siapa wirausaha itu ? by RasimunWay

VIEWS: 336 PAGES: 81

More Info
									          MARI BELAJAR
              BISNIS
   Pendidikan Kewirausahaan untuk
   Sekolah Menengah Kejuruan dan
Lembaga Pelatihan Kejuruan dan Teknis


        MODUL 2
  Siapa itu Pengusaha?


“RENCANA SESI PELATIHAN”




         Departemen Pendidikan Nasional
                     dan
  International Labour Organization (ILO), Jakarta
Mengetahui Tentang Bisnis




Hak cipta @International Training Centre, ILO 1996

Publikasi ini dilindungi hak cipta sesuai Protokol 2 Konvensi tentang Hak Cipta Internasional. Permohonan wewenang
untuk menggandakan, menerjemahkan atau menyadur sebagian atau seluruh materinya harus dikirim ke International
Training Centre, ILO. Permohonan dapat diajukan ke pusat pelatihan ini. Meskipun demikian, penggandaan kutipan-
kutipan singkat dapat dilakukan tanpa harus memperoleh izin, dengan syarat sumbernya harus disebutkan.




Mengetahui tentang Bisnis

ISBN 92-0949-342-9
Diterbitkan pertama kali pada tahun 1996
Edisi kedua tahun 2000
Edisi ketiga 2002
Edisi keempat 2004
Edisi yang direvisi 2005


Istilah-istilah yang digunakan dalam buku-buku terbitan International Training Centre ILO yang sesuai dengan aturan
PBB, serta penyajian materi-materi yang terkandung di dalamnya adalah bukan merupakan pendapat International
Training Centre mengenai status hukum suatu negara, daerah, atau wilayah atau otoritas manapun, atau tentang batas-
batas negara/daerah tersebut. Tanggung jawab atas pendapat-pendapat yang disampaikan dalam artikel, penelitian
maupun kontribusi lain yang telah ditanda-tangani merupakan tanggung jawab dari masing-masing penulisnya, dan
penerbitan buku ini bukan merupakan bentuk persetujuan dari International Training Centre atas pendapat-pendapat
yang disampaikan didalamnya.



Publikasi dan katalog atau daftar buku-buku terbitan terbaru International Training Centre dapat diperoleh di alamat
berikut ini:

Publications
International Training Centre, ILO
Viale Maestri del Lavoro 10
10127, Turin, Italy
Tel: +39 11 693-6693
Fax: +39 11 693-6352
E-mail: MDP@itcilo.it
http://www.itcilo.it/english/publications/index.htm




2
                                                       Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




MODUL 2

Siapa itu Pengusaha?




Tujuan modul:
      Agar para peserta dapat mengerti karakteristik pribadi yang
      diperlukan untuk menjadi Pengusaha yang berhasil.




Cakupan Modul:
                                                                Halaman
1.   Menilai potensi kewirausahaan                                    5
2.   Mengidentifikasi Karakteristik Pengusaha                        17
3.   Pengusaha sebagai Pemimpin                                      41
4.   Pembuatan Keputusan                                             55
5.   Pengambilan Risiko                                              69




                                                                                  3
Mengetahui Tentang Bisnis




4
                                                                   Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




I     TOPIK 1:      Menilai Potensi Kewirausahaan
II    WAKTU YANG DISARANKAN:
      • 3 jam

III TUJUAN:
      • Peserta dapat menilai potensi mereka untuk menjadi pengusaha di masa yang
        akan datang

IV DASAR PEMIKIRAN:
      • Tes penilaian diri akan membantu peserta memahami karakteristik pribadi mereka
        dengan lebih baik sehubungan dengan karakteristik pengusaha. Berdasarkan
        jawaban mereka, peserta akan mengetahui karakteristik khusus yang mereka
        perlukan untuk meningkatkan atau mengembangkan jika mereka ingin menjadi
        pengusaha di masa datang.

V     AKTIVITAS:
      1. Minta peserta mengerjakan di rumah LEMBAR KERJA 1 dan 2 dengan memilih
         pada masing-masing jawaban untuk dibahas pada pelajaran berikutnya.
      2. Berikan waktu 15 menit, kepada peserta dengan menunjukan pedoman
         pemberian skor pada transparansi 1 akan memungkinkan peserta untuk menilai
         sendiri jawaban mereka; setelah menjumlahkan skor mereka, mintalah peserta
         memberi nilai berdasarkan skala berikut:
         0-25 Berjiwa Kewirausahaan pada level kurang
         26-36       Berjiwa Kewirausahaan pada level sedang
         37-47       Berjiwa Kewirausahaan pada level tinggi
         48+ Berjiwa Kewirausahaan pada level istimewa
      3. Berikan tekanan kepada peserta supaya memahami bahwa nilai-nilai ini hanya
         mewakili kecenderungan kewirausahaan. Test ini dirancang untuk membantu
         peserta agar belajar lebih banyak tentang kewirausahaan dan ketrampilan yang
         diperlukan untuk memulai usaha.
         Masing-masing dari ke-32 pasang kalimat tersebut dapat dibahas di kelas untuk
         menunjukkan bagian kalimat mana yang sebagian besar berhubungan dengan
         jiwa kewirausahaan.
      4. Berikan waktu sekitar 15 menit bagi peserta untuk memberikan penilaian terhadap
         50 pertanyaan pada LEMBAR KERJA 2. Gunakan TRANSPARANSI 2 untuk
         menunjukkan bagaimana jawaban seorang pengusaha. Karakteristik khusus
         kewirausahaan dapat dilihat dalam tanda kurung apda halaman 11. Harap
         diperhatikan bahwa informasi ini mewakili “kecenderungan kewirausahaan”;
         bukan kebenaran universal yang dapat diterapkan bagi semua orang . Minta agar
         kelas membahas jawabannya untuk masing-masing pertanyaan.
     Jawaban untuk ke 50 pertanyaan tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga kategori:
     Latar Belakang Pribadi, Pola Perilaku dan gaya Hidup.:
         § Latar Belakang Pribadi (10 Pertanyaan)
         § Pola Perilaku (30 Pertanyaan)
         § Gaya Hidup (10 Pertanyaan)


                                                                                              5
Mengetahui Tentang Bisnis




           Mintalah peserta untuk menilai jawaban mereka yang mirip dengan jawaban yang
           biasa diberikan oleh pengusaha dalam masing-masing kategori: Skor peserta dapat
           dirangkum dalam sebuah bagan, dan peserta dengan skor yang paling mendekati
           limapuluh akan dianggap paling berjiwa kewirausahaan. Sekali lagi, peserta
           harus diingatkan bahwa skor ini hanya mewakili “kecenderungan”; dan bahwa
           kecenderungan ini dapat berubah seiring dengan waktu.
       5. Berdasarkan hasil dari kedua instrumen penilaian kewirausahaan, tanyakanlah
          pada peserta pertanyaan berikut:
          a. Kelemahan pribadi apa yang anda temui?
          b. Menurut anda bisakah anda menjadi pengusaha dengan kelemahan tersebut?
          c. Apa yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki bidang kelemahan anda?
          d. Apakah kekuatan anda?
          e. Dapatkah kekuatan anda menutupi kelemahan anda?
          f. Apakah gaya hidup anda sesuai dengan tuntutan yang dihadapi oleh seorang
              pengusaha?
          Kedua tes dalam LEMBAR KERJA 1 dan LEMBAR KERJA 2 dirancang agar peserta
          dapat menentukan kecenderungan kewirausahaan mereka. Kecenderungan ini
          hanyalah indikasi bagaimana perasaan peserta mengenai diri mereka sendiri
          sehubungan dengan karakteristik kewirausahaan.
       6. Kedua tes ini dapat diberikan lagi pada akhir pelatihan untuk menentukan
          perbedaan dalam nilai. Jika nilainya lebih tinggi pada akhir pelatihan, hal ini
          menunjukkan bahwa peserta lebih sadar tentang karakteristik peserta untuk
          menjadi pengusaha dan pandangan untuk menjadi pengusaha di masa datang
          akan akan menjadi lebih positif. Jika nilainya lebih rendah pada akhir pelatihan,
          hal ini mungkin berarti bahwa peserta sadar akan karakteristik pengusaha dan
          memutuskan bahwa menjalankan suatu bisnis bukanlah suatu pilihan karier yang
          baik bagi mereka.




6
                                                                     Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                       MODUL 2: Topik 1
LEMBAR KERJA 1

                                 Sifat-Sifat Pribadi

Dan 32 pasang kalimat berikut , pilihlah salab satu a atau b tergantung pada pernyataan
mana yang paling mencerminkan pandangan pribadi anda. Tandai jawaban anda (a atau b)
untuk masing pasang kalimat pada lembaran yang terpisah.

1.    A      Pekerjaan harus diselesaikan.
      B      Saya senang berteman dengan kawan-kawan yang baik sehingga saya
             mendapatkan masukan mereka mengenai pekerjaan saya.
2.    A      Saya merasa gembira bila tanggung jawab saya bertambah
      B      Saya akan menetap di tempat yang tepat, dan membiarkan apapun terjadi
3.    A      Saya tidak akan pernah melakukan apapun yang dapat menyebabkan kerugian.
      B      Pemahaman tentang cara mendapat uang adalah langkah pertama dalam bisnis.
4.    A      Saya tidak akan mengupayakan apapun, bagaimanapun baiknya, jika kegagalan
             akan mengakibatkan saya diperolok.
      B      Selain melakukan pekerjaan saya, saya juga akan memikirkan kesejahteraan
             orang lain.
5.    A      Saya akan mengupayakan kemajuan dalam usaha apapun yang saya mulai.
      B      Saya hanya akan melakukan tindakan yang akan membuat saya senang dan
             merasa aman.
6.    A      Orang-orang akan memperolok saya jika saya gagal.
      B      Saya memerlukan nasehat orang lain, meskipun saya percaya pada diri sendiri.
7.    A      Saya akan menemukan solusi bagi kesulitan saat kesulitan datang.
      B      Jika saya gagal dalam usaha baru ini, saya akan melanjutkan pekerjaan saat ini.
8.    A      Saya melaksanakan ide baru, jika saya merasa ide itu benar
      B      Saya dapat melakukan lebih baik dari apa yang saya lakukan saat ini
9.    A      Walaupun bekerja, saya akan selalu memperhatikan pentingnya hubungan
             pribadi.
      B      Apapun yang terjadi, saya mempunyai kesempatan untuk belajar dari
             pengalaman
10.   A      Meskipun saya gagal dalam usaha saya, saya telah belajar sesuatu.
      B      Saya senang memiliki kehidupan yang menyenangkan dan nyaman.
11.   A      Saya hanya akan berinvestasi dalam balapan/lotere/undian berhadiah dan satu
             saat keberuntungan akan memihak saya.
      B      Jika saya gagal dalam pekerjaan, saya akan mencoba mencari sebabnya.
12.   A      Saya akan menganggap pegawai saya sebagai teman dan memperlakukan
             mereka dengan sama rata.
      B      Jika saya mendapat pekerjaan yang lebih baik, saya akan meninggalkan pekerjaan
             saya yang sekarang.


                                                                                                7
Mengetahui Tentang Bisnis




13.      A        Saya akan berpikir dengan hati-hati sebelum melaksanakan ide baru.
         B        Saya tidak keberatan jika pekerjaan saya kurang berhasil demi kemajuan bagi
                  orang lain.
14.      A        Saya hanya dapat mengembangkan bisnis jika memiliki modal.
         B        Saya ingin dapat membuat keputusan penting sendiri.
15.      A        Saya tidak akan bertindak secara tidak peduli bila kebaikan dan kepercayaan
                  orang dikhianati.
         B        Jika sesuatu tidak terwujud sesuai keinginan saya, saya akan mencari alternatif
                  lain.
16.      A        Saya akan membuat kesalahan.
         B        Saya senang sekali mengobrol dengan teman.
17.      A        Saya ingin agar uang saya dapat disimpan dengan aman di bank.
         B        Saya percaya sepenuhnya pada pekerjaan saya dan menyadari pro dan kontranya.
18.      A        Saya ingin memiliki banyak uang agar dapat hidup dengan nyaman.
         B        Saya ingin mendapat bantuan seseorang dalam membuat keputusan.
19.      A        Orang harus pertama-tama mengurusi kerabatnya dan kenalan sendiri.
         B        Saya menikmati memecahkan masalah yang sulit.
20.      A        Meskipun saya harus menderita, saya tidak akan berlaku sedemikian rupa
                  sehingga membuat orang lain merasa tidak enak.
         B        Uang adalah suatu keharusan untuk perkembangan bisnis.
21.      A        Saya ingin usaha saya cepat tumbuh sehingga saya tidak mempunyai masalah
                  keuangan.
         B        Saya akan berhati-hati agar tidak disalahkan atas ketidakberhasilan saya.
22.      A        Saya seharusnya dibiarkan bertindak bebas sesuai pikiran saya sendiri.
         B        Kebahagiaan saya terletak pada mengumpulkan uang yang banyak untuk masa
                  depan saya.
23.      A        Jika saya gagal, ini terutama akibat kesalahan orang lain.
         B        Saya hanya akan melakukan hal-hal yang saya rasa baik dan mernuaskan.
24.      A        Sebelum mengambil pekerjaan, saya akan berhati-hati agar hal itu tidak
                  merugikan reputasi saya di masyarakat.
         B        Saya ingin, seperti orang lain, dapat pula membeli barang mahal.
25.      A        Saya ingin memiliki rumah tinggal yang nyaman.
         B        Saya akan belajar dari kesalahan saya
26.      A        Sebelum melakukan pekerjaan apapun, saya akan memikirkan akibat jangka
                  panjangnya.
         B        Saya ingin agar segala sesuatu dapat terjadi menurut instruksi saya
27.      A        Uang mendatangkan semua kenyamanan, jadi tujuan utama saya adalah untuk
                  menghasilkan uang.
         B        Saya senang bekerja dimana semua teman saya sering berkumpul
28.      A        Saya tahu apa yang saya lakukan dan tidak takut dikritik orang lain.
         B        Jika saya gagal, saya merasa tidak enak terhadap diri saya sendiri.
29.      A        Saya sadar sering terjadi kesulitan. Saya harus mendapat pekerjaan baru yang
                  baik.


8
                                                                Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




      B   Sebelum memulai pekerjaan saya, saya akan menerima nasehat teman saya.
30.   A   Semua pengalaman saya akan mendukung saya.
      B   Saya ingin memiliki banyak uang.
31.   A   Saya senang menjalani hari-hari saya dengan santai, berhasil dan tanpa
          kekhawatiran.
      B   Jika saya gagal, saya akan berusaha menentukan mengapa hal itu terjadi.
32.   A   Saya tidak suka jika orang lain turut campur dengan apa yang saya lakukan.
      B   Saya akan melakukan apa saja untuk menghasilkan uang




                                                                                           9
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                               MODUL 2: Topik 1
TRANSPARANSI 1

                             Menilai Sifat Pribadi

                                    Nilai Pernyataan

     1)     A=1               9)     A=1                17)   A=0               25)   A=1
            B=2                      B=2                      B=2                     B=2
     2)     A=2               10) A = 2                 18)   A=1               26)   A=1
            B=1                      B=1                      B=0                     B=1
     3)     A=0               11) A = 0                 19)   A=0               27)   A=1
            B=1                      B=2                      B=2                     B=1
     4)     A=0               12) A = 1                 20)   A=1               28)   A=2
            B=1                      B=1                      B=1                     B=0
     5)     A=2               13) A = 2                 21)   A=1               29)   A=0
            B=1                      B=0                      B=0                     B=1
     6)     A=0               14) A = 1                 22)   A=1               30)   A=2
            B=2                      B=1                      B=1                     B=1
     7)     A=2               15) A = 1                 23)   A=0               31)   A=1
            B=0                      B=2                      B=2                     B=2
     8)     A=1               16) A = 2                 24)   A=1               32)   A=1
            B=2                      B=1                      B=1                     B=0


Ambillah total pernyataan yang ditandai di lembar jawaban oleh peserta, kemudian ikuti tabel
yang diberikan untuk skor final.


                   0 - 25          = Berjiwa kewirausahaan pada level kurang
                   26 - 36         = Berjiwa kewirausahaan pada level sedang
                   37 - 47         = Berjiwa kewirausahaan pada level baik
                   48+             = Berjiwa kewirausahaan pada level istimewa




10
                                                                   Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                     MODUL 2: Topik 1
LEMBAR KERJA 2

                   Menguji Kecenderungan Pribadi Anda

     Maksud dari penilaian ini adalah untuh mengenali kekuatan dan kelemahan anda.
     Harap menjawab tiap pertanyaan dengan tanda (x) baik untuk JARANG atau
     TIDAK, atau SERING atau YA.

                                                                 Jarang          Sering
                                                                  Atau            Atau
                                                                  Tidak            Ya

1.    Khawatirkah anda tentang apa yang dipikirkan orang lain
      tentang anda?
2.    Apakah anda suka membaca buku?
3.    Apakah anda mengambil risiko hanya demi kesenangan?
4.    Mudahkah bagi anda untuk meminta orang lain melakukan
      sesuatu bagi anda?
5.    Pernahkah seseorang di keluarga anda membicarakan
      memulai usaha dengan anda?
6.    Apakah anda percaya bahwa tugas-tugas harus diatur
      sebelum memulai?
7.    Apakah Anda sering sakit?
8.    Apakah anda senang melakukan sesuatu hanya untuk
      membuktikan bahwa anda dapat melakukannya?
9.    Apakah Anda pernah dipecat dari pekerjaan?
10. Seringkah anda mempunyai ide baru?
11. Apakah lebih baik bagi anda jika orang lain menentukan
    kegiatan sosial anda?
12. Senangkah anda di sekolah?
13. Apakah anda seorang peserta yang baik?
14. Apakah anda anggota dari kelompok extra kurikuler di
    sekolah?
15. Apakah anda berpartisipasi dalam kegiatan sekolah atau
    olah raga?
16. Senangkah anda mengurusi hal-hal kecil?


                                                                                            11
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                 Jarang   Sering
                                                                  Atau     Atau
                                                                  Tidak     Ya

  17. Apakah anda percaya bahwa pekrjaan dengan gaji tetap
      adalah yang aman dan menarik?
  18. Apakah anda akan sengaja mencari konfrontasi langsung
      untuk memperoleh hasil yang dibutuhkan?
  19. Apakah anda anak sulung?
  20. Apakah ayah anda sering berada di rumah pada saat anda
      kecil?
  21. Apakah anda diharapkan melakukan pekerjaan sambilan
      di rumah sebelum umur 10 tahun?
  22. Apakah Anda mudah merasa bosan?
  23. Apakah anda pernah sombong mengenai keberhasilan
      anda?
  24. Dapatkah anda berkonsentrasi untuk waktu yang lama
      pada satu topik?
  25. Apakah anda perlu sekali-sekali disemangati oleh orang
      lain agar dapat berjalan terus?
  26. Apakah anda menemukan sumber energi yang tidak
      disangka sementara anda menangani hal-hal yang anda
      sukai?
  27. Apakah kepuasan pribadi berarti lebih dari memiliki uang
      untuk dibelanjakan?
  28. Pernahkah anda dengan sengaja bertindak melebihi
      kewenangan anda di tempat kerja?
  29. Apakah anda suka bergaul secara teratur?
  30. Apakah anda mencoba mencari manfaat dari situasi yang
      kurang menguntungkan?
  31. Apakah anda menyalahkan orang lain bila sesuatu berjalan
      tidak baik?
  32. Apakah anda senang menjalankan tugas tanpa
      mempelajari kemungkinan timbulnya masalah?
  33. Apakah anda merasa penolakan adalah sesuatu yang
      bersifat pribadi?
  34. Apakah anda percaya bahwa anda memiliki banyak
      keberuntungan yang menjelaskan keberhasilan anda?



