Docstoc
EXCLUSIVE OFFER FOR DOCSTOC USERS
Try the all-new QuickBooks Online for FREE.  No credit card required.

PERAN KOPERASI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KERAKYATAN DI PEDESAAN

Document Sample
PERAN KOPERASI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KERAKYATAN DI PEDESAAN Powered By Docstoc
					“PERAN KOPERASI DALAM MENINGKATKAN
  EKONOMI KERAKYATAN DI PEDESAAN”




        DISUSUN OLEH :


     Marnis Wanji
            KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
petunjuk dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini.

Dalam pembahasan mengenai “Peran Koperasi dalam Meningkatkan
Ekonomi Kerakyatan di Pedesaan” ini kami cukup banyak menemui
kesulitan di sana-sini. Namun dengan adanya kesabaran, akhirnya kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Selanjutnya ucapan terima kasih kepada Bapak Drs.H.Ali Musri S,Msi,
yangtelah membimbing kami untuk menyelesaikan makalah ini dan kepada
semua pihak yang telah banyak berjasa atas penyelesaian makalah ini
yang tak dapat kami sebutkan satu persatu.

Dalam penyusunannya, kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari
sempurna dan tidak menutup kemungkinan adanya kekeliruan. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari rekan-rekan sekalian
dan akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua
                          PENDAHULUAN
Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berasaskan kekeluargaan
dengan mengutamakan rasa persaudaraan, solidaritas dan persaudaraan diantara
para anggota. Koperasi hadir ditengah-tengah masyarakat dengan mengemban
tugas dan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya.
Koperasi merupakan suatu badan usaha bersama yang berjuang dalam
bidang ekonomi dengan menempuh jalan yang tepat dan mantap dengan tujuan
membebaskan dari para anggotanya dari kesulitan-kesulitan ekonomi yang
diderita mereka. Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “ Perekonomian disusun
sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan”. Bentuk badan
usaha yang sesuai dengan bunyi dari pasal tersebut adalah koperasi. Hal ini
dipertegas dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992
tentang Koperasi, yang menyatakan bahwa :
“Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat
maupun sebagai badan usaha berperan serta
untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil
dan makmur berlandaskan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945 dalam tata
perekonomian nasional yang disusun sebagai
usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
                     BAB I
              PEMBAHASAN KOPERASI

   Koperasi adalah Badan Usaha Bersama
    yang     bergerak   dalam    bidang
    perekonomian, beranggotakan mereka
    yang umumnya berekonomi lemah yang
    bergabung secara sukarela dan atas
    dasar persamaan hak dan kewajiban
    melakukan suatu usaha yang bertujuan
    untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
    para anggotanya.
Pengertian - pengertian pokok tentang Koperasi :


 Merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan
  hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang
  sama.
 Menggabungkan diri secara sukarela menjadi anggota
  dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai
  pencerminan demokrasi dalam ekonomi.
 Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati
  bersama secara adil.
 Pengawasan dilakukan oleh anggota.
 Mempunyai sifat saling tolong menolong.
 Membayar sejumlah uang sebagai simpanan pokok dan
  simpanan wajib sebagai syarat menjadi anggota.(
  http://hobarthwilliams.wordpress.com)
                       B.Prinsip Koperasi

         Prinsip-prinsip dimaksud adalah sebagai berikut:


   keanggotaan      bersifat  sukarela dan
    terbuka;
   pengelolaan dilakukan secara demokratis;
   pembagian sisa hasil usaha dilakukan
    secara adil sebanding dengan besarnya
    jasa usaha masing-masing anggota;
   pemberian balas jasa yang terbatas
    terhadap modal;
   kemandirian;
   pendidikan perkoperasian;
   kerja sama antar koperasi.
Tujuan Pendirian Koperasi Adalah untuk
memajukan kesejahteraan anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya serta
ikut membangun tatanan perekonomian nasional
dalam rangka mewujudkan masyarakat yang
maju, adil, dan makmur berlandaskan pancasila.
(Merza Gamal )
                      c. Bentuk dan Kedudukan
                               Koperasi

