktur lingkar, namun diketahui       penyediaan bibit untuk memenuhi
terdapat beberapa bakteri yang          kebutuhan yang semakin meningkat.
struktur bahan genetik utamanya         Bibit suatu varietas unggul yang
berupa molekul DNA linear, misalnya     dihasilkan pemulia tanaman sangat
pada bakteri Borrelia burgdorferi dan   terbatas, sedangkan bibit tanaman
Streptomyces lividans.          Ujung   yang dibutuhkan sangat banyak.
molekul kromosom S. lividans                 Dengan      dipenuhi     dengan
diketahui berikatan secara kovalen      perbanyakan        melalui      teknik
dengan suatu protein. Protein di        konvensional. Salah satu teknologi
ujung molekul kromosom semacam          harapan      yang    telah    terbukti
ini mempunyal fungsi yang sangat        keberhasilannya adalah teknik kultur
penting dalam proses inisiasi           in vitro. Teknologi tersebut telah
replikasi DNA.        Selain itu juga   banyak diguna-kan untuk pengadaan
diketahui      ada      bakteri  yang   bibit pada berbagai tanaman. Melalui
mempunyai 2 molekul kromosom            kultur in vitro, tanaman dapat
yaitu bakteri Rhodobacter sphae-        diperbanyak setiap waktu sesuai
roides.                                 kebutuhan,      karena     kecepatan
     Selain bahan genetik utama,        perbanyakan yang tinggi. Bibit dari
jasad prokaryot seringkali juga,        varietas unggul yang mampu
mempunyai bahan genetik tambahan        bersaing di pasaran internasional
yang disebut sebagai plasmid.           yang jumlahnya sangat sedikit dapat
Plasmid pada prokaryot berupa           dikembangkan melalui kultur in-vitro.
molekul DNA untaian dengan struktur          Perbanyakan tanaman dengan
lingkar. Pada umumnya plasmid           kultur in vitro telah banyak
tidak dibutuhkan oleh sel untuk         diusahakan secara komersial di
pertumbuhan meskipun seringkali         negara maju seperti Amerika,
plasmid membawa gen-gen tertentu        Jepang, dan Eropa. Pemanfaat-an




                                                                         306
teknologi tersebut untuk pengadaan           memenuhi beberapa kriteria sebagai
bibit pada awalnya berdasarkan hasil         berikut:
percobaan Morel tahun 1960 pada              (1) tidak merubah sifat genetik
anggrek Cymbidium.                                pohon induk
     Dalam waktu yang singkat dari           (2) seleksi kuat pada bahan
bahan tanaman yang sangat terbatas                tanaman yang akan digunakan
dapat dihasilkan bibit dalam jumlah               sebagai eksplan agar bebas
yang banyak. Keberhasilan tersebut                penyakit,
mendorong dimanfaatkannya in vitro           (3) teknik perbanyakan yang tidak
sebagai teknologi perbanyakan yang                terlalu rumit,
banyak memberikan keunggulan                 (4) kemampuan regenerasi yang
daripada teknologi konvensional.                  tetap tinggi, dan
Walaupun         demikian,       terdapat    (5) ekonomis.
beberapa kendala yang sering                      Pada        tanaman       semusim
dihadapi dalam aplikasinya yaitu:            (berdinding         lunak),    masalah
(1) Keberhasilan teknik ini pada             regenerasi umumnya tidak menjadi
       tanaman tahunan berkayu               masalah. Faktor pertunasan yang
       masih       rendah       sehingga     tinggi dapat tercapai dengan
       aplikasinya masih terbatas            penggunaan formulasi media tertentu.
       pada jenis tanaman tertentu           Berbeda dengan tanaman tahunan
       saja.                                 berkayu, banyak faktor yang
(2) Kapasitas regenerasi menurun             menghambat proses regenerasi,
       bila       sering        dilakukan    antara lain:
       pembaharuan.                          1) daya meristematis tanaman yang
(3) Penurunan integritas genetik                  rendah
       pada bibit yang dihasilkan.           2) tingkat oksidasi fenol yang tinggi,
(4) Persentase              keberhasilan     3) jaringan sklerenkhima,
       aklimatisasi (terutama pada           4) kandungan inhibitor organik yang
       tanaman tahunan berkayu)                   tinggi,
       relatif masih rendah.                 5) kurangnya faktor perakaran,
(5) Adanya patogen internal                  6) kandungan lignin yang tinggi,
       (khususnya pada tanaman                    dan
       tahunan berkayu) yang sulit           7) gugurnya tunas dan daun yang
       dihilangkan.                               lebih dini.
(6) Diperlukan tenaga kerja yang             Penggunaan komponen organik
       intensif,      terdidik,      serta   tertentu dan jaringan yang bersifat
       mempunyai            keterampilan     juvenil     dapat      memacu daya
       khusus.                               regenerasi jaringan, menghambat
(7) Diperlukan modal awal yang               aktivitas etilen dan mengurangi
       cukup tinggi.                         terbentuknya kinon karena oksidasi
                                             fenol. Multiplikasi tunas merupakan
    Pierik (1987) menyatakan bahwa           salah satu faktor penting yang
perbanyakan melalui kultur in vitro          menentukan                  keberhasilan
dapat dikatakan berhasil bila                perbanyakan melalui kultur in vitro.
                                             Semakin banyak tunas yang dapat




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                       307
  dibentuk, semakin tinggi peluang          F1= % keberhasilan kultur pada tahap
  memperoleh bibit yang banyak.             Multiplikasi
       Jumlah bibit yang dihasilkan         F2= % keberhasilan kultur pada tahap
  dapat dihitung berdasarkan jumlah         Perakaran
                                            F3= % keberhasilan kultur pada tahap
  kelipatan tunasnya. Pennel (1987)
                                            aklimatisasi
  memberikan        formulasi     untuk
  menghitung potensi jumlah plantlet
  (bibit) yang dapat dihasilkan secara
  teoritis dalam satu periode (1 tahun)
  dengan rumus sebagai tercantum di
  bawah ini.

    Teknik budidaya tanaman dengan
menggunakan metode konvensional
dalam medium tanah atau pasir
seringkali menghadapi kendala teknis,
lingkungan maupun waktu. Sebagai                          Gambar 8.12 .
                                                         Hasil Kultur In-vitro
contoh, perbaikan tanaman dengan
menggunakan biji memerlukan waktu                 Sejak tahun 1902 Gottlieb
lama dan seringkali hasilnya tidak          Haberiandt telah mengajukan gagasan
seperti tanaman induknya. kendala           mengenai kemungkinan pengembangan
lain yang juga sering muncul adalah         teknik kultivasi tanaman dari sel yang
gangguan       alam,      baik    yang      ditumbuhkan dalam larutan nutrien.
disebabkan oleh jasad hidup,                Beberapa puluh un kemudian, yaitu
misalnya hama dan penyakit, maupun          pada tahun 1939, Nobecurt, seorang
cekaman lingkungan yang dapat               ahli penyatanaman dari Perancis, Pierre
mengganggu keberhasilan banyakan            Roger Gautheret dari Universitas
tanaman di lapangan. Kebutuhan              rbonne, Perancis, dan R.P. White dari
akan bibit tanaman jumlah besar,            Amerika Serikat untuk tama kalinya
berkualitas, bebas hama dan penyakit        berhasil melakukan kultivasi tanaman
serta harus media dalam waktu               yang berasal dari jaringan.
singkat seringkali tidak dapat dipenuhi           Pada     saat     itu    Gautheret
dengan       menggunakan        metode      menggunakan jaring-an tanaman V.
konvensional baik secara generatif          capraea dan Populus alba sebagai
maupun vegetatif.                           model untuk melakukan banyakan dan
                                            pernbelahan jaringan tanaman. Selain
         Y = An x B x F1 x F2 x F3          itu, Gautheret. berhasil melakukan
di mana :                                   perbanyakan       (propagation)    kultur
Y= jumlah plantlet yang dihasilkan
A= jumlah tunas yang dihasilkan pada
                                            jaringan      man      wortel    dengan
setiap subkultur (fakror multiplikasi)      menambahkan asam indol asetat
B = jumlah eksplan awal yang tumbuh         (Indolec Acid) untuk menstimulasi
n= jumlah subkultur pada periode tertentu   pertumbuhan jaringan yang tidak salami
(per tahun)                                 diferenslasi.          Jaringan     hasil




                                                                                 308
perbanyakan tersebtit disebut sebagal         jaringan melainkan juga dalam bentuk
kalus (callus).                               sel sehingga juga dikenal teknik kultur
       Selanjutnya, pada tahun 1950,          sel. Oleh karena itu teknik ini secara
Georges Morel yang bekeja sama                umum disebut sebagai teknik kultur in-
dengan Gautheret berhasil melakukan           vitro.
perbanyakan        jaringan     tumbuhan
monokotil       dengan      menggunakan         a. Teknik Dasar Kultur In-Vitro
meristem. Bahkan pada tahun 1952                    Tanaman
Morel       dan        Martin      berhasil        Kultur      in-vitro       tanaman
mengembang-kan           teknik      kultur   memerlukan beberapa komponen
meristem Dahlia dan memperoleh tunas          utama, yaitu: (1) bahan awal (starting
yang bebas virus dan pada tahun 1955          materials), (2) media yang sesuai, (3)
mereka dapat mengembangkan kultur             tempat kultivasi. Bahan awal yang
tanaman kentang yang bebas virus.             dapat diguna kultur in-vitro tanaman
Penelitian-penelitian          selanjutnya    bermacam-macam,           antara    lain:
membuka kemungkinan penerapan                 batang, tunas apikal dan axilari (apical
teknik kultur sel atau jaringan untuk         and axillary buds), petiole, pollen,
berbagai macam tanaman yang                   petal, ovule, akar dan lain-lain.
akhimya memberikan pengaruh besar             Bagian tanaman digunakan sebagai
dalam pengembangan bioteknologi               bahan awal kultur in-vitro disebut
tanaman.                                      sebagai eksplan (explant).
      Pada tahun 1901 Morgan
mengemukakan bahwa setiap sel
mempunyai         kemampuan          untuk
berkembang menjadi suatu jasad hidup
yang      lengkap       melalui     proses
regenerasi. Kemampuan ini oleh
Morgan disebut sebagai totipotensi
(totipotency).       Konsep totipotensi
tersebut mempunyal makna sa-ngat
penting dalam bidang kultur jaringan.
Istilah kultur jaringan mengacu pada                            Gambar 8.13
teknik untuk menumbuhkan jasad                       Proses kultur in-vitro pada tanaman
multiselular dalam medium padat
maupun cair menggunakan jaringan                   Untuk mengembangkan tanaman
yang diambil dari jasad tersebut.             secara in vitro sampai menjadi plantlet
      Teknik kultur jaringan tersebut         dan akhirnya menjadi tanaman
dilakukan         sebagal         altematif   lengkap yang siap dipindah ke
perbanyakan tanaman bukan dengan              medium tanah, maka terdapat
menggunakan media tanah, melainkan            beberapa tahapan utama yang harus
dalam medium buatan di dalam tabung.          dilakukan, yaitu: (1) pemilihan sumber
Tehnik ini sekarang sudah berkembang          tanaman yang akan digunakan
luas sehingga bagian tanaman yang             sebagai bahan awal Jaringan
digunakan sebagai bahan awal                  meristem, eksplan, dan lain-lain), (2)
perbanyakan tidak hanya berupa                penanaman pada medium yang




