Docstoc

Bagaimana Mengelola sebuah usaha?

Document Sample
Bagaimana Mengelola sebuah usaha? Powered By Docstoc
					           MARI BELAJAR
               BISNIS
    Pendidikan Kewirausahaan untuk
    Sekolah Menengah Kejuruan dan
 Lembaga Pelatihan Kejuruan dan Teknis


        MODUL 6
Bagaimana Saya Mengelola
     Sebuah Bisnis?

“RENCANA SESI PELATIHAN”




          Departemen Pendidikan Nasional
                      dan
   International Labour Organization (ILO), Jakarta
Mengetahui Tentang Bisnis




Hak cipta @International Training Centre, ILO 1996

Publikasi ini dilindungi hak cipta sesuai Protokol 2 Konvensi tentang Hak Cipta Internasional. Permohonan wewenang
untuk menggandakan, menerjemahkan atau menyadur sebagian atau seluruh materinya harus dikirim ke International
Training Centre, ILO. Permohonan dapat diajukan ke pusat pelatihan ini. Meskipun demikian, penggandaan kutipan-
kutipan singkat dapat dilakukan tanpa harus memperoleh izin, dengan syarat sumbernya harus disebutkan.




Mengetahui tentang Bisnis

ISBN 92-0949-342-9
Diterbitkan pertama kali pada tahun 1996
Edisi kedua tahun 2000
Edisi ketiga 2002
Edisi keempat 2004
Edisi yang direvisi 2005


Istilah-istilah yang digunakan dalam buku-buku terbitan International Training Centre ILO yang sesuai dengan aturan
PBB, serta penyajian materi-materi yang terkandung di dalamnya adalah bukan merupakan pendapat International
Training Centre mengenai status hukum suatu negara, daerah, atau wilayah atau otoritas manapun, atau tentang batas-
batas negara/daerah tersebut. Tanggung jawab atas pendapat-pendapat yang disampaikan dalam artikel, penelitian
maupun kontribusi lain yang telah ditanda-tangani merupakan tanggung jawab dari masing-masing penulisnya, dan
penerbitan buku ini bukan merupakan bentuk persetujuan dari International Training Centre atas pendapat-pendapat
yang disampaikan didalamnya.



Publikasi dan katalog atau daftar buku-buku terbitan terbaru International Training Centre dapat diperoleh di alamat
berikut ini:

Publications
International Training Centre, ILO
Viale Maestri del Lavoro 10
10127, Turin, Italy
Tel: +39 11 693-6693
Fax: +39 11 693-6352
E-mail: MDP@itcilo.it
http://www.itcilo.it/english/publications/index.htm




2
                                                   Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




MODUL 6

Bagaimana Saya Mengelola
Sebuah Bisnis?



Tujuan modul:
       Memungkinkan peserta memahami prosedur-prosedur yang
       dibutuhkan untuk mengelola sebuah bisnis




Cakupan Modul:
                                                                                Halaman
1.   Memilih pasar yang sesuai                                                        3
2.   Memilih lokasi bisnis                                                          27
3.   Bentuk kepemilikan bisnis yang sah                                             39
4.   Uang yang dibutuhkan untuk memulai suatu bisnis                                46
5.   Memperoleh dana untuk membuka bisnis                                           57
6.   Menjalani bisnis                                                               74




                                                                                                 3
Mengetahui Tentang Bisnis




4
                                                       Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




I    TOPIK 1:       Memilih Pasar Yang Sesuai
II   WAKTU YANG DISARANKAN:
     • 2 jam

III TUJUAN:
     • Memungkinkan peserta latihan memahami prosedur mengidentifikasi pasar yang
       sesuai untuk suatu bisnis.

IV DASAR PEMIKIRAN:
     • Sebuah bisnis akan kemungkinan besar berhasil apabila didasari pada barang atau
       jasa yang akan dibeli konsumen dalam jumlah yang cukup untuk menghasilkan
       laba. Dengan kata lain, untuk menjalankan bisnis yang berhasil dan
       menguntungkan, harus ada pasar yang memadai untuk barang dan jasa tersebut.
     • Banyak usaha kecil mengalami kegagalan diakibatkan oleh masalah penentuan
       jenis barang dan pasar. Antusiasme calon pengusaha sering menyebabkan ia
       melupakan konsep bisnis yang paling dasar: "Tujuan utama bisnis adalah
       memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen": Sebelum mulai
       mengoperasikan suatu bisnis, kita perlu menentukan apakah sudah terdapat pasar
       yang tersedia untuk barang atau jasa tertentu.
     • Tujuan dari topik ini adalah untuk membahas elemen-elemen pasar dan
       mengidentifikasi karakteristik yang perlu diketahui tentang konsumen yang ada di
       sebuah pasar. Penelitian pasar akan memberikan jawaban sampai sejauh seorang
       pengusaha dapat mengabil porsi pasar dari produk atau jasa yang akan
       ditawarkan. Hal ini sangat penting khususnya ketika pengusaha merencanakan
       untuk memulai bisnis karena semua keputusan yang berhubungan dengan
       kebutuhan ruang yang dibutuhkan untuk bisnis, peralatan dan bahan material
       atau barang jadi yang dibeli, pegawai yang akan diangkat dan lain-lainnya
       tergantung pada perkiraan realistis dari pasar dimana bisnis akan ditawarkan.

V    KEGIATAN:
     1. Minta peserta membaca HANDOUT 1. Adakan diskusi datam kelas tentang ke-11
        pertanyaan yang ada di lembar TRANSPARANSI 1. Sebagai pertanyaan terakhir,
        tanyalah: “Mengapa pengusaha perlu memiliki pemahaman yang luas
        tentang kebutuhan para konsumen sebelum memulai bisnis mereka?”
     2. Perlihatkan TRANSPARANSI 2 lalu bahas jawaban-jawaban yang diberikan atas
        kelima pertanyaan tersebut. Bagilah peserta latihan menjadi beberapa kelompok
        dan mintalah mereka mengidentifikasi “5 Pertanyaan(5 Ws)” tentang pasar untuk
        usaha bisnis seperti bengkel mobil, toko roti, pakaian, toko biasa, toko buku, toko
        penjual barang-barang kerajinan tangan. Mintalah setiap kelompok memberikan
        laporan tentang hasil temuan mereka kepada peserta lain di kelas tersebut.
     3. Gunakan LEMBAR KERJA 1 sebagai contoh seseorang yang memulai usaha tanpa
        melakukan penelitian pasar. Mintalah peserta membahas pertanyaan-pertanyaan
        berikut ini:
        1. Mengapa bisnis bahan bangunan Frans Koy mengalami kegagalan?
        2. Apa yang seharusnya Frans Koy lakukan sebelum memulai usahanya?



                                                                                                     5
Mengetahui Tentang Bisnis




       4. Berdasarkan studi kasus Frans Koy, tekankan tentang perlunya melakukan
          penelitian pasar sebelum memulai suatu bisnis. Mintalah peserta membaca
          HAND-OUT 2 dan 3 sebagai dasar untuk mengadakan diskusi.
       5. Diskusikan HANDOUT 4, 5,6 dengan para peserta dan jelaskan mengapa
          perencanaan penjualan itu penting, dan beberapa kemungkinan tentang strategi
          bisnis dalam hal ini penjualan
       6. Bagikan LEMBAR KERJA 2 dan bagilah peserta ke dalam kelompok. Mintatah
          mereka untuk melakukan perencanaan penjualan berdasarkan survei pasar yang
          digambarkan dalam Lembar Kerja. Kemudian minta mereka untuk
          mempresentasikan rencana penjualan mereka dan mendiskusikan hasil kerja
          mereka.




6
                                                       Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                                             MODUL 6: Topik 1
HANDOUT 1

Informasi Tentang Pasar
1.   Apa itu pasar?
     Untuk sebuah bisnis, pasar adalah seluruh masyarakat yang ada di sebuah wilayah
     geografis tertentu yang membutuhkan barang atau jasa serta bersedia dan mampu
     membelinya. Setiap bisnis menjual beberapa jenis barang atau jasa untuk masyarakat.
     Calon konsumen dapat digambarkan sebagai:
      a. Masyarakat yang membutuhkan atau menginginkan barang atau jasa.
      b. Masyarakat yang mampu membeli barang atau jasa.
      c. Masyarakat yang ingin membeli barang atau jasa.
     Kita perlu mempertimbangkan persaingan yang ada. Jika ada beberapa pesaing yang
     melayani pasar yang sama, maka kita perlu mengetahui apakah pasar tersebut cukup
     besar untuk menerima usaha baru. Kita juga perlu mengetahui seberapa besar perbedaan
     antara barang atau jasa tersebut dengan barang atau jasa para pesaing.

2.   Apa yang perlu diketahui pengusaha tentang calon konsumen?
      a. Mengenal konsumen: Pasar dapat dibagi menjadi beberapa kelompok pembeli
         berskala besar atau beberapa karakteristik tertentu seperti berdasarkan usia, jenis
         kelamin, status perkawinan dan keluarga, pekerjaan, penghasilan dan tren masing-
         masing karateristik tersebut.
      b. Mengetahui apa yang diinginkan konsumen: Dengan membagi pasar menjadi
         beberapa kelompok, pengusaha dapat dengan mudah mengetahui barang atau
         jasa apa yang diinginkan atau dibutuhkan masing-masing kelompok.
      c. Mengetahui dimana konsumen melakukan pembelian: Pengusaha perlu
         mengetahui dimana konsumen yang ada di pasar mereka melakukan pembelian
         dan menentukan faktor-faktor apa saja yang membuat mereka beralih dan
         membeli dari tempat lain.
      d. Mengetahui kapan konsumen melakukan pembelian: Dengan mengetahui
         frekuensi konsumen melakukan pembelian (setiap hari, setiap minggu, bulan,
         tahun atau kadang-kadang), pengusaha dapat menetapkan jam kerja yang sesuai,
         kapan harus memasang iklan dan berapa jumlah barang yang akan dijual pada
         saat-saat tertentu sepanjang tahun tersebut.
      e. Mengetahui cara konsumen melakukan pembelian: Dengan mengetahui cara
         konsumen membayar barang dan jasa, pengusaha dapat menentukan kebijakan
         kredit dan penetapan harga yang sesuai untuk bisnis tersebut.
3.   Dimana kita dapat memperoleh informasi tentang konsumen?
     Informasi tentang konsumen dapat diperoleh dari asosiasi-asosiasi dagang (publikasi),
     KADIN, badan-badan pemerintah (Pegawai Dinas Perdagangan Daerah), koran dan
     majalah, dan dengan melakukan penelitian sendiri yaitu dengan mengadakan survei pasar
     di lingkungan masyarakat setempat.




                                                                                                     7
Mengetahui Tentang Bisnis




4.   Apa itu konsep pemasaran?
     Salah satu hal terpenting yang perlu dilakukan para pemilik usaha kecil adalah memahami
     dan menyusun program-program pemasaran untuk memasarkan barang dan jasa mereka.
     Program-program pemasaran modern biasanya disusun berdasarkan “konsep pemasaran”
     dan kinerja pemasaran dimana pemilik usaha perlu memfokuskan upaya-upaya mereka
     untuk mengidentifikasi, memenuhi serta menindak-lanjuti kebutuhan para konsumen,
     yang semua ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Pemasaran didasarkan pada
     fakta bahwa: (a) semua kebijakan dan kegiatan usaha perlu diarahkan untuk memenuhi
     kebutuhan konsumen, dan (b) volume penjualan yang menguntungkan adalah lebih baik
     dari volume penjualan yang besar.
     Sewaktu menerapkan konsep pemasaran ini, usaha kecil perlu:
      a. mengetahui kebutuhan konsumen mereka (penelitian pasar);
      b. menganalisa keunggulan kompetitif mereka (strategi pemasaran);
      c. memilih pasar-pasar tertentu yang akan dilayani (target pemasaran);
      d. dan mengetahui cara memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut (market mix).
5.   Apa itu penelitian pasar?
     Program penelitian pasar berskala kecil yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner
     kepada para konsumen dan/atau calon konsumen, dapat membantu pengusaha dalam
     memahami masalah dan ketidak-puasan para konsumen serta apa yang dibutuhkan
     pengusaha untuk mengatasi masalah tersebut, atau barang dan jasa baru apa yang dapat
     ditawarkan dengan sukses.
     Penelitian pasar juga perlu mengidentifikasikan kecenderungan masyarakat yang dapat
     mempengaruhi tingkat penjualan dan laba. Kecenderungan masyarakat, perkembangan
     hukum serta kondisi perekonomian setempat perlu dipantau agar dapat mengidentifikasi
     masalah dan peluang yang ada. Di samping itu, kegiatan yang dilakukan pesaing juga
     perlu dipantau; pesaing dapat saja bergabung atau meninggalkan pasar tersebut. Sebagai
     contoh, kita perlu mengetahui strategi -strategi yang diterapkan para pesaing (yaitu
     bagaimana cara mereka bersaing?).

6.   Apa itu strategi pemasaran?
     Strategi pemasaran mencakup upaya untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok
     konsumen (target pasar) yang dapat dilayani usaha kecil dengan cara yang lebih baik dari
     pesaing berskala besar, serta upaya untuk membuat tawaran produk, harga, distribusi,
     upaya promosi serta jasa untuk pangsa pasar tersebut (mengelola market mix). Idealnya,
     strategi ini harus bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang tidak dapat
     terpenuhi di pasar tersebut dan yang menunjukkan kemungkinan ukuran dan laba yang
     memadai. Tentu saja usaha kecil tidak dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat,
     untuk itu mereka harus mampu menganalisa pasar dan kemampuannya sendiri agar dapat
     difokuskan pada pasar yang ditargetkannya.

7.   Apa itu target pemasaran?
     Pemilik usaha kecil punya sumber daya yang terbatas untuk membiayai kegiatan
     pemasaran mereka. Memfokuskan upaya-upaya pemasaran mereka pada satu atau dua
     pangsa pasar yang utama merupakan basis dari target pemasaran mereka. Cara-cara utama
     untuk menggolongkan pasar adalah:
      a. Pembagian secara geografis: melayani kebutuhan konsumen di wilayah geografis
         tertentu (misalnya, toko di sebelah mungkin memasang iklan hanya untuk mereka
         yang tinggal dalam radius satu setengah kilometer dari toko tersebut).


8
                                                       Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




      b. Pembagian menurut konsumen: mengidentifikasi kelompok-kelompok masyarakat
         yang kemungkinan besar akan membeli barang tersebut sebelum mencoba
         menarik perhatian konsumen baru.
8.   Apa itu market mix?
     Market mix digunakan untuk menjelaskan bagaimana pemilik usaha dapat
     menggabungkan keempat bidang berikut ini menjadi satu program pemasaran yang
     bersifat menyeluruh.
      a. Barang dan jasa: strategi-strategi produk yang efektif untuk usaha kecil
         mencakup konsentrasi pada sedikit jenis barang, mengembangkan barang atau
         jasa yang sangat khusus, atau menyediakan paket barang-jasa yang berisi sejumlah
         layanan yang berbeda.
      b. Promosi: bidang pemasaran ini mencakup pemasangan iklan, keahlian menjual
         dan kegiatan-kegiatan promosi lainnya. Secara umum, keahlian menjual bermutu
         tinggi adalah hal yang wajib dilakukan untuk usaha-usaha kecil karena
         kemampuan mereka yang terbatas untuk memasang iklan secara besar--besaran.
      c. Tempat/Distribusi: produsen dan pedagang grosir harus menentukan cara yang
         tepat untuk mendistribusikan barang-barang mereka. Umumnya, produsen
         berskala kecil bekerja melalui distributor atau agen produsen yang sudah mapan.
         Pedagang eceran berskala kecil perlu mempertimbangkan faktor biaya dan arus
         barang sebagai dua faktor yang penting dalam memilih lokasi bisnis. Dengan kata
         lain, lokasi dengan biaya rendah dan arus barang yang rendah berarti
         mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk Man agar dapat meningkatkan arus
         barang.
      d. Harga: menentukan besarnya harga dan/atau kebijakan harga (termasuk
         pemberian kredit) merupakan faktor penting yang mempengaruhi total
         penghasilan. Secara umum, harga yang lebih tinggi berarti volume yang rendah
         dan demikian pula sebaliknya; namun usaha-usaha kecil sering menerapkan
         harga-harga yang lebih tinggi karena mereka tawarkan layanan yang bersifat
         pribadi.
      e. Sifat barang/jasa juga penting dalam menentukan lokasi. Apabila sebagian besar
         pembelian dilakukan untuk membeli barang-barang ringan (misalnya soda atau
         permen), maka dibutuhkan arus barang dan visibilitas yang sangat tinggi. Di sisi
         lain, lokasi kurang penting untuk barang/jasa yang dicari sendiri oleh konsumen
         (misalnya barang-barang pasokan untuk hotel).
9.   Bagaimana cara mengevaluasi kinerja pemasaran?
     Setelah menentukan program pemasaran, pemilik perlu mengevaluasi
     keputusan-keputusan mereka. Standar kinerja perlu ditetapkan agar hasil-hasilnya dapat
     dievaluasi berdasarkan standar-standar tersebut. Data yang tepat tentang norma industri
     dan kinerja di masa lalu merupakan basis untuk membandingkan kinerja saat ini. Pemilik
     usaha perlu mengevaluasi kinerja bisnis mereka minimal tiga bulan sekali.
     Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang penting:
      - Apakah bisnis telah berjalan seoptimal mungkin untuk berorientasi pada
          konsumen?
      - Apakah pekerja sudah memastikan terpenuhinya kebutuhan konsumen dan
          konsumen sudah merasa puas dan ingin kembali lagi?
      - Dapatkah konsumen menemukan apa yang mereka inginkan dengan harga
          bersaing?


                                                                                                     9
Mengetahui Tentang Bisnis




10. Bagaimana cara menganalisa kelayakan barang atau jasa?
    Konsumen membeli barang atau jasa untuk kebutuhan pribadi mereka dan bukan untuk
    mencari untung. Konsumen membeli untuk memuaskan diri mereka atau untuk memenuhi
    keinginan dan kebutuhan keluarga mereka. Konsumen membeli barang atau jasa karena
    mereka ingin memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Masyarakat termotivasi untuk membeli
    atas dasar dua alasan pokok berikut ini:
     - Alasan emosional : gengsi dalam hal penampilan diri, pencapaian sosial, ambisi,
         kebersihan, hiburan, banyak waktu senggang.
     - Kebutuhan rasional : daya tahan, kegunaannya ekonomis, harga ekonomis,
         praktis, pengoperasiannya efisien, kegunaannya dapat diandalkan.
    Para psikolog menyatakan bahwa perilaku beli para konsumen pertama-tama dimaksudkan
    untuk memenuhi kebutuhan pokok tertentu. Kebutuhan-kebutuhan yang sangat pokok
    ini mencakup kebutuhan akan sandang, pangan dan papan. Mereka yang hanya memiliki
    sumber daya keuangan yang sedikit membutuhkan barang dan jasa yang terbaik sesuai
    dengan uang yang mereka miliki. Terbaik dalam hal kuantitas, kualitas dan dapat
    diandalkan.
    Banyak konsumen tidak mau mengakui bahwa barang dan jasa yang mereka beli adalah
    untuk memenuhi kebutuhan emosional mereka. Namun sebagian besar ahli jiwa percaya
    bahwa gengsi dalam hal penampilan pribadi adalah motif pembelian yang bersifat
    emosional. Biasanya, motif-motif tertentu kelihatan lebih rasional ketimbang motif-motif
    yang lain. Dikarenakan masyarakat menganggap diri mereka sebagai individu yang
    rasional, mereka cenderung memberi alasan mengapa mereka melakukan pembelian
    dengan cara yang sangat logis. Untuk mencapai sukses dalam memasarkan barang atau
    jasa, pengusaha perlu mengetahui apa motif konsumen membeli barang atau jasa.

11. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pasar konsumen?
    Pasar konsumen tengah mengalami perubahan secara konstan. Sebagian besar faktor
    berikut ini telah mendorong adanya perubahan-perubahan konsumen selama beberapa
    tahun belakangan ini.
     - Perubahan populasi, seperti perubahan dalam hal penyebaran penghasilan
         berdasarkan usia, termasuk peningkatan daya beli secara keseluruhan dan jumlah
         uang yang digunakan untuk membeli “barang-barang mewah”:
     - Perubahan gaya hidup dan perilaku.
     - Prosentase tenaga kerja perempuan yang lebih tinggi.
     - Waktu senggang yang lebih banyak.
     - Maraknya pembelian secara kredit.
     - Meningkatnya jumlah tenaga kerja kelas atas dan tenaga kerja terampil.
     - Tingkat pendidikan masyarakat yang lebih tinggi secara keseluruhan.
     - Tingkat inflasi yang tinggi.
     - Perubahan teknologi (ponsel).
    Pengusaha perlu mengamati perubahan-perubahan yang terjadi pada perilaku para
    konsumen. Pengusaha mungkin perlu mengubah atau memperbaiki kebijakan dan
    prosedur pemasaran mereka. Meramalkan perubahan pasar adalah tugas yang sangat
    penting tapi sulit dilakukan. Informasi tentang pasar harus dikumpulkan dan dianalisa
    secara terus-menerus.




10
                                Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                      MODUL 6: Topik 1
TRANSPARANSI 1

        Pertanyaan-Pertanyaan
  Yang Terkait Dengan Informasi Pasar

   1. Apa itu pasar?
   2. Apa yang perlu diketahui pengusaha tentang
       calon konsumen?
   3. Dimana kita dapat memperoleh informasi
       tentang konsumen?
   4. Apa itu konsep pemasaran?
   5. Apa itu penelitian pasar?
   6. Apa itu strategi pemasaran?
   7. Apa itu target pemasaran?
   8. Apa itu market mix?
   9. Bagaimana cara mengevaluasi kinerja
       pemasaran?
   10. Bagaimana cara menganalisa kelayakan
       barang atau jasa?
   11. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
       pasar konsumen?




                                                                            11
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                     MODUL 6: Topik 1
TRANSPARANSI 2

      Lima Kata Tanya Tentang Pasar (5 W)




                        “Lima kata tanya (5 W)”
                      adalah kerangka acuan yang
                   dapat digunakan pengusaha untuk
             mengumpulkan data tentang potensi pasar agar
            dapat lebih memahami dan memprediksi perilaku
                             para pembeli.

              Ingat bahwa ada lima kata tanya (yaitu Siapa,
                                   Apa,
              Kapan, Dimana dan Mengapa) yang memiliki
               faktor dan elemen tertentu untuk setiap kata
                              tanya tersebut.



12
                                             Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




Pertanyaan                    Faktor          Elemen


1.   Siapa Konsumen saya ?    Demografis      -     Populasi: jumlah,
     (Who)                                          pertumbuhan, penurunan,
                                                    pergerakan (keluar masuk),
                                                    usia (rata-rata,
                                                    kecenderungan), status
                                                    perkawinan (jumlah,
                                                    kecenderungan)
                                              -     Pendidikan: jumlah sekolah
                                                    (semua level), tingkat
                                                    pendidikan (rata-rata,
                                                    kecenderungan).
                                              -     Struktur keluarga: jumlah,
                                                    komposisi, kecenderungan.
                                              -     Perekonomian: tingkat
                                                    penghasilan individu,
                                                    kepemilikan (lahan, tempat
                                                    tinggal, mobil, modal).
                                              -     Perumahan: usia,
                                                    permulaan, pola
                                                    kepemilikan, jumlah unit
                                                    yang disewakan,
                                                    kecenderungan.

2.   Apa yang mereka          Barang atau     -     Penelitian pasar (formal)
     butuhkan? (What)         jasa            -     Observasi secara informal.


                              Waktu           -     Siklus bisnis
3.   Kapan mereka membeli?
                                              -     Siklus barang
     (When)
                                              -     Siklus konsumen

4.   Dimana mereka membeli?   Lokasi          -     Pasar
     (Where)                                  -     Tenaga kerja anda
                                              -     Transportasi
                                              -     Lokasi yang cocok (factor-
                                                    faktor pribadi)

                                              -     Minat masyarakat
                              Permintaan
5.   Mengapa mereka                           -     Daya beli masyarakat
                              yang efektif
     membeli? (Why)                           -     Kebiasaan dan
                                                    kecenderungan untuk
                                                    membeli



                                                                                         13
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                       MODUL 6: Topik 1
HANDOUT 1

Mengetahui Pesaing Anda
Menganalisa Persaingan
Dalam membuka usaha baru, kita perlu mempertimbangkan persaingan yang ada, namun
kita tidak perlu mengambil resiko bila persaingan yang ada terlalu besar. Adalah lebih baik
jika kita memilih jenis usaha lain apabila persaingan yang ada terlalu besar. Anda harus
mengetahui pesaing maupun konsumen Anda. Hasil usaha akan dicapai setelah mengalahkan
pesaing Anda. Cara terbaik melakukannya adalah dengan mengetahui siapa pesaing Anda
dan sistem pengoperasian mereka. Sayangnya, banyak pengusaha tidak pernah berupaya
mengetahui pesaing mereka sampai segala sesuatunya sudah menjadi bubur. Untuk
mengetahui pesaing mereka, langkah-langkah berikut ini perlu diambil oleh para pengusaha.

Langkah 1: Mengidentifikasi pesaing Anda
A. Pesaing Langsung: buatlah daftar semua pesaing Anda berdasarkan nama, alamat dan
   jenis usaha mereka.
B. Pesaing Tak Langsung: buatlah daftar nama, alamat dan jenis usaha semua perusahaan
   yang menyediakan barang dan/atau jasa, walaupun tidak persis sama, yang dapat
   digunakan sebagai pengganti barang dan/atau jasa yang Anda tawarkan.

Langkah 2:Menganalisa bisnis-bisnis yang baru berdiri dan bisnis-bisnis
yang mengalami kegagalan.
A. Buatlah daftar bisnis-bisnis kompetitif yang telah berdiri selama dua tahun terakhir.
B. Buatlah daftar bisnis-bisnis kompetitif yang gulung tikar selama dua tahun terakhir.
C. Analisa alasan di balik kegagalan bisnis-bisnis tersebut selama dua tahun terakhir ini.
   Faktor atau serangkaian faktor apa yang menciptakan optimisme bisnis-bisnis baru yang
   sukses? Faktor atau serangkaian faktor apa yang ada dalam bisnis-bisnis yang mengalami
   kegagalan?

Langkah 3: Menganalisa bisnis yang sudah ada
A. Perkirakan total penjualan dan laba setiap pesaing Anda.
B. Nilailah pesaing Anda dalam hal harga, mutu barang atau jasa, fasilitas, promosi dan
   penjualan.
    - Berapa harga yang mereka tawarkan? Bagaimana mutu barang dagangan
        mereka? Berapa besar biaya yang mereka gunakan untuk memasang iklan?
    - Layanan ekstra apa saja yang mereka tawarkan? Apakah kondisi penjualan mereka
        bersifat fleksibel? Apakah kantor mereka berlokasi di daerah yang mahal, sedang
        atau murah?
    - Apakah proses dan peralatan produksi mereka tergolong modern? Apakah pekerja
        mereka sudah sangat terlatih? Apakah pekerja mereka diberi upah yang tinggi?
C. Perhatikan apakah ada kaitan antara perusahaan-perusahaan yang sukses dengan sistem
   pengoperasian yang mereka terapkan? Yaitu apakah perusahaan-perusahaan tersebut


14
                                                     Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




    memiliki kesamaan dalam metoda penetapan harga, penjualan dan/atau produksi? Analisa
    yang menyeluruh terhadap metoda-metoda pengoperasian berdasarkan total penjualan
    dan laba perusahaan mereka akan menghasilkan informasi penting.

Langkah 4: Membandingkan pengelolaan bisnis yang Anda usulkan
dengan pesaing Anda
A. Sebutkan keunggulan barang dan/atau jasa Anda dalam hal harga, kinerja, mutu, daya
   tahan dan visibilitasnya bila dibandingkan dengan pesaing Anda.
B. Jelaskan mengapa metoda pengoperasian bisnis Anda akan lebih berhasil bila
   dibandingkan dengan pesaing Anda.
C. Jika Anda ingin beroperasi dengan cara yang sama dengan bisnis-bisnis lain, maka Anda
   perlu menjelaskan mengapa:
     1. Potensi pasar cukup besar untuk membantu Anda dan perusahaan-perusahaan
        lain secara menguntungkan; atau
     2. Pasar tidak dapat membantu semua pesaing namun bisnis Anda akan menjadi
        bisnis yang lebih efisien dan/atau efektif.
D. Jika Anda ingin beroperasi dengan cara yang berbeda dari pesaing Anda, maka Anda
   perlu menjelaskan mengapa perusahaan lain tidak menggunakan cara ini. Apakah bisnis-
   bisnis lain tidak tahu adanya peluang ini? Atau apakah mereka sudah mengetahui hal
   yang belum Anda ketahui?




                                                                                                 15
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                       MODUL 6: Topik 2
LEMBAR KERJA 1

                            Bahan Bangunan "Frans Koy"




Frans Koy adalah seorang guru muda yang tinggal di sebuah kota kecil. Setelah pindah ke
kota itu, Frans Koy bergaul dengan banyak orang karena tampaknya ia memang suka bergaul
dan sering ikut dalam kegiatan-kegiatan masyarakat di kota itu. Frans Koy ingin memperoleh
uang lebih dan untuk itu, ia ingin membuka suatu bisnis. Istrinya mendorongnya untuk
mencoba cara lain yang dapat menghasilkan pemasukan yang lebih besar dari sekedar
mengajar.
Frans Koy mendengar melalui seorang temannya bahwa ada stok bahan bangunan yang dijual
di kota lain. Pemilik toko bahan bangunan tersebut telah meninggal dunia. Dengan berbekal
uang sebesar 20 juta Rupiah, Frans Koy ingin membeli beberapa bahan bangunan. Sambil
melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada di kotanya, ia lalu menyewa sebuah toko kosong
yang terletak di antara dua buah toko eceran. Salah satu toko ini adalah toko pakan hewan
sedangkan toko yang satu lagi adalah toko bahan bangunan yang sudah lama berdiri dan
dimiliki oleh seorang pengusaha separoh baya yang pintar. Walaupun seorang bankir setempat
telah menyarankan Frans Koy agar tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai guru, namun ia
bersikeras untuk tetap meninggalkan pekerjaannya dan mengambil tabungannya sebesarnya
50 juta Rupiah dan mulai menjalankan bisnis bahan bangunannya.
Pengusaha-pengusaha lain di kota itu merasa adanya agen bahan bangunan baru tidak akan
mampu meraih sukses. Salah seorang pengecer lokal mengatakan bahwa kota kecil itu tidak
mampu menyediakan pasar yang cukup untuk dua toko bahan bangunan.
Setelah membuka tokonya, Frans Koy memasang papan promosi di jendela tokonya: “Buka
dari jam 6 pagi sampai 10 malam. Juga dapat dihubungi di luar jam kerja:” Frans Koy mengira
dengan cara seperti ini ia dapat bersaing dengan toko bahan bangunan yang sudah berdiri
lama di sebelah tokonya.
Selama hari kerja, toko bahan bangunan Frans Koy adalah satu-satunya toko di kota itu yang
tetap buka sesudah jam 6 sore. Jam kerja toko Frans Koy lama namun tidak menghasilkan
banyak penjualan.
Konsumen yang tertarik pada Frans Koy hanya segelintir orang yang menggunakan fasilitas
kredit yang membeli barang dari toko baru tersebut dengan fasilitas kredit dan bukan
membayar tunai. Tak lama kemudian Frans Koy mendapati stok barangnya menipis namun ia
tidak punya uang untuk membeli stok baru, dan ia tidak dapat meminjam uang agar bisnisnya
tetap bertahan.
Akibat persaingannya dengan toko bahan bangunan lama yang terletak di sebelahnya, bisnis
Frans Koy hanya mampu bertahan selama delapan belas bulan. Tidak pernah ada banyak
peluang untuk mencapai sukses. Pasar untuk barang-barang bahan bangunan di kota itu
terlalu kecil untuk mendukung dua toko bahan bangunan. Bahkan manajer terbaik sekalipun

16
                                                   Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




tidak mampu membuat toko Frans Koy sukses. Ia menyesal karena tidak meneliti segala
sesuatunya lebih seksama sebelum mulai menjalankan bisnis tersebut. Mungkin gaji guru
tidak terlalu buruk.

Pertanyaan diskusi:
1. Mengapa bisnis bahan bangunan Frans Koy mengalami kegagalan?
2. Apa yang seharusnya Frans Koy lakukan sebelum memulai bisnisnya?




                                                                                               17
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                       MODUL 6: Topik 1
HANDOUT 2

Mengadakan Penelitian Pasar
Anda mungkin memiliki barang atau jasa yang sangat cocok untuk ditawarkan kepada
masyarakat. Namun salah satu kunci keberhasilan atau kegagalan suatu bisnis adalah
mengetahui apakah ada cukup konsumen yang bersedia membeli barang atau jasa Anda
secara teratur. Harga barang atau jasa tersebut harus dapat menghasilkan marjin keuntungan
yang memadai agar bisnis Anda dapat terus bertahan atau bahkan lebih berkembang lagi.
Sebelum menanamkan modal Anda untuk usaha, Anda perlu mengetahui apakah ada pasar
yang belum terpenuhi kebutuhannya. Pertanyaan-pertanyaan berikut ini perlu dijawab untuk
mengetahui apakah pesaing Anda sedang beroperasi di bidang usaha yang Anda usulkan.
-    Apakah pasar sedang berkembang dengan tingkat perkembangan yang memungkinkan
     hadirnya sebuah bisnis baru?
-    Saat pasar sedang mengalami penurunan, bagaimana Anda dapat merebut pangsa pasar
     dari pesaing Anda?
-    Seberapa besar perbedaan antara barang atau jasa Anda dengan apa yang dimiliki pesaing
     Anda?
-    Apakah Anda sudah mengetahui pangsa pasar mana yang perlu dilayani?

Langkah-langkah yang perlu diambil dalam melaksanakan survei pasar
Pelaksanaan survei pasar melibatkan langkah-langkah berikut ini:
1.   Menetapkan tujuan diadakannya survei pasar dan informasi apa yang diperlukan.
2.   Menyusun informasi rinci tentang survei pasar misalnya:
      - Sumber informasi,
      - Waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan penelitian tersebut,
      - Metodologi yang akan diterapkan untuk mengumpulkan informasi,
      - Menyusun rencana aksi.
3.   Memilih sampel dan menetapkan kontak dan kunjungan apa yang perlu dilakukan.
4.   Menyusun kuesioner dan rencana untuk mengadakan wawancara survei.
5.   Mengumpulkan dan menganalisa data.
6.   Menyusun laporan tentang hasil temuan.

Bagi pengusaha baru, masalah besar yang akan mereka hadapi dalam mengadakan survei
pasar adalah mereka tidak mengetahui sumber dan kontak tertentu untuk memperoleh
informasi.




18
                                                        Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




Sumber Informasi
Sumber informasi dapat dibagi menjadi:
1.   Sumber Data Primer : informasi yang berasal dari hasil kontak dengan mereka yang
     terlibat langsung dalam kegiatan terkait. Untuk survei barang-barang perabotan, misalnya,
     informasi yang diperoleh dari para produsen atau pedagang grosir perabotan akan menjadi
     sumber data yang utama.
2.   Sumber Data Sekunder: data yang sudah ada dan dapat digunakan dalam investigasi.
     Informasi ini mungkin tidak dikumpulkan untuk tujuan tertentu. Informasi ini dapat
     diperoleh dari asosiasi dagang/produsen atau data-data yang sudah dipublikasikan.

Petunjuk dalam Mengadakan Survei Pasar
Petunjuk-petunjuk berikut ini dapat digunakan untuk membantu pengusaha dalam
mengadakan survei pasar secara efektif dan sisternatis.
-    Prasangka yang bersifat pribadi dapat menimbulkan faktor yang negatif dalam
     mengumpulkan informasi dari berbagai kalangan masyarakat.
-    Bersikaplah sabar dan giat dalam mengumpulkan informasi selama survei berlangsung.
-    Jangan berikan informasi kepada orang lain.
-    Catatlah informasi segera setelah Anda mengunjungi seseorang. Hindari menulis atau
     melihat kertas-kertas Anda saat mewawancarai seseorang.
-    Urutan pertanyaan, keterlibatan dan komitmen untuk memperoleh informasi adalah faktor-
     faktor penting dalam mencapai survei pasar yang berhasil.
-    Cara terbaik mendekati pesaing Anda adalah dengan mengunjungi mereka sebagai calon
     konsumen. Anda dapat menunjukkan minat Anda untuk membantu menjual produk-
     produk mereka.

Setelah survei selesai, laporan rinci tentang hasil temuan Anda perlu disusun dalam bentuk
tulisan. Laporan tentang survei pasar ini dapat membantu Anda menilai kelayakan pemasaran
produk Anda. Laporan ini juga dapat dijadikan dokumen yang penting untuk meyakinkan
lembaga-lembaga keuangan tentang pemahaman Anda mengenai pasar tersebut.




                                                                                                    19
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                                 MODUL 6: Topik 1
HANDOUT 3

Menyusun Rencana Penjualan
Bagian yang penting dalam laporan penelitian pasar adalah perencanaan penjualan. Seorang
pengusaha dalam suatu bisnis harus punya bayangan realistis tentang berapa banyak produk
atau pelayanan yang dapat dijual bisnisnya dalam jangka pendek. Untuk itu, berdasarkan
temuan survey pasar ia menyiapkan rencana penjualan bulanan secara umum untuk 12 bulan
ke depan. Bila bisnis tersebut menawarkan beberapa produk atau pelayanan dengan harga
beragam, ramalan ini harus dibuat untuk tiap produk atau pelayanan secara tersendiri. Namun,
seorang penjual eceran atau seorang penjual grosir dengan produk berjumlah besar akan
membuat rencana penjualan untuk kelompok-kelompok utama produk dengan suatu harga
rata-rata.
Suatu rencana penjualan memiliki tiga elemen: kuantitas produk yang harus terjual, harga
dari produk dan jumlah harga dikalikan kuantitas, dan harga dari turnover. Turn¬over adalah
jumlah yang diterima bisnis tersebut dari penjualan selama satu bulan (turnover bulanan)
atau selama satu tahun (turnover tahunan).

                                  Rencana Penjualan Perusahaan XYZ
                                              Tahun …………..

   Bulan                    Jan   Feb   Mar    Apr   Mei   Jun   Jul   Ags   Sept Okt   Nov   Des

   Produk1

   Harga/Unit

   Turnover



Rencana penjualan juga akan mencerminkan variasi musiman dalam bisnis, misalnya suatu
restoran di pantai akan mendapatkan lebih banyak konsumen di musim kemarau daripada
musim hujan, atau suatu toko penjahit yang menjual seragam sekolah akan menjual produknya
paling banyak ketika tahun pelajaran sekolah dimulai.
Dari rencana penjualan seorang pengusaha akan mengetahui kapan ia membutuhkan bahan
mentah atau barang dan berapa uang yang ia harapkan untuk didapatkan setiap bulannya.
Seorang pengusaha yang sudah lama melakukan bisnis akan memahami dari pengalamannya
bagaimana bisnis berjalan sepanjang tahun. Namun suatu survey pasar harus dilakukan secara
teratur, terutama ketika rencana penjualan tidak tercapai atau si pengusaha akan
mengembangkan bisnisnya dan menawarkan produk baru.
Seseorang yang akan memulai bisnis baru harus benar-benar memperhatikan survey pasar
karena ia harus benar-benar pasti bahwa produk atau jasa tersebut dapat terjual dalam jumlah
dan dengan harga yang ditetapkan dalam pengembangan rencana penjualan yang realistis.




