Docstoc
EXCLUSIVE OFFER FOR DOCSTOC USERS
Try the all-new QuickBooks Online for FREE.  No credit card required.

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW

Document Sample
Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW Powered By Docstoc
					q
377
N



i
           SEDJARAH      HIDUP

      üatu jWuïmmmaö ö. a.to,
             BERSADJAK




                   Oleh :
            H. ABOEBAKAR ATJEH




                Diterbitkan
                  Oleh :
             Toko M E S S I R
               Tjireboi}
      S J V U J A H A H    tl l U V V


JSatri Jfêtoljammaïï $. a* to.
           BERSADJAK




                  uien :

           ABOEBAKAR ATJEH




               Oleh:
            okoMESSIR
             Tjirebon
       S E D J A R A H        HIDUP

NABI    MUHAMMAD                          S. A. W-
                BERSADJAK




                    Oleli :
         H. A B O E B A K A R A T J E H




              Diterbitkan oleh
         Toko    MESSIR Tjirebon
    Sedjarah Hidup
NABI MUHAMMAD S.A.W.
      Bersadjak
             P E N D A H U L U A N .




        A k u mengarang dengan Bismillah,
        Memulai dengan nama Allah,
        Menurunkan Islam sebagai dinullah,
        Bersama utusannja Rasulullah-

Kemudian bersjukur berterima kasih,
Kepada Tuhan rahnian pengasih,
Kepadanja kembali tidak selisib,
Se^ala pudjian hati bersih.

        Kepadanja sjukur saja utjapkan,
        Kepadanja pudji saja pandjatkan,
        Kepadanja ampun saja pohonkan,
        Niat dan amal dikembalikan.

Tak ada tempat meminta bantu,
Selain engkau Tuhan jang satu,
T ak ada bagimu sari sekulu,
Radja dari segala ratu.

                                             5
        Berikan taufiq berikan 'inajah,
        Berikan petundjuk serta di'ajah,
        Bagiku, ibuku beserta ajab,
        Bagi bangsaku seluruh wilajah.

Tundjuki kami kepada jang benar,
Hindarkan dari scgala jang «nar,
Pantjarkan tjahaja sinar seminar,
Tjahaja iman, bukanlah tjahaja nar-

        Djauhkan dari djalan jang sesal,
        Segala ketjurangan politik siasal,
        Djauhkan dari bid'ah jang fasad,
        Dari 'amalan bathal dan sesat.

Sesudah itu selawat dan salam,
Kepada Muhammad pemimpin Islam,
Rasul dan Nabi Chalikul Alam,
Sallallahu 'alaihi wa sallam.

        Kepada keluarga kepada sahabatnja,
        Sjuhada' jang gugur dalam djihadnja,
        Dan semua tabi' ta'innja,
        Mendapat maghfirah dari Tuhannja.




G
             1.   KELAHIRAN.

        Anima ba'du, muslimin muslimat,
        Adapun ten tang Nabi Muhammad,
        Lahir di Mckkah negeri keramat,
        Di Tahun Gadjah dengan selamat.
Tahuö Gadjah disebut orang,
Karcna Abrahah datang menjerang,
Djenderal Habsjah jang sangat garang,
Ke Mckkah datang hendak berperang.
        Tentaranja banjak tidak terbilang,
        Laksana pasir laksana ilalang,
        Diatas gadjah tombak berdjulang,
        Pada adat tak dapat orang menghalang,
Datai g mengadakan segala runtuhan,
Menghantjurkaii Ka'bah rumah Tuhan,
Mengambil Mekkah mendjadi djadjahan,
Timbuljah sangkcta keamarahan-
        Tentara Abrahah tentara tjelaka,
        Tentara kafir isi ncraka,
        Berbuat zalim berbuat durhaka,
        Merampok merampas mana suka.
Mcrampas anak isteri orang,
Masuk kekampung bcrsifat garang,
Apa jang ada lalu ciserang,
Bersikap amarah bersifat berang.
        Membunuh wanita dan kanak-kanak,
        Merampas liarta merampas ternak,
        Memuaskan nafsu merasakan enak,
        Sifat ganas djarang jang lunak.

                                                7
Tidak paham aturan perang,
fianja bersifat kedjam dan garang,
Merampas sambil serang-menjerang,
Sombong dan tjongkak tabiat tjurang.

          Al)dul Muthalib mendengar berita,
          Haknja dirampas berupa onta,
          Amarah datang seluruh anggauta,
          Segera berangkal keluar kota.

Minta menghadap radja jang datang,
Hendak mengadu hendak menentang,
Sikap tentara laksana binatang,
Mentjuri ontanja pagi dan petang.

         Abdul Muthalib diterima tuanku,
         Bersemajam duduk diatas bangku,
         „Apa maksudmu datang padaku ?
         Berani sangat engkau berlaku ?"•

„Aku tak senang melihat tentaramu,
Melihat achlaknja hatiku djemu,
Melupakan adab tidak bcrilmu,
Merampok merampas apa bertemu.

         Mengambil ontaku sekian banjaknja,
         Untuk disembelih untuk dimakannja,
         Tidak mcminta tidak bertanja,
         Bukankah itu suatu aniaja ?".

Mendengar itu Abrahah tertawa,
„ P e r m o h o n a n inikah jang engkau bawa ?
Tak tahukah engkau, kami semua ?
Datang meruntuhkan rumah tertua ?


 8
        Tak tahukah engkau kami kemari,
        Merobohkan Ka'bah menghantjuri,
        Mana jang penting tjobalah pikiri,
        Ka'bahmukah atau biri-biri '?",

Mengakak tertawa radja Abrahah,
Terbahak terdengar hihhihhabhah,
Abdul Muthalib lalu amarah,
Berkata lantang bermata nierah.

        „Aku datang kepada tuanku,
        Mengadukan onta kepunjaanku,
        A k u jang punja dan hak milikku,
        Pembelaannja wadjib atas diriku-

Adapun Ka'bah ada sendiri,
Jang empunjanja Allah Chalikul Bahri,
Rumah sutjinja sehari-hari,
Djika perlu perlindungan diberi.

        Terserah padanja pembclaan,
        Djika engkau adakan paksaan,
        K a m i tidak berkekuasaan,"
        Demikianlah achir perkataan.

Abdul Muthalib pulang kekota,
Kepada Tuhan ia mcminta,
„Tolonglah rumahmu" ia berkata,
,,Abrahah datang hendak mensita".

        „Kami tak dapat menolong dia,
        Kekuatan kami tidak sedia,
        Abrahah terkenal seluruh Asia,
        Tentara gadjah pastilah djaja".


                                             9
       Tetapi Tuhan lebih kuasa,
       Melindungi rumahnja senanliasa,
       Burung ababil disuruh menjiksa,
       Tentara Abrahah rusak binasa.

Apakah ada tanda alamat,
Kedjadian ini bagi Muhammad,
Lahir mendjadi djuru selamat,
Mendjadi pelindung agama dan umat.

        Ajahnja Abdullah mati duluan,
        Abdul Muthalib ncnenda tuan,
        Sitti Aminah t jan tik rupawan,
        Nama ibunja keturunan bangsawan.

Perkawinan antara Aminah Abdullah,
Berlangsung dengan kehendak Allah,
Tjinta dan kasih seolah-olah,
Berdjalin padu kedua helah.

        Telapi tidak lama kemudian.
        Ke Madinah Abdullah berpergian,
        Takdir Allah lalu kedjadian,
        Adjal tiha beroleh kematian-

Waktu itu Sitti Aminah,
Sedang mengandung baru pernab,
Neneknja mendjaga sehagai amanah,
Pengganti analrnja mati di Madinah.

        Perobahan Aminah merasa diri,
        Berbeda dengan sehari-hari,
        Tidak sehagai kebanjakan isteri,
        Jang sedang hamil Allah memberi.

10
Tak ada keluh tak ada kesah,
Tidak pernah merasa gelisah,
Meskipun lakinja telah terpisah,
Gembira bahagia tak usah.




        Demikian sedjarah kclahiran,
        Oleh Busiri dibcri gambaran,
        Sjair digubah bergeir.a gclaran,
        Gambaran alamat gambaran siaran.

Mengenai mimpi, mengenai tjeritera,
Waktn Jiamil banjak terlera,
Jang aneh-aneh tidak terkira,
Alamat kedatangan penghulu pcrwira.

