Docstoc

SKRIPSI - DOC

Document Sample
SKRIPSI - DOC Powered By Docstoc
					                                         BAB I
                                PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
        Proyek adalah merupakan suatu hal yang kompleks dan menuntut adanya
perencanaan dan pengendalian yang matang serta fleksibel untuk menghadapi
berbagai    kemungkinan yang        akan terjadi      selama     penanganan proyek.
Fleksibelitas proyek diperlukan ketika terjadi berbagai hal yang tidak pasti di
lapangan. Agar proyek dapat terkendali dengan baik, maka diperlukan dengan
jelas semua kegiatan dalam proyek dari saat awal (start) hingga akhir kegiatan
(finish), mengenai pemakaian sumber daya (resources), waktu penyelesaian
(duration) masing-masing kegiatan yang diperlukan oleh proyek secara
keseluruhan. Perencanaan waktu merupakan bagian yang sangat penting dalam
proses penyelesaian suatu proyek, karena adanya saling ketergantungan antara
suatu kegiatan dengan kegiatan lainnya untuk menjaga proyek agar proyek
dapat    berjalan   dengan   baik   sesuai       dengan   yang    diharapkan   karena
keterlambatan salah satu aktivitas dapat menyebabkan keterlambatan pada
aktivitas berikutnya.
        Durasi proyek merupakan penjumlahan dan durasi masing-masing
kegiatan yang terdapat dalam proyek. Namun, durasi dari setiap kegiatan atau
aktivitas proyek tergantung dari pengalokasian sumber daya yang melaksanakan
aktivitas tersebut. Idealnya, hal ini harus diestimasikan dahulu dengan
melekukan perbandingan antara masing-masig aktivitas untuk mencari waktu
yang     optimum,   sehingga,   setiap    aktivitas   adapat     disesuaikan   dengan
kemampuan dari pihak pelaksana serta batasan waktu yang ditentukan (dead
line). Dalam hal ini dituntut kemampuan pelaksana proyek dalam menangani
pekerjaan sehingga sumber daya yang ada dapat bermanfaat secara maksimal,
kualitas dan kuantitas pekerjaan tetap terjaga serta batasan waktu yag tersedia
tidak terlampaui.

        Penjadwalan adalah suatu proses pengaturan sumber daya untuk
menyelesaikan tugas-tugas denga melibatkan pekerjaan, sumber daya dan
waktu. Sutau pekerjaan diproses pada setiap sumber daya dengan urutan
tertentu selama waktu tertentu. Dalam kurun waktu kegiatan proyek pasar



                                                                                    1
Landasan Ulin tahap II Banjabaru ini dari saat awal hingga berakhirnya suatu
proyek, berbagai hal terjadi diantaranya adalah masalah cuaca dan penyediaan
sumber dayanya yang merupakan suatu kendala yang mempengaruhi durasi
kegiatan proyek. Dibeberapa kesempatan ada terjadi cuaca buruk sehingga
menggangu kegiatan proyek saat itu. Maka dari itulah dalam penelitian ini
dilakukannya penjadwalan ulang yang mengalokasikan sumber daya dengan
maksud menganalisa apakah jadwal yang telah dibuat masih dapat dibuat lebih
abik lagi atau tidak.

      Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu precedence diagram
method ( PDM) yang mana pada suatu keiatan dapat dikerjakan tanpa
menunggu kegiatan pendahulunya selesai 100%, hal tersebut dapat dilakukan
dengan cara tumpang tindih (overlapping) pekerjaan. Sehingga,              dapat
mempercepat      waktu    penyelesaian   pelaksanaan   proyek.   Selain   dengan
menggunakan PDM, penjadwalan ulangnya dibantu dangan menggunakan
Microsoft Project 2003.

1.2 Perumusan Masalah
      Perumusan masalah yang akan dbahas yaitu kemunduran pada tahap
perencanaan jadwal yang disebabkan karena keterlambatan mekanisme kerja
dari masing-masing unsure proyek. Seain itu juga apakah dalam proses
penjadwalan waktunya dapat diminimumkan dengan mempertimbangkan sumber
dayanya dan juga apakah program Microsoft Project 2003 mampu menghasilkan
suatu hal seperti yang diinginkan.
1.3 Tujuan Penelitian
      Penulisan skripsi ini bertujuan untuk melakukan penjadwalan ulang
pelaksanaan proyek pembangunan pasar Landasan Ulin tahap II banjarbaru,
untuk meminimumkan waktu penyelesaian suatu pekerjaan dan meminimumkan
keterlambatan      pekerjaan   seoptimal   mungkin     dengan    memperhatikan
ketergantungan terhadap sumber dayanya. Yang dapat diartikan bahwa total
durasi pelaksanaan proyek akan dapat memenuhi batasan waktu (dead line)
atau bahkan lebih singkat.




                                                                               2
1.4 Manfaat Penelitian
     Manfaat dari penulisan ini adalah untuk memperoleh jadwal pelaksanaan
proyek yang optimaldengan dilakukannya penjadwalan ulang pelaksanaan
proyek ini. Selain itu juga sebagai evaluasi dari suatu proyek, agar dapat menjadi
pelajaran mengenai efektifitas pelaksanaan suatu proyek yang dapat diterapkan
pada proyek lain dikemudian hari. Sedangkan kegunaan pada penulis adalah
merupakan suatu penerapan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga
dapat mengelola proyek secara modern serta sebagai salah satu modal keahlian
dalam menghadapi era pasar bebas yang menuntut berbagai keahlian.


1.5 Batasan Masalah
     Batasan permasalahan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
a. Sebagai obyek studi adalah Proyek Pembangunan Pasar Landasan Ulin
    Tahap II Banjarbaru.
b. Data kemampuan tenaga kerja untuk menyelesaikan pekerjaan diambil dari
    proyek.
c. Dalam menganalisa jadwal pekerjaan digunakan analisa ketergantungan
    yang mengacu pada penggunaan Metode Preseden Diagram.
d. Penggunaan software Microsoft Project 2003 pada penulisan ini bertujuan
    untuk membuat penjadwalan baru.




                                                                                3
                                    BAB II
                            TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Manajemen Secara Umum
2.1.1 Manajemen
     Manajemen merupakan seni dan ilmu pengetahuan yang berkepentingan
dalam pemakaian sumber daya secara menguntungkan, sistematis dan layak
agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
     Manajemen adalah kombinasi dari lima fungsi, yaitu perencanaan
(planning), pengaturan dan penyediaan staff (organizing and staffing),
pengarahan (directing), pengendalian (controlling)    dan pengkoordinasian
(coordinating). Lima fungsi manajemen tersebut saling berhubungan dan terjadi
secara terus menerus dan merupakan suatu siklus yang selalu berulang mulai
dari tahap pengembangan konsep sampai selesainya proyek.


2.1.2 Proyek Konstruksi
     Kegiatan proyek dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang
berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu,
dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan
secara jelas.
     Di samping proyek, dikenal pula istilah program yang mempunyai sifat
sama dengan proyek. Perbedaannya terletak pada kurun waktu pelaksanaan dan
besarnya sumber daya yang diperlukan. Program memiliki skala lebih besar
dibandingkan dengan proyek. Umumnya program dapat dipecah menjadi lebih
dari satu proyek. Umumnya program dapat dipecah menjadi lebih dari satu
proyek, atau suatu program merupakan kumpulan dari bermacam proyek.
     Dalam proses mencapai tujuan dari suatu proyek, telah ditentukan
batasan-batasannya, yaitu: besar biaya (anggaran ) yang dialokasikan, jadwal,
dan mutu yang haru dipenuhi. Ketiga batasan ini disebut tiga kendala (triple
constrains).
     Anggaran, proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi
anggaran. Untuk proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan
jadwal bertahun-tahun, anggarannya bukan hanya ditentukan total proyek tapi
dipecah bagi komponen-komponennya, atau per periode tertentu (misalnya


                                                                           4
perkuartal) yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. Dengan demikian,
penyelesaian bagian proyek harus memenuhi sasaran anggaran tiap periode.
      Jadwal, proyek harus dikerjakan sesuai dengan batasan waktu dan tanggal
akhir yang telah ditentukan. Bila hasil akhir adalah produk baru, maka
penyerahannya tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan.
      Mutu, produk dari proyek harus memenuhi spesifikasi dan criteria yang
diisyaratkan. Sebagai contoh, bila hasil kegiatan proyek tersebut berupa pasar,
maka kriteria yang harus dipenuhi adalah pasar harus mampu beroperasi secara
memuaskan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Jadi memenuhi
persyaratan mutu berarti mampu memenuhi tugas yang dimaksudkan.
      Ketiga batasan tersebut bersifat tarik menarik atau saling berkaitan satu
dengan lainnya. Artinya jika ingin meningkatkan kinerja produk yang telah
disepakati dalam kontrak, maka umumnya harus diikuti dengan menaikkan mutu,
yang selanjutnya berakibat pada naiknya biaya melebihi anggaran. Sebaliknya
bila ingin menekan biaya, maka biasanya harus berkompromi dengan mutu atau
jadwal.
      Jadi, proyek konstruksi adalah suatu upaya untuk mencapai suatu hasil
dalam bentuk bangunan atau infrastruktur. Dari pengertian yang ada dapat
disimpulkan bahwa criteria proyek adalah :
a. Memiliki tujuan yang khusus, produk akhir atau kerja akhir.
b. Bersifat sementara, dimulai dari awal proyek dan diakhiri dengan akhir proyek,
   serta mempunyai batasan waktu.
c. Rangkaian kegitan proyek itu hanya satu kali, sehingga menghasilkan produk
   yang bersifat unik.
d. Jumlah biaya, sasaran, jadwal serta criteria mutu dalam proses mencapai
   tujuan tersebut di atas telah ditentukan.

2.1.3 Manajemen Proyek Konstruksi
      Manajemen proyek tumbuh dan berkembang karena adanya kebutuhan
dalam dunia industri modern untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan
baerbagai kegiatan yang semakin kompleks. Manajemen proyek adalah suatu
metode pengelolaan yang dikembangkan secara intensif sejak pertengahan abad
ke-20 untuk menghadapi kegiatan khusus yang berbentuk proyek.




                                                                               5
     Manajemen proyek konstruksi dapat diartikan sebagai penerapan fungsi
manajemen secara sistematis pada suatu proyek dengan menggunakan sumber
daya secara efektif dan efisien sehingga tujuan proyek tercapai secara optimal.
Adapun konsep manajemen proyek adalah meliputi:
a. Proyek merupakan kegiatan yang sifatnya sementara dengan tujuan tertentu
    dengan memanfaatkan sumber-sumber daya.
b. Manajemen proyek adalah proses mencapai tujuan proyek dalam suatu
    wadah tertentu.
c. Manajemen proyek meliputi langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan,
    pengawasan dan penyelesaian proyek.
d. Kendala proyek adalah spesifikasi kerja, jadwal waktu dan dana.
e. Bentuk organisasi atau wadah yang dimaksud dan yang biasa dipakai dalam
    manajemen proyek dapat berupa organisasi fungsional, proyek, usaha dan
    tim kerja.


2.1.4 Proses dan Fungsi Manajemen
     Proses manajemen adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari tahap awal
yaitu penentuan tujuan atau sasaran hingga tahap akhir berupa pencapaian atas
tujuan atau sasaran dari suatu rangkaian kegiatan yang dimaksud.
     Masukan (input) agar proses manajemen dapat berlangsung adalah berupa
jasa manusia (man), dana (money), bahan (material), peralatan (machine),
metode (method) yang biasa disebut sebagai sumber manajemen atau disingkat
sebagai 5M.
     Dalam proses pelaksanaanya dikenal fungsi manajemen yang terdiri atas
proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan
(actuating) dan pengendalian (controlling) yang biasa disingkat “POAC”.
Sedangkan,       hasil   manajemen (output)   yang   merupakan tujuan adalah
terbentuknya hasil yang disebut produk.


2.1.4.1 Perencanaan
       Perencanaan berartii memilih dan menentukan langkah-langkah yang
akan datang yang akan diperlukan untuk mencapai sasaran. Ini berarti langkah
pertama adalah menentukan sasaran yang hendak dicapai, kemudian menyusun
urutan langkah kegiatan untuk mencapainya. Berangkat dari pengertian ini maka


                                                                             6
perencanaan dimaksudkan untuk menjembatani antara sasaran yang akan diraih
dengan keadaan atau situasi awal. Salah satu kegiatan perencanaan adalah
pengembalian keputusan, mengingat hal ini diperlukan dalam proses pemilihan
alternatif.


2.1.4.2 Pengaturan dan Penyediaan Staf ( Staffing )
        Staffing sering dimasukkan sebagai salah satu fungsi manajemen tetapi
banyak yang menganggap kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi
mengorganisir. Staffing meliputi pengadaan tenaga, jumlah maupun kualifikasi
yang diperlukan bagi pelaksanaan kegiatan, termasuk perekrutan, pelatihan, dan
penyeleksian untuk menempati posisi-posisi dalam organisasi.


2.1.4.3 Mengorganisir
        Mengorganisir dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan
dengan cara bagaimana mengatur dan mengalokasikan kegiatan serta sumber
daya kepada para peserta kelompok (organisasi) agar dapat mencapai sasaran
secara efisien. Hal ini berarti perlunya pengaturan peranan masing-masing
anggota. Peranan ini kemudian dijabarkan menjadi pembagian tugas, tanggung
jawab dan otoritas. Atas dasar pembagian tersebut selanjutnya disusun struktur
organisasi.


2.1.4.4 Mengendalikan
        Mengendalikan adalah menuntun , dalam arti memantau, mengkaji, dan
bila perlu mengadakan koreksi agar hasil kegiatan sesuai dengan yang telah
ditentukan. Jadi dalam fungsi ini, hasil-hasil pelaksanaan kegiatan selalu diukur
dan dibandingkan dengan rencana. Oleh karena itu, umumnya telah dibuat tolak
ukur, seperti anggaran, standar mutu, jadwal penyelesaian pekerjaan dan lain-
lain. Bila terjadi penyimpangan maka segera dilakukan pembetulan. Dengan
demikian, pengendalian merupakan salah satu upaya untuk meyakini bahwa
arus kegiatan bergerak ke arah sasaran yang diingini.


2.1.4.5 Memimpin
        Kepemimpinan adalah aspek yang penting dalam mengelola suatu usaha.
Yaitu mengarahkan dan mempengaruhi sumber daya manusia dalam organisasi


                                                                               7
agar      mau bekerja dengan sukarela untuk mencapai tujuan yang telah
digariskan. Mengarahkan dan mempengaruhi ini erat hubungannya dengan
motivasi, pelatihan, kepenyeliaan, koordinasi dan konsultansi. Faktor lain yang
perlu diperhatikan adalah gaya kepemimpinan yang hendak diterapkan, karena
berpengaruh besar terhadap keberhasilan dalam proses mencapai tujuan.