20
                                                          Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




Ingat :
-     Kelangsungan bisnis tersebut bergantung pada uang penjualan.
-     Penjualan hanya dapat diperkirakan sampai tingkat tertentu, bahkan dengan melakukan
      penghitungan yang baik
-     Ketepatan dari penghitungan tergantung dari kualitas data yang digunakan
-     Informasi yang disediakan oleh peneliti pasar tidak selalu tepat, jadi beberapa scenario
      yang berbeda harus diperhitungkan dalam perencanaan;
-     Sikap pemain lain dan masukanya pemain baru dalam pasar tetap menjadi resiko setiap
      bisnis. Pengaruh-pengaruh semacam itu sangat sulit untuk dihitung/diteliti, namun sangat
      penting dalam suksesnya suatu bisnis;
-     Dengan kalkulasi yang baik/penelitian pasar seorang pengusaha dapat megurangi resiko
      memulai suatu wirausaha. Namun, memulai suatu usaha akan selalu menjadi suatu resuko
      karena tidak semua pengaruh dapat diperkirakan.

Contoh Pembuatan Rencana Penjualan
Amirall Ghaprank sambil sekolah di sebuah SMK, dia menjalankan bisnis pembibitan dan
penjualan Anggrek di wilayah Batu-Malang. Hasil penjualannya selama ini sangat memuaskan
karena disamping batu sebagai wilayah pariwisata, kondisi geografis yang sangat mendukung
sehingga resiko pembibitan dan kerugian bisa dihindari.
Harga penjualan “anggrek bulan” sebesar Rp. 50.000 per buah, dan “anggrek panda”
sebesar Rp. 100.000. Berdasarkan pengalaman penjualan kelompok penjual tahun kemarin
berhasil menjual :
-     Sebanyak 50.000 buah bunga “anggrek bulan” market share saudara ghaprank sebesar
      10%
-     Sebanyak 40.000 buah bunga “anggrek panda”. market share saudara ghaprank sebesar
      5%

Sedangkan kecenderungan penjualan dapat diperkirakan sebagai berikut :

    Jenis Anggrek    Jan   Feb   Mar    Apr   Mei   Jun   Jul     Ags     Sept Okt       Nov     Des

    Anggrek Bulan    15%   9%    10%    2%    8%    6%    6%      10%     6%     4%      2%     22%

    Anggrek Panda    20%   7%    8%     5%    8%    5%    6%      8%      6%     3%      5%      19%


Dengan toleransi kesalahan/margin error atas prediksi 10% (Optimis +10%, & Pesimis -10%)
Rencana penjualan dan turn over usaha saudara ghaprank dapat diuraikan sebagai berikut :




                                                                                                       21
Mengetahui Tentang Bisnis




22
                                                       Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                                             MODUL 6: Topik 1
LEMBAR KERJA 2

                    Mengembangkan Rencana Penjualan


Hendra baru saja lulus dari lembaga pelatihan kejuruan, dimana ia belajar menjahit. Temannya
Ika bekerja sebagai pramuniaga di sebuah butik. Karena kemampuan penjualan Ika,
pengalaman bisnisnya dan ketrampilan teknis Hendra, mereka merasa bahwa mereka akan
menjadi suatu tim yang baik untuk membuka suatu toko jahit. Keduanya sedang
mempertimbangkan bekerja mandiri sebagai pilihan karir, bukan hanya karena mereka sudah
mengambil kelas pelatihan kewirausahaan selama pelatihan mereka, namun juga karena
mereka menemukan suatu kesempatan yang baik: sebuah sekolah baru akan dibuka di suatu
daerah pinggiran kota berukuran sedang yang sedang berkembang pesat, yang berjarak sekitar
70 kilometer dari ibu kota. Karena mereka berdua tinggal di kota tersebut sebelum pelatihan
mereka, mereka tahu bisnis-bisnis lokal dan situasi di sana dengan cukup baik dan mereka
menyadari bahwa pada saat ini belum ada toko seragam di pinggiran kota tersebut, sementara
seragam merupakan suatu keharusan di tiap sekolah.
Karena kesempatan ini, mereka sangat tertarik untuk memeriksa apakah ada pasar yang sesuai
untuk membuka suatu toko baru.
Gagasan bisnis mereka adalah untuk membeli seragam yang diproduksi secara massal di pabrik
di ibu kota, menyesuaikan seragam ini sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut, dan
menjualnya di toko mereka sendiri. Mereka mau menjual seragam ini dalam suatu paket yang
akan mencakup semua yang dibutuhkan: jaket, celana panjang/rok, kemeja, kaus kaki, sepatu,
dasi, dan lain-lain. Dengan mempertimbangkan harga yang ditawarkan oleh pesaing mereka,
mereka telah menghitung bahwa harga dari setiap paket seragam adalah Rp. 500.000 (untuk
laki-laki dan perempuan).
Sekolah tersebut baru-baru ini mengumumkan prasyarat untuk seragam. Ika dan Hendra sudah
mencoba memproduksi seragam tersebut sesuai dengan prasyarat dan telah menunjukkan
prodyuk mereka kepada pejabat sekolah yang bertanggung jawab perihal seragam. Pejabat
tersebut cukup puas dengan hasil kerja mereka dan berjanji untuk mengikutsertakan bisnis
Ika dan Hendra dalam daftar toko yang direkomendasikan sekolah yang akan dibagikan
kepada orang tua.
Walaupun situasi ini nampaknya menjanjikan Ika dan Hendra memutuskan untuk melakukan
suatu penelitian pasar dengan dibantu oleh seorang konsultan bisnis untuk melijat apakah
ada pasar yang sesuai untuk memulai suatu bisnis. Penelitian mereka menghasilkan informasi
sebagai berikut.
Ada tiga toko lain di kota tersebut, yang juga menawarkan seragam dan dapat dimasukan
juga kedalam daftar toko yang direkomendasikan sekolah. Dibanding dengan toko-toko lain
itu, Ika dan Hendra melihat keuntungan kompetitif bisnis mereka sebagai berikut:
Ø   Lokasi: Mereka mengharapkan bahwa keuntungan pertama mereka adalah lokasi. Tidak
    ada toko lain di pinggiran kota tersebut dan di radius 3km dari sekolah.
Ø   Toko Serba Ada: Tidak ada toko lain yang n=menawarkan seragam dan sepatu yang


                                                                                                   23
Mengetahui Tentang Bisnis




     disyaratkan sekolah baru tersebut dalam satu paket. Namun begitu toko Ika dan Hendra
     dan sekolah baru tersebut dibuka, toko-toko lain kemungkinan akan cepat beradaptasi
     dengan situasi baru itu.
Ø    Harga dan Kompetisi: Ika dan Hendra berpikir bahwa mereka bisa memberikan harga
     bersaing dengan para saingan mereka dengan harga Rp. 500.000 tersebut. Namun mereka
     harus mempertimbangkan bahwa saingan mereka mungkin akan dapat mengurangi harga
     karena kompetisi yang semakin tinggi. Jadi Hendra dan Ika mencari tahu dimana dan
     dengan harga berapa para saingan mereka membeli bahan bakunya. Kompetisi dalam
     bisnis seragam sekolah / permak tidak begitu tinggi karena konsumen nampaknya lebih
     menyukai toko-toko yang berlokasi dekat sekolah atau ke rumah mereka. Hendra dan Ika
     berasumsi bahwa pemilik toko-toko lain di kota tersebut cukup puas dengan pangsa
     pasar (market shares) mereka karena mereka sedikit sekali melakukan kegiatan pemasaran
     dan periklanan. Semua toko-toko tersebut telah melakukan bisnis selama beberapa tahun,
     menawarkan harga yang mirip, dan melayani sekolah-sekolah yang lain. Namun
     sebagaimana yang telah ditunjukkan penelitian mereka, satu pesaing mungkin dapat
     menawarkan harga yang lebih rendah karena ia membeli bahan bakunya lebih murah
     dari Hendra dan Ika, tapi ia berlokasi cukup jauh dari sekolah ±7 km jauhnya - dan
     menggunakan kain berkualitas rendah. Sejauh ini tidak ada bisnis lain yang menampaknya
     menyadari kesempatan tersebut.

Sekolah dasar baru di pinggiran kota itu akan mulai dengan 250 peserta. Perkiraan resmi dari
pemerintah menyatakan bahwa selama 4 tahun pertama sekolah itu akan secara bertahap
meningkatkan jumlah pesertanya ke 1000 dan kemudian akan tetap pada tingkat itu. Setiap
peserta yang masuk ke sekolah tersebut akan harus membeli seragam baru.
Melalui survei berbasis kuesioner, Ika dan Hendra dapat mengumpulkan informasi lebih banyak
tentang konsumen potensial mereka. Mereka melakukan pengumpulan pendapat dari orang
tua 250 peserta di pinggiran kota itu yang akan mulai belajar di sekolah baru tersebut. Hasilnya
menunjukkan bahwa 70% dari orang tua anak-anak ini menyukai gagasan paket seragam
dengan harga Rp. 500.000 yang cukup kompetitif dari toko yang dekat dan mereka akan
mempertimbangkan untuk membelinya. 20% menyatakan bahwa mereka belum memikirkan
untuk membeli seragam sekolah. 10% menjawab bahwa mereka akan mencari harga yang
paling murah dan rela melakukan perjalanan yang jauh untuk menghemat uang.
Lebih jauh lagi melalui wawancara dengan pemilik toko di kota-kota lain yang menjual paket
seragam dan juga dengan menggunakan data statistik, Ika dan Hendra dapat menghitung
berapa seragam sek4lah yang biasanya dibeli. Setidaknya satu paket seragam diperlukan setiap
tahunnya untuk setiap anak, karena anak-anak usia SD cepat sekali tumbuh. Kira-kira separuh
dari para pemilik toko yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka memperhitungkan
satu seragam per anak per tahun, sementara separuh lagi lebih optimis dan menyatakan mereka
biasanya memperhitungkan suatu angka rata-rata 1,5 paket seragam untuk setiap anak SD.
Melalui data statistik, Ika dan Hendra dapat memperkirakan distribusi penjualan paket seragam
selama satu tahun (Lihat Tabel 1).
Sebagai tambahan, mereka menerima angka-angka yang menarik dari asosiasi penjahit, yang
baru saja dipublikasikan. Asosiasi tersebut memperkirakan bahwa untuk tiap 100 penduduk,
ada rata-rata 8 permintaan permak pakaian. Sementara harga rata-rata permak pakaian yang
digunakan oleh asosiasi tersebut adalah Rp. 30.000.




24
                                                         Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




Populasi dimana toko Hendra dan Ika akan dibuka memiliki 8.000 penduduk. Asosiasi tersebut
juga memberikan angka rata-rata distribusi penjualan pelayanan permak setiap tahunnya. ini
juga terdapat dalam tabel 1.
Karena survei tersebut dilakukan dari sampel representatif dan data statistik sehingga tidak
akan mencerminkan semua variasi kemungkinan yang akan terjadi, maka diperkirakan ada
kemungkinan salah 10% dari semua angka yang disediakan.
Penjualan Rata-Rata Seragam / Pelayanan Permak Pakaian Selama Satu Tahun

                     Jan   Feb   Mar   Apr   Mei   Jun   Jul     Ags     Sept Okt       Nov    Des

     Seragam         10%   2%    9%    2%    2%    13% 40%       10%     3%     2%      2%     5%

     Bisnis Permak   8%    8%    10%   8%    8%    11% 6%        8%      6%     9%      7%     11%


Kerjakan :
1.     Kembangkanlah ramalan penjualan bagi bisnis Ika dan Hendra (penjualan paket seragam
       dan permak pakaian) dengan angka-angka yangsudah diberikan. Apakah anda dapat
       mengembangkan rencana penjualan yang optimis dan yang lebih pesimis untuk tahun
       pertama bisnis tersebut.
2.     Apakah kesulitan utama dari jenis bisnis mereka? Apakah keadaan-keadaan lain yang
       mungkin mempengaruhi penjualan mereka yang tidak bisa dihitung dan tetap menjadi
       resiko. Bagaimana turnover yang diharapkan untuk didapatkan selama 4 tahun pertama
       bisnis mereka?




                                                                                                     25
Mengetahui Tentang Bisnis




                            ada tabel




26
                                                       Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




Ramalan turnover tahunan untuk tahun pertama
Ramalan penjualan tahunan bagi bisnis dengan asumsi 70% pangsa pasar dan 1.0 paket
seragam dijual per anak (tahun pertama bisnis)

Turnover:            78, 750,000 s/d 96,250,000
Bisnis Permak:       17,280, 000, s/d 21,120,000

Turnover Keseluruhan: 96,030,000 s/d 117,370,000

Ramalan penjualan tahunan untuk bisnis dengan asumsi 90% pangsa pasar dan 1.5 paket
seragam dijual per anak (tahun pertama bisnis)

Turnover:            151,800,000 s/d 168,750,000
Bisnis Permak:       17,280, 000, s/d 21,120,000

Turnover Keseluruhan: 169,080,000 s/d 189,870,000

Penjualan Seragam
Selama periode empat tahun turnover tahunan bisnis seragam Hendra dan Ika nampaknya
akan meningkat dengan kuat karena jumlah siswa di sekolah akan meningkat setiap tahunnya.
Bila dibandingkan, turnover tahunan dari bisnis seragam di tahun ke empat dapat diperkirakan
akan menjadi 4 kali lebih tinggi dari tahun pertama.




                                                                                                   27
Mengetahui Tentang Bisnis




28
                                                     Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




I    TOPIK 2:       Memilih Lokasi Bisnis
II   WAKTU YANG DISARANKAN:
     • 2 Jam

III TUJUAN:
     • Peserta dapat memahami faktor-faktor utama yang perlu dipertimbangkan sewaktu
       memilih lokasi bisnis.

IV DASAR PEMIKIRAN:
     • Memilih lokasi bisnis adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam
       menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah usaha kecil dan merupakan
       salah satu fokus utama pengusaha. Dalam banyak hal, pengusaha hanya
       melihat papan tanda tentang lokasi bisnis terdekat yang tersedia. Peserta latihan
       harus mengetahui informasi dan keahlian yang dibutuhkan untuk mengambil
       keputusan yang tepat dalam memilih lokasi bisnis. Perlu diingat bahwa lokasi yang
       baik bisa membuat usaha kecil sekalipun mampu bertahan, dan lokasi yang buruk
       bisa membuat usaha yang terencana dengan baik sekalipun gulung tikar. Ada dua
       faktor utama dalam memilih lokasi bisnis:
       (1) Memilih masyarakat tertentu dan
       (2) Memilih tempat khusus di lingkungan masyarakat tersebut.

V KEGIATAN:
     1. Minta peserta membaca HANDOUT 1. Gunakan TRANSPARANSI 1 untuk
        membahas faktor-faktor umum yang penting dalam memilih lokasi bisnis.
     2. Bila waktu mengijinkan, mintalah peserta latihan memberi respon secara verbal
        (diskusi di dalam kelas) atau menulis laporan pendek untuk mempertahankan atau
        menolak pernyataan berikut ini: Lokasi Tidaklah Penting Karena Masyarakat
        Bersedia Pergi Jauh Untuk Membeli Barang Atau Jasa Yang Sangat Mereka
        Butuhkan.
     3. Mintalah peserta latihan membaca dan membahas HANDOUT 2. Gunakan
        TRANSPARANSI 2 untuk membahas faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam
        memilih lokasi tertentu.
     4. Mintalah peserta membaca LEMBAR KERJA 1. Bagilah peserta latihan menjadi
        beberapa kelompok kecil untuk membahas pertanyaan: “ Lokasi mana yang Anda
        anggap terbaik dari segi bisnis, Embong atau Susan? Mengapa?” Adakan diskusi
        di dalam kelas untuk membahas respon-respon mereka.
     5. Berikan tugas bagi peserta sebagai pekerjaan rumah.
        » Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok.
        » Setiap kelompok akan memilih salah satu kegiatan bisnis yang akan dijalankan
            (bengkel las, toko bahan makanan, bengkel sepeda motor, salon kecantikan,
            dll).
        » Mintalah kelompok mengadakan penelitian di lingkungan mereka tersebut
            untuk menentukan lokasi mana yang terbaik untuk bisnis tersebut.
        » Mintalah masing-masing kelompok menyampaikan hasil-hasil temuan mereka
            di dalam kelas.
        » Kelompok tersebut harus menyebutkan faktor positif dan negatif dari lokasi
            tersebut.

                                                                                                 29
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                         MODUL 6: Topik 2
HANDOUT 1


Menentukan Lokasi Bisnis
Memilih lokasi bisnis adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan
keberhasilan atau kegagalan usaha kecil. Dalam banyak hal, pengusaha hanya melihat papan-
papan tanda tentang lokasi terdekat untuk bisnis tersebut. Untuk meningkatkan peluang
sukses, pertimbangan dan penelitian perlu dilakukan dalam memilih lokasi. Perlu diingat
bahwa lokasi yang baik bisa membuat usaha kecil sekalipun mampu bertahan, dan lokasi
yang buruk bisa membuat usaha yang terencana baik sekalipun gulung tikar.
Analisa tentang lokasi merupakan proses terus menerus yang dilakukan sepanjang masa
pengoperasian bisnis. Faktor-faktor seperti perubahan masyarakat, perubahan dalam kebiasaan
membeli konsumen, metode transportasi baru dan arah pertumbuhan masyarakat dapat
memberi dampak yang merugikan terhadap kecocokan lokasi bisnis. Ada dua aspek utama
dalam memilih lokasi bisnis yaitu:
(1) Memilih masyarakat tertentu, dan
(2) Memilih lokasi tertentu di dalam lingkungan masyarakat tersebut.

Pentingnya Lokasi Bisnis
Bagi sebagian bisnis, lokasi merupakan faktor yang lebih penting daripada bisnis lainnya.
Lokasi yang tepat sangat dibutuhkan untuk toko-toko eceran dan biro jasa. Di samping itu,
toko pakaian, binatu dan pusat-pusat layanan semuanya tergantung pada besarnya lalu lintas
konsumen untuk dapat terus beroperasi. Jenis-jenis usaha ini harus berlokasi di dekat konsumen
mereka agar berhasil.
Sedangkan untuk bisnis eceran dan jasa yang lain serta sebagian besar bisnis grosiran, lokasi
bukanlah faktor yang penting dalam menarik konsumen. Toko eceran yang menjual barang-
barang berbiaya tinggi seperti furnitur dan peralatan rumah tangga perlu menarik perhatian
konsumen. Kantor layanan seperti kantor akuntansi dan perpajakan serta bisnis grosiran dapat
ditempatkan di lokasi yang “terpencil” namun tetap mendapatkan hasil penjualan yang tinggi.
Konsumen akan meluangkan waktu untuk mencari barang atau jasa yang ditawarkan oleh
bisnis-bisnis ini.
Manufaktur, konstruksi, dan beberapa jasa lainnya tidak perlu menarik konsumen melalui
lokasi kantor mereka. Jenis-jenis perusahaan ini dapat memperoleh konsumen melalui
penjualan pribadi atau Man. Lokasi bisnis-bisnis ini dapat dipilih berdasarkan biaya, dampak
lingkungan, atau pasokan bahan mentah.
Ekonomi, masyarakat dan kompetisi adalah faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan
sewaktu memilih lokasi bisnis. Faktor-faktor ini juga dapat membantu pengusaha untuk memilih
kota yang sesuai untuk lokasi bisnis.




30
                                                         Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




Faktor-faktor Umum dalam Memilih Lokasi Bisnis

Ekonomi
Masalah utama dalam memilih lingkungan masyarakat dimana kita dapat membuka usaha
kecil adalah basis perekonomian masyarakat tersebut. Mengapa mereka tinggal di daerah
tersebut? Bagaimana standar kehidupan mereka? Mengapa bisnis-bisnis lain berlokasi di
daerah tersebut? Penelitian perlu dilakukan tentang industri-industri yang ada di daerah
tersebut. Apakah 80 persen masyarakat di sana bekerja di salah satu industri atau bisnis-bisnis
lain yang ada disana? Atau apakah mereka menjalankan berbagai jenis bisnis? Apakah industri
berjalan secara sehat di daerah tersebut? Apakah kegiatan bisnis di lingkungan masyarakat
tersebut bersifat musiman? Apakah bisnis-bisnis bergerak keluar masuk dalam lingkungan
masyarakat tersebut? Anda perlu meneliti dampak jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini
terhadap bisnis Anda.
Jumlah penghasilan masyarakat di suatu daerah akan menentukan tingkat permintaan akan
barang dan jasa. Oleh karena itu, pengusaha perlu mengumpulkan informasi tentang
penghasilan di daerah yang mereka pilih. Pertanyaan-pertanyaan khusus mencakup: Seberapa
besar rata-rata penghasilan keluarga? Bagaimana tingkat penghasilan di daerah tersebut
(rendah, menengah, atau tinggi)? Bagaimana kecenderungan pekerjaan/pengangguran di
sana? Faktor-faktor ekonomi yang penting lainnya antara lain adalah jalan raya dan akses ke
kereta api.

