Docstoc

Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode penemuan terbimbing pada pembelajaran matematika materi pokok trigonometri di SMA N 1 Semende Darat Laut

Document Sample
Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode penemuan terbimbing pada pembelajaran matematika materi pokok trigonometri di SMA N 1 Semende Darat Laut Powered By Docstoc
					1. Pendahuluan                                     lajaran lain yang lebih efektif untuk
1.1 Latar Belakang                                 meningkatkan hasil belajar matematika
          Berdasarkan informasi dari salah         siswa pada materi trigo-nometri.
satu guru mata pelajaran matematika di                     Salah satu variasi model, metode
SMA Negeri 1 Semende Darat Laut,                   pembelajaran     yang   dapat    digunakan
bahwa masih banyak siswa kelas X yang              dalam proses pembelajaran matematika
kurang pemahamannya mengenai materi                adalah model pembelajaran kooperatif
pokok trigonometri. Pada saat pembe-               dengan metode penemuan terbimbing.
lajaran     materi     pokok       trigonometri    Menurut Slavin (dalam Isjoni, 2009:15)
tersebut,     kebanyakan        siswa     hanya    pembelajaran kooperatif adalah suatu
menerima dan menghafal konsep-konsep               model pembelajaran dimana siswa belajar
dan rumus-rumus yang diajarkan, tanpa              dan bekerja dalam kelompok-kelompok
tahu bagaimana proses dari penemuan                kecil yang anggotanya 4-6 orang dengan
konsep-konsep dan rumus dari materi                struktur    kelompok    yang     heterogen.
trigonometri       tersebut.     Hal    tersebut   Menurut Setiawan (2010:32), metode
menyebabkan          kurangnya     pemahaman       penemuan terbimbing sebagai metode
siswa terhadap konsep-konsep dan rumus             mengajar dimana siswa didorong untuk
dari materi trigonometri.           Kurangnya      berpikir sendiri sehingga dapat mene-
pemahaman          siswa   terhadap     konsep-    mukan prinsip umum berdasarkan bahan
konsep dan rumus materi trigongometri              yang difasilitasi oleh guru. Metode
mengakibatkan hasil belajar siswa belum            penemuan ini digabung dengan model
mencapai nilai KKM, yaitu hanya sekitar            pembelajaran kooperatif berdasar pada
60 % siswa yang mencapai nilai KKM.                teori bahwa, siswa akan lebih mudah
Adapun KKM untuk mata pelajaran                    memahami       konsep-konsep     sulit   bila
matematika pada materi trigonometri di             menggunakan        model    pembelajaran
kelas X SMA Negei 1 Semende Darat                  kooperatif dengan metode penemuan ini.
Laut      adalah     60.   Untuk       mengatasi           Dari uraian diatas, maka peneliti
permasalahan dalam pembelajaran mate-              tertarik untuk mengadakan penelitian
matika seperti yang telah diuraikan di             tentang “Penerapan Model Pembela-
atas, maka guru perlu mengubah model,              jaran      Kooperatif   Dengan     Metode
metode yang selama ini diterapkan dan              Penemuan Terbimbing Pada Pembe-
menggunakan         variasi    model     pembe-    lajaran Matematika Materi Pokok




