paper-totolan-uas

Document Sample
paper-totolan-uas Powered By Docstoc
					         PENGARUH SERTIFIKASI KEAHLIAN TERHADAP
                PERKEMBANGAN KARIR DI BIDANG IT

                                      ABSTRAK


       Persaingan dalam bidang teknologi informasi (TI) di era globalisasi sekarang ini
telah menunjukkan geliat yang cukup pesat. Persaingannya pun tidak hanya terbatas pada
pelaku atau perusahaan yang terbatas dalam lingkup regional, melainkan sudah
mencakup ke persaingan antarbangsa.
       Hal ini memang tentu saja suatu kewajaran mengingat bahwa lingkungan
kehidupan kita saat ini telah berada dalam era globalisasi. Era, di mana, batasan-batasan
negara tidak relevan lagi dijadikan pembatas persaingan. Bahkan karena TI itu sendiri
menjadi motor penggerak kemajuan globalisasi maka dengan sendirinya para praktisi TI
menempati posisi terdepan dalam dunia digital. Dan, karena globalisasi sangat erat
kaitannya degan persaingan para praktisi yang bekerja dalam suatu perusahaan TI, kini,
dituntut untuk berani berkompetisi dengan perusahaan asing yang selama ini dianggap
lebih berkualitas dalam berbagai hal.
       Membicarakan kompetisi tentu saja tidak lepas dari sertifikasi sebagai satu syarat
minimal bagi legitimasi seseorang untuk membuktikan kualitas SDM (sumber daya
manusia) dan profesionalismenya. Sebab, sertifikasi yang diakui secara profesional
adalah bukti kompetensi seseorang yang telah memiliki kemampuan dan ketrampilan
dalam merancang, mengkonfigurasikan, menerapkan, maupun merawat perangkat lunak
perusahaan.


Kata Kunci : sertifikasi, bidang TI
                                        BAB 1
                                  PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

        Karir adalah proses. Ada cara dan jalur untuk mengembangkannya. Perusahaan
berkualitas selalu berupaya menciptakan jenjang karir yang sesuai dengan kapasitas,
kualitas dan dedikasi karyawan demi kontribusi dan prestasi kerja yang prima. Karir
merupakan bagian dari perjalan dan tujuan hidup seseorang. Setiap orang berhak dan
berkewajiban untuk sukses mencapai karir yang baik.
       Anggapan yang sudah mapan dan nyata sering kita jumpai dalam kehidupan
masyarakat bahwa seseorang akan berhasil atau sukses dalam karirnya bilamana
seseorang tersebut sudah menjadi atau menempati posisi manajer atau kepala dalam
suatu instansi, baik di pemerintahan maupun swasta. Dengan persepsi semacam ini
seseorang mendapat pengakuan dan merasa dihargai, dihormati baik di lingkungan kerja,
di keluarga maupun di masyarakat. Status dan martabat menjadi terangkat serta menjadi
satu kebanggaan tersendiri.
       Meningkatnya implementasi TI mulai dari operasional bisnis biasa sampai ke
jaringan perusahaan yang lebih kompleks menyebabkan kebutuhan tenaga TI tidak hanya
dirasakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang TI, tetapi juga nonTI. Seiring dengan
kebutuhan tenaga kerja TI yang diperkirakan akan terus meningkat, berbagai posisi atau
jabatan baru di bidang TI juga bermunculan. Jika Anda berada berada di antara ratusan
pelamar yang berharap mengisi beberapa lowongan di bidang TI, apa yang bisa membuat
Anda berbeda dengan pelamar-pelamar lain? Lalu jika Anda sudah menjadi salah satu
bagian dari tenaga TI dan ingin meniti tangga karier, apakah yang bisa Anda lakukan
untuk menegaskan kualitas Anda dibanding sekian banyak rekan seprofesi Anda? Apa
yang dapat menjadi jaminan untuk perusahaan-perusahaan yang ingin membayar Anda
untuk solusi TI yang dapat Anda berikan ?.
       Salah satu jawabannya adalah dengan mendapatkan pengakuan atau sertifikasi
untuk bidang spesialisasi Anda. Mungkin akan muncul pertanyaan, apakah pendidikan
formal yang sudah Anda kantongi belum cukup untuk membuktikan kemampuan
Anda?.Cepatnya perkembangan TI serta semakin kompleksnya teknologi tidak
memungkinkan bagi lembaga pendidikan untuk mengadopsi perubahan secara cepat.
Keterbatasan kurikulum, dan keinginan untuk independen terhadap produk tertentu
menjadi kendala menghadapi perubahan tersebut. Di sisi lain kebutuhan tenaga kerja TI
sering membutuhkan kompetensi yang lebih spesifik, seperti pengalaman terhadap
penggunaan software tertentu yang diimplementasikan dalam perusahaan tersebut. Hal ini
mendorong turun tangannya para vendor untuk ikut terjun dalam program pendidikan
yang pada akhirnya melahirkan standar kompetensi atau sertifikasi.
         Adanya standar kompetensi dibutuhkan untuk memudahkan bagi perusahaan atau
institusi untuk menilai kemampuan (skill) calon pegawai atau pegawainya. Adanya
inisiatif untuk membuat standar dan sertifikasi sangat dibutuhkan. Namun masih terdapat
permasalahan seperti beragamnya standar dan sertifikasi. Sebagai contoh, ada standar
dari Australian National Training Authority. Standar dan sertifikasi dapat dilakukan oleh
badan yang resmi dari pemerintah atau dapat juga mengikuti standar sertifikasi di
industri, yang sering juga disebut vendor certification. Untuk contoh yang terakhir
(vendor certification), standar industri seperti sertifikat dari Microsoft atau Cisco
merupakan standar sertifikasi yang diakui di seluruh dunia. Padahal standar ini
dikeluarkan oleh perusahaan, bukan badan sertifikasi pemerintah. Memang pada intinya
industrilah yang mengetahui standar yang dibutuhkan dalam kegiatan sehari-harinya.


