Docstoc

makalah - DOC 5

Document Sample
makalah - DOC 5 Powered By Docstoc
					                                          BAB I
                                      PENDAHULUAN
       Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari: tujuan, proses belajar mengajar dan prosedur
evaluasi. ketiga komponen ini saling berintegrasi satu dengan lainya. Tujuan pendidikan bagaimna
proses belajar-mengajara sekaligus merupakan kerangka acuan untuk pelaksanaan evaluasi. Evaluasi
bertujuan : untuk mengetahui apakah tujuan pendidikan telah ditetapkan.

   A. Sistem Pendidikan
   1. Pengertian sistem
              Johnson, kast dan Rosenzweig dalam salamoen yang mendefenisikan: sistem adalah
      suatu keseluruhan yang terorgannisasi atau kompleks, suatu gabungan atau kombinasi dari
      berbagai hal atau bagian, yang membentuk satu kesatun (Salamoen S, 1999:4).”
              Menurut Lembaga Administrasi negara: Sitem pada hakikatnya adalah sperangkat
      komponen,elemenyang satu sama lain saling berkaitan, pengaruh mempengaruhi, dan saling
      tergantung sehingga keseluruhannya merupakan suatu kesatuan yang terintegrasi atau suatu
      totalitas
              Dari beberapa pengertian di atas dalam suatu sistem terdapat beberapa ciri sistem
      sebagai berikut:
        a. Adanya struktur tertentu ( suatu gabungan, kombinasi atau kumpulan ) unsur , elemen,
           komponen, bagian, hal yang disebut subsistem.
        b. Bagian-bagian atau unit-unit memiliki fungsi masing- masing.
        c. Bagian atau unityang ada memiliki hubungan satu sama lain.
       d. Rangkaian bagian atau unit tersebut marupakan kebulatan yang utuh dan bergerak ke arah
       tuuan .
              Dengan demikian dalam suatu sistem terdapat tempat komponen utama yaiutu masukan

       (input),proses (transformasi) dan keluaran (output) dan umpan balik (Feedback). Dan bila
       digambarkan sebagi berikut:



                                     TRANSFORMASI                OUTPUT
              INPUT




                                     UMPAN BALIK


      2. Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan bila dilihat secara sederhana Komponen-komponennya terdiri dari
         pendidik,peserta pendidik dan bahan pengajaran.
       Tujuan pendididkan adalah hasil akhir dari proses pendidikan yang akan dicapai baik
yang bersifat nasional ,institusional,kurikuluer,standar kompetensi lulusan,standar kompetensi
dan mata pelajaran sampai indikator keberhasilan pembelajaran.
       Pendidik atau guru adalah orang yang harus memeberikan pendidikan dan pengajaran
serta pembinaan dengan cara melati, membimbing,mengarahkan peserta didik.
       Perserta didik adalah sisiwa yang mengikuti proses pendidikan yang berlangsung di lem-
baga pendidikan.
B. Evaluasi
1.Pengertian Evaluasi
       Menurut pengertian istilah,evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengeta-
hui keadaan suatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasinya dibandingkan dengan tol-
ak ukur untuk memperoleh kesimpulan.
       Wayan Nurkencana berpendapat evaluasi dapat diartikan proses untuk menentukan nilai
segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada hubungannya         dengan
dunia pendidikan.
       Penilaian adalah mengambil suatu keputusan, terhadap sesauatu dengan mengcu kepada
ukuran tertentu seperti baik dan buruk,pandai atau bodoh,tinggi atau rendah dan sebagainya.
2.Model-model Evaluasi
       Terdapat 4 model yang digunakan dalam pelaksanaan evaluasi yaitu :
a.Model pengukuran
       Model pengukuran menitikberatkan evaluasi pada pengukuran. Obyek penilaian adalah
perlaku siswa seperti kemampuan hasil belajar,kemampuan bawaan,minat,sikap dan kepribadi-
an.
b.Model persesuaian
       Model    persesuaian memandang evaluasi sebagai upaya mengetahui sejauhmana
pencapaian tujuan     pendidikan melalui hasil balajar yang dicapai peserta didik diakhir
program.Obyek yang dinilai dalam evaluasi adalah perubahan tingkah laku ( kognitif,afektif,
psikomotor ) yang ditunjukkan oleh siswa pada akhir program.
c.Model evaluasi sistem pendidikan
       Model sistem evaluasi pendidikan memandang upaya membandingkan kinerja berbagai
dimensi program yang sedang dikembangkan dengan sejumlah kriteria tertentu untuk akhirnya
sampai pada suatu deskripsi mengenai program yang dilnilai itu.
d.Model inluminatif
       Model inluminatif sering digunakan dalam bidang antropoligi yang pada hakekatnya
merupakan studi terhadap program. Inovasi,pelaksanan\an program serta faktor-faktor lingkung-
an yang mempengaruhi.
3.Komponen-komponen Evaluasi
         Komponen-komponen pokok yang harus terdapat dalam kegiatan evaluasi meliputi: 1)
obyek devaluasi;2) subyek evaluasi; 3) tujuan evaluasi; 4) alat evaluasi; 5) proses evaluasi; 6)
standar yang dijadikan pembanding;7) hasil evaluasi yang bersifat kuantitatif.
         Obyek yang dievaluasi adalah peserta didik dengan segala potensi ,kemampuan , bakat
minat,kecerdasan serta kepribadiannya.Subyek evaluasi adalah pendidikan,atau lembaga pendi-
dikan. Tujuan evaluasi adalah mengetahui seberapa besar perubahan yang terjadi pada obyek
evaluasi setelah mengalami perlakuan dalam kegiatan belajar mengajar.Alat evaluasi        adalah
instrumen-instrumen yang di gunakan dalam kegiatan evaluasi baik menggunakan teknik tes m-
aupun non tes. Proses evaluasi adalah prosedur dan langkah-langkah yang          dilakuakan eva-
luasi meliputi perncanaan ,pelaksanaan evaluasi sampai kepada laporan hasil evaluasi. Standar
penilaian adalah stndar yang dijadikan sebagai alat ukur untuk meniali tingkat keberhasila dari
evaluasi yang telah yang dilaksanakan bisa brupa acuan patokan, acuan norma maupun acuan
nilai.
C. Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
         Pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang memberikan keyakinan, pemahaman,
penghayatan dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai pribadi,
masyarakat,bangsa dan negara melaluai materi Keimanan,Bimbingan Ibadah,Al-Qur'an, Hadist,
Akhlak, Syariah/Fikih/Muamalah dan Tarikh (Sejarah Islam), yang sumberkan kepada Al-
Qur'an dan Hadist.
2. Fungsi danTujuan Pendidikan Agama Islam
a.Fungsi Pendidikan Agama Islam
         Fungsi pendidikan agama khususnya agama Islam adalah untuk: 1) menumbuhkan keim-
anan yang kuat ,2) menanam kembangkan kebiasaan dalammelakuakan amal saleh, dan akhak
mulia; dan 3) menumbukembangkan semangat untuk menelola alam sekitar sebagai anugrah
Allah SWT (Zakiyah Dardjat,2001:174).
         Fungsi pendidikan agama Islam menurt Kurikulum 2004 meliputi: 1) Membentuk manu-

sia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
dan mampu menjaga kerukunan hubungan inter dan antaru mat beragama; 2) berkembangnya
kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama
yang menyerasikan penguasaanya dalam ilmu pengetahuan teknologi dan seni.
       b.Tujuan pendidikan Agama Islam
               Secara umum pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan
       ketaqwaan Kepada Allah SWT serta menanamkan akhlak mulia kepada peserta didik.
       3.Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
               Ruang lingkup pendidikan Agama Islam secara nasional untuk satuan pendidikan sekol-
       ah terdiri atas: Al-Qur'an dan Hadist,Aqidah,Akhlak,Fiqih serta Tarikh dan kebudayaan Islam.
       Sedangkan ruang lingkup pendidikan agama Islam di Madrasah meliputi bidang studi/mata pel-
       ajaran: Al-Qur'an -Hadist, Aqidah Akhlak, Fiqih, sejarah kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

       D. Evaluasi Sistem Pendidikan
               Terdapat beberapa pandangan yang harus dicermati dan digaris bawahi serta diuraikan
       lebih lanjut dari model evaluasi sisitempendidikan
               1.Dengan mengemukakan berbagai dimensi program, model ini menekankan pentingnya
       program sebagai sesuatu keseluruhan yang dijadikan obyek evaluasi, tanpa membatasi hanya
       pada aspek hasil yang dicapai saja.
               2.Perbandingan antara program performance dan kriteria juga merupakan salah satu ya-
       ng penting dalam konsep evaluasi model evaluasi ini.
               3.Model ini berpandangan bahwa evaluasi tidak hanya berfikir pada suatu deskripsi ten-
       tang program yang telah dinilainya, melainkan baik buruknya atau efektif tidaknya program
       pendidikan yang bersangkutan.
               Evaluasi sisitem pendidikan dalam pelaksanaannya menggunakan pendekatan : 1) mem-
       bandingkan performance setiap dimensi dengan kriteria interen dalam program itu sendiri dan 2)
       memebandingkan performance setiap dimansi program dengan kriteria ekstern di luar program
       yang besangkutan ( Moh.Ali et.al.,2007:117)