  Tehnik Pembenihan Tanaman                                                            309
sesuai sampai terjadi perbanyakan         khusus untuk melakukan pekerjaan
(misalnya dalam bentuk kalus), (3)        yang menuntut sterilitas. Alat-alat dan
pembentukan tunas dan akar sampai         bahan yang tahan panas dapat
terbentuk plantlet, (4) aklimatisasi,     disterilisasi     dengan      autoklaf,
yaitu     proses    adaptasi     pada     sedangkan peralatan atau tempat
lingkungan di luar sistem in vitro, (5)   kerja yang lain dapat disterilkan
penanaman pada medium biasa               dengan menggunakan alkohol atau
(tanah atau media bukan artifisial        disinfektan yang sesual, misalnya
lainnya).                                 larutan merkuri klorida (HgCI2) 0,01-
                                          0,1%. Jarum atau pisau skalpel yang
    b.     Pemilihan Dan Penyiapan        digunakan untuk memotong atau
Eksplan                                   mengambil dan menanam eksplan
                                          harus diterilkan juga dengan
      Bahan yang akan digunakan           membakar dengan lampu bunsen
sebagal eksplan sebaiknya berasal         sesaat sebelum digunakan. Pada
dari bagian tanaman yang masih            prinsipnya semua pekerjaan dalam
muda dan sehat.               Sebelum     kultur in vitro harus dilakukan secara
digunakan, eksplan harus dibersihkan      aseptik.
dengan air bersih dan deterjen
khusus,      misalnya       Tween-80,     c. Medium Yang Digunakan
kemudian disterilkan. Bahan yang
berupa biji yang keras harus diper-               Medium yang digunakan untuk
lakukan khusus menggunakan asam             kultur in-vitro tanaman dapat berupa
sulfat 50% untuk menghilangkan              medium padat atau cair. Medium
dormansi biji, setelah itu dibersihkan      padat digunakan untuk menghasilkan
dengan air mengalir selama 1-2 jam.         kalus yang selanjutnya diinduksi
Eksplan yang akan digunakan                 membentuk tanaman yang lengkap
dipotong potong dengan ukuran yang          (disebut sebagai plantlet), sedangkan
sesuai dengan keperluan.                    medium cair blasanya digunakan
      Salah satu prasyarat utama            untuk kultur sel.      Medium yang
dalam teknik kultur in-vitro adalah         digunakan mengandung lima kom-
kebersihan dan sterilitas alat serta        ponen utama, yaitu: senyawa
tempat yang digunakan. Hal ini              anorganik, sumber karbon, vitamin,
diperlukan untuk mencegah terjadinya        zat pengatur tumbuh, dan suplemen
kontaminasi oleh bakteri atau jamur         organik.
yang pertumbuhannya jauh lebih
cepat dibanding dengan pertumbuhan
kultur sel atau ja-ringan tanaman.
Oleh karena itu pekerjaan kultur in
vitro sebaiknya dilakukan di tempat
tertutup dan tidak digunakan untuk
aktivitas yang lain. Untuk menjaga
sterilitas maka pebedaan sebaiknya                         Gambar 8.14.
dilaku-kan di dalam laminar air flow,         Media padat untuk kultur jaringan tanaman
yaitu suatu kabin yang dirancang




                                                                                   310
       Senyawa anorganik terdiri atas           (NAA) dan sito-kinin (kinetin,
unsur-unsur makro dan mlkro. Pada               benzyl adenosine, 2-isopentyl
umumnya medium mengandung                       enosine, zeatin),
nitrat dan potasium pada konsentrasi           untuk indole acetic acid (IAA),
masing-masing 25 mM. Ammonium                   indole butyric acid (IBA) dalam
merupakan senyawa esensial untuk                konsentrasi rendah dan sitokinin
hampir       semua      kultur     tetapi       dalam konsentrasi tinggi, tetapi
konsentrasi yang diperlukan lebih               bukan dalam bentuk 2,4-D.
rendah dibandingkan dengan nitrat.
Konsentrasi kalsium, magnesium dan           Senyawa           2,4-D       diketahui
sulfat yang diperlukan sekitar 0-3          menginduksi perbanyakan sel teta-pi
mM.        Unsur-unsur mikro yang           menekan diferensiasi pada tanaman
diperlukan antara lain iodine (I),          dikotil, tetapi 2,4-D dan 2,4,5-T (2,4,5
boron (B), mangan (Mn), zinc (Zn),          trichloro-phenoxy-acetic           acid)
molybdenum (Mo), tembaga (Cu),              diketahui bersifat efektif untuk meng-
kobalt (Co) dan besi (Fe).                  induksi embrio-genesis somatik pada
       Sumber karbon yang diguna-           tanarnan serealia (monokotil).
kan dapat berupa glukosa, fruk-tosa,              Medium yang digunakan untuk
maltosa atau sulcrosa dengan                kultur in-vitro sekarang dapat dibeli
konsentrasi sekitar 2-4%, tetapi            dalam bentuk jadi meskipun harganya
sukrosa merupakan sumber karbon             lebih mahal dibanding kalau dibuat
yang banyak digunakan dalam                 sendiri di laboratorium. Komposis-1
banyak sistem kultur.                       medium untuk kultur in-vitro dapat
       Vitamin yang banyak digunakan        dilihat pada buku-buku manual kultur
antara      lain    adalah     thia-min,    in-vitro.
pyridoxine dan asam nikotinat.
Suplemen senyawa organik yang               d. Tempat Kultivasi
digunakan adalah asam amino
(biasanya digunakan glycine), ekstrak       Kultur in-vitro tanaman dapat
khamir, peptone, ekstrak malt.              dilakukan dengan menggunakan dua
Meskipun         demikian,     biasanya     macam medium yaitu medium padat
medium sintetik yang jelas komposisi        atau medium cair. Kultivasi sel atau
kimiawinya lebih banyak digunakan           jaringan secara in vitro secara prinsip
sedangkan suplemen organik yang             dapat        dilakukan         dengan
tidak jelas komposisi kimiawinya            menggunakan berbagai macam
hanya digunakan jika dianggap               wadah, mulai dari tabung reaksi,
esensial. Zat pengatur tumbuh juga          tabung erlenmeyer, bahkan botol
diperlukan dalam kultur in vitro untuk      gelas sederhana. Hal yang paling
mendukung                 pertumbuhan.      penong dalam pemilihan wadah untuk
Kombinasi zat pengatur tumbuh yang          kultur in vitro adalah kemudahan
digunakan meliputi:                         untuk menjaga sterilitasnya selama
 untuk perbanyakan (proliferation)         perbanyakan sel atau jaringan. Jika
      sel digunat kan 2,4 dichlo-           menggunakan kultivasi pada medium
      rophenoxy acetic acid (2,4-D)         cair dan perlu penggojokan maka
      atau l-naphtalene acetic acid         sebaiknya digunakan wadah yang




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                      311
     memungkinkan untuk ditempatkan               tepat kalus dapat berkembang
     secara mudah dan aman pada alat              menjadi tanaman yang utuh (plantlet).
     penggojok. Oleh karena itu tabung                  Kultur       kalus         dapat
     erlenmeyer merupakan wadah yang              dikembangkan dengan menggunakan
     ideal untuk kultur sel menggunakan           eksplan yang berasal dari berbagai
     medium cair.                                 sumber, misalnya tunas muda, daun,
                                                  ujung akar, buah, dan bagian bunga.
                                                  Kalus dihasilkan dari lapisan luar sel-
                                                  sel korteks pada eksplan melalui
                                                  pembelahan sel berulang-ulang.
                                                  Kultur kalus tumbuh berkembang
                                                  lebih lambat dibanding kultur yang
                                                  berasal dari suspensi sel. Kalus,
                                                  terbentuk meialui tiga tahapan, yaitu
                                                  induksi, pembelahan sel dan
                                                  diferensiasi.   Pembentukan kalus
                                                  ditentukan      sumber        eksplan,
                                                  komposisi nutrisi pada medium dan
                                                  faktor lingkungan. Eksplan yang
                                                  berasal dari jaringan meristem
                                                  berkembang lebih cepat dibanding
                                                  jaringan dari sel-sel berdinding tipis
                   Gambar 8.15                    dan mengandung lignin.          Untuk
      Salah satu contoh tempat kultivasi berupa
            wadah plastik dan botol gelas
                                                  memelihara kalus, maka perlu
                                                  dilakukan sub-kultur seca-ra berkala,
e.      Kultur Kalus                              misalnya setlap 30 hari.

