LABSHEET Pratikum Mekanika Tanah

					                          DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                            UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                    Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171         Certified Management System
                   Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                   E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                      LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                 LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                              NOMOR : 1
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB               WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                                TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                  Uji Bor Tangan (hand bor test)

                                  UJI BOR TANGAN
                                 (HAND BOR TEST)


I.   ACUAN
     1. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta
     2. Lambe T.W., and R.U. Whiteman, 1969, ”Soil Mechanics”, John Wiley & Sons,
        Inc. New York


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian tanah dengan alat bor tangan dengan benar
     2. Melakukan pengambilan tanah dengan benar
     3. Melakukan penanamaan tanah secara visual dengan benar


III. TEORI SINGKAT
     Pengujian ini merupakan cara kerja membuat lubang pada tanah dengan alat bor
     tangan dengan ukuran tertentu, dan dengan tenaga manusia. Tujuan pengeboran
     ini adalah untuk mendapatkan atau mendiskripsikan susunan lapisan tanah. Dari
     pengeboran ini dapat dilakukan pengambilan tanah sebagai bahan untuk penelitian
     tanah selanjutnya di laboratorium.


IV. BAHAN DAN ALAT
     1. Mata bor
     2. Stang bor
     3. Kunci T pemutar

                                                                                                       1
  4. Stang Pemutar
  5. Stick Apparatus
  6. Tabung contoh
  7. Angker spiral
  8. Kanal/ambang
  9. Kop penahan
  10. Palu 10 kg
  11. Kunci pipa
  12. Sikat baja
  13. Kompor pemanas
  14. Parafin
  15. Meteran
  16. Lap pelumas
  17. Dan lain-lain


V. LANGKAH KERJA
  1. Sambung mata bor dengan stang bor dengan kuat
  2. Gunakan stang pemutar untuk mulai pengeboran tanah
  3. Lakukan pengangkatan setelah dirasa mata bor penuh kurang lebih 10 sampai
     15 cm
  4. Catat kedalaman pengeboran dan lakukan diskripsi tanah secara visual
  5. Lakukan pekerjaan ini berulang kali
  6. Amati kedalaman setiap pengambilan tanah ini , jenis tanah, warna tanah dan
     keadaannya serta muka air bila ada
  7. Lakukan pengambilan contoh sesuai dengan keperluan atau pada setiap
     pergantian lapisan dengan cara :
     a. Ganti mata bor dengan stick apparatus
     b. Pasang tabung contoh dengan dongkrak yang dipasangkan pada angker
         dan ambang, atau
     c. Pasang kop penahan dan lakukan pemukulan dengan palu untuk
         mengambil contoh tanah sampai dengan tabung terisi penuh dengan tanah.
     d. Penekanan tabung harus lebih kecil atau sama panjangnya dengan tabung
  8. Buka stick apparatus dan buang sedikit     tanah pada ujungnya dan segera
     ditutup dengan parafin kedua ujung-ujungnya.
  9. Beri etiket atau label nama lokasi titik bor dan kedalaman contoh tanah yang
     diambil.
  10. Lakukan pekerjaan ini sampai kedalaman yang diinginkan.




                                                                                2
VI. TUGAS
  1. Pengujian dengan menggunakan hand bor pada permukaan tanah
  2. Pengambilan Sampel tanah tidak Asli
  3. Pengambilan sampel tanah asli


VII. ANALISIS
  Analisis berupa :
  1. Deskripsi tanah secara visual
  2. Tinggi muka air tanah
  Masukkan/catat hasil analisis ke dalam formulir




                                                                  3
                           DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                             UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                    Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                    Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                    E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                       LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                  LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                               NOMOR : 2
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB                WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                                 TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                   Uji Kadar Air Tanah

                             UJI KADAR AIR TANAH



I.   ACUAN
     1. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta
     2. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta
     3. Lambe T.W., and R.U. Whiteman, 1969, ”Soil Mechanics”, John Wiley & Sons,
        Inc. New York



II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian kadar air tanah dengan benar
     2. Menentukan nilai kadar air suatu tanah.


III. TEORI SINGKAT
      Kadar air tanah () merupakan perbandingan berat air yang terkandung dalam
      tanah dengan berat kering oven tanah, yang dinyatakan dalam persen (%)



IV. BAHAN DAN ALAT
     Peralatan yang dipergunakan ;
     1. Oven pemanas dengan suhu sampai 1100 C
     2. Cawan kedap udara
     3. Neraca dengan ketelitian 0,01 gram
     4. Desikator

                                                                                                        4
V. LANGKAH KERJA
  1. Tanah yang akan diperiksa ditempatkan dalam cawan yang bersih, kering dan
     telah diketahui beratnya.
  2. Cawan dan isinya kemudian ditimbang dan beratnya dicatat.
  3. Tutup cawan kemudian ditimbang/dibuka dan cawan ditempatkan di oven
     pengering sampai berat contoh tanah konstan.
  4. Cawan dan isinya ditutup, kemudian didinginkan dalam desikator
  5. Setelah dingin, ditimbang dan beratnya dicatat.


VI. TUGAS
   Lakukan pengujian kadar air tanah pada sampel tanah tidak asli hasil pemboran
   dengan hand bor


VII. ANALISIS
  Perhitungan :
  1. Berat cawan + tanah basah = W1 gram

  2. Berat cawan + tanah kering = W2 gram

  3. Berat cawan kosong           = W3 gram

  4. Berat air                    = ( W1 – W2 ) gram

  5. Berat tanah kering           = ( W2 – W3 ) gram

                                       W1  W2 
  6. Kadar air                                  x100%
                                       W2  W3 




                                                                              5
                          DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                            UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                   Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                   Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                   E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                      LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                 LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                              NOMOR : 3
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB               WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                                TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                  Uji Berat Isi Tanah

                                 BERAT ISI TANAH


I.   ACUAN
     1. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     2. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta
     3. Lambe T.W., and R.U. Whiteman, 1969, ”Soil Mechanics”, John Wiley & Sons,
        Inc. New York


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian berat isi (berat volume) tanah dengan benar
     2. Menentukan nilai berat isi (berat volume) suatu tanah.


III. TEORI SINGKAT
      Berat isi tanah merupakan perbandingan antara berat tanah basah dengan
      volumenya dalam satuan gram/cm3



IV. BAHAN DAN ALAT
     Peralatan yang digunakan:
     1. Cincin uji dengan diameter 6 cm dan tinggi 2 cm
     2. Pisau pemotong contoh
     3. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
     Bahan Uji :
     100 gram tanah
                                                                                                       6
V. LANGKAH KERJA
  1. Timbang cincin dalam keadan bersih ( W1 )
  2. Benda uji disiapkan dengan menekan cincin pada tabung contoh sampai cincin
     terisi penuh
  3. Ratakan kedua permukan dan bersihkan cincin sebelah luar
  4. Timbang cincin dan contoh dengan ketelitian 0,01 gram ( W2 )
  5. Hitung volume tanah dengan mengukur ukuran dalam cincin dengan ketelitian
     0,01 cm


VI. TUGAS
   Lakukan pengujian berat isi tanah untuk sampel tanah tidak asli dan sampel tanah
   asli hasil pemboran dengan hand bor


VII. ANALISIS
  Berat tanah             Ws  W2  W1

                                 Ws
  Berat isi Tanah          
                                 V

                                 W2  W1 
                                            (gram/cm3)
                                      V




                                                                                 7
                           DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                             UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                    Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                    Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                    E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                       LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                  LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                               NOMOR : 4
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB                WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                                 TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                   Uji Berat Jenis Tanah

                               BERAT JENIS TANAH


I.   ACUAN
     1. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     2. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta
     3. Lambe T.W., and R.U. Whiteman, 1969, ”Soil Mechanics”, John Wiley & Sons,
        Inc. New York


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian berat jenis tanah dengan benar.
     2. Menentukan nilai berat jenis suatu tanah.


III. TEORI SINGKAT
     Berat jenis suatu tanah merupakan perbandingan antara berat tanah dengan berat
     air pada volume yang sama pada temperatur 4oC.



IV. BAHAN DAN ALAT
     Peralatan yang digunakan:
     1. Piknometer kapasitas 100 ml.
     2. Timbangan dengan ketelitian 0,001 gram
     3. Desikator
     4. Oven pengering


                                                                                                        8
  5. Termometer dengan kapasitas 0 – 50oC
  6. Bak untuk merendam
  Bahan Uji :

  1. Siapkan contoh tanah sebanyak lebih kurang 25 gram dan kemudian keringkan
     dalam oven.
  2. Masukkan contoh tanah
  3. Timbang contoh tanah + piknometer ( W2 )
  4. Didihkan contoh tanah tersebut untuk menghilangkan udara yang terperangkap
     dalam contoh tanah atau dengan mengisap udara yang terperangkap dengan
     pompa vakum.
  5. Rendam dan diamkan piknometer sampai mencapai suhu konstan dan tambah
     air suling sampai batas leher. Bersihkan bagian luar piknometer dan keringkan
     kemudian timbang ( W3 ).


V. LANGKAH KERJA
  Kalibrasi piknometer :

  1. Timbang piknometer dalam keadan bersih dan kering ( W1 )
  2. Isi piknometer dengan air suling dalam suhu ruang, kemudian timbang beratnya
     (W a) dan ukur suhu air tersebut ( ta )
             W4  k.x.Wa
     Dimana :

             W4 = berat piknometer dan air pada suku t.

             W a = berat piknometer dan air pada suhu ta.

             W1 = berat piknometer

                k   = perbandingan kerapatan air pada suhu standar (25oC)

                     dibanding kerapatan air pada suhu tertentu ( suhu ruang )



VI. TUGAS
  Lakukan pengujian berat jenis tanah tanah untuk sampel tanah tidak asli hasil
  pemboran dengan hand bor




                                                                                 9
VII. ANALISIS
  Analisis Perhitungan dengan menggunakan persamaan :
               W2  W1
  Gs 
         W2  W1   W4  W3 




                                                        10
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 5
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji Batas Cair Tanah

             UJI BATAS-BATAS ATTERBERG TANAH
                        (BATAS CAIR)


I.   ACUAN
     1. Bowles, J.E. 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat;
     1. Melakukan pengujian batas-batas atterberg tanah dengan benar.
     2. Menentukan nilai batas cair suatu tanah.