                                                                                              2
Trigonometri        di SMA Negeri 1              di SMA Negeri 1 Semende Darat
Semende Darat Laut”.                             Laut.
                                              2) Model     pembelajaran      kooperatif
1.2 Masalah dan Pembatasan Masalah               dengan metode penemuan terbim-
1.2.1 Rumusan Masalah                            bing dalam penelitian ini adalah
        Adapun rumusan masalah dalam             suatu bentuk pembelajaran dimana
penelitian ini yaitu :                           siswa dibimbing belajar dan bekerja
  1) Bagaimanakah hasil belajar siswa            dalam kelompok-kelompok kecil
      setelah diterapkan model pembe-            yang terdiri dari 4-6 orang yang
      lajaran kooperatif dengan metode           heterogen untuk melakukan pene-
      penemuan terbimbing pada pembe-            muan       terhadap      rumus-rumus
      lajaran matematika materi pokok            trigonometri melalui LKS.
      trigonometri di SMA Negeri 1            3) Lembar kerja siswa (LKS) yang
      Semende Darat Laut.                        dimaksud     dalam    penelitian   ini
  2) Bagaimanakah sikap siswa terhadap           adalah alat bantu untuk membim-
      penerapan     model      pembelajaran      bing siswa dalam proses penemuan
      kooperatif dengan metode pene-             terhadap konsep-konsep dan rumus
      muan     terbimbing    pada   pembe-       dari materi trigonometri.
      lajaran matematika materi pokok         4) Hasil belajar yang dimaksud dalam
      trigonometri di SMA Negeri 1               penelitian ini merupakan nilai tes
      Semende Darat Laut.                        yang     diperoleh    siswa    setelah
                                                 diterapkannya model pembelajaran
1.2.2 Pembatasan Masalah                         kooperatif dengan metode pene-
      Adapun batasan masalah dalam               muan     terbimbing    pada   pembe-
penelitian ini adalah :                          lajaran matematika materi pokok
  1) Penerapan yang dimaksud dalam               trigonometri.
      penelitian ini adalah menerapkan        5) Sikap siswa yang dimaksud dalam
      model     pembelajaran     kooperatif      penelitian ini adalah tanggapan atau
      dengan     metode     penemuan   ter-      respon siswa setelah diterapkan
      bimbing pada pembelajaran mate-            model     pembelajaran      kooperatif
      matika materi pokok trigonometri           dengan     metode     penemuan     ter-
                                                 bimbing




                                                                                      3
 6) Materi     pokok     yang    digunakan       1.4.1 Bagi guru, yaitu:
     dalam      penelitian      ini      yaitu     1) Sebagai salah satu alternatif untuk
     trigonometri dengan sub materi                    meningkatkan hasil belajar siswa
     pokok aturan sinus, kosinus dan                   dalam proses pembelajaran mate-
     luas daerah segitiga.                             matika pakailah model pembe-
 7) Subjek yang diteliti disini adalah                 lajaran kooperatif dengan metode
     siswa kelas X di SMA Negeri 1                     penemuan terbimbing.
     Semende Darat Laut.                         1.4.2 Bagi sekolah, yaitu:
                                                   2) Sebagai          bahan     pertimbangan
1.3 Tujuan Penelitian                                  menerapkan model pembelajaran
       Sesuai dengan rumusan masalah                   kooperatif dengan metode pene-
yang telah dikemukakan di atas, maka                   muan terbimbing untuk menentukan
yang menjadi tujuan penelitian ini adalah              kebijakan dalam rangka mening-
sebagai berikut :                                      katkan mutu pendidikan.
 1) Untuk mengetahui hasil belajar
     siswa setelah diterapkannya model           2. Kajian Teori
     pembelajaran      kooperatif     dengan     2.1 Model Pembelajaran Kooperatif
     metode penemuan terbimbing pada                        Menurut Joice dan Weil (dalam
     pembelajaran matematika materi              Isjoni, 2009: 73), model pembelajaran
     pokok trigonometri di SMA Negeri            adalah suatu pola atau rencana yang
     1 Semende Darat Laut.                       sudah direncanakan sedemikian rupa dan
 2) Untuk     mengetahui     sikap     siswa     digunakan untuk menyusun kurikulum,
     terhadap penerapan model pembe-             mengatur      materi     pembelajaran,   dan
     lajaran kooperatif dengan metode            memberi       petunjuk    kepada    pengajar
     penemuan terbimbing pada pembe-             dikelasnya. Terkait dengan model pembe-
     lajaran matematika materi pokok             lajaran,     Ismail    (dalam    Widdiharto,
     trigonometri di SMA Negeri 1                2003:3) mengemukakan bahwa model
     Semende Darat Laut.                         pembelajaran mempunyai empat ciri
                                                 khusus. Ciri khusus tersebut antara lain
1.4 Manfaat Penelitian                           sebagai berikut :
       Manfaat yang diharapkan dari                1) Rasional teoritik yang logis yang
penelitian ini adalah sebagai berikut:                 disusun oleh penciptanya.