      1.. Bentuk Koperasi


 Koperasi terdiri dari dua bentuk, yaitu Koperasi Primer dan
  Koperasi Sekunder.
 Koperasi Primer adalah koperasi yang beranggotakan
  orang seorang, yang dibentuk oleh sekurang-kurangnya
  20 (duapuluh) orang.
 Koperasi Sekunder adalah koperasi yang beranggotakan
  Badan-Badan Hukum Koperasi, yang dibentuk oleh
  sekurang-kurangnya 3 (tiga) Koperasi yang telah
  berbadan hukum.
 Pembentukan Koperasi (Primer dan Sekunder) dilakukan
  dengan Akta pendirian yang memuat Anggaran Dasar.
2. Kedudukan Koperasi


   Koperasi mempunyai tempat kedudukan
    dalam wilayah negara Republik Indonesia
   Koperasi memperoleh status badan hukum
    setelah akta pendiriannya disahkan oleh
    pemerintah.

       Di Indonesia hanya ada 2 (dua) badan
    usaha yang diakui kedudukannya sebagai
    badan hukum, yaitu Koperasi dan Perseroan
    Terbatas (PT). Oleh karena itu kedudukan
    hukum Koperasi sama dengan Perseroan
    Terbatas.(http://ksupointer.com/2009/).
                   JENIS – JENIS
                    KOPERASI
1. Koperasi Produsen.

  Koperasi produsen beranggotakan orang
  orang yang melakukan kegiatan produksi
  (produsen). Tujuannya adalah memberikan
  keuntungan yang sebesar besarnya bagi
  anggotanya dengan cara menekan biaya
  produksi serendah rendahnya dan menjual
  produk dengan harga setinggi tingginya. Untuk
  itu, pelayanan koperasi yang dapat
  digunakan oleh anggota adalah Pengadaan
  bahan baku dan Pemasaran produk
  anggotanya.
2. Koperasi Konsumen

 Koperasi    konsumen     beranggotakan
 orang orang yang melakukan kegiatan
 konsumsi.       Tujuannya         adalah
 memberikan keuntungan yang sebesar
 besarnya bagi anggotanya dengan
 cara mengadakan barang atau jasa
 yang murah, berkualitas, dan mudah
 didapat.
Contoh : - koperasi simpan pinjam,-
 koperasi serba usaha ( konsumen)
                      BAB III
             KOPERASI UNIT DESA (KUD)


Koperasi Unit Desa beranggotakan
masyarakat pedesaan, Koperasi ini
melakukan kegiatan usaha bidang ekonomi
terutama berkaitan dengan pertanian atau
perikanan (nelayan).

Beberapa usaha KUD,antara lain:
› Menyalurkan sarana produksi pertanian seperti
  pupuk, bibit tanaman, obat pemberantas
  hama, dan alat-alat pertanian.
› Memberikan penyuluhan teknis bersama
  dengan petugas penyuluh lapangan kepada
  para petani.
Di perdesaan, keberadaan koperasi unit desa (KUD) harus
tetap dipertahankan sehingga koperasi dapat menjadi
kekuatan ekonomi di setiap desa.Inilah yang harus dibenahi
dengan menghidupkan kembali peran koperasi di setiap
pelosok desa melalui semangat baru. Hal-hal yang perlu
dilakukan sebagai berikut :

› Melatih generasi muda yang potensial di setiap desa dan
  membinanya dengan baik maka KUD pun akan tumbuh di
  setiap desa serta melibatkan langsung generasi muda sebagai
  pengelola.
› Melibatkan unsur masyarakat di setiap desa sebagai pengawas
  koperasi.
› Menjadikan seluruh warga masyarakat sebagai anggota akan
  menjadikan koperasi disetiap desa kuat dan tumbuh
  berkembang.
Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai kumpulan
orang-orang banyak melakukan peranan dan
kegiatan-kegiatan di daerah pedesaan.
Beberapa peranan yang dapat dilakukan KUD
di pedesaan antara lain:

(1) Mempersatukan daya upaya masyarakat
   di pedesaan
(2) Menciptakan dan memperluas lapangan
   kerja
(3) Membantu anggota untuk meningkatkan
   penghasilannya
(4) Meningkatkan taraf hidup rakyat yang ada
   di pedesaan
(5) Menyelenggarakan kehidupan ekonomi
   secara demokratis.
  Dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia
  Nomor 4 Tahun 1984 lingkup kegiatan usaha
  KUD meliputi :