1.2 Ruang Lingkup

          Ruang lingkup pada penyusunan Paper ini dibatasi pada :
   1.   Mengetahui pengaruh sertifikasi dalam karir di bidang IT khususnya.
   2.   Mengetahui jenis-jenis sertifikasi khususnya di bidang IT.
   3.   Mengetahui keuntungan sertifikasi dalam karir di bidang IT .
   4.   Memberikan tips bertahan berkarir di bidang IT
                                       BAB 2
                               LANDASAN TEORI



2.1 Teori Umum
     Pembahasan teori-teori berkaitan dengan karir, teknologi informasi dan sertifikasi.

     2.1.1 Pengertian Karir
             Karir adalah rangkaian posisi yang berkaitan dengan kerja yang ditempati
     seseorang sepanjang hidupnya.
             Karir juga dapat dipandang dari berbagai perspektif yang berbeda. Dari
     tinjauan umum, karir dipandang sebagai urut-urutan posisi yang diduduki oleh
     seseorang selama jangka waktu hidupnya. Ini merupakan karir objektif. Dari
     perspektif lainnya karir sendiri terdiri dari perubahan-perubahan dalam nilai,
     sikap dan motivasi yang terjadi karena seseorang menjadi semakin tua. Gambaran
     ini merupakan karir yang subjektif. Kedua perspektif tersebut terfokus pada
     individu, yang menganggap bahwa orang memiliki beberapa tingkat pengendalian
     terhadap nasib mereka sehingga mereka dapat memanipulasi peluang untuk
     memaksimalkan keberhasilan dan kepuasan yang berasal dari karir mereka.
     (Hidayat, 2002).

     2.1.2 Pengertian Teknologi
            Teknologi adalah pengembangan dan penggunaan dari alat, mesin,
     material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Kata
     teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip
     dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan.


     2.1.3 Pengertian Informasi
             Menurut McLeod (2001, p12), informasi adalah data yang telah diproses
     atau data yang memiliki arti.
           Menurut O’Brien (2002, p15), informasi adalah data yang telah diubah
     menjadi berarti dan berguna khususnya bagi pengguna akhir.
            Informasi merupakan sekumpulan data. Oleh karena itu, informasi tidak
     dapat dipisahkan dari data.
             Menurut McLeod (2001, p15), data adalah sesuatu yang terdiri dari fakta-
     fakta dan bentuk-bentuk yang relatif tidak berarti bagi penggunaannya.
             Menurut Turban (2001, p17), data adalah fakta mentah atau deskripsi
     dasar dari sesuatu, aktivitas dan transaksi yang diambil, dicatat, disimpan dan
     diklasifikasikan, tetapi tidak diorganisasi untuk menyampaikan pesan tertentu.
2.1.4 Pengertian Teknologi Informasi
        Menurut Haag & Keen (1996), teknologi informasi adalah seperangkat
alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas
yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.


                              Komputer
           DATA                                     INFORMASI
                             (permroses)



                             PROGRAM

       Menurut Martin (1999) , teknologi informasi adalah tidak hanya terbatas
pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan
untuk memroses dan menyimpan informasi, namun juga mencakup teknologi
komunikasi untuk mengirimkan informasi.
       Menurut Williams & Sawyer (2003) , teknologi informasi adalah
teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer dengan jalur komunikasi
berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video. Teknologi informasi
adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi.


       2.1.4.1 Pengelompokan Teknologi Informasi
               Teknologi Informasi dapat di kelompokkan menjadi :
       -    Teknologi Masukan (Input Technology)
            Berhubungan dengan peralatan untuk memasukkan data ke dalam
            sistem komputer.
            Cth: keyboard, mouse
       -    Teknologi Mesin Pemroses (Processing Machine)
            Lebih dikenal dengan CPU (central processing unit), mikroprosesor,
            atau prosesor. Merupakan bagian dalam sistem komputer yang
            menjadi pusat pengolahan data dengan cara menjalankan program
            yang mengatur pengolahan tersebut.
            Cth: pentium, AMD
       -    Teknologi Penyimpan
            1. Memori Internal: pengingat sementara bagi data, program, dan
            informasi ketika proses pengolahannya dilaksanakan oleh CPU
            Cth: ROM (read-only) & RAM (random access)
            2. Memori Eksternal: menyimpan data secara permanen (sekalipun
           tidak mendapat aliran listrik)
           Cth: hard disk, disket, flash disk
       -   Teknologi Keluaran (output technology)
           Teknologi yang berhubungan dengan segala piranti yang berfungsi
           menyajikan informasi hasil pengolahan sistem.
           Cth: monitor, printer


       -   Teknologi Perangkat Lunak (software)
           Dikenal juga sebagi program/aplikasi yang digunakan untuk
           mengendalikan komputer sesuai dikehendaki.
           Cth: Microsoft Word untuk pengolah kata


2.1.5 Pengertian Sistem Teknologi Informasi
      Sistem Teknologi Informasi adalah sistem yang terbentuk sehubungan
dengan penggunaan teknologi informasi.
Komponennya terdiri dari :
       -   Perangkat Keras (hardware)
           Tampak secara fisik (komputer, printer, dll)
       -   Perangkat Lunak (software)
           Berupa aplikasi/program
       -   Manusia (brainware)
           Pemakai, pemelihara dan pembuat sistem (cth: programmer)



                               BRAINW             HARDW
                                ARE                ARE




                                         SOFTWA
                                           RE



               Gambar 2.1 Komponen Sistem Teknologi Informasi
2.1.5 Pengertian Sertifikasi
        Pengertian Sertifikasi adalah proses pemberian pengakuan atas
pemenuhan standar nasional. Yang dimaksud dengan sertifikasi disini adalah
standarisasi secara profesional bagi mereka yang kompeten di bidang pekerjaan
masing-masing yang dikelola dan dibina oleh Organisasi Profesi bukan
Pemerintah. Sertifikasi ini memenuhi persyaratan kualitas profesional yang sudah
ditetapkan.
       Tiga Pilar Utama yang menopang Sertifikasi adalah
       -   Kompetensi (Knowledge and Expertise)
       -   Pengalaman (Experience and Exposure)
       -   Etika, Moral dan Integritas Profesional (Professional Ethics, Moral
           and Integrity)
                                         BAB 3
                                   PEMBAHASAN


3.1 Sekilas tentang pekerjaan di bidang IT

       Jenis-jenis pekerjaan di bidang IT diantaranya:

1) Teknisi Komputer

       Jenis pekerjaan ini contohnya adalah merakit komputer (biasa ditemui di toko
komputer), memasang jaringan dan infrastruktur IT lainnya (petugas lapangan). Untuk
pekerjaan ini tidak dibutuhkan tingkat kesarjanaan. Kebanyakan posisi ini ditempati oleh
orang2 lulusan SMU atau STM.