                                                                                           4
  2) Tujuan pembelajaran yang hendak                        Dari kedua pendapat di atas,
        dicapai.                                   penulis menyimpulkan bahwa model
  3) Tingkah         laku     mengajar     yang    pembelajaran kooperatif adalah suatu
        diperlukan    agar    model      pembe-    bentuk     atau    model     yang      menge-
        lajaran tersebut berhasil.                 lompokkan siswa kedalam suatu kelom-
  4) Lingkungan belajar yang diperlukan            pok yang heterogen terdiri dari 4-6 orang
        agar tujuan pembelajaran tercapai.         untuk besama-sama mendiskusikan atau
          Dari pendapat dan ciri-ciri khusus       menyelesaikan suatu tugas atau bahan
model pembelajaran di atas, penulis                pembelajaran       yang    diberikan    untuk
menyimpulkan bahwa model pembe-                    mencapai tujuan bersama.
lajaran     adalah     pola     atau     bentuk             Menurut Ibrahim (dalam Isjoni,
pembelajaran yang tergambar dari awal              2009:     39),    pada     dasarnya     model
sampai       akhir     pembelajaran        yang    pembelajaran kooperatif dikembangkan
disajikan secara khas oleh guru dalam              untuk mencapai setidak-tidaknya tiga
rangka mencapai tujuan pembelajaran                tujuan pembelajaran yang penting, yaitu :
yang ingin dicapai.                                 1) Hasil belajar akademik, pembe-
          Salah satu model pembelajaran                 lajaran kooperatif bertujuan untuk
yang berkembang saat ini adalah model                   meningkatkan kinerja siswa dalam
pembelajaran kooperatif. Menurut Slavin                 tugas-tugas akademik.
(dalam Isjoni, 2009:15) pembelajaran                2) Penerimaan        terhadap      perbedaan
kooperatif adalah suatu model pembe-                    individu, model pembelajaran koo-
lajaran dimana siswa belajar dan bekerja                peratif bertujuan untuk penerimaan
dalam kelompok-kelompok kecil yang                      secara luas dari orang-orang yang
anggotanya 4-6 orang dengan struktur                    berbeda-beda         berdasarkan     ras,
kelompok yang heterogen. Selanjutnya,                   budaya, kelas sosial,kemampuan,
Jhonson & Jhonson (dalam Isjoni, 2009:                  ketidakkemampuannya.
63) mengemukakan pembelajaran koope-                3) Pengembangan keterampilan sosial,
ratif     adalah     mengerjakan         sesuatu        model        pembelajaran      kooperatif
bersama-sama dengan saling membantu                     bertujuan untuk mengajarkan ke-
satu sama lainnya sebagai satu tim untuk                pada siswa keterampilan bekerja-
mencapai tujuan bersama.                                sama dan kolaborasi.




                                                                                               5
     Adapun       tujuan    utama     dalam              Dari uraian di atas disimpulkan
penerapan model pembelajaran koo-              bahwa, metode pembelajaran adalah cara
peratif adalah agar peserta didik dapat        yang      digunakan      oleh     guru     dalam
belajar secara berkelompok bersama             membelajarkan          suatu    materi    kepada
dengan teman-temannya dengan cara              siswa di kelasnya untuk mencapai tujuan
saling menghargai pendapat dan mem-            dari pembelajaran tersebut.
berikan kesempatan kepada orang lain                     Pemilihan metode pembelajaran
untuk       mengemukakan         gagasannya    perlu didasarkan pada kesesuaian dengan
dengan menyampaikan pendapat mereka            tugas dan tujuan pembelajaran yang akan
secara berkelompok. (Isjoni, 2009:33)          ditempuh oleh siswa. Pemilihan metode
                                               pembelajaran yang tepat akan membantu
2.2 Metode Penemuan Terbimbing                 siswa        dalam        mencapai         tujuan
        Menurut    Suryosubroto       (2009:   pembelajaran yang telah ditetapkan.
140), metode adalah cara, yang dalam                     Ada beberapa metode pembela-
fungsinya      merupakan       alat    untuk   jaran yang dapat dipilih untuk digunakan
mencapai tujuan. Metode pembelajaran           dalam pelaksanaan kegiatan               pembela-
merupakan proses atau prosedur yang            jaran. Menurut Pribadi (2009:42), setiap
digunakan oleh guru atau instruktur            metode memiliki ciri khas tersendiri yang
untuk mencapai tujuan atau kompetensi          penggunaannya perlu disesuaikan dengan
(Pribadi,    2009:42).     Terkait    dengan   tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
metode pembelajaran, menurut Setiawan          Ragam metode pembelajaran yang dapat
(2010:4), metode mengajar adalah cara          digunakan salah satunya adalah metode
mengajar secara umum yang dapat                penemuan.
ditetapkan pada semua mata pelajaran.                  Penemuan adalah terjemahan dari
Sedangkan menurut Surakhmad dalam              discovery.      Menurut         Sund       dalam
Suryosubroto       (2009:140),        metode   (Suryosubroto,         2009:179),      discovery
pengajaran adalah cara-cara pelaksanaan        adalah proses mental dimana siswa
daripada proses pengajaran, atau soal          mengasimilasikan sesuatu konsep atau
bagaimana      teknisnya    sesuatu    bahan   sesuatu     prinsip.     Proses     mental    itu
pelajaran diberikan kepada murid-murid         misalnya:      mengamati,         menggolong-
disekolah.                                     golongkan, membuat dugaan, menje-
                                               laskan, mengukur, membuat kesimpulan,