       E. Pengembangan Evaluasi Sistem Pendidikan Agama Islam
                Pengembangan pada dasarnya adalah proses untuk melanjutkan yang sudah ada berupa
       peluasan, perbaikan/modifikasi dan upaya-upaya peningkatan dari yang kurang baik menjadi le-
       bih baik.
              Ruang lingkup pengembangan evaluasi sistem pendidikan agama Islam dalam tulisan ini
       dibatasi pada pengembangan evaluasi sistem pendidikan agama Islam berbasis kompetensi
men-
       cakup hal-hal sebagai berikut:
          1. Standar kompetensi yaitu: kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan dalam setiap
              mata pelajar. Hal ini memiliki implikasi yang signifikan dalam perencanaan, metodologi, dan
              pengelolaan evaluasi pendidikan agama Islam
            2. Kompetensi dasar: yaitu kemampuan minimal yang harus dimiliki dalam mata pelajaran
agama Islam yang harus dimiliki lulusan sekolah/madrasah.
            3. Rencana evluasi yaitu: jadwal kegiatan evaluasi dalam satu semester dikembangkan
               bersama dengan bersamaan dengan pengembangan silabus.
            4. Proses evaluasi yaitu: pemilihan dan pengmbangan teknik evaluasi, sistem perencanaan
               dan penglolaan proses.
            5. Proses implemenntesi yaitu: pengelolaan berbagai teknik dalam evaluasi
            6. Pencataan dan pelaporan yaitu: pengelolaan sisitem evaluasi dan pembuatan laporan.
            7. Khusus yang berkaitan dengan pengembangan tes dalam pendidikan agama Islam
               langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mengmbangkan tes hasil belajar, yaitu: (a)
menyusun spesifikasi/kisi-kisi tes; (b) menulis soal tes; (c) menelaah soal tes (d) melakuakan
ujicoba; (e) menganalisis butir soal; (f) revisi soal;(g) merakit menafsirkan hasil tes, (j) membuat
laporan dan program tidak lajut.
                                   BAB II
                          RUANG LINGKUP SISITEM
                        EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA
                                   ISLAM

       A. Kedudukan Evaluasi dalam Sistem Pendidikan.
               Menurut M. Chabbib Thoha (1983:4-5) ada tiga alasan diperlukan evaluasi dalam dunia
       pendidikan termasuk pendidikan Agam islam: pertama bahwa terdapat hubungan interdependes-
       nsi antara tujuan pendidikan, proses belajar, dan prosesdur evaluasi .
               Alasan kedua, kegiatan ngevaluasi terhadap hasil belajar merupakan salah satu ciri
       pendidik profesional .
               Ketiga bila dilihat dari pedekatan kelembagaan, kegiatan pendidikan adalah merupakan
       kegiatan manajemen

       B. Fungsi Evaluasi Pendidikan
               Secara umur evaluasi pendidikan berfungsi untuk:
                   1. Mendorong dan memotivasi siswa untuk belajar,
                   2. Memantau ketercapaian standar ketuntasan belajar minimum yang telah ditetap-
kan dan telah dicapai oleh siswa.
                   3. Sebagai tanggung jawab public (public Accountability) kepada stake holder pen-
didikan (sekolah, guru, orang tua, siswa dan masyarakat),
                   4. Sebagai alat mengendalikan dan menjamin mutu kualitas pembelajaran yang
                       dilaksanakan di sekolah oleh guru maupun siswa.
                   5. Sebagai umpan balik khususnya guru maupun siswa.
                   6. Menemukan kesulitan belajar siswa.