12
                                                            Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                           Jarang         Sering
                                                            Atau           Atau
                                                            Tidak           Ya

35. Apakah anda biasa bekerja untuk waktu yang lama demi
    mencapai tujuan anda?
36. Apakah anda senang dapat membuat keputusan sendiri
    dalam pekerjaan?
37. Apakah anda hampir selalu merasa bahagia setiap
    bangun tidur?
38. Dapatkah anda menerima kegagalan tanpa mengaku
    kalah?
39. Apakah anda memiliki rekening tabungan dan investasi
    pribadi lainnya?
40. Apakah anda percaya bahwa pengusaha mengambil
    risiko besar?
41. Apakah anda merasa bahwa pengusaha yang berhasil
    harus memiliki ijazah perguruan tinggi?
42. Apakah anda berupaya menggunakan kesalahan masa
    lampau sebagai proses belajar?
43. Apakah anda lebih berorientasi pada orang daripada
    tujuan?
44. Apakah anda menemukan bahwa jawaban untuk
    masalah datang entah darimana?
45. Apakah anda senang mendapat jawaban untuk masalah
    yang membuat frustrasi?
46. Apakah anda lebih senang memutuskan sesuatu sendiri?
47. Dalam percakapan anda, apakah anda lebih banyak
    membahas tentang orang daripada peristiwa atau ide?
48. Apakah anda merasa nyaman dengan diri sendiri
    meskipun dikritik orang lain?
49. Apakah anda tidur sesedikit mungkin?
50. Apakah anda tetap melakukan sesuatu walaupun orang
    lain mengatakan bahwa hal tersebut tidak dapat
    dilakukan?




                                                                                     13
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                 MODUL 2: Topik 1
TRANSPARANSI 2

                     Tanggapan Untuk Menguji
                       Kecenderungan Pribadi
     No.      Kelompok         Jawaban & Penjelasan Kecenderungan Ideal

     1        Pola Perilaku    JT   (kepercayaan diri, locus control)
     2        Gaya Hidup       JT   (tidak membuang waktu)
     3        Pola Perilaku    SY   mengambil risiko, locus control intenal)
     4        Pola Perilaku    SY   (kepemimpinan)
     5        Latar Belakang   SY   (pendidikan keluarga)
     6        Pola Perilaku    SY   (manajemen, penetapan sasaran)
     7        Latar Belakang   JT   (sikap, energi, kesehatan)
     8        Pola Perilaku    SY   (berorientasi hasil)
     9        Latar Belakang   SY   (pengalaman pindah)
     10       Pola Perilaku    SY   (kreatif, inovasi)
     11       Gaya Hidup       JT   (control, tanggung jawab)
     12       Latar Belakang   SY   ( pendidikan)
     13       Latar Belakang   JT   (rata-rata adalah biasa)
     14       Latar Belakang   JT   (kemandirian)
     15       Latar Belakang   SY   (kebutuhan untuk berhasil)
     16       Pola Perilaku    JT   (ketidaksabaran, orientasi risiko)
     17       Pola Perilaku    JT   (locus control inteJTal)
     18       Pola Perilaku    SY   ketetapan hati, ketegasan)
     19       Latar Belakang   SY   (tanggung jawab)
     20       Latar Belakang   JT   (tanggung jawab dini)
     21       Latar Belakang   SY   ( pengalaman dini)
     22       Pola Perilaku    SY   (ketidaksabaran, energik)
     23       Pola Perilaku    SY   (kepercayaan diri, kemandirian)
     24       Pola Perilaku    SY   (ketekunan, ketetapan hati)
     25       Pola Perilaku    JT   (menggerakan sendiri, control diri)
     26       Pola Perilaku    SY   energi, inisiatif)


14
                                                      Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




No.   Kelompok        Jawaban & Penjelasan Kecenderungan Ideal

27    Pola Perilaku   SY   egoisme)
28    Pola Perilaku   SY   (kepercayaan diri, ketegasan)
29    Gaya Hidup      JT   (orientasi sasaran, manajemen waktu)
30    Pola Perilaku   SY   (optimisme, fleksibilitas)
31    Pola Perilaku   JT   (tanggung jawab pribadi, pemecahan
                           persoalan)
32    Pola Perilaku   SY   (kreatif, pengambilan risiko)
33    Pola Perilaku   JT   (fleksibilitas, kepercayaan diri)
34    Pola Perilaku   JT   (tempat control inteJTal)
35    Gaya Hidup      SY   (ketekunan, ketetapan hati)
36    Pola Perilaku   SY   (kemandirian, tanggung jawab)
37    Pola Perilaku   SY   (optimisme)
38    Pola Perilaku   SY   (tekad, optimisme)
39    Gaya Hidup      SY   (orientasi keuntungan)
40    Pola Perilaku   JT   (kepercayaan diri)
41    Pola Perilaku   JT   (kreatifitas, inisiatif)
42    Pola Perilaku   SY   (inisiatif, optimisme)
43    Gaya Hidup      JT   (kebutuhan untuk berprestasi)
44    Pola Perilaku   SY   (pandangan ke depan, cepat mengerti,
                           ketekunan
45    Pola Perilaku   SY   (toleransi akan kerancuan, inisiatif)
46    Gaya Hidup      SY   (kemandirian, kepercayaan diri)
47    Gaya Hidup      JT   (orientasi ide, Kreativitas)
48    Gaya Hidup      SY   (toleransi terhadap kerancuan,
                           kepercayaan dir
49    Gaya Hidup      SY   (manajemen waktu, energi)
50    Pola Perilaku   SY   (optimisme)




                                                                               15
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                         MODUL 2: Topik 1
CATATAN FASILITATOR

Kumpulkan jawaban peserta untuk LEMBAR KERJA 1 dan LEMBAR KERJA 2 untuk digunakan
kemudian. Pada akhir mata-pelajaran, peserta mungkin akan diminta untuk mengerjakan
dua test itu lagi. Peserta akan dapat membandingkan jawabannya dan membahas alasan
untuk perubahan di dalamnya.
Pertanyaannya adalah: “Apakah peserta akan lebih berjiwa kewirausahaan pada akhir kursus?”
Dalam beberapa hal, peserta mungkin akan memutuskan untuk tidak menjadi Pengusaha.
Keputusan ini akan dianggap keputusan yang baik karena ini merupakan keputusan yang
dibuat atas dasar informasi dari isi pelajaran.
Berdasarkan hasil dari kedua instrumen penilaian kewirausahaan, tanyakanlah pada peserta
pertanyaan berikut:

•     Kelemahan pribadi apa yang Anda temui?
•     Menurut anda bisakah anda menjadi Pengusaha dengan kelemahan tersebut?
•     Apa yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki bidang kelemahan anda?
•     Apakah kekuatan anda?
•     Dapatkah kekuatan anda menutupi kelemahan anda?
•     Apakah gaya hidup anda sesuai dengan tuntutan yang dihadapi oleh seorang Pengusaha?

Kedua tes dalam LEMBAR KERJA 1 dan LEMBAR KERJA 2 dirancang agar peserta dapat
menentukan kecenderungan kewirausahaan mereka. Kecenderungan ini hanyalah indikasi
dari bagaimana perasaan peserta mengenai diri mereka sendiri sehubungan dengan
karakteristik kewirausahaan. Melalui kursus Mengetahui tentang Bisnis, peserta akan mendapat
informasi tentang diri mereka dan tentang menjadi Pengusaha. Kedua tes ini dapat diberikan
lagi pada akhir mata-pembelajaran untuk menentukan perbedaan dalam nilai.
Jika nilainya lebih tinggi pada akhir mata-pelajaran, hal ini menunjukkan bahwa peserta lebih
sadar tentang karakteristik untuk menjadi Pengusaha dan sikapnya akan menjadi lebih positif
untuk menjadi Pengusaha di masa datang. Jika nilainya lebih rendah pada akhir kursus, ini
mungkin berarti bahwa peserta sadar akan karakteristik Pengusaha dan telah memutuskan
bahwa memiliki bisnis sendiri mungkin bukan suatu pilihan karier yang baik bagi mereka.




16
                                                                      Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




I    TOPIK 2:       Mengenali Karakteristik
                    Kewirausahaan
II   WAKTU YANG DISARANKAN:
     • 3 Jam

III TUJUAN:
     • Agar peserta dapat mengidentifikasi berbagai karakteristik kewirausahaan yang
       penting yang dapat mendukung keberhasilan dalam menjalankan sebuah bisnis.

IV DASAR PEMIKIRAN:
     • Terdapat beberapa karakteristik yang perlu dimiliki dan dikembangkan oleh
       seseorang, jika ingin menjadi Pengusaha. Dalam sebuah kelompok, bila dilakukan
       pengukuran berbagai karakteristik dan ketrampilan terhadap anggota kelompok,
       sejumlah sifat muncul (seperti kemampuan mengambil risiko dan kepemimpinan)
       yang membedakan antara pengusaha dan non-pengusaha..

V KEGIATAN:
     1. Minta peserta untuk mengisi kuis penilaian Diri Sendiri, pada LEMBAR KERJA 1,
        minta peserta untuk menjumlah hasil dari kuis, tulis hasil skor peserta di papan
        tulis :
        Hasil Penilaian Kuis
        Score         Jumlah Peserta
        80 – 100
        60 – 79
        40 – 59
        0 – 39

     2. Dengan menggunakan PEGANGAN FASILITATOR, berikan penjelasan terhadap
        masing-masing pernyataan dalam kuis, DENGAN TANPA MEMBERIKAN
        KESIMPULAN,        tunjukkan penilaian kuis dengan menggunakan
        TRANSPARANSI 1, tekankan pentingnya Sikap Kewirausahaan harus dimiliki oleh
        sesorang untuk menjadi Pengusaha yang sukses.
     3. Minta peserta untuk membaca HANDOUT 1 dan membahas delapanpertanyaan
        mengenai kualitas seorang Pengusaha.
     4. Minta peserta membaca HANDOUT 2. Tunjukkan TRANSPARANSI 1 dan minta
        mereka membahas setiap sifat dari 16 sifat dan mengidentifikasi orang di
        lingkungan mereka yang menunjukkan sifat ini.
     5. Bagikan HANDOUT 3 dan LEMBAR KERJA 2. Bagi kelas menjadi kelompok¬-
        kelompok yang terdiri dari 4 atau 5 peserta. Minta peserta untuk membaca lembar
        hasil wawancara dengan Pengusaha A: Amir Ibrahim). Masing-masing kelompok
        harus membahas sikap kewirausahaan yang ditunjukkan oleh Amir Ibrahim dan
        menuliskannya dalam ruang yang tersedia dalam LEMBAR KERJA 2. Sikap


                                                                                               17
Mengetahui Tentang Bisnis




          kewirausahaan yang ditunjukkan oleh Amir dapat meliputi: kemandirian,
          kepercayaan diri, realitas, dorongan dan energi.
          Beri waktu bagi kelompok untuk membaca, membahas, dan mengidentifikasi
          sikap-sikap seorang pengusaha dalam wawancara yang lain. Diskusikan sifat
          kewirausahaan yang ditunjukkan oleh masing-masing Pengusaha yang
          diwawancarai.
       6. Undanglah seorang Pengusaha untuk membahas sikap-sikap karakteristik
          Pengusaha yang berhasil dengan peserta.
          Mintalah salah seorang peserta menulis di papan tulis daftar karakteristik
          kewirausahaan yang diidentifikasi dalam studi kasus. Daftar itu mungkin meliputi
          sifat-sifat berikut:

              o     Percaya diri               o    Mempunyai ketekunan dan
              o     Mandiri                         ketetapan hati
              o     Optimis                    o    Mau mendengarkan
              o     Pemimpin yang dinamis      o    Pekerja cerdas
              o     Kreatif dan Inovatif       o    Energik dan berkemauan kuat
              o     Mandiri                    o    Beorientasi tujuan
              o     Cerdik                     o    Pengambil risiko yang telah
              o     Memiliki komitmen yang          diperhitungkan
                    tinggi                     o    Menerima tantangan
              o     Mau belajar setiap saat    o    Berkomunikasi dengan efektif
              o     Fleksibel                  o    Pembuat keputusan
              o     Responsif terhadap         o    Menetapkan standard kinerja
                    umpan balik                     sendiri
              o     Berorientasi pencapaian    o    Melihat gambaran luas
                    tujuan                     o    Memiliki kestabilan mental
              o     Membangun untuk masa       o    Mengenali potensi diri sendiri
                    depan                      o    Mengelola organisasi
              o     Bermotivasi tinggi         o    Memiliki integritas
              o     Berorientasi        pada   o    Mampu menangani situasi
                    keuntungan                      ketidakpastian


     Mintalah kepada peserta untuk meninjau karakteristik kewirausahaan yang didaftar pada
     papan tulis. Mintalah mereka menilai diri sendiri dengan tinggi atau rendah untuk
     masing-masing karakteristik. Tekankan pentingnya karakteristik kewirausahaan pribadi
     ini untuk berhasil dalam bisnis.

     Anda dapat menambah sifat atau karakteristik yang lainnya bila diperlukan.




18
                                                                             Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                               MODUL 2: Topik 2
LEMBAR KERJA 1

        Survei Penilaian Diri tentang Karakteristik Kewirausahaan
      Ini bukanlah tes !. Survei ini adalah untuk informasi pribadi Anda.
      Jawablah pertanyaan di bawah ini sejujur mungkin.

  Sangat               Setuju                Agak                 Tidak             Sangat Tidak
  Setuju                                     Setuju               Setuju               Setuju
  5                       4                     3                   2                       1

__________    1.    Saya bersedia bekerja selama 50 jam atau lebih per minggu secara terus menerus
___________   2.    Keluarga saya akan mendukung saya apabila saya membuka bisnis.
___________   3.    Saya bersedia menerima resiko keuangan dan karier, jika perlu
___________   4.    Saya tidak memerlukan benefit yang disediakan oleh pekerjaan tetap.
___________   5.    Saya bersedia mengambil tanggungjawab penuh untuk kesuksesan atau kegagalan
                    bisnis saya.
___________   6.    Saya akan mendapatkan kesuksesan keuangan dengan mengoprasikan bisnis saya.
___________   7.    Saya merasa bangga jika saya berhasil menyelesaikan proyek dengan berhasil.
___________   8.    Saya mempunyai tingkat energi tinggi yang dapat dipergunakan sepanjang waktu.
___________   9.    Saya senang mengerjakan tugas pekerjaan saya sendiri dan mengambil keputusan
                    yang berdampak terhadap pekerjaan saya
___________ 10.     Saya percaya bahwa saya bertanggungjawab terhadap kesuksesan dan kegagalan
                    saya
___________ 11.     Saya memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai hasil yang positif, meskipun
                    memerlukan usaha tambahan
___________   12.   Saya memiliki kemampuan dalam hal bagaimana mengelola bisnis.
___________   13.   Saya dapat bekerja dalam situasi yang tidak pasti
___________   14.   Satu atau kedua orang tua saya adalah Pengusaha
___________   15.   Saya percaya bahwa kemampuan dan keterampilan saya lebih besar dari rekan-
                    rekan sekerja saya.
___________ 16.     Tiap orang menaruh kepercayaan kepada saya dan menganggap saya jujur dan
                    dapat dipercaya.
___________ 17.     Saya selalu mencoba untuk menyelesaikan setiap proyek yang saya lakukan, tanpa
                    memandang tantangan dan kesulitan proyek tersebut.
___________ 18.     Saya bersedia melakukan sesuatu meskipun orang akan mentertawakan atau
                    mengejek saya apabila saya melakukan hal tersebut.
___________ 19.     Saya mampu membuat keputusan secara cepat.
___________ 20.     Saya memiliki jaringan kerja yang baik dengan teman, professional, dan pengusaha.
TOTAL:_____
Totalkan jumlah angka yang anda peroleh dalam Kolom TOTAL.


                                                                                                      19
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                         MODUL 2: Topik 2
PEGANGAN FASILITATOR

                            Karakteristik Pengusaha

Berikut ini diberikan deskripsi beberapa karakteristik Pengusaha. Angka setelah karakteristik
mencerminkan keterkaitan terhadap pernyataan pada Kuis penilaian pribadi. Ini hanya bersifat
kualitatif. Sebagai catatan, sangat sulit untuk memberikan gambaran tepat mengenai
karakterisktik Pengusaha yang sukses. Sehingga, Anda dapat mendapatkan skor rendah pada
peniliaian dan tetap dapat sukses sebagai pengusaha.


Kerja Cerdas Works Hard (Pernyataan 1 & 8 Statements 1 & 8)
Bekerja mandiri (self-employment) memerlukan usaha dan komitmen terhadap waktu. Anda
harus menjalankan tugas-tugas dengan konsumsi waktu yang bervariasi. 77% dari Pengusaha
melaporkan bahwa mereka bekerja lebih dari 50 jam per minggu, dan 54 % mengatakan
bahwa mereka bekerja lebih dari 60 jam per minggu. Komitmen waktu seperti itu menunjukkan
bahwa anda perlu memiliki tingkat energi yang tinggi.


Menginginkan Kesuksesan Keuangan Wants Financial Success (Pernyataan 6)
Alasan mendasar yang dimiliki oleh kebanyakan orang untuk berbisnis adalah mencapai
kesuksesan keuangan. Jika anda ingin menjadi Pengusaha, anda harus merumuskan suatu
tujuan keuangan yang beralasan/mendasar yang ingin anda raih melalui kerja mandiri. Tujuan
ini akan membantu anda mengukur seberapa baik anda berbuat untuk meraih kebutuhan
pribadi melalui karir sebagai seorang pengusaha.


Dukungan Keluarga (Pernyataan 2)
Seorang Pengusaha yang sukses memerlukan dukungan keluarga. Sebagai contoh, jika
Pengusaha tersebut telah menikah, isteri atau suami si-Pengusaha harus yakin atas bisnis yang
anda jalankan, karena bisnis tersebut akan memerlukan pengorbanan waktu dan uang.
Stres akan menciptakan keretakan dalam hubungan keluarga. Jika pengusaha tersebut sudah
memiliki anak-anak, diperlukan pengertian yang tinggi bahwa Anda akan sedikit meluangkan
waktu dengan kelaurga. Semakin banyak dukungan positif yang anda peroleh dari keluarga
anda, semakin anda berkonsentrasi mencapai kesuksesan dalam bisnis anda.


Energik (Pernyataan 1 & 8)
Mempekerjakan diri sendiri memerlukan waktu kerja yang lebih lama. Anda akan menemukan
kesulitan mengendalikan sejumlah waktu yang diperlukan untuk memenuhi semua tugas-
tugas yang penting. Pengusaha harus memiliki energi yang tinggi untuk menjalankan
permintaan pekerjaan.



20
                                                                   Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




Memiliki rasa tanggung jawab untuk mencapai keberhasilan (Pernyataan 10)
Pengusaha sukses memiliki internal locus of control atau perasaan bertanggung jawab dari
dalam diri atas pencapaian hasil dari suatu pekerjaan.
Untuk menjadi Pengusaha, anda harus memiliki keinginan yang kuat sebagai “pemenang”
yang bertanggung jawab atas setiap tindakan anda. Jika, anda seringkali menganggap diri
anda “tertuduh” dan menyalahkan orang lain, tidak beruntung, atau menghadapi situasi
yang sulit atas kegagalan anda, maka menjadi Pengusaha kemungkinan bukanlah karir yang
tepat untuk anda


Pengambil Resiko (Pernyataan 3)
Pengusaha adalah pengambil resiko. Mereka mengambil resiko karir, waktu dan uang untuk
meraih sukses atas bisnis mereka. Untuk sukses dengan mempekerjakan diri sendiri, anda
harus merasa nyaman ketika mengambil resiko yang telah diperhitungkan.


Rela tidak mendapatkan benefit apabila bekerja pada orang lain (Pernyataan 4)
Satu dari sekian kenyataan bekerja mandiri adalah bahwa anda tidak akan menerima gaji
tetap. Anda menggaji diri anda sendiri. Kantor yang bagus, sekretaris, peralatan dan
keistimewaan pekerjaan yang anda harapkan tidak akan tersedia, kecuali anda
menyediakannya sendiri.


Keinginan untuk meraih sukses (Pernyataan 7 & 11)
Pengusaha memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai sukses. Mereka berjuang untuk
mencapai tujuan yang cukup tinggi. Anda harus mau menetapkan tujuan yang tinggi untuk
anda dan berjuang untuk meraih tujuan itu.


Memiliki dalam berbisnis (Pernyataan 12)
Seorang Pengusaha harus memiliki pengalaman bisnis untuk sukses. Pengalaman manajemen
sangat bermanfaat karena seorang pengusaha harus tahu tentang semua jenis manajemen.
Pelatihan dan pendidikan formal dalam bidang manajemen juga sangat membantu.


Mandiri (Pernyataan 5 & 9)
Pengusaha biasanya lebih senang mandiri dan mengendalikan situasi. Banyak orang yang
menjadi pekerja mandiri menganggap bahwa peluang menjadi boss sebagai keuntungan
utama dari bekerja mandiri. Meskipun menjadi independen mungkin bukanlah keinginan
utama anda, tetapi yang pasti merupakan salah satu aspek bekerja mandiri yang anda perlu
kembangkan. Jika anda tidak mampu mempekerjakan orang ketika anda memulai suaha
pertama kali, anda harus pertama-pertama menjadi satu-satunya pegawai di tempat usaha
anda.