                                                                                              6
dan sebagainya. Terkait dengan metode                    terbimbing. Menurut Setiawan (2010:32),
penemuan,         menurut       Jerome         Bruner    metode penemuan terbimbing sebagai
(dalam Markaban, 2008:9), penemuan                       suatu metode mengajar yang bermanfaat
adalah suatu proses. Proses penemuan                     untuk pembelajaran matematika. Didalam
dapat      menjadi       kemampuan             umum      metode ini siswa didorong untuk berpikir
melalui      latihan    pemecahan         masalah,       sendiri    sehingga     dapat    menemukan
praktek       membentuk          dan         menguji     prinsip umum, berdasarkan bahan yang
hipotesis. Dengan demikian didalam                       difasilitasi oleh guru. Sampai seberapa
pandangan         Bruner,       belajar        dengan    jauh siswa dibimbing, tergantung pada
penemuan          adalah        belajar         untuk    kemampuannya dan pada materi yang
menemukan,           dimana      seorang        siswa    dipelajari.
dihadapkan dengan suatu masalah atau                               Dari uraian di atas disimpulkan
situasi yang tampaknya ganjil sehingga                   bahwa, metode penemuan terbimbing
siswa dapat mencari jalan pemecahan.                     adalah suatu metode pembelajaran yang
          Menurut Setiawan (2010:32), di                 dalam pelaksanaannya guru memper-
dalam metode penemuan ini, ada dua                       kenankan siswanya untuk berpikir sendiri
macam yakni metode penemuan murni                        sehingga      dapat    menemukan     prinsip
dan metode penemuan terbimbing. Pada                     umum yang diinginkan dengan bim-
metode penemuan murni, masalah yang                      bingan dan petunjuk dari guru. Salah satu
akan ditemukan semata-mata ditentukan                    bahan, berupa fasilitas oleh guru yang
oleh     siswa.      Begitu      pula        jalannya    akan membimbing siswa dalam proses
penemuan. Jelas bahwa metode ini                         penemuan        terhadap    konsep-konsep,
kurang       tepat     untuk     siswa       sekolah     rumus dari materi yang diajarkan adalah
lanjutan/menengah, karena jika setiap                    lembar kerja siswa (LKS)
konsep atau prinsip dalam materi dari                              Dengan      menggunakan    lembar
hasil     pengembangan           silabus        harus    kerja siswa (LKS) ini, diharapkan siswa
dipelajari      dengan         cara     ini,     kita    akan terbimbing dalam proses penemuan
kekurangan waktu dan tidak banyak                        terhadap      konsep-konsep,    rumus   dari
matematika yang dapat dipelajari siswa.                  materi yang diajarkan.
        Mengingat        hal-hal        di       atas,   2.2.1 Langkah-langkah           pembelajaran
muncullah metode mengajar yang kita                            matematika menggunakan metode
kenal dengan nama metode penemuan                              penemuan terbimbing




