Materi Pramuka Menaksir

Document Sample
Materi Pramuka Menaksir Powered By Docstoc
					                                                     MENAKSIR

Penaksiran adalah proses mengetahui sejumlah hal di alam melalui Panca indera,
anggota tubuh, dan bantuan alat yang minimal.

Untuk mempermudah penaksiran, sebaiknya kita mengetahui sebanyak mungkin segala sesuatu pada tubuh
yang dapat dijadikan standar pengukuran, seperti :

Panjang rentang tangan.
Panjang jengkal jari.
Lebar langkah kaki.
Panjang telapak kaki.
Tinggi badan.
Kecepatan jalan.
Setengah lari.
Lari.
Berat badan.
dll.

Perlu juga mengetahui ukuran Benda-benda yang dibawa dalam perjalanan, seperti :

Ukuran syal.
Sabuk.
Tongkat.
Tas.
dll.

Dan benda-benda lain yang dapt dijadikan standar, seperti :

Jarak tiang listrik, jarak tanam pohon karet selain itu pengalaman dan pemikiran yang kreatif dan mau berpikir
dua kali dari sudur pandang yang berbeda akan sangat membantu dan memudahkan untuk mendapat hasil yang
akurat.

                         MENAKSIR LEBAR DENGAN MENGGUNAKAN TOPI
Mungkin sedikit aneh ya mengapa dengan topi kok biza menaksir lebar sungai ? nah inilah kelebihan ikut
organisasi Pramuka , kita bisa banyak tw cara menggunakan alat yang serba sederhana .

selamat mencoba mungkin akan sedikit susah dan bingung tapi kalau di perhatikan dengan baik pazti biza.


Langkah-langkah :

Lihat ujung sungai yang ingin ditaksir dgn menggunakan ujung topi pet.

Beri tanda didalam pikiran kita itu titik A.

Setelah di perhatikan , perlahan-lahan kita menghadap kekanan.

Dan perhatikan lagi ujung Topi pet dan beri tanda dalam pikiran kita titik B.

Dan beri tanda dimana lokasi ujung Topi pet.

Dan mulailah berjalan dari posisi kita ke titik B.

Catatan:

Setiap 2 langkah biasa 1 meter.


                                        MENAKSIR DALAM SUNGAI

Di daerah hulu di daerah penampang cenderung berbentuk dan bagian tengahnya lebih dalam dari bagian
tengahnya, maka pengukuran sukar dilakukan.
Cara mengukur kedalamannya adalah :

        1   | Kegiatan Ekstra Pramuka Gudep : XI.05.07.091/092 SMP N 1 Gombong
Ambil galah yang cukup panjang.

Masukkan galah tersebut ke dalam sungai, usahakan galah tegak lurus terhadap permukaan sungai.

Usahakan pengukuran dilakukan pada bagian tengah sungai.

Lakukan pengukuran di beberapa tempat.


                                     Menaksir Kecepatan Arus Sungai

Letakkan benda terapung di titik O (benda akan hanyut).

Setelah sekitar 15 menit (titik A), mulailah berjalan mengikuti benda tadi, sambil menghitung waktu hingga
sampai di B (bertepatan dengan posisi benda X).

Ukur jarak AB.

Kecepatan arus sungai = jarak AB / waktu.

                                          PENAKSIRAN WAKTU

Untuk menaksir waktu dapat digunakan Naismith’s Rule (aturan Naismith). Cara tersebut merupakan cara
klasik dalam memperkirakan waktu tempuh. Menurut aturan ini, kecepatan rata-rata ornag berjalan di medan
horizontal adalah adalah 5 km/jam dan setiap kenaikan 300 meter ditamabah 0,5 jam. Untuk kecepatan turun
digunakan rumus : setiap penurunan 300 meter, waktu tempuhnya 5 km/jam ditambah 10 menit. Perhitungan ini
berlaku untuk medan yang tidak bersemak, selain itu, waktu tempuh akan bervariasi bergantung pada hal-hal,
seperti : keadaaN FISIK, BEBAN YANG DIBAWA, keadaan lintasan (berpasir, tanah keras, bersalju,
dll.),kondisi cuaca.


                                          PENAKSIRAN CUACA

Seorang pendaki gunung harus dapat membaca tanda-tanda cuaca, diantaranya:
• Merah pada waktu malam hari, penanda cuaca baik.
• Merah pada waktu pagi, penanda akan turun hujan.
• Kuning pucat pada waktu matahari terbenam, penanda akan turun hujan.
• Embun dan kabut pada pagi-pagi benar, penanda cuaca bagus.
• Kalau matahari terbit dari awan yang tinggi, penanda angin.
• Dari bentuk-bentuk awan (lihat bagian awan).\

                                    Penaksir cuacu dari sikap binatang:

• Laba-laba membuat sarang siang hari berarti cerah.
• Kodok ribut berarti akan hujan.
• Kambing mengembik ribut, berarti cuaca akan buruk.




Masih banyak lagi cara penaksiran, besok kita sambung lagi yach..??




       2   | Kegiatan Ekstra Pramuka Gudep : XI.05.07.091/092 SMP N 1 Gombong
                                         Tehnik Menaksir Tinggi
              Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacam-macam sesuai dengan kondisi
yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut :
1.     Metode Setigiga




Keterangan :
X = Tinggi yang ditaksir
C = Tinggi tongkat
A = Jarak tongkat dan tinggi yang diukur
B = Jarak tongkat dan pengamat

Rumus perhitungan

              X = C (A+B)
                      B
       Dapat pula dilakukan dengan metode segitiga berikut :




                                           Rumus :
                                                  X=A
                                           Keterangan :
                                           X = Tinggi yang ditaksir
                                           A = Jarak dengan pengamat

2.     Metode bayangan
       Dapat dilakukan apabila ada sinar matahari dan keadaan memungkinkan.




                                           Keterangan :
                                           A = Tinggi tongkat
                                           B = Tinggi yang ditaksir
                                           A’= Bayangan tongkat
                                           B’= Bayangan tinggi yang ditaksir


       Rumus :
                     B= D       xA
                        A


       3   | Kegiatan Ekstra Pramuka Gudep : XI.05.07.091/092 SMP N 1 Gombong
Penulis : Kakak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd


                                                  Menaksir Lebar




                           Metode menaksir lebar yang dapat dipergunakan antara lain :

1.         Melempar Tali

                   Cara ini bisa dikatakan mudah apabila sungai atau lebar yang diukur tidak terlalu lebar
sehingga mudah untuk melemparkan tali ke seberang. Kemudian tali yang ditandai untuk mengukur tersebut
diukur panjangnya.

2.         Cara Segitiga

           Cara ini digambarkan sebagai berikut :




           Rumus :

                                Jika A = B maka

                                     C=D

           dimana C adalah lebar sungai yang dapat diukur dari panjang D

           atau cara segitiga berikut :




Penulis : Kakak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd
       4    | Kegiatan Ekstra Pramuka Gudep : XI.05.07.091/092 SMP N 1 Gombong

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:11137
posted:2/11/2011
language:Indonesian
pages:4