III. TEORI SINGKAT
     Batas atterberg terdiri dari batas cair, batas plastis, dan batas susut. Batas cair
     adalah kadar air dimana tanah berada dalam batas keadan cair dan plastis. Batas
     plastis merupakan kadar air tanah pada kedudukan antara daerah plastis dan semi
     padat. Sedangkan batas susut merupakan kadar air pada kedudukan antara
     daerah semi padat dan padat, yaitu persentase kadar air dimana pengurangan
     kadar air selanjutnya tidak mengakibatkan perubahan volume tanahnya.



IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :

                                                                                                    11
  1. Cawan porselen , 115 mm untuk mencampur tanah dengan air.
  2. Spatula dengan panjang 75 mm dan lebar 20 mm
  3. Alat batas cair (Liquid Limit Test Set)
  4. Grooving tool
  5. Cawan penguap
  6. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
  7. Oven dengan suhu 110oC


V. LANGKAH KERJA
  1. Ambil contoh tanah lebih kurang 150 – 200 gram.
  2. Tempatkan dalam cawan porselen dan campurkan dengan air suling sebanyak
     15 – 20 ml. Campur dengan merata dengan bantuan spatula.
  3. Ambil contoh tanah yang telah tercampur dengan homogen dan taruh dalam
     cawan batas cair.
  4. Ratakan permukan contoh dalam cawan sehingga sejajar dengan alas.
  5. Buat alur pada contoh tanah tersebut dengan menggunakan grooving tool.
     Cara membuat alur adalah dengan memegang alat grooving tool tegak lurus
     permukan contoh.
  6. Dengan bantuan alat pemutar, angkat dan turunkan cawan tersebut dengan
     kecepatan 2 putaran/detik.
  7. Hentikan aksi tersebut jika alur sudah tertutup sepanjang lebih kurang 1,25 cm
     dan hitung berapa ketukan yang dibutuhkan.
  8. Ambil contoh tersebut sebagian untuk diperiksa kadar airnya.
  9. Ulangi percobaan diatas dengan kadar air yang berbeda.


VI. TUGAS
  Lakukan pengujian batas cair untuk 2 (dua) jenis tanah sampel yang berbeda


VII. ANALISIS
  Perhitungan :
  1. Buat grafik dimana absis adalah jumlah ketukan ( N ) dan ordinat adalah kadar
     air contoh tanah yang bersangkutan.
  2. Yang disebut dengan Batas Cair adalah kadar air dimana N = 25.




                                                                                12
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 6
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji Batas Plastis Tanah

             UJI BATAS-BATAS ATTERBERG TANAH
                      (BATAS PLASTIS)


I.   ACUAN
     1. Bowles, J.E. , 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian batas-batas atterberg tanah dengan benar.
     2. Menentukan nilai batas plastis suatu tanah.


III. TEORI SINGKAT
     Batas atterberg terdiri dari batas cair, batas plastis, dan batas susut. Batas cair
     adalah kadar air dimana tanah berada dalam batas keadan cair dan plastis. Batas
     plastis merupakan kadar air tanah pada kedudukan antara daerah plastis dan semi
     padat. Sedangkan batas susut merupakan kadar air pada kedudukan antara
     daerah semi padat dan padat, yaitu persentase kadar air dimana pengurangan
     kadar air selanjutnya tidak mengakibatkan perubahan volume tanahnya.



IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :
                                                                                                    13
  1. Cawan penguap
  2. Spatula
  3. Pelat kaca
  4. Cawan pencampur
  5. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
  6. Oven pengering


V. LANGKAH KERJA
  1. Ambil contoh tanah dan campur dengan air suling sampai merata dengan
     bantuan spatula.
  2. Jika tanah sudah homogen, ambil contoh lebih kurang 8 gram dan buat
     gulungan tanah di atas pelat kaca sampai mencapai batangan-batangan
     dengan diameter 3 mm. Contoh tanah yang tepat pada diameter 3 mm mulai
     menunjukkan retak-retak menunjukkan tanah dalam keadan batas plastis.
  3. Ambil contoh tanah tersebut dan periksa kadar airnya.
  4. Jika batangan tanah belum mencapai diameter 3 mm sudah menunjukkan retak
     maka tanah tersebut terlalu kering dan percoban harus diulang dengan
     menambahkan kadar airnya dan sebaliknya jika batangan tanah sudah
     mencapai diameter 3 mm dan belum menunjukkan retak maka tanah terlalu
     basah dan perlu dikeringkan dengan jalan didiamkan/diaduk-aduk dalam cawan
     pencampur.


VI. TUGAS
  Lakukan pengujian batas plastis pada sampel tanah sampel yang berbeda-beda


VII. ANALISIS
  Batas plastis di analisis dengan mencari kadar air tanah (  )dari sampel tanah
  yang menunjukkan retak-retak




                                                                               14
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 7
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji Batas Susut Tanah

             UJI BATAS-BATAS ATTERBERG TANAH
                       (BATAS SUSUT)


I.   ACUAN
     1. Bowles, J.E., 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian batas-batas atterberg tanah dengan benar.
     2. Menentukan nilai batas susut suatu tanah.


III. TEORI SINGKAT
     Batas atterberg terdiri dari batas cair, batas plastis, dan batas susut. Batas cair
     adalah kadar air dimana tanah berada dalam batas keadan cair dan plastis. Batas
     plastis merupakan kadar air tanah pada kedudukan antara daerah plastis dan semi
     padat. Sedangkan batas susut merupakan kadar air pada kedudukan antara
     daerah semi padat dan padat, yaitu persentase kadar air dimana pengurangan
     kadar air selanjutnya tidak mengakibatkan perubahan volume tanahnya.



IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :
     1. Cawan pencampur
                                                                                                    15
  2. Cawan penguap dengan diameter 150 mm
  3. Spatula
  4. Cawan susu porselen dengan dasar rata,  45 mm dan tinggi 12,5 mm
  5. Mistar pelurus baja
  6. Cawan gelas  50 mm, tinggi 15 mm
  7. Pelat transparan
  8. Gelas ukur kapasitas 25 ml dengan pembagian tiap 0,2 ml
  9. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram.
  10. Air raksa ( Hg )
  11. Oven pengering.


V. LANGKAH KERJA
  1. Tempatkan contoh tanah dalam cawan pencampur dan campurkan dengan air
     suling sehingga contoh tanah jenuh dan tidak terdapat lagi gelembung udara.
     Kadar air yang dibutuhkan minimal sama dengan kadar air batas cair.
  2. Lapisi bagian cawan susu dengan vaselin untuk mencegah tanah menempel
     pada dinding cawan. Tempatkan contoh tanah sampai kira-kira 1/3 bagian
     cawan susu dan ketuk-ketuk perlahan-lahan sehingga seluruh cawan terisi. Isi
     lagi 1/3 bagiannya dan ketuk-ketuk kembali. Terakhir isi sampai penuh dan
     sampai ada yang tertumpah keluar. Ratakan permukan tanah dengan mistar
     sehingga permukan tanah benar-benar rata.
  3. Timbang contoh dan cawan.
  4. Diamkan tanah dalam suhu udara sampai warnanya berubah menjadi lebih
     muda, kemudian masukkan dalam oven sampai kering.
  5. Timbang tanah dalam keadan kering dan kemudian keluarkan tanah dari cawan
     susu tersebut.
  6. Ukur volume cawan susu dengan menuangkan air raksa sampai penuh dan
     rata dan tuang isi air raksa tersebut dalam gelas ukur.
  7. Tempatkan cawan gelas dalam cawan penguap dan isi cawan gelas dengan air
     raksa sampai penuh rata permukaan.
  8. Tutup cawan gelas dengan pelat kaca, sehingga kelebihan air raksa akibat
     dimasukkannya contoh tanah akan tumpah dalam cawan.
  9. Tuang air raksa yang kelebihan dalam gelas ukur yang menunjukkan volume
     tanah kering.


VI. TUGAS
  Lakukan pengujian batas susut pada sampel tanah yang berbeda-beda



                                                                              16
VII. ANALISIS
  Perhitungan :
              V1  V2 
  SL  Ww                 x100%
                Wd
  Dimana :

  SL = batas susut

  Ww = kadar air tanah basah

  V1 = isi tanah basah

  V2 = isi tanah kering

  W d = berat tanah kering




                                   17
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 8
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Analisa Saringan

                  PEMERIKSAAN GRADASI TANAH
                      (ANALISA SARINGAN)


I.   ACUAN
     1. Bowles, J.E., 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :

     1. Melakukan pengujian gradasi tanah dengan benar.
     2. Menentukan pembagian ukuran butir suatu contoh tanah dengan analisa
        saringan (analisa ayak)


III. TEORI SINGKAT
     Sifat-sifat tanah sangat bergantung pada ukuran butirannya, dan besarnya butiran
     dijadikan dasar untuk pemberian nama dan klasifikasi tanahnya. Analisa ukuran
     butir merupakan penentuan persentase berat butiran pada suatu unit saringan,
     dengan ukuran diameter lubang tertentu.



IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :
     1. Timbangan dan neraca dengan ketelitian 0.2% dari benda uji.

                                                                                                    18
  2. Satu set saringan dengan ukuran : 1.5”; 1”; 3/4”; 3/8”; N0. 4; No. 8; No.30;
     No. 50; No.100; dan No. 200.
  3. Oven dengan pengatur suhu sampai 110OC.
  4. Alat pemisah contoh.
  5. Mesin pengguncang saringan.
  6. Talam-talam.
  7. Kuas, sikat kuningan, sendok dan alat-alat lainnya.


V. LANGKAH KERJA
  1. Benda uji dikeringkan dalam oven.
  2. Saring benda uji lewat susunan saringan dengan ukuran saringan paling besar
     ditempatkan paling atas. Saringan diguncang dengan tangan atau dengan
     mesin pengguncang selama lebih kurang 15 menit.
  3. Benda uji yang tertahan pada masing-masing saringan ditimbang.


