Jadwal Kuliah Fakultas Teknik Jurusan Teknik Informatika Semester Ganjil 2010 2011

Description

Jadwal Kuliah Fakultas Teknik Jurusan Teknik Informatika Semester Ganjil 2010 2011 document sample

Document Sample
scope of work template
							                                BAB I. PENDAHULUAN


       Program detasering merupakan program penugasan tenaga akademik senior yang
memenuhi syarat dari Peguruan Tinggi Sumber (Pertisum) ke Perguruan Tinggi Sasaran
(Pertisas) untuk jangka waktu tertentu. Penugasan ini diberikan oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional untuk membina salah satu atau
semua unsur kegiatan Tridharma di perguruan tinggi sasaran.
       Sejak tahun 2009 Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary
(Uniska) telah menjadi sasaran program detasering dari Dikti. Kemudian atas usul dari
Uniska, maka pada tahun 2010 ini Uniska juga menjadi sasaran program detasering. Untuk
tahun 2010 ini dikirim empat tenaga detaser untuk membina kegiatan tridhama perguruan
tinggi. Uniska menjadi salah satu sasaran detasering karena dianggap masih menghadapi
berbagai persoalan yang perlu dibenahi dan diselesaikan.
       Program Detasering bertujuan untuk meningkatkan kualitas dosen dalam pengelolaan
perguruan tinggi dan peningkatan kualitas dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Pedoman Pogram Detasering 2010 secara rinci menguraikan enam tujuan program, yaitu (i)
Menciptakan peningkatan mutu perguruan tinggi sasaran; (ii) Menciptakan peningkatan
fungsi dan kinerja penyelenggaraan tridharma di peguruan tinggi sasaran dengan
memperhatikan prioritas bidang ilmu;     (iii) Menciptakan peningkatan kompetensi dosen
yunior dalam penyelenggaraan tridharma       di perguruan tinggi sasaran; (iv)   Mencapai
kemampuan pengembangan institusi (institutional capacity building); (v)       Menciptakan
suasana kehidupan kampus yang kondusif; dan (vi) Menjalin jaringan kerjasama dengan
stakeholder.   Sedangkan bidang tugas program detasering meliputi lima bidang, yaitu:
bidang pendidikan dan pengajaran, bidang penelitian, bidang pengabdian kepada masyarakat,
bidang pengelolaan perguran tinggi, dan bidang pembinaan sivitas akademika.
   Berdasarkan tujuan detasering tersebut, maka tugas detaser diUniska adalah: (i) Bidang
Pendidikan dan Pengajaran: Mengembangkan kurikulum, bahan kuliah dan praktika, sistem
pembelajaran serta sistem penilaian di perguruan tinggi sasaran; (ii) Bidang Penelitian:
Membina tenaga akademis untuk meningkatkan kemampuan pelaksanaan penelitian,
penyajian seminar dan diskusi ilmiah, penguasaan tatacara publikasi dan penulisan karya
ilmiah, penguasaan studi kepustakaan, penguasaan tatacara pembuatan usulan dan
metodologi penelitian serta kemampuan pengembangkan sumber-sumber informasi ilmiah;
(iii) Bidang Pengabdian pada Masyarakat: Pengembangkan tatacara penyebaran ilmu pada

                                                                                        1
masyarakat, mengembangkan bahan penyuluhan secara populer dan mengembangkan
interaksi perguruan tinggi dengan masyarakat; (iv) Bidang Pengelolaan Perguruan Tinggi:
Mengembangkan sistem administrasi perguruan tinggi, fakultas, jurusan, laboratorium dan
studio, mengembangkan peningkatan dayaguna sarana pendidikan, penelitian dan pengabdian
pada masyarakat serta mengembangkan administrasi akademis yang mencakup pengelolaan
nilai-nilai mata ajaran, transkrip dan kemahasiswaan; (v) Bidang Pembinaan Sivitas
Akademika: Membina tenaga akademis menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan
pengembangan kariernya, meningkatkan kemampuan dan peluang ikut serta dalam berbagai
program hibah kompetisi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
      Secara ideal seorang tenaga detaser diharapkan mampu melaksanakan kelima tugas
tersebut di atas. Mengingat keterbatasan kemampuan, dan demi efisiensi kerja serta
keberhasilan tugas, maka seorang tenaga detaser diharapkan dapat melaksanakan paling
sedikit 3 dari 5 tugas tersebut sesuai kemampuannya. Pemilihan prioritas bidang yang
ditangani oleh tenaga detaser ditentukan oleh Pimpinan Pertisas dan Ditjen Dikti berdasarkan
kondisinya dan kemampuan tenaga detaser.




                                                                                          2
                                BAB II. PROFIL UNISKA


2.1. Sejarah Uniska
       Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary (UNISKA) berdiri atas
gagasan para tokoh agama dan tuntutan masyarakat Kalimantan akan adanya perguruan
tinggi yang bernafaskan Islam yang diharapkan melahirkan intelektual muslim.
       Lahirnya UNISKA diawali dengan pendirianUniversitas Islam Antasari (UNISAN)
pada tahun 1961 atas ide K.H. Zafri Zamzam. Pada tahun 1964 UNISAN resmi dijadikan
IAIN Antasari yang berafiliasi kepada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Cabang
Banjarmasin) dengan Rektor       KH. Zafri Zamzam.Kemudian dalam seminar “Sejarah
Kalimantan Selatan” yang berlangsung di Banjarmasin tanggal 23 s/d 25 September 1973,
yang disusul lagi dengan Seminar serupa pada tangal 8 s/d 10 April 1976 para peserta
menggugah kembali gagasan mendirikan Perguruan Tinggi Swasta yang mengambil nama
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary yang merupakn tokoh pembaharu dan penyebar Ilmu
Agama Islam pertama di Kalimantan Selatan. Dipelopori oleh KH. Zafri Zamzam dan
(Alm.) Prof. Anwari Dilmy beserta para tokoh masyarakat Kalimantan Selatan maka
didirikanlah Yayasan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary dengan
Akte Notaris No. 6 Tanggal 7 Juli 1981.Pada tanggal 14 Juli 1981 dibuka dua akademi, yaitu
Akademi Publisistik dan Akademi Bahasa Asing.
       Pada tahun 1982 kedua Akademi tersebut meningkat statusnya menjadi:
1. Akademi Publisistik menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Jurusan
   Komunikasi dengan Program Studi Jurnalistik, dan Jurusan Administrasi dengan Program
   Studi Administrasi Negara.
2. Akademi Bahasa Asing menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), jurusan
   Bahasa dan Seni program Studi Bahasa Inggris, dan Jurusan Ilmu Pendidikan dengan
   Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.


   Bersamaan dengan berdirinya kedua fakultas ini, didirikan pula fakultas baru, yaitu
   Fakultas Ekonomi dengan Jurusan Manajemen Program studi Manajemen Perusahaan,
   dan Fakultas Pertanian dengan Jurusan Peternakan Program Studi Produksi Ternak.




                                                                                        3
       Selanjutnya tahun 1989 didirikan sebuah Fakultas Agama yakni Fakultas Syari'ah
Jurusan Muamalat dan Jinayat, yang pada tahun 1993 mendapatkan Status Terdaftar pada
Departemen Agama RI dengan SK Menag.RI No.382 tanggal            28 Desember 1993 dibawah
Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais Wilayah XI) Kalimantan di
Banjarmasin. Kemudian pada tahun 1998 berdiri Fakultas Teknik Uniska program DIII
Teknik mesin sesuai SK.Dirjen Dikti No. 289/DIKTI/Kep/1998 tanggal 14 Agustus 1998.
Pada tahun ini (1998) terjadi perubahan nama Fakultas Syariah Uniska program studi
Muamalat jinayat sesuai dengan SK. Dirjen Binbaga Islam No.E/163/1998 tentang status
terdaftar menjadi Fakultas Agama Islam Program Studi Muamalat. Pada tanggal 15
September 2003 Fakultas Kesehatan Masyarakat diresmikan oleh Wakil Gubernur Propinsi
Kalimantan Selatan Pada tanggal 9 Nopember 2006, Uniska diberi kepercayaan lagi untuk
menyelenggarakan dua program studi baru, yaitu program studi S-1 Teknik Mesin dan S-1
Teknik Informatika dengan Keputusan Dirjen DIKTI Nomor : 4068/D/T/2006 tanggal 9
Nopember 2006.

UNISKA saat ini telah memiliki Program PACASARJANA, 8 (Delapan) Fakultas, 12 (Dua
Belas) Program Studi S-1 dan 1 (satu) Program Studi D-3. Ke-8 Fakultas dan Program
Pascasarjana tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Daftar fakultas, pasca sarjana, program studi di lingkungan Uniska
 No. Nama Fakultas                                  Program Studi                 Jenjang
 1.  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik          1. Ilmu Komunikasi              S1
     (FISIP)                                        2. Ilmu Administrasi Negara     S1
 2.  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan          1. Bahasa Inggris               S1
     (FKIP)                                         2. Bimbingan dan Konseling      S1
 3.  Fakultas Ekonomi (FEKON)                       Manajemen                       S1
 4.  Fakultas Pertanian (FAPERTA)                   1. Produksi Ternak              S1
                                                    2. Agribisnis                   S1
 5.    Fakultas Agama Islam (FAI)                   Muamalat (Ekonomi Islam)        S1
 6.    Fakultas Teknik (FATEK)                      1. Teknik Mesin                 S1
                                                    2. Teknik Informatika           S1
                                                    3. Teknik Mesin                 S3
 7.    Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)          12. Kesehatan Masyarakat        S1
 8.    Fakultas HUKUM (FH)                          13. Ilmu Hukum                  S1
 9.    PASCASARJANA UNISKA                          14. Ilmu Komunikasi             S2


Saat ini ada sekitar 11.357 mahasiswa aktif, ratusan staf dan tenaga akademik. Uniska juga
telah memiliki 2 kampus yakni Kampus Cabang di Kota Banjarbaru dan Kampus Pusat di Jl.
Ahyaksa No. 2 Kota Banjarmasin - Kalimantan Selatan. Lokasi kampus UNISKA yang


                                                                                        4
terletak persis di depan kantor Kopertis Wilayah XI Kalimantan, menjadikan UNISKA
sebagai barometer kemajuan PTS di wilayah Kalimantan.



2.2. Visi dan Misi Uniska

2.2.1. Visi

VISI UNISKA adalah Universitas yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni, serta pelestarian dan pengkayaan budaya bangsa untuk mengembangkan
manusia yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang Islami.

2.2.2. Misi


Misi UNISKA adalah:
a. Peningkatan Kualitas dan Relevansi Pendidikan

b. Peningkatan Kualitas dan Relevansi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

c. Penumbuhan Budaya Masyarakat Islami dan Pancasila

d. Pengembangan Pengelolaan Universitas yang Efisien dan Produktif

e. Penyediaan Sarana Prasarana Pendukung Mutu

f. Pengembangan Kemandirian Organisasi dan Jaringan Kerja Sama



2. 4 Mahasiswa

       Jumlah mahasiswa Uniska sampai dengan tahun 2009 berjumlah 6.460 orang (Tabel
2). Jumlah total mahasiswa tahun 2010 adalah 11.357 orang. Penerimaan mahasiswa baru
program strata satu dan strata dua Uniska dilakukan melalui satu jalur dengan cakupan calon
mahasiswa bersifat lokal, berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan.




                                                                                         5
       Tabel 2. Jumlah Mahasiswa Uniska Tahun 2005 – 2009
 Program Studi           2005             2006            2007            2008            2009
                    Ganjil Genap     Ganjil Genap    Ganjil Genap    Ganjil Genap    Ganjil Genap
 Administrasi         317     321      352     368     401     394     528     572     727     743
 Negara
 Ilmu                  67     49        46     42       41     39       74     86      107    124
 Komunikasi
 Manajemen            432    373       414    348      387    419      552    521      728    699
 Bahasa Inggris       194    188       278    268      407    418      664    699     1292    945
 Bimbingan            390    389       443    439      789    718      754   1011     1424   1077
 Konserling
 Agribisnis             0      0         0      0        0      0      102    106      116    114
 Peternakan            72     46        59     62       60     58       95     96       87     93
 KesMas               333    318       366    364      373    353      480    476      635    640
 Teknik Mesin           0      0        24     46       92     82      145    130      187    161
 S1
 Teknik Mesin          77     70        68     66        2      2       25     18        -       -
 D3
 Teknik                 0      0         7      7       94     90      450    405      743    640
 Informatika
 Hukum                  0      0         0      0        0      0      202    270      364    235
 Muamalat               0      0         0      0        0      0        0      0        0      0
 Komunikasi S2          0      0         0      0        0      0        0      0       50     40
 JUMLAH              1882   1754      2057   2010     2646   2573     4071   4390     6460   5511



   Perkembangan penerimaan mahasiswa baru dari tahun 2005 – 2010 disajikan pada Tabel 3
sebagai berikut :

   Tabel 3. Perkembangan penerimaan mahasiswa baru 200-2010

      Tahun            Mendaftar       Mahasiswa        Mahasiswa    Total             Wisuda/
                                         Baru            Lama      Mahasiswa           Yudisium
       2005                    653            464             2740      3204                 716
       2006                    929            603             2458      3061                 430
       2007                   1260            817             2606      3423                 517
       2008                   2585          2914              2914      5232                 526
       2009                   3127          2844              3623      6467                 553
       2010                   4137          3623              3303      6926                    -



       Perkembangan penerimaan mahasiswa baru Uniska selama periode tahun 2005
sampai 2009 menunjukkan bahwa jumlah pelamar, lulus seleksi dan yang mendaftar ulang
cenderung meningkat. Hal ini menggambarkan bahwa animo lulusan SMU yang ingin masuk
ke Uniska semakin tinggi. Rata-rata jumlah mahasiswa baru yang diterima adalah 48,14 %.
       Secara umum, jumlah mahasiswa baru yang diterima dari tahun 2005 sampai 2009
pada setiap fakultas juga cenderung meningkat. Hal ini karena sistem rekrutmen dimana


                                                                                                     6
adanya calon mahasiswa dari pilihan lain yang ditarik masuk untuk memenuhi kuota kursi
yang belum terpenuhi.


Tabel 4. Daya saing calon mahasiswa program sarjana (S1) Uniska tahun 2010

                                     Daya        Pelamar       Diterima      Prosentase
 Program Studi
                                  Tampung                                          (%)
 Administrasi Negara                    -             297            255
 Ilmu Komunikasi                        -              80             66
 Manajemen                              -           1.033            255
 Bahasa Inggris                         -             954            858
 Bimbingan Konserling                   -             926            838
 Agribisnis                             -              23             17
 Peternakan                             -              37             35
 KesMas                                 -             361            297
 Teknik Mesin S1                        -             113            102
 Teknik Mesin D3                        -              10              8
 Teknik Informatika                     -             614            540
 Hukum                                  -             222            186
 Muamalat                               -              38             32
 Komunikasi S2                          -               3              3
 JUMLAH


       Secara umum, persentase mahasiswa baru yang diterima pada setiap fakultas
cenderung meningkat selama tiga tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa makin pulihnya
kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Uniska dan lembaga ini sudah dikenal di luar
Kalimantan Selatan yang terindikasi dengan adanya calon mahasiswa yang berasal dari luar
Kalimantan Selatan. Diharapkan untuk masa mendatang animo lulusan SMU dan SMK dari
provinsi lain yang berminat belajar ke Uniska terus meningkat. Namun perlu pula disikapi
agar Uniska jangan hanya dijadikan pintu masuk untuk belajar di Perguruan Tinggi Negeri
karena tingkat kompetisi yang tidak ketat dan kemudian banyak mahasiswa akan pindah ke
Universitas Negeri yang menjadi favoritnya. Ke depan sudah harus dipikirkan untuk
meningkatkan daya saing atau tingkat keketatan penerimaan mahasiswa sehingga kualitas
input mahasiswa yang diterima di Uniska semakin tinggi.
       Untuk membantu pengembangan Uniska ke depan diharapkan mahasiswa yang
diterima memiliki kemampuan ekonomi yang cukup sehingga dapat memberikan kontribusi
SPP yang memadai. Dari pelacakan secara acak diperoleh data bahwa strata sosial atau jenis
pekerjaan orang tua mahasiswa sebagian besar adalah PNS, TNI/Polri (50%), Wiraswasta
(21,05%), Petani dan Nelayan (10,53%) dan Pensiunan (7,89%). Orang tua yang

                                                                                          7
berpendapatan < 1 juta rupiah 30,56 persen, 1 – 2 juta 61,11 persen, dan yang > 2 juta rupiah
8,33 persen. Dari pendapatan orang tua mahasiswa terlihat cukup besar yang berpenghasilan
kurang dari 1 juta rupiah. Dengan pendapatan sedemikian disinyalir dapat berpengaruh
terhadap hasil belajar mahasiswa, durasi studi dan atau bahkan tingkat dropout.