       C. Tujuan Evaluasi Pendidikan
              Evaluasi pendidikan bertujuan untuk:
          1. Penelusuran kesesuaian proses pembelajaran dengan rencana;
          2. Pengecekan kelemahan dalam proses pembelajaran;
          3. Pencarian penyebab kelemahan dan kesalahan proses pembelajaran;
          4. Mengetahui keberhasilan pengajaran yang dilakukan oleh guru
          5. Mengetahui hasil belajar yang dicapai oleh siswa,
          6. Diagnosis dan usaha perbaikan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa,
          7. Menempatkan siswa dalam kelas atau kelompoknya,
          8. Seleksi kenaikan kelas atau kelulusan,
          9. Pemberian bimbingan dan penyuluhan,
          10. Mengetahui pencapaian kurikulum; dan
          11. Memberikan penilaian dalam keberhasilan untuk pencapaian tujuan pendidikan secara
              kelembagaan

       D. Kegunaan Evaluasi
              Banyak manfaat dan kegunaan yang dapat di peroleh dari pelaksanaan evaluasi pendidi-
kan seperti diungkap oleh Departemen Agama (2003:1-2) sebagi berukut:
            1. Memberi umpan balik dalam pelaksanaan program pengajaran jangka pendek
               yang dilakukan oleh guru sehingga memungkinkan untuk melakukan koreksi ter-
               hadap pelaksanaan program pembelajaran yang telah dibuat;
            2. Membantu peserta didik memonitor kegiatan pembelajaran yang dilakukannya;
            3. Memberilkan data otentik yang obyektif mengenai keberhasilan pembelajaran
               yang telah dilakukan guru dan siswa;
            4. Membantu dan memberikan informasi kepada orang tua tentang pencapaian hasil
               belajar serta kedudukan anaknya terhadap siswa-siswa lainnya di kelas;
            5. Mendorong orang tua siswa untuk memberikan bimbingan dan pengarahan
               terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan anaknya baik di rumah maupun
               di sekolah;
            6. Mendorong orang tua siswa untuk melakukan komukasi dan diskusi bagaimana
               mengatasi kelemahan dan masalah belajar yang dihadapi oleh siswa.

E. Obyek dan Subyek Evaluasi Pendidikan
1. Obyek Evaluasi
       Obyek atau sasaran evaluasi adalah segala sesuatu yang menjadi pusat untuk dilakukan
evaluasi, penilaian atau pengukuran karena keinginan untuk mendapatkan informasi dari yang
akan dijadikan evaluasi, penilaian dan pengukuran. Suharsimi Arikunto (1996:20) membagi ob-
yek penilaian menjadi tiga yaitu:input, tranformasi dan output.
       a. Input
       Input adalah bahan mentah yang akan dimasukkan dalam transformasi pendidikan
       b. Tranformasi
       Tranformasi adalah mesin yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi.
       c. Output
       Output adalah bahan jadi yang dihasilkan dari proses tranformasi.

2. Subyak Evaluasi
       Subyek evaluasi adalah personal yang melakukan kegiatan evaluasi sepeti:
       a. Subyek evaluasi hasil/prestasi belajar adalah guru.
       b. Subyek evaluasi dengan instrumen yang mengunakan s kala-skala tertentu dapat
meminta bantuan petugas yangtelah dilihat dan dipersiapkan secara khusus seperti tes sikap,
bakat dan.
       c. Subyek untuk tes kepribadian adalah psikolog atau orang yang dilatih dan dipersiapkan
secara khusus untuk melakukan tes kepribadian.

F. Ciri-ciri Evaluasi Pendidikan
        5 ciri dalam evaluasi pendidikan yaitu: (1) dilakukan secara tidak langsung (2) mengu-
nakan ukuran kuantitatif (3) menggunakan unit-unit satuan yang bersifat tetap (4) bersifat relatif
(5) sering terjadi kesalahan-kesalahan.

G. Jenis-jenis Evaluasi
Jenis-jenis evaluasi (penilaian) meliputi:
    1. Penilaian Formatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir program belajar
        mengajar
    2. Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir unut program.
             Tujuannya adalah untuk melihat hasil yang dicapai oleh para siswa,
          3. Penilaian dignotik adalah penilaian yang bertujuan untuk melihat kelemahan-kelemah-
             an siswa serta faktor penyebabnya.
          4. Penilaian selektif adalah penilaian yang bertujuan untuk keperluan seleksi, misalnya uji-
             an saringan masuk lembaga pendidikan tertentu.
          5. Penilaian penempatan adalah penilaian yang bertujuan untuk mengetahuai keterampilan
             prasarat yang diperlikan bagi suatu program belajardan menguasaan belajar seperti yang
             diprogramkan sebelum memulai kegiatan belajar untuk program itu.

