Geriatri (Arief Darmawan) by dokter.one

VIEWS: 565 PAGES: 20

More Info
									   BRONKHITIS, HIPERTENSI DAN CHRONIC HEART FAILURE
     PADA GERIATRI DENGAN RIWAYAT TRAUMA DADA
                                    Oleh: Arief Darmawan
    I. IDENTITAS
       Nama                  : Ny. Y
       Umur                  : 75 tahun
       Jenis Kelamin         : Wanita
       Alamat                : Kaliurang Barat Rt 04/Rw 18, Harjobinangun, Yogyakarta
       Pekerjaan             : Petani
       Masuk                 : Rabu, 10 November 2010
       Bangsal/No. RM        : Edelweis E5D kelas III/529961
       Informasi             : Pasien Bencana Merapi (Pengungsi)
       Tempat Mengungsi      : Stadion Sepak Bola Maguwoharjo

    II. PROBLEM
          No           Problem Aktif            Waktu            Problem Pasif            Waktu
          1.   Sesak nafas                     5-11-‘10    Riwayat jatuh dari ranjang   + 18 bulan
                inflamasi bronkus,                        dan opname                   yang lalu
                   penebalan mukosa,
                   peningkatan produksi                    Sebelum jatuh sering         Sebelum
                   mukus                                   merasa kehilangan            jatuh dari
          2.   Batuk dengan sputum               Sejak     keseimbangan ketika          ranjang
               mukoid kekuningan               5-11-’10,   berdiri atau berjalani       dan
                Stimulasi reseptor            meningkat                                opname
                   batuk di karina akibat       9-11-‘10                                dengan
                   peradangan, hipertropi                                               waktu
                   kelenjar mukosa                                                      yang tidak
                   bronkus dan                                                          diketahui
                   peningkatan jumlah                                                   dengan
                   dan ukuran sel-sel                                                   jelas
                   goblet, dengan infiltrasi
                   sel-sel radang dan                      Riwayat alergi dingin dan    Sudah
                   edema mukkosa                           debu                         sejak lama
                   bronkus, co-infeksi                                                  dengan
                   bakteri                                                              waktu
          3.   Rontgen thorak;                 10-11-‘10                                yang tidak
               peningkatan corakan                                                      diketahui
               bronkovaskular                                                           dengan
                Peningkatan aktifitas                                                  jelas
                   bronkus; akibat
                   peradangan
          4.   Neutrofilia                     11-11-‘10
                Ada peradangan
          5.   Eritrositosis                   11-11-‘10
                Kompensasi kebutuhan
                   yang relatif meningkat
          6.   Suara paru; ronkhi kering       15-11-‘10
                Penyempitan rongga
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
                   bronkus oleh mukus
                   dan mukosa yang
                   menebal
         7.    Nafsu makan menurun           15-11-‘10
         8.    Nyeri otot                    5-11-‘10
         9.    Pilek dengan dischard         9-10-‘10
               jernih
                Akibat cascade proses
                   inflamasi, infeksi
                   sistemik
         10.   Tekanan darah 180/100         15-11-‘10
               mmHg
                 Penurunan elastisitas
                   aorta
         11.   Sesak Nafas                    5-11-‘10
                 Chronic Heart Failure
         12.   Nyeri dada                     5-11-‘10
                 Unstable Angina
         13.   EKG; iskemia anteroseptal     10-11-‘10
                 Oklusi LAD a. coronaria
         14.   Bising sistolik               15-11-‘10
                 Mitral insufisiensi
         15.   Nyeri punggung                Sejak + 18
                 Trauma punggung              bulan
         16.   Nyeri dada                    yang lalu,
                 Trauma dada                 (kumat-
                                             kumatan)
         17.   Rontgen thorax; skoliosis     10-11-‘10
                 Trauma dada
         18.   Inspeksi bentuk dada          15-11-‘10
               asimetris
                 Trauma dada
         19.   Mobilisasi pasien terbatas    15-11-‘10
                 Geriatri dengan riwayat
                   trauma dada
         20.   Pusing ngegliyer              Terdeteksi
                Sindroma serebral            5-11-‘10
                   vertebrobasilaris
         21.   Tidak bisa berdiri lama,      15-11-‘10
               ekstremitas lemas
               digerakkan
                Sindroma serebral
                   vertebrobasilaris
         22.   Riwayat jatuh dan trauma      Sejak + 18
               dada                            bulan
                Sindroma serebral            yang lalu
                   vertebrobasilaris
         23.   Keadaan gizi kurang energi    Terdeteksi
               kronis ringan (IMT = 17,57)   15-11-‘10
                 Problem geriatri

Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
                  dengan anoreksia,
                  status sosioekonomi
         24.   Pengungsi gunung merapi    5-11-‘10
                Rumah di Kaliurang



   I. IDENTITAS
      Nama                     : Ny. Y
      Umur                     : 75 tahun
      Jenis Kelamin            : Wanita
      Alamat                   : Kaliurang Barat Rt 04/Rw 18, Harjobinangun, Yogyakarta
      Pekerjaan                : Petani
      Masuk                    : Rabu, 10 November 2010
      Bangsal/No. RM           : Edelweis E5D kelas III/529961
      Sumber Biaya             : Pasien Umum
      Informasi                : Pasien Bencana Merapi (Pengungsi)
      Tempat Mengungsi         : Stadion Sepak Bola Maguwoharjo
      Kerabat di Pengungsian   : Bersama anak
      Berat badan              : 39 Kg
      Tinggi badan             : 149 Cm