                                           11
             Achirnja sampailah bulan purnama,
             Malam Senajan pagi utama,
             Tanggal dua belas bulan bernama,
             Rabi'ul Awal menurut ulama 1).

Lahirlah Djundjungan penghulu Islam,
Pcnghulu umat seluruh alam,
Membawa tjahaja didalam kelam,
Sallallahu 'alaihi wa sallam.

             Lahirlah Nabi permata nilam,
             Rasul Tuhan Chaliqul 'Alam,
             Membawa rahmat Dinul Islam,
             Menuntun kila luar dan dalam.

Wahai Nabi, salam atasmu,
Wahai Rasul salam atasmu,
Wahai kekasih, salam atasmu,
Sclawal Allah melimpah padamu-



l)   Nabi lallh' pada 12 Rabi'ul awal bersainaan 20 Agustus 570   M.




12
13
Terletak laksana bulan purnama,
Wadjah bertjahaja berkilau-kilauan,
Tjantik tak ada banding umpama,
Siapa melihat Nabi r-ipawan.

        Pipi laksana pauh dilajang,
        Mata hertjelak mengikat,
        Meliliat tertarik tcrtumpah sa jang,
        Siapa memandang terpikat,

Tubuli bersih sudah berchitan,
Terletak dialas sutera bidjan,
Kilau kemilau laksana intan,
Siapa memandang terpukau.

        Tak sanggup pena melukiskan,
        Susab lidah madah menjadji,
        Mari gambaran kubatjakan,
        Apa dikatakan Barzandji.




14
15
Sudah dilahirkan kckasih,
Pipinja bertjahaja gilang geniilang,
Sinar sorga murningsih,
Gelap-gemerlap silrmg-menjilang.

        Sudah dilahirkan kekasih,
        Tak ada lolok teladan,
        Sudah dilahirkan pengasih,
        Tjanlik tak ada sepadan.

Inilah dia pemcgang djandji,
Rangkaian hati mainan niata,
Deniikian sandjungan Barzandji,
Dalam gurindam susunan kata-

         Inilah jang disebutkan oleh Malaikat,
         Tjiptaan Tuhan jang indah sangat,
         Inilah seungkai mutiara terikat,
         Gerangan inilah Nabi Muhammad.

Djika mu'djizat Jusuf adalah badjunja,
Kelahiran ini lebih horlipat ganda,
Djika mu'djizat Ihrahim ketjcrdikannja,
Kelahiran ini bahdingan tiada.

         Pilihan Engkau jang dilahirkan,
         Pudjian bagimu sandjungan,
         Satu-satunja dunia ketjantikan,
         Adalaii Engkau mahkota Djundjungan-

Arkian kata èmpünja tjerita,
Kedjadian banjak berupa berila,
.Tang gandjil dan aneh sckitar kota,
Sebagai alamat kedaiangan mahkota,

1G
Dianfaranja api penjembahan madjusi,
Kejakinan orang ditanah Persi,
Seribu tahun sudah serasi,
Padam seketika Aminah berisi.

        Gempa bumi berguntjang berpadu,
        Sekitar Arab kedatangan lindu,
        Iwan Kusra jang sedang beradu,
        Terperandjat menangis tersedu-sedu.

Ja bermimpi seolah-olah,
Keradjaannja hantjur berpetjah-belah,
Merasakan dirinja sehagai bersalah,
Sjirik dalam mempcrsekulukan Allah-

        Dichabarkan orang kepada neneknja,
        Abdul Muthalib dekat Ka'bah,
        Girang gembira (ak ada bandingannja,
        Tjutju dipangku sera ja menjembah.

Kepada Tuhan berdatang sembah,
Bersjukur untuk kurnia ini,
Tegak berdiri didepan Ka'bah,
Memudji Tuhan rahman rahmani.




                                               17
                           2.   A C H L A K.
             N a b i M u h a m m a d seorang i s t i m e w a ,
             D i w a k l u kctjil ia dibawa,
             Oleh H a l i m a h seorang tua,
             B e r c a m a a n a k n j a d i a s u h berdua-
Sehari-hari menggembala kambing,
Sedjak k e t j i l beladjar m e n i b i m b i n g ,
D i p a d a n g pasir t e r u m b a n g a m b i n g ,
D i p i n g g i r g u n u n g ditepi tebing.

             A b d u l M u t h a l i b k e m u d i a n w a f at, 1)
             A b u T b a l i b mengganti tempat,
             M e n g a s u b dia sedapat-dapat,
             Mengadjar, m e n d i d i k , m e m b a w a kerapat-
Sedjak k e t j i l bidjak bestari,
B e r a c h l a k m u l i a s u k a r ditjari,
Sifat terpudji m e r e n d a h d i r i ,
A d a l a h k e l a k u a n sehari-hari.
             M a k i n besar m a k i n s e m p u r n a ,
             B e r b u d i l u h u r dan bidjaksana,
             P r i b a d i tinggi h i d u p b e r m a k n a ,
             M e n d j a d i teladan k e s i n i sana.
Masjarakat A r a b dikala itu,
Berbantah-bantahan satu persatu,
M e n j e m h a h b e r h a l a m e n j e m b a h hantu,
T i d a k m e n g e n a i T u h a n j a n g satu.

             P e m h u n u h a n lerdjadi tidak terbatas,
             K e z a ï i m a n k e t j u r a n g a n dianggap paritas,
             M e r a n i p o k m e r a m p a s d i l a l u lintas,
             K o r u p s i l a k dapat diberantas-

1)   Tahu 578 M.


18
        Menjerobot rumab kanan dan kiri,
        Membunuh anak, merampas isteri,
        Halal berzina, balal mentjuri,
        Halal menggelapkan wang negeri,

Mengumpat mentjela serta mentjertja,
Keadilan tak ada pvmja neratja,
Kebodohan kcangkuban menggelapkan tjuatja,
Tak ubah Don Quicbot de la Mancha.

        Berlainan sungguh dengan Muhammad,
        Tingkah lakunja jang sangat tjermat,
        Penuh kasih penuh hormat,
        Sifat Rasul membawa rahmat.

Tersenjum waktu menerima tamu,
Bersalam kepada siapa bertemu,
Berunding, bernasihat tiada djemu,
Gemar bersedekab gemar mendjamu.

       Pandai berdjalan, pandai bitjara,
       Pandai berperang memimpin tentara,
       Adil, berani, bersifal perwira,
       A h l i menjusun, mcngatur negara-

Djika kembali berperang menang,
Tidak tekebur, telapi tenang,
Kepada Tuhan ia terkenang,
Lalu sudjud mata berlinang-

       Penolong serta pemurah tangan,
       Tinggi achlakmu, wahai Djundjungan,
       Tinggi tjita-tjita, tinggi angan-angan,
       Kekuatan hati keras tidak bandingan.

                                                 19
        Tak dapat dipengaruh oleh harta,
        Tidak oleh tachta mahkota,
        Tudjuan kepada maksud semata,
        Berbakti kepada Tuhan semesta.

Mendjauhkan diri dari jang haram,
Berbuat maksiat berbuat suram,
Larangan Allah Rasul Muhtaram,
Djangan dilanda djerani-mendjerarn,

        Berbuat munafik adalah kalut,
        Lain dihati lain dimulut,
        Bagaimanapun ia dihungkus dipalut,
        Achirnja tentu terbuka salut.

Alamat munafik tiga perkara,
Menjalahi djandji dengan gembira,
Berdusta djika ia bitjara,
Amanah tidak diselenggara-

        Djika ada sahabat jang^susah,
        Nabi lalu mendjadi gelisah,
        Datang bertanja rusuh dan resah,
        Bantuan dirantjang pikiran diasah.

Ia scndiri selalu berpesan,
Berbuat haik djanganlah bosan,
Meskipun dengan sepatah lisan,
Kebadjikan djuga sesama insan.

        Golongan miskin jatim-piatu,
        Harus ditolong harus dibantu,
        Nasib silemah djuga begitu,
        Pikirkan dia seliap waktu.

