Docstoc

Peningkatan Viabilitas Benih

Document Sample
Peningkatan Viabilitas Benih Powered By Docstoc
					     PENINGKATAN
VIABILITAS BENIH JAMBU
          METE
 (Anacardium occidentale L.)
Pendahuluan
• Tanaman       jambu    mete      (Anacardium
  occidentale L.) merupakan salah satu tanaman
  industri yang cukup potensial untuk
  dikembangkan terutama di daerah yang
  beriklim kering.
• Memiliki nilai ekonomi dan prospek yang
  cukup baik.
Permasalahan
• Permasalahan umum dalam pengembangan
  jambu mete di Indonesia adalah produktivitas
  yang masih rendah 350 kg gelondong/ha/thn,
  dan masih tertinggal jika dibandingkan dengan
  negara lain.
• Penanganan pembenihan yang masih buruk.
PERBAIKAN MUTU BENIH MELALUI
INVIGORASI
• Invigorasi merupakan salah satu alternatif
  untuk mengatasi mutu benih yang rendah
• Perlakuan invigorasi dapat berupa hidrasi-
  dehidrasi, osmoconditioning dan
  matriconditioning.
• Hidrasi-dehidrasi merupakan suatu perlakuan
  pelembaban benih dalam suatu periode
  tertentu yang diikuti dengan pengeringan
  benih sampai kembali pada berat semula.
• Osmoconditioning merupakan perbaikan
  fisiologis dan biokimia dalam benih selama
  penundaan perkecambahan.
• Matriconditioning merupakan invigorasi yang
  dilakukan dengan menggunakan media padat
  yang dilembabkan.
Kesimpulan
• Untuk mengatasi permasalahan terjadinya
  kemunduran mutu benih baik yang
  diakibatkan oleh faktor penyimpanan maupun
  diakibatkan oleh faktor kesalahan dalam
  penanganan benih, maka salah satu upaya
  yang dapat dilakukan adalah dengan
  melakukan teknik invigorasi. Perlakuan
  invigorasi dapat meningkatkan viabilitas dan
  vigor benih jambu mete.
                 Lampiran
• Untuk tanaman pangan dan sayuran, Vieira
  (1991).benih padi yang telah diinvigorasi pada
  kondisi cekaman suhu dan air, dapat
  meningkatkan daya berkecambah dan
  kecepatan berkecambah secara nyata.
• Setyaningsih (2002) telah melakukan
  penelitian tentang perlakuan invigorasi pada
  benih adas dengan menggunakan tiga tingkat
  kemasakan benih yaitu dengan menggunakan
  PEG, KNO3 dan Vermikulit. Hasil penelitian
  menunjukkan bahwa invigorasi dengan PEG
  menghasilkan nilai viabilitas yang paling baik
  namun pengaruhnya semakin menurun
  dengan semakin masaknya benih.
TERIMA KASIH