                                                                                                   7
        Menurut        Setiawan     (2010:33),     5) Bila      telah    diperoleh     kepastian
urutan langkah-langkah didalam pembe-                    kebenaran konjektur tersebut, maka
lajaran matematika dengan pendekatan                     verbalisasi     konjektur     sebaiknya
penemuan terbimbing adalah sebagai                       diserahkan juga kepada siswa untuk
berikut :                                                menyusunnya. Sesudah siswa me-
  1) Guru merumuskan masalah yang                        nemukan apa yang dicari, hen-
      akan dihadapkan kepada siswa,                      daknya guru menyediakan soal
      dengan data secukupnya. Peru-                      tambahan untuk memeriksa apakah
      musan harus jelas, dalam arti tidak                hasil penemuan itu benar.
      menimbulkan salah tafsir, sehingga
      arah yang ditempuh siswa tidak              2.3 Hasil Belajar
      salah.                                              Hasil belajar adalah penguasaan
  2) Dari data yang diberikan, siswa              pengetahuan/ketrampilan yang              dikem-
      menyusun,        memproses,    mengor-      bangkan     oleh      mata    pelajaran     yang
      ganisasikan dan mengana-lisis data          biasanya ditunjukkan dengan nilai tes
      tersebut. Dalam hal ini bimbingan           atau angka nilai yang diberikan guru.
      guru dapat diberikan sejauh yang            (Lestari, 2006:14)
      diperlukan saja. Bimbingan ini                      Hasil belajar yang telah dicapai
      sebaiknya        mengarahkan        siswa   oleh para siswa dapat dijadikan salah satu
      untuk melangkah ke arah yang                ukuran dari keberhasilan proses belajar
      tepat. Misalnya melalui pertanyaan-         mengajar. Hasil tersebut nampak dalam
      pertanyaan atau LKS. Kuranglah              hal    perubahan       intelektual    terutama
      tepat bila guru memberi infofrmasi          mengenai pemahaman konsep, prinsip,
      sebanyak-banyaknya sekaliigus.              hukum, teori yang ada dalam bidang
  3) Siswa         menyusun         konjektur     studi yang dipelajarinya, kemampuan
      (prakiraan) dari hasil analisis yang        memecahkan           masalah       berdasarkan
      dilakukannya.                               prinsip-prinsip       pengetahuan         ilmiah,
  4) Bila      perlu    konjektur    di    atas   kemampuan menganalisis permasalahan
      diperiksa oleh guru.          Ini perlu     yang     dihadapinya         dan   kemampuan
      dilakukan        untuk      meyakinkan      memberikan pertimbangan terhadap suatu
      kebenaran prakiraan siswa.                  gejala, masalah, objek, dan lain-lain atas




                                                                                                 8
dasar       kaidah-kaidah     dan     nilai-nilai   mendapatkan hasil           yang lebih baik
tertentu.                                           dibanding siswa yang cara belajarnya
          Dari segi guru, penilaian hasil           asal-asalan atau tidak secara teratur.
belajar      akan      memberikan     gambaran                Dari uraian di atas mengenai hasil
mengenai        keefektifan        mengajarnya,     belajar, disimpulkan bahwa hasil belajar
apakah model, metode dan alat bantu                 adalah nilai tes yang diberikan oleh guru
pembelajaran yang digunakan mampu                   pada      akhir      materi     pokok     untuk
membantu siswa mencapai tujuan belajar              mengetahui pemahaman siswa terhadap
yang ditetapkan (ketuntasan belajar). Tes           materi pokok yang diajarkan.
hasil belajar yang dilakukan pada siswa
dapat memberikan informasi sampai                   2.4 Sikap
dimana penguasaan dan kemampuan                               Menurut Nurhasan (2001:113),
yang telah dicapai siswa dalam mencapai             sikap dapat diartikan sebagai kegiatan
tujuan pembelajaran tersebut. Jadi, hasil           berbuat yang tertuju pada objek tertentu.
belajar merupakan hal yang penting yang             Seperti terhadap lembaga atau objek
akan      dijadikan      sebagai    tolak   ukur    sosial.    Sedangkan          menurut    Pribadi
keberhasilan siswa dalam belajar dan                (2009:13), sikap atau attitude yaitu
sejauh mana sistem pembelajaran yang                kondisi     internal    yang     dapat    mem-
diberikan guru berhasil atau tidak. Suatu           pengaruhi         pilihan     individu    dalam
proses       belajar     mengajar     dikatakan     melakukan suatu tindakan.
berhasil apabila kompetensi dasar yang                        Pengukuran sikap mengungkap-
diinginkan tercapai.                                kan kecenderungan seseorang dalam
          Untuk        mengetahui       tercapai    menetapkan pelihannya dalam sebuah
tidaknya      kompetensi       tersebut,    guru    rentang pilihan, sangat suka-sangat tidak
mengadakan tes setelah selesai menya-               suka terhadap suatu objek.
jikan materi pokok kepada siswa. Dari                         Dari uraian di atas, peneliti
hasil tes ini diketahui sejauh mana                 menyimpulkan           bahwa     sikap   adalah
keberhasilan siswa dalam belajar. Hasil             respon yang berupa tanggapan seseorang
belajar dalam periode tertentu dapat                terhadap pernyataan-pernyataan dalam
dinilai dari nilai raport, yang secara nyata        sebuah rentang pilihan, sangat suka-
dapat dilihat dalam bentuk angka-angka.             sangat tidak suka terhadap suatu objek.
Siswa yang belajar dengan baik akan                 Begitu juga dengan sikap siswa terhadap