           Tanaman dapat diperbanyak
     secara vegetatif menggunaka teknik
     kultur in vitro dengan teknik kultur
     kalus atau kultur sel. Jika suatu
     eksplan ditanam pada medium padat
     atau dalam medium cair yang sesuai,
     dalam waktu 2 - 4 minggu,
     tergantung      spesiesnya,    akan
                                                              Gambar 8.16
     terbentuk massa kalus yaitu suatu                    Kultur kalus tanaman
     massa amorf yang tersusun atas sel-
     sel parenlcim berdinding sel tipis                 Kultur kalus bermanfaat untuk
     yang berkembang dari hasil                   mempelajari beberapa aspek dalam
     proliferasi sel-sel jaringan induk.          metabolisms        tumbuhan      dan
     Kalus dapat disub-kultur dengan cara         diferensiasinya,     misalnya:    (1)
     mengambil sebagian kalus dan                 mempelajari aspek nutrisi tanaman,
     memindahkannya pada medium                   (2) diferensiasi dan morfogenesis sel
     baru. Dengan sistem induksi yang             dan organ tanaman, (3) variasi




                                                                                    312
somaklonal, (4) trans-formasi genelik      Tidak seheterogen kultur kalus
menggunakan teknik biolistik, (5)           dan diferenslasi sel tidak terlal
produksi metabolit sekunder dan             besar
asinya.                                    Dapat dikulturkan dalam volume
                                            besar sampal 1500 liter
f. Kultur sel                              Lebih mudah diatur kondisi
                                            lingkungannya
      Kultur sel tanaman dapat             Dapat     dimanipulasi     untuk
ditumbuhkan dengan menggunakan              produksi metabolit alami dengan
medium cair dalam erlenmeyer.               cara menambahkan precursor
Sebagal        inokulum     digunakan
sebagian kalus yang kemudian                    Kultur sel dapat dikembangkan
ditumbuhkan dalam medium cair dan         lebih lanjut menjadi kultur tunggal
digojok sehingga sel dapat terpisah.      karena sistem kultur suspensi sel
Selain membuat sel menjadi terpisah       blasanya terdiri atas campuran sel-sel
(tidak mengelompok), penggojokan          tunggal dan kelompokan kecil sel-sel.
juga berfungsi memberikan aerasi          Kultur sel dapat dimanfaatkan untuk
pada kultur. Banyaknya inokulum           mengisolasi         protoplas     dan
yang         digunakan       seringkali   pengembangan galur sel dengan sifar
mempengaruhi laju pertumbuhan sel,        fisiologis spesifik, misalnya toleran
karena itu dikenal suatu konsep yang      terhadap garam.
disebut kerapatan sel awal kritis
(critical initial cell density) yaitu     g. Kultur Protoplas
jumlah inokulum terendah per volume
medium yang memungkinkan kultur                Protoplas adalah sel yang tidak
sel dapat tumbuh.                         mempunyal dinding sel. Protoplas
       Laju pembelahan sel pada           dapat diperoleh dengan perlakuan
sistem kultur suspensi sel lebih tinggi   enzimatik atau mekanis. Enzim yang
dibanding pada kultur kalus tetapi        digunakan untuk membuat protoplas
maslh lebih rendah dibanding laju         tanaman berupa campuran beberapa
pertumbuhan sel bakteri dan               enzim antara lain selulase, pektinase,
biasanya berkisar antara 24-72 jam.       protease.         Protoplas      dapat
Oleh karena itu penumbuhan ulang          diregenerasi sehingga membentuk
(sub-kultur) kultur suspensi sel perlu    dinding sel kemudian mengalami
dilakukan dalam periode yang lebih        pembelahan dan akhimya dapat
singkat dibanding dengan periode          membentuk kalus. Selanjutnya kalus
penumbuhan ulang kultur kalus,            dapat disubkultur. Jika kalus ditanam
sekitar 7-21 hari.        Kultur sel      pada      medium       yang       tidak
mempunyai beberapa keunggulan             mengandung manitol dan auxin,
dibanding dengan kultur kalus, yaitu:     maka dapat terjadi embriogenesis.
 Suspensi sel dapat dipipet              Embrio yang diperoleh selanjutnya
     sehingga mempermudah proses          dapat       berkembang        menjadi
     sub kultur.                          kecambah         yang        akhirnya
                                          berkembang       menjadi     tanaman
                                          dewasa.




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                   313
         Kultur protoplas memberikan         dalam nukleus, terdapat juga genetik
 dasar yang penting untuk manipulasi         yang tidak berada di dalam nukleus
 sel tanaman yaitu dengan melakukan          melainkan terdapat di dalam
 fusi protoplas antar spesies atau galur     sitoplasma (cytoplasmic inheritance),
 yang berbeda. Fusi protoplas dapat          misalnya sifat male sterility pada
 dimanfaatkan       untuk     melakukan      beberapa tanaman.
 persilangan antar spesies atau galur              Teknik fusi protoplas telah
 tanaman yang tidak memungkinkan             berhasil digunakan misalnya pada
 untuk dilakukan dengan persilangan          fusi protoplas Nicotiana glauca
 biasa karena adanya masalah                 dengan N. langsdorffii, hibrid somatik
 inkompatibilitas fisik. Fusi protoplas      Solanum tuberosum dengan S.
 membuka kemungkinan untuk :                 chacoense, tomat dengan kentang,
  menghasilkan        hibrid   soma-tik     barley dengan gandum, barley
    amphidiploid yang fertil antar           dengan padi, gandum dengan oat,
    spesies yang secara seksual tidak        dan tebu dengan sorghum. Hasil fusi
    kompatibel,                              (disebut sebagai fusan) yang
  menghasilkan galur hetero-zigot           diperoleh     selanjutnya        dapat
    dalam satu spesies tanaman yang          ditumbuhkan pada medium untuk
    secara normal hanya dapat                menghasilkan kalus hibrid. Kalus
    diperbanyak dengan cara vegetatif,       hibrid selanjutnya dapat diinduksi
    misalnya pada kentang,                   sehingga terbentuk tanaman hibrid.
  memindahkan sebagian informasi
    genetik dari satu spesies ke spesies    h. Teknik Regenerasi In Vitro
    lain     dengan        memanfaatkan
    fenomena          yang       disebut           Kemampuan sel tanaman untuk
    penghilangan kromosom (chromo-           menjadi tanaman yang lengkap
    some elimination), dan                   (totipotensi) dapat dimanfaatkan
  memindahkan informasi genetik             untuk melakukan regenerasi tanaman
    yang ada di sitoplasma dari satu         secara in vitro dari sumber yang
    galur atau spesies ke galur atau         berupa protoplas, sel, jaringan
    spesies lain.                            maupun organ.         Teknik kultur
                                             jaringan, sel, atau protoplas telah
      Fusi      protoplas       dapat        banyak       dimanfaatkan       untuk
menghasilkan         dua      macam          perbanyakan      berbagai     macam
kemungkinan produk:                          tanaman. Kalus yang dikembangkan
 hibrid, jika nukleus dari kedua            dari eksplan, misalnya, dapat disegel
    spesies      tersebut    betul-betul,    sehingga membentuk tanaman yang
    mengalami fusi (menyatu),                lengkap.      Proses pembentukan
 cybrid (cytoplasmid hybrid atau            organ-organ tanaman yang lengkap
    heteroplast), jika hanya sitoplasma      dari kultur sel atau jari disebut
    yang mengalami fusi sedangkan            organo-genesis.       Teknik untuk
    informasi genetik dari salah satu        menginduksi organogenesis pada
    induknya hilang.                         umumnya dilakukan pada kultur kalus
        Perlu diketahui bahwa selain         meskipun juga dapat dilakukan
  infonnasi genetik yang terdapat di




                                                                              314
secara langsung dari eksplan yang            Meristem, apex dan nodus dapat
ditanam pada medium                          dikulturkan menjadi tunas. Tunas
       White dan Nobecourt, yang             yang dihasilkan selanjutnya dapat
bekerja secara independen, untuk             digunakan sebagai sumber untuk
pertama kalinya melaporkan pada              menghasilkan banyak tunas baru
tahun 1939 mengenai keberhasilan             dengan menggunakan percabangan
mereka         dalam         menginduksi     axilari.       Tunas-tunas tersebut
pembentukan tunas (shoot) pada               kemudian dapat dikembangkan le-bih
tembakau (White) dan pembentukan             lanjut sehingga terbentuk perakaran
akar pada kalus wortel (Nobeco               dan akhirnya menjadi plantlet. Di sisi
Penelitian selanjutnya oleh Skoog            lain, bermacam-macam eksplan
dan Miller pada tahun 1957                   dapat juga dikembangkan sehingga
menunjukkan bahwa kombinasi yang             terbentuk tunas adventif, atau embrio
tepat antara auxin dan sitokinin,            somatik secara langsung. Eksplan
menginduksi pembentukan akar dan             juga dapat ditumbuhkan sebagai
tunas tembakau dari kultur ka Pada           kalus yang selanjutnya diinduksi
tahun ber-ikutnya yaitu 1958, Reinert        sehingga terbentuk tunas adventif.
dan Steward berhasil melakukan               Selain itu, kalus juga dapat digunakan
embriogenesis somatik secara in vitro        sebagal sumber sel untuk membuat
pada wortel.          Eisomatik dapat        kultur suspensi sel yang selanjutnya
terbentuk pada kalus, kultur sel             dapat        dikembangkan         untuk
maupun protoplas bahkan terbentuk            menghasilkan embrio somatik secara
secara langsung dari sel-sel struktur        tidak langsung. Eksplan mau-pun
yang terorganisasi, misalnya batang          kalus yang membentuk tunas adventif
atau embrio zigot. Sementara itu,            selanjutnya dapat dlinduksi sehingga
tum-buhan lengkap yang terbentuk             membentuk akar dan akhirnya
dari hasil kultur in vitro (disebut seba-    menjadi plantlet. Embrio somatik,
gai plantlet) yang pertama kali              baik yang dihasilkan secara langsung
dilaporkan adalah Tropaeolum dan             maupun tidak langsung dapat di
Lupinus yang dilakukan oleh Emest            induksi sehingga ber-kecambah dan
Ball pada tahun 1946.                        akhirnya juga menjadi plantlet.
      Sekarang ini tanaman hasil             Proses-proses ini secara umum dapat
kultur in vitro telah berhasil dilakukan     dikelompokkan        menjadi     empat
pada banyak jenis tanaman, misalnya          macam, yaitu:
tanaman hias, tanaman pangan,                Embriogenesis        somatik      yang
sayuran, tanaman bumbu, tanaman                mengarah ke pembentukan struktur
buah dan biji, tanaman obat dan                bipolar yang mengandung axis
tanaman hutan                                  tunas dan akar dengan sistem
      Secara umum terdapat empat               vaskular tertutup. Embriogenesis
sumber yang digunakan dalam                    somatik dapat dihasilkan secara
perbanyakan                         mikro      langsung, atau secara tidak
(micropropagation)                  untuk      langsung melalui pembentukan
menghasilkan plantlet, yaitu (1)               kalus dari eksplan.
meristem, (2) apex, (3) nodus (node),
dan (4) bermacam-macam eksplan.