2.2 Alokasi Sumber Daya
    Dalam suatu proyek hal yang paling penting dan pasti bisa memenuhi jadwal
proyek yang sedang atau yang telah jadi dan siap untuk dilaksanakan di
lapangan adalah tentang sumber daya. Tersedianya sumber daya yang cukup
sangat menunjang lancarnya setiap pekerjaan yang ada dalam proyek. Sehingga
pengalokasian yang baik tentang sumber daya sangat diperlukan, agar proyek
yang akan atau sedang berjalan tidak mengalami masalah yang berarti.
2.2.1    Sumber Daya Manusia
         Untuk menyelenggarakan proyek, salah satu sumber daya yang menjadi
faktor penentu keberhasilannya adalah tenaga kerja atau sumber daya manusia.
Seperti diketahui bahwa jenis dan intensitas kegiatan proyek berubah cepat
sepanjang     siklusnya,   sehingga   penyediaan    jumlah   tenaga     kerja,   jenis
keterampilan dan keahlian harus mengikuti tuntutan perubahan kegiatan yang
sedang     berlangsung.    Bertolak   dari   kenyataan   tersebut   ,   maka     suatu
perencanaan tenaga kerja proyek yang menyeluruh dan terinci harus meliputi
perkiraan jenis dan kapan keperluan tenaga kerja, seperti tenaga ahli dari
berbagai disiplin ilmu pada tahap desain engineering dan pembelian, supervisor
dan pekerja lapangan untuk pabrikasi dan konstruksi. Dengan mengetahui
perkiraan angka dan jadwal kebutuhannya maka dapat dimulai kegiatan
pengumpulan informasi perihal sumber penyediaan baik kuantitas maupun
kualitas. Tenaga kerja yang diharapkan tentunya yang produktif atau dengan
kata lain produktifitas tenaga kerja sangat dibutuhkan demi kelancaran kegiatan
proyek. (Iman Soeharto, 1995)


2.2.2    Biaya Proyek
        Taksiran biaya proyek bila dilakukan dengan teliti dapat dijadikan dasar
bagi pengendalian manajemen. Secara ideal, taksiran itu haruslah berdasar atas
spesifikasi proyek yang dirumuskan dengan baik. Tingkat ketelitian taksiran itu


                                                                                     8
akan menentukan unsur resiko yang akan diambil pada waktu pengambilan
keputusan tentang harga, disamping juga akan menentukan efektifitas anggaran
biaya dan jadwal sumber daya.
         Sebelum memulai menaksir biaya kita harus terlebih dahulu merinci tugas-
tugas yang harus dilaksanakan dalam proyek itu dan menyusunnya dalam suatu
daftar. Tujuan dari pembuatan daftar adalah agar kita dapat memperinci bagian-
bagian dari proyek itu dalam urutan yang logis sert mencegah kemungkinan
adanya sector-sektor yang terabaikan.
         Biaya atau model proyek dikelompokkan menjadi modal tetap dan modal
kerja. Modal tetap adalah bagian dari biaya proyek yang dipakai untuk
membangun instalasi atau menghasilkan produk proyek dimaksud, mulai dari
pengeluaran      studi   kelayakan,   desai    engineering,   pengadaan,   pabrikasi,
konstruksi sampai instalasi atau produk tersebut berfungsi penuh. Modal tetap
dibagi menjadi biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect
cost).


2.2.2.1 Biaya Langsung (Direct Cost)
         Biaya langsung adalah biaya yang segera dapat dihubungkan di lapangan
dengan pekerjaan yang langsung memberikan sumbangan bagi penyelesaian
fisik dari fasilitas permanen yang dikontrakkan oleh pemilik.
Terdapat tiga komponen dalam biaya langsung :
a. Biaya pengadaan bahan atau material
b. Upah buruh
c. Biaya peralatan


2.2.2.2 Biaya tidak langsung (indirect cost)
         Biaya tidak langsung adalah pengeluaran untuk manajemen, supervise,
dan pembayaran material serta jasa untuk pengadaan bagian proyek yang tidak
akan menjadi instalasi atau produk permanen tetapi diperlukan dalam rangka
proses pembangunan proyek. Biaya ini meliputi gaji tetap dan tunjangan bagi tim
manajemen, kendaraan dan peralatan konstruksi, pembangunan fasilitas
sementara, pengeluaran umum, pembagian laba atau fee, pajak biaya tek
terduga, yang dimaksudkan biaya tak terduga adalah biaya untuk kejadian-
kejadian yang mungkin bisa terjadi mungkin tidak. (Iman Soeharto,1995)


                                                                                   9
        Salah satu pendahuluan untuk mempersiapkan perkiraan biaya adalah
survey dan pengkajian faktor-faktor yang berpengaruh terhadap program
penyelenggaraan proyek, yang berkaitan langsung maupun tidak langsung
dengan pembiayaan. Survey dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dan
data dari tangan pertama serta pengamatan langsung oleh para ahli biaya (cost
engineer), sehingga memungkinkan tersusunnya suatu perkiraan biaya yang
realistis. Umumnya dilakukan untuk menyusun anggaran biaya proyek (pemilik)
atau untuk mengajukan proposal kontrak lump-sum (kontraktor). Survey dan
pengkajian itu meliputi :
a. Kondisi lokasi
b. Logistik dan komunikasi
c. Akomodasi
d. Sumber tenaga kerja dan fasilitas pabrikasi


2.2.3    Material Proyek
         Yang dimaksud dengan material disini adalah semua bahan-bahan yang
diperlukan dalam pelaksanaan suatu kegiatan atau pelaksanaan proyek. Pada
kebanyakan proyek komersial, nilai bahan, peralatan dan jasa yang dibeli dari
luar biasa mencapai separuh dari biaya total proyek. Oleh karena itu manajemen
material amat penting dan harus dilaksanakan secara efisien guna mencegah
terjadinya kelambatan yang diakibatkan oleh kekurangan bahan dalam
pelaksanaan proyek atau karena adanya barang-barang yang ternyata tidak
cocok dengan tujuan pemakaian. Dengan manajemen material yang efisien
dapat dicegah terjadinya pengeluaran bahan yang berlebihan yang bisa
mengakibatkan berkurangnya laba usaha. (Soemardi R., 1992)
         Untuk itu diperlukan seorang ataupun sebuah tim yang mampu
menangani dan mengelola mengenai pengadaan material proyek dengan baik,
agar secara keseluruhan pelaksanaan proyek tidak terganggu sehingga proyek
dapat selesai tepat pada waktunya dan memuaskan semua pihak yang
berhubungan dengan adanya proyek tersebut.


2.2.4    Peralatan Proyek
         Peralatan kerja dapat dikategorikan ke dalam modal kerja karena nilai dan
kemampuan serta fungsinya sangat vital. Namun demikian masih sering dijumpai


                                                                               10
penggunaan alat yang tidak sesuai, dengan keperluan pekerjaan, masalahnya
adalah untuk memenuhi yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan diperlukan biaya
tambahan ataupun langkanya alat tersebut, tetapi dengan menggunakan alat
aynag ada pekerjaan masih bisa diatasi dan berlangsung lancar.
Untuk pekerjaan yang berskala kecil, relative masih menggunakan peralatan
kecil yang langsung bisa disiapkan sendiri oleh masing-masing tenaga kerja,
kecuali jika ada menggunakan peralatan besar. Sehingga masalah peralatan
tidak seberapa menjadi kendala.


2.2.5 Metode Pelaksanaan Konstruksi
        Metode konstruksi pada hakekatnya adalah penjabaran dari tata cara dan
teknik-teknik pelaksanaan pekerjaan, merupakan inti dari seluruh kegiatan dalam
sistem manajemen konstruksi. Metode pelaksanaan konstruksi merupakan kunci
untuk dapat mewujudkan seluruh rencana kerja menjadi bentuk bangunan fisik.
Pada dasarnya metode konstruksi merupakan penerapan konsep rekayasa yang
berdasar pada keterkaitan antara persyaratan dalam dokumen pelelangan,
keadaan teknis dan ekonomis yang ada dilapangan, dan seluruh daya termasuk
pengalaman kontraktor.


2.3 Penjadwalan Proyek
        Seperti yang telah diuraikan sebelumnya jadwal waktu proyek merupakan
alat yang dapat menunjukan kapan berlangsungnya setiap kegiatan, sehingga
dapat digunakan pada waktu merencanakan kegiatan-kegiatan maupun untuk
pengendalian pelaksanaan proyek secara keseluruhan.
        Ada beberapa macam cara atau model penjadwalan proyek yang dapat
digunakan untuk menyusun sebuah jadwal kegiatan proyek, antara lain:
2.3.1    Diagram balok (Grant Chart)
        Diagram balok ditemukan oleh H.L. Grant (1917). Diagram balok paling
banyak digunakan pada penjadwalan proyek konstruksi karena kemudahannya.
Dengan      berpodaman    bahwa    diagram    balok   disusun   dengan   maksud
mengidentifikasi unsur waktu dari urutan dalam merencanakan sesutau kegiatan,
yang terdiri dari saat dimulai sampai saat selesai.
        Diagram balok digunakan secara luas karena bagan balok mudah dibuat
dan dipahami oleh setiap level manajemen. Grant Chart diartikan sebagai suatu


                                                                             11
diagram yang terdiri dari kumpulan garis yang menunjukan saat mulai (start) dan
saat selesai (finish) yang direncanakan untuk setiap kegiatan dalam proyek.


2.3.2    CPM (Critical Path Method)
        Metode ini dikembangkan oleh ahli matematika dan tim insinyur dari
perusahaan Du Pont yang bekerja sama Rand Corporation dalam usahanya
untuk mengembangkan sistem control manajemen. Aturan dasar CPM atau AOA
mengatakan bahwa suatu kegiata boleh dimulai setelah pekerjaan terdahulu
(predecessor) selesai. CPM merupakan suatu teknik pelaksanaan dengan
analisis jaringan berdasarkan logika ketergantungan antar aktifitas yang ada
dalam proyek. Pada CPM dapat terjawab hal-hal yang belum bisa digunakan
pada bagan balok, seperti berapa lama perkiraan kurun waktu penyelesaian
proyek. CPM adalah suatu cara di dalam bidang perencanaan, penjadwalan dan
pengawasan suatu proyek. Cara ini penting sekali untuk mengelola suatu
pekerjaan dalam bidang teknik, produksi, pemasaran, administrasi, penelitian
dan sebagainya. ( Iman Soeharto, 1995)


2.3.3    Diagram “S”
        Disamping dengan bagan balok ataupun jaringan kerja, untuk mengetahui
perkembangan suatu proyek dapat pula digambarkan dengan menggunakan
sebuah grafik antara nilai kumulatif biaya atau jam orang yang telah digunakan
atau prosentase (%) penyelesaian pekerjaan terhadap waktu. Ini berarti
menggambarkan kemajuan volume pekerjaan yang diselesaikan sepanjang
berlangsungnya proyek.
        Secara deskriptif dalam kurva “S” sumbu vertical menunjukkan prosentase
kumulatif biaya atau penyelesaian pekerjaan sedangkan sumbu horizontal
menunjukkan waktu penyelesaian. Kurva ini disebut diagram “S” karena pada
umumnya kurva akan membentuk huruf S. kejadian seperti ini disebabkan
kegiatan proyek lazimnya berlangsung seperti sebagai berikut:
a. Kemajuan pada awalnya bergerak lambat.
b. Diikuti oleh kegiatan yang bergerak cepat dalam waktu yang lebih lama.
c. Pada bagian akhir, kemajuan kegiatan menurun kembali dan berhenti pada
    titik akhir.




                                                                              12
Diagram “S” sangat bermanfaat untuk dipakai sebagai laporan bulanan dan
laporan untuk pimpinan proyek maupun perusahaan karena dapat dengan jelas
mengungkapkan masalah-masalah persoalan proyek dalam bentuk yang mudah
dipahami.


2.3.4    PDM (Precedence Diagram Method)
        Metode preseden diagram adalah jaringan kerja yang termasuk klasifikasi
AON. Disini kegiatan dituliskan di dalam node yang umumnya berbentuk segi
empat, sedangkan anak panah hanya sebagai petunjuk hubungan anatara
kegiatan-kegiatan yang bersangkutan. Dengan demikian dummy yang dalam
CPM dan PERT merupakan tanda yang penting untuk menunjukan hubungan
ketergantungan, di dalam PDM tidak diperlukan. Definisi kegiatan dan peristiwa
sama seperti pada CPM. Hanya perlu ditekankan disini bahwa dalam PDM kotak
tersebut menandai suatu kegiatan, dengan demikian harus dicantumkan identitas
kegiatan dan kurun waktunya. Adapun peristiwa merupakan ujung-ujung
kegiatan. Setiap node mempunyai dua peristiwa yaitu peristiwa awal dan akhir.
        Metode preseden diagram digunakan untuk proyek dengan rangkaian
kegiatan yang tumpang tindih (overlaping) dan berulang-ulang.( Iman Soeharto,
1995 )


2.3.4.1 Jalur Kritis
        Jalur kritis adalah jalur yang memerlukan perhatian maksimal dari
pengelola proyek, terutama pada periode perencanaan dan implementasi
pekerjaan atau kegiatan yang bersangkutan, misanya diberikan prioritas utama
dalam alokasi sumberdaya yang dapat berupa tenaga kerja, peralatan atau
penyelia. Pengalaman menunjukan bahwa kegiatan-kegiatan kritis dari suatu
proyek umumnya kurang dari 20 % dari total pekerjaan sehingga memberikan
perhatian lebih kepadanya dianggap tidak akan mengganggu kegiatan yang lain
bila telah direncanakan sebbaik-baiknya.
         Dalam proses identifikasi jalur kritis, dikenal beberapa terminologi dan
rumus-rumus perhitungan sebagai berikut:




                                                                                13
1.   ES
      Waktu mulai paling awal suatu kegiatan ( Earliest Start Time ). Bila waktu
kegiatan dinyatakan atau berlangsung dalam jam, maka waktu ini adalah jam
paling awal kegiatan mulai.
2.   EF
      Waktu selesai paling awal suatu kegiatan ( Earilest Finish Time ). Bila
hanya ada satu kegiatan terdahulu, maka EF suatu kegiatan terdahulu
merupakan ES kegiatan berikutnya.
3.   LS
      Waktu paling akhir kegiatan boleh mulai ( Lastest Allowable Start Time ),
yaitu waktu paling akhir kegiatan boleh dimulai tanpa memperlambat proyek
secara keseluruhan.
4.   LF
      Waktu palin akhir kegiatan boleh selesai ( Latest Allowable Finish Time )
tanpa memeperlambat penyelesaian proyek.
5.   D
      Durasi adalah kurun waktu suatu kegiatan. Umumna denga satuan waktu
hari, minggu, bulan, dan lain-lain.


      Jalur kritis pada PDM mempunyai sifat sama seperti CPM atau AOA, yaitu:
1.   Waktu mulai paling awal dan akhir harus sama (ES=LS).
2.   Waktu selesai paling awal dan akhir harus sama (EF=LF).
3.   Kurun waktu kegiatan adalah sama dengan perbedaan waktu selesai paling
     akhir dengan waktu mulai paling awal (LF-ES=D).
4.   Bila hanya sebagian dari kegiatan bersifat kritis, maka kegiatan tersebut
     secara utuh dianggap kritis.