   II. SUBJEKTIF (Anamnesis  Senin, 15 November 2010)
       A. Keluhan Utama: Sesak Nafas

       B. Riwayat Penyakit Sekarang
                 Pasien datang dengan keluhan sesak nafas (+), pusing ngegliyer (+), tidak
          enak badan dan nyeri otot (+) sejak mengungsi akibat merapi 5 november 2010.
          Batuk dan pilek memburuk mulai 9 november 2010. Sesak nafas meningkat
          dengan aktifitas disertai dengan nyeri dada kiri yang menyebar hingga punggung
          kiri tanpa mual, muntah (-), berdebar-debar (-) dan keringetan (-). Sesak
          membaik ketika penambahan bantal (-), sesak timbul dan meningkat pada malam
          hari yang memerlukan posisi duduk segera untuk bernafas (-). Batuk berdahak
          dengan dahak kental kekuningan (+). Batuk darah/kemerahan (-). Batuk muncul
          sepanjang waktu dengan intensitas jarang namun menambah berat sesak nafas.
          Pilek dengan cairan hidung jernih. Pilek meningkat ketika udara dingin terutama
          pagi hari tanpa disertai demam. Buang air besar dan buang air kecil dalam batas
          normal. Nyeri perut disangkal namun nafsu makan menurun.
                 Sudah sejak + 18 bulan menderita nyeri dada kiri menyebar hingga
          punggung kiri pasca jatuh dari tempat tidur. Sebelum jatuh pasien sering
          mengeluh pusing ngegliyer dan kelemahan tungkai, kehilangan keseimbangan
          serta terasa akan jatuh. Riwayat batuk lama atau batuk berulang-ulang minimal
          selama 3 bulan pertahun atau paling sedikit dalam 2 tahun berturut-turut (-).
          Riwayat pengobatan TB (-). Riwayat asma (-). Riwayat alergi dingin dan debu (+).
          Riwayat hipertensi disangkal. Riwayat gula darah tinggi dan penyakit jantung
          disangkal. Riwayat stroke (-). Riwayat sering pingsan (-).

Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
                Pasien adalah pengungsi merapi. Mengungsi di Stadion Sepak Bola
          Maguwoharjo bersama anaknya. Suasana hati sedih dan merasa kesepian. Pasien
          jarang dijenguk dan ditunggu oleh kerabat, padahal pasien adalah geriatri
          dengan mobilisasi yang masih terbatas dan harus dibantu.



          Anamnesis Sistem
          Sistem SSP                : Pusing ngegliyer (+), demam (-), penurunan kesadaran
                                      (-), kejang (-)
          Sistem kardiovaskuler     : Nyeri dada (+), berdebar-debar (-), kebiruan (-), mimisan
                                      (-)
          Sistem respirasi          : Sesak nafas (+), batuk (+), pilek (+), bunyi ngik-ngik (-).
          Sistem gastrointestinal   : Mual (-),muntah (-), kembung (-), diare (-), konstipasi (-),
                                      nyeri perut (-)
          Sistem urogenital         : Anyang-anyangan (-), nyeri saat berkemih (-), sulit
                                      berkemih (-), air kemih menetes (-), warna air kemih
                                      jernih (+).
          Sistem integumentum       : Pucat (-), kuning (-), kebiruan (-), bengkak-bengkak (-),
          Sistem muskuloskletal     : Lemas dan merasa sulit untuk menggerakkan tangan
                                      dan kaki (+), nyeri otot dada (+), nyeri pergerakkan (-),
                                      tanda peradangan sendi (-).

       C. Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat jatuh dari ranjang dan opname kurang lebih
          18 bulan yang lalu.

       D. Riwayat Penyakit Keluarga: Pasien mengaku tidak mengetahui dengan pasti
          tentang riwayat penyakit keluarganya.

       E. Riwayat Sosial, Ekonomi dan Gizi: Pasein adalah korban merapi. Kini tinggal
          bersama anaknya di Stadion Sepak Bola Maguwoharjo dengan status gizi
          KEK/kurang energi kronis ringan (IMT=17,57).

       F. Riwayat Alergi: alergi dingin dan debu dengan manifestasi pilek dengan cairan
          hidung jernih. Riwayat asma disangkal.



   III. OBJEKTIF (Senin, 15 November 2010)
        A. Keadaan Umum: Pasien tampak lemas berbaring di ranjang dengan kesadaran
           kompos mentis, keadaan sakit sedang, keadaan gizi buruk dengan GCS E4V5M6.

      B. Vital Sign dan Antropometri
         Tekanan darah           : 180/100 mmHg              Respirasi       : 20 kali/menit
         Nadi                    : 81 bpm, reguler           Suhu            : 36oC
         Hipotensi Ortostatik    : Negatif
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
          Antropometri
          Berat Badan               : 39 Kg
          Tinggi Badan              : 149 Cm
          IMT                       : 17,57
          Status Gizi               : Underweight
          Interpretasi Gizi         : Kekurangan energi kronis tingkat ringan

      C. Pemeriksaan Fisik
         1. Kepala:
            a. Mata: CA -/-, SI -/-, penglihatan menurun (+), anulus senilis (+)
            b. Hidung: Rhinorea jernih, sumbatan (-), polip (-),
            c. Sinus: tanda peradangan (-)
            d. Mulut: Mukosa bucal dan bibir lembab (+), stomatitis (-), gigi tidak lengkap
               (+), lidah kotor (-), Tonsil dan faring dalam batas normal, suara serak (-),
               disfagi (-)
            e. Telinga: tanda peradangan (-), ottorea (-)
         2. Leher: pembesaran kelenjar gondok (-), pembesaran limfonodi (-),
            pembesaran massa (-), peningkatan JVP (-), kaku kuduk (-).
         3. Thorak
            Gambar:




             a. Inspeksi: Bentuk dada asimetris (+), retraksi dada (-), pola nafas teratur (+),
                iktus kordis tampak di SIC 5 linea mid clavikularis sinistra, tanda
                peradangan (-), perbesaran massa (-)
             b. Palpasi: Fremitus suara hemithorak dextra sama dengan sinistra dalam
                batas normal (+), pergerakkan dada asimetris dengan dada kiri tertinggal
                (+), ictus kordis teraba di SIC 5 linea mid clavikularis sinistra, emfisema
                subkutis (-)
             c. Perkusi: Hipersonor +/++, batas pengembangan paru kanan 2 SIC pada SIC
                9-10 linea scapularis dextra, batas pengembangan paru kiri + 2 SIC pada
                SIC 9-10 linea scapularis sinistra. Batas paru hepar SIC 7 lines mid
                clavicularis dextra dan SIC 6 lines axilaris anterior dextra.
             d. Auskultasi: Suara paru: ronkhi kering +/++, wheezing -/-, ; Suara jantung:
                S1-S2 reguler, bising jantung (+) terdengar kuat dengan diafragma di apex
                jantung (Bising jantung sistolik), gallop (-).
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
          4. Abdomen
             a. Inspeksi: Permukaan abdomen cekung (+), tanda peradangan dan
                perbesaran massa (-), darm contour dan darm steifung (-).
             b. Auskultasi: Peristaltik usus sembilan kali permenit (+)
             c. Perkusi: Timpani (+)
             d. Palpasi: Perut supel (+), nyeri tekan (-), nyeri alih (-), perbesaran organ dan
                massa (-)