2. 5. Sumberdaya Manusia


      2. 5. 1. Dosen

         Dosen adalah tenaga kegiatan pengajar yang tugas utamanya mengajar, meneliti dan
melakukan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan teknisi, laboran, arsiparis, dan
pustakawan adalah tenaga penunjang fungsional. Tenaga pengajar Universitas Islam
Kalimantan hingga tahun 2009 berjumlah 208 orang. Jumlah dosen yang berkualifikasi S-3
sebanyak 3 orang (1,44%), yang berkualifikasi S-2 sebanyak 78 orang ( 37,5%)               yang
berkualifikasi S-1 berjumlah 127 orang (61,06 %) (Tabel 5).

Tabel 5. Keadaan Jabatan Fungsional dan Tingkat Pendidikan Dosen Tahun 2009


 No                                    JABATAN FUNGSIONAL               TINGKAT PENDIDIKAN
          FAKULTAS        NON     ASS.            LEKT    GURU
                                        LEKTOR                    JML   S1    S2      S3   JML
                          JAB     AHLI            KEPA   BESAR
 1      HUKUM                 2       3      1        1       0     7    5        2    0      7
 2      EKONOMI               2       6      9        3       0    20    7    13       0     20
 3      BAHASA
                             35       7      0        1       0    43    35       8    0     43
        INGERIS
 4      BIMB.KONSE-
                             45       7      2        0       1    55    41   12       2     55
        LING
 5      ADMINISTRASI          2       8      4        2       0    16    7        9    0     16
 6      KOMONIKASI            2       4      0        1       0     7    5        2    0      7
 7      FAK. AGAMA
                              0       5      4        2       0    11    5        6    0     11
        ISLAM
 8      AGRIBISNIS            0       1      3        3       0     7    7        0    0      7
 9      PETERNAKAN            0       2      6        2       0    10    1        8    1     10
 10     TEKNIK
                              4       2      2        1       0     9    5        4    0      9
        MESIN
 11     TEKNIK
                              3       5      0        0       0     8    6        2    0      8
        IMFORMATIK
 12     FKM                   5      10      0        0       0    15    9        6    0     15
            Jumlah          100       62    28       16       1   208   127   78       3    208
Sumber : Bagian Kepegawaian Uniska 2009




                                                                                             8
       Jumlah dosen berkualifikasi S-1 yang cukup tinggi menandakan Uniska           perlu
meningkatkan kualifikasi dosen agar mencapai amanat UU Guru dan Dosen (UU Nomor 14
Tahun 2005). Untuk itu perlu adanya perencanaan yang mengatur studi lanjut dosen tersebut.
Studi lanjut keluar negeri perlu ditingkatkan untuk memperluas wawasan dan komparatif
sistem belajar mengajar dosen.

   2.5.2. Perkembangan Staf Pengajar

       Gambaran umum tentang pangkat dan golongan dosen Universitas Islam Kalimantan
sampai dengan tahun 2009 memperlihatkan bahwa 91,35 % bergolongan III dan 8,65 %
bergolongan IV (Tabel 6). Hal ini diduga karena kurangnya pengusulan kenaikan pangkat
(kurang perhatian) atau pimpinan kurang mendorong staf dosen untuk mengajukan usulan
kenaikan pangkat.




                                                                                        9
Tabel 6. Keadaan Kepangkatan Dosen Tahun2009


                                                       PANGKAT GOLONGAN
NO          FAKULTAS
                               III/a   III/b   III/c   III/d   IV/a   IV/b   IV/c   IV/d   IV/e   JML
 1    EKONOMI                   10        1     5       1       2      0      1      0      0     20
 2    HUKUM                      5        0     1       0       1      0      0      0      0      7
 3    BAHASA INGERIS            41        0     0       0       1      1      0      0      0     43
 4    BIM.KONSELING             53        0     1       1       0      0      0      0      0     55
 5    ADM. NEGARA                7        2     4       0       2      1      0      0      0     15
 6    KOMONIKASI                 6        1     0       0       0      0      0      0      0      7
 7    FAK. AGAMA ISLAM           1        3     3       3       0      1      0      0      0     11
 8    AGRIBISNIS                 1        0     0       4       2      0      0      0      0      7
 9     PETERNAKAN                1        1     4       1       3      0      0      0      0     10
 10   TEKNIK MESIN               6        2     0       0       1      0      0      0      0      9
      TEKNIK
 11                              7        1     0       0       0      0      0      0      0      8
      INFORMATIKA
 12   FKM                        9        6     0       0       0      0      0      0      0     15
              Jumlah            147    15       18      10     12      5      1      0      0     208
Sumber : Bagian Kepegawaian Uniska 2009




       Ada indikasi bahwa kelambatan pengusulan kenaikan pangkat dosen karena
persyaratan yang ketat dan budaya menulis para dosen relatif masih rendah. Dengan
demikian, kesempatan dosen mengikuti dan menyampaikan makalah hasil penelitian tingkat
nasional dan internasional harus digalakkan. Selain itu, jumlah dan nilai kredit (kum) bidang
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus ditingkatkan. Jumlah dosen yang telah
kembali setelah studi pascasarjana menambah perimbangan antara kualifikasi pascasarjana
terhadap S-1. Dalam rangka meningkatkan mutu sumberdaya manusia maka sistem dan
mekanisme rekruitmen dosen harus dioptimalkan.

       Data tabel 7. menunjukkan staf pengajar yang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih
tinggi didalam negeri sebanyak 90 orang. Jumlah dosen yang melanjutkan studi jenjang S-2
lebih banyak dibandingkan dengan jenjang S-3. Selain itu jumlah dosen yang studi lanjut
jenjang S-3 keluar negeri satu orang . Pada dasarnya peluang untuk melanjutkan studi ke luar
negeri sangat besar, tetapi data menunjukkan bahwa minat untuk melanjutkan studi keluar
negeri proporsi staf dosen yang berhasil memanfaatkan peluang tersebut hanya 1 %. Hal ini
disebabkan daya saing dosen Universitas Islam Kalimantan untuk memperoleh peluang yang

                                                                                                       10
tersedia sangat kecil akibat kemampuan penguasaan bahasa asing yang belum baik. Dengan
demikian program khusus untuk mempersiapkan staf dosen yang akan melanjutkan studinya
perlu dilakukan, baik yang berkaitan dengan potensi akademik maupun kemampuan
berbahasa asing.




        Tabel 7. Keadaan Dosen Sementara Studi Lanjut Dalam/Luar Negeri Tahun 2009

                                                   Sementara Studi Lanjut
         NO              FAKULTAS                            S3
                                                     S2            Jumlah
                                                           DN/L
                                                   DN/LN           DN/LN
                                                              N
          1  HUKUM                                   5/0      -        5
          2  EKONOMI                                 2/0     1/0       3
          3  BAHASA INGERIS                         35/0     2/1      38
          4  BIMBINGAN KONSELING                    18/0     3/0      21
          5  ADMINISTRASI NEGARA                     2/0      -        2
          6  KOMONIKASI                              4/0      -        4
          7  FAK. AGAMA ISLAM                        2/0     1/0       3
          8  AGRIBISNIS
          9  PETERNAKAN                               -        2/0       2
         10  TEKNIK MESIN                            5/0                 5
         11  TEKNIK INFORMATIKA                      4/0                 4
         12  FAKULTAS KES. MASYARAKAT                3/0                 3
                        Jumlah                       80        10       90
       Sumber : Bagian Kepegawaian Uniska 2009

2.5.3. Perkembangan Karier Dosen.

       Selain melaksanakan tugas tridharma, beberapa staf dosen mendapatkan pekerjaan
tambahan misalnya menduduki jabatan struktural seperti Rektor, Pembantu Rektor, Dekan,
Pembantu Dekan, dan pimpinan Lembaga.
       Universitas Islam Kalimantan terdiri dari Dosen Tetap Yayasan dan Dosen PNSD,
Pengangkatan pegawai baru untuk Dosen Tetap Yayasan UNISKA dilaksanakan berdasarkan
Peraturan kepegawaian tahun 2009 tentang pengangkatan, pemberhentian dan formasi,
sedangkan untuk Dosen PNS yang diperbantukan di Universitas Islam Kalimantan diterima
sesuai dengan kebutuhan masing–masing Fakultas. Sedangkan pengangkatan PNS
berdasarkan peraturan Pemerintah No 96 tahun 2000 tentang pengangkatan, pemindahan,
pemberhentian dan formasi PNS merupakan wewenang pejabat pembina kepegawaian.
Kenyataan menunjukkan pengangkatan pegawai baru belum didasarkan pada evaluasi
kebutuhan sesuai rasio beban kerja dari masing-masing unit. Selain itu belum dilakukan

                                                                                   11
seleksi dosen terutama Dosen Tetap Yayasan berdasarkan tes kompetensi maupun psikotes
calon dosen.
       Mengantisipasi persaingan global maka rekruitmen tenaga dosen harus menguasai
salah satu bahasa asing, memiliki kinerja dan prestasi, pengalaman dan etos kerja yang
optimal. Suasana kerja yang kondusif memerlukan proporsi yang seimbang antara kewajiban
(wajib belajar, jam kerja) dan hak (kesehatan, cuti) serta penghargaan (reward). Salah satu
solusi atau terobosan yang perlu dipertimbangkan adalah sistem kontrak kerja yang dapat
diperbaharui secara berkala sehingga calon pegawai universitas direkrut atas dasar kualitas
dan etos kerja. Berdasarkan sistem kontrak maka cara penggajian dan penghargaan
disesuaikan dengan kemampuan finansial universitas.


2.5.4. Beban Kerja Dosen
       Beban kerja dosen adalah salah satu indikator dalam mengukur tingkat kesibukan,
tetapi sekaligus kinerja dan prestasi dosen dalam melaksanakan tugas. Ukuran beban kerja
dosen adalah nilai FTE (full time equivalent) atau Equivalensi Waktu Mengajar Penuh
(EWMP). Dalam kurun waktu lima tahun terakhir dapat dikatakan bahwa seluruh dosen
Universitas Islam Kalimantan tidak mengisi formulir beban kerja kegiatan belajar mengajar,
meneliti, pengabdian kepada masyarakat serta tugas tugas administrasi akademik lainnya.
Dengan demikian data dan evaluasi beban kerja dosen Unversitas Islam Kalimantan belum
dapat disajikan dalam dokumen evaluasi diri ini.
       Pada dasarnya pengisian EWMP adalah hal yang sangat penting untuk penataan dan
pengelolaan dosen dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Kenyataan di Universiatas
Islam Kalimantan menunjukkan ada sebagian staf dosen dengan beban kerja tinggi, tetapi
bukan jaminan akan memberi hasil yang optimal, sementara kebanyakan staf dosen memiliki
beban kerja yang rendah. Pada bagian lain, alokasi dosen pada bidang tertentu belum
disesuaikan dengan kemampuannya, sehingga dosen tidak dapat berkembang. Kesalahan
yang sering terjadi adalah pembebanan kerja dosen tidak sesuai minat yang ditekuni. Dengan
demikian implementasi pengisian EWMP bagi dosen menjadi perioritas, yang disertai dengan
penataan pemerataan beban kerja melalui kaderisasi, dan pembenahan dalam pengembangan
bidang keahlian serta tugas-tugas pokok terkait lainnya..
       Dalam era persaingan global mutlak adanya manajemen sumber daya manusia
khususnya dosen. Keberadaan mereka baik didalam negeri maupun diluar negeri dalam tugas
merupakan pengakuan internasional atas kemampuan dan kinerja dosen serta memiliki
pangsa pasar yang tinggi. Dalam hal ini program universitas dan fakultas dalam pendidikan,
                                                                                        12
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang kompetitif dan berhasil guna sangat
diperlukan.
       Pemberian penghargaan (reward) dari universitas terhadap dosen dalam kegiatan
pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bisa dikatakan sudah lima puluh
persen memenuhi standar . Kegairahan kerja dan kebanggaan serta loyalitas dosen terhadap
institusi sangat dipengaruhi oleh adanya penghargaan yang diberikan. Staf dosen dan
pendukung dapat menunjukkan kinerja yang tinggi bila mereka menerima penghargaan yang
layak sesuai ketentuan dan mekanisme penilaian yang transparan.
       Perlu dipikirkan sistem penggajian berdasarkan deskripsi pekerjaan. Dosen dan tenaga
administratif membuat kesepakatan dalam bentuk deskripsi pekerjaan untuk memilah tenaga
penuh waktu (full time) dan tenaga paruh waktu (part time). Kriteria tenaga penuh waktu dan
tenaga paruh waktu adalah mereka yang bekerja per minggu kurang dari 40 jam per minggu.
Analisa jam kerja efektif     terhadap dosen dan tenaga administratif Universitas Islam
Kalimantan belum dapat dilakukan karena belum dilakukan pemantauan dan evaluasi.
Terkesan jam kerja efektif pada beberapa orang dosen telah melebihi atau sama dengan
ketentuan, yang dapat dijadikan dasar dalam pemberian insentif yang adil akibat kelebihan
jam kerja.

2.5.5. Rasio Dosen Mahasiswa
       Salah satu tolok ukur kecukupan jumlah dosen dalam proses belajar mengajar adalah
rasio dosen mahasiswa. Rasio dosen dengan mahasiswa yang ideal adalah 1 : 25 untuk kelas
eksakta dan 1 : 35 untuk kelas non eksakta. Rasio dosen dengan mahasiswa (S1) Uniska
tergolong jauh dari ideal. Sebagai contoh rasio dosen mahasiswa di PS Koseling 1:200, dan
PS Bahasa Inggris 1:140. Sementara rasio dosen dan mahasiswa di Fakultas Pertanian 1:15.
Rasio yang masih cukup rendah dibandingkan dengan standard. Oleh sebab itu, Uniska ke
depan perlu merencanakan rekruitmen dosen sehingga rasio ideal dapat dipenuhi. Rasio yang
jauh dari ideal ini tentu saja akan sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan.



2.6. Proses Belajar-Mengajar

       Salah satu masalah yang dihadapi Uniska selama ini adalah masalah yang
menyangkut pada lemahnya proses belajar-mengajar (pembelajaran). Dalam proses
pembelajaran yang berlangsung di ruang-ruang kuliah antara dosen-mahasiswa, mahasiswa
kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran lebih l

                                                                                        13
ditekankan kepada kemampuan mahasiswa untuk menghafal informasi dimana dosen
mentargetkan tercapainya transfer informasi (transfer of knowledge) dalam proses
pembelajarannya. Pembelajaran seperti ini lebih didominasi oleh dosen atau berpusat pada
dosen (teacher centered instruction) dimana interaksi lebih cenderung satu arah, dosen lebih
berfungsi sebagai satu-satunya sumber pengetahuan.
       Hal seperti itu berlangsung secara sistematik sampai dengan dikeluarkan kebijakan
pemerintah untuk mengubah pendekatan dalam pembelajaran dengan mengeluarkan
Kepmendiknas nomor 232/U/2000 dan 045/U/2003 tentang kurikulum berbasis kompetensi
(KBK) yang mengubah paradigma pembelajaran dari yang berbasis konten/isi (content base)
yang lebih berorientasi pada teacher center learning (TCL) menjadi berbasis kompetensi
(competency base) yang lebih berorientasi pada student center learning (SCL).
       Namun demikian hingga saat ini Uniska belum bisa memenuhi amanat tersebut,
mengingat bahwa bermacam kendala masih menghantui dalam pelaksanaan program tersebut.


2.7. Kualitas Lulusan

2.7.1. Indeks Prestasi Kumulatif dan Kelulusan

       Indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan penyelenggaraan proses
pendidikan adalah IPK mahasiswa, lama studi, lama penyelesaian tugas akhir, efisiensi dan
produktivitas.   Penyelenggaraan proses pendidikan yang berhasil akan berdampak pada
meningkatnya persentase mahasiswa dengan IPK > 3.00, memperpendek waktu studi
mahasiswa dan mengurangi jumlah mahasiswa yang berpotensi untuk drop out.
       Selama periode tahun 2006 – 2008, rata-rata IPK lulusan program sarjana (S1)
memperlihatkan kecenderungan peningkatan prosentase lulusan dengan IPK > 3,00 namun
dari durasi studi masih di atas lima tahun. Rata-rata lama penyelesaian teori adalah sekitar
delapan semester, dan lama penyelesaian skripsi 3,5 semester. Ini mengindikasikan lama
penyelesaian teori masih normal sesuai dengan sistem satuan kredit semester (SKS),
sedangkan lama penyelesaian skripsi terlihat tidak normal, karena seharusnya skripsi dengan
6 SKS diselesaikan dalam satu semester.