2.3.4.2 Float
          Pada perencanaan dan penyusunan jadwal proyek, arti penting dari float
total adalah menunjukkan jumlah waktu yang diperkenankan suatu kegiatan
boleh ditunda, tanpa mempengaruhi jadwal penyelesaian proyek secara
keseluruhan. Jumlah waktu tersebut sama dengan waktu yang didapat bila
semua kegiatan berikutnya dimulai seawal mungkin sedangkan semua kegiatan
berikutnya dimulai selambat mungkin. Float total ini dimiliki bersama oleh semua


                                                                             14
kegiatan yang ada pada jalur yang bersangkutan. Hal ini berarti bila salah satu
kegiatan telah memakainya maka float total tersedia untuk kegiatan-kegiatan lain
yang berada pada jalur tersebut adalah sama dengan float total semula,
dikurangi bagian yang telah dipakai.


2.3.4.3 Lag Time dan Lead Time
     Ketika masing-masing pekerjaan dihubungkan adakalanya terdapat tenggang
waktu. Tenggang waktu pekerjaan terdiri dari 2 macam, yaitu :

1.   Lag Time, yaitu tenggang waktu dalam bentuk bilangan positif, yang ditulis
     setelah penentuan hubungan pekerjaannya.
2.   Lead Time, yaitu tenggang waktu dalam bentuk bilangan negatif, yang ditulis
     setelah penentuan hubungan pekerjaan.

2.3.4.4 Hubungan Ketergantungan
      Sebelum dilakukan penjadwalan suatu proyek, terlebih dahulu harus
diketahui hubungan ketergantungan dari masing-masing kegiatan beserta
durasinya. Dalam manajemen dikenal empat hubungan ketergantungan :


2.3.4.4.1 Hubungan Awal-Awal
      Memberikan penjelasan hubungan antara mulainya suatu kegiatan dengan
mulainya kegiatan terdahulu, yang berarti suatu kegiatan (B) mulaisetelah x hari
kegiatan terdahulu (A) mulai. Hubungan semacam ini terjadi sebelum kegiatan
terdahulu (A) dimulai. Hubungan semacam ini terjadi sebelum kegiatan terdahulu
selesai 100% maka kegiatan (B) boleh dimulai. ( Iman Soeharto, 1995)
      Atau kegiatan (B) boleh mulai setelah bagian tertentu dari kegiatan (A)
selesai. Besar angka x tidak boleh melebihi kurun waktu kegiatan terdahulu,
karena per definisi x adalah sebagian dari kurun waktu kegiatan terdahulu. Jadi
disini terjadi kegiatan tumpang tindih (Iman Soeharto, 1995). Contoh seperti pada
gambar berikut :

                                                       A



                                                       B

                                         (SS)
                   Gambar 2.1 Ilustrasi Hubungan Kegiatan Start-Start


                                                                                  15
2.3.4.4.2 Hubungan Awal-Akhir
     Menjelaskan hubungan antara selesainya kegiatan dengan mulainya
kegiatan terdahulu, yang berarti suatu kegiatan (B) selesai setelah x hari
kegiatan (A) terdahulu mulai. Jadi dalam hal ini sebagian dari porsi kegiatan
terdahulu harus selesai sebelum bagian akhir dari kegiatan yang dimaksud boleh
diselesaikan (Iman Soeharto,1995). Contoh seperti pada gambar berikut :


                                                        A




                                     B


                                         (SF)
             Gambar 2.2 Ilustrasi Hubungan Kegiatan Start- Finish


2.3.4.4.3 Hubungan Akhir – Awal
     Memberikan penjelasan hubungan antara mulainya suatu kegiatan dengan
selesainya kegiatan terdahulu, yang berarti kegiatan ( B ) mulai x hari setelah
kegiatan yang mendahuluinya (A) selesai (Iman Soeharto, 1995). Contoh seperti
pada gambar berikut :




            A

                        (FS)                                   B
                Gambar 2.3 Ilustrasi Hubungan Kegiatan Finish-Start


2.3.4.4.4 Hubungan Akhir-Akhir
     Memberikan penjelasan hubungan antara selesainya suatu kegiatan
dengan selesainya kegiatan terdahulu (A) selesai. Hubungn semacam ini
mencegah selesainya suatu kegiatan mencapai 100% sebelum kegiatan yang
terdahulu telah sekian (=x) hari selesai. Besar angka x tidak boleh melebihi
angka kurun kegiatan yang bersangkutan (B). jadi, misalkan selesainya kegiatan




                                                                            16
(A) terlambat, maka selesainya kegiatan (B) ikut terlambat. Contoh seperti pada
gambar berikut :



                        A




                                      B




                                          (FF)
                   Gambar 2.4 Ilustrasi Hubungan Kegiatan Finish-Finish


2.4 Manajemen Proyek Menggunakan Microsoft Project 2003
2.4.1 Penerapan Komputer dalam Proyek Konstruksi
      Selain yang tersebut diatas penjadwalan juga dapat digunakan dengan
menggunakan suatu program melalui komputer, karena kemajuan teknologi
khususnya dalam bidang komputer sangat membantu dalam proyek-proyek
konstruksi. Karena, untuk proyek-proyek yang kompleks dan berskala besar
tentunya dibutuhkan suatu perangkat yang mampu memproses data dan
melakukan perhitungan-perhitungan dalam jumlah besar dengan akurat dan
dalam waktu yang sesingkatnya. Hal ini secara potensial akan dapat menambah
efektifitas penyelenggaraan proyek.


2.4.2 Langkah-langkah Penjadwalan dan Alokasi Sumber Daya
      Yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai penjadwalan
dengan menggunakan program Microsoft Office Project 2003. Langkah-langkah
yang diambil dalam melakukan penjadwalan dan alokasi sumber daya
menggunakan paket program Microsoft Office Project 2003 adalah sebagai
berikut :
a. Menyiapkan informasi proyek
b. Menentukan tugas utama dan tugas rincian dari kegiatan yang direncanakan
c. Menentukan durasi dan hubungan ketergantungan pekerjaan
d. Menentukan kalender dan jadwal kerja pada proyek
e. Melakukan penjadwalan masing-masing kegiatan
f.   Menentukan proses optimasi proyek jika dibutuhkan


                                                                            17
g. Didapatkan bentuk penjadwalan dalam berbagai bentuk, sesuai kemampuan
     software dengan format yang dapat diatur oleh pengguna.


2.4.3 Optimasi Proyek
      Optimasi proyek adalah usaha menggunakan sumber daya yang ada dan
meminimalkan kendala guna suatu tujuan bersama. Optimasi biasanya dikaitkan
dengan waktu, sumber daya dan biaya.
      Sebuah proyek pasti mempunyai batas waktu yang telah ditentukan. Untuk
itu cara-cara optimasi berikut dapat digunakan unutk memproses jika proyek
terkena batas waktu (dead line). Adapun langkah optimasi yang dapat diterapkan
dalam suatu proyek adalah :
a.   Pemendekan waktu
      Pemendekan durasi biasanya dilakukan pada lintasan-lintasan kritis dari
suatu kegiatan proyek.
b.   Constraints
      Pada proyek, constraints diartikan kendala yang ada pada hubungan satu
pekerjaan dengan pekerjaan lain. Dalam sebuah proyek terdapat delapan
macam hubungan constraints, yaitu :
1.   As soon As Possible, pekerjaan dilaksanakan sesegera mungkin, tanggal
     ataupun finish tidak dipermasalahkan.
2.   As late As Possible, pekerjaan dilaksanakan selambat mungkin, biasanya
     pekerjaan diberi tanggal finish.
3.   Start No earlier Than, pekerjaan baru dilaksanakan pada tanggal satart atau
     sesudahnya.
4.   Start No later Than, pekerjaan baru dilaksanakan sebelum tanggal start atau
     pada tanggal start.
5.   Finish No Earlier Than, pekerjaan baru selesai pada tanggal start atau
     sesudahya.
6.   Finish No Later Than, pekerjaan baru dapat selesai sebelum tanggal start
     atau pada tanggal start.
7.   Must Finish On, pekerjaan harus selesai pada tanggal yang telah ditetapkan.
8.   Must Start On, pekerjaan harus mulai pada tanggal yang telah ditentukan.




                                                                                18
                                      BAB III
                             METODE PENELITIAN


3.1 Umum
      Dalam menyusun karya ilmiah, diperlukan langkah-langkah yang terstruktur
dan sistematis yang disebut metodelogi penelitian shingga mampu memecahkan
permasalahan yang ada secara ilmiah, terperinci dan dapat dipertanggung
jawabkan.
      Perencanaan durasi dan logika ketergantungan pekerjaan diestimasikan
sedemikian rupa sehingga menghasilkan rencana jadwal (time schedule) yang
terlingkup di dalamnya pembuatan bar chart. Pada analisa ini akan dibahas
alokasi sumber daya manusia (tenaga kerja) dan penjadwalan proyek dengan
menggunakan sodtware Microsoft Office Project 2003.
      Dalam upaya untuk mencapai tujuan, maka di dalam penyusunan tugas
akhir ini akan dilakukan beberapa tahapan, yaitu :
a.   Studi Kepustakaan
b.   Pengumpulan Data
c.   Analisa Data
d.   Pegolahan Data
e.   Penarikan Kesimpulan
f.   Bagan Alir Penyusunan Skripsi


3.2 Studi Kepustakaan
      Mengumpulkan, membaca dan menganalisis sumber-sumber pustaka yang
berkaitan dengan tema penulisan tugas akhir. Hal ini bertujuan untuk
memberikan pembahasan yang lengkap sehingga diperoleh landasan teori yang
kuat dan dapat dipertanggung jawabkan pada hasil penulisan.


3.3 Pengumpulan Data
      Data yang dikumpulkan adalah data sekunder. Data sekunder adalah data
yang didapat dari buku-buku literature, karya tulis badan atau instansi-instansi
pemerintah maupun pihak swasta yang terkait. Secara garis besar data yang
diperlukan dalam penulisan disini ialah :




                                                                             19
1.   Data tenaga kerja
     Data ini diperlukan karena sangat berpengaruh terhadap prestasi produk
     pekerjaa yang berkaitan dengan jumlah (kuatitas) dan keahlian (kualitas)
     untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
2.   Time Schedule Proyek


3.4 Analisa Data
      Data – data yang diperoleh dianalisa dan disesuaikan dengan konsep-
konsep manajemen secara teoritis dan kenyataan di lapangan. Sehingga
diharapkan diiperoleh durasi yang lebih pendek.


3.5 Pengolahan Data
      Data yang didapatkan diolah sesuai dengan apa yang diinginkan yang
berkaitan dengan tujuan penulisan ini.


3.6 Penarikkan Kesimpulan
      Kesimpulan adalah merupakan tahap akhir suatu penelitian. Dengan
mengacu terhadap tujuan dari penelitian tersebut.


3.7 Bagan Alir Penyusunan Skripsi
      Secara umum, pembahasan yang dilakukan dapat dijelaskan dalam bentuk
flowchart yang terdapat pada gambar 3.1
Penjelasan dari Flowchart :
Start (mulai) kemudian tahap awal adalah mengumpulkan data-data yang
diperlukan, kemudian melihat koefisien SDM, durasi dan hubungan kegiatan,
setelah itu menganalisa waktunya, sehingga didapatkan waktu yang lebih singkat
dibandingkan waktu semula namun apabila masih belum didapatkan hasil yang
diinginkan maka dicoba kembali dari tahap koefisien SDM dan seterusnya
sampai diperoleh waktu yang diharapkan, setelah itu dibuat laporan dan
kesimpulan dan berakhir (end).




                                                                           20
Bagan Alir


                              START




                         PENGUMPULAN

                             DATA




                    KOEFISIEN SDM, DURASI &
                     HUBUNGAN KEGIATAN




                          ANALISA WAKTU




                    WAKTU < WAKTU SEMULA




                   LAPORAN & KESIMPULAN




                               END




             Gambar 3.1 Bagan Alir Penyusunan Skripsi




                                                        21
                                     BAB IV
                                ANALISA DATA


4.1 Gambaran Umum Proyek
     Proyek pembangunan pasar Landasan Ulin Tahap II Banjarbaru adalah
proyek tahun anggaran 2009, dibiayai dari dana APBD kota Banjarbaru. Dana
yang dialokasikan adalah sebesar Rp. 3.689.379.000,- (tiga milyar enam ratus
delapan puluh sembilan juta tiga ratus tujuh puluh sembilan ribu rupiah), dengan
waktu pelaksanaan yang direncanakan adalah selama 120 (seratus dua puluh)
hari kalender, yaitu terhitung sejak tanggal 4 Mei 2009 sampai dengan 8
September 2009.
     Pemilihan proyek (owner) adalah dinas Pekerjaan Umum (PU) Banjarbaru.
Sedangkan perusahaan jasa yang terpilih menjadi pelaksana konstruksi
(kontraktor) adalah PT. Sundari Utama Nusantara dan sebagai konsultan
pegawas adalah CV. Praktira Konsultan.


4.2 Sumber Daya Manusia
     Sumber daya manusia atau pada proyek disebut juga sebagai tenaga
kerja, merupakan salah satu factor penentu untuk keberhasilan penyelenggaraan
suatu proyek. Dalam penulisan ini dimaksudkan tenaga kerja adalah pekerja,
tukang, kepala tukang, mandor. Dengan dukungan sejumlah tenaga kerja yang
terampil dan ahli dalam bidangnya masing-masing dan dalam jumlah ynag selalu
mencukupi adalah merupakan suatu modal usaha yang kuat. Sehingga
diperlukan adanya suatu penyesuaian antara koefisien tenaga kerja perhitungan
semula (pada penawaran) dengan kenyataan yang digunakan dilapangan.
     Tenaga kerja yang diperlukan dalam proyek disesuaikan dengan jenis
pekerjaannya. Tenaga kerja yang dipilih harus sesuai dengan keahlian dan
berpengalaman, hal ini mempercepat pekerjaan sesuai dengan time schedule
yang dibuat.
     Tenaga kerja dilihat dari statusnya terbagi atas :
1. Tenaga kerja tetap, yaitu tenaga kerja yang statusnya bersifat tetap, artinya
   tenaga kerja tetap pada perusahaan kontraktor yang diperbantukan proyek.




                                                                              22
2. Tenaga kerja kontrak, yaitu tenaga kerja yang hanya dipakai hanya selama
   proyek itu berlangsung dan bila proyek itu selesai maka tenaga kerja tersebut
   tidak dipakai lagi.
     Sedangkan menurut keahliannya tenaga kerja terdiri atas :
1. Tenaga kerja ahli yaitu tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus sesuai
   dengan bidangnya.
2. Tenaga kerja kasar yaitu tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan-
   pekerjaan kasar seperti pengecoran, pembesian, pemasangan bekisting ,
   dan lain-lain.
     Pada pekerjaan struktur pada proyek pembangunan Pasar Landasan Ulin
Tahap II Banjarbaru tenaga kerja kasar dibagi menjadi :
1. Tenaga kerja untuk membuat bekisting dan pembongkaran bekisting
2. Tenaga kerja yang bertugas dalam pembengkokan dan pemotongan
   tulangan
3. Tenaga kerja yang bertugas pengangkutan alat/material.
4. Tenaga kerja yang bekerja pada bagian penulangan dan pengelasan
   tulangan.
5. Tenaga kerja yang bekerja pada bagian pengecoran.
6. Tenaga kerja untuk pembuatan marking.
7. Tenaga kerja yang bertugas membersihkan bangunan dari kayu bongkaran
   bekisting.