2) Programmer

       Tugasnya adalah membangun software atau aplikasi, baik itu di internal
organisasi atau outsource atau sering di kenal dengan koding. Dari pengalaman,
programmer perlu memiliki kemampuan yang spesifik disuatu teknologi atau spesialisasi,
misalnya Java, .NET, atau yang lainnya. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada
programmer yang jago dibeberapa bahasa pemrograman. Kalau dibedakan menjadi 2
bagian besar, maka akan ada programmer yang spesialisasi di desktop application dan
webbased application. Kebanyakan posisi ini ditempati oleh orang-orang lulusan sarjana
IT.

3) System analyst

        Tugasnya adalah merancang sistem. Ia bertugas menerjemahkan user requirement
menjadi rancangan sitem, dari logical database sampai user interface. Ada beberapa
yang menganalogikan antara analyst dan programmer seperti pekerjaan membuat baju.
Kalau sistem analyst adalah designernya, sedangkan programmer adalah tukang jahitnya.
Biasanya untuk menjadi system analyst harus dimulai dari pengalaman menjadi
programmer dulu, meskipun ada beberapa perusahaan yang langsung meng-hire fresh
graduate menjadi system analyst karena company tersebut memang bergerak di level
analyst. Kebanyakan posisi ini ditempati oleh orang-orang lulusan sarjana IT.

4) Peneliti atau dosen

       Bagi yang memiliki jiwa peneliti dan pengajar, pekerjaan ini sangat cocok buat
anda. Ada beberapa teman saya yang lebih ingin menjadi peneliti atau dosen, dibanding
bekerja menjadi seorang pelaku industri. Tentunya orang-orang yang memilih jalur ini
akan mendapatkan kesempatan untuk tingkat pendidikan lebih lanjut seperti S2 dan S3.
5) Administrator

        Ada beberapa tipe administrator yang dimaksud yaitu administrator database,
administrator operating system, administrator jaringan, dan administrator aplikasi (misal
ERP). Masing-masing memiliki keahlian spesifik dibidangnya dan bahkan sertifikasi
khusus untuk masing-masing teknologi, seperti Microsoft, Cisco, Oracle, dll. Sertifikasi
ini menjadi salah satu tolak ukur bagi perusahaan dalam meng-hire orang-orang diposisi
ini. Kebanyakan posisi ini ditempati oleh orang-orang lulusan sarjana IT.

   a. Database Admnistrator

              Bertanggung jawab atas kinerja, integritas dan keamanan database
       Persyaratan tambahan peran yang cenderung termasuk perencanaan,
       pengembangan dan pemecahan masalah. Database Admnistrator harus memiliki
       kompetensi dalam bidang monitor dan mengelola sebuah database.

   b. Administrator Operating System

               Orang yang bekerja untuk memelihara dan mengoperasikan komputer
       sistem dan / atau jaringan. Sistem Administrator mungkin anggota dari seuah
       departemen teknologi informasi. Tugas dari sistem administrator cukup luas, dan
       sangat bervariasi dari satu organisasi ke yang lain. Sistem Administrator biasanya
       diisi dengan menginstal, mendukung, dan memelihara server atau sistem
       komputer, dan berencana untuk menanggapi dan layanan outages dan masalah
       lainnya. Tugas-tugas lainnya dapat mencakup scripting atau cahaya
       pemrograman, manajemen proyek untuk sistem yang berhubungan dengan
       proyek, pengawasan atau pelatihan komputer operator, dan sebagai konsultan
       untuk masalah komputer di luar pengetahuan teknis mendukung staf. Sistem
       Administrator harus menunjukkan campuran keterampilan teknis dan tanggung
       jawab. Harus memiliki kompetensi menghubungkan perangkat keras, melakukan
       instalasi Microsoft Windows, melakukan instalasi Linux, pasang dan konfigurasi
       mail server, ftp dan web server serta memahami routing.

   c. Administrator Jaringan

               Profesi yang bertanggung jawab untuk perawatan perangkat keras
       komputer dan perangkat lunak yang terdiri dari sebuah jaringan komputer. Hal ini
       biasanya meliputi deployment, konfigurasi, pemeliharaan dan pemantauan dari
       peralatan jaringan aktif. Administrator Jaringan terkait peran dari spesialis
       jaringan, atau jaringan analis, yang berkonsentrasi pada jaringan desain dan
       keamanan. Administrator Jaringan yang biasanya tingkat teknis / jaringan staf
       dalam suatu organisasi akan jarang terlibat langsung denga dukungan pengguna.
       Administrator Jaringan yang akan berkonsentrasi pada kesehatan secara
       keseluruhan jaringan, server deployment, keamanan, jaringan konektivitas
       memastikan seluruh perusahaan LAN / WAN infrastruktur, dan semua
       pertimbangan teknis di jaringan tingkat organisasi teknis hirarki. Administrator
       Jaringan harus memiliki setidaknya tujuh kompentensi seperti menghubungkan
       perangkat keras, mengelola dan melakukan konfigurasi sistem operasi yang
       mendukung network, mengelola perangkat network, memahami routing, mencari
       sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya, mengelola network security,
       monitor dan mengelola network security.

6) Security administrator

       Di beberapa perusahaan besar ada fungsi khusus untuk mengelola security sebagai
bagian dari IT Governance untuk terciptanya segregation of duties. Tugasnya antara lain
sebagai pengelola user access dan pengelola konfigurasi security. Kebanyakan posisi ini
ditempati oleh orang-orang lulusan sarjana IT.

7) IT consultant / compliance

       Ada beberapa turunan dari bidang pekerjaan ini yang diantaranya adalah :

   a. IT auditor, melakukan evaluasi dan rekomendasi atas lingkungan IT di sebuah
      perusahaan. Sertifikasi yang terkait dengan hal ini adalah CISA, CGEIT dan CIA.
   b. Security consultant, melakukan evaluasi dan rekomendasi khusus untuk
      keamanan IT di sebuah perusahaan. Sertifikasi yang terkait dengan hal ini adalah
      CISSP, CISM, dan SANS.
   c. IT compliance, melakukan evaluasi atas kepatuhan lingkungan IT suatu
      perusahaan terhadap beberapa regulasi yang terkait dengan perusahaan tersebut
      baik itu dari internal maupun external.
   d. Penetration tester, melakukan evaluasi atas keamanan suatu sistem dengan cara
      CHFI. Meskipun demikian, pengalaman dan knowledge hacking lebih diutamakan
      untuk menjadi profesi ini.

