Docstoc

PENDEKATAN-METODE

Document Sample
PENDEKATAN-METODE Powered By Docstoc
					PENDEKATAN, METODE, DAN
 STRATEGI PEMBELAJARAN
DALAM IMPLEMENTASI KTSP


          Ibrohim
      FMIPA UM - 2009
  MARI KITA RENUNGKAN KEMBALI …!

ERA                         DEMOKRASI DAN
 GLOBALISASI                HAK ASASI
                            REFORMASI
ABAB
 TEKNOLOGI                  OTONOMI /
 INFORMASI                  DISENTRALISAS



    BERDAMPAK PADA SEMUA ASPEK KEHIDUPAN,
    TERMASUK PADA SISTEM PENDIDIKAN
 KURIKULUM TERUS BERUBAH,
 APAKAH GURU BERUBAH …?

1. Rencana Pelajaran 1947 (Peralihan sistem
   pendidikan pasca kemerdekaan)
2. Kurikulum 1968  merupakan pedoman
   prkasis pendidikan yang terstruktur,
   bersifat  correlated subject curriculum
3. Kurikulum 1975  integrated curriculum
   organization (munculnya IPA dan
   Matematika)
4. Kurikulum 1984  Content based Curriculum,
  Pendekatan CBSA / SAL
5. Kuriklum 1994  Objective Based Curriculum,
  Pendekatan Keterampilan Proses (KP)
  Era Reformasi  Suplemen Kur. 1994
6. Kurikulum KBK (Th. 2004)  pilot project
   Pendekatan yang disarankan: Empat pilar
  pendidikan kesejagatan, Konstrukrivistik, CTL,
  Inkuiri, Problem Solving, STM/Salingtemas.
7. KTSP (Th. 2006)  Revisi dari KBK (melalui
  Permen 22 dan 23.
  Pendekatan Multistrategi dan Multimedia  untuk
  menciptakan PAKEM / PAIKEM
           KURIKULUM
Seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan.

Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan,
keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang
direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan
bertindak
     APA YANG BERUBAH DARI
         KURIKULUM …?
• Subject Content :  dikurangi/ditambah,
  disusun oleh dengan dasar rasional atau
  pertimbangan tertentu.

• Pendekatan pembelajaran 
  disempurnakan, namun mengalami
  kendala dalam implementasi pendekatan
  dan metode pembelajaran yang baru.

MENGAPA DEMIKIAN …?
            KTSP – 2006
  PENDEKATAN MULTISRATEGI DAN
          MULTIMEDIA
• Kurikulum 2006 cenderung mengacu pada
  filosofi konstruktivistik
• Dalam pembelajaran disarankan
  menggunakan berbagai pendekatan dan
  metode yang bervariasi serta
  memanfaatkan berbagai media, termasuk
  media yang berbasis ICT.
BAGAIMANA KESIAPAN GURU …?
         MATERI BELAJAR
FILOSOFI

PENDEKATAN

METODE        STRATEGI   MODEL
TEKNIK
   PENGERTIAN PENDEKATAN,
 STRATEGI, MODEL, METODE, DAN
            TEKNIK
Pendekatan pembelajaran adalah ide yang
  mendasari proses pembentukan atau
  pengembangan pengetahuan siswa untuk
  mencapai sasaran pembelajaran/pendidikan.
Strategi pembelajaran  usaha untuk
  mendayagunakan metode-metode pembelajaran
  yang telah dipilih untuk mencapai target
  pembelajaran secara efektif. Dalam suatu
  pembelajaran dapat digunakan kombinasi dari
  beberapa metode.
• Strategi pembelajaran terdiri atas seluruh
  komponen materi pembelajaran dan
  prosedur atau tahapan kegiatan belajar
  yang digunakan oleh guru dalam rangka
  membantu peserta didik mencapai tujuan
  pembelajaran (Dick and Carey, 1990)

• Strategi pembelajaran merupakan cara-
  cara yang dipilih untuk menyampaikan
  metode pembelajaran dalam lingkungan
  pembelajaran tertentu (Gerlach dan Ely,
  1980).
Metode Pembelajaran adalah cara yg
 digunakan untuk mencapai tujuan
 pembelajaran berdasarkan pendekatan yang
 telah ditentukan. Dalam metode ditemukan
 sintak atau tahapan pembelajaran.