      H. Syarat-syarat Evaluasi
               Persyaratan evaluasi (penilaian kelas) oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas
        (2004: 18) dirinci sebagai berikut:
                   1. Memandang penilaian dan kegiatan belajar mengajar secara terpadu;
                   2. Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat pengajaran
                       penilaian sebagai cermin diri:
                   3. Melakuakan berbagai berbagai strategi penilaian di dalam program pengjaran
                       untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar siswa;
                   4. Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus siswa;
                   5. Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yangbervariasi dalam
                       pengamatan kegiatan belajar siswa;
                   6. Menggunakan penilaian dalam rangka mengumpulkan informasi untuk membuat
keputusan tentang tingkat kepercayaan siswa. Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar
secara terpadu;


      I. Prinsip Evaluasi

              Bila dikaitkan dengan instumen atau alat penilaian harus memenuhi persyaratan sebagai
      berikut:
      1. Validitas
      2. Reliabilitas
      3. Obyektivitas
      4. Praktikabalitas
      5. Ekonomis
      6. Transfaran
      7. Berkeadilan
      8. Berfokus pada kompetensi
      9. Mendidik
      10. Bermakna

      J. Sistem Evaluasi (Penilaian)

             Sistem evaluasi atau penilaian adalah cara yang digunakan dalam menentukan derajat
      keberhasilan hasil penilaian sehingga kedudukan siswa dapat diketahuai,
                             BAB III
                    TEKNIK EVALUASI NON TES

       Teknik evaluasi non tes akan dijelaskan dalam uraian berikutnya.

A. Skala Bertingkat (Rating scale)
       Skala bertingkat mengukur penampilan atau prilaku orang lain oleh seseorang melalui
pernyataan prilaku individu pada suatu titik kontinum atau suatu kategori yang bermakna nilai.

B. Angket (Questionaire)
        Kuisioner juga sering dikenal d engan angket. Pada dasarnya, kuisioner adalah sebuah
daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (respoden)

C. Daftar Cocok (Check List)
       Daftar cocok adalah deretan     pertanyaan   (yang biasanya singkat-singkat), dimana

responden yang dievaluasi tinggal memebubuhkan tanda cocok (“) ditempat yang sudah
disediakan.

D. Wawancara (Interview)
        Wawancar adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban
dari responden (peserta didik) dengan jalan tanya jawab sepihak.

E. Pengmatan (Observation)
       Pengamatan atau obsevasi adalah suatu teknik yang dilakuakan dengan cara mengada-
kan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis.

F. Unjuk Kerja ( Performace)
        Penilaian unjuk kerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan   penilai terhadap
aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi .

G. Project Work
       project pop merupakan suatu kegiatan penilaian terhadap suatu kegiat-an penilaian
terhadap suatu tugas yang mencakup beberapa kompetensi yang harus dikuasai
oleh peserta didik dalam jangka waktu tertentu.

H. Riwayat Hidup (Biografy)
      Riwayat hidup adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidu-
pannya.
                                 BAB IV
                         PENILAIAN PORTOFOLIO
A. Pengertian dan Jenis Portofolio
        Portofolio adalah kumpulan pekerjaan seseorang suatu kumpulan atau berkas bahan
pilihan yang dapat memberi informasi bagi suatu penilaian.
        Portofolio juga merupakan kumpulan dari karya, tugas atau pekerjaan siswa yang
disusun berdasarkan kategori kegiatan yang dihasilkan oleh siswa.
B. Tujuan dan Manfaat Penilaian Portofolio
Beberapa tujuan Portofolio :
    1. Menghargai perkembangan yang dialami siswa.
    2. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung
    3. Memberi perhatian pada prestasi kerja siswa yang baik
    4. Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi
    5. Meningkatkan efektivitas proses pengajaran.
    6. Berkongsi informasi dengan orang tua/wali siswa dan guru-guru lain .
    7. Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri yang positif pada siswa.
    8. Meningkatkan kemapuan melakuakan refleksi diri.
    9. Membantu siswa dalam merumuskan tujuan.
C. Rancangan Isi, Seleksi, Proses Penyusunan Portofolio
        Proses penyusunan portofolio meliputi : koleksi , organisasi , refleksi dan penyajian.
Koleksi :mengumpulkan hasil kerja siswa yang menunjukan pertumbuhan, kemajuan, hasil bel-
ajarnya . Organisasi: mengorganisasikan berbagai hasil kerja siswa. Refleksi: merenungkan/me-
mikirkan kembalia apa yang telah dikoleksi dan diorganisasi. Penyajian/pemanfaatan untuk
tujuan tertentu.
D. Perbedaan antara Portofolio dengan Tes
        Perbedaan antara Portofolio dan Tes sebagai alat evaluasi, secara ringkas dapat dilihat
  No                Tes                              Portofolio
 1    Menilai siswa berdasarkan sejumlah   Menilai siswa berdasarkan seluruh tugas
      tugas yang terbatas                  dan hasil kerja yang berkaitan dengan
                                           kinerja yang dinilai.
 2    Yang     menilai   hanya guru,       Siswa turut serta dalam menilai kemajuan
      berdasarkan masukan yang terbatas    yang dicapai dalam penyeelesaian berbagai
                                           tugas,   dan      perkembangan      yang
                                           berlangsung selama proses pembalajaran
 3    Menilai  semua siswa        dengan   Menilai    setiap siswa     berdasarkan
      menggunakan satu kriteria            pencapaian     masing-masing,   dengan
                                           mempertimbangkan juga faktor perbadaan
                                           individual
 4    Proses penilain tidak kolaboratif Mewujudkan suatu proses penilaian yang
      (tidak ada suatu kerja sama, terutama kolaboratif..
      antara guru , siswa dan orang tua).
 5    Penilaian diri oleh siswa    bukan Siswa menilai dirinya sendiri     menjadi
      merupakan suatu tujuan             suatu tujuan
 6    Yang mendapat perhatian dalam Yang mendapat perhatian dalam penilaian
      penilaian hanya pencapaian    mecakup:    kemajuan,     usaha,   dan
                                    pencapaian.
 7    Terpisah antara:           kegiatan Terkait erat antara kegiatan      penilaian,
      pembelajaran, testing, dan pengjaran. pengajaran, dan pembelajaran.