(1) Pertanian meliputi bidang pertanian
      pangan, peternakan, perikanan,
       perkebunan dan agroindustri.
(2) Usaha penyaluran dan pemenuhan
       kebutuhan pokok masyarakat di
       pedesaan.
(3) Jasa antara lain simpan pinjam,
      Perkreditan, angkutan darat dan air,
listrik pedesaan dan lain-lain.
                 Permasalan Koperasi di
                      pedesaan

1. Lemahnya kualitas SDM khususnya manajemen koperasi tidak
   sesuai kebutuhan anggota sehingga koperasi berakibat kepada
   rendahnya partisipasi anggota karena merasakan manfaat
   sebagai anggota koperasi.
2. Masih ditemukan koperasi anggota – anggota di dalam aktifitas
   nya ( Koperasi dikendalikan oleh pemilik modal) sebatas
   penghubung antara anggota dengan mitra kerja.
3. Adanya kegiatan koperasi yang memanfaatkan pemerintah
   terhadap koperasi bagi kepentingan perbadi.
4. Koperasi di pedesaan lebih banyak bergerak di bidang usaha
   sendiri dari pada usaha produktif.
5.Permasalahan kehidupan ekonomi masyarakat desa yang subur
   dan dilengkapi dengan infrastruktur memadai itu masih belum
   terselesaikan.
6. Masyarakat desa untuk mengakses pasar.

        Minsalnya : infrastruktur jalan, listrik dan telekomunikasi
        belumlah cukup untuk membuat hasil produksi desa
        terlempar ke pasar.
Di sinilah diperlukannya perubahan pola
pikir dari orientasi internal menjadi orientasi
eksternal dengan memberdayakan potensi
dan peluang yang ada. Pola pikir ini hanya
terdapat pada jiwa kewirausahaan.
Sebenarnya kalau peran koperasi Unit Desa
(KUD) bisa diwujudkan , akselerasi program
pembangunan ekonomi pedesaan bisa
lebih cepat. KUD ini lah yang akan
menampung dan memasarkan hasil
produksi pertanian dan olahannya dengan
dorongan resultan seluruh kekuatan
masyarakat pedesaan.
                            BAB IV
                   PERAN KOPERASI UNIT DESA
                 MEMBANTU PEREKONOMIAN DESA


Adapun peran KUD dalam membantu perekonomian
desa adalah sebagai berikut:

1. Peran KUD dalam rangka pembangunan pertanian

   Aktivitas KUD merupakan program pemerintah dalam
mewujudkan swasembada beras, meliputi pemberian kredit
pada petani melalui unit desa, penyaluran saprodi melalui
KUD     serta   pengolahan    hasil  dan    pemasaran..
Jadi, KUD lahir guna mensukseskan program swasembada
beras dalam pembangunan pertanian pada khususnya dan
pembangunan ekonomi pada umumnya dengan jalan
meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan
masyarakat pada umumnya.
2. Peran KUD membangkitkan rakyat sejahtera

      Saat ini perekonomian nasional yang pertumbuhannya masih
lambat bisa segera diatasi dengan dimulai dari desa mengingat
perekonomian desa meningkat maka perekonomian kota akan
meningkat pula dan semua kebutuhan tercukupi dengan harga
yang terjangkau yang akhirnya tidak memerlukan impor barang
dari luar negri namun bahkan akhirnya negri kaya raya ini akan bisa
mengekspor barang ke luar negri.

3. Mengoptimalkan Peran KUD

      Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada
umumnya dan anggota koperasi pada khususnya, adalah dengan
mengoptimalkan Koperasi Unit Desa (KUD) semaksimal mungkin.
Koperasi sebagai badan usaha yang sekaligus sebagai bentuk
gerakan ekonomi kerakyatan, bertujuan untuk memajukan
kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya. "Serta
ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang maju,". Agar koperasi dapat
melakukan fungsi dan peranannya secara efektif, maka butuh
suatu dukungan dari semua pihak, sehingga koperasi benar-benar
memiliki peranan penting dan berkembang secara optimal.
4. Upaya mempertahankan KUD