Penduduk
Pengusaha perlu mengidentifikasi kelompok-kelompok masyarakat yang akan menjadi
konsumen mereka. Sebagai contoh, jika Anda tertarik membuka sebuah toko kaset, maka
Anda perlu mengetahui dimana ada jumlah penduduk yang paling banyak remajanya karena
mereka adalah golongan masyarakat yang akan membeli banyak kaset. Faktor-faktor penduduk
lainnya antara lain adalah: Seberapa mapan daerah tersebut? Apakah masyarakat di sana
keluar masuk secara regular? Apakah penduduk di sana sedang mengalami suatu
perkembangan atau kemunduran? Jika daerah tersebut berkembang pesat, maka kemungkinan
besar jumlah keluarga muda di sana sangat besar. Semua faktor-faktor ini perlu
dipertimbangkan dalam menentukan lokasi bisnis.

Persaingan
Anda perlu mempelajari pesaing Anda dengan mengumpulkan informasi tentang keunggulan
dan kelemahan mereka. Anda perlu mengetahui berapa banyak saingan Anda dan dimana
lokasi mereka. Anda juga harus mengetahui berapa banyak bisnis yang serupa dengan bisnis
Anda atau bisnis yang sudah tutup selama dua tahun terakhir ini. Persaingan tak langsung
dalam bisnis yang menyediakan jenis barang dan jasa yang serupa juga perlu dipelajari.
Ada tiga kondisi yang menguntungkan dalam membuka perusahaan baru. Pertama, tidak
ada pesaing di daerah itu. Kedua, bisnis pesaing dikelola secara buruk. Ketiga, semakin banyak
permintaan konsumen akan produk Anda.
Faktor-faktor lokasi utama yang akan dikaji untuk setiap jenis bisnis mencakup: ketentuan
sewa-beli, persaingan, lahan parkir dan biaya pengoperasian di lokasi tersebut Pi samping
faktor-faktor utama ini, ada beberapa pertanyaan khusus yang juga perlu dijawab, tergantung
apakah Anda sedang merencanakan untuk membuka toko eceran, pabrik, bisnis grosiran
atau biro jasa.

                                                                                                     31
Mengetahui Tentang Bisnis




Lokasi Menurut Jenis Bisnis
Perusahaan Eceran
Fasilitas parkir dan akses ke jalan utama telah menjadi masalah yang penting bagi sebagian
besar pengecer. Pengecer di pusat-pusat perbelanjaan punya masatah parkir yang minim.
Pengecer perlu mempertimbangkan jenis-jenis bisnis yang ada di tempat tersebut. Sebagai
contoh, beberapa penelitian telah membuktikan bahwa toko pakaian tidak boleh terletak di
sebelah bengkel.
Jumlah orang yang lalu lalang di sebuah lokasi bisnis juga penting bagi seorang pengecer.
Sebagai contoh, pengecer perlu bertanya “‘apakah pejalan kaki yang melewati lokasi ini sedang
menuju angkutan umum atau bioskop setempat? Orang-orang yang sedang bergegas ke
sebuah bioskop kemungkinan besar tidak akan berhenti.untuk membeli sesuatu.

Perusahaan grosiran
Perusahaan grosir membeli produk dari pabrik dalam jumlah besar lalu menjual produk tersebut
ke pengecer dalam jumlah yang lebih kecil. Ada dua faktor penting yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih lokasi grosiran. Salah satu faktor tersebut adalah tersedianya
layanan transportasi yang baik, termasuk kereta api dan jalan raya. Sedangkan faktor utama
lainnya adalah fasilitas-fasilitas tetap seperti gedung, perlengkapan tak bergerak dan sarana
umum. Tanpa fasilitas-fasilitas ini pedagang grosir mungkin tidak dapat memelihara
inventarisnya agar tetap besar untuk memenuhi kebutuhan para konsumen. Sebagian besar
kota besar punya undang-undang penetapan zona yang membatasi lokasi untuk perusahaan
grosir. Undang-undang ini perlu diketahui. Perusahaan grosir juga harus berada sedekat
mungkin dengan konsumen mereka.

Biro Jasa
Berlokasi di dekat pusat perbelanjaan yang besar biasanya dianggap ideal untuk biro jasa.
Namun servis TV, binatu, dokter gigi, servis sepatu atau fasilitas perawatan anak tidak perlu
berlokasi di tempat-tempat yang membutuhkan biaya sewa yang tinggi. Konsumen mau pergi
jauh mencari jasa yang baik. Tempat-tempat ini bisa terletak di lokasi yang sedikit °terpencil”.
Tapi di antara biro jasa, ada perbedaan penting yaitu dimana lokasi yang lebih baik. Sebagai
contoh, binatu yang terletak di dekat toko bahan makanan dan apotek biasanya merupakan
pilihan yang tepat. Namun lokasi tersebut mungkin tidak cocok untuk dokter gigi, yang tidak
membutuhkan banyak lalu lintas dan tingkat kenyamanan yang dibutuhkan binatu.

Perusahaan Manufaktur
Tempat yang cocok untuk pabrik berbeda dengan tempat yang cocok untuk pengecer,
pedagang grosir dan biro jasa. Sewaktu akan membuka pabrik, periksalah fasilitas transportasi
serta jarak dari bahan-bahan mentah. Lokasi yang dekat dengan konsumen, fasilitas yang
tepat dan undang-undang tentang penetapan zona adalah faktor-faktor yang penting. Sambil
mempelajari faktor-faktor umum dan khusus dari lokasi bisnis, pertimbangkan kebutuhan
lokasi di masa mendatang maupun sekarang.




32
                                                        Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




Prosedur Pemilihan Lokasi Khusus
Prosedur-prosedur berikut ini direkomendasikan sewaktu memilih lokasi bisnis:
1.   Buatlah daftar faktor-faktor yang Anda anggap “perlu” dipertimbangkan sewaktu
     memilih lokasi bisnis. Buatlah juga daftar faktor-faktor yang “diinginkan” namun tidak
     penting.
2.   Carilah semua lokasi yang mungkin cocok dengan daftar faktor-faktor Anda di
     lingkungan masyarakat tersebut.
3.   Kunjungi lokasi-lokasi tersebut untuk memperoleh gambaran tentang keadaannya
     secara umum dan coretlah lokasi-lokasi yang ternyata tidak cocok dengan kebutuhan
     Anda. Kurangi jumlahnya hingga 2 atau 3 lokasi yang tampak cocok. 4. Kunjungi lagi
     lokasi-lokasi tersebut dan gunakan daftar periksa (checklist) untuk membandingkan lokasi-
     lokasi tersebut dengan faktor-faktor yang telah Anda identifikasi. Pertimbangkan faktor-
     faktor yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan bisnis Anda.
5.   Kembalilah ke lokasi-lokasi tersebut beberapa kali sepanjang siang dan malam
     untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kecocokan masing-masing lokasi
     tersebut.
6.   Hitunglah lalu lintas di setiap lokasi. Hitunglah jumlah mobil dan pejalan kaki yang
     melewati masing-masing lokasi tersebut pada waktu-waktu tertentu untuk menghitung
     jumlah calon konsumen.
7.   Mintalah pendapat konsultan yang berpengalaman dan masyarakat bisnis di daerah
     tersebut untuk membantu Anda memutuskan satu lokasi yang paling cocok.
8.   Analisa semua fakta dan pendapat yang telah Anda kumpulkan sebelum mengambil
     keputusan akhir yang terkait dengan lokasi bisnis Anda.




                                                                                                    33
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                MODUL 6: Topik 2
TRANSPARANSI 1

                      Pentingnya Lokasi Bisnis

        1. Mengapa lokasi penting untuk keberhasilan bisnis?
        2. Ada dua aspek utama dalam memilih lokasi:
               a. Memilih lingkungan masyarakat tertentu
               b. Memilih lokasi tertentu di lingkungan masyarakat
                  tersebut.
        3. Mengapa lokasi lebih penting untuk sebagian bisnis ketimbang
           bisnis lainnya?
        4. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan sewaktu memilih
           lokasi :
               a. ekonomi
               b. populasi
               c. persaingan
        5. Faktor-faktor lokasi berdasarkan jenis bisnis
               a. perusahaan eceran
               b. perusahaan grosir
               c. biro jasa
               d. pabrik




34
                                 Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                       MODUL 6: Topik 2
TRANSPARANSI 2

         Memilih Lokasi Khusus

   ·   Buatlah daftar faktor-faktor lokasi “penting”
       dan “diinginkan”
   ·   Sebutkan tempat-tempat potensial yang
       cocok dengan faktor-faktor lokasi
   ·   Kunjungi lokasi-lokasi tersebut dan pilih 2
       atau 3 lokasi terbaik
   ·   Bandingkan lokasi dengan faktor-faktor lokasi
       yang “penting” dan “diinginkan”
   ·   Kunjungi lokasi-lokasi tersebut beberapa kali
       sepanjang siang dan malam lalu hitunglah
       lalu lintas yang ada
   ·   Mintalah bantuan dari masyarakat bisnis dan
       konsultan berpengafaman
   ·   Analisa semua fakta dan pendapat
   ·   Buatlah keputusan akhir tentang lokasi bisnis




                                                                             35
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                          MODUL 6: Topik 2
HANDOUT 2

Pertimbangan-Pertimbangan
Pemilihan
Lokasi Khusus
Lalu lintas (calon konsumen) dan kemudahan akses adalah lebih penting untuk sebagian bisnis
ketimbang bisnis yang lain. Pikirkan tentang cara melakukan penjualan ke konsumen Anda;
jenis bisnis apa yang mereka harapkan dari Anda? Apa yang sangat penting untuk mereka?
Anda perlu membandingkan keunggulan dan kelemahan dari masing-masing lokasi untuk
bisnis Anda.
Taruhlah Anda sudah mengidentifikasi lokasi atau daerah perbelanjaan yang paling cocok
untuk bisnis Anda. Kini, Anda siap mulai melihat lokasi-lokasi tersebut di daerah-daerah ini.
Perhatian utama Anda adalah pada pola lalu lintas dan kemudahan akses konsumen ke lokasi
bisnis Anda. Anda perlu memiliki basis konsumen yang baik di daerah-daerah yang Anda
targetkan; tugas selanjutnya adalah mencari lokasi terbaik di setiap daerah.
Di daerah-daerah bisnis yang ada di pusat dan pinggiran kota, toko-toko eceran kecil
tergantung pada lalu lintas perdagangan yang dihasilkan toko-toko besar. Toko-toko besar
dan kecil sejenisnya perlu menarik bisnis dari lalu lintas perdagangan yang ada. Hal yang
sama juga berlaku untuk restoran dan bisnis-bisnis lain yang tergantung pada pembeli yang
mengambil keputusan menurut kata hati mereka, sesuai dengan tingkat kenyamanan mereka.
Jika Anda membuka salah satu dari bisnis-bisnis seperti ini, maka semakin banyak dana yang
Anda keluarkan untuk mendapatkan lokasi yang bagus, semakin sedikit pula dana yang harus
Anda keluarkan untuk memasang iklan.
Pelajari arus lalu lintas perdagangan, khususnya di sekitar pusat-pusat perbelanjaan dan toko-
toko besar. Catatlah jalan-jalan satu arah, lebar jalan dan tempat parkir. Carilah kondisi lalu
lintas perdagangan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
Setelah mempersempit pilihan lokasi Anda, tentukan seberapa penting lalu lintas perdagangan
untuk keberhasilan bisnis Anda. Tergantung seberapa penting lalu lintas perdagangan, Anda
mungkin ingin mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini.
Angkutan umum mungkin penting untuk konsumen maupun pekerja. Berikan perhatian khusus
pada lokasi di dekat atau sekitar terminal angkutan umum.
Tersedianya tempat parkir adalah hal yang penting bagi mereka yang berkendaraan. Biaya
dan akses ke tempat parkir merupakan pertimbangan yang paling penting. Ingat, lokasi harus
memungkinkan konsumen berhenti dan melakukan pembelian dengan mudah. Menentukan
lokasi bisnis Anda di jalan yang sibuk tidak akan menguntungkan apabila konsumen Anda
tidak dapat memarkirkan mobil mereka.
Jarak dari daerah pemukiman atau daerah bisnis lainnya merupakan hal yang penting bagi
sebagian bisnis.



36
                                                        Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




Kemacetan lalu lintas dapat membuat sebagian orang menghindari persimpangan atau pusat
perbelanjaan. Jika lalu lintas di sekitar bisnis terlalu padat, maka penjualan akan berkurang.
Bahu jalan dimana lokasi bisnis berada mungkin merupakan hal yang penting. Penelitian
yang dilakukan terhadap lokasi-lokasi bengkel juga berlaku untuk bisnis-bisnis lain yang
menjual barang dagangan kepada konsumen yang melewati jalan tersebut. Masyarakat ingin
membeli sesuatu sewaktu dalam perjalanan ke atau dari rumah mereka. Sebagai contoh, koran
dan bensin dibeli sewaktu berangkat ke kantor, sedangkan makanan dibeli dan cucian diambil
sewaktu pulang. Apabila penjualan Anda lebih baik di siang hari, maka sediakan makanan
selama jam sibuk di siang hari di bahu jalan yang membawa lalu lintas pulang.
Lebar jalan mungkin penting. Lebarnya jalan menunjukkan seberapa baik jalan yang ada.
Secara umum, semakin lebar jalan, maka semakin baik pula lokasi tersebut. Jalan utama adalah
lokasi yang lebih baik dari jalan “kecil” karena lebih banyak calon konsumen yang mengambil
jalan utama setiap harinya. Jalan yang lebih lebar juga lebih mudah bagi konsumen. Ingat,
pikirkan calon konsumen mungkin terburu-buru: Apakah kemacetan lalu lintas akan terjadi
karena mobil-mobil diparkir secara ganda?
Bagian blok dari lokasi bisnis Anda mungkin merupakan hal yang penting. Lokasi di sudut
mungkin akan lebih kelihatan ketimbang lokasi di tengah blok karena lokasi di sudut lebih
mudah terlihat dari persimpangan jalan. Namun, harga sewanya biasanya lebih mahal.
Tetangga dapat membantu Anda bila Anda memilih lokasi yang tepat. Toko-toko di sekitar
Anda mungkin memasang banyak Man untuk meningkatkan penjualan mereka. Sebagian
pemilik bisnis mungkin menyisihkan sebagian dana promosi mereka untuk membiayai asosiasi
pedagang yang mempromosikan daerah perbelanjaan tertentu. Untuk itu, pandai-pandailah
dalam memilih tetangga.




                                                                                                    37
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                        MODUL 6: Topik 2
LEMBAR KERJA 1

                               Memilih Lokasi Bisnis

Embong dan Susan sama-sama punya rencana untuk membuka bisnis mereka sendiri. Mereka
membahas keputusan mereka untuk menjadi pengusaha.
Embong memutuskan untuk membuka bisnis di kota asalnya karena ia telah menetap di sana
sepanjang hidupnya, dan telah mengenat sebagian besar masyarakat di sana, sehingga mereka
semua menyukai Embong. Disana sudah ada toko Koperasi dan toko Teluk Bayur, tapi Embong
merasa mampu mengoperasikan bisnisnya dengan baik. Toko Koperasi dan Teluk telah lama
menjalankan bisnis mereka. Mereka telah banyak menghasilkan penjualan.
Kota asal Embong tidak begitu besar. Banyak orang yang tinggal disana berdagang ikan dan
hasil buruan. Sebagian dari mereka bekerja paruh waktu di lembaga-lembaga pemerintahan.
Sedangkan sebagian lagi bekerja di luar kota, terutama di lokasi-lokasi konstruksi dan
pertambangan. Mereka hanya pulang selama satu minggu atau dua, empat atau lima kali
setahun.
Kota asal Embong hanya dapat dijangkau oleh kapal bot atau pesawat. Pasokan untuk Toko
Teluk dan Koperasi dikirim ke kota tersebut melalui kapal tongkang selama musim kemarau.
Sebagian suplai dikirim selama musim hujan, tapi volumenya tidak banyak.
Embong berpendapat kota ini mampu menerima tiga buah toko karena ada cukup banyak
orang di kota ini.
Di sisi lain, Susan memutuskan untuk mendirikan bisnisnya di sebuah kota kecil yang jaraknya
agak jauh dad tempat tinggalnya. Susan tidak mengenal banyak orang di kota tersebut tapi ia
tetap merasa yakin bisnisnya akan berjalan dengan baik dan meraih sukses di sana.
Kota di mana Susan memutuskan untuk membuka tokonya sudah memiliki sebuah toko serba
ada. Hanya toko itu yang ada di kota tersebut. Masyarakat di kota tersebut banyak melakukan
perburuan dan memancing ikan dan mereka juga mempunyai beberapa lokasi kamp untuk
wisatawan. Ada sebuah pertambangan yang terletak di sebuah komunitas yang lokasi beberapa
mil jauhnya, dan banyak orang di kota tersebut bekerja dan tinggal di lokasi pertambangan
tersebut selama hari kerja dan pulang ke rumah mereka di akhir pekan. Ada juga beberapa
lokasi penebangan hutan di sekitar kota tersebut. Banyak orang bekerja sebagai penebang
pohon. Kayu yang dipotong diangkut keluar pabrik menggunakan truk yang melewati jalan
yang ada di kota tersebut. Susan berpendapat bahwa karena mereka bekerja sepanjang tahun
maka ada peluang yang lebih baik untuk memperoleh keberhasilan bisnis di kota tersebut. la
memperkirakan ada cukup orang yang dapat membuat kedua toko sibuk sepanjang tahun.
Susan berpikir bahwa dengan menawarkan jenis barang dagangan yang tepat, ia akan meraih
sukses bila ia membangun tokonya di kota ini.

                                Pertanyaan diskusi :
                 Lokasi mana yang Anda pikir terbaik dari segi bisnis,
                             Toko Embong atau Susan?
                                     Mengapa?

38
                                                       Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




I    TOPIK 3:       Bentuk Hukum Kepemilikan
                    Bisnis
II   WAKTU YANG DISARANKAN:
     • 2 jam


III TUJUAN:
     • Memungkinkan peserta latihan memahami empat jenis dasar kepemilikan
       bisnis serta keunggulan dan kekurangannya.

IV DASAR PEMIKIRAN
     A. Salah satu keputusan pertama yang harus diambil pemilik usaha kecil adalah
        menentukan bentuk perusahaan/kepemilikan usaha yang sah. Namun keputusan
        awal ini bisa jadi bukan merupakan keputusan akhir. Di samping perkembangan
        bisnis yang dapat mengubah pengoperasiannya dari waktu ke waktu, kondisi
        keuangan dan perpajakan juga dapat mengubah keunggulan dan kekurangan
        berbagai bentuk kepemilikan bisnis yang sah.
     B. Ada banyak sekali perusahaan resmi yang diatur dalam salah satu dari keempat bentuk
        kepemilikan sah berikut ini: kepemilikan tunggal, kemitraan, perseroan terbatas atau
        koperasi. Peserta latihan perlu punya pengetahuan dasar tentang segala bentuk
        kepemilikan bisnis sah yang ada serta mengetahui keunggulan dan kekurangan dari
        masing-masing bentuk kepemilikan tersebut. Nasehat hukum yang sesuai perlu
        diperoleh sebelum menentukan bentuk hukum mana yang akan digunakan.
     C. Topik ini akan mengidentifikasi keunggulan dan keiemahan masing-masing dari
        keempat bentuk kepemilikan bisnis yang sah berdasarkan enam bidang yang
        terkait dengan usaha:
        · biaya dan prosedur sah yang diperlukan untuk memulai usaha,
        · kewajiban pemilik,
        · kelangsungan usaha,
        · pengelolaan bisnis,
        · memperoleh modal tambahan, dan
        · pajak.