8) IT Art/Designer

       Pekerjaan yang terkait dengan bidang ini adalah web designer, image designer,
dan animator (2D/3D). Disini sangat dibutuhkan orang-orang yang memiliki jiwa seni
yang tinggi, karena memang pekerjaan ini akan mengutamakan dari sisi art. Meskipun
seseorang bisa menggunakan tools seperti Adobe Photoshop, Macromedia Dreamworks,
3D animation tool dan lainnya, namun tidak akan ada gunanya jika mereka tidak
memiliki jiwa seni.

9) Data analyst

        Tugasnya adalah mengolah data dan memberikan hasil analisa terhadap olahan
data tersebut. Orang yang termasuk di bidang ini seperti data analyst untuk revenue
assurance, data analyst untuk fraud investigator, atau juga data analyst untuk MIS.
Keahlian yang dibutuhkan adalah kemampuan menggunakan tools pengolahan data,
seperti ACL, IDEA, dan lainnya.
3.2 Perlukah Sertifikasi di Bidang IT?

        Sertifikasi di bidang IT security belum tentu menjamin di terimanya anda dalam
suatu pekerjaan tapi yang pasti akan membantu anda meningkatkan posisi dan reputasi
anda. Dalam dunia IT, sertifikasi merupakan hal yang bisa penting tapi juga bisa dibilang
tidak.Apalah artinya, jika seseorang dapat lulus ujian MCSE tapi tidak dapat tahu
bedanya antara Internet Domain dan Windows Domain? Jika mau membuat diri kita
berbeda, membutuhkan respek dalam pekerjaan, dan (terus terang) jika mau mendapatkan
pendapatan lebih, kita harus berbuat lebih dari pada sekedar mengejar sertifikasi saja.
Kita perlu meningkat pengalaman, dedikasi dan kerja keras serta mengikuti
perkembangan. Seperti umumnya dimana pun, yang lebih penting dari sertifikasi itu
sendiri adalah kemampuan yang sebenarnya dan pengetahuan yang mendasar diberbagai
informasi mengenai bidang tersebut.
        Banyak alasan untuk mendapatkan sertifikasi IT (Information Technology). Hal
utama adalah sertifikasi di bidang Teknologi Informasi dan Telekomunikasi memberikan
kredibilitas bagi pemegangnya. Sertifikasi IT menunjukkan para Professional Teknologi
Informasi memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dapat dibuktikan. Sertifikasi IT
juga memberikan keunggulan bersaing bagi perusahaan, khususnya dalam pasar global
karena kemampuan dan pengetahuan Profesional Teknologi Informasi dan
Telekomunikasi telah diuji dan didokumentasikan.

       Nilai Sertifikasi IT untuk Peningkatan Bisnis Perusahaan
       A. Selaras dengan Tujuan Bisnis Perusahaan
              1. Memberikan keunggulan bersaing yang nyata.
              2. Memberikan pelayanan pada tingkat yang lebih tinggi.
              3. Meningkatkan produktivitas kerja.
              4. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang lebih lengkap.
              5. Meningkatkan kredibilitas terhadap mitra bisnis dan pelanggan.
              6. Memberikan dampak terukur untuk efisensi dan keuntungan bisnis.
              7. Menjadi tujuan penting bagi bisnis perusahaan.

       B. Alat yang penting untuk mempertahankan dan mendapatkan SDM bidang ICT
             1. SDM yang memiliki sertifikasi IT lebih loyal dan kurang suka berganti
                 pekerjaan.
             2. Sertifikasi IT adalah suatu cara untuk mempertahankan SDM
                 berkompetensi.
             3. Berfungsi sebagai pembeda tingkat kemampuan antara staff senior dan
                 staff baru.
             4. Berfungsi sebagai skala pembanding untuk kemampuan teknis.
             5. Sertifikasi IT memungkinkan pemilihan yang lebih baik dalam proses
                 rekruitmen.
             6. Memberikan perusahaan sebuah standar kemampuan yang konsisten.
             7. SDM yang memiliki sertifikasi mampu melakukan fungsi pekerjaan
                 dengan baik.
3.2.1 Jenis sertifikasi
        Pada dasarnya ada 2 jenis sertifikasi yang umum dikenal di masyarakat,
yaitu :
 Sertifikasi akademik (sebetulnya tidak tepat disebut sertifikasi) yang
    memberiakn gelar, Sarjana, Master dll
 Sertifikasi profesi. Yaitu suatu sertifikasi yang diberikan berdasarkan keahlian
    tertentu untuk profesi tertentu.
        Sayangnya sertifikasi akademik sulit memiliki implementasi langusng
dalam industri ICT. Disebabkan karena kecepatan perubahan serta standardisasi
antara Universitas. Di samping itu tujuan universitas memang berbeda dengan
tujuan industri. Universitas bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar
bukannya keahlian khusus atau kompetensi untuk profesi tertentu yang
dibutuhkan oleh industri. Spesialisasi yang terlalu sempit juga tidak cocok untuk
pengembangan universitas.
        Sedangkan sertifikasi profesional pada dasarnya memiliki 3 model, yaitu :
 Dikembangkan oleh Profesional Society, sebagai contoh British Computer
    Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian
    Regional Computer Confederation (SEARCC) dan lain-lain.
 Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional,
    SAGE         (System      Administration     Guild),     CISA(IS        Auditing)
    [http://www.isaca.org/]
 Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (by Microsoft), CCNA
    (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill yang
    dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat
    berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.
        Sertifikasi yang berbasiskan vendor sangat bergantung pada produk
vendor tersebut. Juga dikenal sebagai salah satu strategi pemasaran pada suatu
perusahaan (vendor). Dengan mempromosikan serti_kasi tersebut, maka
perusahaan tersebut dapat menjamin kepada kustomer mereka bahwa tersedia
cukup dukungan teknis (orang yang memiliki sertifikasi produk tersebut). Pada
kenyataannya pada pasar tenaga kerja, sertifikasi vendor ini sangat populer.
Karena banyak orang beranggapan bahwa dengan memiliki sertifikasi vendor ini
maka masa depan lapangan pekerjaan akan terjamin.
        Dalam mengembangkan sertifikasi beberapa patokan yang sebaiknya
diterapkan :
 Harus berdasarkan ujian dan cukup sulit dan memiliki beberapa tingkatan
 Pusat pelatihan harus disertifikasi sebelum dapat menawarkan suatu sertifikasi
 Sertifikasi tak boleh bergantung pada suatu perusahaan atau suatu institusi.
    Tetapi sertifikasi vendor sebaiknya juga diakui sebagai suatu komponen untuk
    memperoleh sertikasi profesi
 Sertifikasi harus mendorong terbentuknya industri lokal.
 Sertifikasi harus memperkecil jurang antara universitas (education) dan
    industri. Harus dikembangkan pemetaan antara sertifikasi akademik dan
    sertifikasi profesi. Juga mengurangi jurang antara aktifitas riset dan industri.
 Sertifikasi harus mendorong orang untuk memahami pengetahuan dasar yang
    berhubungan dengan keahlian terapan pada profesi tersebut. Hal ini akan
    membantu orang untuk memperbaiki pengetahuannya, sebab mereka tidak
    ahnya belajar dari "keahlian tertentu" untuk suatu saat saja, tetapi mereka
    memiliki pengetahuan dasar untuk memehami teknologi baru.
   Sertifikasi tak boleh mengabaikan kemajemukan orang. Sebagai contoh
    bahasa, dan kebiasaan lokal. Sehingga untuk kompetensi dalam bidang
    komunikasi, kemampuan berbahasa lokal perlu dipertimbangkan juga.