                                                                                                  9
kegiatan    pembelajaran      menggunakan             skor 2, netral diberi skor 3, tidak
model pembelajaran kooperatif dengan                  setuju diberi skor       4, dan sangat
metode penemuan terbimbing, sikap yang                tidak setuju diberi skor 5.
dimaksud adalah respon siswa yang
berupa     tanggapan   dari     pernyataan-    3. Metodelogi
pernyataan yang meliputi respon terhadap                Adapun variabel yang digunakan
materi, model dan metode pembelajaran,         pada     penelitian     ini   adalah     sebagai
penampilan guru, kemampuan guru, serta         berikut:
keinginan siswa dengan pelajaran yang           1) Hasil belajar matematika siswa
serupa, yang diukur melalui lembar                    setelah diterapkannya model pem-
angket sikap siswa dengan pola respon                 belajaran koperatif dengan metode
terentang dalam lima alternatif pilihan               penemuan terbimbing pada pem-
jawaban, yaitu : sangat setuju, setuju,               belajaran matematika materi pokok
netral, tidak setuju, sangat tidak setuju.            trigonometri di SMA Negeri 1
dengan pemberian skor setiap kategori                 Semende Darat Laut.
pernyataan yang direspon oleh responden         2) Sikap siswa di SMA Negeri 1
disesuaikan dengan alternatif pilihan                 Semende        Darat    Laut     terhadap
jawaban, yaitu :                                      penerapan       model     pembelajaran
 1) Untuk pernyataan yang positif,                    kooperatif dengan metode pene-
     pemberian     skor       pada    setiap          muan     terbimbing       pada      pem-
     alternatif jawaban yaitu : 5, 4, 3, 2,           belajaran matematika materi pokok
     1. jadi untuk alternatif pilihan                 trigonometri di SMA Negeri 1
     sangat setuju diberi skor 5, setuju              Semende Darat Laut.
     diberi skor 4, netral diberi skor 3,               Populasi dalam penelitian ini
     tidak setuju diberi skor        2, dan    adalah seluruh siswa kelas X di SMA
     sangat tidak setuju diberi skor 1.        Negeri 1 Semende Darat Laut tahun
 2) Untuk pernyataan yang negatif,             pelajaran 2010/2011 yang terdiri atas 4
     pemberian bobot skor pada setiap          kelas dengan jumlah siswa sebanyak 147
     alternatif pilihan jawaban, dengan        siswa.
     urutan yaitu : 1, 2, 3, 4, 5. untuk                Teknik pengambilan sampel yang
     alternatif pilihan jawaban sangat         digunakan dalam penelitian ini adalah
     setuju diberi skor 1, setuju diberi       teknik     simple       random         sampling,