Teknik pembelajaran  merupakan usaha
 operasional penerapan masing-masing
 metode pembelajaran, termasuk didalamnya
 penerapan seni mengajar (the art of
 teaching).
              MODEL PEMBELAJARAN
 patron atau pola yang dapat digunakan dalam
  pembelajaran. Suatu kesatuan penggunaan
  teori/filosofi, pendekatan, strategi, metode, dan
  teknik yang diguanakan dalam pembelajaran.
Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur
  yang sistematis dalam mengorganisasikan
  pengalaman belajar untuk mencapai tujuan
  belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman
  bagi perancang dan pelaksana kegiatan belajar-
  mengajar
Arends (1997): The term teaching model refers to a
  particular approach to instruction that includes its
  goals, syntax, environment, and management
  system.
Model  lebih luas dari strategi, metode atau
  prosedur
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
1. Pendekatan induktif (pendekatan keterampilan
   proses)
2. Pendekatan deduktif (pendekatan konsep)
YANG LAIN:
• Pendekatan Lingkungan
• Pendekatan Kontekstual (CTL)
• Pendekatan STM
• Pendekatan Terpadu
• Pendekatan Penemuan
• Pendekatan Inkuiri
• Pendekatan Pemecahan masalah (problem solving)
• Pendekatan Tujuan
• Pendekatan Interaktif
• Pendekatan CBSA
• Pendekatan Pembelajaran Langsung
          Teori Belajar/Filosofi
Behaviourism       Cognitivism     Constructivism


                    Perubahan         Pemaknaan
   Perubahan                        pengetahuan
                   Persepsi dan
  tingkah laku                        proses hasil
                   Pemahaman
                     proses,     konstruksi, interaksi
                     interaksi
 Stimulus-respon
         1. TEORI BEHAVIORISTIK
a. Teori Koneksionisme (Thorndike)
Prinsip pertama: (law of readiness)
     Belajar merupakan suatu kegiatan membentuk asosiasi
     (connection) antara kesan panca indra dengan
     kecenderungan bertindak.
    Jika senang dg jahit menjahit ia akan melakukan dan hasilnya akan
    memuaskan.
Prinsip kedua: (law of exercise)
     pelajaran akan semakin dikuasai bila diulang-ulang
Prinsip ketiga: (law of effexct)
     koneksi antara kesan panca indra dengan kecenderungan
     berindak bisa menguat atau melemah tergantung “buah”
     perbuata tersebut.
    Jika siswa mengerjakan PR akan mendapat pujian dari guru, tetapi
    jika tidak ia dihukum
    b.   Teori Classical Conditioning (Pavlov)

Berdasarkan pada hasil percobaan dalam biologi tingkah laku,
  yakni tentang berfungsinya kelenjar ludah pada anjing.

- Anjing disodori makanan dengan diiringi bunyi lonceng 
  reaksinya anjing mengeluarkan air liur dari kelenjar ludahnya
- Percobaan dilakukan berkali-kali dan perilakunya sama
- Pada suatu saat, hanya dibunyikan lonceng tanpa disertai
  makanan, ternyata anjing tetap mengeluarkan air liur.
Kesimpulan:
Tingkah laku tertentu dapat dibentuk dengan cara diulang-
   ulang yang dipancing dengan sesuatu yang dapat
   menimbulkan tingkah laku
c. Teori Operant Conditioning (Skinner)

 Skinner berpendapat bahwa proses
 belajar memerlukan usaha menimbulkan
 dan mengembangkan respons sebagai
 usaha memperoleh “penguatan”