VI. TUGAS
  Lakukan pengujian analisa saringan pada sampel tanah yang berbeda-beda


VII. ANALISIS
  1. Jumlah berat tertahan pada masing-masing ukuran saringan secara kumulatif.
  2. Jumlah prosentase berat benda uji tertahan dihitung terhadap berat total secara
     akumulatif
  4. Jmlah prosentase berat benda uji yang melalui masing-masing saringan
     dihitung.
  5. Masukkan data kedalam tabel analisa ayakan.




                                                                                 19
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 9
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Analisa Hidrometer

                  PEMERIKSAAN GRADASI TANAH
                     (ANALISA HIDROMETER)


I.   ACUAN
     1. Bowles, J.E., 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian gradasi tanah dengan benar.
     2. Menentukan pembagian ukuran butir dari tanah yang lewat saringan No. 200,
        dengan analisa hidrometer.


III. TEORI SINGKAT
     Sifat-sifat tanah sangat bergantung pada ukuran butirannya, dan besarnya butiran
     dijadikan dasar untuk pemberian nama dan klasifikasi tanahnya. Analisa ukuran
     butir merupakan penentuan persentase berat butiran pada suatu unit saringan,
     dengan ukuran diameter lubang tertentu.



IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :
     1. Hidrometer dengan skala-skala konsentrasi (5 – 60 gram/liter) atau untuk
        pembacaan berat jenis campuran (0,995 – 1,038).
                                                                                                    20
  2. Tabung-tabung gelas ukuran kapasitas 1.000 ml,  6,5 cm.
  3. Thermometer 0 – 50O C, ketelitian 0,1OC.
  4. Pengaduk mekanis dan mangkuk dispersi.
  5. Saringan No. 10; No. 20; No. 40; No. 80; No. 100 dan No. 200.
  6. Neraca dengan ketelitian 0,01 gram.
  7. Oven dengan pengatur suhu sampai 110OC.
  8. Tabung-tabung gelas dengan ukuran 50 ml dan 100 ml.
  9. Batang pengaduk dari gelas.
  10. Stop watch.
  11. Benda uji adalah tanah yang lewat saringan No. 10.


V. LANGKAH KERJA
  1. Rendam 50 gram contoh tanah yang lolos saringan No. 10 dengan
     bahandispersi Water glass. Aduk sampai merata dan biarkan 24 jam.
  2. Sesudah perendaman, campuran dipindahkan dalam mangkuk pengaduk dan
     tambahkan air suling secukupnya. Aduk dengan pengaduk mekanis selama
     15 menit.
  3. Pindahkan campuran ke dalam tabung gelas ukuran dan tambahkan air suling
     sampai 1.000 ml. Mulut tabung ditutup rapat dengan telapak tangan dan kocok
     dalam arah horizontal selama 1 menit.
  4. Setelah dikocok, tabung diletakkan dan masukkan hidrometer dengan hati-hati
     dan biarkan terapung bebas, lalu jalankan stap watch. Angka hidrometer dibaca
     pada waktu-waktu : 0,5; 1; 2; menit dan dicatat pembacaan-pemvacaan itu
     sampai 0,5 gram/liter yang terdekat atau mendekati 0,001 Berat Jenis.
     Sesudah pembacaan pada menit kedua, hidrometer diangkat hati-hati.
     Kemudian dicuci dengan air suling dan masukkan ke dalam tabung yang berisi
     air suling yang bersuhu sama seperti suhu tabung percobaan.
  5. Hidrometer dimasukkan kembali dengan hati-hati ke dalam tabung berisi
     campuran tadi dan lakukan pembacaan hidrometer pada saat-saat 5; 15; 30
     menit; 1; 4; dan 24 jam. Setiap setelah pembacaan, hidrometer dicuci dan
     dikembalikan ke dalam tabung air suling. Proses memasukkan dan
     mengeluarkan hidrometer dilakukan masing-masing 10 detik.
  6. Suhu campuran diukur pada 15 menit pertama dan kemudian pada setiap
     pembacaan berikutnya.
  7. Sesudah pembacaan yang terakhir, campuran dipindahkan ke dalam saringan
     No. 200 dan dicuci sampai air pencucian jernih dan biarkan air yang mengalir
     terbuang. Fraksi yang tertinggal di atas saringan No. 200 dikeringkan dan
     dilakukan pemeriksaan dengan cara Pemeriksaan Analisa Saringan


                                                                               21
  Kalibrasi Hidrometer dan Silinder Ukur

  1. Volume kepala hidrometer ( Vh ) ditentukan dengan menimbang hidrometer
     sampai 0,1 gram yang terdekat. Berat ini dicatat sebagai volume dalam ml dari
     kepala hidrometer.
  2. Luas penampang silinder 1.000 ml ditentukan dengan mengukur jarak antara 2
     garis pembagi skala ( misalnya 1.000 – 900 ml ). Volume dalam ml antara
     kedua garis pembagi skala dibagi dengan jarak ayang diukur untuk
     mendapatkan luas penampang ( A ).
  3. Jarak H diukur dari tanda kalibrasi yang terendah pada tangkai hidrometer ke
     tiap tanda kalibrasi utama lainnya ( Rh ).
  4. Jarak R diukur dari leher kepala sampai tanda kalibrasi yang terdekat.
  5. Hl = H + r dihitung untuk masing-masing tanda kalibrasi Rh
  6. Tinggi kepala diukur dari leher sampai dasar kepala. Karena kepalanya
     simetris, catat jarak : H = 2 x jarak dari leher sampai ke pusat volume.
                                         Vh 
                        Hr  HI  0,5 h  
                                          A
     Dimana :

     Hl       = jarak dari pembacaan Rh ke leher hidrometer ( lihat nomogram ) (cm)

     H        = tinggi kepala dari leher sampai dasar kepala, cm

     Vh       = volume kepala hidrometer ( ml )

     A        = luas penampang silinder ukur, cm2, yang didapat dengan membagi

                volume silinder (1.000 cc) dengan jarak antara tanda 0 sampai 1.000



VI. TUGAS
  Lakukan pengujian analisa hidrometer untuk sampel tanah yang berbeda-beda


VII. ANALISIS
  Hitung % berat dan butiran yang lebih kecil dari diameter () dengan rumus :

         a.Rh  k 
   P                x100%
            WS




                                                                                  22
                           DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                             UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                    Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                    Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                    E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                       LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                  LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                               NOMOR : 10
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB                WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                                 TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                   Uji Permeabilitas Tanah

                        UJI PERMEABILITAS TANAH


I.   ACUAN
     1. Bowles, J.E., 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan uji permeabilitas dengan baik dan benar
     2. Menentukan besarnya nilai rembesan K yang melalui suatu lapisan tanah
        tertentu.



III. TEORI SINGKAT
     Uji permeabilitas adalah suatu pengujian untuk mendapatkan nilai rembesan K
     yaitu nilai yang menyatakan kemudahan aliran air melalui suatu contoh tanah. Ada
     beberapa jenis percobaan permeabilitas yang selalu digunakan, yakni;
         1. Percobaan dengan menaikkan muka air.
         2. Percobaan dengan menurunkan muka air (Permukaan air berubah)
         3. Percobaan dengan muka air tetap (Permukaan air tetap).
         4. Percobaan Packer.
         5. Percobaan dengan pemompaan (sumur uji)
     Percobaan dengan menurunkan muka air adalah percobaan yang paling
     sederhana dan baik untuk tanah berbutir halus. Sedang uji dengan cara

                                                                                                      23
  permukaan tetap tebih teliti, tetapi juga tidak cocok untuk tanah berbutir kasar.
  Percobaan Packer sering digunakan pada batuan, sedang percobaan dengan
  pemompaan bisa dilakukan untuk tanah maupun batuan dengan permeabilitas
  tinggi dan biasanya digunakan untuk mengevaluasi sumber air (aquifer) untuk
  penyediaan air.
  Permeabilitas tergantung pada beberapa faktor, antara lain; ukuran butir tanah,
  sifat aliran pori (kekentalan air), angka pori tanah, bentuk dan tata letak pori tanah,
  dan derajat kejenuhan.


IV. BAHAN DAN ALAT
  Alat yang digunakan :
  A. Percobaan dengan muka air berubah (falling head)
     Peralatan yang digunakan;
     1. Tabung permeameter, yang terdiri dari;
         1) batu pori (2 buah)
         2) penyumbat karen (2 buah)
         3) pegas
     2. Pipa vertikal
     3. Klep pengatur udara dan air
     4. Palu kayu
     5. Tabung gelas untuk tempat air dengan voleme tetap
     6. Alat pengisap udara
     7. Timbangan dengan ketelitian 0,1 gram
     8. Desikator
     9. Skala
     10. Alat pencatat waktu
     11. Cawan penguap
     12. Klep-klep pengatur
     13. Pipa karet


  B. Percobaan Permeabilitas dengan permukaan air tetap (constanta head)
      Peralatan yang digunakan :
     1. Penyalur air
     2. Termometer
     3. Permeameter dengan batu pori dan penyumbat
     4. Bak penampung dengan permukaan tetap
     5. Penampung pelimpahan




