bumi (DOC)

Document Sample
bumi (DOC) Powered By Docstoc
					Bumi kita terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu bersamaan dengan terbentuknya satu sistem tata surya yang dinamakan keluarga
matahari . Banyak hipotesis tentang asal-usul tata surya telah ditemukan para ahli , diantaranya adalah sebagai berikut :



A. Hipotesis nebula (teori Kabut )




Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775, kemudian disempurnakan oleh Simon de Laplace pada
tahun 1796, hipotesis ini lebih dikenal hipotesis nebula Kant-Laplace. Hipotesis nebula ini terdiri dari beberapa tahap.



     1.    Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar
     2.    Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk
           matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai
           planet, bergerak mengelilingi matahari.
     3.    Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit
           yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari



Gambaran proses hipotesis nebula yang merupakan salah satu teori yang di yakini para ahli fisika dapat menjelaskan asal usul tata surya



B. Hipotesis Planetisimal dan Pasang Surut Bintang




Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukaan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forrest R Moulton pada tahun 1900. Hipotesis ini
menyatakan bahwa pada mulanya tata surya berupa matahari saja. Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama
dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya
gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.




Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-
materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu
menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.




Pada tahun 1917 James Jean dan Herold mengemukakan teori yang hampir mirip dengan teori planetisimal yang biasa disebut teori pasang
surut. Teori ini menyatakan bahwa sejak awal memang sudah ada dua matahari, gaya gravitasi salah satu matahari mengakibatkan materi
matahari yang lain sedikit-demisedikit meninggalkan permukaannya, selanjutnya terbentuklah planet-planet.
C. Hipotesis Kondensasi



Hipotesis kondensasi dikemukakan oleh GP.Kuiper pada tahun 1950. Hipotesis ini menyatakan bahwa tata surya pada mulanya berupa bola
kabut raksasa. Kabut ini terdiri dari debu, es, dan gas. Bola kabut ini berputar pada porosnya sehingga bagian-bagian yang ringan terlempar
ke luar, sedangkan bagian yang berat berkumpul di pusatnya membentuk sebuah cakram mulai menyusut dan perputarannya semakin cepat,
serta suhunya bertambah, akhirnya terbentuklah matahari.



Bagian tepi cakram yang berupa gas dan debu mulai bertarikan, sehingga terbentuk gumpalan. Gumpalan-gumpalan ini disebut protoplanet
yang lambat laun makin dingin dan padat yang pada akhinya membentuk planet




D. Hipotesis Bintang Kembar



Hipotesis bintang kembar dikemukakan oleh Fred Hoyle pada tahun 1956. Hipotesis ini menyatakan bahwa pada awalnya tata surya berupa
dua bintang yang berukuran hampir sama dan letaknya berdekatan. Dari kedua bintang tersebut, dengan salah satunya belum stabil. Pada
bintang yang tidak stabil ini suatu saat terjadi reaksi yang sangat cepat sehingga menghasilkan energi berupa panas, dan akhirnya bintang
tersebut meledak menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan-serpihan tersebut terperangkap oleh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak
dan mulai bergerak mengelilinginya. Karena adanya gaya gravitasi serpihan yang letaknya berdekatan bergabung sedikit demi sedikit dan
akhirnya membentuk planet, dan terbentuklah susunan tata surya.




Orbit Planet

Garis edar planet (orbit) adalah lintasan planet mengelilingi matahari. Sistem benda
angkasa yang menempatkan bumi sebagai pusat tata surya disebut sistem geosentris ( geo
atinya bumi, sentris arinya pusat). Sistem geosentris lambat laun tumbang oleh teori yang
dikemukkan oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543) dari Polandia yang dikenal dengan
sistem heliosentris yang menekankan bahwa matahari sebagai pusat tata surya dan semua
planet, termasuk bumi mengelilingi matahari.
     Tata surya, menurut kesepakatan para ahli terdiri atas Matahari dan 8 planet yang
     mengelilinginya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
     Neptunus, serta benda planet lainnya seperti satelit, asteroit, komet dan meteor. Setiap
     planet diikuti oleh benda langit yang lebih kecil disebut satelit.