20
Terhadap orang miskin dan fakir,
Nabi bukanlab seorang jang kikir,
Begitupun mengenai kemerdekaan berpikir,
Ia terkenal tidak dimungkir.
            Tamn jang ingin bertjengkerama,
            Dengan manis Nabi terima,
            Penerangan diberi dengan pertjuma,
            Tak ada paksaan dalam agama,
Sekali waktu datang utusan,
Kaum Nasrani dipérbatasan,
Palang bertanja bermatjam urusan,
N i b i terima bermanis-manisan-
            Tamn diterima dirumab sahabat,
            D i Madinah, dirumab kaum kerabat,
            Berlainan agama tidak menghambat,
            Siasah supaja hali tertambat.
Konon jang aneh ada terdjadi,
Kaum Nasrani bukan Jahudi,
Sembahjang dimesdjid Nabipun sudi,
Mesdjid Islam buatan pribadi- 1)
            Didalam mesdjid taubid jang tunggal,
            Kaum Nasrani diberi tinggal,
            Kelihatan laliirnja agak djanggal,
            Pernah terdjadi menurut tanggal.
Demikian sikapnja Djundjungan mulia,
Didalam aeblak berbudi kaja,
Berlapang bati selalu sedia,
Djarang tersua sebagai dia.


I)   Ibnu Qajjim. Zadil Ma'ad 111:49 (Wa/d Nadjran)




                                                      21
        Mengadjak menjémbah Tuhan jang Esa,
        Takut kepada jang Maha Kuasa,
        Mendjauhkan diri dari pada dosa,
        Supaja selamat djangan binasa.

Mentjegah djangan berbuat zina,
Djangan berbuat semena-mena,
Akibat rusuh disini sana,
Paisak binasa achirnja buana.

        Mentjegah mentjuri, merampas hak orang,
        Dosa besar bukan sebarang,
        Bunuh membunuh perang memerang,
        Semuanja itu Tuhan melarang,

Hindarkan diri dari minuman,
Arak dan chamar melenjapkan iman,
Harta hahis badan tak njaman,
Rusak binasa kampung balaman.

        Melarang berdjudi bermain uang,
        Waktu habis harta terbuang,
        Raik menggunakan waktu terluang,
        Beladjar, bekerdja dan menerawang-

Tjarilah ilmu kemana-mana,
Meskipun ada ditanah Tjina,
Raik tua baik terima,
Wadjib beladjar karena berguna.

       Djudjur dan baik djika berdagang,
       Djandji amanah harus dipegang,
       Mengambil untung tenggang menenggang,
       A d i l mengukur benar menimhang.


22
        Berbaik laku kepada keluarga,
        Berbudi manis terhadap tetangga,
        Hubungan damai harus didjaga,
        Umpat-mengumpat nientjuriga-

Berlaku adil terhadap isteri,
Terhadap anak sehari-hari,
Nafakah didjaga tjukup diberi,
Dengan mertua merendah diri.




                                           23
      3. B E R S I F A T   P E N G A M P U N .

         Nabi bersifat sangat pengampun,
         Dosa besar jang bagaiinanapun,
         Terhadap keluarga sanak serumpun,
         Dimaafkan segera diberi ampun.
 Sckali Nabi pulang berperang,
 Melawan musuh jang sangat garang,
 Merasa letih tersua djarang,
 Tertidurlah ia ditepi djurang.

         Tertidur dibawah sepohon ka ju,
         Da'sur kesana datang melaju,
         Pedang ditangan tadjam membaju,
         Diadjukan kepada penghulu aju.
 Ia berkata gagah perkasa,
 Katakan : „Siapa sekarang kuasa ?
 Membela engkau diini masa ?"
 Muhammad mendjawab : „Allah jang esa !".

        Mendengar djawabnja demikian tegas,
        Da'sur genietar seperti unggas,
        Muhammad segera melakukan tugas,
        Merampas pedangnja dengan bergegas.
Dengan tenang berdjiwa besar,
Menghadapi Da'sur 'berdjiwa kasar,
Tidaklah takut tidaklah gusar,
Iman tetap tidak kesasar.

        „Sekarang hagimu datang giliran,
        Berkata dengan kebenaran !
        Siapakah sanggup datang menjaran
        Membelamu dalam kesukaran ?".

24
Da'sur terkedjut tidak terperi,
Insaf lak dapat membela diri,
Datanglah lakut, datanglah ngeri,
Hendak kemana pergi lari.

        Datanglah sajang belas kasihan,
        Pada Nabi Rasul pilihan,
        Memberikan ampunan kesalahan,
        Da'sur merdeka kesudahan-

Da'sur sangat merasa terharu,
Ketinggian hudi Nabi baharu,
Islamlah ia, lalu berguru,
Namanja masjhur seliap pendjuru.

        Ka'ab bin Zuhair terkenal galak,
        Dengan sjair ia menjalak,
        Mentjatji Nabi menempalak,
        Menghina menuduh serta menolak.

Menuduh Nabi seorang gila,
Seorang pengatjau bersifat lawala,
Perusak agama daluüu kala,
Mesti dibunuh djangan dibela.

        Achirnja Nabi mendjadi amarah,
        Semua sahal)at naik darah,
        Kepada Ka'ab perhatian ditjurah,
        Hukuman mali harus diserah.

Arkian Ka'ab mendengar berita,
Gelisah tidak terderita,
Tetapi mendengar djuga tjeritera,
Nabi pengampun djika diminta.

                                           25
 Suatu pagi dinihari.
 Sudah sembahjang Ka'ab mentjari,
 Mentjari Muliammad orang djauhari,
 Duduk disampingnja merendali diri.

                Ia berkata: „ M u h a m m a d pemurah,
                Djika sekarang Ka'ab menjerah,
                Kepada Islam hatinja tertjurah,
                Apakah gerangan masih amarah ?".
 Nabi mendjawab : „Dapat maghfirah. 1)
 Tak patuf aku lagi amarah,
 Djika ia telah menjerah,
 Kepada Allah jang maha murah".

                „Inilah Ka'ab wahai Penghulu,
                Padamu kuserah djiwa dan hulu,
                Sekarang aku sudah bermalu,
                Engkaulah Nabi dielu-elu,
„Djika imanmu luar dan dalam,
Kepada Allah pentjipta alam,
Mendjadilah saudara didalam Islam,
Engkau merdeka siang dan malam".

            Kefika sahabat mendengar suara,
            Ka'ab gerangan jang herbitjara,
            Sahabat amarah tidak terkira.'
            Pedang dihunus ditjahut segera.
Patang lelier hendak ditebas,
Disembelih laksana seekor kibas,
Tidak hendak diberi behas,
„Engkau Ka'ab, bedebah penumbas".

1)   nmpnnan.




20
        „Sudah lama kami menunggü,
        Engkau hendak kami belenggu,
        Musuh Islam jang tidak ragu,
        Agar terhenti kamu berlagu".

Nabi tidak sekali berkenan,
Ka'ab sudah diberi ampunan,
Mendjadi saudara sekejakinan,
Penjair Islam jang berlainan.

        Suara Nabi laksana madu,
        Memhuat Ka'ab tersedu-scdu,
        Segera sadjak digubah dipadu,
        Gubahan terkenal „Banat Su'adu".

Ka'ab memudji Rasul djundjungan,
Empat pnluh bait tersusun karangan,
Indah sadjaknja tak ada bandingan-
Gubahan didepan tiang gantungan.

        Antara sedih dengan gembira,
        Antara takut dan kasih mesra,
        Ka'ab menghamburkan irama suara,
        Djarang tersua didalam sastera.

Didalam sadjak Ka'ab berkata,
Muhammad laksana sebilah sendjata,
Pembasmi kezaliman masjarakat onta,
Agar damai' dapat merata.

        Muhammad laksana kilauan tjahaja,
        Menjuluh menerangi alam dunia,
        Muhammad seorang pemimpin jang djaja,
        Pentjipta ikatan umat manusia.

                                           27
 Ia melahirkan keheranan sedjati,
 Sematjam Muhammad belum ia dapati,
 Kekuatan djiwa kekuatan hati,
 Belalah ia sehidup semali-

        Lalu Nabi memheri hadiah,
        SebuaJi mantel merupakan melajah,
        Ka'ab masjhur seluruh wilajah,
        Sampai kezaman Bani Umajjah.

Demikianlah tinggi achlak Muhammad,
Djarang tersua dikalangan ummat,
Pembawa damai pembawa rahmat,
Pengasih pengampun djuru selamat.

