Docstoc

TUGAS DAN FUNGSI PENGAWAS SEKOLAH

Document Sample
TUGAS DAN FUNGSI PENGAWAS SEKOLAH Powered By Docstoc
					     Jumat, April 23, 2010
     Pengawas Sekolah

                        TUGAS DAN FUNGSI PENGAWAS SEKOLAH

                            SEBAGAI SUPERVISOR PENDIDIKAN




1.    PENDAHULUAN
             Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen untuk
     mencapai tujuan pendidikan. Salah satu komponen yang menunjang berlangsungnya proses
     pendidikan disekolah adalah pengawas sekolah. Pengawasan sekolah itu penting karena
     merupakan mata rantai terakhir dan kunci dari proses manajemen. Kunci penting dari proses
     manajemen sekolah yaitu nilai fungsi pengawasan sekolah terletak terutama pada
     hubungannya terhadap perencanaan dan kegiatan-kegiatan yang didelegasikan
     (Robbins,1997).
             Dalam proses pendidikan, pengawasan atau supervisi merupakan bagian tidak
     terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah. Sahertian (1981:19)
     menegaskan bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memberikan
     layanan kepada stakeholder pendidikan, terutama kepada guru-guru, baik secara individu
     maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran.
     Burhanuddin (1990:284) memperjelas hakikat pengawasan pendidikan pada hakikat
     substansinya. Substansi hakikat pengawasan yang dimaksud menunjuk pada segenap upaya
     bantuan supervisor kepada stakeholder pendidikan terutama guru yang ditujukan pada
     perbaikan-perbaikan dan pembinaan aspek pembelajaran. Bantuan yang diberikan kepada
     guru harus berdasarkan penelitian atau pengamatan yang cermat dan penilaian yang objektif
     serta mendalam dengan acuan perencanan program pembelajaran yang telah dibuat. Proses
     bantuan yang diorientasikan pada upaya peningkatan kualitas proses dan hasil belajar itu
     penting, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Jadi bantuan yang
     diberikan itu harus mampu memperbaiki dan mengembangkan situasi belajar mengajar.
     Pada makalah ini akan dibahas tentang tugas dan fungsi pengawas sekolah sebagai supervisor
     pendidikan.
     Baca selengkapnya

     2. PEMBAHASAN
     2.1. Kompetensi Pengawas Sekolah
             Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 12 tanhun 2007 tentang Standar
      Pengawas Sekolah/Madrasah disebutkan beberapa kompetensi yang harus dikuasai oleh
      pengawas sekolah khususnya kompetensi supervisi sebagai berikut :
      a. Kompetensi Supervisi Managerial
1.     Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan
      mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis.
2.   Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi tujuan dan program pendidikan
      sekolah menengah yang sejenis.
3.   Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok
      dan fungsi pengawasan di sekolah menengah yang sejenis.
4.   Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan
      program pengawasan berikutnya di sekolah menengah yang sejenis.
5.    Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan
      berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis.
6.   Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah
      menengah yang sejenis..
7.    Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk
      menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah
      menengah yang sejenis.
8.     Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya
      untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah menengah
      yang sejenis.

      b. Kompetensi Supervisi Akademik
1.     Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan
      tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang
      sejenis.
2.       Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan
      perkembangan proses pembelajaran /bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata
      pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
3.      Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata
      pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis berlandaskan standar isi, standar
      kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip- prinsip pengembangan KTSP.
4.       Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik
      pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui
      mata- mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang
      sejenis.
5.     Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap
      mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang
      sejenis.
6.      Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas,
      laboratorium, dan atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
      yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
7.   Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media
     pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata
     pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
8.    Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/
     bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaan yang relevan di sekolah
     menengah yang sejenis.