4.3 Schedule Proyek
     Schedule proyek adalah rencana waktu yang dialokasikan untuk
penyelesaian proyek. Dalam hal ini waktu pelaksanaan yang direncanakan
adalah selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender, yaitu terhitung sejak
tanggal 4 Mei 2009 sampai dengan 8 September 2009.
     Proyek pembangunan pasar Landasan Ulin Tahap II Banjarbaru ini
berlangsung pada tahun 2009. Dengan pengalokasian waktu yang sangat ketat
ini, maka pihak-pihak yang terkait dalam proyek ini dituntut untuk selalu
memonitor kemajuan proyek (progress) dan saling bekerja sama dalam upaya
penyelesaian proyek agar tepat waktu dan memenuhi syarat-syarat pekerjaan.
     Dalam pelaksanaan proyek biasanya terjadi penyimpangan (deviasi) dari
jadwal yang telah direncanakan, baik devisi positif maupun negative. Jika deviasi


                                                                              23
berupa nilai positif, maka bukan merupakan suatu masalah. Tetapi jika deviasi
bernilai negative, maka harus diupayakan suatu tindakan yamg tepat untuk
mengejar target realisasi yang telah direncanakan. Karena jika hal ini berakibat
hingga terlambatnya penyelesaian keseluruhan proyek dari batas waktu yang
telah ditetapkan, maka pihak kontraktor pelaksana dikenakan denda sebesar 0,1
% dari nilai kontrak untuk setiap hari keterlambatannya. Denda tersebut
dikenakan maksimum 5 % dari nilai kontrak. Jika kontraktor pelaksana masih
belum menyelesaikan pekerjaan maka pihak pemilik (owner) berhak untuk
mengambil tindakan pemutusan kontrak dan menunjuk pihak lain dalam upaya
penyelesaian proyek.
        Untuk schedule proyek yang digunakan pada saat pelaksanaan Proyek
Pembangunan Pasar Landasan Ulin Tahap II Banjarbaru, secara terperinci
disajikan berupa bar chart dan kurva S (lampiran ).


4.4 Analisa Data
4.4.1    Analisa Ketergantungan
        Menyusun urutan atau hubungan satu dengan yang lain dalam proses
membuat jaringan kerja, didasarkan atas logika ketergantungan. Hal ini
merupakan salah satu aturan dasar dalam menyusun jaringan kerja, yang
mendorong perencanaan melakukan pendekatan sistematis dan berpikir secara
analitis.


4.4.1.1 Ketergantungan Alamiah
        Sebagian besar ketergantungan disebabkan oleh sifat kegiatan itu sendiri,
misalnya kegiatan B belum dapat dilakukan sebelum pekerjaan A diselesaikan.
Ketergantungan demikian disebut ketergantungan alamiah, karena meskipun
seandainya telah tersedia cukup tenaga kerja ataupun sumber daya yang lain,
tetapi bila pekerjaan A belum selesai dilaksanakan maka pekerjaan B belum
dapat dimulai.


4.4.1.2 Ketergantungan Sumber Daya
        Jenis lain dari ketergantungan adalah ketergantungan sumber daya.
Dimisalkan pekerjaan A tidak dapat dilakukan bersamaan waktunya dengan




                                                                              24
kegiatan B karena kurangya tenaga kerja, sehingga harus dilakukan secara
berurutan atau seri.
        Menyusun jaringan kerja pada awalnya hendaknya didasarkan atas
ketergantungan alamiah. Pada taraf selanjutnya nanti bila sampai pada analisis
keperluan sumber daya, mungkin penyesuaian akan dilakukan.


4.4.2    Logika Ketergantungan Pekerjaan
        Pada setiap kegiatan hal pertama yang harus dilakukan adalah persiapan.
Begitu juga halnya dalam suatu proyek konstruksi dan dalam suatu item
pekerjaan, terdapat pekerjaan persiapan.
        Pada pertoko tipe A2 dan A3 setiap aktivitasnya dapat dilakukan secara
bersamaan, karena pekerjaannya adalah sama-sama mendirikan sebuah
bangunan atau toko (yang membedakan hanya tipe) yang mana urutan
aktivitasnya tentu saja sama dari mulai pekerjaan persiapan sampai pekerjaan
atap dan plafond. Sehingga bangunan keduanya yang merupakan bangunan
utama proyek ini dapat dimulai dan dapat diselesaikan secara bersamaan.


4.4.2.1 Pekerjaan Toko Tipe A2
        Pada pekerjaan pembangunan toko tipe A2, terdapat 7 item pekerjaan,
yaitu: pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan beton,
pekerjaan pasangan, pengecatan, pekerjaan listrik, pekerjaan atap dan plafond.
        Analisa ketergantungan:
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi dapat dimulai setelah 1 minggu pekerjaan
     persiapan mulai.
2.   Pekerjaan beton dapat dimulai 1 minggu setelah pekerjaan persiapan
     selesai.
3.   Pekerjaan beton dapat diselesaikan setelah 3 minggu pekerjaan tanah dan
     pondasi mulai.
4.   Pekerjaan pasangan selesai setelah 8 minggu pekerjaan tanah dan pondasi
     mulai.


5.   Pekerjaan pengecatan mulai 1 minggu setelah pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai.
6.   Pekerjaan pengecatan mulai setelah 2 minggu pekerjaan pasangan mulai.


                                                                             25
7.   Pekerjaan listrik mulai setelah 1 minggu pekerjaan pengecatan mulai.
8.   Pekerjaan atap dan plafond selesai setelah 4 minggu pekerjaan pengecatan
     mulai.
9.   Pekerjaan atap dan plafond selesai bersamaan dengan pekerjaan listrik
     selesai.


Hubungan Pekerjaan (konstrain) untuk toko tipe A2

NO    SIMBOL    NAMA KEGIATAN                DURASI        KONSTRAIN
 1       A      PEK. PERSIAPAN                 2               -

 2       B      PEK. TANAH DAN PONDASI           4          SS(1-2)=1

 3       C      PEK. BETON                       5          FS(1-3)=1
                                                            FF(2-3)=3

 4       D      PEK. PASANGAN                    5          SF(2-4)=8

 5       E      PENGECETAN                       4          FS(2-5)=1
                                                            SS(4-5)=2

 6       F      PEK. LISTRIK                     3          SS(5-6)=1

 7       G      PEK. ATAP DAN PLAFOND            5          SF(5-7)=4
                                                            FF(6-7)=0

          Tabel 4.1 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk toko tipe A2




                                                                            26
UNTUK PEKERJAAN TOKO TIPE A2

Hitungan maju:                         Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                          1. Kegiatan G
   Dianggap mulai awal=0                  Dimulai dari kegiatan terakhir (G)
   ES (1) = 0                             LF(7)=EF(7)=10
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2              LS(7)=LF(7)-D(G)=10-5=5


2. Kegiatan B                          2. Kegiatan F
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1              LF(6)=LF(7)-FF(6-7)=10-0=10
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+4=5                 LS(6)=LF(7)-D(F)=10-3=7


3. Kegiatan C                          3. Kegiatan E
   ES(3)=EF(2)+FF(2-3)-D(C)=5+3-5=3       LF(5)=LS(6)-SS(5-6)+D(E)=7-1+4=10
   ES(3)=EF(1)+FS(1-3)=2+1=3              LF(5)=LF(7)-SF(5-7)+D(E)=10-4+4=10
   EF(3)=ES(3)+D(C)=3+5=8                 LS(5)=LF(5)-D(E)=10-4=6


4. Kegiatan D                          4. Kegiatan D
   ES(4)=ES(2)+SF(2-4)-D(D)=1+8-5=4       LF(4)=LS(5)-SS(4-5)+D(D)=6-2+5=9
   EF(4)=ES(4)+D(D)=4+5=9                 LS(4)=LF(4)-D(D)=9-5=4


5. Kegiatan E                          5. Kegiatan C
   ES(5)=ES(4)+SS(4-5)=4+2=6              LF(3)=LF(7)-SF(3-7)+D(C)=10-7+5=8
   ES(5)=EF(2)+FS(2-5)=5+1=6              LS(3)=LF(3)-D(C)=8-5=3
   EF(5)=ES(5)+D(E)=6+4=10
                                       6. Kegiatan B
6. Kegiatan F                             LF(2)=LF(4)-SF(2-4)+D(B)=9-8+4=5
   ES(6)=ES(5)+SS(5-6)=6+1=7              LF(2)=LS(5)-FS(2-5)=6-1=5
   EF(6)=ES(6)+D(F)=7+3=10                LF(2)=LF(3)-FF(2-3)=8-3=5
                                          LS(2)=F(2)-D(B)=5-4=1
7. Kegiatan G
   ES(7)=ES(5)+SF(5-7)-D(G)=6+4-5=5    7. Kegiatan A
   ES(7)=EF(6)+FF(6-7)-D(G)=10+0-5=5      LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   EF(7)=ES(7)+D(G)=5+5=10                LF(1)=LS(3)-FS(1-3)=3-1=2
                                          LS(1)=LF(1-D(1)=2-2=0




                                                                               27
1. DIAGRAM PEKERJAAN TOKO TIPE A2

                                                        SS(4-5)=2


                                                           4
                                                  4    D       5    9

                                    SF(2-4)=8     4                 9         SS(5-6)=1              FF(6-7)=0
           SS(1-2)=1

               1                    2                                              5                        6                    7
                                                        FS(2-5)=1
       0   A       2   2    1   B       4   5                             6    E       4   10    7      F       3   10   5   G       5   10

       0               2    1               5                             6                10    7                  10   5               10
                                                      FF(2-3)=3

                                                                                                 SF(5-7)=7
                                                           3
                                FS(1-3)=1         3    C       5    8

                                                  3                 8




                                                Gambar 4.1. Diagram PDM Pekerjaan Toko Tipe A2


                                                                                                                                              28
4.4.2.2 Pekerjaan Toko Tipe A3
      Pada pekerjaan pembangunan toko tipe A3, terdapat 7 item pekerjaan,
yaitu: pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan beton,
pekerjaan pasangan, pengecatan, pekerjaan listrik, pekerjaan atap dan plafond.
      Analisa ketergantungan:
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi dapat dimulai setelah 1 minggu pekerjaan
     persiapan mulai.
2.   Pekerjaan beton dapat dimulai 1 minggu setelah pekerjaan persiapan
     selesai.
3.   Pekerjaan beton dapat diselesaikan setelah 3 minggu pekerjaan tanah dan
     pondasi mulai.
4.   Pekerjaan pasangan selesai setelah 8 minggu pekerjaan tanah dan pondasi
     mulai.
5.   Pekerjaan pengecatan mulai 1 minggu setelah pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai.
6.   Pekerjaan pengecatan mulai setelah 2 minggu pekerjaan pasangan mulai.
7.   Pekerjaan listrik mulai setelah 1 minggu pekerjaan pengecatan mulai.
8.   Pekerjaan atap dan plafond selesai setelah 4 minggu pekerjaan pengecatan
     mulai.
9.   Pekerjaan atap dan plafond selesai bersamaan dengan pekerjaan listrik
     selesai.
Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk Toko Tipe A3 (2 bangunan)
NO    SIMBOL    NAMA KEGIATAN                DURASI        KONSTRAIN
 1       A      PEK. PERSIAPAN                 2               -

 2       B      PEK. TANAH DAN PONDASI           4          SS(1-2)=1

 3       C      PEK. BETON                       5          FS(1-3)=1
                                                            FF(2-3)=3

 4       D      PEK. PASANGAN                    5          SF(2-4)=8

 5       E      PENGECETAN                       4          FS(2-5)=1
                                                            SS(4-5)=2

 6       F      PEK. LISTRIK                     3          SS(5-6)=1

 7       G      PEK. ATAP DAN PLAFOND            5          SF(5-7)=4
                                                            FF(6-7)=0
          Tabel 4.2 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk toko tipe A3



                                                                             29
UNTUK PEKERJAAN TOKO TIPE A3

Hitungan maju:                         Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                          1. Kegiatan G
   Dianggap mulai awal=0                  Dimulai dari kegiatan terakhir (G)
   ES (1) = 0                             LF(7)=EF(7)=10
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2
                                          LS(7)=LF(7)-D(G)=10-5=5
2. Kegiatan B
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1           2. Kegiatan F
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+4=5                 LF(6)=LF(7)-FF(6-7)=10-0=10
                                          LS(6)=LF(6)-D(F)=10-3=7
3. Kegiatan C
   ES(3)=EF(2)+FF(2-3)-D(C)=5+3-5=3
                                       3. Kegiatan E
   ES(3)=EF(1)+FS(1-3)=2+1=3
   EF(3)=ES(3)+D(C)=3+5=8                 LF(5)=LS(6)-SS(5-6)+D(E)=7-1+4=10
                                          LF(5)=LF(7)-SF(5-7)+D(E)=10-4+4=10
4. Kegiatan D                             LS(5)=LF(5)-D(E)=10-4=6
   ES(4)=ES(2)+SF(2-4)-D(D)=1+8-5=4
   EF(4)=ES(4)+D(D)=4+5=9              4. Kegiatan D
                                          LF(4)=LS(5)-SS(4-5)+D(D)=6-2+5=9
5. Kegiatan E
   ES(5)=ES(4)+SS(4-5)=4+2=6              LS(4)=LF(4)-D(D)=9-4=5
   ES(5)=EF(2)+FS(2-5)=5+1=6
   EF(5)=ES(5)+D(E)=6+4=10             5. Kegiatan C
                                          LF(3)=LF(7)-SF(3-7)+D(C)=10-7+5=8
6. Kegiatan F                             LS(3)=LF(3)-D(C)=8-5=3
   ES(6)=ES(5)+SS(5-6)=6+1=7
   EF(6)=ES(6)+D(F)=7+3=10
                                       6. Kegiatan B
7. Kegiatan G                             LF(2)=LF(4)-SF(2-4)+D(B)=9-8+4=5
   ES(7)=ES(5)+SF(5-7)-D(G)=6+4-5=5       LF(2)=LS(5)-FS(2-5)=6-1=5
   ES(7)=EF(6)+FF(6-7)-D(G)=10+0-5=5      LF(2)=LF(3)-FF(2-3)=8-3=5
   EF(7)=ES(7)+D(G)=5+5=10                LS(2)=F(2)-D(B)=5-4=1

                                       7. Kegiatan A
                                          LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
                                          LF(1)=LS(3)-FS(1-3)=3-1=2
                                          LS(1)=LF(1-D(1)=2-2=0




                                                                               30
2. DIAGRAM PEKERJAAN TOKO TIPE A3



                                                                 SS(4-5)=2


                                                                       4
                                                             4     D       5   9


                                                 SF(2-4)=8   4                 9
               SS(1-2)=1                                                                 SS(5-6)=1                 FF(6-7)=0


                   1                         2                                                5                          6                    7
                                                                 FS(2-5)=1
          0    A       2   2        1    B        4   5                              6    E       4   10       7     F       3   10   5   G       5   10

          0                2        1                 5                              6                10       7                 10   5               10
                                                             FF(2-3)=3

                                                                                                                   SF(5-7)=4
                                                                       3
                                                             3     C       5   8
                                        FS(1-3)=1
                                                             3                 8




                                                              Gambar 4.2. Diagram PDM Pekerjaan Toko Tipe A3
                                                                                                                                                           31
4.4.2.3 Pekerjaan Utilitas Lingkungan
      Pekerjaan utilitas lingkungan terdapat 3 item pekerjaan, yaitu pekerjaan
persiapan, instalasi penerangan jalan, pekerjaan box culvert.
Analisa ketergantungan:
1.   Pekerjaan instalasi penerangan jalan selesai setelah 6 minggu pekerjaan
     persiapan selesai.
2.   Pekerjaan box culvert selesai setelah 7 minggu pekerjaan persiapan selesai.
3.   Pekerjaan box culvert selesai setelah 7 minggu pekerjaan instalasi
     penerangan jalan mulai.