V. KEGIATAN
     1. Minta peserta latihan membaca HANDOUT 1. Perlihatkan TRANSPARANSI 1 untuk
        membahas ke-8 pertanyaan utama tentang kepemilikan usaha. Perlihatkan
        TRANSPARANSI 2 dan mintalah peserta latihan membahas keunggulan dan
        kekurangan masing-masing bentuk kepemilikan bisnis yang sah tersebut. Mintalah
        peserta latihan membaca informasi tentang LEMBAR KERJA 1. Dan mintalah
        mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
        (a) Bentuk kepemilikan bisnis mana yang akan Anda pilih bila Anda Napitulu?
        (b) Informasi tambahan apa yang dibutuhkan Napitulu untuk mengambil
            keputusan yang tepat tentang bentuk kepemilikan sah yang paling sesuai
            untuk usahanya?
        (c) Berikan alasan-alasan mengapa anda memilih bentuk kepemilikan bisnis
            tersebut ?

                                                                                                   39
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                      MODUL 6: Topik 3
HANDOUT 1

Pertanyaan-Pertanyaan tentang
Bentuk Kepemilikan Bisnis
1.   Ada berapa pemilik dalam perusahaan dengan kepemilikan tunggal, kemitraan,
     perseroan terbatas dan koperasi?
      a. Hanya ada seorang pemilik dalam perusahaan dengan kepemilikan tunggal.
      b. Ada dua orang pemilik atau lebih dalam kemitraan.
      c. Perseroan terbatas adalah gabungan beberapa orang pemegang saham atau
         pemilik yang diizinkan oleh pemerintah. Perseroan terbatas berwenang untuk
         mengadakan transaksi bisnis dengan cara yang sama sebagai satu kesatuan.
      d. Koperasi adalah sekelompok masyarakat yang mengoperasikan sebuah usaha
         melalui organisasi yang dimiliki bersama dan dijalankan secara demokratis.
2.   Berapa besar biaya dan apa prosedur hukum untuk memulai keempat jenis
     kepemilikan usaha?
      a. Kepemilikan Tunggal. Syarat-syaratnya adalah mengetahui (a) apakah perizinan
         dibutuhkan untuk bisnis tertentu, (b) apakah perlu membayar pajak atau biaya
         perizinan. Dikarenakan oleh pembatasan tertentu, kepemilikan tunggal adalah
         bisnis yang paling mudah dijalankan dan biasanya biaya awalnya rendah.
      b. Kemitraan. Biaya untuk rnengatur kemitraan biasanya rendah. Di samping
         perizinan yang diperlukan, adalah dianjurkan untuk menyusun secara tertulis
         sebuah perjanjian kemitraan yang disebut Anggaran Dasar Kemitraan oleh
         pengacara yang berwenang. Anggaran Dasar Kemitraan ini perlu mengatur
         ketentuan-ketentuan berikut ini:
         - Pembagian laba atau rugi
         - Kompensasi untuk setiap mitra
         - Distribusi aset bila kemitraan dibubarkan
         - Masa pengoperasian kemitraan
         - Tugas masing-masing mitra
      c. Perseroan terbatas. Lebih sulit mendirikan sebuah perseroan terbatas ketimbang
         dua jenis kepemilikan bisnis yang disebutkan di atas, dan biasanya dana yang
         dibutuhkan lebih mahal. Jenis kepemilikan bisnis ini biasanya lebih mudah untuk
         memperoleh modal tambahan. Di samping menggunakan aset perusahaan
         sebagai jaminan, perseroan terbatas dapat menjual saham tambahan untuk
         menambah modal usahanya.
      d. Koperasi. Tidak dibutuhkan biaya besar untuk mendaftarkan sebuah koperasi.
         Perjanjian koperasi secara tertulis dibutuhkan dan harus dilaporkan ke pejabat
         pemerintah yang berwenang.
3.   Mengapa konsultasi dengan pengacara atau notaris perlu dilakukan sewaktu
     membuka bisnis baru?
     Segala bentuk kepemilikan yang sah harus dibahas dengan pengacara atau dengan notaris


40
                                                       Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




     yang berkompeten sebelum diambil keputusan tentang bentuk kepemilikan bisnis yang
     akan dipilih, karena :
      » Pengacara atau notaris perlu mengetahui informasi semaksimal mungkin tentang
         bisnis terkait dan (para) pemiliknya, termasuk kondisi keuangan pribadi dari (para)
         pemiliknya agar dapat diberikan rekomendasi yang tepat.
      » Beberapa bentuk kepemilikan bisnis yaitu kemitraan, perorangan, apabila pada
         suatu hari terdapat kerugian yang besar sehingga asset perusahaan tidak
         mencukupi untuk membayar maka pertanggung jawaban pemilik tidak terbatas
         pada harta perusahaan dengan kata lain harta pribadi akan dipergunakan pula
         untuk membayar hutang tersebut (pertanggung jawaban tidak terbatas).
      » Perlu ada kesepakatan dan kejelasan atas hak atas perusahaan, dalam hal ini
         pembagian keuntungan, goodwill, merk dan hal-hal lain yang akan diterima oleh
         masing-masing anggota khususnya pada bentuk kepemilikan kemitraan
      » Perlu ada legalisasi tentang masa perjanjian masa pendirian atau pembentukan
         usaha khususnya pada bentuk kemitraan, serta hal-hal lain apabila suatu ketika
         perusahaan harus dibubarkan
4.   Kewajiban apa yang terkait dengan keempat jenis kepemilikan usaha?
      a. Kepemilikan tunggal. Pemiliknya bertanggung-jawab secara pribadi atas segala
         hutang usaha. Bila perlu, kewajiban ini mencakup semua properti dan aset pribadi
         sang pemilik.
      b. Kemitraan. Semua anggota kemitraan bertanggung jawab penuh atas semua
         hutang usaha tanpa memandang seberapa besar investasi pribadi yang mereka
         tanam dalam bisnis tersebut, dan kewajiban ini mencakup semua properti dan aset
         pribadi. Semua anggota kemitraan juga wajib dan bertanggung-jawab atas
         tindakan mitra-mitra lain yang terkait dengan kewajiban bisnis.
      c. Perseroan Terbatas. Para pemegang saham dan pemilik perusahaan hanya
         bertanggung-jawab atas jumlah yang sesuai dengan jumlah investasi mereka.
         Sementara pemegang saham dapat kehilangan modal yang mereka tanamkan
         dalam bisnis tersebut, mereka tidak dapat dipaksa membayar hutang perusahaan
         dengan dana tambahan yang berasal dari dana pribadi mereka.
      d. Koperasi. Setiap anggota koperasi bertanggung-jawab penuh atas hutang
         koperasi.
5.   Bagaimana kepemilikan sah dapat mempengaruhi kelangsungan usaha?
      a. Kepemilikan tunggal. Usaha dihentikan bila pemilik meninggal dunia atau
         sudah tidak mampu lagi melanjutkan usahanya.
      b. Kemitraan. Kemitraan dihentikan bila salah satu mitranya meninggal dunia, tidak
         mampu atau mengundurkan diri, kecuali mitra-mitra usaha yang lain membeli
         modal mitra yang sudah meninggal dunia, tidak mampu atau mengundurkan diri
         tersebut.
      c. Perseroan Terbatas. Jenis perusahaan ini memiliki kelangsungan usaha yang
         bersifat terpisah dan terus-menerus, dan tidak akan bubar bila ada pemegang
         saham yang meninggal dunia atau sahamnya dijual ke pihak lain.
      d. Koperasi. Kooerasi memiliki kelangsungan usahanya sendiri.
6.   Bagaimana struktur hukum dapat mempengaruhi pengelolaan usaha?
      a. Kepemilikan tunggal. Pemilik dapat mengoperasikan bisnisnya dengan cara
         yang ia inginkan, asalkan tidak melanggar hukum. Apabila semua keputusan
         manajemen diambil oleh satu orang, maka ini mungkin tidak menguntungkan.


                                                                                                   41
Mengetahui Tentang Bisnis




       b. Kemitraan. Dalam kemitraan yang bersifat umum, biasanya setiap mitra punya
          peran yang sama dalam manajemen sehingga mereka berbagi tugas di antara
          mereka. Dalam hal manajemen, kombinasi antara kemampuan dan pengetahuan
          mereka dapat menghasilkan keuntungan bagi kemitraan ini bila dibandingkan
          kepemilikan tunggal. Namun ketidak-sepahaman dapat terjadi dalam pembagian
          tugas manajemen.
       c. Perseroan terbatas. Ketentuan hukum harus dipatuhi secara ketat sesuai
          peraturan perusahaan. Pegawai perseroan terbatas harus menyerahkan dokumen
          khusus, yang disebut Anggaran Dasar Perusahaan, ke pemerintah, membayar
          pajak awal dan iuran dokumentasi, serta mengadakan rapat-rapat resmi untuk
          mengatasi berbagai hal yang terkait dengan pengoperasian dan pengaturan bisnis.
       d. Koperasi. Manajemen koperasi dipilih oleh para anggota koperasi.
7.   Bagaimana struktur hukum dapat mempengaruhi pajak ?
      a. Kepemilikan tunggal. Pajak penghasilan pribadi harus dibayar atas semua
         keuntungan bisnis.
      b. Kemitraan. Pajak penghasilan pribadi harus dibayar oleh semua mitra
         berdasarkan proporsi keuntungan bisnis milik masing-masing.
      c. Perseroan terbatas. Perseroan terbatas dibebani pajak dua kali. Pertama, pajak
         atas jumlah keuntungan bisnis. Kemudian pemilik juga diminta membayar pajak
         atas deviden yang mungkin mereka peroleh.
      d. Koperasi. Tergantung peraturan pemerintah, pajak dapat dibayar oleh koperasi.


Catatan tambahan :
Bentuk Usaha Kemitraan di Indonesia, pada umumnya dibedakan menjadi dua, yaitu, CV dan
Firma.
»    Firma, yaitu Persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan
     nama bersama dengan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas
»    CV ( Commaditer Vennotschap), yaitu Persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua
     orang atau lebih dengan nama bersama dimana didalamnya terdapat dua macam anggota
     yaitu anggota pasif dan anggota aktif.
     Anggota aktif memiliki tanggung jawab tidak terbatas sampai dengan harta pribadi,
     sedangkan anggota aktif tanggung jawabnya hanya terbatas pada sejumlah modal yang
     diitanamkan.
     Yang dimaksud dengan anggota aktif adalah, anggota dari CV yang disamping
     menanamkan modalnya, mereka juga ikut serta secara aktif mengelola usaha tersebut.
     Sedangkan,
     Anggota pasif adalah anggota dari CV yang hanya menanamkan modalnya saja,
     mereka tidak ikut serta secara aktif mengelola usaha tersebut.




42
                                Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                      MODUL 6: Topik 3
TRANSPARANSI 1

           Pertanyaan tentang
           Kepemilikan Usaha

    1. Berapa banyak pemilik dalam kepemilikan
       tunggal, kemitraan, perseroan terbatas dan
       koperasi?
    2. Berapa besar biaya dan prosedur sah untuk
       membuka keempat jenis kepemilikan usaha?
    3. Mengapa konsultasi dengan pengacara perlu
       dilakukan sewaktu membuka bisnis baru?
    4. Kewajiban apa yang terkait dengan keempat
       jenis kepemilikan usaha?
    5. Bagaimana kepemilikan sah dapat
       mempengaruhi kelangsungan usaha?
    6. Bagaimana struktur hukum dapat
       mempengaruhi pengelolaan usaha?
    7. Bagaimana struktur hukum dapat
       mempengaruhi pajak?
    8. Bagaimana struktur hukum dapat
       mempengaruhi kondisi kerja?




                                                                            43
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                MODUL 6: Topik 3
TRANSPARANSI 2

           Keunggulan & Kekurangan
        Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis
  BENTUKKEPEMILIKAN         KEUNGGULAN                 KEKURANGAN
  Kepemilikan Tunggal       1.   Biaya murah untuk     1. Kewajiban tidak
                                 membuka usaha            terbatas
                            2.   Peraturan minimal     2. Kelangsungan usaha
                            3.   Kontrol bisnis           kurang
                                 dilakukan secara      3. Sulit menambah
                                 langsung                 modal
                            4.   Persyaratan modal     4. Bertanggung-jawab
                                 kerja ringan             atas semua keputusan
                            5.   Keuntungan pajak         yang diambil
                            6.   Pemilik menerima
                                 semua laba

  Kemitraan                 1.   Mudah dibentuk        1.   Kewajiban       tidak
                            2.   Biaya murah untuk          terbatas
                                 membuka usaha         2.   Kelangsungan usaha
                            3.   Ada beberapa               kurang
                                 sumber modal          3.   Wewenang bersama
                                 tambahan              4.   Sulit menambah
                            4.   Pengelolaan bersama        modal
                            5.   Keuntungan pajak      5.   Sulit mencari mitra
                                                            yang sesuai

  Perseroan Terbatas        1.   Kewajiban terbatas    1.   Diatur secara ketat
                            2.   Manajemen dapat       2.   Bentuk perusahaan
                                 dispesialisasikan          yang paling mahal
                            3.   Kepemilikan dapat          pengaturannya
                                 dialihkan             3.   Izin terbatas
                            4.   Keberadaan usaha      4.   Dibutuhkan
                                 yang terus-menerus         pembukuan yang
                            5.   Badan usaha yang           luas
                                 sah                   5.   Biaya pajak relatif
                            6.   Kemungkinan                tinggi karena Pajak
                                 Keuntungan pajak           ganda (pajak
                                                            perusahaan dan
                            7.   Mudah menambah             pajak Pemegang
                                 modal                      saham)


44
                                Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




Koperasi   1.   Sarana untuk             1.    Sulit memperoleh
                memperdayakan                  anggota koperasi
                anggotanya                     yang memenuhi syarat
           2.   Saling membantu          2.    Kontribusi anggota
           3.   Struktur organisasi            untuk koperasi tidak
                membantu semua                 seimbang
                anggota                  3.    Wewenang bersama
           4.   Resiko ditanggung        4.    Jumlah anggota
                bersama                        perempuan dan laki-
           5.   Lebih mudah                    laki terkadang tdiak
                menambah modal                 seimbang
           6.   Kombinasi
                ketrampilan pribadi




                                                                            45
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                           MODUL 6: Topik 3
LEMBAR KERJA 1

                                   Mengelola Bisnis

Napitulu sudah tinggal di sebuah lingkungan masyarakat kecil selama sepuluh tahun terakhir
ini pada sebuah kota kecil di Sulawesi. Kota kecil ini dihuni oleh 275 orang penduduk dan
terletak di pinggir sebuah danau yang besar. Berburu binatang dan memancing adalah
kegiatan yang sering dilakukan di daerah ini. Jalan tua yang dibangun di kota ini terlalu sempit
dan permukaannya tidak rata. Hujan selama musim hujan dan pancaroba membuat beberapa
bagian jalan ini tidak dapat dilalui. Sebuah jalan baru kini tengah dibangun menuju daerah
ini dan diperkirakan akan rampung dalam waktu empat bulan.
Dikarenakan jalan baru tersebut hampir selesai dibangun, terpikir oleh Napitulu untuk
membuka sebuah toko perlengkapan turis. Turis akan dapat dengan mudah menjangkau
daerah tersebut. Mereka tentu ingin menikmati peluang memancing dan berburu hewan di
sana.
Napitulu telah mempertimbangkan segi untung rugi dari metoda yang ia gunakan untuk
mengurus bisnisnya secara legal. Ia telah mempertimbangkan untuk menjadi pemilik tunggal
bisnis tersebut karena ia ingin menjadi seorang bos. Ia telah menabung Rp. 42,000,000.-dan
dapat meminjam uang yang cukup untuk membuka sebuah bisnis kecil.
Kemitraan juga menarik perhatiannya. Satu atau dua orang mitra dapat menyediakan dana
tambahan untuk membuka bisnis yang lebih besar. Kemungkinan lain adalah membuka sebuah
perseroan terbatas dan menjual saham. Jumlah dana yang tersedia akan jauh lebih besar dan
ia tidak punya hutang yang harus dilunasi. Ia juga akan memiliki dana yang cukup untuk
memasang Man. Napitulu telah berbincang-bincang dengan beberapa orang di lingkungan
masyarakat tersebut untuk mengetahui apakah mereka tertarik untuk membuka sebuah
perseroan terbatas. Jumlah dana yang tersedia untuk membuka bisnis akan lebih besar daripada
mendirikan sebuah kepemilikan tunggal atau kemitraan. Di samping itu, jumlah masyarakat
yang akan menerima manfaat dari usaha ini akan jauh lebih besar.


Pertanyaan
1.   Jika Anda Napitulu, bentuk kepemilikan usaha mana yang akan Anda pilih?
2.   Informasi tambahan apa yang diperlukan Napitulu untuk mengambil keputusan yang
     tepat tentang bentuk kepemilikan sah yang terbaik untuk bisnisnya?
     Berikan alasan-alasan mengapa anda memilih bentuk usaha tersebut ?




46
                                                     Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




I    TOPIK 4:       Dana yang Dibutuhkan untuk
                    Memulai Bisnis
II   WAKTU YANG DISARANKAN:
     • 3 Jam

III TUJUAN:
     • Peserta dapat membedakan antara pembayaran pra-operasi dan untuk
       memperkirakan uang yang dibutuhkan untuk memulai suatu bisnis

IV DASAR PEMIKIRAN:
     • Mendirikan suatu bisnis membutuhkan sejumlah uang yang harus dikeluarkan
       sebelum mulai mendapatkan pendapatan dari penjualan. Seringkali calon
       pengusaha merendahkan jumlah yang diperlukan karena ia hanya menghitung
       pengeluaran yang berkenaan dengan barang investasi seperti mesin, peralatan,
       mobil dan lain-lain. Mereka tidak sadar bahwa pada minggu¬minggu atau bulan-
       bulan pertama operasi penghasilan dari penjualan tidak menutup pengeluaran
       dari menjalankan bisnis (berdagang, manufaktur/ pembuatan, atau penyediaan
       jasa). Ini dapat menyebabkan masalah likuiditas, dimana si pengusaha tidak dapat
       membayar gaji atau pemasoknya.
     • Uang yang dibutuhkan untuk modal awal biasanya lebih tinggi dari apa yang
       dimiliki oleh calon pengusaha. Karena kekurangannya harus dicari dari sumber-
       sumber lain, sangatlah penting untuk mengetahui berapa uang yang dibutuhkan.

V KEGIATAN:
     1. Minta para peserta untuk membaca HANDOUT 1, untuk mendapatkan informasi
        dan penjelasan tentang perbedaan pembayaran pra-operasi dan pembayaran awal
        operasi dan faktor-faktor yang menentukan lamanya periode awal operasi.
     2. Gunakan TRANSPARANSI I dan minta para peserta untuk menentukan apakah
        suatu pembayaran adalah pembayaran pra-operasi atau jenis pembayaran lainnya.
        Diskusikan tiap pembayaran dengan peserta.
     3. Minta para peserta untuk membaca LEMBAR KERJA 1 dan bagi mereka ke dalam
        empat-lima kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
        Pastikan para peserta mengerti kapan periode pra-operasi selesai dan periode
        pembayaran awal dimulai. Minta tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil
        kerja mereka.