Stimulus  respons  respons (baru)
Aplikasi dalam belajar  perlunya ada
  reward bagi anak yang berhasil
  (berprestasi)
JADI:
Belajar adalah perubahan tingkah laku
 sebagai akibat dari adanya interaksi
 stimulus dan respon.
Bentuk perubahan yang dialami siswa
 dalam hal kemampuannya untuk
 bertingkah laku dengan cara yang baru
 sebagai hasil interaksi stimulus dan
 respon
     APLIKASI DALAM KEGIATAN
          PEMBELAJARAN
• Banyak digunakan dalam sistem pendidikan
  di Indonesia, sampai saat ini.
• Mendudukkan siswa dalam belajar sebagai
  individu yang pasif
• Respon atau perilaku tertentu dapat dibentuk
  karena dikondisikan dengan cara tertentu,
  misal dijelaskan, didrill, atau pembiasaan
  semata
• Respon semakin kuat jika ada reinforcement
APAKAH MASIH LAYAK DIGUNAKAN…?
       2. TEORI KOGNITIF
a. Teori Gestalt
- Pada bidang persepsi penglihatan
   Apa yang dipikirkan bersumber dari apa
   yang dikenal melalui pengamatan, dan
   berpikir pada hakikatnya adalah
   melakukan pengubahan struktur kognitif.
- Inti belajar adalah insight (pengertian dan
    pemahaman)
     b. Teori Medan (Kurt Lewin)
-   Merupakan perluasan teori Gestalt
1) Belajar adalah pengubahan struktur
   kognitif. Maknanya pemecahan problem
   hanya terjadi bila struktur kognitif diubah.
2) Hadiah dan hukuman merupakan dua
   sarana motivasi belajar yang memerlukan
   pengawasan agar digunakan wajar dan
   tepat.
3) Faktor motivasi belajar yang lain adalah
   masalah sukses dan gagal
c. Teori Perkembangan Piaget
 • Perkembangan kognitif merupakan proses
   genetik, yaitu suatu proses yang
   didasarkan atas mekanisme biologis
   perkembangan sistem syaraf
 • Struktur kognitif akan berubah secara
   asimilasi dan akomodasi
 • Asimilasi akan terjadi jika ada konflik
   kognitif atau suatu ketidak seimbangan
   antara yang diketahui/dipikirkan dan yang
   dilihat dan dialami.
EMPAT TAHAP PERKEMBANGAN
KOGNITIF (Piaget)

•   Tahap sensorimotor (Umur 0-2 tahun)
•   Tahap preoperasional (2-7/8 tahun)
•   Tahap operasional konkret (7/8 -12 tahun)
•   Tahap operasional formal (11/12 – 18
    tahun)
  JADI:
• Belajar adalah perubahan persepsi dan
  pemahaman, yang tidak selalu berbentuk
  perubahan perilaku yang dapat diamati dan
  diukur.
• Asumsi: bahwa setiap orang telah memiliki
  pengetahuan dan pemahaman yang telah tertata
  dalam bentuk struktur kognitif yang dimilikinya.
• Proses belajar akan berjalan dengan baik jika
  materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi
  dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa.
• Materi pelajaran disusun dengan logika tertentu,
  yakni dari sederhana ke kompleks.
• Dalam kegiatan belajar sangat diperlukan
  keterlibat aktif siswa, dan perbedaan individual
  siswa sangat diperhatikan.
       3. KONSTRUKTIVISTIK
• Esensi dari teori konstruktivisme adalah
  bahwa siswa harus secara individual menemukan
  dan mentransfer informasi-informasi kompleks
  apabila mereka ingin menjadikan informasi itu
  miliknya.
• Belajar menurut teori ini adalah penyusunan
  pengetahuan dari kegiatan, refleksi, dan
  interpretasi serta proses membangun
  pemahaman oleh seseorang sesuai dengan
  skemata yang dimilikinya.
• Mengajar adalah menata lingkungan agar siswa
  dapat melakukan kegiatan belajar dengan
  sebaik-baiknya dan kebebasan menjadi unsur
  yang esensial dalam lingkungan belajar.
      APLIKASI DALAM KBM
PERAN SISWA:
Aktif berkegiatan, aktif berpikir, menyusun konsep
  dan memberi makna ttg hal yang dipelajari.
  Hasilnya sangat ditentukan oleh niat/motivasi
  siswa.
PERAN GURU:
Membantu siswa mengkonstruksi pengetahuan/
  konsep
Guru tidak mentranfer pengetahuan dan
  memaksakan caranya dan harus berupaya
  memahami jalan berpikir siswa.
Guru menjadi fasilitator dalam belajar
GURU SEBAGAI FASILITATOR
1. Guru memotivasi siswa dengan
   menyajikan fenomena atau demonstrasi
2. Guru tanya jawan atau diskusi dengan
   siswa untuk mengarahkan siswa
   menemukan masalah
3. Guru membimbing siswa merumuskan
   masalah
4. Guru mengarahkan siswa menyusun
   hipotesis
5. Guru membimbing siswa melakukan
  percobaan atau penelitian
6. Guru membimbing siswa mengamati
  percobaan
7. Guru membimbing siswa menyusun data-
  data hasil pengamatan
8. Guru membimbing siswa menyusun
  kesimpulan
9. Guru membimbing siswa
  mepresentasikan hasil kerjanya
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
DALAM KURIKULUM 2004 (KBK)
1. Empat pilar pendidikan kesejagatan
2. Inkuiri sains
3. Konstruktivisme
4. STM
5. Pemecahan masalah
6. PAKEM
7. Pendekatan lain yang lebih
  memberdayakan siswa
      EMPAT PILAR PENDIDIKAN , UNESCO:
   “Learning to do, learning to know, learning to
         be, and learning to live together”
• Siswa harus diberdayakan agar mau dan mampu berbuat
  untuk memperkaya pengalaman belajarnya ( learning to do)
  dengan meningkatkan interakasi bersama lingkungan fisik dan
  sosialnya, sehingga mampu membangun pemahaman dan
  pengetahu-annya terhadap dunia di sekitarnya (learning to
  know).