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                      315
 Pembentukan tunas axilari yang
  secara genetik stabil. Pembentukan
  tunas axilari merupakan metode
  yang paling baik karena plantlet
  yang dihasilkan adalah benar-benar
  serupa dengan tanaman induk.
  Metode       ini      juga   disebut
  perbanyakan kional.
 Pembentukan tunas adventif yaitu
  tunas yang terbentuk dari sumber                        Gambar 8.17
  selain meristem. Stabilitas genetik         Regenerasi tanaman dari jaringan daun
  plantlet yang terbentuk dan tunas
  adventif semacam ini tidak dapat
  dijamin sebab jika kalus terbentuk     i. Induksi Kalus, Kultur Kalus Dan
  maka kemungkinan ketidak-stabilan         Regenerasi Organ Dan Embrio
  genetik akan meningkat.
 Organogenesis yaitu pembentukan                 Dalam bagian ini akan diberikan
  organ dari jaringan yang tidak           gambaran secara sederhana proses
  mengalami diferensiasi, yaitu dalam      kultur in vitro tanaman sampal
  hal ini adalah kalus.                    akhirnya menjadi tanaman yang
                                           lengkap dan dapat dipindahkan ke
   Proses regenerasi dari bermacam-        medium tanah atau medium bukan
macam sumber sampai menjadi plantlet       artifisial lainnya. Secara garis besar
dipengaruhl oleh dua faktor utama,         metode perbanyakan tanaman secara
yaitu: sumber eksplan, dan komponen        in vitro terdiri atas empat tahapan,
media. Sumber eksplan dapat                yaltu (1) seleksi dan penyiapan kultur
mempengaruhi proses regenerasi             aseptik, (2) multiplikasi kultur, (3)
karena beberapa faktor, yaitu:             regenerasi plantlet, (4) aklimatisasi
 organ yang digunakan,                    dan pemindahan ke tanah. Dalam
 status fisiologis organ,                 tahapan seleksi dan penyiapan kultur
 musim pada waktu organ diambil,          aseptik dilakukan pengambilan bahan
 ukuran eksplan, dan                      awal dan penanamannya pada
 kualitas keseluruhan tanaman             medium in vitro yang sesuai.
    sebagai sumber eksplan.                       Setelah diperoleh tunas pada
                                           tahapan         pertama,      dilakukan
  Di sisi lain, komponen media yang        multiplikasi kultur untuk mendapatkan
mempengaruhi proses regenerasi             tunas-tunas baru dalam jumlah lebih
adalah nutrien anorganik dan organik,      banyak.        Tunas-tunas baru hasil
sumber karbon, sumber nitrogen, zat        perbanyakan kemudian dipindahkan
pengatur tumbuh, dan vitamin.              ke medium yang khusus dibuat untuk
                                           menginduksi pembentukan akar
                                           sehingga akhirnya terbentuk plantlet
                                           yang lengkap.           Plantlet yang
                                           terbentuk selanjutnya diadaptasi
                                           dengan lingkungan alami sebagal




                                                                                 316
persiapan untuk dipindahkan dan           medium bukan artifisial, misalnya
ditanam di tanah atau lapangan.           medium tanah.
      Secara sederhana, tahapan          Plantlet yang sudah terbentuk
yang dilalui dalam proses kultivasi       selanjutnya dipindah ke medium
tanaman secara in vitro dapat             tanah untuk proses aklimatisasi.
disaiikan sebagai berikut:
 Pengambilan eksplan, misalnya         j. Induksi Pembentukan Organ
    daun yang masih muda. Daun             (Organogenesis) Pada Kultur In
    yang muda dipotong sesuai              Vitro
    dengan ukuran yang akan
    digunakan, selanjutnya dilakukan         Pembentukan organ (orga-
    sterilisasi.                        nogenesis) pada kultur in vitro
 Eksplan yang diperoleh kemudian       tanaman         dipengaruhi        oleh
    ditanam pada medium (padat)         ketersediaan        senyawa-senyawa
    yang sesuai yang sudah              tertentu        dalam        medium.
    disterilisasi.    Medium yang       Pembentukan tunas dan akar
    digunakan dimasukkan dalam          ditentukan oleh konsentrasi auksin
    wadah yang akan digunakan           dan sitokinin yang digunakan.
    untuk kultivasi, misalnya tabung    Senyawa IBA dan NAA adalah
    erlenmeyer, sampai terbentuk        senyawa yang paling sering
    struktur kalus.                     digunakan      untuk      menginduksi
 Sebagian kalus yang terbentuk         pembentukan akar. Pada umumnya
    diambil untuk disub-kultur pada     sitokinin      konsentrasi       tinggi
    medium segar pada tabung yang       merangsang pembentukan tunas,
    lain.                               kecuali pada kalus alfalfa yang
 Sebaglan kalus yang terbentuk         memerlukan          auxin      (2,4-D)
    dari hasil subkultur kemudian       berkonsentrasi tinggi dan sitokinin
    dipindahkan pada medium lain        (kinetin) berkonsentrasi rendah untuk
    yang khusus digunakan untuk         membentuk tunas. Banyak spesies
    induksi pembentukan organ,          yang memerlukan kinetin dengan
    misalnya tunas (shoot).             konsentrasi 0,05 M untuk membentuk
 Jika induksi organogenesis            tunas.
    berhasil maka pada langkah ke-4
    di atas akan terbentuk tunas        k. Induksi Pembentukan Embrio
    adventif.                              (Embriogenesis) Pada Kultur In
 Sebagian tunas yang terbentuk            Vitro
    kemudian        dipotong      dan
    dipindahkan ke medium lain yang         Selain menginduksi pembentukan
    digunakan untuk menginduksi         organ, kultur in vitro tanaman juga
    pembentukan akar.                   dapat diarahkan uhtuk membentuk
 Jika induksi pembentukan akar         embrio. Hal tersebut dapat dilakukan
    berhasil maka sudah didapatkan      dengan memindahkan sebagian kalus
    plantlet yang slap dipindahkan ke   yang terbentuk dan hasil sub-kultur
                                        (langkah ke-3) ke medium cair.
                                        Perbanyakan dalam medium cair




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                 317
  dapat dilakukan berulang-ulang,               semacam ini disebut Pre-Embryonic
  namun induksi pembentukan organ               Determined Cells (PEDC).        Kedua,
  biasanya dilakukan pada medium                embrio yang terbentuk secara tidak
  padat.                                        langsung yaitu melalui tahapan
                                                pembentukan kalus. Embrio semacam
   Embrio dapat dihasilkan dari kalus           ini misalnya dapat terbentuk dari
yang tumbuh pada medium padat,                  eksplan daun Coffea arabica, Petunia
tetapi embrio-genesis leblh sering              hybrida, Asparagus officinalis. Induksi
terjadi pada medium cair. Oleh karena           pembentukan embrio dari kalus atau
itu embrio yang dihasilkan pada kultur          eksplan memerlukan penambahan
cair tersebut kemudian dapat diisolasi          auxin ke dalam medium yang
dan dipindahkan ke medium padat                 digunakan. Meskipun demikian untuk
sampai ter-bentuk plantlet yang siap            beberapa tanaman, misalnya wortel,
dipindahkan ke medium tanah. Proses             pembentukan embrio dari kalus tidak
pemben-tukan embrio dari sel sornatik           memerlukan penambahan auxin. Sel-
atau jaringan disebut sebagai proses            sel yang membentuk embrio setelah
embrio-genesis somatik.                         diinduksi semacam ini disebut sebagai
                                                Induced Embryogenic Determined Cells
                                                (IEDC).
                                                     Senyawa yang biasanya digunakan
                                                untuk     menginduksi     pembentukan
                                                embrio adalah 2,4- di-chlorophenoxy
                                                acetic      acid    (2,4-D),      2,4,5-
                                                trichlorophenoxy acetic acid (2,4,5-T)
                                                dan picloram.     Beberapa tanaman
                                                monokotil dan dikotil dapat diinduksi
                                                untuk membentuk embrio dengan
                 Gambar 8.18                    senyawa semacam ini.          Beberapa
  Planlet yang sudah terbentuk dan siap untuk   senyawa auxin lain yang juga dapat
  diaklimatisasi                                digunakan untuk induksi embrio somatik
                                                Sebaliknya, gibberelin dan etilen
     Embriogenesis somatik secara               biasanya menghambat embrio-genesis.
umum         terjadi      pada     famili
Ranunculaceae,        Rutaceae,    Sola-        l. Aklimatisasi Dan Pemindah-an
naceae, Umbelliferae, dan Gramineae.               Tanaman Hasil Kultur In Vitro Ke
Ada dua macam embrio somatik yang                  Tanah
dapat terbentuk yaitu: pertama, embrio
yang terbentuk secara langsung dari sel              Plantlet yang terbentuk secara in
atau      jaringan      tanpa    melalui        vitro selanjutnya harus diaklimatisasi
pembentukan kalus. Embrio semacam               sebagai          persiapan         untuk
ini dapat terbentuk misalnya dari sel-sel       pemindahannya ke medium tanah atau
epidermis hipokotil (misalnya pada              lapangan. Hal ini perlu dilakukan sebab
Ranunculus         sceleratus,    Linum         tanaman yang diperbanyak secara in
usitatissimum, Brassica napus). Sel-sel         vitro        mempunyai        perbedaan
yang dapat membentuk embrio                     kemampuan adaptasi fisiologis dengan




                                                                                   318
tanaman yang diperbanyak secara in                   sumber karbon yang biasanya diberikan
vivo. Sebagai contoh, tanaman yang                   dalam medium in vitro harus disediakan
diperbanyak secara in vitro biasanya                 oleh tanaman itu sendiri melalui
tidak memiliki lapisan lilin (cuticular)             fotosintesis setelah tanaman in vitro
yang sempurna sehingga hal ini dapat                 dipindahkan ke kondisi in vivo.
memperbesar evaporasi air dari dalam                     Untuk       membantu         proses
sel tanaman. Daun tanaman in vitro                   aklimatisasi di      luar lingkungan
biasanya tipis dan lembut dan secara                 laboratorium biasanya dilakukan terlebih
fotosintesis tidak terlalu aktif schingga            dahulu aklirnatisasi in vitro, misalnya
tidak dapat beradaptasi dengan                       dengan menurunkan kelembaban relatif.
lingkungan klimatologis in vivo. Selain                  Beberapa tanaman yang tumbuh
itu stomata biasanya juga tidak dapat                dalam kondisi alami mempunyai
berfungsi sempuma karena stomata                     asosiasi dengan mikrobia tertentu,
yang terbuka pada tanaman in vitro                   misalnya tanaman legum membentuk
menyebabkan cekaman air yang                         hubungan simblotik dengan bakteri
dialami pada beberapa jam pertama                    Rhizobium. Oleh karena itu pada saat
proses aklimatisasi.                                 tanaman legum hasil kultur in vitro
    Pada tanaman in vitro hubungan                   dipindahkan ke tanah maka perlu
vaskular antara bagian tunas dengan                  dilakukan inokulasi dengan bakteri
akar umumnya tidak baik sehingga                     Rhizobium yang berasosiasi dengan
menurunkan konduksi air. Faktor lain                 tanaman ini.
yang perlu dipahami adalah bahwa
kondisi in vitro menyebabkan tanaman
tumbuh secara heterotrofik padahal
dalam kondisi in vivo tanaman harus
tumbuh secara autotrofik.         Artinya,