     Hukum Kepler I menyatakan bahwa garis edar semua planet mengelilingi matahari
     berbentuk elips dan matahari berada pada salah satu titik fokus elips tersebut. Karena
     bentuk orbit planet berbentuk elips, maka terdapat posisi planet pada garis edar yang
     jaraknya paling dekat dengan matahari yang disebut prihelium. Sebaliknya terdapat posisi
     planet pada orbit yang jaraknya paling jauh ke matahari yang disebut aphelium.

          Gambar orbit planet berbentuk elips dan matahari berada pada salah satu fokusnya

     Berdasarkan garis edarnya terhadap garis edar bumi maka planet dapat di klasifikasikan
     menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam atau planet inferior adalah planet yang
     memiliki garis edar ke matahari lebih dekat dibandingkan garis edar bumi. Planet yang
     termasuk kelompok ini adalah merkurius dan venus.
     Palanet luar atau planet superior adalah planet yang memiliki garis edar ke matahari lebih
     jauh dibandingkan garis edar bumi. Planet yang termasuk kelompok ini adalah Mars,
     Jupiter, Sarturnus, Uranus, dan Neptunus.


1.   Planet terestial adalah planet yang ukuran dan komposisi bahan penyusunnya sejenis, yaitu batu-batuan.Tergolong planet
     terestial adalah Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
2.   Planet raksasa adalah planet yang ukurannya besar dan sebagian besar penyusunnya terdiri dari es dan gas. Tergolong planet
     raksasa adalah Jupiter, Uranus, Saturnus, dan Neptunus




                                              Gambar perbandingan antar planet




                                             Gambar perbandingan antar planet




            Nama             Garis tengah         Massa         Kala rotasi      Kala revolusi      Jarak rata-rata ke
                            (km)            (1024 kg)                                          matahari (106 km)
Merkurius                 4 878              0,33       59 hari          88 hari                  58
Venus                    12 102              4,88       243 hari         224,7 hari              108
Bumi                     12 758              5,98       23,9 jam         365,3 hari              150
Mars                      6 787              0,64       24,6 jam         687 hari                228
Jupiter                 142 800          1 899          9,9 jam          11,9 tahun              778
Saturnus                120 540            568,5        10,7 jam         29,5 tahun            1 427
Uranus                   51 200             86,9        17.2 jam         84 tahun              2 870
Neptunus                 49 500            102,4        161 jam          164,8 tahun           4 497




Planet adalah benda angkasa dalam tata surya yang mengelilingi matahari pada lintasan tertentu. Peredaran planet
mengelilingi matahari disebut revolusi, sedangkan waktu yang dibutuhkan planet untuk melakukan sekali revolusi
disebut kala revolusi.

Disamping itu, planet juga berputar mengelilingi sumbunya yang disebut rotasi. Waktu yang dibutuhkan planet
mengelilingi satu kali rotasi disebut kala rotasi. Planet tidak menghasilkan cahaya sendiri, planet hanya
memantulkan cahaya matahari yang jatuh padanya, sehingga nampak seperti bintang. Persatuan Astronomi
Internasional (International Astronomical Union = IAU) mengumumkan berdasarkan kesepakatan




Asteroid adalah benda-benda angkasa kecil yang mengelilingi matahari. Hampir seluruh asteroid berada diantara
garis edar planet Mars dan Jupiter. Arah revolusi asteroid sama dengan arah revolusi planet. Kadang asteroid sering
disebut planet minor. Asteroid terbesar yang kini dikenal adalah 2001 KX 76, lintasan orbitnya di dekat Pluto yang
ditemukan pada 23 Agustus 2001.
Asteroid pertama kali ditemukan oleh Giuseppe Piazzi, seseorang astronom dari Sisilia pada tanggal 1 Januari 1801,
namun hanya 30 buah yang memiliki garis tenggah lebih dari 200 km.


Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tata surya berjumlah total
antara 1.1 hingga 1.9 juta. Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam yaitu Ceres, dengan diameter 900-
1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam yaitu Pallas dan Vesta dengan diameter kurang lebih
500 km. Bentuk orbit asteroid juga berbentuk elips, sebagian asteroid memiliki orbit yang menyimpang, Trojan
merupakan kumpulan asteroid yang orbitnya berhimpit dengan orbit Jupiter, dengan jumlah asteroid yang begitu
banyak hingga nampak seperti pita.

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Satelit mengelilingi
matahari dan satelit tidak menghasilkan cahaya sendiri. Satelit tampak bercahaya karena memantulkan cahaya
matahari yang jatuh pada permukaannya. Terdapat dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Satelit
buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi
Bumi.Bulan adalah satelit pengiring planet bumi, hampir seluruh planet dalam tata surya memiliki satelit. Berikut
adalah jenis dari satelit buatan yang ada saat ini :

    1.   Satelit astronomi
    2.   Satelit komunikasi
    3.   Satelit pengamat Bumi
    4.   Satelit navigasi
    5.     Satelit mata-mata
    6.     Satelit tenaga surya
    7.     Stasiun angkasa
    8.     Satelit cuaca




                                          Foto Phobos Satelit alam mars

Planet           Satelit           Diameter (km)         Massa (1020kg)             Jarak dari planet (km)
Bumi             Bulan             3 476                 735                        384 000
Jupiter          Ganimede          5 262                 1 482                      1 070 000
                 Calistro          4 800                 1 077                      1 883 000
                 Io                3 630                   894                        422 000
                 Europa            3 138                   480                        671 000
Saturnus         Titan             5 150                 1 346                      1 222 000
                 Rhea              1 530                    25                        527 000
                 Lapetus           1 435                    19                      3 561 000
                 Dione             1 120                    11                        377 000
                 Tetis             1 048                   7,5                        295 000
Uranus           Titania           1 610                        35                    436 000
                 Oberon            1 550                        29                    583 000
                 Umbriel           1 190                        13                    266 000
                 Ariel             1 160                        13                    191 000
Neptunus         Triton            2 720                 -                            355 000




Ruang antar planet mengandung banyak partikel, partikel-partikel tersebut dinamakan meteorid. Meteorid yang
memasuki bumi dan menyala akibat gesekan dengan atmosfer dinamakan meteor. Meteor sering kita sebut bintang
jatuh.
Dalam sehari sekitar 100 – 1000 ton materi meteorit menghantam Bumi. Materi-materi yang berbentuk debu sampai
dengan objek berukuran beberapa kilometer, bergerak memasuki Bumi dengan kecepatan lebih dari 11 km/s.
Materi-materi yang berbentuk debu sampai dengan objek berukuran beberapa kilometer, bergerak memasuki Bumi
dengan kecepatan lebih dari 11 km/s. Kebanyakan meteor habis terbakar karena bergesekan dengan atmosfer bumi.


Meteorid yang sampai Bumi dinamakan meteorit. Meteorit terbesar yang diketahui adalah yang jatuh di Hoba West,
Namibia. Volum meteorit tersebut berkisar 7 m 3 dengan massa 60 ton.
Bukti-bukti jatuhnya objek-objek luar angkasa ini bisa terlihat dari kawah yang terbentuk di berbagai belahan Bumi.
Kawah terbesar adalah kawah Barringer di Arizona yang berdiameter lebih dari 1000 m dan memiliki kedalaman
170 m

Komet adalah benda angkasa kecil yang mengelilingi matahari pada orbit yang sangat lonjong. Sudut kemiringan
orbit komet terhadap ekliptika bervariasi dan kadang sangat besar. Komet terbentuk dari gas (karbon dioksida,
metana, ) dan debu yang membeku, ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap
membentuk kepala gas dan ekor. Ekor komet selalu terarah menjauhi matahari yang disebabkan adanya hembusan
angin matahari.
Komet ditemukan pertama kali oleh Tycho Brahe pada tahun 1577. Komet ini dinamai komet besar. Komet pertama
yang diketahui muncul berulang adalah Komet Halley, nama ini diambil dari nama seorang astronom Inggris,
Edmunt Halley. Komet ini muncul setiap 76 tahun sekali. Komet Halley pernah muncul tahun
1571,1607,1682,1757, dan terahir tahun 1986, dan mungkin akan muncul kembali pada tahun 2061.
Terdapat beberapa komet yang terkenal, diantaranya:
·   Komet Halley, .
·   Komet West
·   Komet Encke,
·   Komet Hyakutake
·   Komet Hale-Bopp