Hubungan Pekerjaan (Konstrain) Untuk Utilitas Lingkungan
NO SIMBOL NAMA KEGIATAN                           DURASI        KONSTRAIN
 1       A      PEK. PERSIAPAN                       3                -

 2       B      INSTALASI PENERANGAN                 6           FF(1-2)=6
                JALAN

 3       C      PEK. BOX CULVERT                     8           FF(1-3)=7
                                                                 SF(2-3)=7


Tabel 4.3 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk Pekerjaan Utilitas Lingkungan




                                                                                 32
UNTUK PEKERJAAN UTILITAS LINGKUNGAN

Hitungan maju:                        Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                         1. Kegiatan C
   Dianggap mulai awal=0                 Dimulai dari kegiatan terakhir (C)
   ES (1) = 0                            LF(3)=EF(3)=10
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+3=3             LS(3)=LF(3)-D(C)=10-8=2


2. Kegiatan B                         2. Kegiatan B
   ES(2)=EF(1)+FF(1-2)-D(B)=3+6-6=3      LF(2)=LF(3)-SF(2-3)+D(B)=10-7+6=9
   EF(2)=ES(2)+D(B)=3+6=9                LS(2)=LF(2)-D(B)=9-6=3


3. Kegiatan C                         3. Kegiatan A
   ES(3)=ES(2)+SF(2-3)-D(C)=3+7-8=2      LF(1)=LF(2)-FF(1-2)=9-6=3
   EF(3)=ES(3)+D(C)=2+8=10               LF(1)=LF(3)-FF(1-3)=10-7=3
                                         LS(1)=LF(1)-D(A)=3-3=0




                                                                              33
3. DIAGRAM PEKERJAAN UTILITAS LINGKUNGAN




                                  FF(1-2)=6                                    SF(2-3)=7


                                       1                                          2                     3
                              0    A       3   3                           3 B        6    9    2   C       8   10

                              0                3                           3               9    2               10
                                                                               SS(1-2)=1


                                                               FF(1-3)=7




                                                   Gambar 4.3. Diagram PDM Pekerjaan Utilitas Lingkungan

                                                                                                                     34
4.4.2.4 Pekerjaan Median Jalan Dan Pulau
      Pekerjaan median jalan dan pulau terdapat 4 item pekerjaan, yaitu
pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan pasangan dan pekerjaan
vegetasi.
      Analisa ketergantungan :
1.   Pekerjaan tanah dapat dimulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan mulai.
2.   Pekerjaan pasangan mulai 1 minggu setelah pekerjaan persiapan selesai.
3.   Pekerjaan pasangan mulai setelah 2 minggu pekerjaan tanah mulai.
4.   Pekerjaan vegetasi mulai setelah 3 minggu pekerjaan pasangan mulai.


Hubungan Pekerjaan (Konstrain) Median Jalan Dan Pulau

NO SIMBOL NAMA KEGIATAN                      DURASI        KONSTRAIN
 1          A   PEK. PERSIAPAN                   2               -


 2          B   PEK. TANAH                       4          SS(1-2)=1


 3       C      PEK. PASANGAN                    5          FS(1-3)=1
                                                            SS(2-3)=2


 4       D      VEGETASI                         3          SS(3-4)=3


 Tabel 4.4 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk pekerjaan Median Jalan dan
                                 Pulau




                                                                              35
UNTUK PEKERJAAN MEDIAN JALAN & PULAU

Hitungan maju:                 Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                  1. Kegiatan D
   Dianggap mulai awal=0          Dimulai dari kegiatan terakhir (D)
   ES (1) = 0                     LF(4)=EF(4)=9
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2      LS(4)=LF(4)-D(D)=9-3=6


2. Kegiatan B                  2. Kegiatan C
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1      LF(3)=LS(4)-SS(3-4)+D(C)=6-3+5=8
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+4=5         LS(3)=LF(3)-D(C)=8-5=3


3. Kegiatan C                  3. Kegiatan B
   ES(3)=ES(2)+SS(2-3)=1+2=3      LF(2)=LS(3)-SS(2-3)+D(B)=3-2+4=5
   ES(3)=EF(1)+FS(1-3)=2+1=3      LS(2)=LF(2)-D(B)=5-4=1
   EF(3)=ES(3)+D(C)=3+5=8
                               4. Kegiatan A
4. Kegiatan D                     LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   ES(4)=ES(3)+SS(3-4)=3+3=6      LF(1)=LS(3)-FS(1-3)=3-1=2
   EF(4)=ES(4)+D(D)=6+3=9         LS(1)=LF(1)-D(A)=2-2=0




                                                                       36
4. DIAGRAM PEKERJAAN MEDIAN JALAN DAN PULAU




                                          SS(1-2)=1                  SS(2-3)=2                SS(3-4)=3


                                               1                         2                           3                   4
                                      0    A       2   2         1   B       4   5        3      C       5   8   6   D       3   9

                                      0                2         1               5        3                  8   6               9


                                                                                     FS(1-3)=1




                                                   Gambar 4.4. Diagram PDM Pekerjaan Median Jalan dan Pulau


                                                                                                                                     37
4.4.2.5 Pekerjaan Ground Tank
      Pekerjaan ground tank terdapat 5 item pekerjaan, yaitu pekerjaan
persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan beton, pekerjaan listrik dan
pekerjaan sanitair.
      Analisa ketergantungan:
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan
     mulai.
2.   Pekerjaan beton mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan selesai.
3.   Pekerjaan beton selesai setelah 5 minggu pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai.
4.   Pekerjaan listrik mulai 3 minggu setelah pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai.
5.   Pekerjaan listrik selesai setelah 7 minggu pekerjaan beton mulai.
6.   Pekerjaan sanitair mulai setelah 1 minggu pekerjaan listrik mulai.


Hubungan Pekerjaan (Konstrain) Untuk Ground Tank


NO SIMBOL NAMA KEGIATAN                         DURASI        KONSTRAIN
 1    A   PEK. PERSIAPAN                          2               -

 2       B       PEK. TANAH DAN                    3           SS(1-2)=1
                 PONDASI

 3       C       PEK. BETON                        6           FS(1-3)=1
                                                               FF(2-3)=5

 4       D       PEK. LISTRIK                      3           FS(2-4)=3
                                                               SF(3-4)=7

 5       E       PEK. SANITAIR                     2           SS(4-5)=1


     Tabel 4.5 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk pekerjaan Ground Tank




                                                                            38
UNTUK PEKERJAAN GROUND TANK

Hitungan maju:                        Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                         1. Kegiatan E
   Dianggap mulai awal=0                 Dimulai dari kegiatan terakhir (E)
   ES (1) = 0                            LF(5)=EF(5)=10
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2             LS(5)=LF(5)-D(E)=10-2=8


2. Kegiatan B                         2. Kegiatan D
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1             LF(4)=LS(5)-SS(4-5)+D(D)=8-1+3=10
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+3=4                LS(4)=LF(4)-D(D)=10-3=7


3. Kegiatan C                         3. Kegiatan C
   ES(3)=EF(2)+FF(2-3)-D(C)=4+5-6=3      LF(3)=LF(4)-SF(3-4)+D(C)=10-7+6=9
   ES(3)=EF(1)+FS(1-3)=2+1=3             LS(3)=LF(3)-D(C)=9-6=3
   EF(3)=ES(3)+D(C)=3+6=9
                                      4. Kegiatan B
4. Kegiatan D                            LF(2)=LS(4)-FS(2-5)=7-3=4
   ES(4)=ES(3)+SF(3-4)-D(D)=3+7-3=7      LF(2)=LF(3)-FF(2-3)=9-5=4
   EF(4)=ES(4)+D(D)=7+3=10               LS(2)=LF(2)-D(B)=4-3=1


5. Kegiatan E                         5. Kegiatan A
   ES(5)=ES(4)+SS(4-5)=7+1=8             LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   EF(5)=ES(5)+D(E)=8+2=10               LF(1)=LS(3)-FS(1-3)=3-1=2
                                         LS(1)=LF(1)-D(2)=2-2=0




                                                                              39
5. DIAGRAM PEKERJAAN GROUND TANK



                                                         FS(2-4)=3

                 SS(1-2)=1                                           SF(3-4)=7                            SS(4-5)=1


                      1                    2                              3                      4                            5
             0    A       2   2    1   B       3   4          3       C       6   9      7   D       3   10           8   E       2   10

             0                2    1               4          3                   9      7               10           8               10


                                                          FF(2-3)=5

                                       FS(1-3)=1




                                                       Gambar 4.5. Diagram PDM Pekerjaan Ground Tank



                                                                                                                                           40
4.4.2.6 PEKERJAAN TANDON AIR
      Pada pekerjaan tandon air terdapat 6 item pekerjaan, yaitu pekerjaan
persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan rangka besi, pekerjaan kayu
dan pengecatan.
      Analisa ketergantungan :
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan
     mulai
2.   Pekerjaan rangka besi mulai setelah 1 minggu pekerjaan tanah dan pondasi
     mulai.
3.   Pekerjaan kayu mulai 1 minggu setelah pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai.
4.   Pekerjaan pengecatan selesai setelah 1 minggu pekerjaan rangka besi
     selesai.
5.   Pekerjaan pengecatan selesai setelah 2 minggu pekerjaan kayu mulai.
6.   Pekerjaan sanitair selesai setelah 2 minggu pekerjaan pengecatan mulai.


Hubungan Pekerjaan (Konstrain) Pekerjaan Tandon Air

NO SIMBOL NAMA KEGIATAN                       DURASI       KONSTRAIN
 1    A   PEK. PERSIAPAN                        2              -

 2       B      PEK. TANAH DAN                   2          SS(1-2)=1
                PONDASI

 3       C      PEK. RANGKA BESI                 3          SS(2-3)=1

 4       D      PEK. KAYU                        2           FS(2-4)=1

 5       E      PENGECATAN                       2           FF(3-5)=1
                                                             SF(4-5)=2

 6       F      PEK. SANITAIR                    2           SF(5-6)=2

     Table 4.6 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk Pekerjaan Tandon Air




                                                                               41
UNTUK PEKERJAAN TANDON AIR

Hitungan maju:                        Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                         1. Kegiatan F
   Dianggap mulai awal=0                 Dimulai dari kegiatan terakhir (F)
   ES (1) = 0                            LF(6)=EF(6)=6
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2             LS(6)=LF(6)-D(F)=6-2=4


2. Kegiatan B                         2. Kegiatan E
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1             LF(5)=LF(6)-SF(5-6)+D(E)=6-2+2=6
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+2=3                LS(5)=LF(5)-D(E)=6-2=4


3. Kegiatan C                         3. Kegiatan D
   ES(3)=ES(2)+SS(2-3)=1+1=2             LF(4)=LF(5)-SF(4-5)+D(D)=6-2+2=6
   EF(3)=ES(3)+D(C)=2+3=5                LS(4)=LF(4)-D(D)=6-2=4


4. Kegiatan D                         4. Kegiatan C
   ES(4)=EF(2)+FS(2-4)=3+1=4             LF(3)=LF(5)-FF(3-5)=6-1=5
   EF(4)=ES(4)+D(D)=4+2=6                LS(3)=LF(3)-D(C)=5-3=2


5. Kegiatan E                         5. Kegiatan B
   ES(5)=ES(4)+SF(4-5)-D(E)=4+2-2=4      LF(2)=LS(4)-FS(2-4)=4-1=3
   ES(5)=EF(3)+FF(3-5)-D(E)=5+1-2=4      LF(2)=LS(3)-SS(2-3)+D(B)=2-1+2=3
   EF(5)=ES(5)+D(E)=4+2=6                LS(2)=LF(2)-D(B)=3-2=1


6. Kegiatan F                         6. Kegiatan A
   ES(6)=ES(5)+SF(5-6)-D(F)=4+2-2=4      LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   EF(6)=ES(6)+D(F)=4+2=6                LS(1)=LF(1)-D(A)=2-2=0




                                                                              42
6. DIAGRAM PEKERJAAN TANDON AIR




              SS(1-2)=1                           FS(2-4)=1                                SF(4-5)=2                SF(5-6)=2



                   1                      2                             3                       4                       5                   6
          0    A       2   2      1   B       2   3           2     C       3   5      4    D       2   6       4   E       2   6   4   F       2   6

          0                2      1               3            2                5      4                6       4               6   4               6


                                                        SS(2-3)=1                                   FF(3-5)=1




                                                              Gambar 4.6. Diagram PDM Pekerjaan Tandon Air

                                                                                                                                                        43
4.4.2.7 Pekerjaan Taman Air Mancur
       Pada pekerjaan taman air mancur terdapat 5 item pekerjaan, yaitu :
pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan pasangan, pengecatan dan
pekerjaan instalasi air mancur.
       Analisa ketergantungan :
1. Pekerjaan tanah mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan mulai.
2. Pekerjaan pasangan selesai setelah 6 minggu pekerjaan persiapan mulai.
3. Pekerjaan pasangan mulai setelah 1 minggu pekerjaan tanah mulai.
4. Pekerjaan pengecatan selesai setelah 5 minggu pekerjaan tanah selesai.
5. Pekerjaan instalasi air mancur selesai setelah 1 minggu pekerjaan pasangan
     selesai.
6. Pekerjaan instalasi air mancur selesai setelah 1 minggu pekerjaan
     pengecatan mulai.