                                                Gambar 8.19
                        Aklimatisasi planlet pada media tanah (di dalam rumah kaca)




  Tehnik Pembenihan Tanaman                                                             319
    Banyak tanaman yang telah berhasil    pertumbuhan        meristem      biasanya
diperbanyak dengan kultur in vitro        medium dengan konsentrasi garam
menggunakan     berba-gai     eksplan     yang rendah dan kandungan vitamin
sebagal bahan awal.                       yang tinggi. Kultur in vitro meristem
                                          melalui beberapa tahapan yaitu inisiasi
  m. Kultur     Meristem    Untuk         kultur,         pertumbuhan           dan
     Menghasilkan Tanaman Bebasis         perkembangan, perbanyakan tunas dan
     Virus                                diikuti dengan pembentukan akar
                                          sehingga       menghasilkan       plantlet.
    Salah satu aplikasi penting teknik    Beberapa tanaman bebas virus yang
kultur in vitro adalah dalam              berhasil dikembangkan dari kultur in
pengembangan tanaman bebas virus.         vitro meristem antara lain, Allium cepa
Bebas virus yang dimaksud di sini         Virus mosaik, Ananas sativus Virus
adalah bebas virus yang sudah diuji       mosaik, Brassica oleracea virus mosaik
secara eksperimental, artinya ada         turnip, Cauliflower Mosaic Virus,
kemungkinan tanaman tersebut masih        Caladium hortulanum Dasheen mosaic
mengandung virus lain yang belum          virus, Diantlius barbatus Ring spot virus
dapat dideteksi dengan teknik uji yang    (RSV), mottle virus Ipomoea batata
tersedia. Oleh karena itu istilah yang    (ketela rambat) Internal cork virus,
leblh tepat adalah tanaman bebas virus    Rugos mosaic virus,             Musa sp
yang sudah diuji. Penelitian telah        Cucumber mosaic virus, Petunia
menunjukkan bahwa konsentrasi virus       Tobacco       mosaic     virus     (TMV),
pada tanaman semakin kecil dengan         Saccharum officinarum          Virus
semakin dekatnya ke bagian meristem.      mosaik, Solanum tuberosum, (kentang)
Pada meristem apikal diketahui tidak      Potato virus-X, Potato virus-Y, Potato
terdeteksi lagi adanya virus dalam 50%
sampel yang diuji.                        n. Kultur Anther dan Pollen Untuk
    Perlu dipahami bahwa semua               Menghasilkan Tana-man Haploid
angiosperma dan gimnosperma tumbuh
melalui meristem apikalnya. Meristem           Tanaman haploid adalah tanaman
apikal biasanya berupa struktur serupa    yang mempunyai satu set tunggal
kubah (dome) yang terletak pada ujung     kromosom (biasanya ditulis dengan
tunas dan berukuran sekitar 0,1 mm        notasi Mendelian sebagian, sedangkan
(diameter) dan 0,2-0,3 mm (panjang).      tanaman diploid mempunyal dua set
Meristem apikal pertama kali terbentuk    kromosom identik untuk setiap kro-
selama perkembangan embrio dan            mosom sehingga dituliskan sebagai 2n.
akan tetap aktif selama fase vegetatif    Tanaman haploid mempunyai banyak
tanaman.                                  kegunaan        antara     lain  untuk
    Sebelum diambil meristemnya,          menghasilkan tanaman homozigot yang
ujung tunas disterilisasi kemudian        sangat sulit diperoleh dengan pemuliaan
meristem diambil dari tanaman dengan      tanaman konvensional. Leblh jauh lagi,
menghilangkan          daun        yang   lwornosom tanaman haploid semacam
menutupinya. Meristem yang diperoleh      itu dapat digandakan dengan senyawa
kemudian ditanam pada medium agar         mutagenik, misalnya colchicine.
dan diinkubasi. Kondisi pendukung




                                                                                320
      Tanaman          haplold       dapat    dari kultur dan embriogenesis somatik
dikembangkan dengan menggunakan               tidak langsung, terjadi variasi fenotipik
kultur in vitro anther dan pollen. Anther     dan ketidakstabilan kromosom. Larkin
diperoleh dari tunas bunga dan dapat          dan Scowcroft pada tahuri 1981
dikulturkan pada medium padat atau            menamakan variasi yang muncul dalam
cair sehingga teradi embriogenesis.           populasi tanaman hasil regenerasi in
Selain itu pollen juga dapat diambil          vitro     tersebut     se-bagai    varlasi
secara aseptik dan di-kulturkan pada          somaklonal.
medium cair.                                        Sebaliknya, pada tanaman yang
      Proses perbanyakan tanaman              berasal dari kultur meristem tidak terjadi
haploid dengan menggunakan gametofit          variasi semacam itu sehingga sistem
jantan semacam ini disebut sebagai            kultur meristem banyak digunakan untuk
androgenesis.         Ada dua macam           propagasi klonal. Variasi somaklonal
androgenesis        yaitu     androgenesis    disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu
langsung dan androgenesis tidak               (1) organisasi sel yang digunakan
langsung.        Androgenesis langsung        sebagai sumber eksplan, (2) variasi
adalah proses pembentukan plantlet            pada jaringan sebagai sumber eksplan,
haploid dengan melalui embriogenesis          (3) abnormalitas pembelahan sel secara
menggunakan kultur anther, sedangkan          in vitro.
pada androgenesis tidak langsung                    Organisasi sel mempunyai peranan
plantlet terbentuk melalui pembentukan        penting dalam hal pemunculan variasi
kalus yang kemudian mengalami                 somaklonal. Telah diketahui bahwa
regenerasi menjail plantlet. Dari sisi        hanya        meristem      yang     dapat
pemuliaan          tanaman,         proses    menghasilkan plantlet yang stabil
androgenesis langsung lebih disukai           secara         genetis,        sedangkan
sebab          androgenesis        melalui    perbanyakan            meialui       kalus
pembentukan             kalus        dapat    meningkatkan kemungkinan tejadinya
menyebabkan          terjadinya    variasi.   variasi somaklonal.         Variasi yang
Beberapa tanaman penting yang                 terdapat pada sumber eksplan juga
berhasil       dikembangkan        menjadi    mempengaruhi, kemunculan, variasi
tanaman haploid dengan menggunakan            somaklonal. Eksplan yang berasal dari
tekmk kultur anther atau pollen.              sumber yang berbeda mempunyai
                                              variasi inheren sehingga dapat muncul
o.     Variasi Somaklonal                     sebagal variasi somaklonal.
                                                    Dalam kultur in vitro terjadi
      Perbanyakan tanaman secara in           pembelahan sel berulang-ulang yang
vitro secara teoritis akan menghasilkan       dipengaruhi       oleh    zat    pengatur
tanaman-tanaman yang secara genetis           pertumbuhan. Kombinasi yang tidak
seragam karena tanaman in vitro               tepat dalam penggunaan zat pengatur
berkembang hanya melalui pembelahan           pertumbuhan dapat menyebabkan
sel secara mitotik. Meski-pun demikian        terjadinya       abnormalitas       dalam
banyak bukti menunjukkan bahwa                pembelahan sel yang dapat muncul
dalam populasi tanaman yang                   dalam bentuk perubahan jumlah dan
dihasilkan secara in vitro, yaitu melalui     struktur kromosom.          Selain faktor
kultur kalus, kultur sel, embriogenesis




     Tehnik Pembenihan Tanaman                                                     321
tumbuh, suhu, cahaya, osmolaritas juga       sintetik berdasarkan atas embrio dan
mempengaruhi siklus, sel in vitro.           proses pembungkusannya, yaitu:
      Pengendalian yang tidak tepat             (1) Tidak dibungkus, embrio somatik
terhadap siklus sel ini dapat                        yang dikeringkan, misalnya untuk
menyebabkan       munculnya        variasi           orchard grass.
somaklonal. Variasi somaklonal yang             (2) Dibungkus, embrio somatik
terjadi pada kultur in vitro tanaman                 dikeringkan, misalnya wortel.
dapat dimanfaatkan sebagai salah satu           (3) Dibungkus, somatik embrio
altematif pemuliaan tanaman karena                   dihidrasi, misalnya alfalfa.
dapat menghasilkan varietas-varietas            (4) Tidak        dibungkus,       embrio
baru.                                                dihidrasi, misalnya wortel.
      Beberapa sifat yang dapat muncul
dalam bentuk variasi somaklonal antara
lain adalah waktu pembungaan, tinggi         8.4 Rekayasa Genetik Pada
ta-naman, ukuran daun, fertilitas biji,          Tanaman Tingkat Tinggi
ketahanan terhadap pe-nyakit dan lain-
lain.                                             Laboratorium kultur jaringan, Balai
                                             Penelitian Bioteknologi (BALITBIO)
  p. Beberapa Aplikasi Lain Teknik           telah melakukan penelitian perbanyakan
     Kultur In Vitro Tanaman                 (vegetatif dan generatif) berbagai
                                             spesies tanaman, antara lain tanaman
       Kultur in vitro tanaman mempunyai     tahunan. Penelitian pada tanaman
potensi sangat besar dalam program           tahunan berkayu memerlukan waktu
pemuliaan tanaman serta penyediaan           yang relatif lebih lama dan pada spesies
benlh dan bibit berkualitas. Dalam           tanaman tertentu memerlukan formulasi
aplikasi yang lebih mutakhir, teknik         media yang kompleks, tetapi ada pula
kultur in vitro merupakan dasar yang         yang lebih sederhana dengan kan-
sangat penting dalam pengembangan            dungan total ion rendah. Di samping
tanaman transgenik. Selain itu, teknik       faktor pertunasan yang rendah,
kultur sel tanaman dapat dimanfaatkan        perakaran sering menjadi masalah
guna menghasilkan berbagai metabolit         utama yang sulit dipecahkan (Mariska,
sekunder. Beberapa aplikasi lain yang        1996). Untuk itu, sistem regenerasi
dapat dikembangkan dari teknik kultur        melalui jalur embriogenesis somatik
in vitro tanaman antara lain adalah (1)      lebih disukai karena meristem tunas dan
biji/benih sintetik, (2) embryo rescue.      akar sudah terbentuk pada struktur
       Teknik induksi embrio-genesis         embriosomatik. Di masa mendatang
somatik dapat dikembangkan lebih             produksi benih sintetik (embriosomatik)
lanjut untuk menghasilkan biji sintetik      lebih mendapat perhatian. Namun
atau biji artifisial. Biji sintetik atau     metode embrio-genesis somatik lebih
artifisial (synthetic seed) adalah biji      sulit daripada regenerasi melalui jalur
yang dlhasilkan dari embrio somatik          organogenesis.
yang           kemudian          dibungkus           Laboratorium kultur jaringan,
(encapsulated) dengan bahan tertentu,           Balai       Penelitian    Bioteknologi
misalnya agarose, sodium alginat,               (BALITBIO)        telah    melakukan
polioksietilen. Ada empat tipe biji             penelitian perbanyakan (vegetatif dan




