Docstoc

macam-macam-model-konsep-kurikulum1

Document Sample
macam-macam-model-konsep-kurikulum1 Powered By Docstoc
					MACAM-MACAM MODEL KONSEP
       KURIKULUM

                Oleh :
          Momon Erik Frianto
             Firmansyah
               Rosmedi
               Suharto
              Tri Indah

    JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
         UNIVERISTAS LAMPUNG
                 2009
                           Definisi :
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
(Pasal 1 Butir 19 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.

Menurut Grayson, kurikulum adalah suatu perencanaan
untuk mendapatkan keluaran (out- comes) yang diharapkan
dari suatu pembelajaran.
     A. Kurikulum Subjek Akademis (KSA)


KSA bersumber dari pendidikan klasik yang
berorientasi pada masa lalu.

KSA lebih mengutamakan isi pendidikan.
Belajar adalah menguasai ilmu sebanyak-
banyaknya.

Orang yang berhasil dalam belajar adalah
orang menguasai seluruh atau sebagian
besar isi pendidikan yang diberikan atau
disiapkan oleh guru.
    Pendekatan Dalam Perkembangan Kurikulum
                 Subjek Akademis.

Pendekatan Pertama ; Melanjutkan pendekatan
struktur pengetahuan.

Pendekatan Kedua ; studi yang bersifat Integratif.
Merupakan respon terhadap perkembangan
masyarakat yang menuntut model-model pengatuan
yang lebih komprehensif

Pendekatan Ketiga ; Pendekatan yang dilakukan pada
sekolah-sekolah fundamentalis.
         1. Ciri kurukulum Subjek Akademis

Tujuan KSA adalah pemberian pengetahuan yang solid
serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan
proses “penelitian”.

Metode yang paling banyak digunakan dalam
kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori
dan inkuiri.

Evaluasi, KSA menggunakan bentuk yang bervariasi
disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran.
             2. Pemilihan Disiplin Ilmu

Mengatasi Masalah Disiplin Ilmu
a. Mengusahakan adanya penguasaan yang
   menyeluruh dengan menekankan pada bagaimana
   cara menguji kebenaran atau mendapatkan
   pengetahuan.
b. Mengutamakan kebutuhan masyarakat dan aspek-
   aspek dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan
   dalam kehidupan masyarakat.
c. Menekankan pengetahuan dasar, yaitu
   pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar bagi
   penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya.
      3. Penyesuaian Mata Pelajaran Dengan
                Pengetahuan Anak
Para Pengembang KSA lebih mengutamakan
penyusunan bahan secara logis dan sistematis
daripada menyelaraskan urutan bahan dengan
kemampuan berfikir anak.
             B. Kurikulum Humanistik

Konsep Dasar
Anak atau siswa adalah yang pertama dan utama
dalam pendidikan. Mereka adalah subjek yang
menjadi pusat kegiatan pendidikan.

Tugas Guru adalah menciptakan situasi yang
permisif yang mendorong siswa untuk mencari dan
mengembangkan pemecahan sendiri.

Aliran Dalam Pendidikan Humanistik yaitu
pendidikan konfluen, Kritikisme Radikal dan
Mistikisme Modern
 Pendidikan Konfluen
  Menekankan keutuhan pribadi, individu harus
  merespon secara utuh(baik segi pikiran, perasaan,
  maupun tindakan) terhadap kesatuan yang
  menyeluruh dari lingkungan.
 Kritikisme Radikal
  Memandang pendidikan sebagai upaya membantu
  anak menemukan dan mengembangkan sendiri
  segala potensi yang dimilikinya.
 Mistikisme Modern
  Aliran yang menekankan latihan dan pengembangan
  kepekaan, kehalusan budi pekerti, melalui sensitivity
  training, yoga,meditasi dan sebagainya.
                    Kurikulum Konfluen

Kurikulum Konfluen dikembangkan oleh para ahli
pendidikan konfluen, yang ingin menyatukan segi-segi afektif
(sikap, perasaan, nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan
intelektual).

Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang
mengandung segi afektif.

Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif
yang dapat dipilih murid dalam proses bersikap, berperasaan
dan memberi pertimbangan nilai.
               Ciri-ciri Kurikulum Konfluen

1.   Partisipasi, Kurikulum ini menekankan partisipasi
     murid dalam belajar.
2.   Integrasi
3.   Relevansi
4.   Pribadi Anak
5.   Tujuan
     C. KURIKULUM REKONSTRUKSI SOSIAL


Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian
pada problema-problema yang dihadapinya
dalam masyarakat. Kurikulum ini bersumber
pada aliran pendidikan interaksional.

Harold Rug melihat adanya kesenjangan
antara kurikulum dengan masyarakat. Ia
menginginkan para siswa dengan
pengetahuan dan konsep-konsep yang
dimilikinya dapat mengidentifikasi dan
memecahkan masalah-masalah sosial.
        Ciri Kurikulum Rekonstruksi Sosial

a. Asumsi
b. Masalah-masalah sosial yang mendesak
c. Pola-Pola Organisasi
Komponen-Komponen Kurikulum


a. Tujuan dan Isi Kurikulum
  1. Mengadakan survei secara kritis terhadap
     masyarakat.
  2. Mengadakan studi tentang hubungan antara
     keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional.
  3. Mengkaji praktik politik dalam hubungannya
     dengan faktor ekonomi
  4. Memantapkan rencana perubahan praktik
  politik
  5. Mengevaluasi semua rencana dengan kriteria
                  b. Metode

Dalam pengajaran rekonstruksi sosial para
pengembang kurikulum berusaha mencari
keselarasan antara tujuan-tujuan nasional
dengan tujuan siswa.

Bagi rekonstruksi sosial, belajar merupakan
kegiatan bersama, ada ketergantungan antara
seorang dengan lainnya.

Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi,
yang ada adalah kerja sama dan konsensus.
                      c. Evaluasi


Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga dilibatkan.
Keterlibatan mereka terutama dalam memilih,
menyusun, dan menilai bahan yang akan diujikan.

Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai
siswa, tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah
terhadap masyarakat.
   Pelaksanaan Pengajaran Rekonstruksi Sosial


Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan
didaerah-daerah yang tergolong belum maju dan
tingkat ekonominya juga belum tinggi. Pelaksanaan
pengajaran diarahkan untuk meningkatkan kondisi
hidup mereka.

Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat
sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut dan
berusaha mengembangkannya.
            D. Teknologi dan Kurikulum

Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan
khususnya kurikulum ada dalam dua bentuk yaitu
bentuk perangkat lunak dan bentuk perangkat keras.

Penerapan teknologi perangkat keras dalam
pendidikan dikenal sebagai teknologi alat, sedangkan
penerapan teknologi perangkat lunak disebut
teknologi sistem.
TERIMA KASIH

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:714
posted:2/21/2011
language:Indonesian
pages:19