Pengawasan Gedung by nasutionrahmat

VIEWS: 9,482 PAGES: 11

									    Dokumen Usulan Teknis
    PT. Kreasi Cipta Consultants




Pendekatan

      Konsultan harus bekerjasama sepenuhnya dengan pihak terkait
      dalam melaksanakan pengawasan dengan penuh tanggung
      jawab sesuai dengan kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan
      yang telah ditentukan.


      Untuk terselenggaranya pengawasan yang tepat guna dan
      efektif tidak terlepas dari dukungan antara pemberi tugas,
      konsultan supervisi, kontraktor dan seluruh pihak yang terlibat
      untuk saling mengisi hingga penyelesaian pekerjaan ini sesuai
      dengan harapan bersama.


     1. Koordinasi, Diskusi dan Peninjauan Lokasi Proyek


     Konsultan secara pro-aktif akan melakukan koordinasi, diskusi
     dengan pihak proyek dan peninjauan lokasi yang di fokuskan:
         Koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen untuk
         mendapatkan masukan dan menyamakan visi, missi dan
         apresiasi terhadap pekerjaan pengawasan teknis konstruksi
         yang akan dilaksanakan.
         Kordinasi      dengan    Satker   dan   PPK   di   masing-masing
         pekerjaan untuk menyamakan visi, missi dan langkah


  PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                     UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                                  1
  Dokumen Usulan Teknis
  PT. Kreasi Cipta Consultants



        bersama         dan        kerjasama       yang     dilakukan     untuk
        mensukseskan pelaksanaan proyek.
       Konsultasi, koordinasi         dan diskusi dengan pemerintahan
        setempat yang terkait langsung dengan pelaksanaan
        pekerjaan pengawasan untuk mendapatkan masukan dan
        partisipasi positif dalam mensukseskan pelaksanaan proyek.
       Koordinasi dan diskusi dengan pihak kontraktor difokuskan
        untuk mengutamakan visi dan missi masing-masing pihak
        dalam pelaksanaan proyek.
       Kunjungan         ke      lokasi   paket    pekerjaan     fisik   untuk
        mendapatkan gambaran utuh lokasi proyek.


   2. Standar Teknis Pengawasan


   Standar teknis dan spesifikasi yang digunakan untuk pekerjaan
   ini adalah sesuai dengan dokumen kontrak proyek APBN
   Universitas Negeri Medan Propinsi Sumatera Utara.


   Penyesuaian untuk kondisi masing-masing pekerjaan fisik sangat
   di     mungkinkan,            sepanjang   dalam        rambu-rambu     yang
   disepakati oleh standar teknis dan spesifikasi dan pertimbangan
   yang terbaik dari kontraktor, konsultan dan proyek.


  3. Persyaratan Umum Pelayanan Jasa Konsultan


  Jenis layanan yang harus dipersiapkan oleh konsultan adalah
  Pengawasan Teknis. Pengawasan Teknis Pekerjaan dilaksanakan
  Satuan Kerja dan Pejabat Pembuat Komitmen yang bertindak
  sebagai “Owner” dan mendelegasikan sebagian tugasnya




PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                   UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                                2
  Dokumen Usulan Teknis
  PT. Kreasi Cipta Consultants



  kepada Tim Pengawas Teknis yang akan bertindak sebagai
  “Engineer Representative”.
  Tugas yang akan didelegasikan oleh pimpinan proyek fisik
  adalah          tugas - tugas yang berkaitan dengan masalah teknis
  dan kontrak tugas tersebut selanjutnya diatur dalam kerangka
  acuan ini.


  4. Fasilitas Untuk Pelayanan Jasa Konsultan


  Semua       fasilitas      keperluan   jasa   konsultan   untuk   tenaga
  Profesional Staff dan Sub Profesional Staff di lapangan seperti
  kantor, perumahan dan kenderaan disediakan kontrak layanan
  jasa konsultansi pengawasan.


  5. Administrasi Dari Layanan Jasa Konsultan


  Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Pimpinan Pelaksana
  Kegiatan         Supervisi     Pengawasan Lanjutan Pembangunan
  Gedung Pasca Sarjana; 1 Paket Universitas Negeri Medan untuk
  mengatur dan mengendalikan pelaksanaan jasa konsultan ini,
  termasuk sistem pembayaran atas jasa konsultan ini secara
  keseluruhan. Juga seoptimum mungkin memakai atau dengan
  kata lain memperoleh tingkat perbaikan yang tinggi tanpa
  menambah biaya di akhir proyek.