                                                                                   322
generatif) berbagai spesies tanaman,      (1997) masalah tersebut umum
antara lain tanaman tahunan.              dijumpai pada tanaman tahunan
Penelitian pada tanaman tahunan           berkayu.
berkayu memerlukan waktu yang                  Dengan penambahan asam
relatif lebih lama dan pada spesies       amino tertentu masalah tersebut
tanaman        tertentu    memerlukan     dapat      ditekan.     Penambahan
formulasi media yang kompleks,            phloroglucinol ke dalam media yang
tetapi ada pula yang lebih sederhana      sudah mengandung BA dan
dengan kandungan total ion rendah.        tidiazuron    dapat     meningkatkan
Di samping faktor pertunasan yang         persentase eksplan yang bertunas
rendah, perakaran sering menjadi          dan jumlah tunas yang terbentuk dari
masalah utama yang sulit dipecahkan       setiap eksplan (Mariska et al., 1998).
(Mariska, 1996). Untuk itu, sistem        Tunas in vitro yang berasal dari
regenerasi           melalui      jalur   pertunasan      kemudian        dicoba
embriogenesis somatik lebih di-sukai      diakarkan. Lebih dari 200 formulasi
karena meristem tunas dan akar            media (kombinasi MS dengan
sudah terbentuk pada struktur             berbagai jenis auksin, senyawa fenol
embriosomatik. Di masa mendatang          dan asam amino) telah dicoba, tetapi
produksi           benih      sintetik    tidak dapat memacu pembentukan
(embriosomatik) lebih mendapat            akar. Kemudian dicoba media
perhatian. Namun metode embrio-           "Woody Plant Medium" (WPM) dan
genesis somatik lebih sulit daripada      Jordan yang dilengkapi NAA. Akar
regenerasi melalui jalur organo-          dapat terbentuk dari media dasar
genesis.                                  Jordan + NAA 7 mg/l. Dengan
                                          formulasi tersebut, akar lebih cepat
1)   Jambu Mete          (Anacardium      terbentuk, jumlahnya lebih banyak
     occidentale L.)                      dan pertumbuhannya lebih cepat. Bila
                                          dalam media dasar tersebut,
     Jambu mete merupakan tana-           konsentrasi NAA berbeda, akar tidak
man industri yang diprioritaskan          dapat      terbentuk.     disebabkan
untuk dikembangkan di daerah              sempitnya selang konsentrasi optimal
Kawasan Timur Indonesia (KTI).            dari NAA.
Dalam program pengembangan
diperlukan bahan tanaman bermutu          2)   Pulai (Alstonia scholaris L.)
dalam jumlah memadai dari pohon
induk yang sangat terbatas. Bibit              Pulai termasuk salah satu
yang berasal dari biji menghasilkan       tumbuhan obat langka dengan
tanaman yang beragam. Untuk itu,          kategori jarang. Populasi tanaman ini
telah dicoba perbanyakan vegetatif        termasuk besar, namun tersebar
secara in vitro dengan eksplan yang       secara      lokal   atau      daerah,
berasal dari pohon induk yang             penyebarannya tidak banyak dijumpai
unggul. Hasil penelitian awal             serta mengalami erosi berat.
menunjukkan       adanya    masalah       Tanaman pulai merupakan tanaman
penguningan daun yang terjadi             berkayu dan tingginya dapat
sangat cepat. Menurut Mariska et al.      mencapai 25 m.




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                      323
     Perbanyakan tanaman secara        tidak ditemukan adanya masalah
konvensional     belum        banyak   oksidasi fenol. Media dasar WPM
dilakukan dan keberhasilannya masih    konsentrasi total ionnya lebih rendah
rendah. Untuk mendukung upaya          daripada MS, kecuali untuk ion sulfat.
pengembangannya            dilakukan   Walaupun pada media WPM ½ tidak
perbanyakan vegetatif melalui kultur   ada masalah pencoklatan, namun
jaringan. Tanaman pulai mempunyai      inisiasi   tunasnya      lebih lama
daya meristematis yang sangat          dibandingkan         WPM.       Untuk
rendah. Setelah biakan mengalami       mengurangi masalah pencoklatan,
periode kultur in vitro yang relatif   maka pada penelitian selanjutnya
lama, daya meristematis tanaman        digunakan media cair dengan media
meningkat.                             dasar WPM (Tabel 4).
                                            Tunas paling banyak diperoleh
3)     Cengkeh             (Eugenia    dari media WPM + BA 10 mg/l + NAA
       caryophyllus)                   1 mg/l. Namun setelah 7 minggu,
                                       tunas     yang      terbentuk    tidak
     Cengkeh merupakan salah satu      memanjang. Untuk itu, tambahan
tanaman industri dan umumnya           paling banyak (0,31 cm) diperoleh
diperbanyak dengan biji. Namun         dari media awal WPM + BA 5 mg/l +
perbanyakan secara generatif dapat     NAA 0,50 mg/l. Perakaran dapat
menyebabkan terjadinya segregasi       dilakukan secara in vitro dengan
genetik.      Untuk    mempercepat     menumbuhkan tunas in vitro di rumah
pengembangan pohon induk unggul        kaca dengan kelembapan yang tinggi
yang jumlahnya terbatas, digunakan     dan pemberian intermittent mist
teknologi kultur jaringan. Masalah     system setiap 3 jam pada siang hari.
utama yang dihadapi pada cengkeh
adalah tingkat oksidasi fenol yang     4)   Pepaya (Carica papaya L.)
sangat tinggi dan sistem regenerasi
pembentukan tunas yang lambat.              Pepaya merupakan salah satu
     Masalah pencoklatan dicoba        tanaman yang mempunyai nilai
diatasi dengan cara perendaman         ekonomis tinggi dan merupakan
eskplan dalam DIECA 6 g/l selama 1     komoditas      ekspor     nonmigas.
jam. Setelah perendaman eksplan        Komoditas tersebut diekspor ke pasar
ditanam pada media MS (1,1/2) dan      yang cukup terbuka, yaitu Singapura,
WPM (1,1/2) yang dilengkapi BA (0,     Australia, Jerman, dan Perancis (Biro
3, 5, dan 10 mg/l). Masalah oksidasi   Pusat Statistik, 1992). Di samping
fenol akan semakin meningkat           buahnya kaya akan vitamin dan
dengan kandungan potasium yang         mineral, pepaya mempunyai banyak
tinggi seperti pada media dasar MS.    kegunaan lain. Untuk meningkatkan
Dinyatakan pula bahwa asam fenol       kualitas buah pepaya telah dilakukan
teroksidasi tergantung pada potensi    persilangan antara pepaya Bangkok
reduksi oksidasi dari media. Pada      dengan pepaya Hawai. Dari hasil
media WPM terutama dengan              persilangan diperoleh buah pepaya
kandungan        makronya      yang    yang berbentuk bulat, agak kecil,
diencerkan sampai setengahnya          buah daging tebal, warna kuning




                                                                        324
kemerahan, wangi, dan manis.             langka. Untuk menyelamatkannya
Perbanyakan melalui biji hanya           telah dilakukan antara lain melalui
menghasilkan buah yang baik kurang       kultur in vitro. Pelestarian secara in
dari 2%.      Perbanyakan vegetatif      vitro potensial bila dilakukan pada
dilakukan melalui kultur jaringan        tanaman yang selalu diperbanyak
untuk mempertahankan kualitas buah       secara vegetatif atau tanaman yang
yang baik. Secara konvensional,          viabilitas benihnya sangat singkat.
perbanyakan vegetatif sulit dilakukan    Sebelum       dilakukan      pelestarian
terutama bila diarahkan untuk            secara in vitro maka perlu dikuasai
mempercepat            pengembangan      terlebih         da-hulu         sistem
varietas unggul baru dalam skala         regenerasinya.
luas. Hasil penelitian awal, dari mata        Bila metode regenerasi sudah
tunas terminal yang ditumbuhkan          dikuasai maka tanaman dalam botol
pada berbagai formulasi media (lebih     dapat cepat diperbanyak apabila
dari 150 formulasi), umumnya tunas       dibutuhkan. Dari penelitian Gati dan
tumbuh rosette (menggerombol) dan        Mariska (1992) menunjukkan bahwa
daun pendek-pendek, mengkalus            perlakuan kombinasi BA 3 mg/l
pada pangkal tunasnya, tunas tidak       dengan NAA 0,10 mg/l memberikan
dapat memanjang serta daunnya            hasil yang lebih baik dibandingkan
cepat menguning kemudian gugur           dengan perlakuan tunggal. Antara
dengan cepat. Gejala tersebut terjadi    kedua zat pengatur tumbuh tersebut
secara cepat (2−3 minggu setelah         terjadi aktivitas sinergisme dalam
tanam) terutama pada biakan yang         mema-cu pertumbuhan jaringan. Zat
dikulturkan pada media Anderson          pengatur tumbuh BA lebih efektif
dan WPM. Pada media MS gejala            dibandingkan        kinetin.     Namun
penguningan daun dan tunas terjadi       demikian pada media dengan kinetin
lebih lama yaitu 6−8 minggu setelah      1 mg/ l + NAA 0,10 mg/l dapat
tanam. Kalus lebih banyak terbentuk      terbentuk akar.              Persentase
terutama pada media DKW yang             perakaran paling banyak berasal dari
diberi 2-IP kemudian BA. Setelah         media MS + kinetin 1 mg/l + NAA 0
dicoba formulasi media baru yang         mg/l.     Berbeda dengan tanaman
mengandung selain zat pengatur           jambu mete (Mariska et al., 1998) dan
tumbuh konsentrasi rendah diberikan      cengkeh (Mariska et al., 1991), pada
pula asam amino, komponen organik        tanaman           pulasari,        daya
lainnya dan modifikasi garam mineral     regenerasinya lebih mudah baik pada
tertentu, maka tunas dapat tumbuh        tahap pertunasan maupun perakaran.
memanjang dan daun tetap hijau.
Untuk perakaran, tunas in vitro yang     6)   Rami (Boehmeria nivea Gaud.)
panjangnya mencapai 3−5 cm dapat
diakarkan secara in vivo di rumah             Pada saat ini banyak kalangan
kaca.                                    swasta yang akan mengembangkan
                                         usaha di bidang pertanian dalam
5)  Pulasari (Alyxia stellata)           skala luas, antara lain tanaman serat
    Pulasari termasuk salah satu         rami. Untuk memenuhi kebutuhan
tanaman obat yang dikategorikan          bibit rami dalam jumlah yang sangat