          5. Ekstremitas:
             Pemeriksaan                    Superior               Inferior
                                            Dex/sin                Dex/sin
             Lemas                           +/+                     +/+
             Sulit digerakkan                +/+                     +/+
             Parese                           -/-                    -/-
             Plegia                           -/-                    -/-
             Peradangan sendi                 -/-                    +/+
             Clubing finger                   -/-                    -/-
             Reflek bicep                    +/+
             Reflek patella                                          +/+
             Babinski                                                -/-

      D. Pemeriksaan Penunjang
         1. EKG: Tanggal 10 November 2010
            - Frekwensi  Reguler
                 Kotak kecil, jarak R-R 16
                 Heart Rate: 1500/16 = 93,7 kpm, reguler
            - Axis
                 Lead I (+), Lead aVF (+); Kesan: Normal Axis
            - Perbesaran Ruang
                 Perbesaran Atrium: P pulmonal dan P mitral (-)
                 Perbesaran Ventrikel
                    Ventrikel kanan      : V1 cenderung positif (-)
                    Ventrikel kiri       : RV5 + SV1 > 35 kotak kecil (-)
                     RV5 + SV1 = 8 + 20 = 28 kotak kecil (+)
               Kesan: Tidak ada perbesaran ruang
            - Gangguan Konduksi
                 AV Block (-)
                    AV block derajat I (Wenckebach): interval PR > 5 kotak kecil (-)
                    AV block derajat II tipe mobitz I: interval PR > 5 kotak kecil dengan
                     drop beat/denyut yang terblok (-)
                    AV block derajat II tipe mobitz II: Gelombang P tanpa diikuti QRS (-)
                    AV block derajat III (block total): Atrium dan ventrikel
                     berdepolarisasi sendiri/P tidak terkoneksi dengan QRS,P diatas T (-).
                 LBBB (-): lebar QRS > 3 kotak kecil dengan R bertakik di V6


Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
                   RBBB (-): lebar QRS > 3 kotak kecil dengan gelombang rSR atau RSR’ di
                     V1 (-)
             - Penyakit Jantung Koroner
                   Iskemia:
                      ST depresi (-)
                      T inversi simetris: V1-V4 (+)
                   Injure
                      ST elevasi (-)
                   Infark
                      Q lebar dan dalam > 1 kotak kecil (-); Q patologis (-)
             Kesimpulan  NSR, iskemia anteroseptal
          2. Darah Rutin dan Kimia Darah
             Patohematologis Tanggal 11 November 2010 Pukul 06.30 WIB
              PARAMETER              HASIL           NILAI NORMAL              UNIT
              HEMATOLOGY AUTOMATIC
              Leukosit                10.5               4.6-10.6             10e3/ul
              Eritrosit           5.83 (naik)            4.2-5.4              10e3/ul
              Hemoglobin              14.0              12.0-18.0              gr/dl
              Hematokrit              44.0                37-47                 %
              MCV                75.5 (turun)             81-99                 Fl
              MCH                24.0 (turun)             27-31                 Pg
              MCHC               31.8 (turun)             33-37                gr/dl
              Trombosit               415                150-450              10e3/ul
              ESR                                        5.0-15.0             mm/Hr
              Differential Telling Mikroskopis
              Basophil                 0                     0                  %
              Eosinophil               0                   0-5                  %
              Netrofil Stab            0                   0-3                  %
              Netrofil             98 (naik)              40-74                 %
              Segmen
              Limphosit                2                  18-48                 %
              Monosit                  0                   0-8                  %
              Penunjang
              Golongan                               Slide Aglutinasi
              darah
              Waktu                                         <6                 Menit
              Pendarahan
              Waktu                                        <12                 Menit
              Penjendalan

             Hasil pemeriksaan patobiokimiawi, 11 November 2010
              PARAMETER           HASIL            NILAI NORMAL              UNIT
              Glukosa              123                 70-140                mg/dl
              Sewaktu
              Ureum                 43                10.0-50.0              mg/dl

Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
              Kreatinin              0.7               L:<1.1; P: <0.9    mg/dl
              SGOT                   11                L: <37 ; P: <31     U/I
              SGPT                   10                 L:<42; P: <32      U/I

          3. Rontgen Thorak
             Tanggal 10 November 2010  Corakan bronkovaskular meningkat > 2/3
             hemithorax paru dengan dengan CTR tak valid dinilai dan tampak skoliosis.

             Kesan: Bronkhitis dengan dada skoliosis



   IV. ASSESMENT
       A. Problem Sementara
          1. Sesak nafas
          2. Nyeri otot
          3. Batuk dengan sputum mukoid kekuningan
          4. Rontgen thorak; peningkatan corakan bronkovaskular
          5. Neutrofilia                                                   Bronkhitis
          6. Eritrositosis
          7. Suara paru; ronkhi kering
          8. Nafsu makan menurun
          9. Pilek dengan dischard jernih

          10. Tekanan darah 180/100 mmHg                                   HT Stg II

          11. Sesak Nafas
          12. Nyeri dada                                                   CHF
          13. EKG; iskemia anteroseptal
          14. Bising sistolik

          15. Nyeri punggung
          16. Nyeri dada                                                   Riwayat
          17. Rontgen thorax; skoliosis                                    Trauma
          18. Inspeksi bentuk dada asimetris                               Dada
          19. Mobilisasi pasien terbatas