2. 8. Penelitian dan Pengabdian

       Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam
Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjary melaksanakan kebijakan institusional di

                                                                                         14
bidang penelitian dan pengabdian yang didasarkan pada Visi dan Misi Universitas. LPPM
Uniska mengkoordinasi, melakukan, memantau, mengevaluasi, dan mengembangkan
kegiatan-kegiatan penelitiandan pengabdian, mengusulkan konsep pembangunan serta agenda
pengembangan penelitian dan pengabdian. Dalam melakukan misi tersebut maka LPPM
Uniska mengelola administrasi kelembagaan dan melakukan koordinasi terhadap kegiatan-
kegiatan fungsional dari pusat-pusat penelitian/studi/kajian yang berada di bawahnya.
       Berdasarkan Statuta Uniska tahun 2009, maka LPPM Uniska terdiri atas unsur-unsur
pimpinan lernbaga yaitu ketua dan sekretaris, tenaga ahli, serta tenaga administrasi. Selain
itu, terdapat tiga pusat yang dikoordinasikan oleh LPPM Uniska. Pusat-Pusat tersebut adalah
Pusat Penelitian, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Pusat Kerjasama.
       Bagian Tata Usaha pada LPPM sesuai Organisasi dan Tata Kerja Uniska menjalankan
tugas melaksanakan urusan Tata Usaha dan kerumah-tanggaan lembaga. Dalam
operasionalisasi tugas administrasi maka Bagian Tata Usaha ditunjang oleh dua Sub-Bagian
yaitu Sub-Bagian Umum yang mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, rumah tangga,
perlengkapan, kepegawaian dan keuangan, serta Sub-Bagian Program, Data dan Informasi
yang bertugas melakukan administrasi program, administrasi kegiatan penelitian,
pengumpulan dan pengolahan data dan layanan informasi.

2.8.1. Penelitian

       Profil penelitian di Uniska dalam kurun waktu tiga tahun terakhir disajikan pada
Tabel 14. Data pada tabel tersebut menunjukan bahwa hanya enam jenis penelitian yang
dilakukan oleh Dosen Uniska. Hal ini menunjukan bahwa jenis penelitian yang tersedia
belum dapat dimanfaatkari sepenuhnya oleh Dosen Uniska. Tabel 4.1 juga menunjukan
bahwa ada kecenderungan total jumlah penelitian yang diusulkan dan disetujui untuk
dilaksanakan oleh Dosen Uniska melalui LPPM mengalami penurunan (data tahun 2010
sampai dengan Juli 2010).
       Penelitian mandiri/dana Uniska jumlah lebih banyak dibandingkan dengan penelitian
dengan sumber yang lainnya, walaupun besarnya dana penelitian dari Uniska adalah paling
kecil dibandingkan sumber lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak dosen Uniska
yang belum berkompetisi untuk mendapatkan penelitian yang disediakan oleh sponsor.
Sementara itu untuk Penelitian Dosen Muda ternyata lebih banyak jumlah yang diusulkan
dibandingkan dengan penelitian lain yang dibiayai melalui Dikti. Pada Tabel 8 terlihat pula
bahwa penelitian kerjasama belum banyak yang dilakukan oleh dosen di Uniska. Dalam tiga
tahun terakhir, kerjasama penelitian dilakukan dengan Bank Indonesia Banjarmasin dan
                                                                                         15
Departemen Pertanian melalui program Kerjasama Kemitraan Penelitian Pertanian dengan
Perguruan Tinggi (KKP3T).

Tabel 8. Rekapitulasi Aktivitas Penelitian Dosen Uniska

                                                             2008       2009       2010
 No                     Jenis Program
                                                          U      T    U     T    U     T
  1    Penelitian Dosen Muda                               5     2     5    2     4    4
  2    Hibah Pekerti                                       3     1     1    1     1    1
  3    Hibah Bersaing                                      3     2     2    1     3    0
  4    Penelitian Strategis Nasional                       -      -    1    1     3    2
  5    DIPA Kopertis Wilayah XI                            4     1     5    5     1     -
  6    Penelitian Mandiri/Dana Rutin Universitas          35 35       32 32      20 20
       Penelitian Kerjasama                                2     2     3    3     1    1
                        JUMLAH                            52 43       49 45      33 28


       Jumlah penelitian yang dibiayai melalui dana rutin Uniska dalam tiga tahun terakhir
rata-rata mencapai 74,65% terhadap total penelitian yang dibiayai melalui Lembaga
Penelitian. Ada kecendrungan penurunan jumlah penelitian yang dibiayai dengan dana rutin
ini yaitu pada tahun 2008 mencapai 35 judul penelitian dari 43 judul yang dibiayai atau
81,40% hingga menjadi 20 judul penelitian dari 28 Judul yang dibiayai atau 71,43%.
Sementara itu, untuk penelitian yang dibiayai oleh Dikti (Tabel 4.1), ternyata jumlah judul
yang disetujui melalui kompetisi ditingkat pusat tergolong masih cukup rendah dari total
yang diusulkan maupun yang dibiayai.
       Jenis-jenis penelitian seperti Hibah Bersaing dan Hibah Pekerti mulai diusulkan pada
tahun 2008 dan ternyata disetujui untuk didanai sebanyak satu judul untuk Hibah Pekerti dan
dua judul untuk Hibah Bersaing. Ini adalah salah satu indikator bahwa dosen Uniska
sebenarnya mampu untuk membuat usulan penelitian yang dapat berkompetisi di tingkat
nasional. Namun jumlah dan jenis yang diusulkan masih sedikit, sehingga perlu usaha untuk
menggiatkan dosen-dosen untuk produktif dalam membuat usulan penelitian.
       Mulai tahun 2008, Uniska telah membuka jaringan kerjasama dengan Bank Indonesia
untuk melakukan penelitian. Selanjutnya pada tahun 2009 Uniska juga dipercaya oleh Badan
Litbang Pertanian Departemen Pertanian melalui program Kerjasama Kemitraan Penelitian
Pertanian dengan Perguruan Tinggi (KKP3T) untuk melaksanakan satu judul penelitian.
       Data yang tersedia pada LPPM mengindikasikan bahwa animo Dosen Uniska untuk
melakukan penelitian melalui pembuatan usulan/proposal penelitian yang diajukan
cenderung tidak konstan dari tahun ke tahun. Jumlah dosen yang terlibat dalam penelitian


                                                                                        16
yang disetujui untuk dilaksanakan dalam kurun waktu tiga tahun terahir juga tidak konstan,
yaitu berkisar antara 42 - 74 orang per tahun atau rata-rata 51 orang per tahun. Data dan fakta
ini menunjukan bahwa keterlibatan dosen dalam penelitian yang disetujui melalui LPPM
Uniska masih rendah yaitu hanya mencapai 30 % sampai dengan 52,86 % (± 36,43 %) per
tahun dari total 140 dosen yang dimiliki Uniska.
       Terdapat 4 buah jurnal ilmiah di Uniska yang rnemiliki ISSN, dimana terdapat satu
jurnal dibawah Universitas (jurnal ilmiah Al „Ulum, bersifat bunga rampai) dan tiga jurnal
ilmiah lainnya dibina oleh tiga fakultas di lingkungan Uniska (Fakultas Pertanian, Fakultas
Ekonomi, dan Fakultas Hukum). Jurnal ilmiah Al „Ulum pertama kali terbit pada tahun 1999,
selanjutnya dirintis jurnal ilmiah yang bersifat spesifik bidang keilmuan oleh Fakultas
Pertanian (jurnal ilmiah Al Ziraa‟ah) yang terbit pertama kali pada tahun 2001.

2.8.2. Pengabdian Masyarakat

       Profil Pengabdian Masyarakat di Uniska dalam kurun waktu tiga tahun terakhir
disajikan pada Tabel 9. Data pada tabel tersebut menunjukan bahwa hanya empat jenis
pengabdian yang dilakukan oleh Dosen Uniska. Hal ini menunjukan bahwa beberapa jenis
pengabdian yang tersedia belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh dosen Uniska. Tabel
15 menunjukan bahwa pengabdian pada masyarakat baik yang diusulkan maupun yang
disetujui untuk dilaksanakan oleh Dosen Uniska melalui LPPM jumlahnya sangat sedikit bila
dibandingkan dengan jumlah total dosen Uniska.



Tabel 9. Rekapitulasi Aktivitas Pengabdian Pada Masyarakat di Uniska

                                                              2008         2009        2010
 No                      Jenis Program
                                                             U    T      U     T     U     T
  1    Program VUCER                                         1    0      -      -    3     0
  2    Penerapan IPTEK                                       4    4      5     5     3     3
  3    Pengabdian Kerjasama                                  1    1      -      -    -      -
  4    Mandiri/Dana Universitas                              3    3      4     4     2     2
                      JUMLAH                                 9    8      9     9     8     5


       Rendahnya jumlah pengabdian pada masyarakat untuk yang diusulkan maupun yang
disetujui, disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: (1). Nilai kredit pengabdian pada
masyarakat untuk kenaikan fungsional dosen cukup rendah (yaitu hanya bernilai satu kredit),
ini berarti untuk kenaikan satu jenjang fungsional cukup hanya dengan satu kegiatan
pengabdian pada masyarakat. (2). Rendahnya kemampuan yang dimiliki oleh dosen dalam

                                                                                            17
menyusun proposal pengabdian pada masyarakat. (3). Dana yang dialokasikan untuk
membiayai kegiatan pengabdian pada masyarakat sangat sedikit dibandingkan dengan dana
yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan penelitian.
       Tabel 9 juga menunjukkan bahwa belum ada kegiatan pengabdian pada masyarakat
yang dilakukan melalui kerjasama dengan institusi terkait. Program Penerapan IPTEK adalah
jenis kegiatan pengabdian pada masyarakat yang jumlahnya paling banyak (diusulkan dan
dibiayai) dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dengan jumlah yang bervariasi.
       Secara umum dapat dikemukakan bahwa dana program-program pengabdian pada
masyarakat di LPPM Uniska bersumber dari dana rutin Uniska dan dana program PPM dari
Dikti. Belum ada dana program PPM yang berasal dari kerjasama dengan institusi terkait
serta dana masyarakat. Sampai saat ini Uniska belum melaksanakan Program KKN, sehingga
tidak dapat mengusulkan dana dari program KKN-PPM Dikti.
       Menyangkut pengelolaan dana pengabdian pada masyarakat, maka secara umum
tercatat bahwa dana dari berbagai sumber/jenis program pengabdian yang disetujui
pelaksanaannya, danya masuk melalui rekening LPPM Uniska. Untuk mengimplementasikan
kegiatan-kegiatan pengabdian pada masyarakat yang disetujui itu, maka LPPM membuat
kontrak kerja yang ditandatangani oleh Dosen (perorangan/kelompok) pengusul dengan
pimpinan LPPM. Penyaluran dana bagi pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan
mengikuti tahapan pelaksanaan pengabdian yang telah diatur sesuai mekanisme baku yang
berlaku.


2. 9. Sarana dan Prasarana

      Fasilitas pendidikan sebagai penunjang proses belajar mengajar (PBM) di Uniska dapat
diuraikan sebagai berikut.

1. Gedung kampus banjarmasin unit 1 berlantai 4 dengan luas bangunan 3.883 m2 dan unit 2
berlantai 3 dengan luas 720 m2. Pada tahun 2008 Uniska telah merenovasi gedung utama di
Banjarbaru dan juga pembangunan gedung baru berlantai 3 dengan 12 ruang kuliah untuk
pemenuhan tuntutan kuliah mahasiswa di Banjarbaru dan Martapura. Sedangkan di
Banjarmasin pembangunan gedung kuliah berlantai 3 dengan kapasitas 27 ruangan sedang
dalam proses pembangunan tahun 2010. Sampai dengan tahun 2010, gedung berlantai 3 ini
sudah selesai lantai dasar dan sudah digunakan untuk kuliah, sementara pembangunan lantai




                                                                                       18
2 dan 3 terus dilakukan sehingga tahun 2011 diharapkan gedung berlantai 3 sudah selesai
dibangun.

2. Pusat komputer dengan jaringan LAN dengan sistem internal pada berbagai unit di rektorat
dan seluruh fakultas serta yayasan Uniska.

3. Laboratorium komputer juga dengan jaringan LAN dan internet.

4. Warnet Uniska pada laboratorium Komunikasi.

5. laboratorium bahasa.

6. Laboratorium bimbingan dan konseling.

7. Laboratorium komunikasi jurnalistik berupa studio radio Gema Uniska dengan gelombang
FM 90.01 MHz Stereo.

8. Koperasi sivitas akademika Uniska.

9. Laboratorium dan bengkel Teknik sedang dibangun dengan luas 1 ha.

10. Laboratorium lapangan Fakultas Pertanian akan dibangun di lahan seluas 10 ha.

2.9.1. Perpustakaan

       Perpustakaan adalah salah satu fasilitas penunjang utama pelaksanaan aktivitas
akademik, bahkan dianggap bahwa perpustakaan merupakan jantung dari perguruan tinggi.
Di lingkungan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al- Banjary Banjarmasin ,
perpustakaan      dikategorikan         menjadi   Perpustakaan       Universitas     (UPT
Perpustakaan/perpustakaan pusat), perpustakaan fakultas, perpustakaan jurusan ( koleksi
jurusan). Luas perpustakaan adalah 112 m2. Dari koleksi yang tersedia (UPT Perpustakaan/
perpustakaan pusat ) dapat disebut masih sangat kurang dan tidak memadai dibandingkan
dengan dosen dan mahasiswa yang dimiliki Universitas Islam Kalimantan Muhammad
Arsyad Al- Banjary Banjarmasin.

       Kunjungan ke perpustakaan dari tahun 2007 ke 2009 terlihat meningkat. Kunjungan
mahasiswa pada tahun 2007 mencapai 3.163 orang sedangkan dosen hanya 376 orang. . Data
menyangkut jumlah pengunjung perpustakaan pada tahun 2007 - 2009 dapat dilihat pada
Table 10.

                                                                                        19
Tabel 10. Jumlah Pengunjung Perpustakaan Pada Tahun 2006 – 2008
                                                 Jumlah Pengunjung
NO         FAKULTAS               Tahun 2007           Tahun 2008      Tahun 2009    KET

                            Dsn           Mhs         Dsn     Mhs     Dsn     Mhs

     EKONOMI                 61           906          30     1106    56      1392
     HUKUM                   52           202          66      367    76       54
     FKIP/BI                 50           500          40     1200    50      1250

     FKIP/BK                 49           606          47     1440    66      1194
     FKM                     24           196          29      366    26      474
     FISIP/ ADM              60           250          26      350    100     250
     NEGARA
     FISIP/                  50           157          20      304    26      214
     KOMONIKASI
     PETERNAKAN              20           100          17      100    10      277
     AGRIBISNIS              10           146          20      346    24      277

     TEKNIK MESIN            14           236          19      547    18      664

     INFORMATIKA

     FAI                     44           609          26      709    64      564

     Total                  434          3.908        340     6.835   516    6.610




2.9.2. Ruang Administrasi

       Yang dimaksud dengan ruang administrasi adalah ruang yang dipergunakan untuk
kegiatan administrasi. Ruang adminstrasi tersebut meliputi ruang kantor, ruang dosen, ruang
administrasi akademik dan lain-lain. Ruang dosen yang tidak menjabat masih belum ada.
Akan tetapi dengan sedang dibangunnya gedung 3 lantai, penyediaan ruang dosen yang tidak
menjabat dapat direalisasikan.