                                                                                            10
dikarenakan seluruh kelas X di SMA             pernyataan negatif yaitu sebesar 42,21,
Negeri 1 Semende Darat Laut adalah             dan untuk keseluruhan dari angket sikap
homogen.                                       siswa didapatkan rata-rata sikap siswa
          Dengan      menggunakan     teknik   sebesar 42,71. Hal ini berarti bahwa sikap
simple random sampling, maka dipilih           siswa    terhadap          penerapan     model
kelas X.I sebagai kelas eksperimen yang        pembelajaran kooperatif dengan metode
berjumlah 28 siswa.                            penemuan      terbimbing        dikategorikan
          Teknik pengumpulan data yang         sangat positif.
digunakan dalam penelitian ini yaitu tes               Peningkatan hasil belajar siswa
dan angket.                                    pada setiap pertemuan terlihat jelas pada
                                               nilai pada setiap siswa, diantaranya pada
4. Pembahasan                                  nilai Elvina, Heti Purnama Sari, Lindah,
          Dari pembelajaran yang dilaksa-      Yudha, Tina. Pada pertemuan pertama,
nakan di kelas X.I dengan menerapkan           nilai yang didapat oleh Lindah yaitu
model pembelajaran kooperatif dengan           59,79, hal ini disebabkan karena Lindah
metode      penemuan     terbimbing    pada    belum terbiasa belajar dengan cara
pembelajaran matematika materi pokok           penemuan terbimbing. Pada pertemuan
trigonometri diperoleh nilai rata-rata hasil   kedua, nilai yang didapat oleh Lindah
belajar siswa untuk pertemuan pertama          meningkat    menjadi         76,53,    hal    ini
sebesar 68,29, pertemuan kedua sebesar         disebabkan        karena      Lindah     sudah
76,53 dan pada pertemuan ketiga tes            termotivasi dan mulai menyukai cara
evaluasi sebesar 81,57. Nilai rata-rata        belajar yang diterapkan oleh peneliti.
siswa pada tiap pertemuan mengalami            Pada pertemuan ketiga, nilai yang didapat
peningkatan, sehingga dapat disimpulkan        oleh Lindah juga meningkat menjadi
bahwa hasil belajar siswa dikategorikan        82,45, hal tersebut dikarenakan Lindah
baik.                                          dapat memahami materi yang diajarkan
          Dilihat dari angket sikap siswa      setelah diterapkan model pembelajaran
terhadap penerapan model pembelajaran          kooperatif dengan penemuan terbimbing.
kooperatif dengan metode penemuan                      Berdasarkan        pengamatan        pada
terbimbing didapatkan rata-rata sikap          setiap pertemuan, siswa sangat menyukai
siswa yaitu untuk pertemuan positif            pembelajaran dengan metode penemuan
sebesar       43,21     sedangkan     untuk    terbimbing dilihat dari keseriusan mereka




                                                                                             11
pada saat melakukan penemuan terhadap                  Dilihat dari nilai rata-rata hasil
rumus-rumus dari materi yang diajarkan.      belajar siswa pada tes akhir yang didapat
Kenyataan ini juga didukung oleh rata-       sebesar 83,80 dari nilai rata-rata yang
rata sikap siswa yang dikategorikan          didapat     tersebut   menunjukan      bahwa
sangat positif. Dari angket yang diberikan   penerapan         model         pembelajaran
dapat dijelaskan bahwa siswa menyukai        kooperatif dengan metode penemuan
lembar kerja siswa, sehingga siswa dapat     terbimbing     tergolong    baik.    Hal   ini
memahami materi yang diajarkan. Selain       dikarenakan dalam penerapan model
itu dengan menemukan sendiri rumus-          pembelajaran kooperatif dengan metode
rumus dari materi yang diajarkan, siswa      penemuan terbimbing akan membuat
dapat menyelesaikan soal-soal dengan         siswa lebih mudah memahami materi
mudah.      Kesukaan     siswa     dengan    yang diajarkan sehinga hasil belajar siswa
penerapan       model       pembelajaran     dapat meningkat.
kooperatif dengan metode penemuan
terbimbing dapat juga dilihat pada angket    5. Penutup
nomor 9, dimana rata-rata skor yang          5.1 Kesimpulan
didapat yatu sebesar 44,64, yang berarti               Berdasarkan hasil penelitian yang
bahwa siswa sangat setuju jika model         didapatkan,      didapatkan      kesimpulan
pembelajaran kooperatif dengan mtode         bahwa :
penemuan terbimbing ini diterapkan pada       1) Hasil belajar siswa setelah dite-
materi yang lainnya. Kenyataan tersebut           rapkan model pembelajaran koo-
berarti, siswa menanggapi pembelajaran            peratif dengan metode penemuan
ini dengan sikap sangat positif. Data             terbimbing di         SMA Negeri 1
sikap siswa terhadap penerapan model              Semende Darat Laut diperoleh rata-
pembelajaran kooperatif dengan metode             rata 83,80 dikategorikan baik.
penemuan terbimbing pada pembelajaran         2) Sikap siswa terhadap penerapan
matematika materi pokok trigonometri              model       pembelajaran       kooperatif
pada pernyataan positif dan negatif               dengan metode penemuan terbim-
dengan skor 42,71, menyatakan bahwa               bing pada pembelajaran matematika
sikap siswa sangat positif. Jadi hasil            materi pokok trigonometri di SMA
angket secara keseluruhan sikap siswa             Negeri 1 Semende Darat Laut
terhadap pembelajaran ini sangat positif.         tergolong sangat positif yang dapat