Komet mempunyai orbit berbentuk                                        Komet Hyakutake pada 25 Maret
                                       Komet Halley
elips, ia mempunyai dua ekor                                           1996.


Komet semakin dekat dengan Matahari, makin besar tekanan cahaya Matahari yang
diterimanya dan semakin panjang ekornya.

Ekor komet terdiri CO,CH dan gas labil CH2 dan H2O2.

   Komet tak berekor
Komet tak berekor, yaitu komet yang lintasannya sangat pendek sehingga tidak memiliki
kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin, pada mendekati Matahari komet ini
membentuk koma dan ekor



Bentuk Dan Ukuran Bumi

Bentuk bumi bulat, tetapi tidak persis seperti bola bentuk bumi agak pepat di kedua kutubnya. Bentuk
bumi yang demikian disebabkan oleh perputaran bumi pada porosnya (rotasi). Akibat rotasi bumi, bagian
bumi yang berada di kutub hampir tak bergerak, sedangkan bagian bumi yang berada di katulistiwa
merasakan sedikit terlempar keluar, sedangkan yang berada disekitar kutub tidak. Terlempar keluarnya
bagian yang berada di sekitar khatulistiwa menyebabkan bagian-bagian tersebut sedikit menjauh dari
pusat bumi. Itu sebabnya jari-jari bumi di khatulistiwa lebih panjang dibandingkan di kutub. Jari-jari di
khatulistiwa 6.378 km dan di kutub 6375 km. Dengan demikian , kari-jari bumi rata-rata 6.371 km.


                               24                      21   3
Massa bumi adalah 5.98 x 10 dan volumenya 1,08x10 m , oleh karena itu massa jenis bumi adalah
          3
5500 kg/m . Jarak aphelium bumi adalah 152.086.000 km, sedangkan jarak periheliumnya adalah 147
097 000 km. Jarak rata-rata bumi ke matahari adalah 149.098.000 km. Jarak rata-rata ini didefinisikan
sebagai 1AU ( AU= Astronomical Unit = Satuan Astronomi )

                                          24
Massa bumi sangat besar yaitu,5,98x10 kg. Gaya gravitasi bumi juga sangat besar. Oleh karena itu
benda-benda yang ada dipermukaan bumi akan merasakan gaya tariknya. Bumi memiliki gaya tarik yang
                                         2
disebut gravitasi yang besarnya 9,8 m/s .
Terbukti benda yang dilepas dari ketinggian tertentu akan jatuh menuju pusat bumi. Jatuhnya meteor
merupakan salah satu bukti bahwa benda angkasa juga ditarik oleh bumi.

Pengaruh Rotasi Bumi

Dalam peredaranya mengelilingi matahari, bumi pun berputar pada porosnya atau sumbunya. Perputaran
bumi pada sumbunya disebut rotasi bumi. Bumi berotasi pada porosnya dari arah barat ke timur. Arahnya
persis sama dengan arah revolusi bumi mengelilingi matahari .