        Di bidang IT security, ada juga beberapa sertifikasi yang tersedia dan
memang bertujuan mendalami hal penting yang disebutkan sebelumnya. Di
bidang IT security, sertifikasi terbagi menjadi 2 (dua) tipe umum: berbasiskan
produk dan berbasiskan industri. Sertifikasi yang berbasiskan produk
membuktikan bahwa anda telah mempelajari (sampai tingkat tertentu) dan cukup
memahami suatu produk sehingga berhasil melalui ujian yang dikeluarkan oleh
pembuat produk. Sertifikasi jenis ini umumnya tidak menunjukan apakah anda
tepat di suatu jabatan tertentu dalam perusahaan atau tidak. Juga belum tentu
menjamin bahwa anda dapat menjalankan produk tersebut tanpa hambatan.
Kenyataannya, beberapa sertifikasi jenis ini lebih mengarah kepada keuntungan
perusahaan produk tertentu karena: dengan makin banyaknya minat terhadap
sertifikasi berbasiskan produknya, berarti posisi produknya semakin kuat dan
semakin menjadi standar. Tentunya tidak ada salahnya kalau anda mengambil
sertifikasi ini, apalagi jika kebetulan anda bekerja pada suatu perusahaan produk
tersebut atau perusahaan yang membuat produk tersebut sebagai standar dalam
perusahaannya. Hal ini juga belum tentu membuat anda akan mendapatkan
pekerjaan lain yang lebih baik, tapi paling tidak anda dapat meningkatkan
pengetahuan dan reputasi.
        Sertifikasi berbasiskan industri arahnya lebih luas. Sertifikasi jenis ini
biasanya lebih di dorong oleh adanya kebutuhan mendalam terhadap suatu standar
yang digunakan secara umum di suatu bidang tertentu. Sertifikasi di bidang
networking contohnya, tidak menekan pada suatu produk tertentu tetapi lebih
kepada kelas dan fungsi dari produk serta konsepnya. Sertifikasi dibidang industri
biasanya di perkenalkan oleh organisasi-organisasi yang independent yang
berdedikasi dalam menetapkan suatu standar pengetahuan atau dikenal dengan
istilah Common Body of Knowledge. Terkadang suatu asosiasi khusus dibentuk
untuk mem-fasilitasi ujiannya yang meliputi, pertanyaan-pertanyaan, jangka
waktu, format, dan lain-lain. Di samping adanyaa dukungan dari industrinya,
organisasi ini pun didukung juga oleh perusahaan yang mempekerjakan orang-
orang certified tersebut serta orang-orang itu sendiri. Ambil contoh, sertifikasi
dokter dan SH(Sarjana Hukum), banyak persyaratan untuk mendapat sertifikasi
tersebut, maupun dalam menyandang sertifikasi tersebut di pekerjaan, seperti
adanya kode etik, ikatan dokter/ikatan pengacara dan lain-lain.
        Sertifikasi berbasiskan industri menekankan perlunya pengalaman
sebelum dapat mengikuti ujian, serta diharuskan untuk terus mengikuti
perkembangan di dunia industri tersebut. Sedangkan sertifikasi berbasiskan
produk memerlukan pengetahuan tentang suatu produk yang kuat, tanpa
mempersoalkan dasar atau sudah diterimanya oleh suatu standar atau belum
tentang pengetahuan tersebut. Setiap ujian dari versi baru produk tersebut
umumnya memberikan sertifikasi baru.

      3.2.1.1. Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman
              Di bagian ini akan dibahas dua sertifikasi TI dalam hal penguasaan
      kemampuan yang terkait dengan bahasa pemrograman. Yang dipilih
      adalah sertikasi untuk bahasa pemrograman Java dan sertifikasi untuk
      bahasa pemrograman yang menggunakan platform Microsoft .Net.
      a. Java
              Pengunaan bahasa Java dalam pembuatan aplikasi terus
      menunjukkan peningkatan. Secara pasti bahasa pemrograman Java mulai
      merebut pangsa pasar yang dulunya diisi oleh bahasa-bahasa seperti
      COBOL, Cobol, Visual Basic, C, System/390 Assembler dan SmallTalk.
      Tentunya hal ini diikuti dengan semakin tingginya kebutuhan akan tenaga
      profesional yang menguasai bahasa pemrograman Java.
              Sertifikasi Java dapat dimanfaatkan oleh paling tidak empat
      segmen.
      1. Pertama, mereka yang ingin melakukan transisi karier dari posisi
          nonteknis ke pengembangan aplikasi dan software. Yang dimaksud di
          sini adalah mereka yang memiliki pengalaman nol dalam profesi TI
          tetapi tertarik untuk beralih profesi ke bidang TI yang mungkin dinilai
          lebih menggiurkan.
      2. Kedua, mereka yang sudah bergerak dalam bidang TI dan berniat
          untuk melakukan perpindahan posisi di perusahaan tempat mereka
          bekerja. Jika Anda sedang merancang sebuah rencana untuk
          meningkatkan kredibilitas, tanggung jawab dan sukses di organisasi
          Anda saat ini, sertifikasi layak menjadi komponen utama dari rencana
          tersebut, utamanya jika Anda bekerja di perusahaan kecil atau
          menengah. Sementara jika Anda memiliki keterampilan TI tetapi tidak
          memiliki pengalaman menggunakan Java, sertifikasi Java dapat
          memberi Anda kesempatan untuk mencoba pekerjaan yang
          menggunakan Java.
      3. Ketiga, konsultan Java yang ingin memvalidasi keterampilan mereka
          dan meningkatkan kredibilitas mereka di mata klien.
      4. Keempat adalah para profesional TI yang sedang memikirkan untuk
          pindah perusahaan. Saat ini banyak lowongan kerja yang menyebutkan
          sertifikasi Java sebagai suatu kualifikasi yang dapat mejadi nilai
          tambah. Tentu saja adanya sertifikat dapat meningkatkan kemungkinan
          untuk mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dan dengan
          upah yang lebih tinggi.