Hubungan Pekerjaan (Kostrain) Untuk Taman Air Mancur

NO SIMBOL NAMA KEGIATAN                     DURASI       KONSTRAIN
 1    A   PEK. PERSIAPAN                      2              -

 2        B      PEK. TANAH                     2          SS(1-2)=1

 3        C      PEK. PASANGAN                  5          SF(1-3)=6
                                                           SS(2-3)=1

 4        D      PENGECETAN                     3          FF(2-4)=5

 5        E      INSTALASI AIR MANCUR           2          FF(3-5)=1
                                                           SF(4-5)=1

Table 4.7 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk Pekerjaan Taman Air Mancur




                                                                            44
UNTUK PEKERJAAN TAMAN AIR MANCUR

Hitungan maju:                        Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                         1. Kegiatan E
   Dianggap mulai awal=0                 Dimulai dari kegiatan terakhir (E)
   ES (1) = 0                            LF(5)=EF(5)=8
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2             LS(5)=LF(5)-D(E)=8-2=6


2. Kegiatan B                         2. Kegiatan D
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1             LF(4)=LF(5)-SF(4-5)+D(D)=8-3+3=8
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+2=3                LS(4)=LF(4)-D(D)=8-3=5


3. Kegiatan C                         3. Kegiatan C
   ES(3)=ES(1)+SF(1-3)-D(C)=0+6-5=1      LF(3)=LF(5)-FF(3-5)=8-1=7
   ES(3)=ES(2)+SS(2-3)=1+1=2             LS(3)=LF(3)-D(C)=7-5=2
   EF(3)=ES(3)+D(C)=2+5=7
                                      4. Kegiatan B
4. Kegiatan D                            LF(2)=LF(4)-FF(2-4)=8-5=3
   ES(4)=EF(2)+FF(2-4)-D(D)=3+5-3=5      LF(2)=LS(3)-SS(2-3)+D(B)=2-1+2=3
   EF(4)=ES(4)+D(D)=5+3=8                LS(2)=LF(2)-D(B)=3-2=1


5. Kegiatan E                         5. Kegiatan A
   ES(5)=EF(3)+FF(3-5)-D(E)=7+1-2=6      LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   ES(5)=ES(4)+SF(4-5)-D(E)=5+3-2=6      LF(1)=LF(3)-SF(1-3)+D(A)=7-6+2=3
   EF(5)=ES(5)+D(E)=6+2=8                LS(1)=LF(1)-D(A)=2-2=0




                                                                              45
7. DIAGRAM PEKERJAAN TAMAN AIR MANCUR



                                                                                    SF(4-5)=3

                                                                   FF(2-4)=5             4
                                                                                2   D        3      5

                                                                                5                   8
                                   SS(1-2)=1


                                        1                          2                                                 5
                               0   A        2   2       1      B       2   3                                 6   E       2   8

                               0                2        1                 3                                 6               8
                                                                                                 FF(3-5)=1


                                                                                         3
                                                                SS(2-3)=1       2    C       5      7

                                                                                2                   7
                                                             SF(1-3)=6




                                                    Gambar 4.7. Diagram PDM Pekerjaan Taman Air Mancur


                                                                                                                                 46
4.4.2.8 Pekerjaan Pembuatan Pagar
      Pada pekerjaan pembuatan pagar terdapat 6 item pekerjaan, yaitu
pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan beton, pekerjaan
pasangan, pekerjaan pagar, dan pekerjaan pengecatan.
      Analisa ketergantungan, yaitu :
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi mulai setalah 1 minggu pekerjaan persiapan
     mulai.
2.   Pekerjaan beton mulai setelah 3 minggu pekerjaan tanah dan pondasi mulai.
3.   Pekerjaan pasangan mulai 3 minggu setelah pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai.
4.   Pekerjaan pasangan mulai setelah 4 minggu pekerjaan beton mulai.
5.   Pekerjaan pengecatan mulai setelah 1 minggu pekerjaan pagar mulai.

Hubungan Pekerjaan (Konstrain) Untuk Pembuatan Pagar

NO SIMBOL NAMA KEGIATAN                      DURASI       KONSTRAIN
 1    A   PEK. PERSIAPAN                       2              -

 2       B      PEK. TANAH DAN                  4          SS(1-2)=1
                PONDASI


 3       C      PEK. BETON                      8          SS(2-3)=3

 4       D      PEK. PASANGAN                   4          FS(2-4)=3
                                                           SS(3-4)=4

 5       E      PEK. PAGAR                      3          SS(4-5)=1


 6       F      PENGECETAN                      3          SS(5-6)=1



       Table 4.8 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk Pekerjaan Pagar




                                                                            47
UNTUK PEKERJAAN PAGAR

Hitungan maju:                  Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                   1. Kegiatan F
   Dianggap mulai awal=0           Dimulai dari kegiatan terakhir (F)
   ES (1) = 0                      LF(6)=EF(6)=13
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2       LS(6)=LF(6)-D(F)=13-3=10


2. Kegiatan B                   2. Kegiatan E
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1       LF(5)=LS(6)-SS(5-6)+D(E)=10-1+3=12
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+4=5          LS(5)=LF(5)-D(E)=12-3=9


3. Kegiatan C                   3. Kegiatan D
   ES(3)=ES(2)+SS(2-3)=1+3=4       LF(4)=LS(5)-SS(4-5)+D(D)=9-1+4=12
   EF(3)=ES(3)+D(C)=4+8=12         LS(4)=LF(4)-D(D)=12-4=8


4. Kegiatan D                   4. Kegiatan C
   ES(4)=ES(3)+SS(3-4)=4+4=8       LF(3)=LS(4)-SS(3-4)+D(C)=8-4+8=12
   ES(4)=EF(2)+FS(2-4)=5+3=8       LS(3)=LF(3)-D(C)=12-8=4
   EF(4)=ES(4)+D(D)=8+4=12
                                5. Kegiatan B
5. Kegiatan E                      LF(2)=LS(3)-SS(2-3)+D(B)=4-3+4=5
   ES(5)=ES(4)+SS(4-5)=8+1=9       LF(2)=LS(4)-FS(2-4)=8-3=5
   EF(5)=ES(5)+D(E)=9+3=12         LS(2)=LF(2)-D(B)=5-4=1


6. Kegiatan F                   6. Kegiatan A
   ES(6)=ES(5)+SS(5-6)=9+1=10      LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   EF(6)=ES(6)+D(F)=10+3=13        LS(1)=LF(1)-D(A)=2-2=0




                                                                        48
8. DIAGRAM PEKERJAAN PAGAR




                                                                              SS(4-5)=1

                                                 FS(2-4)=3                          4
                                                                         8      D       4   12

                                                                         8                  12
                             SS(1-2)=1                SS(2-3)=3                                          SS(5-6)=1


                                 1                     2                                                     5                     6
                        0    A       2   2   1    B        4   5                                     9   E       3   12   10   F       3   13
                                                                             SS(3-4)=4
                        0                2   1                 5                                     9               12   10               13



                                                                                    3
                                                                         4      C       8   12

                                                                         4                  12



                                                           Gambar 4.8. Diagram PDM Pekerjaan Pagar

                                                                                                                                                49
4.4.2.9 PEKERJAAN GERBANG UTAMA
      Pada pekerjaan gerbang utama terdapat 7 ietm pekerjaan, yaitu pekerjaan
persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan beton, pekerjaan pasangan,
pekerjaan kayu dan plafond, pengecatan dan pekerjaan listrik.
      Analisa ketergantungan :
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan
     mulai.
2.   Pekerjaan beton mulai 1 minggu setelah pekerjaan persiapan selesai.
3.   Pekerjaan beton mulai setelah 2 minggu pekerjaan tanah dan pondasi mulai.
4.   Pekerjaan pasangan mulai 2 minggu setelah pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai.
5.   Pekerjaan pasangan mulai 3 minggu setelah pekerjaan beton mulai.
6.   Pekerjaan kayu dan plafond selesai setelah 1 minggu pekerjaan beton
     selesai.
7.   Pekerjaan kayu dan plafond mulai setelah 1 minggu pekerjaan pasangan
     mulai.
8.   Pekerjaan pengecatan selesai setelah 3 minggu pekerjaan kayu dan plafond
     mulai.
9.   Pekerjaan     listrik   selesai   bersamaan    dengan   selesainya     pekerjaan
     pengecatan.
10. Pekerjaan listrik mulai 2 minggu sebelum pekerjaan pengecatan mulai.

Hubungan Pekerjaan (Konstrain) Untuk Gerbang Utama

NO    SIMBOL     NAMA KEGIATAN                     DURASI     KONSTRAIN
 1       A       PEK. PERSIAPAN                      2            -

 2       B       PEK. TANAH DAN PONDASI              3         SS(1-2)=1

 3       C       PEK. BETON                          5         FS(1-3)=1
                                                               SS(2-3)=2

 4       D       PEK. PASANGAN                       3         FS(2-4)=2
                                                               SS(3-4)=3

 5       E       PEK. KAYU DAN PLAFOND               2         FF(3-5)=1
                                                               SS(4-5)=1

 6       F       PENGECETAN                          2         SF(5-6)=3

 7       G       PEK. LISTRIK                        3         FF(5-7)=0
                                                               SS(6-7)=-2


                                                                                  50
  Tabel 4.9 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk Pekerjaan Gerbang Utama

UNTUK PEKERJAAN GERBANG UTAMA

Hitungan maju:                        Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                             1. Kegiatan G
   Dianggap mulai awal=0                  Dimulai dari kegiatan terakhir (G)
   ES (1) = 0                             LF(7)=EF(7)=9
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2              LS(7)=LF(7)-D(G)=9-3=6


2. Kegiatan B                             2. Kegiatan F
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1              LF(6)=LS(7)-SS(6-7)+D(F)=6-(-2)+2=10
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+3=4                 LS(6)=LF(6)-D(F)=10-2=8


3. Kegiatan C                         3. Kegiatan E
   ES(3)=EF(1)+FS(1-3)=2+1=3             LF(5)=LF(6)-SF(5-6)+D(E)=10-3+2=9
   ES(3)=ES(2)+SS(2-3)=1+2=3             LF(5)=LF(7)-FF(5-7)=9-0=9
   EF(3)=ES(3)+D(C)=3+5=8                LS(5)=LF(5)-D(E)=9-2=7


4. Kegiatan D                         4. Kegiatan D
   ES(4)=EF(2)+FS(2-4)=4+2=6             LF(4)=LS(5)-SS(4-5)+D(D)=7-1+3=9
   ES(4)=ES(3)+SS(3-4)=3+3=6             LS(4)=LF(4)-D(D)=9-3=6
   EF(4)=ES(4)+D(D)=6+3=9
                                      5. Kegiatan C
5. Kegiatan E                            LF(3)=LS(4)-SS(3-4)+D(C)=6-3+5=8
   ES(5)=ES(4)+SS(4-5)=6+1=7             LF(3)=LF(5)-FF(3-5)=9-1=8
   ES(5)=EF(3)+FF(3-5)-D(E)=8+1-2=7      LS(3)=LF(3)-D(C)=8-5=3
   EF(5)=ES(5)+D(E)=7+2=9
                                      6. Kegiatan B
6. Kegiatan F                            LF(2)=LS(4)-FS(2-4)=6-2=4
   ES(6)=ES(5)+SF(5-6)-D(F)=7+3-2=8      LF(2)=LS(3)-SS(2-3)+D(B)=3-2+3=4
   EF(6)=ES(6)+D(F)=8+2=10               LS(2)=F(2)-D(B)=4-3=1


7. Kegiatan G                         7. Kegiatan A
   ES(7)=EF(5)+FF(5-7)-D(G)=9+0-3=6      LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   ES(7)=ES(6)+SS(6-7)=8+(-2)=6          LF(1)=LS(3)-FS(1-3)=3-1=2
   EF(7)=ES(7)+D(G)=6+3=9                LS(1)=LF(1-D(A)=2-2=0




                                                                                 51
9. DIAGRAM PEKERJAAN GERBANG UTAMA
                                                            SS(4-5)=1

                                         FS(2-4)=2
                                                                  4
                                                        6     D       3   9

                                                        6                 9                                 FF(5-7)=0

             SS(1-2)=1                                                                                                SS(6-7)=-2

                 1                       2                                                    5                           6                    7
         0   A       2   2   1       B       3   4           SS(3-4)=3            7       E       2   9        8      F       2   10   6   G       3   9

         0               2    1                  4                                7                   9        8                  10   6               9

                                      SS(2-3)=2
                                                                                                          SF(5-6)=3
                                                                  3
                                                        3     C       5   8

                                                        3                 8

                                     FS(1-3)=1
                                                                              FF(3-5)=1

                                                     Gambar 4.9. Diagram PDM Pekerjaan Gerbang Utama



                                                                                                                                                           52
4.4.2.10 PEKERJAAN POS JAGA DAN POS POLISI
      Pekerjaan pos jaga dan pos polisi terdapat 9 ietem pekerjaan, yaitu
pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan beton, pekerjaan
pasangan, pekerjaan kayu dan plafond, pengecatan, pekerjaan listrik, pekerjaan
atap dan pekerjaan lain-lain.
      Analisa ketergantungan :
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan
     mulai.
2.   Pekerjaan beton mulai 1 minggu setelah pekerjaan persiapan selesai.
3.   Pekerjaan beton mulai setelah 2 minggu pekerjaan tanah dan pondasi mulai.
4.   Pekerjaan pasangan mulai 2 minggu setelah pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai.
5.   Pekerjaan pasangan mulai setelah 3 minggu pekerjaan beton mulai.
6.   Pekerjaan kayu dan plafond selesai setelah 1 minggu pekerjaan beton
     slesai.
7.   Pekerjaan beton mulai setelah 1 minggu pekerjaan pasangan mulai.
8.   Pekerjaan pengecatan mulai 1 minggu setelah pekerjaan kayu dan plafond
     muali.
9.   Pekerjaan listrik selesai bersamaan dengan pekerjaan kayu dan plafond
     selesai.
10. Pekerjaan listrik mulai 2 minggu sebelum pekerjaan pengecatan mulai.
11. Pekerjaan atap mulai bersamaan waktunya dengan mulainya pekerjaan
     listrik.
12. Pekerjaan lain-lain selesai setelah 4 minggu pekerjaan listrik mulai.
13. Pekerjaan lain-lain mulai setelah 2 minggu pekerjaan atap mulai.


Hubungan Pekerjaan (Konstrain) Untuk Pos Jaga Dan Pos Polisi
NO    SIMBOL    NAMA KEGIATAN                  DURASI        KONSTRAIN
 1       A      PEK. PERSIAPAN                   2               -

 2         B    PEK. TANAH DAN PONDASI            3           SS(1-2)=1

 3        C     PEK. BETON                        5           FS(1-3)=1
                                                              SS(2-3)=2

 4        D     PEK. PASANGAN                     3           FS(2-4)=2
                                                              SS(3-4)=3




                                                                            53
5      E     PEK. KAYU DAN PLAFOND           2         FF(3-5)=1
                                                       SS(4-5)=1

6      F     PENGECETAN                      2         SS(5-6)=1

7      G     PEK. LISTRIK                    3         FF(5-7)=0
                                                       SS(6-7)=-2

8      H     PEK. ATAP                       3         SS(7-8)=0

9      I     PEK. LAIN-LAIN                  2         SF(7-9)=4
                                                       SS(8-9)=2


Tabel 4.10 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk pekerjaan Pos Jaga dan Pos
                                 Polisi