        Kali jang lain lagi kedjadian,
        Tatkala di Mekkah kata uraian,
        Sifat mulia sebagai untaian,
        Menundjukkan suatu penjelesaian,

Nabi bertemu dengan Fudalah,
Musuh Nabi musuh Allah,
Menanti Nabi dekat Baitullah,
Hendak membunuh menikam alah.

        Didalam gelap tak kelihatan,
        Mendekati Nabi ikul-ikutan,
        Memegang sendjata dengan tjekatan,
        Tinggal menikam tikaman setan.

Nabi melihat dengan seketika,
Bertanja dengan bermanis muka,
„Fudalah-kah engkau, wahai djedjaka".
Menjindir sambil berdjenaka.

28
„Sedang mengapa hatimu gerangan ?"
„Sedang mereka berangan-angan ?"
Fudalah pandai berbohong-bohongan,
Melempar batu sembunji tangan.

        Fudalah berdusta : „Ja Rasulullah,
        Haliku teringat kepada Allah.
        Berzikir dan taubat karena salah,
        Melihat tuan, alliamdulillah".

Nabi lalu tersenjum sindir,
Melihat Fudalah berlaku pandir,
Sembunjikan barang jang sudah hadif,
Kclahuan njata karena lakdir-

        Nabi berkata : „Astaghfirullah",
        Lalu mclelakkan tangan sebelah,
        Didada, ditentang djantung Fudalah,
        Detik berhenti seolah-olah.

Detik djantung lalu berhenti,
Fudalah jang hidup laksana mati,
Gelisab djiwa gelisab hati,
Merasa bersalah sudah berbukti.

        Ampuii diberi oleh djundjungan,
        Segera ia mengangkat tangan,
        Bergerak kemhali djantung dan Iengan,
        Fudalah kemhali kegirangan.

Ia berlari kepada istrinja,
Bertjeritera dengan sesak napasnja,
Maut terlepas dari padanja,
Demikian konon peri katanja.

                                                29
            Isteri menjuruh mentjeriterakan,
            Kedatangan Nabi segera umumkan,
            Djawabnja : „Tidak, sungguh tak akan,
            Islam tidak mau mengizinkan".
„Djika kaulihat Muhammad datang,
Bersama kawannja pagi dan petang,
Tahulah engkau. Islam lerbentang,
Seorangpun tak dapat lagi menen tang".
            Laksana bandjir menjerang pematang,
            Islam laksana air bah datang,
            Tak dapat ditahan tak dapat ditentang,
            Berhala hantjur tumbang melintang".
Demikian Fudalah berdatang peri,
Berbisik berljeritera kepada isteri,
Merasa gentar takut dan ngeri,
Bulu roma seakan teguh berdiri.
            „Adinda, wahai permala nilam,
            A k u sudah masuk Islam,
            Keluar dari suasana kelam,
            Karena Muhammad Alaihisalam". 1)


1»   I.a/ad2 Arab demikian:




30
                       4. A D I L .
            Memang Muhammad bersifat mulia,
            Pengampun pengasih manusia,
            Tidak zalim menganiaja,
            Berkasih-kasihan dia tas dunia-
Insan semua machluk Tuhan,
Djangan sampai berbantah-bantahan,
Hidup damai berkasih-kasihan,
Bukan berperang bermusuh-musuhan.
            Riwajal hidupnja putih bersih,
            Penuh dengan tjinta dan kasih,
            Bidjak menjelesaikan silang sclisih,
            Laksana demam kena selasih.
Kelihatan diwaktu berbantah-bantahan,
Kabilah bersama bergaduh-gaduhan,
Meletakkan Hidjir dirumab Tuhan,
Siapa jang Ia jak acbir kesudahan.
            Siapa men jangka Jicgitu bid jak,
            Kepala kabilah dapat diadjak,
            Penjclesaian tertjapai, kerusuhan diladjak,
            Damai kemhali sehagai semendjak- 1)
Muhammad jang dapat menjelesaikannja,
Menghamparkan scrban membentangkannja,
Meletakkan batu kemudian ditengahnja,
Kabilah mengangkat tiap sudutnja.
            Namanja mendjadi harum sekali,
            Dalam kalangan Quraisj gabili,
            Sajjidul Amin djulukan abli,
            Dilekatkan pada nama asli.
1)   Tahun 605 M .



                                                    31
Meskipun tjutju seorang radja,
Tidak pernah hidup niandja,
Berusaha berdagang berbelandja,
Kedjudjuran dipudji serta dipudja.




32
            5. M E N D A P A T          WAHJU-
            Sjahdan Chadidjah seorang djanda,
            Seorang baik, seorang berada,
            Meminang Muhammad jang masih mtida,
            Perkawinan terdjadi tidak tertunda.
Beberapa tahun lalu berselang,
Ilidup bahagia gilang gemilang,
Mentjapai 40 umur berbilang,
Wahju pun turun datang mendjelang. 1)
            Diwaktu Muhammad bersepi diri,
            Digua Hira' sehari-hari,
            Djibril kesana datang mentjahari,
            Menjuruh membatja mengadjari.
Ta' tahu menulis membatjapun tidak,
Sekarang disuruh dengan kehendak,
Takut dan ngeri datang kepundak,
Iqra' dibatja dengan mendadak.
            Kepada Warqah Chadidjah tanjakan,
            Apa ma'na kedjadian sepekan,
            Djawabnja kedjadian itu menandakan,
            Muhammad diangkat dirasulkan.
Sedjak itu terus menerus,
Kalamullah membelah arus,
Penjusunan baharu berdjalan terus,
Qur'an memimpin wadjb dan harus.
            Qur'anul Karim tuntunan kita,
            Tuntunan seluruh djagat semejsta,
            Turun laksana inian peimata,
            Pelita mala bagi sibuta.
1)   Turun Wahja pada 6 Afuttut 61» M



                                                  33
 Ditengah sahara lingkungan gurun,
 Dibalik gunrnig batu bertjelah,
 Disanalah ia mulai turun,
 Sebagai mu'djizat kalamullah.

         Ia membawa suluh Tuhan,
         Didalam gelap pantjaroba,
         Ia memadam perbantahan,
         Meletakkan dasar kasih dan iba,

 Sinarnja mendjeram bukit dan alas,
 Segenap Asia ! Seluruh buana,
 Dibawa arus iman iehlas,
 Ketimur kebarat, daksina paksina-

        K i n i meskipun dipadang pasir,
        Atau dibawah pohon kelapa,
        Batjaannja berombak selalu berdesir,
        Menggetarkan djiwa umat Mustafa.

Sadjak gubahan sukar ditiru,
Isi tersirat dibalik paham,
Irama membuat hati terharu,
Siapa jang akan mendapat ilham.

        Mengharu pikiran menjentuh rasa,
        Menghidupkan rob semangat jang mati,
        Ia memimpin senantiasa,
        Membawa tuntunan Rabbul Izzati.

Batjaannja masuk ketiap rumah,
Membuka mata orang jang lema'h,
Datang ke Safa mendengar tjeramah,
Menerima wahju atau lerdjemah-


34
Memang di Mekkah lah menanam bibit,
Bibit Islam berbulan sabit,
Kepada sahabatnja sama serimbit,
Iman diharap tumbuh terbit.




                                      35
        6. P E N J I A R A N      ISLAM.

        Hati terbuka mereka jang iman,
        Datanglah A b u Bakar, A l i , Usman,
        Tiap hari bertambah teman,
        Umarpun menjerah pahlawan zaman-

Dirumah Argam dibukit safa,
Umat Islam bertegur sapa,
Menerima dari Nabi Mustafa,
Wahju ditulis djangan alpa.
        Seajat wahju demi seajat,
        Ditulis diatas kulit sesajat,
        Disiar diadjarkan kepada rakjat,
        Agar mendapat taufiq hddajat

Umat Islam masih sedikit,
Berkumpul disafa diatas bukit,
Baru bersinar baru berdjangkit,
Masih lemah belum berbangkit.
        Sembunji-sembunji beladjar agama,
        Dirumah Arqam orang ternama,
        Quraisj selalu mengintip bersama,
        Islam lemah belum bergema.
Agama selalu dalam terantjam,
Dari pahlawan dua matjam-
Umar hin Chattab, Umar bin Hisjam,
Nabi berdo'a kata mengetjam,
        Meminta seorang diantaranja,
        Dituangkan iman dalam halinja,
        Ditumbuhkan tjinta kepada Tuhannja,
        Menguatkan Islam datang padanja-

30
Alkissah do'a dikabulkan Tuhan,
Umar bin Chattab dapat tambahan,
Djumlah mendjadi empat puluhan,
Semua Muslimin orang pihhan.
        Umar bin Qhattab pahlawan perkasa,
        Pengaruhnja besar sampai kedesa,
        Ia berdjalan sekali masa,
        Mentjari Nabi hendak menjiksa.