          20. Pusing ngegliyer                                             Sindroma
          21. Tidak bisa berdiri lama, ekstremitas lemas digerakkan        Serebral
          22. Riwayat jatuh dan trauma dada                                Vrt.basiler

          23. Keadaan gizi kurang energi kronis ringan (IMT = 17,57)

          24. Pengungsi gunung merapi



Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
      B. Problem Permanen
         1. Bronkhitis e.c dust
         2. Hipertensi stage II
         3. CHF Grade II/III e.c IHD/HHD
         4. Riwayat trauma dada e.c Drop attack e.c -Sindroma serebral vertebrobasiler
         5. Keadaan gizi kurang energi kronis ringan
         6. Pengungsi bencana merapi




   V. PLANING
      1. Bronkhitis
         a. IP Diagnosis dan Etiologi
             - Kultur sputum; Streptococcus pneumoniae dan Haemaphilus influenzae
             - Evaluasi alergi; anamnesis lebih lanjut faktor pencetus (dust merapi,
                 udara dingin), jika perlu lakukan tes alergi berikut:
                  Skin Prick Test; IgE spesifik inhalasi
                  IgE total (nilai normal  0,1-0,4 ug/ml dalam serum)
             - Spirometer: FEV1/FVC <80% (tanda penyakit paru obstruktif)
             - Uji Bronkodilator; setelah pemberian bronkodilator sebanyak 8 hisapan,
                 15 sampai 20 menit kemudian dilihat perubahan nilai FEV1, perubahan
                 FEV1 < 20% nilai awal dan < 200ml (tanda obstruksi irreversibel).
             - Uji kortikosteroid: Menilai perbaikan faal paru setelah pemberian
                 kortikosteroid oral (prednison atau metilprednisolon) sebanyak 30
                 sampai 50 mg perhari selama 2 minggu yaitu peningkatan FEV1
                 pascabronkodilator > 20 % dan minimal 250 ml.
             - Thorax/whole body CT Scan; menyingkirkan kemungkinan penyulit dan
                 penyakit paru lain.
             - Jika pernapasan tidak efektif maka perlu dipertimbangkan dilakukan
                 pemeriksaan analisa gas darah untuk penilaian asam basa dalam darah.
             - Jika ada faktor penyulit berupa gangguan kardiovaskular dapat dilakukan
                 Echokardiografi; untuk menilai fraksi ejeksi; melacak kelainan katup
                 jantung dan Uji tes kardiopulmonal; treadmill.
         b. IP Terapi
             - Oksigenasi 2 liter/menit
             - Bed rest posisi ½ duduk
             - Infus RL lini 16-20 tpm
             - Injeksi Ranitidin 1A/12jam
             - Injeksi Metylprednisolone 62.5/12jam atau injeksi Dexamethason
                 1A/8jam
             - Injeksi Cefuroxime 2gr/12 jam
             - Salbutamol oral 3x2mg dosis awal, berlanjut 3x4mg sehari, dosis tunggal
                 maksimal 8mg.
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
             -   Curcuma 3x1, meningkatkan nafsu makan
             -   Pemberian efedrin, mukolitik dan antioksidan pada bronkhitis, masih
                 diperdebatkan. Efedrin, OBH syrup 3xC1; mukolitik, Ambroxol syrup 3xC1
                 (10ml, 30mg); mukolitik/antioksidan, N-Acetylcystein syrup 3xC1 (10ml,
                 200mg)
             - Fisioterapi
                  Postural drainage (1 jam sebelum sarapan pagi dan sekitar 1 jam
                     sebelum tidur pada malam hari)
                  Clapping
                  Vibrating
         a. IP Edukasi
             Motivasi untuk menghindari faktor pencetus, seperti pajanan debu, asap
             terutama asap rokok dan polusi udara. Jika perlu vasksinasi pneumonokokal
             dan vaksin influenza.
      2. Hipertensi Stage II
         a. IP Diagnosis
             - Pengukuran Tekanan Darah
                1) Metode in-office: Pengukuran dilakukan setelah pasien duduk 5 menit
                   dengan kaki dilantai dan lengan sejajar dengan jantung. Dilakukan dua
                   kali pembacaan selang 5 menit. Lakukan konfirmasi dengan pengukuran
                   tekanan darah pada lengan yang satunya.
                2) Ambulatory blood preassure monitoring; Memuat tentang informasi
                   tekanan darah ketika aktifitas harian dan tidur. Nilai ambulatory BP
                   biasanya lebih rendah dari pengukuran klinis. Sangat dianjurkan untuk
                   mengevaluasi “white coat hypertension”.
                3) Pengukuran Mandiri; untuk mengetahui respon terapi, menjaga
                   kepatuhan pasien dan untuk mengkonfirmasi terhadap adanya “white
                   coat hypertension”.
             - Deteksi Kemungkinan Komplikasi
                1) EKG  LVH, MI/CHD
                2) Ureum kreatinin  Disfungsi ginjal
                3) CT-Scan dan pemeriksaan saraf  Stroke
                4) Profil lipid  Melihat faktor resiko CVD
         b. IP Terapi
             Prinsip Penatalaksanaan Hipertensi:
                  Jangan lupakan edukasi tentang kepatuhan kontrol dan modifikasi
                     hidup
                  Pilih drug of choices untuk hipertensi
                  Dosis ditentukan sesuai dengan derajat hipertensi
                  Mulailah dari dosis kecil. Lebih baik kombinasi obat dengan dosis kecil
                     daripada pengobatan tunggal dengan dosis besar
                  Hati-hati stealing phenomena dan krisis hipertensi
             Target terapi  <140/90 mmHg, untuk DM/CKD: <130/80 mmHg
             ISHIB guidelines; segera berikan pengobatan dengan dua obat bila tekanan >
             15/10 mmHg diatas tekanan darah target.


Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
              Drug’s Therapy for HT stage II, JNC 7  Kombinasi Thiazid diuretic dan
              ACEI/ARB/BB/CCB
              - Thiazid: Bendroflumetazid, untuk hipertensi dosis yang digunakan adalah
                 2,5 mg pada pagi hari (1-0-0).
              - Clonidine, Methyldopa (Centrally Acting Sympatholytics); Baik untuk
                 hipertensi pada pasien lansia karena mempertahankan aliran darah ke
                 ginjal.
                 1) Clonidine 150 mcg, pemakaian 2x1/2 tablet sehari. Dosis maksimum
                      sehari biasanya 1,2 mg. Hati-hati krisis hipertensi bila tiba-tiba
                      dihentikan. Lakukan tapering.
                 2) Methyldopa, ada sediaan kombinasi dengan Hidroklorotiazid
                      (Tensifort), dosis awal methyldopa 125 mg dua kali/hari, dinaikan
                      secara bertahap; dosis maksimum sehari 2 g.
         c.   IP Edukasi
              Intinya adalah kepatuhan kontrol tekanan darah dan modifikasi gaya hidup.

              Life Style Modification
                    Jenis Modifikasi Hidup             Penurunan Tekanan Darah
               Penurunan berat badan             5-20 mmHg tiap penurunan 10 Kg berat
                                                                badan
               Adopsi “DASH eating plan”                     8-14 mmHg
               Diet rendah natrium                            2-8 mmHg
               Aktifitas fisik                                4-9 mmHg
               Menghilangkan konsumsi                         2-4 mmHg
               alkohol

              Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH): Diet tinggi buah dan
              sayuran dan rendah lemak, ini lebih baik daripada diet pengurangan natrium.



      3. CHF II/III e.c IHD
         a. IP Diagnosis
             - Foto Thorak; CTR, edema pulmo, efusi pleura
             - EKG, aktivitas listrik: Pembesaran ruang, aritmia, gangguan konduksi,
                 penyakit jantung koroner, gangguan metabolik.
             - Echokardiografi, aktivitas mekanik: Stenosis/regurgitasi, fraksi ejection
             - Profil lipid dan ureum/kreatinin, urin rutin
             - Cek Elektrolit
         b. IP Terapi
             - Oksigenasi 3-4 liter/menit, karena pasien penderita bronkhitis maka 2
                 liter/menit
             - Bed rest, posisi ½ duduk jika masih sesak
             - Diet BN TKTPRG
             - Infus RL lini 16-20 tpm
             - Injeksi Ranitidin 1A/12 jam
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
              - Injeksi Furosemid 1A/12jam, loop diuretic
              - Kalium Klorida 3x600mg, Suplementasi Kalium oral
              - Isosorbid Dinitrat 3x5mg, Sublingual vasodilator a.coronaria dan venula
              - Aspirin 2x80mg, antitrombus; dosis rendah
         c.   IP Edukasi
              - Edukasi mengenai penyakit (keluhan, gejala, pengobatan, komplikasi)
              - Aktivitas sosial dan pekerjaan diusahakan agar dapat dilakukan seperti
                 biasa. Sesuaikan kemampuan fisik dengan kegiatan yang masih bisa
                 dilakukan.
              - Kontrol stres dan emosi




      4. Riwayat Trauma Dada e.c Drop Attack e.c - Sindroma Serebral Vertebrobasiler
         a. IP Diagnosis
             - Evaluasi faktor resiko
               1) Faktor intrinsik
                     Perubahan neuromuskuler, gaya berjalan dan reflek postural
                         karena proses menua.
                     Penurunan visus dan pendengaran, konsul mata dan THT
                     Stroke, parkinson demensia
               2) Faktor ekstrinsik
                     Obat-obatan yang diminum
                     Lingkungan yang berbahaya
                     Penggunaan alat bantu berjalan yang tidak proporsional
             - Penyakit akut; sesak nafas akibat bronkhitis/CHF, nyeri dada akibat
               IHD/riwayat trauma, hiperkoagulasi, hiperagregasi, spondiloartrosis
               servikalis.
             - Cek ulang darah rutin; anemia
             - Pantau gula darah: hipo/hiperglikemia
             - Elektrolit; Natrium, Kalium
             - Analisa gas darah
             - Urin rutin
             - Cek hemostasis darah dan agregasi trombosit
             - Angiografi karotis dan vertebralis
             - Rontgen vertebra, genu, pergelangan kaki (ankle)
             - Head CT-Scan; infark, hemorragic
             - The timed up-and-go test (TUG) dan uji keseimbangan Berg (the Berg
               balance sub-scale of the mobility index).
         a. IP Terapi
             - Suportif


Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
                  Simtomatis pada pasien, pusing ngegliyer: Betahistin Dihidroklorida,
                     oral dose: 24-48mg perhari dalam 3 dosis terbagi.
                  Mengubah lingkungan agar lebih aman seperti pencahayaan yang cukup
                     serta hindari hal-hal berikut seperti: alas kaki yang tidak sesuai,
                     kain/pakaian bagian bawah, atau tidak rata, furnitur yang terlalu rendah
                     atau tinggi, tangga yang tak aman, kamar mandi dengan bak
                     mandi/closet terlalu rendah atau tinggi dan tak memiliki alat bantu
                     untuk berpegangan, tali atau kabel yang berserakan dilantai, karpet
                     yang terlipat, dan benda-benda di lantai yang membuat lansia terjatuh,
              - Fisioterapi
                 Latihan desensitisasi faal keseimbangan, latihan fisik (penguatan otot,
                 fleksibilitas sendi, dan keseimbangan), latihan Tai Chi, adaptasi perilaku
                 (bangun dari duduk perlahan-lahan, menggunakan pegangan atau perabot
                 untuk mencegah morbiditas akibat instabilitas dan jatuh berikutnya.
         a.   IP Edukasi
              Jika diperlukan, berikan pembatasan aktifitas fisik atau berikan tambahan alat
              bantu gerak.