                                                                                      24
V. LANGKAH KERJA
  1. Prosedur pelaksanaan percobaan dengan muka air berubah (falling head)
     a. Ukur diameter dalam pipa vertikal dan permeameter.
     b. Timbang permeameter kosong, batu pori, penyumbat, dan pegas.
     c. Isi permeameter dengan tanah kering dengan cara menuangkannya.
     d. Pasang bati pori atas, pegas, dan penyumbat. Pegas harus ditekan
          sehingga memberi beban pada tanah dan membantu menjaga tanah tetap
          pada tempatnya jika tanah menjadi jenuh.
     e. Timbang permeameter yang sudah diisi dengan contoh tanah, selisih yang
          terjadi adalah berat tanah yang digunakan.
     f. Tempatkan permeameter yang sudah terisi, seperti terlihat pada gambar.
     g. Bebankan contoh denngan tekanan absolut dengan cara;
          1) tutup semua katup
          2) buka katup g, h, j, k, e, d, c, dan b
     h. Setelah dibiarkan selama 10 –15 menit untuk pengeluaran udara, tanah
          dijenuhkan dengan cara :
          1) tutup katup f, g, dan h.
          2) buka katup n, air akan masuk kedalam tanah karena gaya tarik kapiler
             yang dibantu dengan adanya perbedaan elevasi antara bak air dan
             permeameter. Jika dibutuhkan perbedaan yang lebih besar, buka katup
             m sedikit.
          3) air dibiarkan mengalir untuk membuat tanah jenuhdan naik kekatup b,
             lalu tutup katup n.
          4) buka vakum tanah dengan pertama-tama menutup katup k dan d dan
             kemudian perlahan-lahan membuka katup q dan m.
          5) setiap gelembung udara dalam permeameter diatas tanah harus
             dibuang dengan jalan membuka sumbat atas perlahan-lahanselama
             mengalirkan air melalui q, dengan menutup katup d. Setiap gelembung
             dibawah harus dibuang melalui katup s, dengan mengalirkan air melalui
             katup n dengan membuka katup m.
     i.   Ukur panjang contoh ; L dan ukur permukaan h0 dan h1.
     j.   Batas atas h0 adalah ujung atas tabung, sedangkan h1 beberapa cm diatas
          ujung bawah pipa.
     k. Dengan katup d dan n tertutup, isi pipa vertikal dengan air destilasi yang
          tidak mengandung udara sampai beberapa cm diatas h0 dengan membuka
          katup q, c, dan a. Tutup katup c dan biarkan a terbuka.
     l.   Periksa bahwa tidak ada udara pada garis antara pipa pertikal dan
          permeameter dengan bak air konstan.


                                                                                 25
     m. Awali percobaan dengan membuka tutup p, tekan pengatur waktu selagi
          permukaan air jatuh ke batas h0 dan catat selang waktu sampai permukaan
          air mencapai ketinggian V h0 h1 dan h1. Jika waktu yang tercatat tidak
          mencapai 2 – 3% ulangi percobaan.
     n. Jika waktu yang diinginkan sudah tercapai, kurangi pori dengan memukul
          sisi permeameter dengan palu kayu.


  2. Prosedur pelaksanaan percobaan dengan permukaan air tetap (constanta
     head)
     a. Tempatkan tanah dalam cell permeameter dan timbang beratnya
     b. Ukur tinggi h dan panjang contoh L
     c. Setelah dibiarkan beberapa menit untuk mencapai keadaan setimbang,
          tampung pelimpahan dan catat waktunya (*)
     d. Setelah air yang ditampung cukup, catat pelimpahan dan waktu
          pengamatannya (**)
     e. Kurangi waktu (**) dengan waktu (*) sehingga didapat Q dan t
     f. Catat suhu setiap selang beberapa menit
     g. Ubah angka pori seperti pada percobaan tinggi variabel dan ulangi lagi
          percobaannya


VI. TUGAS
  Lakukan pengujian permeabilitas tanah untuk sampel tanah dengan jenis tanah
  yang berbeda.


VII. ANALISIS
  1. Perhitungan percobaan dengan muka air berubah (falling head)

                  a.L             h    
     K  2,3                x log  0
                                  h    
                                        
               At1  t 0         1   

     Dimana :

     a       = luas penampang pipa vertikal = 0,2393 cm2

     L       = panjang contoh tanah dalam permeameter

     t0      = waktu ketika air mencapai ketinggian h0

     t1      = waktu ketika air mencspsi ketinggisn h1

     h0 dan h1 = ketinggian yang telah ditetapkan

     A = 5,24 cm2


                                                                              26
2. Perhitungan percobaan dengan permukaan air tetap (constanta head)
         Q.L
   K
        t.h. A
   Dimana :

   Q      = jumlah air total yang mengalir selama waktu t

   h      = kehilangan tekanan total

   L      = tinggi sample tanah

   t      = waktu (ditetapkan)

   A      = luas penampang sampel

                 k20oC = kT.[ T / 20oC ]

   dimana :

   k20oC = permeabilitas pada suhu 20oC

   kT    = permeabilitas pada suhu T

   T     = viskositas air pada suhu T

   20oC = viskositas air pada suhu 20oC




                                                                       27
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                          FAKULTAS TEKNIK
               LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 11
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji Konsolidasi Tanah

                         UJI KONSOLIDASI TANAH


I.    ACUAN
     1. Bowles, J.E., 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian konsolidasi tanah dengan benar
     2. Melakukan nilai derajat konsolidasi 90% dan 50%
     3. Menentukan nilai koefisien konsolidasi (cv) cm2



III. TEORI SINGKAT
     Pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan sifat pemampatan suatu jenis tanah,
     yaitu sifat-sifat perubahan isi dan proses keluarnya air dari dalam tanah yang
     diakibatkan oleh adanya perubahan tekanan vertikal pada tanah tersebut.


IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :
     1. Satu set alat konsolidasi yang terdiri atas alat pembebanan dan sel konsolidasi
     2. Dial ketelitian 0,01 mm
     3. Beban-beban
     4. Alat pengeluar sample
                                                                                                    28
  5. Pisau pemotong
  6. Kawat pemotong
  7. Pemegang cincin sample
  8. Timbangan keteliatian 0,1 gram
  9. Oven
  10. Stop watch
  11. Container atau tempat kadar air
  Bahan uji
  1. Keringkan dan bersihkan cincin sel konsolidasi, kemudian ukur diameter dan
     keluarkan tanahnya1-2 cm dari tabung sampel dan ratakan ujung tanah yang
     keluar dari tabung dengan pisau pemotong yang tegak lurus
  2. Pasang cincin sampel pada bagian pemegangnya, dan bagian yang tajam
     berada 0,5 cm dari ujung tabung tanah
  3. Keluarkan tanah dari tabung sampel dan langsung masukkan ke dalam cincin
     sampai penuh dan dilebihkan 0,5 cm, kemudian diratakan dengan alat
     pemotong kawat atau pisau pemotong.


V. LANGKAH KERJA
  1. Timbang benda uji dan cincin
  2. Pasang batu pori di atas dan di bawah cincin tanah yang telah dilapisi dengan
     kertas saring dan tempatkan pada sel konsolidasi
  3. Pasang pelat penumpu pada batu pori.
  4. Letakkan sel konsolidasi yang sudah berisi benda uji pada alat konsolidasi,
     sehingga bagian yang runcing pelat penumpu menyentuh tepat pada bagian
     alat pembebanan.
  5. Atur kedudukan arloji dan dicatat.
  6. Pasang beban pertama sehingga tekan pada benda uji sebesar 0,25 kg/cm2
  7. Baca dial pada 9,6”; 21,6”; 38,4”; 1’ ; 2’; ¼’; 4’ ; 9’; 16’ ; 25’ ; 36’ ; 49’ ; dan
     24 jam.
  8. Berilah air sesudah pembacaan 1 menit
  9. Setelah pembacaan menunjukkan angka yang tetap atau setelah 24 jam,
     catatlah pembacaan arloji yang terakhir.
  10. Pasang beban yang kedua sebesar 2 x beban pertama, sehingga tekanan
     menjadi 2 kalinya.
  11. Bacalah arloji sesuai waktu di atas.
  12. Untuk beban-beban selanjutnya dilakukan cara yang sama.
  13. Beban-beban tersebut harus menimbulkan tekanan noral terhadap benda uji
     masing-masing sebesar 0,25 ; 0,50 ; 2,0 ; 4,0 dan 8,0 kg/cm2.


                                                                                      29
  14. Besarnya beban maksimum ini sebetulnya tergantung pada kebutuhan, yakni
     sesuai dengan beban yang akan bekerja terhadap lapisan tanah tersebut.
  15. Setelah pembebanan maksismum dan sudah menunjukkan pembacaan tetap
     pembebanan dikurangi dalam dua angka yaitu 4,0 dan ¼ kg/cm2 (beban
     rebound).
  16. Pada waktu beban dikurangi, setiap pembebanan harus dibiarkan bekerja
     sekurang-kurangnya selama 5 jam.
  17. Arloji penunjuk hanya perlu dibaca sesudah 5 jam yaitu sesaat sebelum beban
     dikurangi lagi.
  18. Segera setelah pembacaan terakhir dicatat, cincin dan benda uji dikeluarkan
     dari sel konsolidasi dan ambil batu pori tersebut dari permukaan atas dan
     bawah dari benda uji lalu dikeringkan.
  19. Benda uji dikeluarkan dari cincin, masukkan dalam oven dan tentukan berat
     keringnya.


VI. TUGAS
  Lakukan pengujian Konsolidasi tanah untuk sampel tanah dengan jenis tanah yang
  berbeda.


VII. ANALISIS
  1. Masukkan semua data dalam formulir pengujian konsolidasi.
  2. Hitung berat tanah basah, berat isi, dan kadar airnya sebelum dan sesudah
     percobaan serta hitung pula berat tanah kering ovennya (BKO).
  3. Hitung tinggi efektif benda uji:
             B.K
      Ht 
             A.G

     Dimana :

     Ht       = tinggi effektif benda uji = tinggi butiran-butiran tanah
     A        = luas benda uji
     G        = berat jenis tanah
     BK       = berat tanah kering
  4. Hitung besar penurunan total (H) yang terjadi pada setiap pembebanan.
     (H) = pembacaan dial pada permulaan percobaan dikurangi pembacaan dial
     setelah pembebanan yang bersangkutan.
  5. Hitunglah angka pori semula/ asli (eo)
             Hb  Ht
     eo 
               Ht
                                                                              30
   dimana :

   Ho = tinggi contoh awal


6. Hitung perubahan angka pori (e) pada setiap pembebanan
   e  eo  e
7. Derajat kejenuhan sebelum dan sesudah pengujian
          w.G
   Sr 
           e
8. Koefisien konsolidasi
          0,848.H 2
   Cv 
             t 90

   Dimana :
   H       = jalan air terpanjang

   Cv      = koefisien konsolidasi
   t90     = waktu untuk mencapai konsolidasi 90 %




                                                            31
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                          FAKULTAS TEKNIK
               LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 12
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji Geser Langsung

                           UJI GESER LANGSUNG


I.   ACUAN
     2. Bowles, J.E., 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     3. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     4. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian geser langsung dengan benar
     2. Menentukan besaran nilai sudut geser dalam ( ) dan nilai kohesi tanah C
        kg/cm2


III. TEORI SINGKAT
     Pengujian ini dimaksud untuk menentukan parameter geser tanah dengan jalan
     melongsorkan tanah melalui bidang mendatar dipertengahan tingginya. Pengujian
     ini dilakukan      pada keadaan consolidated drained, yaitu dengan jalan
     mengkonsolidasikan tanah terlebih dahulu yang disertai drainase; kemudian
     digeser dengan gaya horizontal sampai sampel mencapai kekuatan puncaknya
     yang berarti terjadi kelongsoran.


IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :
     1. Alat geser langsung

                                                                                                    32
  2. Batu pori
  3. Pembebanan vertikal
  4. Alat pemotongan sample
  5. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
  6. Jangka sorong
  7. Cawan/talam
  8. Pisau pemotong
  9. Alat pengeluaran sampel tanah
  Bahan Uji
  Persyaratan benda uji adalah sebagai berikut :
  1. Sampel tanah dapat berupa tanah asli maupun tanah yang telah dipadatkan
     yang kadar air dan kepadatannya telah disesuaikan dengan keadaan tertentu
  2. Diameter minimum 50 mm
  3. Ketebalan minimum 12,5 mm dan harus lebih besar dari 6 x diameter butiran
     maksimum
  4. Perbandingan diameter dan tinggi > 2 : 1
  5. Sampel tanah dapat berupa bundar atau persegi sesuai dengan alat yang
     tersedia
  6. Pengujian paling sedikit 3 contoh


V. LANGKAH KERJA
  1. Pasang alat geser langsung dengan benar serta kunci agar tidak bergerak.
  2. Keluarkan sampel tanah dari tabung yang telah diratakan permukaannya dan
     tekankan cincin pemotong pada tanah sampai mengisi penuh cincin pemotong
     tersebut, dan ratakan serta bersihkan sisa tanah yang melekat pada lapisan
     luarnya.
  3. Masukkan benda uji pada alat geser yang masih terkunci.
  4. Lakukan konsolidasi sampel tanah pada beban normal seperti pengujian
     konsolidasi
  5. Tentukan nilai t50 untuk menentukan kecepatan penggeseran. Kecepatan
     penggeseran dapat ditentukan dengan membagi deformasi geser maksimum
     dengan 50 t50. Deformasi maksimum adalah 10% diameter. t50 adalah waktu
     untuk mencapai 50 % konsolidasi.
  6. Lakukan penggeseran sehingga tekanan geser konstan, dan bacalah dial
     geser.
  7. Setelah pengujian pertama selesai berikan beban normal pada benda uji yang
     kedua sebesar 2 kali beban normal yang pertama dan lakukan langkah 4
     sampai langkah 6 di atas.


                                                                                 33
  8. Berikan beban normal pada benda uji ketiga sebesar 3 kali beban pertama dan
     lakukan seperti langkah 4 sampai langkah 6.


VI. TUGAS
  Lakukan uji geser langsung tanah dengan sampel tanah asli hasil pemboran
  dengan hand bor.


VII. ANALISIS
  1. Masukkan semua data pengujian pada formulir pengujian geser langsung.
  2. Hitung gaya geser (P) dengan jalan mengalikan nilai pembacaan dial dengan
     kalibrasi proving ring.
  3. Hitung tegangan geser maksimum yaitu gaya geser maksimum dibagi luas
     bidang geser.
          P.max
     
            A
     Dimana :
            = tegangan geser maksimum (kg/cm2)
     P.maxs = gaya geser maksimum (kg)
     A       = luas bidang geser benda uji (cm2)


  4. Buat grafik hubungan antara tegangan normal () dengan tegangan geser
     maksimum (). Hubungkan ketiga titik yang diperoleh sehingga membentuk
     garis lurus yang memotong sumbu vertikal () pada harga C dan memotong
     sumbu horizontal () dengan sudut geser dalam tanah () sesuai dengan
     persamaan :
        . tan   C




                                                                             34
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 13
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji Kepadatan Lapangan Tanah

               UJI KEPADATAN LAPANGAN TANAH
                        (SAND CONE)


I.   ACUAN
     1. Bowles, J.E., 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian kepadatan dengan sand cone test secara baik dan benar.
     2. Menentukan nilai kepadatan tanah di lapangan.



III. TEORI SINGKAT
     Tanah, kecuali berfungsi sebagai pendukung fondasi bangunan, juga digunakan
     sebagai bahan timbunan seperti tanggul, bendungan dan jalan. Untuk situasi
     keadaan lokasi aslinya membutuhkan perbaikan guna mendukung bangunan di
     atasnya, ataupun karena digunakan sebagai bahan timbunan, maka pemadatan
     sering dilakukan. Maksud pemadatan tanah antara lain :
     4. Mempertinggi kuat geser tanah.
     5. Mengurangi sifat mudah mampat.
     6. Mengurangi permeabilitas.
     7. Mengurangi perubahan volume sebagai akibat perubahan kadar air, dan
        lain-lainnya.

                                                                                                    35
IV. BAHAN DAN ALAT
  Alat yang digunakan :
  1. Botol transpaan kapasitas 1 galon
  2. Kerucut dengan  dalam 16,5 cm
  3. Pelat dasar ukuran 70,5 cm2 dengan lubang ditengahnya berdiameter 16,5 cm.
  4. Pasir bersih yang tidak mengandung bahan pengikat dan dapat mengalir
     bebas.
  5. Timbangan kapasitas 10 kg dengan ketelitian 1,0 gram dan kapasitas 500 gram
     dengan ketelitian 0,1 gram.
  6. Oven pengering.
  7. Palu, pahat, sendok, baki penguap dll.


V. LANGKAH KERJA
  1. Tentukan volume corong logam sebagai berikut :
     a. Timbang berat corong logam dan semua perlengkapannya (w1)
     b. Letakkan corong dengan lobang di atas dan buka kerannya
     c. Isi dengan air sampai keluar dari keran
     d. Tutup kerannya dan buang air yang kelebihan
     e. Timbang corong logam dan perlengkapannya yang sudah terisi air (W 2)
     f. Berat air = volume botol ( W 2 – W 1 )
  2. Tentukan berat isi pasir sebagai berikut :
     a. Letakkan corong logam dengan lubang di atas
     b. Tutup keran dan isi corong dengan pasir
     c. Buka keran dan jaga supaya corong selalu terisi pasir minimal setengahnya
         dan isi sampai corong logam terisi penuh
     d. Tutup keran dan buang kelebihan pasir
     e. Timbang alat dan pasir (W3)


     f. Berat pasir W 3 – W 1
     g. Berat isi pasir (  ) = (W3 – W 1) / (W 2 – W 1)
  3. Tentukan jumlah pasir yang dibutuhkan untuk mengisi corong dengan penuh
     sebagai berikut :
     a. Tempatkan alat pada tempat yang datar
     b. Timbang botol dan pasir (W 4)
     c. Isi alat dengan pasir sampai penuh sampai pasir berhenti mengalir
     d. Tutup keran dan timbang botol dan sisa pasir (W 5)
     e. Pasir yang dibutuhkan untuk mengisi corong dengan penuh : (W 4 – W 5 )



                                                                                 36
  4. Siapkan permukaan tanah yang akan diuji dengan membuat rata permukaan
     tanah setempat
  5. Tempatkan alat (plat) di atas permukaan yang sudah rata dan beri tanda pada
     lubang pelat
  6. Angkat alat (plat) tersebut dan buat lubang pada tanda dengan hati-hati
  7. Tempatkan lagi alat (plat) pada tempat semula dan buka keran dan biarkan
     pasir mengalir sampai berhenti, kemudian tutup kerannya
  8. Timbang berat tanah hasil galian (W 7)
  9. Timbang berat alat dan pasir (W 6)
  10. Ambil bekas tanah galian secukupnya dan periksa kadar airnya ()


VI. TUGAS
  Lakukan uji kepadatan dengan sand cone pada lokasi tanah yang telah
  dipadatkan.


VII. ANALISIS
  Perhitungan :

              W7
   
        W4  W6  W5 
              
   d                 x100%
          100   
                             kepada tan ..lapangan
  Derajat kepadatan =                                x100%
                           kepada tan ..laboratorium




                                                                               37
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 14
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji Proctor


                                    UJI PROCTOR


I.   ACUAN
     1. Bowles, J.E., 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian kepadatan ringan dengan benar
     2. Menentukan nilai kepadatan maksimum tanah
     3. Menentukan kadar air optimum tanah


III. TEORI SINGKAT
     Pengujian ini berguna untuk menentukan hubungan antar kadar air dengan
     kepadatan tanah sehingga dapat diketahui kepadatan optimum dari tanah dan
     kadar air maksimum.


IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :
     1. Cetakan dengan diameter 102 mm. dan tinggi 11,5 cm.
     2. Alat penumbuk dengan diameter 50,8 mm. dan berat 2,6 kg serta tinggi jatuh
        30 cm dengan selubung yang memiliki paling sedikit 4 buah lubang udara
        dengan diameter 9,5 mm

                                                                                                    38
  3. Alat pengeluar contoh (extruder)
  4. Timbangan dengan kapasitas 11,5 kg denngan ketelitian 5 gram, dan kapasitas
     1 kg dengan ketelitian 0,1 gram.
  5. Oven pengering, dan cawan.
  6. Alat perata dari besi dengan panjang 25 cm, dengan salah satu sisi memanjang
     tajam dan sisi lainnya rata.
  7. Saringan dengan ukuran 50 mm, 19 mm, dan 4,75 mm.
  8. Talam/ tadah, alat pengaduk, dan sendok
  Bahan Uji
  Tanah kering udara dari lapangan sebanyak lebih kurang 20 kg.