                                                                                           20
            BAB III. PERMASALAHAN DAN PROGRAM DETASERING


3.1. Deskripsi Masalah
    Memasuki usia yang ke 29 tahun sejak didirikan pada tanggal 7 Juli 1981, dan sejak
berdirinya UNISKA sudah banyak kemajuan dalam upaya untuk mensejajarkan dirinya
dengan perguruan tinggi lain yang sudah ternama di kawasan Kalimantan. Namun dibalik
keberhasilan tersebut tidak sedikit pula permasalahan dan hambatan yang dijumpai, dalam
perjalanan UNISKA menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan: Sumber Daya
Manusia (SDM) yang berkualitas, yaitu SDM yang memiliki keterampilan teknis dan
manajemen, berwawasan luas, dan berpandangan islami serta dapat diandalkan
       Salah satu hambatan dan permasalahan besar yang dihadapi UNISKA sebagai
Perguruan Tinggi Swasta (PTS) adalah tenaga edukatif yang berbeda statusnya, sebagai
dosen dari Kopertis (PNS) dan sebagai dosen Yayasan. Kedua status tersebut mempunyai
pola kinerja yang berbeda sehingga diperlukan usaha untuk merubah agar kinerja tersebut
menjadi budaya kerja profesional. Upaya pembenahan kondisi ini membutuhkan tenaga yang
besar dan waktu cukup lama. Hal ini perlu diikuti dengan penciptaan iklim kerja yang
kondusif, misalnya dengan penerapan sistem penghargaan dan sangsi yang tegas. Jajaran
pimpinan pada tingkatan apapun, harus berbuat seadil-adilnya kepada bawahan yang
dipimpinnya. Pemimpin harus berani memberikan sangsi kepada bawahan yang malas dan
tidak berprestasi, sebaliknya seorang pemimpin juga harus mampu memberikan penghargaan
kepada mereka yang rajin, penuh dedikasi dan loyal terhadap tugasnya. Selain itu, UNISKA
masih belum banyak memiliki sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan untuk
menciptakan iklim akademik yang kondusif, seperti misalnya belum adanya ruang dosen,
ruang laboratorium yang terkesan apa adanya. Untuk itu diperlukan pengelolaan yang benar,
baik dari pelaksana di lapangan maupun pimpinan di tingkat Fakultas maupun Universitas.
         Di bidang akademik, kemajuan yang sangat menggembirakan adalah dibukanya
satu program pasca sarjana, yaitu Ilmu Komunikasi pada tahun 2010 dan sudah dilakukan
perkuliahan. Prestasi lain dari UNISKA adalah beberapa program studi mendapat nilai B.
UNISKA tertekad semua program studi dapat diakreditasi. Saat ini ada beberapa program
studi yang akan dan sedang diajukan akreditasinya.
       Permasalahn lain adalah bahwa daya saing UNISKA terhadap perolehan dana dari
pemerintah melalui Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) masih rendah dan UNISKA
belum pernah memperoleh PHKI.


                                                                                          21
        Perkembangan yang kurang menggembirakan adalah terjadi pada kegiatan riset
dosen, dimana kualitas dan kuantitas hasil riset dosen masih tergolong rendah. Hal ini
terbukti dari sedikitnya jumlah proposal yang diajukan ke DP2M Dikti. Selain itu
keberhasilan mendapatkan dana riset yang sifatnya kompetitif ditingkat nasional baik dari
hibah DP2M Dikti, riset unggulan terpadu Menristek maupun dari LIPI masih sangat rendah.
Apalagi bila dikaitkan dengan hasil riset yang mempunyai peluang untuk mendapatkan HKI
masih jauh dari harapan. Di samping penelitian, terlihat pula bahwa kegiatan yang terkait
pengabdian masyarakat masih rendah. Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat
terutama yang dilakukan oleh dosen dan atau mahasiswa masih rendah. Dari indikator
penelitian dan pengabdian yang masih rendah tersebut perlu adanya pembinaan yang sifatnya
lebih intensif terutama dari pihak LPPM yang bertanggung jawab terhadap kegiatan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan cara melakukan lokakarya maupun
menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi yang sudah berpengalaman dalam mengelola
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
       Satu hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah tentang kualifikasi dosen. Sebagai
perguruan tinggi dengan usia yang relatif lama dan dalam rangka mencapai visi, misi dan
tujuan yang diembannya, maka UNISKA harus memacuh terus program peningkatan
kualifikasi (studi lanjut) terutama bagi staf edukatif, karena ditinjau dari kualifikasi jenjang
akademik dosen masih jauh dari memadai. Berdasarkan data yang ada, maka perlu adanya
upaya khusus dan langkah strategis agar para dosen yang belum bergelar Magister dan
Doktor untuk segera merencanakan studi lanjutnya. Di samping itu pihak rektorat seyogyanya
memiliki target dalam kurun waktu tertentu, untuk terus meningkatkan jumlah dosen untuk
studi lanjut ke program S2 dan S3.
       Di lain pihak, di bidang kemahasiswaan terutama di bidang penalaran, minat dan
bakat seperti pada Program Kreativitas Mahasiswa masih rendah, oleh karena itu perlu
pembinaan prestasi mahasiswa lebih baik lagi agar nama UNISKA dapat dikenal secara
nasional dan dapat meraih peringkat untuk setara atau bahkan mengungguli perguruan tinggi
lain di Indonesia.


3.2. Program Detasering
       Program detasering di Uniska dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu program inti dan
pendampingan. Adapun program tersebut sebagaimana tertera dalam Tabel 21 di bawah ini.




                                                                                             22
Tabel 21. Program Kerja Detasering UNISKA 2010

PROGRAM INTI :

 NO    JENIS KEGIATAN           WAKTU            PENDAMPING       PENANGGUNG
                              KEGIATAN                                JAWAB
1.    Penyusunan PHKI        Juni-           Prof. H.M. Sanusi   Prof. Johan M.
      tahun 2011             Nopember        Ibrahim,            Matinahoru
                             2010            Dr.Sc.Agr.
                                             Nurtjahjo Dwi
                                             Sasongko, Prof.
                                             Urip Santoso
2.    Pelatihan PKM          24 Mei 2010     Prof. Urip          Dr.Sc.Agr.
      (Program Kreativitas                   Santoso, Prof.      Nurtjahjo Dwi
      Mahasiswa)                             H.M. Sanusi         Sasongko
                                             Ibrahim, Prof.
                                             Johan M.
                                             Matinahoru
3.    Pelatihan                              Prof. H.M. Sanusi   Dr.Sc.Agr.
      Kewirausahaan bagi                     Ibrahim, Prof.      Nurtjahjo Dwi
      Mahasiswa                              Johan M.            Sasongko
                                             Matinahoru, Prof.
                                             Urip Santoso
4.    Akreditasi Program     Mei-            Prof. Johan M.      Prof. H. M. Sanusi
      Studi. Prioritas       Nopember        Matinahoru, Prof.   Ibrahim
      (Hukum, FKM,           2010            Urip Santoso,
      Pertanian, Teknik)                     Dr.Sc.Agr.
                                             Nurtjahjo Dwi
                                             Sasongko
5.    Workshop Beban         10 Juni 2010    Prof. Urip          Prof. H. M.
      Kerja Dosen                            Santoso,            Sanusi Ibrahim
                                             Dr.Sc.Agr.
                                             Nurtjahjo Dwi
                                             Sasongko, Prof.
                                             Johan M.
                                             Matinahoru
6.    Penyusunan Renstra     Mei-            Prof. H.M. Sanusi   Prof. Johan M.
      Universitas &          Nopember        Ibrahim,            Matinahoru
      Fakultas               2010            Dr.Sc.Agr.
                                             Nurtjahjo Dwi
                                             Sasongko, Prof.
                                             Urip Santoso
7.    Pola Pembinaan         Juli 2010       Prof. Johan M.      Dr.Sc.Agr.
      Mahasiswa & Alumni                     Matinahoru, Prof.   Nurtjahjo Dwi
      Uniska                                 Urip Santoso,       Sasongko
                                             Prof. H. M.
                                             Sanusi Ibrahim
8.    Workshop Standard      Oktober 2010    Dr.Sc.Agr.          Prof. H.M. Sanusi
      Operating Procedure                    Nurtjahjo Dwi       Ibrahim

                                                                                  23
                                             Sasongko, Prof.
                                             Urip Santoso,
                                             Prof. Johan M.
                                             Matinahoru
9.    Diskusi: Strategi       1 Juni 2010    Dr.Sc.Agr.          Prof. Urip Santoso
      Promosi untuk                          Nurtjahjo Dwi
      Meningkatkan                           Sasongko, Prof.
      Jumlah Mahasiswa di                    Johan M.
      Uniska                                 Matinahoru, Prof.
                                             H.M. Sanusi
                                             Ibrahim
10.   Diskusi: Desain         3 Juni 2010    Dr.Sc.Agr.          Prof. Urip Santoso
      Pemanfaatan Lahan                      Nurtjahjo Dwi
      di Fakultas Pertanian                  Sasongko, Prof.
                                             H.M. Sanusi
                                             Ibrahim, Prof.
                                             Johan M.
                                             Matinahoru
11.   Diskusi: Penyusunan     Oktober 2010   Dr.Sc.Agr.          Prof. Urip Santoso
      Karya Ilmiah                           Nurtjahjo Dwi
      Internasional                          Sasongko, Prof.
                                             Johan M.
                                             Matinahoru, Prof.
                                             H.M. Sanusi
                                             Ibrahim
12.   Diskusi: Penyusunan     17 Mei 2010    Dr.Sc.Agr.          Prof. Urip Santoso
      Proposal Penelitian                    Nurtjahjo Dwi
      Berskala Nasional                      Sasongko, Prof.
                                             Johan M.
                                             Matinahoru, Prof.
                                             H.M. Sanusi
                                             Ibrahim
13.   Diskusi: Pengelolaan    14 Juli 2010   Dr.Sc.Agr.          Prof. Urip Santoso
      Jurnal Ilmiah                          Nurtjahjo Dwi
                                             Sasongko, Prof.
                                             Johan M.
                                             Matinahoru, Prof.
                                             H.M. Sanusi
                                             Ibrahim
14.   Workshop:                              Prof. H.M. Sanusi   Prof. Johan M.
      Penjaminan Mutu                        Ibrahim,            Matinahoru
      Uniska                                 Dr.Sc.Agr.
                                             Nurtjahjo Dwi
                                             Sasongko, Prof.
                                             Urip Santoso




                                                                                  24
PROGRAM PENDAMPINGAN

NO       JENIS PROGRAM            WAKTU       PENDAMPING         PENANGGUNG
                                 KEGITAN                            JAWAB

1.   Pendampingan pengelolaan    15 Mei- 10   Dr.Sc.Agr.         Prof. Urip
     Jurnal                      Juni 2010    Nurtjahjo Dwi      Santoso
                                              Sasongko, Prof.
                                              Johan M.
                                              Matinahoru,
                                              Prof. H.M.
                                              Sanusi Ibrahim
2.   Pendampingan Penulisan      17-24 Mei    Dr.Sc.Agr.         Prof. Urip
     Proposal Penelitian.        2010         Nurtjahjo Dwi      Santoso
                                              Sasongko, Prof.
                                              Johan M.
                                              Matinahoru,
                                              Prof. H.M.
                                              Sanusi Ibrahim
3.   Pendampingan Penulisan     17-24 Mei     Prof. Johan M.     Dr.Sc.Agr.
     Proposal Pengabdian Kepada 2010          Matinahoru,        Nurtjahjo    Dwi
     Masyarakat.                              Prof.       Urip   Sasongko
                                              Santoso,
                                              Dr.Sc.Agr.
                                              Nurtjahjo Dwi
                                              Sasongko
4.   Pendampingan Penulisan      Juli 2010    Dr.Sc.Agr.         Prof.        Urip
     Karya Ilmiah                             Nurtjahjo Dwi      Santoso
                                              Sasongko, Prof.
                                              Johan        M.
                                              Matinahoru,
                                              Prof.      H.M.
                                              Sanusi Ibrahim
5.   Pendampingan                Juni 2010    Prof.     Sanusi   Prof. Johan M.
     Pengembangan/Pemanfaatan                 Ibrahim, Prof.     Matinahoru
     Bidang Ilmu Detaser.                     Urip    Santoso,
                                              Dr.Sc.Agr.
                                              Nurtjahjo Dwi
                                              Sasongko
6.   Pendampingan Penyusunan     Juli 2010    Dr.Sc.Agr.         Prof.        Urip
     Deskripsi Diri                           Nurtjahjo Dwi      Santoso
                                              Sasongko, Prof.
                                              Johan        M.
                                              Matinahoru,
                                              Prof.      H.M.
                                              Sanusi Ibrahim
8.   Pendampingan Perpustakaan   Mei-Juni     Prof. Johan M.     Prof. H.M.
                                 2010         Matinahoru,        Sanusi Ibrahim
                                              Prof.       Urip
                                              Santoso,

                                                                                25
                                           Dr.Sc.Agr.
                                           Nurtjahjo Dwi
                                           Sasongko
9.    Penyempurnaan SOP         Oktober    Prof. Johan M.   Prof. Johan M.
                                2010       Matinahoru,      Matinahoru
                                           Prof. Urip
                                           Santoso,
                                           Dr.Sc.Agr.
                                           Nurtjahjo Dwi
                                           Sasongko
10.   Pendampingan Penyusunan   Mei-Juli   Prof. Johan M.   Dr.Sc.Agr.
      Program Kreativitas       2010       Matinahoru,      Nurtjahjo Dwi
      Mahasiswa                            Prof. Urip       Sasongko
                                           Santoso,
                                           Dr.Sc.Agr.
                                           Nurtjahjo Dwi
                                           Sasongko
11.   Pendampingan Penjaminan   Mei-Juli   Prof. Johan M.   Prof, Johan M.
      Mutu PT                   2010       Matinahoru,      Matinahoru
                                           Prof. Urip
                                           Santoso,
                                           Dr.Sc.Agr.
                                           Nurtjahjo Dwi
                                           Sasongko




                                                                             26
                   BAB IV. PELAKSANAAN KEGIATAN DETASERING

4.1. Pendidikan dan Pengajaran

4.1.1. Kegiatan kelompok

4.1.1.1. Diskusi Desain Laboratorium Lapangan Faperta Uniska
Target Peserta :
       Peserta adalah dosen dan pejabat selingkung Fakultas Pertanian Uniska sebanyak 20
orang dosen.
Bidang Kegiatan : Pendidikan dan Pengajaran (Sarana praktikum)
Latar Belakang Penyelenggaraan :

       Untuk mendukung tercapainya kualitas mahasiswa Peternakan dan Agribisnis Uniska,
maka dibutuhkan laboratorium baik laboratorium indoors maupun laboratorium outdoors
(laboratorium lapangan). Laboratorium outdoors dimaksudkan untuk melatih mahasiswa
dalam usaha peternakan sebagaimana yang diparktekkan di masyarakat. Jika laboratorium
outdoors mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap maka diharapkan lulusan Fakultas
Pertanian Uniska mampu memanfaatkan peluang dan menciptakan lapangan kerja baru.
       Fakultas Pertanian Uniska saat ini memiliki lahan seluas 10 ha yang direncanakan
untuk mendorong peningkatan kualitas lulusan. Lahan tersebut masih belum digarap. Untuk
itu diperlukan suatu perencanaan yang matang tentang pembangunan sarana dan prasarana
laboratorium lapangan di atas lahan tersebut.
       Laboratorium lapangan yang dimkasudkan di atas mempunyai multifungsi. Fungsi
yang utama adalah sebagai wahana praktikum mahasiswa Pertanian Uniska. Fungsi ini terkait
dengan mutu lulussan yang dihasilkan. Jika mutu lulusan Pertanian Uniska baik, maka hal ini
dapat dijadikan sebagai sarana promosi sehingga jumlah mahasiswa akan meningkat tajam.
Fungsi kedua adalah sebagai wahana penelitian baik bagi dosen maupun mahasiswa. Fungsi
ini sangat penting dikarenakan salah satu kriteria mutunya suatu perguruan tinggi adalah
baiknya mutu dan jumlah penelitian serta karya ilmiah yang dipublikasikan. Fungsi ketiga
sebagai wahana usaha komersial sebagai generating income di Uniska.
       Untuk membuat laboratorium outdoors yang baik maka diperlukan suatu desain yang
baik sesuai dengan tujuan Uniska. Oleh sebab itu, diskusi desain laboratorium outdoors
Fakultas Pertanian Uniska sangat diperlukan.
Indikator keberhasilan yang akan digunakan : Desain Laboratorium Lapangan Peternakan
dan Agribisnis


                                                                                        27
Pelaksanaan
       Pada tanggal 24 Juni 2010 diadakan diskusi tentang rencana pendirian laboratorium
lapangan Fakultas Pertanian Uniska. Narasumber dalam diskusi itu adalah Prof. Urip Santoso.
Disini dibahas tentang unit-unit pembelajaran apa saja yang sebaiknya dibangun di tanah
seluas 10 ha tersebut.

       Hasil diskusi kemudian ditindaklanjuti dengan menyusun desain Laboratorium
Lapngan, yang sampai saat ini telah selesai desainnya.