• Diharapkan hasil interaksi dengan lingkungannya dapat
  membangun pengetahuan dan kepercayaan diri dan sekaligus
  membangun jati dirinya (learning to be).

• Kesempatan berinteraksi dengan berbagai individu dan
  kelompok individu yang bervariasi akan membentuk
  kepribadiannya untuk memahami kemajemukan dan
  melahirkan sikap-sikap positif dan toleran terhadap
  keanekaragaman dan perbedaan hidup ( learning to live
  together)
 INKUIRI /PENEMUAN JAWABAN

• Lingkungan anak, seperti di rumah, di
  sekolah, di jalan, dan di lingkungan alam
  lainnya, menyedia-kan fenomena alam yang
  menarik dan penuh misteri.
• Anak sebagai “young learner” mempunyai
  rasa keingintahuan yang tinggi, maka
  pembelajarab perlu memotivasinya sehingga
  melahirkan pertanyaan-pertanyaan;
  - apa itu ...?,
  - mengapa ...?,
  - bagaimana ...?”
  - bagaimana jika...?”.
4. Sains, Teknologi dan Masyarakat
                 (STM)
• Pendekatan STM merupakan suatu
  pendekatan terpadu antara sains,
  teknologi, dan isu teknologi yang ada di
  masyarakat.
• Dengan pendekatan ini, peserta didik
  dikondisikan agar mau dan mampu
  menerapkan prinsip sains untuk
  menghasilkan karya teknologi sederhana
  yang diikuti dengan pemikiran untuk
  mengatasi dampak negatif yang mungkin
  timbul dari munculnya produk teknologi.
• Beberapa pola KBM dengan pendekatan
  STM ini a.l:
              Tahap STM
a. Pengenalan/pemahaman prinsip sains --->
   Rancang dan buat karya teknologi ---> Uji
   coba karya teknologi ---> Perbaikan dan
   penyempurnaan ---> Isu teknologi di
   masyarakat ---> saran perbaikan
   lingkungan.

b. Mengkaji produk teknologi ---> Memahami
   prinsip sain yang digunakan --->
   Menemukan model baru/mengusulkan
   karya baru.
    5. Pemecahan Masalah
          (Problem solving)

• Pada dasarnya kegiatan yang dilakukan
  manusia di dalam kehidupan sehari-hari
  merupakan kegiatan pemecahan masalah
  untuk memenuhi kebutuhannya.
• Atas dasar hal tersebut, maka sejak dini
  anak harus sudah mulai dilatih untuk
  mengatasi masalah yang dihadapinya.
 Pembelajaran harus memberikan
 sumbangan terhadap terbentuknya
 kemampuan-kemampuan:
a) mengidentifikasi masalah dan
   merencanakan penyelidikan,
b) memilih teknik, alat dan bahan,
c) mengorganisasi dan melaksanakan
   penyelidikan secara sistematik,
d) melakukan pengamatan dan
   menginterpretasikan hasil penyelidikan,
e) mengambil kesimpulan,
f) mengevaluasi metoda dan menyarankan
   perbaikan
   APA YANG DIMAKSUD DENGAN
  PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN
   PENDEKATAN KETERAMPILAN
           PROSES ?