V. LANGKAH KERJA
  4. Contoh tanah dikeringkan sehingga menjadi gembur, kemudian ditunjuk
     menjadi palu karet.
  5. Tanah yang sudah gembur disaring dengan saringan nomor 4. Jumlah tanah
     yang harus diasiapkan 15 Kg.
  6. Benda uji dibagi menjadi 6 bagian, dan tiap-tiap bagian dicampur air yang
     sudah ditentukan dan diaduk sampai rata. Penambahan air diatur sehingga
     didapat benda uji sebagai berikut : 3 contoh dengan kadar air kurang lebih
     dibawah  optimum, 3 contoh dengan kadar air kurang lebih diatas  optimum,.
     Perbedaan kadar air benda uji masing-masing 1 – 3%.
  7. Masing-masing benda uji dimasukkan dalam kantong plastik dan disimpan
     selama 12 jam atau sampai tanah jenuh.
  8. Timbang cetakan dan alasnya dengan ketelitian 5 gr.
  9. Cetakan leher dan keping dijasikan satu dan ditempatkan pada alas yang
     kokoh.
  10. Ambil salah satu dari contoh tanah diaduk dan dipadatkan dengan cara :
     Pemadatan dilakukan dengan alat penumbuk standard 2,5 Kg dengan tinggi
     jatuh 30,5 Cm. Tanah dipadatkan dalam 3 lapisan dengan 25 tumbukan.
  11. Potong kelebihan tanah dari bagian keliling leher dengan pisau dan lepaskan
     leher sambung.
  12. Pergunakan alat perata untuk meratakan kelebihan tanah sehingga betul-betul
     rata dengan permukaan cetakan.
  13. Timbang cetakan yang berisi benda uji dengan ketelitian 5 gr.
  14. Keluarkan benda uji tersebut dan ambil sebagian      kecil untuk pemeriksaan
     kadar air ().




                                                                               39
VI. TUGAS
  Lakukan uji proctor dengan sampel tanah tidak asli.


VII. ANALISIS
  Perhitungan :
  1. Berat isi basah :
           B2  B1 
      
              V
     Dimana :
      B1      = berat mold (gr)

      B2      = berat tanah + mold (gr)

     V        = volume mold (cm3)



  2. Berat isi kering :
              .x.100
     d 
            100   
     Dimana :

             = kadar air sesudah kompaksi




                                                        40
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                          FAKULTAS TEKNIK
               LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 15
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji Triaxial Tanah


                             UJI TRIAXIAL TANAH



I.   ACUAN
     1. Bowles, J.E., 1991, “Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah”, Erlangga Jakarta
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah I”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian triaxial dengan baik dan benar.
     2. Menentukan nilai kohesi dan sudut geser dalam dari uji triaxial


III. TEORI SINGKAT
     Nilai kohesi (C) dan sudut geser tanah (  ), merupakan parameter kuat geser
     tanah yang diperlukan untuk analisis daya dukung tanah. Parameter tersebut
     selain dapat dicari dengan uji geser langsung, juga dapat dilakukan dengan uji
     triaxial. Ada 3 macam percobaan triaxial, yakni;

     1. U.U. ( Unconsolidated Undrained ) – test cepat
     2. C.U. ( Consolidated Undrained )
     3. C.D. ( Consolidated Drained ).


IV. BAHAN DAN ALAT
     Peralatan yang digunakan :
                                                                                                    41
  1. Alat triaxial
  2. Silinder contoh
  3. Mold contoh
  4. Penumbuk untuk memadatkan pasir
  5. Membran karet
  6. Pengatur ketinggian
  7. Pengatur hampa udara
  8. Timbangan dengan ketelitian 0,1 gram
  9. Oven pengering
  10. Cawan penguap yang besar
  11. Plester karet untuk pengikat
  12. Sendok
  13. Pencatat waktu


V. LANGKAH KERJA
  A. Pengujian Dengan Unconsolidated Undrained

     1. Ukur ketebalan membrane
     2. Gulung membran dan pasang pada sisi luar silinder dengan salah satu
          ujung ½ inci lebih panjang dari silinder.
     3. Basahi ujung ini dan tempatkan di luar plat dasar yang terdiri dari batu pori
     4. Ikat membran ke plat dasar dengan plester karet dan keluarkan silinder
     5. Jepit mold sekeliling membran dan putar ujung akhir membran ke sebelah
          atas mold
     6. Timbang cawan dan tanah kering yang akan diuji dengan ketelitian
          0,1 gram
     7. Tempatkan pasir ( tanah ) dalam membran dengan menumbuk setiap
          sendok
     8. Kemudian timbang lagi tanah dan cawan, selisihnya adalah berat tanah
          yang diuji
     9. Tutup semua katup ( a – m ) kecuali k dan e dibiarkan terbuka.
     10. Contoh dijenuhkan dengan menutup saluran atas dan membuka a, b dan g
          dan kemudian menutup a dan b dan membuka j.
     11. Setelah jenuh, buka saluran atas dan air dibiarkan mengalir dan setelah air
          mencapai ketinggian contoh, saluran atas ditutup.
     12. Aliran Hg sebanyak 5 inci dengan membuka b, d, f, dan g dan menutup e
          dan perlahan-lahan buka a.
     13. Dengan contoh berada di bawah ruang hampa pindahkan klep atas,
          periksa ketinggian katup dan pindahkan contoh tanah hati-hati.

                                                                                   42
14. Setelah mold dipindahkan, ruang hampa dinaikkan menjadi 10 inci dengan
    membuka a sedikit
15. Ukur panjang contoh dengan ketelitian 0,1 mm dan ukur keleling contoh
    pada ats, tngah dan bawah.
16. Buka katup dan batang vertikal yang tertinggal, dibautkan pada dasar.
17. Basahi gasket karet bawah dan tempatkan silinder “lucite” pada tengah
    gasket, basahi karet gasket atas dan tempatkan di sebelah atas silinder.
    Dengan hati-hati tempatkan peralatan mesin pada tempatnya dan periksa
    apakah plunyer menyentuh contoh tsnsh tepat pada tengahnya.
18. Kencangkan semua baut atas pada batang vertikal.
19. Periksa apakah plat atas sejajar plat bawah.
20. Alirkan air kerung tersebut dengan membuka katub m sampai penutup
    tertutup kemudian katub m ditutup.
21. Tutup k, buka drum tekanan dan atur tekanan yang diinginkan pada alat
    pengatur tekanan.
22. Dengan hati-hati beri tekanan pada ruang sampai 5 psi dengan membuka
    tutu h, yang pada waktu bersamaan buka tutup c untuk membuang
    kehampaan udara.
23. Catat pembacaan buret, perlahan-lahan tekanan pada ruang ditambah
    sampai penuh dan catat lagi pembacaan buret.
24. Pada saat ini periksa apakah ada kebocoran pada membran. Bocoran bisa
    diketahui dengan naiknya bacaan pada buret.
25. Turunkan plunyer sehinggah menyentuh tutup contoh.
26. Catat bacaan awal pada arloji cincin penguji, pencatat putaran, buret dan
    waktu dan kemudian mulai dengan pembebanan.
27. Untuk awal tegangan axial 2%, baca setiap regangan 0,2% selanjutnya
    setiap 0,5 – 1%.
28. Lanjutkan percobaan sampai gaya tegangan konstan untuk beberapa
    pembacaan atau contoh telah tertekan l.k. 15%-nya.Hentikan gaya
    tegangan dan periksa lagi apakah ada kebocoran.
29. Baca buret, tutup h, buang tekanan ruang melalui k sampai 5 psi dan baca
    buret lagi. Selisih bacaan adalah perubahan volume akibat pengurangan
    tekanan lateral.
30. Tutup f dan c, buka b, j dan d, alirkan Hg sampai 10 inci melalui a dan
    hilangkan tekanan ruang sampai 0 melalui k.
31. Buang air dalam ruang dengan menurunkan botol penyalur dan buka m.
32. Lepas peralatan.
33. Gambarkan bidang keruntuhan contoh.


                                                                            43
B. Pengujian Dengan Consolidated Undrained
   1. Lindungi contoh dengan membran dengan menggunakan alat penarik
      membran. Hal ini dilakukan dengan menempatkan ujung membran di atas
      alat penarik dan kemudian diisap melalui tabung (gambar). Membran dan
      penarik akan dengan mudah dimasuki contoh, lepaskan pengisap dan
      membran akan membungkus contoh.
   2. Timbang contoh dan membran dengan ketelitian 0,1 gram.
   3. Hilangkan udara pada plat bawah dan penghubung plat dengan buret
      dengan jalan menyemprot dengan air mendidih.
   4. Alirkan air melalui plat dasar untuk menghindarkan terperangkapnya udara,
      tempatkan contoh di atasnya. Kemudian basahi membran, lewatkan pada
      dasar dan ikat dengan menggunakan plaster karet.
   5. Basahi ujung membran dan tutupi dengan penutup atas.
   6. Ikat pada batang vertikal dan kemudian tutupi penutup dengan membran
      dan ikat.
   7. Basahi gasket karet bawah, tempatkan pada tengah ruang. Basahi gasket
      atas dan tempatkan diatas selinder.
   8. Tempatkan peralatan mesin sebelah atas dan periksa apakah plunyer telah
      menyentuh contoh.
   9. Pada saat ini semua katup (a – m ) ditutup kecuali k.
   10. Alirkan air keruang dengan membuka m sampai mencapai penutup dan
      kemudian tutup m.
   11. Tutup katup k,     buka tabung tekanan dan atur sampai tekanan yang
      diinginkan. Naikkan tekanan pada ruang dengan membuka h perlahan-
      lahan.
   12. Turunkan plunyer sehingga tepat pada keadaan mulai menyentuh.
   13. Biarkan contoh terkonsolidasi pada tekanan ruang dengan membuka katup
      saluran g dan f. jumlah air yang keluar selama konsolidasi dapat diukur di
      buret.
   14. Setelah konsolidasi selesai (terlihat bahwa aliran air sudah berhenti).
      Sentuhkan lagi plunyer pada contoh. Jarak yang harus diberikan pada
      plunyer untuk mencapai lagi permukaan contoh tanah adalah perubahan
      panjang tanah akibat konsolidasi.
   15. Setelah itu tutup katub g dan f.
   16. Catat bacaan awal cincin uji, dan begitu alat penggerak mulai digerak-kan,
      alat pencatat waktu dimulai pula.
   17. Pembacaan dilakukan setiap tekanan 0,01 inci sampai 0,05 inci pertama
      dan kemudian lebih kurang 0,02 inci sampai 0,1 inci dan kemudian
      dilanjutkan sampai regangan mencapai lebih kurang 15 %.