4.1.1.2. Penyusunan GBBP dan SAP

       Target Peserta :
       Peserta adalah dosen dan pejabat selingkung Fakultas Pertanian Uniska sebanyak 20
orang dosen.
Bidang Kegiatan : Pendidikan dan Pengajaran (Sarana praktikum)
Latar Belakang Penyelenggaraan :
       Penyusunan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) dan satuan acara
perkuliahan (SAP) memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang kelancaran
proses belajar-mengajar yang pada akhirnya dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri
mengikuti seluruh kegiatan proses belajar dengan lebih seksama. Karena dalam pelaksanaan
kegiatan belajar-mengajar ini, setiap dosen perlu memerhatikan kondisi internal maupun
eksternal mahasiswanya. Di sisi lain GBPP dan SAP dapat dijadikan guide line dosen dalam
menyampaikan bahan ajar sesuai dengan syllabus yang ada sekaligus sistem penilaian yang
sudah disepakati. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Fakultas Pertanian pada tanggal 20
september 2010 dengan nara sumber Dr. sc. Agr. Nurtjahjo Dwi Sasongko, M. App. Sc.
Namun demikian kegiatan yang sangat penting tersebut dilaksanakan bertepatan dengan
kegiatan OPSPEK karena pada tanggal 20 September perkuliahan mulai dilakukan.
Kpnsekuensi dari pelaksanaan yang bersamaan dengan kegiatan lain menyebabkan jumlah
dosen yang hadir dalam acara tersebut sangat terbatas.

Capaian hasil

       Untuk mata kuliah bahasa Inggris bersama-sama dengan pengampu Bapak Hengki SS,
MPd telah disusun GBPP dan SAP serta bahan kuliahnya.



                                                                                       28
4.1.1.3. Praktikum

       Kegiatan ini dilaksankan oleh Prof. Urip Santoso bersama team teaching matakuliah
Teknologi Pengolahan Pakan. Sampai akhir detasering telah disusun draft Pedoman
Praktikum Teknologi Pengolahan Pakan. Prof. Urip Santoso juga telah menyampaikan model
Pedoman Praktikum Biokimia yang diharapkan dapat membantu Jurusan Peternakan,
Fakultas Pertanian Uniska dalam praktikum Biokimia.




4.1.2. Kegiatan individu

4.1.2.1. Kuliah umum

       Pada tanggal 26 Juni 2010 diadakan       kuliah umum (stadium general) kepada
mahasiswa Program Studi Peternakan dan Program Studi Agribisnis.Tema kuliah umum di
Fakultas Pertanian Uniska adalah “Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengembangan
Pertanian Berwawasan Lingkungan”. Ada tiga pembicara, yaitu Prof. Johan Matinahoru,
Prof. Urip Santoso, dan Ir. Untung Joko Wiyono. Pada kesempatan itu, Prof. Urip Santoso
menyajikan makalah yang berjudul Dasasila Peternakan dalam Pembangunan Peternakan di
Indonesia.

       Ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada saya, antara lain: 1) Peternak kecil
adalah ujung tombak peternakan di Indonesia, bagaimana cara menyampaikan dasasila
peternakan ini kepada mereka?; 2) Peternak kecil sangat lemah posisinya, bagaimana cara
pemerintah memberikan perlindungan kepada peternak kecil tersebut?; 3) Dalam Dasasila
Peternakan terkandung peternakan berwawasan lingkungan apa mkaksudnya?; 4) Dalam
Dasasila Peternakan tidak memuat gender, bagaimana pendapat Bapak jika gender ini
menjadi salah satu point tambahan dalam Dasasila Peternakan?; 5) Saat ini peternakan
dituding menjadi salah satu penyumbang pemanasan global, bagaimana caranya agar
sumbangan ini dapat dikurangi?

4.1.2.2. Mengajar

       Pada semester ganjil 2010/2011 tim ditaser telah diberi kesempatan untuk
memberikan model proses belajar mengajar (PBM) dalam matakuliah Teknologi Pengolahan
Pakan (Prof. Urip Santoso), Kimia dasar (Prof. Sanusi Ibrahim), dan Bahasa Inggris (Dr.
Nurcahyo Sasongko).

                                                                                     29
4.1.2.3. Les Bahasa Inggris

       Les Bahasa Inggris diberikan kepada mahasiswa regular setiap hari Kamis pukul
10.00 WITA yang diselenggarakan oleh BEM FISIP. Bertindak sebagai pemateri adalah Dr.
Nurtjahjo Dwi Sasongko. Peserta sebanyak 30 mahasiswa.




4.2. Penelitian dan Pengembangan Ilmu

4.2.1. Kegiatan Kelompok
4.2.1. 1. Diskusi penyusunan proposal penelitian berskala nasional
Target Peserta        :
       Peserta adalah dosen Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary
sebanyak 30 orang dosen dari 13 Program Studi. Setelah diskusi setiap peserta diberi tugas
menyusun proposal penelitian. Untuk itu, akan dilakukan pendampingan oleh tim detaser
sampai dengan 20 Nopember 2010.
Latar Belakang Penyelenggaraan :

       Dalam era globalisasi ini banyak kemudahan yang dapat dinikmati oleh manusia. Jika
di masa lalu pergi ke Mekah memerlukan waktu berbulan-bulan, maka sekarang hanya
membutuhkan waktu beberapa jam saja. Jika pergi ke bulan di masa lalu merupakan impian
semata, maka di masa sekarang bukan lagi sekadar impian. Jika di masa lalu untuk dapat
berkomunikasi jarak jauh harus mesu raga, sekarang cukup angkat telepon, HP atau
sejenisnya.
       Apa yang menjadi sebab terjadinya lonjakan fasilitas? Mungkin pertanyaan tersebut
kadang mampir ke benak kita. Kita dapat menikmati semuanya ini dikarenakan
perkembangan ipteks yang begitu pesat. Perkembangan ipteks yang begitu dahsyat terjadi
karena segelintir manusia rela bersusah payah berpikir, berkreativitas dan meneliti gejala
atau hukum alam semesta ini. Pada jaman dulu untuk mencapai teknologi tertentu diperlukan
waktu sampai ratusan atau bahkan ribuan tahun. Semuanya dilakukan melalui serangkaian
pengamatan dan/atau penelitian. Oleh sebab itu, penelitian merupakan faktor penting untuk
mendorong perkembangan ipteks. Jika dikaitkan dengan kemajuan suatu negara, negara yang
maju dalam penelitian akan menjadi negara maju, negara yang mampu menguasai dunia. Di
negara maju, penelitian selalu dilakukan sebelum melaksanakan kegiatan.



                                                                                       30
         Untuk dapat meneliti dan mempublikasikan karyanya, seorang ilmuwan diharuskan
membuat proposal penelitian. Merencanakan penelitian bukan saja penting bagi penelitian
yang diharapkan dapat didanai oleh penyandang dana, tetapi juga penting bagi penelitian atas
biaya sendiri. Rencana penelitian digunakan sebagai pedoman pelaksanaan penelitian, agar
hasil penelitian nantinya dapat mencapai tujuan yang diharapkan, tidak terjadi kesalahan
metodologi dan sebagainya.
         Merencanakan penelitian bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk membuat proposal
yang baik, seorang peneliti harus mempunyai pengetahuan di bidangnya secara mendalam,
metode penelitian, dan kemampuan menulis yang memadai. Untuk itu, diskusi penyusunan
proposal penelitian dan pendampingan penyusunan proposal bagi dosen sangat penting untuk
dilaksanakan agar keterampilan dosen dalam menyusun proposal penelitian menjadi lebih
baik.
Indikator keberhasilan yang digunakan : Jumlah proposal yang ditulis oleh dosen.
Pelaksanaan kegiatan
         Pada tanggal 19 Mei 2010 telah dilaksanakan diskusi penyusunan proposal penelitian
berskala nasional. Diskusi dihadiri oleh 26 dosen yang merupakan wakil dari 13 Program
Studi.
         Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Prof. Urip Santoso) Dalam
penyampaian makalah, Prof. Urip Santoso menguraikan bagaimana membuat proposal yang
baik. Beberapa peserta menyampaikan kesulitan dalam membuat proposal antara lain tidak
tahu bagaimana judul atau topic dalam proposal penelitian bidang hukum. Atas pertanyaan
tersebut Prof. Urip Santoso mencontohkan beberapa judul penelitian di bidang hukum.
Seorang peserta menyoroti tentang reviewer tingkat nasional yang tidak sebidang ilmu. Ia
menyatakan bahwa akurasi reviewer yang bukan sebidang ilmu tentu saja kurang memadai.
Atas komentar ini Prof. Urip Santoso mengemukakan alasan mengapa Dikti tidak
menyediakan reviewer untuk setiap bidang kajian, yaitu adanya keterbatasan anggaran dan
keterbatasan reviewer untuk bidang kajian tertentu. Lebih lanjut dikatakan bahwa meskipun
mereka tidak sebidang ilmu, mereka akan mampu menelaah apakah proposal tersebut layak
untuk didanai atau tidak. Sebagai contoh uraian konkrit, maka Prof. Urip Santoso
menjelaskan bagaimana membuat proposal penelitian hibah bersaing.
         Jumlah proposal penelitian yang dihasilkan sebanyak 3 buah proposal sampai akhir
detasering.




                                                                                         31
4.2.1.2.Diskusi penyusunan artikel ilmiah di jurnal nasional terakreditasi/internasional
Target Peserta       :
       Peserta adalah dosen Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary
sebanyak 30 orang dosen dari 13 Program Studi. Setelah diskusi setiap peserta diberi tugas
menulis artikel ilmiah. Untuk itu, akan dilakukan pendampingan oleh tim detaser sampai
dengan 20 Nopember 2010.
Latar Belakang Penyelenggaraan :
       Kontribusi peneliti Indonesia terhadap publikasi ilmiah berskala internasional sangat
sedikit. Survai oleh Scientific American di tahun 1994 menunjukkan bahwa kontribusi
ilmuwan Indonesia pada pengembangan ilmu hanya 0,012% setiap tahun sementara
Singapura 0,179%, Thailand 0,086%, Malaysia 0,064%, Fulipina 0,035%, Amerika Serikat
30,8%, Jepang 8,2%, Inggris 7,9%, Jerman 7,2% dan Perancis 5,6%.
       Di antara negara ASEAN Indonesia menduduki peringkat keempat di bawah
Singapura dengan karya ilmiah 5.781, Thailand 2.397 dan Malaysia (Yuliarto, 2005). Jumlah
karya ilmiah Indoensia hampir sama dengan Vietnam yang menghasilkan karya ilmiah 453
pada tahun 2004. Jika dilihat dari pertumbuhan karya ilmiah antara tahun 1990 dan 2004,
Indonesia mempunyai pertumbuhan karya ilmiah sebesar 2,67. Jumlah ini lebih rendah
daripada Singapura yang mempunyai pertumbuhan karya ilmiah sebesar 7, Thailand 4,81,
Malaysia 3,89, dan Vietnam 3,84.
       Meskipun data tersebut sudah lama sekali, namun penulis yakin bahwa tingkat
kontribusi ilmuwan Indonesia masih belum beranjak dari angka tersebut.
       Motivasi penerbitan hasil penelitian oleh ilmuwan Indonesia terkendala oleh beberapa
hal sebagai berikut: 1) keterbatasan aspirasi segala kegiatan kecendekiaannya yang sering
sangat melokal; 2) kesempitan sudut pandang dan pembatasan cakupan oleh judul kegiatan
(dan juga karya ilmiahnya) yang mengungkung; 3) kekurangberanian untuk menganalisis
secara mendalam data dan informasi yang terkumpul selama penelitian; 4) ketiadaan sintesis
melebar terhadap hasil yang diperoleh dengan jalan membandingkannya dengan mencakup
penelitian lain, meminjam dari waktu, memamnfaatkan disiplin lain, menyadap dari budaya
lain, ataupun mengacu pada pengalaman orang lain yang sudah ada dalam khasanah pustaka
mutakhir, 5) ketakutan dalam menyusun simpulan berdampak meluas, dan 6) kekerdilan buat
melontarkan perampatan revolusioner yang memungkinkan tersusunnya suatu grand theory.
       Selain hal-hal yang mendasar tersebut, terdapat hal lain yang melatarbelakangi
rendahnya publikasi ilmuwan Indonesia, yaitu keterbatasan kemampuan menulis dalam salah
satu bahasa PBB terutama Bahasa Inggris, keterbatasan kemampuan menulis karya ilmiah
                                                                                         32
berskala internasional, keterbatasan dana publikasi, belum adanya kesadaran bahwa seorang
ilmuwan mempunyai kewajiban mempublikasikan hasil penelitian, terbatasnya dana
penelitian, orientasi penelitian masih terbatas pada proyek, tidak mempunyai perencanaan
penelitian yang baik (tidak mempunyai road map/payung penelitian), dan              rendahnya
pendapatan ilmuwan Indonesia. Kurniawan (2005) berpendapat rendahnya publikasi ilmiah
Indonesia dikancah global antara lain rendahnya produktivitas penelitian bermutu, adanya
fenomena isolasi intelektual, insentif yang terlalu rendah, promosi karier tidak mendorong
untuk melakukan penelitian, keterbatasan kemampuan, dan ketidakmampuan untuk
mengikuti kemajuan penelitian di tingkat global. Selain itu, kelemahan juga berasal dari
lingkungan kerja peneliti Indonesia seperti terbatasnya sumber daya dan sarana penelitian,
keterbatasan informasi, situasi institusi yang tidak stabil, kekurangan tenaga pendukung dll.
       Rendahnya produktivitas penelitian juga disebabkan oleh belum adanya budaya
akademik yang mendukung. Sebagai contoh, dosen yang telah menamatkan S3-nya sering
banyak mengalami hambatan dalam meniti kariernya di bidang penelitian karena alasan
klasik antara lain rendahnya daya dukung institusi. Dosen lebih banyak mencari peluang
mencari tambahan penghasilan daripada secara khusyu meneliti dan menulis. Bagi dosen
yang berniat konsisten meneliti juga banyak terkendala oleh adanya keterbatasan dana
penelitian, ketidakjelasan arah penelitian di Indonesia atau seringnya berubah arah penelitian
di Indonesia. Akibatnya dosen atau peneliti tidak dapat konsentrasi meneliti di bidang yang
ditekuni. Akibat lanjut dari kondisi ini adalah mutu penelitian rendah. Hal ini memicu dosen
atau peneliti untuk meneliti sesuai dengan kecenderungan penelitian yang didanai oleh
penyandang dana. Bagi peneliti yang telah menyelesaikan penelitiannya, tidak ada tuntutan
baginya untuk mempublikasikannya. Mestinya, perlu ada merit system yang diterapkan oleh
institusi yang dipandang oleh dosen atau peneliti sangat menguntungkan bagi mereka yang
konsisten meneliti dan menulis sesuai dengan bidang yang ditekuninya.
       Keterbatasan penguasaan Bahasa Inggris dan kemampuan menulis para ilmuwan
Indonesia tidak terbantahkan, padahal kedua hal tersebut merupakan hal yang mutlak bagi
seorang ilmuwan. Kenyataan ini antara lain dapat kita lihat dalam abstrak-abstrak di jurnal
ilmiah nasional yang banyak menggunakan Bahasa Inggris yang tidak standard. Kelemahan
dalam penguasaan Bahasa Inggris dan kemampuan menulis dapat diatasi dengan cara
mempelajari Bahasa Inggris Standard yang digunakan dalam jurnal-jurnal ilmiah dan berlatih
menggunakannya. Kita dapat membuat daftar kata dan kalimat standard yang biasa
digunakan, dan kemudian berlatih menggunakannya. Setelah kita menguasainya, kita
kemudian berlatih membuat kalimat-kalimat dengan pilihan kata yang kita buat sendiri. Kita
                                                                                            33
dapat mengkomunikasikan kalimat-kalimat yang kita buat dengan native speaker (jika
memungkinkan) atau dengan teman sejawat yang sudah biasa menulis karya ilmiah berbahasa
inggris. Dengan cara ini, kita secara perlahan akan mampu menulis karya ilmiah dalam
Bahasa Inggris. Untuk bisa berlatih dengan cara ini, penulis paling tidak mempunyai TOEFL
450.
       Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Indonesia dalam memperbaiki
kontribusinya antara lain menghidupkan pertemuan ilmiah, mendorong terjadinya sinergi
antar laboratorium, mengembangkan jurnal ilmiah yang dikeloka oleh komunitas ilmiah,
dan membuat prioritas penelitian. Untuk meningkatkan keterampilan dan motivasi para dosen
Uniska dalam menulis artikel ilmiah, maka diperlukan diskusi penyusunan artikel ilmiah dan
pendampingan penulisan artikel ilmiah.
Indikator keberhasilan yang digunakan : Jumlah artikel ilmiah yang ditulis oleh dosen.
Pelaksanaan kegiatan
       Pada tanggal 17 Juni 2010 telah dilaksanakan diskusi penyusunan artikel ilmiah di
jurnal nasional terakreditasi/internasional. Diskusi dihadiri oleh 26 dosen yang merupakan
wakil dari 13 Program Studi. Bertindak sebagai nasumber adalah Prof. Urip Santoso. Dalam
penyampaian makalah, Prof. Urip Santoso menyampaikan kiat-kiat menyusun artikel ilmiah
agar bisa dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi/internasional.
       Dalam diskusi beberapa pertanyaan tentang: 1) apakah artikel ilmiah bisa dikirim ke
beberapa jurnal ilmiah; 2) apakah bisa artikel ilmiah yang sudah dikirim ditarik kembali
karena sudah lama belum diterbitkan; 3) saya sudah mengirim artikel ke jurnal ilmiah tapi
lama. Ketika saya tanyakan mereka menjawab antri padahal saya membutuhkannya untuk
naik pangkat; 4) bagaimana kiat mengelola jurnal ilmiah; 5) saya ingin membuat artikel
untuk di jurnal ilmiah nasional terakreditasi, dapatkah Bapak membantu saya?
       Pada dasarnya sebuah artikel tidak bisa dikirim ke beberapa jurnal ilmiah sekaligus.
Hal ini terkait dengan etika. Jika Anda bermaksud mengirim artikel ilmiah yang sudah Anda
kirim, Anda dapat menulis surat pembatalan publikasi artikel yang telah dikirim. Ada
beberapa kiat agar artikel kita bisa segera diterbitkan, yaitu: 1) mutu artikel ilmiah yang
ditulis berkualifikasi baik atau sangat baik; 2) secara periodik kita dapat menghubungi
redaksi jurnal tersebut. Untuk membuat artikel ilmiah yang berbobot memang memerlukan
waktu, dan saya bersedia membantu Anda. Ini memang tugas saya di Uniska.
       Sampai akhir detasering hanya dihasilkan 3 buah artikel ilmiah yang siap dikirim ke
jurnal nasional terakreditasi.