I. Langkah-langkah Kunci dalam penggunaan Portofolio
       Langkah-langkah kunci yang perlu diperhatikan dan dilakuakan oleh guru dalam peng-
gunaan penilaian portofolio di sekolah sebagai berikut:
    1. Memastikan bahwa siswa berkas portofolio.
    2. Menentukan bentuk dokumen atau hasil pekerjaan yang perlu dikumpulkan.
    3. Siswa mengumpulkan dan menyimpan dokumen dan hasil pekerjaannya.
    4. Menentukan kriteria penilaian yang digunakan,
    5. Mengharuskan siswa menilai hasil pekerjaannya sendiri secara berkelanjutan.
    6. Menentukan waktu dan menyelenggarakan pertemuan portofolio.
    7. Melibatkan orang tua dalam proses penilaian portofolio.

F. Bahan Pernilaian Portofolio
       Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai bahan penilaian portofolio di sekolah antara lain
sebagi berikut.
    1. Penghargaan tertulis yang relevan dengan mata pelajaran
    2. Hasil kerja biasa yang relevan dengan mata pelajaran
    3. Hasil pelaksaan tugas-tugas oleh siswa.
    4. Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok.
    5. Contoh hasil pekerjaan.
    6. Catatan/laporan dari pihak lain yang relevan.
    7. Kopiabsen/daftar kehadiran.
    8. Hasil ujian/tes.
    9. Catatan-catatan negatif (misalnya: peringatan dsb) tentang siswa.

G. Pengumpulkan Bahan
       Waktu pengumpulan bahan juga ditentukan dengan jelas, kapan dimulai dan kapan akan
berakhir.

H. Pelaksaan Penilaian
        Adapun tahap pelaksanaan protofolio meliputi:menemukan tujuan portofolio, penentuan
isi portofolio, menentukan keriteria dan format penilaian, pengamatan dan penentuan bahan
portofolio, dan menyusun dokumen portofolio.

I. Peranan Portofolio dalam Menjamin Mutu Pendidikan
        Penggunaan Penilaian Portofolio dapat menjalin mutu pendidikan apabila dirumuskan
kriteria yang jelas tentang proses dan hasil yang ingin dicapai.

J. Hambatan-hambatan Dalam Penerapan Penilaian Portofolio
        Hambatan-hambatan tersebut dapat terjadi dalam kondisi-kondisi, antara lain sebagai
berikut.
    1. Apabial guru memiliki kecenderungan untuk memperhatikan hanya pencapaian akhir.
    2. Apabila guru dan siswa terjabak dalam suasana hubungan top-don jika kondisi ini
        terwujud, maka inisiatif dan kreativitas siswa akan hilang.
    3. Penyediaan format-format yang digunakan secara lengkap dan detail, dapat juga
        menjebak, siswa akan terjerumus ke dalam suasana yang kaku dan mematikan
        kreativitas.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:854
posted:2/17/2011
language:Indonesian
pages:10