2.2 Tugas pokok dan fungsi Pengawas Sekolah
a. Tugas Pokok Pengawas Sekolah
             Tugas pokok pengawas sekolah/satuan pendidikan adalah melakukan penilaian dan
     pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik maupun
     supervisi manajerial.
             Mengacu pada SK Menpan nomor 118 tahun 1996 tentang jabatan fungsional
     pengawas dan angka kreditnya, Keputusan bersama Mendikbud nomor 03420/O/1996 dan
     Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara nomor 38 tahun 1996 tentang petunjuk
     pelaksanaan jabatan fungsional pengawas serta Keputusan Mendikbud nomor 020/U/1998
     tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka
     kreditnya, dapat dikemukakan tentang tugas pokok dan tanggung jawab pengawas sekolah
     yang meliputi:
  1. Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan
     penugasannya pada TK, SD, SLB, SLTP dan SLTA.
  2.     Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar/bimbingan dan hasil prestasi
     belajar/bimbingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
             Tugas pokok yang pertama merujuk pada supervisi atau pengawasan manajerial
     sedangkan tugas pokok yang kedua merujuk pada supervisi atau pengawasan akademik.
     Pengawasan manajerial pada dasarnya memberikan pembinaan, penilaian dan
     bantuan/bimbingan mulai dari rencana program, proses, sampai dengan hasil. Bimbingan dan
     bantuan diberikan kepada kepala sekolah dan seluruh staf sekolah dalam pengelolaan sekolah
     atau penyelenggaraan pendidikan di sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah.
     Pengawasan akademik berkaitan dengan membina dan membantu guru dalam meningkatkan
     kualitas proses pembelajaran/bimbingan dan kualitas hasil belajar siswa.
     Sedangkan wewenang yang diberikan kepada pengawas sekolah meliputi: (1) memilih dan
     menentukan metode kerja untuk mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan tugas
     dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kode etik profesi, (2) menetapkan tingkat kinerja guru
     dan tenaga lainnya yang diawasi beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, (3)
     menentukan atau mengusulkan program pembinaan serta melakukan pembinaan. Wewenang
     tersebut menyiratkan adanya otonomi pengawas untuk menentukan langkah dan strategi
     dalam menentukan prosedur kerja kepengawasan. Namun demikian pengawas perlu
     berkolaborasi dengan kepala sekolah dan guru agar dalam melaksanakan tugasnya sejalan
     dengan arah pengembangan sekolah yang telah ditetapkan kepala sekolah.
     Berdasarkan kedua tugas pokok di atas maka kegiatan yang dilakukan oleh pengawas antara
     lain:
     1.        Menyusun program kerja kepengawasan untuk setiap semester dan setiap tahunnya
     pada sekolah yang dibinanya.
2.        Melaksanakan penilaian, pengolahan dan analisis data hasil belajar/bimbingan siswa
dan kemampuan guru.
3.          Mengumpulkan dan mengolah data sumber daya pendidikan, proses
pembelajaran/bimbingan, lingkungan sekolah yang berpengaruh terhadap perkembangan
hasil belajar/bimbing an siswa.
4.        Melaksanakan analisis komprehensif hasil analisis berbagai faktor sumber daya
pendidikan sebagai bahan untuk melakukan inovasi sekolah.
5.         Memberikan arahan, bantuan dan bimbingan kepada guru tentang proses
pembelajaran/bimbingan yang bermutu untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar/
bimbing an siswa.
6.        Melaksanakan penilaian dan monitoring penyelenggaran pendidikan di sekolah
binaannya mulai dari penerimaan siswa baru, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan ujian
sampai kepada pelepasan lulusan/pemberian ijazah.
7.        Menyusun laporan hasil pengawasan di sekolah binaannya dan melaporkannya
kepada Dinas Pendidikan, Komite Sekolah dan stakeholder lainnya.
8.        Melaksanakan penilaian hasil pengawasan seluruh sekolah sebagai bahan kajian
untuk menetapkan program kepengawasan semester berikutnya.
9.        Memberikan bahan penilaian kepada sekolah dalam rangka akreditasi sekolah.
10.       Memberikan saran dan pertimbangan kepada pihak sekolah dalam memecahkan
masalah yang dihadapi sekolah berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas maka tugas pengawas mencakup: (1) inspecting (mensupervisi),
(2) advising (memberi advis atau nasehat), (3) monitoring (memantau), (4) reporting
(membuat laporan), (5) coordinating (mengkoordinir) dan (6) performing leadership dalam
arti memimpin dalam melaksanakan kelima tugas pokok tersebut (Ofsted, 2003).
Tugas pokok inspecting (mensupervisi) meliputi tugas mensupervisi kinerja kepala sekolah,
kinerja guru, kinerja staf sekolah, pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran, pelaksanaan
pembelajaran, ketersediaan dan pemanfaatan sumberdaya, manajemen sekolah, dan aspek
lainnya seperti: keputusan moral, pendidikan moral, kerjasama dengan masyarakat.
Tugas pokok advising (memberi advis/nasehat) meliputi advis mengenai sekolah sebagai
sistem, memberi advis kepada guru tentang pembelajaran yang efektif, memberi advis kepada
kepala sekolah dalam mengelola pendidikan, memberi advis kepada tim kerja dan staf
sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah, memberi advis kepada orang tua siswa dan
komite sekolah terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan.
Tugas pokok monitoring/pemantauan meliputi tugas: memantau penjaminan/ standard mutu
pendidikan, memantau penerimaan siswa baru, memantau proses dan hasil belajar siswa,
memantau pelaksanaan ujian, memantau rapat guru dan staf sekolah, memantau hubungan
sekolah dengan masyarakat, memantau data statistik kemajuan sekolah, memantau program-
program pengembangan sekolah.
Tugas pokok reporting meliputi tugas: melaporkan perkembangan dan hasil pengawasan
kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Propinsi dan/atau Nasional, melaporkan
perkembangan dan hasil pengawasan ke masyarakat publik, melaporkan perkembangan dan
hasil pengawasan ke sekolah binaannya.
Tugas pokok coordinating meliputi tugas: mengkoordinir sumber-sumber daya sekolah baik
sumber daya manusia, material, financial dll, mengkoordinir kegiatan antar sekolah,
mengkoordinir kegiatan preservice dan in service training bagi Kepala Sekolah, guru dan staf
sekolah lainnya, mengkoordinir personil stakeholder yang lain, mengkoordinir pelaksanaan
kegiatan inovasi sekolah.
Tugas pokok performing leadership/memimpin meliputi tugas: memimpin pengembangan
kualitas SDM di sekolah binaannya, memimpin pengembangan inovasi sekolah, partisipasi
dalam memimpin kegiatan manajerial pendidikan di Diknas yang bersangkutan, partisipasi
pada perencanaan pendidikan di kabupaten/kota, partisipasi pada seleksi calon kepala
sekolah/calon pengawas, partisipasi dalam akreditasi sekolah, partisipasi dalam merekruit
personal untuk proyek atau program-program khusus pengembangan mutu sekolah,
partisipasi dalam mengelola konflik di sekolah dengan win-win solution dan partisipasi
dalam menangani pengaduan baik dari internal sekolah maupun dari masyarakat. Itu semua
dilakukan guna mewujudkan kelima tugas pokok di atas.