  6. Komponen Proyek dan Lingkup Pekerjaan
    a. Survey Lapangan untuk Peninjauan Kembali Rancangan


   Survei lapangan ditujukan untuk mengantisipasi kesalahan dan
   perubahan yang terjadi di lapangan berkaitan dengan lokasi
   proyek yang telah ditentukan.

PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                   UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                                3
  Dokumen Usulan Teknis
  PT. Kreasi Cipta Consultants




   Konsultan akan mengawasi pekerjaan survey lapangan yang
   dilakukan oleh kontaktor dan akan menjamin pekerjaan ini
   akan selesai dalam batas waktu yang ditentukan. Konsultan
   akan melaporkan hasil pekerjaan survei ini            sesuai dengan
   format laporan yang diminta oleh Proyek.
   Konsultan        akan         mengawasi   dan   mendorong   kontraktor
   melakukan pekerjaan survey ini sesuai dengan standar survei.
   Konsultan akan melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan
   kewenangannya jika kontaktor tidak melakukan survei ini
   dengan baik, sampai konsultan sendiri akan melakukannya
   sendiri dengan sumber daya yang ada pada konsultan jika
   kontraktor tidak melakukan pekerjaan survei ini.


   Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kontraktor yang tidak
   melakukan survei, dan survei dilakukan konsultan, semua biaya
   yang di keluarkan oleh konsultan di tanggungkan kepada
   kontaktor.


   Jaminan Mutu

   a. Sewaktu Pengadaan


        Konsultan         akan       mengawasi     pegandaan      seluruh
        material/bahan/ barang yang digunakan dalam pekerjaan
        ini dan akan memeriksa secara detail sesuai dengan standar
        yang disebutkan.


   b. Sewaktu Pelaksanaan


        Konsultan akan menolak barang/hal yang didak memenuhi
        kebutuhan minimum yang disaratkan untuk pekerjaan yang

PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                   UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                                4
    Dokumen Usulan Teknis
    PT. Kreasi Cipta Consultants



          dilaksanakan. Konsultan tanpa merugikan pihak lain akan
          menerima barang/hal yang tidak memenuhi persaratan
          dengan cara mengadakan penyesuaian terhadap harga
          satuan atau terhadap jumlah dari barang / hal itu.


    7. Pengawasan Teknis Pekerjaan Lapangan


     Pengawasan           teknis    pekerjaan     lapangan    akan     dilakukan
     konsultan dengan mengikuti spesifikasi umum.



Metodologi


     Tugas konsultan pengawas secara garis besar akan meliputi:
      -   Pengendalian teknis
      -   Pengendalian atas proses koordinasi terkait
      -   Pengendalian administrasi proyek
      -   Evaluasi Rencana Proyek
      -   Pelaporan


     Kegiatan : Verifikasi Pekerjaan Kontraktor


     Konsultan pengawas melakukan evaluasi atas rencana proyek
     yang           akan           dilaksanakan      serta       menyarankan
     perubahan/penyempurnaan/                penyesuaian      rencana      yang
     perlu dilakukan (bila ada) guna menjamin tercapainya maksud
     dan tujuan proyek dengan sebaik-baiknya.


     Kegiatan : Kontrol Sistematik Terhadap Kegiatan Lapangan


      Dalam konteks lebih luas, pekerjaan supervisi mengemban juga
      fungsi     kontrol      manajemen         proyek   konstruksi.   Sebelum


  PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                     UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                                  5
  Dokumen Usulan Teknis
  PT. Kreasi Cipta Consultants



    memeriksa hasil pekerjaan, perlu diperiksa dahulu persiapan
    kerjanya. Persiapan pekerjaan yang dilakukan setengah-
    setengah atau dengan cara perencanaan yang mendadak
    akan mengakibatkan hasil kerja yang tidak memuaskan. Untuk
    menanggulangi masalah ini, diperlukan suatu kontrol yang
    sistematik. Pengawasan lapangan perlu menerapkan sistem
    kontrol yang baik di lapangan.
    Kontrol yang sistematik terhadap kegiatan di lapangan memiliki
    tiga tujuan yaitu:


    1) Meninjau secara periodik hasil dan kemajuan pekerjaan
        pada beberapa bidang kegiatan pokok. Bilamana terdapat
        kekurangan         yang    terjadi,   maka    harus    dikembangkan
        sasaran       jangka      pendek      dan    program    kerja   untuk
        mengatasinya.
    2) Memastikan           bahwa     pekerjaan      pengawasan     berjalan
        secara benar sehingga peringatan secara dini dapat
        diberikan apabila terjadi sesuatu kesalahan.
    3) Mengamankan bahwa biaya yang sudah dianggarkan oleh
        proyek tidak dilampaui bila tidak terjadi perubahan kontrak.