Umar bertemu seorang didjalan,
Ia herlanja. "Wahai kenalan,
Kelihalan engkau penuh sesalan,
Apa perkara djadi soalan?".
        Umar mendjawab : "Aku tak sabar,
        Quraisj mulai petjah dan bubar,
        Agama baru datang tersebar,
        Muhammad kini hendak kuubar -

Kata orang diperapatan,
Umar diberikan peringatan,
"Djangan mentjoba berdekatan,
Islam penuh kekuatan".
        "Djangan mentjoba membunuh Muhammad,
        Kau sangka dirimu akan selamat?
         Periksalah rumahmu dengan tjermat,
        Dengan adikmu beramat- amat".

 „Adikmu sudah masuk Islam,
 Bersama lakinja baru semalam,
 Pulang kerumah periksa kedalam,
 Agar djelas apa jang kelam"-

                                             37
            Umarpun marah segera kembali.
            Mengetok pintu berkali-kali,
            Adiknja didalam gelisah sekali,
            Pintu dibuka dilepaskan tab.
Adik Umar seorang wanita,
Bernama Fatimah tjantik djelita,
Suaminja Sa'id menurut tjerita,
Mendjadi pengikut Djundjungan kita-                       1)
           Mereka termasuk orang bermula,
           Pertjaja kepada Djalla wa'ala,
           Tak ingin menjembah patung berhala,
           Lata, Manata serta Hubala.
Tatkala Uma\- pulang kerumah.
Sedang beladjar Sa'id Fatimah,
Setjara sembunji karena lemah,
Berscpi diri dalam tjeramah.
           Laki isteri sedang ibadat,
           Sebagai biasa menurut adat,
           Keduanja ngeri mengutjap sjahadat
           Umar datang kehendak iradat.
Dengan sebilah pedang ditangan,
Umar bertania setjara tantangan,
"Suda!i membelot kamu gerangan,
Memilih agama ada larangan".
           Umar memegang rambut iparira,
           Hendak dipenggal batang lehernja,
           Fatimah madju menjampinginja,
           Njaris hampir sampai adjalnja.


1) M c * . Ridha, Muhammad, Mesir, 1949 M . hal.   127.




38
Geramlah Umar ketika itu,
Adiknja ditolak kelantai batu,
Darah mengalir djuga disitu,
Tak ada orang berani membantu-

       Serta melihat muka berdarah,
       Fatimah bangkit dengan amarah,
       Datang berani diri menjerah,
       Tawakkal kepada Allah pemurah,

"Wahai kakanda, Ibnu Chattab,
Kami berdua sudahlah tetap,
Memilih Islam jakin dan mantap",
Udjar Fatimah menangis meratap.

        "Apa jang hendak kau buat sekarang,
        Kami terima tidak mengerang,
        Allah jang tahu ghaib dan terang,
        Adjal tidak ditangan orang".

Fatimah memegang setjarik kertas,
Umar kesana mata terlintas,
Hendak dibatja barang sepintas
Fatimah berkata: „Engkau tak pan tas".

        'Tni wahju sutji mulia,
        Enkau tak lajak menjenluh dia,
        Pedoman kami miskin dan kaja,
        Biarkan kami jakin pertjaja".

Umar merampas membatja segera,
Nama Allah diatas tertera,
Djiwa mulai bergelora,
Belum pernah ada setara-

                                              39
            Surat T l i a h a 1) f i r m a n T u h a n ,
            D i t u r u n k a n mentjegah segala bantahan,
            MeJenjapkan sengkeia dan perpetjahan,
            A g a r h i d u p berkasih-kasihan.

Q u r ' a n turun b e r i k u t - i k u t ,
P c r i n g a ' a n bagi m e r c k a j a n g takut,
Kepada T u h a n tha'at m e n g i k u t
Pentjipla alam dunia malakut.
            B u m i dan langit dibuat terbentang,
            M a f a ^ a r i b u l a n serta bintang,
            M a l a i k a t dan i m a n semua binatang,
            K e p a d a n j a m e n j e m b a h pagi dan p e l a n g .

Ia iang p u n ' a semuanja i t u ,
T u h a n ang esa A l l a h j a n g satu,
T a k ado baginja s u r i sekutu,
Kepadanja k e m h a l i segala sesuatu.
            B e r k a t a l e m b u t ataupun keras,
             A l a u n u r . dihati hanja terguras,
            B a g i T u h a n m u l j u k u p l a h deras,
            D i k e t a h u i l e r i n g t c r b u k a djelas,
P m a r f e r h a m m e m b a t a surat,
                                   ;



M e n d a l a m i s i n i a falsafah tersirat,
Te-rje'ar hati tergetar urat,
Tjin'.a I s l a m l a l u mendjerat.
            D h v a ianp kasar m e n d ' a d i m u r n i ,
               :



            Mera'-a ketjil orang berani,
             Menjerah d i r i n ' a kepada R a b b a n i ,
            P c n t „ i p t a segala d u n i a i n i .



i)   Qur «n XX: I-I.
        -




40
        Tjahaja iman tampak dimuka,
        Wadjan lukisan hati belaka,
        Tak dapat orang mcnduga mendjangka,
        Kepada siapa Tuhan membuka-

ü m s r berkata dengan berani,
"Tak ada Tuhan bagiku kini,
fieiain Allah jang aku segani,
Muhammad Rasuln,a seorang murni",

       Kepada adiknja Fatimah djuïta,
        Sajjidina Umar lalu berkata,
        "Dimana Muhammad tolong berita,
       Padanja kuserahkan diri anggota.

Umar ditund'uk diadjari,
Lalu ke Safa ia berlari,
Sahabat melihat ada jang ngeri,
Telapi Muhammad muka berseri.

        Umar menjatakan dirinja Islam,
        Didepan sahabat didalam kelam,
        Setia semati timbul tenggelam,
        Dengan Nabi lalu bersalam.

Nabi bersjukur dan menengadah,
Kepada Tuhan tangan ditadah,
Hilanglah ngeri hilanglah gundah,
Bantuan Allah datanglah sudah

        Sedjak Umar masuk sekutu,
        Tidak sedikit Islam terbantu,
        Jang lain menjusul salu persatu,
         Mana jang iman terpikat tentu.

                                              41
Mengadjak : "Mari terang-terangan,
Masuk mesdjid dalam rombongan,
Membesarkan Tuhan bersama Djundjungan,
Meskipun Islam sedikit bilangan".
       Nabi Muhammad segera berkenan,
       Berdjalan ditengah dua pimpinan,
       Umar di kiri Hamzah di kanan,
       Dua pahlawan orang turunan.

Ruku' dansudjud didepan Ka'bah,
Suasana Islam sudah berubah,
Suara takbir sehagai lebah,
Umat Islam berhati tabah.




42
             7. I S R A \ . D A N         MI'RADJ.

            Siksaan 'azab tidak terperi,
            Umat Islam selalu ditjari,
            Ada jang hidjrah ke Habsjah berlari, 1)
            Resana sini bersembunji diri.
Perlawanan hebat dalam keluarga,
Golongan Quraisj menarub tjuriga,
Menenlang Islam segala tenaga,
Muhammad bingung hendak dilaga.

            Didalam susah gundah gulana,
            Tjobaan dari sini dan sana,
            Muhammad diambil dari buana,
            Isra' Mi'radj menghadap Rabbana. 2)

Menghadap Tuhan mengadukan diri,
Perintah sembahjang lalu diberi,
Tiang agama sehari-hari,
Menjembah Tuhan duduk berdiri.
             Isra' Mi'radj mendjadi udjian,
             Bagi pengikut jang sudah sekian.
             Mana jang batu mana berlian,
             Pertjaja tidaknja seperasaian.
Banjak jang dengar lalu pertjaja,
Sahabat sepaham sekata seia,
Tha'at dan patuh menundjukkan setia,
Abu Bakar diantaranja tjontoh mulia.