Tabel 1. Matrik Tugas Pokok Pengawas
Rincian          Pengawasan            Akademik     Pengawasan             Manajerial
Tugas            (Teknis             Pendidikan/    (Administrasi dan Manajemen
                 Pembelajaran)                      Sekolah)
Inspecting/      Pelaksanaan kurikulum mata         Pelaksanaan kurikulum sekolah
Pengawasan       pelajaran                          Penyelenggaraan        dministrasi
                 Proses            pembelajaran/    sekolah
                 praktikum/ studi lapangan          Kinerja kepala sekolah dan staf
                 Kegiatan ekstra kurikuler          sekolah
                 Penggunaan media, alat bantu       Kemajuan              pelaksanaan
                 dan sumber belajar                 pendidikan di sekolah
                 Kemajuan belajar siswa             Kerjasama      sekolah     dengan
                 Lingkungan belajar                 masyarakat
Advising/        Menasehati       guru     dalam    Kepala     sekolah    di    dalam
Menasehati       pembelajaran/bimbingan yang        mengelola pendidikan
                 efektif                            Kepala        sekolah       dalam
                 Guru dalam meningkatkan            melaksanakan inovasi pendidikan
                 kompetensi professional            Kepala sekolah dalam peningkatan
                 Guru dalam melaksanakan            kemamapuan professional kepala
                 penilaian proses dan hasil         sekolah
                 belajar                            Menasehati staf sekolah dalam
                 Guru dalam melaksanakan            melaksanakan tugas administrasi
                 penelitian tindakan kelas          sekolah
                 Guru dalam meningkatkan            Kepala sekolah dan staf dalam
                 kompetensi pribadi, sosial dan     kesejahteraan sekolah
                 pedagogik
     Monitoring/   Ketahanan pembelajaran           Penyelenggaraan kurikulum
     Memantau      Pelaksanaan    ujian     mata    Administrasi sekolah
                   pelajaran                        Manajemen sekolah
                   Standar mutu hasil belajar       Kemajuan sekolah
                   siswa                            Pengembangan SDM sekolah
                   Pengembangan profesi guru        Penyelenggaraan ujian sekolah
                   Pengadaan dan pemanfaatan        Penyelenggaraan        penerimaan
                   sumber-sumber belajar            siswa baru
     Coordinating/ Pelaksanaan            inovasi   Mengkoordinir peningkatan mutu
     mengkoordinir pembelajaran                     SDMsekolah
                   Pengadaan     sumber-sumber      Penyelenggaraan      inovasi   di
                   belajar                          sekolah
                   Kegiatan          peningkatan    Mengkoordinir akreditasi sekolah
                   kemampuan profesi guru           Mengkoordinir kegiatan sumber
                                                    daya pendidikan
     Reporting        Kinerja     guru       dalam Kinerja kepala sekolah
                      melaksanakan pembelajaran     Kinerja staf sekolah
                      Kemajuan belajar siswa        Standar mutu pendidikan
                      Pelaksanaan             tugas Inovasi pendidikan
                      kepengawasan akademik