                                                                                            21
Mengetahui Tentang Bisnis




Memiliki “Orang Tua - Pekerja Mandiri sebagai Model Panutan (Pernyataan 14)
Penelitian telah membuktikan bahwa Pengusaha biasanya memiliki orang tua Pekerja Mandiri.
Inspirasi orang tua dan pengetahuan tentang mengelola sebuah bisnis dapat berkontribusi
positif terhadap keberhasilan seorang Pengusaha.


Memiliki Rasa Percaya Diri (Pernyataan 10,15, dan 18)
Suatu karakter penting seorang pengusaha adalah rasa percaya diri. Faktor ini umumnya
penting ketika anda menghadapi tantangan dan kesulitan dalam binis anda. Anda harus yakin
terhadap diri anda sendiri. Keyakinan anda akan membantu anda mengatasi masalah yang
mempengaruhi setiap orang yang menjadi pekerja mandiri pada tahapan karir mereka.


Memiliki Integritas (Pernyataan 16)
Kejujuran dan integritas merupakan salah satu karakteristik Pengusaha. Pelanggan tidak mau
berhubungan dengan pemilik bisnis yang tidak jujur dan tidak etis. Anda harus bersikap positif
atas perlakuan Anda pada orang lain dan berkomitmen menjalankan bisnis dengan integritas
yang tinggi.


Memiliki Determinasi (Pernyataan 17)
Salah satu dari kebanyakan karakteristik Pengusaha adalah determinasi. Sifat ini sangat dekat
dan berkaitan dengan rasa percaya diri. Semakin anda yakin terhadap diri anda sendiri, semakin
kuat daya juang anda meraih sukses, meskipun anda menghadapi kendala yang hebat. Anda
memerlukan determinasi guna mengatasi masalah yang muncul di setiap tahapan kesuksesan.


Mampu beradaptasi terhadap perubahan Adapts to Change (Pernyataan 13 dan 19)
Bisnis berubah sedemikian cepat, sehingga seorang Pengusaha harus mampu beradaptasi
dengan perubahan. Dua keterampilan dasar yang diperlukan untuk beradaptasi dengan
perubahan: kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan mengambil keputusan secara
cepat. Kemampuan lainnya adalah kemampuan untuk belajar dari kesalahan.


Memiliki jaringan-kerja baik dengan Profesional (Pernyataan 20)
Seorang Pengusaha memiliki jaringan-kerja baik dengan professional. Jaringan ini merupakan
akses bagi mereka yang memerlukan bantuan masukan/pendapat, informasi, dan referensi.
Anda harus mampu mengembangkan jaringan kerja yang luas yang kelak anda memerlukan
bantuannya.




22
                                                       Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                         MODUL 2: Topik 2
TRANSPARANSI 1

                 Penilaian Kuis

 Skor Total Penilaian oleh peserta pada LEMBAR KERJA 1.


 Skor              Penilaian
 80 – 100          Anda memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menjadi
                   seorang Pengusaha
 60 79             Anda memiliki kemampuan yang memuaskan untuk
                   menjadi seorang Pengusaha
 40 59             Menjadi pekerja mandiri mungkin bukan merupakan
                   karir yang tepat untuk Anda
 0 39              Sebaiknya Anda tidak berbisnis




                                                                                23
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                      MODUL 2: Topik 2
HANDOUT 1

Mengidentifikasi Potensi
Kewirausahaan
Semakin banyak pegawai merasa tidak puas menjadi pekerja yang digaji. Alasan itu terutama
karena:
1.   Mereka tidak suka diperintah atau mengikuti perintah
2.   Kemampuan mereka tidak diakui
3.   Gaji sudah ditentukan
4.   Tanggung jawab mereka terbatas
5.   Sulit untuk merealisasikan ide mereka sendiri
6.   Mereka tidak suka tergantung pada majikannya

Pegawai yang tidak puas mungkin akan mencari kesempatan baru untuk menjadi Pengusaha.
Mereka cenderung membuka bisnis sendiri untuk berbagai alasan:
1.   Kemandirian - mereka ingin menjadi bos atas bisnis mereka sendiri
2.   Adanya kebutuhan yang mendesak
3.   Ingin menambah penghasilan
4.   Ingin mengembangkan usaha untuk masa depan anak-anak mereka
5.   Ingin menghasilkan lebih banyak uang daripada yang mereka terima sebagai pegawai
6.   Kesempatan untuk membuktikan kemampuannya

Meskipun istilah Pengusaha umumnya digunakan untuk menjelaskan orang yang bekerja
mandiri, menjadi seorang Pengusaha lebih daripada pekerjaan atau karier. Ini merupakan
gaya hidup. Maka anda harus melihat kualitas pribadi anda dengan cara yang realistis.


Jawaban atas pertanyaan berikut akan menginspirasikan anda atas kemampuan
kewirausahaan anda:
1.   Apakah Anda biasanya memotivasi diri dan bersedia bekerja keras untuk mencapai tujuan
     yang telah anda?
2.    Dapatkah Anda bekerja sama dengan orang lain?
3.   Dalam sekelompok orang, apakah Anda biasanya mengambil peran pimpinan?
4.   Dapatkah Anda berkomunikasi secara baik dengan orang lain?
5.   Apakah Anda seorang pendengar yang baik?
6.   Apakah Anda percaya diri?
7.   Apakah Anda mempunyai citra diri yang positif ?
8.   Apakah Anda cepat dalam membuat/mengambil keputusan?




24
                                                                  Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




Semakin banyak jawaban “YA” atas pertanyaan diatas, semakin tinggi sifat kewirausahaan
Anda. Salah satu faktor utama untuk menjadi Pengusaha ialah bahwa anda memberi sesuatu
yang bernilai bagi orang lain. Semakin orang membutuhkan produk atau jasa anda, semakin
besar kemungkinan imbalan yang akan anda dapatkan. Jika anda bekerja untuk membantu
orang lain untuk meningkatkan standar hidupnya dan memperbaiki hidupnya, Anda akan
menyediakan kebutuhan hidup masyarakat. Ini adalah bagian dari menjadi warga negara
yang baik selain menjadi Pengusaha yang baik.




                                                                                           25
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                           MODUL 2: Topik 2
HANDOUT 2

Sifat-Sifat Penting Pengusaha
1.   Pekerja keras dan cerdas: menjalankan suatu usaha memerlukan banyak energi dan
     dorongan. Ini meliputi kemampuan bekerja dalam rentang waktu yang lebih lama, bila
     perlu, untuk bekerja keras terus menerus dan dapat mengatasi apabila kurang tidur.
     (tambahan: tetapi anda juga harus menjadi pekerja yang cerdas. Artinya, melakukan
     pekerjaan yang memang harus anda kerjakan. Dengan demikian, anda melakukan efisiensi
     terhadap tenaga dan waktu anda.
2.   Percaya diri: agar berhasil, seorang pengusaha harus percaya diri sendiri dan yakin terhdap
     kemampuan yang dimilikinya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkannya. Ini
     ditunjukkan oleh kepercayaan, bahwa jika “anda sangat menginginkan sesuatu dan
     bersedia bekerja keras untuk mendapatkannya, maka anda pasti berhasil
     mendapatkannya”.
3.   Membangun untuk masa depan: sasaran bagi kebanyakan Pengusaha sukses ialah
     untuk membangun pekerjaan yang aman dan penghasilan bagi mereka berdasarkan
     kemampuan mereka sendiri. Ini berarti seorang Pengusaha mengerti, bahwa perlu
     beberapa tahun untuk meraih keberhasilan atas bisnis sampai mencapai standar yang
     wajar.
4.   Berorientasi pada perolehan Laba (Keuntungan): minat untuk menghasilkan uang
     merupakan indikator yang jelas dari seorang Pengusaha untuk menjadi pemilik bisnis. Ini
     berarti kesediaan untuk mengakui, bahwa bisnisnya adalah hal yang utama. Setelah
     mendapat keuntungan, ia baru dapat membuat keputusan mengenai bagaimana
     keuntungan itu digunakan - untuk memperluas bisnisnya atau untuk keperluan pribadi.
5.   Orientasi sasaran: sukses dalam berbisnis tergantung pada kemampuan untuk
     menetapkan sasaran atau target yang realistis dan bekerja dengan tekad penuh untuk
     mencapainya. Kemampuan untuk menetapkan sasaran (untuk hal-hal yang dianggap
     pantas dikejar) dan bekerja untuk mencapainya adalah hal mendasar bagi seorang
     Pengusaha.
6.   Ketekunan: semua usaha memiliki masalah dan hal-hal yang mengecewakan. Bersifat
     tekun dalam memecahkan persoalan adalah salah satu kunci untuk menjadi Pengusaha
     yang berhasil.
7.   Dapat mengatasi kegagalan: semua bisnis tidak terlepas dari kekecewaan dan
     kegagalan selain keberhasilan. Mengatasi kegagalan berarti mengakui kegagalan, belajar
     dari kegagalan itu dan mencari peluang baru. Tanpa karakteristik ini, kegagalan awal
     dapat mengakhiri upaya seseorang untuk menjadi pemilik bisnis.
8.   Kemampuan memberikan umpan balik/respon: Pengusaha ingin mengetahui apakah
     usaha mereka berjalan dengan baik dan mengikuti kinerja mereka. Mendapat umpan
     balik dan nasehat yang berguna dari orang lain ialah karakteristik lain yang penting dari
     seorang pengusaha.
9.   Menunjukkan inisiatif: riset menunjukkan bahwa pengusaha yang berhasil mengambil
     inisiatif untuk menempatkan diri mereka dalam posisi dimana mereka bertanggung jawab
     secara pribadi atas keberhasilan atau kegagalan.


26
                                                                       Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




10. Menjadi pendengar yang baik: pengusaha yang berhasil bukan orang yang melihat
    ke dalam dan tidak pernah menggunakan sumber daya luar. Kemandirian tidak
    meniadakan kemampuan untuk meminta bantuan, bila perlu, dari orang-orang seperti
    Pegawai Bank, Akuntan, dan Konsultan Bisnis. Kemampuan mendengar nasehat dari
    orang lain adalah karakteristik kunci dari seorang pengusaha.
11. Menetapkan standar kinerja sendiri: menetapkan standar kinerja kemudian bekerja
    untuk mencapainya adalah indikator lain dari seorang pengusaha yang berhasil. Standar
    ini antara lain penghasilan, kualitas, penjualan, atau omzet produk. Kebanyakan pengusaha
    ingin berbuat lebih baik tiap tahun, menetapkan dan mencapai standard yang lebih tinggi
    dari tahun ke tahun.
12. Dapat mengatasi ketidakpastian: menjadi seorang pengusaha mengandung lebih
    banyak ketidakpastian daripada menjadi pegawai. Ketidakpastian ini menyangkut
    penjualan dan omzet, namun sering juga dalam hal lainnya, seperti pengiriman material
    dan harga, dan dukungan bank. Kemampuan untuk mengatasi ketidakpastian tanpa
    merasa stress adalah sifat yang diperlukan bagi seorangpengsuaha.
13. Memiliki komitmen: memulai dan menjalankan bisnis menuntut adanya komitmen total
    oleh seorang pengusaha dari segi waktu, uang, dan gaya hidup. Ini harus menjadi prioritas
    utama dalam kehidupan pengusaha.
14. Membangun diatas kekuatan: pengusaha yang sukses bekerja berdasarkan kekuatan
    yang dimilikinya seperti keterampilan manual, keterampilan antar pribadi (interpersonal
    skill), keterampilan menjual, keterampilan berorganisasi, keterampilan menulis,
    pengetahuan produk atau jasa khusus, pengetahuan tentang orang-orang yang bergerak
    di bidang yang sama dan kemampuan untuk membuat dan menggunakan jaringan bisnis
    dan kontak.
15. Keandalan dan integritas: kualitas kejujuran, keadilan, dan keandalan dari segi
    melakukan apa yang telah dijanjikan adalah sifat yang penting dari seorang pengusaha.
16. Bersedia mengambil risiko: menjadi seorang pengusaha melibatkan beberapa risiko.
    Seorang pengusaha mempunyai kemampuan untuk mengambil risiko yang terukur atau
    diperhitungkan. Risiko demikian meliputi memikirkan kemungkinan biaya dan
    keuntungan, kemungkinan sukses dan percaya diri untuk membuat/mengubah risiko itu
    menjadi bermanfaat bagi bisnisnya. Pengusaha dapat dianggap menghindari risiko bila
    mereka mengurangi risikonya dengan cara orang lain mengambil sebagian risikonya.
    Mereka yang mengambil risiko mungkin, adalah Bankir, Supplier dan Pelanggan.




                                                                                                27
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                       MODUL 2: Topik 2
TRANSPARANSI 2

                            Sifat-Sifat Pengusaha


               •      pekerja keras dan cerdas
               •      percaya diri
               •      membangun untuk masa depan
               •      berorientasi laba
               •      berorientasi sasaran
               •      tekun
               •      mengatasi kegagalan
               •      tanggap terhadap umpan balik
               •      menunjukkan inisiatif
               •      bersedia mendengar
               •      menetapkan standar sendiri
               •      mampu mengatasi ketidakpastian
               •      memiliki komitmen yang tinggi
               •      membangun diatas kekuatan
               •      dapat diandalkan dan memiliki
                      integritas
               •      mampu mengambil risiko




28
                                                                    Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                      MODUL 2: Topik 2
HANDOUT 3

Wawancara dengan
Sembilan Pengusaha
Seorang pengusaha dapat didefinisikan sebagai seseorang yang dapat menilai lingkungan di
sekitarnya, mendapatkan gagasan, mengumpulkan sumber daya dan mengambil keuntungan
dari kesempatan itu. Peserta perlu menyadari adanya kemungkinan-kemungkinan jiwa
kewirausahaan juga mungkin ada dalam kehidupan pribadi mereka dan dalam melakukan
kegiatan-kegiatan bisnis mereka.
Peserta harus menyadari bahwa dibutuhkan berbagai sumber daya untuk meraih kesuksesan
dalam bisnis. Para Pengusaha adalah Ahli dalam menggunakan sumber daya mereka dalam
kehidupan pribadi dan situasi bisnis, yakni: uang, alat, energi, keterampilan, pengetahuan
dan waktu.
Agar ekonomi berbasis pasar dapat berkerja dengan baik, efisien dan sejahtera, dibutuhkan
para pengusaha - yakni orang-orang yang dapat mengenali apa yang dibutuhkan dan
diinginkan pasar dan menemukan cara yang efisien untuk memenuhi permintaan tersebut.
Para pengusaha membuat sistem ekonomi bekerja dan membuat kehidupan lebih baik bagi
setiap orang yang berkepentingan dengan membuat produk/jasa baru, mengembangkan
metode-metode yang baru dan efisien, dan menawarkan harga yang bersaing melalui kompetisi
yang efektif.
Seorang pengusaha yang sukses mengetahui apa yang diinginkan atau akan diinginkan oleh
konsumen, dan kemudian memproduksinya dengan cara yang kompetitif untuk dijual.
Keuntungan adalah apa yang didapatkan suatu bisnis bila permintaan dipenuhi dengan baik,
dan kerugian adalah hasil dari suatu bisnis yang tidak dapat memenuhi permintaan ini.
Seorang pengusaha yang sukses juga membuat keputusan-keputusan yang efektif tentang
bagaimana memproduksi sesuatu dengan efisien, agar mendapatkan produk yang kompetitif
dengan harga dan kualitas yang dapat diterima konsumen. Pengusaha yang bertanggungjawab
secara sosial juga akan membuat suatu produk dengan memenuhi prasyarat keamanan,
lingkungan hidup, dan prasyarat hukum lainnya.
Pengusaha juga membuat keputusan tentang bagaimana menyalurkan barang dan jasa yang
diproduksi kepada para konsumen yang bersedia dan dapat membelinya. Melalui kompetisi,
pengusaha dapat menawarkan harga yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk
membeli.
Untuk lebih memahami hal-hal tersebut, bacalah wawancara dengan pengusaha berikut ini,
kemudian carilah informasi yang menarik berkaitan dengan kesuksesannya serta identifikasi
karakteristik pribadi yang menurut anda penting dalam pemilikan dan pengelolaan sebuah
bisnis.




                                                                                             29
Mengetahui Tentang Bisnis




Pengusaha A : Amir Ibrahim
(Amir Telah Memiliki Restoran Kecil Selama Tiga Tahun)

Saya mulai dengan bekerja di restoran di kota lain. Saya melayani pelanggan, memasak,
melakukan pembelian dan pembukuan dan belajar mengenai pengertian dasar bisnis. Lalu,
saya bekerja di dua restoran lain di kota tersebut sambil belajar mengelola restoran. Banyak
orang mengira jika mereka pandai memasak mereka dapat membuka restoran. Tidak semudah
itu! Anda harus mengetahui setiap aspek dari bisnis makanan, seperti pembelian, periklanan,
memasak, mengelola pegawai, dan hubungan pelanggan.

Banyak pemuda-pemudi mendatangi saya dan mengatakan;’ saya ingin belajar menjalankan
restoran dari anda sehingga saya bisa membuka restoran saya sendiri.” Saya mengatakan
pada mereka. “ Boleh saja. Saya akan minta anda memasak, menunggu tempat pesan
minuman, melayani pelanggan, dan membersihkan meja:’ Mereka bilang,’ anda tidak mengerti.
Saya ingin belajar cara mengelola.” Saya mengerti, tetapi saya percaya anda harus `merasakan
bisnis ini”’ dari bawah sebelum anda dapat menjalankannya.

Saya menyukai kebebasan dalam menjalankan bisnis. Saya menyukai menjadi majikan saya
sendiri. Saya memiliki dua belas pegawai, dan saya merasa senang bila mereka meminta
nasehat kepada saya. Akan sulit bagi saya untuk bekerja bagi orang lain. Meskipun mungkin
saja saya akan menjadi pegawai di masa datang. Umur saya baru dua puluh delapan tahun,
dan karier saya masih dapat berubah. Saya harap seandainya saya harus bekerja untuk orang
lain, saya dapat melakukan apa yang saya inginkan. Saya suka membuat keputusan dan menjadi
pemimpin.




30
                                                                       Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




Pengusaha B: Dian Wahyuni
(Dian Memiliki Toko Farmasi. Ia telah menjalankan bisnisnya selama enam tahun)

Menurut saya, orang yang ingin memulai bisnis harus menetapkan tenggang waktu kapan
mereka akan memulainya. Sementara itu, mereka harus mencari sebanyak mungkin informasi
mengenai laba, volume, harga, arus kas, pegawai, iklan&promosi, dan akuntan. Memiliki bisnis
sendiri tidak menghabiskan lebih banyak waktu daripada bekerja untuk perusahaan besar.
Bila anda bekerja untuk sebuah perusahaan, mereka merasa bahwa hidup anda adalah hidup
mereka. Lebih baik anda menjadi bos anda sendiri. Meskipun secara fisik saya meninggalkan
tempat bisnis saya, secara mental saya tidak pernah meninggalkan bisnis saya. Saya selalu
memikirkannya. Jika saya tidak membuat sesuatu dilaksanakan dalam bisnis saya, tidak ada
yang akan terlaksana. In filsafat bisnis saya.

Meskipun saya sendiri adalah minoritas, salah satu kesenangan terbesar yang saya peroleh
dari bisnis saya ialah memberikan pekerjaan yang layak bagi orang lain. Saya kira alasan lain
untuk memiliki perusahaan ini ialah pendapatan saya telah meningkat. Pengeluaran untuk
konsumsi saya berkurang karena saya menggunakan sebagian besar uang saya untuk
mengembangkan bisnis saya.

Keenam apotek lain di kota dimiliki oleh laki-laki. Sayalah satu-satunya perempuan yang
memiliki apotek.




                                                                                                31
Mengetahui Tentang Bisnis




Pengusaha C : Maria Sihombing.
(Maria memiliki Jasa Bengkel Sepeda Motor dan Toko Suku Cadang (Spare Part). Ia
telah menjalankan bisnis ini selama enam bulan).