                                                                                                 47
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                        MODUL 6: Topik 4
HANDOUT 1

Memperkirakan Modal Awal
Orang yang memulai usaha bisnis, khususnya kaum muda, biasanya mereka mengetahui
bahwa mereka membutuhkan dana untuk mesin, atau peralatan untuk suatu toko. Namun
seringkali mereka tidak menyadari bahwa ada beberapa pembayaran lain yang harus
dilakukan sebelum mereka benar-benar dapat memulai bisnis mereka. Misalnya, biaya instalasi
mesin dan pelatihan pegawai dapat saja menjadi bagian terbesar dan total biaya mesin. Biaya
perijinan dan asuransi juga seringkali terlupakan datam penghitungan modal investasi.
Kebutuhan akan modal kerja juga seringkali diperhitungkan lebih rendah dari yang seharusnya.
Orang berpikir bahwa mereka akan segera dibayar dengan cepat. Ini sering terjadi dalam
kegiatan berdagang atau penjualan, namun seorang pemilik toko harus punya stok barang
karena ia harus segera menggantikan tiap barang yang terjual. Terkadang konsumen meminta
kredit untuk pembelian partai besar dan terkadang pembayarannya tidak tepat waktu.
Dalam kegiatan manufaktur modal kerja harus mencakup periode yang lebih lama dan dapat
berlangsung selama berbulan-bulan. Bila modal kerja diperkirakan lebih rendah dari
kebutuhan, dapat saja seorang pengusaha yang memiliki suatu bisnis yang sedang berkembang
kekurangan uang untuk membayar gaji, misalnya, atau memperbaharui stok, atau (dalam
kasus terburuk) untuk membayar cicilan bank.
Bila seseorang ingin memulai suatu bisnis maka ia harus tahu berapa uang yang dibutuhkan
dalam proses awal pembayaran bisnis sebelum bisnis tersebut menghasilkan uang. Uang ini
dinamakan Modal Awal. Modal awal ini digunakan untuk dua hal:
•    Pembayaran pra-operasi atau modal investasi
•    Pembayaran awal operasi atau modal kerja

Pembayaran pra-operasi berarti uang yang harus dibayarkan seseorang yang sedang memilai
bisnis sebelum bisnis itu mulai beroperasi (berdagang, manufaktur atau pembuatan barang,
atau menyediakan jasa). Yang yang dibutuhkan untuk pembayaran semacam ini disebut sebagai
modal investasi.
Membeli tanah, membuat bengkel atau tempat kerja, membeli mesin, mebel kantor, dan lain-
lain, semuanya adalah pembayaran pra-operasi, demikian juga dengan pembayaran bea legal,
sambungan air, listrik dan telepon, publisitas dan iklan sebelum bisnis dibuka, dan lain
sebagainya.
Pembayaran awal operasi akan terjadi ketika bisnis tersebut mulai beroperasi, untuk menutup
biaya pengeluaran langsung sampai pemasukan dari penjualan kembali masuk ke dalam bisnis.
Pada umumnya, dalam kegiatan perdagangan periode ini bisa berlangsung selama kurang
dari satu bulan, sementara untuk kegiatan manufaktur jangka waktu antara tanggal produksi
(waktu pembuatan produk, waktu barang berada dalam sistem distribusi, misalnya
penyimpanan barang dalam pabrik, pengiriman ke penjual grosir atau pengecer atau kepada



48
                                                       Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




konsumen) dan penerimaan uang secara tunai atau transfer bank dapat berlangsung selama
beberapa bulan.
Pengeluaran selama periode ini disebut sebagai pembayaran awal
operasi atau modal kerja.
Perbedaan antara kedua kategori pembayaran ini tergantung dari saat pembayaran itu
dilakukan: apakah sebelum bisnis itu mulai beroperasi atau sesudah.
Modal awal bagi suatu bisnis baru adalah jumlah dari modal investasi dan modal kerja. Jumlah
total dari modal awal adalah indikator bagi calon pengusaha berapa uang yang mereka perlu
investasikan dari sumber mereka sendiri dan berapa yang harus mereka pinjam.




                                                                                                   49
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                      MODUL 6: Topik 4
TRANSPARANSI 1

                   Dana Yang Harus Dipenuhi
                     Sebagai Modal Awal
  Pembayaran                                   Pra Operasi   Operasi Awal Lain-Lain
  Pendaftaran Bisnis                               V
  Gaji pegawai untuk bulan pertama                                V
  Biaya Arsitek untuk merancang tempat kerja       V
  Membeli mesin                                    V
  Membeli bahan baku                                              V
  Membeli barang jadi                                             V
  Iklan pembukaan bisnis                           V
  Akuisisi tanah di daerah industri                V
  Pembangunan villa                                                            V
  Gaji bulan pertama pemilik bisnis                               V
  Peralatan kantor                                 V
  Pembelian truk Bekas                             V
  Konsultan untuk penelitian investasi             V
  Penyewaan tempat bisnis                          V
  Membeli stok bahan /barang dagang                V
  Asuransi kebakaran                               V
  Asuransi kesehatan pegawai                                      V
  Mobil pribadi untuk isteri pemilik                                           V
  Promosi penjualan                                               V
  Peratatan komputer                               V
  Materi konstruksi untuk tempat kerja             V
  Biaya sekolah anak pegawai                                                   V
  Instalasi telepon                                V
  Tagihan telepon Pertama                                         V
  Penggantian stok Barang                                         V
  Perjalanan ke pemasok mesin                      V
  Asuransi mobil tahun pertama                                    V
  Biaya pemeliharaan truk                                         V
  Bunga hutang                                                    V
  Bayar hutang kepada teman                                                    V

50
                                               Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                                     MODUL 6: Topik 4
LEMBAR KERJA 1

                           Dana Yang Harus Dipenuhi
                             Sebagai Modal Awal

Pembayaran                               Pra Operasi     Operasi Awal Lain-Lain
Registrasi Bisnis
Gaji pegawai untuk bulan pertama
Biaya Arsitek merancangan tempat kerja
Membeli mesin
Membeli bahan baku
Membeli barang jadi
Iklan pembukaan bisnis
Akuisisi tanah di daerah industri
Pembangunan villa
Gaji bulan pertama pemilik bisnis
Peralatan kantor
Pembelian truk Bekas
Konsultan untuk penelitian investasi
Penyewaan tempat bisnis
Membeli stok bahan /barang dagang
Asuransi kebakaran
Asuransi kesehatan pegawai
Mobil pribadi untuk isteri pemilik
Promosi penjualan
Peratatan komputer
Materi konstruksi untuk tempat kerja
Biaya sekolah anak pegawai
Instalasi telepon
Tagihan telepon Pertama
Penggantian stok Barang
Perjalanan ke pemasok mesin
Asuransi mobil tahun pertama
Biaya pemeliharaan truk
Bunga hutang
Bayar hutang kepada teman


                                                                                           51
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                        MODUL 6: Topik 4
LEMBAR KERJA 2

                            Memulai Bisnis Toko Kue dan Snack


Josepine adalah lulusan Sekolah Kejuruan Jurusan Tata Boga, telah bekerja selama beberapa
tahun disebuah toko pastri dan kue kering yang memproduksi sendiri pastri dan kue-kue
keringnya untuk para pelanggan yang tinggal dan bekerja di lingkungan sekitarnya. Toko ini
juga menyediakan kue kering dan kue manis dan pastri untuk resepsi pernikahan, ulang tahun
dan acara-acara sosial lainnya sampai kerumah pelanggannya.
Josepine telah belajar semuanya tentang membuat pastri mulai dari bahan mentah dan
campurannya untuk berbagai macam produk, persiapan dan proses pemasakan demikian juga
dengan bekerja di toko dan berhubungan dengan para pelanggan. Dia menikmati gaji yang
cukup lumayan Rp. 3.000.000.
Josepine selalu berkeinginan untuk memiliki sendiri toko kue suatu hari, sehingga dia selalu
menabung sebanyak mungkin uang yang dapat dia simpan. Dia juga telah membuat daftar
mesin dan peralatan yang dia butuhkan untuk memulai tokonya. Dia juga telah melakukan
survey harga. Barang yang paling mahal adalah oven listrik Rp. 10.000.000; kemudian dia
juga akan butuh mesin penggiling adonan Rp 3.000.000), beberapa timbangan Rp. 500.000,
mangkok, piring, toples, kotak dan peralatan genggam Rp. 2.000.000, perabot untuk bekerja
seperti meja dan rak--rak Rp. 1.100.000 dan sebuah kulkas besar Rp. 5.000.000 yang juga
dapat menampung kue-kue sampai tiga hari sejak dibuat. Dia juga harus melengkapi ruangan
dengan lemari pajang, beberapa rak dan mesin kasir Rp. 1.500.000.
Untuk dia sendiri dirasakan butuh sebuah kantor kecil dan untuk pegawainya sebuah ruang
istirahat kecil. Perabot bekas untuk kedua ruangan ini dirasakan akan menghabiskan sampai
Rp. 1.000.000.
Sekarang dia telah memiliki kemungkinan untuk menyewa sebuah toko yang cocok bagi
usahanya di sebuah wilayah kota dengan populasi kaum menengah yang berpotensi menjadi
pelanggan. Toko ini akan kosong dalam waktu 2 bulan kedepan.
Setelah melakukan penelitian pasar dia memutuskan untuk memulai usahanya sendiri dan
menyewa toko tersebut dengan tarif Rp. 800.000 sebulan.
Sekarang tibalah waktu yang cukup sibuk bagi Josepine karena dia harus memfinalisasi
rencananya, menghitung investasi dan bekerja hal-hal yang penting, dan juga meminjam
uang dari bank karena dari perhitungannya dia hanya dapat menutupi 30% dari kebutuhannya.
Kemudian dia harus mendaftarkan usahanya Rp. 100.000 dan memesan mesin dan peralatan
yang dapat diantarkan dalam waktu 3 bulan. Untuk melakukan ini semua Josepine telah
berhenti bekerja sebulan sebelum dia dapat mulai mengisi tokonya. Air, listrik dan sambungan
telepon haruslah didaftarkan dahulu memakai namanya dan dia harus membayar Rp. 150.000
untuk semuanya. Juga, asuransi rumah adalah kewajiban dan dia harus membayar Rp.
1.000.000 untuk satu tahun.
Dia harus menyeleksi pegawainya-dua orang perempuan untuk membuat kue dan satu anak
magang dan dia telah memutuskan untuk mempekerjakan mereka ketika dia sudah dapat

52
                                                      Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




masuk ke toko. Gaji bulanan untuk semua pegawainya adalah Rp. 700.000. Keinginannya
adalah agar dia dapat melatih pegawainya pada masa menunggu pesanan. mesinnya datang
dan pemasangannya, yang dapat memakan waktu satu minggu. Biaya instalasi diperkirakan
200.000. Karena Josepine juga rencananya akan menjalankan usaha katering, dia harus
membeli mobil bekas seharga Rp. 40.000.000 dan menyewa seorang supir dengan gaji sebulan
Rp.500.000. Asuransi mobilnya untuk satu tahun Rp. 1.000.000. Sebelum memulai usahanya
Josepine berencana untuk menggunakan publikasi dan iklan, dan dia memperoleh tawaran
untuk semua paket iklan dari sebuah agensi seharga Rp. 1.800.000.
Pembukaan toko ini seharusnya dimulai dua minggu setelah semua peralatan telah selesai
dipasang. Selama masa dua minggu ini Josepine akan membuat berbagai macam kue dan
pastri sebagai bahan latihan untuk para pekerjanya dengan kondisi normalnya toko berjalan.
Bahan-bahan baku untuk satu minggu produksi di perkirakan Rp. 900.000, sedangkan untuk
biaya-biaya lainnya seperti air, listrik, telepon, bensin untuk mobil, dan lain sebagainya
diperkirakan akan menghabiskan Rp. 300.000. Untuk amannya Josepine akan menyiapkan
bahan untuk produksi dua minggu.
Josepine berpikir bahwa setelah dibuka toko ini akan mampu menjual sampai 60% produksi
sehari-hari, dan 40% lainnya akan terjual melalui layanan katering untuk pelanggan yang
dapat membayar dalam waktu dua minggu. Dia memperkirakan bahwa jasa kateringnya ini
akan dimulai sekitar sebulan setelah membuka tokonya.
Josepine harus mengetahui pembayaran-pembayaran masa sebelum operasi dan investasi
operasional awalnya untuk menghitung kebutuhan modalnya dan membuat rencana bisnisnya
secara keseluruhan.
Buatlah jadwal kerja lengkap dengan target-target penting untuk
berbagai hal dimulai dari masa awal mulai sampai menghitung durasi
tahap pra-operasi dan tahap operasi awal.
Gambarkanlah tabel untuk tahap pra-operasi dan sebuah tabel lagi untuk
tahap awal operasi dan hitunglah jumlah pembayaran yang dibutuhkan.




                                                                                                  53
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                              MODUL 6: Topik 4
TRANSPARANSI 2

      Dana Pra-Operasi (Modal investasi)

      Investasi                               Spesifikasi    Jumlah


      Mesin-Mesin
      Oven Listrik                                           10,000,000
      Mesin Penggiling Adonan                                 3,000,000
      Timbangan                                                500,000
      Peralatan Genggam                                       2,000,000
      Kulkas Besar                                            5,000,000
      Mesin Kasir                                             1,500,000
      Meja dan Rak-rak                Bahan kayu jati         1,100,000
      Perabot kantor                  Bahan kayu jati         1,000,000
      Instalasi mesin                 Instalasi siap pakai     200,000
      Sewa Tempat                     Per bulan                800,000
      Mobil                           Bekas, colt pickup     40,000,000
      Asuransi Mobil tahun pertama    Per tahun               1,000,000
      Sambungan listrik, Air, Phone   1300 Watt, air PDAM,     150,000
                                      Telp. Kabel
      Jumlah                                                 68.050.000




54
                                         Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                               MODUL 6: Topik 4
TRANSPARANSI 3

 Dana Operasional Awal (modal kerja)

 PEMBAYARAN                 Satuan Mingguan/                    Jumlah
                            Bulanan                        Operasi Awal


 Gaji Sopir bulan pertama   Per bulan                            500,000
 Stok Bahan baku            Per bulan                          3,600,000
 Asuransi Rumah             Per tahun                          1,000,000
 Perijinan                  SIUP                                 100,000
 Pelatihan pegawai          Per paket                            900,000
 Gaji Bulan pertama         Per bulan                            700,000
 Gaji pemilik               Per bulan                          3,000,000
 Lain-lain                                                       300,000
 Jumlah                                                      10.100.000




                                                                                     55
Mengetahui Tentang Bisnis




56
                                                      Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




I    TOPIK 5:       Mendapatkan Dana untuk
                    Memulai Bisnis
II   WAKTU YANG DISARANKAN:
     • 5 Jam

III TUJUAN:
     • Peserta dapat mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan berbagai sumber
       modal untuk membuka sebuah usaha bisnis

IV DASAR PEMIKIRAN:
     • Banyak calon pemilik usaha kecil punya ide dan rencana bisnis yang baik. Namun
       mereka mungkin mendapati bahwa modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis
       mereka tidak tersedia. Akibatnya, banyak usaha kecil tidak beroperasi. Peserta
       perlu mengetahui jenis dana yang tersedia untuk calon pemilik usaha. Perlu
       ditekankan bahwa persiapan dan perencanaan yang baik dapat meningkatkan
       peluang untuk memperoleh modal yang dibutuhkan.
     • Pengusaha hampir dapat dipastikan akan menanamkan sejumlah dana pribadi
       mereka untuk bisnis ini. Namun ada juga sebagian modal yang diperlukan untuk
       mulai mengoperasikan bisnis tersebut diperoleh melalui kredit. Topik ini akan
       mengidentifikasi sumber-sumber modal awal yang potensial dan menawarkan
       usulan-usulan yang terkait dengan persiapan yang perlu dilakukan untuk
       memperoleh pinjaman atau dana kredit.

V KEGIATAN:
     1. Mintalah peserta latihan membaca LEMBAR KERJA 1 untuk mengetahui jumlah
        modal yang dibutuhkan untuk memulai suatu bisnis. Perlihatkan TRANSPARANSI 1
        dan mintalah peserta latihan membahas ke-6 pertanyaan yang ada. Mintalah
        peserta membuat daftar apa saja yang dibutuhkan seorang pemberi pinjaman,
        menurut pendapat mereka sendiri, sebelum mau meminjamkan uang untuk
        sebuah usaha. Catatan ini dapat ditulis di papan tulis dan dibahas di dalam kelas.
        Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok dan mintalah mereka melakukan
        studi kasus di akhir LEMBAR KERJA 1. Mereka mungkin perlu waktu satu minggu
        untuk menyelesaikan tugas ini.
     2. Mintalah peserta latihan membaca HANDOUT 1 sebagai informasi DASAR
        PEMIKIRAN. Perlihatkan TRANSPARANSI 2 untuk memberi gambaran tentang
        aliran dana selama tahun pertama pengoperasian bisnis.
     3. Mintalah peserta latihan membaca HANDOUT 2 sebagai informasi DASAR
        PEMIKIRAN. Dengan menggunakan TRANSPARANSI 3, adakan diskusi di dalam
        kelas tentang sumber dana untuk membuka usaha kecil dan prosedur
        permohonan dana pinjaman untuk usaha.
     4. Gunakan TRANSPARANSI 4 untuk membahas kriteria untuk mengevaluasi
        sumber-sumber dana pinjaman untuk usaha.




                                                                                                  57
Mengetahui Tentang Bisnis




       5. Gunakan TRANSPARANSI 5 untuk membahas permohonan pinjaman dari sudut
          pandang petugas pemberi pinjaman.
       6. Untuk mengkaji modal dan pendanaan hutang, perlihatkan TRANSPARANSI 6 lalu
          bahas keunggulan dan kelemahan dari beberapa jenis pendanaan.
       7. Undanglah seorang pegawai pemberi pinjaman bank untuk menyampaikan
          ceramah di depan kelas. Sebelum kunjungan tersebut, mintalah peserta untuk
          menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada pegawai bank
          tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat dikirimkan sebelumnya ke seorang
          pembicara tamu sebagai panduan presentasinya atau digunakan sebagai dasar
          untuk mengadakan sesi tanya jawab selama kunjungan tersebut. Bidang--bidang
          utama dan pertanyaan tersebut mencakup:
          A. Faktor-faktor paling penting apa saja yang diinginkan pegawai pemberi
              pinjaman dalam surat permohonan pinjaman usaha kecil?
          B. Seberapa penting bagi pemohon pinjaman untuk memiliki modal atau pemilik
              modal untuk menanamkan modalnya ke bisnis baru tersebut?
          C. Apakah sebagian jenis usaha punya kemungkinan yang lebih besar untuk
              memperoleh pinjaman awal ketimbang jenis usaha yang lain? Jika ya, apakah
              perbedaan tersebut disebabkan oleh jumlah dana yang dibutuhkan untuk
              membuka bisnis atau oleh tingkat keberhasilannya?
          D. Bagaimana cara seseorang untuk memperoleh modal, taruhlah ia tidak dapat
              menyimpan uang dari penghasilannya sekarang?
          E. Sebutkan beberapa pertimbangan penting bagi pemohon sewaktu memilih
              bank pemberi pinjaman?
          F. Seberapa besar pengaruh kredit pribadi pemohon terhadap keputusan pegawai
              dalam memberikan pinjaman usaha kecil?