     b.    Fungsi Pengawas Sekolah
             Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, pengawas sekolah melaksanakan fungsi
     supervisi, baik supervisi akademik maupun supervisi manajerial.
             Supervisi akademik adalah fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pembinaan
     dan pengembangan kemampuan profesional guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran
     dan bimbingan di sekolah.
             Sasaran supervisi akademik antara lain membantu guru dalam: (1) merencanakan
     kegiatan pembelajaran dan atau bimbingan, (2) melaksanakan kegiatan pembelajaran/
     bimbingan, (3) menilai proses dan hasil pembelajaran/ bimbingan, (4) memanfaatkan hasil
     penilaian untuk peningkatan layanan pem belajaran/bimbingan, (5) memberikan umpan balik
     secara tepat dan teratur dan terus menerus pada peserta didik, (6) melayani peserta didik yang
     mengalami kesulitan belajar, (7) memberikan bimbingan belajar pada peserta didik, (8)
     menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, (9) mengembangkan dan me manfaat
     kan alat Bantu dan media pembelajaran dan atau bimbingan, (10) memanfaatkan sumber-
     sumber belajar, (11) me ngembangkan interaksi pembelajaran/bimbingan (metode, strategi,
     teknik, model, pendekatan dll.) yang tepat dan berdaya guna, (12) melakukan penelitian
     praktis bagi perbaikan pem belajaran/bimbingan, dan (13) mengembangkan inovasi pem
     belajaran/bimbingan.
     Dalam melaksanakan fungsi supervisi akademik seperti di atas, pengawas hendaknya
     berperan sebagai:
1.     Mitra guru dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran dan bimbingan di
     sekolah binaannya
2.     Inovator dan pelopor dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dan bimbingan di
     sekolah binaannya
3.    Konsultan pendidikan di sekolah binaannya
4.    Konselor bagi kepala sekolah, guru dan seluruh staf sekolah
5.    Motivator untuk meningkatkan kinerja semua staf sekolah
             Supervisi manajerial adalah fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek
     pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas
     sekolah yang mencakup: (1) perencanaan, (2) koordinasi, (3) pelaksanaan, (3) penilaian, (5)
     pengembangan kompetensi SDM kependidikan dan sumberdaya lainnya. Sasaran supervisi
     manajerial adalah membantu kepala sekolah dan staf sekolah lainnya dalam mengelola
     administrasi pendidikan seperti: (1) administrasi kurikulum, (2) administrasi keuangan, (3)
     administrasi sarana prasarana/perlengkapan, (4) administrasi personal atau ketenagaan, (5)
     administrasi kesiswaan, (6) administrasi hubungan sekolah dan masyarakat, (7) administrasi
     budaya dan lingkungan sekolah, serta (8) aspek-aspek administrasi lainnya dalam rangka
     meningkatkan mutu pendidikan. Dalam melaksanakan fungsi supervisi manajerial, pengawas
     hendaknya berperan sebagai:
1.     Kolaborator dan negosiator dalam proses perencanaan, koordinasi, pengembang an
     manajemen sekolah,
2.    Asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah binaannya
3.    Pusat informasi pengembangan mutu pendidikan di sekolah binaannya
4.    Evaluator/judgement terhadap pemaknaan hasil pengawasan
             Fungís supervior (pengawas) oleh karenanya menjadi penting, sebagaimana tertuang
     dalam Kepmen PAN Nomor 118/1996 yang menyebutkan bahwa pengawas diberikan
     tanggung jawab dan wewenang penuh untuk melaksanakan pengawasan terhadap
     pelaksanaan pendidikan, penilaian dan pembinaan teknis serta administratif pada satuan
     pendidikan.