Menurut saya, Anda seorang pengusaha atau tidak. Jika anda berjiwa kewirausahaan, anda
akan selalu berpikir untuk memulai dan mendirikan bisnis sendiri. Pemuda atau pemudi yang
berbakat bisnis dan tidak memiliki terlalu banyak modal sebenarnya saat ini lebih baik
mempunyai bisnis yang dapat dikendalikan oleh diri sendiri. Jika anda menyimpan uang anda
ke rekening tabungan, maka orang lain yang akan menggunakan uang tersebut.

Saya bersama mitra kerja saya membeli bengkel ini setelah dua tahun lulus dari Sekolah
Kejuruan jurusan Mekanik otomotif. Saya bukan seorang ahli dalam servise sepeda motor
secara keseluruhan, tetapi kekurangan saya dapat ditutupi oleh mitra saya yang lain. Saya
rasa tidak jadi soal jenis bisnis apa yang saya dirikan selama saya berkemauan untuk terus
belajar dan dengan sedikit kemampuan berkomunikasi serta daya imajinatif untuk
mengembangkan ide dan produk yang saya jual.

Saya memiliki banyak pengalaman sebagai pendamping service sepeda motor dan penjual
spare part. Kebanyakan pengusaha berpikir untuk membuat sesuatu berkembang. Kami telah
memperluas bisnis dengan membuka bengkel yang lebih luas. Saya harap dapat membuka
bengkel lain pada tahun depan. Jika anda memiliki konsep yang bagus, cara untuk
menghasilkan lebih banyak uang ialah dengan membuka Bengkel Baru.

Keyakinan kami adalah dalam kondisi apapun, jika kami tetap bekerja keras pengusaha masih
dapat menghasilkan uang.




32
                                                                       Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




Pengusaha D: Pingkan Manuhutu
(Pingkan Manuhutu adalah salah seorang dari empat pemilik firma yang memiliki
sebuah stasiun radio lokal. Pingkan dan mitra-mitranya memulai bisnisnya sepuluh
tahun yang lalu).

Hal yang penting adalam memulai bisnis adalah dengan memasuki bisnis yang anda sukai
dan industri yang anda kenal. Saya telah bekerja di bidang radio untuk beberapa tahun sebelum
kami membentuk bisnis. Saat menentukan bisnis yang anda ingin masuki, anda perlu
mengetahui bagaimana kondisi di lapangan. Apa masa depannya? Sepuluh tahun yang lalu
kami melihat potensi pertumbuhan di radio. Waktunya tepat bagi saya dan ketiga mitra saya
untuk membeli stasiun radio.

Membangun suatu bisnis memerlukan lebih banyak imajinasi dan kreativitas daripada yang
disangka oleh setiap orang. Memiliki sebuah bisnis memerlukan kedewasaan dan kemampuan
untuk bekerja secara efektif dengan orang lain, termasuk para pegawai. Kami mempunyai
banyak orang yang bekerja untuk kami sekarang dan kami harus mengetahui cara untuk
menghadapi mereka. Anda perlu mempunyai bantuan yang baik, termasuk ahli hukum,
akuntan, agen asuransi, dan bankir. Anda perlu uang. Akan sulit untuk mendapatkan modal
terutama yang sesuai dengan syarat-syarat anda. Kami memerlukan tiga tahun untuk mendapat
dana yang perlu untuk membeli stasiun radio itu.

Jika anda berbisnis dengan orang lain, baik bermitra atau dalam korporasi, anda harus
memastikan bahwa anda memiliki kepentingan dan tujuan yang sama. Anda perlu mengetahui
apa yang dilakukan dengan baik oleh setiap orang dan ketrampilan apa yang mereka dapat
sumbangkan bagi bisnis tersebut. Akan berguna jika anda berteman dengan mereka. Saya
tidak setuju dengan logika yang mengatakan bahwa anda tidak dapat berteman dengan mitra
anda. Anda dapat melakukannya, jika komunikasi saling berjalan dengan baik.


                                                                                                33
Mengetahui Tentang Bisnis




Pengusaha E: Andi Marthin
(Andi memulai tokonya yang pertama dua belas tahun yang lalu dan kini mempunyai
toko di beberapa daerah).

Untuk memulai suatu bisnis anda harus sedikit agak gila. Tapi jika Anda memiliki metode
dalam kegilaan tersebut, anda akan baik-baik saja. Saya memulai bisnis saya karena melihat
celah khusus di pasar dimana saya tinggal. Banyak orang bepergian keluar negeri dan mengenal
barang produk luar negeri. Namun tidak ada toko di daerah ini yang memiliki produk peralatan
masak buatan luar negeri yang murah dan bagus.

Perlu banyak uang untuk memulai toko eceran. Anda perlu banyak uang untuk inventaris,
merancang, fixture dan lokasi yang baik. Kesulitan jenis toko peralatan ini adalah bisnis tersebut
tidak terlalu cepat menghasilkan uang tunai: anda tidak dapat cepat menukar aset anda
dengan uang. Tergantung kondisi ekonomi, anda dapat menjual bisnis anda dengan harga
sedikit lebih kurang dari nilai sebenarnya. Pada bisnis bisnis eceran, anda mungkin dalam
keadaan senantiasa tanpa uang tunai. Bisnis ini dapat memberikan anda penghasilan yang
baik. Namun saat anda berhasil, anda harus menggunakan keuntungan unutk membeli dan
mengganti inventaris dan untuk memperluas bisnis anda. Kini saya mempunyai dua toko dan
harus membagi waktu di kedua toko. Kadang saya berpikir apakah ide yang baik untuk
membeli toko yang kedua. Saya sekarang dalam situasi penuh stres karena salah satu manajer
toko saya mempunyai masalah pribadi yang sangat serius dan penjualan di toko itu mengalami
penurunan untuk tiga bulan terakhir. Kemungkinan saya harus memecatnya dan mencari
manajer baru.




34
                                                                           Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




Pengusaha F: Sroyer
(Sroyer memiliki bisnis dengan spesialisasi pemasaran dan komunikasi. Ia memulai
bisnisnya empat tahun lalu).

Waktunya tepat bagi saya untuk memulai bisnis sendiri. Saya mempunyai isteri yang bekerja,
belum punya anak, belum mempunyai tanggung jawab terlalu besar, dan sejumlah uang.
Saya dulu pernah bekerja untuk biro iklan kecil selama tujuh tahun, dan saya berhenti secara
baik--baik. Saya tidak membawa apapun bersama saya, maka tidak ada rasa tidak nyaman.
Bisnis seperti ini dapat dimulai tanpa investasi besar. Saya kira investasi saya yang besar adalah
mesin ketik. Saya menggunakan tabungan untuk membeli telpon, memberi beberapa lemari
filing, dan menukarkan jasa profesional untuk ruang kantor.

Saat saya buka, saya mengirim pengumuman kepada semua orang yang saya kenal. Orang-
orang tidak langsung menelpon, tetapi mereka menyimpan nama anda dalam ingatan mereka
dan menghubungi Anda di kemudian hari. Saya juga mengirim surat edaran ke kenalan bisnis
yang saya pikir dapat menjadi klien satu saat nanti. Bisnis apapun (tak peduli apa itu) adalah
99 persen menjual. Jika anda tidak dapat menjual, anda tidak akan menghasilkan uang.




                                                                                                    35
Mengetahui Tentang Bisnis




Pengusaha G : Made Rashmi
(Made Rashmi memiliki sebuah galeri seni yang mengkhususkan diri dengan cetakan
dan poster seni).

Saat pertama kali berpikir mau membuka galeri, saya berbicara dengan banyak orang di
komunitas seni. Saya bertanya apa yang diperlukan untuk membuka sebuah galeri. Semakin
banyak orang yang saya ajak bicara, semakin banyak ide yang saya dapat. Anda tidak boleh
malu bertanya pada pemilik bisnis lainnya untuk bantuan. Tidak semua orang akan berbaik
hati untuk berbagi ide, tetapi kebanyakan pemilik bisnis ramah dan percaya bahwa persaingan
itu sehat. Selain itu, pengusaha yang sukses akan senang membicarakan keberhasilannya.

Menjalankan bisnis memerlukan banyak waktu. Anda harus bersedia bekerja tujuh hari
seminggu. Anda perlu memikirkan bisnis anda selama 24 jam sehari. Kadang-kadang kita
kesepian. Tidak ada orang yang dapat diminta bantuan, dan semua masalahnya milik anda.
Mempunyai pengalaman dalam penjualan membantu saya dalam bisnis. Tetapi banyak hal
khusus yang harus dipelajari di pekerjaan. Sekolah bisnis tidak mengajarkan anda cara
membungkus paket, tetapi itu bagian yang penting dari bisnis retail.

Nasehat saya untuk siapapun yang memasuki bisnis, terutama bisnis eceran, ialah agar bersikap
fleksibel. Bergeraklah menurut trend pasar. Jangan memborong apa yang menurut anda harus
dimiliki pelanggan. Tetaplah pada standar dan selera anda, tetapi jangan menyalahkan
konsumen jika barang anda tidak terjual. Galeri saya adalah sumber kebanggaan saya yang
terbesar. Namun, saya harus tetap bekerja untuk membuat bisnis saya tumbuh. Saya rasa saya
tidak akan pernah dapat duduk bersandar ke belakang, mengangkat kaki keatas meja dan
berkata “saya telah melakukannya”. Saya akan selalu punya masalah dan tugas saya adalah
untuk menyelesaikannya.




36
                                                                       Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




Pengusaha H : Domingus
(Domingus dan mitra bisnisnya memiliki bisnis yang menawarkan makanan, minuman
dan musik daerah dan telah dibuka selama hampir setahun).

Saya sejak dulu menggemari musik daerah dan mempunyai teman-teman yang merupakan
penyanyi lagu daerah. Mitra saya dan saya sudah lama berangan-angan memiliki tempat seperti
ini. Musim panas lalu seorang teman saya melihat toko dari luar yang akan disewakan. Dia
dan saya mempunyai sedikit uang, dan kami memutuskan untuk menyewanya. Lokasinya
tampak ideal. Terletak di daerah dimana live musik akan berkembang dan tumbuh. Ada
sembilan tempat di sekitarnya yang menawarkan live musik. Saya berpikir akan ada lebih
banyak hiburan langsung (live entertainment) di sekitar sini daripada daerah lain di kota. Dan
semua kompetisi itu menambah lalu lintas ke lingkungan ini.

Hal yang bagus tentang bisnis ini ialah saya tepat di tempat yang saya sukai dan saya bekerja
dengan orang-orang yang baik. Saya menikmati bagian public relations dari pekerjaan saya.
Bukannya tidak ada masalah. Memiliki bisnis selalu menempatkan anda di ujung kecemasan.
Kemitraan ini telah berhasil baik. Tetapi bekerja sama dengan seorang teman berarti saling
berhubungan dengan cara yang baru. Yang paling penting, saya merasa senang dengan bisnis
ini. Saya bertanggung jawab untuk membersihkan tempat ini setiap malam. Saya benar-benar
menikmati melakukan ini karena ini tempat saya sendiri.




                                                                                                37
Mengetahui Tentang Bisnis




Pengusaha I: Lita Maryadi
( Lita memiliki bisnis menukar valuta asing yang ia buka empat tahun lalu )

Saya pernah bekerja di bisnis mata-uang asing selama dua puluh lima tahun, dan bertekad
untuk memiliki bisnis seperti itu suatu saat. Pada mulanya saya mengalami kesulitan mendapat
modal yang cukup. Saya kira bank segan membantu saya karena saya seorang perempuan.
Tetapi saya perlu bantuan keuangan karena tidak memiliki cukup uang.

Perampokan merupakan tantangan jika anda memiliki bisnis di lingkungan saya. Ini merupakan
tantangan terbesar yang saya hadapi dalam bisnis penukaran valuta asing. Pelanggan mungkin
akan dirampok saat mereka meninggalkan tempat ini, jadi saya harus mengeluarkan uang
untuk mempekerjakan seorang satpam.

Saya tidak ingin kehilangan bisnis saya, jadi saya harus bekerja keras untuk mencari nafkah.
Sejujurnya, saya mengira akan menghasilkan lebih banyak uang; tetapi, saya hanya impas.
Namun demikian saya senang. Saya tidak ingin bekerja untuk orang lain lagi. Saya menjadi
majikan untuk diri saya sendiri dan sudah mencapai sesuatu. Impian saya benar-benar menjadi
nyata. Bagi saya, memiliki bisnis sendiri adalah hal yang sangat indah.




38
                                                                   Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                     MODUL 2: Topik 2
LEMBAR KERJA 2

                             Sifat-Sifat Pengusaha

Masing-masing jawaban berikut telah memberikan informasi yang menarik dan berharga
berkenaan dengan kesuksesan dalam bisnis. Bacalah kesembilan wawancara dalam
HANDOUT 3 dan lingkari ungkapan yang menunjukkan karakteristik pribadi yang menurut
anda penting dalam pemilikan dan pengoperasian sebuah bisnis tulislah informasi ini di
tempat yang sesuai dibawah ini.




          Pengusaha                                       Sifat

          A. Amir Ibrahim
          B. Dian Wahyuni
          C. Maria Sihombing
          D. Pingkan Manuhutu
          E. Andi Martin
          F.   Sroyer
          G. Made Rashmi
          H. Domingus
          I.   Lita Maryadi




                                                                                            39
Mengetahui Tentang Bisnis




40
                                                                  Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




I    TOPIK 3:     Pengusaha Sebagai Pemimpin

II   WAKTU YANG DISARANKAN:
     • 3 jam


III TUJUAN:
     • Agar peserta dapat mengidentifikasi kualitas kepemimpinan yang penting bagi
       keberhasilan Pengusaha.

IV DASAR PEMIKIRAN
     • Pengusaha dipandang sebagai pemilik/manager dari suatu bisnis. Pengusaha yang
       berhasil sering dianggap sebagai pemimpin masyarakat. Banyak ketrampilan
       kepemimpinan yang digunakan dalam bisnis dapat pula diterapkan dalam
       pengembangan masyarakat. Dari sfat pekerjaannya, seorang Pengusaha harus
       menjadi pemimpin. Pemimpin yang berhasil tergantung pada orang lain untuk
       mencapai sasarannya. Cara Pengusaha memandang pegawainya akan
       menentukan gaya kepemimpinan mereka. Dalam banyak kasus, para pegawai
       akan melakukan setepatnya apa yang diharapkan oleh majikannya. Yaitu, jika
       majikan membiarkan para pegawai malas dan tidak bertanggung jawab, maka
       mereka akan berperilaku seperti itu terus menerus. Namun, jika seorang majikan
       mengharapkan pegawai dapat bertanggung jawab, mereka akan bersikap
       bertanggung jawab.


V. KEGIATAN
     1. Minta peserta membaca HANDOUT 1 sebagai informasi latar belakang.
        Kemudian bagikan HANDOUT 2. Beri waktu untuk membaca handout, atauminta
        dua orang secara sukarela datang ke depan kelas untuk melakukan dialog seperti
        dalam Handout 2.
        Gunakan pertanyaan berikut untuk memancing diskusi pada HANDOUT 2:
        - Apakah anda setuju dengan Lita bahwa orang secara alami membenci untuk
           bekerja dengan serius ? Mengapa anda setuju ? atau mengapa anda tidak
           setuju?
        - Mengapa anda berpikir bahwa ada perbedaan antara kedua kantor tersebut ?
        - Jika anda mempunyai pilihan, akankah anda pilih Lita atau Indah sebagai
           majikan anda? Mengapa?
     2. Minta peserta untuk membaca dan diskusikan HANDOUT 3
     3. Tunjukkan TRANSPARANSI 1. Bahaslah kedua teori tersebut, dengan
        membandingkan poin-poin yang disebutkan pada transparansi. Tanyakan pada
        peserta untuk menanggapi masing-masing poin dan menyatakan apakah mereka
        setuju atau tidak setuju dengan masing-masing poin itu. Tanyakan pertanyaan
        berikut kepada peserta:
        - Anda memilih menjadi jenis pemimpin yang mana? Mengapa?
        - Andaikan anda percaya pada Teori X. Bagaimana pegawai anda akan bereaksi
           pada gaya kepemimpinan anda?


                                                                                           41
Mengetahui Tentang Bisnis




           -    Bagaimana hubungan majikan-pegawai akan berbeda jika anda lebih percaya
                pada Teori X daripada Teori Y?
           ·    Tunjukan TRANSPARASI 2 dan bahas kedepalan teknik yang mungkin
                digunakan oleh pemimpin yang berorientasi pada orang
           ·    Untuk menyoroti sifat-sifat kepemimpinan yang penting, tunjukkan
                TRANSPARANSI 3 dan bahaslah contoh-contoh bagaimana seorang Pengusaha
                menunjukan sifat-sifat ini dalam situasi bisnis
       4. Minta peserta untuk membaca dan mehamai HANDOUT 4
       5. Tunjukkan TRANSPARANSI 4. Bahaslah, minta peserta untuk membaca
          HANDOUT 5, 6, 7,8




42
                                                                       Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                         MODUL 2: Topik 3
HANDOUT 1

                    Sifat-Sifat Pemimpin

Pemimpin yang berhasil memiliki 7 sifat yang membuat mereka terkenal dalam bidang mereka.
Sifat-sifat itu adalah:
•   Kompetensi Teknis. Yaitu apa yang disebut Bennis dengan kesusastraan bisnis dan
    sebuah pemahaman terhadap bidang seseorang. Jika anda tidak mengetahui isi dan kulit
    dari bisnis anda, anda akan berada dalam keadaan yang merugikan ketika menghadapi
    persaingan. Menjadi peserta yang obsesif terhadap bidang bisnis anda sampai anda
    mengetahui secara dekat bagaimana bisnis dilakukan.
•   Ketrampilan Konseptual. Ketrampilan konseptual adalah kemampuan untuk berfikir
    abstrak. Hal ini meliputi apa yang Jonathan Swift sebut dengan “melihat sesuatu yang
    tidak kelihatan (seeing the invisible)” yakni menggambarkan kemana orang-orang bisa
    pergi dan apa yang mereka dapat capai. Praktek hanya membutuhkan waktu diluar
    bermain dengan pemikiran anda kemana anda dan tim anda bisa pergi.
•   Reputasi (Track Record). Ini adalah sebuah sejarah mencapai hasil-hasil. Track record
    anda mempertinggi kredibilitas anda dan oleh karenanya mempertinggi otoritas anda.
    Jangan membiarkan macam prestasi apapun berlalu tanpa mencatatnya dan
    menggunakan prestasi itu untuk membiarkan orang-orang mengetahui anda sebagai
    orang yang mendapatkan hasil-hasil.
•   Kompetensi Sosial (Keahlian dalam hubungan antar manusia). Dari semua
    ketrampilan orang yang perlu anda miliki untuk membuat orang-orang bekerja dengan
    anda, 3 teratas dalam opini Bennis adalah kemampuan untuk berkomunikasi, memotivasi,
    dan mendelegasikan. Bulatkan hati anda untuk mengembangkan tiga ketrampilan ini
    sampai anda menjadi seorang master.
•   Kepekaan Bisnis . Ide “taste” adalah sebuah pengertian intuitif tentang dimana talenta
    berada. Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang menemukan potensi tepat dibawah
    hidup mereka. Ketika yang lainnya hanya melihat orang-orang sebagai sumber daya pada
    sebuah neraca, pemimpin-pemimpin yang berhasil melihat mereka sebagai potensi yang
    harus dikembangkan. Dapatkan cita rasa akan talenta dalam tim anda.
•   Cepat mengambil Keputusan. Beberapa pemimpin saat ini mampu beroperasi dalam
    kondisi yang sempurna. Lebih sering dari pada tidak, mereka harus mengambil keputusan
    dalam kondisi yang tidak sempurna. Yakni ketika pertimbangan mereka dilibatkan. Ketika
    waktu pendek, ketika data kurang, pemimpin-pemimpin yang hebat mengandalkan pada
    intuisi untuk mengatasinya. Jadikan indera keenam teman terbaik anda.
•   Memiliki Karakter. Karakter berarti mutu sifat-sifat yang mendefinisikan siapa diri anda.
    Bukan personalitas. Personalitas adalah penampilan umum anda dari luar. Nilai-nilai adalah
    hal yang berada di hati bagian dalam yang berarti lebih dari apapun. Putuskan apa yang
    menjadi karakter anda dan seberapa penting hal itu untuk anda.