      b. Microsoft.Net
             Untuk para developer ada dua jenis sertifikat yang ditawarkan oleh
      Microsoft sebagai pengakuan atas keahlian dalam pengetahuan dan
      keterampilan Microsoft .Net : Microsoft Certification Application
      Developer (MCAD) dan Microsoft Certified Solution Developer (MCSD).
       Sertifikasi MCAD dibuat oleh Microsoft sebagai respon terhadap
kebutuhan industri akan sebuah sertifikasi yang memungkinkan mereka
untuk     menunjukkan     keterampilan     yang   dibutuhkan    untuk
mengimplementasikan, memaintain, dan mendeploy aplikasi Web atau
desktop berbasis Windows dengan skala kecil sampai menengah. MCAD
ditujukan untuk mereka yang lingkup pekerjaannya meliputi
pengembangan aplikasi, komponen, atau layanan database dan jaringan
berskala kecil sampai menengah pada platform Windows.
       Sertifikasi yang kedua adalah Microsoft Certified System
Developer (MCSD). Sertifikat MCSD merupakan salah satu sertifikat TI
dengan reputasi yang dikenal baik di kalangan industri. Dengan
mengantongi sertifikat MCSD, seseorang dianggap telah mampu
mendemonstrasikan kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin
sebuah organisasi dalam proses perancangan, implementasi, dan
administrasi dari suatu solusi bisnis dengan menggunakan produk
Microsoft.

3.2.1.2. Sertifikasi untuk Database
        Setelah membahas sertifikasi untuk bahasa pemrograman, pada
bagian ini akan dibahas macam sertifikasi untuk keterampilan dalam
teknologi database yang banyak digunakan. Kami memilih sertifikasi
untuk Oracle dan Microsoft SQl Server.
a. Oracle
        Sampai sekarang perusahaan software kedua terbesar di dunia ini
masih merupakan penikmat pangsa pasar terbesar untuk software
database. Ini membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu sertifikasi
yang paling populer dan banyak dicari. Laporan IDC Certified Report
2002 menyebutkan bahwa sertifikasi Oracle adalah kualitas yang paling
dicari oleh pasar TI.
        Dalam situsnya Oracle menyebutkan bahwa 97 dari pemegang
Oracle Certified Professional (OCP) mengatakan bahwa mereka
diuntungkan oleh sertifikasi tersebut, 89% merasa kepercayaan diri terkait
penguasaan keahlian Oracle meningkat, dan 96% mengaku menganjurkan
program sertifikasi Oracle kepada orang lain. Sementara bagi perusahaan
yang memiliki pegawai yang telah tersertifikasi, Oracle mengklaim bahwa
berdasarkan survai perusahaan-perusahaan tersebut melaporkan penurunan
waktu downtime sebesar 49%.
        Untuk memenuhi kebutuhan industri akan berbagai spesialisasi
keahlian dalam menggunakan teknologi Oracle, Oracle saat ini
menawarkan tiga jenis sertifikasi Oracle. Setiap jalur sertifikasi dirancang
untuk menguji penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam
menggunakan teknologi Oracle untuk suatu bidang kerja tertentu seperti
developer, administrator, atau Web server administrator.
        Salah satu yang membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu
sertifikat TI dengan reputasi yang tinggi adalah tingkat kesulitan untuk
mendapatkan sertifikasi tersebut. Untuk setiap ujian, peserta baru
dinyatakan lulus apabila skornya minimal 70 %. “Saya selalu menanyakan
kesiapan setiap calon peserta ujian sertifikasi. Ujian Oracle tidak murah
dan tidak mudah sehingga sayang sekali apabila harus tidak lulus,” ujar
Mardjuki (Education Director, Oracle University Indonesia).
       Di lain pihak hal tersebut membuat pemegang sertifikat Oracle
menjadi barang langka. Di Indonesia misalnya, menurut Mardjuki baru
ada sekitar 300 pemegang sertifikat jenjang OCP, sementara untuk jenjang
OCM jumlah mungkin hanya sebatas hitungan jari.

b. Microsoft
        Microsoft menawarkan satu jenis sertifikasi untuk penguasaan
teknologi produk database andalannya, Microsoft SQl Server. Microsoft
Certified DBA adalah sertifikasi yang diberikan sebagai pengakuan
kemampuan merancang, mengimplementasi, dan melakukan administrasi
database Microsoft SQl Server..

3.2.1.3. Sertifikasi untuk Office
        Sebagai aplikasi desktop, Microsoft Office mungkin menjadi
aplikasi yang paling akrab dengan keseharaian pekerjaan kita. Mulai dari
membantu menulis surat sampai membuat perencanaan proyek.
Populernya aplikasi Microsoft Office dan kemudahan pemakaiannya
seringkali membuat banyak penggunanya tidak merasa perlu untuk
mempelajarinya secara serius. Padahal hal tersebut mungkin berakibat
pada rendahnya utilitas pemanfaatan berbagai feature yang sebenarnya
disediakan oleh Microsoft Office, dan tanpa disadari membuat kerja tidak
seefisien seharusnya.
        Sertifikasi Microsoft Office Specialist (Office Specialist) adalah
sertifikasi premium untuk aplikasi desktop Microsoft. Sertifikasi ini
merupakan sertifikasi dengan standar global untuk validasi keahlian dalam
menggunakan Microsoft Office dalam meningkatkan produktivitas kerja.