     III. KAJIAN
             Peran pengawas sekolah pada Dinas Pendidikan (Disdik) di Kabupaten Rembang
     terhadap guru dinilai belum berjalan maksimal. Pengawas jarang mengadakan kunjungan ke
     sekolah-sekolah binaannya untuk mengecek eksistensi guru dan jarang memantau
     pembelajaran guru di kelas. Karena tidak terawasi maka guru kurang termotivasi memberikan
     pelajaran di sekolah.
             Pengawas harus mengetahui tentang administrasi sekolah, memiliki leadership dan
     yang terutama adalah manajemen. Sebab pengawas sekolah tidak hanya mengawasi siswa
     dan guru tapi juga mengawasi kepala sekolah beserta kebijakan-kebijakannya.
     Pengawas sekolah datang ke sekolah bukan untuk mencari-cari kesalahan tapi untuk
     memberikan masukan yang bisa meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Pengawas
     sekolah, selain sebagai perpanjangan tangan pemerintah di sekolah juga sebagai kontrol
     proses belajar di sekolah, untuk mengetahui titik lemah pelaksanaan program pendidikan.
     Dengan kontrol pendidikan yang baik otomatis pelaksanaan proses menjadi lebih baik.


     IV. KESIMPULAN
              Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengawas sekolah sebagai supervisor
      pendidikan harus memiliki beberapa kecakapan atau kompetensi sehingga dalam melakukan
      pengawasan dapat memahami permasalahan yang timbul di sekolah. Disamping itu pengawas
      harus dapat membimbing para guru guna meningkatkan mutu pendidikan.
              Berdasarkan tugas pokok dan fungsi di atas minimal ada tiga kegiatan yang harus
      dilaksanakan pengawas yakni:
 1.    Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru,
      dan kinerja seluruh staf sekolah,
 2.       Melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta
      pengembangannya,
 3.     Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara
      kolaboratif dengan stakeholder sekolah.
              Sesuai dengan fungsi dan tugasnya, pengawas sekolah merupakan alat kontrol bagi
      berlangsungnya pembelajaran para guru disekolah yang dapat memberikan masukan atau
      kritikan sehingga dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mentrasnfer ilmu
      pengetahuan. Dengan pengawasan yang baik, proses belajar mengajar di sekolah diyakini
      menjadi lebih baik dan akan berimbas pada peningkatan kualitas pendidikan secara
      menyeluruh.

      IV. DAFTAR PUSTAKA

     A, Hasan, Yusuf, dkk., Pedoman Pengawasan, Jakarta: CV.Mekar Jaya, 2002.
A, Sahertian, Piet, Drs, Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan, Usaha Nasioanal, Surabaya:
     1981.
BSNP, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 12 tahun 2007 tentang
     Standar Pengawas Sekolah /Madrasah, Jakarta 2007
Tim Penyusun Ditjen Baga Islam, Pedoman Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Agama, Depag RI
     Ditjen Baga Islam, Jakarta, 2003.
Sudjana N.. Standar Mutu Pengawas. Jakarta: Depdiknas, 2006
     http://ahmadsudrajat.wordpress.com, Tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah. Diunduh
     tanggal 15 April 2010.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:8612
posted:2/22/2011
language:Indonesian
pages:8