Kala rotasi bumi adalah 23 jam 56 menit 4 detik ,selang waktu ini disebut satu hari. Sekali berotasi, bumi
menempuh 3600 bujur selama 24 jam. Artinya 10 bujur menempuh 4 menit. Dengan demikian, tempat-
tempat yang berbeda 10 bujur akan berbeda waktu 4 menit. Rotasi bumi menimbulkan beberapa
peristiwa yaitu :

    A.   Pergantian siang dan malam
    B.   Perbedaan waktu berbagai tempat dimuka bumi
    C.   Gerak semu harian bintang
    D.   Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi

    A. Pergantian siang dan malam




         Permukaan bumi yang sedang menghadap matahari mengalami siang. Sebaliknya permukaan
         bumi yang membelakangi matahari mengalami malam. Akibat rotasi bumi, permukaan bumi yang
         menghadap dan membelakangi matahari berganti secara bergantian. Ini adalah peristiwa siang
         dan malam. Karena periode peredaran semu harian matahari 24 jam, maka panjang siang atau
         malam rata-rata 12 jam. Panjang periode siang atau malam hari di khatulistiwa hampir sama
         sepanjang tahun, yaitu berlangsung selama 12 jam. Kadang-kadang ada perbedaan sedikit yaitu
         panjang siang tidak sama dengan panjang malam. Suatu waktu panjang siang lebih besar dari 12
         jam, dan ini berarti panjang malam hari kurang dari 12 jam. Perbadaan ini menjadi lebih besar
         untuk tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa (misalnya di daerah lintang dan kutub).

    B. Perbedaan waktu berbagai tempat dimuka bumi

         Seluruh permukaan bumi dibagi-bagi menurut jaring-jaring derajat. Jaring-jaring derajat itu
         dinamakan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis yang sejajar dengan garis
         tengah khatulistiwa,sedang garis bujur adalah garis yang sejajar dengan garis tengah kutub. Arah
         rotasi bumi sama dengan arah revolusinya, yakni dari barat ke timur. Itulah sebabnya matahari
         selalu terbit di timur terbenam di barat. Orang-orang yang berada di daerah timur akan
         mengamati matahari terbit dan matahari terbenam lebih cepat dari pada daerah yang berada di
         sebelah barat. Wilayah yang berada pada sudut 15 0 lebih ke timur akan mengamati matahari
         terbit lebih cepat satu jam.
       Namun, ada waktu yang berlaku secara international yang disebut waktu GMT (Greenwich Mean
       Time ) sebagai waktu pangkal yang berada pada garis bujur nol derajat yang melalui kota
       Greenwich di London. Sebagai contoh Indonesia memiliki tiga bujur standar yaitu 1050, 1200,
       1350 Bujur Timur, dengan demikian waktu lokalnya berturut-turut adalah waktu Greenwich
       ditambah 7 jam, 8 jam, dan 9 jam. Jika letak bujur standar itu disebelah barat bujur nol, maka
       waktunya dikurangi, dan jika letak bujur standar itu di sebelah timur bujur nol, maka waktunya
       bertambah.

   C. Gerak semu harian bintang

       Bintang-bintang (termasuk matahari) yang tampak bergerak sebenarnya tidak bergerak. Akibat
       rotasi bumi dari arah barat ke timur, bintang-bintang tersebut tampak bergerak dari timur ke
       barat. Rotasi bumi tidak dapat kita saksikan, yang dapat kita saksikan adalah peredaran matahari
       dan benda-benda langit melintas dari timur ke barat. Oleh karena itu kita selalu menyaksikan
       matahari terbit disebelah timur dan terbenam di sebelah barat. Pergerakan dari timur ke barat
       yang tampak pada matahari dan benda-benda langit ini dinamakan gerak semu harian bintang.
       Karena gerak semu ini dapat di amati setiap hari, maka disebut gerak semu harian.

       Waktu yang diperlukan bintang untuk menempuh lintasan peredaran semunya adalah 23 jam 56
       menit atau satu hari bintang. Periode peredaran semu harian matahati dan bulan tidak 23 jam 56
       menit. Satu hari matahari tepat 24 jam sedang satu hari bulan lebih lambat lagi yaitu 24 jam 50
       menit, hal ini disebabkan karena kedudukan bintang sejati di langit selalu tetap. Matahari memiliki
       periode semu harian yang berbeda akibat revolusi, sedangkan bulan sebagai satelit bumi
       memiliki peredaran bulanan mengitari bumi.