Proses pembelajaran yang dirancang
sedemikian rupa sehingga siswa dapat
menemukan fakta-fakta, membangun
konsep-konsep dan teori-teori dengan
keterampilan proses dan sikap ilmiah
siswa sendiri.
   KETRAMPILAN PROSES (KP) - Kur. 1994)
   Bagaimana implementasinya di lapangan...?
• Para pakar dan teknisi pendidikan nasional menilai bahwa
  KBM yang telah dilaksanakan pada masa-masa yang lalu
  kurang memberi kesempatan kepada anak didik untuk
  mengembangkan diri sesuai dengan kemampuannya.
• Untuk itu pola KBM perlu disempurnakan. Ide ini kemudian
  melahirkan “Pendekatan Ketrampilan Proses” dengan pola
  pengembangan sistem belajar yang lebih mengaktifkan siswa
  (CBSA).
• Ketrampilan proses adalah ketrampilan siswa untuk
  mengelola hasil yang didapat dalam KBM yang memberi
  kesempatan seluasluasnya kpd siswa untuk mengamati,
  menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan,
  merencanakan penelitian dan mengkomunikasikan hasilnya.
• Tujuan penerapan ketrampilan proses salah satunya adalah
  untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam belajar
  hingga mereka aktif mengembangkan dan menerapkan
  kemampuannya (Azhar, 1993).
    Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau
 “Student Active Learning” (SAL) – Kur.1984

• CBSA merupakan suatu proses kegiatan belajar dimana subyek
  didik terlibat secara intelektual emosional sehingga subyek
  didik betul-betul berperan dan berpartisipasi aktif dalam proses
  belajar-mengajar.
• Hakekat CBSA adalah keterlibatan intelektual emosional subyek
   didik dalam KBM.
• Dengan keterlibatan intelektual emosional tersebut
   memungkinkan terjadinya hal-hal berikut ini.
1) Proses asimilasi dan akomodasi kognitif dalam
   pencapaian/pembentukan pengetahuan
2) Perbuatan serta pengalaman langsung yang menyebabkan
   pembentukan ketrampilan (skill)
3) Penghayatan serta proses internalisasi nilai-nilai dalam rangka
   pembentukan nilai dan sikap.
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
          (CTL)
TUJUH KOMPONEN CTL
• Konstruktivisme
• Inquiry
• Questioning
• Learning Community
• Modeling
• Reflection
• Authentic Assessment
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN
       BERBASIS CTL
•   Kerjasama
•   Saling menunjang
•   Menyenangkan
•   Tidak membosankan
•   Belajar dengan bergairah
•   Pembelajaran terintegrasi
•   Menggunakan berbagai sumber
•   Siswa aktif
   KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN
          BERBASIS CTL
• Sharing dengan teman
• Siswa kritis, guru kreatif
• Dinding kelas dan lorong-lorong penuh
  dengan hasil karya siswa, peta-peta,
  gambar, artikel, humor dll
• Laporan kepada orang tua bukan hanya
  raport, tetapi hasil karya siswa, laporan
  hasil praktikum, karangan siswa dll.
      Cooperative learning
    (Pembelajaran Kooperatif)


•   Positive Interdependence
•   Face to face interaction
•   Individual Accountability
•   Collaborative Skill/Social Skills
•   Group Processing
    Saling Berinteraksi   Saling membantu


                             Berbagi materi
Semua
saling
berbicara




   Asyik dengan              Saling bertanya/
   apa yang                  menjawab
   dikerjakan
    Home Groups                         Expert Groups
    1                   1           1               2

4       2       4           2   1         1       2           2
            1

    3                   3           1                     2
        4           2
                                    3                     4
    1       3           1
                                3         3       4           4
4       2       4           2
                                    3                     4
    3                   3