58
                                                      Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                                            MODUL 6: Topik 5
HANDOUT 1

Pertanyaan-Pertanyaan Tentang
Cara Memperoleh Modal
1.   Dapatkah semua modal yang dibutuhkan dipinjam?
      a. Hampir semua lembaga pemberi pinjaman mengharuskan pengusaha
         menyediakan sejumlah besar uang yang dibutuhkan untuk memulai suatu bisnis.
         Besarnya dana tersebut tergantung dari kondisi pasar dan perekonomian. Namun
         ada juga beberapa lembaga pemberi pinjaman atau perorangan yang bersedia
         mengambil resiko keuangan untuk suatu bisnis bila pemiliknya tidak punya uang
         yang ditanamkan dalam perusahaan tersebut.
      b. Dana yang dimasukkan pemilik ke dalam bisnis tersebut disebut modal pemilik. Ini
         adalah investasi pemilik dalam bisnis tersebut. Sedangkan meminjam modal yang
         dibutuhkan disebut dana kredit atau hutang.
      c. Pemberi pinjaman perlu mengetahui apakah pemilik bisnis punya komitmen dan
         keterlibatan pribadi. Komitmen pribadi ini mencakup waktu, energi dan dana yang
         ingin pemilik kontribusikan untuk bisnis tersebut.
2.   Dimana modal pemilik dapat diperoleh?
      a. Tabungan pribadi
      b. Teman dan keluarga
      c. Mitra. Pemilik dapat membentuk sebuah kemitraan dengan satu orang atau lebih
         untuk memperoleh modal modal sendiri untuk mulai mengoperasikan bisnis
         tersebut.
      d. Perusahaan, adalah mungkin untuk bergabung ke dalam bisnis tersebut dan
         menjual saham untuk menambah modal modal sendirinya.
3.   Dimana kita dapat memperoleh dana kredit atau hutang?
      a. Bank
      b. Lembaga-lembaga keuangan
      c. Lembaga-lembaga pemerintah
      d. Kredit dagang. Pemasok menyediakan kredit untuk membeli peralatan, inventaris
         dll. sehingga bisnis tersebut dapat menghasilkan penjualan sebelum pembayaran
         jatuh tempo.
      e. Lembaga-lembaga keuangan mikro.
4.   Bagaimana cara meningkatkan peluang untuk memperoleh pinjaman, terutama untuk
     pengusaha perempuan?
     Pengusaha tidak dapat memastikan bahwa mereka akan memperoleh pinjaman piring,
     dan peralatan makan. Anda juga perlu membeli atau menyewa gedung; membayar izin
     usaha dan izin membuka restoran, serta biaya mencetak menu.
5.   Apa itu 5C Kredit
      a. Seorang bankir atau petugas pinjaman akan mempertimbangkan 5C kredit
         sewaktu mengevaluasi pemohon pinjaman :


                                                                                                  59
Mengetahui Tentang Bisnis




            -  Character (Karakter) : perilaku pemohon terhadap kredit akan diteliti,
               termasuk catatan masa lalu mereka dalam memenuhi kewajiban-kewajiban
               mereka
            - Capacity (Kapasitas) : Penghasilan pemohon akan diteliti untuk mengetahui
               kemampuannya membayar pinjaman tersebut
            - Capital (Modal) : keuangan pribadi pemohon akan diteliti termasuk tabungan
               dan harta atau properti pribadi yang lain
            - Conditions (Kondisi) : Kondisi perekonomian masyarakat, negara dan daerah
               akan mempengaruhi ketersediaan pinjaman
       b.   Calon Pemilik usaha harus menunjukan bahwa mereka memiliki stategi usaha dan
            rencana aksi yang akan mengrahkan pada keberhasilan bisnis.
       c.   Pemberi pinjaman ingin memastikan bahwa calon pemilik bisnis punya
            pengalaman atau pengetahuan di bidang usaha yang diusulkan
       d.   Untuk menambah modal modal sendiri dan memperoleh keuangan kredit, rencana
            yang realistis dan sudah diteliti dengan baik adalah sangat diperlukan
       e.   Pengusaha perempuan perlu diberi informasi, kontak dan peralatan yang penting
            untuk mempermudah akses mereka dalam memperoleh kredit
6.   Biaya pengoperasian: biaya pengoperasian tetap dibutuhkan sampai ada laba yang
     cukup untuk menjaga kelangsungan usaha. Contoh biaya pengoperasian antara lain
     adalah biaya untuk inventaris, pasokan, pemasangan iklan, pembayaran upah, pajak,
     perbaikan dan perlengkapan, asuransi, sewa bulanan dan utilitas. Setelah restoran dibuka,
     Anda perlu mengeluarkan biaya pengoperasian secara teratur. Anda perlu membeli
     makanan, membayar upah tukang masak dan pelayan secara rutin, membayar pajak
     penjualan, membayar sewa bulanan dan banyak lagi. Adalah penting untuk mengetahui
     seberapa besar dana yang dibutuhkan setiap bulan untuk mengoperasikan bisnis.

7.   Pengeluaran pribadi: pengeluaran ini mencakup biaya-biaya yang diperlukan untuk
     kelangsungan hidup Anda. Anda butuh uang untuk menutup pengeluaran pribadi Anda
     seperti untuk membayar sewa atau hipotek, pangan, transportasi, asuransi, sandang,
     utilitas, tagihan medis dan hiburan.
     Banyak bisnis yang baru berdiri tidak dapat langsung memperoleh keuntungan; bisnis
     mungkin butuh waktu satu sampai tiga tahun untuk dapat memperoleh keuntungan.
     Anda harus merencanakan semua pengeluaran ini. Mungkin ada orang yang membuka
     bisnis baru sambil bekerja di tempat lain, atau pasangan mereka mungkin memperoleh
     upah dengan bekerja tetap di tempat lain. Ini akan membantu mengurangi dana yang
     dibutuhkan untuk membiayai bisnis tersebut.




60
                                                 Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                                       MODUL 6: Topik 5
LEMBAR KERJA 1

                                Studi Kasus


 Seorang perempuan yang baru lulus sekolah kejuruan memiliki kemahiran yang
 sangat tinggi dalam menggunakan dan menerapkan teknologi komputer. Ia ingin
 membuka warnet (warung internet) di dekat sekolahnya dimana pelajar dapat
 bertemu, bergaul dan menggunakan lima buah komputer yang ingin ia beli untuk
 warnet tersebut. Ia butuh modal untuk membuka usahanya ini. Jika Anda sebagai
 dia, bagaimana Anda merespon pertanyaan-pertanyaan berikut yang terkait dengan
 cara memperoleh modal?
 1.   Seberapa besar biaya yang dibutuhkan untuk membeli lima buah komputer
      untuk warnet?
 2.   Bagaimana ia dapat memperoleh kredit dari toko komputer?
 3.   Dimana ia dapat memperoleh pinjaman untuk:
        (a). Modal modal sendiri?
        (b). Pembiayaan hutang?
 4.   Jika ia harus meminjam ke bank, bagaimana cara meningkatkan peluangnya
      untuk memperoleh pinjaman?
 5.   Seberapa besar modal yang ia butuhkan untuk membiayai warnet?
 6.   Cari tahu bagaimana prosedur untuk pengajuan pinjaman di
        a. Bank
        b. Lembaga keuangan lainnya




                                                                                             61
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                  MODUL 6: Topik 5
TRANSPARANSI 1



               1. Dapatkah semua modal yang dibutuhkan
                  dipinjam?
               2. Dimana kita dapat meminjam modal
                  modal sendiri?
               3. Dimana kita dapat memperoleh kredit
                  atau pembiayaan hutang?
               4. Bagaimana kita dapat meningkatkan
                  peluang untuk memperoleh pinjaman?
               5. Apa itu 4 C untuk kredit?
               6. Bagaimana modal tersebut digunakan?
                  -     Biaya pengoperasian awal
                  -     Biaya pengoperasian
                  -     Pengeluaran pribadi




62
                                                         Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                                               MODUL 6: Topik 5
HANDOUT 2

Sumber Keuangan
Banyak calon pengusaha yang memiliki ide dan rencana bisnis yang menjanjikan. Namun
modal yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana-rencana mereka mungkin tidak selalu
tersedia. Akibatnya, banyak usaha kecil yang prospektif akhirnya tidak terwujud. Pemilik usaha
kecil perlu menginvestasikan sejumlah dana pribadinya untuk membuka usaha mereka. Namun
dengan persiapan dan perencanaan yang tepat, pembiayaan dapat diperoleh dari sumber-
sumber lain. Kedua sumber keuangan yang utama untuk membuka usaha adalah modal sendiri
pemilik dan pinjaman dari lembaga-lembaga pemberi pinjaman.

1.   Pembiayaan dari Modal
     Sumber utama keuangan Modal untuk sebagian besar pengusaha adalah tabungan pribadi
     mereka. Para ahli keuangan mengatakan bahwa setengah dari uang yang dibutuhkan
     untuk membuka satu usaha kecil harus berasal dari pemilik. Ini berarti para pemilik di
     masa mendatang harus bekerja dan menabung dulu sebelum memiliki dana yang cukup
     untuk membuka sebuah usaha.
     Sumber keuangan Modal yang populer lainnya adalah dana yang berasal dari
     sumber-sumber lain seperti keluarga, teman, modal ventura, dan bisnis. Namun ada
     beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, apakah mereka ingin terlibat dalam
     pengoperasian bisnis tersebut? Apa yang akan terjadi bila bisnis tersebut tidak berhasil?
     Apakah ini akan merusak hubungan Anda?
     Sumber pembiayaan Modal juga dapat diperoleh dengan menjual sebagian dari bisnis
     tersebut ke salah satu mitra atau lebih. Dengan mitra menanamkan uang mereka, maka
     biasanya lebih mudah untuk menambah jumlah dana yang dibutuhkan. Namun para
     mitra ini harus dapat bekerjasama dan ini tidaklah mudah. Dikarenakan banyak orang
     yang membuka bisnis mereka sendiri ingin mengambil keputusan-keputusan mereka
     sendiri, maka kemitraan bukanlah ide yang tepat.
2.   Meminjam Uang Dari Lembaga Pemberi Pinjaman
     Apabila sumber-sumber modal sendiri tidak cukup, pengusaha punya pilihan lain yaitu
     meminjam dari sumber-sumber lain. Para pemberi pinjaman biasanya akan memberi
     pinjaman kepada masyarakat yang mereka kenal dan percayai. Para pemberi pinjaman
     biasanya bersikap hati-hati dan tidak akan memberi pinjaman bila resikonya terlalu tinggi.
     Mereka tidak mau kehilangan uang untuk usaha-usaha yang gagal. Oleh karena itu,
     sebagian besar dari pemberi pinjaman akan mengkaji rencana bisnis tersebut secara
     seksama. Rencana ini harus menguraikan bagaimana bisnis ini beroperasi, seberapa besar
     dana yang dibutuhkan dan bagaimana dana ini digunakan, serta pada titik mana bisnis
     ini akan meraih keuntungan.
     Sebagian besar masyarakat terpikir tentang bank bila ingin meminjam uang. Namun untuk
     usaha-usaha kecil, meminjam uang dari bank tidak selalu mudah. Bank hanya
     meminjamkan dana bila resiko kerugian bisnis tersebut sangat rendah. Biasanya mereka
     hanya meminjamkan uang kepada pelanggan yang sudah mereka kenal lama. Bila ada
     seseorang yang ingin meminjam uang di kemudian hari, maka ia mungkin perlu segera
     menjalin hubungan pribadi yang baik dengan bankir lokal.


                                                                                                     63
Mengetahui Tentang Bisnis




3.   Pertimbangan Sewaktu Mengajukan Permohonan Pinjaman Usaha
     Lembaga-lembaga pemberi pinjaman menerapkan prosedur yang berbeda-beda yang
     harus dipatuhi pemohon pinjaman. Walaupun lembaga-lembaga ini ingin membantu
     calon peminjam, namun mereka harus memastikan pinjamannya akan dilunasi seperti
     yang disepakati pihak peminjam. Adalah penting untuk memahami beberapa faktor
     berikut ini sebagai bahan pertimbangan sewaktu menilai permohonan pinjaman.
      - Jenis pinjaman: jangka pendek (hingga satu tahun) atau jangka panjang (lebih
          dari satu tahun).
      - Tujuan pinjaman: adalah penting untuk memastikan bahwa pemohon tidak akan
          menanamkan dana tersebut untuk bisnis ilegal, tidak didukung oleh kebijakan
          pemerintah atau tidak memberi keuntungan bagi masyarakat.
      - Nilai kredit dan integritas peminjam. Apakah peminjam dapat dipercaya?
      - Kemampuan: profil bisnis dari pemohon adalah indikator kemampuan
          pengusaha untuk mengoperasikan proyek dengan keahlian yang profesional dan
          efektivitas. Karakteristik kemampuan dapat membantu pemberi pinjaman untuk
          memahami apakah peminjam akan mampu menggunakan pinjaman sesuai
          dengan tujuan yang diinginkan.
      - Masa pelunasan: masa pelunasan adalah syarat yang sangat penting dari sisi
          peminjam maupun pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman perlu mengetahui
          apakah masa pelunasan yang ditawarkan peminjam realistis atau tidak. Pemberi
          pinjaman dapat memastikan hal ini melalui proyeksi statistik dan finansial dan
          memberi usulan kepada pemohon tentang masa pelunasan yang realistis, serta
          informasi rinci lainnya misalnya tentang jumlah angsuran bulanan.
      - Jaminan: jaminan untuk pinjaman tersebut harus dapat diterima pemberi
          pinjaman. Walaupun semua persyaratan telah terpenuhi, namun pemberi
          pinjaman dapat menolak pemberian pinjaman tersebut bila persyaratan sekuritas
          dan ketentuan yang diperlukan pihak bank tidak memadai. Hal ini biasanya terjadi
          bila mengajukan permohonan pinjaman untuk yang pertama kalinya.
      - Penjamin: sebagian pemberi pinjaman meminta sekuritas dalam bentuk properti
          tak bergerak serta aset dan jaminan yang nyata dari teman-teman.
      - Rencana usaha: ini adalah sarana utama yang digunakan lembaga pemberi
          pinjaman manapun untuk memutuskan apakah pemohon pinjaman layak diberi
          pinjaman. Rencana usaha memperlihatkan apakah sebuah usaha dapat berjalan
          atau tidak. Pemohon pinjaman mungkin akan meminta tenaga ahlinya untuk
          menyusun rencana usaha guna membuktikan bahwa pinjaman yang diminta layak
          dipertimbangkan oleh organisasi pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman selalu
          menilai rencana usaha yang diberikan pemohon dan mengambil kesimpulannya
          sendiri atau menyusun studi kelayakannya guna menilai kelangsungan usaha yang
          diusulkan tersebut. Aspek yang sangat penting adalah biaya yang dibutuhkan dan
          arus kasnya. Arus kas serta proyeksi keuangan dan statistik, akan memperlihatkan
          apakah proyek tersebut dapat menghasilkan uang yang lebih banyak daripada
          pengeluaran. Hasil-hasil ini akan menunjukkan kepada pihak pemberi pinjaman
          apakah pinjaman tersebut aman dan pihak peminjam mampu melunasi hutangnya
          sesuai persyaratan yang ditentukan.
      - Pelanggan lembaga pemberi pinjaman punya peluang yang lebih besar
          sewaktu mengajukan permohonan pinjaman usaha untuk modal kerja. Bank akan
          mempelajari catatan keuangan konsumen tersebut di masa lalu dan catatan-
          catatan keuangan ini dapat membantu pihak bank untuk memutuskan tindakan
          apa yang perlu diambil. Apabila pelanggan ingin membuka sebuah usaha, maka


64
                                                      Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




         prosedur-prosedurnya nyaris sama dengan prosedur yang diterapkan terhadap
         pemohon baru. Dengan menyimpan catatan-catatan keuangan tertulis tersebut,
         pengusaha akan memiliki bukti tertulis tentang riwayat usahanya di masa lalu.
     Ada beberapa sumber keuangan yang tersedia untuk para pengusaha. Biasanya, keputusan
     penting yang perlu diambil adalah menentukan sumber keuangan mana yang paling
     cocok dengan kebutuhan mereka saat ini. Pemilihan sumber keuangan yang tepat untuk
     memenuhi kebutuhan mereka biasanya memiliki dampak yang besar terhadap masa depan
     usaha mereka.
     Menerima pinjaman bank jangka pendek di saat membutuhkan pinjaman jangka panjang
     dapat menimbulkan krisis. Menjual sebagian dari usaha tersebut untuk menambah modal
     yang seharusnya dipinjam mungkin sangat mahal. Sedangkan pemberian kredit yang
     berlebihan mungkin mahal dan dapat menghambat pengoperasian perusahaan.
     Ada banyak peluang terjadinya kesalahan dalam memilih sumber permodalan. Namun
     pilihan yang tepat dapat menyediakan modal yang diperlukan dan membebaskan
     pengusaha dan biaya dan resiko yang tak perlu atau kemungkinan hilangnya kontrol
     atas usaha mereka.

4.   Kriteria penilaian sumber pinjaman
     Untuk menentukan sumber yang paling tepat untuk menambah modal yang diperlukan
     dalam situasi tertentu, kita perlu mempertimbangkan lima pertanyaan berikut ini.
      - Apa manfaat pinjaman bila dibandingkan dengan biayanya? (biaya)
      - Surnber pinjaman mana yang memiliki tingkat resiko usaha terkecil? (resiko)
         Apakah persyaratan yang ditetapkan sumber pinjaman dapat mengurangi
         fleksibilitas pengusaha dalam mencari modal tambahan atau dalam menggunakan
         modal yang diperoleh dari pengoperasian, menurut penilaian pemilik?
         (fleksibilitas)
      - Apakah kontrol pemilik atas usaha tersebut dapat terpengaruh secara negatif?
         Apakah hilangnya kontrol tersebut dapat mencegah pengusaha untuk mengambil
         keputusan pengoperasian demi kepentingan terbaik dari usaha tersebut? (kontrol)
      - Sumber-sumber keuangan mana yang tersedia untuk usaha tersebut?
         (ketersediaan)

      Biaya. Biaya pinjaman biasanya diukur dari dampaknya terhadap penghasilan pemilik
         sekarang, dan bukan oleh pengeluaran yang lebih besar dari usaha tersebut.
         Pertimbangkan perusahaan yang memutuskan apakah meminta pinjaman sebesar
         Rp. 200.000.000,- dengan bunga 10% atau menjual 25% sahamnya untuk
         memperoleh tambahan modal sebesar Rp. 200.000.000,-. Bisnis ini diharapkan
         membayar bunga sebesar Rp. 20.000.000,- per tahun atas pinjaman tersebut dan
         ini akan mengurangi total penghasilan bersihnya sebesar Rp. 20.000.000,-, tidak
         termasuk pajak. Apabila usaha ini diperkirakan memperoleh keuntungan sebesar
         Rp. 300.000.000,-, maka pengeluaran bunganya akan memotong keuntungan
         tersebut menjadi Rp. 280.000.000,-.
         Sedangkan untuk alternatif modal sendiri, penghasilan bersihnya tetap Rp.
         300.000.000; karena tidak ada pengeluaran untuk bunga. Namun hanya Rp.
         225.000.000,- yang akan diterima para pemilik karena Rp. 75.000.000,- (Rp.
         300.000.000 x 25%) merupakan partisipasi para pemegang saham yang baru.
         Oleh karena itu, penghasilan bisnis dalam alternatif modal sendiri akan lebih
         tinggi, tapi partisipasi para pemilik yang ada adalah lebih rendah.


                                                                                                  65
Mengetahui Tentang Bisnis




           Setiap sumber permodalan memiliki biayanya sendiri. Sumber dana internal seperti
           dana yang diperoleh dari penjualan atau likuidasi aset dapat menimbulkan
           kerugian penghasilan akibat hilangnya inventaris atau biaya pengoperasian yang
           lebih besar bila mesin harus dijual untuk memperoleh dana. Dalam mengambil
           suatu keputusan, adalah penting untuk mempertimbangkan semua biaya terkait
           untuk setiap sumber keuangan.
       Resiko. Ada beberapa jenis resiko yang terkait dalam upaya untuk menambah modal.
          Pemakaian kredit dagang dapat menimbulkan ketidak puasan pemasok dan
          mungkin akan merugikan posisi kredit Anda. Karena uang pinjaman harus
          dikembalikan bersama bunganya, maka modal hutang adalah hutang atas arus kas
          usaha tersebut yang harus dipenuhi guna menghindari kelalaian. Kelalaian dapat
          mengakibatkan adanya beberapa tindakan seperti hilangnya jaminan atau
          bangkrut. Sumber dana satu-satunya yang tidak melibatkan resiko terhadap usaha
          adalah modal modal sendiri, karena investor modal sendiri, dan bukan usaha
          tersebut, adalah pihak yang menanggung resikonya.
       Fleksibilitas. Ketergantungan penuh pada laba untuk memenuhi kebutuhan modal
          dapat mengakibatkan suatu bisnis menjadi terlalu berhati-hati dalam menambah
          kredit atau membeli inventarisnya. Pembatasan-pembatasan ini dapat
          menimbulkan kerugian penjualan. Pemakaian kredit dagang sebagai sumber
          permodalan utama dapat membuat suatu bisnis sangat tergantung pada beberapa
          pemasok dan tidak dapat memperoleh keuntungan dari harga yang lebih tinggi
          dari pemasok-pemasok lainnya.
       Kontrol. Pemakaian dana internal dan kredit dagang kemungkinan besar akan
         berdampak pada pengendalian bisnis pemilik yang ada. Investor modal sendiri
         biasanya memiliki hak untuk mengawasi pengoperasian bisnis tersebut. Pemberi
         piminjam
         biasanya tidak ikut berpartisipasi dalam urusan bisnis dan tidak berhak secara
         hukum untuk memberikan suara dalam urusan perseroan terbatas, yang umumnya
         dilakukan pemegang saham.
       Ketersediaan. Biasanya suatu bisnis mungkin terbatas kemampuannya untuk
          menambah modal dikarenakan kurangnya ketersediaan sumber dana yang sesuai.
          Tanpa memandang sumber dana yang dianggap paling sesuai, usaha tersebut
          hanya memiliki akses ke sumber-sumber keuangan yang ada.
       Menimbang faktor-faktor penilaian. Setiap sumber permodalan yang
         dipertimbangkan perlu dievaluasi dalam hal biaya, resiko, fleksibilitas, pengawasan
         dan ketersediaannya. Sumber-sumber mana yang paling penting? Mana yang
         paling kurang penting? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini tergantung situasi
         yang ada. Dalam banyak hal, ketersediaan mungkin merupakan hal yang paling
         penting. Namun dalam hal lain, biaya mungkin faktor yang penting. Keputusan
         hanya dapat diambil melalui penilaian yang seksama dari sang pemilik setelah
         mengumpulkan dan menganalisa semua faktor terkait.