Tehnik Pembenihan Tanaman                                                   325
banyak dapat dimanfaatkan teknologi        sintetis (artificial seed). Pada program
kultur jaringan. Gati et al. (1991)        perbaikan tanaman, melalui DNA
telah        mendapatkan        metode     rekombinan, penggunaan struktur
perbanyakan cepat tanaman rami.            embriosomatik lebih disukai karena
Penggunaan         BA      0,50    mg/l    dapat berasal dari satu sel. Demikian
menghasilkan tunas yang lebih              pula untuk penyimpanan benih dalam
banyak daripada perlakuan lainnya.         jangka pendek dan panjang, embrio
Namun tunas menunjukkan gejala             somatik dianggap sebagai bahan
vitrifikasi, yang dapat menurunkan         tanaman yang ideal untuk disimpan
keberhasilan          dalam      tahap     mengingat strukturnya yang bipolar,
aklimatisasi.                              sehingga selalu siap diregenerasi
         Untuk itu dicoba formulasi lain   membentuk langsung benih somatik
yaitu kombinasi BA dengan 2-IP,            (Mariska, 1996).
dengan formulasi tersebut biakan                Dari berbagai formulasi media
tumbuh lebih tegar, daun lebih hijau       yang diuji, persentase keberhasilan
dan lebih lebar. Hartman dan Kester        pembentukan embriosomatik paling
(1983) menyatakan bahwa penggu-            tinggi berasal dari media MS + 2,40-D
naan zat pengatur tumbuh dari              2 mg/l + BA 0,20 mg/l + ABA 2 mg/l +
golongan yang sama pada waktu              KCl 22,36 mg/l. Penambahan KCl ke
yang bersamaan pada sebagian               dalam media dapat meningkatkan
tanaman        nyata      lebih    baik    keberhasilan, di samping itu pada
dibandingkan perlakuan tunggal.            media        yang       sama      struktur
                                           embriosomatik          globular     dapat
7)   Jati (Tectona grandis)                berkembang membentuk struktur
                                           torpedo. Struktur tersebut siap untuk
     Jati merupakan salah satu             dikecambahkan pada media baru.
komoditas kayu yang berharga di            Tanpa KCl, struktur globular tidak
daerah tropis. Kebutuhan kayu jati         mampu membentuk struktur yang
semakin meningkat setiap tahunnya,         bipolar. Pada formulasi media lain
sehingga berbagai negara produsen,         eksplan, jaringan daun muda dari
di antaranya Indonesia berusaha            biakan in vitro di samping membentuk
mengembangkan tanaman jati dalam           struktur globular, juga membentuk
skala luas. Untuk mendukung                kalus yang tumbuh dengan cepat.
program        tersebut       dicoba       Di samping itu embriosomatik yang
perbanyakan secara in vitro melalui        terbentuk cenderung mengkalus
jalur embriogenesis somatik. Melalui       kembali bila tidak di subkultur pada
cara tersebut, biji unggul hasil           media lain. Percobaan ini masih
persilangan      terkendali    dapat       memerlukan waktu lama untuk
diperbanyak secara cepat dari sel          mengetahui metode yang diperoleh
somatik, sehingga bibit dapat              dapat diulang serta mendapatkan
diproduksi dengan jumlah yang tidak        struktur embriosomatik yang dapat
terbatas. Di masa mendatang                dikecambahkan membentuk benih
embriosomatik       pada    tanaman        somatik. Faktor pertunasan pada
tahunan berkayu, banyak menarik            tanaman tahunan (terutama tahunan
perhatian untuk produksi benih             berkayu) relatif masih rendah. Tunas




                                                                               326
harus selalu di subkultur untuk      perakaran dapat dilakukan secara in
memacu jaringan bersifat juvenil.    vivo di rumah kaca dengan
Pada beberapa tanaman tahunan        mempertahankan kelembaban yang
berkayu, media dasar WPM atau        relatif tinggi atau dengan pemberian
Jordan memberikan hasil yang lebih   intermittent mist system.
baik dibandingkan MS.       Untuk




Tehnik Pembenihan Tanaman                                           327
                                     Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 8. siswa telah mampu menguasai kompetensi-
kompetensi berikut:

    1.    Bioteknologi tanaman
    2.    Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman
    3.    Teknik kultur in-vitro
    4.    Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi

         Bioteknologi tanaman             Struktur dan organisasi bahan genetic
                                          tanaman

Bioteknologi tanaman yang telah
berhasil dilakukan adalah tanaman     DNA
transgenic yang toleran terhadap      RNA
stress lingkungan seperti tembakau    DNA sebagai bahan genetik
yang toleran terhadap kadar garam
yang tinggi. Herbisida dan tahan
OPT.
     Teknik kultur in-vitro                  Rekayasa genetika pada tanaman
                                                      tingkat tinggi

Teknik kultur in vitro banyak
digunakan untuk pengadaan bibit       Keberhasilan rekayasa genetika pada
berbagai tanaman.                     tanaman tingkat tinggi:
                                       Kultur jaringan tanaman kopi, hias, jambu
Komponen utama kultur in vitro        mete, pulai, cengkeh, papaya, pulasari
adalah bahan awal, media yang         Rami dan jati.
sesuai , pembentukan tunas dan
akar. Aklimatisasi dan penanaman
pada media tanah .

SOAL:
   1. Jelaskan tentang materi genetic yang kamu ketahui.
   2. Mengapa bidang bioteknologi penting untuk dikembangkan pada sector
      pertanian.

TUGAS:
   1. Lakukan identifikasi pada bahan pangan yang sering saudara temui yang
       berasal dari hasil bioteknologi.
   2. Lakukan diskusi kelompok, apakah sekolah saudara memunkinkan untuk
       mengembangkan bidang bioteknologi, mengapa demikian.




                                                                                   328
                         BAB 9. KULTUR JARINGAN


     Sebelum tahun 1980-an,              bergenerasi menjadi tanaman
mungkin terasa aneh mendengar            lengkap. Prinsip utama dari teknik
berita bibit tanaman yang dihasilkan     kultur jaringan adalah perbayakan
dari potongan daun. Waktu itu,           tanaman dengan menggunakan
berita          tersebut         telah   bagian        vegetatif       tanaman
menggemparkan khalayak ramai             menggunakan media buatan yang
dan dianggap tidak masuk akal.           dilakukan di tempat steril.
Bahkan orang menganggap berita                Metode        kultur      jaringan
itu sangat bertentangan dengan           dikembangkan untuk membantu
kebiasaan yang dilihat orang pada        memperbanyak                 tanaman,
umumnya. Namun, seiring dengan           khususnya untuk tanaman yang
perkem-bangan zaman serta ilmu           sulit dikembangbiakkan secara
pengetahuan         dan     teknologi,   generatif. Bibit yang dihasilkan dari
khususnya bioteknologi, kejadian di      kultur      jaringan       mempunyai
atas tidak menjadi aneh dan dapat        beberapa keunggulan, antara lain:
diterima oleh akal. Secara ringkas,      mempunyai sifat yang identik
cara tersebut        dapat dilakukan     dengan          induknya,         dapat
dengan menanam bagian tanaman            diperbanyak dalam jumlah yang
di tempat yang cocok dan diberi          besar sehingga tidak terlalu
perlakuan-perlakuan           khusus,    membutuhkan tempat yang luas,
selanjutnya dalam waktu tertentu         mampu menghasilkan bibit dengan
dapat tumbuh menjadi tanaman             jumlah besar dalam waktu yang
normal seperti tanaman di kebun.         singkat, kesehatan dan mutu bibit
Cara ini lebih dikenal sebagai           lebih terjamin, kecepatan tumbuh
kultur jaringan.                         bibit lebih cepat dibandingkan
     Kultur jaringan merupakan           dengan                    perbanyakan
salah satu cara perbanyakan              konvensional.
tanaman secara vegetatif. Kultur              Tahapan yang dilakukan dalam
jaringan       merupakan        teknik   perbanyakan tanaman dengan
perbanyakan tanaman dengan cara          teknik kultur jaringan adalah:
mengisolasi bagian tanaman se-            Penyiapan fasilitas laboratorium
perti daun, mata tunas, serta             Penyiapan alat dan bahan
menumbuhkan             bagian-bagian     Pembuatan media
tersebut dalam media buatan               Inisiasi
secara aseptik yang kaya nutrisi          Sterilisasi
dan zat pengatur tumbuh dalam             Multiplikasi
wadah tertutup yang tembus                Pengakaran
cahaya sehingga bagian tanaman            Aklimatisasi
dapat memperbanyak diri dan




Tehnik pembenihan Tanaman                                                  329
     Dalam pengembangan usaha             atau botol-botol kaca. Media yang
kultur       jaringan,        fasilitas   digunakan juga harus disterilkan
laboratorium mutlak diperlukan.           dengan cara memanaskannya
Laboratorium dapat disediakan             dengan autoklaf.
mulai dari laboratorium yang                   Inisiasi adalah pengambilan
sederhana sesuai dengan kriteria          eksplan dari bagian tanaman yang
yang ditentukan, yaitu dapat              akan dikulturkan. Bagian tanaman
digunakan sebagai tempat kegiatan         yang sering digunakan untuk
yang bersifat aseptik (bebas              kegiatan kultur jaringan adalah
mikroba/ steril), terdapat sumber air     tunas.
dan mempunyai ruangan-ruangan                  Sterilisasi adalah bahwa sega-
yang diperlukan.                          la kegiatan dalam kultur jaringan
     Sama dengan pengembangan             harus dilakukan di tempat yang
bidang pertanian yang lainnya,            steril, yaitu di laminar flow dan
kegiatan         kultur      jaringan     menggunakan alat-alat yang juga
memerlukan alat dan bahan. Alat-          steril. Sterilisasi juga dilakukan
alat kultur jaringan yang minimal         terhadap         peralatan,     yaitu
harus disediakan adalah laminar air       menggunakan          etanol    yang
flow cabinet, autoclave, dissecting       disemprotkan secara merata pada
set, dan glass ware (alat-alat            peralatan yang digunakan. Teknisi
gelas).        Bahan-bahan yang           yang melakukan kultur jaringan
diperlukan adalah bahan kimia             juga harus steril.
untuk nutrisi tanaman, hormon-                 Multiplikasi adalah kegiatan
hormon pertumbuhan dan bahan-             memperbanyak calon tanaman
bahan untuk kegiatan sterilisasi.         dengan menanam eksplan pada
     Media      merupakan       faktor    media. Kegiatan ini dilakukan di
penentu      dalam      perbanyakan       laminar flow untuk menghindari
dengan kultur jaringan. Komposisi         adanya         kontaminasi     yang
media yang digunakan tergantung           menyebabkan                 gagalnya
dengan jenis tanaman yang akan            pertumbuhan eksplan. Tabung
diperbanyak.         Media       yang     reaksi yang telah ditanami ekplan
digunakan biasanya terdiri dari           diletakkan pada rak-rak dan
garam mineral, vitamin, dan               ditempatkan di tempat yang steril
hormon. Selain itu, diperlukan juga       dengan suhu kamar.
bahan tambahan seperti agar, gula,             Pengakaran adalah fase di
dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh        mana eksplan akan menunjukkan
(hormon) yang ditambahkan juga            adanya pertumbuhan akar yang
bervariasi, baik jenisnya maupun          menandai bahwa proses kultur
jumlahnya, tergantung dengan              jaringan yang dilakukan mulai
tujuan dari kultur jaringan yang          berjalan dengan baik. Pengamatan
dilakukan. Media yang sudah jadi          dilakukan setiap hari untuk melihat
ditempatkan pada tabung reaksi            pertumbuhan dan perkembangan