    Bidang-bidang sasaran kegiatan pokok yang perlu dikontrol
    pada waktu peninjauan di lapangan yaitu:


     Pencapaian target kemajuan fisik.
     Pencapaian target keuangan.
     Pengadaan dan pembelian barang, bahan dan peralatan.
     Pemakaian tenaga kerja dan peralatan untuk menjamin
        efektivitas dan efisiensi kerja lapangan.
     Pemantapan kerja sama antar pekerja proyek dari seluruh
        bagian/divisi.

PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                   UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                                6
  Dokumen Usulan Teknis
  PT. Kreasi Cipta Consultants



     Hubungan dengan pihak pemilik.


    Tiap bidang tersebut diatas ditinjau apakah situasinya mantap,
    kurang memadai atau menunjukkan tendensi yang tidak
    menggembirakan.


    Dengan mengetahui keadaan dan situasi masalah dengan
    benar,       maka        langkah-langkah     yang     diambil    untuk
    mengatasinya akan lebih cepat dan efektif.


    Kegiatan        : Kunjungan Lapangan / Site Visit


    Frekwensi kunjungan ke lapangan tergantung dari pentingnya
    keadaan lapangan, sifatnya dapat secara harian, mingguan.
    Frekwensi kunjungan juga dapat bergantung pada tahapan
    dari    manajer       proyek    yang   mengelolanya    beserta   para
    teamnya.


    Kegiatan        : Pengontrolan Proyek


    Merencana dan membangun adalah suatu aktivitas yang
    dinamis, dan yang dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor.
    Karena itu network/s-curve chart yang telah disetujui sebagai
    pegangan untuk pelaksanaan harus secara periodik dicek
    kembali :
     Apakah waktu yang direncanakan telah ditepati.
     Akan ditepati dalam jangka panjang atau segera.
     Nantinya akan ditepati (jangka panjang).


    Bila    perlu      dapat       diadakan    perubahan    baru     untuk
    mengendalikan jalannya proyek seperti yang dikehendaki.


PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                   UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                                7
  Dokumen Usulan Teknis
  PT. Kreasi Cipta Consultants




    Sistem Informasi dan Pengendalian Mutu
    Kegiatan        : Sistem Informasi Manajemen Proyek


    Sistem informasi manajemen proyek pada hakekatnya adalah
    suatu sistem untuk mendukung pihak Pimpinan Proyek dalam
    memantau dan mengendalikan proyek.


    Tujuan sistem         ini untuk digunakan    Pihak Pemilik dalam
    mendapatkan informasi proyek secara berkala, cepat dan
    akurat. Sistem ini dibuat dan dikembangkan berdasarkan studi
    dan evaluasi situasi dan kondisi yang dihadapi di lapangan
    serta     mengintegrasikan      keinginan-keinginan   dari   pihak
    Pemimpin Proyek yang mewakili Pihak Pemilik proyek tentang
    apa-apa yang mau dimonitor dan dikendalikan.


    Khusus untuk mengontrol mutu pekerjaan, peranan sistem
    informasi manajemen proyek hanya sebagai penerus informasi
    saja. Pengontrolan mutu pekerjaan dilakukan oleh petugas
    khusus dan harus dilaksanakan di lapangan, tidak dapat
    dilaksanakan di kantor. Tolok ukur pengukuran mutu pekerjaan
    adalah dokumen tender (Spesifikasi Pekerjaan).


    Perkembangan pekerjaan yang terjadi selalu diikuti oleh
    perkembangan data atau dimonitor dimana perkembangan
    suatu proyek selalu diikuti oleh perkembangan data proyek.
    Volume data kian hari kian membengkak sesuai dengan
    perkembangan pekerjaan secara fisik.


    Data      proyek      sesungguhnya   belum    dapat   memberikan
    informasi kepada Pemberi Tugas, karena masih belum diolah


PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                   UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                                8
  Dokumen Usulan Teknis
  PT. Kreasi Cipta Consultants



    (masih mentah). Data proyek yang telah dikumpulkan secara
    periodik kemudian diolah/diproses untuk dijadikan informasi
    proyek (laporan proyek). Artinya dari laporan proyek dapat
    diketahui      perkembangan             pekerjaan   yang     nyata    terjadi
    (prestasi aktual).