3.2.1.4. Sertifikasi di Bidang Jaringan
        Sertifikasi yang paling populer di bidang jaringan adalah sertifikasi
Cisco. Memang bukan rahasia bahwa Cisco merupakan pemegang pangsa
pasar terbesar di bidang jaringan sampai saat ini. Selain sertifikasi Cisco,
sertifikasi di bidang jaringan yang juga cukup populer adalah sertifikasi
yang diberikan oleh CompTIA, Novell, dan Solaris.


3.2.1.5. Sertifikasi di Bidang Computer Graphics dan Multimedia
        Peluang karier di bidang Computer Graphics dan Multimedia
sangat luas, mulai dari designer, art director, web designer, editor,
multimedia artist, visualizer, visual effect artist, dan banyak lagi. Tidak
heran jika training di bidang animasi, desain grafis, desain Web, digital
video, dan digital imaging ini semakin diminati.
                       Apa yang bisa Anda lakukan jika Anda ingin diakui sebagai
               ahlinya di bidang desktop publishing, animasi, digital video, atau desain
               Web? Tentu saja Anda bisa menempuh berbagai training dan jalur
               sertifikasi yang ditawarkan oleh vendor-vendor aplikasi yang bergelut di
               bidang multimedia ini.Beberapa vendor yang mengeluarkan sertifikasi di
               bidang ini adalah Adobe, Macromedia, Autodesk, dan Maya.



3.3 Keuntungan Sertifikasi
        Ada banyak keuntungan yang dapat menjadi tambahan alasan untuk
mempertimbangkan mengambil sertifikasi TI. Salah satu yang utama tentu saja membuka
lebih banyak kesempatan pekerjaan. Sertifikat TI dapat meningkatkan kredibilitas
seorang profesional TI di mata pemberi kerja. Bagi mereka yang sudah bekerja di bidang
TI, sertifikasi memberi cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan
teknis. Dengan memiliki sebuah sertifikat TI yang diakui secara global, seorang
profesional TI akan memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan
keterampilan yang dimilikinya. Ini karena melalui proses sertifikasi keterampilan yang
dimiliki sudah mengalami validasi oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga pemberi
sertifikasi.
        Selain itu pengalaman mengikuti sertifikasi akan memberikan wawasan-wawasan
baru yang mungkin tidak pernah ditemui pada saat mengikuti pendidikan formal atau
dalam pekerjaan sehari-hari. Selain mampu memberikan jalan yang lebih mudah untuk
menemukan pekerjaan di bidang TI, sertifikasi juga sapat membantu Anda meningkatkan
posisi dan reputasi bagi yang sudah bekerja. Bahkan sertifikasi yang sudah diakui secara
global ini mampu meningkatkan kompetensi Anda dengan tenaga-tenaga TI dari manca
negara. Karena itu jangan heran jika sertifikasi yang telah Anda kantongi bisa lebih
dihargai dibandingkan ijazah formal Anda.
        Sertifikasi adalah independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi kepentingan
profesional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi. Sertifikasi ini memiliki
tujuan untuk :
    - membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi,
    - Membentuk standar kerja TI yang tinggi,
    - Pengembangan profesional yang berkesinambungan.
Sedangkan bagi tenaga TI profesional tersebut :
    - Sertfikasi ini merupakan pengakuan akan pengetahuan yang kaya (bermanfaat
        bagi promosi, gaji)
    - Perencanaan karir
    - Profesional development
    - Meningkatkan international marketability. Ini sangat penting dalam kasus, ketika
        tenaga TI tersebut harus bekerja pada perusahaan multinasional. Perusahaan akan
        mengakui keahliannya apabila telah dapat menunjukkan sertifikat tersebut.

Bagi masyarakat luas sertifikasi ini memberikan kontribusi positif, yaitu :
   - Memiliki staf yang up to date dan berkualitas tinggi.
   -   Memperoleh citra perusahaan yang baik, keuntungan yang kompetitif, merupakan
       alat ukur yang obyektif terhadap kemampuan staf, kontraktor dan konsultan.
   -   Secara langsung dan tidak langsung akan meningkatkan produktifitas secara
       mikro maupun makro.
   -   Menaikkan pengakuan industri dan secara intenasional.
   -   Bagi siswa memberikan alur profesi yang jelas. Siswa yang ingin segera
       mempelajari ICT dan profesi akan tahu darimana memulainya
   -   Memberikan suatu mekanisme pusat pelatihan. Suatu program sertifikasi
       memberikan alur pelatihan yang jelas.
   -   Membantu proses pencarian tenaga IT profesional. Suatu kandidat yang
       dievaluasi untuk suatu jabatan, dengan memiliki suatu serti_kat berarti telah
       memiliki skill dan pengetahuan tingakat tertentu. Hal itu juga menunjukkan
       persistensi kandidat dan kemampuan menyelesikan suatu proyek (dalam hal ini
       sertifikasi). Kedua hal ini membantu masyarakat mencari tenaga TI
   -   Mendorong pegawai melakukan proses belajar lebih lanjut

       Beberapa negara telah mengembangkan dan mempromosikan sistem sertifikasi
yang khas bagi negara tersebut. Beberapa negara menerapkan dan membayar lisensi
kepada sistem serti_kasi yang ada. Beberapa negara menggunakan tenaga ahli untuk
melakukan ujian.