                                                                           330
akar serta untuk melihat adanya                     dengan cara yang sama dengan
kontaminasi oleh bakteri ataupun                    pemeliharaan bibit generatif.
jamur. Eksplan yang terkontaminasi                       Keunggulan        inilah     yang
akan menunjukkan gejala seperti                     menarik bagi produsen bibit untuk
berwarna       putih      atau     biru             mulai mengembangkan usaha
(disebabkan jamur) atau busuk                       kultur jaringan ini. Saat ini sudah
(disebabkan bakteri).                               terdapat      beberapa        tanaman
      Aklimatisasi adalah kegiatan                  kehutanan       yang       dikembang-
memindahkan eksplan keluar dari                     biakkan dengan teknik kultur
ruangan aseptic ke bedeng.                          jaringan, antara lain adalah: jati,
Pemindahan dilakukan secara hati-                   sengon, akasia, dll.
hati dan bertahap, yaitu dengan                          Bibit hasil kultur jaringan yang
memberikan sungkup. Sungkup                         ditanam di beberapa areal
digunakan untuk melindungi bibit                    menunjukkan pertumbuhan yang
dari udara luar dan serangan hama                   baik, bahkan jati hasil kultur
penyakit karena bibit hasil kultur                  jaringan yang sering disebut
jaringan sangat rentan terhadap                     dengan jati emas dapat dipanen
serangan hama penyakit dan udara                    dalam jangka waktu yang relatif
luar.     Setelah bibit mampu                       lebih pendek dibandingkan dengan
beradaptasi dengan lingkungan                       tanaman jati yang berasal dari
barunya maka secara bertahap                        benih generatif, terlepas dari
sungkup         dilepaskan         dan              kualitas kayunya yang belum teruji
pemeliharaan        bibit    dilakukan              di Indonesia.



                                Biji Anggrek
                                                            Plantlet

    Tanaman
     Dewasa




                                                                   Bibit dalam
                                                                      Botol

       Bibit Siap
        Tanam


                               Bibit Aklimatisasi


                                         Gambar 9.1.
            Proses produksi benih dan tanaman anggrek dengan cara kultur jaringan




Tehnik pembenihan Tanaman                                                             331
    Hal ini sangat menguntungkan              lambat perkembangannya adalah karena
pengusaha karena akan memperoleh hasil        adanya persepsi bahwa diperlukan
yang lebih cepat. Selain itu, dengan          investasi yang ’sangat mahal’ untuk
adanya pertumbuhan tanaman yang lebih         membangun sebuah lab kultur jaringan,
cepat maka lahan-lahan yang kosong            dan hanya cocok atau ‘feasible’ untuk
dapat dipercepat dihijaukan kembali.          perusahaan.
                                                   Indonesia memiliki keaneka-ragaman
Keuntungan          pemanfaatan      kultur   hayati yang luar biasa, salah satunya
jaringan                                      adalah anggrek, diperkirakan sekitar 5000
 Pengadaan bibit tidak tergantung            jenis anggrek spesies tersebar di hutan
     musim                                    wilayah Indonesia. Potensi ini sangat
 Bibit dapat diproduksi dalam jumlah         berharga bagi pengembang dan pecinta
     banyak dengan waktu yang relatif         anggrek di Indonesia, khususnya potensi
     lebih cepat (dari satu mata tunas yang   genetis untuk menghasilkan anggrek
     sudah respon dalam 1 tahun dapat         silangan yang memiliki nilai komersial
     dihasilkan        minimal       10.000   tinggi. Potensi tersebut akan menjadi tidak
     planlet/bibit)                           berarti manakala penebangan hutan dan
 Bibit yang dihasilkan seragam               eksploitasi besar-besaran terjadi hutan
 Bibit yang dihasilkan bebas penyakit        kita, belum lagi pencurian terang-terangan
     (menggunakan organ tertentu)             ataupun “terselubung” dengan dalih
 Biaya pengangkutan bibit relatif lebih      kerjasama dan sumbangan penelitian baik
     murah dan mudah                          oleh masyarakat kita maupun orang asing.
 Dalam proses pembibitan bebas dari               Sementara itu hanya sebagian kecil
     gangguan hama, penyakit, dan             pihak      yang      mampu      melakukan
     deraan lingkungan lainnya.               pengembangan dan pemanfaatan anggrek
                                              spesies, khususnya yang berkaitan
     Kultur jaringan adalah serangkaian       dengan teknologi kultur jaringan. Tidak
kegiatan yang dilakukan untuk membuat         dipungkiri bahwa metode terbaik hingga
bagian tanaman (akar, tunas, jaringan         saat ini dalam pelestarian dan
tumbuh tanaman) tumbuh menjadi                perbanyakan anggrek adalah dengan
tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro     kultur jaringan, karena melalui kuljar
(didalam gelas). Keuntungan dari kultur       banyak hal yang bisa dilakukan
jaringan lebih hemat tempat, hemat waktu,     dibandingkan         dengan         metode
dan tanaman yang diperbanyak dengan           konvensional.
kultur jaringan mempunyai sifat sama atau          Secara prinsip, lab kultur jaringan
seragam dengan induknya. Contoh               dapat disederhanakan dengan melakukan
tanaman yang sudah lazim diperbanyak          modifikasi peralatan dan bahan yang
secara kultur jaringan adalah tanaman         digunakan,          sehingga         sangat
anggrek.                                      dimungkinkan kultur jaringan seperti
     Perkembangan kultur jaringan di          ‘home industri’. Hal ini dapat dilihat pada
Indonesia terasa sangat lambat, bahkan        kelompok petani ‘pengkultur biji anggrek’
hampir dikatakan jalan di tempat jika         di Malang yang telah sedemikian banyak.
dibandingkan dengan negara-negara             Beberapa gambaran dan potensi yang
lainnya, tidaklah heran jika impor bibit      bisa dimunculkan dalam kultur jaringan
anggrek dalam bentuk ‘flask’ sempat           diantaranya adalah :
membanjiri nursery-nursery anggrek di          Kultur            meristem,         dapat
negara kita. Selain kesenjangan teknologi          menghasilkan anggrek yang bebas
di lini akademisi, lembaga penelitian,             virus, sehingga sangat tepat
publik dan pecinta anggrek, salah satu             digunakan pada tanaman anggrek
penyebab teknologi ini menjadi sangat


                                                                                     332
    spesies langka yang telah terinfeksi                  jumlah banyak dan seragam,
    oleh hama penyakit, termasuk virus.                   khususnya untuk jenis anggrek bunga
   Kultur anther, bisa menghasilkan                      potong. Sebagian penganggrek telah
    anggrek dengan genetik haploid (1n),                  mampu melakukan tekhnik ini.
    sehingga bentuknya lebih kecil jika                  Mutasi, secara alami mutasi sangat
    dibandingkan dengan anggrek diploid                   sulit terjadi. Beberapa literatur
    (2n). Dengan demikian sangat                          peluangnya 1:100 000 000. Dengan
    dimungkinkan untuk menghasilkan                       memberikan induksi tertentu melalui
    tanaman anggrek mini, selain itu                      kultur jaringan hal tersebut lebih
    dengan kultur anther berpeluang                       mudah untuk diatur. Tanaman yang
    memunculkan sifat resesif unggul                      mengalami       mutasi      permanen
    yang pada kondisi normal tidak akan                   biasanya memiliki nilai ekonomis yang
    muncul karena tertutup oleh yang                      sangat tinggi
    dominan                                              Bank plasma, dengan meminimalkan
   Dengan         tekhnik     poliploid                  pertumbuhan secara ‘in-vitro’ kita bisa
    dimungkinkan untuk mendapatkan                        mengoleksi tanaman anggrek langka
    tanaman anggrek ‘giant’ atau besar.                   tanpa harus memiliki lahan yang luas
    Tekhnik ini salah satunya dengan                      dan perawatan intensif. Baik untuk
    memberikan induksi bahan kimia                        spesies langka Indonesia maupun
    yang        bersifat    menghambat                    dari luar negeri untuk menjaga
    (cholchicine)                                         keaslian genetis yang sangat penting
   Kloning, tekhnik ini memungkinkan                     dalam proses pemuliaan anggrek.
    untuk dihasilkan anggrek dengan




                                        Gambar 9.2
                           Contoh skema laboratorium kultur jaringan




Tehnik pembenihan Tanaman                                                                    333
                                                    Gambar 9.3
Situasi bagian dalam laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca sebagai fasilitas pendukung laboratorium
kultur jarinagan



9.1     Fasilitas Laboratorium             Kultur            perlu disediakan adalah: laminar air flow,
        Jaringan                                             pinset, pisau, rak kultur, AC, hot plate +
                                                             stirer, pH meter, oven, dan kulkas.
a. Persyaratan Lokasi                                             Pada gambar 9.4. terlihat adanya air
    Laboratorium       kultur    jaringan                    flow cabinet yang berfungsi sebagai
hendaknya jauh dari sumber polusi, dekat                     tempat inokulasi ekspan pada media
dengan sumber tenaga listrik dan air.                        tanam. Langkah kerja penggunaan air
Untuk menghemat tenaga listrik, ada                          flow cabinet adalah sebagai berikut:
baiknya bila laboratorium kultur jaringan                               Satu malam sebelum lat
ditempatkan di daerah tinggi, agar suhu                                    digunakan, nyalakan