   D. Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi

       Rotasi bumi juga menyebabkan penggembungan di khatulistiwa dan pemapatan di kedua kutub
       bumi. Selama bumi mengalami pembekuan dari gas menjadi cair kemudian menjadi padat, Bumi
       berotasi terus pada porosnya. Ini menyebabkan menggebungan di khatulistiwa dan pemepatan di
       kedua kutub bumi sehingga seperti keadaannya sekarang. Karena percepatan gravitasi
       benbanding terbalik dengan kuadrat jari-jari, maka percepatan gravitasi tempat-tempat di kutub
       lebih besar daripada disekitar khatulistiwa.




Pengaruh Revolusi Bumi

Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Bumi mengelilingi matahari pada orbitnya
sekali dalam waktu 365¼.waktu 365¼ atau satu tahun surya disebut kala revolusi bumi. Ternyata poros
bumi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk
sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan
kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi. Revolusi ini menimbulkan beberapa gejala alam yang
berlangsung secara berulang tiap tahun diantaranya perbedaan lama siang dan malam, gerak semu
tahunan matahari, perubahan musim, dan perubahan penampakan rasi bintang, serta kalender masehi.

   A. Perbedaan Lama Siang dan Malam

       Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika
       menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya. Peristiwa ini nampak
       jelas diamati di sekitar kutub utara dan kutub selatan.

           a.   Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September
                     Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari
                  Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan
                   bumi selatan.
                  Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan
                  Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah
                   disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
                  Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
                  Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini
                                                                           o
                   pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5 ke utara.




       b.   Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret
                 Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih
                    menjauhi matahari.
                 Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan
                    bumi utara.
                 Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara
                 Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada
                    daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
                 Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
                 Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 22
                    Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser
                        o
                    23,5 ke selatan.




       c.   Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember
                Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari
                Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama
                   banyaknya.
                Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
                Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.




B. Gerak Semu Tahunan Matahari

   Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan pergeseran
   posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember )
   disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak
   bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.
C. Perubahan Musim

   Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah musim semi,
   musim panas, musim gugur,, dan musim dingin. Berikut ini adalah tabel musim pad waktu dan
   daerah tertentu di belahan bumi

   Musim-musim dibelah bumi utara
   Musim semi        : 21 Maret – 21 Juni
   Musim panas       : 21 Juni – 23 September
   Musim gugur       : 23 September – 22 Desember
   Musim Dingin      : 22 Desember – 21 Maret
    D.

         Musim-musim dibelah bumi selatan
         Musim semi        : 23 September – 22 Desember
         Musim panas       : 22 Desember – 21 Maret
         Musim gugur       : 21 Maret – 22 Juni
         Musim Dingin      : 21 Juni – 23 September

    E.
    F. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang

         Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk pola-pola
         tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang
         berdekatan. Karena letak bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolah-
         olah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini,
         Scorpio, Leo, dan lain-lain

       Kita yang berada di bumi hanya dapat melihat bintang pada malam hari. Ketika bumi berada
       disebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur
       matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang
       yang berada di sebelah utara matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang
       nampak dari bumi selalu berubah. Berarti rasi bintang yang nampak dari bumi juga berubah.
    G. Kalender Masehi

         Berdasarkan pembagian bujur, yaitu bujur barat dan bujur timur, maka batas penaggalan
                                      o                                             o
         internasional ialah bujur 180 , akibatnya apabila dibelahan timur bujur 180 tanggal 15 maka di
                                  o
         belahan barat bujur 180 masih tanggal 14, seolah-olah melompat satu hari. Hitungan kalender
         masehi berdasarkan pada kala revolusi bumi, dimana satu tahun sama dengan 365 ¼ hari.
         Kalender masehi yang mula-mula digunakan adalah kalender Julius Caesar atau kalender Julian.
         Kalender julian berdasarkan pada selang waktu antara satu musim semi dengan musim semi
         berikutnya dibelahan bumi utara. Selang waktu ini tepatnya adalah 365,242 hari atau 365 hari 5
         jam 48 menit 46 sekon. Julius Caesar menetapkan perhitungan kalender sebagai berikut.
               Lama waktu dalam setahun adalah 365 hari
               Untuk menampung kelebihan ¼ hari pada tiap tahun maka lamanya satu tahun
                 diperpanjang 1 hari menjadi 366 hari pada setiap empat tahun. Satu hari tersebut
                 ditambahkan pada bulan februari. Tahun yang lebih panjang sehari ini disebut tahun
                 kabisat
               Untuk mempermudah mengingat, maka dipilih sebagai tahun kabisat adalah tahun yang
                 habis di bagi empat. Contohnya adalah 1984,2000, dan lain-lain