1)   Hidjrah ke Habsjah I tahun 615 M .
2)   Isra dan Mi'radj terdjadi dalam tahun 621 M.



                         : , . ' ' „                  43
Banjak djnga mengedjek menghinakan,
Abu Djahal penuh kemunafikan,
Menuduh Nabi jang bukan-bukan,
Gila tak dapat dipertjajakan.

       Abu Lahab bekerdja keras,
       Dalam membasmi Islam dibantras,
       Abu Djahal djuga selaras,
       Mengasuk mengatjau serta memeras.

Banjak korban dan air mata,
Banjak bahaja jang diderita,
Untuk kejakinan semata-mata,
Korbankan djiwa korbankan harta.




44
         8. H I D J R A H             KEMADINAH.

             Siapa berdjuang untuk Allah,
             Ditundjukkan djalan ditundjukkan helah,
             Tidakkan mundur tidakkan kalah,
             Begitulah dengan Rasullullah.

Orang Madinah datang membantu-
Orang Madinah djadi sekutu,
Nabipun hidjrah, waktupun tertentu, 1)
Melalui djalan berkarang batu.

             Kafir Quaraisj tidak berdaj*,
             Djika Allah menolong dia,
             Selamat sentosa perdjuangan djaja,
             Madinah menjambut bersuka ria.

Suasana gembira luar biasa,
Tatkala Nabi sampai didesa,
Sampai di Quba dengan sentosa,
Ra'jat bersorak meiepaskan rasa.


1)   Hidjrah ke Madinah 12 Rabl'nl awal tahun «22 M .




                                                        45
        O, bulan empat belas hari,
        Tjahajamu telah bexlimpah-limpah,
        O, purnama intan baiduri,
        Kemari engkau datang melangkah-

Tak dapat lidah mengutjapkan,
Melukiskan sjukur terima kasih,
Hanja do'a jang kami pandjatkan,
Kepada Allah jang Maha Pengasih.

        Wahai Nabi utusan Tuhan,
        Kemari engkau datang berkundjung,
        Membawa pcrintah serta suruhan.
        K a m i tha'ati kami djundjung.

0,bulan empat belas hari,
Tjahajamu telah berlimpah-limpah,
O, purnama intan baiduri,
Selamat kemari engkau berlangkah.




46
                  9. A G A M A             TAUHID.
              DiMadinah Islam tegak berdiri,
              Muhadjirin Ansar berdjabat djari,
              Mempraktekkan Islam dari theorie,
              Dari beragama kepada bernegeri.
Bibit di Mekkah mendjadi batang. 1)
Di Madinah tumbuh tak dapat ditentang,
Keradjaan Islam lalu terbentang,
Ra'jat bertambah pagi dan petang.
             Utusan dari sana dan sini,
             Dari Jahudi dari Nasrani,
             Datang bertanjakan itu dan ini,
             Mengenai Islam agama murni-

Rukun Islam tersimpul lima,
Kaiimah sjahadat mula pertama,
Sembahjang adalah tiang agama,
Puasa, zakat, hadji bersama.

             Kejakinan iman dasar pertjaja,
             Ada Allah, Rasul Anbia,
             Ada kitab, Malaikat sedia,
             Hari kiamat kehantjuran dunia.
Dihari kiamat datanglah mara,
Menghitung pahala, menghisab dosa,
Siapa beramal ia kuasa,
Nikmat sorga dapat merasa.

1)   Islam mulai tersiar di Mekkah (turun ajat Fasda'
     Surat AI-Hidjir) pada tahun 613 M.



                                                        47
        Aduh, jang djahat pen kelakuan,
        Merasa sedih merasa rawan,
        Ia digiring, ia ditawan,
        Kedalam neraka bersama kawan-

Kemudian pertjaja kadar dan kada,
Ditangan Allah ia berada,
Sesudah ichtiar tua dan muda,
Tawakkal padanja sudahlah pada.

        inilah pokok kejakinan,
        Disiarkan Nabi kiri dan kanan,
        Mengenai Islam keimanan,
        Adjaran Tuhan Chalikul Manan.

Islam berarti penjerahan diri,
Kepada Tuhan Chalikul Bari,
Jang berkuasa kanan dan kiri.
Tak ada jang lain disamping berdiri.

        Islam menghendaki Tuhan jang satu,
        Jang herbak disembah tidak bersekutu,
        Men djauhkan berhala penjembahan batu,
        Berpedoman kepada Qur'an bermutu.

Islam mengatur hidup rohani,
Antara manusia dengan Babbani,
Mengatur djuga hidup djasmani,
Sesama manusia didunia ini.

        Agama dan politik mendjadi satu,
        Tidak terpisah tentu-tentu,
        Mendjadi imam, mendjadi ratu,
        Beribadal ber'amal kepada jang satu.

48
Salu Tuhan satu Qur'an,
Untuk semua kebangsaan,
Saina rata seperasaan,
Kedudukannja tak ada perbcdaan.

       Demikianlah pertanjaan bertubi-tubi,
       Dihadapkan kepada Rasul Rabbi,
       Mengenai agama mengenai Nabi,
       Satu per-satu djawab diberi.

Ada jang iman ada jang ingkar,
Banjak mengedjek berkelakar,
Banjak djuga datang menukar,
Agama neneknja jang sudah berakar-




                                              49
 10.   PERANG      D A N    K E M E N A N G A N .

        Ra'jat bcrtambah musuh bertambah,
        Terutama Jahudi sekitar lembah,
        Musuh Quraisj datang merambah,
        Datang berperang bukan menjembah.
Nabi tidak kehilangan 'akal,
Kepada Allali\ia tawakkal,
Iman tjukup mendjadi bekal,
Islam sendjata tak dapat disangkal.

        Perdamaian ialah tudjuan Islam,
        Nabi berseru siang dan malam,
        Diadjak berunding djandji disulam,
        Pekerdja sama didalam alam.

Mengangkat sendjata karena terpaksa,
Mempertahankan diri dari perkosa,
Agar Islam djangan binasa,
Persaudaraan manusia dapat dirasa.
        Kekuatan Islam makin sehari,
        Bertambah teguh tempat berdiri,
        Kcmcnangan tertjapai kanan dan kiri,
        Musuh kalah meninggalkan lari-
Scmangat Islam tambah berkobar,
Berkat iman berkat sabar,
Semua musuh mendjadi bubar,
Islam lalu djadi tersebar.
        Tersebar seluruh Arab djazirah,
        Suku dan kabilah semua menjerah,
        Mendjadi saudara seagama sedarah,
        Kedalam Islam terikat terlirah.

50
Militer politik berdjalan bersama,
Quraisj pun menjerah tak tahan lama,
Kemenangan terachir sangat bergema,
Penjerahan Mekkah kota agama.

        Masuklah Nabi ketanah haram,
        Umatnja mengiring djeram-mendjeram,
        Abu Sofjan hati tak tenteram,
        Gundah gulana bermuka muram.

Kaum Quraisj ngeri dan gentar,
Takut dibalas takut dilontar,
Tetapi Nabi Sajjidil Mucbtar,
Mengampuni semua dengan sebentar-

        Rukan sifatnja membalas dendam,
        Datang membersibkan agama Adam,
        Agama Ibrahim jang sudah terpendam,
        Membasmi sjirik jang bendak memadam.

Ilu tudjuan pada mulanja,
Itu kemenangan pada acbirnja,
Rukan kehantjuran kota dan isinja,
Tak pernab terniat dalam batinja.

        Kemudian masuklah Nabi ke Mekkah,
        Kedalam mesdjid lalu melangkah,
        Masdjidil Haram penuh berkah,
        Chusju' lawazu' laku dan tingkah,

Diikuti oleh sahabat-sahabatnja,
Jang tidak sedikit djumlah bilangannja,
Pahlawan Islam serta tenlaranja,
Damai dan aman dengan lenangnja.

                                              51
       Nabi menjuruh meaghantjurkan berhala,
       Penjembahan musrik patung berkala.
       360 sedjak semula,
       La, Manata serta Hubala.