                                                                                                43
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                      MODUL 2: Topik 3
HANDOUT 2

                            Gaya Kepemimpinan
Pengusaha bertanggung jawab untuk menetapkan sasaran dan membuat rencana bagi
bisnisnya. Untuk tingkat tertentu, pekerjaan pegawai memainkan peran besar dalam
pelaksanaan rencana ini dan pencapaian sasaran. Maka, mengembangkan dan memelihara
semangat adalah tugas penting dari seorang Pengusaha.
Kualitas kepemimpinan harus dikembangkan sendiri oleh pengusaha karena kualitas ini
berbeda dari satu orang dengan orang lain. Dengan memahami bahwa anda bertanggung
jawab atas kemampuan kepemimpinan anda maka anda akan berupaya untuk membuat
perbaikan. Tidak ada satu cara terbaik untuk menjadi pemimpin. Seorang Pengusaha adalah
individu yang telah mengembangkan gaya kepemimpinannya sendiri. Ketiga gaya
kepemimpinan berikut seringkali dipergunakan:
1.  Pemimpin bertangan besi atau “otokratis” membuat keputusan dan perintah tanpa
    menanyakan pendapat para anggotanya;
2. Pemimpin yang “mencari masukan” atau demokratis memberikan kesempatan pada
    anggota kelompoknya dalam pembuatan keputusan;
3. Pemimpin yang “sama sekali lepas tangan” atau laissez-faire menyerahkan semua
    keputusan pada anggota kelompoknya.
Kebanyakan pemimpin menggunakan kombinasi gaya diatas, tergantung pada kelompok
dan situasi.
Pemimpin di dunia bisnis mempunyai dua tanggung jawab utama:
1. tanggung jawab tugas, atau “menyelesaikan pekerjaan”, dan
2. tanggung jawab orang, atau memelihara semangat anggota.

Pada tingkat tertentu, kepemimpinan ialah suatu sikap yang ditunjukkan oleh pendekatan
yang dilakukan oleh Pengusaha untuk “menyelesaikan pekerjaan” : pemimpin biasanya
bersedia untuk menerima tantangan yang meliputi risiko besar dan potensi peluang yang
besar pula.
Seorang pemimpin memahami tugas keseluruhan yang harus dilakukan dan dapat menentukan
cara-cara baru dan inovatif untuk menyelesaikan tugasnya. Untuk memelihara semangat,
pedoman yang baik untuk diikuti oleh pemimpin adalah “perlakukan orang lain sebagaimana
anda ingin diperlakukan”. Mencoba memandang situasi melalui mata orang lain yang terlibat
akan membantu mengembangkan sikap “anda” yang positif terhadap anggotanya.
Pemimpin yang baik adalah yang dapat mencapai keseimbangan antara dua jenis tanggung
jawab, kadang-kadang perhatian harus lebih ditekankan pada situasi tertentu, seperti
membentuk kelompok baru, hal ini memerlukan perhatian lebih besar kepada orang daripada
tugas. Situasi lain, seperti diperkenalkannya prosedur baru, mungkin akan memerlukan lebih
banyak perhatian pada tugas-tugas daripada perhatian pada orang. Memahami gaya
kepemimpinan akan membantu para Pengusaha menjadi pemimpin yang lebih efektif.



44
                                                                      Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                        MODUL 2: Topik 3
HANDOUT 3

                Permainan Peran:
           Percakapan Dua Pengusaha
Pada suatu hari, Lita dan Indah makan siang bersama. Pekerjaan mereka sangat mirip. Keduanya
memiliki percetakan kecil. Percakapan berikut berlangsung antara keduanya:
Lita   :   Kadang saya heran bagaimana pekerjaan dapat diselesaikan di kantor saya. Hari
           ini ketika saya kembali dari suatu urusan saya melihat semua pegawai berkumpul
           sambil bergurau dan tertawa-tawa. Saya harusmengingatkan mereka setiap saat
           agar tetap bekerja.
Indah :    Sayang sekali. Saya sangat senang dengan kerja keras yang dilakukan oleh
           pegawai saya selama masa liburan.
Lita  :    Saya rasa semua orang membenci bekerja.
Indah :    Saya tidak sependapat. Pegawai saya tampaknya menyukai pekerjaan mereka.
Lita  :    Pegawai saya tidak begitu. Saya berupaya untuk membuat pekerjaannya
           semudah mungkin bagi mereka, tetapi mereka tidak menghargainya.
           Sepertinya mereka tidak tahu siapa bos di tempat tersebut. Saya harus
           mengingatkan mereka tiap hari bahwa sayalah atasan mereka.
Indah :    Tahukah kamu, saya bertanya-tanya apakah orang biasanya memang mencari
           pekerjaan yang gampang. Karena menurut saya apabila pekerjaan terlalu mudah
           orang akan cepat bosan.
Lita   :   Saya tidak yakin. Yang pasti saya harus terus mendorong pegawai saya agar
           bekerja keras. Kalau saya berhenti mendorong, mereka menjadi malas.
Indah :    Mungkin anda mendorong mereka terlalu keras. Pegawai saya membuat
           banyak keputusannya sendiri mengenai cara mereka bekerja. Saya hampir tidak
           perlu mendorong mereka samasekali.
Lita   :   Pegawai saya tidak perduli apakah pekerjaan mereka selesai atau tidak. Kalau
           mereka harus memutuskan sendiri, mereka pasti sama sekali tidak akan
           bekerja. Apa yang mereka inginkan hanya mendapat cek gaji.
Indah :    Saya tidak sependapat. Saya pikir orang betul-betul ingin melakukan pekerjaan
           yang baik. Satu bulan yang lalu pegawai saya memikirkan cara untuk mengatur
           ruang kerja agar lebih mudah bagi mereka untuk saling membantu. Mengapa kamu
           tidak meminta saran dari pegawai kamu untuk memperbaiki kantor?
Lita   :   Kamu pasti bercanda? Mereka tidak perduli. Kalau kemauan mereka dituruti,
           mereka akan berpesta tanpa henti.

CATATAN
Sebenarnya, baik pegawai Lita maupun Indah menghasilkan jumlah pekerjaan yang hampir
sama. Namun cara menangani pegawainya sangat berbeda.



                                                                                               45
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                        MODUL 2: Topik 3
TRANSPARANSI 1

        Bagaimana Pemimpin Memandang
                   Pegawai


            TEORI X                              TEORI Y
            1.  Lamban, malas, harus             Secara alami aktif, berupaya.
                didorong.
            2. Bekerja karena ancaman            Bekerja untuk memenuhi sasaran,
                kelaparan, kehilangan            mencari kepuasan, membangun
                pekerjaan, rasa malu.            kehidupan yang baik.
            3. Gaji adalah motivasi satu-        Banyak motivasinya: pencapaian,
                satunya.                         penerimaan, pengakuan,
            4. Tidak mandiri, harus              layanan, aktualisasi diri.
                diarahkan, perlu pemimpin        Mandiri, mampu mengarahkan
                untuk menyemangati,              diri, menetapkan sasaran sendiri,;
                mendorong, menggerakkan.         harus dibebaskan dan dibantu.
            5. Tidak bertanggung jawab,          Dewasa, bertanggung jawab,;
                tidak dewasa, harus terus        mampu mengoreksi diri.
                diawasi dan diperiksa
                dengan hati-hati.                Dinamis, berinisiatif, dapat
                                                 menyesuaikan diri, kreatif: perlu
            6. Statis, suka rutinitas,
                                                 mencari cara baru.
                menentang perubahan
            7. Individualis, egois, tidak suka   Senang bergaul,secara alami
                kerjasama.                       peduli dengan afitiasi dan
                                                 kerjasama
            8. Puas dengan apa yang telah
                ada; berpikiran sempit,          Mencari makna yang lebih luas
                memikirkan diri sendiri, egois   dalam pekerjaan dan hidup; perlu
            9. Terbatas pada apa yang telah      melihat lebih jauh dari disini dan
                dicapainya.                      saat ini
            10. Umumnya tidak dapat              Perlu mengeksplorasi potensi
                dipercaya.                       yang belum dikembangkan.
                                                 Biasanya dapat dipercaya.




46
                                                                    Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                      MODUL 2: Topik 3
HANDOUT 4

        Memimpin Dan Memotivasi
             Orang Lain

Pengusaha merupakan motivator yang berhasil bagi pegawainya. Beberapa Pengusaha
memotivasi orang lain hanya melalui contoh kerja keras mereka, namun ini mungkin
bukan gaya kepemimpinan yang terbaik.

Pengusaha yang berorientasi -orang cenderung merupakan motivator yang berhasil.
Berikut ini adalah teknik-teknik yang digunakan oleh Pengusaha berorientasi orang untuk
memotivasi stafnya.

1.   Membangun kepercayaan diri dan harga diri pegawai dengan memuji pekerjaan
     yang baik dan menunjukkan bahwa upaya terbaik mereka selalu dihargai.
2.   Menginformasikan kepada para pegawai tentang apa yang harus dicapai. Komunikasi
     yang baik adalah penting untuk meraih kesuksesan.
3.   Mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada bawahan.
4.   Memelihara hubungan baik dengan semua pegawai secara pribadi.
5.   Memberi penghargaan bagi pegawai yang berperilaku baik, karena pegawai
     cenderung mengulangi perilaku yang dihargai. Tidak mengulangi perilaku yang tidak
     dihargai karena orang-orang cenderung tidak mengulangi perilaku yang tidak
     dihargai.
6.   Menjadi pendengar yang aktif berarti memberikan umpan balik kepada orang yang
     berbicara.
7.   Menetapkan sasaran yang spesifik, dimengerti dengan jelas, dan dapat diukur dan
     senantiasa meninjau kembali
8.   Melakukan tindakan korektif. Membahas aspek negatif dari kinerja pegawai secara
     empat mata. Tidak pernah mengkritik pegawai di depan umum.




                                                                                             47
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                    MODUL 2: Topik 3
TRANSPARANSI 2

                   Memimpin Dan Memotivasi



                   1. Membangun kepercayaan diri dan
                      harga diri pegawai
                   2. Memberikan informasi kepada para
                      pegawai tentang apa yang harus
                      dicapai
                   3. Mendelegasikan wewenang dan
                      tanggung jawab kepada bawahan.
                   4. Menggunakan peran kepemimpinan
                      untuk memelihara kontak pribadi
                      dengan pegawai.
                   5. Memberi penghargaan bagi pegawai
                      yang berperilaku baik
                   6. Menjadi pendengar yang aktif
                   7. Menetapkan sasaran yang spesifik
                   8. Melakukan tindakan korektif.




48
                                        Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                          MODUL 2: Topik 3
TRANSPARANSI 3

 Sifat-Sifat Penting seorang Pemimpin

  1. Memperlakukan orang lain dengan selayaknya.
  2. Diplomatis dan konsisten dalam hubungan
      dengan orang lain.
  3. Adil dan jujur dalam berurusan dengan orang
      lain.
  4. Memberi contoh yang baik bagi orang lain.
  5. Kooperatif/bekerjasama
  6. Dapat diandalkan
  7. Pendengar yang baik dan menghargai pendapat
      orang lain
  8. Periang dan optimis
  9. Membantu orang lain untuk melakukan
      pekerjaan yang lebih baik
  10. Bersedia menerima ide baru
  11. Stabil secara emosi dalam berurusan dengan
      orang
  12. Pekerja keras
  13. Penuh perhatian kepada pegawai
  14. Menerima tanggung jawab
  15. Bersedia mengakui kesalahan sendiri
  16. Berorientasi pada hasil kerja yang baik
  17. Mempunyai kebiasaan kerja yang baik
  18. Meningkatkan kesejahteraan pegawai dan
      meningkatkan rasa memiliki terhadap
      perusahaan




                                                                 49
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                         MODUL 2: Topik 3
HANDOUT 5

        Mengembangkan Ketrampilan
             Kepemimpinan
Apakah pemimpin dilahirkan atau dikembangkan?

Ya, pemimpin dilahirkan, tetapi hanya dalam negeri Antah berantah (la la land!!!) Anda dapat
dilahirkan dengan sifat-sifat seorang pemimpin tetapi dorongan yang benar adalah sebuah
keharusan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan. Mengembangkan
keterampilan kepemimpinan memiliki keuntungan, sehingga tidak pernah ada kata terlambat
untuk memulai jika anda belum menemukan sifat-sifat kepemimpinan dalam diri anda! Dan
hal itu tidak menjadi masalah serius.
Pada bagian ini, mari kita lihat mengapa dan bagaimana mengembangkan keterampilan
kepemimpinan. Keberhasilan manajemen tidak hanya membebankan tugas-tugas pada tim.
Perusahaan menghendaki seorang pemimpin yang dapat memberi inspirasi anggota tim untuk
menggali potensi mereka secara penuh. Orang-orang ingin dipandu oleh orang yang mereka
hargai, seseorang yang mengetahui tujuan/arah yang jelas. Untuk menjadi orang itu, ada hal-
hal tertentu dimana anda harus MENJADI, MENGETAHUI dan MELAKUKAN. Dan tentang
itulah mengembangkan keterampilan kepemimpinan itu.
Jika anda ingin memberikan contoh agar orang lain mengikuti, Anda disarankan untuk
mengikuti poin-poin berikut ini :
1.    Ujilah air: cari tahu apa yang dipikirkan oleh orang-orang tentang gaya manajemen anda.
      Hal ini dapat membuka mata Anda, dan kunci untuk membuat perubahan pada gaya
      kepemimpinan anda. Gunakan pendekatan 360 derajat dimana anda menerima umpan
      balik dari anggota tim anda dan rekan anda. Biarkan tim anda berada pada tujuan dibalik
      survei. Sebuah lingkungan yang terbuka dan santai akan membantu menyaring opini
      yang jujur..
2.    Dengarkan baik-baik: ketika anggota tim anda berkata pada anda tentang semua
      kesulitan terkait pekerjaan mereka, dengarkan mereka baik-baik. Anda dapat
      menyampaikan empati, menyarankan alternatif dan menciptakan suasana kerjasama yang
      harmonis di dalam tim. PEMIMPIN YANG HEBAT ADALAH PENDENGAR YANG HEBAT!!!!!
3.    Hubungkan: gunakan tanggungjawab penuh bagaimana anda didengarkan. Selalu
      tekankan pesan anda agar kelihatan positif. Komunikasi yang efektif adalah sebuah seni.
4.    Jadilah seseorang dalam suatu kelompok: bagian integral dari mengembangkan
      ketrampilan kepemimpinan adalah dengan belajar menghargai kemampuan tim anda.
      Biarkan anggota tim mengambil keputusan-keputusan tentang isu-isu tertentu. Percayai
      mereka dengan kerja mereka; jangan menjadi anjing penjaga.
5.    Pimpin dengan contoh: tim anda harus percaya dengan integritas anda, dan bahwa
      anda benar-benar maksudkan dengan kata-kata anda. Bersiaplah anda bertanggungjawab
      dengan apa yang anda ucapkan. Hal ini bekerja seperti sebuah daya tarik!


50
                                                                     Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




6.   Bagilah kepemimpinan: distribusikan tugas-tugas diantara para anggota tergantung pada
     situasi dan kekuatan peroangan. Anda menjadi seorang pemimpin yang lebih baik dengan
     melibatkan lebih banyak orang dalam proses kepemimpinan.
7.   Evaluasi keberhasilan anda bersama, dengan evaluasi terhadap: tanggungjawab utama
     anda adalah untuk menjamin keberhasilan dan pengembangan tim. Memusatkan diri
     pada membangun ketrampilan mereka seperti ini akan mempertinggi motivasi dan kinerja
     tim. Ingat, keberhasilan mereka keberhasilan anda juga!




                                                                                              51
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                           MODUL 2: Topik 3
HANDOUT 6

     Beberapa Kesalahan menjalankan
             Kepemimpinan
Tidak peduli betapa hebatnya anda (atau apa yang anda pikirkan), anda pasti pernah membuat
kesalahan-kesalahan. Hal yang menyenangkan bagi anda adalah tidak ada peraturan yang
mengatakan anda perlu membuat kesalahan yang dibuat orang lain. Malahan, saya
mendorong anda untuk belajar dari kesalahan-kesalahan pemimpin lain atau setidaknya belajar
dari kesalahan yang saat ini anda buat. Baca kerugian dari kesalahan pemimpin yang umum
berikut dan hindarilah hal-hal itu! Kemudian anda dapat menyimpan kesalahan anda untuk
hal-hal yang lebih besar!
1.    Chief, Guy, Sport: Memanggil orang lain dengan nama panggilan umum yang mereka
      miliki. Menggunakan nama panggilan pada orang-orang adalah baik asalkan nama
      panggilan tersebut adalah yang dikehendaki. Saya tidak pernah bertemu siapapun yang
      meminta saya untuk memanggil mereka “sport.” Nama panggilan umum tidak bermakna
      pribadi dan oleh karena itu tidak memiliki dampak positif. Malahan kemungkinan selalu
      memiliki efek negatif..
2.    Lakukan seperti yang saya katakan...: Mengharapkan pegawai untuk tidak mengikuti
      seperti yang anda contohkan. Pegawai anda selalu melihat. Mereka melihat apa yang
      anda lakukan dan apa yang tidak anda lakukan. Jangan membuat kesalahan dengan
      berfikir hal ini baik-baik saja untuk anda, tetapi tidak bagi mereka. Mereka bisa merespon
      dengan merengek jika anda beruntung. Atau, mereka bisa menjadi marah dan mencari
      cara-cara untuk memboikot apa yang akan anda kerjakan. Ingatlah, ketika hal ini menjadi
      sifat kepemimpinan anda, anda dapat selalu menunjukkan pada mereka hal yang lebih
      baik dari pada apa yang bisa anda katakan pada mereka.
3.    Teman baik saya: Menjadi seorang teman dan bukan seorang pemimpin. Kita semua ingin
      disukai. Seorang pemimpin, disukai orang lain adalah merupakan hal keduan setelah
      kebuuhan organisasi dan tim anda terpenuhi. Sama seperti orang tua yang harus
      melakukan hal-hal untuk kebaikan anak-anaknya (bahkan jika anak-anak merespon secara
      negatif), seorang pemimpin harus juga dipandu oleh prinsip-prinsip dan tidak dipengaruhi
      oleh dorongan emosional yang sering terjadi dalam pertemanan. Anda menempatkan
      harapan yang berbeda pada pemimpin dan teman. Ketika peranan digabungkan, harapan-
      harapan menjadi membingungkan. Kebingungan seringkali menyebabkan kesulitan.
4.    Persimpangan Asumsi: tidak usah dicek, anggaplah semua hal berjalan dengan baik,
      saya tidak menggunakan hal ini sebagai akronim, tetapi ketika anda berasumsi, anda
      meletakkan keberhasilan anda di tangan orang lain. Lebih penting hasil, sedikit jumlah
      asumsi disana yang menjadi bagian anda. Anda tidak memiliki waktu untuk mengecek
      segala sesuatu secara konstan. Namun, anda tetap tidak dapat berusaha untuk
      mengasumsikan tugas-tugas penting yang berjalan baik-baik saja. Lakukan follow up –
      bahkan dengan pekerja yang paling anda percayai. Hal ini akan menawarkan kesempatan
      untuk menoreksi kesalahan apapun, atau para pekerja anda akan memiliki kesempatan
      besar untuk menunjukkan pada anda kerja hebat mereka.

52
                                                                       Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




5.   Belum: Menurunkan tugas-tugas kecil bukan pada kategori “belum”. Kita semua harus
     memprriritaskan tugas-tugas kita untuk mengatur waktu kitasecara efektif. Namun, kami
     juga perlu mengakui kapan kita tidak melakukan sesuatu. Merespon dengan “belum”
     ketika ditanya jika kita menyelesaikan sebuah tugas adalah sebuah jebakan banyak
     pemimpin yang jatuh. Terlalu banyak “belum-belum” pada orang yang sama dan anda
     mulai melihat ketidakandalan. Pasti anda menyelesaikan proyek-proyek besar – tetapi
     jika orang itu terus memperdengarkan kata “belum” mereka akan berfikir anda junjot,
     atau mereka tidak menghormati anda. Tenang sja, katakan saja “tidak” pada hal-hal
     kecil yang anda tidak akan pernah bisa menyelesaikannya.
6.   Peak-a-Boo: Pikirkan masalah-masalah akan berlalu jika dibiarkan saja. Anda bisa
     beruntung sesekali. Sebuah masalah pekerja berhenti sebelum anda mengatakan pada
     mereka tentang performa mereka. Atau, seorang manajer baru memutuskan untuk turun
     dari posisinya karena mereka menyadari posisinya tidak sesuai. Hal ini adalah semacam
     pertolongan ketika hal-hal ini terjadi begitu saja untuk kebaikan kita. Celakanya, nasib
     yang menguntungkan tidak datang begitu sering dan andamerusak kredibilitas anda
     dengan tim anda dengan tidak melakukan hal dengan benar. Anggaplah diri anda gajah
     pink tidak nerada dalam ruangan membuat analogi hebat, tetapi hal ini tidak membantu
     memotivasi tim. Peak-a-Boo - EVERYONE SEES YOU!
7.   WAH WAH WAH: Mengeluh pada pekerja. Organisasi anda tidak mendapat keuntungan
     dari mendengarkan keluhan anda. Jika anda marah tentang sesuatu, hidup dengan hal
     itu atau menghadapi hal itu – tetapi jangan pernah menangis pada pekerja anda tentang
     hal itu. Dua hal buruk dapat terjadi. Satu, mereka mengungkit kekuatan emosional ekstra
     ini untuk keuntungan anda. Dua, mereka menjadi letih dengan organisasi, kepemimpinan,
     atau pekerja lain. Jika anda begitu berlimpah dengan sesuatu, katakan pada supervisor
     anda, seorang pemimpin dari level yang sama, sewa seorang pelatih, atau dapatkan
     pekerjaan baru!