Bulan Sebagai Satelit Bumi

Bulan merupakan satelit sekaligus benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan mengelilingi
bumi pada bidang edar yang memiliki jarak rata-rata 348.404 km. Arah revolusi bulan sama dengan arah
revolusi bumi terhadap matahari . Kala revolusi bulan adalah 27 1/3 hari.waktu ini disebut satu bulan
sideris. Satu bulan sideris tidak sama dengan waktu sejak munculnya bulan purnama sampai bulan
purnama berikutnya. Lama selang waktu antara dua bulan purnama adalah 29 ½ hari. Waktu ini disebut
satu bulan sinodis. Bulan sideris dan sinodis menjadi berbeda akibat adanya revolusi bumi.

Selain berevolusi mengelilingi matahari, bulan juga berotasi terhadap porosnya. Kala rotasi bulan persis
sama dengan kala revolusinya, yaitu 27 1/3 hari, sehingga permukaan bulan yang menghadap bumi
selalu hanya separuhnya. Karena bulan berevolusi terhdap bumi, bulan juga ikut mengelilingi matahari
bersama bumi
A. Bentuk Dan Ukuran Bulan

   Bulan berbentuk bulat dengan massa 7,4 1022 kg. Garis tengah bulan sama dengan ¼ garis
                                                            3
   tengah bumi yaitu 3.476 km dengan massa jenis 3340 kg/m . massa bulan yang kecil
   menyebabkan gaya tarik pada benda dipermukaannya juga kecil. Kekuatan gaya tarik bulan
   hanya 1/6 gaya tarik bumi. Akibatnya, bulan tidak mampu menahan molekul-molekul udara tetap
   berada di sekelilingnya untuk membentuk atmosfer.



   Tidak adanya atmosfer di bulan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut :
       1. Di bulan tidak ada kehidupan.
       2. Permukaan di bulan sangat kasar ( berlubang ) dikarenakan benda-benda yang jatuh
           tidak ada yang menahan.
       3. Suara tidak dapat merambat di bulan, hal ini karena udara atau gas merupakan medium
           tempat perambatan suara.
       4. Langit bulan tampak hitam legam. Atmosfer bumi berwarna biru karena cahaya matahari
           yang mengenai molekul-molekul udara menghamburkan cahaya warna biru




B. Fase Bulan



   Fase bulan adalah perubahan bentuk bulan di lihat dari bumi. Fase-fase bulan tersebut adalah
   fase bulan baru, kuartir pertama, bulan purnama,kuartir ketiga, kuartir keempat.

   Bulan tampak oleh mata karena memantulkan cahaya matahari. Buntuk bulan yang terlihat oleh
   bumi selalu berubah setiap hari. Mulai dari tidak nampak, kemudian muncul bulan sabit dan
   akhirnya berubah menjadi bulan purnama pada hari ke-14 atau ke-15. Bulan Purnama mengecil
   kembali menjadi bulan sabit dan hilang pada hari ke-29 atau ke-30. Fase bulan berulang setiap
   29 hari (bulan sinodis/komariah). Berikut adalah fase-fase bulan :