      5. Geriatri Dengan Keadaan Gizi Kurang Energi Kronis Ringan
         a. IP Diagnosis
             - Pemantauan status gizi dan nafsu makan menurun, staus gizi KEK
                ringan/underweight (IMT=17,57)  Konsul ahli gizi. FAO/WHO anjuran
                status gizi normal perempuan dewasa > 18 tahun adalah 18,7-23,8.
             - Kebutuhan kalori lansia laki-laki 1960 kalori, perempuan 1700 kalori.
                Syarat menu lansia berat badan kurang/KEK ringan diet TKTP I 2100 kalori,
                protein 85gr, karbohidrat 325gr dan lemak 40gr.
         b. IP Terapi
             - Diet TKTP
             - Pastikan asupan masuk, jika masih sulit makan, pasang NGT. Jika
                penyerapan tidak maksimal dan memerlukan intake segera,
                pertimbangkan nutrisi parenteral (Triofusin dan Kalbamin).
             - Curcuma 3x1, untuk meningkatkan nafsu makan
         c. IP Edukasi
             Beri motivasi untuk meningkatkan intake makanan guna kesembuhan.

      6. Pengungsi bencana merapi
         a. IP Terapi
            - Fisik: Berikan terapi dan perawatan atas penyakit yang dideritanya.
            - Psikis: Jika perlu konsul psikiater dan seksi rohani rumah sakit
            - Kebutuhan Dasar: Biaya terapi dan perawatan ditanggung
               pemerintah/rumah sakit, laporkan ke petugas penanggulangan bencana
               guna persiapan kelanjutan hidup pasien pasca pulang dari rumah sakit,
               seperti penggantian hewan ternak, beras dan kebutuhan dasar lain.
         b. IP Edukasi


Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
              - Tetap berperilaku hidup bersih dan sehat jika kembali kepenampungan
                serta hindari debu (Gunakan masker).
              - Beri motivasi bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan pada orang yang
                tidak sanggup menerimanya dan Allah akan memberikan berkat, rahmat
                serta petunjuk pada orang-orang yang sabar.



          PROGNOSIS
          et sanam           : dubia et malam
          et vitam           : dubia et bonam
          et functionam      : dubia et malam

                                                              Yogyakarta, 22 November 2010
                                                                   Dokter pembimbing;




                                                     dr. Titiek Riani, Sp.PD
                   EVALUASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN

Selasa, 16 November 2010
       Subjektif            Objektif                Assesment                  Planing
 Sesak nafas, Dada   KU: CM GCS E4V5M6          Geriatri dengan:        Terapi:
 nyeri, batuk, pilek T = 150/100                - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
 berkurang. Pusing   N = 90 kpm                 - HT stage I            Diet TKTP
 ngegliyer.          R = 23 kpm                 - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL 16- 20tpm
                     S = 36,7oC                 - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
                     Kepala: CA-/-, SI-/-         Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
                     Leher: T.A.K               - KEK ringan            Inj.Dexametason 1A/8j
                     CP: Ronhi kering +/+       - Korban merapi         Inj. Anbacim 2gr/12j
                         Bising sistolik (+)                            Diltiazem 3x1
                     Abd: BU (+), NT (-)                                KSR 2x1
                          Supel, flat                                   ISDN 3x5mg
                     Ekst: Akral hangat                                 Digoxin 2x1/2
                          Nadi kuat                                     Bisosprolol 1x1
                          Edema (-)                                     Clonidin 2x1
                          Akral lemas                                   OBH syr 3xC1
                                                                        Salbutamol 3x1/2
Rabu, 17 November 2010
       Subjektif             Objektif               Assesment                    Planing
 Sesak nafas           KU: CM GCS E4V5M6        Geriatri dengan:        Terapi:
 berkurang (+), dada T = 150/100                - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
 nyeri (+), batuk (+), N = 88 kpm               - HT stage I            Diet TKTP
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
 pusing ngegliyer (+), R = 20 kpm                - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL lini 16-20 tpm
 pilek (-), mual (-),  S = 36,2oC                - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
 muntah (-)            Kepala: CA-/-, SI-/-        Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
                       Leher: T.A.K              - KEK ringan            Inj.Dexametason 1A/8j
                       CP: Ronhi kering +/+      - Korban merapi         Inj.Anbacim 2gr/12j
                           Bising sistolik (+)                           Diltiazem 3x1
                       Abd: BU (+), NT (-)                               KSR 2x1
                            Supel, flat                                  ISDN 3x5mg
                       Ekst: Akral hangat                                Digoxin 2x1/2
                            Nadi kuat                                    Bisosprolol 1x1
                            Edema (-)                                    Clonidin 2x1
                            Akral lemas                                  OBH syr 3xC1
                                                                         Salbutamol 3x1/2
Kamis, 18 November 2010
       Subjektif             Objektif                Assesment                  Planing
 Nyeri dada (+),      KU CM GCS E4V5M6           Geriatri dengan:        Terapi:
 Sesak nafas          T = 190/110                - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
 berkurang (+),       N = 73 kpm                 - HT stage II           Diet TKTP
 batuk (+), pusing    R = 21 kpm                 - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL lini 16-20 tpm
 ngegliyer (+),       S = 36,4oC                 - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
 pilek (-), mual (-), Kepala: CA-/-, SI-/-         Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
 muntah (-)           Leher: T.A.K               - KEK ringan            Inj.Dexametason 1A/8j
                      CP: Ronhi kering +/+       - Korban merapi         Anbacim stop ganti Inj.
                          Bising sistolik (+)                            ciprofloxacin
                      Abd: BU (+), NT (-)                                400mg/12jam
                           Supel, flat                                   Diltiazem 3x1
                      Ekst: Akral hangat                                 KSR 2x1
                           Nadi kuat                                     ISDN 3x5mg
                           Edema (-)                                     Digoxin 2x1/2
                           Akral lemas                                   Bisosprolol 1x1
                                                                         Clonidin 2x1
                                                                         OBH syr 3xC1
                                                                         Salbutamol 3x1/2
Jum’at, 19 November 2010
       Subjektif              Objektif               Assesment                    Planing
 Nyeri dada (+),       KU CM GCS E4V5M6          Geriatri dengan:        Terapi:
 Sesak nafas (+),      T= 160/90                 - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
 batuk berkurang       N = 73 kpm                - HT stage II           Diet TKTP
 (+), pusing ngegliyer R = 20                    - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL lini 16-20 tpm
 (+)                   S = 36,7oC                - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
                       Kepala: CA-/-, SI-/-        Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
                       Leher: T.A.K              - KEK ringan            Inj.Dexametason 1A/8j
                       CP: Ronhi kering +/+      - Korban merapi         stop
                           Bising sistolik (+)                           Inj. ciprofloxacin
                       Abd: BU (+), NT (-)                               400mg/12jam
                            Supel, flat                                  Diltiazem 3x1
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
                        Ekst: Akral hangat                              KSR 2x1
                             Nadi kuat                                  ISDN 3x5mg
                             Edema (-)                                  Digoxin 2x1/2
                             Akral lemas                                Bisosprolol 1x1 stop
                                                                        Clonidin 2x1 stop
                                                                        OBH syr 3xC1
                                                                        Salbutamol 3x1/2