                                                                                                53
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                        MODUL 2: Topik 3
HANDOUT 7

Pemimpin dan Kepemimpinan yang
          berkualitas
Sifat – sifat seorang pemimpin yang baik.
1.    Memori Yang Baik, Memungkinkan mereka mengingat nama-nama orang, dan
      beberapa fakta/keterangan penting yang berkaitan dengan banyak masalah.
2.    Menganggap penting orang lain., Mereka yang anda beri tanggungjawab memimpin
      akan mengetahui seketika jika anda sungguh-sungguh tertarik dengan mereka dan
      terutama sekali dalam pengembangan mereka. Tunjukkan hal ini sehingga akan tercipta
      ikatan personal yang penting untuk keberhasilan tim anda. Seorang pemimpin hanya
      dapat berhasil dengan memastikan keberhasilan dari setiap individu dalam tim.
3.    Integritas. Jika tim meragukan integritas pemimpin-nya, maka akan menyebabkan
      kegagalan pada tim, kalau pemimpin memberikan tekanan.pada tim tersebut. Jika
      seseorang gagal memegang keyakinannya , dia akan membiarkan anggota tim jatuh,
      karena tekanan tersebut. Ketika tim meragukan pemimpin,maka keraguan itu sangat
      membatasi kesempatan mereka untuk meraih keberhasilan secara gemilang..
4.    Kemampuan Untuk Berkomunikasi Secara Efektif         Seorang pemimpin yang
      baik harus mampu berbicara – dan menulis – dengan sederhana, jelas dan persuasif.
      Mereka harus juga mendengarkan dan mencerna informasi secara intense, melakukan
      komunikasi dua arah.
5.    Ketegasan, Ada saatnya ketika sebuah keputusan harus dibuat dan resiko harus diambil,
      meskipun fakta-fakta mungkin tidak lengkap. Seorang pemimpin harus mengakui ketika
      analisis lebih lanjut tidak menguntungkan tetapi perlu tindakan. Hal ini membantu jika
      biaya merubah keputusan diketahui, dengan biaya rendah, resiko rendah.
6.    Kemampuan Untuk Bersantai              Jika suasana kerja tim mengalami ketegangan dan
      dibawah tekanan, maka akan muncul gangguan dan kinerja pun mmengalami kegagalan.
      Hal ini dapat diatasi dengan memberikan waktu istirahat (break) atau kesempatan ringan
      untuk tertawa. Istirahat seharusnya singkat dan diberikan pada momen-momen tertentu.
      Istirahat juga diberikan pada saat-saat tertentu.
7.    Antusiasme, Keyakinan di dalam (hati)– kepercayaan pada tim dan tujuan-tujuan sebelum
      itu – memunculkan antusiasme. Hal ini dapat dilihat pada semua anggota tim. Antusiasme
      memberikan “motive power” yang mereka gunakan untuk menghadapi pekerjaan mereka
      dengan sungguh-sungguh dan penuh harapan.




54
                                                                    Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




I    TOPIK 4:       Pentingnya Kewirausahaan dan
                    Pekerja Mandiri

II   WAKTU YANG DISARANKAN:
     • 6 jam


III TUJUAN:
     • Agar peserta dapat menerapkan pendekatan yang rasional dalam pembuatan
       keputusan baik keputusan pribadi ataupun keputusan bisnis.

IV DASAR PEMIKIRAN
     • Meskipun pegawai dapat dimintai pendapat dalam mengambil keputusan besar,
       keputusan akhir tetap dibuat oleh pemilik perusahaan. Ada pedoman yang
       disarankan dalam membuat keputusan, yang dapat menambah kemungkinan
       berhasil. Pembuatan keputusan adalah suatu seni dan semakin sering anda
       melakukannya, makan Anda akan semakin ahli.


V. KEGIATAN
     1. Dalam setiap aspek kehidupan, khususnya sebagai pemilik bisnis kecil, Anda
        dihadapkan dengan pengambilan keputusan setiap hari. Beberapa diantaranya
        bersifat rutinitas dan menggunakan sedikit pertimbangan. Yang lainnya terkadang
        bersifat kritis dan mengharuskan Anda untuk bertanya dan berpikir secara hati-hati
        sebelum memutuskan. Beberapa contoh masalah yang dihadapi oleh setiap remaja
        dalam kesehariannya dimana mereka harus membuat keputusan, antara lain: Mau
        nonton film dengan siapa? Apa yang akan dilakukan pada hari Minggu?
        Baju mana yang mau dikenakan untuk pergi ke sekolah? Kapan mau
        mengerjakan Pekerjaan Rumah? Mau melanjutkan kemana saya setelah
        selesai sekolah menengah?
     2. Sebagai pemilik usaha kecil, Anda akan terus dihadapkan dengan pembuatan
        keputusan. Anda harus membuat keputusan misalnya: barang apa saja yang harus
        saya tambahkan dalam inventarisasi saya? Apakah saya akan menawarkan
        pembelian secara kredit kepada pelanggan saya? Bagaimana bentuknya?
        Bagaimana saya mencegah pelanggan yang melakukan pencurian? Apa nama
        toko saya?
     3. Minta peserta untuk membaca HANDOUT 1 sebagai informasi latar belakang
        tentang pembuatan keputusan. Gunakan TRANSPARANSI 1 untuk membahas
        ketujuh langkah dalam proses pembuatan keputusan. Bagikan LEMBAR KERJA 1
        dan bacalah masalah dalam lembar kerja tersebut di depan kelas. Bagilah kelas
        menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari tiga atau empat orang. Berikan
        waktu 20 menit kepada kelompok peserta untuk membahas lembar kerja 1,
        dengan mengidentifikasi sedikitnya 3 pilihan solusi. Minta peserta memberikan
        kemungkinan kelebihan, kekurangan dan konsekuensi dari masing-masing pilihan
        solusi.



                                                                                             55
Mengetahui Tentang Bisnis




           Tampilkan bagan pembuatan keputusan menggunakan papan tulis atau
           transparansi. Minta agar setiap kelompok menulis pilihan solusi terbaik pada
           bagan, bersama dengan kemungkinan kelebihan, kekurangan dan
           konsekuensinya.
           Minta agar peserta membahas pilihan solusi, kemudian ambil suara tentang
           kemungkinan solusi terbaik yang akan dilaksanakan. Setelah peserta memilih dan
           memutuskan solusi terbaiknya, pertanyaan berikut dapat ditanyakan.
           1. Mengapa solusi ini yang paling logis?
           2. Akibat apa yang mungkin timbul dari keputusan yang saya ambil?
           Prosedur analisa alternatif solusi secara rinci dibahas pada LEMBAR KERJA 2.
           Minta agar peserta menggunakan LEMBAR KERJA 2 untuk mengkaji ulang solusi
           terbaik yang telah dipilih dalam LEMBAR KERJA 1.
           Bahaslah penggunaan dua formulir itu sebagai alat pembuatan keputusan.
           Formulir tersebut mempermudah untuk berfokus pada masalah pribadi selain
           masalah bisnis dan solusi potensial.
          Pertanyaan berikut dapat mendorong diskusi:
          - Menurut anda bagaimana formulir ini mempermudah pembuatan keputusan?
          - Apakah anda merasa bahwa penggunaan formulir untuk membuat keputusan
             akan memberi kepercayaan diri lebih besar dalam kemampuan membuat
             keputusan?
       4. Minta agar peserta membaca HANDOUT 2. Tulislah soal berikut di papan tulis:
          - Bagaimana caranya agar kelas dapat menghasilkan uang guna membeli buku
             bagi perpustakaan sekolah?
          - Minta peserta untuk melakukan brainstorming selama 30 menit tentang
             kemungkinan cara-cara mencari dana guna membeli buku perpustakaan. Pada
             akhir sesi brainstorming, identifikasi 3 kegiatan terbaik untuk mencari dana
             bagi buku perpustakaan.
           Diskusikan aspek positif dan negatif dari pembuatan keputusan kelompok. Soroti
           aspek-aspek berikut:
           a) Aspek positif dari pembuatan keputusan oleh kelompok:
           - jumlah total dari pengetahuan kelompok adalah lebih besar.
           - kelompok pada umumnya mengembangkan kisaran alternatif yang lebih luas.
           - partisipasi oleh anggota kelompok menyebabkan keputusan itu lebih dapat
              diterima oleh seluruh kelompok.
           - anggota kelompok lebih mengerti mengapa suatu keputusan dibuat.
           b) Aspek negatif dari pembuatan keputusan oleh kelompok: memerlukan lebih
              banyak waktu.
           - Seorang individu dapat mendominasi dan/atau mengendalikan kelompok itu.
              Tekanan untuk menyesuaikan diri dapat membatasi anggota kelompok.
              Persaingan dapat berlebihan diantara anggota kelompok.
           - Kelompok mempunyai kecenderungan untuk menerima kemungkinan pertama
              alternatif yang positif.
           - Keputusan itu seringkali merupakan kompromi yang mungkin kurang
              memuaskan.
       5. Pembuatan keputusan adalah proses langkah demi langkah yang teratur. Namun,
          banyak orang mencoba membuat keputusannya secara coba- coba. Langkah


56
                                                        Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




pertama dalam belajar membuat keputusan adalah untuk menentukan
ketrampilan mana yang perlu diperbaiki. Kegiatan berikut didesain untuk
membantu peserta mendapat gambaran yang realistis mengenai ketrampilan
pembuatan keputusan mereka sendiri, agar dapat memperbaiki bidang-bidang
dimana mereka lemah.
Bagikan LEMBAR KERJA 3. Tinjau kembali petunjuknya dengan para Peserta dan
berilah mereka sekitar 5 menit untuk menyelesaikan lembar kerja.
Gunakan TRANSPARANSI 2 untuk meninjau jawabnya dengan peserta. Bahaslah
mengapa masing-masing jawaban adalah benar atau salah. Untuk jawaban yang
salah, minta peserta untuk mengganti pernyataannya sehingga menjadi benar.




                                                                                 57
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                         MODUL 2: Topik 4
HANDOUT 1

                 Tinjauan Atas Pembuatan
                        Keputusan
Untuk menjadi pengusaha, seseorang harus kreatif, terutama dalam pembuatan keputusan.
Para pengusaha harus memiliki kepercayaan besar pada diri sendiri dan pada kemampuan
mereka untuk membuat keputusan yang baik. Kemampuan pembuatan keputusan adalah
kemampuan utama yang membedakan seorang pengusaha. Pengusaha membuat semua
keputusan utama yang berdampak besar pada masa depan organisasinya. Kemampuan
membuat keputusan secara intuisi, yang merupakan jiwa kewirausahaan yang sangat berharga,
datang dari pengalaman dan pernah mengalami harus mengambil keputusan dalam situasi
yang kompleks.
Para pengusaha harus lebih kreatif daripada manajer yang konvensional dalam pendekatan
mereka untuk membuat keputusan. Mereka harus melihat masalah dari berbagai sudut
pandang dan mencari cara yang inovatif untuk memecahkannya. Dalam situasi tertentu mereka
harus menggunakan pengertiannya untuk membayangkan hasil yang mungkin didapat dan
akibat dari pilihan solusi.
Karena sebagian besar keputusan kewirausahaan adalah subyektif, keputusan itu tidak bebas
sama sekali dari keterlibatan emosi. Untuk melihat lebih jauh lagi daripada aspek emosi sebuah
keputusan, seorang pengusaha harus mengenali keuntungan dan kerugian dari sebuah
kemungkinan solusi: hal ini akan membantu seorang pengusaha untuk melihat hasil dari
keputusan tertentu secara lebih obyektif.
“Metode ilmiah” dari pembuatan keputusan menunjukkan bahwa terdapat prosedur tertentu
yang harus diikuti untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan. Proses ini pada
umumnya terdiri atas langkah-langkah berikut:
1.    mengidentifikasi masalah pokok
2.    menentukan sebab pokok dari masalah
3.    menentukan pilihan solusi bagi setiap masalah
4.    mengevaluasi kemungkinan solusi
5.    memilih solusi terbaik
6.    melaksanakan solusi itu
7.    memeeriksa ulang bahwa solusi itu benar

Meskipun pendekatan rasional ini bersifat logis dan masuk akal, “metode ilmiah” ini tidak
selalu membuat solusi masalah itu berhasil. Kepemimpinan dan kekuasaan pengusaha juga
diperlukan untuk melaksanakan sebuah solusi dengan baik. Ketegasan dan antusiasme dalam
tingkatan tertentu perlu dalam melaksanakan keputusan. Pengusaha perlu bersikap positif
mengenai hasil solusi di masa datang. Mereka tidak membuang waktu untuk menebak-nebak
sebuah keputusan. Sekali melaksanakan keputusan, semua keraguan dan ketidakpastian
ditinggalkan jauh-jauh.



58
                                                                      Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




Para pengusaha harus tegas dalam tindakan mereka. Organisasi harus mempunyai tujuan
yang tegas dan sasaran pencapaian yang diidentifikasi dengan jelas. Kebanyakan pengusaha
tidak begitu takut membuat keputusan karena mereka tidak terlalu takut akan gagal. Mereka
menetapkan standar mereka sendiri untuk keberhasilan.
Pemilihan waktu sangat penting dalam pembuatan keputusan, terutama bila suatu bisnis
sedang tumbuh. Dalam beberapa hal, keputusan harus dibuat dengan cepat dan langsung
dilaksanakan. Beberapa keputusan pengusaha dibuat tanpa mengetahui kondisi yang akan
datang, perkembangan atau kondisi yang berubah. Monitoring yang efektif dari pelaksanaan
keputusan akan mengungkapkan adanya kelemahan dalam keputusan itu dan memberi
informasi untuk ditindak lanjuti oleh pengusaha.
Keputusan kritis tidak mudah diambil, namun mungkin akan sering diperlukan. Satu hal yang
lebih buruk daripada membuat keputusan yang salah ialah apabila pengusaha sama sekali
menghindari membuat keputusan apapun. Ingat, membuat keputusan adalah suatu seni;
semakin banyak dilatih, semakin ahli orang tersebut.
Setelah suatu masalah didefinisikan, dan semua informasi relevan dan data telah dikumpulkan,
pengusaha harus mengidentifikasi kemungkinan solusi dari masalah. Mereka dapat memulai
dengan sesi brainstorming dimana sekelompok pegawai berinteraksi dan menyusun daftar
kemungkinan pilihan solusi. Meskipun masalah yang sangat rumit tidak mempunyai “solusi
yang tepat”; terserah pada pengusaha untuk menentukan kemungkinan solusi terbaik.
LEMBAR KERJA I, menunjukkan satu cara untuk mengevaluasi pilihan solusi bagi situasi
bermasalah. Kelebihan pokok dalam penggunaan bagan itu adalah bahwa seseorang dapat
membandingkan berbagai kemungkinan kelebihan, kekurangan dan akibatnya. Membuat
daftar kemungkinan kelebihan akan menunjukkan bagaimana masing-masing kemungkinan
solusi akan bermanfaat. Kemungkinan kekurangan akan menggambarkan bagaimana solusi
potensial tidak menguntungkan. Kelebihan atau kekurangan mungkin sama untuk dua solusi
alternatif atau lebih.
Kemungkinan akibat harus diidentifikasi dalam kolom terakhir dan merupakan hasil analisa
kemungkinan kelebihan dan kekurangan dan harus sama dengan hasil kemungkinan dari
pelaksanaan solusi tertentu. Penggunaan bagan akan membantu pengusaha untuk
menganalisa masalah-masalah utama yang berdampak besar pada bisnisnya.




                                                                                               59
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                         MODUL 2: Topik 4
TRANSPARANSI 1

                Langkah-Langkah Pembuatan
                        Keputusan


                    1. Identifikasi masalah pokok
                    2. Tentukan sebab pokok dari masalah itu
                    3. Tentukan kemungkinan solusi
                    4. Evaluasi kemungkinan solusi
                    5. Pilih solusi terbaik
                    6. Implementasikan solusi
                    7. Periksa ulang bahwa solusi itu benar




60
                                                                    Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                      MODUL 2: Topik 4
LEMBAR KERJA 1

                         Bagan Pembuatan Keputusan


MASALAH
Misalkan anda pemilik usaha dalam bisnis kecil yang mempekerjakan 4 orang. (2 secara penuh
waktu dan 2 paruh waktu). Semua pegawai anda dapat diandalkan kecuali 1 pegawai yang
bekerja penuh waktu yang sering datang terlambat dan sering meminta ijin. Situasi ini
menimbulkan masalah moril diantara pegawai lainnya.

PETUNJUK
Isi bagan dibawah ini dengan 3 alternatif solusi bersama dengan kelebihan, kekurangan, dan
akibat potensial dari masing-masing solusi.


      Solusi-solusi          Kelebihan          Kekurangan              Hasil-hasil
       Alternatif            Potensial           Potensial            Potensial dari
                                                                          Solusi




                                                                                             61
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                         MODUL 2: Topik 4
LEMBAR KERJA 2

                               Formulir Evaluasi Solusi



Petunjuk:
       • Tuliskan gambaran singkat masalah yang dihadapi pada bagian atas formulir
       • Tuliskan gambaran singkat dari kemungkinan solusi
       • Pada kolom “faktor yang mendukung solusi’; buat daftar dari faktor penting yang
         membantu pelaksanaan solusi yang diusulkan.
       • Dalam kolom”faktor yang menentang solusi” sebutkan faktor yang penting untuk
         tidak menjalankan solusi yang diusulkan
       • Beri nilai untuk masing-masing faktor menurut pentingnya faktor itu bagi anda.
         Gunakan pemeringkatan numerik 1,2,3,4, dan 5. Peringkat rendah 1
         menunjukkan bahwa faktor itu hanya sedikit mempengaruhi masalah itu;
         peringkat tinggi 5 menunjukkan bahwa faktornya sangat penting dalam
         pembuatan keputusan anda.
       • Masing-masing faktor dalam kolom “faktor yang mendukung solusi” dan masing-
         masing faktor dalam kolom “faktor yang menentang solusi” harus mendapat
         peringkat angka.
       • Jumlahkan peringkat di kedua kolom “peringkat” : kolom dengan jumlah yang
         lebih tinggi akan memberi petunjuk dari kemungkinan solusi khusus. Jika ada
         perbedaan besar antara kedua jumlah (yang mengunggulkan “faktor yang
         mendukung solusi”), anda mungkin akan merasa lebih aman untuk melaksanakan
         solusi ini. Jika perbedaannya kecil antara jumlah kedua kolom, ini mungkin
         merupakan indikasi bahwa anda perlu mendapat lebih banyak informasi tentang
         masalah yang dihadapi.
       • Gunakan formulir evaluasi solusi untuk kedua solusi tertinggi yang diidentifikasi
         dalam bagan pembuatan keputusan. Membandingkan kedua hasilnya akan
         membantu untuk mempermudah keputusan anda.