                                                                        54
UNTUK PEKERJAAN POS JAGA DAN POS POLISI

Hitungan maju:                        Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                         1. Kegiatan I
   Dianggap mulai awal=0                 Dimulai dari kegiatan terakhir (I)
   ES (1)=0                              LF(9)=EF(9)=10
   EF (1)=ES(1)+D(A)=0+2=2               LS(9)=LF(9)-D(I)=10-2=8
2. Kegiatan B                         2. Kegiatan H
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1             LF(8)=LS(9)-SS(8-9)+D(H)=8-2+3=9
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+3=4                LS(8)=LF(8)-D(H)=9-3=6
3. Kegiatan C                         3. Kegiatan G
   ES(3)=EF(1)+FS(1-3)=2+1=3             LF(7)=LF(9)-SF(7-9)+D(G)=10-4+3=9
   ES(3)=ES(2)+SS(2-3)=1+2=3             LF(7)=LS(8)-SS(7-8)+D(G)=6-0+3=9
   EF(3)=ES(3)+D(C)=3+5=8                LS(7)=LF(7)-D(G)=9-3=6
4. Kegiatan D                         4. Kegiatan F
   ES(4)=EF(2)+FS(2-4)=4+2=6             LF(6)=LS(7)-SS(6-7)+D(F)=6-(-2)+2=10
   ES(4)=ES(3)+SS(3-4)=3+3=6             LS(6)=LF(6)-D(F)=10-2=8
   EF(4)=ES(4)+D(D)=6+3=9             5. Kegiatan E
5. Kegiatan E                            LF(5)=LS(6)-SS(5-6)+D(E)=8-1+2=9
   ES(5)=ES(4)+SS(4-5)=6+1=7             LF(5)=LF(7)-FF(5-7)=9-0=9
   ES(5)=EF(3)+FF(3-5)-D(E)=8+1-2=7      LS(5)=LF(5)-D(E)=9-2=7
   EF(5)=ES(5)+D(E)=7+2=9             6. Kegiatan D
6. Kegiatan F                            LF(4)=LS(5)-SS(4-5)+D(D)=7-1+3=9
   ES(6)=ES(5)+SS(5-6)=7+1=8             LS(4)=LF(4)-D(D)=9-3=6
   EF(6)=ES(6)+D(F)=8+2=10            7. Kegiatan C
7. Kegiatan G                            LF(3)=LS(4)-SS(3-4)+D(C)=6-3+5=8
   ES(7)=EF(5)+FF(5-7)-D(G)=9+0-3=6      LF(3)=LF(5)-FF(3-5)=9-1=8
   ES(7)=ES(6)+SS(6-7)=8+(-2)=6          LS(3)=LF(3)-D(C)=8-5=3
   EF(7)=ES(7)+D(G)=6+3=9             8. Kegiatan B
8. Kegiatan H                            LF(2)=LS(3)-SS(2-3)+D(B)=3-2+3=4
   ES(8)=ES(7)+SS(7-8)=6+0=6             LF(2)=LS(4)-FS(2-4)=6-2=4
   EF(8)=ES(8)+D(H)=6+3=9                LS(2)=LF(2)-D(B)=4-3=1
9. Kegiatan I                         9. Kegiatan A
   ES(9)=ES(8)+SS(8-9)=6+2=8             LF(1)=LS(3)-FS(1-3)=3-1=2
   ES(9)=ES(7)+SF(7-9-D(I))=6+4-2=8      LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   EF(9)=ES(9)+D(I)=8+2=10               LS(1)=LF(1)-D(A)=2-2=0




                                                                                55
10. DIAGRAM PEKERJAAN POS JAGA DAN POS POLISI


                                                                 FF(3-5)=1                  SS(6-7)=-2

                     FS(1-3)=1                                    3                             6
                                                     3       C        5   8          8      F       2   10
                                     SS(2-3)=2
                                                                                                        10
                                                     3                    8          8                                   SS(7-8)=0           SS(8-9)=2



         1                           2                                                                                       7                     8                   9
 0   A       2   2        1      B       3   4           SS(3-4)=3                        SS(5-6)=1              6       G       3   9   6    H        3   9   8   I       2   10

                                                                                                                                                                               10
 0               2        1                  4                                                                   6                   9   6                 9   8



                                                                  4                             5                                                 SF(7-9)=4
                       SS(1-2)=1                     6       D        3   9          7      E       2   9

                                                     6                    9          7                  9

                                                                                                             FF(5-7)=0
                                                 FF(2-4)=2                    SS(4-5)=1



                                                         Gambar 4.10. Diagram PDM Pekerjaan Pos Jaga dan Pos Polisi
                                                                                                                                                                               56
4.4.2.11 Pekerjaan Ruang Genzet
         Pada pekerjaan ruang genzet terdapat 9 item pekerjaan, yaitu pekerjaan
persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan beton, pekerjaan pasangan,
pekerjaan kayu dan plafond, pekerjaanpengecatan, pekerjaan listrik, pekerjaan
atap dan pekerjaan lain-lain.
Analisa ketergantungan:
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi dapat dilakukan setelah 1 minggu pekerjaan
     persiapan mulai.
2.   Pekerjaan beton mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan selesai.
3.   Pekerjaan beton mulai      setelah 2 minggu pekerjaan tanah dan pondasi
     mulai.
4.   Pekerjaan pasangan mulai setelah 1 minggu pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai.
5.   Pekerjaan pasangan mulai setelah 2 minggu pekerjaan beton mulai.
6.   Pekerjaan kayu dan plafond selesai setelah 2 minggu pekerjaan beton
     selesai.
7.   Pekerjaan kayu dan plafond mulai bersamaan dengan pekerjaan pasangan
     mulai.
8.   Pekerjaan pengecatan mulai setelah 1 minggu pekerjaan kayu dan pondasi
     mulai.
9.   Pekerjaan listrik selesai bersamaan dengan selesainya pekerjaan kayu dan
     plafond.
10. Pekerjaan listrik mulai bersamaan dengan mulainya pekerjaan pengecatan.
11. Pekerjaan atap mulai 2 minggu sebelum pekerjaan listrik mulai.
12. Pekerjaan lain-lain selesai 4 minggu setelah pekerjaan listrik mulai.
13. Pekerjaan lain-lain mulai setelah 4 minggu pekerjaan atap mulai.




                                                                            57
Hubungan Pekerjaan (Konstrain) Untuk Ruang Genzet
NO   SIMBOL   NAMA KEGIATAN               DURASI      KONSTRAIN
 1      A     PEK. PERSIAPAN                2             -

2      B      PEK. TANAH DAN PONDASI         3         SS(1-2)=1

3      C      PEK. BETON                     4         FS(1-3)=1
                                                       SS(2-3)=2

4      D      PEK. PASANGAN                  4         FS(2-4)=1
                                                       SS(3-4)=2

5      E      PEK. KAYU DAN PLAFOND          4         FF(3-5)=2
                                                       SS(4-5)=0

6       F     PENGECETAN                     4         SS(5-6)=1

7      G      PEK. LISTRIK                   3         FF(5-7)=0
                                                       SS(6-7)=0

8      H      PEK. ATAP                      4         SS(7-8)=-2

9       I     PEK. LAIN-LAIN                 2         SF(7-9)=4
                                                       SS(8-9)=4


Tabel 4.11 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk Pekerjaan Ruang Genzet




                                                                         58
UNTUK PEKERJAAN RUANG GENZET

Hitungan maju:                        Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                         1. Kegiatan I
   Dianggap mulai awal=0                 Dimulai dari kegiatan terakhir (I)
   ES (1) = 0                            LF(9)=EF(9)=10
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2             LS(9)=LF(9)-D(I)=10-2=8
2. Kegiatan B                         2. Kegiatan H
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1             LF(8)=LS(9)-SS(8-9)+D(H)=8-4+4=8
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+3=4                LS(8)=LF(8)-D(H)=8-4=4
3. Kegiatan C                         3. Kegiatan G
   ES(3)=EF(1)+FS(1-3)=2+1=3             LF(7)=LF(9)-SF(7-9)+D(G)=10-4+3=9
   ES(3)=ES(2)+SS(2-3)=1+2=3             LF(7)=LS(8)-SS(7-8)+D(G)=4-(-2)+3=9
   EF(3)=ES(3)+D(C)=3+4=7                LS(7)=LF(7)-D(G)=9-3=6
4. Kegiatan D                         4. Kegiatan F
   ES(4)=EF(2)+FS(2-4)=4+1=5             LF(6)=LS(7)-SS(6-7)+D(F)=6-0+4=10
   ES(4)=ES(3)+SS(3-4)=3+2=5             LS(6)=LF(6)-D(F)=10-4=6
   EF(4)=ES(4)+D(D)=5+4=9             5. Kegiatan E
5. Kegiatan E                            LF(5)=LS(6)-SS(5-6)+D(E)=6-1+4=9
   ES(5)=ES(4)+SS(4-5)=5+0=5             LF(5)=LF(7)-FF(5-7)=9-0=9
   ES(5)=EF(3)+FF(3-5)-D(E)=7+2-4=5      LS(5)=LF(5)-D(E)=9-4=5
   EF(5)=ES(5)+D(E)=5+4=9             6. Kegiatan D
6. Kegiatan F                            LF(4)=LS(5)-SS(4-5)+D(D)=5-0+4=9
   ES(6)=ES(5)+SS(5-6)=5+1=6             LS(4)=LF(4)-D(D)=9-4=5
   EF(6)=ES(6)+D(F)=6+4=10            7. Kegiatan C
7. Kegiatan G                            LF(3)=LS(4)-SS(3-4)+D(C)=5-2+4=7
   ES(7)=EF(5)+FF(5-7)-D(G)=9+0-3=6      LF(3)=LF(5)-FF(3-5)=9-2=7
   ES(7)=ES(6)+SS(6-7)=6+0=6             LS(3)=LF(3)-D(C)=7-4=3
   EF(7)=ES(7)+D(G)=6+3=9             8. Kegiatan B
8. Kegiatan H                            LF(2)=LS(3)-SS(2-3)+D(B)=3-2+3=4
   ES(8)=ES(7)+SS(7-8)=6+(-2)=4          LF(2)=LS(4)-FS(2-4)=5-1=4
   EF(8)=ES(8)+D(H)=4+4=8                LS(2)=LF(2)-D(B)=4-3=1
9. Kegiatan I                         9. Kegiatan A
   ES(9)=ES(8)+SS(8-9)=4+4=8             LF(1)=LS(3)-FS(1-3)=3-1=2
   ES(9)=ES(7)+SF(7-9-D(I))=6+4-2=8      LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   EF(9)=ES(9)+D(I)=8+2=10               LS(1)=LF(1)-D(A)=2-2=0




                                                                               59
11. DIAGRAM PEKERJAAN RUANG GENZET
                                                                                            FF(5-7)=0

                                                              FF(3-5)=2                     SS(5-6)=1

                     FS(1-3)=1                                    3                         5
                                                      3       C       4   7        5    E       4   9
                                     SS(2-3)=2
                                                      3                   7        5                9                               SS(8-9)=4
                                                                                                                  SS(7-8)=-2


         1                            2                                            SS(4-5)=0                        7                     8                           9
 0   A       2   2       1       B        3   4           SS(3-4)=2                                       6   G         3   9   4     H       4   8           8   I       2   10

 0               2       1                    4                                                           6                 9   4                 8           8               10


                       SS(1-2)=1
                                                                  4                         6                                                         SF(7-9)=4
                                                      5       D       4   9        6    F       4   10

                                                      5                   9        6                10


                                                  FS(2-4)=1                                  SS(6-7)=0


                                                                  Gambar 4.11. Diagram PDM Pekerjaan Ruang Genzet


                                                                                                                                                                              60
4.4.2.12 Pekerjaan Untuk Musholla
      Pada pekerjaan musholla terdapat 8 item pekerjaan, yaitu pekerjaan
persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan beton, pekerjaan pasangan,
pekerjaan kayu dan plafond, pekerjaan pengecatan, pekerjaan listrik dan
pekerjaan atap.
      Analisa ketergantungan:
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi mulai seteah 1 minggu pekerjaan persiapan
     mulai.
2.   Pekerjaan beton mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan selesai.
3.   Pekerjaan beton mulai setelah 2 minggu pekerjaan tanah dan pondasi mulai.
4.   Pekerjaan pasangan mulai setelah 1 minggu pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai
5.   Pekerjaan kayu dan plafond selesai setelah 2 minggu pekerjaan beton
     selesai.
6.   Pekerjaan kayu dan plafond mulai bersamaan dengan pekerjaan pasangan.
7.   Pekerjaan pengecatan selesai setelah 1 minggu pekerjaan pasangan
     selesai.
8.   Pekerjaan listrik selesai bersamaan dengan pekerjaan kayu dan plafond.
9.   Pekerjaan listrik mulai bersamaan dengan pekerjaan pengecatan.
10. Pekerjaan atap mulai 2 minggu setelah pekerjaan listrik mulai.


Hubungan Pekerjaan ( Konstrain ) Pekerjaan Musholla


NO    SIMBOL      NAMA KEGIATAN              DURASI        KONSTRAIN
 1       A        PEK. PERSIAPAN               2               -

 2       B        PEK. TANAH DAN PONDASI        3           SS(1-2)=1

 3       C        PEK. BETON                    4           FS(1-3)=1
                                                            SS(2-3)=2

 4       D        PEK. PASANGAN                 4           FS(2-4)=1

 5       E        PEK. KAYU DAN PLAFOND         4           FF(3-5)=2
                                                            SS(4-5)=0

 6       F        PENGECETAN                    4           FF(4-6)=1




                                                                              61
 7      G        PEK. LISTRIK                 3           FF(5-7)=0
                                                          SS(6-7)=0

 8       I       PEK. ATAP                    4           SS(7-8)=-2

        Tabel 4.11 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk Pekerjaan Musholla




UNTUK PEKERJAAN MUSHOLLA

Hitungan maju:                        Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                         1. Kegiatan H
   Dianggap mulai awal=0                 Dimulai dari kegiatan terakhir (H)
   ES (1) = 0                            LF(8)=EF(8)=8
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2             LS(8)=LF(8)-D(H)=8-4=4
2. Kegiatan B                         2. Kegiatan G
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1             LF(7)=LS(8)-SS(7-8)+D(G)=4-(-2)+3=9
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+3=4                LS(7)=LF(7)-D(G)=9-3=6
3. Kegiatan C                         3. Kegiatan F
   ES(3)=EF(1)+FS(1-3)=2+1=3             LF(6)=LS(7)-SS(6-7)+D(F)=6-0+4=10
   ES(3)=ES(2)+SS(2-3)=1+2=3             LS(6)=LF(6)-D(F)=10-4=6
   EF(3)=ES(3)+D(C)=3+4=7             4. Kegiatan E
4. Kegiatan D                            LF(5)=LF(7)-FF(5-7)=9-0=9
   ES(4)=EF(2)+FS(2-4)=4+1=5             LS(5)=LF(5)-D(E)=9-4=5
   EF(4)=ES(4)+D(D)=5+4=9             5. Kegiatan D
5. Kegiatan E                            LF(4)=LS(5)-SS(4-5)+D(D)=5-0+4=9
   ES(5)=ES(4)+SS(4-5)=5+0=5             LF(4)=LF(6)-FF(4-6)=10-1=9
   ES(5)=EF(3)+FF(3-5)-D(E)=7+2-4=5      LS(4)=LF(4)-D(D)=9-4=5
   EF(5)=ES(5)+D(E)=5+4=9             6. Kegiatan C
6. Kegiatan F                            LF(3)=LF(5)-FF(3-5)=9-2=7
   ES(6)=EF(4)+FF(4-6)-D(F)=9+1-4=6      LS(3)=LF(3)-D(C)=7-4=3
   EF(6)=ES(6)+D(F)=6+4=10            7. Kegiatan B
7. Kegiatan G                            LF(2)=LS(3)-SS(2-3)+D(B)=3-2+3=4
   ES(7)=EF(5)+FF(5-7)-D(G)=9+0-3=6      LF(2)=LS(4)-FS(2-4)=5-1=4
   ES(7)=ES(6)+SS(6-7)=6+0=6             LS(2)=LF(2)-D(B)=4-3=1
   EF(7)=ES(7)+D(G)=6+3=9             8. Kegiatan A
8. Kegiatan H                            LF(1)=LS(3)-FS(1-3)=3-1=2
   ES(8)=ES(7)+SS(7-8)=6+(-2)=4          LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   EF(8)=ES(8)+D(H)=4+4=8                LS(1)=LF(1)-D(A)=2-2=0




                                                                               62
12. DIAGRAM PEKERJAAN MUSHOLLA



                                             FS(2-4)=1                     FF(4-6)=1


                SS(1-2)=1                       2                              4
                                      1     B       3   4          5       D       4   9

                                      1                  4         5                   9
                                                                                               SS(6-7)=0               SS(7-8)=-2


                   1                                                                               6                         7                   8
                                           SS(2-3)=2                       SS(4-5)=0
           0   A       2   2                                                               6   F        4   10     6     G       3   9   4   H       4   8

           0               2                                                               6                10     6                 9   4               8



                                                3                              5
                                      3     C       4    7         5       E       4   9

                                      3                  7         5                   9
                                                                                                       FF(5-7)=0

                               FS(1-3)=1
                                                               FF(3-5)=2


                                                             Gambar 4.12. Diagram PDM Pekerjaan Ruang Musholla
                                                                                                                                                             63
4.4.2.13 Perhitungan Untuk Tempat Wudhu
       Pada pekerjaan tempat wudhu terdapat 9 item pekerjaan yaitu pekerjaan
persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan beton, pekerjaan pasangan,
pekerjaan pengecatan, pekerjaan sanitair, pekerjaan listrik, dan pekerjaan atap.
Analisa ketergantungan:
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan
     mulai.
2.   Pekerjaan beton mulai 2 minggu setelah pekerjaan tanah dan pondasi mulai.
3.   Pekerjaan pasangan mulai setelah 1 minggu pekerjaan tanah dan pondasi
     selesai.
4.   Pekerjaan pasangan selesai 2 minggu setelah pekerjaan beton selesai.
5.   Pekerjaan pengecatan selesai 2 minggu setelah pekerjaan beton selesai.
6.   Pekerjaan pengecatan selesai 4 minggu setelah pekerjaan pasangan mulai.
7.   Pekerjaan sanitair mulai 1 minggu setelah pekerjaan pasangan selesai.
8.   Pekerjaan sanitair mulai 1 minggu setelah pekerjaan pengecatan mulai.
9.   Pekerjaan listrik mulai bersamaan dengan pekerjaan sanitair.
10. Pekerjaan atap mulai 2 minggu sebelum pekerjaan listrik mulai.