            Bukan penyelesaian yang mudah untuk menjadikan KUD sebagai
  unjung tombak peningkatan keejahteraan petani. Ketersediaan pupuk dan
  sarana produksi pertanian terjamin dengan harga yang kompetitif. Kondisi
  yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani antara
  lain :
  a. Modal
         Langkah yang paling mungkin untuk mendapatkan dana murah
  adalah adanya       dukungan modal dari pemerintah melalui APBD dan
  APBN. Pemerintah daerah mapun pusat dapatmengalokasikan dalam
  bentuk dana bergulir.
  b. Pengurus dan Manajer yang terlatih
          Pengurus dan manajer koperasi unit desa harus jujur, bijaksana dan
  harus memiliki jiwa kewirausahaan. Dan harus ada manajer yang terlatih
  bila ada dukungan dana yang kuat.
  c. Kemitraan yang terus berlanjut
            KUD harus menjalin kemitraan untuk berkelanjutan program-
  programnya. Disini KUD harus menjalin hubungan yang harmonis dengan
  pihak perbankan sebagai penyedia dana, dengan pabrik/ gudang pupuk
  untuk mendapatkah harga yang lebih murah, menjalin hubungan dengan
  Bulog untuk pembelian beras.
d. Dukungan dari pemerintah
        Pemerintah juga harus memberikan dukungan yang
   kuat dari sisi permodalan KUD dan kebijakan. Pemerintah
   bisa mengalokasikan dana murah melalui APBD dan APBN
   (bukan subsidi).

e. Dukungan dari anggota
      Anggota KD sebaiknya mendukung program KUD
   untuk mewujudkan kesejahteraan mereka sendiri. Dengan
   kemampuan KUD membeli gabah petani dengan harga
   pantas dan penyediaan pupuk dengan harga bersaing,
   maka anggota dengan sendiri akan bertransaksi dengan
   KUD.

f. Mengutamakan pelayanan kebutuhan anggota
       Pelayanan yang diberikan KUD kepad anggota
    seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan anggota.
    Misalnya mayoritas anggota adalah petani maka
    seharusnya penyediaan pupuk dan pembelian gabah
    menjadi bisnis utamanya.(Sri,1987:279-282).
     D. Langkah- Langkah Untuk Meningkatkan
                   Keberadaan KUD


1. Diperlukan sinergi yang sama antara pemerintah daerah,
    masyarakat desa dan pengurus KUD.
2. Visi KUD harus diperluas yakni tidak hanya untuk
    masyarakat desa setempat saja tetapi diperluas sampai
    ke desa lain.
3. Pengurus KUD hendaknya bertanggung jawab terhadap
    setiap perubahan yang terjadi.
4. Masyarakat desa ikut serta membangun dan melakukan
    kontrol terhadap kinerja pengurus KUD.

       Tumbuhkan ''rasa memiliki yang tinggi'' masyarakat
  desa terhadap KUD di era persaingan yang sangat ketat
  ini, sehingga dapat menumbuh-kembangkan
  perekonomian desa yang sekaligus pula dapat
  menumbuh-kembangkan perekonomian Indonesia di
  masa-
  masamendatang.(http://luthfifatah.wordpress.com).
                              BAB V
                      PERAN MANAJEMEN DALAM
                             KOPERASI


A.   Manajemen Koperasi

   Manajemen koperasi adalah manajemen di mana setiap
manajer dipilih untuk memimpin dan mengelola koperasi, yang
memiliki kemampuan teknis manajemen, kemampuan potensial
sebagai wirausaha, yang mampu dan berani mengambil resiko
yang diperhitungkan, bukan spekulan, tetapi juga mampu menjadi
pembina, pendidik bagi anggota koperasi yang dipimpinnya.

1. Manajer dalam koperasi

     Manajer adalah karyawan yang diangkat dan diberhentikan
oleh pengurus. Manajer adalah pelaksanaan tugas pengurus sehari-
hari dibidang usaha koperasi dan bertanggung jawab kepada
pengurus. Di dalam koperasi dibutuhkan manajer untuk
menjalankan kegiatan usahanya. Peranan manajer dikaitkan
dengan volume usaha, modal kerja dan fasilitas yang diatur oleh
pengurus. Besar kecilnya volume usaha merupakan batas dan
ukuran perlu tidaknya digunakan tenaga manajer.
2. . Fungsi manajer
     Perencanaan (planing)
     Penyelarasan (coordinating)
     Pengorganisasian(organizing)
     Penuntun/pengarahan(Directing)
     Pengamatan (controlling)