62
                                                         Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




GAMBARAN MASALAH
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________


KEMUNGKINAN SOLUSI
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________



Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemungkinan Solusi


      Peringkat         Faktor            Faktor              Peringkat
        (1-5)         Mendukung         Menentang               (1-5)
                        Solusi            Solusi




                                                                                  63
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                         MODUL 2: Topik 4
HANDOUT 2

            Memikirkan Bersama
      (brainstorming) dan Pembuatan
                 keputusan
Ada ungkapan kuno yang mengatakan bahwa “dua kepala lebih baik daripada satu”. Hal ini
mungkin benar dalam banyak situasi pembuatan keputusan. Ada banyak manfaatnya untuk
melibatkan anggota kelompok kerja dalam proses pembuatan keputusan. Dengan beberapa
orang yang berpartisipasi, tentu lebih banyak sumber yang dapat diharapkan. Ini biasanya
menghasilkan alternatif yang lebih banyak dan lebih baik. Manfaat kedua ialah komitmen
pada keputusan itu oleh anggota kelompok. Orang lebih bersedia menerima keputusan dimana
mereka berpartisipasi dalam perumusannya daripada apabila keputusan dipaksakan
kepadanya. Seseorang yang ikut serta dalam mencapai sebuah keputusan biasanya mempunyai
komitmen untuk keberhasilan keputusan tersebut. Nilai dari pendekatan ini tidak terbatas
pada keputusan akhir. Pemahaman yang lebih lengkap dari alternatif yang dipertimbangkan
dan bagaimana masing-masing cara dievaluasi dapat membantu kelompok untuk menerima
perubahan. Ini terutama benar jika mereka yang harus melaksanakan perubahan adalah mereka
yang ikut serta membuat keputusan itu.

Ada kekurangan yang mungkin muncul dalam brainstorming sehingga lebih baik untuk
membuat keputusan sendiri pada beberapa situasi. Karena keputusan kelompok hampir selalu
memerlukan lebih banyak waktu, keputusan individual umumnya terbaik untuk dilakukan
bila terdapat keterbatasan waktu yang kritis. Masalah yang muncul lainnya ialah kecenderungan
bagi seseorang untuk mendominasi dan mengontrol kelompok. Tekanan alami untuk
menyesuaikan diri dengan orang lain dapat pula membatasi anggota--anggota tertentu dari
suatu kelompok. Persaingan dapat berkembang sedemikian rupa hingga kemenangan lebih
penting daripada isu itu sendiri. Kelompok-kelompok cenderung menerima solusi pertama
yang potensial positif dan kurang memperhatikan alternatif lain. Ringkasnya, keputusan
kelompok umumnya lebih diinginkan dalam hal menghindari kesalahan lebih penting daripada
kecepatan.

Prosedur
Brainstorming merupakan bentuk dari pembuatan keputusan kelompok yang meliputi
penyampaian masalah dan kemudian membiarkan kelompok mengembangkan ide untuk
mencapai solusinya. Untuk mendorong munculnya ide-ide bebas, pada awalnya tidak
diperbolehkan kritik terhadap solusi yang disarankan. Hanya setelah semua ide telah
disampaikan dan dicatat, baru kelompok mengevaluasi ide-ide tersebut. Pendekatan dasar
ialah agar semua peserta menyuarakan ide yang muncul di benaknya. Ide-ide tersebut mungkin
tampak tidak praktis, tetapi dapat menghasilkan solusi kreatif. Secara ideal sebuah sesi



64
                                                                  Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




berlangsung 30 hingga 45 menit. Masalah yang akan dipertimbangkan tidak boleh dibahas
sebelum sesi itu dilangsungkan. Ruangan yang kecil dan meja rapat dapat digunakan untuk
mendorong aliran komunikasi yang bebas.

Brainstrorming sebaiknya diterapkan untuk masalah yang memerlukan ide kreatif seperti :
menanamkan sebuah produk atau layanan baru, memikirkan penggunaan baru untuk produk
atau mengidentifikasi cara-cara untuk mengurangi waktu yang terbuang




                                                                                           65
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                            MODUL 2: Topik 4
LEMBAR KERJA 3

          Menilai Ketrampilan Anda Dalam Pembuatan Keputusan

         Ini merupakan tes untuk membantu menilai ketrampilan anda dalam pemecahan
         persoalan. Anda tidak akan diberi nilai. Lingkari b (benar) atau s (salah) untuk
         masing-masing pernyataan berikut.

     B        S        1.    Kemampuan untuk membuat keputusan secara efektif adalah
                             sesuatu yang sudah ada sejak lahir; anda memilikinya atau
                             tidak memilikinya.
     B        S        2.    Setiap keputusan mempunyai satu solusi yang baik.
     B        S        3.    Bila membuat keputusan, saya menggunakan ide pertama
                             saya.
     B        S        4.    Pendekatan terbaik untuk membuat keputusan adalah
                             membuatnya dalam bentuk pertanyaan
     B        S        5.    Satu hal yang dapat membuat keputusan lebih sulit adalah
                             tidak mengerti permasalahannya.
     B        S        6.    Biasanya merupakan ide yang baik untuk mencoba membuat
                             keputusan secepat mungkin.
     B        S        7.    Pembuatan keputusan banyak melibatkan coba-coba.
     B        S        8.    Bila membuat keputusan, saya mencoba memikirkan semua
                             alternatif yang mungkin sebelum memilih salah satu.
     B        S        9.    Setelah anda memilih sebuah alternatif sebagai solusi, anda
                             telah selesai membuat keputusan.
     B        S        10.   Bila saya memiliki masalah yang sulit dipecahkan, saya
                             biasanya mencari ide dari orang lain sebelum membuat
                             keputusan.
     B        S        11.   Bila menghadapi masalah, saya mencoba mencari sebanyak
                             mungkin informasi tentang masalah tersebut sebelum
                             membuat Keputusan.
     B        S        12.   Jika seseorang berhenti memikirkan keputusan untuk sesaat,
                             Pikirannya akan terus berjalan dengan sendirinya mengenai
                             keputusan yang akan dibuat.
     B        S        13.   Bila saya membuat keputusan, seringkali hasil solusi yang
                             saya pilih akan mengejutkan saya.
     B        S        14.   Bila membuat keputusan, saya mencoba memikirkan apa
                             akibat dari tindakan saya.



66
                                                                        Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                          MODUL 2: Topik 4
TRANSPARANSI 2

     Menilai Ketrampilan dalam Pembuatan
                  Keputusan

1.   SALAH. Orang dapat mengembangkan kemampuannya untuk membuat keputusan yang
     efektif melalui belajar dan berlatih. Anggap ketrampilan membuat keputusan menyerupai
     seperti menumbuhkan otot. Semakin banyak anda menggunakannya, semakin kuat otot
     itu.
2.   SALAH. Beberapa keputusan mempunyai banyak solusi yang bagus. Beberapa keputusan
     tidak mempunyai solusi sama sekali. Sayangnya, kadang-kadang kita harus memilih antara
     beberapa solusi yang “buruk”.
3.   SALAH. Bila membuat keputusan, pendekatan terbaik adalah untuk memikirkan sebanyak
     mungkin solusi sebejum memilih salah. Semakin banyak ide yang anda pikirkan, semakin
     mungkin anda memikirkan solusi yang baik.
4.   BENAR. Dengan menempatkan keputusan dalam bentuk pertanyaan, anda memperjelas
     permasalahannya dan pertanyaan itu memberi batu loncatan untuk memikirkan solusi
     yang sebaik mungkin.
5.   BENAR. Tidak memahami permasalahan seringkali menjadi hambatan terbesar untuk
     menentukan solusinya. Misalnya, anggap anda batuk berat. Masalah sebenarnya adalah
     bahwa mungkin anda sakit pneumonia. Dalam pekerjaan, misalkan supervisor anda selalu
     mengkritik anda. Mungkin masalah sebenarnya ialah bahwa anda tidak mengikuti
     petunjuk. Apakah contoh lainnya dimana suatu masalah mungkin tersembunyi atau tidak
     jelas?
6.   SALAH. Apabila mungkin, gunakan waktu sebanyak mungkin untuk menghasilkan
     keputusan. Anda dapat membuat lebih banyak persoalan bagi diri anda dengan mencari
     solusi secara terburu-buru sebelum memikirkan solusinya secara cermat.
7.   SALAH pembuatan keputusan yang langkah-demi-langkah membantu untuk
     menghindari kesalahan bilamana mungkin. Dengan menimbang banyak alternatif solusi
     dan memperkirakan hasilnya, anda dapat mencegah kesalahan dan menghindari cara
     pembuatan keputusan yang sifatnya coba-coba.
8.   BENAR. Dengan memikirkan sebanyak mungkin alternatif anda dapat menggabungkan
     dan memperbaiknya. Pendekatan ini akan membantu anda untuk mengidentifikai solusi
     yang terbaik mungkin.
9.   SALAH. Setelah memikirkan solusi, anda harus 1) melaksanakannya dan 2). mengevaluasi
     hasillnya. Suatu solusi tidak berguna jika tidak dilaksanakan! Tetapi inipun bukan langkah
     terakhir. Anda perlu mengevaluasi untuk mengetahui apakah keputusan itu berhasil. Jika
     keputusan anda tidak berhasil, anda perlu mencari sebabnya dan mencoba lagi.
10. BENAR. Orang lain mungkin mempunyai pengalaman yang dapat membantu anda untuk
    memecahkan masalah anda. Tentunya, anda harus membuat keputusan anda sendiri.
    Dengan meminta nasehat orang lain, anda dapat membuat keputusan yang lebih cerdas.


                                                                                                 67
Mengetahui Tentang Bisnis




11. BENAR. Mencari faktanya adalah salah satu langkah pertama untuk membuat keputuan.
    Kadang-kadang kita berpikir bahwa kita mengetahui lebih banyak tentang suatu masalah
    daripada yang sebenarnya kita ketahui. Yaitu, kita sering berasumsi. Jika kita salah
    berasumsi, kita akan membuat keputusan yang buruk.
12. BENAR. Pernahkah anda mendengar ungkapan “terbawa sampai tidur”? Sekalipun anda
    sedang melakukan hal lain atau bila anda sedang tidur, pikiran anda tetap memikirkan
    keputusan itu. Juga, meninggalkan keputusan untuk sejenak membantu anda untuk
    kembali dengan ide segar.    ‘
13. SALAH. Satu langkah dalam pembuatan keputusan adalah mencoba memikirkan akibat
    solusi anda. Pembuat keputusan yang baik akan memperkirakan semua kemungkinan
    akibat dari solusi jauh sebelum menjalankannya.
14. BENAR. Cara yang penting untuk menghindari kesalahan ialah untuk berpikir “jika saya
    lakukan ini, maka ini akan terjadi:” anggaplah ini merupakan suatu permainan catur.
    Setiap langkah adalah latihan kecil dalam memecahkan masalah. Bila memutuskan suatu
    langkah, anda perlu mempertimbangkan apa yang akan dilakukan oleh orang lain sebagai
    akibat langkah anda. Bila membuat keputusan, anda perlu menimbang dampak dari
    tindakan anda terhadap pegawai selain terhadap bisnis anda.




68
                                                                   Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




I    TOPIK 5:      Mengambil Risiko
II   WAKTU YANG DISARANKAN:
     • 5 jam

III TUJUAN:
     • Agar peserta dapat memperagakan ketrampilan yang diperlukan untuk mengkaji
       dan mengevaluasi risiko

IV DASAR PEMIKIRAN:
     • Meskipun pengambilan risiko adalah gaya perilaku, pengambilan risiko yang
       diperhitungkan adalah ketrampilan yang dapat diperbaiki. Pengusaha harus
       mengevaluasi kebutuhannya sebelum memutuskan untuk mengambil risiko.
       Pertanyaan yang perlu ditanya sebelum membuat keputusan yang menyangkut
       risiko adalah:
       - Apakah sasaran sebanding dengan risiko yang diambil?
       - Apakah hambatan yang terbesar dalam pencapaian sasaran?
     • Prosedur bertanya tersebut diatas penting bagi proses pengambilan risiko.
       Pertanyaan diatas hanya sedikit dari banyak pertanyaan yang harus diajukan
       sebelum memasuki sebuah situasi risiko. Mengambil risiko sebelum menjawab
       pertanyaan tersebut dapat menyebabkan kegagalan.
     • Dalam bisnis dan kehidupan, jelas tidak ada cara untuk menghindari pengambilan
       risiko. Pengusaha menjadi lebih yakin dan mempunyai pandangan positif terhadap
       pengambilan risiko karena mereka menerima risiko sebagai tantangan yang
       memerlukan upaya mereka yang terbaik untuk mencapai sasaran.

V    KEGIATAN:
     1. Resiko berbeda untuk setiap orang, tetapi secara umum berarti, ketakutan akan
        kegagalan, menjulurkan leher anda, mengambil kesempatan, tidak yakin akan diri
        Anda. Resiko tidak berarti resiko ketika Anda mempunyai kepercayaan pada
        kemmapuan Anda untuk melakukan sesuatu, dan pengalaman membangun
        kepercayan diri. Buatlah daftar beberapa situasi ketika Anda melihatnya sebagai
        resiko tetapi Anda tidak lagi melihatnya sebagi resiko. Jelaskan mengapa setiap
        situasi bukan lagi resiko dan bersiaplah untuk membahasnya di kelas. Berikut ini
        adalah kemungkinan contoh-contohnya:
        - Masuk hari pertama sekolah
        - Mencoba menjadi anggota sebuah klub olahraga
        - Melamar pekerjaan pertama kali
        - Berbicara di depan kelas atau dalam kelompok
        - Belajar naik sepeda/sepeda motor untuk pertama kali
     2. Permainan melempar cincin dapat digunakan untuk menyoroti berbagai faktor
        dalam pengambilan risiko. Jangan memberitahu peserta apa tujuan dari
        permainan ini.




                                                                                            69
Mengetahui Tentang Bisnis




Prosedur.
•    Anda membutuhkan dua patok tegak yang ditancapkan di tanah dan 10 gelang terbuat
     dari tali berat dan pita perekat. ATAU sebagai gantinya anda bisa menggunakan 2
     keranjang (berukuran sama)
•    Minta masing-masing peserta untuk mengambil secarik kertas kemudian dilipat sedemikian
     rupa sehingga berbentuk seperti bola.
•    Tempatkan target (patok atau keranjang) berjarak 2 meter ( 5 keramik lantai ) di dalam
     ruang kelas.
•    Tandai interval 1 kaki ( satu keramik lantau ) dengan kapur (terdapat 12 interval). Masing
     interval akan bernomor ( 1 sampai 12).
•    Mintalah dua peserta (dekat patok) bertindak sebagai pencatat dan tandai jarak dari patok
     atau keranjang dan jumlah lemparan yang masuk patok atau kertas yang masuk keranjang.
•    Mintalah dua peserta pada kelompok yang sama sekaligus dan melakukan masing-masing
     tiga lemparan.
•    Masing-masing peserta diberikan tigakali kesempatan. Mereka dapat mengatur jarak untuk
     setiap lemparan.
•    Untuk mendapat nilai, pencatat menjumlahkan jarak dari patok atau keranjang untuk
     setiap lemparan yang berhasil. Jarak tiap lemparan yang berhasil dijumlahkan untuk
     mendapat nilai total.
•    pencatat dapat menulis pada papan tulis nilai total dari siswa dari yang tertinggi hingga
     terendah.
                            Arah Lempar




                                          1




                                                              1
                                          2




                                                              2
                                          12




                                                               12




Skema penempatan keranjang dan interval penomoran target di kelas
    1. Bagaimana mereka yang mempunyai nilai tertinggi memutuskan seberapa jauh
       harus berdiri dari patok atau keranjang? Berapa kali jarak ini diubah untuk kelima
       lemparan?
    2. Masalah apa yang dijumpai oleh mereka yang mendapat nilai terrendah?
       Perubahan apa yang dibuatnya dalam cara memainkan permainan?
    3. Pendekatan pengambilan risiko apa yang digunakan oleh peserta dengan
       kelompok nilai menengah?
    4. Jika permainan akan dimainkan lagi, perubahan apa akan dibuat oleh peserta
       untuk memperbaiki nilainya?
    5. Jika permainan akan dimainkan lagi dalam tim, bagaimana tim harus dipilih?
Bagian II dari Permainan:
     - Bagi kelas menjadi kelompok beranggotakan lima atau enam orang.
     - Jelaskan bahwa setelah menunggu tiga menit, masing-masing peserta dalam



70
                                                                       Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




         setiap kelompok akan diperbolehkan melempar tiga kali kemudian nilai setiap
         kelompok akan dijumlahkan.
     -   Perhatikan dengan cermat apa yang mereka lakukan dalam masa tiga menit ini
         (jangan beritahu apa yang harus dilakukan). Beberapa orang mungkin berlatih,
         yang lain mugkin hanya duduk mencermati.
     -   Tanyakan pada mereka tentang kegiatan ini pada saat diskusi.
     -   Beri setiap orang tiga kali kesempatan melempar kemudian jumlahkan nilai tiap
         kelompok.
Pertanyaan Diskusi:
     a. Sumber daya tambahan apa yang dipergunakan dalam bagian kegiatan ini?
        (seperti kisaran nilai sebelumnya, skor setiap orang sebelumnya, dan opini
        kelompok).
     b. Apa bedanya permainan kedua ini dari permainan pertama? (para pemain
        mempunyai lebih banyak sumber daya dan para pemain mungkin mengalami
        tekanan kelompok. Akibatnya, mungkin terdapat sedikit konflik antara tujuan
        pribadi dan tujuan kelompok).
     c. Permainan apa yang lebih realistis dalam situasi bisnis? (diskusi ini akan mengarah
        pada pertimbangan tekanan terhadap seorang pengusaha ketika menetapkan
        sasaran. Akan terdapat tekanan dari pelanggan, bawahan, kesadaran akan standar
        sebelumnya, perkiraan harga untuk kegagalan dan rasa kebanggaan jika berhasil).
     d. Identifikasi kecenderungan jumlah lemparan oleh setiap peserta, tanyakan
        mengapa peserta melakukan lemparan pada angka tertentu ?
     e. Seberapa besar faktor kelompok mempengaruhi pengambilan keputusan untuk
        memilih angka tertentu ?
     3. Tunjukkan TRANSPARANSI 1 dan tinjau kembali pertanyaan yang harus
        ditanyakan sebelum mengambil risiko. Prosedur bertanya ini penting bagi proses
        pengambilan risiko. Pertanyaan yang ada hanyalah contoh dari sekian banyak
        pertanyaan yang harus ditanyakan sebelum memasuki situasi risiko. Mengambil
        risiko sebelum menjawab pertanyaan tersebut dapat menghasilkan kegagalan.
     4. Mintalah agar peserta membaca HANDOUT 1 dan 2. Gunakan TRANSPARANSI 2
        untuk membahas masing-masing faktor untuk dipertimbangkan bila menghadapi
        situasi pengambilan risiko.
     5. Minta agar peserta membaca HANDOUT 1 sebagai latar belakang bagi topik
        mengenai pengambilan risiko. Tanyalah pada peserta mengenai pertanyaan
        berikut:
        a) Apakah perbedaan antara mengambil risiko dan berjudi?
        b) Bagaimana mengembangkan ketrampilan pengambilan risiko anda akan dapat
             membantu anda agar lebih mampu menangani situasi kehidupan?
        c) Risiko apa yang terlibat bila anda menghindari pengambilan keputusan?
        d) Apa imbalannya ketika Anda mengambil risiko?
         Untuk diskusi kelas, mintalah peserta memikirkan satu situasi dalam hidupnya
         yang melibatkan sejenis risiko. Minta peserta menulis 3 alinea yang menguraikan
         situasi risiko itu. Lalu minta peserta untuk menanggapi secara lisan atau tertulis
         pertanyaan berikut mengenai situasi risiko mereka.
         - Siapa dan sumber daya lain apa yang dapat membantu meminimalkan risiko
             untuk mencapai sasaran ini?
         - Ketakutan apa yang anda hadapi dalam mengambil risiko ini?



                                                                                                71
Mengetahui Tentang Bisnis




           -    Apakah anda melakukan yang terbaik untuk mencapai sasaran?
           -    Apa yang dicapai dengan mengambil risiko ini?
           -    Persiapan apa yang diperlukan sebelum anda mengambil risiko itu?
           -    Bagaimana anda mengetahui bahwa tujuan anda sudah dicapai?
           -    Apa hambatan terbesar dalam mencapai tujuan anda?
           -    Apa yang anda pelajari tentang sikap anda terhadap pengambilan risiko?
           -    Apa yang anda sukai tentang sikap pengambilan risiko anda?
           -    Apa yang ingin anda ubah tentang sikap pengambilan risiko anda?
           -    Apa yang anda anggap sebagai faktor yang terpenting bila mengambil risiko?
           -    Apakah tujuannya seimbang dengan risiko yang terlibat?
           -    Bagaimana risiko itu dapat diminimalkan?
           -    Informasi apa yang diperlukan sebelum mengambil risiko?
           Minta agar peserta membaca HANDOUT 3 dan 4 sebagai salah satu cara untuk
           meminimalkan resiko melalui penerapan etika bisnis di lingkungan usaha.