                                    Home Groups
                                    1                     1

                                4         2   1   4           2

                                    3     4           2   3

                                    1         3           1

                                4         2       4           2

                                    3                     3
     PEMBELAJARAN KOOPERATIF
      (COOPERATIVE LEARNING)
FASE – FASE                          PERILAKU GURU
Fase 1                               Menyampaikan semua tujuan yang
Menyampaikan tujuan dan memotivasi    ingin dicapai selama pembelajaran dan
Siswa                                 memotivasi siswa belajar
Fase 2                               Menyajikan informasi kepada siswa dg
                                      jalan demonstrasi atau lewat bahan
Menyajikan informasi                  bacaan
Fase 3                               Menjelaskan kpd siswa bgm cara
Mengorganisasikan siswa kedalam       membentuk klp bel dan membantu
kelompok – kelompik belajar           setiap klp agar melakukan transisi
Fase 4                                secara efisien
Membimbing kelompok bekerja dan      Membimbing kelompok belajar pada
belajar                               saat mereka mengerjakan tugas
Fase 5                                mereka
Evaluasi                             Mengevaluasi hasil bel ttg materi yg tlh
Fase 6                                dipelajari/meminta klp presentasi hsl
                                      kerja
Memberikan penghargaan
                                     Menghargai baik upaya maupun hsl bel
                                      individu dan kelompok
     METODE “DISCOVERY LERANING”
LANGKAH-LANGKAH
1) Motivasi, yakni upaya untuk membangkitkan rasa
   tertarik dan keingintahuan siswa terhadap materi atau
   masalah yang muncul.
2) Penjabaran masalah, yakni upaya untuk merumuskan
   pertanyaan ilmiah tertentu atau yang terkait dengan
   topik pembelajaran.
3) Penyusunan opini-opini, yakni upaya memancing
   dugaan-dugaan atau hipotesa sebagai jawaban
   sementara terhadap masalah yang telah dirumuskan
   tersebut.
4) Perencanaan dan konstruksi, yakni menentukan dan
   menyiapkan peralatan percobaan yang berfungsi
   untuk membuktikan kebenaran hipotesa tersebut.
5) Percobaan atau eksperimen, yakni melakukan
   percobaan untuk menemukan data-data yang relevan.
6) Kesimpulan, uapaya untuk menarik kesimpulan atau
   generalisasi dari kasus-kasus atau data yang
   diperoleh. Dari kesimpulan dapat diketahui hipotesa
   yang diajukan benar atau salah.
7) Abstraksi, adalah perumusan pengetahuan terperinci
   tertentu yang diperoleh melalui kasus khusus. Pada
   langkah ini pembentukan konsep harus sangat
   diperhatikan.
8) Konsulidasi, upaya mengkaitkan secara
  komprehensif antara konsep yang baru diperoleh
  dengan konsep-konsep atau pengetahuan-
  pengetahuan yang sudah dimilikinya.
          PEMBELAJARAN
• Pembelajaran yang Aktif Kreatif Efektif
  dan Menyenangkan (PAKEM/Joyful
  LEARNING)
  – Multi Metode, Multi Media
  – Praktek dan Bekerja dalam Tim
  – Memanfaatkan Lingkungan Sekitar
  – Di Dalam dan di Luar Kelas
  – Multiaspek (logika, praktika, etika)
   KOMPONEN UTAMA PAKEM
               KURIKULUM &
               PERANGKATNYA

SARANA                                     Standarisasi
PRASARANA                                  mutu pendidikan
                    1. PAKEM               secara
                    2. PEMBELAJARAN YANG   berkelanjutan
SDM                    MENGARAH PAS.       menghadapi
                    3. PENILAIAN YANG      tuntutan lokal,
                       BERKELANJUTAN       nasional dan
                                           global.



   MANAJEMEN
          PENUTUP
GURU YANG PROFESIONAL AKAN SELALU
 MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN
PEMBELAJARAN DENGAN PERTIMBANGAN
  LANDASAN TEORITIK, PENDEKATAN,
    METODE, STRATEGI DAN TEKNIK
 PEMBELAJARAN YANG SESUAI DENGAN
 KONDISI DAN SITUASI SISWA, SEKOLAH
    DAN SARANA PRASARANANYA
     TERIMA KASIH ATAS
             dan
SEMOGA DAPAT BERJUMPA DI LAIN
         KESEMPATAN

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1673
posted:3/1/2011
language:Indonesian
pages:52