      1.   Fase Bulan Baru
           Pada fase ini bulan berada di antara bumi dan matahari. Hanya sisi belakang bulan yang
           mendapat cahaya matahari. Sisi bulan yang menghadap bumi sama sekali tidak
           mendapat cahaya matahari. Akibatnya bulan tidak nampak dari bumi
      2.   Kuatrir Pertama 7 3/8 hari
           Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan
           bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari, sedangkan setengah
           lainnya tidak. Bulan tampak setengah cakram sebelah kanan. Antara bulan baru dan
           kuartir pertama bulan tampak sebagai bulan sabit.
      3.   Bulan Purnama 14 3/4 hari
           Bulan, Bumi, dan matahari terletak segaris dengan bumi berada di tengah . Permukaan
           bulan yang menghadap bumi semuanya mendapat cahaya matahari. Bulan nampak dari
           bumi berupa lingkaran utuh
      4.   Kuartir Ketiga 22 1/8 hari
           Bulan,Bumi dan Matahari berada dalam posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan
           bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari. Bulan nampak setengah
           cakram sebelah kiri. Antara bulan purnama dan kuartir ketiga , bulan nampak sebagai
           bulan sabit.
      5.   Kuartir ke empat 28 1/2 hari
           Dikuartir ke empat bulan menjadi bulan baru. Bulan sinodis yang berpatokan pada fase
            bulan dijadikan standar perhitungan kalender islam yang dikenal sebagai kalender
            hijriayah




C. Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari

   Gerhana merupakan proses tertutupnya bulan atau matahari secara tiba-tiba, terdapat dua jenis
   gerhana yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari. Gerhana disebabkan oleh bayangan yang
   dibentuk oleh bumi atau bulan terletak dalam satu garis. Bayangan tersebut mempunyai dua
   bagian yaitu :

       1.Bayangan Umbra atau bayangan inti
         Umbra berbentuk kerucut yang semakin mengecil begitu menjauh dari bumi atau bulan.
         Umbra bulan panjangnya kira-kira 370.000 km, sedangkan umbra bumi panjangnya kira-
         kira 1.376.000 km.
      2. Daerah bayangan kabur (sebagian) dinamakan penumbra.
D. Gerhana Bulan

   Gerhana bulan terjadi jika bulan memasuki bayangan bumi. Bumi berada diantara matahari dan
   bulan. Akibatnya bulan tidak mendapat cahaya matahari sehingga bulan tidak terlihat oleh
   pengamat dibumi. Apabila bulan berada pada daerah umbra, bulan tidak tampak sama sekali dari
   bumi. Pada saat ini terjadi gerhana bulan total. Selanjutnya bulan muncul dalam daerah redup
   saat masuk kembali ke daerah penumbra. Gerhana berakhir saat bulan keluar dari daerah
   penumbra.. Gerhana bulan berlangsung cukup lama karena bayangan bumi yang cukup
   besar.Lamanya dapat mencapai 6 jam bila bulan melewati tengah bayangan. Jika bulan hanya
   menyinggung bayangan penumbra, gerhana hanya berlangsung beberapa saat. Gerhana seperti
   ini disebut gerhana bulan sebagian (parsial)



E. Gerhana Matahari

   Gerhana matahari terjadi ketika bulan melintas di antara bumi dan matahari. Jika posisi bumi-
   bulan-matahari tepat segaris, bayangan bulan dapat menutup sebagian daerah dibumi. Tempat
   di bumi yang tertutup penumbra mengamati gerhana matahari sebagian (parsial). Hanya
   sebagian permukaan matahari yang ditutupi bulan. Tempat yang ditutupi umbra mengalami
   gerhana matahari total. Seluruh permukaan matahari tertutup bulan.

   Ukuran bulan sangat kecil sehingga bayangannyapun kecil. Oleh karena itu, daerah di bumi yang
   tertutup bayangan bulan hanya sebagian. Luas daerah yang tertutup penumbra memiliki garis
   tengah sekitar 3.000 km. Daerah yang tertutup umbra memiliki garis tengah sekitar 269 km.
   Lama gerhana matahari total hanya beberapa menit karena gerakan bayangan bulan yang cepat.
   Gerhana matahari tolal yang tergolong lama terjadi di Samudra Atlantik dan afrika pada tanggal
   30 Juni 1937 yang berlangsung selama 7,2 menit.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:652
posted:2/27/2011
language:Indonesian
pages:13