                                                                              44
      18. Tentukan tekanan dan angkat beban as. Tutup katup h dan melalui katup k
           hilangkan tekanan ruang perlahan lahan.
      19. Keringkan ruang dengan merendahkan botol penyalur dan buka katup m.
      20. Gambar bidang runtuhan yang terjadi dan contoh tanahnya.


VI. TUGAS
  Lakukan uji triaxial tanah mengunakan sampel tanah tidak asli.


VII. ANALISIS
  Perhitungan Dengan Unconsolidated Undrained :


      L  a  b
  dimana :
   a = kalibrasi x jumlah putaran
   b = bacaan sinsin uji akhir – awal
           L
      
           Lo
  dimana :
   Lo = panjang contoh awal
              Ao
      A
            1   
  dimana:
   Ao = luas penampang contoh awal
            P
      p
            A
  Dimana :
   p = b x kalibrasi

       1 P   3 
         
      3    3

  dimana :

   3 = tekanan ruang pada saat tekanan air = 0

                  1  
                     1
                    
              1   3   
        sin
                  1  
                     1
                    
                  3  

                                                                                45
       = 45o +  m/2

Perhitungan Dengan Consolidated Undrained :
1. L  a  b
          L
2.  
          L1
          L1  L0  L0

       L0 = kehilangan panjang akibat konsolidasi

3.   p  1   3

          P
4.   p
          A
            Ac
5. A 
          1   
        P                P        
           3 
        A                      ch 
                             A          
   1                            
6.   
     3          3              ch
     dimana :

      ch  tekanan ruang

               1  
                  1
                 
           1   3   
7.   sin
               1  
                  1
                 
               3  
8.  = 45o +  m/2




                                                     46
                          DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                            UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                            FAKULTAS TEKNIK
                 LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                   Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                   Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                   E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                      LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                 LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                              NOMOR : 16
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB               WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                                TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                  Uji Sondir


                                       UJI SONDIR
                   (DUTCH CONE PENETROMETER)



I.   ACUAN
     1. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta
     2. Lambe T.W., and R.U. Whiteman, 1969, ”Soil Mechanics”, John Wiley & Sons,
        Inc. New York


II. TUJUAN
     Setelah melakukan pengujian tanah dengan menggunakan sondir, diharapkan
     mahasiswa dapat :
     1. Melakukan pengujian sondir dengan benar
     2. Menentukan nilai perlawanan konus/bikonus dan jumlah hambatan lekat suatu
        tanah.
     3. Menggambarkan data hasil percobaan dalam bentuk grafik.



III. TEORI SINGKAT
     Pengujian sondir adalah suatu pengujian tanah dengan menggunakan alat yang
     terdiri dari batang logam berbentuk silinder (rod) dengan diameter tertentu yang
     ditancapkan kedalam tanah menggunakan suatu alat dongkrak, dengan kecepatan
     antara 30 - 60 cm per menit, kemudian diukur perlawanan tanahnya. Jadi
     pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui perlawanan penetrasi konus/bikonus
     dan jumlah hambatan lekat suatu tanah.
     Perlawan konus adalah suatu perlawanan tanah terhadap ujung konus/bikonus
     yang dinyatakan dalam gaya persatuan luas. Sedangkan hambatan lekat adalah
                                                                                                     47
  perlawanan geser suatu tanah terhadap selimut bikonus dalam gaya per satuan
  luas.


IV. BAHAN DAN ALAT
  Alat yang digunakan :
  1. Mesin sondir
  2. Stang sondir
  3. Batang rod
  4. Ambang
  5. Manometer dengan kapasitas 0 - 60 kg/cm2 dan 0 - 250 kg/cm2
  6. Konus dan bikonus
  7. Angker spiral dan kunci sayap
  8. Kunci penarik
  9. Kunci penekan
  10. Kunci plunyer
  11. Kunci pipa
  12. Kunci pemutar angker T
  13. Stang pemutar
  14. Sikat kawat
  15. Castor oil
  16. Alat pembersih
  Bahan Uji
  Sebelum melakukan pengujian ke lapangan agar dipersiapkan hal-hal sebagai
  berikut:
  1. Buka tutup plunyer dan salah satu kran manometer
  2. Pasang alat pengunci plunyer.
  3. Isikan minyak castor oil, kekuarkan udara yang terperangkap dengan jalan
      membuka       salah   satu   kran   salah   satu   kran   manometernya   serta
      menaikturunkan kunci plunyer.
  4. Bila sudah penuh, tutup kran kembali dan buka kran yang lainnya, dan lakukan
      pengisian castor oil lagi seperti diatas.
  5. Pasang kedua manometernya.
  6. Lakukan pengujian kedua manometernya apakah sudah bekerja dengan baik,
      yakni dengan jalan membuka salah satu kran manometernya dan tekanlah
      pelan-pelan kesalah satu landasan sampai manometer menunjukkan angka
      60 kg/cm2 atau 250 kg/cm2..
  7. Bila tidak tercapai, kemungkinan isi plunyer kurang penuh dan masih ada udara
      yang terperangkap, atau memang manometernya yang rusak .


                                                                                 48
  8. Lakukan pengecekan konus atau bikonus, apakah sudah bekerja dengan baik
     atau belum.


V. LANGKAH KERJA
  1. Pasanglah sistem angkernya.
  2. Buatlah persiapan lubang sedalam kurang lebih 15 cm untuk penusukan
     konus/bikonus.
  3. Pasang dan aturlah mesin sondir secara vertikal pada tempat yang akan diuji
     dengan menggunakan ambang dan angker secara kuat.
  4. Lakukan penyambungan konus atau bikonus pada stang sondir dan pasanglah
     stang pada mesin sondir.
  5. Beri tanda jarak 20 cm pada rangka mesin sondir.
  6. Pasang kunci penekan dan mulailah penekanan pada tanah sampai kedalaman
     20 cm.
  7. Lakukan pembacaan manometer, dengan menarik kunci bolt agar yang bekerja
     adalah rod, bukan stang bor. Dan dengan penekanan konus/ bikonus kedalam
     tanah, maka alat pembacaan manometer akan mulai bergerak dan dapat
     dibaca.
     Pada waktu penekanan konus atau bikonus :

        Bila menggunakan konus maka pembacaan manometer hanya perlawanan
         konus saja sedalam 4 cm.
        Biila menggunakan bikonus akan terjadi dua pembacaan, yakni pertama
         terbaca perlawanan konus sedalam 4 cm, kemudian      yang kedua akan
         terbaca perlawanan konus dan hambatan lekatnya.
  8. Lakukan penusukan kembali kedalam tanah sampai didapatkan nilai konus
     yang diinginkan. Pembacaan dilakukan setiap kedalaman 20 cm.
  9. Setelah batas kedalaman yang diinginkan telah tercapai atau pembacaan telah
     selesai, gantilah kop penekan dengan kop penarik untuk mengeluarkan stang
     dari dalam tanah.


VI. TUGAS
  Lakukan uji Sondir pada lokasi tanah yang ditentukan


VII. ANALISIS
  1. Masukkan semua data penyelidikan ini kedalam formulir pengujian tanah
     dengan sondir.
  2. Lakukan perhitungan sebagai berikut :


                                                                             49
Hambatan lekat (HL)

                     A
    HL  JP  PK x 
                    B
Dimana :
   HL       = hambatan lekat
    JP      = jumlah perlawanan konus dan hambatan lekat (pembacaan kedua)
   PK       = perlawanan konus (pembacaan pertama)
    A       = tahap pembacaan 20 cm
   B        = faktor alat yaitu :
            luas..konus
   B
          torak .. plunyer

Jumlah hambatan lekat (JHL) :

                  i
         JHL   HL
                  0
         Dimana :
    JHL     = jumlah hambatan lekat
   i        = kedalaman yang dicapai


3. Buatlah grafik hasil pengujian sondir, yang terdiri dari :
        Penetrasi konus terhadap kedalaman.
        Jumlah hambatan lekat terhadap kedalaman.




                                                                             50
                          DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 17
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji Kuat Tekan Bebas


                          UJI KUAT TEKAN BEBAS



I.   ACUAN
     1. Das, B.M. (1995), “Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknik)”,
        Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah II”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan praktikum ini, diharapkan mahasiswa :
     1. Dapat melakukan uji kuat tekan bebas dengan baik dan benar.
     2. Dapat menentukan nilai kekuatan tanah tersebut dalam keadaan bebas sampai
        mencapai keruntuhan.



III. TEORI SINGKAT
     Uji kuat tekan bebas dilakukan untuk mengetahui berapa besar kekuatan tekan
     dari tanah yang diuji. Kuat tekan merupakan perbandingan antara beban yang
     diberikan denngan luas penampang contoh uji tanah.



IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :
     1. Alat kuat tekan
     2. Alat pengeluar contoh ( extruder )

                                                                                                    51
  3. Arloji pembacaan ( dial gauge )
  4. Alat pencatat waktu ( stop watch )
  5. Oven pengering
  6. Cawan
  7. Timbangan dengan ketelitian 0,1 gr


V. LANGKAH KERJA
  1. Ambil cetakan benda uji dengan ukuran tingi 13,6 cm dan diameter 6,8 cm,
     kemudian beri pelumas pada dinding sebelah dalamnya.
  2. Keluarkan contoh tanah dengan alat pengeluar contoh dan kemudian potong
     sehingga rata.
  3. Letakkan cetakan didepan contoh dan keluarkan contoh tanah tersebut
     sehingga masuk kedalam cetakan.
  4. Ratakan kedua ujung dalam cetakan dan kemudian keluarkan contoh tanah
     dari dalam cetakan.
  5. Timbang contoh tersebut dan kemudian letakkan pada alat penekan.
  6. Bebani contoh dengan kecepatan regangan 1% per menit dan catat beban
     setiap regangan 0,5%; 1%;2% dan seterusnya, sampai contoh mengalami
     keruntuhan atau sampai mencapai regangan 20%.