                                                                                         34
4.2.1.3.Diskusi manajemen jurnal ilmiah
Target Peserta :

       Peserta adalah para dosen selingkung Uniska sebanyak 20 orang dosen

Latar Belakang Penyelenggaraan :
       Keberlangsungan suatu jurnal ilmiah bergantung kepada beberapa faktor, antara lain
budaya menulis, sumber naskah, kualitas artikel, Komitmen pengelola dan peer group,
dukungan dana, pelanggan jurnal, komitmen penulisan terhadap revisi naskah, dan
pengetahuan pengelolan tentang manajemen jurnal. Jadi, untuk menghasilkan jurnal ilmiah
yang berbobot dibutuhkan sarana dan prasarana baik fisik maupun non fisik secara memadai.
Oleh sebab itu, komitmen seluruh sivitas akademika dan pimpinan sangat penting bagi
peningkatan mutu jurnal ilmiah.
       Untuk menjaga dan meningkatkan mutu jurnal ilmiah di Indonesia, Dikti
menyelenggarakan Akreditasi Berkala Ilmiah. Akreditasi Berkala Ilmiah merupakan proses
penilaian oleh tim penelaah terhadap berkala/berkala ilmiah yang memenuhi persyaratan
administrasi guna menentukan status akreditasinya.

       Saat ini Dikti menerapkan sistem penilaian yang cukup ketat untuk menetapkan suatu
jurnal terakreditasi atau tidak. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar dapat terakreditasi tentu
saja dengan memenuhi berbagai kriteria penilaian yang ada di dalam panduan akreditasi
jurnal ilmiah yang dikeluarkan oleh Dikti. Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dapat
terakreditasi diantaranya adalah:

   1. Keterlibatan Mitra Bestari, yaitu penelaah jurnal yang bukan merupakan anggota
       dewan redaksi.
   2. Proses evaluasi yang ketat, sehingga makalah yang dihasilkan pun secara substansi
       memiliki kualitas yang baik dan berdampak tinggi pada kemajuan ilmu dan teknologi.
   3. Kekonsistenan format dan penampilan, yaitu jurnal dicetak dengan format yang
       seragam. Dalam hal ini, dituntut adanya konsistensi dalam hal sistematika dan
       penomoran bab dan sub bab, nama dan alamat penulis, sitasi, penulisan referensi,
       tabel dan gambar, caption tabel dan gambar, penulisan dan penomoran persamaan
       matematika (equation), penempatan gambar, penomoran halaman, serta penulisan
       istilah. Dari segi tampilan, desain cover jurnal harus konsisten dan mempunyai ciri
       khas. Selain itu, ketebalan jurnal pun harus konsisten.


                                                                                            35
   4. Kelengkapan lain, yaitu pemuatan halaman editorial, informasi untuk penulis, daftar
       isi, indeks subjek dan indeks pengarang, ISSN (dan barcodenya), abstrak dan kata
       kunci makalah.
   5. Regularitas penerbitan, yaitu jurnal diterbitkan sesuai jadwal yang telah direncanakan
       dan diterbitkan secara rutin
   6. Distribusi jurnal, yaitu mendistribusikan jurnal sehingga dapat dibaca oleh orang lain,
       termasuk kewajiban mengirimkan jurnal ke PDII LIPI dan juga ke Perpustakaan
       Nasional. Dalam hal ini, bukti pengiriman perlu diarsipkan untuk kelengkapan
       pengajuan akreditasi.


       Mengingat ketatnya persyaratan yang ditentukan oleh Dikti, maka para pengelola
jurnal sangat wajib untuk mempelajari dan kemudian mengelola jurnal ilmiah sebagaimana
yang dipersyaratkan. Jurnal ilmiah yang telah terbit di Uniska masih belum ada yang
terakreditasi. Oleh sebab itu, pengelola jurnal ilmiah di Uniska perlu ditingkatkan baik
pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola jurnal ilmiah. Untuk itu perlu diadakan
diskusi dan pendampingan pengelolaan jurnal ilmiah.
Indikator keberhasilan yang digunakan :
       1) Semua jurnal ilmiah terbit tepat waktu.
       2) Meningkatnya jumlah artikel ilmiah yang masuk ke jurnal ilmiah.
Pelaksanaan kegiatan

       Diskusi manajemen jurnal ilmiah dilaksanakan tanggal 15 Juli 2010. Peserta yang
hadir adalah para pengelola jurnal ilmiah selingkung Uniska. Bertindak sebagai narasumber
adalah Prof. Urip Santoso. Pada diskusi ini dibahas tentang bagaimana mengelola jurnal
ilmiah sebagai persiapan untuk akreditasi jurnal ilmiah ke Dikti, instrumen akreditasi dan
mengapa akreditasi itu gagal serta kiatnya agar lolos akreditasi. Beberapa pertanyaan seputar
instrument akreditasi telah diajukan, dan telah dijawab dengan jelas.

       Diskusi ini dilanjutkan dengan pendampingan pengelolaan jurnal ilmiah dari tanggal
15 Juli sampai dengan 10 Nopember 2010. Sampai akhir kegiatan detasering tidak ada yang
berkonsultasi mengenai hal tersebut di atas.

4.2.1.Kegiatan individu

       Kegiatan individu berupa pendampingan penyusunan proposal penelitian, artikel
ilmiah dan manajemen jurnal ilmiah. Sesuai dengan pembagian tugas, maka yang bertindak

                                                                                          36
sebagai pendamping adalah Prof. Urip Santoso. Tiga buah proposal penelitian dan tiga buah
artikel ilmiah telah dihasilkan dalam pendampingan ini.


4.3. Pengabdian pada Masyarakat
       Pendampingan penyusunan proposal pengabdian pada masyarakat dilaksanakan oleh
Prof. Urip santoso. Pada awal pendampingan hanya satu proposal pengabdian, yaitu proposal
IbM, yang kemudian dikirim ke Dikti. Kegiatan pendampingan terus dilakukan sampai
dengan tanggal 11 Nopember 2010. Untuk mengingatkan para dosen tentang pendampingan
kegiatan ini maka Prof. Urip Santoso pada tanggal 24 Juni 2010 telah memberikan
pengumuman ke dosen Uniska. Yang menjadi masalah adalah sulitnya menemukan dosen
dikarenakan Uniska tidak mernyediakan ruang dosen. Hal ini tentu saja sangat menyulitkan
dalam memotivasi para dosen untuk menyusun proposal pengabdian pada masyarakat. Hal ini
mengakibatkan hanya sebagian kecil dosen yang berkomunikasi dengan tim desater. Pada
akhir detasering, hanya ada 3 proposal pengabdian yang dihasilkan.


4.4.Manajemen Pendidikan Tinggi
4.4.1.Kegiatan Kelompok
4.4.1.1.Diskusi Strategi Promosi untuk Meningkatkan Jumlah Mahasiswa di Uniska

Target Peserta :
       Peserta adalah pejabat PS, Jurusan, Pembantu Dekan I/Dekan selingkung Uniska
sebanyak 20 orang.
Latar Belakang Penyelenggaraan :
       Beberapa program studi (PS) selingkung Uniska mempunyai jumlah mahasiswa di
bawah standard. Idealnya nisbah dosen dan mahasiswa untuk PS eksakta adalah 1:25,
sementara untuk PS social adalah 1:40.
       Untuk meningkatkan       mutu dan jumlah calon mahasiswa yang berminat dan
mendaftar pada Program Studi (PS) selingkung Uniska diperlukan berbagai upaya.
Mengingat persaingan antar PS untuk mendapatkan calon mahasiswa yang bermutu semakin
ketat, maka Uniska tidak lagi dapat menunggu calon mahasiswa mendaftar ke Uniska, tetapi
Uniska harus proaktif mencari calon mahasiswa. Istilahnya adalah “menjemput bola”.
       Untuk menarik minat calon mahasiswa Uniska harus selalu berubah dari hari ke hari,
dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun. Berubah ke arah kemajuan. Berubah berarti
Uniska harus mampu mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat,


                                                                                      37
sehingga PS yang dikelolanya semakin diminati oleh para pengguna. Memang, harus diakui
bahwa untuk senantiasa berubah merupakan hal yang tidak mudah. Akan tetapi hal ini harus
dilakukan oleh Uniska, agar Uniska tetap eksis.

       Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh Uniska adalah melakukan promosi secara
rutin. Promosi oleh Uniska menjadi sangat penting, karena beberapa PS selingkung Uniska
mempunyai jumlah mahasiswa di bawah standard. Untuk itu diperlukan diskusi tentang
model strategi promosi di Uniska untuk meningkatkan jumlah mahasiswa.
Indikator keberhasilan yang digunakan : Satu Model Stategi Promosi.
Pelaksanaan kegiatan

       Hasil evaluasi di Uniska beberapa program studi sangat rendah peminatnya. Program
Studi tersebut adalah PS Peternakan, PS Agribisnis, D3 Teknik Mesin, PS Jurnalistik dan PS
Administrasi Negara. Secara umum memang terjadi pergeseran minat calon mahasiswa dari
eksakta ke non eksakta. Hal ini menyebabkan PS di lingkungan Fakultas Pertanian yang
dahulunya favorit menjadi tidak favorit. Apalagi sejak kebijakan nasional yang menekankan
pentingnya profesi guru yang menyebabkan PS-PS di Fakultas Keguruan diminati banyak
calon mahasiswa.
       Selama ini Uniska tidak membuat strategi promosi yang tertata. Hal ini mungkin saja
tidak berpengaruh terhadap PS-PS favorit, tetapi akan semakin menurunkan minat calon
mahasiswa pada PS-PS yang kurang favorit. Oleh sebab itu, diskusi tentang strategi promosi
sangat penting untuk meningkatkan incoming student.

       Bertindak sebagai narasumber adalah Prof. Urip Santoso. Diskusi ini diikuti oleh PS
Agribisnis, PS Peternakan, PS Jurnalistik, dan PS Administrasi Negara. Dalam diskusi ini
saya mengemukakan strategi-strategi promosi yang dapat dilakukan oleh Uniska. Untuk
menentukan    strategi   yang   paling   tepat    maka   perlu   dilakukan   survey   tentang
kebutuhan/keinginan stakeholders, citra PS, potensi PS dan lain sebagainya. Dalam diskusi
ini teruangkap problema-problema yang dihadapi oleh PS-PS tersebut terkait dengan
promosi, antara lain sedikitnya anggaran, terlambatnya pencairan dana sehingga berakibat
pada terlambatnya promosi. PS Peternakan dan PS Agribisnis telah mengubah strategi
promosi pada tahun 2010 ini, yaitu dengan menjemput bola langsung di SMU/SMK. PS-PS
ini mulai memanfaatkan alumni. Hasilnya jumlah calon mahasiswa yang masuk meningkat
menjadi 44 calon mahasiswa unntuk kedua PS tersebut. Sementara itu PS Administrasi
Negara dan PS jurnalistik menghadapi pencitraan yang rendah. Oleh sebab itu, strategi


                                                                                          38
promosi yang akan diterapkan untuk seleksi mahasiswa tahun berikutnya adalah memperbaiki
citra dengan mengubah PS Jurnalistik menjadi PS Komunikasi. Model yang dikembangkan
adalah promosi jemput bola plus kerjasama denngan SLTA. Terjadi peningkatan jumlah
mahasiswa baru yang masuk ke Fakultas Pertanian yaitu menjadi 70 mahasiswa dari
sebelumnya yang hanya kurang dari 20 mahasiswa.

4.4.1.2.Pendampingan Penyusunan Deskripsi Diri dalam Sertifikasi Dosen

Target Peserta :
       Peserta adalah para dosen selingkung Uniska sebanyak 30 orang dosen
Latar Belakang Penyelenggaraan :
       Dalam upaya agar para dosen mampu berkonsentrasi melaksanakan tugasnya, maka
dibuatlah Undang Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam Undang
Undang tersebut dinyatakan bahwa dosen merupakan profesi. Oleh sebab itu, mereka berhak
mendapat tunjangan profesi. Besarnya tunjangan profesi adalah satu kali gaji pokok. Khusus
untuk profesor ditambah lagi dengan tunjangan kehormatan, yaitu dua kali gaji pokok. Untuk
mendapat tunjangan profesi, dosen harus lulus sertifikasi, sedangkan bagi dosen yang telah
menjabat guru besar (profesor) berkualifikasi doktor secara otomatis mereka telah lulus
sertifikasi dan berhak mendapat tunjangan profesi dan sekaligus tunjangan kehormatan.
       Salah satu item yang wajib dibuat oleh dosen dalam sertifikasi dosen adalah membuat
deskripsi diri. Hasil pemantauan selama menjadi asesor, maka masih banyak dosen yang
kesulitan dalam membuat deskripsi diri. Akibatnya, cukup banyak dosen yang dinyatakan
tidak lulus diikarenakan dosen tidak mampu mendeskripsikan dirinya secara komprehseif
sesuai dengan butir-butir pertanyaan yang diajukan.
       Berdasarkan pemikiran tersebut, maka diperlukan pendampingan penyusunan lembar
deskripsi diri bagi dosen Uniska yang akan disertifikasi pada tahun 2011.
Indikator keberhasilan yang digunakan : Jumlah deskripsi diri yang ditulis oleh dosen.
Pelaksanaan kegiatan

       Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2010. Peserta adalah dosen
Uniska yang belum lulus sertifikasi dosen. Bertindak sebagai narasumber adalah Prof. Urip
Santoso, sedangkan detaser lainnya terlibat dalam seksi diskusi. Prof. Urip Santoso
menyampaikan kisi-kisi dalam penyusunan deskripsi diri serta memberikan contoh deskripsi
diri sesusi dengan kisi-kisi tersebut. Hasil kegiatan ini peserta lebih memahami kisi-kisi
deskripsi diri. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan deskripsi diri.

                                                                                          39
4.4.1.3.Pelatihan Tugas Pokok dan Fungsi Program Studi

       Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2010. Kegiatan ini diikuti oleh
semua Ketua program Studi selingkung UNISKA. Hasil survey menunjukkan bahwa banyak
ketua PS yang belum memahami tugas pokok dan fungsi PS. Oleh sebab itu, pelatihan ini
memberikan beberapa pengetahuan tentang tugas pokok dan fungsi Program Studi.

4.4.1.4.Pelatihan Pembuatan SOP

Target Peserta : Pimpinan dalam lingkungan UNISKA dan Pimpinan Program Studi dan task
force penyusun SOP
Latar Belakang Kegiatan :
       SOP adalah standar Operasional prosedur yg dipopulerkan pemakaiannya oleh
International Standard Organisation (ISO). Untuk bisa dapat pengakuan oleh ISO selalu
diminta SOP. Dengan adanya SOP maka adalah payung hukum untuk sesuatu kegiatan.
Khususnya di Universitas Islam Kalimantan Mohamad Arsyad Albanjari banyak program
Studi yg belum memiliki SOP. Untuk itu diharapkan dalam waktu dekat seluruh program
studi yg ada dalam lingkungan UNISKA telaah memiliki SOP, yang juga akan dapat
digunakan dalam rangka akreditasi dan menghindari benturan kepentingan dari setiap
personal yg terlibat dalam aktifitas di Program Studi.
Indikator keberhasilan yang digunakan : Seluruh Program Studi dalam lingkungan UNISKA
telah memiliki SOP untuk seluruh kegiatannya.
Pelaksanaan Kegiatan
       Kegiatan sosialisasi pembuatan SOP ini telah dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2010
oleh Prof Johan M Matinahoru untuk tingkat Universitas dan oleh Prof Urip Santoso untuk
tingkat Fakultas, sedangkan pada tanggal 8 Juli 2010 Prof Sanusi Ibrahim telah
mensosialisasikan SOP untuk tingkat Program Studi.
       Pelatihan dilanjutkan tanggal 12 Juli 2010 dimana peserta mempresentasikan SOP
yang telah dibuatnya. Sampai akhir detasering, hanya PS Peternakan yang telah menyusun
SOP bagi sebagian aktivitas di PS tersebut.