3. Peranan manajer
   Kedudukan dan fungsi sebagai pelaksana dibidang
    usaha dan bertanggungjawab pada pengurus koperasi.
   Sebagai pelaksana dari kebijakan pengurus.
   Menetapkan struktur organisasi dan manajemen
    koperasi serta menjamin kelangsungan usaha.
   Dapat bekerja terus selama tidak bertentangan dengan
    anggaran dassar dan keputusan rapat
    anggota,sekalipun ada penggantian pengurus.
   Mengembangkan percaya atas kekuatan dan
    kemampuan koperasi sendiri dalam kegiatan-kegiatan.
4. . Tugas dan tanggung jawab manajer

  Di bidang yang menyangkut karyawan, manajer mengajukan
   usul-usul pengangkatan karyawan tertentu dan juga
   mengangkat karyawan beserta stafnya atas dasar batas-batas
   yang ditetapkan oleh pengurus.
  Manajer hendaknya aktif melakukan bimbingan dan
   pembinaan terhadap para karyawannya, melakukan
   pengawasan langsung terhadap para karyawan dan stafnya.
  Dibidang perencanaan, manajer mengkoordinir penyusunan
   rencana kerja beserta ukuran anggarannya yang pasti dapat
   dijalankan dan menarik perhatian pengurus.
  Di bidang pelaksanaan usaha koperasi, manajer mengkoordinir
   dan memimpin p[ara karyawannya dengan penuh tanggung
   jawab di dalam melaksanakan tugas dibidang usaha masing-
   masing.
  Di bidang administrasi barang dan jasa, manajer bertanggung
   jawab dalam menyelenggarakan administrasi uang dan
   barang dengan cermat, tertib dan serasi, tulus dan jujur.
  Di bidang pelayanan, manajer bertanggung jawab untuk
   membuat laporan kepada pengurus dan menjamin laporan
   tersebut (Panji. Ninik.1993:116-123).
                           BAB VI
                          PENUTUP


Kesimpulan
       Koperasi merupakan wadah untuk mengembangkan demokrasi yang
  menghimpun potensi pembangunan dan melaksanakan kegiatan ekonomi
  untuk meningkatkan kesejahteraan anggota-anggotanya. Koperasi
  berfungsi sebagai alat perjuangan ekonomi yang mampu mengelola
  perekonomian rakyat untuk memperkokoh kehidupan ekonomi nasional
  berdasarkan azas kekeluargaan.
  Koperasi juga sebagai salah satu lembaga keuangan yang tumbuh di
  masyarakat dalam hal membantu kelompok usaha kecil.
  Jadi,tujuan dan manfaaat koperasi adalah: Memajukan kesejahteraan
  anggota. memajukan kesejahteraan masyarakat, dan membangun tatanan
  ekonom nasional.

  Sasaran dan tujuan koperasi pembangunan ekonomi yang selaras dengan
     gelombang perubahan sosial
  budaya masyarakat, antara lain :

      Meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan melalui
       pembinaan usaha dan memfasilitasi penyedian modal bagi
       kelompok usaha ekonomi masyarakat.
      Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
      Meningkatkan kualitas pelayanan dasar.
      Meningkatkan kuantitas dan kualitas infastruktur pedesaan.
      Meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
                         DAFTAR PUSTAKA


› Anoraga, Panji. Widiyanti, Ninik.1993. Dinamika Koperasi.Jakarta:
  Rineka Cipta.
› Hendrojogi.1997. Koperasi Azas-azas, Teori dan Praktek. Jakarta:
  PT Raja Grafindo Persada.
› http://luthfifatah.wordpress.com/2008/06/10/perkoperasian-di-
  pedesaan/
› http://ksupointer.com/2009/pemberdayaan-koperasi-untuk-
  mengembangkan-ekonomi
› http://www.ekonomirakyat.org/edisi_1/artikel_2.htm
› http://hobarthwilliams.wordpress.com/2009/10/31/8/
› Kartasapoetra. 1991. Praktek Pengelolaan Koperasi. Jakarta:
  Rineka Cipta.
› Swasono, Sri Edi. 1987. Koperasi di dalam Orde Ekonomi
  Indonesia. Jakarta: Universitas      Indonesia.
› Philip jusario Vermonte ( http://www.dedymm1524-
  blogspot.com/)
› Oleh : prof.Dr.Asmasdi Syahza.SE,MP ( Universitas Bung Hatta)
› Pemberdayaan koperasi berbasis agribisnis di daerah pedesaan

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:4556
posted:2/18/2011
language:Indonesian
pages:29