VI. TUGAS
  Lakukan uji Kuat Tekan Bebas pada sampel tanah yang diambil dengan hand bor


VII. ANALISIS
  Regangan axial :
          L
     
          Lo
  Dimana :
     L       = perubahan panjang
     Lo       = panjang contoh awal

  Luas Penampang rata-rata :
            A0
     A
          1   
  Dimana :
     A        = luas penampang awal
  Kuat tekan tanah :
          P
     
          A
                                                                            52
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                          FAKULTAS TEKNIK
               LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 18
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji CBR Lapangan


                              UJI CBR LAPANGAN



I.   ACUAN
     1. Das, B.M. (1995), “Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknik)”,
        Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah II”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan praktikum ini, diharapkan mahasiswa :
     1. Melakukan pengujian CBR lapangan dengan benar
     2. Menentukan nilai CBR di tempat



III. TEORI SINGKAT
     Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji CBR langsung di tempat. CBR adalah
     perbandingan antara beban penetrasi suatu lapisan tanah atau perkerasan
     terhadap lahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama



IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :
     1. Dongkrak mekanis CBR kapasitas 10 ton
     2. Proving ring kapasitas 1,5 ton, 3 ton dan 5 ton
     3. Dial ketelitian 0,001 mm

                                                                                                    53
  4. Balok penyokong dial
  5. Keping beban diameter 25 cm berlubang di tengah dengan berat 5 kg dan
     beban tambahan 2,5 kg
  6. Truck sebagai perlawanan beban
  7. Dongkrak truck dan alat gali
  8. Mould CBR bila perlu
  9. Piston dan penyambungnya
  10. Stop watch



V. LANGKAH KERJA
  1. Gali permukaan tanah/perkerasan yang akan dilakukan pengujian dengan
     ukuran 60 x 60 cm dengan kedalaman tanah dasar atau yang dikehendaki.
     Untuk tempat ayang belum ada perkerasan, cukup dibersihkan dari akar-
     akaran dan bahan organik lainnya.
  2. Tutup permukaan yan telah dipersiapkan.
  3. Tempatkan truck di atas lubang yang telah disiapkan dan kedudukan dongkrak
     mekanis nantinya akan bergerak tepat di atas lubang tadi, gunakan dongkrak
     truck untuk menaikkan truck sehingga per tidak menahan beban truck.
  4. Gantungkan dongkrak mekanis CBR pada bamper belakang truck dan alat-
     alatnya supaya piston penetrasi berada 1 - 2 cm dari permukaan dan vertikal.
  5. Letakkan kepimg beban diameter 25 cm sentris di bawah torak penetrasi
     sehingga torak penetrasi dapat masuk.
  6. Turunkan torak penetrasi pada permukaan tanah sampai beban penetrasi
     terbaca 5 kg.
  7. Gunakan beban tambahan bila perlu.
  8. Atur dial perosokan dan dial proving ring menjadi nol.
  9. Lakukan penetrasi dengan kecepatan penetrasi tetap yaitu 1,25 mm (0,05”) per
     menit.
  10. Catat pembaca beban pada penetrasi :


     0,031 mm atau 0,012”
     0,62     mm atau 0,025”
     1,25     mm atau 0,05”
     1,87     mm atau 0,075”
     2,5      mm atau 0,10”
     3,75     mm atau 0,15”
              mm atau 0,20”
     7,5      mm atau 0,30”

                                                                                    54
             mm atau 0,40”
     12,5    mm atau 0,50”
     Jika diperlukan CBR direndam, lakukan sebagai berikut :
     a. Pasang alas mould yang berulang pada mould dan juga pasang mould
        pemotongnya.
     b. Olesi sedikit dengan minyak dan tempatkan di atas lubang yang belum di
        tes.
     c. Masukkan mould dalam tanah dengan bantuan dongkrak truck sampai
        tanah hampir penuh.
     d. Gali lubang hati-hati sampai ujung di bawah mould, dalamnya.
     e. Potong tanah yang tepat berada pada ujung mould dan beri tanda atas
        bawahnya pada mould.
     f. Buka mould dasar dan mould pemotongnya serta ratakan dengan perata
        kelebihan tanah di atas dan di bawah ujung mould.
     g. Setelah diberi label tutup kedua mould dengan mould tutup/dasar yang tidak
        berlubang.




VI. TUGAS
  Lakukan uji CBR Lapangan pada permukaan tanah yang telah ditentukan


VII. ANALISIS
  1. Masukkan semua data ke dalam formulir pengujian CBR.
  2. Hitung pembebanan (lb) : kalibrasi x dial pembacaan, dan gambarkan grafik
     beban terhadap penetrasi.
  3. Hitung :
               Beban.Terkoreksi
     CBR                       x100%
                Beban.Sta.ndar
     Harga penetrasi diambil 0,1” dan 0,2”.
     Untuk pengujian CBR yang direndam (lihat pengujian CBR Laboratorium)




                                                                               55
                         DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                           UNIVERSITAS NEGERI PADANG
                         FAKULTAS TEKNIK
              LABORATORIUM BAHAN DAN MEKANIKA TANAH
                  Jl.Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang 25171          Certified Management System
                  Telp.(0751),7059996, FT: (0751)7055644,445118 Fax .7055644       DIN EN ISO 9001:2000
                                  E-mail : info@ft.unp.ac.id                      Cert.No. 01.100 086042



                                     LAB-SHEET
FAKULTAS TEKNIK UNP                                LAB-SHEET
JURUSAN : Teknik Sipil                             NOMOR : 19
PROGRAM STUDI : D3 – SIPIL , S1 – PTB              WAKTU : 3 X 50 menit
MATA KULIAH / KODE :                               TOPIK :
Praktikum Mekanika Tanah / SIP 037                 Uji CBR Laboratorium


                         UJI CBR LABORATORIUM



I.   ACUAN
     1. Das, B.M. (1995), “Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknik)”,
        Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
     2. Hardiyatmo, H.C. 2002, “Mekanika Tanah II”, Gadjah Mada University Press,
        Yogyakarta.
     3. L.D., Wesley, 1977, ”Mekanika Tanah”, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,
        Jakarta


II. TUJUAN
     Setelah melakukan praktikum ini, diharapkan mahasiswa :
     1. Melakukan pengujian CBR Laboratorium tanah dengan benar.
     2. Menentukan nilai daya dukung tanah dalam keadaan padat maksimum.



III. TEORI SINGKAT
     CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu lapisan tanah atau
     perkerasan terhadap lahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi
     yang sama



IV. BAHAN DAN ALAT
     Alat yang digunakan :




                                                                                                    56
  1. Mold berbentuk silindris dengan diameter dalam 15 cm, tinggi 17,8 cm dengan
     leher sambungan yang dapat dilepas setinggi 5 cm dan pelat dasar yang
     berlubang.
  2. Piringan pemisah  15 cm dan tinggi 6 cm.
  3. Alat penumbuk dengan berat 2,5 kg,  5 cm dengan tinggi jatuh 30,5 cm.
  4. Alat untuk mengukur perkembangan yang terdiri dari pelat pengembangan
      15 cm dan berlubang dengan diameter lubang 1,6 mm dan tripot untuk
     menyanggah arloji pembacaan yang dipasang pada leher sambungan.
  5. Arloji pembacaan.
  6. Beban permukaan pelat bulat dengan lubang di tengah  5,4 cm dan pelat
     setengah bulatan yang kesemuanya berdiameter 15 cm dengan berat 2,25 kg.
  7. Piston penetrasi  5 cm dengan panjang 10 cm.
  8. Alat penekan.
  9. Bak perendaman.
  10. Oven pengering.
  11. Perlengkapan lain seperti baki pencampur, sendok, filter dan lain-lain.



V. LANGKAH KERJA
  1. Pasang mold pada pelat dasar, leher penyambung dan timbang beratnya
     ( siapkan 2 buah mold ).
  2. Campur contoh tanah pada kadar air optimum lebih kurang 3%.
  3. Padatkan tanah dalam mold sebanyak 5 lapisan dengan tumbukan sejumlah
     15 x untuk setiap lapisan.
  4. Periksa kadar airnya.
  5. Lepaskan leher penyambung dan ratakan permukaannya.
  6. Ambil salah satu mold untuk direndam.
  7. Tempatkan pelat pengembangan dan pasang arloji pembebanan dan rendam
     selama 4 x 24 jam.
                             Perubahan..Tinggi
     %.Pengembangan                           x100%
                              Tinggi..Semula
  8. Contoh yang lain dan juga contoh yang sudah direndam 4 x 24 jam akan
     diperiksa nilai daya dukungnya sebagai berikut :
        Pasang beban di atas permukaan tanah
        Pasang piston penetrasi pada alat penekan
        Bebani dengan kecepatan 1,3 mm/menit.
         Catat beban setiap penetrasi mencapai : 0,64; 1,27; 1,91; 2,54; 5,08 dan
         7,62 mm.


                                                                                57
VI. TUGAS
  Lakukan uji CBR Laboratorium dengan sampel tanah yang telah ditentukan



VII. ANALISIS
  Untuk mendapatkan nilai CBR rencana maka percobaan ini diulangi lagi dengan
  jumlah tumbukan 25 x dan 56 x, sehingga didapat 3 nilai CBR. Ketiga nilai CBR
  tersebut dibuat grafik untuk mendapatkan nilai CBR rencana tersebut.
  Penambahan air untuk CBR :

            x 2  1 
     BT
   100  1
  dDimana :
      BT      = Berat tanah kering ( Kg )
      1      = Kadar air semula ( % )

      2      = Kadar air optimum ( % )




                                                                            58

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3697
posted:2/19/2011
language:Indonesian
pages:58