       Sampai akhir kegiatan detasering, seluruh Program Studi sudah mempunyai SOP
sekarang dan sudah diarsipkan dengan baik.




                                                                                      40
4.4.1.5.Akreditasi Program Studi

Target Peserta         :
         Peserta adalah dosen Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary
sebanyak 30 orang dosen yg terlibat dalam penyusunan borang dari 13 Program Studi.
Setelah diskusi setiap peserta diberi kesempatan mempersiapkan borang dan lampirannya.
Untuk itu, akan dilakukan pendampingan oleh tim detaser sampai dengan 10 Nopember 2010.
Latar Belakang Penyelenggaraan :.
         Setelah melakukan observasi di UNISKA, maka Akreditasi Program Studi merupakan
isu yg perlu mendapatkan perhatian. Uniska terdiri dari 6 Fakultas, 1 program studi D3, 12
Program studi S 1, dan 1 Program studi S2. Pemerintah sudah menggariskan bahwa semua
Perguruan Tinggi yg beroperasi di Indonesia haruslah diakreditasi, selambat-lambatnya 5
tahun sejak aturan akreditasi     disyahkan. Khususnya di Universitas Islam Kalimantan
Muhamad Arsyad Albanjari banyak Program Studi yg belum terakreditasi, atau hampir habis
masa berlaku akreditasinya. Untuk itu haruslah ada persiapan yg sedini mungkin yg mungkin
disiapkan, karena banyak komponen atau lampiran yang harus disiapkan.
Indikator keberhasilan yang digunakan : Telah siapnya borang beserta lampiran untuk
akreditasi yang ditulis oleh team task force dari program studi.
Pelaksanaan kegiatan
         Pada tanggal 31 Mei 2010 telah dilaksanakan sosialisasi pengisian borang akreditasi.
Diskusi dihadiri oleh 30 dosen yang merupakan wakil dari 13 Program Studi sebagai tim task
force.
         Sebagai pembawa makalah adalah Prof. Sanusi Ibrahim, sedangkan detaser lainnya
terlibat dalam diskusi. Dalam penyampaian makalah, Prof. Sanusi Ibrahim menguraikan
bagaimana aturan dalam proses akreditasi, langkah-langkah dalam proses akreditasi , kemana
bahan-bahan akreditasi itu dikirimkan, apa akibat dari tidak terakreditasinya Program Studi,
dan hal-hal apa yg perlu disiapkan. Beberapa peserta menyampaikan kesulitan dalam
mempersiapkan lampiran dan pengisian borang dan kami telah memberikan contoh-contoh
pengisiannya.
         Hasil pelaksanaan akreditasi adalah bahwa PS Kesehatan Masyarakat telah
terakreditasi dengan nilai C. sedangkan FKIP baru selesai divisitasi dan menunggu hasil
penilaian. Untuk Fakultas SOSPOL tim detaser terlibat dalam perbaikan akreditasi. Fakultas
EKONOMI, Faultas Pertanian dan Fakultas Teknik sedang dalam proses pengisian borang



                                                                                          41
dan penyiapan dokumen yang dibutuhkan. Dalam waktu dekat akan segera dikirim.
Sementara Fakultas Hukum masih dalam persiapan akreditasi.

4.4.1.6. Pendampingan Pengelolaan Perpustakaan Pusat
Target Peserta
Peserta adalah para pengelola Perpsutakaan Pusat dan Fakultas yg ada dalam lingkungan
Uniska dan personal-personal terkait.
Latar Belakang
      Perpustakaan adalah jantungnya Universitas. Artinya apabila suatu Universitas tidak
mempunyai perpustakaan tentu mahasiswa tidak akan bisa menyelesaikan tugas-tugas yg
diberikan kepadanya. Begitu juga walaupun ada, tetapi jumlah koleksinya terbatas, tentu juga
tidak akan mendukung proses belajar mengajar yg baik. Khususnya di UNISKA jumlah
koleksi perpustakaannya sangat terbatas ( sekitar 3000 eksemplar) sedang jumlah mahasiswa
lebih 10.000 orang tentulah ini sangat ironis sekali. Begitu juga pengelolaan koleksi yg ada di
tk Fakultas belum termanfaatkan dengan baik , maka ini butuh perhatian. Selain itu juga
koleksi belum dikelompokan sesuai dengan aturan yg ada seperti sistem Dewey atau Library
of Congress atau Universal Decimal Classification. Untuk itu diusulkan suatu kegiatan yg
berjudul Pendampingan Pengelolaan Perpustakaan Pusat.
Indikator keberhasilan : Berhasilnya peningkatan pengelolaan perpustakaan dapat dilihat
dari mudahnya mencari informasi di Perpustakaan, nyamannya mhs belajar di Perpustakaan,
dan tersedianya koleksi yg optimal
Pelaksanaan Kegiatan
       Kegiatan pengelolaan perpustakaan telah dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan
akreditasi yaitu pada tgl 31 Mei 2010. Dalam pembicaraan masalah pengelolaan
Perpustakaan sebagai narasumber adalah Prof Sanusi Ibrahim, sedangkan detaser yang lain
melengkapi dalam seksi diskusi. Dalam diskusi ini disampaikan bahwa jumlah koleksi
perpustakaan pusat sangat minim yaitu kira-kira 3000 eks untuk 10.000 mahasiswa, sebagian
kecil yang lain tersimpan di fakultas. Untuk itu, disarankan agar perpustakaan di fakultas
digabung saja menjadi satu yaitu Perpustakaan Pusat. Selain itu, disarankan agar jumlah
koleksi ditambah dengan jalan membeli buku sejauh kemampuan universitas. Agar lebih
nyaman bagi mengunjung dan mampu menampung buku-buku yang akan dibeli, maka
ruangan perpustakaan perlu diperluas menjadi dua kali lipat dan dilengkapi dengan AC.
Selain itu karena UNISKA juga telah punya jaringan internet, agar diperpustakaan disediakan
sarana untuk mahasiswa dalam berkomuknikasi dengan internet. Selain itu buku-buku

                                                                                            42
hendaklah disusun berdasarkan penggolongannya dengan sistem Dewey dan dilengkapi
dengan kartu katalog.
       Untuk pengembangan perpustakaan memang tidak dapat diharapkan memberikan
hasil langsung. Hasil yang langsung hanyalah buku-buku di perpustakaan telah dikelola
berdasarkan klasifikasi Dewey. Sementara untuk menambah koleksai telah dilakukan melalui
sumbangan dari mahasiswa yang diwisuda, sedangkan untuk pembelian buku-buku dan
penambahan ruangan dan penyediaan ruangan untuk fasilitas ICT dan AC telah dimasukkan
ke dalam Rencana Annggaran UNISKA.

4.4.1.7. Workshop Beban Kerja Dosen
Target peserta : Pimpinan dan dosen tetap UNISKA baik PNS maupun Yayasan
Latar Belakang :
       Tugas utama dosen adalah me;laksanakan tridarma Perguruan Tinggi dengan beban
kerja minimum 12 sks dan maksimum 16 sks pada setiap semester, sesuai dengan kualifikasi
akademiknya.Pelaksanaan tuga utama dosen perlu dilaporkan dan dievaluasi secara priodik
artinya bisa setiap semester atau pertahun ke DIKTI bagi Perguruan Tinggi Negeri atau
KOPERTIS bagi perguruan Tinggi swasta. Sebab ini akan terkait dengan tunjangan sebagai
dosen. Yang jika seseorang tidak mencukupi beban tugasnya, dan tunjangannya telah
terbayarkan, maka akan beresiko Dekan di Perguruan Tinggi Negeri atau ketua Kopertis di
Perguruan Tinggi swasta, mengganti tunjangan yg telah diberikan ke dosen ybs dengan cara
mengembalikan tunjangan tersebut kembali ke bendahara ybs. Agar semua dosen yg terlibat
dalam proses belajar mengajar dapat memahami aturannya dan cara pengisiannya dilakukan
workshop beban kerja dosen ini.
Indikator keberhasilan : Semua dosen yg terlibat dalam proses belajar mengajar mampu
mempersiapkan beban kerjanya dan memahami cara pengisiannya.
Pelaksanaan kegiatan
       Pada tanggal 3 Juni 2010 telah dilaksanakan workshop pelaporan beban kerja dosen..
Diskusi dihadiri oleh 26 dosen yang merupakan wakil dari 13 Program Studi. Sebagai
pemakalah adalah Prof. Sanusi Ibrahim, sedangkan tim detaser terlibat dalam seksi diskusi.
Dalam diskusi tersebut disampaikan kiat-kiat melaporkan beban kerja serta bukti-bukti yang
perlu dilampirkan. Dalam pelaporan beban kerja minimal tidak boleh kurang 12 sks dan tidak
boleh lebih dari 16 sks. Untuk kegiatan mengajar dan pratikum harus dilampirkan SK beban
tugas, absensi mengajar, batas perkuliahan, dan nilai. Jika seminar berita acara seminar dan
absen mahasiswa, dan sama untuk ujian akhir. Untuk penelitian laporan penelitian, jika

                                                                                         43
menulis foto kopi artikel, jika buku foto kopi buku, untuk pengabdian masyarakat laporan
kegiatan terstruktur, dan kegiatan lain-lain berupa SK. Kepada peserta telah diminta untuk
membuat contoh pelaporan beban kerja.
          Setelah adanya penjelasan tentang beban kerja dosen dan bagaimana cara
pengisiannya, telah ada pengisian beban kerja dosen dan mereka telah lakukan evaluasi
internal thd staf pengajarnya.
4.4. 1.8.Pembinaan Kerohaniaan Civitas Academika
Target Peserta : Dosen, Kariawan dan mahasiswa
Latar Belakang Kegiatan:

           Universitas Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Albanjari adalah sebuah
Universitas yg berlebelkan Islam, dimana lulusannya diharapkan mempunyai nilai tambah
akhlakul karimah Islamiah. Melihat kondisi kehidupan kampus di UNISKA terlihat tidak ada
perbedaan nilai-nilai keseharian dengan mahasiswa dari Universitas umum. Selama ini
penambahan nilai-nilai keislaman hanya dilakukan melalui penambahan beban kredit
sebanyak 12 sks dari beban yg telah ada, yg tentu saja akan menambah beban SKS
mahasiswa. Konsekwensi akan memperlambat tamatnya seorang mahasiswa untuk
menyelesaikan pendidikannya. Maka salah satu cara yg tidak kalah nilainya dalam rangka
pengurangan beban kredit mahasiswa adalah melalui sholat wajib berjamaah dan sebelum
sholat ditambah dengan kesempat KULTUM dan berdiskusi tentang materi yg dikultumkan.

Topik-topik mengenai tata cara pergaulan, berpakaian tentu saja merupakan penekanan dalam
disklusi ini. Dengan demikian apabila sholat berjamaah ini dan diskusi ini dapat dilakukan
secara terstruktur tentu akan bisa mengurangi beban SKS yg harus diambil oleh mahasiswa.

Indikator Keberhasilan : adanya perubahan sikap perilaku dalam pergaulan dan pakaian yg
Islami.

Pelaksanaan Kegiatan

           Kegiatan pembinaan kerohanian dilakukan melalui kegiatan sholat wajib
berjamaaah dan dalam kesempatan tersebut sebelum sholat dilakukan dilakukan kuliah tujuh
menit (KULTUM) dan selesai itu dilakukan diskusi. Dalam diskusi tersebut topik-topik yang
dibahas adalah pentingnya agama buat manusia, mencari nilai kebenaran, kewajiban manusia
terhadap agamanya, klasifikasi ilmu yang dipelajari, bagaimana adab berpakaian yang islami,
bagaimana adab pergaulan yang islami, perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah, sumber-

                                                                                          44
sumber nilai yang islami. Setiap selesai pembahasan topik-topik diatas diberi kesempatan
untuk mendiskusikan maslah yang dibahas.Kegiatan ini berjalan terus setiap hari sampai
dengan berakhirnya kegiatan detasering.

4.4.1.9. Penyusunan Proposal HKI, Dokumen Penjaminan Mutu dan Rencana Strategis

        Kegiatan ini dikoordinasi oleh Prof. Johan M. Matinahoru, dan sebagian besar telah
selesai dilaksanakan. Berikut ini tabel pelaksanaan kegiatan tersebut.




  No.         Program                               Kegiatan                    Realisasi

                                                                                   (%)
                                1. Diskusi persyaratan dan manfaat PHKI            100

        Persiapan               2. Diskusi prosedur penyusunan evaluasi diri       100
        persyaratan dan
  1.    proposal PHKI           3. Diskusi prosedur penyusunan SWOT                100
                                   analysis
                                4. Penyusunan dokumen evaluasi diri program        100
                                   studi peserta PHKI dan Universitas
                                5. Penyusunan proposal PHKI                        100
        Semiloka, sosialisasi   1. Pembentukan panitia, pelaksanaan semiloka       100
        dan penyusunan draf        penjaminan mutu
  2.    dokumen penja-          2. Sosialisasi SPMI                                100
        minan mutu Uniska       3. Pembentukan Gugus Jaminan Mutu Fakultas,
                                   Jurusan/Program Studi                            0

                                4. Penyusunan draft dokumen penjaminan mutu        100
                                5. Diskusi Pemantapan draft dokumen
                                                                                    0
        Penyusunan draft        1. Diskusi prosedur penyusunan Renstra             100
        rencana strategis
  3.    fakultas dan            2. Pengumpulan data                                100
        universitas
                                3. Penyusunan draft Renstra                        65

                                4. Diskusi draft Renstra                           50
                                5. Diskusi akhir untuk pemantapan draft
                                   Renstra                                          0

        Berdasarkan data pada tabel diatas menunjukan bahwa sampai batas waktu yang
ditentukan bagi tenaga detasering, ternyata belum semua kegiatan mencapai realisasi 100 %.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor pembatas, yaitu : (1). Keterbatasan dana yang


                                                                                         45
disiapkan Uniska untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang disepakati bersama antara tim
detasering dan pihak Uniska, (2). Keterbatasan alokasi waktu dari staf dosen untuk ikut
berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang direncanakan tenaga detasering, (3). Keterbatasan
ruangan untuk mendukung kelancaran kegiatan-kegiatan yang harus membutuhkan ruangan,
karena semua ruangan terisi penuh dengan aktivitas pembelajaran setiap hari, (4). Kurangnya
komitmen dari pimpinan Uniska untuk memanfaatkan semaksimal mungkin tenaga
detasering.
       Berdasarkan pada program/kegiatan yang direncanakan dan yang direalisasikan maka
berikut dikemukakan indikator hasil akhir yang dicapai oleh tiap program/kegiatan diatas.




                                                                                            46
No.     Program/Kegiatan                       Indikator Hasil Yang Dicapai
1.    Penyusunan proposal           Tersusunnya Proposal Awal PHKI
      PHKI


2.    Persiapan persyaratan         Tersusunnya 4 dokumen Evaluasi Diri untuk 4
      proposal PHKI                  program studi peserta PHKI (Program Studi
                                     Peternakan, Administrasi Negara, Manejemen dan
                                     Bahasa Inggris)
                                    Tersusunnya dokumen Evaluasi Diri Universitas
                                     Islam Kalimantan
2.    Semiloka Penjaminan           Tersusunnya dokumen SOP Program Studi
      Mutu                           (Peternakan, Teknik Mesin dan Administrasi
                                     Negara)
3.    Sosialisasi Sistem            22 peserta (pimpinan Fakultas, Jurusan/Program
      Penjaminan Mutu                Studi) memahami pentingnya sistem penjaminan
      Internal                       mutu internal
4.    Penyusunan Dokumen            Tersusunnya 4 dokumen SPMI Uniska (Kebijakan
      Penjaminan Mutu Uniska         mutu akademik, Standar mutu akademik, Manual
                                     Mutu Akademik dan Manual Prosedur)
3.    Penyusunan draft              Tersusunnya 2 draft Renstra (Fakultas Pertanian
      rencana strategis fakultas     dan Fakultas Teknik)
      dan universitas
4.    Pendampingan Pengisian        Tersusunnya 3 dokumen Borang Program Studi
      Borang Program Studi           (Peternakan, Teknik Mesin dan Administrasi
                                     Negara)
5.    Pendampingan                  Tersusunnya 3 dokumen Spesifikasi dan Satuan
      penyusunan Spesifikasi         Kompetensi Lulusan Program Studi (Peternakan,
      dan Satuan Kompetensi          Administrasi Negara dan Teknik Mesin)
      Lulusan Program Studi




                                                                                       47
        Berdasarkan data tabel ini menunjukan bahwa hanya program-program studi yang
terdesak untuk melakukan akreditasi BAN-PT dalam tahun 2011 yang berminat untuk
melengkapi berbagai dokumennya. Sedangkan program studi lain tidak berminat karena batas
waktu akreditasi masih cukup lama.