3.4 Cara Bertahan di Karir IT
       Perekonomian global sedang mengalami masa sulit. Perusahaan-perusahaan besar
menderita kemerosotan nilai saham, PHK di mana-mana. Bahkan penyedia layanan
outsourcing dalam posisi yang mengkhawatirkan. Dalam kondisi tertekan ini, staf TI
menyadari semakin sulitnya tanggungjawab mereka untuk melakukan yang terbaik
dengan kondisi ini, dengan rasa was-was akan ancaman PHK dari pihak perusahaan.
Mungkin hal ini belum terlalu terasa di Indonesia, namun perlu rasanya untuk waspada
dan mempersiapkan diri.
       Kemungkinan terburuk dari hal ini adalah anda menyerah dalam kondisi ini
ataupun menjadi panic karenanya. Walaupun pekerjaan bidang teknologi dalam
mengalami peningkatan tekanan, kenyataan menunjukkan bahwa peluang karir di bidang
teknologi masih lebih baik jika dibandingkan dengan bidang lainnya. Bukan berarti bebas
dari pemecatan, upah yang stagnan, atau peningkatan beban kerja, tetapi adanya peluang
yang lebih baik daripada karir di bidang lain - jika Anda mau bersikap fleksibel.
       Ada banyak data yang mendukung kekhawatiran ini. Sebagai contoh, pemecatan
karyawan oleh Google dan lebih dari 50.000 pekerja bidang IT kehilangan pekerjaan
sebelum krisis keuangan. Hal ini juga dapat dilihat dari sebuah survey yang dilakukan
oleh Bureau of Labor di AS.
       Kecenderungan ini akan sangat menyakitkan bagi mereka yang mencoba untuk
bertahan. Menurut survei gaji pada tahun 2008 di AS oleh Computerworld, bonus untuk
pekerja TI hanya meningkat senilai 0,2 persen dari tahun 2007. Kenaikan ini, yang tidak
seimbang dengan tingkat inflasi sekitar 5%, akan menambah kesulitan bagi para
professional bidang IT.
        Tingkat tekanan pun menjadi bertambah. Survey dari Computerworld
menunjukkan bahwa hanya 14 persen dari responden yang tidak merasa lebih tertekan
dibandingkan tahun sebelumnya. Penyusutan anggaran adalah salah satu alasan.
"Perusahaan memliki pola piker untuk tidak melakukan peningkatan dalam 3 bulan dan
hanya 1 atau 2 persen dalam waktu 12 bulan. Hal ini cukup berubah dari tahun lalu, yaitu
antara 7 dan 8 persen," kata Steve Minton, Vice President IDC.
       Yang paling menderita dalam tekanan ini adalah Amerika Serikat dan Eropa,
walaupun seluruh dunia juga mengalaminya. Banyak profesional IT dari negara-negara
ini yang mempertimbangkan untuk pindah ke Cina, Kanada, atau negara lainnya dimana
kebutuhan akan keahlian IT dan kesempatan untuk membuat yang baru masih tinggi.
Perpindahan ini memberikan mereka nilai lebih bagi perusahaan yang memiliki cabang-
cabang di banyak negara.
       Untuk dapat bekerja secara kompetitif, pekerja TI memerlukan kombinasi dari
banyak keterampilan dasar yang penting - termasuk, menurut survei, etika dan moral
yang kuat - dan kemampuan dalam bidang recession-proof - desain dan pengembangan
perangkat lunak, jaringan dan sistem administrasi, perangkat lunak analisis implementasi,
pengujian dan QA, serta database administrasi – yang masih sangat dibutuhkani, seperti
 juga bidang keamanan, VoIP, dan nirkabel. Dan hal-hal tambahan yang juga penting
untuk perusahaan seperti keahlian Cobol untuk pekerjaan asuransi, misalnya, serta
keahlian dalam hal open source,. Net, dan Java.
        Sertifikasi juga dapat membantu, terutama yang manajemen. Namun berhati-
hatilah: Tidak semua Sertifikasi itu berharga. Beberapa yang cukup diharapkan - dan
mungkin perlu dipertimbangkan dalam sebuah pekerjaan - sedangkan yang lainnya tak
berguna. Terutama untuk Sertifikasi teknikal; di luar keamanan dan jaringan banyak
sertifikasi yang sebenarnya tidak begitu penting.
       Seperti yang dikatakan di awal, permasalahan ini belum begitu terasa di
Indonesia. Namun yang menjadi masalah adalah kemungkinan masuknya profesional IT
dari negara lain untuk mendapatkan kesempatan kerja di Indonesia. Hal ini haruslah
disikapi dengan bijak oleh para professional IT di negara ini, karena dengan begitu
persaingan yang mungkin akan berkembang dapat diatasi dengan baik. Jadilah tuan di
rumah sendiri.
                                        BAB 4

                              SIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan
          Paparan di atas memberikan beberapa simpulan yang penting diperhatikan yaitu
pentingnya sertifikasi dalam perkembangan karir khususnya dibidang IT, karena pada
dasarnya semua aspek di era sekarang tidak dapat lepas dari pemanfaatan teknologi
informasi. Tidak terkecuali aspek bisnis pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi sekarang sudah mendarah daging. Selain itu kebutuhan sertifikasi yang di
akui sercara internasional untuk pertumbuhan karir yang optimal juga harus di perhatikan
oleh mahasiswa sekarang
          Selain itu perusahaan sering mengalami kesulitan dalam melakukan penerimaan
pegawai baru yang terkait dengan bidang teknologi informasi ini. Berdasarkan
pengalaman seperti ini, akhirnya lingkungan bisnis atau industri memilih untuk
menggunakan sertifikasi profesional sebagai alat ukur untuk menerima pegawainya.
Standar kompetensi dibutuhkan untuk memudahkan perusahaan atau institusi untuk
menilai kemampuan (skill) calon pegawai atau pegawainya.



4.2 Saran
       Beberapa saran yang diajukan, diantaranya :
   1. Perlu adanya seminar-seminar atau penyuluhan kepada masyarakat tentang
      pentingnya skill tambahan dan sertifikasi dalam mengembangkan karir khusunya
      dalam bidang IT
   2. Memberdayakan dan mengoptimalkan SDM yang ada khususnya di bidang IT
   3. Karena biaya sertifikasi khususnya di bidang IT cukup mahal, oleh karena itu
      dengan adanya pemberian harga khusus ataupun beasiswa kepada mahasiswa atau
      karyawan yg berprestasi dalam bidangnya, itu akan membantu dalam
      meningkatkan SDM di Indonesia dengan adnya sertifikasi di bidang IT
   4. Adanya inisiatif untuk membuat standar sertifikasi.
                                    DAFTAR PUSTAKA


McLeod Jr, R. (2001). Management Information System, 8th edition. Prentice Hall
International Inc, New Jersey.
O’Brien, J.A. (2002). Introduction To Information System: Essential For The E-Business
Enterprise,    11th edition. McGraw Hill, New York.
Turban, Efraim and Aronson, Jay E. (2001). Decision Support Systems And Intelligent
Systems, 6th edition.. Prentice Hall, Inc, New Jersey.
http://indocommit.com/indexpage.html?menu=29&idnews=4044&kid=2

http://maringeblog.files.wordpress.com/2008/02/ddti-1.ppt

http://www.netcampus.asia/sertifikasi.html

http://wisnums.wordpress.com/2009/03/15/jenis-pekerjaan-di-bidang-it/

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:486
posted:2/28/2011
language:Indonesian
pages:21