    Dari    laporan       proyek      ini   Pemimpin    Proyek    baru    dapat
    mengevaluasi                 tentang      perkembangan          proyeknya,
    pertumbuhan dari tiap-tiap pekerjaan di lapangan dengan
    diperbandingkan terhadap rencana.
    Pemimpin          Proyek        mengendalikan       proyeknya        dengan
    keputusan-keputusan yang dibuat dan diimplementasikan ke
    project site. Hasil dari implementasinya menciptakan data
    proyek baru dan dengan demikian siklus project management
    control system berulang kembali. Siklus ini baru berhenti apabila
    proyek telah selesai.


    Kegiatan        : Deskripsi Wewenang dan Tanggung Jawab
                    Konsultan Pengawas
       Wewenang
        Konsultan       diberi      wewenang      penuh     terhadap      tugas
        pengawasan teknis dari pelaksanaan fisik proyek yang
        dilakukan oleh kontraktor.


        Pemberi Tugas (Pemimpin Proyek) maupun kontraktor akan
        melakukan          komunikasi       pelaksanaan     proyek       dengan
        konsultan pengawas.


       Tanggung Jawab Konsultan Pengawas
        Konsultan pengawas bertanggung jawab penuh kepada
        Pemimpin Proyek bahwa hasil perencanaan pembangunan

PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                   UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                                9
  Dokumen Usulan Teknis
  PT. Kreasi Cipta Consultants



        proyek yang dilaksanakan oleh kontraktor adalah benar-
        benar sesuai ketentuan dalam kontrak pemborongan.


        Konsultan harus memberikan jaminan segala ijin kerja,
        persetujuan dari setiap jenis/langkah pelaksanaan dan
        persyaratan konstruksi yang telah dikeluarkan.


        Secara lebih teknis tugas - tugas konsultan (tim supervisi )
        adalah;


        1.      Membantu Pemimpin Satker / Pejabat Pembuat
             Komitmen            dalam    melaksanakan      tugas   dan
             kewajibannya         dalam   mengendalikan     pelaksanaan
             pekerjaan agar pekerjaan dapat dikerjakan sesuai
             dengan desain, persyaratan dan ketentuan-ketentuan
             yang tercantum dalam Dokumen Kontrak serta jadwal
             waktu yang telah ditetapkan.
        2. Membantu Satker / Pejabat Pembuat Komitmen dalam
             memahami dan melaksanakan ketentuan-ketentuan
             hukum yang tercantum dalam Dokumen Kontrak,
             terutama sehubungan dengan pemenuhan kewajiban
             dan tugas Kontraktor.
        3. Menyiapkan            rekomendasi   sehubungan     dengan   :
             "Contract Change Order" dan "Addendum", sehingga
             perubahan-perubahan kontrak yang diperlukan dapat
             dibuat secara optimum.
        4. Melaksanakan pengumpulan data lapangan yang
             diperlukan secara terinci untuk pendukung kaji ulang
             perencanaan (review design), menyusun perhitungan
             desain, membuat gambar desain dan menyiapkan




PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                   UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                               10
  Dokumen Usulan Teknis
  PT. Kreasi Cipta Consultants



             perintah-perintah           kepada      Kontraktor,     sehingga
             perubahan           tersebut dapat dilaksanakan
        5. Melaksanakan                pengecekkan         secara      cermat
             pengukuran dan perhitungan volume pekerjaan yang
             akan dipakai sebagai dasar pembayaran, sehingga
             semua pengukuran pekerjaan, perhitungan Volume
             dan pembayaran didasarkan kepada ketentuan yang
             tercantum dalam Dokumen Kontrak.


        6. Membantu dan bekerjasama dalam mendapatkan
             data      lapangan        yang     lengkap    serta    membantu
             melaksanakan test-test yang diperlukan.


    Kegiatan        : Pengendalian Mutu


    Selama        periode        konstruksi,   konsultan   akan     senantiasa
    memberikan pengawasan, arahan, bimbingan dan instruksi
    yang diperlukan kepada kontraktor guna menjamin bahwa
    semua pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat kualitas.
    Aspek-aspek pengendalian mutu yang perlu diperhatikan
    dalam pelaksanaan konstruksi antara lain sebagai berikut di
    bawah ini namun tidak terbatas pada :
     Peralatan Laboratorium
     Penyimpanan bahan/material
     Cara pangangkutan material/campuran ke lokasi kerja
     Administrasi dan formulir-formulir




PENGAWASAN LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA; 1 PAKET
                   UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                               11

								
To top