4.4.2. Kegiatan Individu

        Beberapa kegiatan pendampingan dilakukan secara individu seperti pendampingan
penyusunan beban kerja dosen, blog, SOP, deskripsi diri, dokumen penjaminan mutu,
rencana Strategis, evaluasi diri, borang akreditasi dan lain sebagainya. Pendampingan
penyusunan dokumen penjaminan mutu, evaluasi diri dan Rencana Strategis Fakultas
Pertanian dan Teknik dilakukan oleh Prof. Johan M Matinahoru. Pendampingan Akreditasi
Program Studi dilakukan oleh Prof. Sanusi Ibrahim, Prof. Johan M. Matinahoru dan Prof.
Urip Santoso. Pendampingan penyusunan beban kerja dosen dilakukan oleh Prof. Sanusi
Ibrahim dan Prof. Urip Santoso. Pendampingan penyusunan deskripsi diri dalam sertifikasi
dosen dan pembuatan blog dilakuakn oleh Prof. Urip Santoso. Pendampingan SOP dilakukan
oleh Prof. Sanusi Ibrahim dan Prof. Urip Santoso.

        Berikut ini adalah kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Prof. Johan M.
Matinahoru, yaitu penyusunan dokumen evaluasi diri Program Studi (selesai 80%),
penyusunan dokumen Borang Program Studi (selesai 70%), penyusunan spesifikasi Program
Studi (selesai 75%) dan penyusunan Satuan Kompetensi Lulusan Program Studi (selesai
75%).




5. Kemahasiswaan dan Alumni

5.1. Kegiatan Kelompok

        Kegiatan kemahasiswaan dan alumni dikoordinasikan oleh Dr. Nurtjahjo Dwi
Sasongko, sedangkan tim detaser lainnya terlibat secara aktif di dalamnya. Beberapa kegiatan
kemahasiswaan dan alumi yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut.




                                                                                         48
   5.1. 1. Pembentukan Ikatan Alumni

       Kegiatan ini berupa pertemuan antara tim detaser, alumni dan pejabat Uniska. Dalam
pertemuan tersebut telah dibentuk Ikatan Alumni Uniska dan pengurusnya. Tahap selanjutnya
adalah penyusunan rencana kerja Ikatan Alumni Uniska. Pelantikan pengurus Ikatan Alumni
Uniska tanggal 12 Juni 2010. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan sumbang saran
alumni terhadap Uniska.

   5.1.2. Rapat Kerja Pola Pembinaan Mahasiswa

   Target Peserta:
           1. Dosen : Pembantu Dekan III tiap fakultas (8 orang)
           2. Mahasiswa : Ketua dan Sekretaris BEM Universitas, Fakultas, Unit Kegiatan
              Mahasiswa (Menwa, Radio Gema Mahasiswa, Titian Barantai, Band,
              Himpunan Jurusan, Ketua angkatan di tiap Fakultas).
           3. Pimpinan: Pembantu Rektor III, Karo Akademik dan Administrasi
              Kemasiswaan
Latar Belakang Penyelenggaraan:
       Kegiatan Pembinaan Kemahasiswaan di suatu Lembaga Pendidikan Tinggi
diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam mengajak para mahasiswa untuk
melakukan kegiatannya secara lebih bermartabat. Pola Pembinaan Kegiatan Kemahasiswaan
yang benar, oleh karena itu menjadi ‟prasyarat‟ dalam setiap gerakan mahasiswa di dalam
kampus. Hal ini menjadi penting artinya, jika mengingat bahwa ditangan para mahasiswa
inilah masa depan bangsa dan negara Indonesia dipertaruhkan. Kita tidak boleh lengah dalam
membina para mahasiswa ini, karena kelompok inilah yang sering bertindak sebagai
penggerak dalam pergerakan yang sifatnya revolusiner. Dalam usia yang relatif masih muda,
para mahasiswa ini berbeda dengan para pemuda lainnya, karena kelompok terakhir tidak
memiliki kemampuan analisis sebagaimana halnya para mahasiswa. Oleh karena itu dengan
pendekatan Pola Pembinaan yang terarah, maka potensi para mahasiswa sungguh merupakan
hal yang luar biasa, dan sebaliknya jika potensi tersebut tidak diarahkan dengan semestinya,
bukan tidak mungkin menjadi bom waktu bagi lembaga itu sendiri.
       Pola pembinaan kegiatan kemahasiswaan sebagai mana dimaksud adalah menetapkan
sebuah pola yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengembangkan dan sekaligus
meningkatkan potensi mahasiswa/i UNISKA agar dapat menjadi penggerak bagi masyarakat
di sekitarnya. Disisi lain, penetapan pola pembinaan kegiatan kemahasiswaan yang benar,

                                                                                         49
dapat memberikan nilai tambah bagi para mahasiswa dalam kehidupan seharu-harinya di
dalam kampus.
       Di sisi lain, kehidupan seseorang setelah menyelesaikan kuliah dan lulus menjadi
sarjana bukanlah tahap kehidupan yang mudah, oleh karena itulah para Alumni perlu
mendapatkan perhatian seksama dari pihak Universitas. Pola Pembinaan Kegiatan terhadap
para alumni ini juga menjadi bagian penting dari sebuah kegiatan yang harus dilakukan oleh
sebuah perguruan Tinggi. Hal ini menjadi penting artinya, mengingat bahwa salah satu kunci
kesuksesan sebuah perguruan tinggi dalam mencerdaskan peserta didik antara lain dinilai
dengan keberhasilan para alumninya di tengah kehidupan masyarakat.
Indikator keberhasilan yang digunakan:
      Indikator pencapaian dari kegiatan ini adalah disusunya pola pembinaan kegiatan
kemahasiswaan, baik dalam bentuk kegiatan yang bersifat akademis, minat dan bekat, serta
bela negara dan menjadi Rencana Strategis       (RENSTRA) kegiatan kemahasiswaan dan
alumni Uniska.
Pelaksanaan kegiatan
      Rapat kerja Pola Pembinaan Mahasiswa yang dilaksanakan pada tanggal 2-3 Agustus
2010. Penyusunan Renstra tersebut masih dalam proses sampai akhir kegiatan detasering.
Hasil rapat kerja menghasilkan beberapa rekomendasi sebagai berikut:

   1. Meminta kepada Rektor/Yayasan Uniska agar mengembalikan semua anggaran yang
       ditarik dari mahasiswa yang diperuntukkan bagi kegiatan mahasiswa, sebesar Rp
       15.000,- per mahasiswa per semester. Dana tersebut akan didistribusikan kepada
       seluruh lembaga kemahasiswaan yang ada di lingkungan Uniska secara proporsional
       sesuai dengan jumlah mahasiswa/i yang tercatat di Fakultas tersebut.
   2. Meminta kepada Rektor Uniska agar seluruh hasil Raker bidang kemahasiswaan ini
       bisa diimplementasikan termasuk didalamnya adalah perbaikan struktur organisasi
       kemahasiswaan (rekomendasi no. 12), penetapan AD/ART lembaga Kemahasiswaan,
       program kerja, dan rekomendasi yang terkait.
   3. Meminta kepada Rektor Uniska agar melaksanakan salah satu butir utama program
       kerja berupa pengaktifan kembali kegiatan Kuliah Kerja Nyata, dengan alasan bahwa
       kegiatan tersebut sangat penting untuk mendidik/mengkader mahasiswa sekaligus
       mendekatkan diri kepada masyarakat.
   4. Meminta kepada Rektor Uniska agar segera melengkapi seluruh infrastruktur di
       lingkungan Uniska, termasuk didalamnya adalah: mempercepat pembangunan gedung

                                                                                       50
       perkuliahan dan sekretariat lembaga-lembaga kemahasiswaan di lingkungan Uniska;
       melengkapi pustaka yang ada di perpustakaan Uniska sekaligus menambah luasan
       gedung perpustakaan dan kenyamanan di dalamnya. Hal ini dimaksudkan agar budaya
       Akademis didalam kampus Uniska bisa ditingkatkan.
   5. Meminta kepada Rektor Uniska agar segera meningkatkan kenyamanan parkir
       kendaraan roda 2 (dua) dilingkungan parkir Uniska, termasuk menambah jumlah
       tenaga pengaman.
   6. Meminta kepada Rektor Uniska agar segera menindaklanjuti kegiatan kewirausahaan
       dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk
       melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan saran Koordinator Kopertis Wilayah
       XI dalam Raker kali ini.
   7. Meminta kepada Rektor Uniska agar segera melibatkan mahasiswa dalam kegiatan
       keimanan dengan cara menjadikan mereka sebagai pembicara dalam kegiatan resmi
       keagamaan di lingkungan Uniska.
   8. Meminta kepada Rektor Uniska agar segera memberikan penghargaan kepada para
       penggiat kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Uniska berupa insentif pengurangan
       biaya SPP selama yang bersangkutan aktif dalam periode kepengurusan sebuah
       organisasi kemahasiswaan.
   9. Meminta kepada Rektor Uniska agar segera meningkatkan/memotivasi tenaga
       pengajar di lingkungan Uniska agar lebih aktif dalam kegiatan pengajaran. Karena
       sebagaimana kita ketahui, banyak tenaga pengajar yang sering meninggalkan tugas
       pengajaran (tidak masuk kuliah) dengan berbagai macam alasan.
   10. Meminta kepada Rektor Uniska agar segera meningkatkan peran serta Lembaga
       Penjaminan Mutu yang ada di lingkungan Uniska dalam meningkatkan kualitas
       akademis tenaga pengajar yanng ada.
   11. Memperbaik struktur organisasi kemahasiswaan dilingkungan HMJ sehingga tidak
       terjadi dualisme organisasi dengan unit kegiatan ditingkat Fakultas\/Universitas.
       Contoh kegiatan didalam HMJ dengan nama Enlgish Student Association sebaiknya
       dijadikan UKM tingkat Universitas.
   5.1.3. Opspek

   Opspek diselenggarakan dari tanggal 20-23 September 2010. Dalam kesempatan ini Dr.
Nurtjahjo Dwi Sasongko bertindak sebagai pembicara dengan judul: 1) Pola pembinaan
kegiatan kemahasiswaan; dan 2) Kiat-kiat sukses belajar di perguruan tinggi.

                                                                                     51
    5.1.4. Program Kreativitas Mahasiswa

Target Peserta:
            Dosen        : Pembantu Dekan III tiap fakultas (8 orang)
            Mahasiswa : 40 (orang) dipilih sekurangnya 5 orang dari tiap Program Studi
            Pimpinan: Pembantu Rektor III, Karo Akademik dan Administrasi Kemasiswaan
Latar Belakang Penyelenggaraan:
           Kegiatan kemahasiswaan di lingkup perguruan tinggi seyogyanya dilakukan sejalan
dengan arah perubahan pendidikan tinggi Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi –
Kemendiknas. Dalam hal ini kegiatan akan ditekankan ke arah yang lebih humanistik dalam
konteks perubahan global yang antara lain ‟mengharuskan‟ mahasiswa agar berpikir secara
kreatif.
           Selain menjadi insan cendekia mahasiswa juga diharapkan menjadi motor penggerak
dalam berbagai bidang ekonomi melalui bidang kewirausahaan. Untuk mewujudkan hal
trsebut mahasiswa diajak untuk senantiasa berpikir kreatif.
           Pemikiran kreatif Mahasiswa sudah selayaknya difasilitasi agar memberi nilai tambah
baik bagi mahasiswa itu sendiri maupun masyarakat disekelilingya. Nilai tambah akan
terlihat pada saat para mahasiswa tersebut mencoba untuk melakukan kegiatan wirausaha
maupun penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Indikator keberhasilan yang digunakan:
           Indikator pencapaian dari kegiatan ini adalah tersusunya proposal kegiatan kreativitas
mahasiswa, baik dalam bentuk kegiatan yang bersifat wirausaha, penelitian dan pengabdian
pada masyarakat, yang layak didanai.
Pelaksanaan Kegiatan
           Pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa dilaksanakan pada tanggal 10-11
Nopember 2010. Dalam kesempatan ini, salah satu pembicaranya adalah Dr. Nurtjahjo Dwi
Sasongko menguraikan tentang penyusunan PKM Kewirausahaan.




    5.2.          Kegiatan Individu

    1. Sebagai pembicara dalam dialog sehari tentang kepemudaan tanggal 28 Nopember
           2010 yang diselenggarakan oleh BEM FISIP.

                                                                                              52
2. Memdampingi unit kegiatan mahasiswa “SANGGAR TITIAN BARANTAI”
   melakukan workshop sekaligus penerimaan anggota baru di desa Karang Intan,
   Banjarbaru tanggal 8-10 Oktober 2010.

3. Mendampingi pengurus radio Gema Mahasiswa melakukan restrukturisasi pengurus
   tanggal 8 Oktober 2010.

4. Mendampingi UKM Mapala dalam penerimaan anggota baru di Riang Kanan,
   Banjarbaru tanggal 29-30 Oktober 2010.




                                                                            53
                                       BAB V. PENUTUP

   1. Kesimpulan
      Sebagian besar kegiatan yang direncanakan telah dilaksanakan dengan baik meskipun
dalam pelaksanaan     tidak sesuai dengan jadwal. Beberapa tambahan kegiatan seperti
workshop Tupoksi Program Studi, Kuliah Umum di Fakultas Pertanian, dan mengajar mata
kuliah Teknologi Pengolahan Pakan, Kimia Dasar dan Bahasa Inggris telah diselesaikan
sesuai yang dijadwalkan.
       Beberapa faktor penghambat yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan detasering
2010 antara lain : (1) Terbatasnya dana pendukung bagi program-program yang disepakati
untuk dilaksanakan (2) Belum terbangun komunikasi yang terbuka antara staf dosen dan
pihak detaser , (3) Pendamping detaser tidak cukup menyediakan waktu untuk pelaksanaan
berbagai kegiatan yang direncanakan, (4) Paradigma lama pengelolaan perguruan tinggi
masih membudaya pada sebagian staf dosen dan staf administrasi.


   2. Rekomendasi
       1. Ditnaga Dikti diharapkan kedepan dapat melakukan seleksi pertisas berdasarkan
          juga pada kemampuan keuangan pertisas dalam membiayai program-program
          yang diusulkan bersama antara pertisas dan tenaga detasering.
       2. Ditnaga Dikti diharapkan dapat merancang suatu mekanisme evaluasi kinerja
          detasering yang lebih khusus, sehingga tenaga detasering         dapat terukur
          kinerjanya selama melaksanakan tugas di lapangan.
       3. Ditnaga Dikti harus secara kontinyu ikut mendorong Pertisas, terkait
          komitmennya untuk implementasi program-program yang telah disepakati
          bersama dengan detasering.
       4. Tenaga detasering diharapkan tidak memilih program-program kerja yang sifatnya
          membebani keuangan pertisas
       5. Tenaga detasering harus dapat melakukan seleksi program-program kerja yang
          sesuai dengan kebutuhan prioritas dari pada pertisas.
       6. Pertisas harus memiliki komitmen tertulis tentang kesanggupannya mendukung
          dan membiayai program/kegiatan yang disepakati untuk dilakukan
       7. Pertisas harus memiliki suatu mekanisme untuk ikut mengevaluasi kinerja
          detasering sehingga dapat diperoleh suatu hasil kinerja yang menguntungkan
          kedua belah pihak.

                                                                                     54

						
Other docs by prl13206
Its and Crisis Management
Views: 17  |  Downloads: 0
Job Enrichment Template - PDF
Views: 51  |  Downloads: 0
Ite 2 Worksheet Guide - PDF
Views: 35  |  Downloads: 0
Itc Limited Management Case Study
Views: 109  |  Downloads: 1
Itunes Agreement - Excel
Views: 14  |  Downloads: 0
Job Enrichment Project for Hr
Views: 543  |  Downloads: 0
Job Description Private Equity Vp Sales
Views: 252  |  Downloads: 0
Italics Worksheets
Views: 184  |  Downloads: 0
Itss Operation Management
Views: 48  |  Downloads: 0