                                                                                        12
     dilihat dari rata-rata skor sikap
     siswa sebesar 42,71.


5.2 Saran
       Berdasarkan hasil penelitian yang
telah didapat, maka saran yang dapat
diberikan yaitu:
 1) Bagi guru matematika, hendaknya
     menerapkan model pembelajaran
     kooperatif      dengan          metode
     penemuan terbimbing untuk meni-
     ngkatkan hasil belajar siswa.
 2) Bagi sekolah, hendaknya dapat
     dijadikan sebagai bahan masukan
     untuk meningkatkan kualitas pendi-
     dikan,    khususnya      pada     mata
     pelajaran matematika.




                                              13
        DAFTAR PUSTAKA                           Peningkatan Mutu Pendidik dan
                                                 Tenaga Kependidikan Pusat
                                                 Pengembangan dan Pemberda-
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur              yaan Pendidik dan Tenaga
         Penelitian. Jakarta : Rineka            Kependidikan Matematika
         Cipta.
                                         Suryosubroto. 2009. Proses Belajar
Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif            Mengajar Di Sekolah. Jakarta :
         Meningkatkan     Kecerdassan            Rineka Cipta.
         Komunikasi Antar Peserta
         Didik. Yogyakarta: Pustaka      Widdiharto, Rachmadi. 2004. Model-
         Pelajar.                              Model Pembelajaran Matematika
                                               SMP. Yogyakarta: Widyaiswara
Markaban. 2006. Model Pembelajaran             PPG Matematika Yogyakarta
       Matamatika Dengan Pendeka-
       tan Penemuan Terbimbing.
       Yogyakarta: Departemen Pendi-
       dikan    Nasional   Direktorat
       Jendral Pendidikan Dasar dan
       Menengah Pusat Pengembangan
       Penataran Guru Matematika
       Yogyakarta.

Nurhasan. 2001. Tes dan Pengukuran
        Dalam Pendidikan Jasmani
        Prinsip-Prinsip dan Penera-
        pannya.Departemen Pendidikan
        Nasional Ditjen Pendidikan
        Dasar dan Menengah Ber-
        kerjasama     dengan  Ditjen
        Olahraga.

Pribadi, Benny Agus. 2009. Model
         Desain Sistem Pembelajaran.
         Jakarta: Dian Rakyat.

Setiawan. 2004. Pembelajaran Trigono-
        metri Berorientasi PAKEM di
        SMA. Yogyakarta: Departemen
        Pendidikan Nasional Direktorat
        Jendral Pendidikan Dasar dan
        Menengah Pusat Pengembangan
        Penataran Guru Matematika
        Yogyakarta.

        .2010. Strategi Pembelajaran
        Matematika. Departemen Pendi-
        dikan   Nasional    Direktorat



                                                                            14
15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3623
posted:2/24/2011
language:Indonesian
pages:14