5.   Pertimbangan pemberi pinjaman
     Biasanya petugas pemberi pinjaman bank menolak permohonan pinjaman. Hal yang
     terpenting dalam benak pemberi pinjaman adalah pertanyaan: “apakah perusahaan ini
     mampu membayar kembali pinjaman yang akan diberikan?” pemberi pinjaman dapat


66
                                                       Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




    menolak pinjaman bila pemilik menyusun permohonan pinjaman secara tergesa-gesa
    atau karena tertekan. Akibatnya, petugas pemberi pinjaman mencium adanya
    ketidak-stabilan dan kurangnya perencanaan dalam keterangan yang diberikan pemilik
    usaha tentang bisnisnya. Apabila permohonan pinjaman dan pengusaha ternyata ditolak,
    maka pemohon pinjaman harus menerima penolakan tersebut dengan lapang dada dan
    berupaya menghapus kelemahannya sebelum mengajukan permohonan pinjaman baru
    di masa mendatang.

Pertanyaan-pertanyaan tentang Pinjaman
Pemberi pinjaman perlu jawaban atas beberapa pertanyaan terkait untuk mengetahui apakah
peminjam mampu membayar kembali pinjaman tersebut. Salah satu dari pertanyaan-pertanyaan
tersebut adalah “Bagaimana cara peminjam menggunakan dana tersebut?”

Apa jenis pinjaman? Sebelum mengajukan permohonan pinjaman, tentukan terlebih dahulu
jenis pinjaman apa yang dibutuhkan. Bisnis menggunakan empat jenis dana pinjaman dalam
pengoperasiannya. Jenis pinjaman tersebut tergantung dan tujuan pengajuan pinjaman
tersebut.
-   Kredit dagang. Jenis dana ini tidak dipinjam. Ini adalah dana yang Anda pinjam dari
    pemasok bila Anda diperbolehkan mengambil barang inventaris dengan rekening terbuka.
    Kemampuan Anda membayar hutang dapat dibuktikan melalui catatan pembayaran kredit
    Anda di masa lalu.
-   Kredit jangka pendek. Bank dan pemberi pinjaman lain menyediakan jenis dana ini
    untuk membeli inventaris atas beberapa alasan tertentu, misalnya membeli inventaris untuk
    musim penjualan berikutnya. Pinjaman-pinjaman seperti ini dicairkan sendiri karena
    mereka menghasilkan uang dari penjualan. Kredit jangka pendek harus dilunasi dalam
    waktu kurang dari satu tahun.
-   Kredit jangka panjang. Pinjaman untuk jangka waktu lebih dari satu tahun digunakan
    untuk ekspansi atau modernisasi usaha. Pinjaman-pinjaman ini dilunasi melalui akumulasi
    keuntungan. Biasanya pinjaman jenis ini berupa hipotik atau surat hutang.
-   Modal pemilik. Jenis dana ini tidak untuk dilunasi. Investor menyediakan uang kas untuk
    usaha tersebut dengan imbalan saham kepemilikan dalam perusahaan tersebut.

Banyak pemilik tidak mengetahui perbedaan antara keempat jenis dana ini. Perlu diingat
bahwa dana yang dipinjam untuk tujuan yang bersifat sementara harus digunakan untuk
bidang-bidang usaha yang menghasilkan keuntungan dan akan dilunasi dari pengoperasian
usaha tersebut. Dana modal sendiri adalah dana yang akan tetap dalam bisnis tersebut dan
menambah aset bersih sang pemilik.
Apakah penjualan memadai? Apakah pinjaman yang diminta adalah untuk meningkatkan
volume penjualan, membeli stok barang tambahan dengan volume besar yang mungkin punya
potensi yang Iebih besar atau untuk sekedar menciptakan citra baru perusahaan melalui
kampanye iklan secara keseluruhan?
Bagaimana posisi piutang bisnis tersebut? Piutang adalah dana yang belum diterima d a n
sudah lama. Akibatnya, apakah usaha tersebut butuh uang untuk membawa rekening lama?
Apakah marjin keuntungan memadai? Apakah ada banyak transaksi tapi keuntungannya
minim? Ini mungkin menunjukkan bahwa pengeluaran bisnis tersebut tidak terkendali.
Apakah pasar tidak memadai? Bagaimana rencana pelunasan hutang? Apakah perkiraan
tentang pemasukan dan pengeluaran kas realistis?

                                                                                                   67
Mengetahui Tentang Bisnis




Pemberi pinjaman akan mengkaji secara seksama arus kas bisnis tersebut untuk menentukan
apakah pemilik menyediakan uang kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya.
Pemberi pinjaman juga perlu memastikan bahwa uang kas yang dibutuhkan untuk modal
kerja tidak akan digunakan bisnis tersebut untuk bidang-bidang modal sendiri lain sehingga
mengurangi uang kas yang tersedia.




68
                             Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                   MODUL 6: Topik 5
TRANSPARANSI 2

           Sumber Keuangan


     Keuangan Modal sendiri
     - Tabungan pribadi
     - Pinjaman keluarga dan teman-teman
     - Mengajak seorang mitra atau lebih

     Meminjam dari Lembaga-lembaga pemberi
     pinjaman
     Pertimbangan dalam memohon pinjaman
     usaha
     - Jenis pinjaman
     - Tujuan pinjaman
     - Nilai kredit dan integritas
     - Kemampuan
     - Masa pembayaran
     - Sekuritas
     - Penjamin
     - Fleksibilitas proyek
     - Status konsumen di bank




                                                                         69
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                          MODUL 6: Topik 5
TRANSPARANSI 3

     Kriteria Dalam Mengevaluasi Sumber
                   Pinjaman


                  -         Biaya
                  -         Resiko
                  -         Fleksibilitas
                  -         Kontrol
                  -         Ketersediaan
                  -         Menimbang kriteria evaluasi




70
                               Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                     MODUL 6: Topik 5
TRANSPARANSI 4

  Pertimbangan Pemberi Pinjaman

  1. Apakah perusahaan mampu membayar kembali
     pinjaman tersebut?
  2. Bagaimana cara membayar kembali pinjaman
     tersebut?
  3. Bagaimana cara peminjam menggunakan
     pinjaman tersebut?
  4. Apa jenis dana yang dibutuhkan?
     -     Kredit dagang
     -     Kredit jangka pendek
     -     Kredit jangka panjang
     -     Keuangan modal sendiri
  5. Apakah penjualan perusahaan tersebut cukup
     besar untuk memperoleh keuntungan agar dapat
     membayar kembali pinjaman tersebut?




                                                                           71
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                   MODUL 6: Topik 5
TRANSPARANSI 5

             Sumber Keuangan Berasal dari
                 Modal dan Hutang

     JENIS DANA             KEUNGGULAN                     KEKURANGAN


     Modal Pemilik
     Menggunakan            -   Semua laba disimpan.       -   Peluang rugi.
     Tabungan Pribadi       -   Mengurangi jumlah          -   Membutuhkan
                                hutang.                        pengorbanan
                            -   Resiko kerugian-memberi        pribadi.
                                motivasi untuk mencapai    -   Hilangnya laba
                                sukses.                        akibat pemakaian
                            -   Memperlihatkan niat baik       tabungan untuk
                                kepada pemberi pinjaman        investasi lain.
                                potensial.


     Mengajak teman-        -   Membawa masuk uang kas     -   Kehilangan
     teman dan keluarga         yang lebih banyak.             sebagian laba.
                            -   Dapat meminjam dana        -   Kehilangan
                                yang lebih besar.              sebagian
                            -   Resiko keuangan                kepemilikan usaha.
                                ditanggung bersama.

     Membentuk              -   Sumber dana kas mudah      -   Resikonya adalah
     Kemitraan                  didapat.                       merusak hubungan
                            -   Kurangnya tekanan atau         pribadi.
                                pembatasan.                -   Dapat mendorong
                            -   Pengaturan dilakukan           keterlibatan usaha
                                secara informal.               yang tidak
                                                               diinginkan.




72
                                               Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




JENIS DANA           KEUNGGULAN                         KEKURANGAN


Membentuk            -   Jumlah dana kas                -     Kehilangan
Perseroan Terbatas       bertambah besar.                     sebagian laba.
                     -   Resiko keuangan                -     Kehilangan
                         ditanggung bersama.                  sebagian kontrol
                     -   Kewajiban legal                      dan kepemilikan
                         berkurang.                           usaha.
                     -   Tabungan pajak.

                     -   Kurang mampu                   -     Laba dibagi
Mendirikan
                         mengkombinasikan                     bersama.
Koperasi
                         sumber keuangan.               -     Pengambilan
                     -   Resiko keuangan                      keputusan
                         ditanggung bersama.                  keuangan
                                                              dilakukan bersama.


Bekerjasama          -   Didirikan untuk membantu       -     Mendorong
dengan lembaga-          usaha-usaha kecil.                   perluasan bisnis.
lembaga              -   Menyediakan pinjaman.
keuangan


HUTANG
                     -   Relatif mudah didapat.         -     Biaya bunga tinggi.
Segala bentuk
                     -   Kontrol dan kepemilikan        -     Resikonya laba di
Pinjaman                 usaha dapat                          masa mendatang
                         dipertahankan.                       tidak mencakup
                     -   Dapat dibayar kembali                pembayaran
                         dalam jangka waktu yang              hutang.
                         lebih lama.                    -     Mudah
                     -   Dapat menyimpan uang.                disalah-gunakan
                                                              dan
                     -   Biaya dapat dikurangi
                         pajak.                         -     digunakan secara
                                                              berlebihan.
                     -   Inflasi memungkinkan
                         pembayaran hutang              -     Informasi keuangan
                         dengan biaya yang lebih              rahasia harus dibagi
                         murah.                               kepada orang lain.
                                                        -     Pemberi pinjaman
                                                              dapat menerapkan
                                                              pembatasan atau
                                                              restriksi terhadap
                                                              peminjam.




                                                                                           73
Mengetahui Tentang Bisnis




74
                                                   Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




I    TOPIK 6:      Menjalankan Bisnis
II   WAKTU YANG DISARANKAN:
     • 2 Jam

III TUJUAN:
     • Peserta dapat mengetahui keunggulan dan kekurangan dari pembelian bisnis
       yang sudah berjalan dibandingkan membuka bisnis baru.

IV DASAR PEMIKIRAN:
     • Pengusaha kemungkinan dihadapkan pada pilihan apakah membuka bisnis baru
       atau membeli bisnis yang sudah berjalan. Peserta perlu mengetahui keunggulan
       dan kekurangan kedua alternatif ini untuk menjadi seorang pengusaha.

V KEGIATAN:
     1. Mintalah peserta latihan membaca dan membahas HANDOUT 1. Gunakan
        TRANSPARANSI 1 untuk membahas keunggulan dan kekurangan membeli bisnis
        yang sudah berjalan.
     2. Gunakan TRANSPARANSI 2 untuk membahas keunggulan dan kekurangan
        membuka bisnis baru.
     3. Gunakan TRANSPARANSI 3 untuk membahas keuntungan dan kerugian menjadi
        pemegang waralaba
     4. Bagilah peserta latihan menjadi empat kelompok. Mintalah mereka membahas:
        a. Keunggulan membuka restoran baru.
        b. Kelemahan membuka restoran baru
        c. Keunggulan membeli restoran yang sudah berjalan
        d. Kelemahan membeli restoran yang sudah berjalan
        e. Keuntungan membuka restoran baru sebagai pemegang waralaba
        f. Kerugian membuka restoran baru sebagai pemegang waralaba
        Mintalah masing-masing kelompok menyajikan keunggulan atau kelemahan
        masing-masing pilihan yaitu membuka restoran baru atau membeli restoran yang
        sudah ada kepada peserta lain di dalam kelas.
     5. Minta peserta untuk membaca HANDOUT 2, ajak mereka diskusi tentang
        beberapa prinsip bisnis yang penting




                                                                                               75
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                         MODUL 6: Topik 6
HANDOUT 1

Membeli Bisnis yang Sudah
Berjalan vs Membuka Bisnis Baru

1. Membeli Bisnis Yang Sudah Berjalan
Jika seseorang belum pernah punya bisnis, membeli dan mengoperasikan bisnis yang sudah
berjalan dapat memberi banyak keuntungan seperti misalnya sudah tersedianya konsumen
dan prosedur bisnis, pekerja trampil, inventaris dan tempat usaha serta reputasi di pasaran.
Ada banyak pertanyaan yang perlu diajukan calon pengusaha tentang bisnis yang akan dijual:
-    Mengapa saya ingin membeli bisnis ini?
-    Mengapa pemiliknya ingin menjual bisnis ini?
-    Apakah bisnis ini punya masa depan yang baik dengan kondisi yang ada dan bagaimana
     cara pengoperasiannya?
-    Apakah saya akan senang mengoperasikan bisnis ini?
-    Apakah saya punya ketrampilan?

Pertanyaan tentang harga adalah pertanyaan yang sulit. Pertimbangkan apakah harganya
sudah sesuai dengan apa yang Anda inginkan.
-    Apakah harganya sudah termasuk lahan dan bangunan?
-    Apakah sudah termasuk saham, perabotan dan peralatannya?
-    Apakah Anda membeli nama bisnis tersebut dan hak untuk menggunakan nama tersebut
     selama-lamanya?
-    Apakah Anda membayar pemilik bisnis tersebut supaya ia tidak mendirikan bisnis lain di
     dekat lokasi tersebut?

Ada beberapa cara untuk menentukan harga sebuah usaha. Dengan membandingkan bisnis-
bisnis serupa, Anda akan memperoleh “gambaran” tentang harga yang patut dibayarkan.
Namun berapapun jumlah yang Anda bayarkan, jumlah tersebut merupakan investasi Anda
untuk bisnis baru tersebut.

2. Membuka Bisnis Baru
Sebagian besar masyarakat yang ingin menjadi pengusaha menganggap sistem pendekatan
terbaik adalah dengan membuka bisnis baru mereka sendiri dan bukan membeli bisnis yang
sudah berjalan. Sistem pendekatan ini memberi tingkat kepuasan yang besar kepada pemilik
bisnis. Ini juga berarti mengambil resiko yang relatif tinggi dibandingkan membeli bisnis yang
sudah berjalan.
Membuka bisnis baru berarti mengalokasikan banyak waktu untuk menyusun perencanaan
dan meneliti potensi pasar untuk barang atau jasa yang akan ditawarkan bisnis baru tersebut.


76
                                                      Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




2. Menjadi Pemegang Waralaba
Waralaba adalah suatu sistem dimana seorang pemilik waralaba telah mengembangkan dan
melaksanakan suatu bisnis yang ia tawarkan untuk direplika oleh pemegang waralaba.
Pemegang waralaba membuka suatu bisnis dengan menggunakan gagasan bisnis dari pemilik
waralaba dengan membayarkan sejumlah uang. Ia kemudian akan mendapatkan pelatihan,
konsep pemasaran, merek, dan produk serta jasa itu sendiri. Ia juga mendapat jaminan bahwa
tidak akan ada pemegang wiralaba lain dari pemberi waralaba tersebut akan mempunyai hak
untuk melakukan bisnis di wilayah yang sama.
Semua elemen ini ditetapkan dalam suatu kontrak waralaba yang mengikat kedua belah pihak.
Wiralaba mengurangi resiko karena produknya sudah dikenal dengan baik oleh masyarakat;
namun di pihak lain hal ini mengurangi kapasitas pengambilan keputusan kewirausahaan
dan mengecilkan marjin keuntungan karena suatu biaya atau beberapa persen dan hasil
penjualan harus dibayarkan kepada pemilik waralaba.




                                                                                                  77
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                  MODUL 6: Topik 6
TRANSPARANSI 1

  Keunggulan dan Kekurangan Berjalan

     Keunggulan                  Kekurangan
     •     Resiko minim          •   Barang atau jasa
     •     Kebebasan pribadi         mungkin sedang
           yang besar                mengalami kemunduran
     •     Arus kas sudah ada        di pasaran
     •     Hubungan dengan       •   Potensi pertumbuhan
           pemasok dan bank          terbatas
           sudah terjalin        •   Hutang atau saham
     •     Barang atau jasa          mungkin terlalu tinggi
           sudah ada, dengan     •   Barang dagangan
           konsumen,metoda           mungkin sudah usang
           pengoperasian, staf   •   Penjual mungkin
           dan nama                  menyembunyikan alasan
           perusahaan                menjual perusahaannya:
     •     Lokasi mungkin            bisnis mungkin sedang
           sangat strategis          mengalami kemunduran
                                 •   Selama beberapa tahun
                                     terakhir ini
                                 •   Bisnis mungkin memiliki
                                     reputasi yang buruk di
                                     sekitar lokasi tersebut.
                                 •   Lokasinya mungkin
                                     tidak strateg is




78
                                  Modul 6: Bagaimana Saya Mengelola Sebuah Bisnis?




                                                        MODUL 6: Topik 6
TRANSPARANSI 2

      Keunggulan dan Kekurangan
         Membuka Bisnis Baru

 Keunggulan                 Kekurangan
 •   Pengeluaran dan        •   Resiko mendirikan
     biaya pengoperasian        perusahaan baru adalah
     awalnya lebih              besar
     rendah                 •   Membutuhkan
 •   Kebebasan pribadi          perencanaan pribadi
     lebih Besar                dan bisnis yang besar
 •   Kemampuan untuk        •   Konsumen mungkin
     masuk ke pasar baru        harus dicari dulu dan
     dan                        menjalin hubungan baik
     memperkenalkan             dengan konsumen
     produk Baru            •   Persaingan ketat
 •   Kemampuan untuk            dengan bisnis-bisnis
     mengubah praktek           yang sudah ada
     bisnis atau            •   Mungkin sulit mencari
     mengganti arah             sumber dana untuk
     bisnis secara cepat        masa pengoperasian
 •   Pengoperasian bisnis       awal yang lama
     baru dapat
     diterapkan sejak
     awal




                                                                              79
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                   MODUL 6: Topik 6
TRANSPARANSI 3

         Keuntungan dan Kerugian Menjadi
               Pemegang Waralaba

     Keunggulan                   Kekurangan
     •     Mengurangi resiko      •   Lebih sedikit kekuasaan
           pada tahap awal            pengambilan keputusan
     •     Biaya investasi awal       kewirausahaan
           diketahui dengan       •   Biaya waralaba
           jelas                      mengurangi
     •     Pengenalan pasar           keuntungan
           yang baik akan         •   Tidak ada kemungkinan
           barang atau jasa           untuk memperkenalkan
     •     Konsep pemasaran           produk baru dari Yang
           yang sudah terbukti        lain pemasok
                                  •   Ketergantungan yang
                                      tinggi kepada pemilik
                                      Waralaba




80

				
DOCUMENT INFO
Description: Modul berasal dari diklat kewirausahaan tentang KAB -Know about a Business