72
                                                                           Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                                                             MODUL 2: Topik 5
HANDOUT 1

          Pengambilan Risiko Dengan
                Perhitungan
Kebanyakan pengusaha mengambil risiko setelah diperhitungkan dan dalam skala sedang.
Pengusaha menghindari situasi dengan risiko rendah karena kurang tantangan, tetapi mereka
juga menghindari situasi berisiko tinggi karena mereka ingin berhasil. Mereka menetapkan
sasaran yang tinggi dan menikmati kegembiraan dari tantangan, namun mereka tidak berjudi.
Maka, situasi risiko rendah dan situasi risiko tinggi dihindari karena risiko ini tidak memuaskan
pengusaha. Pendek kata, pengusaha menyukai tantangan yang sulit namun dapat dicapai.


Mendefinisikan situasi berisiko
Situasi berisiko terjadi bila diperlukan pilihan antara dua alternatif atau lebih yang kemungkinan
hasilnya tidak diketahui dan harus dievaluasi secara subyektif. Situasi risiko meliputi
kemungkinan keberhasilan dan kerugian. Semakin besar kerugian atau kemungkinan
keuntungan, semakin besar risiko yang terlibat.
Pengambil risiko membuat keputusan dalam kondisi ketidakpastian, dan mereka menimbang
kemungkinan keberhasilan terhadap kemungkinan kerugian. Memilih alternatif yang
mengandung risiko tergantung pada:
a)   Seberapa menariknya alternatif itu,
b)   Sejauh mana pengambil risiko itu bersedia menerima kemungkinan kerugian,
c)   Kemungkinan relatif dari sukses dan kegagalan, dan
d)   Sampai tingkat mana upaya sendiri menambah kemungkinan sukses dan mengurangi
     kemungkinan gagal.
Sebagai contoh, anda mempunyai pekerjaan yang aman, dengan gaji baik, dengan
kemungkinan promosi setiap dua tahun. Anda mendapat kesempatan untuk membeli
perusahaan yang masa depannya tidak pasti, namun penghasilan pemiliknya lebih besar
50%.daripada penghasilan anda sekarang sebagai pegawai. Perusahaan itu dapat terus
berhasil atau mungkin gagal dalam satu atau dua tahun. Pilihan anda adalah antara tinggal
di posisi yang aman dengan hasil finansial dan karier yang sedang yang dapat diprediksi, atau
mengambil risiko dan mungkin memberikan imbalan dalam bentuk uang dan karier yang
sangat tinggi.

Kebanyakan orang tidak akan memikirkan mengambil risiko sedemikian rupa, tak perduli
kemungkinannya akan berhasil. Mereka akan lebih memilih tinggal di posisi yang aman. Orang
lain tidak sabar dan tidak puas dengan posisi mereka saat ini, dan mencari “poci emas ajaib”
untuk menjadikannya kaya. Orang ini cenderung terpengaruh oleh besarnya kemungkinan
atas imbalan yang ditawarkan. Mereka kurang menghiraukan probabilitas dalam mencapai
sukses, dan tidak banyak memikirkan besarnya upaya yang diperlukan di pihak mereka. Karena
tertarik pada harapan untuk pengembalian yang tinggi dengan sedikit usaha, mereka menjadi
penjudi.

                                                                                                    73
Mengetahui Tentang Bisnis




Mengkaji Situasi Risiko
Seorang pengusaha mengkaji sebuah situasi sangat berbeda dari kedua jenis orang diatas,
meskipun pengusaha mempunyai karakteristik tertentu yang sama dengan mereka. Perbedaan
yang penting adalah bahwa pengusaha akan secara sistematis dan cermat mengkaji
kemungkinan sukses perusahaan dan sejauh mana upaya mereka dapat mempengaruhi
kemungkinan ini. Mereka mempelajari situasi pasar, mempelajari keuntungan dalam bidang
bisnis, produk, mesin dan pemrosesan, keuangan, dan membuat perbandingan sebelum
membuat keputusan final. Mereka senang dapat mempengaruhi hasil akhir melalui upaya
mereka sendiri dan merasakan keberhasilan. Perencanaan dapat dianggap indikator dari
perilaku pengambilan risiko yang diperhitungkan dari pengusaha. Perencanaan mencegah
terhadap kesulitan yang akan timbul sehingga dapat diantisipasi. Jika pengusaha dapat
mempengaruhi apakah perusahaan itu berhasil atau tidak, mereka kemungkinan besar akan
membeli perusahaan tersebuut sebagaimana diusulkan dalam contoh diatas.

Pengusaha bersedia menerima tanggung jawab pribadi atas konsekuensi dari keputusannya,
tanpa mempedulikan apakah akibat ini menguntungkan atau tidak. Orang lain sulit menerima
tanggung jawab pribadi atas keputusan yang dapat mengarah ke kegagalan, dan mereka
sering menyalahkan peristiwa dalam kehidupannya pada nasib atau kekuatan diluar kendalinya,
seperti persaingan bisnis atau campur tangan pemerintah. Orang-orang tersebut menolak
situasi risiko karena mereka percaya bahwa mereka tidak dapat mempengaruhi hasilnya.

Kebanyakan ciri-ciri pengusaha saling berhubungan. Perilaku pengambilan risiko berhubungan
dengan:
•    Kreatifitas dan inovasi, dan merupakan bagian esensial dari mengubah ide menjadi
     kenyataan.
•    Kepercayaan diri: semakin banyak anda percaya pada kemampuan sendiri, semakin
     mampu anda mempengaruhi hasil keputusan anda dan semakin besar kesediaan untuk
     mengambil risiko.

Faktor lain adalah jiwa kewirausahaan mengenai ketidakpastian, dan dorongan dan semangat
untuk memastikan bahwa akibat tersebut akan berhasil.

Jenis-Jenis Pengambil Risiko
Jenis-jenis pengambil risiko tergantung untuk tingkat tertentu pada sejauh mana anda
terpengaruh oleh orang lain, pengalaman masa lalu, situasi kini dan harapan anda untuk
masa depan. Dalam sebuah bisnis, perlu adanya berbagai macam pengambil risiko.

Di tingkat pekerja, perlu orang-orang pengambil risiko rendah agar mereka dapat melakukan
hal-hal rutin dan membawa kestabilan organisasi.

Di tingkat manajemen menengah, terdapat ruang untuk pengambilan risiko. Manajer
menengah perlu mempunyai kebebasan untuk menjadi inovatif dan membuat sedikit
modifikasi dalam prosedur dan fungsi. Orang-orang ini dapat dianggap pengambil risiko,
namun dampak mereka pada keseluruhan organisasi harus minimal. Pengusaha pada puncak
struktur organisasi mempunyai kapasitas untuk merumuskan dan melaksanakan ide kreatif.
Agar berhasil dalam bisnis, pengusaha harus mengambil risiko untuk mengubah idenya
menjadi kenyataan.


74
                                                                        Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




Pengusaha adalah seseorang dengan berorientasi sasaran dan cukup percaya diri untuk
menerima risiko supaya membuat idenya berhasil. Namun, mereka juga cukup praktis untuk
menyadari keterbatasan mereka dan akan membatasi kegiatan mereka pada “apa yang
mungkin”.

Pengusaha yang sangat kreatif dan inovatif adalah pengambil risiko yang cukup tinggi, bersedia
menerima perubahan, mencoba berbagai alternatif dan mengembangkan inovasi untuk produk
dan jasa di bidang bisnis yang baru. Pengusaha yang sangat inovatif ini biasanya merupakan
pemimpin bisnis. Mereka mempunyai ide dan mampu mencari kombinasi tepat dari orang
dan sumber daya lain untuk melaksanakan ide mereka.

Wewenang Dan Tanggung Jawab
Pengusaha adalah pemimpin dalam arti bahwa mereka mengarahkan kegiatan orang lain
untuk mencapai sasaran organisasi. Membangun tim dan mencapai sasaran organisasi
merupakan tanggung jawab mereka. Sebagai pimpinan organisasi yang terdiri dari orang,
mereka harus bersedia untuk membagi wewenang dan tanggung jawab terhadap kegiatan
tertentu kepada pegawai mereka.

Membagi wewenang dan tanggung jawab kepada orang lain melibatkan risiko tertentu. Hal
ini dapat memberi dampak positif atau negatif, dan pengusaha harus dapat menerima hasilnya.
Agar mendapatkan manfaat maksimum, para pegawai harus memiliki derajat kekuasaan dan
kebebasan tertentu untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Para pengusaha
memerlukan bantuan orang lain; namun kemungkinannya mereka tidak mempunyai waktu
untuk memantau pekerjaannya dengan cermat.

Mengambil risiko adalah penting ketika membagi wewenang dan tanggung jawab kepada
pegawai dan membiarkan orang lain menerima kekuasaan adalah karakteristik dari pengusaha
yang berorientasi pertumbuhan. Semakin banyak tanggung jawab yang dapat dibagi dengan
berhasil, semakin banyak waktu bagi pengusaha untuk menangani kegiatan-kegiatan yang
mempunyai dampak terbesar pada keberhasilan organisasi di masa datang.

Melaksanakan Perubahan
Dalam kegiatan apapun, pengusaha harus pertama-tama menentukan apakah ini melibatkan
suatu risiko. Dalam situasi risiko, kekuasaan, posisi atau wewenang seorang pengusaha dapat
ditantang. Bila ada masalah dalam bisnis, para pengusaha harus dapat mengkaji situasi secara
realistis dan mencoba memecahkan masalahnya. Pengusaha harus mampu mengambil
tindakan korektif yang perlu. Bila situasi risiko muncul, keputusan apakah akan mengambil
risiko atau tidak menjadi sangat penting. Bila pengusaha memutuskan untuk mengambil risiko,
mereka harus mengikuti rencana yang pasti untuk mengawali tindakan.

Rencana alternatif dapat pula disusun apabila rencana pertama tidak berhasil. Alternatif ini
memungkinkan fleksibiltas apabila kondisi risiko berubah.
Setelah suatu rencana tindakan disusun, rencana ini harus dijalankan. Hanya bila rencana itu
dimulai maka pengusaha dapat mengetahui dan mengerti risiko yang terlibat. Pada mulanya,
hanya sedikit umpan balik yang diterima tentang keputusan itu. Kekurangan umpan balik ini
dapat menciptakan keraguan. Setelah tahap awal pelaksanaan keputusan, baru pengusaha


                                                                                                 75
Mengetahui Tentang Bisnis




berkomitmen penuh pada keputusannya sampai masalahnya diselesaikan. Setelah mereka
yakin bahwa jalur tindakan tertentu akan memecahkan persoalannya, tindakan khusus akan
membantu menentukan hasilnya. Mendorong keputusan tersebut dan mendapat dukungan
orang lain akan membantu berhasilnya keputusan itu.

Rangkuman
Kemampuan mengambil keputusan dari pengusaha dapat ditingkatkan oleh:
•    Kesediaan untuk menggunakan kemampuan mereka sepenuhnya untuk menggerakkan
     kemungkinan-kemungkinan ke arah keberhasilan;
•    Kapasitas mereka untuk mengkaji situasi risiko secara realistis dan kernampuan mereka
     untuk mengubah kemungkinan berhasil atau gagal;
•    Memandang situasi risiko dari segi sasaran yang ditetapkan, dan
•    Perencanaan komprehensif dan pelaksanaan yang baik.

Tindakan mengambil risiko adalah bagian penting dari menjadi seorang pengusaha. Pengusaha
biasanya menetapkan sasaran yang tinggi untuk diri mereka sendiri, kemudian menggunakan
segenap kemampuan dan bakatnya untuk mencapai sasarannya. Semakin tinggi sasarannya,
semakin besar risiko yang terkait. Inovasi dalam bisnis, yang menghasilkan barang dan jasa
yang berkualitas lebih tinggi, dihasilkan oleh tindakan pengusaha yang bersedia menerima
tantangan yang besar dan mengambil risiko yang diperhitungkan.




76
                                             Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                               MODUL 2: Topik 5
TRANSPARANSI 1

         Pertanyaan yang perlu
 dipertimbangkan Sebelum Mengambil
                 Risiko


   •   Apakah sasaran senilai dengan risiko yang ada?
   •   Bagaimana caranya agar risiko dapat
       diminimalkan?
   •   Informasi apa yang diperlukan sebelum
       mengambil risiko?
   •   Orang dan sumber daya lain apa yang dapat
       membantu untuk meminimalkan risiko?
   •   Ketakutan apa yang saya hadapi dalam
       mengambil risiko ini?
   •   Bersediakah saya untuk mencoba yang terbaik
       dalam mencapai sasaran ini?
   •   Apa yang akan dicapai dengan mengambii
       risiko ini?
   •   Persiapan apa yang perlu saya lakukan sebelum
       mengambil risiko tersebut?
   •   Bagaimana saya mengetahui (secara kuantitatif)
       bila saya telah mencapai sasaran saya?
   •   Apakah hambatan terbesar untuk mencapai
       sasaran saya?




                                                                      77
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                                          MODUL 2: Topik 5
HANDOUT 2

           Prosedur Untuk Menganalisa
                 Situasi Berisiko
Meskipun pengambilan risiko adalah suatu pendekatan perilaku, pengambilan risiko yang
diperhitungkan adalah ketrampilan yang dapat ditingkatkan. Berikut ini adalah prosedur yang
disarankan untuk menganalisa situasi risiko:

1.   Kajilah Risiko Tersebut
     Langkah pertama adalah untuk menetapkan apakah terdapat suatu risiko . Apakah
     terdapat kemungkinan kerugiannya dalam memilih satu alternatif tertentu? Misalnya,
     anda mungkin menghadapi kebutuhan untuk meningkatkan produksi guna memenuhi
     permintaan yang meningkat. Pilihan anda adalah:
      • tetap berada pada tingkat permintaan saat ini;
      • membeli lebih banyak peralatan untuk memenuhi permintaan itu;
      • menyewa lebih banyak peralatan untuk memenuhi permintaan; atau
      • mensubkontrakkan produksi kepada produsen yang lebih kecil.
     Jika usaha ini mempunyai aliran dana yang baik, persediaan dana yang kuat atau fasilitas
     kredit yang baik dan jika permintaan pasti tumbuh di waktu dekat, terdapat sedikit risiko
     dalam penentuan alternatif manapun, meskipun alternatif pertama akan menyebabkan
     peluang untuk pertumbuhan laba terabaikan. Namun, permintaan yang berlanjut mungkin
     tidak dapat dipastikan. Misalnya, sebuah produk atau jasa mungkin akan ketinggalan
     zaman karena innovasi yang bersaing; lebih banyak perusahaan memasuki pasar; atau
     pasar mendekati kejenuhan. Selanjutnya, usaha tersebut mungkin tidak dapat membiayai
     sejumlah investasi yang dibutuhkan tanpa adanya pengembalian yang pasti atas jumlah
     investasi tersebut. Dalam situasi ini, jelas terdapat risiko untuk menentukan apakah harus
     memperluas produksi. Namun demikian, jelas terdapat derajat risiko yang berbeda dan
     yang berhubungan dengan keberhasilan untuk setiap alternatif yang berbeda. Bagaimana
     anda dapat mengkaji alternatifnya?

2.   Tentukan Sasaran Dan Tujuan
     Langkah berikutnya adalah untuk mempertimbangkan kebijakan dan tujuan perusahaan.
     Tujuan perusahaan mungkin adalah untuk mencapai pertumbuhan yang pelan, atau
     pertumbuhan tetap atau tanpa pertumbuhan atau pertumbuhan di bidang produk lainnya.
     Apakah risiko yang terlibat konsisten dengan tujuannya? Jika ya, proses pembuatan
     keputusan akan berlanjut; dan pengkajian rinci dari alternatifnya dilakukan.

3.   Klarifikasi Alternatifnya
     Mengingat bahwa pada tingkat tertentu pengambilan risiko (yaitu keputusan untuk
     memperluas produksi) adalah konsisten dengan tujuan perusahaan, langkah berikutnya
     adalah untuk melakukan survei berbagai alternatifnya. Alternatif ini harus dinyatakan
     secara cukup rinci agar biaya yang terkait dapat dikaji secara obyektif. Kebanyakan biaya


78
                                                                         Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




     adalah biaya keuangan, tetapi biaya pegawai, sosial dan fisik harus dimasukkan bila sesuai.
     Misalnya, akankah suatu alternatif memerlukan upaya pribadi yang berlebihan? Akankah
     kegagalan mengakibatkan kehilangan penghargaan sosial? Biaya keuangan dan biaya
     lain untuk masing-masing alternatif yang mungkin harus dirinci.

4.   Kumpulkan informasi dan timbang alternatifnya
     Tahap berikutnya berupa pengumpulan informasi secara berkala sehingga dapat dibuat
     kajian realistis dari kemungkinan untuk setiap alternatif. Perlu dibuat perkiraan pasar
     untuk permintaan dalam berbagai kondisi yang dapat diprediksi. Kemungkinan reaksi
     kompetitif perlu dikaji dan dampak reaksi itu dihitung. Berbagai akibat harus ditindak
     lanjuti sampai penyelesaian yang masuk akal:
      • Jika permintaan mendekati titik jenuh, dapatkah modifikasi produk akan
          merangsang peningkatan permintaan di pasar yang baru?
      • Apakah tersedia pasar baru jika kegiatan kompetitif mengurangi pangsa pasar saat
          ini?
      • Dapatkah mesin dimodifikasi secara mudah untuk menangani produk lain?
      • Apakah kemungkinan besar para pemasok dan subkontraktor akan meningkatkan
          tarifnya jika permintaan meningkat?
     Kemungkinan pengembalian bagi perusahaan untuk masing-masing alternatif harus dikaji
     atas dasar informasi pasar, perkiraan permintaan yang akan datang, pengkajian dari reaksi
     kompetitif, dan berbagai prediksi lain termasuk perilaku dari mereka yang terlibat dalam
     situasi ini, seperti perusahaan keuangan atau pabrikan peralatan.

5.   Minimalkan Risiko
     Langkah krusial ini meliputi kajian realistis dari sejauh mana pengusaha dapat
     mempengaruhi kemungkinannya. Hal ini meliputi:
      • Kesadaran yang jelas mengenai kemampuan pengusaha dan kapasitas
        perusahaan;
      • Sedikit kreatifitas dalam menentukan bagaimana kemungkinannya dapat diganti
        (diperbesar agar menguntungkan pengusaha);
      • Kemampuan untuk merencanakan strategi dan taktik guna melakukan perubahan;
        dan
      • Dorongan, energi, dan semangat untuk melaksanakan strategi.

6.   Rencanakan dan implementasikan alternatif
     Sekali suatu alternative dipilih, susunlah rencana pelaksanaannya. In meliputi jangka
     waktu, definisi yang jelas dari sasarannya, seperangkat rencana darurat untuk kemungkinan
     hasil dan proses umpan balik sehingga dapat melakukan perubahan yang perlu dengan
     cepat.




                                                                                                  79
Mengetahui Tentang Bisnis




                                                  MODUL 2: Topik 5
TRANSPARANSI 2

     Prosedur Untuk Menganalisa Sebuah
                Situasi Risiko



          1. Kajilah risiko itu
          2. Tentukan sasaran dan tujuan
          3. Perjelas alternatifnya
          4. Kumpulkan informasi/timbang alternatifnya
          5. Minimalkan risiko
          6. Rencanakan dan laksanakan alternative terbaik




80
                                           Modul 2: Siapa itu Pengusaha?




                                             MODUL 2: Topik 5
TRANSPARANSI 3

  Menjadi Seorang Pengambil Risiko


    Dalam bisnis, seperti juga dalam kehidupan, secara
     jelas tidak ada satu carapun untuk menghindari
   pengambilan resiko. Ketika anda mengambil resiko,
  anda menggunakan kemampuan anda dan anda akan
  dapat lebih mudah mengendalikan masa depan anda.
  Anda akan menjadi lebih pasti. Anda akan mempunyai
    pandangan positif mengenaii pengmabilan resiko
       karena Anda mempunyai kepercayaan pada
     kemampuan anda. Anda akan menerima resiko
   sebagai tantangan yang memerlukan upaya terbaik
               anda dalam mencapai tujuan.




                                                                    81

								
To top