Hanja satu berhak disembah,
Allah Tuhan empunja Ka'bah,
Bukan batu sendiri digubah,
Semua itu berubah-ubah-

       Membuat sendiri menjembah sendiri,
       Sambil duduk sambil berdiri,
       Meminta kepada jang tak dapat mcmberi,
       Sjirik kepada Wahidul Kahari.

Sjirik besar sekali dosanja,
Diperingafkan Tuhan dalam Qur'annja,
.lang lain masih ada ampunannja.
Meskipun bagaimana ma ( jam hesarnja.

        Peperangan Nabi menurut riwajat,
        Sematjam disebut bernama Sarijah,
        Nabi kerahkan keliap wilajah,
        Bila perlu bersusah pajah.

Pasukan dirantjang balalcntara,
Dikirimkan Nabi diselenggara,
65 kali menurut tjeritera,
Menghadapi musuh tidak tcrkira.

        Jang lain Ghuzwah menurut buku,
        Memanggul sendjata alaf dipangku,
        Djiliad kelahi mengalahkan suku,
        Nabi memimpin menentukan laku.


52
        27 kali Nabi mengerah,
        Ghuzwah diatur menudju arah,
        Berperang berdjuang musuh menjerah,
        Demikian tjerilera menurut sedjarah.

9 kali diantaranja,
Jang Nabi turut memimpinnja,
Mengatur siasat tcritaranja.
Sehingga kemenangan dapat ditjapainja.

        Ghuzwah ini menurut tjeritera,
        Diantaranja Badarul Kubra,
        Umat, Ahzal), terdjauh mara,
        Musuh kalah merasa djera-

Banu Quraidhah, Banu Mustaliq,
Musuh dibunuh banjak ditjulik,
Tentara Islam membawa balik,
Kemenangan besar djika ditilik.

        Peperangan Hunain, peperangan Chaibar,
        Hebat dan tangkas menurut chabar,
        Musuh di Thaif petjah tersebar,
        Fath Mckkah musjrikin bubar.

Semua herhala dimusnahkan Nabi,
Sekitar Ka'bah rumah Rabbi,
Dihantjur dirobohkan bertuhi-tubi,
Tak ada jang tinggal sebesar serahi.

        Jang hak datang jang bathal hilang,
        Tauhid tidak alang kepalang,
        Djangan kemhali djangan berulang,
        Sampai kiamat datang mendjelang.

                                               53
Nabi menjuruh Bilal bin Rabah,
Azan diatas atap Ka'bah,
Scsudah berhala semua rebah,
Nabi sembahjang berehutbah-

        Memberi nasihat kepada jang hadir,
        Takut kepada satu jang kadir,
        Djanganlah lagi berlaku pandir,
        Runuh-membunuh, sindir-menjindir.

Didalam Islam semua saudara,
Orang mu'min tidak angkara,
Dalam masjarakat dalam negara,
Tolong menolong djika sengsara.

       Demikianlah adjaran Islam murni,
       Berdjalan sampai kesa'at kini,
       Berbudi halus disamping berani,
       Supaja selamatlah dunia ini.




54
               11. P E N U T U P-

        Demikianlah sedikit diriwajati,
        Seorang besar jang berbakti,
        Dengan sedjarah diperingati,
        Kelahirannja bersama entjik dan sitli.
Ia meletakkan dasar persaudaraan,
Jang tidak dibatas oleh kebangsaan,
Tetapi diikat oleh perasaan,
Kejakinan jang satu menudju kedjajaan,
        Ia mengadjarkan achlak jang tinggi,-
        Jang harus dipakai petang dan pagi,
        Guna pergaulan bermatjam segi,
        Agar berunlung tidak merugi.
Ia memadjukan merdeka berfikir,
Agar dogma dapat tersingkir,
Tidak fanatik ilmu kikir,
Kemadjuan tertjapai tak dapat dimungkir-
        Ia menggiatkan sosial bersama,
        Beramal tidak mengharapkan nama,         a
        Karena Allah karena agama,
        Tolong-menolong dengan pertjuma.
Inilah Muhammad jang kita peringati,
Perdjuangannja bersama kita ni'mati,
Dua perkara jang sangat berarti,
Ditinggalkan beliau sesudah mati.
        Qur'an pertama, Sunnah kedua,
        Agar dipegang sehagai fatwa,
        Tuntunan hidup muda dan tua,
        Djangan tersesat, selamat djua.



                                                     55
         TJERITA        NABI         WAFAT.

        Tjeritera Nabi waktu wafat,
        Rabiul awal dua belas tepat,
        Menurut tabib empunja pendapat,
        Sakit panas jang ia perdapat-
Mulai sakit dirumah Maimunah,
Semajam didalam kota Madinah,
Demam panas belum pernah,
Gelisah badan gelisab manah.
        Kepada isterinja bermohon diri,
        Agar beroleh izin diberi,
        Kerumah Aisjah Nabi mentjari,
        Tempat menetap sehari-hari.

Nabi ditunlun dalam bimbingan,
Saj jidina A l i tangannja ringan,
Abbas memegang kedua lengan,
Merasa lemab tubuh Djundjungan.
        Sitti Aisjah muda belia,
        Merawat Nabi siap sedia,
        Seluruh hati seluruh daja,
        Agar sehat kemhali djaja.
Tetapi sakit bertambah njeri,
Bertambah herat Tuhan mcmberi,
Nabi tak dapat tegak berdiri,
Mengimami shalat sehari-hari.

        Abu Bakar diminta datang,
        Tetapi Aisjah scakan menentang",
        Nabi berkata : „Djangan merintang",
        „Abu Bakariah imam pagi dan petang".

56
         Abu Bakar lalu memimpin sembahjang,
         Tudjuh belas kali pagi dan petang,
         Kegirangan Nal)i nampak terbajang,
         Menandakan rela tertumpah sa jang.

Sampailah hari Senajan pagi,
Nabi keluar sendiri pergi,
Kepala berbungkus kain beragi,
Demain masih menggentar gigi.

        Melihat Nabi sahabat gembira,
        Sekian lama tidak tertera,
        Sekarang tainpak terdengar suara,
        Gundah ienjap terlipur lara,

Bukan sedikit tjinta sahabat,
Kepada Nabi kasih tertambat,
Djika sebentar datang terlambat,
Tanja menanja sesama kerabat.

        Segala sahabat arif budiman,
        Kepada Nabi tjinta dan iman,
        Melebibi dirinja, melebihi teman,
        Demikian tersebut didalam firman.

Lebih dari ibu dan bapa,
Tjintakan Nabi tidak serupa,
Itulah sebabnja duka neslapa,
Tak tainpak Nabi dilihat rupa,

        Saliabatpun datang berdjabat tangan,
        Meiepaskan hati dan angan-angan,
        Mata berair kegirangan,
        Kcmbali sembuh Nabi gerangan-


                                               57
Sesudah sembahjang Nabi chutbah,
Tingkah lakunja lampak berubah,
Tetapi berkata lanljar dan tabah,
Nasihat terachir Nabi mahbubah.

        Diatas minibar ia berinadah,
        Memudji Tuhan sehagai sudah,
        Terharu mendengar gctaran lidah,
        Tampak terbajang gulana gundah.

„Wahai manusia semua orang,
Kudcngar engkau mengeluh mengerang,
Takut Nabimu mati sekarang,
Maut padaku datang menjerang.

        Kunjatakan padamu, wahai kekasih,
        Apakab pernah ada tersisih,
        Nabi dahulu sutji bersih,
        Hidup abadi sekarang masih ?

Semua orang ada adjalnja,
Semua umur ada baïasnja,
Dari Allah asal datangnja,
Kepadanja kemhali achir kelaknja.

        Tidaklah aku terketjuali,
        Suratan Tuhan dalam azali,
        A k u dahulu mungkin kemhali,
        Engkau menjusul dihelakang kali.

Berbuat baiklah kamu semua,
Muhadji rin Ansar siapapun djua,
Nasehat-menasehati bila tersua,
Kebenaran kesabaran islimewa.

58
Sifat insan banjak pclupa,
Kepada Tuhan sering alpa,
Ketjuali niereka ditegur disapa,
Berbuat baik segala rupa,

        Tjamlah olehmu, semua insan,
        Kepadamu aku hendak berpesan,
        Berkasih-kasihan berbalas-balasan,
        Gemar menolong, berbuat ihsan.

Takuti Tuhan berbuat djabat,
Banjak ibadat perbanjaklah djihad,
Segala amahnu ielilas dan sjubhat,
Ia talm ia melihat.