                                                                        Chest terapy
Sabtu, 20 November 2010
      Subjektif             Objektif                Assesment                   Planing
 Nyeri dada (+),     KU CM GCS E4V5M6           Geriatri dengan:        Terapi:
 Sesak nafas (-),    T =140/80                  - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
 batuk (-), pusing   N = 82 kpm                 - HT stage I            Diet TKTP
 ngegliyer berkurang R = 18 kpm                 - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL lini 16-20 tpm
 (+)                 S = 37,3                   - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
                     Kepala: CA-/-, SI-/-         Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
                     Leher: T.A.K               - KEK ringan            Inj.ciprofloxacin
                     CP: Ronhi kering -/+       - Korban merapi         400mg/12jam
                         Bising sistolik (+)                            Diltiazem 3x1
                     Abd: BU (+), NT (-)                                KSR 2x1
                          Supel, flat                                   ISDN 3x5mg
                     Ekst: Akral hangat                                 Digoxin 2x1/2
                          Nadi kuat                                     Bisosprolol 1x1
                          Edema (-)                                     Clonidin 2x1
                          Akral lemas                                   OBH syr 3xC1
                                                                        Salbutamol 3x1/2



Senin, 22 November 2010
        Subjektif            Objektif               Assesment                    Planing
 Nyeri dada kiri (+)  KU CM E4V5M6              Geriatri dengan:        Terapi:
 hingga punggung      T = 160/90                - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
 (+),                 N = 98 kpm                - HT stage II           Diet TKTP
 Sesak nafas muncul R = 21 kpm                  - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL lini 16-20 tpm
 lagi (+), batuk      S = 37,1oC                - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
 muncul lagi(+),      Kepala: CA-/-, SI-/-        Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
 pusing ngegliyer (+) Leher: T.A.K              - KEK ringan            Inj.ciprofloxacin
                      CP: Ronhi kering +/+      - Korban merapi         400mg/12jam
                          Bising sistolik (+)                             A
                                                                        Diltiazem 3x1
                      Abd: BU (+), NT (-)                                 c
                                                                        KSR 2x1
                           Supel, flat                                  ISDN 3x5mg
                      Ekst: Akral hangat                                Digoxin 2x1/2
                           Nadi kuat                                    Bisosprolol 1x1
                           Edema (-)                                    Clonidin 2x1
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
                             Akral lemas                                 OBH syr 3xC1
                                                                         Salbutamol 3x1/2
                                                                         naikan jadi 3x2
                                                                         Nebulizer: ventolin

                                                                         Plan:
                                                                         EKG
Selasa, 23 November 2010
       Subjektif              Objektif               Assesment                   Planing
 Teriak-teriak (+)     KU CM GCS E4V5M6          Geriatri dengan:        Terapi:
 Nyeri dada kiri (+),  T = 120/80                - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
 Sesak nafas (+),      N = 60 kpm                - HT (terkontrol)       Diet TKTP
 batuk berkurang       R = 16 kpm                - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL lini 16-20 tpm
 (+), pusing ngegliyer S = 36,1oC                - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
 (+)                   Kepala: CA-/-, SI-/-        Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
                       Leher: T.A.K              - KEK ringan            Inj.ciprofloxacin
                       CP: Ronhi kering -/+      - Korban merapi         400mg/12jam di ganti
                           Bising sistolik (+)                             A
                                                                         Inj.Ceftazidin 2gr/8j
                       Abd: BU (+), NT (-)                                 c
                                                                         Diltiazem 3x1
                            Supel, flat                                  KSR 2x1
                       Ekst: Akral hangat                                ISDN 3x5mg
                            Nadi kuat                                    Digoxin 2x1/2
                            Edema (-)                                    Bisosprolol 1x1
                            Akral lemas                                  Clonidin 2x1
                                                                         OBH syr 3xC1
                                                                         Salbutamol 3x2
Rabu, 24 November 2010
       Subjektif             Objektif                Assesment                   Planing
 Teriak-teriak (+)    KU CM GCS E4V5M6           Geriatri dengan:        Terapi:
 Nyeri dada kiri (+), T = 140/80                 - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
 Sesak nafas (+),     N = 60 kpm                 - HT stage I            Diet TKTP
                      R = 16 kpm                 - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL lini 16-20 tpm
                      S = 36,8oC                 - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
                      Kepala: CA-/-, SI-/-         Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
                      Leher: T.A.K               - KEK ringan            Inj.Ceftazidin 2gr/8j
                      CP: Ronhi kering -/+       - Korban merapi         Diltiazem 3x1
                          Bising sistolik (+)                              A
                                                                         KSR 2x1
                      Abd: BU (+), NT (-)                                  c
                                                                         ISDN 3x5mg
                           Supel, flat                                   Bisosprolol 1x1
                      Ekst: Akral hangat                                 Clonidin 2x1
                           Nadi kuat                                     OBH syr 3xC1
                           Edema (-)                                     Salbutamol 3x2
                           Akral lemas
                                                                         Plan:
                                                                         EKG
                                                                         USG Abdomen;
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
                                                                         aneurisma aorta
                                                                         Persiapan konsul jiwa;
                                                                         observasi histeria
Kamis, 25 November 2010
       Subjektif            Objektif                 Assesment                   Planing
 Teriak-teriak       KU CM GCS E4V5M6            Geriatri dengan:        Terapi:
 berkurang (+)       T = 150/80                  - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
                     N = 64 kpm                  - HT stage I            Diet TKTP
                     R = 16 kpm                  - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL lini 16-20 tpm
                     S = 36oC                    - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
                     Kepala: CA-/-, SI-/-          Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
                     Leher: T.A.K                - KEK ringan            Inj.Ceftazidin 2gr/8j
                     CP: Ronhi kering -/-        - Korban merapi         Diltiazem 3x1
                         Bising sistolik (-)                               A
                                                                         KSR 2x1
                     Abd: BU (+), NT (-)                                   c
                                                                         ISDN 3x5mg
                          Supel, flat                                    Bisosprolol 1x1
                     Ekst: Akral hangat                                  Clonidin 2x1
                          Nadi kuat                                      OBH syr 3xC1
                          Edema (-)                                      Salbutamol 3x2
                          Akral lemas