Hubungan Pekerjaan ( Konstrain ) Untuk Tempat Wudhu
NO    SIMBOL    NAMA KEGIATAN                 DURASI       KONSTRAIN
 1       A      PEK. PERSIAPAN                  2              -

 2       B      PEK. TANAH DAN PONDASI           3          SS(1-2)=1

 3       C      PEK. BETON                       4          SS(2-3)=2

 4       D      PEK. PASANGAN                    4          FS(2-4)=1
                                                            FF(3-4)=2

 5       E      PENGECATAN                       4          FF(3-5)=2
                                                            SF(4-5)=4

 6       F      PEK. SANITAIR                    4          SS(5-6)=1

 7       G      PEK. LISTRIK                     3          SS(6-7)=0

 8       I      PEK. ATAP                        4          SS(7-8)=-2

Tabel 4.13 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk pekerjaan tempat Wudhu



                                                                               64
UNTUK PEKERJAAN TEMPAT WUDHU

Hitungan maju:                        Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                         1. Kegiatan H
   Dianggap mulai awal=0                 Dimulai dari kegiatan terakhir (H)
   ES (1) = 0                            LF(8)=EF(8)=8
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2             LS(8)=LF(8)-D(H)=8-4=4
2. Kegiatan B                         2. Kegiatan G
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1             LF(7)=LS(8)-SS(7-8)+D(G)=4-(-2)+3=9
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+3=4                LS(7)=LF(7)-D(G)=9-3=6
3. Kegiatan C                         3. Kegiatan F
   ES(3)=ES(2)+SS(2-3)=1+2=3             LF(6)=LS(7)-SS(6-7)+D(F)=6-0+4=10
   EF(3)=ES(3)+D(C)=3+4=7                LS(6)=LF(6)-D(F)=10-4=6
4. Kegiatan D                         4. Kegiatan E
   ES(4)=EF(2)+FS(2-4)=4+1=5             LF(5)=LS(6)-SS(5-6)+D(E)=9-1+4=9
   ES(4)=EF(3)+FF(3-4)-D(D)=7+2-4=5      LS(5)=LF(5)-D(E)=9-4=5
   EF(4)=ES(4)+D(D)=5+4=9             5. Kegiatan D
5. Kegiatan E                            LF(4)=LF(5)-SF(4-5)+D(D)=9-4+4=9
   ES(5)=ES(4)+SF(4-5)-D(E)=5+4-4=5      LS(4)=LF(4)-D(D)=9-4=5
   ES(5)=EF(3)+FF(3-5)-D(E)=7+2-4=5   6. Kegiatan C
   EF(5)=ES(5)+D(E)=5+4=9                LF(3)=LF(5)-FF(3-5)=9-2=7
6. Kegiatan F                            LF(3)=LF(4)-FF(3-4)=9-2=7
   ES(6)=ES(S)+SS(5-6)=5+1=6             LS(3)=LF(3)-D(C)=7-4=3
   EF(6)=ES(6)+D(F)=6+4=10            7. Kegiatan B
7. Kegiatan G                            LF(2)=LS(3)-SS(2-3)+D(B)=3-2+3=4
   ES(7)=ES(6)+SS(6-7)=6+0=6             LS(2)=LF(2)-D(B)=4-3=1
   EF(7)=ES(7)+D(G)=6+3=9             8. Kegiatan A
8. Kegiatan H                            LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
   ES(8)=ES(7)+SS(7-8)=6+(-2)=4          LS(1)=LF(1)-D(A)=2-2=0
   EF(8)=ES(8)+D(H)=4+4=8




                                                                               65
13. DIAGRAM PEKERJAAN TEMPAT WUDHU


                                                                 FF(3-5)=2           SS(5-6)=1

                                     SS(2-3)=2                       3                    5
                                                          3      C       4   7   5    E       4   9

                                                          3                  7   9                9          SS(7-8)=-2
               SS(1-2)=1


                   1                     2                                       SF(4-5)=4                         7                   8
           0   A       2   2   1     B       3   4                                                       6    G        3   9   4   H       4   8
                                                              FF(3-4)=2
          0                2   1                 4                                                       6                 9   4               8



                                                                     4                    6
                                                          5      D       4   9   6    F       4   10

                                                          5                  9   6                10
                                                                                                       SS(6-7)=0
                                                     FS(2-4)=1




                                                     Gambar 4.13. Diagram PDM Pekerjaan Tempat Wudhu
                                                                                                                                                   66
4.4.2.14 PERHITUNGAN UNTUK TOILET UMUM
      Pada pekerjaan toilet umum terdapat 9 item pekerjaan yaitu pekerjaan
persiapan, pekerjaan tanah dan pondasi, pekrjaan beton, pekerjaan pasangan,
pekerjaan kayu dan plafond, pekerjaan pengecatan, pekerjaan sanitair,
pekerjaan listrik dan pekerjaan atap.
      Analisa ketergantungan :
1.   Pekerjaan tanah dan pondasi mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan
     mulai.
2.   Pekerjaan beton mulai setelah 1 minggu pekerjaan persiapan selesai.
3.   Pekerjaan beton mulai setelah 2minggu pekerjaan tanah dan pondasi mulai.
4.   Pekerjaan pasangan selesai setelah 8 minggu pekerjaan tanah dan pondasi
     mulai.
5.   Pekerjaan kayu dan plafond selesai setelah 3 minggu pekerjaan beton mulai.
6.   Pekerjaan kayu dan plafond mulai bersamaan dengan pekerjaan pasangan.
7.   Pekerjaan pengecatan mulai setelah 3 minggu pekerjaan beton mulai.
8.   Pekerjaan sanitair selesai bersamaan dengan mulainya pekerjaan kayu dan
     plafond.
9.   Pekerjaan sanitair mulai setelah 3 minggu pekerjaan pengecatan mulai.
10. Pekerjaan listrik mulai 2 minggu sebelum pekerjaan sanitair mulai.
11. Pekerjaan atap selesai setelah 2 minggu pekerjaan listrik selesai.
12. Pekerjaan atap selesai setelah 6 minggu pekerjaan listrik mulai.


Hubungan Pekerjaan ( Konstrain ) Untuk Toilet Umum
NO    SIMBOL    NAMA KEGIATAN                 DURASI       KONSTRAIN
 1       A      PEK. PERSIAPAN                  2              -

 2       B      PEK. TANAH DAN PONDASI           3          SS(1-2)=1

 3       C      PEK. BETON                       4          FS(1-3)=1
                                                            SS(2-3)=2

 4       D      PEK. PASANGAN                    4          SF(2-4)=8

 5       E      PEK. KAYU DAN PLAFOND            4          SF(3-5)=3
                                                            SS(4-5)=0

 6       F      PENGECATAN                       4          SS(3-6)=3


                                                                             67
7        G     PEK. SANITAIR                   3          SF(5-7)=0
                                                          SS(6-7)=3

8        H     PEK. LISTRIK                    4         SS(7-8)=-2

9        I     PEK. ATAP                       2          FF(8-9)=2

    Tabel 4.13 Hubungan Pekerjaan (Konstrain) untuk pekerjaan tempat Toilet
                                   Umum




                                                                              68
UNTUK PEKERJAAN TOILET UMUM

Hitungan maju:                        Hitungan mundur :

1. Kegiatan A                         1. Kegiatan I
   Dianggap mulai awal=0                 Dimulai dari kegiatan terakhir (I)
   ES (1) = 0                            LF(9)=EF(9)=10
   EF (1) = ES(1)+D(A)=0+2=2             LS(9)=LF(9)-D(I)=10-2=8
2. Kegiatan B                         2. Kegiatan H
   ES(2)=ES(1)+SS(1-2)=0+1=1             LF(8)=LF(9)-SF(8-9)+D(H)=10-6+4=8
   EF(2)=ES(2)+D(B)=1+3=4                LF(8)=LF(9)-FF(8-9)=10-2=8
3. Kegiatan C                            LS(8)=LF(8)-D(H)=8-4=4
   ES(3)=EF(1)+FS(1-3)=2+1=3          3. Kegiatan G
   ES(3)=ES(2)+SS(2-3)=1+2=3             LF(7)=LS(8)-SS(7-8)+D(G)=4-(-2)+3=9
   EF(3)=ES(3)+D(C)=3+4=7                LS(7)=LF(7)-D(G)=9-3=6
4. Kegiatan D                         4. Kegiatan F
   ES(4)=ES(2)+SF(2-4)-D(D)=1+8-4=5      LF(6)=LS(7)-SS(6-7)+D(F)=6-0+4=10
   EF(4)=ES(4)+D(D)=5+4=9                LS(6)=LF(6)-D(F)=10-4=6
5. Kegiatan E                         5. Kegiatan E
   ES(5)=ES(4)+SS(4-5)=5+0=5             LF(5)=LF(7)-SF(5-7)+D(E)=9-0+4=13
   ES(5)=ES(3)+SF(3-5)-D(E)=3+3-4=2      LS(5)=LF(5)-D(E)=13-4=9
   EF(5)=ES(5)+D(E)=5+4=9             6. Kegiatan D
6. Kegiatan F                            LF(4)=LS(5)-SS(4-5)+D(D)=9-0+4=13
   ES(6)=ES(3)+SS(3-6)=3+3=6             LS(4)=LF(4)-D(D)=13-4=9
   EF(6)=ES(6)+D(F)=6+4=10            7. Kegiatan C
7. Kegiatan G                            LF(3)=LS(6)-SS(3-6)+D(C)=6-3+4=7
   ES(7)=ES(5)+SF(5-7)-D(G)=5+0-3=2      LF(3)=LF(5)-SF(3-5)+D(C)=13-3+4=14
   ES(7)=ES(6)+SS(6-7)=6+0=6             LS(3)=LF(3)-D(C)=7-4=3
   EF(7)=ES(7)+D(G)=6+3=9             8. Kegiatan B
8. Kegiatan H                            LF(2)=LS(3)-SS(2-3)+D(B)=3-2+3=4
   ES(8)=ES(7)+SS(7-8)=6+(-2)=4          LF(2)=LF(4)-SF(2-4)+D(B)=13-8+3=8
   EF(8)=ES(8)+D(H)=4+4=8                LS(2)=LF(2)-D(B)=4-3=1
9. Kegiatan I                         9. Kegiatan A
   ES(9)=EF(8)+FF(8-9)-D(I)=8+2-2=8      LF(1)=LS(3)-FS(1-3)=3-1=2
   EF(9)=ES(9)+D(I)=8+2=10               LF(1)=LS(2)-SS(1-2)+D(A)=1-1+2=2
                                         LS(1)=LF(1)-D(A)=2-2=0




                                                                               69
14. DIAGRAM PEKERJAAN TOILET UMUM




                                             SS(4-5)=0                    SF(5-7)=0

                          SF(2-4)=8
                                                       4                            5
                                             5     D       4   9          5     E       4   9

                                             9                 13         9                 13
SS(1-2)=1                                                                                        SS(7-8)=-2           FF(8-9)=2


     1                           2                                                                        7                    8                   9
                                                 SF(3-5)=3
 0    A     2   2     1      B       3   4                                                       6    G       3   9   4    H       4   8   8   I       2   10

 0              2     1                  4                                                       6                9   4                8   8               10
                                                                              SS(6-7)=3


                                                       3                            6
                                             3     C       4   7          6     F       4   10
                           SS(2-3)=2
                                             3                 7          6                 10


                    FS(1-3)=1                                       SS(3-6)=3



                                                           Gambar 4.14. Diagram PDM Pekerjaan Toilet Umum

                                                                                                                                                                70
4.4.3 Jalur Kritis
    1. Jalur kritis toko tipe A2
       A-B-C-6=10
       A-B-D-E-F-G=10

   2. Jalur Kritis Toko Tipe A3
      A-B-C-G=10
      A-B-D-E-F-G=10

   3. Jalur Kritis Utilitas Lingkungan
      A-B-C=10
      A-C=10

   4. Jalur Kritis Median Jalan Dan Pulau
      A-B-C-D=9

   5. Jalur Kritis Ground Tank
      A-B-C-D-E=10

   6. Jalur Kritis Tandon Air
      A-B-C-E-F=6
      A-B-D-E-F=6

   7. Jalur Kritis Taman Air Mancur
      A-B-C-E=8
      A-B-D-E=8
      A-C-E=8

   8. Jalur Kritis Pagar
      A-B-C-D-E-F=13
      A-B-D-E-F=13

   9. Jalur Kritis Gerbang Utama
      A-B-C-D-E-F-G=9
      A-C-D-E-F-G=9
      A-B-D-E-G=9

   10. Jalur Kritis Pos Jaga Dan Pos Polisi
       A-B-C-D-E-F-G-H-I=10
       A-B-D-E-F-G-H-I=10
       A-C-D-E-F-G-H-I=10

   11. Jalur Kritis Ruang Genzet
       A-B-C-D-E-F-G-H-I=10


                                              71
12. Jalur Kritis Musholla
    A-B-C-E-G-H=8
    A-B-D-F-G-H=8
    A-B-D-E-G-H=8

13. Jalur Kritis Tempat Wudhu
    A-B-C-D-E-F-G-H=8

14. Jalur Kritis Toilet Umum
    A-B-C-F-G-H-I=10




                                72

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3409
posted:2/12/2011
language:Indonesian
pages:72