        Djanganlah engkau membohongi Tuhan,
        Menjesal diacbir kelak kesudahan,
        Muhadjirin dan Ansar berbalas kasihan,
        Djauhkan sengketa berbantah-bantahan.

Djangan kemhali berbuat fasad,
Berulang kepada kerdja sesat,
Pergunakan otak sidik siasat,
Bersatu padu djanganlah hasad,

        Sambung menjambung silaturrahmi,
        Diantara insan diatas bumi,
        Itulah adjaran Nabi jang ummi,
        Adjaran Tuhanmu dan Tuhan kami".

Demikian mutiara untaian penghabisan,
Dihamburkan Nabi meninggalkan pesan,
Untuk sahabat mendjadi warisan,
Berbekas mendalam serta berkesan.


                                             59
             Seperti ajam ditinggalkan induk,
             Semua sahabat kepala menunduk,
             Sunji senjap menekurkan kuduk,
             Remuk rendam didalam duduk.
Kelihatan sahabat mengusap muka,
Tak dapat menahan sedih dan duka,
Abu Bakar melihat alamat belaka,
Perpisahan telah mendekati djangka.
             Suara tangis tersedu-sedu,
             Denjulan djantung adu-beradu,
             Tjinta mengeluh, kasih berpadu,
             Kepada Tuhan diri mengadu.
Ja Tuhanku Allah ma'bud,
Djangan duin Rasul ditjahut,
Kekasih kami jang lemah lembut,
Semua berdo'a semua menjebut-
             Tetapi adjal tak dapat disangkal,
             Bagi siapa kehabisan bekal,
             Umur tak dapat diukur didjengkal,
             Keachirat djua negeri jang kekal.
Dalam pangkuan Aisjah Sitti,
Nabi wafat menemui mati, 1)
Sesudah selesai beramal bakti,
Menjampaikan tugas pcrintah Izzati.
             Diwaktu ia menidup mata,
             Kata terachir menurul tjerita,
             Menjebut Allah Tuhan semcsla,
             Menjerahkan umatnja sama serta.

1)   Wa/at Nabi hari Senin 12 Rabi'ul awal th. 11 H .
     bersama (lengan 7 Juni th. 632 M .



60
Tersiarlah chabar, tersiarlah berita,
Seluruh kampung, seluruh kota,
Masjarakal Islam gegap gempita,
Gempar sedih berduka tjita.

         Bahkan banjak jang tak pertjaja,
         Nabi sudah meninggalkan kita, ?
         Mengaku masih hidup sedia,
         Tak kan mati seumur dunia-

Tjinta dan kasih terlata amat,
Kepada pemimpin, kepada Muhammad,
Katanja hidup sampai kiamat,
Tak mungkin mati sehagai umat.

         Sungguh tjinta membuat buta,
         Umar bin Chattab menghunus sendjata,
         "Muhammad mati bukan berita,
         Masih hidup seperti kita!"

"Siapa berkata Muhammad meninggal,
Kepalanja segera akan kupenggal,
Ia dirumah masih tinggal,
Tidak mati, sangatlah djanggal".

         Katjau balau lidakterperi,
         Abu Bakar segera datang berdiri,
         Umar disingkirkan kesebelah kiri,
         Pcnerangan pendjelasan lalu diberi.

Abu Bakar sahabat jang penuh iman,
Mengambil dalil dari firman,
Berkata: "Wahai semua teman,
Tenang dan tinggallah tetap aman.

                                                61
            Seperti ajam ditinggalkan induk,
            Semua sahabat kepala menunduk,
            Sunji senjap menekurkan kuduk,
            Remuk rendam didalam duduk.
Kelihatan sahabat merigusap muka,
Tak dapat menahan sedih dan duka,
Abu Bakar melihat alamat belaka,
Perpisahan telah mendekati djangka.
             Suara tangis terscdu-sedu,
             Den ju tan djantung adu-beradu,
             Tjinta mengeluh, kasih berpadu,
             Kepada Tuhan diri mengadu.
Ja Tuhanku Allah ma'bud,
Djangan duin Rasul ditjabut,
Kekasih kami jang lemah lembut,
Semua berdo'a semua menjebut-
             Tetapi adjal tak dapat disangkal,
             Bagi siapa kehabisan bekal,
             Umur tak dapat diukur didjengkal,
             Keachirat djua negeri jang kekal.
Dalam pangkuan Aisjah Sitti,
Nabi wafat menemui mati, 1)
Sesudah selesai beramal bakti,
Menjampaikan tugas perintah Izzati.
             Di waktu ia menutup mata,
             Kata terachir menurut tjerita,
             Menjebut Allah Tuhan semesta,
             Menjerahkan umatnja sama serta.

1)   Wa/at Nabi hari Senin 12 Rabl'ul awal th. 11 H .
     bersama dengan 7 Juni th. 632 M .



60
Tersiarlah ehabar, tersiarlah berita,
Seluruh kampung, seluruh kota,
Masjarakat Islam gegap gempita,
Gempar sedih berduka tjita.

         Ralikan banjak jang tak pertjaja,
         Nabi sudah meninggalkan kita, ?
         Mengaku masih hidup sedia,
         Tak kan mati seumur dunia.

Tjinta dan kasih lerlalu amat,
Kepada pemimpin, kepada Muhammad,
Katanja hidup sampai kiamat,
Tak mungkin mati sehagai umat.

         Sungguh tjinta membuat buta,
         Umar bin Chattab menghunus sendjata,
         "Muhammad mati bukan berita,
         Masih hidup seperti k i l a ! "

"Siapa berkata Muhammad meninggal,
Kepalanja segera akan kupenggal,
Ia dirumah masili tinggal,
Tidak mati, sangatlah djanggal".

         Katjau balau tidaklerperi,
         Abu Bakar segera datang berdiri,
         Umar disingkirkan kesebelah kiri,
         Pcnerangan pendjelasan lalu diberi.

Abu Bakar sahabat jang penuh iman,
Mengambil dalil dari firman,
Berkata: "Wahai semua teman,
Tenang dan tinggallah tetap aman.

                                                61
Menjembah Muliammad artinja malang,
Sungguh ia sudah berpulang,
Tidak seorang dapat nienghalang,
Kehendak Allah datang mendjelang.

        Siapa menjembah Allali jang satu,
        Allah hidup setiap waktu,
        Kepadanja menjerah insan dan hantu,
        Ra'jal djclata maupun ratu,

Menurut sehuah Hadis Tirmidzi,
Dikala wafat Nabi terdjadi,
Makanan tak ada sebatok padi,
Terdapat dirumah didalam pundi,

        Satu-satunja menurut tjerita,
        Ditinggalkan Nabi sabagai har la,
        Ialab pusaka sebilab sendjata,
        Seekor keledai jang sudah buta.

Kemudian ada diperdapatkan,
Sepotong tanah ia tinggalkan,
Tetapi sudah disedekahkan,
Sebelum wafat dalam sepekan.

        Sitti Aisjah menerangkan pendapat,
        Kedjadian waktu Djundjungan wafat,
        Tak ada makanan sebesar kctupat,
        Dirumah Aisjah tidak 'erdapat.

Alangkah miskinmu, wahai Djundjungan,
Hidupmu mclarat tiada bandingan,
Sedangkan kuntji ada ditangan,
Kekajaan dunia dan keagungan.

62
        Lebih suka hidup melarat,
        Hidup miskin, hidup darurat,
        Bukanlah dunia mendjadi hasrat,
        Tudjuan bahagia dinegeri achirat-

Tjintamu kepada Tuhan semesta,
Melupakan diri melupakan harta,
Melupakan tachia, melupakan mabkota,
Berbakti kepada Allah semata.

        Tuhanku berikan kami hidajah,
        Menuruti djedjaknja dalam di'ajah,
        Agar berhasil susah dan pajah,
        Menempuh hidup duniawiah.

Demikianlah sedikit riwajat (ergubah,
Kelahiran Nabi jang sangat mahubah,
Djika kurang silakan tambah,
Djika salah tolonglah ubah.

        Tjukuplah sekedar ini hari,
        Kututup sambil menampung djari,
        Berdo'a menurut karangan Busiri,
        Aminkan sekarang kubatja mari.




                                             63
64
65