Jum’at, 26 November 2010
       Subjektif              Objektif               Assesment                   Planing
 Acuh, sulit diajak    KU CM GCS E3V5M6          Geriatri dengan:        Terapi:
 komunikasi.           T = 150/90                - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
 Terdiam, hanya        N = 56 kpm                - HT stage I            Diet TKTP
 bilang sakit dada (+) R = 20 kpm                - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL lini 16-20 tpm
                       S = 37oC                  - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
                       Kepala: CA-/-, SI-/-        Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
                       Leher: T.A.K              - KEK ringan            Inj.Ceftazidin 2gr/8j
                       CP: Ronhi kering -/-      - Korban merapi         Diltiazem 3x1
                           Bising sistolik (-)                           KSR 2x1
                       Abd: BU (+), NT (-)                               ISDN 3x5mg
                            Supel, flat                                  Bisosprolol 1x1
                       Ekst: Akral hangat                                Clonidin 2x1
                            Nadi kuat                                    OBH syr 3xC1
                            Edema (-)                                    Salbutamol 3x2
                            Akral lemas
                                                                         Plan:
                                                                         EKG
                                                                         Darah rutin
                                                                         Kimia darah:
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
                                                                        GDS/UC/SGOT/SGPT
                                                                        elektrolit
                                                                        Analisa gas darah
Sabtu, 27 November 2010
      Subjektif             Objektif                Assesment                   Planing
 Tidak mau makan     KU CM GCS E3V5M6           Geriatri dengan:        Terapi:
 Apatis              T = 140/90                 - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
                     N = 53 kpm                 - HT stage I            Diet TKTP
                     R = 16 kpm                 - CHF II/IIII e.c IHD   Infus RL lini 16-20 tpm
                     S = 36,7oC                 - Sindroma              Inj.Ranitidin 1A/12j
                     Kepala: CA-/-, SI-/-         Vertebrobasiler       Inj.Furosemid 1A/24j
                     Leher: T.A.K               - KEK ringan            Inj.Ceftazidin 2gr/8j
                     CP: Ronhi kering +/+       - Korban merapi         Diltiazem 3x1
                         Bising sistolik (+)                            KSR 2x1
                     Abd: BU (+), NT (-)                                ISDN 3x5mg
                          Supel, flat                                   Bisosprolol 1x1
                     Ekst: Akral hangat                                 Clonidin 2x1
                          Nadi kuat                                     OBH syr 3xC1
                          Edema (-)                                     Salbutamol 3x2
                          Akral lemas
                                                                        Plan:
                                                                        Pasang NGT




Senin, 29 November 2010
       Subjektif             Objektif               Assesment                   Planing
 Nyeri dada (-),      KU CM GCS E4V5M6          Geriatri dengan:        Terapi:
 Sesak nafas          T = 150/80                - Bronkhitis            Diltiazem dan
 berkurang (+),       N = 48 kpm                - HT stage I            Bisosprolol stop
 batuk (-), pusing    R = 18 kpm                - CHF II/IIII e.c IHD   Ganti Nivedipin 3x1
 berkurang (+), pilek S = 36,4oC                - Sindroma
 (-), mual (-),       Kepala: CA-/-, SI-/-        Vertebrobasiler       O2 2 liter/menit
 muntah (-).          Leher: T.A.K              - KEK ringan            Diet TKTP
                      CP: Ronhi kering +/+      - Korban merapi         Infus RL lini 16-20 tpm
                          Bising sistolik (+)                           Inj.Ranitidin 1A/12j
                      Abd: BU (+), NT (-)                               Inj.Furosemid 1A/24j
                           Supel, flat                                  Inj.Ceftazidin 2gr/8j
                      Ekst: Akral hangat                                KSR 2x1
                           Nadi kuat                                    ISDN 3x5mg
                           Edema (-)                                    Clonidin 2x1
                           Akral lemas                                  OBH syr 3xC1
                                                                        Salbutamol 3x2
Selasa, 30 November 2010
       Subjektif              Objektif              Assesment                   Planing
Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com
 Nyeri dada (-),        KU CM GCS E4V5M6          Geriatri dengan:        Terapi:
 Sesak nafas (-),       T = 130/70                - Bronkhitis            O2 2 liter/menit
 batuk (-), pusing      N = 54 kpm                - HT (terkontrol)       Diet TKTP
 berkurang (+), pilek   R = 18 kpm                  Prehipertensi         Infus RL lini 16-20 tpm
 (-), mual (-),         S = 36,2oC                - CHF II/IIII e.c IHD   Inj.Ranitidin 1A/12j
 muntah (-).            Kepala: CA-/-, SI-/-      - Sindroma              Inj.Furosemid 1A/24j
                        Leher: T.A.K                Vertebrobasiler       Inj.Ceftazidin 2gr/8j
                        CP: Ronhi kering +/+      - KEK ringan            KSR 2x1
                            Bising sistolik (+)   - Korban merapi         ISDN 3x5mg
                        Abd: BU (+), NT (-)                               Clonidin 2x1
                             Supel, flat                                  OBH syr 3xC1
                        Ekst: Akral hangat                                Salbutamol 3x2
                             Nadi kuat                                    Nivedipin 3x1
                             Edema (-)
                             Akral lemas




Arief Darmawan – dokter.one@gmail.com

								
To top