Docstoc

JARINGAN IRIGASI

Document Sample
JARINGAN IRIGASI Powered By Docstoc
					    PENYULUHAN
OP JARINGAN RIGASI
SASARAN :
1.PENYULUH PENGAIRAN
2.JURU PENGAIRAN
3.PENJAGA PINTU AIR
4.P3A / GP3A
   MATERI yg terkait
       BIDANG IRIGASI
1. Pengenalan Sistem Irigasi
2. Operasi Jaringan Irigasi
3. Pemeliharaan Jaringan Irigasi
4. Pengamanan Jaringan Irigasi
5. Rencana Tata Tanam
6. Pengelolaan Sistem Irigasi
   Partisipatif
7. Pengelolaan Aset Irigasi
8. Sistem Irigasi Pompa Air Tanah
    BIDANG PERTANIAN
1. Kebutuhan dan Cara Pemberian Air
   Irigasi
2. Mekanisasi Pertanian
3. Manajemen Usaha Tani
4. Teknologi Tepat Guna Usaha Tani
5. Budidaya Ikan Air Tawar
6. Kelestarian Lingkungan Alam
   BIDANG KELEMBAGAAN
1. Perkumpulan Petani Pemakai Air
   (P3A)
2. Hubungan Perkumpulan Petani
   Pemakai Air dan Lembaga Terkait
3. Administrasi dan Keuangan P3A
   serta Pembuatan Laporan Kegiatan
4. Pengenalan Komisi Irigasi
    MATERI PENDUKUNG
1. Perencanaan Pelatihan Tata Guna
   Air (TGA)
2. Panduan Menyusun Modul
   Pelatihan
3. Peninjauan Lapangan
4. Pemberdayaan Pekumpulan
   Petani Pemakai Air (P3A)
     TOPIK PEMBAHASAN

1. Kegiatan Operasi Jaringan Irigasi
2. Kegiatan Pemeliharaan Jaringan
   Irigasi
3. Pengelolaan OP Irigasi Patisipatif
4. Pemberdayaan P3A/GP3A
Kegiatan
      OPERASI JARINGAN IRIGASI

1.   Pengumpulan Data :
     - data hidrologi ( data debit air tersedia)
     - data agroklimatologi (kebutuhan air tanaman)
     - data jenis tanaman ( macam dan arealnya )
2.   Penyediaan air irigasi :
     - air hujan yang jatuh di daerah irigasi
     - air irigasi dari sumber air (sungai,waduk,mata
     air, air tanah yang dipompa )
3.   Menyusun rencana tata tanam
4.   Menyusun sistem golongan

5.   Rencana Pembagian air
     Ditetapkan Bupati / Walikota / Gubernur sesuai
     kewenangannya berdasarkan rencana tahunan
     dan usulan P3A
6.   Pemberian air irigasi :
     Berdasarkan kebutuhan yang diperlukan dan
     kesepakatan P3A dg pertimbangan debit air
     - Terus menerus dari Sal Primer sekender
     - Rotasi (giliran)
     - Terputus putus
7. Membuka menutup pintu
   - Pintu di bendung
   - Pintu bangunan bagi di saluran primer
   - Pintu bangunan bagi di saluran
     sekunder
8. Kalibrasi
     Menera kebenaran debit yang keluar dari pintu
     bendung maupun pintu saluran primer/sekunder
9.   Monitoring dan evaluasi :
     Untuk evaluasi pelaksanaan OP dan perencanaan
     tahun mendatang
    Kegiatan PEMELIHARAAN
         JARINGAN IRIGASI


 Pemeliharaan rutin
 Pemeliharaan berkala :

 Pengamanan
Kegiatan PEMELIHARAAN
        JARINGAN IRIGASI
1. Pengamanan
 Hal-hal yang perlu dihindari :
 a. Perbuatan yg mengakibatkan pintu air tak
    berfungsi
 b. Pengambilan & perusakan komponen
    bangunan irigasi
 c. Penggembalaan ternak ditanggul saluran
 d. Mengambil air secara liar
 e. Mengubah jadwal giliran
 f. Penggunaan jaringan tidak dg semestinya
 g. Menghambat jalannya air disaluran
 h. Membuang sampah di jaringan
2. Pemeliharaan rutin
  Pemeliharaan rutin adalah perawatan JI
  yang dilaksanakan setiap tahun.
  a. membersihkan sampah,lumpur dan
     pintu air
  b. memotong rumput dan tumbuhan
     pengganggu saluran
  c. mengoptimalkan penampang saluran
  d. menutup bocoran kecil
  e. memberi pelumas pintu air
3. Pemeliharaan berkala :
   Yaitu perawatan Jaringan Irigasi yang
   dilaksanakan lebih dari 1 tahun
   a. mengecet pintu air, menggaris skat
   balok
   b. menggali endapan lumpur
   c. Perbaiki sayap bangunan,tembok
   saluran
   d. memperbaiki, ngecet rumah bangunan
   bagi
   e. meninggikan tanggul bangunan
   f. memperbaiki bendung (sayat pintu air
   dll)
   g. mengganti pintu air yang rusak
4. Perbaikan darurat       :
   Yaitu perbaikan akibat bencana alam,
    dimana asal air irigasi dapat mengalir,
    agar fungsi jaringan irigasi dapat melayani
    daerah irigasi dan dilaksanakan dengan
    cepat.
    misalnya :
    - perbaikan tanggul yang putus akibat
    banjir
    - perbaikan konstruksi bangunan yang
    rusak
    - pencegahan terjainya pengrusakan.
B. Kewenangan Pengelolaan Sistim Irigasi

  1. Kabupaten/Kota : daerah irigasi yang luasnya
     kurang dari 1000 ha berada dalam satu
     Kabupaten/Kota

  2. Provinsi : daerah irigasi yang luasnya 1000 – 3000
     ha berada dalam satu Provinsi dan daerah irigasi
     yang luasnya kurang dari 1000 ha yang besifat
     lintas Kabupaten/Kota

  3. Pusat : daerah irigasi yang luasnya lebih dari 3000
     ha dan daerah irigasi lintas Provinsi, lintas negara,
     dan strategis nasional.
Kewenangan Kabupaten/Kota :
Daerah Irigasi yang luasnya kurang dari 1000 ha
berada dalam satu Kabupaten/Kota


1) Kota Yogyakarta :
   - Utuh kota : 16 DI    luasan areal : 91,01 Ha
   - Lintas kota : 3 DI   luasan areal : 45,80 Ha
 2) Kab. Kulonprogo :
   - Utuh kota : 16 DI    luasan areal : 91,01 Ha
   - Lintas kota : 3 DI   luasan areal : 45,80 Ha
3) Kab. Bantul :
   - Utuh kota    : 92 DI Areal : 10.115,67 Ha
   - Lintas
       Kab/kota : 21 DI Areal : 2.429,44 Ha
 4) Kab. Sleman :
   - Utuh kota : 2073 DI Areal : 24.167,90 Ha
   - Lintas
        Kab/kota : 22 DI Areal : 2.429,44 Ha
 5) Kab. Gunungkidul :
   - Utuh kota : 237 DI Areal : 8.323,10 Ha
CONTOH-CONTOH
 PELANGGARAN
     DALAM
  PENGGUNAAN
 SARANA IRIASI
•TERIMA KASIH

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2134
posted:2/11/2011
language:Indonesian
pages:38